PROFIL DINAS KESEHATAN

dokumen-dokumen yang mirip
KATA SAMBUTAN DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1 BAB II GAMBARAN UMUM 3

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas ijin dan. kehendak-nya sehingga Laporan Tahunan dan Profil Kesehatan Puskesmas

Kata Sambutan KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI SULAWESI SELATAN

KATA PENGANTAR Masyarakat Kolaka yang Sehat, Kuat. Mandiri dan Berkeadilan Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka 2016 Hal. i

KATA PENGANTAR dr. Hj. Rosmawati

Seluruh isi dalam buku ini dapat dikutip tanpa izin, dengan menyebut sumber.

PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015

PROFIL KESEHATAN PROVINSI KEP. BANGKA BELITUNG TAHUN 2012

Tim Penyusun Pengarah : dr. Hj. Rosmawati. Ketua : Sitti Hafsah Yusuf, SKM, M.Kes. Sekretaris : Santosa, SKM

PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2016

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN ii -

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 15 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN DI KABUPATEN SITUBONDO

KATA PENGANTAR. Tulungagung, Juni 2015 KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

Profil Kesehatan Provinsi DKI Jakarta

RESUME PROFIL KESEHATAN DI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2012

KATA PENGANTAR. Gorontalo, Agustus 2011 KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI GORONTALO

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tujuan Penulisan Sumber Data... 3

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR GRAFIK...

PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA

PROFIL KESEHATAN PROVINSI BENGKULU TAHUN 2012

RESUME PROFIL KESEHATAN KABUPATEN KLUNGKUNG TAHUN 2015

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 27 TAHUN 2004 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN KABUPATEN / KOTA

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

KATA PENGANTAR. Jakarta, September 2015 KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI DKI JAKARTA. dr. R. KOESMEDI PRIHARTO, Sp.OT,M.Kes NIP

RESUME PROFIL KESEHATAN PROVINSI BANTEN TAHUN 2015

JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA SE PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2015 JUMLAH KELAHIRAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

RPJMD Kab. Temanggung Tahun I X 47

Perencanaan Pembangunan Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

Tabel 4.1 INDIKATOR KINERJA UTAMA DINAS KESEHATAN KABUPATEN KERINCI TAHUN Formulasi Penghitungan Sumber Data

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

TUGAS POKOK : Melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi dan tugas

PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2012

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2015

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2013

Perencanaan Pembangunan Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

RESUME PROFIL KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR 0 TAHUN 0

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

DINAS KESEHATAN BUKU SAKU DINAS KESEHATAN P R O V I N S I K A L I M A N T A N T I M U R

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

RESUME PROFIL KESEHATAN KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN TAHUN 2016

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2016

KATA PENGANTAR. Kolaka, Maret 2012 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, dr. Hj. Rosmawati NIP Pembina Tk. I Gol.

KATA PENGANTAR. Profil Kesehatan Kota Pekalongan Tahun 2013

KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN MUSI RAWAS NOMOR : 440 / 104 / KPTS / KES / 2015 TENTANG

PROFIL DINAS KESEHATAN

PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 (PERUBAHAN ANGGARAN) PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

RESUME PROFIL KESEHATAN KABUPATEN/KOTA LHOKSEUMAWE TAHUN 2011

PENANGGUNG JAWAB : dr. DEVIE C. BITJOLI, M.Si

RESUME PROFIL KESEHATAN KABUPATEN KOLAKA TAHUN 2016

Mewujudkan Peningkatan Budaya Sehat dan Aksesbilitas Kesehatan Masyarakat.

KATA PENGANTAR. Semoga Peta Kesehatan Indonesia Tahun 2012 ini bermanfaat. Jakarta, September 2013 Kepala Pusat Data dan Informasi

DAFTAR ISI. Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari... Daftar isi... Daftar tabel... Daftar Grafik... Daftar Bagan... Daftar Lampiran...

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG TAHUN 2014

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2013

PENGUKURAN INDIKATOR KINERJA SASARAN

BAB II PERENCANAAN KINERJA

KATA PENGANTAR. Tulungagung, Juni 2014 KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

Kata Pengantar Keberhasilan pembangunan kesehatan tentu saja membutuhkan perencanaan yang baik. Perencanaan kesehatan yang baik membutuhkan data/infor

PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017

PERJANJIAN KINERJA DINAS KESEHATAN TAHUN 2016

Target Tahun. Kondisi Awal Kondisi Awal. 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12 Program pengadaan, peningkatan dan penduduk (tiap 1000 penduduk

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2015

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PELALAWAN TAHUN 2014

TREND PEMBANGUNAN KESEHATAN

3.2 Pencapaian Millenium Development Goals Berdasarkan Data Sektor Tingkat Kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar Tahun

Standar Pelayanan Minimal Puskesmas. Indira Probo Handini

Juknis Operasional SPM

PEMERINTAH KOTA PRABUMULIH DINAS KESEHATAN

RESUME PROFIL KESEHATAN KOTA PADANG TAHUN 2011

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)

TABEL PROFIL KESEHATAN KOTA PANGKAL PINANG TAHUN 2014

TABEL PROFIL KESEHATAN KOTA PANGKAL PINANG TAHUN 2013

KATA PENGANTAR. semua pihak yang telah menyumbangkan pikiran, tenaga dan

A. RENCANA STRATEGIS : VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, KEBIJAKAN DAN PROGRAM

BAB. III AKUNTABILITAS KINERJA

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2015

MISI 5 Mewujudkan Peningkatan Budaya Sehat dan Aksesibilitas Kesehatan Masyarakat SATU AN

SAMBUTAN KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA DEPOK

KATA PENGANTAR. PROFIL KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN ii -

Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada tim penyusun, yang sudah bekerja. Jakarta, 2010 Kepala Pusat Data dan Informasi. dr.

TIM PENYUSUN. Pengarah. dr. Endid Romo Pratiknyo Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan. Penanggung Jawab. Ketua

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2012

1. Pendahuluan. 1.1 Latar belakang

Transkripsi:

PROFIL DINAS KESEHATAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN DHARMASRAYA

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT, atas anugerah, rahmat dan karunia-nya akhirnya profil Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya selesai di susun. Profil kesehatan ini disusun dan diterbitkan berdasarkan petunjuk teknis penyusunan profil kesehatan kabupaten/kota. Profil Kesehatan Kabupaten Dharmasraya tahun 2014 ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan Kabupaten Dharmasraya dan untuk mengadakan evaluasi program pembangunan kesehatan di Kabupaten Dharmasraya, serta untuk peningkatan kinerja bidang kesehatan pada masa yang akan datang. Dalam penyusunan Profil ini banyak pihak telah membantu dalam pengumpulan data baik UPTD Dinas Kesehatan, bidang-bidang di Dinas Kesehatan, RSUD Sungai Dareh, unit kesehatan lainnya serta lintas sektor terkait. Oleh karena itu kami sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu dalam penyusunan profil kesehatan ini. Kami menyadari penyusunan profil ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun, ide-ide inovatif demi penyempurnaan profil ini menjadi lebih baik di masa mendatang. Dharmasraya, Maret 2015 TIM PENYUSUN

SAMBUTAN KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN DHARMASRAYA Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Puji syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa karena atas rahmat dan hidayah- Nya, Profil Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 telah selesai disusun. Profil Kesehatan merupakan salah satu produk informasi kesehatan yang diterbitkan secara berkala setiap tahun, guna memberikan data infomasi tentang kegiatan dan pencapaian program pembangunan kesehatan, serta hambatan dan permasalahan yang terjadi dan dievaluasi berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan dalam rangka pengambilan keputusan berdasarkan fakta (Evidence Based Decision Making). Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu dalam penyusunan profil kesehatan ini. Kami menyadari penyusunan profil ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun, ide-ide inovatif demi penyempurnaan profil ini menjadi lebih baik pada periode selanjutnya, dan semoga profil ini berguna untuk semua pihak demi terwujudnya Masyarakat Dharmasraya Berperilaku Sehat dan Pelayanan Berkualitas serta Berkeadilan Tahun 2015. Sungai Dareh, Maret 2015 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya drg. Hj. ERINA, MKM NIP. 19620528 198802 2 001

DAFTAR GAMBAR Halaman BAB II. GAMBARAN UMUM GAMBAR 2.1 Peta Kabupaten Dharmasraya... 8

DAFTAR GRAFIK Halaman BAB II. GAMBARAN UMUM GRAFIK 2.1 Piramida Penduduk Kabupaten Dharmasraya tahun 2014... 8 BAB III. SITUASI DERAJAT KESEHATAN GRAFIK 3.1 Jumlah Kematian Bayi (per 1000 kelahiran) Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012 s/d 2014... 11 GRAFIK 3.2 Jumlah Kematian AKABA Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014... 12 GRAFIK 3.3 Jumlah Kematian Ibu Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014... 14 GRAFIK 3.4 Jumlah Kasus Diare Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014... 18 GRAFIK 3.5 Jumlah Kasus DBD Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014... 21 GRAFIK 3.6 Jumlah Kasus Malaria Positif Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014... 22 GRAFIK 3.7 Penyebaran Filariasis Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014... 22 GRAFIK 3.8 Cakupan Bayi dengan BBLR Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014... 25 BAB IV. SITUASI DERAJAT KESEHATAN GRAFIK 4.1 Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 & 2014... 29 GRAFIK 4.2 Persentase cakupan imunisasi TT Ibu Hamil Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 & 2014... 31 GRAFIK 4.3 Persentase Ibu Hamil yang Mendapat Tablet Fe Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 & 2014... 32 GRAFIK 4.4 Persentase Bumil & Neonatal Resti/Komplikasi yang di Tangani Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014... 33 GRAFIK 4.5 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Bayi, Anak Balita dan Balita Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014... 35 GRAFIK 4.6 Cakupan Kunjungan Neonatus Kabupaten Dharmasraya Tahun 2011, 2012, 2013 dan 2014... 37 GRAFIK 4.7 Persentase Desa UCI Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014... 38 GRAFIK 4.8 Persentase Bayi ASI Eksklusif Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014... 40

GRAFIK 4.9 Jumlah Balita Gizi Buruk yang ditemukan dan yang mendapat Perawatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014... 42 GRAFIK 4.10 Persentase Cakupan Kesehatan Usila Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014... 43 GRAFIK 4.11 Jumlah tempat tempat umum yang ada dan yang Memenuhi syarat Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014... 50 BAB V. SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN GRAFIK 5.1 Jarak tempuh Puskesmas ke RSUD Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014... 54

DAFTAR TABEL Halaman BAB II. GAMBARAN UMUM TABEL 2.1 Wilayah Kabupaten Dharmasraya per Kecamatan serta jumlah Nagari dan Jorong tahun 2014... 7 BAB IV. SITUASI DERAJAT KESEHATAN TABEL 4.1 Persentase Cakupan K1-K4 Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 & 2014... 28 TABEL 4.2 Persentase Pelayanan Ibu Nifas Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 & 2014... 30 TABEL 4.3 Persentase Peserta KB Baru dan Aktif Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014... 36 TABEL 4.4 Cakupan Imunisasi Bayi Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014... 39 TABEL 4.5 Indikator Pelayanan Rumah Sakit Di Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014... 47 BAB V. SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN TABEL 5.1 Sarana pelayanan kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014... 54 TABEL 5.2 Distribusi Tenaga Medis Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014... 56 TABEL 5.3 Distribusi Tenaga Keperawatan dan Bidan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014... 57

DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 LAMPIRAN 4 LAMPIRAN 5 LAMPIRAN 6 LAMPIRAN 7 LAMPIRAN 8 LAMPIRAN 9 LAMPIRAN 10 LAMPIRAN 11 LAMPIRAN 12 LAMPIRAN 13 LAMPIRAN 14 TABEL 1. LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN TABEL 2. JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR TABEL 3. PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIPEROLEH MENURUT JENIS KELAMIN TABEL 4. JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 5. JUMLAH KEMATIAN NEONATAL, BAYI DAN BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 6. JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS TABEL 7. KASUS BARU TB BTA+, SELURUH KASUS TB, KASUS PADA TB ANAK, DAN CASE NOTIFICATION RATE (CNR) PER 100.000 PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 8. JUMLAH KASUS DAN ANGKA PENEMUAN KASUS TB PARU BTA+ MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS TABEL 9. ANGKA KESEMBUHAN DAN PENGOBATAN LENGKAP TB PARU BTA+ SERTA KEBERHASILAN PENGOBATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS TABEL 10. PENEMUAN KASUS PNEUMONIA BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 11. JUMLAH KASUS HIV, AIDS, DAN SYIPHILIS MENURUT JENIS KELAMIN TABEL 12. PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV MENURUT JENIS KELAMIN TABEL 13. KASUS DIARE YANG DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS TABEL 14. JUMLAH KASUS BARU KUSTA MENURUT JENIS

LAMPIRAN 15 LAMPIRAN 16 LAMPIRAN 17 LAMPIRAN 18 LAMPIRAN 19 LAMPIRAN 20 LAMPIRAN 21 LAMPIRAN 22 LAMPIRAN 23 LAMPIRAN 24 LAMPIRAN 25 LAMPIRAN 26 LAMPIRAN 27 LAMPIRAN 28 KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS TABEL 15. KASUS BARU KUSTA 0-14 TAHUN DAN CACAT TINGKAT 2 MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS TABEL 16. JUMLAH KASUS DAN PREVALENSI PENYAKIT KUSTA MENURUT TIPE/JENIS, JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 17. PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT (RELEASE FROM TREATMENT/RFT) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 18. JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 19. JUMLAH KASUS YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 20. JUMLAH KASUS YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS Lanjutan TABEL 21. JUMLAH KASUS DEMAM BERDARAH (DBD) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS TABEL 22. KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT MALARIA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKEMAS TABEL 23. PENDERITA FILARIASIS DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 24. PENGUKURAN TEKANAN DARAH PENDUDUK 18 TAHUN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 25. PEMERIKSAAN OBESITAS MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 26. CAKUPAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE IVA DAN KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN KLINIS (CBE) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 27. JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT JENIS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) TABEL 28. KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI DESA/KELURAHAN YANG DITANGANI < 24 JAM

LAMPIRAN 29 LAMPIRAN 30 LAMPIRAN 31 LAMPIRAN 32 LAMPIRAN 33 LAMPIRAN 34 LAMPIRAN 35 LAMPIRAN 36 LAMPIRAN 37 LAMPIRAN 38 LAMPIRAN 39 LAMPIRAN 40 LAMPIRAN 41 LAMPIRAN 42 LAMPIRAN 43 TABEL 29. CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL, PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN, DAN PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 30. PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 31. PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA WANITA USIA SUBUR MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 32. JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN TABLET FE1 DAN FE3 MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 33. JUMLAH DAN PERSENTASE PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN DAN KOMPLIKASI NEONATAL MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 34. PROPORSI PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 35. PROPORSI PESERTA KB BARU MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 36. JUMLAH PESERTA KB BARU DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 37. BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 38. CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATAL MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 39. JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 40. CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 41. CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCI MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 42. CAKUPAN IMUNISASI, HEPATITIS B < 7 HARI DAN BCG PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 43. CAKUPAN IMUNISASI, DPT-HB3/DPT-HB-Hib3, POLIO, CAMPAK DAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS

LAMPIRAN 44 LAMPIRAN 45 TABEL 44. CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BAYI, ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 45. JUMLAH ANAK 0-23 BULAN DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS LAMPIRAN 46 LAMPIRAN 47 LAMPIRAN 48 LAMPIRAN 49 LAMPIRAN 50 LAMPIRAN 51 LAMPIRAN 52 LAMPIRAN 53 LAMPIRAN 54 LAMPIRAN 55 LAMPIRAN 56 LAMPIRAN 57 LAMPIRAN 58 TABEL 46. CAKUPAN PELAYANAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 47. JUMLAH BALITA DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 48. CAKUPAN KASUS BALITA GIZI BURUK YANG MENDAPAT PERAWATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 49. CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) SISWA SD DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 50. PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 51. PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 52. CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 53. CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN MENURUT JENIS JAMINAN DAN JENIS KELAMIN TABEL 54. JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN, RAWAT INAP DAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN TABEL 55. ANGKA KEMATIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT TABEL 56. INDIKATOR KINERJA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT TABEL 57. PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 58. PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS

LAMPIRAN 59 LAMPIRAN 60 LAMPIRAN 61 LAMPIRAN 62 LAMPIRAN 63 LAMPIRAN 64 LAMPIRAN 65 LAMPIRAN 66 LAMPIRAN 67 LAMPIRAN 68 LAMPIRAN 69 LAMPIRAN 70 LAMPIRAN 71 LAMPIRAN 72 LAMPIRAN 73 LAMPIRAN 74 TABEL 59. PENDUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM BERKUALITAS (LAYAK) MENURUT KECAMATAN, DAN PUSKESMAS TABEL 60. PERSENTASE KUALITAS AIR MINUM DI PENYELENGGARA AIR MINUM YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN TABEL 61. PENDUDUK DENGAN AKSES TERHADAP FASILITAS SANITASI YANG LAYAK (JAMBAN SEHAT) MENURUT JENIS JAMBAN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 62. DESA YANG MELAKSANAKAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT TABEL 63. PERSENTASE TEMPAT TEMPAT UMUM MEMENUHI SYARAT KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 64. TEMPAT PENGELOLAAN MAKAN (TPM) MENURUT STATUS HIGIENE SANITASI TABEL 65. TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN DIBINA DAN DIUJI PETIK TABEL 66. PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN TABEL 67. JUMLAH SARANA KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN TABEL 68. PERSENTASE SARANA KESEHATAN (RUMAH SAKIT) DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT ( GADAR) LEVEL 1 TABEL 69. JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 70. JUMLAH UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) MENURUT KECAMATAN TABEL 71. JUMLAH DESA SIAGA MENURUT KECAMATAN TABEL 72. JUMLAH TENAGA MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN TABEL 73. JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DIFASILITAS KESEHATAN TABEL 74. JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DIFASILITAS KESEHATAN

LAMPIRAN 75 LAMPIRAN 76 LAMPIRAN 77 LAMPIRAN 78 LAMPIRAN 79 LAMPIRAN 80 LAMPIRAN 81 TABEL 75. JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DIFASILITAS KESEHATAN TABEL 76. JUMLAH TENAGA GIZI DIFASILITAS KESEHATAN TABEL 77. JUMLAH TENAGA KETERAPIAN FISIK DIFASILITAS KESEHATAN TABEL 78. JUMLAH TENAGA KETEKNISIAN MEDIS DIFASILITAS KESEHATAN TABEL 79. JUMLAH TENAGA KESEHATAN LAIN DIFASILITAS KESEHATAN TABEL 80. JUMLAH TENAGA NON KESEHATAN DIFASILITAS KESEHATAN TABEL 81. ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA

DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... i SAMBUTAN KEPALA DINAS KESEHATAN... ii DAFTAR GAMBAR... iii DAFTAR GRAFIK... iv DAFTAR TABEL... vi DAFTAR LAMPIRAN... vii DAFTAR ISI... xiii BAB I. PENDAHULUAN... 1 BAB II. GAMBARAN UMUM... 4 2.1. Visi dan Misi Kabupaten Dharmasraya... 4 2.2. Visi dan Misi Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya... 5 2.3. Keadaan Geografis... 6 2.4. Keadaan Demografis... 8 2.5. Keadaan Pendidikan... 9 BAB III. SITUASI DERAJAT KESEHATAN... 10 3.1. Mortalitas (Angka Kematian)... 10 3.1.1. Angka Kematian Bayi... 10 3.1.2. Angka Kematian Anak Balita (AKABA)... 12 3.1.3. Jumlah Kematian Ibu... 13 3.2. Morbiditas (Angka Kesakitan)... 15 3.2.1. Prevalensi Tuberculosis dan Angka Penemuan Kasus TB Paru BTA+... 15 3.2.2. Persentase Balita dengan Pneumonia Ditangani... 16 3.2.3. Persentase HIV/AIDS Ditangani... 17

3.2.4. Kasus Diare Ditangani... 18 3.2.5. Kasus Kusta... 19 3.2.6. Jumlah Kasus Penyakit Menular yang Dapat di Cegah dengan Imunisasi (PD3I)... 20 3.2.7. Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) Per 100.000 Penduduk... 20 3.2.8. Angka Kesakitan Malaria Per 1000 Penduduk Dan Angka Kematian Malaria... 21 3.2.9. Kasus Penyakit Filariasis Ditangani... 23 3.3. Status Gizi... 25 3.3.1. Persentase Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR)... 25 3.3.2. Jumlah Balita dengan Gizi Buruk dan Yang Mendapat Perawatan... 26 BAB IV. SITUASI UPAYA KESEHATAN... 27 4.1. Pelayanan Kesehatan... 27 4.1.1. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K1 dan K4... 27 4.1.2. Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan... 29 4.1.3. Cakupan Pelayanan Nifas... 30 4.1.4. Persentase Cakupan Imunisasi TT Ibu Hamil... 31 4.1.5. Persentase Ibu Hamil yang Mendapat Tablet Fe... 32 4.1.6. Cakupan Komplikasi Kebidanan dan Neonatal yang Ditangani... 33 4.1.7. Cakupan Pemberian Vitamin A pada Bayi Anak Balita, dan Balita... 34 4.1.8. Persentase Peserta KB Aktif dan Baru Menurut Jenis Kontrasepsi... 35 4.1.9. Cakupan Kunjungan Neonatus... 37

4.1.10 Cakupan Kunjungan Bayi... 38 4.1.11. Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI)... 38 4.1.12. Persentase Cakupan Imunisasi Bayi... 39 4.1.13. Persentase Bayi yang Mendapat ASI Eksklusif... 40 4.1.14. Jumlah Balita Ditimbang... 41 4.1.15. Cakupan Pelayanan Balita dan Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan... 42 4.1.16. Cakupan Penjaringan dan Pelayanan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat... 43 4.1.17 Cakupan Pelayanan Kesehatan Usila... 43 4.1.18 Cakupan Pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang harus Diberikan Pelayanan Kesehatan (RS) di Kabupaten... 44 4.1.19. Desa/Kelurahan Terkena KLB yang Ditangani <24 jam, Jumlah Penderita dan Kematian KLB... 44 4.1.20. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak SD dan Setingkat... 44 4.2. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan... 45 4.2.1. Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar... 45 4.2.2. Jumlah Kunjungan Rawat Jalan, Rawat Inap dan Gangguan Jiwa di Sarana Pelayanan Kesehatan... 46 4.2.3. Angka Kematian Pasien dan Indikator Kinerja Pelayanan di Rumah Sakit... 46

4.3. Perilaku Hidup Masyarakat... 47 4.3.1. Persentase Rumah Tangga Ber-PHBS... 47 4.4. Keadaan Lingkungan... 48 BAB V. SITUASI SUMBERDAYA KESEHATAN... 52 5.1. Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan dan Sarana Pelayanan Kesehatan yang Memiliki Kemampuan Labkes Serta 4 Spesialis Dasar... 52 5.2. Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM)... 54 5.3. Tenaga Kesehatan... 56 5.4. Pembiayaan Kesehatan... 58 BAB VI. PENUTUP... 59

BAB I PENDAHULUAN Profil Kesehatan Kabupaten Dharmasraya adalah gambaran situasi kesehatan di Kabupaten Dharmasraya yang diterbitkan setiap tahun sekali. Maksud diterbitkannya profil ini adalah untuk menampilkan berbagai data tentang kesehatan dan data pendukung lain yang dideskripsikan dengan analisis dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Sedangkan tujuan yang ingin dicapai adalah tersampaikannya informasi kesehatan yang merupakan pencapaian Pembangunan Kesehatan Tahun 2014. Sejak terbitnya instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional, perjalanan sosialisasi dan advokasi yang mendorong pelaksanaan pengarusutamaan gender dalam pembangunan yang diterjemahkan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan sangat dinamis. Mulai dari upaya pengintegrasian pengarusutamaan gender dalam dokumen perencanaan sampai gender budget statement (Pernyataan Anggaran Responsif Gender). Upaya-upaya tersebut utamanya dalam rangka mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender. Pengarusutamaan gender adalah salah satu strategi pembangunan yang dilakukan untuk mencapai kesetaraan gender melalui pengintegrasian permasalahan, aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan perempuan dan laki-laki harus dimasukan ke dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dari seluruh kebijakan, program, proyek dan kegiatan diberbagai bidang kehidupan dan pembangunan. Profil Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 disusun secara sistematis mengikuti petunjuk teknis penyusunan profil kesehatan kabupaten/kota

tahun 2013 edisi revisi 2014 yang diterbitkan oleh Pusat Data dan Informasi Departemen Kesehatan RI tahun 2014. Sistimatika penyajian profil kesehatan Kabupaten Dharmasraya tahun 2014 ini adalah sebagai berikut : Bab I Pendahuluan Bab ini Berisi penjelasan tentang maksud dan tujuan profil kesehatan serta sistematika dari penyajiannya. Bab II Gambaran Umum dan Perilaku Penduduk Bab ini menyajikan tentang gambaran umum Kabupaten/kota. Selain uraian tentang letak geografis, administratif, dan informasi umum lainnya, bab ini juga mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan meliputi kependudukan, ekonomi, pendidikan, sosial budaya, perilaku dan lingkungan. Bab III Situasi Derajat Kesehatan Bab ini berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian, angka kesakitan, dan angka status gizi masyarakat. Bab IV Situasi Upaya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan dan penunjang, pemberantasan penyakit menular, pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar, perbaikan gizi masyarakat, pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan, pelayanan kesehatan dalam situasi bencana. Upaya pelayanan kesehatan yang diuraikan dalam bab ini juga mengakomodir indikator kinerja Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan serta upaya pelayanan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh kabupaten/kota. Bab V Situasi Sumber Daya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan, tenaga kesehatan, pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya.

Bab VI Kesimpulan Bab ini diisi dengan sajian tentang hal-hal penting yang perlu disimak dan ditelaah lebih lanjut dari Profil Kesehatan Kabupaten/kota ditahun yang bersangkutan. Selain keberhasilan-keberhasilan yang perlu dicatat, hal ini juga mengemukakan hal-hal yang dianggap masih kurang dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Lampiran Pada lampiran ini berisi tabel resume/angka pencapaian kabupaten/kota dan 81 tabel data kesehatan dan yang terkait kesehatan yang responsif gender.

BAB II GAMBARAN UMUM Kabupaten Dharmasraya merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, yang dibentuk berdasarkan UU No. 38 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman Barat yang diresmikan pada tanggal 7 Januari 2004. Dharmasraya merupakan kabupaten yang sedang membangun dengan masalah kependudukan yang cukup serius dengan tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi dan persebaran penduduk yang tidak merata. Jumlah penduduk bukan hanya merupakan modal bagi suatu daerah, tetapi juga akan merupakan beban dalam pembangunan. 2.1. Visi dan Misi Kabupaten Dharmasraya A. Visi Mewujudkan masyarakat Dharmasraya yang beriman, sehat, cerdas, aman, berbudaya, adil dan sejahtera pada tahun 2015 (Dharmasraya Bersemi 2015) B. Misi 1. Meningkatkan tata pemerintahan yang responsif, akuntabilitas, transparansi, parsipatif dan profesional. 2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang handal dan mampu menguasai ilmu dan teknologi berdasarkan iman dan taqwa. 3. Penguatan daya saing perekonomian dan percepatan pertumbuhan ekonomi terutama bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan kehutan menuju agroindustri dan agrobisnis. 4. Meningkatkan pelayanan publik terhadap masyarakat.

5. Pengembangan pariwisata yang berbasis historis, kultural dan agamis 6. Mewujudkan pemerataan pembangunan dalam segala bidang. 2.2. Visi dan Misi Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya A. Visi Terwujudnya Masyarakat Dharmasraya Berperilaku Sehat dan Pelayanan Berkualitas serta Berkeadilan tahun 2015 B. Misi 1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat dan kemitraan 2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan bermutu, merata dan berkeadilan 3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan 4. Menyelenggarakan manajemen lembaga kesehatan yang responsif, akuntabilitas, transparansi, parsipatif dan profesional C. Tujuan Terselenggaranya pembangunan kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya. D. Fungsi 1. Perumusan kebijakan teknis kesehatan, pengelolaan, pembinaan teknnis kesehatan dan pemberian bimbingan serta perizinan sesuai denga kebijakan yang telah ditetapkan oleh Bupati. 2. Pengawasan dan pengendalian pembangunan bidang kesehatan 3. Pengelolaan upaya kesehatan

4. Pelaksanaan ketatausahaan dinas kesehatan 5. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh pemerintah pusat dan provinsi sesuai dengan bidang tugas kesehatan 2.3. Keadaan Geografis Kabupaten Dharmasraya merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Sumatera Barat yang cukup potensial serta letaknya yang cukup strategis di segitiga emas di perbatasan tiga Provinsi yakni Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Riau dan Provinsi Jambi. Kondisi seperti ini memungkinkan Kabupaten Dharmasraya untuk cepat berkembang, baik pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sosial, ekonomi dan budaya. Kabupaten Dharmasraya berada pada posisi 0 47' 7 LS-1 41' 56 LS & 101 9' 21 BT - 101 54' 27 BT dengan luas Kabupaten Dharmasraya 2.961 Km² yang berbatasan dengan : - Sebelah Utara dengan Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau - Sebelah Selatan dengan Kabupaten Bungo dan Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi - Sebelah Timur dengan Kabupaten Bungo dan Tebo Provinsi Jambi - Sebelah Barat dengan Kabupaten Solok dan Solok Selatan. Kabupaten Dharmasraya berada pada ketinggian dari permukaan laut antara 82 meter sampai 1525 meter dengan suhu berkisar antara 28-32 C. Sebagian besar penggunaan lahan di Kab. Dharmasraya adalah sektor pertanian hingga mencapai 85,66%.

Tabel 2.1. Wilayah Kabupaten Dharmasraya per Kecamatan serta jumlah Nagari dan Jorong tahun 2014 No Kecamatan Nagari Jorong 1 Pulau Punjung 6 21 2 IX Koto 4 21 3 Timpeh 5 21 4 Sitiung 4 22 5 Koto Baru 4 26 6 Padang Laweh 4 17 7 Koto Salak 5 29 8 Sungai Rumbai 4 24 9 Asam Jujuhan 5 22 10 Tiumang 4 17 11 Koto Besar 7 32 52 262 Sumber : BPS, Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014

Gambar 2.1. Peta Kabupaten Dharmasraya Sumber : BPS, Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 2.4. Keadaan Demografis Penduduk Kabupaten Dharmasraya berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil berjumlah 199.482 jiwa, terdiri dari 103.141 jiwa laki-laki dan 96.341 jiwa perempuan dengan 47.044 kk. Jumlah kepadatan 67 penduduk per Km² yang tersebar di 11 kecamatan, jumlah penduduk dengan usia produktif berjumlah 130.887 jiwa, usila atau usia yang tidak produktif lagi berjumlah 7.351 jiwa. Penyebaran jumlah penduduk di Kabupaten Dharmasraya terbesar terdapat di Kecamatan Pulau punjung dengan jumlah 38.611 jiwa diikuti kecamatan Koto baru dengan jumlah 29.457 jiwa dan Kecamatan Sitiung 23.308 jiwa, namun jika dilihat dari kepadatan penduduk per kilometer maka Kecamatan Sungai Rumbai merupakan kecamatan terpadat dengan luas 47,6 Km 2 penduduk per kilometernya

berjumlah 412 jiwa dan kecamatan terpadat kedua adalah Kecamatan Sitiung luas 87,7 Km 2 penduduk per kilometernya berjumlah 265 jiwa. Grafik 2.1. Piramida Penduduk Kabupaten Dharmasraya tahun 2014 Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Dharmasraya Tahun 2014 2.5. Keadaan Pendidikan Jumlah sekolah di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2014 untuk jenjang SD tercatat 153 unit, SMP sederajat 49 unit, SMA sederajat 28 unit dan Universitas 2 unit. Persentase melek huruf penduduk Kabupaten Dharmasraya tahun 2014 usia >10 tahun adalah 96,75%, sedangkan persentase ijazah tertinggi yang ditamatkan adalah 32,63% tamatan SD, 22,13% tamatan SMP, 18,54% tamatan SMA dan sederajat, 2,25% tamatan diploma serta 3,58% sarjana. Penduduk usia >10 tahun di Kab. Dharmasraya yang tidak memiliki ijazah berjumlah 34.733 jiwa (21,79%).

BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN 3.1. Mortalitas (Angka Kematian) Gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari kejadian kematian dalam masyarakat dari waktu ke waktu. Di samping itu kejadian kematian juga dapat digunakan sebagai indikator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dan program pembangunan kesehatan lainnya. Peristiwa kematian pada dasarnya merupakan proses akumulasi akhir dari berbagai penyebab kematian langsung maupun tidak langsung. Secara umum kejadian kematian pada manusia berhubungan erat dengan permasalahan kesehatan sebagai akibat dari gangguan penyakit atau akibat dari proses interaksi berbagai faktor yang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama mengakibatkan kematian dalam masyarakat. Angka kematian pada umumnya dapat dihitung dengan melakukan berbagai survey dan penelitian. Perkembangan tingkat kematian dan penyakit-penyakit penyebab utama kematian yang terjadi pada periode terakhir akan diuraikan di bawah ini. 3.1.1. Angka Kematian Bayi Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate) adalah banyaknya bayi yang meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun per 1000 kelahiran hidup pada tahun yang sama. Pentingnya mengetahui angka kematian bayi (AKB) adalah untuk mengetahui gambaran tingkat permasalahan kesehatan masyarakat. Hal ini desebabkan oleh faktor-faktor yang berkaitan dengan kematian bayi antara lain tingkat pelayanan ante

natal, status gizi ibu hamil, tingkat keberhasilan program KIA-KB, serta lingkungan dan sosial ekonomi. Grafik 3.1. Jumlah Kematian Bayi (per 1000 kelahiran) Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012 s/d 2014 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Jumlah kelahiran hidup pada tahun 2012 sebesar 3.027 dengan bayi mati berjumlah 41 dan angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup berjumlah 9.8, tahun 2013 jumlah kelahiran hidup 3.761 orang dengan jumlah bayi mati sebanyak 60 orang dan angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup berjumlah 10.5 dan pada tahun 2014 jumlah kelahiran hidup sebanyak 3.841, kematian bayi berjumlah 30 orang dan angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup berjumlah 9.5. Dari keterangan diatas, pada tahun 2014 merupakan jumlah tertinggi kelahiran hidup di Kab. Dharmasraya selama kurun waktu tiga tahun terakhir namun angka kematian bayi tertinggi terjadi pada tahun 2013. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan tingkat keberhasilan program KIA-KB di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2014, tapi khususnya Kecamatan IX Koto dengan kematian bayi berjumlah 6 orang dan Kecamatan Koto Besar kematian bayi berjumlah 5 orang masih perlu

ditingkat pelayanan ante natal dan status gizi ibu hamil guna menekatn tingkat kematian bayi di daerah tersebut. 3.1.2. Angka Kematian Anak Balita (AKABA) Angka Kematiana Anak Balita (AKABA) merupakan jumlah anak yang meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun, yang dinyatakan dengan angka kematian anak balita per 1.000 kelahiran hidup. AKABA menggambarkan peluang terjadinya kematian pada fase antara kelahiran dan sebelum umur 5 tahun. Manfaat dari indikator ini terkait langsung dengan target kelangsungan hidup anak dan merefleksikan kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan anak-anak bertempat tinggal termasuk pemeliharaan kesehatannya. Millenium Development Goals (MDGs) menetapkan nilai normatif AKABA, yaitu sangat tinggi dengan nilai >140, tinggi dengan nilai 71-140, sedang dengan nilai 20-70 dan rendah dengan nilai < 20. Grafik 3.2. Jumlah Kematian AKABA Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dari grafik diatas dapat dilihat Angka Kematian Anak Balita (AKABA) di Kab. Dharmasraya pada 3 (tiga) tahun terakhir adalah pada tahun 2012 berjumlah 4 orang dengan angka kematian anak balita per 1.000 kelahiran hidup 1,3 dan pada tahun 2013 berjumlah 9 orang dengan angka kematian anak balita per 1.000

kelahiran hidup 2 dan pada tahun 2014 berjumlah 10 orang dengan angka kematian anak balita per 1.000 kelahiran hidup 3. Jika dilihat pada nilai normatif yang ditetapkan dalam MDGs, AKABA pada 3 (tiga) tahun terakhir di Kab. Dharmasraya dikategorikan rendah yaitu <20 namun terjadi trend peningkatan selama tiga tahun terakhir. Kematian anak balita salah satunya merupakan representasi dari status gizi dan lingkungan yang kurang bersih, oleh sebab itu perlu peningkatan pengetahuan ibu tentang faktor-faktor penyebab kematian anak balita dan peningkatan asupan gizi anak balita serta kebersihan lingkungan guna menekan angka kematian anak balita yang disebabkan oleh Diare. Jumlah kematian anak balita tertinggi terdapat di Kecamatan Koto Baru dan Kecamatan sitiung dengan jumlah kematian 2 anak balita. 3.1.3. Jumlah Kematian Ibu Jumlah Kematian Ibu atau juga disebut Angka Kematian Ibu (AKI) juga menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat. AKI menggambarkan jumlah wanita yang meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilan per 100.000 kelahiran hidup. AKI juga dapat digunakan dalam pemantauan kematian terkait dengan kehamilan. Indikator ini dipengaruhi status kesehatan secara umum, pendidikan dan pelayanan selama kehamilan dan melahirkan. Angka Kematian Ibu (AKI) Kabupaten Dharmasraya per 100.000 kelahiran hidup selama 3 (Tiga) tahun terakhir mengalami peningkatan, ini dapat dilihat dari grafik dibawah ini.

Grafik 3.3. Jumlah Kematian Ibu Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir jumlah kematian ibu terus meningkat di Kab. Dharmasraya. Dari grafik diatas jumlah kematian ibu pada tahun 2012 berjumlah 7 orang dengan angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup berjumlah 231.3, tahun 2013 berjumlah 10 orang dengan angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup 266 dan 2014 berjumlah 11 orang dengan angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup berjumlah 286. Tahun 2014 merupakan jumlah tertinggi angka kematian ibu jika dibandingkan 2 tahun terakhir, dan seluruh kematian ibu pada tahun 2014 terjadi pada proses persalinan dengan rentang umur antara 20 sampai dengan 34 tahun. Penyebab terjadinya kematian ibu antara lain disebabkan oleh Pendarahan dan eklampsi, hal ini dapat disimpulkan kualitas Antenatal Care (ANC) di Kabupaten Dharmasraya masih sangat rendah. 3.2. Morbiditas (Angka Kesakitan) Morbiditas adalah derajat sakit, cedera atau gangguan pada suatu populasi yang merupakan suatu penyimpangan dari status sehat dan sejahtera atau

keberadaan dari suatu kondisi sakit, biasanya dinyatakan dalam angka prevalensi atau insidensi yang umum. Angka kesakitan penduduk Kabupaten Dharmasraya diperoleh dari masyarakat (community based data) melalui studi morbiditas, dan hasil pengumpulan data dari Dinas kesehatan serta dari sarana pelayanan kesehatan (facility based data) yang diperoleh melalui sistem pencatatan dan pelaporan. 3.2.1. Prevalensi Tuberkulosis dan Angka penemuan kasus TB Paru BTA + Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Penyakit TB Paru menurut Millenium Development Goals (MDGs) sebagai suatu penyakit yang menjadi target untuk diturunkan, selain malaria dan HIV/AIDS. Pada level nasional,berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini, diantaranya melalui program Directly Observed Treatment Shortcourse Chemoterapy (DOTS). Selain menyerang paru, Tuberculosis dapat menyerang organ lain (extra pulmonary TB). Jumlah penemuan kasus baru TB BTA+ pada tahun 2012 berjumlah 156 kasus dengan angka penemuan kasus per 100.000 penduduk 76,2 tahun 2013 angka penemuan kasus 141 kasus dengan angka penemuan kasus per 100.000 penduduk 68,83 sedangkan pada tahun 2014 berjumlah 135 kasus dengan angka penemuan kasus per 100.000 penduduk 67,68. Angka kesembuhan kasus TB BTA+ pada tahun 2013 berjumlah 93,21% dengan jumlah pengobatan lengkap 4 kasus (2,47%), serta keberhasilan pengobatan (success rate) 95,68%. sedangkan pada tahun 2014 Angka

kesembuhan kasus TB BTA+ 92,52% dengan jumlah pengobatan lengkap 9 kasus (6,12%), serta keberhasilan pengobatan (success rate) 98,64% namun pada tahun 2014 terdapat kematian selama pengobatan sebanyak 1 orang. 3.2.2. Persentase balita dengan Pneumonia ditangani Persentase balita dengan pneumonia ditangani merupakan panemuan dan tatalaksana penderita pneumonia yang mendapat anti biotik sesuai standar di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu. Jumlah perkiraan kasus pneumonia pada balita merupakan 10% dari jumlah balita yang ada pada kurun waktu yang sama. Jumlah penemuan kasus pneumonia pada balita yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar di Kabupaten Dharmasraya pada 3 (tiga) tahun terakhir berjumlah 273 kasus (15.7%) dari jumlah perkiraan penderita pneumonia pada tahun 2012 yaitu 1.741 penderita, 240 kasus (13,8%) dari jumlah perkiraan penderita pneumonia pada tahun 2013 yaitu 1.741 penderita, sedangkan pada tahun 2014 berjumlah 293 kasus (14.9) dari jumlah perkiraan penderita pneumonia yaitu 1.958 penderita. 3.2.3. Persentase HIV/AIDS ditangani HIV/AIDS disebabkan oleh infeksi virus Human Immunodeficiency Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan penderita mengalami penurunan ketahanan tubuh sehingga sangat mudah untuk terinfeksi berbagai macam penyakit lain. Penyakit ini ditularkan melalui cairan tubuh penderita yang terjadi melalui proses hubungan seksual, transfuse darah, penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi secara bergantian, dan penularan dari ibu ke anak dalam kandungan melalui plasenta dan kegiatan menyusui.

Secara Nasional perkembangan penyakit HIV/AIDS terus menunjukkan peningkatan, meskipun berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan terus dilakukan. Pada tahun 2010 dan 2011, terdapat peningkatan jumlah kasus dari 1 kasus menjadi 4 kasus pada tahun 2011 namun pada tahun 2012 dan 2013 tidak ditemukan kasus baik di Puskesmas maupun di unit transfusi darah. Pada tahun 2014, perkembangan penyakit HIV/AIDS khususnya di Kabupaten Dharmasraya sangat memprihatinkan jika dibandingkan pada empat tahun terakhir. Jumlah penderita HIV sebanyak 13 kasus, AIDS 12 kasus dengan 1 kematian. Jika dilihat dari kelompok umur, penderita HIV terbanyak pada umur 20-24 tahun sedangkan pada penderita AIDS terbanyak pada kelompok umur 25-49 tahun. Dalam hal ini, untuk menekan angka penderita HIV/AIDS dikabupaten Dharmasraya antara lain adalah merubah stigma dan perlakuan diskriminatif masyarakat dan petugas kesehatan kepada ODHA agar partisipasi aktif populasi berisiko mau melakukan pemeriksaan dan pengobatan terkait HIV-AIDS serta Menyebarluaskan pengetahuan komprehensif promosi, pencegahan, pengobatan dan rehabilitasi melalui distribusi dan ketersediaan informasi, edukasi dan konseling yang bermutu terutama penguatan substansi pesan tentang cara akurat mencegah penularan HIV/AIDS. 3.2.4. Kasus diare ditangani Diare adalah penyakit dimana penderita mengalami buang air besar yang sering dengan kandungan air yang berlebihan. Penderita diare di Kabupaten Dharmasraya setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Menurut laporan dari bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya menunjukkan bahwa penderita diare yang tertangani berjumlah 6.007 (69,3%) dari 8.665 perkiraan kasus pada tahun 2012, terjadi penurunan dengan jumlah kasus yang ditangani berjumlah 2.008

(45,8%) dari 4.384 perkiraan kasus pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 penderita diare berjumlah 3.740 (87,6%) dari 4.269 perkiraan kasus. Data ini dapat dilihat pada grafik 3.4. dibawah ini. Grafik 3.4. Jumlah Kasus Diare Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Namun demikian hal ini belum dapat menggambarkan prevalensi keseluruhan dari penyakit diare karena banyak dari kasus tersebut yang tidak terdata oleh sarana pelayanan kesehatan (pengobatan sendiri atau pengobatan di praktek swasta). 3.2.5. Kasus Kusta Pada tahun 2012 jumlah kasus baru kusta yang tercatat berjumlah 5 kasus dengan angka penemuan kasus baru per 100.000 penduduk berjumlah 2.44, tahun 2013, jumlah kasus kusta sebanyak 4 kasus dengan angka penemuan kasus baru per 100.000 penduduk berjumlah 1.95 sedangkan pada tahun 2014 jumlah kasus baru kusta yang tercatat berjumlah 6 kasus dengan angka penemuan kasus baru per 100.000 penduduk berjumlah 3.01.

Pada tahun 2013, penderita kusta PB berjumlah 2 orang sedangkan penderita kusta MB berjumlah 6 orang. Angka prevalensi penyakit kusta per 10.000 penduduk berjumlah 0,4 sedangkan pada tahun 2014 penderita kusta PB berjumlah 1 orang sedangkan penderita kusta MB berjumlah 5 orang. Angka prevalensi penyakit kusta per 10.000 penduduk berjumlah 0,3. Penderita kusta yang selesai berobat adalah penderita kusta yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu, pada tahun 2014 tidak ada penderita kusta yang selesai berobat. 3.2.6. Jumlah kasus penyakit menular yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I) PD3I merupakan singkatan dari : Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi. Program imunisasi dasar merupakan salah satu upaya untuk memutus mata rantai PD3I dan melindungi semua bayi terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Tahun 2013 di Kabupaten Dharmasraya ditemukan kasus campak yang tersebar di wilayah kerja puskesmas yang antara lain puskesmas Sialang berjumlah 1, Puskesmas Sungai Dareh 1, Puskesmas Koto Baru 3 dan Puskesmas Sungai Rumbai 1 kasus, sehingga total kasus campak pada tahun 2013 di Kabupaten Dharmasraya 6 kasus tanpa ada penderita yang meninggal dunia. Tahun 2014 ditemukan kasus pertusis dan campak diwilayah kerja puskesmas Koto Baru. 3.2.7. Angka kesakitan demam berdarah dengue (DBD) per 100.000 penduduk Penderita DBD mengalami demam tinggi mendadak, selama 2-7 hari, tandatanda pendarahan dari atau pembesaran hati, serta pemeriksaan labor positif DBD. Penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) telah menyebar luas keseluruh wilayah provinsi dan Kabupaten/kota.

Pada 2 tahun terakhir di Kabupaten Dharmasraya terjadi peningkatan kasus DBD, tahun 2012 berjumlah 22 per 100.000 penduduk dengan 45 kasus yang ditemukan dan meninggal 1 orang di Kecamatan Padang Laweh, tahun 2013 berjumlah 53,2 per 100.000 penduduk dengan 109 kasus yang ditemukan dan meninggal 1 orang di Kecamatan Koto besar dan pada tahun 2014 terjadi penurunan jumlah kasus yaitu berjumlah 17,5 per 100.000 penduduk dengan 35 kasus yang ditemukan dan tidak ada penderita DBD yang meninggal. Data ini dapat dilihat dari grafik dibawah ini. Grafik 3.5. Jumlah Kasus DBD Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 3.2.8. Angka kesakitan malaria per 1000 penduduk dan Angka Kematian Malaria Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang upaya pengendaliannya menjadi komitmen global dalam Millenium Development Goals (MDGs). Malaria disebabkan oleh hewan bersel satu (protozoa) Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Wilayah endemis malaria pada

umumnya adalah desa-desa terpencil dengan kondisi lingkungan yang tidak baik, sarana transportasi yang sulit, akses pelayanan kurang, tingkat pendidikan dan sosial ekonomi masyarakat yang rendah serta buruknya perilaku masyarakat terhadap kebiasaan hidup sehat. Ditjen PP & PL Kementrian Kesehatan telah menetapkan stratifikasi endemis malaria suatu wilayah di Indonesia menjadi 4 strata yaitu : 1. Endemis Tinggi bila API > 5 per 1000 penduduk 2. Endemis Sedang bila API berkisar antara 1 - < 5 per 1000 penduduk 3. Endemis Rendah bila API 0-1 per 1000 penduduk 4. Non Endemis adalah daerah yang tidak terdapat penularan malaria. Jumlah kasus malaria di Kabupaten Dharmasraya pada 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat dari grafik 3.6. Grafik 3.6. Jumlah Kasus Malaria Positif Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Berdasarkan grafik diatas pada tahun 2012 jumlah kasus malaria berjumlah 103 kasus, tahun 2013 meningkat menjadi 230 kasus sedangkan pada tahun 2014 menurun menjadi 64 kasus.

Pada tahun 2014 jumlah penduduk yang berisiko berjumlah 199.482 orang,hal ini menunjukan angka Annual Paracite Incidence (API) per 1000 penduduk yang berisiko menunjukan angka 0,32. Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2012 API Kabupaten Dharmasraya berjumlah 0.6 per 1000 penduduk yang berarti berada pada stratifikasi endemis rendah, namun pada tahun 2013 API Kabupaten Dharmasraya meningkat dari tahun sebelumnya menjadi 1,12 dan berada pada strata Endemis sedang, dan pada tahun 2014 menurun kembali menjadi 0.3 per 1000 penduduk yang berarti di tahun 2014 Kabupaten Dharmasraya berada pada strata endemis rendah. Berdasarkan laporan bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Sampai dengan bulan Desember tahun 2014 tidak ada kasus malaria yang menyebabkan kematian. 3.2.9. Kasus penyakit filariasis ditangani Program eliminasi filariasis dilaksanakan atas dasar kesepakatan Global WHO tahun 2000 yaitu The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as Public Healt Problem The Year 2020. Filariasis (penyakit kaki gajah) tetap merupakan masalah kesehatan masyarakat. Dampak dari serangan penyakit ini adalah menurunkan derajat kesehatan masyarakat karena menurunnya daya kerja dan produktivitas serta timbulnya cacat anggota tubuh yang permanen. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, beberapa diketahui berperan sebagai vektor Filariasis antara lain Mansonia, Anopheles dan Culex. Sampai saat ini di Indonesia telah ditemukan 3 species cacing filaria, yaitu Wucherecia bancrofti, Brugia Malayi dan Brugia Timori. Di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2012 kasus filariasis berjumlah 7 orang, yang tersebar di 4 kecamatan yaitu pada Kecamatan IX Koto 2 orang, Pulau

Punjung 2 orang, Koto Baru 2 orang dan pada Kecamatan Koto Besar 1 orang dan pada tahun 2013 tidak ditemukan kasus filariasis. Sedangkan pada tahun 2014 ditemukan 4 kasus baru penderita filariasis yang antara lain ditemukan di kecamatan pulau punjung 1 kasus, dan pada kecamatan tiumang 3 kasus. Jumlah seluruh kasus filariasis di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2014 berjumlah 9 kasus. Berdasarkan hal di atas, penyebaran kasus filariasis di kabupaten dapat dilihat dari grafik dibawah ini. Grafik 3.7. Penyebaran Filariasis Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Sumber : Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014

3.3. Status Gizi Status gizi seseorang sangat erat kaitannya dengan permasalahan kesehatan secara umum. Status gizi masyarakat dapat diukur melalui indikator-indikator, antara lain Bayi dengan Berat Lahir Rendah (BBLR) dan status gizi balita. 3.3.1. Persentase Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Grafik 3.8. Cakupan Bayi dengan BBLR Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dari grafik di atas terlihat gambaran bayi dengan BBLR di Kabupaten Dharmasaya tahun 2012 persentase bayi dengan BBLR berjumlah 3.6% dari jumlah bayi lahir hidup yang ditimbang tahun 2013 terjadi penurunan persentase bayi dengan BBLR menjadi 2,6% dan pada tahun 2014 terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya menjadi 2,7%. Walaupun terjadi penurunan bayi dengan BBLR di tiga tahun terakhir, namun peningkatan asupan gizi pada ibu hamil harus terus ditingkatkan.

3.3.2. Jumlah Balita dengan Gizi Buruk dan yang mendapat perawatan Cakupan penimbangan balita di Posyandu merupakan indikator yang berkaitan dengan cakupan pelayanan gizi pada balita. Berdasarkan laporan dari bidang Kesga Kabupaten Dharmasraya tahun 2013 Jumlah kasus balita gizi buruk yang ditemukan berjumlah 53 orang dan yang mendapat perawatan berjumlah 53 orang. Pada tahun 2014 jumlah kasus balita gizi buruk yang ditemukan berjumlah 53 orang dan yang mendapat perawatan berjumlah 53 orang, penemuan gizi buruk tertinggi terdapat di Kecamatan timpeh dengan 13 kasus. Hal ini, pengetahuan kader serta pemahaman keluarga dan masyarakat akan manfaat posyandu harus ditingkatkan.

BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN Secara umum upaya kesehatan terdiri atas dua unsur utama, yaitu upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan. Upaya kesehatan masyarakat adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah, atau masyarakat serta swasta untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan. Upaya kesehatan perorangan adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah, atau masyarakat serta swasta untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta pencegahan dan menyembuhkan penyakit serta pemulihan kesehatan perorangan. Berikut diuraikan situasi upaya kesehatan masyarakat di Kabupaten Dharmasraya. 4.1. Pelayanan Kesehatan 4.1.1. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K-1 dan K4 Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama masa kehamilan, sedangkan tenaga kesehatan yang berkompeten memberikan pelayanan antenatal kepada ibu hamil antara lain dokter spesialis kebidanan, dokter, bidan dan perawat. Hasil pencapaian program pelayanan kesehatan ibu hamil dapat dinilai dengan menggunakan indikator cakupan K1 dan K4. K1 dihitung dengan membagi jumlah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal pertama kali oleh tenaga kesehatan dengan jumlah sasaran ibu hamil yang ada dan K4 dihitung dengan membagi jumlah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal minimal 4 kali

sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan dengan jumlah sasaran ibu hamil yang ada. Puskesmas Tabel 4.1. Persentase Cakupan K1-K4 Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 & 2014 Cakupan KI Cakupan K4 2012 2013 2014 2012 2013 2014 Silago 84.5 76,6 89,7 53.6 64,0 72,0 Sialang 105.4 113,7 108,4 74.7 68,8 87,5 Sungai Dareh 109.8 98,2 99,6 94.3 71,8 87,3 Sitiung I 87.5 91,1 79,8 78.7 80,8 72,1 Gunung Medan 100.4 100 104,6 88.1 90,0 87,4 Timpeh 93.7 97,7 93,1 78.1 82,8 87,8 Padang Laweh 94.3 112,8 95,2 75.6 76,8 76,8 Koto Baru 91.2 101,2 99,0 82.4 93,6 72,1 Sitiung II 90.6 86,4 85,8 75.1 62,5 68,8 Koto Besar 106.7 99,4 99,1 93.7 98,1 80,7 Sungai Rumbai 104.6 100,5 102,4 88.7 82,7 95,1 Sungai Limau 96.7 104,6 95,4 80.1 82,2 75,5 Tiumang - 74,8 83,7-76,7 73,3 Kabupaten 98.0 97,2 95,9 83.1 81,4 80,1 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dari tabel diatas dapat dilihat cakupan K1 dan K4 terus menurun, tahun 2012 cakupan K1 berjumlah 98.0%, tahun 2013 menurun menjadi 97,2%, dan pada tahun 2014 kembali menurun menjadi 95,9%. Sedangkan pada cakupan K4 pada tahun 2012 cakupan K4 berjumlah 83.1%, tahun 2013 menurun menjadi 81.4% dan tahun 2014 kembali menurun menjadi 80,1%. Khusus untuk Puskesmas Tiumang, 2012 tidak ada data, hal ini disebabkan Puskesmas Tiumang mulai beroperasional pada tahun 2013.

4.1.2. Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Periode persalinan merupakan periode yang berkontribusi besar terhadap angka kematian ibu di Indonesia. Dalam target MDGs, salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan ibu adalah menurunkan angka kematian ibu menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah pelayanan persalinan yang aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi kebidanan. Pada grafik berikut dapat dilihat persentase jumlah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan selama 3 (tiga) tahun terakhir. Grafik 4.1. Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 & 2014 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dari grafik diatas memperlihatkan cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2013 cenderung menurun. Pada tahun 2014 cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di Kabupaten Dharmasraya meningkat mencapai 87.5% namun belum mencapai target yaitu 90%.

4.1.3. Cakupan Pelayanan Nifas Pelayanan ibu nifas adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari pasca persalinan oleh tenaga kesehatan. Persentase pelayanan ibu nifas di Kabupaten Dharmasraya 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 4.2. Persentase Pelayanan Ibu Nifas Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 & 2014 Puskesmas Persentase Pelayanan Ibu Nifas 2012 2013 2014 Silago 100 76.8 90,5 Sialang 100 89.2 106,8 Sungai Dareh 100 87.6 88,2 Gunung Medan 100 107.5 73,9 Sitiung I 100 86.9 105,3 Timpeh 100 81.6 92,7 Padang Laweh 100 93.1 79,8 Koto Baru 100 79.9 84,6 Sitiung II 100 95.5 75,1 Koto Besar 100 89.5 92,7 Sungai Rumbai 100 88.2 114,3 Sungai Limau 100 69.4 81,9 Tiumang - 75.6 80,5 Kabupaten 100 87.5 90 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat pada tahun 2012 persentase pelayanan ibu nifas sebesar 100% menurun pada tahun 2013 menjadi 87,5% dan meningkat kembali pada tahun 2014 menjadi 90%. Untuk Puskesmas Tiumang, pada tahun 2012 terlihat tidak ada cakupan hal ini karena Puskesmas tiumang baru beroperasional pada tahun 2013.

4.1.4. Persentase Cakupan Imunisasi TT Ibu Hamil Tetanus disebabkan oleh toksin yang diproduksi oleh bakteri yang disebut Clostridium tetani. Tetanus juga dapat menyerang bayi baru lahir (Tetanus neonatorum) pada saat persalinan dan perawatan tali pusat. Tetanus merupakan salah satu penyebab kematian bayi di Indonesia. Pada Kabupaten Dharmasraya terutama didaerah terpencil masih banyak calon ibu yang berada dalam kondisi yang bisa disebut masih jauh dari kondisi steril saat persalinan. Persentase cakupan imunisasi TT pada ibu hamil pada tahun 2012 cakupan imunisasi TT pada ibu hamil sebesar 53.4%, pada tahun 2013 cakupan TT pada ibu hamil sebesar 43.1% dan pada tahun 2014 cakupan TT pada ibu hamil sebesar 39.6%. hal ini dapat dilihat dari grafik dibawah ini. Grafik 4.2. Persentase cakupan imunisasi TT Ibu Hamil Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 & 2014 Sumber : Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dari grafik diatas terlhat cakupan TT pada ibu hamil mengalami penurunanan selama tiga tahun terakhir. Hal ini disebabkan kurang optimalnya pelaksanaan skrining dan pencatatan pelaporan yang dilakukan serta cakupan TT bumil masih jauh rendah dari cakupan K4.

4.1.5. Persentase Ibu Hamil yang Mendapat Tablet Fe Anemia gizi adalah kekurangan kadar haemoglobin (Hb) dalam darah yang disebabkan karena kekurangan zat besi yang diperlukan untuk pembentukan Hb tersebut. Wanita hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan masalah gizi terutama anemia. Penanggulangan masalah anemia saat ini terfokus pada pemberian tablet tambah darah (Fe) pada ibu hamil. Cakupan ibu hamil yang mendapatkan tablet tambah darah selama 3 tahun dapat dilihat pada grafik berikut. Grafik 4.3. Persentase Ibu Hamil yang Mendapat Tablet Fe Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 & 2014 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Persentase ibu hamil yang mendapat tablet Fe1 selama tiga tahun terakhir tidak cukup jau perbedaannya, sedangkan cakupan Fe3 terjadi penurunan pada tahun 2013 namun cakupan F3 pada ibu hamil meningkat pada tahun 2014 menjadi 80.09%.

4.1.6. Cakupan Komplikasi Kebidanan dan Neonatal yang Ditangani Dalam memberikan palayanan khususnya oleh tenaga bidan di desa dan Puskesmas, ibu hamil yang memiliki resiko tinggi dan memerlukan pelayanan kesehatan, karena terbatasnya kemampuan dalam memberikan pelayanan, maka kasus tersebut perlu dilakukan upaya rujukan ke unit pelayanan kesehatan yang memadai. Neonatus resti/komplikasi meliputi asfiksia, tetanus neonatorum, sepsis, trauma lahir, BBLR, sindroma gangguan pernafasan dan kelainan neonatal. Neonatus resti/komplikasi yang di tangani adalah neonatus komplikasi yang mendapat pelayanan oleh tenaga kesehatan yang terlatih. Resti/Komplikasi adalah keadaan penyimpangan normal, yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. Grafik di bawah ini memperlihatkan cakupan penanganan komplikasi kebidanan menurut wilayah kerja Puskesmas pada tahun 2012, 2013 dan 2014. Grafik 4.4. Persentase Bumil & Neonatal Resti/Komplikasi yang di Tangani Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014

Dapat dilihat dari grafik diatas, Pada tahun 2012, yaitu 44.5%,pada tahun 2013 menjadi 63.5% dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 93.3%. Pada neonatal resti yang dilayani tahun 2012 yaitu 15.2%, pada tahun 2013 menjadi 22% dan pada tahun 2014 mengalami peningkatan pelayanan yang sangat tinggi menjadi 93,3%. Dapat disimpulkan bahwa, persentase bumil resti dan neonatal resti/komplikasi yang ditangani tiga tahun terkhir mengalami peningkatan dari tahun ketahun namun apabila dikaitkan dengan angka kematian ibu dan bayi, yang masih tinggi yaitu kematian ibu berjumlah 11 dan kematian bayi 30 maka rata-rata pencapaian program khususnya penanganan komplikasi kebidanan maupun neonatal masih belum mencapai target. 4.1.7. Cakupan Pemberian Vitamin A pada Bayi, Anak Balita dan Balita Tujuan pemberian kapsul vitamin A adalah untuk menurunkan prevalensi dan mencegah kekurangan vitamin A. Vitamin A penting untuk kesehatan mata dan mencegah kebutaan, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Sasaran pemberian kapsul vitamin A adalah bayi (umur 6-11 bulan), anak balita (umur 12-59 tahun) dan balita (umur 6-59 bulan).

Persentase cakupan pemberian vitamin A pada bayi, anak balita dan balita pada tahun 2014 di Kabupaten Dharmasraya dapat dilihat pada grafik dibawah ini. Grafik 4.5. Cakupan Pemberian Vitamin A pada Bayi, Anak Balita dan Balita Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dari grafik diatas terlihat cakupan pemberian vitamin A pada bayi mencakup 53,43%, anak balita mencakup 92,2% dan balita mencakup 87,09%. Berdasarkan hal diatas, persentase pemberian vitamin A pada bayi masih rendah dikabupaten Dharmasraya oleh sebab itu harus dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan cakupan tersebut, antara lain melalui sweeping pada daerah yang cakupannya masih rendah dan kampanye pemberian kapsul vitamin A melalui sarana pelayanan kesehatan serta media promosi yang ada. 4.1.8. Persentase Peserta KB Aktif dan Baru Menurut Jenis Kontrasepsi Berdasarkan laporan dibidang kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya jumlah pasangan usia subur (PUS) yang ada berjumlah 36.220. Oleh karena itu untuk mengatur jumlah kelahiran atau menjarangkan kelahiran, maka dianjurkan menggunakan alat Kontrasepsi.

Penggunaan alat KB menurut jenis kontrasepsi terbagi atas dua jenis yaitu metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dan metode kontrasepsi bukan jangka panjang (Non MKJP). Tabel dibawah ini memperlihatkan persentase peserta KB aktif dan Baru di Kabupaten Dharmasraya tahun 2014. Tabel 4.3. Persentase Peserta KB Baru dan Aktif Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 PESERTA KB BARU PUSKESMAS JUMLAH PUS PESERTA KB AKTIF JUMLAH % JUMLAH % 3 4 5 6 7 8 SILAGO 1.493 1.027 68,8 1.597 107,0 SIALANG 2.203 1.588 72,1 1.714 77,8 SUNGAI DAREH 4.246 3.312 78,0 3.430 80,8 SITIUNG I 2.500 2.038 81,5 2.059 82,4 GUNUNG MEDAN 2.033 1.874 92,2 1.811 89,1 TIMPEH 2.555 1.761 68,9 1.971 77,1 PADANG LAWEH 1.125 1.069 95,0 1.570 139,6 KOTO BARU 5.304 1.112 21,0 1.549 29,2 SITIUNG II 2.860 2.752 96,2 2.795 97,7 KOTO BESAR 4.467 3.317 74,3 3.296 73,8 SUNGAI RUMBAI 3.182 1.431 45,0 2.271 71,4 SUNGAI LIMAU 2.141 1.793 83,7 1.914 89,4 TIUMANG 2.111 2.003 94,9 1.771 83,9 Kabupaten 36.220 25.077 69,2 27.748 76,6 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dari tabel di atas dapat dilihat secara keseluruhan peserta KB baru pada tahun 2014 berjumlah 25,077 (69,2%), dan peserta KB yang aktif berjumlah 27,748 (76,6%). Dari peserta KB Baru yang ada, terbanyak menggunakan Metode Non Kontrasepsi Jangka Panjang (Non MKJP) dengan alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan yaitu suntik dengan jumlah 13.441 atau (53,6%), sedangkan metode kontrasepsi jangka panjang hanya 25,4% dengan penggunaan alat kontrasepsi terbanyak digunakan yaitu implan dengan jumlah 4.279 atau 17,1%.

4.1.9. Cakupan Kunjungan Neonatus Pelaksanaan pelayanan neonatus, petugas kesehatan disamping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konseling perawatan bayi kepada ibu. Bayi sampai umur 28 hari merupakan golongan umur yang memiliki resiko gangguan kesehatan paling tinggi. Pencapaian pelayanan kesehatan bayi yaitu cakupan kunjungan naonatus pertama (KN1) 2 (dua) tahun terakhir telah mencapai 100% namun pada tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 87% dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 89%. Sedangkan cakupan kunjungan neonatus lengkap (KN Lengkap) terjadi peningkatan, dimana tahun 2011 persentase KN lengkap mencapai 96.5% dan di tahun 2012 mencapai 98%, sedangkan tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 87.7% dan pada tahun 2014 menurun menjadi 81%. Gambaran persentase ini dapat dilihat dari grafik dibawah ini. Grafik 4.6. Cakupan Kunjungan Neonatus Kabupaten Dharmasraya Tahun 2011, 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014

4.1.10. Cakupan Kunjungan Bayi Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan kunjungan bayi umur 29 hari 11 bulan di sarana pelayanan kesehatan seperti Polindes, Pustu, Puskesmas maupun Rumah Sakit. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemberian imunisasi dasar, deteksi dini tumbuh kembang bayi dan penyuluhan perawatan kesehatan bayi. Pada tahun 2012 cakupan kunjungan bayi sebesar 89% dan pada tahun 2013 mengalami peningkatan menjadi 97,3% namun pada tahun 2014 menurun menjadi 83% dari 4189 jumlah bayi yang ada. 4.1.11. Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) Pencapaian Universa Child Immunization (UCI) pada dasarnya merupakan cakupan pada imunisasi dasar secara lengkap pada bayi. Desa UCI merupakan gambaran desa dengan capaian imunisasi lengkap pada bayi mencapai minimal 80% dalam waktu satu tahun. Grafik dibawah ini menggambarkan persentase desa UCI pada 3 (tiga) tahun terakhir di Kab. Dharmasraya. Grafik 4.7. Persentase Desa UCI Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014

Dari grafik di atas dapat dilihat pada tahun 2013 terjadi penurunan persentase desa UCI namun pada tahun 2014 terjadi peningkatan kembali sehingga mencapai 70,1%. Secara keseluruhan, di Kabupaten Dharmasraya selama 3 (tiga) tahun terakhir belum mencapai UCI dan apa bila dilihat dari desa atau kenagarian yang ada, hanya 36 nagari yang UCI dari 52 nagari yang ada di Kabupaten Dharmasraya. 4.1.12. Persentase Cakupan Imunisasi Bayi Program imunisasi di Kabupaten Dharmasraya merupakan bentuk pencegahan dan perlindungan terhadap penyakit dengan memberikan vaksin pada bayi. Program imunisasi ini dilakukan oleh petugas puskesmas tidak hanya menunggu di puskesmas akan tetapi melaksanakan imunisasi di luar Puskesmas seperti di Posyandu, bidan praktek swasta, hal ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan yang menyeluruh terhadap masyarakat. Hasil program imunisasi bayi tahun 2014 Kabupaten Dharmasraya dapat dilihat pada Tabel 4.4. berikut. Tabel 4.4. Cakupan Imunisasi Bayi Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 No Jenis Imunisasi Jumlah Bayi di Imunisasi % Target Nasional 1 HB < 7 Hari 3547 92,35 80 2 BCG 3624 94,35 95 3 DPT-HB3/DPT-HB-Hib3 3654 87,23 90 4 POLIO 4 3654 87,23 90 5 CAMPAK 3701 88,35 90 Sumber : Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dapat dilihat dari tabel cakupan imunisasi bayi di atas, hanya jenis imunisasi HB < 7 hari yang mencapai target nasional, selainnya tidak mencapai target sehingga target imunisasi dasar lengkap yang telah ditentukan yaitu 100%, hanya

tercapai 84.44% dikabupaten Dharmasraya. Hal ini disebabkan adanya perbedaan terhadap sasaran imunisasi, pada program imunisasi sasaran yang dipakai merupakan Surviving Infant (jumlah bayi lahir hidup pada periode tertentu 27/1000 x jumlah bayi lahir hidup pada periode tertentu), namun pada profil sasaran yang digunakan adalah jumlah bayi yang ada selama satu periode tertentu. 4.1.13. Persentase Bayi yang Mendapat ASI Eksklusif Cara pemberian makanan pada bayi yang baik dan benar adalah menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan dan meneruskan menyusui anak sampai 24 bulan ditambah makanan pendamping ASI. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Dharmasraya 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat dari grafik dibawah ini. Grafik 4.8. Persentase Bayi ASI Eksklusif Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Persentase ASI eksklusif pada tahun 2012 mencakup 29.5 dari jumlah bayi yang berusia 0 s/d 6 bulan, pada tahun 2013 meningkat menjadi 69.4%, sedangkan pada tahun 2014 mengalami penurunan menjadi 63.6%. Berdasarkan hal diatas, persentase tertinggi pada bayi yang mendapatkan asi eksklusif terjadi pada tahun 2013, namun terjadi penurunan pada tahun 2014.

Penurunan persentase ASI eksklusif ini disebabkan pemahaman masyarakat tentang manfaat dan pentingnya pemberian ASI eksklusif pada bayi masih rendah serta dipengaruhi juga banyaknya susu formulir yang beredar ditengah-tengah masyarakat saat ini. 4.1.14. Jumlah Balita Ditimbang Cakupan penimbangan balita di posyandu merupakan indikator yang berkaitan dengan cakupan pelayanan gizi pada balita khususnya prevalensi gizi kurang. Berdasarkan laporan Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, jumlah balita yang ditimbang pada tahun 2014 berjumlah 14.814 (73.5%) dari balita yang ada, BGM berjumlah 200 balita atau 1.4% dari balita yang ditimbang. Dari 200 balita yang BGM, tertinggi terdapat di wilayah kerja puskesmas Koto besar dengan jumlah 50 balita dan wilayah kerja puskesmas sitiung II dengan jumlah 28 balita.

4.1.15. Cakupan Pelayanan Balita dan Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan Pada tahun 2012, 2013 dan 2014 di Kabupaten Dharmasraya cakupan pelayanan balita gizi buruk yang mendapat perawatan sebesar 100%, ini dapat dilihat dari grafik dibawah ini. Grafik 4.9. Jumlah Balita Gizi Buruk yang ditemukan dan yang mendapat perawatan dikabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dari 13 Puskesmas yang ada di Kab. Dharmasraya, pada tahun 2012 Jumlah balita gizi buruk tertinggi yang ditemukan terdapat diwilayah kerja Puskesmas Sitiung II dengan jumlah 11 orang, pada tahun 2013 terdapat di wilayah kerja yang sama dengan jumlah 10 orang sedangkan pada tahun 2014 terdapat diwilayah kerja Puskesmas Timpeh dengan jumlah 13 orang.

4.1.16. Cakupan Penjaringan dan Pelayanan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat Masalah kesehatan pada anak usia sekolah dasar biasanya berkaitan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti menggosok gigi secara baik dan benar serta mencuci tangan menggunakan sabun. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat pada tahun 2014 dikabupaten Dharmasraya mencapai 100%, dengan tingkat pelayanan kesehatan mencapai 93.2%. 4.1.17. Cakupan Pelayanan Kesehatan Usila Pelayanan kesehatan juga dilakukan secara khusus kepada kelompok Usia Lanjut (Usila), dimana pada kelompok ini biasanya banyak mengalami gangguan kesehatan degeneratif dan fungsi tubuh lainnya. Cakupan pelayanan kesehatan pada usila di tahun 2012 meningkat dari tahun 2011 yaitu 46,88 % menjadi 68,31 % namun tahun 2013 mengalami penurunan yaitu 60,23% dan pada tahun 2014 cakupan pelayanan kesehatan pada usila sebesar 69,39% ini dapat dilihat dari grafik 4.7. dibawah ini. Grafik 4.10. Persentase Cakupan Kesehatan Usila Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014

4.1.18. Cakupan Pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang harus Diberikan Pelayanan Kesehatan (RS) di Kabupaten Pelayanan gawat darurat level 1 adalah tempat pelayanan gawat darurat yang memiliki dokter umum on site (berada ditempat) 24 jam dengan kualifikasi General Emergency Life Support (GELS) atau Advance Trauma Life Support (ATLS) dan Advance Cardiac Life Support (ACLS). RSUD Sungai Dareh telah melakukan pelayanan gawat darurat level 1, namun pada tingkat Puskesmas hanya ada 6 Puskesmas yaitu Puskesmas Koto Baru, Timpeh, Sitiung I, Sungai Rumbai, Silago dan Sungai Limau. 4.1.19. Desa/Kelurahan Terkena KLB yang Ditangani < 24 Jam, Jumlah Penderita dan Kematian pada KLB Dari 262 desa yang ada di Kabupaten Dharmasraya, yang terkena KLB sebanyak 5 desa dengan yang ditangani kurang dari 24 jam berjumlah 4 desa (80%). Jenis kejadian luar biasa yang terjadi di Kabuaten Dharmasraya antara lain AFP, diare, keracunan pangan dan rabies. Jumlah penderita dari empat jenis kejadian luar biasa berjumlah 36 penderita, dimana jumlah penderita diare merupakan terbanyak yaitu 28 penderita. Dari 36 penderita, 3 diantaranya meninggal dunia yang disebabkan menderita diare, keracunan pangan dan rabies. 4.1.20. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak SD dan Setingkat Sebagai mana dengan penjelasan sebelumnya Masalah kesehatan pada anak usia sekolah dasar biasanya berkaitan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti menggosok gigi secara baik dan benar serta mencuci tangan menggunakan sabun.

Pada tahun 2014 jumlah SD baik swasta maupun negeri di Kabupaten Dharmasraya bertambah menjadi 156 yang pada tahun sebelumnya berjumlah 154 SD yang ada, jumlah murid yang mendapat pelayanan/pemeriksaan kesehatan gigi berjumlah 20.075 siswa atau (71.1%) dari 28.238 siswa SD yang ada di Kabupaten Dharmasraya dan yang mendapat perawatan berjumlah 32 siswa. 4.2. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Kecendrungan meningkatnya biaya pemeliharaan kesehatan, merupakan penyebab sulitnya masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Keadaan ini diperparah dengan pembiayaan yang harus ditanggung oleh pasien dan penerapan teknologi canggih. Salah satu jalan keluar yang dilakukan oleh pemerintah yaitu meluncurkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bekerja sama dengan pihak ketiga yang disebut dengan BPJS. 4.2.1. Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar Jaminan kesehatan pra bayar adalah suatu konsep atau metode penyelenggaraan pemeliharaan kesehatan yang paripurna (preventif, promotif, rehabilitatif, dan kuratif) berdasarkan azas usaha bersama dan kekeluargaan yang berkesinambungan dengan mutu yang terjamin serta pembiayaan yang dilaksanakan secara pra-upaya. Jumlah peserta jaminan pemeliharaan kesehatan pra bayar di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2014 berjumlah 81.793 jiwa jumlah ini mencakup 41% dari penduduk Kabupaten Dharmasraya.

4.2.2. Jumlah Kunjungan Rawat Jalan, Rawat Inap & Gangguan jiwa di Sarana Pelayanan Kesehatan Pemanfaatan sarana kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit sebagai pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap tingkat pertama dan lanjutan oleh masyarakat umum di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2013 telah mencapai 283.464 pada pelayanan rawat jalan dan 5808 pada pelayanan rawat inap, serta kunjungan gangguan jiwa berjumlah 141 sedangkan pada tahun 2014 mencapai 90.692 pada pelayanan rawat jalan dan 4950 pada pelayanan rawat inap, serta kunjungan gangguan jiwa berjumlah 261. Jumlah kunjungan ini merupakan gambaran pemanfaatan sarana kesehatan yang ada di Kabupaten Dharmasraya, dan dalam hal ini jumlah kunjungan bisa bertambah apa bila didukung dengan pencatatan dan pelaporan petugas yang baik sehingga seluruh jumlah kunjungan pasien tercatat. 4.2.3. Angka Kematian Pasien & Indikator Kinerja Pelayanan di Rumah Sakit Penilaian tingkat keberhasilan pelayanan di rumah sakit biasanya dilihat dari berbagai segi yaitu tingkat pemanfaatan sarana, mutu dan tingkat efesiensi pelayanan. Beberapa indikator standar terkait dengan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang dipantau antara lain pemanfaatan tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR ), rata-rata lama hari perawatan (Length of Stay/LOS), rata-rata tempat tidur dipakai (Bed Turn Over/BTO), rata-rata selang waktu pemakaian tempat tidur (Turn of Interfal/TOI), persentase pasien keluar yang meninggal (Gross Death Rate/GDR) dan persentase pasien keluar yang meninggal 48 jam perawata (Net Death Rate/NDR).

Tabel 4.5. Indikator Pelayanan Rumah Sakit Di Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Indikator Pel. RS Nilai Ideal Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 BOR 60-85% 49.5 51.2 46.1 LOS 6-9 hari 3.2 4.1 4.2 TOI 1-3 hari 3 3 3 GDR < 45 per 1000 31.1 25.9 29.9 pasien keluar NDR < 25 per 1000 6 6.8 7.1 pasien keluar Sumber : Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2012, RSUD Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa beberapa indikator pelayanan di rumah sakit khususnya di Kabupaten Darmasraya telah mencapai angka ideal, namun jika dilihat nilai BOR pada tiga tahun terakhir belum menunjukkan angka ideal. 4.3. Perilaku Hidup Masyarakat Untuk menggambarkan keadaan prilaku masyarakat yang berpengaruh terhadap kesehatan, akan disajikan hasil indikator perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di kabupaten Dharmasraya tahun 2013. 4.3.1. Persentase Rumah Tangga Ber-PHBS Rumah tangga yang seluruh anggotanya berprilaku hidup bersih dan sehat yang meliputi 10 indikator yaitu pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, bayi yang diberi ASI eksklusif, balita ditimbang setiap bulan, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban sehat,

memberantas jentik dirumah sekali seminggu, makan sayur dan buah setiap hari, melakukan aktifitas fisik setiap hari dan tidak merokok didalam rumah. Persentase rumah tangga ber PHBS di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2012 mencakup 35.2% dari rumah tangga yang dipantau, tahun 2013 mencakup 83,5% dan pada tahun 2014 mencakup 62%. Hal ini menunjukkan pada tahun 2014 adanya penurunan persentase rumah tangga berphbs jika dibandingkan pada tahun sebelumnya. 4.4. Keadaan Lingkungan Lingkungan merupakan salah satu variabel yang kerap mendapat perhatian khusus dalam menilai kondisi kesehatan masyarakat. Bersama dengan faktor perilaku, pelayanan kesehatan dan genetik, lingkungan menentukan baik buruknya status drajat kesehatan masyarakat. Untuk menggambarkan keadaan lingkungan, akan disajikan indikatorindikator seperti : rumah tangga berphbs dan rumah sehat, akses air minum berkualitas, fasilitas sanitasi yang layak (Jamban sehat), Tempat-tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) yang memenuhi syarat kesehatan. 1. Rumah sehat Berdasarkan laporan dari bidang PKPL Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya tahun 2012 persentase rumah sehat mencakup 65%, pada tahun 2013 persentase rumah sehat mencakup 89% dan pada tahun 2014 persentase rumah sehat mencakup 63,90%. Berdasarkan keterangan diatas persentase rumah sehat sangat berfariasi selama tiga tahun terakhir. Jika dibandingkan pada tahun sebelumnya, pada tahun 2014 terjadi penurunan persentase rumah sehat di Kabupaten Dharmasraya.

2. Persentase penduduk terhadap akses air minum berkualitas pada tahun 2013 di Kab. Dharmasraya sebesar 72,52%, Adapun jenis sarana yang dipakai adalah : sumur gali terlindungi berjumlah 32.944 unit dengan jumlah penduduk yang menggunakan berjumlah 145.326 jiwa, mata air terlindung 116 dengan jumlah penduduk yang menggunakan berjumlah 476 jiwa, dan perpipaan (PDAM,BPSPAM) penduduk yang menggunakan berjumlah 2576 jiwa. Pada tahun 2014 akses air minum berkualitas sebesar 81,50%, dengan jenis sarana yang dipakai dan memenuhi syarat yaitu sumur gali terlindungi berjumlah 29.225 sarana yang diakses oleh penduduk sebanyak 149.585 jiwa, penampungan air hujan berjumlah 117 sarana yang diakses oleh penduduk sebanyak 584 jiwa, dan perpipaan (PDAM,BPSPAM) berjumlah 1914 sarana yang diakses oleh penduduk sebanyak 9564 jiwa. 3. Persentase penduduk terhadap fasilitas sanitasi yang layak (Jamban sehat) Berdasarkan laporan dari bidang PKPL Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya tahun 2014, dapat diketahui persentase penduduk terhadap fasilitas sanitasi yang layak (Jamban sehat). Secara kabupaten jumlah penduduk yang menggunakan jamban sehat sebanyak 169.256 jiwa atau 84,8% dari seluruh jumlah penduduk di Kabupaten Dharmasraya. 4. Jumlah Tempat-tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) yang memenuhi syarat kesehatan. Grafik 4.11. Jumlah tempat tempat umum yang ada dan yang memenuhi syarat Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat, bahwa tempat tempat umum digolongkan menjadi tiga bagian yaitu sarana pendidikan, sarana kesehatan dan hotel. - Sarana Pendidikan Pada sarana pendidikan, dari 156 sekolah dasar yang ada, hanya 76 sekolah dasar atau 49% yang mememenuhi syarat kesehatan, pada tingkat SLTP dari 51 yang ada hanya 26 SLTP atau 51% yang memenuhi syarat kesehatan dan pada tingkat SLTA dari 31 unit yang ada hanya 14 atau 45% yang memenuhi syarat kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa sarana pendidikan yang ada di Kabupaten Dharmasraya masih banyak yang belum memenuhi syarat kesehatan. Oleh sebab itu, program UKS yang telah dilaksanakan selama ini harus lebih ditingkatkan lagi di Kabupaten Dharmasraya. - Sarana Kesehatan Pada sarana kesehatan, dari seluruh puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kabupaten Dharmasraya, telah memenuhi syarat kesehatan. - Hotel

Seluruh hotel yang ada di Kabupaten Dharmasraya tidak ada yang berbintang, yang ada hanya hotel non bintang dengan jumlah 8 unit. Dari hotel yang ada, yang memenuhi syarat kesehatan berjumlah 4 unit atau 50%.

BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN Sumber daya kesehatan merupakan salah satu faktor pendukung dalam penyediaan pelayanan kesehatan yang berkualitas, yang diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. 5.1. Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan & Sarana Pelayanan kesehatan yang Memiliki Kemampuan Labkes serta 4 Spesialis Dasar Sarana pelayanan kesehatan di Kabupaten Dharmasraya yang meliputi Puskesmas dan jajarannya adalah sebagai berikut : Tabel 5.1. Sarana pelayanan kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 No Kecamatan Rawatan Puskesmas Non Rawatan Pustu Polindes 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Silago Pulau Punjung Sitiung Timpeh Padang Laweh Koto Baru Koto Salak Koto Besar Sungai Rumbai Asam Jujuhan Tiumang 1-1 1 1 1 - - 1 1 - - 2 1 - - - 1 1 - - 1 3 5 6 5 1 9 5 5 5 - - 7 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 Kabupaten 7 6 44 8 Sumber : Bidang Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Pusat kesehatan masyarakat atau yang biasa disebut Puskesmas merupakan salah satu unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan. Puskesmas sebagai unit pelayanan kesehatan tingkat pertama dan terdepan dalam sistem pelayanan

kesehatan, harus melakukan upaya pelayanan kesehatan wajib dan beberapa upaya kesehatan pilihan yang disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, tuntutan, kemampuan dan inovasi serta kebijakan pemerintah daerah setempat. Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di puskesmas, beberapa puskesmas non perawatan telah ditingkatkan statusnya menjadi puskesmas rawatan. Pada tahun 2010 di Kabupaten Dharmasraya puskesmas rawatan terdiri dari 4 puskesmas rawatan, namun pada tahun 2011 meningkat menjadi 7 puskesmas rawatan. Ruang lingkup pembangunan kesehatan selain upaya promotif dan preventif, didalamnya juga terdapat pembangunan kesehatan bersifat kuratif dan rehabilitatif. Rumah sakit merupakan pelayanan kesehatan pada masyarakat yang bergerak dalam kegiatan kuratif dan rehabilitatif serta berfungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan rujukan. RSUD Sungai Dareh merupakan satu-satunya rumah sakit yang berada di Kabupaten Dharmasraya yang memiliki kemampuan laboratorium kesehatan dan memiliki 4 spesialis dasar. Selain itu dalam rangka pengendalian obat dan perbekalan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan sarana produksi dan distribusi sediaan farmasi dan alat kesehatan, Kabupaten Dahrmasraya di dukung 1 unit gudang farmasi. Akses rujukan masyarakat Kabupaten Dharmasraya dari Puskesmas ke Rumah Sakit Umum Daerah masih menempuh jarak yang sangat jauh. Salah satunya diperlihatkan dari aksesibilitas jarak tempuh. Hasil data Dinas kesehatan kabupaten Dharmasraya pada tahun 2014, menunjukkan bahwa jarak tempuh terjauh 90 km terhadap rumah sakit umum daerah sedangkan yang terdekat berjarak

3 km. Aksesibilitas jarak tempuh puskesmas sekabupaten Dharmasraya ke Rumah Sakit Umum Daerah dapat di lihat pada grafik dibawah ini. Grafik 5.1. Jarak tempuh Puskesmas ke RSUD Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Sumber : Bidang Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 5.2. Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) Salah satu jenis UKBM yang telah sejak lama dikembangkan dan mengakar di masyarakat adalah posyandu. Dalam menjalankan fungsinya, posyandu diharapkan dapat melaksanakan 5 program prioritas yaitu kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, imunisasi dan penanggulangan diare. Dalam rangka menilai kinerja dan perkembangannya, posyandu diklasifikasikan menjadi 4 starata yaitu pratama, madya, purnama dan mandiri. Pada tahun 2011 terdapat 230 posyandu, namun di tahun 2012 terjadi penambahan posyandu seperti di wilayah kerja Puskesmas Sitiung II (7 unit), Koto besar dan Sungai Rumbai (2 unit) serta Silago, Sitiung I dan Timpeh bertambah (1 unit). Namun setelah dilakukan verifikasi ulang pada tahun 2014 ternyata posyandu yang ada pada wilayah kerja Puskesmas Sitiung II, hanya

bertambah 5 unit, dengan demikian jumlah posyandu yang ada sampai saat ini berjumlah 239 unit. Dari seluruh jumlah posyandu yang ada pada tahun 2014, posyandu yang aktif berjumlah 198 unit (82.85%), dengan rasio 1 per 100 balita. Poskesdes atau poskesri merupakan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan penyediaan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Kegiatan utama yaitu pengamatan dan kewaspadaan dini (survailans perilaku beresiko, lingkungan dan masalah kesehatan lainnya), penanganan kegawatdaruratan kesehatan dan kesiapsiagaan terhadap bencana serta pelayanan kesehatan. Poskesdes atau poskesri merupakan salah satu indikator sebuah desa disebut desa siaga, pada saat ini di Kabupaten Dharmasraya sudah memiliki 76 unit. Jumlah keseluruhan desa siaga atau nagari siaga adalah 52 unit dan yang aktif 100%.

5.3. Tenaga Kesehatan Jumlah tenaga kesehatan yang ada di seluruh Kabupaten Dharmasraya yang terdiri dari RSUD, puskesmas dan jaringannya serta dinas kesehatan tahun 2014 adalah sebagai berikut : Tabel 5.2. Distribusi Tenaga Medis Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 No Unit Kerja Dr. Spesialis Dr. Umum Dr. Gigi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Puskesmas Silago Puskesmas Sialang Puskesmas Sungai Dareh Puskesmas Gunung Medan Puskesmas Sitiung I Puskesmas Timpeh Puskesmas Koto Baru Puskesmas Sitiung II Puskesmas Koto Besar Puskesmas Sungai Rumbai Puskesmas Padang Laweh Puskesmas Sungai Limau Puskesmas Tumang Rumah Sakit Total 7 40 16 Sumber : Sekretariat Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 2 2 2 1 4 0 3 1 2 4 1 3 1 14 0 1 2 1 1 1 3 1 1 2 0 0 1 2 Salah satu unsur yang berperan dalam percepatan pembangunan kesehatan adalah tenaga kesehatan yang bertugas di sarana pelayanan kesehatan di masyarakat. Jumlah dokter spesialis dikabupaten Dahrmasraya sebanyak 7 orang dengan rasio 4/100.000 penduduk, dokter umum berjumlah 40 orang dengan rasio

20/100.000 penduduk dan jumlah dokter gigi 16 orang dengan rasio 8/100.000 penduduk. Dari tabel diatas juga dapat dilihat beberapa puskesmas tidak memiliki diokter umum dan dokter gigi, hal ini bukan berarti puskemas tersebut tidak memiliki dokter umum dan dikter gigi tetapi dokter umum dan tetapi dokter umum dan dokter gigi di puskesmas tersebut merupakan pejabat struktural. Untuk gambaran jumlah tenaga kesehatan yang lainnya seperti tenaga keperawatan dan bidan dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 5.3. Distribusi Tenaga Keperawatan dan Bidan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 No Unit Kerja Perawat Bidan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Puskesmas Silago Puskesmas Sialang Puskesmas Sungai Dareh Puskesmas Gunung Medan Puskesmas Sitiung I Puskesmas Timpeh Puskesmas Koto Baru Puskesmas Sitiung II Puskesmas Koto Besar Puskesmas Sungai Rumbai Puskesmas Padang Laweh Puskesmas Sungai Limau Puskesmas Tiumang Rumah Sakit Total 145 125 Sumber : Sekretariat Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 6 8 7 9 9 4 10 4 2 14 0 4 1 67 4 7 10 10 10 7 14 9 7 16 3 4 6 18

Program peningkatan sumber daya manusia bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan sumber daya kesehatan serta efektifitas penggunaan. Tahun 2014 jumlah tenaga perawat adalah 145 orang dengan rasio 72,69/100.000 penduduk, jumlah tenaga bidan adalah 125 orang dengan rasio 129,75/100.000 penduduk. 5.4. Pembiayaan Kesehatan Pembiayaan kesehatan di Kabupaten Dharmasraya berasal dari berbagai sumber baik APBD maupun APBN (dana dekonsentrasi, dana alokasi khusus/dak, Jamkesmas, tugas pembantuan/tp dan BOK). Total anggaran pembiayaan kesehatan pada tahun 2013 sebesar 6.21% sedangakan untuk tahun 2014 sebesar 6.26% dari total anggaran APBD Kabupaten Dharmasraya, jika dibandingkan tahun sebelumnya total anggaran kesehatan meningkat sebesar 0.05%. Melalui gambaran tentang anggaran kesehatan diatas, pembiayaan kesehatan terjadi peningkatan namun untuk mempercepat pemenuhan sarana dan prasaran kesehatan serta meningkatkan kualitas pelayanan, maka diharapkan adanya bantuan dana baik dari APBD I maupun APBN.

BAB VI PENUTUP Profil Kesehatan Kabupaten Dharmasraya ini menjadi paket sajian data dan informasi yang sangat penting dan dapat digunakan baik oleh jajaran kesehatan, lintas sektor, maupun masyarakat. Namun disadari pula bahwa data dan informasi kesehatan dalam profil ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan sesuai yang diharapkan berbagai pihak. Walaupun demikian, diharapkan Profil Kesehatan Kabupaten Dharmasraya ini tetap dapat memberikan gambaran secara garis besar dan menyeluruh tentang kondisi pembangunan kesehatan di Kabupaten Dharmasraya serta dapat dipergunakan sebagai media untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program-program pembangunan kesehatan di Kabupaten Dharmasraya. Hingga tahun 2014 ini berbagai peningkatan derajat kesehatan masyarakat telah dicapai sebagai hasil pembangunan kesehatan, sejalan dengan perbaikan kondisi umum, perbaikan keadaan sosial dan ekonomi masyarakat Kabupaten Dharmasraya. Demikian penyajian profil kesehatan Kabupaten Dharmasraya tahun 2014, semoga narasi dan lampiran ini dapat memenuhi kebutuhan akan data dan informasi kesehatan untuk melihat seberapa jauh perubahan yang telah dicapai dari tahun ke tahun terhadap pembangunan kesehatan secara menyeluruh.

RESUME PROFIL KESEHATAN NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 2.961 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 52 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah Penduduk 103.144 96.338 199.482 Jiwa Tabel 2 4 Rata-rata jiwa/rumah tangga 4,2 Jiwa Tabel 1 5 Kepadatan Penduduk /Km 2 67,4 Jiwa/Km 2 Tabel 1 6 Rasio Beban Tanggungan 52,4 per 100 penduduk produktif Tabel 2 7 Rasio Jenis Kelamin 107,1 Tabel 2 8 Penduduk 10 tahun ke atas melek huruf 97,58 95,85 96,75 % Tabel 3 9 Penduduk 10 tahun yang memiliki ijazah tertinggi a. SMP/ MTs 19.405,00 15.874,00 35.279,00 % Tabel 3 b. SMA/ SMK/ MA 16.246,00 13.309,00 29.555,00 % Tabel 3 c. Sekolah menengah kejuruan 0,00 0,00 0,00 % Tabel 3 d. Diploma I/Diploma II 908,00 2.671,00 3.579,00 % Tabel 3 e. Akademi/Diploma III 0,00 0,00 0,00 % Tabel 3 f. Universitas/Diploma IV 2.559,00 3.143,00 5.702,00 % Tabel 3 g. S2/S3 (Master/Doktor) 0,00 0,00 0,00 % Tabel 3 B. DERAJAT KESEHATAN B.1 Angka Kematian 10 Jumlah Lahir Hidup 1.884 1.957 3.841 Tabel 4 11 Angka Lahir Mati (dilaporkan) 11 9 10 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 4 12 Jumlah Kematian Neonatal 21 17 38 neonatal Tabel 5 13 Angka Kematian Neonatal (dilaporkan) 11 9 10 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5 14 Jumlah Bayi Mati 30 28 58 bayi Tabel 5 15 Angka Kematian Bayi (dilaporkan) 16 14 15 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5 16 Jumlah Balita Mati 33 35 68 Balita Tabel 5 17 Angka Kematian Balita (dilaporkan) 18 18 18 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5 18 Kematian Ibu Jumlah Kematian Ibu 11 Ibu Tabel 6 Angka Kematian Ibu (dilaporkan) 286 per 100.000 Kelahiran Hidup Tabel 6

NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran B.2 Angka Kesakitan 19 Tuberkulosis Jumlah kasus baru TB BTA+ 82 53 135 Kasus Tabel 7 Proporsi kasus baru TB BTA+ 60,74 39,26 % Tabel 7 CNR kasus baru BTA+ 79,50 55,01 67,68 per 100.000 penduduk Tabel 7 Jumlah seluruh kasus TB 82 53 135 Kasus Tabel 7 CNR seluruh kasus TB 79,50 55,01 67,68 per 100.000 penduduk Tabel 7 Kasus TB anak 0-14 tahun 16,30 % Tabel 7 Persentase BTA+ terhadap suspek 8,28 8,10 8,22 % Tabel 8 Angka kesembuhan BTA+ 92,71 92,16 92,52 % Tabel 9 Angka pengobatan lengkap BTA+ 7,29 3,92 6,12 % Tabel 9 Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) BTA+ 100,00 96,08 98,64 % Tabel 9 Angka kematian selama pengobatan 0,97 0,00 0,50 per 100.000 penduduk Tabel 9 20 Pneumonia Balita ditemukan dan ditangani 16,69 13,42 14,96 % Tabel 10 21 Jumlah Kasus HIV 8 5 13 Kasus Tabel 11 22 Jumlah Kasus AIDS 8 4 12 Kasus Tabel 11 23 Jumlah Kematian karena AIDS 1 0 1 Jiwa Tabel 11 24 Jumlah Kasus Syphilis 22 3 25 Kasus Tabel 11 25 Donor darah diskrining positif HIV 0,00 0,00 0,00 % Tabel 12 26 Persentase Diare ditemukan dan ditangani 0,00 0,00 0,00 % Tabel 13 27 Kusta Jumlah Kasus Baru Kusta (PB+MB) 6 0 6 Kasus Tabel 14 Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR) 5,82 0,00 3,01 per 100.000 penduduk Tabel 14 Persentase Kasus Baru Kusta 0-14 Tahun 0,00 % Tabel 15 Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 0,00 % Tabel 15 Angka Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 0,00 per 100.000 penduduk Tabel 15 Angka Prevalensi Kusta 0,58 0,00 0,30 per 10.000 Penduduk Tabel 16 Penderita Kusta PB Selesai Berobat (RFT PB) 0,00 0,00 0,00 % Tabel 17 Penderita Kusta MB Selesai Berobat (RFT MB) 0,00 0,00 0,00 % Tabel 17 28 Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi AFP Rate (non polio) < 15 th 3,27 per 100.000 penduduk <15 tahun Tabel 18 Jumlah Kasus Difteri 0 0 0 Kasus Tabel 19 Case Fatality Rate Difteri 0 % Tabel 19 Jumlah Kasus Pertusis 1 0 1 Kasus Tabel 19 Jumlah Kasus Tetanus (non neonatorum) 0 0 0 Kasus Tabel 19 Case Fatality Rate Tetanus (non neonatorum) 0 % Tabel 19 Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum 0 0 0 Kasus Tabel 19 Case Fatality Rate Tetanus Neonatorum 0 % Tabel 19

NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran Jumlah Kasus Campak 1 0 1 Kasus Tabel 20 Case Fatality Rate Campak 0 % Tabel 20 Jumlah Kasus Polio 0 0 0 Kasus Tabel 20 Jumlah Kasus Hepatitis B 0 0 0 Kasus Tabel 20 29 Incidence Rate DBD 16,48 18,68 17,55 per 100.000 penduduk Tabel 21 30 Case Fatality Rate DBD 0,00 0,00 0,00 % Tabel 21 31 Angka Kesakitan Malaria (Annual Parasit Incidence ) 0,48 0,15 0,32 per 1.000 penduduk berisiko Tabel 22 32 Case Fatality Rate Malaria 0,00 0,00 0,00 % Tabel 22 33 Angka Kesakitan Filariasis 4 5 5 per 100.000 penduduk Tabel 23 34 Persentase Hipertensi/tekanan darah tinggi 0,00 0,00 0,00 % Tabel 24 35 Persentase obesitas 0,00 0,00 0,00 % Tabel 25 36 Persentase IVA positif pada perempuan usia 30-50 tahun 0,00 % Tabel 26 37 % tumor/benjolan payudara pada perempuan 30-50 tahun 0,00 % Tabel 26 38 Desa/Kelurahan terkena KLB ditangani < 24 jam 80,00 % Tabel 28 C. UPAYA KESEHATAN C.1 Pelayanan Kesehatan 39 Kunjungan Ibu Hamil (K1) 96 % Tabel 29 40 Kunjungan Ibu Hamil (K4) 80,09 % Tabel 29 41 Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan 87,48 % Tabel 29 42 Pelayanan Ibu Nifas 90,01 % Tabel 29 43 Ibu Nifas Mendapat Vitamin A 90,51 % Tabel 29 44 Ibu hamil dengan imunisasi TT2+ 39,57 % Tabel 30 45 Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3 80,09 % Tabel 32 46 Penanganan komplikasi kebidanan 93,30 % Tabel 33 47 Penanganan komplikasi Neonatal 90,92 82,54 86,74 % Tabel 33 48 Peserta KB Baru 69,24 % Tabel 36 49 Peserta KB Aktif 76,61 % Tabel 36 50 Bayi baru lahir ditimbang 101 101 101 % Tabel 37 51 Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) 2,73 2,58 2,66 % Tabel 37 52 Kunjungan Neonatus 1 (KN 1) 89,41 88,67 89,04 % Tabel 38 53 Kunjungan Neonatus 3 kali (KN Lengkap) 82,69 79,21 80,95 % Tabel 38 54 Bayi yang diberi ASI Eksklusif 63,62 63,56 63,59 % Tabel 39 55 Pelayanan kesehatan bayi 82,93 83,03 82,98 % Tabel 40 56 Desa/Kelurahan UCI 69,85 % Tabel 41 57 Cakupan Imunisasi Campak Bayi 89,22 87,48 88,35 % Tabel 43 58 Imunisasi dasar lengkap pada bayi 86,12 82,74 84,44 % Tabel 43 59 Bayi Mendapat Vitamin A 54,41 52,44 53,43 % Tabel 44

NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran 60 Anak Balita Mendapat Vitamin A 92,31 92,10 92,20 % Tabel 44 61 Baduta ditimbang 73,29 73,74 73,52 % Tabel 45 62 Baduta berat badan di bawah garis merah (BGM) 1,71 1,63 1,67 % Tabel 45 63 Pelayanan kesehatan anak balita 89,86 90,47 90,17 % Tabel 46 64 Balita ditimbang (D/S) 74,95 72,01 73,49 % Tabel 47 65 Balita berat badan di bawah garis merah (BGM) 1,31 1,39 1,35 % Tabel 47 66 Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan 100,00 100,00 100,00 % Tabel 48 67 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat 93,18 93,18 93,18 % Tabel 49 68 Rasio Tumpatan/Pencabutan Gigi Tetap 0,06 Tabel 50 69 SD/MI yang melakukan sikat gigi massal 75,64 sekolah Tabel 51 70 SD/MI yang mendapat pelayanan gigi 76,28 sekolah Tabel 51 71 Murid SD/MI Diperiksa (UKGS) 71,36 70,81 71,09 % Tabel 51 72 Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS) - - - % Tabel 51 73 Siswa SD dan setingkat mendapat perawatan gigi dan mulut - - - % Tabel 51 74 Pelayanan Kesehatan Usila (60 tahun +) 72,02 66,96 69,39 % Tabel 52 C.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Persentase 75 Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 41,01 41,00 41,00 % Tabel 53 76 Cakupan Kunjungan Rawat Jalan 37,94 53,52 45,46 % Tabel 54 77 Cakupan Kunjungan Rawat Inap 2,47 2,50 2,48 % Tabel 54 78 Angka kematian kasar/gross Death Rate (GDR) di RS 3,01 2,97 2,99 per 100.000 pasien keluar Tabel 55 79 Angka kematian murni/nett Death Rate (NDR) di RS 0,72 0,70 0,71 per 100.000 pasien keluar Tabel 55 80 Bed Occupation Rate (BOR) di RS 46,08 % Tabel 56 81 Bed Turn Over (BTO) di RS 51,91 Kali Tabel 56 82 Turn of Interval (TOI) di RS 3,79 Hari Tabel 56 83 Average Length of Stay (ALOS) di RS 4,24 Hari Tabel 56 C.3 Perilaku Hidup Masyarakat 87 Rumah Tangga ber-phbs 62,01 % Tabel 57

ANGKA/NILAI NO INDIKATOR No. Lampiran L P L + P Satuan C.4 Keadaan Lingkungan 88 Persentase rumah sehat 63,90 % Tabel 58 89 Penduduk yang memiliki akses air minum yang layak 81,50 % Tabel 59 90 Penyelenggara air minum memenuhi syarat kesehatan 100,00 % Tabel 60 91 Penduduk yg memiliki akses sanitasi layak (jamban sehat) 84,85 % Tabel 61 92 Desa STBM 2,67 % Tabel 62 93 Tempat-tempat umum memenuhi syarat 51,54 % Tabel 63 TPM memenuhi syarat higiene sanitasi 52,32 % Tabel 64 TPM tidak memenuhi syarat dibina 47,14 % Tabel 65 TPM memenuhi syarat diuji petik 16,83 % Tabel 65 D. SUMBERDAYA KESEHATAN D.1 Sarana Kesehatan 94 Jumlah Rumah Sakit Umum 1,00 RS Tabel 67 95 Jumlah Rumah Sakit Khusus - RS Tabel 67 96 Jumlah Puskesmas Rawat Inap - Tabel 67 97 Jumlah Puskesmas non-rawat Inap - Tabel 67 Jumlah Puskesmas Keliling - Tabel 67 Jumlah Puskesmas pembantu - Tabel 67 98 Jumlah Apotek 22,00 Tabel 67 99 RS dengan kemampuan pelayanan gadar level 1 100,00 % Tabel 68 100 Jumlah Posyandu 239,00 Posyandu Tabel 69 101 Posyandu Aktif 82,85 % Tabel 69 102 Rasio posyandu per 100 balita 1,00 per 100 balita Tabel 69 103 UKBM Poskesdes 76,00 Poskesdes Tabel 70 Polindes 8,00 Polindes Tabel 70 Posbindu 21,00 Posbindu Tabel 70 104 Jumlah Desa Siaga 52,00 Desa Tabel 71 105 Persentase Desa Siaga 19,85 % Tabel 71 D.2 Tenaga Kesehatan 106 Jumlah Dokter Spesialis 5,00 2,00 7,00 Orang Tabel 72 107 Jumlah Dokter Umum 15,00 25,00 40,00 Orang Tabel 72 108 Rasio Dokter (spesialis+umum) 23,56 per 100.000 penduduk Tabel 72 109 Jumlah Dokter Gigi + Dokter Gigi Spesialis 1,00 15,00 16,00 Orang Tabel 72

NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran 110 Rasio Dokter Gigi (termasuk Dokter Gigi Spesialis) 8,02 per 100.000 penduduk 111 Jumlah Bidan 125,00 Orang Tabel 73 112 Rasio Bidan per 100.000 penduduk 129,75 per 100.000 penduduk Tabel 73 113 Jumlah Perawat 31,00 114,00 145,00 Orang Tabel 73 114 Rasio Perawat per 100.000 penduduk 72,69 per 100.000 penduduk Tabel 73 115 Jumlah Perawat Gigi 3,00 15,00 18,00 Orang Tabel 73 116 Jumlah Tenaga Kefarmasian 3,00 27,00 30,00 Orang Tabel 74 117 Jumlah Tenaga Kesehatan kesehatan 3,00 7,00 10,00 Orang Tabel 75 118 Jumlah Tenaga Sanitasi 4,00 4,00 8,00 Orang Tabel 76 119 Jumlah Tenaga Gizi 1,00 15,00 16,00 Orang Tabel 77 D.3 Pembiayaan Kesehatan 120 Total Anggaran Kesehatan ######## Rp Tabel 81 121 APBD Kesehatan terhadap APBD Kab/Kota 6,26 % Tabel 81 122 Anggaran Kesehatan Perkapita ######## Rp Tabel 81

TABEL 1 LUAS WILAYAH, JUMLAH NAGARI/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA, DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN NO KECAMATAN LUAS JUMLAH JUMLAH RATA-RATA KEPADATAN JUMLAH WILAYAH NAGARI + RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK (km 2 NAGARI KELURAHAN PENDUDUK ) KELURAHAN TANGGA TANGGA per km 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 IX KOTO 454,8 4 0 4 7.535 1.876 4,02 16,57 2 PULAU PUNJUNG 482,5 6 0 6 38.611 6.870 5,62 80,02 3 SITIUNG 87,7 4 0 4 23.308 5.612 4,15 265,77 4 TIMPEH 237,9 5 0 5 13.557 3.532 3,84 56,99 5 PADANG LAWEH 59,8 4 0 4 6.013 1.282 4,69 100,55 6 KOTO BARU 251,4 4 0 4 29.457 6.016 4,90 117,17 7 KOTO SALAK 464,4 5 0 5 15.076 4.082 3,69 32,46 8 KOTO BESAR 488,2 7 0 7 22.929 5.938 3,86 46,97 9 SUNGAI RUMBAI 47,6 4 0 4 19.631 4.615 4,25 412,42 10 ASAM JUJUHAN 257,7 5 0 5 12.516 4.255 2,94 48,57 11 TIUMANG 129,2 4 0 4 10.849 2.966 3,66 83,97 JUMLAH (KAB/KOTA) 2.961 52 0 52 199.482 47.044 4,24 67 Sumber: - Kantor Statistik Kabupaten/Kota

TABEL 2 NO KELOMPOK UMUR (TAHUN) JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR JUMLAH PENDUDUK LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN 1 2 3 4 5 6 1 0-4 12.146 11.664 23.809 104,13 2 5-9 10.175 9.915 20.090 102,63 3 10-14 8.962 8.383 17.345 106,90 4 15-19 8.138 7.361 15.499 110,55 5 20-24 9.250 8.665 17.915 106,75 6 25-29 10.185 9.675 19.860 105,26 7 30-34 9.289 8.653 17.942 107,35 8 35-39 8.385 7.544 15.929 111,14 9 40-44 7.018 6.098 13.116 115,08 10 45-49 5.624 4.952 10.576 113,58 11 50-54 4.439 4.108 8.547 108,04 12 55-59 3.502 3.247 6.749 107,87 13 60-64 2.476 2.277 4.753 108,73 14 65-69 1.439 1.449 2.888 99,35 15 70-74 1.073 1.171 2.244 91,59 16 75+ 1.044 1.175 2.219 88,88 JUMLAH 103.144 96.338 199.482 107,07 ANGKA BEBAN TANGGUNGAN (DEPENDENCY RATIO) 52 Sumber: - Kantor Statistik Kabupaten/kota

TABEL 3 PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIPEROLEH MENURUT JENIS KELAMIN NO VARIABEL LAKI-LAKI JUMLAH PEREMPUAN LAKI-LAKI+ PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+ PEREMPUAN 1 2 3 4 5 6 7 8 1 PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS 82.466 76.932 159.398 PERSENTASE 2 3 PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF PERSENTASE PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN: 80.472 73.738 154.210 97,58 95,85 96,75 a. TIDAK MEMILIKI IJAZAH SD 17.837 16.896 34.733 21,63 21,96 21,79 b. SD/MI 25.681 26.326 52.007 31,14 34,22 32,63 c. SMP/ MTs 19.405 15.874 35.279 23,53 20,63 22,13 d. SMA/ MA 16.246 13.309 29.555 19,70 17,30 18,54 e. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN f. DIPLOMA I/DIPLOMA II 908 2.671 3.579 1,10 3,47 2,25 g. AKADEMI/DIPLOMA III h. UNIVERSITAS/DIPLOMA IV 2.559 3.143 5.702 3,10 4,09 3,58 i. S2/S3 (MASTER/DOKTOR) Sumber: Kantor Statistik Kabupaten/kota

TABEL 4 JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN NAMA PUSKESMAS HIDUP LAKI-LAKI MATI HIDUP + MATI JUMLAH KELAHIRAN PEREMPUAN HIDUP MATI HIDUP + MATI LAKI-LAKI + PEREMPUAN HIDUP MATI HIDUP + MATI 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 IX KOTO SILAGO 79 3 82 71 1 72 150 4 154 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 140 0 140 125 3 128 265 3 268 SUNGAI DAREH 230 3 233 227 1 228 457 4 461 3 SITIUNG SITIUNG I 110 2 112 98 1 99 208 3 211 GUNUNG MEDAN 137 2 139 102 3 105 239 5 244 4 TIMPEH TIMPEH 148 0 148 151 0 151 299 0 299 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 51 0 51 50 0 50 101 0 101 6 KOTO BARU KOTO BARU 237 1 238 310 1 311 547 2 549 7 KOTO SALAK SITIUNG II 124 1 125 124 0 124 248 1 249 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 236 2 238 233 0 233 469 2 471 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 193 4 197 275 2 277 468 6 474 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 98 1 99 96 2 98 194 3 197 11 TIUMANG TIUMANG 101 1 102 95 3 98 196 4 200 JUMLAH (KAB/KOTA) 1.884 20 1.904 1.957 17 1.974 3.841 37 3.878 ANGKA LAHIR MATI PER 1.000 KELAHIRAN (DILAPORKAN) 10,5 8,6 9,5 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan : Angka Lahir Mati (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan Angka Lahir Mati yang sebenarnya di populasi

TABEL 5 NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH KEMATIAN NEONATAL, BAYI, DAN BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 IX KOTO SILAGO 4 6 0 6 2 2 0 2 6 8 0 8 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 0 0 0 0 1 2 0 2 1 2 0 2 SUNGAI DAREH 0 1 0 1 0 1 1 2 0 2 1 3 3 SITIUNG SITIUNG I 2 2 0 2 0 0 1 1 2 2 1 3 GUNUNG MEDAN 1 2 0 2 2 2 1 3 3 4 1 5 4 TIMPEH TIMPEH 2 4 1 5 2 4 0 4 4 8 1 9 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 6 KOTO BARU KOTO BARU 2 3 1 4 2 4 1 5 4 7 2 9 7 KOTO SALAK SITIUNG II 1 1 0 1 0 2 2 4 1 3 2 5 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 4 5 0 5 1 1 0 1 5 6 0 6 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 2 2 0 2 2 3 0 3 4 5 0 5 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 1 2 1 3 4 5 0 5 5 7 1 8 11 TIUMANG TIUMANG 1 1 0 1 1 2 1 3 2 3 1 4 JUMLAH (KAB/KOTA) 21 30 3 33 17 28 7 35 38 58 10 68 ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN) Sumber: Dinas Kesehatan NEONATAL JUMLAH KEMATIAN LAKI - LAKI PEREMPUAN LAKI - LAKI + PEREMPUAN BAYI a ANAK BALITA BAYI a ANAK BAYI a ANAK NEONATAL BALITA NEONATAL BALITA BALITA BALITA 11 16 2 18 9 14 4 18 10 15 3 18 Keterangan : - Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan AKN/AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi - a : kematian bayi termasuk kematian pada neonatal BALITA

TABEL 6 JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KEMATIAN IBU JUMLAH LAHIR NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH KEMATIAN IBU HAMIL JUMLAH KEMATIAN IBU BERSALIN JUMLAH KEMATIAN IBU NIFAS JUMLAH KEMATIAN IBU HIDUP < 20 20-34 < 20 20-34 < 20 20-34 < 20 20-34 35 tahun JUMLAH 35 tahun JUMLAH 35 tahun JUMLAH 35 tahun JUMLAH tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 IX KOTO SILAGO 150 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 265 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUNGAI DAREH 457 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 2 3 SITIUNG SITIUNG I 208 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 GUNUNG MEDAN 239 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 4 TIMPEH TIMPEH 299 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 101 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 KOTO BARU KOTO BARU 547 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 7 KOTO SALAK SITIUNG II 248 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 469 0 1 0 1 0 2 0 2 0 0 0 0 0 3 0 3 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 468 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 194 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 2 0 1 1 2 11 TIUMANG TIUMANG 196 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 3.841 0 1 1 2 0 5 0 5 0 3 1 4 0 9 2 11 ANGKA KEMATIAN IBU (DILAPORKAN) 286 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: - Jumlah kematian ibu = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin + jumlah kematian ibu nifas - Angka Kematian Ibu (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi

TABEL 7 NO KECAMATAN PUSKESMAS KASUS BARU TB BTA+, SELURUH KASUS TB, KASUS TB PADA ANAK, DAN CASE NOTIFICATION RATE (CNR) PER 100.000 PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS JUMLAH SELURUH JUMLAH KASUS BARU TB BTA+ KASUS TB ANAK JUMLAH PENDUDUK KASUS TB 0-14 TAHUN L P L P L+P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 IX KOTO SILAGO 3.804 3.730 7.535 8 66,67 4 33,33 12 8 66,67 4 33,33 12 0 0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 6.256 5.823 12.078 4 44 5 55,56 9 4 44 5 55,56 9 3 33,33 SUNGAI DAREH 13.743 12.789 26.532 11 50 11 50 22 11 50 11 50 22 7 31,82 3 SITIUNG SITIUNG I 6.620 6.274 12.894 13 76 4 23,53 17 13 76 4 23,53 17 3 17,65 GUNUNG MEDAN 5.347 5.067 10.414 4 80 1 20 5 4 80 1 20 5 1 20 4 TIMPEH TIMPEH 6.981 6.576 13.557 2 50 2 50 4 2 50 2 50 4 1 25 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 3.176 2.837 6.013 3 75 1 25 4 3 75 1 25 4 1 25 6 KOTO BARU KOTO BARU 15.070 14.387 29.457 18 56 14 43,75 32 18 56 14 43,75 32 1 3,13 7 KOTO SALAK SITIUNG II 7.647 7.429 15.076 5 63 3 37,50 8 5 63 3 37,50 8 1 12,50 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 11.851 11.078 22.929 4 80 1 20 5 4 80 1 20 5 3 60 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 10.265 9.366 19.631 9 60 6 40 15 9 60 6 40 15 1 6,67 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 6.779 5.737 12.516 1 50 1 50 2 1 50 1 50 2 0 0 11 TIUMANG TIUMANG 5.602 5.247 10.849 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 103.141 96.341 199.482 82 61 53 39 135 82 61 53 39 135 22 16 CNR KASUS BARU TB BTA+ PER 100.000 PENDUDUK 79,50 55,01 67,68 CNR SELURUH KASUS TB PER 100.000 PENDUDUK 79,50 55,01 67,68 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan, rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll Catatan : Jumlah kolom 6 = jumlah kolom 7 pada Tabel 1, yaitu sebesar: 199482

TABEL 8 JUMLAH KASUS DAN ANGKA PENEMUAN KASUS TB PARU BTA+ MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS TB PARU NO KECAMATAN PUSKESMAS SUSPEK % BTA (+) BTA (+) TERHADAP SUSPEK L P L + P L P L + P L P L + P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 IX KOTO SILAGO 82 45 127 4 4 8 4,88 8,89 6,30 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 63 37 100 7 6 13 11,11 16,22 13 SUNGAI DAREH 131 64 195 18 10 28 13,74 15,63 14,36 3 SITIUNG SITIUNG I 103 57 160 9 6 15 8,74 10,53 9,38 GUNUNG MEDAN 48 30 78 4 2 6 8,33 6,67 7,69 4 TIMPEH TIMPEH 65 36 101 1 2 3 1,54 5,56 2,97 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 81 42 123 4 1 5 4,94 2,38 4,07 6 KOTO BARU KOTO BARU 283 148 431 28 13 41 9,89 8,78 9,51 7 KOTO SALAK SITIUNG II 102 56 158 9 3 12 8,82 5,36 7,59 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 74 42 116 2 1 3 2,70 2,38 2,59 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 89 53 142 8 2 10 8,99 3,77 7,04 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 30 13 43 2 1 3 6,67 7,69 6,98 11 TIUMANG TIUMANG 8 7 15 0 0 0 0,00 0,00 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 1.159 630 1.789 96 51 147 8,28 8,10 8,22 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan, rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll

TABEL 9 ANGKA KESEMBUHAN DAN PENGOBATAN LENGKAP TB PARU BTA+ SERTA KEBERHASILAN PENGOBATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS BTA (+) DIOBATI ANGKA KESEMBUHAN (CURE RATE) L P L + P L ANGKA PENGOBATAN LENGKAP (COMPLETE RATE) P L + P ANGKA KEBERHASILAN PENGOBATAN (SUCCESS RATE/SR) JUMLAH KEMATIAN SELAMA PENGOBATAN L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 IX KOTO SILAGO 4 4 8 4 100 4 100 8 100 0 0 0 0 0 0 100 100 100 0 0 0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 7 6 13 7 100 6 100 13 100 0 0 0 0 0 0 100 100 100 0 0 0 SUNGAI DAREH 18 10 28 9 50 7 70 16 57,14 2 11,11 2 20 4 14,29 61,11 90 71,43 0 0 0 3 SITIUNG SITIUNG I 9 6 15 12 133,33 6 100 18 120 1 11,11 0 0 1 6,67 144,44 100 126,67 0 0 0 GUNUNG MEDAN 4 2 6 4 100 2 100 6 100 0 0 0 0 0 0 100 100 100 0 0 0 4 TIMPEH TIMPEH 1 2 3 1 100 2 100 3 100 0 0 0 0 0 0 100 100 100 0 0 0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 4 1 5 2 50 0 0 2 40 2 50 0 0 2 40 100 0 80 0 0 0 6 KOTO BARU KOTO BARU 28 13 41 28 100 13 100 41 100 0 0 0 0 0 0 100 100 100 0 0 0 7 KOTO SALAK SITIUNG II 9 3 12 9 100 3 100 12 100 0 0 0 0 0 0 100 100 100 0 0 0 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 2 1 3 3 150 1 100 4 133,33 1 50 0 0 1 33,33 200 100 166,67 1 0 1 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 8 2 10 8 100 2 100 10 100 1 12,50 0 0 1 10 112,50 100 110 0 0 0 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 2 1 3 2 100 1 100 3 100 0 0 0 0 0 0 100 100 100 0 0 0 11 TIUMANG TIUMANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 96 51 147 89 92,71 47 92,16 136 92,52 7 7,29 2 3,92 9 6,12 100,00 96,08 98,64 1 0 1 ANGKA KEMATIAN SELAMA PENGOBATAN PER 100.000 PENDUDUK 1 0 1 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan, rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll

TABEL 10 NO KECAMATAN PUSKESMAS PENEMUAN KASUS PNEUMONIA BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS JUMLAH BALITA JUMLAH PERKIRAAN PENDERITA PNEUMONIA PADA BALITA PENDERITA DITEMUKAN DAN DITANGANI L P L + P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 IX KOTO SILAGO 300 400 700 30 40 70 0 0 0 0 0 0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 483 449 932 48 45 93 0 0 1 2,23 1 1,07 SUNGAI DAREH 920 948 1.868 92 95 187 1 1,09 5 5,27 6 3,21 3 SITIUNG SITIUNG I 1.046 2.012 3.058 105 201 306 11 10,52 11 5,47 22 7,19 GUNUNG MEDAN 518 591 1.109 52 59 111 6 11,58 6 10,15 12 10,82 4 TIMPEH TIMPEH 525 574 1.099 53 57 110 2 3,81 4 6,97 6 5,46 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 233 243 476 23 24 48 2 8,58 5 20,58 7 14,71 6 KOTO BARU KOTO BARU 1.531 1.584 3.115 153 158 312 68 44,42 55 34,72 123 39,49 7 KOTO SALAK SITIUNG II 594 605 1.199 59 61 120 7 11,78 0 0 7 5,84 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 1.233 1.218 2.451 123 122 245 40 32,44 41 33,66 81 33,05 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 824 778 1.602 82 78 160 9 10,92 7 9 16 9,99 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 453 394 847 45 39 85 3 6,62 4 10,15 7 8,26 11 TIUMANG TIUMANG 567 560 1.127 57 56 113 5 8,82 0 0 5 4,44 JUMLAH (KAB/KOTA) 9.227 10.356 19.583 923 1.036 1.958 154 16,69 139 13,42 293 14,96 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

TABEL 11 JUMLAH KASUS HIV, AIDS, DAN SYPHILIS MENURUT JENIS KELAMIN NO KELOMPOK UMUR L P L+P H I V AIDS JUMLAH KEMATIAN AKIBAT AIDS SYPHILIS PROPORSI KELOMPOK UMUR L P L+P PROPORSI KELOMPOK UMUR L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 PROPORSI KELOMPOK UMUR 1 4 TAHUN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 5-14 TAHUN 1 1 2 15,38 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 15-19 TAHUN 2 1 3 23,08 3 3 25 0 0 0 0 0 0 0 4 20-24 TAHUN 3 2 5 38,46 1 2 3 25 0 0 0 1 0 1 4 5 25-49 TAHUN 2 0 2 15,38 4 1 5 41,67 0 0 0 21 3 24 96 6 50 TAHUN 0 1 1 7,69 0 1 1 8,33 1 0 1 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 8 5 13 8 4 12 1 0 1 22 3 25 PROPORSI JENIS KELAMIN 61,54 38,46 66,67 33,33 100 0 88 12 Sumber: Dinas Kesehatan Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus baru yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

TABEL 12 PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV MENURUT JENIS KELAMIN NO UNIT TRANSFUSI DARAH SAMPEL DARAH DIPERIKSA/DISKRINING JUMLAH PENDONOR TERHADAP HIV POSITIF HIV L P L + P L P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 1 RSUD Sungai Dareh 845 98 943 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH 845 98 943 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sumber: RSUD Sungai Dareh DONOR DARAH

TABEL 13 NO KECAMATAN PUSKESMAS KASUS DIARE YANG DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS JUMLAH PENDUDUK JUMLAH TARGET PENEMUAN L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 IX KOTO SILAGO 3.804 3.730 7.535 81 80 161 118 145 102 128 220 136 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 6.256 5.823 12.078 134 125 258 156 117 138 111 294 114 SUNGAI DAREH 13.743 12.789 26.532 294 274 568 86 29 87 32 173 30 3 SITIUNG SITIUNG I 6.620 6.274 12.894 142 134 276 213 150 315 235 528 191 GUNUNG MEDAN 5.347 5.067 10.414 114 108 223 157 137 179 165 336 151 4 TIMPEH TIMPEH 6.981 6.576 13.557 149 141 290 106 71 128 91 234 81 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 3.176 2.837 6.013 68 61 129 101 149 101 166 202 157 6 KOTO BARU KOTO BARU 15.070 14.387 29.457 322 308 630 194 60 205 67 399 63 7 KOTO SALAK SITIUNG II 7.647 7.429 15.076 164 159 323 132 81 144 91 276 86 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 11.851 11.078 22.929 254 237 491 126 50 150 63 276 56 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 10.265 9.366 19.631 220 200 420 184 84 153 76 337 80 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 6.779 5.737 12.516 145 123 268 137 94 123 100 260 97 11 TIUMANG TIUMANG 5.602 5.247 10.849 120 112 232 110 92 95 85 205 88 JUMLAH (KAB/KOTA) 103.141 96.341 199.482 2.207 2.062 4.269 1.820 82,5 1.920 93,1 3.740 87,6 ANGKA KESAKITAN DIARE PER 1.000 PENDUDUK 214 Sumber: Dinas Kesehatan Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS L DIARE DIARE DITANGANI P L + P

TABEL 14 KASUS BARU KUSTA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KASUS BARU NO KECAMATAN PUSKESMAS Pausi Basiler (PB)/ Kusta kering Multi Basiler (MB)/ Kusta Basah PB + MB L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 IX KOTO SILAGO 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUNGAI DAREH 1 0 1 0 0 0 1 0 1 3 SITIUNG SITIUNG I 0 0 0 0 0 0 0 0 0 GUNUNG MEDAN 0 0 0 1 0 1 1 0 1 4 TIMPEH TIMPEH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 0 0 0 1 0 1 1 0 1 6 KOTO BARU KOTO BARU 0 0 0 1 0 1 1 0 1 7 KOTO SALAK SITIUNG II 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 0 0 0 1 0 1 1 0 1 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 0 0 0 1 0 1 1 0 1 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 TIUMANG TIUMANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 1 0 1 5 0 5 6 0 6 PROPORSI JENIS KELAMIN 100 0 100 0 100 0 ANGKA PENEMUAN KASUS BARU (NCDR/NEW CASE DETECTION RATE ) PER 100.000 PENDUDUK 5,82 0 3,01 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 15 KASUS BARU KUSTA 0-14 TAHUN DAN CACAT TINGKAT 2 MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDERITA KUSTA JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 1 IX KOTO SILAGO 0 0 0 0 0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 0 0 0 0 0 SUNGAI DAREH 1 0 0 0 0 3 SITIUNG SITIUNG I 0 0 0 0 0 GUNUNG MEDAN 1 0 0 0 0 4 TIMPEH TIMPEH 0 0 0 0 0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 1 0 0 0 0 6 KOTO BARU KOTO BARU 1 0 0 0 0 7 KOTO SALAK SITIUNG II 0 0 0 0 0 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 1 0 0 0 0 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 1 0 0 0 0 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 0 0 0 0 0 11 TIUMANG TIUMANG 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 6 0 0 0 0 ANGKA CACAT TINGKAT 2 PER 100.000 PENDUDUK 0 Sumber: Dinas Kesehatan KASUS BARU PENDERITA KUSTA 0-14 TAHUN CACAT TINGKAT 2

TABEL 16 JUMLAH KASUS DAN ANGKA PREVALENSI PENYAKIT KUSTA MENURUT TIPE/JENIS, JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KASUS TERCATAT NO KECAMATAN PUSKESMAS Pausi Basiler/Kusta kering Multi Basiler/Kusta Basah JUMLAH L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 IX KOTO SILAGO 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUNGAI DAREH 1 0 1 0 0 0 1 0 1 3 SITIUNG SITIUNG I 0 0 0 0 0 0 0 0 0 GUNUNG MEDAN 0 0 0 1 0 1 1 0 1 4 TIMPEH TIMPEH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 0 0 0 1 0 1 1 0 1 6 KOTO BARU KOTO BARU 0 0 0 1 0 1 1 0 1 7 KOTO SALAK SITIUNG II 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 0 0 0 1 0 1 1 0 1 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 0 0 0 1 0 1 1 0 1 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 TIUMANG TIUMANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 1 0 1 5 0 5 6 0 6 ANGKA PREVALENSI PER 10.000 PENDUDUK 0,58 0 0,30 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 17 PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT (RELEASE FROM TREATMENT/RFT) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KUSTA (PB) KUSTA (MB) NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDERITA PB a RFT PB L P L + P RFT MB L P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 IX KOTO SILAGO 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUNGAI DAREH 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 SITIUNG SITIUNG I 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 GUNUNG MEDAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 TIMPEH TIMPEH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 KOTO BARU KOTO BARU 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 KOTO SALAK SITIUNG II 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 TIUMANG TIUMANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 1 0 1 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan : a = Penderita kusta PB/MB merupakan penderita pada kohort yang sama

TABEL 18 JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH PENDUDUK <15 TAHUN JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) 1 2 3 4 5 1 IX KOTO SILAGO 2.313 0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 3.708 0 SUNGAI DAREH 8.145 1 3 SITIUNG SITIUNG I 3.958 0 GUNUNG MEDAN 3.197 1 4 TIMPEH TIMPEH 4.162 0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 1.846 0 6 KOTO BARU KOTO BARU 9.043 0 7 KOTO SALAK SITIUNG II 4.628 0 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 7.039 0 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 6.027 0 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 3.842 0 11 TIUMANG TIUMANG 3.331 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 61.241 2 AFP RATE (NON POLIO) PER 100.000 PENDUDUK USIA < 15 TAHUN 3,27 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS Catatan : Jumlah penduduk < 15 tahun kolom 4 = jumlah penduduk < 15 tahun pada tabel 2, yaitu se 61.244

TABEL 19 NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS DIFTERI PERTUSIS JUMLAH KASUS PD3I TETANUS (NON NEONATORUM) TETANUS NEONATORUM JUMLAH KASUS JUMLAH KASUS JUMLAH KASUS MENINGGAL MENINGGAL MENINGGAL L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 IX KOTO SILAGO 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUNGAI DAREH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 SITIUNG SITIUNG I 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 GUNUNG MEDAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 TIMPEH TIMPEH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 KOTO BARU KOTO BARU 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 7 KOTO SALAK SITIUNG II 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 TIUMANG TIUMANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 CASE FATALITY RATE (%) 0,00 0,00 0,00 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 20 JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS JUMLAH KASUS PD3I NO KECAMATAN PUSKESMAS CAMPAK POLIO HEPATITIS B JUMLAH KASUS MENINGGAL L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 IX KOTO SILAGO 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUNGAI DAREH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 SITIUNG SITIUNG I 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 GUNUNG MEDAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 TIMPEH TIMPEH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 KOTO BARU KOTO BARU 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 7 KOTO SALAK SITIUNG II 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 TIUMANG TIUMANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 CASE FATALITY RATE (%) 0,0 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 21 JUMLAH KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH KASUS MENINGGAL CFR (%) L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 IX KOTO SILAGO 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 SUNGAI DAREH 3 6 9 0 0 0 0,0 0,0 0,0 3 SITIUNG SITIUNG I 1 2 3 0 0 0 0,0 0,0 0,0 GUNUNG MEDAN 0 4 4 0 0 0 0,0 0,0 0,0 4 TIMPEH TIMPEH 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 6 KOTO BARU KOTO BARU 4 3 7 0 0 0 0,0 0,0 0,0 7 KOTO SALAK SITIUNG II 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 8 3 11 0 0 0 0,0 0,0 0,0 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 11 TIUMANG TIUMANG 1 0 1 0 0 0 0,0 0,0 0,0 JUMLAH (KAB/KOTA) 17 18 35 0 0 0 0,0 0,0 0,0 INCIDENCE RATE PER 100.000 PENDUDUK 16,5 18,7 17,5 Sumber: Dinas Kesehatan Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

TABEL 22 NO KECAMATAN PUSKESMAS KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT MALARIA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS MALARIA SEDIAAN DARAH DIPERIKSA SUSPEK MENINGGAL CFR POSITIF L P L+P L P L+P L % P % L+P % L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 IX KOTO SILAGO 8 3 11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 65 30 95 26 9 35 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUNGAI DAREH 2 0 2 1 1 2 1 100 1 100 2 100 0 0 0 0 0 0 3 SITIUNG SITIUNG I 88 35 123 88 35 123 0 0 1 3 1 0,81 0 0 0 0 0 0 GUNUNG MEDAN 10 3 13 10 3 13 3 30 2 67 5 38,46 0 0 0 0 0 0 4 TIMPEH TIMPEH 2 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 3 1 4 2 2 1 50 0 0 1 50 0 0 0 0 0 0 6 KOTO BARU KOTO BARU 76 12 88 28 3 31 6 21,43 1 33 7 22,58 0 0 0 0 0 0 7 KOTO SALAK SITIUNG II 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 2 0 2 2 2 2 100 0 0 2 100 0 0 0 0 0 0 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 112 24 136 112 24 136 37 33,04 9 38 46 33,82 0 0 0 0 0 0 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 7 2 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 TIUMANG TIUMANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 375 110 485 269 75 344 50 18,59 14 19 64 18,60 0 0 0 0 0 0 JUMLAH PENDUDUK BERISIKO 103.144 96.338 199.482 ANGKA KESAKITAN (ANNUAL PARASITE INCIDENCE ) PER 1.000 PENDUDUK BERISIKO 0,48 0,15 0,32 Sumber: Dinas Kesehatan Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

TABEL 23 PENDERITA FILARIASIS DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PENDERITA FILARIASIS NO KECAMATAN PUSKESMAS KASUS BARU DITEMUKAN JUMLAH SELURUH KASUS L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 IX KOTO SILAGO 0 0 0 1 1 2 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 0 0 0 0 1 1 SUNGAI DAREH 0 1 1 1 1 2 3 SITIUNG SITIUNG I 0 0 0 0 0 0 GUNUNG MEDAN 0 0 0 0 0 0 4 TIMPEH TIMPEH 0 0 0 0 0 0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 0 0 0 0 0 0 6 KOTO BARU KOTO BARU 0 0 0 0 0 0 7 KOTO SALAK SITIUNG II 0 0 0 0 0 0 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 0 0 0 0 1 1 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 0 0 0 0 0 0 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 0 0 0 0 0 0 11 TIUMANG TIUMANG 2 1 3 2 1 3 JUMLAH (KAB/KOTA) 2 2 4 4 5 9 ANGKA KESAKITAN PER 100.000 PENDUDUK (KAB/KOTA) 4 5 5 Sumber: Dinas Kesehatan Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

TABEL 24 NO KECAMATAN PUSKESMAS PENGUKURAN TEKANAN DARAH PENDUDUK 18 TAHUN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS JUMLAH PENDUDUK 18 TAHUN LAKI-LAKI DILAKUKAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % PEREMPUAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 IX KOTO SILAGO 2.359 2.285 4.644 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 3.878 3.567 7.446 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUNGAI DAREH 8.521 7.835 16.355 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 SITIUNG SITIUNG I 4.104 3.843 7.948 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 GUNUNG MEDAN 3.315 3.104 6.419 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 TIMPEH TIMPEH 4.328 4.028 8.357 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 1.969 1.738 3.707 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 KOTO BARU KOTO BARU 9.343 8.813 18.157 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 KOTO SALAK SITIUNG II 4.741 4.551 9.292 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 7.348 6.786 14.134 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 6.364 5.738 12.102 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 4.203 3.514 7.717 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 TIUMANG TIUMANG 3.473 3.214 6.688 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 LAKI-LAKI HIPERTENSI/TEKANAN DARAH TINGGI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN JUMLAH (KAB/KOTA) 63.947 59.018 122.966 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 25 PEMERIKSAAN OBESITAS MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS JUMLAH PENGUNJUNG PUSKESMAS DILAKUKAN PEMERIKSAAN OBESITAS OBESITAS DAN JARINGANNYA BERUSIA 15 NO KECAMATAN PUSKESMAS TAHUN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 IX KOTO SILAGO 2.663 2.570 5.233 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 4.379 4.012 8.391 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUNGAI DAREH 9.620 8.812 18.432 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 SITIUNG SITIUNG I 4.634 4.323 8.957 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 GUNUNG MEDAN 3.743 3.491 7.234 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 TIMPEH TIMPEH 4.887 4.531 9.418 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 2.223 1.955 4.178 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 KOTO BARU KOTO BARU 10.549 9.913 20.462 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 KOTO SALAK SITIUNG II 5.353 5.119 10.471 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 8.296 7.633 15.928 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 7.186 6.453 13.639 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 4.745 3.953 8.698 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 TIUMANG TIUMANG 3.921 3.615 7.537 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 72.199 66.379 138.577 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 26 CAKUPAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE IVA DAN KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN KLINIS (CBE) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS PEREMPUAN USIA 30-50 TAHUN PEMERIKSAAN LEHER RAHIM DAN PAYUDARA IVA POSITIF TUMOR/BENJOLAN JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 IX KOTO SILAGO 1.055 0 0 0 0 0 0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 1.647 0 0 0 0 0 0 SUNGAI DAREH 3.617 0 0 0 0 0 0 3 SITIUNG SITIUNG I 1.774 0 0 0 0 0 0 GUNUNG MEDAN 1.433 0 0 0 0 0 0 4 TIMPEH TIMPEH 1.860 0 0 0 0 0 0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 802 0 0 0 0 0 0 6 KOTO BARU KOTO BARU 4.069 0 0 0 0 0 0 7 KOTO SALAK SITIUNG II 2.101 0 0 0 0 0 0 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 3.133 0 0 0 0 0 0 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 2.649 0 0 0 0 0 0 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 1.622 0 0 0 0 0 0 11 TIUMANG TIUMANG 1.485 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 27.246 0 0 0 0 0 0 Sumber: Dinas Kesehatan Ket: IVA: Inspeksi Visual dengan Asam asetat CBE: Clinical Breast Examination

TABEL 27 JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT JENIS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) YANG TERSERANG JUMLAH PENDUDUK WAKTU KEJADIAN (TANGGAL) JUMLAH PENDERITA KELOMPOK UMUR PENDERITA JUMLAH KEMATIAN ATTACK RATE (%) CFR (%) JENIS KEJADIAN NO TERANCAM LUAR BIASA JUMLAH JUMLAH KEC DESA/KEL DITANGGU- 0-7 8-28 1-11 1-4 5-9 10-14 15-19 20-44 45-54 55-59 60-69 70+ DIKETAHUI AKHIR L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P LANGI HARI HARI BLN THN THN THN THN THN THN THN THN THN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 1 AFP 2 2 16/10/2014 17/10/2014 17/10/2014 1 1 2 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 19.090 17.856 36.946 0,01 0,01 0,01 0 0 0 2 Diare 1 1 20/05/2014 21/05/2014 21/05/2014 12 16 28 0 0 0 0 0 0 0 5 7 9 5 2 1 0 1 6.981 6.576 13.557 0,17 0,24 0,21 8,33 0 3,57 3 Keracunan Pangan 1 1 15/05/2014 16/05/2014 16/05/2014 2 3 5 0 0 0 2 0 1 0 2 0 0 0 0 1 0 1 15.070 14.387 29.457 0,01 0,02 0,02 50 0 20 4 Rabies 1 1 25/02/2014 26/02/2014 26/02/2014 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 6.620 6.274 12.894 0,02 0 0,01 100 0 100 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 28 KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI DESA/KELURAHAN YANG DITANGANI < 24 JAM NO KECAMATAN PUSKESMAS KLB DI DESA/KELURAHAN JUMLAH DITANGANI <24 JAM % 1 2 3 4 5 6 1 IX KOTO SILAGO 0 0 0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 0 0 0 SUNGAI DAREH 1 1 100 3 SITIUNG SITIUNG I 1 1 100 GUNUNG MEDAN 1 0 0 4 TIMPEH TIMPEH 1 0 0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 0 0 0 6 KOTO BARU KOTO BARU 1 1 100 7 KOTO SALAK SITIUNG II 0 0 0 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 0 1 0 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 0 0 0 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 0 0 0 11 TIUMANG TIUMANG 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 5 4 80 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 29 CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL, PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN, DAN PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS IBU HAMIL IBU BERSALIN/NIFAS NO KECAMATAN PUSKESMAS PERSALINAN MENDAPAT IBU NIFAS K1 K4 JUMLAH JUMLAH DITOLONG NAKES YANKES NIFAS MENDAPAT VIT A JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 IX KOTO SILAGO 175 157 89,7 126 72 168 127 75,6 152 90,5 158 94 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 263 285 108,4 230 87,5 251 265 105,6 268 106,8 267 106,4 SUNGAI DAREH 542 540 99,6 473 87,3 516 453 87,8 455 88,2 460 89,1 3 SITIUNG SITIUNG I 297 237 79,8 214 72,1 283 214 75,6 209 73,9 208 73,5 GUNUNG MEDAN 239 250 104,6 209 87,4 227 232 102,2 239 105,3 246 108,4 4 TIMPEH TIMPEH 303 282 93,1 266 87,8 288 288 100 267 92,7 280 97,2 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 125 119 95,2 96 76,8 119 103 86,6 95 79,8 107 89,9 6 KOTO BARU KOTO BARU 670 663 99 483 72,1 638 538 84,3 540 84,6 561 87,9 7 KOTO SALAK SITIUNG II 352 302 85,8 242 68,8 334 256 76,6 251 75,1 252 75,4 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 529 524 99,1 427 80,7 491 462 94,1 455 92,7 469 95,5 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 411 421 102,4 391 95,1 391 381 97,4 447 114,3 382 97,7 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 241 230 95,4 182 75,5 232 148 63,8 190 81,9 195 84,1 11 TIUMANG TIUMANG 258 216 83,7 189 73,3 246 193 78,5 198 80,5 202 82,1 JUMLAH (KAB/KOTA) 4.405 4.226 95,9 3.528 80,1 4.184 3.660 87,5 3.766 90 3.787 90,5 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 30 NO KECAMATAN PUSKESMAS PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS JUMLAH IBU HAMIL IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA IBU HAMIL TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5 TT2+ JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 IX KOTO SILAGO 175 12 6,9 24 13,7 36 20,6 23 13,1 12 6,9 95 54,3 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 263 3 1,1 13 4,9 28 10,6 27 10,3 26 9,9 94 35,7 SUNGAI DAREH 542 7 1,3 5 0,9 20 3,7 14 2,6 10 1,8 49 9,04 3 SITIUNG SITIUNG I 297 0 0 1 0,3 2 0,7 5 1,7 57 19,2 65 21,9 GUNUNG MEDAN 239 3 1,3 11 4,6 54 22,6 51 21,3 92 38,5 208 87,0 4 TIMPEH TIMPEH 303 0 0 5 1,7 7 2,3 37 12,2 64 21,1 113 37,3 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 125 0 0 0 0 17 13,6 9 7,2 17 13,6 43 34,4 6 KOTO BARU KOTO BARU 670 22 3,3 34 5,1 72 10,7 150 22,4 150 22,4 406 60,6 7 KOTO SALAK SITIUNG II 352 8 2,3 20 5,7 49 13,9 30 8,5 22 6,3 121 34,4 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 529 7 1,3 21 4,0 37 7,0 27 5,1 53 10,0 138 26,1 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 411 3 0,7 26 6,3 91 22,1 66 16,1 22 5,4 205 49,9 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 241 12 5,0 35 14,5 38 15,8 33 13,7 17 7,1 123 51,0 11 TIUMANG TIUMANG 258 10 3,9 8 3,1 4 1,6 20 7,8 51 19,8 83 32,2 JUMLAH (KAB/KOTA) 4.405 87 2,0 203 4,6 455 10,3 492 11,2 593 13,5 1.743 39,6 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 31 NO KECAMATAN PUSKESMAS PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA WANITA USIA SUBUR MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS JUMLAH WUS (15-39 TAHUN) IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA WUS TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5 JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 IX KOTO SILAGO 1.576 3 0,2 8 0,5 14 0,9 6 0,4 4 0,3 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 2.403 5 0,2 13 0,5 8 0,3 9 0,4 10 0,4 SUNGAI DAREH 4.946 1 0,0 43 0,9 35 0,7 65 1,3 48 1,0 3 SITIUNG SITIUNG I 2.711 3 0,1 5 0,2 10 0,4 54 2,0 113 4,2 GUNUNG MEDAN 2.284 0 0 0 0 9 0,4 1 0,0 2 0,1 4 TIMPEH TIMPEH 2.760 1 0,0 5 0,2 12 0,4 42 1,5 95 3,4 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 1.144 2 0,2 6 0,5 8 0,7 6 0,5 6 0,5 6 KOTO BARU KOTO BARU 6.112 3 0,0 86 1,4 225 3,7 450 7,4 950 15,5 7 KOTO SALAK SITIUNG II 3.215 0 0 2 0,1 3 0,1 3 0,1 7 0,2 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 1.283 0 0 12 0,9 24 1,9 13 1,0 5 0,4 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 3.757 3 0,1 16 0,4 20 0,5 7 0,2 2 0,1 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 2.202 5 0,2 9 0,4 21 1,0 13 0,6 2 0,1 11 TIUMANG TIUMANG 2.353 4 0,2 3 0,1 3 0,1 20 0,8 31 1,3 JUMLAH (KAB/KOTA) 36.746 30 0,1 208 0,6 392 1,1 689 1,9 1.275 3,5 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 32 NO JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN TABLET FE1 DAN FE3 MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS KECAMATAN FE1 (30 TABLET) FE3 (90 TABLET) JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 1 IX KOTO SILAGO 175 157 89,71 126 72,00 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 263 285 108,37 230 87,45 SUNGAI DAREH 542 540 99,63 473 87,27 3 SITIUNG SITIUNG I 297 237 79,80 214 72,05 GUNUNG MEDAN 239 250 104,60 209 87,45 4 TIMPEH TIMPEH 303 282 93,07 266 87,79 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 125 119 95,20 96 76,80 6 KOTO BARU KOTO BARU 670 663 98,96 483 72,09 7 KOTO SALAK SITIUNG II 352 302 85,80 242 68,75 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 529 524 99,05 427 80,72 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 411 421 102,43 391 95,13 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 241 230 95,44 182 75,52 11 TIUMANG TIUMANG 258 216 83,72 189 73,26 JUMLAH (KAB/KOTA) 4405 4.226 95,94 3.528 80,09 Sumber: Dinas Kesehatan PUSKESMAS JUMLAH IBU HAMIL

TABEL 33 NO KECAMATAN JUMLAH DAN PERSENTASE PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN DAN KOMPLIKASI NEONATAL MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS S % L P L + P L P L + P S % S % S % KEBIDANAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 1 IX KOTO SILAGO 175 35 29 82,86 84 82 166 13 12 25 19 150,8 25 203,3 44 176,7 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 263 53 22 41,83 125 128 253 19 19 38 23 122,7 21 109,4 44 115,9 SUNGAI DAREH 542 108 98 90,41 249 272 521 37 41 78 30 80,3 22 53,9 52 66,5 3 SITIUNG SITIUNG I 297 59 56 94,28 142 143 285 21 21 43 12 56,3 22 102,6 34 79,5 GUNUNG MEDAN 239 48 47 98,33 109 119 228 16 18 34 23 140,7 14 78,4 37 108,2 4 TIMPEH TIMPEH 303 61 39 64,36 145 146 291 22 22 44 21 96,6 20 91,3 41 93,9 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 125 25 23 92,00 66 55 121 10 8 18 20 202,0 11 133,3 31 170,8 6 KOTO BARU KOTO BARU 670 134 110 82,09 321 323 644 48 48 97 27 56,1 24 49,5 51 52,8 7 KOTO SALAK SITIUNG II 352 70 135 191,76 169 170 339 25 26 51 29 114,4 12 47,1 41 80,6 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 529 106 107 101,13 240 225 465 36 34 70 25 69,4 16 47,4 41 58,8 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 411 82 77 93,67 199 197 396 30 30 59 34 113,9 29 98,1 63 106,1 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 241 48 32 66,39 125 107 232 19 16 35 10 53,3 12 74,8 22 63,2 11 TIUMANG TIUMANG 258 52 47 91,09 123 125 248 18 19 37 13 70,5 31 165,3 44 118,3 JUMLAH (KAB/KOTA) 4.405 881 822 93,30 2.097 2.092 4.189 315 314 628 286 90,9 259 82,5 545 86,7 Sumber: Dinas Kesehatan PUSKESMAS JUMLAH IBU HAMIL PERKIRAAN BUMIL DENGAN KOMPLIKASI PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN JUMLAH BAYI PERKIRAAN NEONATAL KOMPLIKASI PENANGANAN KOMPLIKASI NEONATAL L P L + P

TABEL 34 NO KECAMATAN PUSKESMAS PROPORSI PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS MKJP IUD % MOP % MOW % IM PLAN % JUMLAH % KON DOM PESERTA KB AKTIF % SUNTIK % PIL % OBAT VAGINA % LAIN NYA % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 1 IX KOTO SILAGO 16 1,0 1 0,1 20 1,3 206 12,9 243 15,2 28 1,8 988 61,9 338 21,2 0 0,0 0 0,0 1.354 84,8 1.597 100 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 67 3,9 0 0,0 49 2,9 174 10,2 290 16,9 48 2,8 1.038 60,6 338 19,7 0 0,0 0 0,0 1.424 83,1 1.714 100 SUNGAI DAREH 138 4,0 5 0,1 117 3,4 298 8,7 558 16,3 59 1,7 2.221 64,8 592 17,3 0 0,0 0 0,0 2.872 83,7 3.430 100 3 SITIUNG SITIUNG I 35 1,7 5 0,2 3 0,1 307 14,9 350 17,0 30 1,5 1.270 61,7 409 19,9 0 0,0 0 0,0 1.709 83,0 2.059 100 GUNUNG MEDAN 91 5,0 2 0,1 34 1,9 219 12,1 346 19,1 49 2,7 1.023 56,5 393 21,7 0 0,0 0 0,0 1.465 80,9 1.811 100 4 TIMPEH TIMPEH 81 4,1 3 0,2 59 3,0 425 21,6 568 28,8 55 2,8 997 50,6 351 17,8 0 0,0 0 0,0 1.403 71,2 1.971 100 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 36 2,3 3 0,2 10 0,6 230 14,6 279 17,8 8 0,5 998 63,6 285 18,2 0 0,0 0 0,0 1.291 82,2 1.570 100 6 KOTO BARU KOTO BARU 15 1,0 0 0,0 9 0,6 226 14,6 250 16,1 124 8,0 990 63,9 185 11,9 0 0,0 0 0,0 1.299 83,9 1.549 100 7 KOTO SALAK SITIUNG II 34 1,2 7 0,3 80 2,9 425 15,2 546 19,5 84 3,0 1.773 63,4 392 14,0 0 0,0 0 0,0 2.249 80,5 2.795 100 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 87 2,6 4 0,1 84 2,5 581 17,6 756 22,9 75 2,3 1.922 58,3 543 16,5 0 0,0 0 0,0 2.540 77,1 3.296 100 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 111 4,9 2 0,1 48 2,1 496 21,8 657 28,9 55 2,4 1.224 53,9 335 14,8 0 0,0 0 0,0 1.614 71,1 2.271 100 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 36 1,9 1 0,1 22 1,1 252 13,2 311 16,2 145 7,6 1.059 55,3 399 20,8 0 0,0 0 0,0 1.603 83,8 1.914 100 11 TIUMANG TIUMANG 9 0,5 1 0,1 6 0,3 442 25,0 458 25,9 67 3,8 988 55,8 258 14,6 0 0,0 0 0,0 1.313 74,1 1.771 100 JUMLAH (KAB/KOTA) 756 2,7 34 0,1 541 1,9 4.281 15,4 5.612 20,2 827 3,0 16.491 59,4 4.818 17,4 0 0,0 0 0,0 22.136 79,8 27.748 100 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang NON MKJP MKJP + NON MKJP % MKJP + NON MKJP

TABEL 35 NO KECAMATAN PUSKESMAS PROPORSI PESERTA KB BARU MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS MKJP PESERTA KB BARU IUD % MOP % MOW % IMPLAN % JUMLAH % KONDOM % SUNTIK % PIL % OBAT VAGINA % LAIN NYA % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 1 IX KOTO SILAGO 102 9,9 1 0,1 20 1,9 205 20,0 328 31,9 18 1,8 543 52,9 138 13,4 0 0,0 0 0,0 699 68,1 1.027 100 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 68 4,3 0 0,0 49 3,1 174 11,0 291 18,3 44 2,8 1.015 63,9 238 15,0 0 0,0 0 0,0 1.297 81,7 1.588 100 SUNGAI DAREH 130 3,9 5 0,2 117 3,5 298 9,0 550 16,6 49 1,5 2.221 67,1 492 14,9 0 0,0 0 0,0 2.762 83,4 3.312 100 3 SITIUNG SITIUNG I 140 6,9 5 0,2 3 0,1 307 15,1 455 22,3 20 1,0 82 4,0 1.481 72,7 0 0,0 0 0,0 1.583 77,7 2.038 100 GUNUNG MEDAN 273 14,6 2 0,1 35 1,9 219 11,7 529 28,2 49 2,6 1.003 53,5 293 15,6 0 0,0 0 0,0 1.345 71,8 1.874 100 4 TIMPEH TIMPEH 81 4,6 3 0,2 59 3,4 425 24,1 568 32,3 45 2,6 897 50,9 251 14,3 0 0,0 0 0,0 1.193 67,7 1.761 100 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 36 3,4 3 0,3 10 0,9 230 21,5 279 26,1 4 0,4 601 56,2 185 17,3 0 0,0 0 0,0 790 73,9 1.069 100 6 KOTO BARU KOTO BARU 18 1,6 0 0,0 9 0,8 226 20,3 253 22,8 114 10,3 560 50,4 185 16,6 0 0,0 0 0,0 859 77,2 1.112 100 7 KOTO SALAK SITIUNG II 34 1,2 7 0,3 80 2,9 425 15,4 546 19,8 74 2,7 1.940 70,5 192 7,0 0 0,0 0 0,0 2.206 80,2 2.752 100 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 87 2,6 4 0,1 84 2,5 581 17,5 756 22,8 25 0,8 2.069 62,4 467 14,1 0 0,0 0 0,0 2.561 77,2 3.317 100 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 36 2,5 2 0,1 48 3,4 496 34,7 582 40,7 45 3,1 699 48,8 105 7,3 0 0,0 0 0,0 849 59,3 1.431 100 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 36 2,0 1 0,1 22 1,2 252 14,1 311 17,3 215 12,0 952 53,1 315 17,6 0 0,0 0 0,0 1.482 82,7 1.793 100 11 TIUMANG TIUMANG 36 1,8 1 0,0 441 22,0 441 22,0 919 45,9 67 3,3 859 42,9 158 7,9 0 0,0 0 0,0 1.084 54,1 2.003 100 JUMLAH (KAB/KOTA) 1.077 4,3 34 0,1 977 3,9 4.279 17,1 6.367 25,4 769 3,1 13.441 53,6 4.500 17,9 0 0,0 0 0,0 18.710 74,6 25.077 100 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang NON MKJP MKJP + NON MKJP % MKJP + NON MKJP

TABEL 36 JUMLAH PESERTA KB BARU DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS PESERTA KB BARU JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 1 IX KOTO SILAGO 1.493 1.027 68,8 1.597 107,0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 2.203 1.588 72,1 1.714 77,8 SUNGAI DAREH 4.246 3.312 78,0 3.430 80,8 3 SITIUNG SITIUNG I 2.500 2.038 81,5 2.059 82,4 GUNUNG MEDAN 2.033 1.874 92,2 1.811 89,1 4 TIMPEH TIMPEH 2.555 1.761 68,9 1.971 77,1 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 1.125 1.069 95,0 1.570 139,6 6 KOTO BARU KOTO BARU 5.304 1.112 21,0 1.549 29,2 7 KOTO SALAK SITIUNG II 2.860 2.752 96,2 2.795 97,7 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 4.467 3.317 74,3 3.296 73,8 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 3.182 1.431 45,0 2.271 71,4 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 2.141 1.793 83,7 1.914 89,4 11 TIUMANG TIUMANG 2.111 2.003 94,9 1.771 83,9 JUMLAH (KAB/KOTA) 36.220 25.077 69,2 27.748 76,6 Sumber: Dinas Kesehatan JUMLAH PUS PESERTA KB AKTIF

TABEL 37 NO KECAMATAN PUSKESMAS BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS JUMLAH LAHIR HIDUP L BAYI BARU LAHIR DITIMBANG P L + P L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 IX KOTO SILAGO 79 71 150 82 103,797 72 101,4 154 102,7 6 7,31707 7 9,7 13 8,4 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 140 125 265 140 100 128 102,4 268 101,1 1 0,7 3 2,3 4 1,5 SUNGAI DAREH 230 227 457 233 101,3 228 100,4 461 100,9 3 1,3 3 1,3 6 1,3 3 SITIUNG SITIUNG I 110 98 208 112 101,8 99 101 211 101,4 7 6,3 9 9,1 16 7,6 GUNUNG MEDAN 137 102 239 139 101,5 105 102,9 244 102,1 6 4,3 5 4,8 11 4,5 4 TIMPEH TIMPEH 148 151 299 148 100 151 100 299 100 2 1,4 0 0 2 0,7 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 51 50 101 51 100 50 100 101 100 1 2,0 0 0 1 1,0 6 KOTO BARU KOTO BARU 237 310 547 238 100,4 311 100,3 549 100,4 5 2,1 4 1,3 9 1,6 7 KOTO SALAK SITIUNG II 124 124 248 125 100,8 124 100 249 100,4 2 1,6 2 1,6 4 1,6 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 236 233 469 238 100,8 233 100 471 100,4 6 2,5 7 3,0 13 2,8 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 193 275 468 197 102,1 277 100,7 474 101,3 7 3,6 5 1,8 12 2,5 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 98 96 194 99 101 98 102,1 197 101,5 0 0,0 1 1,0 1 0,5 11 TIUMANG TIUMANG 101 95 196 102 101 98 103,2 200 102 6 5,9 5 5,1 11 5,5 L BBLR P L + P JUMLAH (KAB/KOTA) 1.884 1.957 3.841 1.904 101,1 1.974 100,9 3.878 101 52 2,7 51 2,6 103 2,7 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 38 CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATAL MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KUNJUNGAN NEONATAL 1 KALI (KN1) KUNJUNGAN NEONATAL 3 KALI (KN LENGKAP) JUMLAH BAYI NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L + P L P L + P L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 IX KOTO SILAGO 84 82 166 72 85,7 66 80,5 138 83,1 76 90,5 78 95,1 154 92,8 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 125 128 253 140 112 123 96,1 263 104 136 108,8 128 100 264 104,3 SUNGAI DAREH 249 272 521 228 91,6 228 83,8 456 87,5 219 88 195 71,7 414 79,5 3 SITIUNG SITIUNG I 142 143 285 110 77,5 98 68,5 208 73,0 120 84,5 108 75,5 228 80 GUNUNG MEDAN 109 119 228 137 125,7 101 84,9 238 104,4 136 124,8 106 89,1 242 106,1 4 TIMPEH TIMPEH 145 146 291 145 100 149 102,1 294 101 78 53,8 87 59,6 165 56,7 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 66 55 121 49 74,2 52 94,5 101 83,5 55 83,3 58 105,5 113 93,4 6 KOTO BARU KOTO BARU 321 323 644 237 73,8 309 95,7 546 84,8 189 58,9 238 73,7 427 66,3 7 KOTO SALAK SITIUNG II 169 170 339 123 72,8 128 75,3 251 74 136 80,5 129 75,9 265 78,2 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 240 225 465 238 99,2 227 100,9 465 100 195 81,3 179 79,6 374 80,4 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 199 197 396 193 97 185 93,9 378 95,5 183 92 162 82,2 345 87,1 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 125 107 232 98 78,4 95 88,8 193 83,2 127 101,6 119 111,2 246 106 11 TIUMANG TIUMANG 123 125 248 105 85,4 94 75,2 199 80,2 84 68,3 70 56 154 62,1 JUMLAH (KAB/KOTA) 2.097 2.092 4.189 1.875 89,4 1.855 88,7 3.730 89 1.734 82,7 1.657 79,2 3.391 81 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 39 JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH BAYI USIA 0-6 BULAN L P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 IX KOTO SILAGO 93 94 187 69 74,2 76 80,9 145 77,5 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 42 35 77 16 38,1 17 48,6 33 42,9 SUNGAI DAREH 73 78 151 50 68,5 66 84,6 116 76,8 3 SITIUNG SITIUNG I 66 57 123 43 65,2 42 73,7 85 69,1 GUNUNG MEDAN 44 44 88 27 61,4 27 61,4 54 61,4 4 TIMPEH TIMPEH 67 57 124 34 50,7 32 56,1 66 53,2 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 52 47 99 35 67,3 27 57,4 62 62,6 6 KOTO BARU KOTO BARU 170 154 324 120 70,6 91 59,1 211 65,1 7 KOTO SALAK SITIUNG II 75 70 145 47 62,7 30 42,9 77 53,1 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 48 53 101 40 83,3 36 67,9 76 75,2 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 32 24 56 16 50,0 16 66,7 32 57,1 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 88 68 156 40 45,5 33 48,5 73 46,8 11 TIUMANG TIUMANG 35 34 69 26 74,3 25 73,5 51 73,9 JUMLAH (KAB/KOTA) 885 815 1.700 563 63,6 518 63,6 1.081 63,6 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 40 CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH BAYI PELAYANAN KESEHATAN BAYI L P L + P L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 IX KOTO SILAGO 84 82 166 36 42,9 38 46,3 74 44,6 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 125 128 253 110 88,0 114 89,1 224 88,5 SUNGAI DAREH 249 272 521 264 106,0 239 87,9 503 96,5 3 SITIUNG SITIUNG I 142 143 285 104 73,2 114 79,7 218 76,5 GUNUNG MEDAN 109 119 228 113 103,7 90 75,6 203 89,0 4 TIMPEH TIMPEH 145 146 291 77 53,1 88 60,3 165 56,7 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 66 55 121 45 68,2 45 81,8 90 74,4 6 KOTO BARU KOTO BARU 321 323 644 221 68,8 316 97,8 537 83,4 7 KOTO SALAK SITIUNG II 169 170 339 133 78,7 139 81,8 272 80,2 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 240 225 465 242 100,8 222 98,7 464 99,8 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 199 197 396 157 78,9 131 66,5 288 72,7 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 125 107 232 129 103,2 92 86,0 221 95,3 11 TIUMANG TIUMANG 123 125 248 108 87,8 109 87,2 217 87,5 JUMLAH (KAB/KOTA) 2.097 2.092 4.189 1.739 82,9 1.737 83 3.476 83,0 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 41 CAKUPAN DESA/KELURAHAN UNIVERSAL CHILD IMMUNIZATION (UCI) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH JORONG JORONG UCI % JORONG UCI 1 2 3 4 5 6 1 IX KOTO SILAGO 21 7 33,3 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 10 8 80,0 SUNGAI DAREH 21 15 71,4 3 SITIUNG SITIUNG I 11 10 90,9 GUNUNG MEDAN 11 10 90,9 4 TIMPEH TIMPEH 21 18 85,7 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 17 17 100 6 KOTO BARU KOTO BARU 26 24 92,3 7 KOTO SALAK SITIUNG II 29 12 41,4 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 32 26 81,3 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 24 16 66,7 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 22 11 50,0 11 TIUMANG TIUMANG 17 9 52,9 JUMLAH (KAB/KOTA) 262 183 69,8 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 42 NO KECAMATAN PUSKESMAS CAKUPAN IMUNISASI HEPATITIS B < 7 HARI DAN BCG PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS JUMLAH LAHIR HIDUP L Hb < 7 hari P BAYI DIIMUNISASI BCG L + P L P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 IX KOTO SILAGO 79 71 150 60 75,95 73 102,82 133 88,67 65 82,28 73 102,82 138 92,00 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 140 125 265 131 93,57 120 96,00 251 94,72 138 98,57 120 96,00 258 97,36 SUNGAI DAREH 230 227 457 184 80,00 199 87,67 383 83,81 214 93,04 199 87,67 413 90,37 3 SITIUNG SITIUNG I 110 98 208 109 99,09 103 105,10 212 101,92 114 103,64 103 105,10 217 104,33 GUNUNG MEDAN 137 102 239 118 86,13 94 92,16 212 88,70 128 93,43 94 92,16 222 92,89 4 TIMPEH TIMPEH 148 151 299 146 98,65 146 96,69 292 97,66 155 104,73 146 96,69 301 100,67 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 51 50 101 56 109,80 53 106,00 109 107,92 56 109,80 53 106,00 109 107,92 6 KOTO BARU KOTO BARU 237 310 547 274 115,61 287 92,58 561 102,56 291 122,78 287 92,58 578 105,67 7 KOTO SALAK SITIUNG II 124 124 248 121 97,58 129 104,03 250 100,81 125 100,81 129 104,03 254 102,42 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 236 233 469 231 97,88 227 97,42 458 97,65 235 99,58 227 97,42 462 98,51 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 193 275 468 172 89,12 169 61,45 341 72,86 147 76,17 169 61,45 316 67,52 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 98 96 194 77 78,57 81 84,38 158 81,44 82 83,67 81 84,38 163 84,02 11 TIUMANG TIUMANG 101 95 196 92 91,09 95 100 187 95,41 98 97,03 95 100 193 98,47 JUMLAH (KAB/KOTA) 1884 1957 3841 1771 94,00 1776 90,75 3547 92,35 1848 98,09 1776 90,75 3624 94,35 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 43 CAKUPAN IMUNISASI DPT-HB/DPT-HB-Hib, POLIO, CAMPAK, DAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH BAYI (SURVIVING INFANT) L BAYI DIIMUNISASI DPT-HB3/DPT-HB-Hib3 POLIO 4 a CAMPAK IMUNISASI DASAR LENGKAP P L + P L P L + P L P L + P L P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 IX KOTO SILAGO 84 82 166 54 64,29 52 63,41 106 63,86 55 65,48 52 63,41 107 64,46 45 53,57 65 79,27 110 66,27 46 54,7619 65 79,27 111 66,87 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 125 128 253 116 92,80 109 85,16 225 88,93 117 93,60 110 85,94 227 89,72 106 84,80 118 92,19 224 88,54 104 83,2 110 85,94 214 84,58 SUNGAI DAREH 249 272 521 243 97,59 210 77,21 453 86,95 237 95,18 202 74,26 439 84,26 251 100,80 223 81,99 474 90,98 229 91,9679 212 77,94 441 84,64 3 SITIUNG SITIUNG I 142 143 285 117 82,39 110 76,92 227 79,65 117 82,39 109 76,22 226 79,30 109 76,76 113 79,02 222 77,89 109 76,7606 106 74,13 215 75,44 GUNUNG MEDAN 109 119 228 121 111,01 89 74,79 210 92,11 120 110,09 92 77,31 212 92,98 130 119,27 94 78,99 224 98,25 112 102,752 73 61,34 185 81,14 4 TIMPEH TIMPEH 145 146 291 153 105,52 158 108,22 311 106,87 152 104,83 161 110,27 313 107,56 138 95,17 150 102,74 288 98,97 124 85,5172 138 94,52 262 90,03 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 66 55 121 52 78,79 59 107,27 111 91,74 53 80,30 59 107,27 112 92,56 52 78,79 50 90,91 102 84,30 50 75,7576 52 94,55 102 84,30 6 KOTO BARU KOTO BARU 321 323 644 257 80,06 276 85,45 533 82,76 276 85,98 278 86,07 554 86,02 264 82,24 281 87,00 545 84,63 261 81,3084 273 84,52 534 82,92 7 KOTO SALAK SITIUNG II 169 170 339 132 78,11 136 80,00 268 79,06 132 78,11 138 81,18 270 79,65 141 83,43 129 75,88 270 79,65 137 81,0651 134 78,82 271 79,94 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 240 225 465 238 99,17 207 92,00 445 95,70 240 100 205 91,11 445 95,70 230 95,83 222 98,67 452 97,20 228 95 219 97,33 447 96,13 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 199 197 396 165 82,91 204 103,55 369 93,18 157 78,89 202 102,54 359 90,66 172 86,43 200 101,52 372 93,94 174 87,4372 166 84,26 340 85,86 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 125 107 232 109 87,20 86 80,37 195 84,05 108 86,40 87 81,31 195 84,05 127 101,60 84 78,50 211 90,95 127 101,6 84 78,50 211 90,95 11 TIUMANG TIUMANG 123 125 248 100 81,30 101 80,80 201 81,05 95 77,24 100 80,00 195 78,63 106 86,18 101 80,80 207 83,47 105 85,3659 99 79,20 204 82,26 L + P JUMLAH (KAB/KOTA) 2.097 2.092 4.189 1.857 88,56 1.797 85,90 3.654 87,23 1.859 88,65 1.795 85,80 3.654 87,23 1.871 89,22 1.830 87,48 3.701 88,35 1.806 86,12 1.731 82,74 3.537 84,44 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: a = khusus provinsi yang menerapkan 3 dosis polio maka diisi dengan polio 3

TABEL 44 CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BAYI DAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS BAYI 6-11 BULAN ANAK BALITA (12-59 BULAN) BALITA (6-59 BULAN) NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH BAYI MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A JUMLAH JUMLAH L P L + P L P L + P L P L + P L P L+P SƷ % S % S % L P L+P S % S % S % L P L+P S % S % S % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 IX KOTO SILAGO 84 82 166 47 55,95 47 57,32 94 56,63 334 334 668 334 100,00 334 100,00 668 100,00 418 416 834 381 91,15 381 91,59 762 91,37 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 125 128 253 78 62,40 84 65,63 162 64,03 500 490 990 425 85,00 422 86,12 847 85,56 625 618 1.243 578 92,48 506 81,88 1.084 87,21 SUNGAI DAREH 249 272 521 165 66,27 134 49,26 299 57,39 891 878 1.769 837 93,94 827 94,19 1.664 94,06 1.140 1.150 2.290 1.056 92,63 961 83,57 2.017 88,08 3 SITIUNG SITIUNG I 142 143 285 61 42,96 60 41,96 121 42,46 530 531 1.061 471 88,87 459 86,44 930 87,65 672 674 1.346 591 87,95 519 77,00 1.110 82,47 GUNUNG MEDAN 109 119 228 60 55,05 70 58,82 130 57,02 441 440 881 425 96,37 413 93,86 838 95,12 550 559 1.109 501 91,09 483 86,40 984 88,73 4 TIMPEH TIMPEH 145 146 291 88 60,69 72 49,32 160 54,98 497 497 994 497 100,00 497 100,00 994 100,00 642 643 1.285 585 91,12 569 88,49 1.154 89,81 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 66 55 121 35 53,03 35 63,64 70 57,85 213 214 427 215 100,94 212 99,07 427 100,00 279 269 548 248 88,89 247 91,82 495 90,33 6 KOTO BARU KOTO BARU 321 323 644 180 56,07 167 51,70 347 53,88 1.134 1.124 2.258 1.114 98,24 1.105 98,31 2.219 98,27 1.455 1.447 2.902 1.314 90,31 1.272 87,91 2.586 89,11 7 KOTO SALAK SITIUNG II 169 170 339 72 42,60 63 37,06 135 39,82 570 558 1.128 566 99,30 555 99,46 1.121 99,38 739 728 1.467 642 86,87 618 84,89 1.260 85,89 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 240 225 465 121 50,42 126 56,00 247 53,12 1.085 1.066 2.151 1.046 96,41 1.034 97,00 2.080 96,70 1.325 1.291 2.616 1.206 91,02 1.160 89,85 2.366 90,44 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 199 197 396 80 40,20 91 46,19 171 43,18 725 725 1.450 607 83,72 608 83,86 1.215 83,79 924 922 1.846 805 87,12 699 75,81 1.504 81,47 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 125 107 232 74 59,20 73 68,22 147 63,36 475 478 953 252 53,05 251 52,51 503 52,78 600 585 1.185 549 91,50 324 55,38 873 73,67 11 TIUMANG TIUMANG 123 125 248 80 65,04 75 60,00 155 62,50 497 486 983 496 99,80 486 100,00 982 99,90 620 611 1.231 577 93,06 561 91,82 1.138 92,45 JUMLAH (KAB/KOTA) 2.097 2.092 4.189 1.141 54,41 1.097 52,44 2.238 53,43 7.892 7.821 15.713 7.285 92,31 7.203 92,10 14.488 92,20 9.989 9.913 19.902 9.033 90,43 8.300 83,73 17.333 87,09 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: Pelaporan pemberian vitamin A dilakukan pada Februari dan Agustus, maka perhitungan bayi 6-11 bulan yang mendapat vitamin A dalam setahun dihitung dengan mengakumulasi bayi 6-11 bulan yang mendapat vitamin A di bulan Februari dan yang mendapat vitamin A di bulan Agustus

TABEL 45 JUMLAH ANAK 0-23 BULAN DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH BADUTA DILAPORKAN (S) ANAK 0-23 BULAN (BADUTA) DITIMBANG BGM JUMLAH (D) % (D/S) L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 IX KOTO SILAGO 165 175 340 96 106 202 58,2 60,6 59,4 2 2,1 0 0,0 2 1,0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 257 282 539 149 138 287 58,0 48,9 53,2 3 2,0 3 2,2 6 2,1 SUNGAI DAREH 507 488 995 344 361 705 67,9 74,0 70,9 1 0,3 3 0,8 4 0,6 3 SITIUNG SITIUNG I 289 278 567 208 212 420 72,0 76,3 74,1 1 0,5 1 0,5 2 0,5 GUNUNG MEDAN 206 245 451 181 191 372 87,9 78,0 82,5 2 1,1 2 1,0 4 1,1 4 TIMPEH TIMPEH 292 292 584 241 241 482 82,5 82,5 82,5 3 1,2 1 0,4 4 0,8 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 113 119 232 94 100 194 83,2 84,0 83,6 8 8,5 6 6,0 14 7,2 6 KOTO BARU KOTO BARU 622 605 1.227 410 391 801 65,9 64,6 65,3 3 0,7 4 1,0 7 0,9 7 KOTO SALAK SITIUNG II 338 331 669 235 227 462 69,5 68,6 69,1 6 2,6 4 1,8 10 2,2 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 571 516 1.087 455 439 894 79,7 85,1 82,2 8 1,8 9 2,1 17 1,9 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 419 426 845 303 315 618 72,3 73,9 73,1 7 2,3 7 2,2 14 2,3 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 191 216 407 151 162 313 79,1 75,0 76,9 6 4,0 8 4,9 14 4,5 11 TIUMANG TIUMANG 174 190 364 170 187 357 97,7 98,4 98,1 2 1,2 2 1,1 4 1,1 JUMLAH (KAB/KOTA) 4.144 4.163 8.307 3.037 3.070 6.107 73,3 73,7 73,5 52 1,7 50 1,6 102 1,7 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 46 NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH CAKUPAN PELAYANAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS ANAK BALITA (12-59 BULAN) L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 IX KOTO SILAGO 334 334 668 617 184,7 796 238,3 1.413 211,5 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 500 490 990 394 78,8 387 79,0 781 78,9 SUNGAI DAREH 891 878 1.769 434 48,7 460 52,4 894 50,5 3 SITIUNG SITIUNG I 530 531 1.061 730 137,7 721 135,8 1.451 136,8 GUNUNG MEDAN 441 440 881 630 142,9 577 131,1 1.207 137,0 4 TIMPEH TIMPEH 497 497 994 90 18,1 105 21,1 195 19,6 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 213 214 427 408 191,5 415 193,9 823 192,7 6 KOTO BARU KOTO BARU 1.134 1.124 2.258 794 70,0 741 65,9 1.535 68,0 7 KOTO SALAK SITIUNG II 570 558 1.128 549 96,3 515 92,3 1.064 94,3 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 1.085 1.066 2.151 771 71,1 730 68,5 1.501 69,8 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 725 725 1.450 674 93,0 661 91,2 1.335 92,1 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 475 478 953 573 120,6 540 113,0 1.113 116,8 11 TIUMANG TIUMANG 497 486 983 428 86,1 428 88,1 856 87,1 JUMLAH (KAB/KOTA) 7.892 7.821 15.713 7.092 89,9 7.076 90,5 14.168 90,2 Sumber: Dinas Kesehatan L MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (MINIMAL 8 KALI) P L + P

TABEL 47 JUMLAH BALITA DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH BALITA DILAPORKAN (S) DITIMBANG JUMLAH (D) L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 IX KOTO SILAGO 390 420 810 227 257 484 58,2 61,2 59,8 3 1,3 2 0,8 5 1,0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 623 651 1.274 396 366 762 63,6 56,2 59,8 6 1,5 7 1,9 13 1,7 SUNGAI DAREH 1.231 1.188 2.419 842 782 1.624 68,4 65,8 67,1 6 0,7 4 0,5 10 0,6 3 SITIUNG SITIUNG I 694 675 1.369 689 489 1.178 99,3 72,4 86,0 1 0,1 3 0,6 4 0,3 GUNUNG MEDAN 511 607 1.118 476 575 1.051 93,2 94,7 94,0 8 1,7 6 1,0 14 1,3 4 TIMPEH TIMPEH 710 710 1.420 551 550 1.101 77,6 77,5 77,5 7 1,3 7 1,3 14 1,3 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 284 275 559 221 211 432 77,8 76,7 77,3 1 0,5 1 0,5 2 0,5 6 KOTO BARU KOTO BARU 1.503 1.473 2.976 934 903 1.837 62,1 61,3 61,7 9 1,0 6 0,7 15 0,8 7 KOTO SALAK SITIUNG II 821 806 1.627 635 618 1.253 77,3 76,7 77,0 12 1,9 16 2,6 28 2,2 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 1.400 1.250 2.650 1.152 1.002 2.154 82,3 80,2 81,3 26 2,3 24 2,4 50 2,3 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 928 915 1.843 659 639 1.298 71,0 69,8 70,4 8 1,2 6 0,9 14 1,1 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 568 518 1.086 350 320 670 61,6 61,8 61,7 6 1,7 8 2,5 14 2,1 11 TIUMANG TIUMANG 511 495 1.006 493 477 970 96,5 96,4 96,4 7 1,4 10 2,1 17 1,8 BALITA % (D/S) L BGM P L+P JUMLAH (KAB/KOTA) 10.174 9.983 20.157 7.625 7.189 14.814 74,9 72,0 73,5 100 1,3 100 1,4 200 1,4 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 48 CAKUPAN KASUS BALITA GIZI BURUK YANG MENDAPAT PERAWATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS KASUS BALITA GIZI BURUK MENDAPAT PERAWATAN L P L P L+P S % S % S % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 IX KOTO SILAGO 3 1 4 3 100,00 1 100,00 4 100,00 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 0 1 1 0 0,00 1 100,00 1 100,00 SUNGAI DAREH 2 1 3 2 100,00 1 100,00 3 100,00 3 SITIUNG SITIUNG I 2 2 4 2 100,00 2 100,00 4 100,00 GUNUNG MEDAN 1 1 2 1 100,00 1 100,00 2 100,00 4 TIMPEH TIMPEH 4 9 13 4 100,00 9 100,00 13 100,00 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 6 KOTO BARU KOTO BARU 2 3 5 2 100,00 3 100,00 5 100,00 7 KOTO SALAK SITIUNG II 3 2 5 3 100,00 2 100,00 5 100,00 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 4 5 9 4 100,00 5 100,00 9 100,00 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 3 2 5 3 100,00 2 100,00 5 100,00 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 0 1 1 0 0,00 1 100,00 1 100,00 11 TIUMANG TIUMANG 1 0 1 1 100,00 0 0,00 1 100,00 JUMLAH (KAB/KOTA) 25 28 53 25 100,00 28 100,00 53 100,00 Sumber: Dinas Kesehatan JUMLAH DITEMUKAN L + P

TABEL 49 NO KECAMATAN PUSKESMAS CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) SISWA SD & SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS MURID KELAS 1 SD DAN SETINGKAT MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 IX KOTO SILAGO 132 120 252 117 88,6 120 100,0 237 94,0 15 15 100,00 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 164 183 347 164 100,0 183 100,0 347 100,0 11 11 100,00 SUNGAI DAREH 360 305 665 300 83,3 255 83,6 555 83,5 15 15 100,00 3 SITIUNG SITIUNG I 169 146 315 154 91,1 123 84,2 277 87,9 11 11 100,00 GUNUNG MEDAN 123 161 284 123 100,0 153 95,0 276 97,2 9 9 100,00 4 TIMPEH TIMPEH 173 155 328 160 92,5 148 95,5 308 93,9 12 12 100,00 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 64 64 128 63 98,4 62 96,9 125 97,7 4 4 100,00 6 KOTO BARU KOTO BARU 419 357 776 386 92,1 323 90,5 709 91,4 17 17 100,00 7 KOTO SALAK SITIUNG II 174 151 325 174 100,0 151 100,0 325 100,0 13 13 100,00 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 323 292 615 317 98,1 284 97,3 601 97,7 17 17 100,00 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 296 227 523 281 94,9 207 91,2 488 93,3 10 10 100,00 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 160 155 315 147 91,9 139 89,7 286 90,8 9 9 100,00 11 TIUMANG TIUMANG 170 147 317 155 91,2 147 100,0 302 95,3 13 13 100,00 JUMLAH (KAB/KOTA) 2.727 2.463 5.190 2.541 93,2 2.295 93,2 4.836 93,2 156 156 100,00 CAKUPAN PENJARINGAN KESEHATAN SISWA SD & SETINGKAT 93,2 93,2 93,2 Sumber: Dinas Kesehatan JUMLAH L P L + P JUMLAH SD DAN SETINGKAT MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) %

TABEL 50 PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT NO KECAMATAN PUSKESMAS PENCABUTAN GIGI RASIO TUMPATAN/ TUMPATAN GIGI TETAP TETAP PENCABUTAN 1 2 3 4 5 6 1 IX KOTO SILAGO 0 11 0,0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 5 68 0,1 SUNGAI DAREH 25 166 0,2 3 SITIUNG SITIUNG I 0 107 0,0 GUNUNG MEDAN 2 39 0,1 4 TIMPEH TIMPEH 11 51 0,2 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 0 131 0,0 6 KOTO BARU KOTO BARU 0 92 0,0 7 KOTO SALAK SITIUNG II 24 223 0,1 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 0 62 0,0 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 9 127 0,1 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 0 44 0,0 11 TIUMANG TIUMANG 0 52 0,0 JUMLAH (KAB/ KOTA) 76 1.173 0,1 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 51 NO KECAMATAN PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS L P L + P L % P % L + P % L P L + P L % P % L + P % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 1 IX KOTO SILAGO 15 0 0,0 0 0,0 660 679 1.339 0 0 0 0 0 0,0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 11 0 0,0 0 0,0 855 828 1.683 0 0 0 0 0 0,0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUNGAI DAREH 15 15 100,0 16 106,7 1.926 1.814 3.740 1926 100 1814 100 3740 100,0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 SITIUNG SITIUNG I 11 11 100,0 11 100,0 896 836 1.732 896 100 836 100 1732 100,0 14 18 32 0 0 0 0 0 0 GUNUNG MEDAN 9 9 100,0 9 100,0 791 801 1.592 791 100 801 100 1592 100,0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 TIMPEH TIMPEH 12 12 100,0 12 100,0 1.007 964 1.971 0 0 0 0 0 0,0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 4 4 100,0 4 100,0 374 359 733 374 100 359 100 733 100,0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 KOTO BARU KOTO BARU 17 17 100,0 17 100,0 2.039 1.896 3.935 2039 100 1896 100 3935 100,0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 KOTO SALAK SITIUNG II 13 13 100,0 13 100,0 1.035 907 1.942 1035 100 907 100 1942 100,0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 17 16 94,1 16 94,1 1.753 1.633 3.386 1753 100 1633 100 3386 100,0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 10 10 100,0 10 100,0 1.618 1.397 3.015 1618 100 1397 100 3015 100,0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 9 9 100,0 9 100,0 843 788 1.631 0 0 0 0 0 0,0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 TIUMANG TIUMANG 13 2 15,4 2 15,4 822 717 1.539 0 0 0 0 0 0,0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/ KOTA) 156 118 75,6 119 76,3 14.619 13.619 28.238 10.432 71,4 9.643 70,8 20.075 71,1 14 18 32 0 0,0 0 0,0 0 0,0 Sumber: Dinas Kesehatan PUSKESMAS JUMLAH SD/MI JUMLAH SD/MI DGN SIKAT GIGI MASSAL JUMLAH % SD/MI MENDAPAT % YAN. GIGI JUMLAH MURID SD/MI UPAYA KESEHATAN GIGI SEKOLAH MURID SD/MI DIPERIKSA PERLU PERAWATAN MENDAPAT PERAWATAN

TABEL 52 CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P L % P % L+P % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 IX KOTO SILAGO 440 435 875 265 60,23 272 62,53 537 61,37 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 663 673 1.336 476 71,79 477 70,88 953 71,33 SUNGAI DAREH 1.000 1.749 2.749 953 95,30 957 54,72 1.910 69,48 3 SITIUNG SITIUNG I 761 745 1.506 550 72,27 561 75,30 1.111 73,77 GUNUNG MEDAN 243 297 540 205 84,36 211 71,04 416 77,04 4 TIMPEH TIMPEH 558 730 1.288 440 78,85 443 60,68 883 68,56 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 409 317 726 245 59,90 249 78,55 494 68,04 6 KOTO BARU KOTO BARU 1.698 1.701 3.399 1.190 70,08 1.200 70,55 2.390 70,31 7 KOTO SALAK SITIUNG II 889 889 1.778 620 69,74 628 70,64 1.248 70,19 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 674 678 1.352 460 68,25 468 69,03 928 68,64 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 1.048 1.036 2.084 710 67,75 718 69,31 1.428 68,52 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 602 622 1.224 380 63,12 381 61,25 761 62,17 11 TIUMANG TIUMANG 677 631 1.308 465 68,69 468 74,17 933 71,33 JUMLAH (KAB/KOTA) 9.662 10.503 20.165 6.959 72,02 7.033 66,96 13.992 69,39 Sumber: Dinas Kesehatan JUMLAH USILA (60TAHUN+) MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN

TABEL 53 CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN PENDUDUK MENURUT JENIS JAMINAN DAN JENIS KELAMIN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NO JENIS JAMINAN KESEHATAN JUMLAH % L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Jaminan Kesehatan Nasional 42.292 39.496 81.788 41,00 41,00 41,00 1.1 Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN 27.226 25.425 52.651 26,40 26,39 26,39 1.2 PBI APBD 7.619 7.116 14.735 7,39 7,39 7,39 1.3 Pekerja penerima upah (PPU) 7.447 6.955 14.402 7,22 7,22 7,22 1.4 Pekerja bukan penerima upah (PBPU)/mandiri 0 0 0 0,00 0,00 0,00 1.5 Bukan pekerja (BP) 0 0 0 0,00 0,00 0,00 2 Jamkesda 0 0 0 0,00 0,00 0,00 3 Asuransi Swasta 0 0 0 0,00 0,00 0,00 4 Asuransi Perusahaan 3 2 5 0,00 0,00 0,00 JUMLAH (KAB/KOTA) 42.295 39.498 81.793 41,01 41,00 41,00 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 54 NO JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN, RAWAT INAP, DAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN SARANA PELAYANAN KESEHATAN JUMLAH KUNJUNGAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 SILAGO 910 1.007 1.917 400 457 857 5 5 10 2 SIALANG 863 1.334 2.197 0 0 0 1 2 3 3 SUNGAI DAREH 7.160 10.285 17.445 0 0 0 25 31 56 4 SITIUNG I 1.806 2.375 4.181 229 235 464 18 7 25 5 GUNUNG MEDAN 879 1.187 2.066 0 0 0 6 6 12 6 TIMPEH 1.886 2.609 4.495 48 68 116 14 15 29 7 PADANG LAWEH 931 995 1.926 0 0 0 4 0 4 8 KOTO BARU 12.422 14.329 26.751 195 254 449 10 9 19 9 SITIUNG II 875 1.186 2.061 0 0 0 3 6 9 10 KOTO BESAR 4.909 6.856 11.765 0 0 0 37 47 84 11 SUNGAI RUMBAI 2.368 3.425 5.793 205 370 575 3 0 3 12 SUNGAI LIMAU 1.017 1.474 2.491 3 5 8 0 1 1 13 TIUMANG 1.922 2.245 4.167 0 0 0 4 2 6 SUB JUMLAH I 37.948 49.307 87.255 1.080 1.389 2.469 130 131 261 1 RS SUNGAI DAREH 1.187 2.250 3.437 1.465 1.016 2.481 0 0 0 SUB JUMLAH II 1.187 2.250 3.437 1.465 1.016 2.481 0 0 0 1 Sarana Yankes lainnya (sebutkan) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUB JUMLAH III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 39.135 51.557 90.692 2.545 2.405 4.950 130 131 261 JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA 103.144 96.338 199.482 103.144 96.338 199.482 CAKUPAN KUNJUNGAN (%) 37,9 53,5 45,5 2,5 2,5 2,5 Sumber: Dinas Kesehatan Catatan: Puskesmas non rawat inap hanya melayani kunjungan rawat jalan RAWAT JALAN RAWAT INAP JUMLAH

TABEL 55 JUMLAH TEMPAT TIDUR PASIEN KELUAR (HIDUP + MATI) ANGKA KEMATIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT PASIEN KELUAR MATI PASIEN KELUAR MATI 48 JAM DIRAWAT NO NAMA RUMAH SAKIT a L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 GDR NDR 1 RSUD SUNGAI DAREH 114 3.060 2.858 5.918 92 85 177 22 20 42 30,1 29,7 29,9 7,2 7,0 7,1 KABUPATEN/KOTA 114 3.060 2.858 5.918 92 85 177 22 20 42 3,0 3,0 3,0 0,7 0,7 0,7 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta

TABEL 56 INDIKATOR KINERJA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT NO NAMA RUMAH SAKIT a JUMLAH TEMPAT TIDUR PASIEN KELUAR (HIDUP + MATI) JUMLAH HARI PERAWATAN JUMLAH LAMA DIRAWAT BOR (%) BTO (KALI) TOI (HARI) ALOS (HARI) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 RSUD SUNGAI DAREH 114 5.918 19.175 25.094 46,1 51,91 3,79 4,2 KABUPATEN/KOTA 114 5918 19.175 25.094 46,1 51,91 3,8 4,24 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta

TABEL 57 PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (BER-PHBS) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS RUMAH TANGGA NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH JUMLAH JUMLAH % DIPANTAU DIPANTAU BER- PHBS % BER- PHBS 1 2 3 4 5 6 7 8 1 IX KOTO SILAGO 1.876 1.555 82,9 219 14,1 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 3.166 2.273 71,8 2.039 89,7 SUNGAI DAREH 3.704 4.417 119,2 3.092 70,0 3 SITIUNG SITIUNG I 3.174 3.267 102,9 1.555 47,6 GUNUNG MEDAN 2.438 2.438 100,0 1.457 59,8 4 TIMPEH TIMPEH 3.532 3.748 106,1 1.874 50,0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 1.282 1.490 116,2 1.063 71,3 6 KOTO BARU KOTO BARU 6.016 5.870 97,6 3.946 67,2 7 KOTO SALAK SITIUNG II 4.082 2.166 53,1 1.770 81,7 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 5.938 5.200 87,6 3.378 65,0 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 4.615 2.469 53,5 1.358 55,0 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 4.255 3.165 74,4 1.690 53,4 11 TIUMANG TIUMANG 2.966 3.074 103,6 2.067 67,2 JUMLAH (KAB/KOTA) 47.044 41.132 87,4 25.508 62,0 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 58 NO KECAMATAN PUSKESMAS PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS 2013 RUMAH MEMENUHI SYARAT (RUMAH SEHAT) JUMLAH RUMAH YANG BELUM RUMAH DIBINA RUMAH DIBINA MEMENUHI SYARAT RUMAH MEMENUHI SYARAT (RUMAH SEHAT) JUMLAH % MEMENUHI JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % SYARAT 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 IX KOTO SILAGO 1876 526 28,04 1350 1.350 100 24 1,78 550 29,32 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 2158 1.330 61,63 828 828 100 48 5,80 1.378 63,86 SUNGAI DAREH 4712 3.270 69,40 1442 1.442 100 70 4,85 3.340 70,88 3 SITIUNG SITIUNG I 3174 2.166 68,24 1008 1.008 100 74 7,34 2.240 70,57 GUNUNG MEDAN 2438 1.810 74,24 628 628 100 75 11,94 1.885 77,32 4 TIMPEH TIMPEH 3532 2.365 66,96 1167 1.167 100 76 6,51 2.441 69,11 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 1282 742 57,88 540 540 100 32 5,93 774 60,37 6 KOTO BARU KOTO BARU 6016 4.284 71,21 1732 1.732 100 150 8,66 4.434 73,70 7 KOTO SALAK SITIUNG II 4082 2.419 59,26 1663 1.663 100 77 4,63 2.496 61,15 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 5938 3.517 59,23 2421 2.421 100 76 3,14 3.593 60,51 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 4615 3.341 72,39 1274 1.274 100 93 7,30 3.434 74,41 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 4255 1.692 39,76 2563 2.563 100 53 2,07 1.745 41,01 11 TIUMANG TIUMANG 2966 1.698 57,25 1268 1.268 100 55 4,34 1.753 59,10 JUMLAH (KAB/KOTA) 47.044 29.160 61,98 17.884 17.884 100 903 5,05 30.063 63,90 Sumber: Dinas Kesehatan JUMLAH SELURUH RUMAH 2014

JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH % TABEL 59 PENDUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM BERKUALITAS (LAYAK) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS BUKAN JARINGAN PERPIPAAN SUMUR GALI TERLINDUNG SUMUR GALI DENGAN POMPA SUMUR BOR DENGAN POMPA TERMINAL AIR MATA AIR TERLINDUNG PENAMPUNGAN AIR HUJAN PERPIPAAN (PDAM,BPSPAM) PENDUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM LAYAK NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDUDU K MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 1 IX KOTO SILAGO 7.535 320 4.480 220 3.261 15 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 542 5420 0 0 0 0 0 0 659 3295 455 2274 5.535 73,46015 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 12.078 1.736 10.561 1.382 8.912 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 91 910 72 359 48 240 38 190 0 0 0 0 9.461 78,33 SUNGAI DAREH 26.532 3.632 24.316 3.039 20.751 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20.751 78,21 3 SITIUNG SITIUNG I 12.894 2.788 11.152 2.449 10.866 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 72 720 63 313 29 145 25 126 0 0 0 0 11.305 87,68 GUNUNG MEDAN 10.414 1.884 10.732 1.664 9.597 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 21 210 18 92 19 95 17 84 72 360 63 317 10.090 96,89 4 TIMPEH TIMPEH 13.557 2.336 14.016 1.886 11.316 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 124 1240 99 496 18 90 14 72 81 405 65 324 12.208 90,05 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 6.013 939 5.634 675 3.384 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 100 500 71 355 3.739 62,18 6 KOTO BARU KOTO BARU 29.457 4.742 28.452 3.928 25.020 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 25.020 84,94 7 KOTO SALAK SITIUNG II 15.076 3.479 13.916 2.764 11.033 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 440 2200 348 1738 12.771 84,71 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 22.929 4.990 19.960 4.039 18.127 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 26 130 21 104 491 2455 393 1964 20.195 88,08 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 19.631 4.240 17.523 3.596 16.510 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 16.510 84,10 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 12.516 2.231 6.693 1.575 1.875 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 568 2840 398 1590 0 0 0 0 618 3090 433 2163 5.628 44,97 11 TIUMANG TIUMANG 10.849 2.562 10.248 2.008 8.933 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 10 2 8 110 550 86 429 9.370 86,37 JUMLAH (KAB/KOTA) 199.482 35.879 177.683 29.225 149.585 73 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1418 11340 650 2850 142 710 117 584 2571 12855 1914 9564 162.583 81,50279 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 60 PERSENTASE KUALITAS AIR MINUM DI PENYELENGGARA AIR MINUM YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN NO KECAMATAN JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 1 IX KOTO SILAGO 0 0 0 0,00 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 0 0 0 0,00 SUNGAI DAREH 1 1 1 100 3 SITIUNG SITIUNG I 1 0 0 0,00 GUNUNG MEDAN 0 0 0 0,00 4 TIMPEH TIMPEH 0 0 0 0,00 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 0 0 0 0,00 6 KOTO BARU KOTO BARU 0 0 0 0,00 7 KOTO SALAK SITIUNG II 0 0 0 0,00 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 0 0 0 0,00 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 0 0 0 0,00 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 0 0 0 0,00 11 TIUMANG TIUMANG 0 0 0 0,00 JUMLAH (KAB/KOTA) 2 1 1 100 Sumber: Dinas Kesehatan PUSKESMAS JUMLAH PENYELENGGARA AIR MINUM JUMLAH SAMPEL DIPERIKSA MEMENUHI SYARAT (FISIK, BAKTERIOLOGI, DAN KIMIA)

JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA % PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA % PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA % PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH PENDUDUK JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA % PENDUDUK PENGGUNA TABEL 61 PENDUDUK DENGAN AKSES TERHADAP FASILITAS SANITASI YANG LAYAK (JAMBAN SEHAT) MENURUT JENIS JAMBAN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS JENIS SARANA JAMBAN KOMUNAL LEHER ANGSA PLENGSENGAN MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT CEMPLUNG MEMENUHI SYARAT PENDUDUK DENGAN AKSES SANITASI LAYAK (JAMBAN SEHAT) JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 1 IX KOTO SILAGO 7535 0 0 0 0 0 392 2.050 392 2.050 100 0 0 0 0 0 62 302 62 302 100 2.352 31,2 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 12078 0 0 0 0 0 1.288 8.423 1.288 8.423 100 0 0 0 0 0 435 1.556 435 1.556 100 9.979 82,6 SUNGAI DAREH 26532 0 0 0 0 0 3.363 21.238 3.363 21.238 100 0 0 0 0 0 1.349 3.420 1.349 3.420 100 24.658 92,9 3 SITIUNG SITIUNG I 12894 0 0 0 0 0 2.499 7.479 2.499 7.479 100 0 0 0 0 0 481 1.705 481 1.705 100 9.184 71,2 GUNUNG MEDAN 10414 0 0 0 0 0 1.968 9.563 1.968 9.563 100 0 0 0 0 0 119 682 119 682 100 10.245 98,4 4 TIMPEH TIMPEH 13557 0 0 0 0 0 1.948 7.979 1.948 7.979 100 0 0 0 0 0 986 4.765 986 4.765 100 12.744 94,0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 6013 0 0 0 0 0 1.076 4.527 1.076 4.527 100 0 0 0 0 0 65 100 65 100 100 4.879 81,1 6 KOTO BARU KOTO BARU 29457 0 0 0 0 0 4.423 24.427 4.423 24.427 100 0 0 0 0 0 808 3.468 808 3.468 100 27.895 94,7 7 KOTO SALAK SITIUNG II 15076 0 0 0 0 0 1.590 7.471 1.590 7.471 100 0 0 0 0 0 1.981 8.129 1.981 8.129 100 15.600 103,5 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 22929 0 0 0 0 0 4.477 18.438 4.477 18.438 100 0 0 0 0 0 526 2.709 526 2.709 100 21.147 92,2 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 19631 0 0 0 0 0 3.712 15.024 3.712 15.024 100 0 0 0 0 0 68 582 68 582 100 15.606 79,5 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 12516 0 0 0 0 0 1.542 2.900 1.542 2.900 100 0 0 0 0 0 103 557 103 557 100 3.457 27,6 11 TIUMANG TIUMANG 10849 0 0 0 0 0 2.454 9.499 2.454 9.499 100 0 0 0 0 0 354 2.011 354 2.011 100 11.510 106,1 JUMLAH (KAB/KOTA) 199.482 0 0 0 0 0 30.732 139.018 30.732 139.018 100 0 0 0 0 0 7.337 29.986 7.337 29.986 100 169.256 84,8 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 62 DESA YANG MELAKSANAKAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) JUMLAH DESA/ NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA MELAKSANAKAN DESA STOP BABS KELURAHAN DESA STBM STBM (SBS) JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 IX KOTO SILAGO 21 4 19,05 0 0,00 0 0,00 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 10 2 20,00 0 0,00 0 0,00 SUNGAI DAREH 21 4 19,05 4 19,05 4 19,05 3 SITIUNG SITIUNG I 11 2 18,18 0 0,00 0 0,00 GUNUNG MEDAN 11 2 18,18 0 0,00 0 0,00 4 TIMPEH TIMPEH 21 5 23,81 0 0,00 0 0,00 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 17 4 23,53 1 5,88 1 5,88 6 KOTO BARU KOTO BARU 26 4 15,38 0 0,00 0 0,00 7 KOTO SALAK SITIUNG II 29 5 17,24 0 0,00 0 0,00 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 32 7 21,88 2 6,25 2 6,25 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 24 4 16,67 0 0,00 0 0,00 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 22 5 22,73 0 0,00 0 0,00 11 TIUMANG TIUMANG 17 4 23,53 0 0,00 0 0,00 JUMLAH (KAB/KOTA) 262 52 19,8 7 2,67 7 2,67 Sumber: Dinas Kesehatan

SD SLTP SLTA PUSKESMAS RUMAH SAKIT UMUM BINTANG NON BINTANG JUMLAH TTU JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % TABEL 63 PERSENTASE TEMPAT-TEMPAT UMUM MEMENUHI SYARAT KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS YANG ADA TEMPAT-TEMPAT UMUM MEMENUHI SYARAT KESEHATAN NO KECAMATAN PUSKESMAS SARANA PENDIDIKAN SARANA KESEHATAN HOTEL SD SARANA PENDIDIKAN SLTP SLTA SARANA KESEHATAN PUSKESMAS RUMAH SAKIT UMUM BINTANG HOTEL NON BINTANG TEMPAT-TEMPAT UMUM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 1 IX KOTO SILAGO 15 4 1 1 0 0 0 21 7 46,67 2 50,00 0 0,00 1 100 0 0,00 0 0,00 0 0,00 10 47,62 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 11 4 2 1 0 0 1 19 4 36,36 2 50,00 1 50,00 1 100 0 0,00 0 0,00 1 100 9 47,37 SUNGAI DAREH 15 7 5 1 1 0 0 29 9 60,00 3 42,86 2 40,00 1 100 1 100 0 0,00 0 0,00 16 55,17 3 SITIUNG SITIUNG I 11 6 7 1 0 0 0 25 6 54,55 3 50,00 3 42,86 1 100 0 0,00 0 0,00 0 0,00 13 52,00 GUNUNG MEDAN 9 1 0 1 0 0 2 13 4 44,44 1 100 0 0,00 1 100 0 0,00 0 0,00 1 50,00 7 53,85 4 TIMPEH TIMPEH 12 5 3 1 0 0 0 21 7 58,33 2 40,00 1 33,33 1 100 0 0,00 0 0,00 0 0,00 11 52,38 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 4 1 0 1 0 0 0 6 1 25,00 1 100 0 0,00 1 100 0 0,00 0 0,00 0 0,00 3 50,00 6 KOTO BARU KOTO BARU 17 9 9 1 0 0 3 39 11 64,71 4 44,44 3 33,33 1 100 0 0,00 0 0,00 1 33,33 20 51,28 7 KOTO SALAK SITIUNG II 13 3 1 1 0 0 0 18 5 38,46 2 66,67 1 100 1 100 0 0,00 0 0,00 0 0,00 9 50,00 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 17 4 1 1 0 0 0 23 9 52,94 1 25,00 1 100 1 100 0 0,00 0 0,00 0 0,00 12 52,17 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 10 4 2 1 0 0 2 19 4 40,00 3 75,00 2 100 1 100 0 0,00 0 0,00 1 50,00 11 57,89 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 9 1 0 1 0 0 0 11 3 33,33 1 100 0 0,00 1 100 0 0,00 0 0,00 0 0,00 5 45,45 11 TIUMANG TIUMANG 13 2 0 1 0 0 0 16 6 46,15 1 50,00 0 0,00 1 100 0 0,00 0 0,00 0 0,00 8 50,00 JUMLAH (KAB/KOTA) 156 51 31 13 1 0 8 260 76 49 26 51 14 45 13 100 1 100 0 0 4 50 134 52 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 64 NO KECAMATAN TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN (TPM) MENURUT STATUS HIGIENE SANITASI JASA BOGA RUMAH MAKAN/ RESTORAN DEPOT AIR MINUM (DAM) MAKANAN JAJANAN TOTAL % JASA BOGA RUMAH MAKAN/ RESTORAN DEPOT AIR MINUM (DAM) MAKANAN JAJANAN TOTAL % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 IX KOTO SILAGO 58 0 3 3 23 29 50,00 0 4 3 22 29 50,00 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 145 0 10 9 56 75 51,72 0 14 9 47 70 48,28 SUNGAI DAREH 306 2 25 39 98 164 53,59 3 14 39 86 142 46,41 3 SITIUNG SITIUNG I 96 0 4 14 33 51 53,13 0 11 14 20 45 46,88 GUNUNG MEDAN 101 1 8 7 37 53 52,48 0 7 7 34 48 47,52 4 TIMPEH TIMPEH 136 0 9 11 51 71 52,21 0 6 11 48 65 47,79 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 74 0 3 1 35 39 52,70 0 4 1 30 35 47,30 6 KOTO BARU KOTO BARU 123 0 7 20 37 64 52,03 0 26 20 13 59 47,97 7 KOTO SALAK SITIUNG II 98 0 2 7 41 50 51,02 0 2 7 39 48 48,98 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 219 2 7 15 90 114 52,05 3 18 15 69 105 47,95 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 237 1 12 13 98 124 52,32 0 9 13 91 113 47,68 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 51 0 2 3 21 26 50,98 0 5 3 17 25 49,02 11 TIUMANG TIUMANG 82 0 1 3 39 43 52,44 0 0 3 36 39 47,56 JUMLAH (KAB/KOTA) 1726 6 93 145 659 903 52,32 6 120 145 552 823 47,68 Sumber: Dinas Kesehatan PUSKESMAS JUMLAH TPM TPM MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI TPM TIDAK MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI

JUMLAH TPM TIDAK MEMENUHI SYARAT JASA BOGA RUMAH MAKAN/ RESTORAN DEPOT AIR MINUM (DAM) MAKANAN JAJANAN TOTAL PERSENTASE TPM DIBINA JUMLAH TPM MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI JASA BOGA RUMAH MAKAN/ RESTORAN DEPOT AIR MINUM (DAM) MAKANAN JAJANAN TOTAL PERSENTASE TPM DIUJI PETIK TABEL 65 TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN DIBINA DAN DIUJI PETIK JUMLAH TPM DIBINA JUMLAH TPM DIUJI PETIK NO KECAMATAN PUSKESMAS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 1 IX KOTO SILAGO 29 0 2 3 9 14 48,28 29 0 0 3 0 3 10,34 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 70 0 5 9 20 34 48,57 75 0 0 9 0 9 12,00 SUNGAI DAREH 142 1 4 39 25 69 48,59 164 0 0 39 1 40 24,39 3 SITIUNG SITIUNG I 45 0 5 14 4 23 51,11 51 0 0 14 1 15 29,41 GUNUNG MEDAN 48 0 3 7 13 23 47,92 53 0 0 7 0 7 13,21 4 TIMPEH TIMPEH 65 0 2 11 17 30 46,15 71 0 0 11 0 11 15,49 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 35 0 2 1 12 15 42,86 39 0 0 1 0 1 2,56 6 KOTO BARU KOTO BARU 59 0 6 20 3 29 49,15 64 0 0 20 1 21 32,81 7 KOTO SALAK SITIUNG II 48 0 2 7 12 21 43,75 50 0 0 7 0 7 14,00 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 105 3 6 15 22 46 43,81 114 0 0 15 3 18 15,79 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 113 0 3 13 40 56 49,56 124 0 0 13 1 14 11,29 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 25 0 2 3 7 12 48,00 26 0 0 3 0 3 11,54 11 TIUMANG TIUMANG 39 0 0 3 13 16 41,03 43 0 0 3 0 3 6,98 JUMLAH (KAB/KOTA) 823 4 42 145 197 388 47,14 903 0 0 145 7 152 16,83 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 66 NO NAMA OBAT PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN SATUAN TERKECIL KEBUTUHAN TOTAL PENGGUNAAN SISA STOK JUMLAH OBAT/VAKSIN PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT/VAKSIN 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Alopurinol tablet 100 mg tablet 23.270 37.498 7.000 44.498 191 2 Aminofilin tablet 200 mg tablet 11.318 5.492 6.300 11.792 104 3 Aminofilin injeksi 24 mg/ml tablet 363 242 300 542 149 4 Amitripilin tablet salut 25 mg (HCL) tablet 2.090 6.104 5.500 11.604 555 5 Amoksisilin kapsul 250 mg kapsul 28.268 29.800 44.400 74.200 262 6 Amoksisilin kaplet 500 mg kaplet 198.488 191.705 224.500 416.205 210 7 Amoksisilin sirup kering 125 mg/ 5 mg botol 6.225 6.990 7.940 14.930 240 8 Metampiron tablet 500 mg tablet 35.683 31.795 39.800 71.595 201 9 Metampiron injeksi 250 mg ampul 54 97 240 337 624 10 Antasida DOEN I tablet kunyah, kombinasi :Aluminium Hidroksida 200 mg + Magnesium Hidroksida 200 mg tablet 108.771 105.758 135.100 240.858 221 11 Anti Bakteri DOEN saleb kombinasi : Basitrasin 500 IU/g + polimiksin 10.000 IU/g 12 Antihemoroid DOEN kombinasi : Bismut Subgalat 150 mg + Heksaklorofen 250 mg 13 Antifungi DOEN Kombinasi : Asam Benzoat 6% + Asam Salisilat 3% tube 455 999 2.498 3.497 769 supp 1.178 1.479 270 1.749 148 pot 91 241 1.607 1.848 2.031 14 Antimigren : Ergotamin tartrat 1 mg + Kofein 50 mg tablet 190 865 2.200 3.065 1.613 15 Antiparkinson DOEN tablet kombinasi : Karbidopa 25 mg + tablet - - 100 100 - Levodopa 250 mg 16 Aqua Pro Injeksi Steril, bebas pirogen vial 545 598 240 838 154 17 Asam Askorbat (vitamin C) tablet 50 mg tablet 145.631 156.470 140.000 296.470 204 18 Asam Asetisalisilat tablet 100 mg (Asetosal) tablet 950 1.530 14.200 15.730 1.656 19 Asam Asetisalisilat tablet 500 mg (Asetosal) tablet 1.050 1.400 4.000 5.400 514 20 Atropin sulfat tablet 0,5 mg tablet - 4 4.000 4.004-21 Atropin tetes mata 0,5% botol - 43 576 619-22 Atropin injeksi l.m/lv/s.k. 0,25 mg/ml - 1 ml (sulfat) ampul 100 245 120 365 365 23 Betametason krim 0,1 % krim 1.724 2.254 4.992 7.246 420 24 Deksametason Injeksi I.v. 5 mg/ml ampul 1.223 1.440 1.100 2.540 208 25 Deksametason tablet 0,5 mg tablet 90.214 105.587 92.700 198.287 220 26 Dekstran 70-larutan infus 6% steril botol 24 4-4 17 27 Dekstrometorfan sirup 10 mg/5 ml (HBr) botol 1.462 907-907 62 28 Dekstrometorfan tablet 15 mg (HBr) tablet 28.562 21.267-21.267 74 29 Diazepam Injeksi 5mg/ml ampul 169 192 1.350 1.542 912 30 Diazepam tablet 2 mg tablet 13.226 16.231 60.900 77.131 583 31 Diazepam tablet 5 mg tablet 1.153 1.216 1.500 2.716 236 32 Difenhidramin Injeksi I.M. 10 mg/ml (HCL) ampul 222 11 90 101 45 33 Diagoksin tablet 0,25 mg tablet 489 1.482 2.200 3.682 753 34 Efedrin tablet 25 mg (HCL) tablet 10.005 9.626 6.000 15.626 156 35 Ekstrks belladona tablet 10 mg tablet 30 1.735 3.500 5.235 17.450 36 Epinefrin (Adrenalin) injeksi 0,1% (sebagai HCL) ampul 102 573-573 562 37 Etakridin larutan 0,1% botol 417 338 736 1.074 258 38 Fenitoin Natriun Injeksi 50 mg/ml ampul - - 200 200-39 Fenobarbital Injeksi I.m/I.v 50 mg/ml ampul 54 79 720 799 1.480 40 Fenobarbital tablet 30 mg tablet 10.195 10.261 8.000 18.261 179 41 Fenoksimetil Penisilin tablet 250 mg tablet - - 3.000 3.000-42 Fenoksimetil Penisilin tablet 500 mg tablet - - 2.800 2.800-43 Fenol Gliserol tetes telinga 10% botol 368 345 792 1.137 309 44 Fitomenadion (Vit. K1) injeksi 10 mg/ml ampul 1.247 1.434 8.010 9.444 757 45 Fitomenadion (Vit. K1) tablet salut gula 10 mg tablet 9.209 11.930 13.800 25.730 279 46 Furosemid tablet 40 mg tablet 5.725 7.469 8.700 16.169 282 47 Gameksan lotion 1 % botol 36 - - - - 48 Garam Oralit I serbuk Kombinasi : Natrium 0,70 g, Kalium sach 12.961 16.496 23.500 39.996 309 klorida 0,30 g, Tribatrium Sitrt dihidrat 0,58 g 49 Gentian Violet Larutan 1 % botol 715 712 970 1.682 235 50 Glibenklamida tablet 5 mg tablet 14.180 17.253 34.600 51.853 366 51 Gliseril Gualakolat tablet 100 mg tablet 77.708 76.650 60.000 136.650 176 52 Gliserin botol - - - - - 53 Glukosa larutan infus 5% botol 1.021 1.044 1.940 2.984 292 54 Glukosa larutan infus 10% botol 103 184 640 824 800 55 Glukosa larutan infus 40% steril (produk lokal) ampul 2-294 294 14.700 56 Griseofulvin tablet 125 mg, micronized tablet 8.429 3.755-3.755 45 57 Haloperidol tablet 0,5 mg tablet 3.209 2.690 4.800 7.490 233 58 Haloperidol tablet 1,5 mg tablet 13.369 21.730 6.800 28.530 213 59 Haloperidol tablet 5 mg tablet 4.920 9.567 23.500 33.067 672 60 Hidroklorotiazida tablet 25 mg tablet 3.642 2.788-2.788 77 61 Hidrkortison krim 2,5% tube 1.636 2.033 3.672 5.705 349 62 Ibuprofen tablet 200 mg tablet 22.945 19.716 5.000 24.716 108 63 Ibuprofen tablet 400 mg tablet 39.707 54.253 49.000 103.253 260 64 Isosorbid Dinitrat Tablet Sublingual 5 mg tablet 1.345 1.195 1.600 2.795 208 65 Kalsium Laktat (Kalk) tablet 500 mg tablet 81.995 69.020 11.000 80.020 98 66 Kaptopril tablet 12,5 mg tablet 45.037 49.926 27.200 77.126 171 67 Kaptopril tablet 25 mg tablet 33.993 45.885 4.900 50.785 149 68 Karbamazepim tablet 200 mg tablet 5.352 4.375 9.600 13.975 261 69 Ketamin Injeksi 10 mg/ml vial - - - - -

NO NAMA OBAT PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN SATUAN TERKECIL KEBUTUHAN TOTAL PENGGUNAAN SISA STOK JUMLAH OBAT/VAKSIN PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT/VAKSIN 1 2 3 4 5 6 7 8 70 Klofazimin kapsul 100 mg microzine kapsul - - - - - 71 Kloramfenikol kapsul 250 mg kapsul 10.889 4.726 4.000 8.726 80 72 Kloramfenikol tetes telinga 3 % botol 521 729 224 953 183 73 Kloraniramina mealeat (CTM) tablet 4 mg tablet 175.970 185.121 290.400 475.521 270 74 Klorpromazin injeksi i.m 5 mg/ml-2ml (HCL) ampul 30 16 1.560 1.576 5.253 75 Klorpromazin injeksi i.m 25 mg/ml (HCL) ampul - - - - - 76 Klorpromazin tablet salut 25 mg (HCL) tablet - - 2.000 2.000-77 Klorpromazin HCl tablet salut 100 mg (HCL) tablet 18.739 22.194 6.700 28.894 154 78 Anti Malaria DOEN Kombinasi Pirimetamin 25 mg + tablet - 5-5 - Sulfadoxin 500 mg 79 Kotrimosazol Suspensi Kombinasi :Sulfametoksazol 200 mg botol 2.454 2.280 1.500 3.780 154 + Trimetoprim 40 mg/ 5 ml 80 Kotrimosazol DOEN I (dewasa) Kombinasi : tablet 24.329 27.487 24.000 51.487 212 Sulfametoksazol 400 mg, Trimetoprim 80 mg 81 Kotrimosazol DOEN II (pediatrik) Kombinasi : tablet 1.137 1.913 18.800 20.713 1.822 Sulfametoksazol 100 mg, Trimetoprim 20 mg 82 Kuinin (kina) tablet 200 mg tablet - - - - - 83 Kuinin Dihidrokklorida injeksi 25%-2 ml ampul 127 - - - - 84 Lidokain injeksi 2% (HCL) + Epinefrin 1 : 80.000-2 ml vial 6.305 6.001 14.940 20.941 332 85 Magnesium Sulfat inj (IV) 20%-25 ml vial 216 56 670 726 336 86 Magnesium Sulfat inj (IV) 40%-25 ml vial 65 218 586 804 1.237 87 Magnesium Sulfat serbuk 30 gram sach - - - - - 88 Mebendazol sirup 100 mg / 5 ml botol - - - - - 89 Mebendazol tablet 100 mg tablet - - - - - 90 Metilergometrin Maleat (Metilergometrin) tablet salut 0,125 tablet 5.675 7.560 6.000 13.560 239 mg 91 Metilergometrin Maleat injeksi 0,200 mg -1 ml ampul 951 1.151 3.720 4.871 512 92 Metronidazol tablet 250 mg tablet 4.458 4.624 2.700 7.324 164 93 Natrium Bikarbonat tablet 500 mg tablet 12.216 13.859 40.000 53.859 441 94 Natrium Fluoresein tetes mata 2 % botol - - - - - 95 Natrium Klorida larutan infus 0,9 % botol 1.115 1.125 1.260 2.385 214 96 Natrium Thiosulfat injeksi I.v. 25 % ampul - - - - - 97 Nistatin tablet salut 500.000 IU/g tablet 1.172 2.033 1.800 3.833 327 98 Nistatin Vaginal tablet salut 100.000 IU/g tablet 1.087 1.348 1.200 2.548 234 99 Obat Batuk hitam ( O.B.H.) botol 1.470 1.689 1.000 2.689 183 100 Oksitetrasiklin HCL salep mata 1 % tube 1.011 1.245 2.675 3.920 388 101 Oksitetrasiklin injeksi I.m. 50 mg/ml-10 ml vial 18 4-4 22 102 Oksitosin injeksi 10 UI/ml-1 ml ampul 1.729 3.000 3.200 6.200 359 103 Paracetamol sirup 120 mg / 5 ml botol 6.924 7.630 6.991 14.621 211 104 Paracetamol tablet 100 mg tablet 71.045 46.733 49.000 95.733 135 105 Paracetamol tablet 500 mg tablet 233.806 276.575 192.000 468.575 200 106 Pilokarpin tetes mata 2 % (HCL/Nitrat) botol - - - - - 107 Pirantel tab. Score (base) 125 mg tablet 10.976 10.148 22.900 33.048 301 108 Piridoksin (Vitamin B6) tablet 10 mg (HCL) tablet 56.833 59.807 46.000 105.807 186 109 Povidon Iodida larutan 10 % botol 892 498 302 800 90 110 Povidon Iodida larutan 10 % botol 205 227 294 521 254 111 Prednison tablet 5 mg tablet 28.671 26.771 15.000 41.771 146 112 Primakuin tablet 15 mg tablet 1.646 278-278 17 113 Propillitiourasil tablet 100 mg tablet 1.515 2.610 5.300 7.910 522 114 Propanol tablet 40 mg (HCL) tablet 876 1.398 8.700 10.098 1.153 115 Reserpin tablet 0,10 mg tablet - - - - - 116 Reserpin tablet 0,25 mg tablet - - - - - 117 Ringer Laktat larutan infus botol 6.294 7.341 5.960 13.301 211 118 Salep 2-4, kombinasi: Asam Salisilat 2% + Belerang endap tube 471 324 480 804 171 4% 119 Salisil bedak 2% kotak 611 545 110 655 107 120 Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 5 ml (ABU I) vial 42 66 65 131 312 121 Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 50 ml (ABU II) vial - - - - - 122 Serum Anti Difteri Injeksi 20.000 IU/vial (A.D.S.) vial - - - - - 123 Serum Anti Tetanus Injeksi 1.500 IU/ampul (A.T.S.) ampul 433 738 140 878 203 124 Serum Anti Tetanus Injeksi 20.000 IU/vial (A.T.S.) vial - - - - - 125 Sianokobalamin (Vitamin B12) injeksi 500 mcg ampul 698 140 500 640 92 126 Sulfasetamida Natrium tetes mata 15 % botol - - - - - 127 Tetrakain HCL tetes mata 0,5% botol - - - - - 128 Tetrasiklin kapsul 250 mg kapsul 4.390 8.018-8.018 183 129 Tetrasiklin kapsul 500 mg kapsul 2.335 3.381 16.700 20.081 860 130 Tiamin (vitamin B1) injeksi 100 mg/ml ampul 203 239-239 118 131 Tiamin (vitamin B1) tablet 50 mg (HCL/Nitrat) tablet 26.549 66.180 31.000 97.180 366 132 Tiopental Natrium serbuk injeksi 1000 mg/amp ampul 30 - - - - 133 Triheksifenidil tablet 2 mg tablet 21.610 30.393 10.900 41.293 191 134 Vaksin Rabies Vero vial 258 295 164 459 178 135 Vitamin B Kompleks tablet tablet 126.162 94.462 57.500 151.962 120 VAKSIN 136 BCG vial 1.802 1.930 545 2.475 137 137 T T vial 1.241 805 455 1.260 102 138 D T vial 103 720 170 890 864 139 CAMPAK 10 Dosis vial 2.081 2.518 543 3.061 147 140 POLIO 10 Dosis vial 2.624 3.446 570 4.016 153 141 DPT-HB vial 2.825 3.210 220 3.430 121 142 HEPATITIS B 0,5 ml ADS vial 3.324 3.181 539 3.720 112 143 POLIO 20 Dosis vial - - - - - 144 CAMPAK 20 Dosis vial - - - - - Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 67 JUMLAH SARANA KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN NO FASILITAS KESEHATAN PEMILIKAN/PENGELOLA KEMENKES PEM.PROV PEM.KAB/KOTA TNI/POLRI BUMN SWASTA JUMLAH 1 2 3 4 5 6 7 8 9 RUMAH SAKIT 1 RUMAH SAKIT UMUM 0 0 1 0 0 0 1 2 RUMAH SAKIT KHUSUS 0 0 0 0 0 0 - PUSKESMAS DAN JARINGANNYA 1 PUSKESMAS RAWAT INAP 0 0 7 0 0 0 - JUMLAH TEMPAT TIDUR 0 0 44 0 0 0 2 PUSKESMAS NON RAWAT INAP 0 0 6 0 0 0 3 PUSKESMAS KELILING 0 0 20 0 0 0 4 PUSKESMAS PEMBANTU 0 0 44 0 0 0 SARANA PELAYANAN LAIN 1 RUMAH BERSALIN 0 0 0 0 0 0-2 BALAI PENGOBATAN/KLINIK 0 0 0 0 0 21 21 3 PRAKTIK DOKTER BERSAMA 0 0 0 0 0 0-4 PRAKTIK DOKTER PERORANGAN 0 0 0 0 0 79 79 5 PRAKTIK PENGOBATAN TRADISIONAL 0 0 0 0 0 0-6 BANK DARAH RUMAH SAKIT 0 0 0 0 0 0-7 UNIT TRANSFUSI DARAH 0 0 1 0 0 0 1 SARANA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN 1 INDUSTRI FARMASI 0 0 0 0 0 0-2 INDUSTRI OBAT TRADISIONAL 0 0 0 0 0 0-3 USAHA KECIL OBAT TRADISIONAL 0 0 0 0 0 0-4 PRODUKSI ALAT KESEHATAN 0 0 0 0 0 0-5 PEDAGANG BESAR FARMASI 0 0 0 0 0 0-6 APOTEK 0 0 0 0 0 22 22 7 TOKO OBAT 0 0 0 0 0 22 22 8 PENYALUR ALAT KESEHATAN 0 0 0 0 0 0 - Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 68 PERSENTASE SARANA KESEHATAN (RUMAH SAKIT) DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR ) LEVEL I NO SARANA KESEHATAN JUMLAH SARANA MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN. GADAR LEVEL I JUMLAH % 1 2 3 4 5 1 RUMAH SAKIT UMUM 1 1 100 2 RUMAH SAKIT KHUSUS 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 1 1 100 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 69 JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS STRATA POSYANDU POSYANDU AKTIF PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JUMLAH JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 IX KOTO SILAGO 1 6,25 9 56,25 4 25,00 2 12,50 16 6 37,50 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 0 0,00 0 0,00 1 8,33 11 91,67 12 12 100 SUNGAI DAREH 0 0,00 11 45,83 10 41,67 3 12,50 24 13 54,17 3 SITIUNG SITIUNG I 0 0,00 0 0,00 12 80,00 3 20,00 15 15 100 GUNUNG MEDAN 0 0,00 4 26,67 6 40,00 5 33,33 15 11 73,33 4 TIMPEH TIMPEH 0 0,00 9 39,13 10 43,48 4 17,39 23 14 60,87 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 0 0,00 3 30,00 1 10,00 6 60,00 10 7 70,00 6 KOTO BARU KOTO BARU 0 0,00 0 0,00 17 53,13 15 46,88 32 32 100 7 KOTO SALAK SITIUNG II 0 0,00 0 0,00 15 65,22 8 34,78 23 23 100 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 0 0,00 0 0,00 4 17,39 17 73,91 21 21 100 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 0 0,00 1 4,35 8 34,78 11 47,83 20 19 95,00 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 0 0,00 3 13,04 10 43,48 0 0,00 13 10 76,92 11 TIUMANG TIUMANG 0 0,00 0 0,00 11 47,83 4 17,39 15 15 100 JUMLAH (KAB/KOTA) RASIO POSYANDU PER 100 BALITA 1 0,42 40 16,74 109 45,61 89 37,24 239 198 82,85 1 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 70 JUMLAH UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) MENURUT KECAMATAN NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA/ UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) KELURAHAN POSKESDES POLINDES POSBINDU 1 2 3 4 5 6 7 1 IX KOTO SILAGO 21 4 7 1 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 10 4 0 4 SUNGAI DAREH 21 4 0 3 3 SITIUNG SITIUNG I 11 7 0 1 GUNUNG MEDAN 11 5 0 2 4 TIMPEH TIMPEH 21 10 0 1 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 17 4 1 1 6 KOTO BARU KOTO BARU 26 4 0 2 7 KOTO SALAK SITIUNG II 29 5 0 1 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 32 10 0 1 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 24 6 0 3 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 22 6 0 1 11 TIUMANG TIUMANG 17 7 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 262 76 8 21 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 71 JUMLAH DESA SIAGA MENURUT KECAMATAN NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH DESA/ KELURAHAN DESA/KELURAHAN SIAGA PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 IX KOTO SILAGO 21 3 1 0 0 4 19,05 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 10 1 1 0 0 2 20,00 SUNGAI DAREH 21 3 1 0 0 4 19,05 3 SITIUNG SITIUNG I 11 0 2 0 0 2 18,18 GUNUNG MEDAN 11 2 0 0 0 2 18,18 4 TIMPEH TIMPEH 21 2 3 0 0 5 23,81 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 17 4 0 0 0 4 23,53 6 KOTO BARU KOTO BARU 26 3 1 0 0 4 15,38 7 KOTO SALAK SITIUNG II 29 1 3 1 0 5 17,24 8 KOTO BESAR KOTO BESAR 32 2 2 2 1 7 21,88 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 24 2 2 0 0 4 16,67 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 22 3 2 0 0 5 22,73 11 TIUMANG TIUMANG 17 3 1 0 0 4 23,53 JUMLAH (KAB/KOTA) 262 29 19 3 1 52 19,85 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 72 JUMLAH TENAGA MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN NO UNIT KERJA DR SPESIALIS a DOKTER UMUM TOTAL DOKTER GIGI DOKTER GIGI SPESIALIS TOTAL L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 PUSKESMAS SILAGO 0 0 0 1 1 2 1 1 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 PUSKESMAS SIALANG 0 0 0 0 2 2 0 2 2 0 1 1 0 0 0 0 1 1 3 PUSKESMAS SUNGAI DAREH 0 0 0 0 2 2 0 2 2 0 2 2 0 0 0 0 2 2 4 PUSKESMAS SITIUNG I 0 0 0 1 3 4 1 3 4 0 1 1 0 0 0 0 1 1 5 PUSKESMAS GUNUNG MEDAN 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 1 1 6 PUSKESMAS TIMPEH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 7 PUSKESMAS PADANG LAWEH 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 PUSKESMAS KOTO BARU 0 0 0 1 2 3 1 2 3 1 2 3 0 0 0 1 2 3 9 PUSKESMAS SITIUNG II 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 1 10 PUSKESMAS KOTO BESAR 0 0 0 1 1 2 1 1 2 0 1 1 0 0 0 0 1 1 11 PUSKESMAS SUNGAI RUMBAI 0 0 0 1 3 4 1 3 4 0 2 2 0 0 0 0 2 2 12 PUSKESMAS SUNGAI LIMAU 0 0 0 1 2 3 1 2 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 13 PUSKESMAS TIUMANG 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 0 0 0 7 19 26 7 19 26 1 13 14 0 0 0 1 13 14 1 RSUD SUNGAI DAREH 5 2 7 8 6 14 13 8 21 0 2 2 0 0 0 0 2 2 SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 5 2 7 8 6 14 13 8 21 0 2 2 0 0 0 0 2 2 SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 LABKESDA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 INSTALASI GUDANG FARMASI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 5 2 7 15 25 40 20 27 47 1 15 16 0 0 0 1 15 16 RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 4 20 24 8 0 8 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan : a termasuk S3

TABEL 73 JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI FASILITAS KESEHATAN NO UNIT KERJA BIDAN PERAWAT a PERAWAT GIGI L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 PUSKESMAS SILAGO 4 2 4 6 0 0 0 2 PUSKESMAS SIALANG 7 2 6 8 0 1 1 3 PUSKESMAS SUNGAI DAREH 10 2 5 7 0 1 1 4 PUSKESMAS SITIUNG I 10 1 8 9 0 1 1 5 PUSKESMAS GUNUNG MEDAN 10 9 9 1 2 3 6 PUSKESMAS TIMPEH 7 1 3 4 0 1 1 7 PUSKESMAS PADANG LAWEH 3 0 0 0 0 0 0 8 PUSKESMAS KOTO BARU 14 3 7 10 0 4 4 9 PUSKESMAS SITIUNG II 9 1 3 4 0 0 0 10 PUSKESMAS KOTO BESAR 7 0 2 2 0 1 1 11 PUSKESMAS SUNGAI RUMBAI 16 3 11 14 1 1 2 12 PUSKESMAS SUNGAI LIMAU 4 1 3 4 0 0 0 13 PUSKESMAS TIUMANG 6 0 1 1 0 1 1 SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 107 16 62 78 2 13 15 1 RSUD SUNGAI DAREH 18 15 52 67 1 2 3 SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 18 15 52 67 1 2 3 SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0 0 0 0 0 LABKESDA 0 0 0 0 0 0 0 INSTALASI GUDANG FARMASI 0 0 0 0 0 0 0 KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0 KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 125 31 114 145 3 15 18 RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 129,75 72,69 9,02 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan : a termasuk perawat anastesi dan perawat spesialis

TABEL 74 JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DI FASILITAS KESEHATAN TENAGA KEFARMASIAN TENAGA TEKNIS NO UNIT KERJA KEFARMASIAN a APOTEKER TOTAL L P L + P L P L + P L P L + P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 PUSKESMAS SILAGO 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 PUSKESMAS SIALANG 0 1 1 0 0 0 0 1 1 3 PUSKESMAS SUNGAI DAREH 0 3 3 0 0 0 0 3 3 4 PUSKESMAS SITIUNG I 0 1 1 0 0 0 0 1 1 5 PUSKESMAS GUNUNG MEDAN 0 1 1 0 1 1 0 2 2 6 PUSKESMAS TIMPEH 0 1 1 0 0 0 0 1 1 7 PUSKESMAS PADANG LAWEH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 PUSKESMAS KOTO BARU 0 1 1 0 1 1 0 2 2 9 PUSKESMAS SITIUNG II 0 1 1 0 0 0 0 1 1 10 PUSKESMAS KOTO BESAR 0 1 1 0 0 0 0 1 1 11 PUSKESMAS SUNGAI RUMBAI 0 2 2 0 0 0 0 2 2 12 PUSKESMAS SUNGAI LIMAU 0 0 0 0 0 0 0 0 0 13 PUSKESMAS TIUMANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 0 12 12 0 2 2 0 14 14 1 RSUD SUNGAI DAREH 1 10 11 0 2 2 1 12 13 SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 1 10 11 0 2 2 1 12 13 SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 LABKESDA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 INSTALASI GUDANG FARMASI 0 2 2 1 0 1 2 1 3 KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 1 24 25 1 4 5 3 27 30 RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 13 3 15 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan : a termasuk analis farmasi, asisten apoteker, sarjana farmasi

TABEL 75 JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI FASILITAS KESEHATAN NO UNIT KERJA KESEHATAN MASYARAKAT a KESEHATAN LINGKUNGAN b L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 1 PUSKESMAS SILAGO 0 0 0 0 0 0 2 PUSKESMAS SIALANG 0 0 0 0 0 0 3 PUSKESMAS SUNGAI DAREH 0 0 0 0 1 1 4 PUSKESMAS SITIUNG I 0 0 0 0 0 0 5 PUSKESMAS GUNUNG MEDAN 0 2 2 2 0 2 6 PUSKESMAS TIMPEH 0 0 0 0 0 0 7 PUSKESMAS PADANG LAWEH 0 0 0 0 0 0 8 PUSKESMAS KOTO BARU 0 0 0 0 0 0 9 PUSKESMAS SITIUNG II 0 0 0 0 0 0 10 PUSKESMAS KOTO BESAR 0 0 0 0 1 1 11 PUSKESMAS SUNGAI RUMBAI 0 4 4 0 1 1 12 PUSKESMAS SUNGAI LIMAU 0 0 0 0 0 0 13 PUSKESMAS TIUMANG 0 0 0 0 0 0 SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 0 6 6 2 3 5 1 RSUD SUNGAI DAREH 3 1 4 1 1 2 0 0 SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 3 1 4 1 1 2 SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0 0 0 0 LABKESDA 0 0 0 1 0 1 INSTALASI GUDANG FARMASI 0 0 0 0 0 0 KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 3 7 10 4 4 8 RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 5 4 Sumber: (sebutkan) Keterangan : a termasuk tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku, pembimbing kesehatan kerja, tenaga biostatistik dan kependudukan, tenaga kesehatan reproduksi dan keluarga, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan, epidemiolog kesehatan b termasuk tenaga sanitasi lingkungan, entomolog kesehatan, mikrobiolog kesehatan

TABEL 76 JUMLAH TENAGA GIZI DI FASILITAS KESEHATAN NO UNIT KERJA NUTRISIONIS DIETISIEN TOTAL L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 PUSKESMAS SILAGO 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 PUSKESMAS SIALANG 0 3 3 0 0 0 0 3 3 3 PUSKESMAS SUNGAI DAREH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 PUSKESMAS SITIUNG I 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 PUSKESMAS GUNUNG MEDAN 0 1 1 0 0 0 0 1 1 6 PUSKESMAS TIMPEH 0 1 1 0 0 0 0 1 1 7 PUSKESMAS PADANG LAWEH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 PUSKESMAS KOTO BARU 0 2 2 0 0 0 0 2 2 9 PUSKESMAS SITIUNG II 0 1 1 0 0 0 0 1 1 10 PUSKESMAS KOTO BESAR 0 1 1 0 0 0 0 1 1 11 PUSKESMAS SUNGAI RUMBAI 0 1 1 0 0 0 0 1 1 12 PUSKESMAS SUNGAI LIMAU 0 0 0 0 0 0 0 0 0 13 PUSKESMAS TIUMANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 0 10 10 0 0 0 0 10 10 1 RSUD SUNGAI DAREH 1 5 6 0 0 0 1 5 6 0 0 0 0 0 SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 1 5 6 0 0 0 1 5 6 SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 LABKESDA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 INSTALASI GUDANG FARMASI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 1 15 16 0 0 0 1 15 16 RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 8 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 77 JUMLAH TENAGA KETERAPIAN FISIK DI FASILITAS KESEHATAN NO UNIT KERJA TENAGA KETERAPIAN FISIK FISIOTERAPIS OKUPASI TERAPIS TERAPIS WICARA AKUPUNKTUR TOTAL L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 1 PUSKESMAS SILAGO 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 PUSKESMAS SIALANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 PUSKESMAS SUNGAI DAREH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 PUSKESMAS SITIUNG I 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 PUSKESMAS GUNUNG MEDAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 PUSKESMAS TIMPEH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 PUSKESMAS PADANG LAWEH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 PUSKESMAS KOTO BARU 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 PUSKESMAS SITIUNG II 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 PUSKESMAS KOTO BESAR 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 PUSKESMAS SUNGAI RUMBAI 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 12 PUSKESMAS SUNGAI LIMAU 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 13 PUSKESMAS TIUMANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 RSUD SUNGAI DAREH 1 3 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 3 4 SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 1 3 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 3 4 SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 LABKESDA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 INSTALASI GUDANG FARMASI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 1 4 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 4 5 RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 2,5065 Sumber: Dinas Kesehatan

TABEL 78 NO JUMLAH TENAGA KETEKNISIAN MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 1 PUSKESMAS SILAGO 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 PUSKESMAS SIALANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 3 PUSKESMAS SUNGAI DAREH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 4 PUSKESMAS SITIUNG I 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 5 PUSKESMAS GUNUNG MEDAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 2 2 6 PUSKESMAS TIMPEH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 PUSKESMAS PADANG LAWEH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 PUSKESMAS KOTO BARU 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 2 2 0 0 0 0 0 0 0 3 3 9 PUSKESMAS SITIUNG II 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 PUSKESMAS KOTO BESAR 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 2 2 11 PUSKESMAS SUNGAI RUMBAI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 2 2 12 PUSKESMAS SUNGAI LIMAU 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 13 PUSKESMAS TIUMANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 6 7 0 2 2 0 0 0 0 5 5 0 0 0 0 0 0 1 13 14 1 RSUD SUNGAI DAREH 5 2 7 0 0 0 1 1 2 0 0 0 1 13 14 2 0 2 0 0 0 0 9 9 2 2 4 0 0 0 11 27 38 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 5 2 7 0 0 0 1 1 2 0 0 0 1 13 14 2 0 2 0 0 0 0 9 9 2 2 4 0 0 0 11 27 38 SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 LABKESDA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 INSTALASI GUDANG FARMASI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 5 2 7 0 0 0 1 1 2 0 0 0 2 21 23 2 2 4 0 0 0 0 14 14 2 2 4 0 0 0 12 42 54 RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 27,07 Sumber: Dinas Kesehatan UNIT KERJA RADIOGRAFER RADIOTERAPIS TEKNISI ELEKTROMEDIS TEKNISI GIGI ANALISIS KESEHATAN TENAGA KETEKNISIAN MEDIS REFRAKSIONIS OPTISIEN ORTETIK PROSTETIK REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN TEKNISI TRANSFUSI DARAH TEKNISI KARDIOVASKULER JUMLAH

TABEL 79 NO JUMLAH TENAGA KESEHATAN LAIN DI FASILITAS KESEHATAN L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 PUSKESMAS SILAGO 0 3 3 0 0 0 0 3 3 2 PUSKESMAS SIALANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 PUSKESMAS SUNGAI DAREH 0 2 2 0 1 1 0 3 3 4 PUSKESMAS SITIUNG I 3 12 15 0 0 0 3 12 15 5 PUSKESMAS GUNUNG MEDAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 PUSKESMAS TIMPEH 2 4 6 0 0 0 2 4 6 7 PUSKESMAS PADANG LAWEH 1 12 13 0 0 0 1 12 13 8 PUSKESMAS KOTO BARU 0 12 12 0 0 0 0 12 12 9 PUSKESMAS SITIUNG II 0 1 1 0 0 0 0 1 1 10 PUSKESMAS KOTO BESAR 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 PUSKESMAS SUNGAI RUMBAI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 PUSKESMAS SUNGAI LIMAU 1 3 4 0 0 0 1 3 4 13 PUSKESMAS TIUMANG 3 2 5 0 0 0 3 2 5 SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 10 51 61 0 1 1 10 52 62 1 RSUD SUNGAI DAREH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 LABKESDA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 INSTALASI GUDANG FARMASI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 10 51 61 0 1 1 10 52 62 Sumber: Dinas Kesehatan UNIT KERJA PENGELOLA PROGRAM KESEHATAN TENAGA KESEHATAN LAIN TENAGA KESEHATAN LAINNYA TOTAL

TABEL 80 NO UNIT KERJA JUMLAH TENAGA PENUNJANG/PENDUKUNG KESEHATAN DI FASILITAS KESEHATAN L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 1 PUSKESMAS SILAGO 2 0 2 0 3 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 3 5 2 PUSKESMAS SIALANG 1 1 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 2 3 3 PUSKESMAS SUNGAI DAREH 1 0 1 2 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 3 4 PUSKESMAS SITIUNG I 0 2 2 1 3 4 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 5 7 5 PUSKESMAS GUNUNG MEDAN 0 2 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 3 3 6 PUSKESMAS TIMPEH 2 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 2 1 3 7 PUSKESMAS PADANG LAWEH 2 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 2 8 PUSKESMAS KOTO BARU 1 1 2 0 2 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 2 2 2 5 7 9 PUSKESMAS SITIUNG II 2 0 2 3 11 14 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 2 0 0 0 7 11 18 10 PUSKESMAS KOTO BESAR 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 2 11 PUSKESMAS SUNGAI RUMBAI 1 0 1 0 2 2 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 2 3 5 12 PUSKESMAS SUNGAI LIMAU 1 1 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 2 13 PUSKESMAS TIUMANG 2 0 2 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 3 SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 15 8 23 8 21 29 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 3 0 3 1 5 6 28 35 63 1 RSUD SUNGAI DAREH 4 8 12 3 12 15 1 1 2 1 0 1 0 0 0 0 0 0 5 14 19 0 0 0 14 35 49 SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 4 8 12 3 12 15 1 1 2 1 0 1 0 0 0 0 0 0 5 14 19 0 0 0 14 35 49 SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 LABKESDA 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 2 INSTALASI GUDANG FARMASI 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 5 15 20 8 5 13 0 0 0 2 3 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 15 20 20 38 58 JUMLAH (KAB/KOTA) 24 33 57 20 38 58 2 1 3 3 4 7 0 0 0 0 0 0 8 14 22 6 20 26 63 110 173 Sumber: Dinas Kesehatan PEJABAT STRUKTURAL STAF PENUNJANG ADMINISTRASI STAF PENUNJANG TEKNOLOGI TENAGA PENUNJANG/PENDUKUNG KESEHATAN STAF PENUNJANG PERENCANAAN TENAGA PENDIDIK TENAGA KEPENDIDIKAN JURU TENAGA PENUNJANG KESEHATAN TOTAL

TABEL 81 NO SUMBER BIAYA ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA ALOKASI ANGGARAN KESEHATAN Rupiah % 1 2 3 4 ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER: 1 APBD KAB/KOTA 46.196.706.811 87,69 a. Belanja Langsung 20.192.445.844 b. Belanja Tidak Langsung 26.004.260.967 2 APBD PROVINSI 36.180.000 0,07 - Dana Tugas Pembantuan (TP) Provinsi 36.180.000 3 APBN : 6.448.199.999 12,24 - Dana Alokasi Umum (DAU) 0 0,00 - Dana Alokasi Khusus (DAK) 3.526.319.999 6,69 - Dana Dekonsentrasi 0 0,00 - Dana Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota 2.921.880.000 5,55 - Lain-lain (sebutkan) 0 0,00 4 PINJAMAN/HIBAH LUAR NEGERI (PHLN) 0 0,00 (sebutkan project dan sumber dananya) 5 SUMBER PEMERINTAH LAIN 0 0,00 TOTAL ANGGARAN KESEHATAN TOTAL APBD KAB/KOTA % APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA 52.681.086.810 737.908.407.885 264.090,06 6,26 Sumber: Dinas Kesehatan