BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMK Telekomunikasi Tunas Harapan yang beralamat di Jalan Umbul Senjoyo No. 3 Kab.Semarang. Populasi penelitian ini adalah siswa jurusan RPL kelas XI yang terbagi dalam 3 kelas yaitu kelas A, B, dan C, yang berjumlah 84 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 82 siswa dari 84 siswa, 2 siswa tidak hadir. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. B. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian diawali dengan meminta ijin kepada kepala sekolah dan guru matematika. Ijin penelitian meliputi ijin pengambilan data, kelas dan waktu yang dilakukan pada tanggal 19 Agustus 2013 pukul 11.00. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas XIA, XIB, dan XIC yang berjumlah 84 siswa. Sebaran kuesionar dilakukan dalam 2 hari yaitu tanggal 21 dan 22 Agustus 2013. Kuesionar dikerjakan pada jam pelajaran matematika. Tanggal 21 Agustus 2013 kuesioner disebar dikelas XIB pada pukul 11.30 dengan jumlah siswa 28 siswa. Pengambilan data di kelas XI A dan kelas XIC pada tanggal 22 Agustus 2013, pada pukul 08.45 dan pukul 13.30. Jumlah siswa XIA 27 siswa dan kelas XIC 27. Pengumpulan data dalam penelitian ini mengguanakan tryout terpakai, yaitu instrumen penelitian sekaligus juga dipakai untuk perhitungan hasil penelitian. C. Analisis Deskriptif Hasil Pengukuran Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah disiplin belajar sebagai variabel bebas dan hasil belajar matematika sebagai variabel terikat. Berdasarkan hasil pengambilan data, skor dari masing-masing responden dan variabel dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Analisis deskriptif pada variabel disiplin belajar dengan hasil belajar digunakan untuk mengetahui nilai rata-rata, nilai minimum, nilai maksimum dan standar deviasi pada kedua variabel. Hasilnya dapat dilihat pada Tabel 4.1. 19
20 Tabel 4.1 Deskripsi Kedua Variabel Berdasarkan Tabel 4.1 hasil analis deskriptif kedua variabel diketahui bahwa untuk disiplin belajar mempunyai nilai rata-rata 97,39, sedang untuk nilai maximum dalam pengisian kuesioner adalah 124, nilai minimum 77, dan standar deviasi 12,14. Nilai rata-rata untuk hasil belajar adalah 84,55, nilai maximum adalah 99, nilai minimum 75, dan standar deviasi 7,39. Disiplin belajar siswa kemudian digolongkan menjadi tiga, yaitu golongan tinggi, sedang, dan rendah. Distribusi frekuensi disiplin belajar siswa dapat dilihat pada Tabel 4.2. N Minimum Maximum Mean Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Disiplin Belajar Siswa Kriteria Interval Frekuensi % Tinggi 108< 144 17 20,74 Sedang 72< 108 65 79,26 Rendah 36 72 - Jumlah 82 100 Berdasarkan penggolongan pada Tabel 4.2, jumlah siswa RPL kelas XI yang memiliki disiplin belajar sedang relatif lebih banyak dibandingkan yang berdisiplin belajar tinggi. Terdapat 17 siswa yang masuk dalam kategori mempunyai disiplin belajar tinggi atau sebesar 20,74% dan 65 siswa atau 79,26% masuk dalam kategori sedang, dengan demikian tidak ada yang masuk dalam kategori rendah dalam disiplin belajar siswa. Penentuan hasil pengukuran hasil belajar matematika dengan menggunakan 3 kategori, yaitu terlampaui, tercapai, dan belum tercapai berdasarkan nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) SMK Tekomunikasi Tunas Harapan yaitu 75. Distribusi frekuensi hasil belajar dapat dilihat pada Tabel 4.3. Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Matematika Kriteria Nilai Frekuensi % Terlampui 75< 100 74 90,25 Tercapai =75 8 9,75 Tidak Tercapai 0 <75 - - Jumlah 82 100 Std. Deviation Disiplin Belajar 82 77.00 124.00 97.3902 12.14293 Hasil Belajar Matematika 82 75.00 99.00 84.5488 7.38893 Valid N (listwise) 82
21 Berdasarkan Tabel 4.3 dapat dilihat dari nilai KKM yang ditetapkan oleh sekolah, sebesar 90,25% siswa masuk dalam kategori terlampaui atau mendapatkan nilai lebih dari 75, dan ada 9,75% yang masuk dalam kategori tercapai atau mendapat nilai tepat 75, sedang tidak ada satupun siswa yang masuk dalam kategori tidak tercapai. D. Uji Prasyarat Uji prasyarat yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas dan uji linearitas. Uji normalitas menggunakan uji Kolmogorof-Smirnov Test dan uji linieritas menggunakan ANOVA dengan menggunakan SPSS For Windows versi 16.0. a. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui penyebaran gejala yang diselidiki dalam populasi berdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan hasil uji normalitas, variabel disiplin belajar dengan hasil belajar matematika mendapatkan hasil yang dapat dilihat pada Tabel 4.4. Tabel 4.4 Hasil Analisis Uji Normalitas Hubungan antara Disiplin Belajar dengan Hasil belajar Matematika Siswa. Disiplin Belajar Hasil Belajar Matematika N 82 82 Normal Parameters a Mean 97.3902 84.5488 Std. Deviation 12.14293 7.38893 Most Extreme Differences Absolute.080.123 Positive.080.123 Negative -.076 -.098 Kolmogorov-Smirnov Z.726 1.111 Asymp. Sig. (2-tailed).668.169 a. Test distribution is Normal. Berdasarkan Tabel 4.4 dikatakan bahwa nilai signifikan untuk variabel disiplin belajar sebesar 0,668, nilai signifikasi untuk variabel disiplin belajar lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data disiplin belajar berdistribusi normal. Nilai signifikan untuk hasil belajar matematika sebesar 0,169, nilai signifikasi hasil belajar matematika juga lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data penelitian berdistribusi normal. Berdasarkan hasil analisis uji normalitas dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.
22 b. Uji Linieritas Uji linieritas bertujuan untuk mengetahui apakah, dua variabel mempunyai hubungan yang linier atau tidak secara signifikan. Hasil uji linieritas dengan menggunakan uji Anova pada taraf signifikan 0,05 antara variabel disiplin belajar dengan hasil belajar matematika dapat dilihat pada Tabel 4.5. Disiplin Belajar * Hasil Belajar Matematika Between Groups Tabel 4.5 Uji Linieritas Berdasarkan Tabel 4.5 diketahui bahwa nilai signifikan sebesar 0,136. Nilai signifikan tersebut lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua variabel terdapat hubungan linier. Hasil kedua uji telah memenuhi syarat, sehingga dapat dilakukan uji korelasi Pearson Product Momen. E. Hasil Analisis Data Sum of Squares Hasil uji pra syarat menunjukkan bahwa dari hasil data yang telah terkumpul, memenuhi syarat untuk melakukan analisis selanjutnya yaitu melakukan analisi korelasi dengan menggunakan analisi korelasi Pearson Product Momen. Hasil analisis korelasi Pearson Product Momen antara disiplin belajar dengan hasil belajar matematika dapat dilihat pada Tabel 4.6. Tabel 4.6 Koefisien Korelasi antara Disiplin Belajar dengan Hasil Belajar Matematika Disiplin Belajar df Mean Square F Sig. (Combined) 1511.255 37 40.845.617.932 Linearity 152.919 1 152.919 2.311.136 Deviation from Linearity 1358.336 36 37.732.570.957 Within Groups 2911.050 44 66.160 Total 4422.305 81 Disiplin Belajar Hasil Belajar Matematika Pearson Correlation 1.186 * Sig. (1-tailed).047 N 82 82 Hasil Belajar Pearson Correlation.186 * 1 Matematika Sig. (1-tailed).047 N 82 82 *. Correlation is significant at the 0.05 level (1-tailed).
23 Berdasarkan Tabel 4.6 nampak bahwa hasil koefisien korelasi yang diperoleh antara disiplin belajar dengan hasil belajar matematika sebesar 0,186 dan nilai signifikan sebesar 0,047. Guna menerima atau menolak hipotesis, didasarkan pada kriteria pengujian. Jika nilai r hitung r tabel maka H 0 diterima dan H 1 ditolak, sebaliknya jika r hitung > r tabel maka menolak H 0 dan menerima H1. Jika sampel berjumlah 82 dengan taraf signifikan 0,05 dengan uji one-tailed maka didapat nilai r tabel =0,1829. Oleh karena nilai koefisien korelasi atau nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel (0,186 > 0,1829) maka H 0 ditolak dan H 1 diterima, yang berarti bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara disiplin belajar dan hasil belajar matematika. Hal ini berarti bahwa siswa yang mempunyai disiplin belajar yang tinggi juga mempunyai hasil belajar matematika yang tinggi pula, sebaliknya jika siswa mempunyai disiplin belajar yang rendah maka akan mempunyai hasil belajar yang rendah pula. Disiplin belajar memberi sumbangan terhadap hasil belajar matematika sebesar 3,4% (diperoleh dari nilai r 2 ). Artinya bahwa disiplin belajar memberi sumbangan sebesar 3,4% dan 96,6% dipengaruhi oleh faktor lain. F. Pembahasan Berdasarkan hasil analisis stastistik deskriptif, diperoleh rata-rata dari disiplin belajar adalah 97,39 dan simpangan baku 12,14. Lebih lanjut disiplin belajar digolongkan menjadi tiga, yaitu golongan tinggi, sedang, dan rendah. Berdasarkan penggolongan tersebut, terdapat 17 siswa masuk dalam kategori mempunyai disiplin belajar tinggi atau sebesar 20,74% dan 65 siswa atau 79,26% masuk dalam kategori mempunyai disiplin belajar sedang, dengan demikian, maka tidak ada siswa yang masuk dalam kategori disiplin belajar rendah. Berdasarkan penggolongan tersebut, rata-rata disiplin belajar siswa masuk dalam kategori sedang. Hal ini wajar, karena 79,26% siswa memiliki disiplin belajar yang tergolong sedang. Rata-rata hasil belajar adalah 84,55 dan simpangan baku sebesar 7,39. Lebih lanjut, hasil belajar dikategorikan menjadi tiga, yaitu terlampaui, tercapai, dan tidak tercapai. Kategori terlampui terdapat 74 siswa atau sebesar 90,25% dan kategori tercapai terdapat 8 siswa atau sebesar 9,75%, dengan demikian, tidak ada siswa yang masuk dalm kategori tidak tercapai. Berdasarkan penggolongan tersebut, rata-rata hasil belajar siswa adalah terlampaui, yaitu 90,25% yang masuk dalam kategori terlampaui.
24 Uji normalitas dilakukan sebagai syarat uji korelasi. Berdasarkan hasil uji normalitas data disiplin belajar didapat nilai signifikansi sebesar 0,668, sedangkan nilai signifikansi hasil belajar matematika sebesar 0,169. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kedua data berdistribusi normal. Analisis korelasi yang menggunakan korelasi Pearson Product Momen, karena kedua data berdistribusi normal. Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,186 dan nilai signifikan sebesar 0,047. Berdasarkan Tabel 4.6, koefisien korelasi 0,186 termasuk dalam kategori sangat rendah antara kedua variabel. Berdasarkan kriteria pengujian didapat nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel maka H 0 ditolak dan H 1 diterima, yang berarti bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara disiplin belajar dan hasil belajar matematika. Hal ini berarti bahwa siswa yang mempunyai disiplin belajar yang tinggi juga mempunyai hasil belajar matematika yang tinggi pula, sebaliknya jika siswa mempunyai disiplin belajar yang rendah maka akan mempunyai hasil belajar yang rendah pula. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori Gunarsa (1990) menyatakan salah satu faktor yang menyebabkan tinggi rendahnya hasil belajar anak adalah disiplin belajar. Rendahnya hasil belajar merupakan kegagalan dalam belajar, sebaliknya tingginya hasil belajar menunjukkan keberhasilan proses belajar mengajar. Artinya untuk mendapatkan hasil belajar yang baik dibutuhkan disiplin dalam belajar. Hasil belajar yang baik akan dicapai bila disiplin belajar juga tinggi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Andarbeni (2011) melakukkan penelitian di SD Gedongkiwo yang menyatakan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara disiplin belajar siswa dengan prestasi belajar matematika, dengan memperoleh r hitung 0,373 dengan taraf signifikan 5%. Hal ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Prasetya (2011) yang menunjukkan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan antara disiplin belajar siswa dengan hasil belajar matematika siswa, mendapatkan hasil berdasarkan analisis regresi linear ganda di ketahui bahwa t hitung > t tabel, yaitu 2,565 > 2,037 dengan nilai signifikan 5%, yaitu 0,015 dengan sumbangan efektif sebesar 31,92%.