Aljabar Boolean dan Peta Karnough

dokumen-dokumen yang mirip
18/09/2017. Fakultas Teknologi dan Desain Program Studi Teknik Informatika

Tabulasi Quine McCluskey

Logika Matematika Aljabar Boolean

RANGKAIAN KOMBINASIONAL

09/01/2018. Capaian Pembelajaran Mahasiswa dapat menjelaskan konsep diagram Venn, teorema Boolean dan membangun fungsi Boolean.

MATERI 2 COMBINATIONAL LOGIC

BAB IV PENYEDERHANAAN RANGKAIAN LOGIKA

K-Map. Disusun oleh: Tim dosen SLD Diedit ulang oleh: Endro Ariyanto. Prodi S1 Teknik Informatika Fakultas Informatika Universitas Telkom

BAB 4. Aljabar Boolean

Sintesis dan Penyederhanaan Fungsi Logika dengan Peta Karnaugh

2. Gambarkan gerbang logika yang dinyatakan dengan ekspresi Boole di bawah, kemudian sederhanakan dan gambarkan bentuk sederhananya.

Penyederhanaan Fungsi Logika [Sistem Digital] Eka Maulana, ST, MT, MEng. Universitas Brawijaya

Elektronika dan Instrumentasi: Elektronika Digital 2 Gerbang Logika, Aljabar Boolean. Yusron Sugiarto

Meminimalkan menggunakan K-Map. Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

Aljabar Boolean. Rudi Susanto

PENDAHULUAN SISTEM DIGITAL

Logika Matematika. Bab 1: Aljabar Boolean. Andrian Rakhmatsyah Teknik Informatika STT Telkom Lab. Sistem Komputer dan Jaringan

BAB III GERBANG LOGIKA DAN ALJABAR BOOLEAN

Definisi Aljabar Boolean

Sistem dan Logika Digital

Mata Kuliah Arsitektur Komputer Program Studi Sistem Informasi 2013/2014 STMIK Dumai -- Materi 08 --

Kuliah#4 TKC205 Sistem Digital. Eko Didik Widianto

Konversi Tabel Kebenaran Ke Ekspresi Boolean (1) Disain sistem digital diawali dengan:

Gambar 28 : contoh ekspresi beberapa logika dasar Tabel 3 : tabel kebenaran rangkaian gambar 28 A B C B.C Y = (A+B.C )

Kuliah#4 TKC205 Sistem Digital - TA 2013/2014. Eko Didik Widianto

ebook PRINSIP & PERANCANGAN LOGIKA Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma 2013

Rangkaian digital yang ekivalen dengan persamaan logika. Misalnya diketahui persamaan logika: x = A.B+C Rangkaiannya:

Bentuk Standar Ungkapan Boolean. Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

GERBANG LOGIKA. Keadaan suatu sistem Logika Lampu Switch TTL CMOS NMOS Test 1 Tinggi Nyala ON 5V 5-15V 2-2,5V TRUE 0 Rendah Mati OFF 0V 0V 0V FALSE

DEFINISI ALJABAR BOOLEAN

O L E H : H I DAYAT J U R U SA N TEKNIK KO M P U TER U NIKO M 2012

METODE MC CLUESKEY. Disusun Oleh: Syabrul Majid

MSH1B3 LOGIKA MATEMATIKA Aljabar Boolean (Lanjutan)

Kuliah#4 TSK205 Sistem Digital - TA 2011/2012. Eko Didik Widianto

MODUL II DASAR DAN TERMINOLOGI SISTEM DIGITAL

yang paling umum adalah dengan menspesifikasikan unsur unsur pembentuknya (Definisi 2.1 Menurut Lipschutz, Seymour & Marc Lars Lipson dalam

BAB IV PETA KARNAUGH (KARNAUGH MAPS)

ALJABAR BOOLEAN R I R I I R A W A T I, M. K O M L O G I K A M A T E M A T I K A 3 S K S

FPMIPA UPI ILMU KOMPUTER I. TEORI HIMPUNAN

Aljabar Boolean. Bahan Kuliah Matematika Diskrit

Ungkapan Boolean dan Aljabar Boolean. Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

BAB III ALJABAR BOOLE (BOOLEAN ALGEBRA)

Aljabar Boolean. Matematika Diskrit

Aljabar Boolean. IF2120 Matematika Diskrit. Oleh: Rinaldi Munir Program Studi Informatika, STEI-ITB. Rinaldi Munir - IF2120 Matematika Diskrit

Aljabar Boolean. Disusun oleh: Tim dosen SLD Diedit ulang oleh: Endro Ariyanto. Prodi S1 Teknik Informatika Fakultas Informatika Universitas Telkom

TABULASI QUINE-McCLUSKEY

DASAR ALJABAR BOOLEAN

Aljabar Boolean. Rinaldi Munir/IF2151 Mat. Diskrit 1

Aljabar Boolean. Adri Priadana

DIKTAT SISTEM DIGITAL

Pertemuan 10. Fungsi Boolean, Bentuk Kanonik dan Bentuk Baku

Gerbang gerbang Logika -5-

Review Sistem Digital : Aljabar Boole

Bentuk Standar Fungsi Boole

BAB 2 PENYEDERHANAAN RANGKAIAN DENGAN PETA KARNAUGH SUM OF PRODUCT (SOP) DAN PRODUCT OF SUM (POS)

Pertemuan ke-5 ALJABAR BOOLEAN III

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM SISTEM DIGITAL. Nama : ALI FAHRUDDIN NIM : DBC Kelas : K Modul : IV (Minimisasi Fungsi 3 Variabel)

STUDI METODE QUINE-McCLUSKEY UNTUK MENYEDERHANAKAN RANGKAIAN DIGITAL S A F R I N A A M A N A H S I T E P U

Karnaugh MAP (K-Map)

PENYEDERHANAAN DENGAN KARNAUGH MAP

PRAKTIKUM RANGKAIAN DIGITAL

PETA KARNAUGH 3.1 Peta Karnaugh Untuk Dua Peubah

Review Kuliah. Peta Karnaugh. Recall:Penyederhanaan. Peta Karnaugh

BAB X FUNGSI BOOLEAN, BENTUK KANONIK, DAN BENTUK BAKU

Kuliah#5 TKC205 Sistem Digital. Eko Didik Widianto

Logika Matematika Bab 1: Aljabar Boolean. Andrian Rakhmatsyah Teknik Informatika IT Telkom

PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL

MAKALAH SISTEM DIGITAL

SISTEM DIGITAL; Analisis, Desain dan Implementasi, oleh Eko Didik Widianto Hak Cipta 2014 pada penulis GRAHA ILMU Ruko Jambusari 7A Yogyakarta 55283

Rangkaian Logika Kombinasional Teknik Digital (TKE071207) Program Studi Teknik Elektro, Unsoed

Outline. Operasi Logikal. Variabel Biner. Bagian 1: Logika Biner Gerbang Logika Dasar Aljabar Boolean, Manipulasi Aljabar

Rangkaian Logika Optimal: Peta Karnaugh dan Strategi Minimisasi

Perancangan Rangkaian Logika. Sintesis Rangkaian Logika

TI 2013 IE-204 Elektronika Industri & Otomasi UKM

LOGIKA MATEMATIKA. 3 SKS By : Sri Rezeki Candra Nursari

apakah dalam penguji cobaan ini berhasil atau tidak. tahapan selanjutnya.

Aljabar Boolean dan Gerbang Logika Dasar

4.1 Menguraikan Rangkaian-Rangkaian Logika Secara Aljabar. Gambar 4.1 Rangkaian logika dengan ekspresi Booleannya

Representasi Boolean

DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer

63 ISSN: (Print), (Online)

REPRSENTASI FUNGSI BOOLE PADA GRAF KUBUS

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET TEKNIK DIGITAL LS 2 : Aljabar Boolean, Teori De Morgan I dan De Morgan II

( A + B) C. Persamaan tersebut adalah persamaan rangkaian digital dengan 3 masukan sehingga mempunyai 8 kemungkinan keadaan masukan.

Perancangan Rangkaian Logika. Sintesis Rangkaian Logika

Penyederhanaan Fungsi Boolean

BAB I PENDAHULUAN. Fungsi Boolean seringkali mengandung operasi operasi yang tidak perlu, literal

Definisi Aljabar Boolean

Perancangan Aplikasi Penyederhanaan Fungsi Boolean Dengan Metode Quine-MC Cluskey

II. TINJAUAN PUSTAKA. disebut vertex, sedangkan E(G) (mungkin kosong) adalah himpunan tak terurut dari

0.(0.1)=(0.0).1 0.0=0.1 0=0

Soal Latihan Bab Tentukanlah kompelemen 1 dan kompelemen 2 dari bilangan biner berikut:

Aljabar Boolean dan Sintesis Fungsi. Logika

Persamaan SOP (Sum of Product)

=== BENTUK KANONIK DAN BENTUK BAKU ===

PERCOBAAN 11. CODE CONVERTER DAN COMPARATOR

Penyederhanaan fungsi Boolean. Gembong Edhi

Kuliah#3 TSK205 Sistem Digital - TA 2011/2012. Eko Didik Widianto

Implementasi Greedy Dalam Menemukan Rangkaian Logika Minimal Menggunakan Karnaugh Map

Ada dua macam bentuk kanonik:

Transkripsi:

Aljabar Boolean dan Peta Karnough a. Logic Function minimization Pada rangkaian yang cukup rumit, kombinasi variable di logic function yang diperoleh dari hasil table kebenaran biasanya pun cukup banyak. Oleh karena itu, logic function tersebut perlu disederhanakan dengan beberapa cara. Tujuan peneyerdehanaan logic function adalah agar dapat mengurangi jumlah gerbang logika yang dibutuhkan dan jumlah input, pada saat proses implementasi persamaan ke rangkaian. Selain itu, dengan berkurangnya gerbang logika yang digunakan diharapkan dapat mempercepat kerja fungsi. Beberapa caranya adalah : 1. Secara aljabar : yaitu menggunakan teorema-teorema yang ada di aljabar Boolean 2. Karnaugh map b. Teorema-teorema Boolean Algebra Aljabar Boolean merupakan matematika dasar digunakan untuk mentransformasi, memanipulasi, dan menyederhanakan logic function. Aljabar Boolean disusun khusus untuk logic function, sehingga ada beberapa teorama yang berbeda dari aljabar matematika pada umumnya. Oleh karena itu aljabar Boolean ini akan menjadi dasar dalam mempelajari bagaimana mendesian dan menganalisis rangkaian. Aljabar Boolean memiliki nilai Boolean 0 dan 1, dengan variable A, B,, Z, dan memiliki operator dasar AND, OR, dan NOT. Aljabar Boolean memiliki beberapa teorama diantaranya Teorema (1 variabel)

Teorema (2 dan 3 variabel) Teorema (n variabel) Teorama De Morgan merupakan teorama yang dapat menukar operator AND dan OR.

Contoh teorema de Morgan : F = *(A + B)C + = (A + B) + (C ) = (A ) (B) + C = AB + C F = X YZ + XY Z dapat menjadi F = (X+Y +Z).(X +Y+Z) Contoh cara menyederhanakan logic function dengan aljabar Boolean :

Axioma aljabar Boolean Properti dan teorema aljabar Boolean Soal : 1. Buktikan teorema aljabar Boolean (jawaban ada dip pdf Boolean_intro, dan di digital design morris) 2. Buktikan contoh penyederhanaan function dengan truth table, untuk membuktikan kebenaran hasil penyederhanaan yang diperoleh. 3. Ubah fungsi G = (A + BC) D + E dengan menggunakan teorema De Morgan, kemudian buktikan dengan truth table c. Penyajian fungsi dalam Karnough Map

Karnough Map (Kmap) adalah diagram yang merepresentasikan table kebenaran menggunakan matriks persegi (cells), dimana setiap kotak persegi mewakili nilai minterm (maxterm) dari logic function. Kmap membantu menyederhanakan persamaan dari table kebenaran untuk rangkaian yang kompleks. Kmap memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah lebih sederhana dalam proses penyederhanaannya untuk memperoleh jumlah literal yang lebih sedikit. Apabila ada fungsi n-variabel, dibutuhkan 2 n baris table kebenaran, dan pada Kmap dibutuhkan 2 n kotak persegi. Nilai dari table kebenaran tersebut ditulis kembali di kotak persegi pada posisi yang mewakli posisinya di table kebenaran. Langkah-langkah menyajikan fungsi ke dalam Kmap adalah : 1. Buat diagram matriks sebanyak 2 n kotak persegi, dimana n adalah jumlah variable fungsi. 2. Setiap kotak-kotak persegi tersebut diisi sesuai dengan nilai yang diberikan dari fungsi atau nilai dari table kebenaran pada letak yang tepat. Penyajian Kmap 2-variabel. Pada penyajian Kmap 2-variabel dibutuhkan 4 (2 n ) kotak persegi untuk Kmap. Cara mengisi masing-masing kotak persegi pada Kmap ditunjukkan pada gambar Terdapat berbagai macam cara dalam menyusun matriks Kmap dan kita boleh memilih, dengan syarat tetap konsisten pada posisi dimana minterm berada.

Contoh : Table kebenaran dengan fungsi F = X.Y +X.Y, seperti yang ditunjukkan pada table 2.1 Bentuk penyajiannya ke dalan Kmap seperti ditunjukkan pada gambar 2.1 tabel 2.1 Penyajian Kmap 3-variabel Pada penyajian Kmap 3-variabel dibutuhkan 8 (2 3 ) kotak persegi untuk Kmap. Cara mengisi masing-masing kotak persegi pada Kmap ditunjukkan pada gambar 2.2

Gambar 2.2. Penyajian dengan Map Karnaugh Pada susunan matriks Kmap 3-varaibel ke atas, terdapat urutan matriks yang harus diperhatikan. Pada matriks Kmap, dari setelah m 1 (x y z) urutan selanjutnya adalah m 3 (x.y.z), bukan m 2 (x yz ). Begitu pula m 5 (xy z) urutan selanjutnya adalah m 7 (xyz), bukan m 6 (xyz ). Hal ini terjadi, disebabkan pada aturan pengurutan Kmap, kotak yang bersebelahan haruslah hanya memiliki satu perubahan bit variable, dari 0 ke 1 atau dari 1 ke 0. Apabila urutan setelah m 1 (x y z) adalah m 2 (x yz ), maka terdapat dua bit variable yang berubah yaitu y dan z. Bit variable y berubah dari y menjadi y dan bit variable z berubah dari z menjadi z. Begitu pula yang terjadi pada m 5 (xy z), apabila urutan setelah m 5 (xy z) adalah m 6 (xyz ), maka terdapat dua bit variable yang berubah yaitu y dan z. Bit variable y berubah dari y menjadi y dan bit variable z berubah dari z menjadi z. Contoh : Cara penyajian Kmap dari table kebenaran. Bentuk penyajiannya ke dalan Kmap seperti ditunjukkan pada gambar 2.3.

Gambar 2.3 Penyajian dengan map karnaugh Cara penyajian Kmap dari fungsi minterm-nya, F(x,y,z) = Ʃm(2,3,4,5). Bentuk penyajiannya ke dalam Kmap seperti ditunjukkan pada gambar 2.4 Gambar 2.4. Penyajian dengan map Karnaugh Cara penyajian Kmap dari fungsi boolean-nya, F(A,B,C) = A.C + A.B + A.B.C + B.C Bentuk penyajiannya ke dalam Kmap seperti ditunjukkan pada gambar 2.5 Gambar 2.5. Penyajian dengan map Karnaugh

Penyajian Kmap 4-variabel : Pada penyajian Kmap 4-variabel dibutuhkan 16 (2 4 ) kotak persegi untuk Kmap. Cara mengisi masing-masing kotak persegi pada Kmap ditunjukkan pada gambar 2.6. Gambar 2.6. Penyajian dengan map Karnaugh Penyajian Kmap 5-variabel : Pada penyajian Kmap 5-variabel dibutuhkan 32 (2 5 ) kotak persegi untuk Kmap. Cara mengisi masing-masing kotak persegi pada Kmap ditunjukkan pada gambar 2.7 Gambar 2.7. Penyajian dengan map Karnaugh

Cara membuat fungsi hasil Kmap, seperti yang ditunjukkan pada gambar 2.8, yaitu menulis fungsi-fungsi minterm (maxterm) dimana kotak pada Kmap bernilai 1 (0), kemudian menghubungkannya dengan sum atau OR. Gambar 2.8. Penyajian dengan map Karnaugh d. Minimization Karnough Map Pada Kmap dikenal istilah Implicant dan Prime Implicant untuk membantu dalam menemukan fungsi yang paling sederhana atau mengandung sedikit mungkin jumlah variable dan jumah literal. Implicant adalah angka 1 baik yang sendiri maupun yang telah dikelompokkan. Sedangkan, Prime Implicant adalah suatu pengelompokkan angka 1 pada kotak-kotak yang bersebelahan secara maksimal, dengan cara memaksimalkan jumlah kotak yang bersebelahan dalam satu kelmpok. Dengan kata lain kelompok yang mungkin yang dapat mengelompokkan angka 1 secara luas. Prime implicant harus dapat meng-cover semua angka 1, seperti yang ditunjukkan pada gambar 2.9 Jumlah kotak yang masuk dalam satu kelompok haruslah berjumlah 2 n. Gambar 2.9. Penyajian dengan map Karnaugh

Semua yang dilingkari pada gambar adalah prime implicant. Selanjutnya dikenal istilah prime implicant essential, yaitu prime implicant satu-satunya yang dapat mengelompokkan minterm (maxterm), selain itu dalam satu prime implicant hanya terdapat minimal satu minterm yang hanya dapat di-cover oleh prime implicant essential dan tidak di-cover oleh prime implicant yang lain. Penjelasan lebih lanjut tentang prime implicant essential dapat dilihat pada gambar 2.10 dan gambar 2.11 Gambar 2.10. Penyederhanaan dengan map Karnaugh Pada Kmap gambar terdapat lebih dari satu kombinasi fungsi : 1. F(A,B,C,D) = BC + A B D merupakan minimum dari Prime implicant, karena BC dan A B D merupakan prime implicant yang ESSENTIAL. 2. F(A,B,C,D) = BC + A B D + A C D benar tapi tidak minimum. A C D adalah prime implicant yang NON-ESSENTIAL karena angka 1-nya ada yang sudah dicover dengan Prime Implicant yang lain. 3. F(A,B,C,D) A B D + A C D keduanya memang Prime Implicant namun ada angka 1 yang belum tercover. Pada gambar 2.11, A.C dan ACD adalah Prime Implicant yang essential, sedangkan BCD adalah Prime Implicant yang non-essential. Gambar 2.11. Penyederhanaan dengan map Karnaughprime implicant essential

Langkah-langkah untuk mendapatkan fungsi penyederhanaan dengan Kmap terdiri atas : 1. Buat matriks Kmap sesuai dengan banyaknya variable. 2. Kelompokkan beberapa kotak yang bernilai 1 jika fungsi minterm (bernilai 0 bila maxterm), dengan syarat beberapa kotak tersebut bersebelahan secara 4 arah mata angin dan depan belakang. Selain itu kotak-kotak yang dikelompokkan dalam satu kelompok harus berjumlah 2 n (2,4,8, ). 3. Tentukan Prime Implicant, dengan mengelompokkan kotak seluas mungkin yang bisa dikelompokkan. Karena semakin banyak kotak yang dikelompokkan dalam satu kelompok, semakin sedikit varibel yang dihasilkan. 4. Tentukan Prime Implicant yang essential. 5. Tentukan Prime Implicant tambahan, apabila dibutuhkan untuk meng-cover minterm (maxterm) sisa yang belum ter-cover Prime Implicant yang essential. Contoh penyederhanaan Kmap 2-variabel ditunjukkan pada gambar 2.12 Gambar 2.12. Penyederhanaan dengan map Karnaugh 2 variabel Maka dari fungsi hasil penyederhanaan adalah fungsi OR Z = X + Y Contoh penyederhanaan Kmap 3-variabel ditunjukkan pada gambar 2.13

Contoh Contoh Contoh Gambar 2.12. Penyederhanaan dengan map Karnaugh 3 variabel

Contoh penyederhanaan Kmap 4-variabel ditunjukkan pada gambar Contoh Contoh Gambar 2.13. Penyederhanaan dengan map Karnaugh 4 variabel Contoh penyederhanaan Kmap 5-variabel ditunjukkan pada gambar 2.14, maka diperoleh fungsi F(A,B,C,D,E) = A.B.E + B.D.E + A.C.E. Pada penyederhanaan tidak diperbolehkan mengelompokkan kotak selain yang bersebelahan pada empat arah mata angin dan depan belakang, jika itu dilakukan maka kelompok tersebut akan disebut Illegal grouping. Contoh illegal grouping ditunjukkan pada gambar 2.15.

Gambar 2.14. Penyederhanaan dengan map Karnaugh 5 variabel Gambar 2.15. Penyederhanaan dengan map Karnaugh illegal grouping Penyederhanaan dengan menggunakan Kmap memiliki beberapa kelemahan, diantaranya : 1. Ada lebih dari satu cara untuk mengelompokkan. Contoh : a. Pada fungsi f(a,b,c,d) = Ʃm (0,2,4,5,7,10,11,14,15)

f(a,b,c,d) = A B D + A BC +BCD +AC atau f(a,b,c,d) = A C D + A BD + B CD +AC b. Pada fungsi f(a,b,c,d) = Ʃm (0,1,2,3,4,6,8,10,12,13,14,15) 2. Kmap hanya praktis untuk maksimum 4-variabel. Semakin banyak jumlah variable maka semakin banyak pula kotak yang dibutuhkan. Hal tersebut mgakibatkan semakin sulit untuk menentukan kotak mana yang bersebelahan. 3. Adanya trial-and-error, dimana hal tersebut bergantung pada kemampuan pengguna dalam mengenali pola fungsi yang seharusnya.

e. Fungsi Standard, Canonic Canonic atau fungsi standart adalah bentuk fungsi dasar yang diperoleh dari membaca langsung fungsi dari table kebenaran. Fungsi tersebut lebih sering mengandung jumlah literal yang banyak, begitu pula dengan jumlah variablenya. Bentuk canonic yang biasa digunakan ada 2 macam yaitu : 1. Sum of product (SOP) atau sum of minterm F(A,B,C) = A + (B.C) + (A.B.C) = A.(B+B ).(C+C ) + (A+A ).(B.C) + A BC =(A.B.C) + (A.B.C ) + (A.B.C) + (A.B.C ) + (A.B.C) + (A.B.C) + (A.B.C) =(A.B.C) + (A.B.C ) + (A.B.C) + (A.B.C ) + (A.B.C) + (A.B.C) bentuk canonic. = m7 + m6 + m5 +m4 + m1 + m3 = Ʃm(1,3,4,5,6,7) 2. Product of sum (POS) atau product of maxterm F(A,B,C) = (A+C). (B +C ) = (A+B.B +C). (A.A +B +C ) = (A+B+C). (A+B +C). (A+B +C ). (A +B +C ) bentuk canonic. = m(0,2,3,7) f. Penyederhanaan fungsi SOP SOP adalah ekspresi Boolean yang mengandung AND atau product pada masingmasing literalnya, kemudian semua literal tersebut akan digabung dengan OR. Penyederhanaan fungsi SOP dengan Kmap, dilakukan dengan cara menggabungkan beberapa nilai 1 (minterm) yang ada di Kmap, sehingga diperoleh minimal sum. Pada penjelasan tentang Kmap, kebanyakan contoh disajikan dalam bentuk SOP. Contoh : Penyederhanaan SOP yang diperoleh dengan menggunakan Kmap ditunjukkan pada gambar 2.16. Gambar 2.16. Penyederhanaan SOP

Penyederhanaan fungsi SOP dengan aljabar Boolean F = (A + BC) (A + D + E) = AA + AD + AE + ABC + BCD + BCE (AA = A): = A + AD + AE + ABC + BCD + BCE = A(1 + D + E + BC) + BCD + BCE = A (1) + BCD + BCE = A+ BCD + BCE fungsi SOP g. Penyederhanaan fungsi POS POS atau Product of sum, adalah ekspresi Boolean yang mengandung OR atau sum pada masing-masing literalnya, kemudian semua literal tersebut akan digabung dengan AND. Penyederhanaan fungsi POS dengan Kmap, dilakukan dengan cara menggabungkan beberapa nilai 0 (maxterm) yang ada di Kmap, sehingga diperoleh minimal product. Contoh : Penyederhanaan POS yang diperoleh dengan menggunakan Kmap ditunjukkan pada gambar 2.17 Gambar 2.17. Penyederhanaan ungsi POS Apabila di SOP fungsi yang didapat adalah F(A,B,C) = C. Namun bila di POS fungsi yang didapat adalah F(A,B,C) = C. Penyederhanaan F(A,B,C,D) = Ʃm(0, 1, 2, 5, 8, 9, 10) ke fungsi SOP dan POS, dengan Kmap ditunjukkan pada gambar 2.18.

Gambar 2.18. Penyederhanaan fungsi SOP dan POS Fungsi SOP, diperoleh dengan mengelompokkan angka 1, yaitu F(A,B,C,D) = B.D + B.C + A.C.D SOP Sedangkan, Fungsi POS yang merupakan complement dari SOP, diperoleh dengan mengelompokkan angka 0, yaitu F (A,B,C,D) = A.B + C.D + B.D Selanjutnya dengan teorema DeMorgan, diperoleh fungsi POS yaitu F(A,B,C,D) = (A + B ). (C + D ). (B + D) POS h. Don t care Don t care biasanya dilabelin dengan tanda X pada table kebenaran, artinya dia dapat bernilai 0 atau 1. Contoh : Ada sebuah sistem untuk mendeteksi angka BCD 2, 3, dan 6. Karena input system merupakan BCD, maka kombinasi biner yang digunakan adalah 4 bit, angka maksimal yang dapat dibentuk oleh 4 bits biner adalah 15 atau F. Namun system yang dibangun merupakan system decimal maka rentang angka hanya 0-9, sehingga nilai 10-15 atau A-F di don t care. Tabel kebenarannya ditunjukkan pada table 2.3 Tabel 2.3 Tabel Kebenaran Fungsi Digital

Kemudian dibuat Kmap-nya Nilai X akan dianggap 1, untuk membantu dalam pengelompokkan, sehingga dapat dibentuk fungsi dengan variable yang minimal. Sedangkan nilai X yang lain diacuhkan. Contoh untuk fungsi POS :

Maka fungsi SOP-nya adalah F(A,B,C,D) = C. (B +D ) Bila ingin mencari fungsi SOP-nya maka diinverskan kedua sisi F(A,B,C,D) = (C + BD) = C. (BD) = C (B +D ) = CB + CD bentuk SOP-nya, sama dengan contoh diatas. i. Fungsi yang tidak lengkap Ada fungsi yang tidak bisa diminimalisasi Representasi SOP Bentuk Kanonik f A, B, C = A + BC + A. B. C = A B + B. C + C + A + A. (BC) + A. B. C = ABC + ABC + ABC + ABC + ABC + (A BC) + A BC = ABC + ABC + ABC + ABC + (A BC) + A BC = m7 + m6 + m5 + m4 + m1 + m3 = m (1,3,4,5,6,7) Representasi POS Bentuk Kanonik f A, B, C = A + C. (B + C ) = A B + BB + C. (AA + B + C ) = A + B + C. A + B + C + A + B + C = m(0,2,3,7) Dalil De Morgan f A, B, C = m(0,2,3,7) = m (1,4,5,6)

TUGAS Sebuah Alarm akan berbunyi dengan ketentuan sebagai berikut : Alarm = Panic + Enable. Exiting. Secure Secure = Window. Door. Garage Alarm = Panic + Enable. Exiting. (Window. Garage. Door) Buatlah : a. Tabel Kebenaran b. Persamaan Boolean c. Bentuk SOP dan POS d. Canonical Sum Minterm e. Rangkaian Jawaban : a. Tabel Kebenaran

b. Persamaan Boolean Alarm = Panic + enable. Exiting.(Window + Garage + Door ) Alarm = A + B+ C.(D +E +F ) c. SOP dan POS Map Karnaugh d. Canonical Sum of Minterm e. Rangkaian SOP F(16 22,24 63)

POS