BAB 2 LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
Lampiran 1 Pembuktian Teorema 2.3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. yang biasanya dinyatakan dalam bentuk sebagai berikut: =

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

Aljabar Linier Elementer. Kuliah 1 dan 2

BAB II LANDASAN TEORI

ALJABAR LINIER MAYDA WARUNI K, ST, MT ALJABAR LINIER (I)

MATRIKS VEKTOR DETERMINAN SISTEM LINEAR ALJABAR LINEAR

MATRIKS KUASIDEFINIT SUGENG MULYADI

BAB II DETERMINAN DAN INVERS MATRIKS

BAB II KAJIAN PUSTAKA. operasi matriks, determinan dan invers matriks), aljabar max-plus, matriks atas

NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN disebut vektor eigen dari matriks A =

Sebuah garis dalam bidang xy bisa disajikan secara aljabar dengan sebuah persamaan berbentuk :

Matriks - 1: Beberapa Definisi Dasar Latihan Aljabar Matriks

BAB V DIAGONALISASI DAN DEKOMPOSISI MATRIKS. Sub bab ini membahas tentang faktorisasi matriks A berorde nxn ke dalam hasil

BAB 3 FUNGSI MONOTON MATRIKS

ALJABAR LINIER DAN MATRIKS

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

5. PERSAMAAN LINIER. 1. Berikut adalah contoh SPL yang terdiri dari 4 persamaan linier dan 3 variabel.

SISTEM PERSAMAAN LINEAR

Aljabar Linear. & Matriks. Evangs Mailoa. Pert. 5

BAB II KAJIAN TEORI. yang diapit oleh dua kurung siku sehingga berbentuk empat persegi panjang atau

BAB I PENDAHULUAN. 3) Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan invers matriks. 4) Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan determinan matriks

a11 a12 x1 b1 Kumpulan Materi Kuliah #1 s/d #03 Tahun Ajaran 2016/2016: Oleh: Prof. Dr. Ir. Setijo Bismo, DEA.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

MENENTUKAN INVERS MOORE PENROSE DARI MATRIKS KOMPLEKS

Penyelesaian SPL dalam Rangkaian Listrik

BAB 2 LANDASAN TEORI. yang dibicarakan yang akan digunakan pada bab selanjutnya. Bentuk umum dari matriks bujur sangkar adalah sebagai berikut:

MENENTUKAN NILPOTENT ORDE 4 PADA MATRIKS SINGULAR MENGGUNAKAN TEOREMA CAYLEY HAMILTON TUGAS AKHIR

Modul Praktikum. Aljabar Linier. Disusun oleh: Machudor Yusman IR., M.Kom. Ucapan Terimakasih:

Aljabar Linier Elementer. Kuliah 7

DIAGONALISASI MATRIKS ATAS RING KOMUTATIF DENGAN ELEMEN SATUAN INTISARI

Perluasan Teorema Cayley-Hamilton pada Matriks

MODUL ALJABAR LINEAR 1 Disusun oleh, ASTRI FITRIA NUR ANI

BAB 4 : SISTEM PERSAMAAN LINIER

DIAGONALISASI MATRIKS KOMPLEKS

uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg

SISTEM PERSAMAAN LINEAR

MATRIKS. Notasi yang digunakan NOTASI MATRIKS

MATRIKS A = ; B = ; C = ; D = ( 5 )

BAB III MATRIKS HERMITIAN. dan konsep-konsep lainnya yang berkaitan dengan matriks Hermitian. Matriks

Matriks adalah susunan segi empat siku-siku dari objek yang diatur berdasarkan baris (row) dan kolom (column). Objek-objek dalam susunan tersebut

Sebelum pembahasan tentang invers matriks lebih lanjut, kita bahas dahulu beberapa pengertian-pengertian berikut ini.

Matriks. Baris ke 2 Baris ke 3

& & # = atau )!"* ( & ( ( (&

Bab 2 LANDASAN TEORI

Matriks - Definisi. Sebuah matriks yang memiliki m baris dan n kolom disebut matriks m n. Sebagai contoh: Adalah sebuah matriks 2 3.

KAJIAN MATRIKS JORDAN DAN APLIKASINYA PADA SISTEM LINEAR WAKTU DISKRIT

BAB II LANDASAN TEORI

MATRIKS. Matematika. FTP UB Mas ud Effendi. Matematika

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN

ALJABAR LINEAR BASIS RUANG BARIS DAN BASIS RUANG KOLOM SEBUAH MATRIKS. Dosen Pengampu: DARMADI, S.Si, M.Pd. Oleh: Kelompok III

BAB III PERLUASAN INTEGRAL

BAB I MATRIKS DEFINISI : NOTASI MATRIKS :

APLIKASI MATRIKS KOMPANION PADA PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN DIFERENSIAL LINIER NON HOMOGEN TUGAS AKHIR

II. TINJAUAN PUSTAKA. nyata (fenomena-fenomena alam) ke dalam bagian-bagian matematika yang. disebut dunia matematika (mathematical world).

MATRIKS. Definisi: Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang berbentuk segiempat siku-siku yang terdiri dari baris dan kolom.

Matematika Teknik INVERS MATRIKS

MODUL E LEARNING SEKSI -1 MATA KULIAH : ALJABAR LINIER KODE MATA KULIAH : ESA 151 : 5099 : DRA ENDANG SUMARTINAH,MA

03-Pemecahan Persamaan Linier (2)

Pertemuan 2 Matriks, part 2

Pertemuan 14. persamaan linier NON HOMOGEN

BAB 2. DETERMINAN MATRIKS

BAB 2 LANDASAN TEORI

Trihastuti Agustinah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tegak, perlu diketahui tentang materi-materi sebagai berikut.

II LANDASAN TEORI. Contoh. Ditinjau dari sistem yang didefinisikan oleh:

6 Sistem Persamaan Linear

BAB II TEORI KODING DAN TEORI INVARIAN

6- Operasi Matriks. MEKANIKA REKAYASA III MK Unnar-Dody Brahmantyo 1

Invers Tergeneralisasi Matriks atas Z p

PAM 252 Metode Numerik Bab 3 Sistem Persamaan Linier

BAB X SISTEM PERSAMAAN LINIER

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam bab ini dibahas tentang matriks, metode pengganda Lagrange, regresi

II. TINJAUAN PUSTAKA. Suatu matriks didefinisikan dengan huruf kapital yang dicetak tebal, misalnya A,

3 Langkah Determinan Matriks 3x3 Metode OBE

MATRIKS Nuryanto, ST., MT.

ALGORITMA ELIMINASI GAUSS INTERVAL DALAM MENDAPATKAN NILAI DETERMINAN MATRIKS INTERVAL DAN MENCARI SOLUSI SISTEM PERSAMAAN INTERVAL LINEAR

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FMIPA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Part II SPL Homogen Matriks

Aljabar Linier Sistem koordinat, dimensi ruang vektor dan rank

DETERMINAN, INVERS, PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SISTEM PERSAMAAN LINEAR ( BAGIAN II )

Vektor. Vektor. 1. Pengertian Vektor

BAB 2 LANDASAN TEORI

8 MATRIKS DAN DETERMINAN

TUGAS MANDIRI MATRIKS. Mata Kuliah : Matematika ekonomi

02-Pemecahan Persamaan Linier (1)

Definisi : det(a) Permutasi himpunan integer {1, 2, 3,, n}:

MATRIKS Matematika Industri I

Analisis Matriks. Ahmad Muchlis

MATRIK dan RUANG VEKTOR

Part III DETERMINAN. Oleh: Yeni Susanti

Matriks biasanya dituliskan menggunakan kurung dan terdiri dari baris dan kolom: A =

M AT E M AT I K A E K O N O M I MATRIKS DAN SPL I N S TITUT P ERTA N I A N BOGOR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas beberapa definisi dan teorema dengan atau tanpa bukti yang akan digunakan untuk menentukan regularisasi sistem singular linier. Untuk itu akan diberikan terlebih dahulu pengertian-pengertian dasar berikut: 2.1 Matriks Definisi 2.1: Anggap menyatakan baris dan menyatakan kolom maka matriks adalah susunan segiempat angka-angka berdasarkan baris dan kolom yang dibatasi oleh kurung siku maupun kurung biasa dan Selanjutnya akan dibahas tipe-tipe matriks dan operasi aljabarnya. 2.1.1 Matriks Bujursangkar Definisi 2.1: Matriks bujursangkar adalah matriks yang memiliki baris dan kolom yang sama disimbolkan sebagai. Anggap matriks bujursangkar maka. 2.1.2 Matriks Transpos Definisi 2.2: Anggap matriks berukuran, maka transpose matriks disimbolkan dengan adalah matriks berukuran.

6 Teorema 2.1: Anggap dan B adalah matriks-matriks dan adalah suatu skalar. Maka, penjumlahan dan perkalian matriks-matriks ini selalu didefinisikan sebagai berikut: a) b) c) d) 2.1.3 Matriks Simetris Definisi 2.3: Jika matriks sama dengan matriks transposenya atau disimbolkan dengan maka matriks simetris. Demikian juga, dikatakan simetris jika elemenelemen simetrisnya (elemen-elemen cermin terhadap diagonal) sama, yaitu, jika setiap. 2.1.4 Determinan Algoritma mereduksi penghitungan determinan berorde menjadi penghitungan determinan berorde. Algoritma 2.1: (Reduksi orde determinan). Inputnya adalah matriks bujursangkar- bukan-nol, dengan. Langkah. Memilih elemen atau, jika tidak ada,. Langkah. Dengan menggunakan sebagai pivot, lakukan operasi baris (kolom) elementer sehingga diperoleh di semua posisi selain posisi kolom (baris) yang mengandung. Langkah. Memperluas determinan dengan kolom (baris) yang mengandung.

7 Contoh 2.1: Gunakan algoritma di atas untuk menentukan determinan dari Gunakan sebagai pivot sehingga diperoleh bilangan-bilangan di posisi-posisi selain kolom ke-, yaitu dengan melakukan operasi baris (b) Mengganti dengan, Mengganti dengan, dan Mengganti dengan, Menurut Teorema Anggap diperoleh dari melalui operasi baris (kolom) elementer. Jika kelipatan suatu baris (kolom) ditambahkan ke baris (kolom) yang lain dari, maka, nilai determinan tidak berubah oleh operasioperasi ini. Jadi Selanjutnya sederhanakan dengan menggunakan kolom ketiga. Secara spesifik, abaikan semua suku yang mengandung dan gunakan fakta bahwa tanda dari minor adalah. Jadi 2.1.5 Matriks yang Dapat-Dibalik (Non-Singular) Definisi 2.4: Matriks bujursangkar dikatakan dapat-dibalik (invertible) atau non-singular jika terdapat matriks sedemikian rupa sehingga

8 di mana adalah matriks identitas yaitu matriks bujursangkar- dengan bilangan pada diagonalnya dan pada entri-entri lainnya. Matriks seperti ini bersifat unik. Yaitu, jika dan, maka. Dari hubungan di atas dinamakan matriks sebagai invers dari matriks dan invers dari matriks ditulis dan hubungan di atas bersifat simetris; yaitu, jika invers, maka invers. 2.1.6 Matriks Invers Algoritma menentukan invers dari sebuah matriks. Algoritma 2.2: Inputnya adalah matriks bujursangkar. Outputnya adalah invers dari atau tidak ada invers. Langkah. Membentuk matriks (blok),, di mana adalah stengah kiri dari dan matriks identitas adalah setengah kanan dari. Langkah. Mereduksi-baris menjadi bentuk eselon. Jika proses ini menghasilkan sebuah baris nol di setengah dari, maka tidak mempunyai invers. (Jika tidak, berbentuk segitiga). Langkah. Mereduksi-baris lebih jauh lagi menjadi bentuk kanonis barisnya,, di mana matriks identitas menggantikan di setengah kiri dari. Langkah. Menetapkan dari., matriks yang sekarang berada di setengah kanan Contoh 2.2: Menentukan invers dari matriks

9 Membentuk matriks (blok) dan mereduksi-baris menjadi bentuk eselon: Matriks identitas berada di setengah kiri dari matriks akhir, sehingga setengah kanannya adalah atau dengan perkataan lain: 2.1.7 Matriks Eselon Definisi 2.5: Matriks disebut matriks eselon, atau dikatakan berbentuk eselon, jika dua syarat berikut berlaku (dimana elemen bukan-nol utama (leading non-zero element) dari suatu baris pada matriks adalah elemen bukan-nol pertama pada baris tersebut): 1) Suatu baris nol, jika ada, terletak di bagian bawah matriks. 2) Setiap entri bukan-nol utama pada suatu baris berada di sebelah kanan entri bukan-nol utama pada baris sebelumnya. Yaitu, adalah matriks eselon jika terdapat entri-entri bukan-nol dimana dengan sifat untuk Entri-entri, yang merupakan elemen-elemen bukan-nol utama pada masing-masing barisnya, disebut pivot-pivot dari matriks eselon. Contoh 2.3: Matriks eselon yang pivot-pivotnya dicetak tebal:

10 2.1.8 Bebas Linier Kolom matriks ; dapat ditulis sebagai vektor kolom. Juga, baris matriks dapat di tulis sebagai vektor baris. Vektor kolom adalah bebas linier jika persamaan memenuhi hanya untuk semua. Sama halnya dengan vektor baris adalah bebas linier jika hanya nilai nol untuk skalar memenuhi persamaan Jika beberapa memenuhi, vektor kolom adalah bebas linier. Jika beberapa memenuhi, vektor baris adalah bebas linier. Hal ini mungkin menunjukkan satu atau lebih vektor kolom (vektor baris) sebagai kombinasi linier lainnya. Jika vektor kolom (vektor baris) matriks adalah bebas linier, maka determinan adalah nol. 2.1.9 Rank Matriks Definisi 2.6: Rank matriks ; adalah sama pada maksimum bilangan kolom tidak bebas linier atau maksimum bilangan baris tidak linier. Bentuknya disebut rank kolom dan selanjutnya rank baris. Rank kolom adalah sama dengan rank baris. Rank matriks adalah sama dengan order determinan non-vanishing terbesar di, (Stagg dan El- Abiad, 1968).

11 Contoh 2.4: Anggap matriks Baris adalah bebas linier karena persamaan memenuhi untuk Sama halnya dengan kolom adalah bebas linier karena persamaan memenuhi untuk Bagaimanapun, tidak dua kolom adalah bebas linier dan, oleh karena itu, rank matriks adalah. Rank dari matriks, ditulis rank, juga dapat diselesaikan dengan metode matriks eselon yaitu sama dengan banyaknya pivot pada bentuk eselon dari. Contoh 2.5: Sesuai dengan Contoh maka diperoleh rank.2

12 2.1.10 Aplikasi pada Teorema Eksistensi dan Keunikan Subbagian ini membahas mengenai syarat-syarat teoretis bagi eksistensi dan keunikan dari solusi sistem persamaan linier dengan menggunakan pengertian rank dari suatu matriks. Teorema 2.2: Diberikan sistem persamaan linier dengan variabel tidak diketahui dan matriks yang diperbesar. Maka: a) Sistem memiliki solusi jika dan hanya jika rank rank. b) Solusinya unik jika dan hanya jika rank rank. Bukti: a) Sistem memiliki solusi jika dan hanya jika bentuk eselon dari tidak memiliki baris berbentuk, dengan Jika bentuk eselon dari memiliki baris, maka adalah pivot dari tetapi bukan pivot dari, dan oleh karena itu rank rank. Jika sebaliknya, bentuk eselon dari dan memiliki pivot-pivot yang sama, dan oleh karena itu rank rank. Ini membuktikan kebenaran. b) Sistem memiliki solusi unik jika dan hanya jika bentuk eselon tidak memiliki variabel bebas. Ini berarti bahwa ada satu pivot untuk setiap variabel tidak diketahui. Sehingga rank rank. Ini membuktikan kebenaran. 2.1.11 Persamaan Matriks dari Sistem Persamaan Linier Bujursangkar Sistem persamaan linier adalah bujursangkar jika dan hanya jika matriks yang terdiri dari koefisien-koefisien adalah matriks bujursangkar. Teorema 2.3: Sistem persamaan linier bujursangkar memiliki suatu solusi unik, jika dan hanya jika matriks dapat-dibalik. adalah suatu solusi unik dari sistem tersebut.

13 Bukti: Jika dapat-dibalik, maka adalah suatu solusi unik. Jika dapat-dibalik, maka dan sehingga adalah sebuah solusi. Selanjutnya, anggap adalah sebarang solusi, maka. Maka Jadi, solusi unik. 2.1.12 Matriks Definit Positif Teorema 2.4: Anggap adalah suatu matriks simetrik berorde ekuivalen dengan: a) adalah definit positif. b) Submatriks utama semuanya mempunyai determinan-determinan positif. c) dapat direduksi menjadi matriks segitiga atas dengan hanya menggunakan operasi baris dan semua elemen poros akan positif. d) mempunyai suatu faktorisasi Cholesky (di mana adalah matriks segitiga bawah, dengan entri-entri diagonal positif). e) dapat difaktorkan ke dalam hasil kali untuk suatu matriks tak singular. Bukti: Dari yang telah diketahui bahwa (a) mengakibatkan (b), (b) mengakibatkan (c), dan (c) mengakibatkan (d). Untuk melihat bahwa (d) mengakibatkan (e), asumsikan bahwa. Jika ditetapkan, maka taksingular dan Akhirnya, untuk menunjukkan bahwa (e) (a), asumsikan bahwa, di mana taksingular. Misalkan adalah sembarang vektor taknol dalam dan tetapkan. Karena taksingular, akan menyebabkan Jadi adalah definit positif.

14 Terbukti. Hasil-hasil analog terhadap Teroema 6.6.1 tidak berlaku untuk keadaan semidefinit positif. Contoh 2.5: Submatriks utama semuanya mempunyai determinan taknegatif. namun bukan semidefinit positif karena mempunyai nilai eigen negative. Sebenarnya, adalah suatu vektor eigen dari dan Sistem Waktu Diskrit Definisi 2.7: Sistem adalah suatu alat atau algoritma yang beroperasi pada sinyal waktu kontinu/diskrit (input), menurut beberapa aturan yang dibuat, untuk menghasilkan sinyal waktu kontinu/diskrit dengan bentuk lain (output) sistem tersebut. Secara umum dinyatakan:, Definisi 2.8: Sistem waktu diskrit pada dasarnya (A. Abdurrochman, 2010) adalah algoritma matematik dengan deretan masukan,, yang menghasilkan deretan keluaran,. Ciri sistem diskrit yang linier: Jika masukan Jika masukan menghasilkan menghasilkan Sistem waktu diskrit dikatakan statik (memoryless) jika output pada tiap tergantung pada sampel input pada waktu yang sama yaitu. hanya

15 Sistem Singular Sistem singular adalah sistem dinamik yang prosesnya ditentukan dengan kedua persamaan differensial dan persamaan aljabar. Sistem seperti itu muncul dalam jaringan listrik, sistem power, dan sebagainya. Akhir dua dekade ini, ada mempelajari sistem singular secara luas seperti mencakup persoalan sebagai solvability, controllability dan observability, penyelesaian pole dan eliminasi proses impuls, kontrol geometri kuadratik linier, regulasi output, dan decoupling input-output, (Jie Huang dan Ji-Feng Zhang, 1998). Anggap sistem singular diskrit berikut: dimana adalah vektor keadaan, adalah input kontrol, dan adalah output sistem. adalah matriks konstanta yang berdimensi telah ditentukan. Seluruh pembahasan ini diasumsikan bahwa rank dan dengan singular. Hal ini bertujuan bahwa sistem tampak secara lengkap dan adalah pasangan regular, yaitu. Diturunkan secara teratur sehingga menjamin memiliki adanya dan keunikan solusi, (Dianhui Wang dan C. B. Soh, 1999). Dengan asumsi regulariti bahwa terdapat dua matriks non-singular, sedemikian hingga sistem adalah ekuivalen sistem terbatas pada dimana

16 dan adalah matriks nilpotent. Definisi 2.9: 1. Sistem disebut controllable ( observable) jika rank, terbatas ( rank terbatas ). 2. Sistem disebut controllable (observable) jika kedua controllable ( observable) dan rank (rank ). 3. Sistem disebut controllable ( observable) jika terdapat sebuah matriks sedemikian hingga deg rank ( atau ada sebuah sedemikian hingga deg rank ). Di sini deg menunjukkan degree dari suatu polinomial. Anggap kontrol umpan-balik keadaan: dimana input baru. Menggunakan pada sistem menghasilkan sistem loop tertutup Menjamin bahwa sistem loop-tertutup memiliki solusi yang unik untuk setiap, selanjutnya menggunakan hanya yang membuat regular. Berikut tiga lemma akan dibutuhkan untuk selanjutnya. Lemma 1: Terdapat matriks sedemikian hingga sistem loop tertutup tidak memiliki pole terbatas, atau dengan perkataan lain:

17 dimana adalah konstanta, jika dan hanya jika sistem adalah controllable dan atau. Bukti: Perlu: Dengan asumsi sebelumnya bahwa sistem adalah regular, terdapat dua matriks non-singular sedemikian hingga adalah ekuivalen sistem terbatas pada. Akibat teori sistem linier juga menunjukkan bahwa terdapat non-singular sedemikian hingga dimana, dan adalah controllable. Untuk setiap matriks, sistem loop tertutup memiliki polinimial karakteristik dari dengan. Telah diasumsikan bahwa sistem loop tertutup adalah regular, sehingga deg deg. Jika terdapat memenuhi, maka harus ditarik kesimpulan bahwa deg. Oleh sebab itu dapat tidak ada. Ini berarti bahwa adalah controllable, atau dengan perkataan lain sistem adalah controllable. Jelas bahwa atau.

18 Cukup: Bukti cukup adalah berguna. Dengan tidak menghilangkan secara umum bahwa adalah controllable (sebaliknya, dapat membiarkannya pada bentuk controllability standard an melanjutkan pembahasan subsistem controllable). Oleh karena itu, sistem adalah controllable. dapat dipilih sedemikian hingga deg rank. Hal itu dapat ditarik kesimpulan bahwa matriks non-singular ada, sedemikian hingga sistem loop tertutup adalah ekuivalen sistem terbatas pada dimana diag, diag, Karena sistem adalah controllable, adalah controllable dan memiliki rank baris penuh, dan rank rank. Oleh karena itu, dapat memilih sedemikian hingga Anggap Maka sistem menjadi

19 dan adalah controllable. Diskusi berikut dibagi menjadi dua bagian. 1. Assumsikan bahwa terdapat bilangan, rank, kolom ke dari tidak nol. Dalam kasus ini, tanpa menghilangkan secara umum, menunjukkan bahwa. Maka dapat diketahui dengan segera bahwa matriks ada sedemikian hingga adalah controllable. Anggap Maka sistem loop tertutup dari dan digambarkan dengan Pemberitahuan fakta bahwa non-singular sedemikian hingga adalah controllable, terdapat matriks Menunjukkan Hal itu mengikuti bahwa sistem adalah ekuivalen sistem terbatas pada Anggap

20 Maka secara langsung komputasi memberikan bahwa sistem loop tertutup dibentuk dengan dan memiliki polinomial karakteristik: konstanta, dimana. Dan sekarang dipilih sebagai suatu cara akan memenuhi persamaan. 2. Pada bagian yang lain, membiarkan rank kolom dari, adalah nol. Menunjukkan dimana kolom pertama dari tidak vektor nol. Anggap, sistem menjadi Jadi, hal itu ditukar pada kasus Akibat 2.1: Jika sistem adalah controllable dan, terdapat sedemikian hingga ada. Akibat 2.2: Jika sistem adalah observable dan, terdapat sedemikian hingga konstanta,.

21 Lemma 2.2: Menunjukkan sistem menjadi controllable dan keduanya memenuhi deg rank. Maka lanjutan subsistem dari dua sistem berikut: memiliki indeks observabiliti yang sama. Bukti: Pertama, terdapat matriks non-singular sedemikian hingga sistem dan adalah, berturut-turut, ekuivalen sistem terbatas pada dimana diag diag Pada bagian lain, anggap transformasi sistem adalah ekuivalen sistem terbatas pada, dengan matriks Karena deg rank ada. Anggap

22 Sistem menjadi dimana Karena dan adalah keduanya dekomposisi standar dari sistem, maka diketahui bahwa terdapat matriks non-singular sedemikian hingga Jika adalah indeks observabiliti dari berturut-turut. Dari definisi komputasi secara langsung memberikan bahwa.