BAB 5 DIFFERENSIASI NUMERIK

dokumen-dokumen yang mirip
Differensiasi Numerik

METODE NUMERIK 3SKS-TEKNIK INFORMATIKA-S1. Mohamad Sidiq PERTEMUAN : 8

Turunan Fungsi Aljabar

Penyelesaian Model Matematika Masalah yang Berkaitan dengan Ekstrim Fungsi dan Penafsirannya

19, 2. didefinisikan sebagai bilangan yang dapat ditulis dengan b

MATEMATIKA TURUNAN FUNGSI

4.1 Konsep Turunan. lim. m PQ Turunan di satu titik. Pendahuluan ( dua masalah dalam satu tema )

untuk i = 0, 1, 2,..., n

KALKULUS. Laporan Ini Disusun Untuk Memenuhi Mata Kuliah KALKULUS Dosen Pengampu : Ibu Kristina Eva Nuryani, M.Sc. Disusun Oleh :

4. TURUNAN. MA1114 Kalkulus I 1

Turunan Fungsi. Penggunaan Konsep dan Aturan Turunan ; Penggunaan Turunan untuk Menentukan Karakteristik Suatu Fungsi

Gambar 1. Gradien garis singgung grafik f

A. Penggunaan Konsep dan Aturan Turunan

TURUNAN (DIFERENSIAL) Oleh: Mega Inayati Rif ah, S.T., M.Sc. Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Limit Fungsi. Limit Fungsi di Suatu Titik dan di Tak Hingga ; Sifat Limit Fungsi untuk Menghitung Bentuk Tak Tentu ; Fungsi Aljabar dan Trigonometri

LEMBAR KERJA SISWA 1. : Menggunakan Konsep Limit Fungsi Dan Turunan Dalam Pemecahan Masalah

dapat dihampiri oleh:

SUATU CONTOH INVERSE PROBLEMS YANG BERKAITAN DENGAN HUKUM TORRICELLI

TURUNAN / DIFERENSIAL TURUNAN DAN DIFERENSIAL

Seri : Modul Diskusi Fakultas Ilmu Komputer. FAKULTAS ILMU KOMPUTER Sistem Komputer & Sistem Informasi HANDOUT : KALKULUS DASAR

MATEMATIKA MODUL 4 TURUNAN FUNGSI KELAS : XI IPA SEMESTER : 2 (DUA)

BAB 3 PENYELESAIAN PERSAMAAN NON LINIER

BAB III INTEGRASI NUMERIK

AKAR PERSAMAAN Roots of Equations

Setiap mahasiswa yang pernah mengambil kuliah kalkulus tentu masih ingat dengan turunan fungsi yang didefenisikan sebagai

E-learning Matematika, GRATIS

TURUNAN FUNGSI. 1. Turunan Fungsi

MA1201 MATEMATIKA 2A Hendra Gunawan

BAB III METODE PENELITIAN

TURUNAN FUNGSI. turun pada interval 1. x, maka nilai ab... 5

BAB III PEMODELAN DENGAN METODE VOLUME HINGGA

Pengkajian Metode Extended Runge Kutta dan Penerapannya pada Persamaan Diferensial Biasa

4. TURUNAN. MA1114 Kalkulus I 1

Matematika ITB Tahun 1975

MAKALAH TURUNAN. Disusun oleh: Agusman Bahri A1C Dosen Pengampu: Dra. Irma Suryani, M.Pd

BAB V. SIFAT GELOMBANG DARI PARTIKEL

STATISTICS WEEK 8. By : Hanung N. Prasetyo POLTECH TELKOM/HANUNG NP

Kurikulum 2013 Antiremed Kelas 11 Matematika

Kalkulus Diferensial week 09. W. Rofianto, ST, MSi

Olimpiade Sains Nasional Eksperimen Fisika Tingkat Sekolah Menengah Atas Agustus 2008 Waktu: 4 jam

MODIFIKASI METODE NEWTON-RAPHSON UNTUK MENCARI SOLUSI PERSAMAAN LINEAR DAN NONLINEAR

Matematika Lanjut 2 SISTIM INFORMASI FENI ANDRIANI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Bagian 3 Differensiasi

MENYELESAIKAN TURUNAN TINGKAT TINGGI DENGAN MENGGUNAKAN METODE SELISIH ORDE PUSAT BERBANTUAN PROGRAM MATLAB

PENGUAT DAYA (POWER AMPLIFIER) Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY

JURNAL. Oleh: ELVYN LELYANA ROSI MARANTIKA Dibimbing oleh : 1. Dian Devita Yohanie, M. Pd 2. Ika Santia, M. Pd

K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Matematika

KB. 2 INTERAKSI PARTIKEL DENGAN MEDAN LISTRIK

TurunanNumerik. Bahan Kuliah IF4058 Topik Khusus Informatika I. Oleh; Rinaldi Munir(IF-STEI ITB)

Rangkuman Materi dan Soal-soal

Penyelesaian Persa. amaan Non Linier. Metode Iterasi Sederhana Metode Newton Raphson. Metode Secant. Metode Numerik. Iterasi/NewtonRaphson/Secant

DIFERENSIASI & INTEGRASI NUMERIK

esaian Pers.Non Linier Studi Kasus Penyele S. Hadi, ST. MSc. Muhammad Zen Studi Kasus Non Linier

MODUL PRAKTIKUM METODE NUMERIK NAZARUDDIN

Pendahuluan Metode Numerik Secara Umum

Pertemuan I Mencari Akar dari Fungsi Transendental

BAB II PENGANTAR SOLUSI PERSOALAN FISIKA MENURUT PENDEKATAN ANALITIK DAN NUMERIK

BAB II DASAR TEORI. Gambar dapat direpresentasikan ke dalam dua macam bentuk yaitu bentuk

BAB III METODE STRATIFIED RANDOM SAMPLING

FUNGSI KABUR. Tugas Akhir Diajukan untuk memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sains Program Studi Matematika

MAKALAH MATEMATIKA DASAR TURUNAN (DIFERENSIAL)

ALIRAN BERUBAH BERATURAN

di FKIP Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya 4 Herwinarso, Tjondro Indrasutanto, G. Budijanto Untung adalah Dosen Pendidikan Fisika

PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN MATEMATIKA

Studi Kasus Penyelesaian Pers.Non Linier. Studi Kasus Non Linier 1

Interpolasi. Metode Numerik POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA DEPARTEMEN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

Ilustrasi Persoalan Matematika

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII B MTs Al Hikmah Bandar

BAB V ALINYEMEN VERTIKAL

dx = F(x) + C (P.6.1)

Persamaan Non Linier

PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFFERENSIAL ORDE 1 - I

Solusi Analitik Model Perubahan Garis Pantai Menggunakan Transformasi Laplace

65 Soal dengan Pembahasan, 315 Soal Latihan

Pemodelan Fraktal: Study Kasus pada Nilai Tukar Dolar Amerika terhadap Rupiah

REPRESENTASI DAN TEORI APOS UNTUK MENGEKSPLORASI PEMAHAMAN MATEMATIKA MAHASISWA PADA KONSEP LIMIT

SOLUSI NUMERIK PERSAMAAN DIFUSI ANISOTROPIK

16. INTEGRAL. A. Integral Tak Tentu 1. dx = x + c 2. a dx = a dx = ax + c. 3. x n dx = + c. cos ax + c. 4. sin ax dx = 1 a. 5.

PENDAHULUAN METODE NUMERIK

Galeri Soal. Dirangkum Oleh: Anang Wibowo, S.Pd

Profil LKS IPA SMP Berorientasi Active Learning dengan Strategi Belajar Mengajukan Pertanyaan

UJIAN TENGAH SEMESTER KALKULUS I

Bab 2. Penyelesaian Persamaan Non Linier

10. TEOREMA NILAI RATA-RATA

Kalkulus Multivariabel I

BAB III STRATIFIED CLUSTER SAMPLING

LUAS DAERAH, TITIK BERAT DAN MOMEN INERSIA POLAR KARDIODA DENGAN INTEGRAL NUMERIK METODE TRAPESIUM & METODE SIMPSON

1) Untuk menentukan ketepatan (accuracy) hasil penghitungan numerik. 2) Untuk membuat kriteria stop pada

METODE MULTIGRID UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN POISSON DUA DIMENSI DENGAN METODE BEDA HINGGA ABSTRACT

Kamiran Persamaan-persamaan. Bab 22

METODE BEDA HINGGA PADA KESTABILAN PERSAMA- AN DIFUSI KOMPLEKS DIMENSI SATU

log2 PEMBAHASAN SOAL TRY OUT = = 2 1 = 27 8 = 19 Jawaban : C = = = 2( 15 10) Jawaban : B . 4. log3 1 2 (1) .

bila limitnya ada. Dengan penggantian x = c+ h, jika x c h 0 dan x c h turunan fungsi f di c dapat dituliskan dalam bentuk: x c

MODEL ATOM MEKANIKA KUANTUM UNTUK ATOM BERELEKTRON BANYAK

Transkripsi:

BAB 5 DIFFERENSIASI NUMERIK 5.1. Permasalaan Differensiasi Numerik Sala satu peritungan kalkulus yang banyak digunakan adala differensial, dimana differensial ini banyak digunakan untuk keperluan peritungan geometrik.dan peritungan-peritungan yang berubungan dengan perubaan nilai per-satuan waktu atau jarak.secara kalkulus, differensial didefinisikan sebagai perbandingan perubaan tinggi (selisi tinggi) dan perubaan jarak, dan dituliskan dengan : dy lim y = ax 0 dx x Hampir semua fungsi kontinu dapat diitung nilai differensialnya secara muda, seingga dapat dikatakan metode numerik dianggap tidak perlu digunakan untuk keperluan peritungan differensial ini.masalanya seiring dengan perkembangannya pemakaian komputer sebagai alat itung dan pada banyak permasalaan differensial adala sala satu bagian dari penyelesaian, sebagai conto metode newton rapson memerlukan differensial sebagai pembagi nilai perbaikan errornya, seingga metode newton rapson ini anya bisa dilakukan bila nilai differensialnya bisa diitung. Conto lainnya adala penentuan titik puncak kurva y = f(x) yang dinamakan titik maksimal dan titik minimal, juga memerlukan titik differensial sebagai syarat apaka titik tersebut sebagai titik puncak.dimana didefinisikan bawa suatu titik dy dinamakan titik puncak bila differensial pada titik tersebut adala 0. dx Pada beberapa permasalaan, nilai differensial dapat diitung secara manual.misalkan diketaui f xe -x + cos x maka differensialnya adala F 1 (1-x) e -x sin x.tetapi pada permasalaan lain nilai fungsi sulit diselesaikan secara manual.terutama jika fungsinya anya diketaui berupa nilai atau grafis. Misalkan mengitung puncak distribusi data yang berupa distribusi poisson. m x e m f x! Mengitung differensial ini tidak muda, disinila metode numerik dapat digunakan. Hubungan antara nilai fungsi dan perubaan fungsi untuk setiap titiknya didefinisikan dengan : y = f(x) + f 1 (x).(x) dan F 1 (x) didefinisikan dengan : f 1 lim f ( x + ) f ( x) 0 Dari formulasi ini dapat diturunkan beberapa metode differensiasi numerik, antara lain : *. Metode Selisi Maju *. Metode Selisi Tengaan Metode Numerik Sebagai Algoritma Komputasi 45

5.. Metode Selisi Maju Metode selisi maju merupakan metode yang mengadopsi secara langsung definisi differensial, dan dituliskan : f f ( x + ) f ( x) Pengambilan diarapkan pada nilai yang kecil agar errornya kecil, karena metode ini mempunyai error sebesar : 1 E(f) = f 11 ( x) Conto 5.1: Hitung differensial f(x)=e -x sin(x)+1 dari range x=[0,1] dengan =0.05 X f(x) f (x) eksak error 0 1-1 - 0.05 1.04754 0.950833 0.90499 0.0483341 0.1 1.09033 0.85587 0.809984 0.0458431 0.15 1.186 0.76579 0.741 0.0433711 0. 1.1666 0.68068 0.639754 0.04098 0.5 1.1968 0.600434 0.561911 0.03858 0.3 1.1893 0.54967 0.488804 0.036163 0.35 1.4164 0.454185 0.4039 0.033856 0.4 1.6103 0.387978 0.356371 0.0316077 0.45 1.7735 0.367 0.96804 0.0948 0.5 1.9079 0.688 0.41494 0.073059 0.55 1.30156 0.1556 0.1903 0.05606 0.6 1.30988 0.166361 0.143071 0.03898 0.65 1.31594 0.11053 0.099657 0.013958 0.7 1.31991 0.0794806 0.0599004 0.019580 0.75 1.3198 0.0414863 0.0364 0.0178443 0.8 1.333 0.00691036-0.00978 0.0161887 0.85 1.3111-0.044081-0.039018 0.0146137 0.9 1.31848-0.05630-0.065749 0.013119 0.95 1.31458-0.077916-0.089604 0.011704 1 1.30956-0.10045-0.110794 0.0103684 Rata-rata error adala 0.0737486 5.3. Metode Selisi Tengaan Metode selisi tengaan merupakan metode pengambilan perubaan dari dua titik sekitar dari titik yang diukur.peratikan selisi maju pada titik x- adala : 1 f ( ) ( x) f ( x ) f1 x = Dan selisi maju pada titik x adala : 1 f ( ) ( x + ) f ( x) f x = Metode selisi tengaan merupakan rata-rata dari dua selisi maju : f 1 1 1( x) f 1 ( x) + f Metode Numerik Sebagai Algoritma Komputasi 46

Atau dituliskan : f 1 f ( x + ) f ( x ) Kesalaan pada metode ini adala : 111 E(f) = ( η) 6 f Metode selisi tengaan ini yang banyak digunakan sebagai metode differensiasi numerik. Conto 5. : Hitung differensial f(x)=e -x sin(x)+1 dari range x=[0,1] dengan =0.05 x f(x) f (x) eksak error 0 1 1.00083 1 0.00083315 0.05 1.04754 0.90333 0.90499 0.000831131 0.1 1.09033 0.810809 0.809984 0.00085373 0.15 1.186 0.7337 0.741 0.00081638 0. 1.1666 0.640558 0.639754 0.000804089 0.5 1.1968 0.56701 0.561911 0.00078973 0.3 1.1893 0.489576 0.488804 0.00077113 0.35 1.4164 0.4108 0.4039 0.00075913 0.4 1.6103 0.357103 0.356371 0.00073196 0.45 1.7735 0.97514 0.96804 0.000709519 0.5 1.9079 0.418 0.41494 0.000685839 0.55 1.30156 0.190961 0.1903 0.00066115 0.6 1.30988 0.143707 0.143071 0.000635667 0.65 1.31594 0.10067 0.099657 0.000609585 0.7 1.31991 0.0604834 0.0599004 0.000583086 0.75 1.3198 0.041983 0.0364 0.000556336 0.8 1.333-0.00874888-0.0097837 0.00059485 0.85 1.3111-0.0385191-0.039018 0.00050671 0.9 1.31848-0.06573-0.065749 0.000476018 0.95 1.31458-0.0891708-0.089604 0.000449637 1 1.30956-0.11037-0.110794 0.0004368 Rata-rata error = 0.000665659 5.4. Differensiasi Tingkat Tinggi Defferensiasi tingkat tinggi merupakan proses pendefferensialan secara terusmenerus, ingga tingkatan yang ditentukan. (1) Differensial tingkat adala : f "( x) = f '{ f '( x) } () Differensial tingkat 3 adala : (3) f ( x) = f '{ f "( x) } (3) Differensial tingkat n adala : ( n )( ) 1 n 1 f x = f { f ( x ) } Dapat dituliskan : Metode Numerik Sebagai Algoritma Komputasi 47

n n 1 d f d d f = n n 1 dx dx dx Untuk mengitung differensial tingkat tinggi ini dapat digunakan metode differensiasi yang merupakan pengembangan metode selisi tengaan yaitu : Differensiasi tingkat f ( ) ( x ) f ( x) + f ( a + ) f " x = Untuk mengitung differensial tingkat ini maka diambil yang kecil, karena error dari metode ini : ( 4 Ε ( f ) = ) ( η) 1 f Kesalaan ini dinamakan kesalaan diskritisasi. Conto 5.4: Hitung differensial kedua dari f(x)=e -x sin(x)+1 dari range x=[0,1] dengan =0.05 x f(x) f (x) eksak error 0 1 - - 1.38889e-007 0.05 1.04754-1.9001-1.90008 3.94861e-005 0.1 1.09033-1.80071-1.80063 7.5155e-005 0.15 1.186-1.7019-1.7009 0.000107067 0. 1.1666-1.60496-1.6048 0.000135436 0.5 1.1968-1.50934-1.50918 0.000160461 0.3 1.1893-1.41564-1.41546 0.00018341 0.35 1.4164-1.3413-1.3393 0.0000171 0.4 1.6103-1.3503-1.3481 0.00017443 0.45 1.7735-1.14853-1.1483 0.0003104 0.5 1.9079-1.0648-1.06456 0.000448 0.55 1.30156-0.983979-0.98378 0.0005135 0.6 1.30988-0.906166-0.905908 0.0005817 0.65 1.31594-0.831448-0.831184 0.000631 0.7 1.31991-0.759885-0.759619 0.00066538 0.75 1.3198-0.691519-0.69151 0.0006871 0.8 1.333-0.6637-0.66101 0.00068564 0.85 1.3111-0.564441-0.564173 0.00067551 0.9 1.31848-0.50571-0.505456 0.0006536 0.95 1.31458-0.450184-0.44991 0.00061 1 1.30956-0.39779-0.39753 0.00057939 Rata-rata error = 0.00001003 5.5. Pemakaian Differensiasi Untuk Menentukan Titik Puncak Kurva Sala satu pemakaian differensial yang paling banyak dibicarakan adala penentukan titik puncak kurva, dimana titik puncak (tertinggi atau terenda) diperole dengan memanfaatkan nilai differensial dari kurva pada setiap titik yang ditinjau. Metode Numerik Sebagai Algoritma Komputasi 48

Peratikan kurva y = f(x) seperti gambar berikut : 0.8 P P 5 3 exp(-(x-1)**)*sin(5*x) 0.6 0.4 0. 0 P 1 P 7-0. -0.4 P P 6-0.6-0.8 P 4-1 - -1 0 1 3 4 Kurva tersebut mempunyai 7 titik puncak, yaitu p 1, p, p3, p4, p5, p6 dan p 7.Titik puncak p 1, p3, p5 dan p 7 dinamakan titik puncak maksimum.titik puncak p, p 4 dan p dinamakan titik puncak minimum. 6 Untuk menentukan titik puncak peratikan definisi berikut : Definisi 5.1. Suatu titik a pada kurva y = f(x) dinamakan titik puncak bila dan anya bila : f 1 (a) = 0. Definisi 5.. Sebua titik puncak a dikatakan titik maksimum pada kurva y = f(x) bila : f 11 (a) < 0. Definisi 5.3. Sebua titik puncak a dikatakan titik minimum pada kurva y = F(x) bila : f 11 (a) > 0. Dari definisi-definisi di atas, maka untuk menentukan titik puncak kurva y = f(x) secara numerik adala menentukan titik-titik dimana f 0, kemudian diitung apaka f (x)>0 atau f (x)<0 untuk menentukan apaka titik tersebut titik puncak maksimal atau titik puncak minimal. Conto 5.5. Tentukan titik-titik puncak dari kurva y = x 3 -x -x dengan mengambil range [ 1,1 ] x f(x) f (x) f (x) -1-1.8736 3.75537 -.93548-0.95-1.1036 3.6068-3.00637-0.9-0.96673 3.4555-3.056-0.85-0.757731 3.30168-3.08679-0.8-0.596505 3.1470-3.09977-0.75-0.44309.991-3.09677 Metode Numerik Sebagai Algoritma Komputasi 49

x f(x) f (x) f (x) -0.7-0.9795.8377-3.0793-0.65-0.15959.68449-3.0489-0.6-0.088457.5331-3.00686-0.55 0.0940508.38407 -.95453-0.5 0.09561.3787 -.8931-0.45 0.317838.09495 -.838-0.4 0.419056 1.95567 -.74764-0.35 0.513405 1.8033 -.66566-0.3 0.601089 1.689 -.57881-0.5 0.6837 1.5655 -.48795-0. 0.757345 1.44051 -.39391-0.15 0.86378 1.33 -.9743-0.1 0.889667 1.1081 -.1991-0.05 0.947458 1.10333 -.09987 0 1 1.00083-0.05 1.04754 0.90333-1.9001 0.1 1.09033 0.810809-1.80071 0.15 1.186 0.7337-1.7019 0. 1.1666 0.640558-1.60496 0.5 1.1968 0.56701-1.50934 0.3 1.1893 0.489576-1.41564 0.35 1.4164 0.4108-1.3413 0.4 1.6103 0.357103-1.3503 0.45 1.7735 0.97514-1.14853 0.5 1.9079 0.418-1.0648 0.55 1.30156 0.190961-0.983979 0.6 1.30988 0.143707-0.906166 0.65 1.31594 0.10067-0.831448 0.7 1.31991 0.0604834-0.759885 0.75 1.3198 0.041983-0.691519 0.8 1.333-0.008748-0.6637 0.85 1.3111-0.038519-0.564441 0.9 1.31848-0.06573-0.50571 0.95 1.31458-0.0891708-0.450184 1 1.30956-0.11037-0.39779 Terliat bawa nilai puncak terjadi antara 0.75 dan 0.8, karena nilai f (x) mendekati nol. Pada nilai tersebut terliat nilai f (x)<0 maka nilai puncak tersebut adala nilai puncak maksimum. 5.6. Tugas 1. Tentukan titik maksimal dan titik minimal dari fungsi : x e f ( x) = + sin(x) pada range [1,10] dengan =0.1 dan =0.01. Tentukan differensial pertama dari sinyal AM dengan frekwensi informasi 10 Hz dan frekwensi pembawa 10 Hz pada range [0,0.1] dengan =0.001 Fungsi sinyal AM dengan frekwensi informasi f dan frekwensi pembawa f s adala : Metode Numerik Sebagai Algoritma Komputasi 50

{ 1 a sin( )} y( t) = sin(π f st) + πft dimana a adala konstanta modulasi, untuk soal ini a=0.5 1.5 sin(*pi*10*x)*(1+0.5*sin(*pi*10*x)) 1 0.5 0-0.5-1 -1.5 0 0.01 0.0 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08 0.09 0.1 3. Tentukan titik-titik puncak pada sinyal AM di atas, bedakan antara titik puncak maksimal dan titik puncak minimal. Hitung berapa jumla titik puncak maksimal dan titik puncak minimal. Untuk titik puncak maksimal, bandingkan asilnya dengan fungsi : y( t) = 1+ 0.5sin(πft) dimana f adala frekwensi sinyal informasi Metode Numerik Sebagai Algoritma Komputasi 51