Lampiran 1. Lay out pabrik CV Mekar Abadi

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Lampiran 1. Lay out pabrik CV Mekar Abadi"

Transkripsi

1 LAMPIRAN 53

2 Lampiran 1. Lay out pabrik CV Mekar Abadi 54

3 Lampiran 2. Keterangan lay out pabrik CV Mekar Abadi Nomor Keterangan lay out pabrik 1 Unit proses rotary 2 Unit proses bare core 3 Dust collector 4 Kiln dry 5 Log yard 6 Unit proses plywood dan block board 7 Mesin boiler 8 Unit proses stik vinir 9 Unit proses sawmill 10 Ruang mekanik 11 Gudang penyimpanan produk 12 Ruang pembuatan stik dan palet 13 Kantor 55

4 Lampiran 3. Lay out ruang produksi kayu lapis 56

5 Lampiran 4. Rincian harga komponen konveyor dan penampung glue 1. Rincian harga komponen konveyor No Jenis komponen Jumlah Harga (Rp) 1 Besi UNP 100 (mm) panjang 6 m 1 batang 285,000 2 Besi UNP 80 (mm) panjang 6 m 1 batang 267,000 3 Roller indo besi diameter 4 inch pnjg 67 cm 2 batang 6,560,000 4 Roller adjust diameter 2 inch panjang 67 cm 3 batang 5,940,000 5 Elektro motor 3 phase 1450 rpm 1 unit 4,200,000 6 Gear box/reducer tipe 80 ratio 1:10 1 unit 6,100,000 7 Pully diameter 3 inch A2 2 buah 210,000 8 Amerald belt kelling 1280 cm lebar 60 cm 1 buah 4,100,000 tebal 3 mm 9 Vans belt A28 28 inch 2 buah 57, Magnetic switch SC 18 tipe motor 10 ampere 1 buah 412,000 Total harga 28,131,000 Jumlah konveyor yang dibutuhkan 4 unit (total harga x 4) 112,524, Rincian harga komponen penampung glue No Jenis komponen Harga (Rp) 1 Ball valve 2 inch 520,000 2 Pipa galvanis medium A diameter 1.5 inch panjang 12 65,000 meter 3 Pompa lem 106A 2,725,000 4 Besi bekas drum 50,000 Total harga 3,360,000 57

6 Lampiran 5. Rincian harga komponen IPAL No Jenis komponen Harga (Rp) 1 Pompa air celup KP 150 M 2,850, watt 5 meter 130 liter/meter 2 Blower hiblow 200 5,760,000 3 Media cell sarang tawon bioball 1,190,000 4 Pompa air celup KP 150 M 2,850, watt 5 meter 130 liter/meter 5 Kabel 3 x 2.5 NYY 500 volt 535,000 6 Kabel 4 x 4 NYA 500 volt 885,000 7 Box panel 50 x 60 cm 382,500 8 MCB 1 phase 6 Amp-220 volt 38,000 9 MCB 3 phase 32 Amp-380 volt 212, Earth Copper Rod Tape 1 99, TDOZ Rubber tape 3 M 80, Contractor D 10.8 Amp 220 Volt 130, Selector switch Amp 220 volt 50, Pilot lamp 2 Amp 220 volt 120, Cu Bus Bar 100, Earth Bus Bar 100, Cable duct 25 x 25 mm 207, Terminal blok 12 pole 50, Volt meter 3 phase-500 volt 560, Beton K300 bak pemisah lemak 2.4 m 3 1,584, Beton K275 bak penampung limbah 9.6 m 3 6,240, Beton K275 bak pengendapan awal 7.2 m 3 4,680, Beton K300 reaktor anaerob 14.4 m 3 9,504, Beton K275 ruang aerasi reaktor aerob 6.4 m 3 4,160, Beton K275 ruang bed media reaktor aerob 7.04 m 3 4,576, Beton K275 bak pengendap akhir 7.2 m 3 4,680,000 Total harga 51,625,350 58

7 Lampiran 6. Rincian harga peralatan K3 No Unit proses Jenis peralatan K3 Jumlah Harga (Rp) 1 Pengupasan log Earplug Pengampelasan Earplug Peleburan lem Masker corong Kacamata safety Pengempaan panas Masker corong Kacamata safety Pembakaran pada boiler Baju pelindung panas Masker corong Kacamata safety Total harga

8 Lampiran 7. Data responden pada analisis IFE-EFE No Nama Institusi 1 Responden 1 Asosiasi Panel Kayu Indonesia 2 Responden 2 Pakar Kehutanan 3 Responden 3 Industri kayu lapis 4 Responden 4 Industri kayu lapis 5 Responden 5 Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Wonosobo 6 Responden 6 Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo 60

9 Lampiran 8. Data responden pada AHP No Nama Institusi 1 Responden 1 Asosiasi Panel Kayu Indonesia 2 Responden 2 Pakar Kehutanan 3 Responden 3 Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Wonosobo 61

10 Lampiran 9. Contoh kuisioner IFE-EFE Kajian Potensi Penerapan Strategi Produksi Bersih Pada Industri Kayu Lapis Penanya (Questioner) Nama (Name) : Lutvia Rosaliana / S1 Mahasiswa, Teknologi Industri Pertanian (TIN), IPB Alamat (Address) : Wisma Gajah Jl Balio No.4, Balumbang Jaya, Kampus Dalam, Darmaga, Bogor Telp: (0251) HP: [email protected] Kuisioner Ahli (Questionnaire to Expert) Kuisioner Penetapan Prioritas Faktor Internal dan Eksternal tentang Indusri Kayu Lapis (Questionnaire for detamining priority of internal and external factors regarding plywood industry) 1 Tanggal (date) :, Nama Responden (Respondent Name) : 3 Instansi (Institution) : Tel: 4 Jabatan (Position ): 5 Alamat Instansi (Address) : I. Bagian Pengisian Rating (Rating) 1. Peringkat Faktor-Faktor Internal (Internal Factor Evaluation) Berilah tanda checklist ( ) pada rating masing-masing faktor internal industri kayu lapis sesuai dengan keadaan perusahaan saat ini dengan skala penilaian; Tidak Setuju : 1 Kurang Setuju : 2 Setuju : 3 Sangat Setuju : 4 62

11 1) Kekuatan (Strength) No Faktor Keterangan 1 Produk kayu lapis memiliki kualitas baik terbukti banyaknya importir dari negara Timur Tengah, Korea, Cina, dan Taiwan 2 Komitmen kuat dari manajemen puncak terhadap kualitas produk kayu lapis 3 Proses produksi yang didukung dengan adanya perawatan mesin-mesin secara berkala 4 Volume limbah yang cukup besar untuk dilakukan pengendalian dan pemanfaatan 5 Potensi sumber daya manusia yang besar 6 Lokasi industri dekat dengan bahan baku 7 Perusahaan kayu lapis tersebut mempunyai reputasi yang baik di pasar domestik maupun internasional 8 Program reboisasi oleh industri dalam rangka sustainable development 9 Adanya perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja 10 Komitmen yang kuat dari manajemen puncak terhadap manajemen lingkungan, termasuk produksi bersih 63

12 2) Kelemahan (Weakness) No Faktor Keterangan Upaya pengelolaan dan pemanfaatan limbah belum sepenuhnya ditangani Kurangnya kesadaran karyawan terhadap pengelolaan lingkungan industri Belum dilakukan perhitungan volume limbah dan biaya terhadap pengendalian limbah 4 Belum ada SOP (Standar Operasional Prosedur) 5 Tingkat efisiensi bahan baku masih rendah 6 Kurangnya manajemen operasional Kurangnya pengembangan sumber daya manusia Belum adanya sertifikasi bahan baku terkait dengan sustainable development Belum adanya sertifikasi mutu produk kayu lapis maupun sertifikasi manajemen lingkungan Daya dukung hutan rakyat belum dapat memenuhi kapasitas produksi 2. Peringkat Faktor-Faktor Eksternal (External Factor Evaluation) Berilah tanda checklist ( ) pada rating masing-masing faktor eksternal industri kayu lapis sesuai dengan keadaan perusahaan saat ini dengan skala penilaian; Tidak Setuju : 1 Kurang Setuju : 2 Setuju : 3 Sangat Setuju : 4 64

13 1) Peluang (Opportunity) No Faktor Keterangan 1 2 Areal hutan rakyat perlu terjamin kelangsungannya dan pemanfaatannya efektif dan efisien Keanekaragaman hayati hutan perlu terjamin kelangsungannya dan pemanfaatannya efektif dan efisien 3 Semakin meningkatnya kepedulian masyarakat dunia terhadap kelestarian lingkungan 4 Peluang pasar domestik maupun internasional yang besar Pelaksanaan program produksi bersih meningkatkan kepercayaan internasional terhadap produk kayu lapis Produksi bersih memberikan peluang untuk reuse hasil samping sehingga dapat memberikan nilai tambah Produksi bersih memberikan peluang untuk reduce limbah dan meminimalkan dampak lingkungan Produksi bersih dapat memberikan peluang terhadap peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam pemakaian bahan baku, energi, dan sumberdaya lainnya Produksi bersih dapat memperbaiki teknologi produksi dan memperbaiki kualitas manajemen 10 Produksi bersih dapat memperbaiki kinerja dan meningkatkan produktivitas 65

14 2) Ancaman (Threat) No Faktor Keterangan 1 Terbatasnya sumber daya hutan 2 Kebijakan pemerintah 3 Tekanan dunia internasional terhadap produk perkayuan Indonesia 4 Penebangan liar 5 Belum ada transfer teknologi 6 Isu-isu lingkungan mengenai konservasi hutan 7 Krisis moneter 8 9 Persaingan dengan industri-industri kayu lapis lainnya Hubungan antara industri kayu lapis dengan masyarakat sekitar (corporate sosial responsibility) 10 Ketidakpastian hukum 66

15 II. Bagian Pengisian Matriks berpasangan (Pair-wise evaluation) 1. Petunjuk Pengisian 1) Pertanyaaan yang diajukan akan berbentuk perbandingan antara suatu elemen yang ada dikolom sebelah kiri dengan elemen yang ada dibaris atas. 2) Jawaban dari pertanyaan tersebut diberi nilai oleh responden berdasarkan tingkat kepentingan dari elemen-elemen yang dibandingkan. 3) Skala penilaian perbandingan berpasangan yang diberikan mempunyai nilai antara 1 sampai 9 atau kebalikannya. 4) Penilaian dilakukan dengan mengisi titik-titik pada kolom yang telah tersedia dan mengkosongkan kolom warna abu-abu. 2. Skala Penilaian Nilai Perbandingan (A dibandingkan B) 1 A sama penting dengan B 3 A sedikit lebih penting dari B -3 B sedikit lebih penting dari A 5 A jelas lebih penting dari B -5 B jelas lebih penting dari A Definisi 7 A sangat jelas lebih penting dari B -7 B sangat jelas lebih lebih penting dari A 9 A mutlak lebih penting dari pada B -9 B mutlak lebih penting dari pada A 2,4,6,8 atau -2,-4,-6,-8 Diberikan apabila terdapat sedikit perbedaan dengan patokan diatas Keterangan: Tanda minus (-) menunjukkan kebalikan dari nilai angka tersebut. Contoh : -3 sama artinya dengan 1/3. Penggunaan tanda minus (-) untuk memudahkan pengisian kuisioner. 67

16 2. Prioritas Faktor Internal 1) Kekuatan (Strength) Atribut Kayu lapis kualitas baik Komitmen terhadap kualitas Mesin produksi Volume limbah besar Potensi SDM Lokasi dekat bahan baku Reputasi industri baik Program reboisasi K3 Komitmen lingkungan Kayu lapis kualitas baik Komitmen terhadap kualitas Mesin produksi Volume limbah besar Potensi SDM Lokasi dekat bahan baku Reputasi industri baik Program reboisasi K Komitmen lingkungan 1 68

17 Atribut Kurang pengelolaan limbah Kurang kesadaran karyawan terhadap lingkungan Belum ada perhitungan volume dan biaya limbah Belum ada Standar Operasional Prosedur Efisiensi bahan baku rendah 2) Kelemahan (Weakness) Kurang pengelolaan limbah Kurang kesadaran karyawan terhadap lingkungan Belum ada perhitungan volume dan biaya limbah Belum ada Standar Operasional Prosedur Efisiensi bahan baku rendah Kurang manajemen operasional Kurang pengembang an SDM Belum ada sertifikasi bahan baku Belum ada sertifikasi mutu Daya dukung hutan rakyat rendah 1, , , , , Kurang manajemen operasional Kurang pengembangan SDM Belum ada sertifikasi bahan baku Belum ada sertifikasi mutu Daya dukung hutan rakyat rendah 1, , , ,0... 1,0 69

18 Atribut Kelangsungan areal hutan rakyat 3. Prioritas Faktor Eksternal 1) Peluang (Opportunity) Kelangsung an areal hutan rakyat Kelangsung an keanekaragam an hayati Kepedulian terhadap lingkungan Peluang pasar besar Meningkat nya kepercayaan internasional Peluang reuse hasil samping Peluang reduce limbah Peluang efisiensi dan efektivitas bahan Memperbaiki teknologi dan manajemen Meningkat kan produktivitas dan kinerja 1, Kelangsungan keanekaragaman hayati Kepedulian terhadap lingkungan 1, , Peluang pasar besar 1, Meningkatnya kepercayaan internasional Peluang reuse hasil samping 1, , Peluang reduce limbah 1, Peluang efisiensi dan efektivitas bahan Memperbaiki teknologi dan manajemen Meningkatkan produktivitas dan kinerja 1, ,0... 1,0 70

19 Atribut 2) Ancaman (Threat) SDA terbatas Kebijakan pemerintah Tekanan dunia Penebangan liar Belum ada tranfer teknologi Isu-isu lingkungan Krisis moneter Persaingan Corporate social responsibility Ketidakpastia n hukum SDA terbatas 1, Kebijakan pemerintah 1, Tekanan dunia 1, Penebangan liar 1, Belum ada tranfer teknologi Isu-isu lingkungan 1, , Krisis moneter 1, Persaingan 1, Corporate social responsibility Ketidakpastian hukum 1,0... 1,0 71

20 Lampiran 10. Contoh kuisioner AHP Kajian Potensi Penerapan Strategi Produksi Bersih Pada Industri Kayu Lapis Penanya (Questioner) Nama (Name) : Lutvia Rosaliana / S1 Mahasiswa, Teknologi Industri Pertanian (TIN), IPB Alamat (Address) : Wisma Gajah Jl Balio No.4, Balumbang Jaya, Kampus Dalam, Darmaga, Bogor Telp: (0251) HP: [email protected] Kuisioner Ahli (Questionnaire to Expert) Kuisioner Pengambilan Keputusan dengan Proses Hierarki Analitik tentang Alternatif Strategi Produksi Bersih untuk Memaksimalkan Produktivitas Industri Kayu Lapis (Questionnaires Decision Making with Analytical Hierarchy Process of Alternative Strategies of Cleaner Production to Maximize Productivity Plywood Industry) 1 Tanggal (date) :, Nama Responden (Respondent Name) : 3 Instansi (Institution) : Tel: 4 Jabatan (Position ): 5 Alamat Instansi (Address) : 72

21 Struktur Hierarki dengan Analytical Hierarchy Process (AHP) Pengembangan Industri Kayu Lapis TUJUAN Memaksimalkan produktivitas kayu lapis dengan penerapan strategi produksi bersih FAKTOR Modal Teknologi Kebijakan pemerintah daerah AKTOR Industri Pemerintah daerah Masyarakat STRATEGI Sosialisasi serta pelatihan penerapan produksi bersih dan peningkatan kualitas kayu lapis Pengembangan transfer teknologi dan pengendalian limbah terpadu Penetapan instrumen kebijakan terhadap pengelolaan lingkungan (program produksi bersih) Pemberian insentif bagi industri pelaku produksi bersih 73

22 PETUNJUK PENGISIAN I. UMUM 1. Isi kolom identitas yang terdapat pada halaman depan kuisioner. 2. Pertanyaaan yang diajukan akan berbentuk perbandingan antara suatu elemen yang ada dikolom sebelah kiri dengan elemen yang ada dibaris atas. 3. Jawaban dari pertanyaan tersebut diberi nilai oleh responden berdasarkan tingkat kepentingan dari elemen-elemen yang dibandingkan. 4. Skala penilaian perbandingan berpasangan yang diberikan mempunyai nilai antara 1 sampai 9 atau kebalikannya. 5. Penilaian dilakukan dengan mengisi titik-titik pada kolom yang telah tersedia dan mengkosongkan kolom warna abu-abu. II. SKALA PENILAIAN Nilai Perbandingan (A dibandingkan B) 1 A sama penting dengan B 3 A sedikit lebih penting dari B -3 B sedikit lebih penting dari A 5 A jelas lebih penting dari B -5 B jelas lebih penting dari A Definisi 7 A sangat jelas lebih penting dari B -7 B sangat jelas lebih lebih penting dari A 9 A mutlak lebih penting dari pada B -9 B mutlak lebih penting dari pada A 2,4,6,8 atau -2,-4,-6,-8 Diberikan apabila terdapat sedikit perbedaan dengan patokan diatas Keterangan: Tanda minus (-) menunjukkan kebalikan dari nilai angka tersebut. Contoh : -3 sama artinya dengan 1/3. Penggunaan tanda minus (-) untuk memudahkan pengisian kuisioner. CONTOH PENGISIAN Misalkan terdapat elemen yaitu faktor C, D, E dan F. Berdasarkan tingkat kepentingan, maka faktor tersebut disusun dalam bentuk tabel seperti pada contoh berikut : Elemen A Elemen B C D E F C 1 3 (a) -3 (b) 2 D E 1-2 F 1 Keterangan : Nilai Pada (a) : Faktor C sedikit lebih penting dari D Nilai Pada (b) : Faktor E sedikit lebih penting dari C Konsistensi penilaian sangat penting untuk diperhatikan. 74

23 III. BAGIAN PENGISIAN MATRIKS BERPASANGAN (Pair-wise evaluation) 1. Bagaimana penilaian Anda tentang perbandingan tingkat kepentingan antar faktor dalam memaksimalkan produktivitas kayu lapis dengan penerapan strategi produksi bersih. Elemen Faktor B Elemen Faktor A Modal Teknologi Kebijakan pemerintah daerah Modal Teknologi 1... Kebijakan pemerintah daerah 1 Sehubungan dengan tingkat kepentingan faktor diatas dalam memaksimalkan produktivitas kayu lapis dengan penerapan strategi produksi bersih, bagaimana pendapat Anda mengenai faktor-faktor berikut: Modal : Teknologi : Kebijakan pemerintah daerah : Bagaimana penilaian Anda tentang perbandingan tingkat kepentingan antar aktor dalam memaksimalkan produktivitas kayu lapis dengan penerapan strategi produksi bersih berdasarkan faktor modal. Elemen Aktor A Elemen Aktor B Industri Pemerintah daerah Masyarakat Industri Pemerintah daerah 1... Masyarakat 1 75

24 Sehubungan dengan tingkat kepentingan aktor diatas dalam memaksimalkan produktivitas kayu lapis dengan penerapan strategi produksi bersih berdasarkan faktor modal, bagaimana pendapat Anda mengenai aktor-aktor berikut: Industri : Pemerintah daerah : Masyarakat : Bagaimana penilaian Anda tentang perbandingan tingkat kepentingan antar aktor dalam memaksimalkan produktivitas kayu lapis dengan penerapan strategi produksi bersih berdasarkan faktor teknologi. Elemen Aktor A Elemen Aktor B Industri Pemerintah daerah Masyarakat Industri Pemerintah daerah 1... Masyarakat 1 Sehubungan dengan tingkat kepentingan aktor diatas dalam memaksimalkan produktivitas kayu lapis dengan penerapan strategi produksi bersih berdasarkan faktor teknologi, bagaimana pendapat Anda mengenai aktor-aktor berikut: Industri : Pemerintah daerah : Masyarakat :

25 4. Bagaimana penilaian Anda tentang perbandingan tingkat kepentingan antar aktor dalam memaksimalkan produktivitas kayu lapis dengan penerapan strategi produksi bersih berdasarkan faktor kebijakan pemerintah daerah. Elemen Aktor A Elemen Aktor B Industri Pemerintah daerah Masyarakat Industri Pemerintah daerah 1... Masyarakat 1 Sehubungan dengan tingkat kepentingan aktor diatas dalam memaksimalkan produktivitas kayu lapis dengan penerapan strategi produksi bersih berdasarkan faktor kebijakan pemerintah daerah, bagaimana pendapat Anda mengenai aktor-aktor berikut: Industri : Pemerintah daerah : Masyarakat :

26 5. Bagaimana penilaian Anda tentang perbandingan tingkat kepentingan antar strategi dalam memaksimalkan produktivitas kayu lapis dengan penerapan strategi produksi bersih berdasarkan aktor industri. Elemen Strategi B Elemen Strategi A Sosialisasi serta pelatihan produksi bersih dan peningkatan mutu kayu lapis Transfer teknologi dan pengendalian limbah terpadu Penetapan instrumen kebijakan program produksi bersih Pemberian insentif bagi industri pelaku produksi bersih Sosialisasi serta pelatihan produksi bersih dan peningkatan mutu kayu lapis Transfer teknologi dan pengendalian limbah terpadu Penetapan instrumen kebijakan program produksi bersih Pemberian insentif bagi industri pelaku produksi bersih Sehubungan dengan tingkat kepentingan strategi diatas dalam memaksimalkan produktivitas kayu lapis dengan penerapan strategi produksi bersih berdasarkan aktor industri, bagaimana pendapat Anda mengenai strategi-strategi berikut: Sosialisasi produksi bersih dan peningkatan mutu : Transfer teknologi dan pengendalian limbah terpadu : Penetapan instrumen kebijakan produksi bersih : Pemberian insentif bagi industri pelaku produksi bersih :

27 6. Bagaimana penilaian Anda tentang perbandingan tingkat kepentingan antar strategi dalam memaksimalkan produktivitas kayu lapis dengan penerapan strategi produksi bersih berdasarkan aktor pemerintah daerah. Elemen Strategi B Elemen Strategi A Sosialisasi serta pelatihan produksi bersih dan peningkatan mutu kayu lapis Transfer teknologi dan pengendalian limbah terpadu Penetapan instrumen kebijakan program produksi bersih Pemberian insentif bagi industri pelaku produksi bersih Sosialisasi serta pelatihan produksi bersih dan peningkatan mutu kayu lapis Transfer teknologi dan pengendalian limbah terpadu Penetapan instrumen kebijakan program produksi bersih Pemberian insentif bagi industri pelaku produksi bersih Sehubungan dengan tingkat kepentingan strategi diatas dalam memaksimalkan produktivitas kayu lapis dengan penerapan strategi produksi bersih berdasarkan aktor pemerintah daerah, bagaimana pendapat Anda mengenai strategi-strategi berikut: Sosialisasi produksi bersih dan peningkatan mutu : Transfer teknologi dan pengendalian limbah terpadu : Penetapan instrumen kebijakan produksi bersih : Pemberian insentif bagi industri pelaku produksi bersih :

28 7. Bagaimana penilaian Anda tentang perbandingan tingkat kepentingan antar strategi dalam memaksimalkan produktivitas kayu lapis dengan penerapan strategi produksi bersih berdasarkan aktor masyarakat. Elemen Strategi B Elemen Strategi A Sosialisasi serta pelatihan produksi bersih dan peningkatan mutu kayu lapis Transfer teknologi dan pengendalian limbah terpadu Penetapan instrumen kebijakan program produksi bersih Pemberian insentif bagi industri pelaku produksi bersih Sosialisasi serta pelatihan produksi bersih dan peningkatan mutu kayu lapis Transfer teknologi dan pengendalian limbah terpadu Penetapan instrumen kebijakan program produksi bersih Pemberian insentif bagi industri pelaku produksi bersih Sehubungan dengan tingkat kepentingan strategi diatas dalam memaksimalkan produktivitas kayu lapis dengan penerapan strategi produksi bersih berdasarkan aktor masyarakat, bagaimana pendapat Anda mengenai strategi-strategi berikut: Sosialisasi produksi bersih dan peningkatan mutu : Transfer teknologi dan pengendalian limbah terpadu : Penetapan instrumen kebijakan produksi bersih : Pemberian insentif bagi industri pelaku produksi bersih :

29 Lampiran 11. Perhitungan bobot dan skor IFE-EFE 1. Nilai Faktor Internal: Kekuatan (Strength) Responden I-A I-B I-C I-D I-E I-F I-G I-H I-I I-J 1 Responden 1 1,00 1,00 3,00 3,00 0,20 0,33 5,00 1,00 3,00 3,00 2 Responden 2 1,00 0,20 3,00 7,00 0,33 7,00 7,00 7,00 7,00 5,00 3 Responden 3 1,00 9,00 1,00 1,00 1,00 7,00 9,00 7,00 7,00 9,00 4 Responden 4 1,00 9,00 1,00 1,00 1,00 7,00 9,00 7,00 7,00 9,00 5 Responden 5 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 3,00 3,00 3,00 1,00 1,00 6 Responden 6 1,00 1,00 1,00 5,00 1,00 5,00 1,00 1,00 1,00 1,00 Total 6,00 21,20 10,00 18,00 4,53 29,33 34,00 26,00 26,00 28,00 Mean 1,00 3,53 1,67 3,00 0,76 4,89 5,67 4,33 4,33 4,67 Responden II-A II-B II-C II-D II-E II-F II-G II-H II-I II-J 1 Responden 1 1,00 5,00 5,00 1,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 1,00 2 Responden 2 1,00 7,00 7,00 3,00 9,00 7,00 7,00 7,00 7,00 5,00 3 Responden 3 1,00 1,00 0,20 1,00 7,00 9,00 7,00 7,00 7,00 0,11 4 Responden 4 1,00 1,00 0,20 1,00 7,00 9,00 7,00 7,00 7,00 0,11 5 Responden 5 1,00 1,00 1,00 1,00 3,00 3,00 1,00 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 1,00 1,00 3,00 1,00 5,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 Total 8,22 6,00 16,00 16,40 8,00 36,00 34,00 28,00 28,00 28,00 Mean 1,37 1,00 2,67 2,73 1,33 6,00 5,67 4,67 4,67 4,67 Responden III-A III-B III-C III-D III-E III-F III-G III-H III-I III-J 1 Responden 1 0,33 0,20 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 2 Responden 2 0,33 0,14 1,00 5,00 0,20 7,00 7,00 7,00 5,00 3,00 3 Responden 3 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 5,00 7,00 7,00 5,00 5,00 4 Responden 4 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 5,00 7,00 7,00 5,00 5,00 5 Responden 5 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 3,00 3,00 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00 1,00 1,00 1,00 Total 4,66 4,34 6,00 10,00 5,20 24,00 26,00 24,00 18,00 16,00 Mean 0,78 0,72 1,00 1,67 0,87 4,00 4,33 4,00 3,00 2,67 Responden IV-A IV-B IV-C IV-D IV-E IV-F IV-G IV-H IV-I IV-J 1 Responden 1 0,33 0,20 1,00 1,00 0,20 0,33 5,00 1,00 1,00 3,00 2 Responden 2 0,14 0,14 0,20 1,00 0,14 7,00 5,00 7,00 3,00 0,33 3 Responden 3 1,00 5,00 1,00 1,00 1,00 5,00 5,00 7,00 5,00 7,00 4 Responden 4 1,00 5,00 1,00 1,00 1,00 5,00 5,00 7,00 5,00 7,00 5 Responden 5 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 0,20 0,33 1,00 1,00 1,00 0,33 1,00 1,00 1,00 1,00 Total 3,67 11,67 5,20 6,00 4,34 18,66 24,00 24,00 16,00 19,33 Mean 0,61 1,95 0,87 1,00 0,72 3,11 4,00 4,00 2,67 3,22 81

30 1. Nilai Faktor Internal: Kekuatan (Strength) (lanjutan) Responden V-A V-B V-C V-D V-E V-F V-G V-H V-I V-J 1 Responden 1 5,00 1,00 1,00 5,00 1,00 1,00 0,33 1,00 0,33 0,33 2 Responden 2 3,00 0,33 5,00 7,00 1,00 7,00 7,00 7,00 7,00 5,00 3 Responden 3 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 5,00 5,00 5,00 5,00 7,00 4 Responden 4 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 5,00 5,00 5,00 5,00 7,00 5 Responden 5 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00 1,00 1,00 1,00 Total 12,00 5,33 10,00 16,00 6,00 22,00 21,33 20,00 19,33 21,33 Mean 2,00 0,89 1,67 2,67 1,00 3,67 3,56 3,33 3,22 3,56 Responden VI-A VI-B VI-C VI-D VI-E VI-F VI-G VI-H VI-I VI-J 1 Responden 1 3,00 0,20 1,00 3,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 2 Responden 2 0,14 0,11 0,14 0,14 0,14 1,00 0,20 0,33 0,14 0,14 3 Responden 3 0,14 0,14 0,20 0,20 0,20 1,00 5,00 5,00 3,00 5,00 4 Responden 4 0,14 0,14 0,20 0,20 0,20 1,00 5,00 5,00 3,00 5,00 5 Responden 5 0,33 0,33 0,33 1,00 1,00 1,00 3,00 3,00 3,00 3,00 6 Responden 6 0,20 0,20 0,33 3,00 0,33 1,00 0,33 1,00 1,00 1,00 Total 3,95 1,12 2,20 7,54 2,87 6,00 14,53 15,33 11,14 15,14 Mean 0,66 0,19 0,37 1,26 0,48 1,00 2,42 2,56 1,86 2,52 Responden VII-A VII-B VII-C VII-D VII-E VII-F VII-G VII-H VII-I VII-J 1 Responden 1 0,20 0,20 1,00 0,20 3,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 2 Responden 2 0,14 0,14 0,14 0,20 0,14 0,20 1,00 3,00 0,33 0,14 3 Responden 3 0,11 0,11 0,14 0,20 0,20 0,20 1,00 5,00 3,00 5,00 4 Responden 4 0,11 0,11 0,14 0,20 0,20 0,20 1,00 5,00 3,00 5,00 5 Responden 5 0,33 0,33 0,33 0,33 0,33 0,33 1,00 3,00 3,00 3,00 6 Responden 6 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00 1,00 1,00 1,00 Total 1,89 1,89 2,75 2,13 4,87 4,93 6,00 18,00 11,33 15,14 Mean 0,32 0,32 0,46 0,36 0,81 0,82 1,00 3,00 1,89 2,52 Responden VIII-A VIII-B VIII-C VIII-D VIII-E VIII-F VIII-G VIII-H VIII-I VIII-J 1 Responden 1 1,00 0,20 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,33 2 Responden 2 0,14 0,14 0,14 0,14 0,14 3,00 0,33 1,00 0,20 0,14 3 Responden 3 0,14 0,14 0,14 0,14 0,20 0,20 0,20 1,00 5,00 5,00 4 Responden 4 0,14 0,14 0,14 0,14 0,20 0,20 0,20 1,00 5,00 5,00 5 Responden 5 0,33 1,00 1,00 1,00 1,00 0,33 0,33 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 Total 2,75 2,62 3,42 3,42 3,54 5,73 3,06 6,00 13,2 12,47 Mean 0,46 0,44 0,57 0,57 0,59 0,96 0,51 1,00 2,20 2,08 82

31 1. Nilai Faktor Internal: Kekuatan (Strength) (lanjutan) Responden IX-A IX-B IX-C IX-D IX-E IX-F IX-G IX-H IX-I IX-J 1 Responden 1 0,33 0,20 1,00 1,00 3,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,33 2 Responden 2 0,14 0,14 0,20 0,33 0,14 7,00 3,00 5,00 1,00 0,20 3 Responden 3 0,14 0,14 0,20 0,20 0,20 0,33 0,33 0,20 1,00 3,00 4 Responden 4 0,14 0,14 0,20 0,20 0,20 0,33 0,33 0,20 1,00 3,00 5 Responden 5 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,33 0,33 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 Total 2,75 2,62 3,60 3,73 5,54 9,99 5,99 8,40 6,00 8,53 Mean 0,46 0,44 0,60 0,62 0,92 1,67 1,00 1,40 1,00 1,42 Responden X-A X-B X-C X-D X-E X-F X-G X-H X-I X-J 1 Responden 1 0,33 0,20 1,00 0,33 3,00 1,00 1,00 3,00 3,00 1,00 2 Responden 2 0,20 0,14 0,33 3,00 0,20 7,00 7,00 7,00 5,00 1,00 3 Responden 3 0,11 0,14 0,20 0,14 0,14 0,20 0,20 0,33 1,00 1,00 4 Responden 4 0,11 0,14 0,20 0,14 0,14 0,20 0,20 0,33 1,00 1,00 5 Responden 5 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,33 0,33 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 Total 2,75 2,62 3,73 5,61 5,48 9,73 9,73 12,66 12,00 6,00 Mean 0,46 0,44 0,62 0,94 0,91 1,62 1,62 2,11 2,00 1,00 2. Nilai Faktor Internal: Kelemahan (Weakness) Responden I-A I-B I-C I-D I-E I-F I-G I-H I-I I-J 1 Responden 1 1,00 5,00 1,00 3,00 3,00 3,00 3,00 1,00 1,00 1,00 2 Responden 2 1,00 0,20 5,00 0,33 3,00 0,14 0,14 7,00 7,00 7,00 3 Responden 3 1,00 1,00 1,00 0,33 3,00 3,00 1,00 3,00 1,00 5,00 4 Responden 4 1,00 1,00 1,00 0,33 3,00 3,00 1,00 3,00 1,00 5,00 5 Responden 5 1,00 3,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 3,00 6 Responden 6 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 7,00 1,00 5,00 Total 6,00 11,20 10,00 5,99 14,00 11,14 7,14 22,00 12,00 26,00 Mean 1,00 1,87 1,67 1,00 2,33 1,86 1,19 3,67 2,00 4,33 Responden II-A II-B II-C II-D II-E II-F II-G II-H II-I II-J 1 Responden 1 0,20 1,00 1,00 3,00 5,00 5,00 5,00 1,00 1,00 1,00 2 Responden 2 5,00 1,00 7,00 3,00 7,00 0,20 0,33 7,00 7,00 7,00 3 Responden 3 1,00 1,00 3,00 3,00 9,00 3,00 3,00 9,00 7,00 5,00 4 Responden 4 1,00 1,00 3,00 3,00 9,00 3,00 3,00 9,00 7,00 5,00 5 Responden 5 0,33 1,00 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 1,00 6 Responden 6 1,00 1,00 1,00 5,00 5,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 Total 8,53 6,00 18,00 20,00 38,00 15,20 15,33 30,00 26,00 20,00 Mean 1,42 1,00 3,00 3,33 6,33 2,53 2,56 5,00 4,33 3,33 83

32 2. Nilai Faktor Internal: Kelemahan (Weakness) (lanjutan) Responden III-A III-B III-C III-D III-E III-F III-G III-H III-I III-J 1 Responden 1 1,00 1,00 1,00 5,00 5,00 5,00 5,00 1,00 1,00 1,00 2 Responden 2 0,20 0,14 1,00 0,14 0,33 0,14 0,14 3,00 5,00 7,00 3 Responden 3 1,00 0,33 1,00 0,20 7,00 5,00 5,00 5,00 9,00 9,00 4 Responden 4 1,00 0,33 1,00 0,20 7,00 5,00 5,00 5,00 9,00 9,00 5 Responden 5 1,00 0,33 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 1,00 1,00 1,00 8,00 5,00 3,00 3,00 3,00 3,00 1,00 Total 5,20 3,13 6,00 14,54 25,33 19,14 19,14 18,00 28,00 28,00 Mean 0,87 0,52 1,00 2,42 4,22 3,19 3,19 3,00 4,67 4,67 Responden IV-A IV-B IV-C IV-D IV-E IV-F IV-G IV-H IV-I IV-J 1 Responden 1 0,33 0,33 0,20 1,00 1,00 5,00 5,00 1,00 1,00 1,00 2 Responden 2 3,00 0,33 7,00 1,00 5,00 0,14 0,20 7,00 7,00 7,00 3 Responden 3 3,00 0,33 5,00 1,00 3,00 5,00 3,00 3,00 3,00 7,00 4 Responden 4 3,00 0,33 5,00 1,00 3,00 5,00 3,00 3,00 3,00 7,00 5 Responden 5 1,00 0,33 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 1,00 0,20 0,12 1,00 3,00 1,00 1,00 1,00 4,00 6,00 Total 11,33 1,85 18,32 6,00 16,00 17,14 13,20 16,00 19,00 29,00 Mean 1,89 0,31 3,05 1,00 2,67 2,86 2,20 2,67 3,17 4,83 Responden V-A V-B V-C V-D V-E V-F V-G V-H V-I V-J 1 Responden 1 0,33 0,20 0,20 1,00 1,00 5,00 5,00 1,00 1,00 1,00 2 Responden 2 0,33 0,14 3,00 0,20 1,00 0,14 0,14 5,00 7,00 7,00 3 Responden 3 0,33 0,11 0,14 0,33 1,00 5,00 7,00 5,00 5,00 5,00 4 Responden 4 0,33 0,11 0,14 0,33 1,00 5,00 7,00 5,00 5,00 5,00 5 Responden 5 1,00 0,33 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 1,00 0,20 0,20 0,33 1,00 1,00 1,00 3,00 2,00 1,00 Total 3,32 1,09 4,68 3,19 6,00 17,14 21,14 20,00 21,00 20,00 Mean 0,55 0,18 0,78 0,53 1,00 2,86 3,52 3,33 3,50 3,33 Responden VI-A VI-B VI-C VI-D VI-E VI-F VI-G VI-H VI-I VI-J 1 Responden 1 0,33 0,20 0,20 0,20 0,20 1,00 5,00 1,00 1,00 1,00 2 Responden 2 7,00 5,00 7,00 7,00 7,00 1,00 3,00 7,00 7,00 9,00 3 Responden 3 0,33 0,33 0,20 0,20 0,20 1,00 3,00 5,00 3,00 3,00 4 Responden 4 0,33 0,33 0,20 0,20 0,20 1,00 3,00 5,00 3,00 3,00 5 Responden 5 1,00 0,33 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 1,00 1,00 0,33 1,00 1,00 1,00 1,00 5,00 1,00 1,00 Total 9,99 7,19 8,93 9,60 9,60 6,00 16,00 24,00 16,00 18,00 Mean 1,67 1,20 1,49 1,60 1,60 1,00 2,67 4,00 2,67 3,00 84

33 2. Nilai Faktor Internal: Kelemahan (Weakness) (lanjutan) Responden VII-A VII-B VII-C VII-D VII-E VII-F VII-G VII-H VII-I VII-J 1 Responden 1 0,33 0,20 0,20 0,20 0,20 0,20 1,00 1,00 5,00 1,00 2 Responden 2 7,00 3,00 7,00 5,00 7,00 0,33 1,00 7,00 7,00 7,00 3 Responden 3 1,00 0,33 0,20 0,33 0,14 0,33 1,00 5,00 3,00 5,00 4 Responden 4 1,00 0,33 0,20 0,33 0,14 0,33 1,00 5,00 3,00 5,00 5 Responden 5 1,00 0,33 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 3,00 6 Responden 6 1,00 1,00 0,33 1,00 1,00 1,00 1,00 7,00 5,00 1,00 Total 11,33 5,19 8,93 7,86 9,48 3,19 6,00 26,00 24,00 22,00 Mean 1,89 0,87 1,49 1,31 1,58 0,53 1,00 4,33 4,00 3,67 Responden VIII-A VIII-B VIII-C VIII-D VIII-E VIII-F VIII-G VIII-H VIII-I VIII-J 1 Responden 1 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00 2 Responden 2 0,14 0,14 0,33 0,14 0,20 0,14 0,14 1,00 3,00 5,00 3 Responden 3 0,33 0,11 0,20 0,33 0,20 0,20 0,20 1,00 3,00 7,00 4 Responden 4 0,33 0,11 0,20 0,33 0,20 0,20 0,20 1,00 3,00 7,00 5 Responden 5 1,00 0,33 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 0,14 1,00 0,33 1,00 0,33 0,20 0,14 1,00 7,00 1,00 Total 2,94 2,69 3,06 3,80 2,93 2,74 2,68 6,00 20,00 22,00 Mean 0,49 0,45 0,51 0,63 0,49 0,46 0,45 1,00 3,33 3,67 Responden IX-A IX-B IX-C IX-D IX-E IX-F IX-G IX-H IX-I IX-J 1 Responden 1 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,20 0,33 1,00 1,00 2 Responden 2 0,14 0,14 0,20 0,14 0,14 0,14 0,14 0,33 1,00 3,00 3 Responden 3 1,00 0,14 0,11 0,33 0,20 0,33 0,33 0,33 1,00 5,00 4 Responden 4 1,00 0,14 0,11 0,33 0,20 0,33 0,33 0,33 1,00 5,00 5 Responden 5 1,00 0,33 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 1,00 1,00 0,33 0,25 0,50 1,00 0,20 0,14 1,00 0,14 Total 5,14 2,75 2,75 3,05 3,04 3,80 2,20 2,46 6,00 15,14 Mean 0,86 0,46 0,46 0,51 0,51 0,63 0,37 0,41 1,00 2,52 Responden X-A X-B X-C X-D X-E X-F X-G X-H X-I X-J 1 Responden 1 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 2 Responden 2 0,14 0,14 0,14 0,14 0,14 0,11 0,14 0,20 0,33 1,00 3 Responden 3 0,20 0,20 0,11 0,14 0,20 0,33 0,20 0,14 0,20 1,00 4 Responden 4 0,20 0,20 0,11 0,14 0,20 0,33 0,20 0,14 0,20 1,00 5 Responden 5 0,33 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,33 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 0,20 1,00 1,00 0,17 1,00 1,00 1,00 1,00 7,00 1,00 Total 2,07 3,54 3,36 2,59 3,54 3,77 2,87 3,48 9,73 6,00 Mean 0,35 0,59 0,56 0,43 0,59 0,63 0,48 0,58 1,62 1,00 85

34 Faktor Internal: Kekuatan (Strength) A B C D E F G H I J I II III IV V VI VII VIII Atribut Kayu lapis kualitas baik Komitmen terhadap kualitas Mesin produksi Volume limbah besar Potensi SDM Lokasi dekat bahan baku Reputasi industri baik Program reboisasi Kayu lapis kualitas baik Komitmen terhadap kualitas Mesin produksi Volume limbah besar Potensi SDM Lokasi dekat bahan baku Reputasi industri baik Program reboisasi I-A I-B I-C I-D I-E I-F I-G I-H I-I I-J K3 Komitmen lingkungan II-A II-B II-C II-D II-E II-F II-G II-H II-I II-J III-A III-B III-C III-D III-E III-F III-G III-H III-I III-J IV-A IV-B IV-C IV-D IV-E IV-F IV-G IV-H IV-I IV-J V-A V-B V-C V-D V-E V-F V-G V-H V-I V-J VI-A VI-B VI-C VI-D VI-E VI-F VI-G VI-H VI-I VI-J VII-A VII-B VII-C VII-D VII-E VII-F VII-G VII-H VII-I VII-J VIII-A VIII-B VIII-C VIII-D VIII-E VIII-F VIII-G VIII-H VIII-I VIII-J IX K3 IX-A IX-B IX-C IX-D IX-E IX-F IX-G IX-H IX-I IX-J X Komitmen lingkungan X-A X-B X-C X-D X-E X-F X-G X-H X-I X-J 86

35 A B C D E F G H I J Atribut Kayu lapis kualitas baik Komi tmen terhadap kualitas Mesin produksi Volume limbah besar Potensi SDM Lokasi dekat bahan baku Reputasi industri baik Program reboisa si K3 Komitmen lingkung an A x B x...x J I Kayu lapis kualitas baik 1,0 3, , , , , , , , , ,33000 II Komitmen terhadap kualitas 1, ,0 2, , , , , , , , ,57000 III Mesin produksi 0, , ,0 1, , , , , , , ,09690 IV Volume limbah besar 0, , , ,0 0, , , , , , ,82670 V Potensi SDM 2, , , , ,0 3, , , , , ,46500 VI Lokasi dekat bahan baku 0, , , , , ,0 2, , , , ,78514 VII Reputasi industri baik 0, , , , , , ,0 3,0 1, , ,15391 VIII Program reboisasi 0, , , , , , , ,0 2, , ,08544 IX K3 0, , , , , , , , ,0 1, ,22804 X Komitmen lingkungan 0, , , , , , , , , ,0 1,

36 A x B x... x J Geo-Mean Weight Rating Skor 32377, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,18912 Total 16, ,

37 Faktor Internal: Kelemahan (Weakness) Atribut A B C D E F G H I J Kurang pengelola an limbah Kurang kesadaran karyawan terhadap lingkungan Belum ada perhitung an volume dan biaya limbah Belum ada Standar Operasio nal Prosedur Efisiensi bahan baku rendah Kurang manajemen operasional Kurang pengemba ngan SDM Belum ada sertifikasi bahan baku Belum ada sertifikasi mutu I Kurang pengelolaan limbah I-A I-B I-C I-D I-E I-F I-G I-H I-I I-J Daya dukung hutan rakyat rendah II III IV Kurang kesadaran karyawan terhadap lingkungan Belum ada perhitungan volume dan biaya limbah Belum ada Standar Operasional Prosedur II-A II-B II-C II-D II-E II-F II-G II-H II-I II-J III-A III-B III-C III-D III-E III-F III-G III-H III-I III-J IV-A IV-B IV-C IV-D IV-E IV-F IV-G IV-H IV-I IV-J V Efisiensi bahan baku rendah V-A V-B V-C V-D V-E V-F V-G V-H V-I V-J VI Kurang manajemen operasional VI-A VI-B VI-C VI-D VI-E VI-F VI-G VI-H VI-I VI-J VII Kurang pengembangan SDM VII-A VII-B VII-C VII-D VII-E VII-F VII-G VII-H VII-I VII-J VIII Belum ada sertifikasi bahan baku VIII-A VIII-B VIII-C VIII-D VIII-E VIII-F VIII-G VIII-H VIII-I VIII-J IX Belum ada sertifikasi mutu IX-A IX-B IX-C IX-D IX-E IX-F IX-G IX-H IX-I IX-J X Daya dukung hutan rakyat rendah X-A X-B X-C X-D X-E X-F X-G X-H X-I X-J 89

38 A B C D E F G H I J Atribut Kurang pengelo laan limbah Kurang kesadar an karya wan terhadap lingku ngan Belum ada perhitu ngan volume dan biaya limbah Belum ada Standar Opera sional Prose dur Efisiensi bahan baku rendah Kurang manaje men operasio nal Kurang pengem bangan SDM Belum ada sertifikasi bahan baku Belum ada sertifika si mutu Daya dukung hutan rakyat rendah A x B x...x J I Kurang pengelolaan limbah 1,0 1, , , , , , , , , ,82950 II III IV Kurang kesadaran karyawan terhadap lingkungan Belum ada perhitungan volume dan biaya limbah Belum ada Standar Operasional Prosedur 1, ,0 3, , , , , , , , , , , ,0 2, , , , , , , , , , , ,0 2, , , , , , ,02400 V Efisiensi bahan baku rendah 0, , , , ,0 2, , , , , ,31680 VI VII VIII Kurang manajemen operasional Kurang pengembangan SDM Belum ada sertifikasi bahan baku 1, , , , , ,0 2, , , , , , , , , , , ,0 4, , , , , , , , , , , ,0 3, , ,08639 IX Belum ada sertifikasi mutu 0, , , , , , , , ,0 2, ,01113 X Daya dukung hutan rakyat rendah 0, , , , , , , , , ,0 0,

39 A x B x... x J Geo-Mean Weight Rating Skor 508, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,07902 Total 15, ,

40 3. Nilai Faktor Eksternal: Peluang (Opportunity) Responden I-A I-B I-C I-D I-E I-F I-G I-H I-I I-J 1 Responden 1 1,00 1,00 5,00 5,00 5,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 2 Responden 2 1,00 3,00 0,33 0,14 0,14 0,14 0,20 0,14 0,14 0,14 3 Responden 3 1,00 9,00 7,00 9,00 9,00 7,00 7,00 5,00 5,00 5,00 4 Responden 4 1,00 9,00 7,00 9,00 9,00 7,00 7,00 5,00 5,00 5,00 5 Responden 5 1,00 1,00 3,00 1,00 1,00 3,00 3,00 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 1,00 9,00 7,00 9,00 9,00 7,00 7,00 5,00 5,00 5,00 Total 6,00 32,00 29,33 33,14 33,14 25,14 25,20 17,14 17,14 17,14 Mean 1,00 5,33 4,89 5,52 5,52 4,19 4,20 2,86 2,86 2,86 Responden II-A II-B II-C II-D II-E II-F II-G II-H II-I II-J 1 Responden 1 1,00 1,00 5,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 2 Responden 2 0,33 1,00 0,20 0,11 0,14 0,14 0,14 0,14 0,14 0,14 3 Responden 3 0,11 1,00 7,00 9,00 7,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 4 Responden 4 0,11 1,00 7,00 9,00 7,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5 Responden 5 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 0,11 1,00 1,00 9,00 1,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 Total 2,66 6,00 21,20 29,11 17,14 19,14 17,14 17,14 17,14 17,14 Mean 0,44 1,00 3,53 4,85 2,86 3,19 2,86 2,86 2,86 2,86 Responden III-A III-B III-C III-D III-E III-F III-G III-H III-I III-J 1 Responden 1 0,20 0,20 1,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 2 Responden 2 3,00 5,00 1,00 0,14 0,14 0,20 0,33 0,14 0,14 0,14 3 Responden 3 0,14 0,14 1,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 7,00 7,00 4 Responden 4 0,14 0,14 1,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 7,00 7,00 5 Responden 5 0,33 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 0,14 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 5,00 1,00 1,00 1,00 Total 3,95 7,48 6,00 17,14 17,14 17,20 21,33 17,14 21,14 21,14 Mean 0,66 1,25 1,00 2,86 2,86 2,87 3,56 2,86 3,52 3,52 Responden IV-A IV-B IV-C IV-D IV-E IV-F IV-G IV-H IV-I IV-J 1 Responden 1 0,20 1,00 0,10 1,00 0,10 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 2 Responden 2 7,00 9,00 7,00 1,00 3,00 7,00 7,00 7,00 5,00 7,00 3 Responden 3 0,11 0,11 0,20 1,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 4 Responden 4 0,11 0,11 0,20 1,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5 Responden 5 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 3,00 3,00 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 0,11 0,11 1,00 1,00 1,00 3,00 5,00 5,00 5,00 5,00 Total 8,53 11,33 9,50 6,00 15,10 28,00 30,00 28,00 26,00 28,00 Mean 1,42 1,89 1,58 1,00 2,52 4,67 5,00 4,67 4,33 4,67 92

41 3. Nilai Faktor Eksternal: Peluang (Opportunity) (lanjutan) Responden V-A V-B V-C V-D V-E V-F V-G V-H V-I V-J 1 Responden 1 0,20 1,00 0,20 5,00 1,00 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 2 Responden 2 7,00 7,00 7,00 0,33 1,00 7,00 7,00 7,00 3,00 5,00 3 Responden 3 0,11 0,14 0,20 0,20 1,00 5,00 7,00 7,00 7,00 9,00 4 Responden 4 0,11 0,14 0,20 0,20 1,00 5,00 7,00 7,00 7,00 9,00 5 Responden 5 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 3,00 3,00 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 0,11 1,00 1,00 1,00 1,00 5,00 3,00 7,00 7,00 9,00 Total 8,53 10,28 9,60 7,73 6,00 28,00 30,00 32,00 28,00 36,00 Mean 1,42 1,71 1,60 1,29 1,00 4,67 5,00 5,33 4,67 6,00 Responden VI-A VI-B VI-C VI-D VI-E VI-F VI-G VI-H VI-I VI-J 1 Responden 1 1,00 1,00 0,20 0,20 0,33 1,00 5,00 5,00 5,00 5,00 2 Responden 2 7,00 7,00 5,00 0,14 0,14 1,00 3,00 0,33 0,14 0,20 3 Responden 3 0,14 0,20 0,20 0,20 0,20 1,00 5,00 5,00 9,00 7,00 4 Responden 4 0,14 0,20 0,20 0,20 0,20 1,00 5,00 5,00 9,00 7,00 5 Responden 5 0,33 0,33 1,00 0,33 0,33 1,00 1,00 1,00 3,00 3,00 6 Responden 6 0,14 0,20 1,00 0,33 0,20 1,00 5,00 5,00 9,00 7,00 Total 8,75 8,93 7,60 1,40 1,40 6,00 24,00 21,33 35,14 29,20 Mean 1,46 1,49 1,27 0,23 0,23 1,00 4,00 3,56 5,86 4,87 Responden VII-A VII-B VII-C VII-D VII-E VII-F VII-G VII-H VII-I VII-J 1 Responden 1 1,00 1,00 0,20 0,20 0,33 0,20 1,00 5,00 5,00 5,00 2 Responden 2 5,00 7,00 3,00 0,14 0,14 0,33 1,00 0,20 0,14 0,14 3 Responden 3 0,14 0,20 0,20 0,20 0,14 0,20 1,00 7,00 5,00 5,00 4 Responden 4 0,14 0,20 0,20 0,20 0,14 0,20 1,00 7,00 5,00 5,00 5 Responden 5 0,33 1,00 1,00 0,33 0,33 1,00 1,00 1,00 3,00 3,00 6 Responden 6 0,14 0,20 0,20 0,20 0,33 0,20 1,00 7,00 5,00 5,00 Total 6,75 9,60 4,80 1,27 1,41 2,13 6,00 27,20 23,14 23,14 Mean 1,13 1,60 0,80 0,21 0,24 0,36 1,00 4,53 3,86 3,86 Responden VIII-A VIII-B VIII-C VIII-D VIII-E VIII-F VIII-G VIII-H VIII-I VIII-J 1 Responden 1 1,00 1,00 0,20 0,20 0,33 0,20 0,20 1,00 5,00 5,00 2 Responden 2 7,00 7,00 7,00 0,14 0,14 3,00 5,00 1,00 0,20 0,33 3 Responden 3 0,20 0,20 0,20 0,20 0,14 0,20 0,14 1,00 5,00 7,00 4 Responden 4 0,20 0,20 0,20 0,20 0,14 0,20 0,14 1,00 5,00 7,00 5 Responden 5 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 0,20 0,20 1,00 0,20 0,14 0,20 0,14 1,00 5,00 7,00 Total 9,60 9,60 9,60 1,94 1,89 4,80 6,62 6,00 21,20 27,33 Mean 1,60 1,60 1,60 0,32 0,32 0,80 1,10 1,00 3,53 4,56 93

42 3. Nilai Faktor Eksternal: Peluang (Opportunity) (lanjutan) Responden IX-A IX-B IX-C IX-D IX-E IX-F IX-G IX-H IX-I IX-J 1 Responden 1 1,00 1,00 0,20 0,20 0,33 0,20 0,20 0,20 1,00 5,00 2 Responden 2 7,00 7,00 7,00 0,20 0,33 7,00 7,00 5,00 1,00 3,00 3 Responden 3 0,20 0,20 0,14 0,20 0,14 0,11 0,20 0,20 1,00 5,00 4 Responden 4 0,20 0,20 0,14 0,20 0,14 0,11 0,20 0,20 1,00 5,00 5 Responden 5 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,33 0,33 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 0,20 0,20 1,00 0,20 0,14 0,11 0,20 0,20 1,00 5,00 Total 9,60 9,60 9,48 2,00 2,08 7,86 8,13 6,80 6,00 24,00 Mean 1,60 1,60 1,58 0,33 0,35 1,31 1,36 1,13 1,00 4,00 Responden X-A X-B X-C X-D X-E X-F X-G X-H X-I X-J 1 Responden 1 1,00 1,00 0,20 0,20 0,33 0,20 0,20 0,20 0,20 1,00 2 Responden 2 7,00 7,00 7,00 0,14 0,20 5,00 7,00 3,00 0,33 1,00 3 Responden 3 0,20 0,20 0,14 0,20 0,11 0,14 0,20 0,14 0,20 1,00 4 Responden 4 0,20 0,20 0,14 0,20 0,11 0,14 0,20 0,14 0,20 1,00 5 Responden 5 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,33 0,33 1,00 1,00 1,00 6 Responden 6 0,20 0,20 1,00 0,20 0,11 0,14 0,20 0,14 0,20 1,00 Total 9,60 9,60 9,48 1,94 1,86 5,95 8,13 4,62 2,13 6,00 Mean 1,60 1,60 1,58 0,32 0,31 0,99 1,36 0,77 0,36 1,00 4. Nilai Faktor Eksternal: Ancaman (Threat) Responden I-A I-B I-C I-D I-E I-F I-G I-H I-I I-J 1 Responden 1 1,00 0,20 5,00 5,00 0,20 0,20 0,20 0,20 0,20 0,20 2 Responden 2 1,00 7,00 0,20 0,33 3,00 0,14 0,14 0,14 7,00 5,00 3 Responden 3 1,00 9,00 7,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 4 Responden 4 1,00 9,00 7,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5 Responden 5 1,00 1,00 3,00 1,00 3,00 1,00 1,00 1,00 1,00 5,00 6 Responden 6 1,00 1,00 1,00 1,00 5,00 1,00 5,00 5,00 5,00 5,00 Total 6,00 27,20 23,20 17,33 21,20 12,34 16,34 16,34 23,20 25,20 Mean 1,00 4,53 3,87 2,89 3,53 2,06 2,72 2,72 3,87 4,20 Responden II-A II-B II-C II-D II-E II-F II-G II-H II-I II-J 1 Responden 1 5,00 1,00 0,20 0,20 0,20 0,20 0,20 0,20 0,20 0,20 2 Responden 2 0,14 1,00 0,14 0,14 0,20 0,14 0,14 0,14 3,00 0,33 3 Responden 3 0,11 1,00 5,00 7,00 5,00 7,00 7,00 5,00 7,00 9,00 4 Responden 4 0,11 1,00 5,00 7,00 5,00 7,00 7,00 5,00 7,00 9,00 5 Responden 5 1,00 1,00 3,00 1,00 3,00 1,00 3,00 1,00 1,00 3,00 6 Responden 6 1,00 1,00 1,00 1,00 5,00 1,00 7,00 5,00 7,00 1,00 Total 7,36 6,00 14,34 16,34 18,40 16,34 24,34 16,34 25,20 22,53 Mean 1,23 1,00 2,39 2,72 3,07 2,72 4,06 2,72 4,20 3,76 94

43 4. Nilai Faktor Eksternal: Ancaman (Threat) (lanjutan) Responden III-A III-B III-C III-D III-E III-F III-G III-H III-I III-J 1 Responden 1 0,20 5,00 1,00 0,20 0,20 0,20 0,20 0,20 0,20 0,20 2 Responden 2 5,00 7,00 1,00 3,00 7,00 0,33 0,14 0,20 7,00 7,00 3 Responden 3 0,14 0,20 1,00 5,00 5,00 7,00 9,00 7,00 7,00 7,00 4 Responden 4 0,14 0,20 1,00 5,00 5,00 7,00 9,00 7,00 7,00 7,00 5 Responden 5 0,33 0,33 1,00 3,00 1,00 3,00 1,00 1,00 3,00 1,00 6 Responden 6 1,00 1,00 1,00 1,00 5,00 5,00 9,00 7,00 7,00 3,00 Total 6,81 13,73 6,00 17,20 23,20 22,53 28,34 22,40 31,20 25,20 Mean 1,14 2,29 1,00 2,87 3,87 3,76 4,72 3,73 5,20 4,20 Responden IV-A IV-B IV-C IV-D IV-E IV-F IV-G IV-H IV-I IV-J 1 Responden 1 0,20 5,00 5,00 1,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 2 Responden 2 3,00 7,00 0,33 1,00 5,00 0,20 0,14 0,14 7,00 7,00 3 Responden 3 0,20 0,14 0,20 1,00 7,00 5,00 5,00 7,00 9,00 5,00 4 Responden 4 0,20 0,14 0,20 1,00 7,00 5,00 5,00 7,00 9,00 5,00 5 Responden 5 1,00 1,00 0,33 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00 6 Responden 6 1,00 1,00 1,00 1,00 9,00 7,00 5,00 7,00 9,00 1,00 Total 5,60 14,28 7,06 6,00 34,00 23,20 21,14 27,14 42,00 24,00 Mean 0,93 2,38 1,18 1,00 5,67 3,87 3,52 4,52 7,00 4,00 Responden V-A V-B V-C V-D V-E V-F V-G V-H V-I V-J 1 Responden 1 5,00 5,00 5,00 0,20 1,00 0,20 0,20 0,20 0,20 0,20 2 Responden 2 0,33 5,00 0,14 0,20 1,00 0,14 0,14 0,14 7,00 3,00 3 Responden 3 0,20 0,20 0,20 0,14 1,00 5,00 5,00 5,00 7,00 5,00 4 Responden 4 0,20 0,20 0,20 0,14 1,00 5,00 5,00 5,00 7,00 5,00 5 Responden 5 0,33 0,33 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00 1,00 3,00 1,00 6 Responden 6 0,20 0,20 0,20 0,11 1,00 5,00 5,00 5,00 7,00 1,00 Total 6,26 10,93 6,74 1,79 6,00 18,34 16,34 16,34 31,20 15,20 Mean 1,04 1,82 1,12 0,30 1,00 3,06 2,72 2,72 5,20 2,53 Responden VI-A VI-B VI-C VI-D VI-E VI-F VI-G VI-H VI-I VI-J 1 Responden 1 5,00 5,00 5,00 0,20 5,00 1,00 0,20 0,20 0,20 0,20 2 Responden 2 7,00 7,00 3,00 5,00 7,00 1,00 0,20 0,33 0,14 0,14 3 Responden 3 0,20 0,14 0,14 0,20 0,20 1,00 7,00 7,00 5,00 5,00 4 Responden 4 0,20 0,14 0,14 0,20 0,20 1,00 7,00 7,00 5,00 5,00 5 Responden 5 1,00 1,00 0,33 1,00 0,33 1,00 3,00 1,00 1,00 3,00 6 Responden 6 1,00 1,00 0,20 0,14 0,20 1,00 7,00 7,00 5,00 1,00 Total 14,40 14,28 8,81 6,74 12,93 6,00 24,40 22,53 16,34 14,34 Mean 2,40 2,38 1,47 1,12 2,16 1,00 4,07 3,76 2,72 2,39 95

44 4. Nilai Faktor Eksternal: Ancaman (Threat) (lanjutan) Responden VII-A VII-B VII-C VII-D VII-E VII-F VII-G VII-H VII-I VII-J 1 Responden 1 5,00 5,00 5,00 0,20 5,00 5,00 1,00 5,00 5,00 5,00 2 Responden 2 7,00 7,00 7,00 7,00 7,00 5,00 1,00 3,00 0,11 0,14 3 Responden 3 0,20 0,14 0,11 0,20 0,20 0,14 1,00 3,00 5,00 7,00 4 Responden 4 0,20 0,14 0,11 0,20 0,20 0,14 1,00 3,00 5,00 7,00 5 Responden 5 1,00 0,33 1,00 1,00 1,00 0,33 1,00 1,00 3,00 1,00 6 Responden 6 0,20 0,14 0,11 0,20 0,20 0,14 1,00 3,00 5,00 5,00 Total 13,60 12,75 13,33 8,80 13,60 10,75 6,00 18,00 23,11 25,14 Mean 2,27 2,13 2,22 1,47 2,27 1,79 1,00 3,00 3,85 4,19 Responden VIII-A VIII-B VIII-C VIII-D VIII-E VIII-F VIII-G VIII-H VIII-I VIII-J 1 Responden 1 5,00 5,00 5,00 0,20 5,00 5,00 0,20 1,00 5,00 5,00 2 Responden 2 7,00 7,00 5,00 7,00 7,00 3,00 0,33 1,00 0,14 0,14 3 Responden 3 0,20 0,20 0,14 0,14 0,20 0,14 0,33 1,00 5,00 5,00 4 Responden 4 0,20 0,20 0,14 0,14 0,20 0,14 0,33 1,00 5,00 5,00 5 Responden 5 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 3,00 1,00 6 Responden 6 0,20 0,20 0,14 0,14 0,20 0,14 0,33 1,00 0,20 1,00 Total 13,60 13,60 11,42 8,62 13,60 9,42 2,52 6,00 18,34 17,14 Mean 2,27 2,27 1,90 1,44 2,27 1,57 0,42 1,00 3,06 2,86 Responden IX-A IX-B IX-C IX-D IX-E IX-F IX-G IX-H IX-I IX-J 1 Responden 1 5,00 5,00 5,00 0,20 5,00 5,00 0,20 0,20 1,00 0,20 2 Responden 2 0,14 0,33 0,14 0,14 0,14 7,00 9,00 7,00 1,00 0,20 3 Responden 3 0,20 0,14 0,14 0,11 0, 14 0,20 0,20 0,20 1,00 5,00 4 Responden 4 0,20 0,14 0,14 0,11 0, 14 0,20 0,20 0,20 1,00 5,00 5 Responden 5 1,00 1,00 0,33 0,33 0,33 1,00 0,33 0,33 1,00 3,00 6 Responden 6 0,20 0,14 0,14 0,11 0,14 0,20 0,20 0,20 1,00 5,00 Total 6,74 6,75 5,89 1,00 5,61 13,60 10,13 8,13 6,00 18,40 Mean 1,12 1,13 0,98 0,17 1,40 2,27 1,69 1,36 1,00 3,07 Responden X-A X-B X-C X-D X-E X-F X-G X-H X-I X-J 1 Responden 1 5,00 5,00 5,00 0,20 5,00 5,00 0,20 0,20 5,00 1,00 2 Responden 2 0,20 3,00 0,14 0,14 0,33 7,00 7,00 7,00 5,00 1,00 3 Responden 3 0,20 0,11 0,14 0,20 0,20 0,20 0,14 0,20 0,20 1,00 4 Responden 4 0,20 0,11 0,14 0,20 0,20 0,20 0,14 0,20 0,20 1,00 5 Responden 5 0,20 0,33 1,00 1,00 1,00 0,33 1,00 1,00 0,33 1,00 6 Responden 6 0,20 1,00 0,33 1,00 1,00 1,00 0,20 1,00 0,20 1,00 Total 6,00 9,55 6,75 2,74 7,73 13,73 8,68 9,60 10,93 6,00 Mean 1,00 1,59 1,13 0,46 1,29 2,29 1,45 1,60 1,82 1,00 96

45 Faktor Eksternal: Peluang (Opportunity) A B C D E F G H I J I II III Atribut Kelangsungan areal hutan rakyat Kelangsungan keanekaragaman hayati Kepedulian terhadap lingkungan Kelangsu ngan areal hutan rakyat Kelangsu ngan keanekaraga man hayati Kepedulian terhadap lingkungan Peluang pasar besar Meningkat nya kepercaya an internasio nal Peluang reuse hasil samping Peluang reduce limbah Peluang efisiensi dan efektivitas bahan Memperbai ki teknologi dan manajemen I-A I-B I-C I-D I-E I-F I-G I-H I-I I-J II-A II-B II-C II-D II-E II-F II-G II-H II-I II-J Meningkat kan produktivi tas dan kinerja III-A III-B III-C III-D III-E III-F III-G III-H III-I III-J IV Peluang pasar besar IV-A IV-B IV-C IV-D IV-E IV-F IV-G IV-H IV-I IV-J V Meningkatnya kepercayaan internasional V-A V-B V-C V-D V-E V-F V-G V-H V-I V-J VI Peluang reuse hasil samping VI-A VI-B VI-C VI-D VI-E VI-F VI-G VI-H VI-I VI-J VII Peluang reduce limbah VII-A VII-B VII-C VII-D VII-E VII-F VII-G VII-H VII-I VII-J VIII IX X Peluang efisiensi dan efektivitas bahan Memperbaiki teknologi dan manajemen Meningkatkan produktivitas dan kinerja VIII-A VIII-B VIII-C VIII-D VIII-E VIII-F VIII-G VIII-H VIII-I VIII-J IX-A IX-B IX-C IX-D IX-E IX-F IX-G IX-H IX-I IX-J X-A X-B X-C X-D X-E X-F X-G X-H X-I X-J 97

46 I II III Atribut Kelangsungan areal hutan rakyat Kelangsungan keanekaragaman hayati Kepedulian terhadap lingkungan A B C D E F G H I J Kelang sungan areal hutan rakyat Kelang sungan keaneka ragaman hayati Kepedu lian terhadap lingkun gan Peluang pasar besar Mening katnya kepercaya an internasio nal Peluang reuse hasil samping Peluang reduce limbah Peluang efisiensi dan efektivitas bahan Memper baiki teknolo gi dan manaje men Mening katkan produktivi tas dan kinerja A x B x...x J 1,0 5, , , , , , , , , , , ,0 3, , , , , , , , , , , ,0 2, , , , , , , ,46700 IV Peluang pasar besar 1, , , ,0 2, , , , , , ,21000 V Meningkatnya kepercayaan internasional 1, , , , ,0 4, , ,3333 4, , ,30000 VI Peluang reuse hasil samping 1, , , , , ,0 4, , , , ,66729 VII Peluang reduce limbah 1, , , , , , ,0 4, , , ,71456 VIII IX X Peluang efisiensi dan efektivitas bahan Memperbaiki teknologi dan manajemen Meningkatkan produktivitas dan kinerja 1, , , , , , , ,0 3, , , , , , , , , , , ,0 4, , , , , , , , , , , ,0 0,

47 A x B x... x J Geo-Mean Weight Rating Skor , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,16604 Total 18, ,

48 Faktor Eksternal: Ancaman (Threat) Atribut A B C D E F G H I J SDA terbatas Kebijakan pemerintah Tekanan dunia Penebang an liar Belum ada tranfer teknologi Isu-isu lingkungan Krisis moneter Persaingan Corporate social responsibi lity I SDA terbatas I-A I-B I-C I-D I-E I-F I-G I-H I-I I-J Ketidakpasti an hukum II Kebijakan pemerintah II-A II-B II-C II-D II-E II-F II-G II-H II-I II-J III Tekanan dunia III-A III-B III-C III-D III-E III-F III-G III-H III-I III-J IV Penebangan liar IV-A IV-B IV-C IV-D IV-E IV-F IV-G IV-H IV-I IV-J V Belum ada tranfer teknologi V-A V-B V-C V-D V-E V-F V-G V-H V-I V-J VI Isu-isu lingkungan VI-A VI-B VI-C VI-D VI-E VI-F VI-G VI-H VI-I VI-J VII Krisis moneter VII-A VII-B VII-C VII-D VII-E VII-F VII-G VII-H VII-I VII-J VIII Persaingan VIII-A VIII-B VIII-C VIII-D VIII-E VIII-F VIII-G VIII-H VIII-I VIII-J IX Corporate social responsibi Lity IX-A IX-B IX-C IX-D IX-E IX-F IX-G IX-H IX-I IX-J X Ketidakpastian hukum X-A X-B X-C X-D X-E X-F X-G X-H X-I X-J 100

49 A B C D E F G H I J Atribut SDA terbatas Kebijak an pemerin tah Tekanan dunia Peneba ngan liar Belum ada tranfer teknologi Isu-isu lingkun gan Krisis moneter Persaing an Corpora te social responsi bility Ketidak pastian hukum A x B x...x J I SDA terbatas 1,0 4, , , , , , , , , ,68000 II Kebijakan pemerintah 1, ,0 2, , , , , , , , ,75000 III Tekanan dunia 1, , ,0 2, , , , , , , ,93000 IV Penebangan liar 0, , , ,0 5, , , , , , ,53000 V Belum ada tranfer teknologi 1, , , , ,0 3, , , , , ,21630 VI Isu-isu lingkungan 2, , , , ,1550 1,0 4, , , , ,97600 VII Krisis moneter 2, , , , , , ,0 3, , , ,92800 VIII Persaingan 2, , , , , , , ,0 3, , ,35400 IX Corporate social responsibi Lity 1, , , , , , , , ,0 3, ,61135 X Ketidakpastian hukum 1, , , , , , , , , ,0 10,

50 A x B x... x J Geo-Mean Weight Rating Skor 44313, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,17766 Total 21, ,

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Penelitian Industri kayu lapis menghasilkan limbah berupa limbah cair, padat, gas, dan B3, jika limbah tersebut dibuang secara terus-menerus akan terjadi akumulasi limbah

Lebih terperinci

BAB 4 PAKET INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH SAKIT KAPASITAS 30 M 3 PER HARI. 4.1 Lokasi dan Kapasitas IPAL

BAB 4 PAKET INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH SAKIT KAPASITAS 30 M 3 PER HARI. 4.1 Lokasi dan Kapasitas IPAL BAB 4 PAKET INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH SAKIT KAPASITAS 30 M 3 PER HARI 4.1 Lokasi dan Kapasitas IPAL Untuk IPAL rumah sakit dengan kapasitas kecil dapat dibuat dalam bentuk paket IPAL rumah

Lebih terperinci

METODE KAJIAN. 3.1 Kerangka Pemikiran

METODE KAJIAN. 3.1 Kerangka Pemikiran III. METODE KAJIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Potensi perikanan yang dimiliki Kabupaten Lampung Barat yang sangat besar ternyata belum memberikan kontribusi yang optimal bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Waktu Kajian Kajian ini dilakukan di Kabupaten Bogor, dengan batasan waktu data dari tahun 2000 sampai dengan 2009. Pertimbangan pemilihan lokasi kajian antar

Lebih terperinci

BAB 11 CONTOH PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN IPAL DOMESTIK KAPASITAS 150 M 3 PER HARI

BAB 11 CONTOH PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN IPAL DOMESTIK KAPASITAS 150 M 3 PER HARI BAB 11 CONTOH PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN IPAL DOMESTIK KAPASITAS 150 M 3 PER HARI 233 11.1 Kriteria Perencanaan Pemilihan proses pengolahan air limbah domestik yang digunakan didasarkan atas beberapa

Lebih terperinci

Petunjuk Operasional IPAL Domestik PT. UCC BAB 5 SPESIFIKASI BANGUNAN IPAL DAN PERALATAN

Petunjuk Operasional IPAL Domestik PT. UCC BAB 5 SPESIFIKASI BANGUNAN IPAL DAN PERALATAN BAB 5 SPESIFIKASI BANGUNAN IPAL DAN PERALATAN 42 5.1. Spesifikasi Bangunan a. Bak Pengumpul Ukuran : lihat gambar as built. Jumlah ruang : 2 ruang. Material : Beton tebal 15 cm, besi 10 mm satu lapis.

Lebih terperinci

Meminimumkan Limbah Produksi Kulit Samak. Dukungan Pemerintah. Perbaikan Lingkungan

Meminimumkan Limbah Produksi Kulit Samak. Dukungan Pemerintah. Perbaikan Lingkungan Lampiran 1. Struktur hierarki AHP limbah industri penyamakan kulit Goal Meminimumkan Limbah Produksi Kulit Samak Faktor Modal Teknologi Kebijakan Industri Dukungan Pemerintah Aktor Pelaku Industri Litbang

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. keripik pisang Kondang Jaya binaan koperasi BMT Al-Ikhlaas. yang terletak di

BAB IV METODE PENELITIAN. keripik pisang Kondang Jaya binaan koperasi BMT Al-Ikhlaas. yang terletak di 135 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian merupakan studi kasus yang dilakukan pada suatu usaha kecil keripik pisang Kondang Jaya binaan koperasi BMT Al-Ikhlaas. yang terletak

Lebih terperinci

KAJIAN POTENSI PENERAPAN STRATEGI PRODUKSI BERSIH PADA INDUSTRI KAYU LAPIS : STUDI KASUS DI CV. MEKAR ABADI, WONOSOBO, JAWA TENGAH SKRIPSI

KAJIAN POTENSI PENERAPAN STRATEGI PRODUKSI BERSIH PADA INDUSTRI KAYU LAPIS : STUDI KASUS DI CV. MEKAR ABADI, WONOSOBO, JAWA TENGAH SKRIPSI KAJIAN POTENSI PENERAPAN STRATEGI PRODUKSI BERSIH PADA INDUSTRI KAYU LAPIS : STUDI KASUS DI CV. MEKAR ABADI, WONOSOBO, JAWA TENGAH SKRIPSI LUTVIA ROSALIANA F 34070090 DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Industri Kayu Lapis 4.1.1 Gambaran Umum Industri Kayu Lapis CV Mekar Abadi merupakan industri yang bergerak dibidang kayu olahan yang masih berupa produk setengah jadi.

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman LEMBAR PENGESAHAN... i KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN...

DAFTAR ISI. Halaman LEMBAR PENGESAHAN... i KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN... DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... i KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN... xi I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Masalah... 7 1.3 Tujuan

Lebih terperinci

III. METODE KAJIAN A. Pengumpulan Data Pengumpulan data yang digunakan adalah : 1. Pengumpulan data primer melalui survei lapangan, wawancara

III. METODE KAJIAN A. Pengumpulan Data Pengumpulan data yang digunakan adalah : 1. Pengumpulan data primer melalui survei lapangan, wawancara 20 III. METODE KAJIAN A. Pengumpulan Data Pengumpulan data yang digunakan adalah : 1. Pengumpulan data primer melalui survei lapangan, wawancara (lampiran 1) dengan pihak perusahaan sebanyak 3 responden

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Pabrik Kelapa Sawit Adolina PT Perkebunan Nusantara IV yang terletak di Kelurahan Batang Terap Kecamatan Perbaungan Kabupaten

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN INDUSTRI KECIL- MENENGAH PRODUK IKAN TERI NASI

PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN INDUSTRI KECIL- MENENGAH PRODUK IKAN TERI NASI PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN INDUSTRI KECIL- MENENGAH PRODUK IKAN TERI NASI Rachmad Hidayat Teknik Industri Universitas Trunojoyo Madura Kampus Unijoyo Jl. Raya Telang, PO BOX 2 Kamal Email: [email protected]

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. A. Konsep Dasar dan Batasan Operasional Penelitian. menganalisis data yang berhubungan dengan penelitian.

METODE PENELITIAN. A. Konsep Dasar dan Batasan Operasional Penelitian. menganalisis data yang berhubungan dengan penelitian. III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Batasan Operasional Penelitian Konsep dasar dan batasan operasional merupakan pengertian dan petunjuk mengenai variabel yang akan diteliti untuk memperoleh dan

Lebih terperinci

PROGRAM MAGISTER ILMU MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

PROGRAM MAGISTER ILMU MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR Lampiran. Kuesioner AHP PROGRAM MAGISTER ILMU MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR ================================================= Kepada Yang Terhormat Bogor, Februari 203

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Mitra Alam. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa perusahaan tersebut merupakan

Lebih terperinci

PERUMUSAN STRATEGI KORPORAT PERUSAHAAN CHEMICAL

PERUMUSAN STRATEGI KORPORAT PERUSAHAAN CHEMICAL PERUMUSAN STRATEGI KORPORAT PERUSAHAAN CHEMICAL Mochammad Taufiqurrochman 1) dan Buana Ma ruf 2) Manajemen Industri Program Studi Magister Manajemen Teknologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Lebih terperinci

III METODE PENELITIAN. Daerah penelitian adalah wilayah pesisir di Kecamatan Punduh Pidada,

III METODE PENELITIAN. Daerah penelitian adalah wilayah pesisir di Kecamatan Punduh Pidada, 35 III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian Daerah penelitian adalah wilayah pesisir di Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Pemilihan daerah penelitian dilakukan

Lebih terperinci

III. METODE KAJIAN. Data kajian ini dikumpulkan dengan mengambil sampel. Kabupaten Bogor yang mewakili kota besar, dari bulan Mei sampai November

III. METODE KAJIAN. Data kajian ini dikumpulkan dengan mengambil sampel. Kabupaten Bogor yang mewakili kota besar, dari bulan Mei sampai November III. METODE KAJIAN 3.1. Lokasi dan Waktu Data kajian ini dikumpulkan dengan mengambil sampel pemerintah kabupaten/kota, secara purposif yaitu Kota Bogor yang mewakili kota kecil dan Kabupaten Bogor yang

Lebih terperinci

III. METODOLOGI KAJIAN

III. METODOLOGI KAJIAN III. METODOLOGI KAJIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Kemiskinan merupakan penyakit ekonomi pada suatu daerah yang harus di tanggulangi. Kemiskinan akan menyebabkan ketidakberdayaan masyarakat dalam mengelola

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Dalam penelitian mengenai strategi bauran pemasaran pertama kali peneliti akan mempelajari mengenai visi misi dan tujuan perusahaan, dimana perusahaan yang

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kedua tempat usaha di kota Bogor, yaitu KFC Taman Topi dan Rahat cafe. KFC Taman Topi berlokasi di Jalan Kapten Muslihat

Lebih terperinci

BAB VII FORMULASI STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA. 7.1 Perumusan Strategi Pengembangan Usaha Produk Sayuran Organik

BAB VII FORMULASI STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA. 7.1 Perumusan Strategi Pengembangan Usaha Produk Sayuran Organik 96 BAB VII FORMULASI STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA 7.1 Perumusan Strategi Pengembangan Usaha Produk Sayuran Organik Analisis lingkungan membantu perusahaan dalam menentukan langkah strategi yang tepat dalam

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN 24 METODOLOGI PENELITIAN Kerangka Pemikiran Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GN-RHL), yang telah dilaksanakan sejak tahun 2003, dalam penerapannya dijumpai berbagai kendala dan hambatan.

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN 42 III. METODE PENELITIAN A. Metode Dasar Penelitian Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi analisis yaitu metode penelitian yang menuturkan dan menafsirkan data sehingga

Lebih terperinci

II. PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK GEDUNG SOPHIE PARIS INDONESIA

II. PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK GEDUNG SOPHIE PARIS INDONESIA II. PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK GEDUNG SOPHIE PARIS INDONESIA 2. 1 Pengumpulan Air Limbah Air limbah gedung PT. Sophie Paris Indonesia adalah air limbah domestik karyawan yang berasal dari toilet,

Lebih terperinci

BAB 5 TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR LIMBAH FASILITAS LAYANAN KESEHATAN SKALA KECIL

BAB 5 TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR LIMBAH FASILITAS LAYANAN KESEHATAN SKALA KECIL BAB 5 TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR LIMBAH FASILITAS LAYANAN KESEHATAN SKALA KECIL 5.1 Masalah Air Limbah Layanan Kesehatan Air limbah yang berasal dari unit layanan kesehatan misalnya air limbah rumah sakit,

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Jarak Situ Ciburuy ke Kabupaten Bandung

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian 3.2. Alat dan Bahan 3.3. Data yang Dikumpulkan

METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian 3.2. Alat dan Bahan 3.3. Data yang Dikumpulkan 25 METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Situ Sawangan-Bojongsari, Kecamatan Sawangan dan Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat. Waktu penelitian adalah 5

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK PT. Mulia Lestari adalah salah satu perusahaan tekstil terkemuka yang beralamatkan di Jl. Cibaligo no. 70 Cimindi-Cimahi. Produk yang dihasilkan adalah kain rajut, yang sebagian besar adalah berbentuk

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Asahan, untuk melihat kajian secara

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Asahan, untuk melihat kajian secara III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Asahan, untuk melihat kajian secara umum. Sedangkan untuk kajian detil dilakukan di kecamatan-kecamatan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK PT Caraka Yasa adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa ekspedisi yang berdiri pada tahun 1985. Dalam 5 tahun terakhir PT Caraka Yasa tidak mencapai target penjualan yang seharusnya yaitu

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN EVAPORATOR Perencanaan Modifikasi Evaporator

BAB III PERANCANGAN EVAPORATOR Perencanaan Modifikasi Evaporator BAB III PERANCANGAN EVAPORATOR 3.1. Perencanaan Modifikasi Evaporator Pertumbuhan pertumbuhan tube ice mengharuskan diciptakannya sistem produksi tube ice dengan kapasitas produksi yang lebih besar, untuk

Lebih terperinci

Lampiran 1. Perkembangan ekspor impor minyak akar wangi. Ekspor Impor Minyak Akar Wangi Tahun

Lampiran 1. Perkembangan ekspor impor minyak akar wangi. Ekspor Impor Minyak Akar Wangi Tahun 67 Lampiran. Perkembangan ekspor impor minyak akar wangi Ekspor Impor Minyak Akar Wangi Tahun 999-006 Year Flow Trade (USD) Weight (Kg) Quantity 006 Import,97,97,97 006 Export,085,58 75,99 75,99 005 Import,690

Lebih terperinci

ANALISA JENIS LIMBAH KAYU PADA INDUSTRI PENGOLAHAN KAYU DI KALIMANTAN SELATAN

ANALISA JENIS LIMBAH KAYU PADA INDUSTRI PENGOLAHAN KAYU DI KALIMANTAN SELATAN ANALISA JENIS LIMBAH KAYU PADA INDUSTRI PENGOLAHAN KAYU DI KALIMANTAN SELATAN THE ANALYSIS OF VARIETY OF WOOD WASTE MATERIAL FROM WOOD INDUSTRY IN SOUTH BORNEO Djoko Purwanto *) *) Peneliti Baristand Industri

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1a Kuisioner Penetapan Bobot Faktor Ekternal

LAMPIRAN 1a Kuisioner Penetapan Bobot Faktor Ekternal LAMPIRAN 1a Kuisioner Penetapan Bobot Faktor Ekternal Petunjuk Pengisian a. Pertanyaan yang diajukan akan berbentuk perbandingan antar suatu elemen yang ada di kolom sebelah kiri dengan elemen yang ada

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Perkebunan karet rakyat di Kabupaten Cianjur mempunyai peluang yang cukup besar untuk pemasaran dalam negeri dan pasar ekspor. Pemberdayaan masyarakat perkebunan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. design) kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk

BAB III METODE PENELITIAN. design) kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk 55 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sifat Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian campuran (mixed methods research design) kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk

Lebih terperinci

3. METODOLOGI PENELITIAN

3. METODOLOGI PENELITIAN 3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian yang dilakukan ini didasarkan pada suatu pemikiran bahwa perlu dilaksanakan pengembangan agroindustri serat sabut kelapa berkaret. Pengembangan

Lebih terperinci

III.2.1 Karakteristik Air Limbah Rumah Sakit Makna Ciledug.

III.2.1 Karakteristik Air Limbah Rumah Sakit Makna Ciledug. 39 III.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Makna, Ciledug yang terletak di Jalan Ciledug Raya no. 4 A, Tangerang. Instalasi Pengolahan Air

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 39 3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) wilayah Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan. Kelompok sasaran

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH KERANGKA ACUAN KERJA ( TERM OF REFERENCE TOR ) KEGIATAN KEGIATAN PEMBANGUNAN SUMUR BOR DI DAERAH RAWAN KERING

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH KERANGKA ACUAN KERJA ( TERM OF REFERENCE TOR ) KEGIATAN KEGIATAN PEMBANGUNAN SUMUR BOR DI DAERAH RAWAN KERING PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH KERANGKA ACUAN KERJA ( TERM OF REFERENCE TOR ) KEGIATAN KEGIATAN PEMBANGUNAN SUMUR BOR DI DAERAH RAWAN KERING DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Koperasi Unit Desa (KUD) Puspa Mekar yang berlokasi di Jl. Kolonel Masturi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Industri Kayu Lapis Menurut Tsoumis (1991), kayu lapis adalah produk panel yang terbuat dengan merekatkan sejumlah lembaran vinir. Arah serat pada lembaran vinir untuk face dan

Lebih terperinci

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI HIJAU. Disampaikan pada : Workshop Efisiensi Energi di IKM Jakarta, 27 Maret 2012

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI HIJAU. Disampaikan pada : Workshop Efisiensi Energi di IKM Jakarta, 27 Maret 2012 KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI HIJAU Disampaikan pada : Workshop Efisiensi Energi di IKM Jakarta, 27 Maret 2012 1. Kondisi Industri I. LATAR BELAKANG Pembangunan sektor industri di Indonesia yang telah

Lebih terperinci

5 STRATEGI PENYEDIAAN AIR BERSIH KOTA TARAKAN

5 STRATEGI PENYEDIAAN AIR BERSIH KOTA TARAKAN 5 STRATEGI PENYEDIAAN AIR BERSIH KOTA TARAKAN Dalam bab ini akan membahas mengenai strategi yang akan digunakan dalam pengembangan penyediaan air bersih di pulau kecil, studi kasus Kota Tarakan. Strategi

Lebih terperinci

Analisis SWOT Deskriptif Kualitatif untuk Pariwisata

Analisis SWOT Deskriptif Kualitatif untuk Pariwisata CHAPTER-09 Analisis SWOT Deskriptif Kualitatif untuk Pariwisata SWOT Filosofi SWOT Analisis SWOT atau Tows adalah alat analisis yang umumnya digunakan untuk merumuskan strategi atas identifikasi berbagai

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. BPK-RI Perwakilan Provinsi Lampung didirikan pada tanggal 7 Juni 2006, berdasarkan Surat

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. BPK-RI Perwakilan Provinsi Lampung didirikan pada tanggal 7 Juni 2006, berdasarkan Surat BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Gambaran Umum BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung BPK-RI Perwakilan Provinsi Lampung didirikan pada tanggal 7 Juni 2006, berdasarkan Surat Keputusan BPK RI Nomor 23/SK/

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN A. Metode Dasar Penelitian B. Metode Pengumpulan Data 1. Metode Penentuan Lokasi Penelitian 2. Metode Pengambilan Sampel

METODE PENELITIAN A. Metode Dasar Penelitian B. Metode Pengumpulan Data 1. Metode Penentuan Lokasi Penelitian 2. Metode Pengambilan Sampel 39 I. METODE PENELITIAN A. Metode Dasar Penelitian Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis yaitu metode penelitian dengan membahas suatu permasalahan dengan cara

Lebih terperinci

BAB III PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK PADA INDUSTRI MAKANAN PT. FORISA NUSAPERSADA

BAB III PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK PADA INDUSTRI MAKANAN PT. FORISA NUSAPERSADA BAB III PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK PADA INDUSTRI MAKANAN PT. FORISA NUSAPERSADA 3.1 UMUM Pada suatu industri, untuk menghasilkan suatu produk dibutuhkan peralatan yang memadai. Dalam pemakaian peralatan

Lebih terperinci

PEMILIHAN ALTERNATIF PENYEDIAAN BBK DI PT X DENGAN METODE ANP (ANALYTIC NETWORK PROCESS)-BOCR (BENEFIT, OPPORTUNITY, COST DAN RISK)

PEMILIHAN ALTERNATIF PENYEDIAAN BBK DI PT X DENGAN METODE ANP (ANALYTIC NETWORK PROCESS)-BOCR (BENEFIT, OPPORTUNITY, COST DAN RISK) PEMILIHAN ALTERNATIF PENYEDIAAN BBK DI PT X DENGAN METODE ANP (ANALYTIC NETWORK PROCESS)-BOCR (BENEFIT, OPPORTUNITY, COST DAN RISK) Didien Suhardini, Adhitya Tuhagono Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2 Jenis dan Cara Pengumpulan Data 3.3 Analisis Data

BAB III METODOLOGI 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2 Jenis dan Cara Pengumpulan Data 3.3 Analisis Data 9 BAB III METODOLOGI 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Sentra Kerajinan Bambu (SKB) Putra Handicraft, Jl. AH Nasution, Kampung Situ Beet, Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi,

Lebih terperinci

VII PERUMUSAN STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS KARET ALAM OLAHAN PT ADEI CRUMB RUBBER INDUSTRY

VII PERUMUSAN STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS KARET ALAM OLAHAN PT ADEI CRUMB RUBBER INDUSTRY VII PERUMUSAN STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS KARET ALAM OLAHAN PT ADEI CRUMB RUBBER INDUSTRY 7.1. Tahapan Masukan Tahapan masukan terdiri dari matriks EFE (External Factors Evaluation) dan IFE (Internal

Lebih terperinci

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI Dalam membuat strategi pengembangan sanitasi di Kabupaten Grobogan, digunakan metode SWOT. Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi

Lebih terperinci

DATA MESIN PABRIK TEH HIJAU TAHUN : Kg Pucuk Segar / unit Tahun Pembuatan : Tahun 1998 Spesifikasi Teknis A. BADAN WT

DATA MESIN PABRIK TEH HIJAU TAHUN : Kg Pucuk Segar / unit Tahun Pembuatan : Tahun 1998 Spesifikasi Teknis A. BADAN WT Lampiran 1. DATA MESIN PABRIK TEH HIJAU TAHUN 2013 1. WITHERING TROUGH ( WT ) : 1.500 Kg Pucuk Segar / unit : Tahun 1998 Spesifikasi Teknis A. BADAN WT - 1 unit : Lebar X Tinggi x Panjang = 2.200 mm X

Lebih terperinci

KUESIONER PENELITIAN. Atas kesediaannya saya ucapakan terima kasih.

KUESIONER PENELITIAN. Atas kesediaannya saya ucapakan terima kasih. LAMPIRAN Lampiran 1: Kuesioner SWOT KUESIONER PENELITIAN Kuesioner ini akan digunakan untuk keperluan penelitian skripsi mengenai ANALISA PENGEMBANGAN INDUSTRI BIOFARMAKA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA oleh

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Martabak Air Mancur Bogor yang terletak di Jl. Sudirman, untuk pemilihan lokasinya dilakukan secara sengaja (purposive)

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI. Gambar 4. Peta Lokasi Penelitian: Masterplan Sentul City (Atas); Jalur Sepeda Sentul City (Bawah) Tanpa Skala

BAB III METODOLOGI. Gambar 4. Peta Lokasi Penelitian: Masterplan Sentul City (Atas); Jalur Sepeda Sentul City (Bawah) Tanpa Skala BAB III METODOLOGI 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Kegiatan penelitian ini mengambil lokasi di jalur sepeda Sentul City, Bogor, Indonesia (Gambar 4). Adapun waktu kegiatan penelitian ini kurang lebih selama

Lebih terperinci

Lampiran 1. Kuisioner Untuk Pengguna Sepeda Sentul City EVALUASI LANSKAP JALUR KHUSUS SEPEDA DI SENTUL CITY, BOGOR

Lampiran 1. Kuisioner Untuk Pengguna Sepeda Sentul City EVALUASI LANSKAP JALUR KHUSUS SEPEDA DI SENTUL CITY, BOGOR LAMPIRAN 81 Lampiran 1. Kuisioner Untuk Pengguna Sepeda Sentul City No Responden : EVALUASI LANSKAP JALUR KHUSUS SEPEDA DI SENTUL CITY, BOGOR Tanggal: Saya Rida Agniya Arifiani (A44080059), mahasiswa tingkat

Lebih terperinci

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI Dalam membuat strategi pengembangan sanitasi di Kabupaten Kendal, digunakan metode SWOT. Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... Error! Bookmark not defined. UCAPAN TERIMA KASIH... Error! Bookmark not defined. ABSTRAK... iv. ABSTRACT...

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... Error! Bookmark not defined. UCAPAN TERIMA KASIH... Error! Bookmark not defined. ABSTRAK... iv. ABSTRACT... DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... Error! UCAPAN TERIMA KASIH... Error! ABSTRAK... iv ABSTRACT... v DAFTAR ISI... Error! i DAFTAR GAMBAR... 5 DAFTAR TABEL... 8 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah...

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penentuan Lokasi Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dilakukan secara purposive (sengaja) yaitu berdasarkan pertimbanganpertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman DAFTAR TABEL... xvi DAFTAR GAMBAR... xvii DAFTAR LAMPIRAN.. xix

DAFTAR ISI. Halaman DAFTAR TABEL... xvi DAFTAR GAMBAR... xvii DAFTAR LAMPIRAN.. xix DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL........ xvi DAFTAR GAMBAR........ xvii DAFTAR LAMPIRAN.. xix I. PENDAHULUAN.... 1 1.1 Latar Belakang. 1 1.2 Rumusan Masalah. 4 1.3 Tujuan Penelitian... 4 1.4 Manfaat Penelitian....

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Metode Pengumpulan Data Defenisi Operasional Penelitian

METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Metode Pengumpulan Data Defenisi Operasional Penelitian METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku, dimana responden petani dipilih dari desa-desa penghasil HHBK minyak kayu putih,

Lebih terperinci

Lampiran 1 Daftar pertanyaan wawancara kepada pihak PT. Suka Jaya Makmur

Lampiran 1 Daftar pertanyaan wawancara kepada pihak PT. Suka Jaya Makmur LAMPIRAN 50 51 Lampiran 1 Daftar pertanyaan wawancara kepada pihak PT. Suka Jaya Makmur Tahap I 1. Bagaimana kondisi umum perusahaan? 2. Bagaimana kondisi K3 di PT. Suka Jaya Makmur? 3. Bagaimana statistik

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI. Gambar 2. Peta Jakarta Timur Gambar 3. Pata Lokasi Taman Mini Indonesia (Anonim, 2010b) Indah (Anonim, 2011)

BAB III METODOLOGI. Gambar 2. Peta Jakarta Timur Gambar 3. Pata Lokasi Taman Mini Indonesia (Anonim, 2010b) Indah (Anonim, 2011) BAB III METODOLOGI 3.1 Lokasi dan Waktu Magang Kegiatan magang dilaksanakan di Taman Burung, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) (Gambar 3). Lokasi Taman Burung TMII ini berada di Kompleks TMII, Jalan Pondok

Lebih terperinci

III METODOLOGI. 3.1 Kerangka Pemikiran Penelitian Penentuan Metode Destilasi Minyak Pala

III METODOLOGI. 3.1 Kerangka Pemikiran Penelitian Penentuan Metode Destilasi Minyak Pala 50 III METODOLOGI 3.1 Kerangka Pemikiran Penelitian 3.1.1 Penentuan Metode Destilasi Minyak Pala a. Penentuan Kriteria dan Alternatif : Diperlukan data primer berupa kriteria yang digunakan dalam pemilihan

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN 4. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di PT. Kaliduren Estates yang berlokasi di Perkebunan Tugu/Cimenteng, Desa Langkap Jaya, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi.

Lebih terperinci

Kayu bawang, faktor-faktor yang mempengaruhi, strategi pengembangan.

Kayu bawang, faktor-faktor yang mempengaruhi, strategi pengembangan. Program : Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan Judul RPI : Agroforestry Koordinator : Ir. Budiman Achmad, M.For.Sc. Judul Kegiatan : Paket Analisis Sosial, Ekonomi, Finansial, dan Kebijakan

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Analisis SWOT untuk menentukan Strategi Pengembangan Industri. Biofarmaka Daerah Istimewa Yogyakarta

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Analisis SWOT untuk menentukan Strategi Pengembangan Industri. Biofarmaka Daerah Istimewa Yogyakarta BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis SWOT untuk menentukan Strategi Pengembangan Industri Biofarmaka Daerah Istimewa Yogyakarta Strategi pengembangan pada Industri Biofarmaka D.I.Yogyakarta

Lebih terperinci

Universitas Bakrie LAMPIRAN

Universitas Bakrie LAMPIRAN LAMPIRAN Lampiran 1 : Susunan Hirarki AHP pada Balanced Scorecard 106 Lampiran 2 : Susunan Hirarki dan Bobot dari setiap perspektif, sasaran strategis, dan KPI Balanced Scorecard pada software expert choice

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Lokasi penelitian dilaksanakan pada perusahaan CV Septia Anugerah Jakarta, yang beralamat di Jalan Fatmawati No. 26 Pondok Labu Jakarta Selatan. CV Septia Anugerah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Februari 2013 hingga April 2013. Dengan tahapan pengumpulan data awal penelitian dilaksanakan pada Bulan

Lebih terperinci

IV. METODOLOGI PENELITIAN

IV. METODOLOGI PENELITIAN IV. METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Ciapus Bromel yang terletak di Ciapus Jl. Tamansari Rt 03/04, Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa

Lebih terperinci

ANALISIS DATA Metode Pembobotan AHP

ANALISIS DATA Metode Pembobotan AHP ANALISIS DATA Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan konsumen dan pakar serta tinjauan langsung ke lapangan, dianalisa menggunakan metode yang berbeda-beda sesuai kebutuhan dan kepentingannya.

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3. Disain Penelitian Menurut Sarwono, Jonathan (2006:79) dalam melakukan penelitian salah satu hal penting adalah membuat desain penelitian. Desain Penelitian bagaikan sebuah peta

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN DAN ANALISIS Faktor-faktor strategis pembentuk SWOT PT. KLS

BAB V PEMBAHASAN DAN ANALISIS Faktor-faktor strategis pembentuk SWOT PT. KLS BAB V PEMBAHASAN DAN ANALISIS 5.1. Faktor-faktor strategis pembentuk SWOT PT. KLS Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan strategi, dan kebijakan perusahaan.

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di dua desa yaitu di Desa Tangkil dan Hambalang di Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor. Penelitian di kedua desa ini adalah

Lebih terperinci

Strategi Pengembangan Usaha Budidaya Ikan Konsumsi Air Tawar dan Ikan Hias Air Tawar pada Kelompok Mitra Posikandu Kabupaten Bogor

Strategi Pengembangan Usaha Budidaya Ikan Konsumsi Air Tawar dan Ikan Hias Air Tawar pada Kelompok Mitra Posikandu Kabupaten Bogor Manajemen IKM, September 2017 (127-136) Vol. 12 No. 2 ISSN 2085-8418 http://journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalmpi/ Strategi Pengembangan Usaha Budidaya Ikan Konsumsi Air Tawar dan Ikan Hias Air Tawar pada

Lebih terperinci

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 PENILAIAN KINERJA KARYAWAN DENGAN PENDEKATAN MALCOLM BALDRIGE NATIONAL QUALITY AWARD DI PT.BRIDGESTONE SUMATERA RUBBER ESTATE TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Penulisan

Lebih terperinci

Bab 3 Metodologi Penelitian

Bab 3 Metodologi Penelitian Bab 3 Metodologi Penelitian 3.1 Flowchart Pemecahan Masalah Penelitian adalah kegiatan dalam mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menyajikan data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di peternakan domba Tawakkal Farm (TF) Jalan Raya Sukabumi Km 15 Dusun Cimande Hilir No. 32, Caringin, Bogor. Pemilihan lokasi

Lebih terperinci

PERENCANAAN STRATEGIS PENGEMBANGAN INDUSTRI KERIPIK BUAH DI UKM VANESHA FRUIT CHIPS MALANG JAWA TIMUR

PERENCANAAN STRATEGIS PENGEMBANGAN INDUSTRI KERIPIK BUAH DI UKM VANESHA FRUIT CHIPS MALANG JAWA TIMUR PERENCANAAN STRATEGIS PENGEMBANGAN INDUSTRI KERIPIK BUAH DI UKM VANESHA FRUIT CHIPS MALANG JAWA TIMUR Industrial Strategic Development Planning of Fruit Chips in SMES Vanesha Fruit Chips Malang East Java

Lebih terperinci

A. KERANGKA PEMIKIRAN

A. KERANGKA PEMIKIRAN III. METODOLOGI A. KERANGKA PEMIKIRAN Persaingan yang terjadi pada industri minuman ringan membuat setiap industri yang bergerak memproduksi minuman ringan harus selalu mengkaji ulang secara terus-menerus

Lebih terperinci

Lampiran 1. Data Matrix Input AHP. 1. Kriteria Berdasarkan Fokus Peningkatan Kualitas Proses Layanan Pasang Baru

Lampiran 1. Data Matrix Input AHP. 1. Kriteria Berdasarkan Fokus Peningkatan Kualitas Proses Layanan Pasang Baru Lampiran 1. Data Matrix Input AHP 1. Kriteria Berdasarkan Fokus Peningkatan Kualitas Proses Layanan Pasang Baru 97 2. Alternatif Untuk Kriteria Kualitas Harapan Konsumen 98 99 100 3. Alternatif Untuk Kriteria

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi kontraktor dari segi kekuatan, kelemahan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di lokasi perusahaan Bintang Gorontalo dan waktu

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di lokasi perusahaan Bintang Gorontalo dan waktu 22 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di lokasi perusahaan Bintang Gorontalo dan waktu penelitian dimulai pada bulan April 2013 sampai bulan Juni 2013. B.

Lebih terperinci

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI Strategi dapat didefinisikan sebagai upaya dalam mencapai tujuan yang terdiri dari berbagai cara atau pendekatan secara metodologi dan teknis, maka sebagai langkah

Lebih terperinci

III. METODOLOGI 3.1 Kerangka Pemikiran

III. METODOLOGI 3.1 Kerangka Pemikiran III. METODOLOGI 3.1 Kerangka Pemikiran Indonesia merupakan negara penghasil kelapa terbesar di dunia. Namun, hal ini tidak sejalan dengan jumlah produk agroindustrinya yang tembus dijual di pasar ekspor.

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI. Studi Pendahuluan. Identifikasi Masalah. Pengumpulan Data. Analisa Faktor Internal dan Eksternal

BAB 3 METODOLOGI. Studi Pendahuluan. Identifikasi Masalah. Pengumpulan Data. Analisa Faktor Internal dan Eksternal BAB 3 METODOLOGI Studi Pendahuluan Studi Pustaka Identifikasi Masalah Pengumpulan Data Analisa Faktor Internal dan Eksternal Pengolahan data Analisa Strategi dengan metode SWOT, IE Matrix, dan QSPM Penetapan

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di perusahaan Tyas Orchid yang berkantor di Bukit Cimanggu City Blok Q6 No 19 Jl. KH. Sholeh Iskandar, Bogor. Pemilihan objek

Lebih terperinci

Gambar 3. Kerangka pemikiran kajian

Gambar 3. Kerangka pemikiran kajian III. METODE KAJIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Kajian Usaha pengolahan pindang ikan dipengaruhi 2 (dua) faktor penting yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi aspek produksi, manajerial,

Lebih terperinci

VI. STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PDAM KABUPATEN SUKABUMI. Dari hasil penelitian pada PDAM Kabupaten Sukabumi yang didukung

VI. STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PDAM KABUPATEN SUKABUMI. Dari hasil penelitian pada PDAM Kabupaten Sukabumi yang didukung VI. STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PDAM KABUPATEN SUKABUMI Dari hasil penelitian pada PDAM Kabupaten Sukabumi yang didukung oleh wawancara terhadap para responden dan informasi-informasi yang diperoleh dari

Lebih terperinci

PENGAMBILAN KEPUTUSAN ALTERNATIF ELEMEN FAKTOR TENAGA KERJA GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA DENGAN SWOT DAN ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS

PENGAMBILAN KEPUTUSAN ALTERNATIF ELEMEN FAKTOR TENAGA KERJA GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA DENGAN SWOT DAN ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS PENGAMBILAN KEPUTUSAN ALTERNATIF ELEMEN FAKTOR TENAGA KERJA GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA DENGAN SWOT DAN ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS Endang Widuri Asih 1 1) Jurusan Teknik Industri Institut Sains

Lebih terperinci

PANDUAN PELAKSANAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BIDANG LOMBA : COMMERCIAL WIRING [LKS SMK TINGKAT PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA] FT UNY 2014

PANDUAN PELAKSANAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BIDANG LOMBA : COMMERCIAL WIRING [LKS SMK TINGKAT PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA] FT UNY 2014 2014 UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA PANDUAN PELAKSANAAN BIDANG LOMBA : COMMERCIAL WIRING [LKS SMK TINGKAT PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA] FT UNY 2014 A. Materi Jenis kegiatan yang dilombakan adalah

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di PT. Amani Mastra yang kantornya terletak di

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di PT. Amani Mastra yang kantornya terletak di 38 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di PT. Amani Mastra yang kantornya terletak di Kompleks Perumahan Cikunir, Jatibening, Jakarta dan memiliki perkebunan sayuran

Lebih terperinci

6 SIMPULAN DAN SARAN Simpulan 104 Saran 105 DAFTAR PUSTAKA 106 LAMPIRAN 111 RIWAYAT HIDUP

6 SIMPULAN DAN SARAN Simpulan 104 Saran 105 DAFTAR PUSTAKA 106 LAMPIRAN 111 RIWAYAT HIDUP iii DAFTAR ISI DAFTAR TABEL vi DAFTAR GAMBAR vii DAFTAR LAMPIRAN vii 1 PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Perumusan Masalah 3 Tujuan Penelitian 4 Manfaat Penelitian 4 Ruang Lingkup Penelitian 4 2 TINJAUAN PUSTAKA

Lebih terperinci