BAB 4 SUSUNAN, OPERATOR DAN ARITMATIKAA
|
|
|
- Liana Tedjo
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 4 SUSUNAN, OPERATOR DAN ARITMATIKAA 4.1 Pengenalan Bab ini membicarakan notasi khusus untuk susunan yang merupakan satu bentuk struktur yang paling mudah dan berguna. Operasi-operasi dasar susunan turut dibicarakan dalam bab ini. Perhitungan aritmatika mudah dan notasi operator akan digunakan dalam penulisan program untuk menambahkan kemampuan dalam program Prolog. 4.2 Tujuan Di akhir bab ini diharapkan anda dapat: 1. Mengetahui bagaimana data diwakilkan dalam bentuk susunan. 2. Mempelajari operasi-operasi dasar susunan. 3. Mempelajarii operasi aritmatika dalam bahasa pemprograman Prolog. 4.3 Perwakilan Susunan Susunan merupakan struktur data mudah yang digunakan secara meluas dalam pemprograman bukan numerik. Susunan adalah urutan bilangan item seperti sepakbola, badminton, kriket, hoki atau ahmad, ali, siti, fatima. Susunan dalam Prolog ditulis sebagai: [sepakbola,badminton,kriket,hoki] [ahmad,ali,siti,fatima] Namun begitu, kesemua objek berstruktur dalam Prolog diwakilkan dalam bentuk pohon dan susunan juga tidak terkecuali dalam perwakilan ini. Perwakilan pohon untuk susunan di atas ditunjukkan dalam Gambar 4.1. sepakbola badminton kriket [ ] hoki Munir: Susunan, operator dan Aritmatika 33
2 Susunan dalam sistem Prolog bisa terdiri daripada susunan kosong atau susunan bukan kosong. Bagi kasus yang pertama, susunan bisa ditulis sebagai atom, []. Bagi kasus yang kedua, susunan bisa digambarkan dengan dua perkara yaitu : (1) item pertama yang dikenali sebagai kepala susunan (2) item selebihnya yang dikenali sebagai ekor susunan Bagi contoh susunan di bawah: [sepakbola,badminton,kriket,hoki] kepala ialah sepakbola dan bagian ekor susunan ialah: [badminton,kriket,hoki] Susunan mempunyai cirri-ciri sebagai berikut : susunan bisa mengandungi sebarang bilangan elemen apakah konstan, variabel, nomor atau pun susunan yang lain. Satu susunan bisa kosong yang diwakilkan sebagai []. Elemen pertama dalam susunan dipanggil kepala susunan dan yang selebihnya dipanggil ekor susunan. Ekor bagi susunan juga dipanggil susunan. Contohnya : Susunan=[aa,bb,cc] Kepala=aa Ekor=[bb,cc] Satu susunan bisa dipisahkan kepada kepala dan ekor dengan menggunakan simbol. Contoh : Susunan=[Kepala Ekor]?-[K E]=[a,b,c] K=a E=[b,c] Terdapat berbagai cara untuk menulis susunan yang sama. Contohnya : [a,b,c] = [a [b,c]] = [a,b [c]] = [a,b,c []] Elemen susunan bisa diulang dalam satu susunan. 4.2 Operasi Susunan Operasi susunan adalah sama dengan operasi dalam set. Tetapi, terdapat 2 perbedaan yaitu : 1. Urutan atau susunan elemen dalam satu set tidak penting, tetapi susunan elemen dalam susunan adalah penting. 2. Elemen yang sama dalam susunan bisa diulang tetapi ulangan elemen yang sama dalam set tidak dibenarkan. Antara operasi susunan yang bisa dilakukan ialah: menyimak apakah ada suatu objek itu merupakan anggota kepada susunan yaitu sama dengan menyimak keanggotaan set. menggabungkan dua susunan dan menghasilkan susunan ketiga dan ini menyamai kesatuan bagi set. menambah objek baru kepada susunan atau menghapus objek dari susunan. Munir: Susunan, operator dan Aritmatika 34
3 4.2.1 Keanggotaan Andaikan kita mentakrif hubungan keanggotaan sebagai keanggotaan(x,s) dengan X ialah objek dan S ialah susunan. Gol keanggotaan(x,s) adalah benar jika X wujud dalam S yaitu objek X adalah anggota kepada satu susunan S. Sebagai contoh: keanggotaan (b,[a,b,c]) adalah benar keanggotaan (d,[a,b,c]) adalah palsu keanggotaan ([b,c],[a,[b,c]]) adalah benar keanggotaan (b,[a,[b,c]]) adalah palsu Program hubungan keanggotaan bisa didasarkan kepada pemerhatian berikut: X adalah anggota kepada S jika (1) X adalah kepala bagi S, atau (2) X adalah anggota kepada ekor bagi S Hubungan keanggotaan bisa ditulis dalam program Prolog dengan menggunakan 2 klausa. Klausa pertama itu fakta dan klausa kedua merupakan peraturan yaitu: keanggotaan(x,[x Ekor]). keanggotaan(x,[kepala Ekor]) :- keanggotaan(x,ekor) Penggabungan Bagi penggabungan susunan, kita akan takrifkan hubungan: gabung(s1,s2,s3) Hubungan gabung bisa menggabungkan 2 susunan S1 dan S2 untuk menghasilkan S3 yang terdiri daripada kandungan S1 dan S2. Sebagai contoh: gabung([a,b],[c,d],[a,b,c,d]) adalah benar, tetapi gabung([a,b],[c,d],[a,b,a,c,d]) adalah palsu. Dalam pentakrifan hubungan gabung, kita perlu mempertimbangkan dua kasus, tergantung kepada argumen pertama yaitu S1. (1) Jika argumen pertama adalah susunan kosong, maka argumen kedua dan ketiga adalah sama (dikenali sebagai S). Ini bisa ditunjukkan oleh fakta Prolog berikut: gabung([],s,s). (2) Jika argumen pertama bukan susunan kosong, maka ini bermakna ia mempunyai kepala dan ekor yang bisa digambarkkan sebagai: [X S1] Munir: Susunan, operator dan Aritmatika 35
4 Gambar 4.2 menunjukkan penggabungan bagi [X S1] dengan satu susunan S2. Hasil dari penggabungan ini ialah satu susunan [X S3] dengan S3 adalah penggabungan di antara S1 dengan S2. Dalam Prolog, penggabungan susunan bagi kasus kedua ini bisa ditulis sebagai: gabung([x S1],S2,[X S3]) :- gabung(s1,s2,s3). Bagi kedua-dua kasus di atas, operasi penggabungan susunan bisa ditulis dalam program Prolog melalui dua klausa yaitu: gabung([],s,s). gabung ([K S1],S2,[K S3]):- gabung (S1,S2,S3). [X S1] X S1 S2 S3 X S1 [X S3] Gambar 4.2: Penggabungan susunan Program ini seterusnya bisa digunakan untuk menggabungkan sebarang susunan yang diberi. Sebagai contoh:?-gabung([a,b],[c,d],s). S = [a,b,c,d]?-gabung([a,[b,c]],[p,[],q,r],s). S = [a,[b,c],p,[],q,r] Hubungan gabung adalah satu hubungan fleksibel dan bisa digunakan dalam berbagai cara seperti: (1) Untuk memecahkan satu susunan Munir: Susunan, operator dan Aritmatika 36
5 ?- gabung(s1,s2,[a,b,c]). S1=[],S2=[a,b,c]; S1=[a],S2=[b,c]; S1=[a,b],S2=[c]; S1=[a,b,c],S2=[]; (2) Untuk melihat corak?-gabung(sebelum,[d Setelah],[a,b,c,d,e,f,g,h,i]). Sebelum=[a,b,c,d] Setelah=[f,g,h,i] S1 X S2 S3 X S3 [X S1] [X S3] Penambahan Elemen Untuk menambah elemen kepada susunan adalah mudah dengan memasukkan elemen baru itu di depan susunan supaya ia menjadi kepala baru susunan. Jika X ialah item baru dan S ialah susunan untuk dimasukkan item X, maka hasil yang diperolehi dari operasi penambahan ini ialah: [X S] Secara ringkas satu elemen baru bisa ditambah di depan susunan dan bisa dicapai melalui klausa: tambah(x,s[x S]). Contohnya:?- tambah(d,[a,b,c],s). S=[d,a,b,c] Untuk menambah elemen pada susunan belakang, kita bisa guna hubungan append yang telah ditakrifkan dalam sebagian implementasi sistem Prolog. Contohnya:?-append([1,2,3],[4,5,6],X) X=[1,2,3,4,5,6] Penghapusan Elemen Penghapusan elemen X dari susunan S bisa diprogramkan sebagai hubungan: Munir: Susunan, operator dan Aritmatika 37
6 hapus(x,s,s1) dengan S1 adalah sama dengan susunan S yang telah dihapuskan elemen X yaitu S1 tidak mengandungi elemen X. Hubungan hapus bisa ditakrifkan seperti hubungan keanggotaan. Terdapat dua kasus yang perlu dipertimbangkan, yaitu: (1) Jika X ialah kepala susunan, maka hasil penghapusan elemen ialah ekor susunan. (2) Jika X berada di bagian ekor susunan, maka ia akan dihapuskan di bagian tersebut. Satu elemen bisa dihapuskan dari satu susunan dengan menggunakan 2 klausa yaitu : hapus(x,[x Ekor], Ekor). hapus(x,[y Ekor],[Y Ekor1]):- delete(x,ekor,ekor1). Contoh operasi hapus elemen ialah:?- hapus (a,[a,b,],s). S= [b,c]?- hapus(a[b,a,c,a],s). S=[b,a,c,a]; S=[a,b,c,a]; S=[a,b,a,c]; No Hubungan hapus adalah tidak deterministik. Jika X ada beberapa kali dalam susunan, maka hubungan hapus akan menghapuskan sebarang elemen (yang sama) di antaranya secara penjelajahan belakang. Proses penjelajahan belakang tidak dibicarakan dalam penyediaan mudul ini. 4.3 Operasi Aritmatika Prolog menyediakan beberapa operator tertakrif untuk operasi dasar aritmatika seperti: + tambah - kurang * kali / bagi mod modulas Contoh penggunaan operasi aritmatika dalam Prolog ialah:?-x=1+2. (Satu percobaan yang salah dalam operasi aritmatika) X=1+2 (X disamakan kepada 1+2) Munir: Susunan, operator dan Aritmatika 38
7 ?-100 *2 > 100 yes?-x is 3/2, Y is 3 div 2 Jawaban yang diberi oleh sistem Prolog ialah: X = 1.5 Y = 1 Operator / menandakan pembagian interer atau nomor nyata bergantung kepada implementasi. Dalam modul ini kita mengandaikan operator / bererti pembahaian nomor nyata dan operator div bererti pembagian nomor. integer. Penggunaan is dan operator > akan mendesak sistem Prolog untuk membuat penilaian. Operasi-operasi +, -, *, / dan div akan dilaksanakan dari kiri ke kanan. Sebagai contoh: X is akan diterjemahkan sebagai: X is (5-2) Kesimpulan Bab ini memperkenalkan beberapa konsep seperti susunan, kepala susunan, ekor susunan, notasi susunan dan prosedur dalaman aritmatika. Bab ini juga telah membicarakan beberapa operasi dasar yang bisa dilaksanakan pada susunan. Kefahaman kita dalam bab ini sangat penting karena susunan banyak diguna dalam aplikasi sistem cerdas. 4.5 Latihan 1. Takrifkan predikat atau hubungan jumsusunan(susunan,jumlah) supaya Jumlah ialah jumlah bagi keseluruhan susunan nomor dalam Susunan. 2. Takrifkan hubungan maksimum(x,y,mak) supaya Mak merupakan nilai yang lebih besar di antara dua nomor X dan Y. 3. Takrifkan hubungan songsangan(susunan,susunansongsang) yang akan membuat songsangan terhadap susunan yang diinput. Contohnya songsangan([a,b,c,d],[d,c,b,a]). Munir: Susunan, operator dan Aritmatika 39
BAB 4 SENARAI, OPERATOR DAN ARITMETIK. Pengenalan. Objektif. 4.1 Perwakilan Senarai. TS Sistem Cerdas
BAB 4 SENARAI, OPERATOR DAN Pengenalan ARITMETIK Bab ini membincangkan notasi khas untuk senarai yang merupakan satu bentuk struktur yang paling mudah dan berguna. Operasi-operasi asas senarai turut dibincangkan
BAB 2 SINTAKs DAN LOGIKA PROLOG
BAB 2 SINTAKs DAN LOGIKA PROLOG 2.1 Pengenalan Setelah anda mendapat gambaran umum tentang bahasa pemprograman Prolog, maka seterusnya kita akan membahas sintak dan logika yang disediakan oleh Prolog.
BAB 2 SINTAK DAN SEMANTIK PROLOG
BAB 2 SINTAK DAN SEMANTIK PROLOG Pengenalan Setelah anda mendapat gambaran umum tentang bahasa pengaturcaraan Prolog dalam bab sebelum ini, seterusnya kita akan beralih kepada sintak dan semantik yang
Algoritma Pemrograman
Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-4 Nilai dan Urutan (sequence) :: Noor Ifada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Nilai Pengisian nilai ke dalam nama peubah Ekspresi Menuliskan Nilai
G a a = e = a a. b. Berdasarkan Contoh 1.2 bagian b diperoleh himpunan semua bilangan bulat Z. merupakan grup terhadap penjumlahan bilangan.
2. Grup Definisi 1.3 Suatu grup < G, > adalah himpunan tak-kosong G bersama-sama dengan operasi biner pada G sehingga memenuhi aksioma- aksioma berikut: a. operasi biner bersifat asosiatif, yaitu a, b,
Modul 03 HIMPUNAN. Himpunan adalah kumpulan objek-objek yang keanggotaannya didefinisikan dengan jelas.
Modul 03 HIMPUNAN I. Cara Menyatakan Himpunan PENGERTIAN Himpunan adalah kumpulan objek-objek yang keanggotaannya didefinisikan dengan jelas. Contoh: Himpunan siswi kelas III SMU 6 tahun 1999-2000 yang
Algoritma Euclidean dan Struktur Data Pohon dalam Bahasa Pemrograman LISP
Algoritma Euclidean dan Struktur Data Pohon dalam Bahasa Pemrograman LISP Ahmad Ayyub Mustofa Jurusan Teknik Informatika ITB, Bandung 40132, email: [email protected] Abstraksi Bahasa pemrograman
BAB 1 PENGENALAN BAHASA PROLOG
1.1 Pengenalan BAB 1 PENGENALAN BAHASA PROLOG Modul ini memberi penekanan kepada aspek pemprograman dengan menggunakan bahasa pemprograman Prolog. Disamping itu dalam modul ini juga akan dibahas tentang
Algoritma Pemrograman
Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-4 (Nilai dan Urutan [Sequence]) :: Noor Ifada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Nilai Pengisian nilai ke dalam nama peubah Ekspresi Menuliskan Nilai
Pertemuan 10. Tumpukan (Stack) Dipersiapkan oleh : Boldson Herdianto. S., S.Kom., MMSI.
Pertemuan 10 Tumpukan (Stack) Dipersiapkan oleh : Boldson Herdianto. S., S.Kom., MMSI. Definisi Tumpukan adalah kumpulan elemen-elemen data yang disimpan dalam satu lajur linier. Kumpulan elemen-elemen
STACK (Tumpukan) Tumpukan Koin. Tumpukan Kotak
STACK (Tumpukan) Tumpukan Koin Tumpukan Kotak Defenisi : Secara sederhana, tumpukan bisa diartikan sebagai suatu kumpulan data yang seolah-olah ada data yang diletakan diatas data yang lain. Satu hal yang
BAB 1 PENGENALAN KEPADA PROLOG
BAB 1 PENGENALAN KEPADA PROLOG Pengenalan Unit ini agak berbeza dengan unit-unit yang lain dalam modul ini kerana ia lebih memberi penekanan kepada aspek pengaturcaraan dengan menggunakan bahasa pengaturcaraan
Algoritma Pemrograman
Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-4 (Nilai dan Urutan [Sequence]) :: Noor Ifada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Nilai Pengisian nilai ke dalam nama peubah Ekspresi Menuliskan Nilai
II. TINJAUAN PUSTAKA. Pada bab ini akan diberikan konsep dasar (pengertian) tentang bilangan sempurna,
II. TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini akan diberikan konsep dasar (pengertian) tentang bilangan sempurna, square free, keterbagian bilangan bulat, modulo, bilangan prima, daerah integral, ring bilangan bulat
MATEMATIKA BISNIS. Himpunan. Muhammad Kahfi, MSM. Modul ke: Fakultas Ekonomi Bisnis. Program Studi Manajemen.
MATEMATIKA BISNIS Modul ke: Himpunan Fakultas Ekonomi Bisnis Muhammad Kahfi, MSM Program Studi Manajemen http://www.mercubuana.ac.id Konsep Konsep Himpunan merupakan suatu konsep yang paling mendasar bagi
Pertemuan Ke-4 Urutan (sequence) Rahmady Liyantanto. liyantanto.wordpress.com. S1 Teknik Informatika-Unijoyo
Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-4 Urutan (sequence) Rahmady Liyantanto [email protected] liyantanto.wordpress.com Sub Pokok Bahasan Nilai Pengisian nilai ke dalam nama peubah Ekspresi Menuliskan
BAB 1. PENDAHULUAN KALKULUS
BAB. PENDAHULUAN KALKULUS (Himpunan,selang, pertaksamaan, dan nilai mutlak) Pembicaraan kalkulus didasarkan pada sistem bilangan nyata. Sebagaimana kita ketahui sistem bilangan nyata dapat diklasifikasikan
STRUKTUR ALJABAR. Sistem aljabar (S, ) merupakan semigrup, jika 1. Himpunan S tertutup terhadap operasi. 2. Operasi bersifat asosiatif.
STRUKTUR ALJABAR SEMIGRUP Sistem aljabar (S, ) merupakan semigrup, jika 1. Himpunan S tertutup terhadap operasi. 2. Operasi bersifat asosiatif. Contoh 1 (Z, +) merupakan sebuah semigrup. Contoh 2 Misalkan
Contoh-contoh soal induksi matematika
Contoh-contoh soal induksi matematika Buktikan bahwa 2 n > n + 20 untuk setiap bilangan bulat n 5. (i) Basis induksi : Untuk n = 5, kita peroleh 2 5 > 5 + 20 adalah suatu pernyataan yang benar. (ii) Langkah
INF-104 Matematika Diskrit
Jurusan Informatika FMIPA Unsyiah February 13, 2012 Apakah Matematika Diskrit Itu? Matematika diskrit: cabang matematika yang mengkaji objek-objek diskrit. Apa yang dimaksud dengan kata diskrit (discrete)?
STACK (TUMPUKAN) Tumpukan uang koin Tumpukan kotak Tumpukan Buku. Gambar 1. Macam-macam tumpukan
STACK (TUMPUKAN) Stack adalah suatu urutan elemen yang elemennya dapat diambil dan ditambah hanya pada posisi akhir (top) saja. Contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah tumpukan piring di sebuah restoran
1. GRUP. Definisi 1.1 (Operasi Biner) Diketahui G himpunan dan ab, G. Operasi biner pada G merupakan pengaitan
1. GRUP Definisi 1.1 (Operasi Biner) Diketahui G himpunan dan ab, G. Operasi biner pada G merupakan pengaitan pasangan elemen ( ab, ) pada G, yang memenuhi dua kondisi berikut: 1. Setiap pasangan elemen
MODUL 3 ALGORITMA PEMROGRAMAN
MODUL 3 ALGORITMA PEMROGRAMAN Pada Modul ini anda akan mempelajari 1. Pengenal 2. Nilai 3. Variabel dan Konstanta 4. Penugasan (Assignment) 5. Jenis-jenis tipe data 6. Jenis-jenis operasi dan kaitannya
MATEMATIKA. Sesi MATRIKS A. DEFINISI MATRIKS B. UKURAN ATAU ORDO SUATU MATRIKS
MATEMATIKA KELAS XII - KURIKULUM GABUNGAN 09 Sesi N MATRIKS A. DEFINISI MATRIKS Dalam matematika, matriks adalah kumpulan bilangan, simbol, atau ekspresi, berbentuk persegi panjang yang disusun menurut
BAB I HIMPUNAN. Contoh: Himpunan A memiliki 5 anggota, yaitu 2,4,6,8 dan 10. Maka, himpunan A dapat dituliskan: A = {2,4,6,8,10}
BAB I HIMPUNAN 1 1. Definisi Himpunan Definisi 1 Himpunan (set) adalah kumpulan dari objek yang berbeda. Masing masing objek dalam suatu himpunan disebut elemen atau anggota dari himpunan. Tidak ada spesifikasi
Himpunan dan Fungsi. Modul 1 PENDAHULUAN
Modul 1 Himpunan dan Fungsi Dr Rizky Rosjanuardi P PENDAHULUAN ada modul ini dibahas konsep himpunan dan fungsi Pada Kegiatan Belajar 1 dibahas konsep-konsep dasar dan sifat dari himpunan, sedangkan pada
MODUL 1 SISTEM BILANGAN
1 MODUL 1 SISTEM BILANGAN A. TEMA DAN TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. Tema : Sistem Bilangan 2. Fokus Pembahasan Materi Pokok 3. Tujuan Kegiatan Pembelajaran B. URAIAN MATERI POKOK I. DEFINISI : 1. Teori
Bahasa Pemrograman :: Pemrograman List
Bahasa Pemrograman :: Pemrograman Julio Adisantoso ILKOM IPB 2 Maret 2011 Scheme dituliskan dengan menggunakan notasi Cambridge-prefix. Seluruh instruksi dalam Scheme membentuk pola list, dimana data dan
PENGANTAR GRUP. Yus Mochamad Cholily Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang
PENGANTAR GRUP Yus Mochamad Cholily Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang email:[email protected] March 18, 2013 1 Daftar Isi 1 Tujuan 3 2 Pengantar Grup 3 3 Sifat-sifat Grup
LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS
Nama Siswa Kelas : : LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS Notasi dan Ordo Matriks Lengkapilah isian berikut! Suatu matriks biasanya dinotasikan dengan huruf kapital, misalnya: A. PENGERTIAN MATRIKS 1) Tabel
1. Integer Interger adalah data numerik yang tidak mengandung pecahan, dan disajikan dalam memori komputer sebagai angka bulat. Mengacu pada obyek
Pada CPU ARITMATICH 1. Integer Interger adalah data numerik yang tidak mengandung pecahan, dan disajikan dalam memori komputer sebagai angka bulat. Mengacu pada obyek data dengan range -32768 s/d 32767.
2 BILANGAN PRIMA. 2.1 Teorema Fundamental Aritmatika
Bilangan prima telah dikenal sejak sekolah dasar, yaitu bilangan yang tidak mempunyai faktor selain dari 1 dan dirinya sendiri. Bilangan prima memegang peranan penting karena pada dasarnya konsep apapun
Teori himpunan. 2. Simbol baku: dengan menggunakan simbol tertentu yang telah disepakati. Contoh:
Teori himpunan Teori Himpunan adalah teori mengenai kumpulan objek-objek abstrak. Teori himpunan biasanya dipelajari sebagai salah satu bentuk: Teori himpunan naif, dan Teori himpunan aksiomatik, yang
Struktur Data. PDE - Struktur Data 1
Struktur Data Copyright@Ihsan Jatnika PDE - Struktur Data 1 Objektif Mengetahui maksud struktur data dan menjelaskan penggunaannya dalam pemrograman Mengetahui operasi yang terkait dengan struktur data
LANDASAN TEORI. bilangan coprima, bilangan kuadrat sempurna (perfect square), kuadrat bebas
II. LANDASAN TEORI Pada bab ini akan diberikan konsep dasar (pengertian) tentang bilangan prima, bilangan coprima, bilangan kuadrat sempurna (perfect square), kuadrat bebas (square free), keterbagian,
Pertemuan Ke 2 SISTEM PERSAMAAN LINEAR (SPL) By SUTOYO,ST.,MT
Pertemuan Ke SISTEM PERSAMAAN LINEAR (SPL) By SUTOYO,ST,MT Pendahuluan Suatu sistem persamaan linier (atau himpunan persaman linier simultan) adalah satu set persamaan dari sejumlah unsur yang tak diketahui
II. SISTEM BILANGAN RIIL. Handout Analisis Riil I (PAM 351)
II. SISTEM BILANGAN RIIL Handout Analisis Riil I (PAM 351) Sifat Aljabar (Aksioma Lapangan) dari Bilangan Riil Bagian ini akan membicarakan struktur aljabar bilangan riil dengan terlebih dahulu memberikan
BAB 3 MENGGUNAKAN PROGRAM PROLOG
BAB 3 MENGGUNAKAN PROGRAM PROLOG 3.1 Pengenalan Bab ini akan membahas software dan mengekodekan program Prolog. Contoh-contoh program mudah juga dikemukakan untuk membantu memberikan kefahaman dari mulai
II. TINJAUAN PUSTAKA. bilangan yang mendukung proses penelitian. Dalam penyelesaian bilangan
II. TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini diberikan beberapa definisi mengenai teori dalam aljabar dan teori bilangan yang mendukung proses penelitian. Dalam penyelesaian bilangan carmichael akan dibutuhkan definisi
Bab 2 DASAR-DASAR ALGORITMA
Bab 2 DASAR-DASAR ALGORITMA Pada bab ini anda akan mempelajari 1. Nama (pengenal) 2. Nilai 3. Variabel dan Konstanta 4. Penugasan (Assignment) 5. Jenis-jenis tipe data 6. Jenis-jenis operasi dan kaitannya
Struktur Aljabar I. Pada bab ini disajikan tentang pengertian. grup, sifat-sifat dasar grup, ordo grup dan elemennya, dan konsep
GRUP Bab ini merupakan awal dari bagian pertama materi utama perkuliahan Struktur Aljabar I. Pada bab ini disajikan tentang pengertian grup, sifat-sifat dasar grup, ordo grup dan elemennya, dan konsep
Penerapan BFS dan DFS pada Pencarian Solusi
Penerapan BFS dan DFS pada Pencarian Solusi Bahan Kuliah IF2151 Strategi Algoritmik Oleh: Rinaldi Munir 1 Pengorganisasian Solusi Kemungkinan2 solusi dari persoalan membentuk ruang solusi (solution space)
Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom
Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom Struktur Data Struktur dan Data Struktur suatu susunan, bentuk, pola atau bangunan Data suatu fakta, segala sesuatu yang dapat dikodekan atau disimbolkan dengan kode-kode
PENGANTAR KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI 1A
PENGANTAR KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI 1A REPRESENTASI DATA ALUR PEMROSESAN DATA SISTEM BILANGAN TEORI BILANGAN KOVERSI BILANGAN OPERASI ARITMATIKA Representasi Data Data adalah sesuatu yang belum
Algoritma dan Pemrograman. Pertemuan Ke-4 Konsep Tipe Data, Operator Dan Identifier
Algoritma dan Pemrograman Pertemuan Ke-4 Konsep Tipe Data, Operator Dan Identifier Disusun Oleh : Wilis Kaswidjanti, S.Si.,M.Kom. Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Pembangunan
II. LANDASAN TEORI. Pada bagian ini akan dikaji konsep operasi biner dan ring yang akan digunakan
II. LANDASAN TEORI Pada bagian ini akan dikaji konsep operasi biner dan ring yang akan digunakan dalam pembahasan penelitian ini. Untuk lebih mudah memahami, akan diberikan beberapa contoh. Berikut ini
MATEMATIKA BISNIS DERET. Muhammad Kahfi, MSM. Modul ke: Fakultas Ekonomi Bisnis. Program Studi Manajemen
MATEMATIKA BISNIS Modul ke: DERET Fakultas Ekonomi Bisnis Muhammad Kahfi, MSM Program Studi Manajemen http://www.mercubuana.ac.id Konsep Barisan (sequence) adalah suatu susunan bilangan yang dibentuk menurut
Variabel, Operator Dan Ekspresi. Agus Priyanto, M.Kom
Variabel, Operator Dan Ekspresi Agus Priyanto, M.Kom Outline Materi Variabel Operator Ekspresi Variabel Variabel adalah suatu tempat untuk menampung suatu nilai pada memory komputer Untuk lebih mudah diakses,
II. M A T R I K S ... A... Contoh II.1 : Macam-macam ukuran matriks 2 A. 1 3 Matrik A berukuran 3 x 1. Matriks B berukuran 1 x 3
11 II. M A T R I K S Untuk mencari pemecahan sistem persamaan linier dapat digunakan beberapa cara. Salah satu yang paling mudah adalah dengan menggunakan matriks. Dalam matematika istilah matriks digunakan
STRATEGI PENYELESAIAN MASALAH (PROBLEM SOLVING STRATEGIES) EDDY HERMANTO
STRATEGI PENYELESAIAN MASALAH (PROBLEM SOLVING STRATEGIES) EDDY HERMANTO Strategi Penyelesaian Masalah Beberapa Strategi Penyelesaian Masalah : 1. Membuat daftar Yang Teratur 2. Memisalkan Dengan Suatu
KOMPARASI PENGGUNAAN METODE TRUTH TABLE DAN PROOF BY FALSIFICATION DALAM PENENTUAN VALIDITAS ARGUMEN. Abstrak
Komparasi Penggunaan Metode Truth Table Dan Proof By Falsification Untuk Penentuan Validitas Argumen (Yani Prihati) KOMPARASI PENGGUNAAN METODE TRUTH TABLE DAN PROOF BY FALSIFICATION DALAM PENENTUAN VALIDITAS
BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
45 BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1. Implementasi Dalam mengimplementasikan tugas akhir ini digunakan PC dengan spesifikasi sebagai berikut : 4.1.1. Spesifikasi Kebutuhan Perangkat keras yang digunakan
Tinjau algoritma dibawah ini
Matakuliah : Algoritma & Struktur Data Versi : 1.0.0 Materi : Tipe, Nama, dan Nilai Penyaji : Zulkarnaen NS 1 Tinjau algoritma dibawah ini Di dalam algoritma Euclidean, nilai m dan n dimanipulasi oleh
MATRIKS. 3. Matriks Persegi Matriks persegi adalah matriks yang mempunyai baris dan kolom yang sama.
MATRIKS Matriks adalah susunan berbeda dalam bentuk persegi panjang yang diatur pada baris dan kolom. NOTASI MATRIKS DAN ORDO MATRIKS Notasi matriks biasanya dituliskan dalam huruf kapital (huruf besar)
LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS
Nama Siswa Kelas : : LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS Notasi dan Ordo Matriks Lengkapilah isian berikut! Suatu matriks biasanya dinotasikan dengan huruf kapital, misalnya: A. PENGERTIAN MATRIKS 1) Tabel
FUNGSI. setiap elemen di dalam himpunan A mempunyai pasangan tepat satu elemen di himpunan B.
FUNGSI Dalam matematika diskrit, konsep fungsi sangat penting, dimana fungsi merupakan relasi yang mempunyai syarat setiap anggota dari daerah definisi (domain) mempunyai pasangan tepat satu anggota dari
MATRIKS. Definisi: Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang berbentuk segiempat siku-siku yang terdiri dari baris dan kolom.
Page- MATRIKS Definisi: Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang berbentuk segiempat siku-siku yang terdiri dari baris dan kolom. Notasi: Matriks dinyatakan dengan huruf besar, dan elemen elemennya
Bahan kuliah Matematika Diskrit. Himpunan. Oleh: Didin Astriani P, M.Stat. Fakultas Ilkmu Komputer Universitas Indo Global Mandiri
Bahan kuliah Matematika Diskrit Himpunan Oleh: Didin Astriani P, M.Stat Fakultas Ilkmu Komputer Universitas Indo Global Mandiri 1 Definisi Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang berbeda. Objek
TEKNIK MEMBILANG. b T U V W
TEKNIK MEMBILANG Berikut ini teknik-teknik (cara-cara) membilang atau menghitung banyaknya anggota ruang sampel dari suatu eksperimen tanpa harus mendaftar seluruh anggota ruang sampel tersebut. A. Prinsip
PERTEMUAN 5. Teori Himpunan
PERTEMUAN 5 Teori Himpunan Teori Himpunan Definisi 7: Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang terdfinisi dengan jelas Penyajian Himpunan 1. Enumerasi Enumerasi artinya menuliskan semua elemen (anggota)
PENGERTIAN RING. A. Pendahuluan
Pertemuan 13 PENGERTIAN RING A. Pendahuluan Target yang diharapkan dalam pertemuan ke 13 ini (pertemuan pertama tentang teori ring) adalah mahasiswa dapat : a. membedakan suatu struktur aljabar merupakan
TINJAUAN PUSTAKA. Pada bab ini akan diberikan beberapa definisi teori pendukung dalam proses
II. TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini akan diberikan beberapa definisi teori pendukung dalam proses penelitian untuk penyelesaian persamaan Diophantine dengan relasi kongruensi modulo m mengenai aljabar dan
Saifoe El Unas 2. Free Format
Saifoe El Unas FPS 4.0 mempunyai 2 macam format penulisan program yg dapat dipilih oleh programmer : 1. Fixed Format Menggunakan standar Fortran 77. 2. Free Format Menggunakan standar Fortran 90. 1 Program
B I L A N G A N 1.1 SKEMA DARI HIMPUNAN BILANGAN. Bilangan Kompleks. Bilangan Nyata (Riil) Bilangan Khayal (Imajiner)
1 B I L A N G A N 1.1 SKEMA DARI HIMPUNAN BILANGAN Bilangan Kompleks Bilangan Nyata (Riil) Bilangan Khayal (Imajiner) Bilangan Rasional Bilangan Irrasional Bilangan Pecahan Bilangan Bulat Bilangan Bulat
I. Aljabar Himpunan Handout Analisis Riil I (PAM 351)
I. Aljabar Himpunan Aljabar Himpunan Dalam bab ini kita akan menyajikan latar belakang yang diperlukan untuk mempelajari analisis riil. Dua alat utama analisis riil, yakni aljabar himpunan dan fungsi,
PENYEDERHANAAN DENGAN KARNAUGH MAP
PENYEDERHANAAN DENGAN KARNAUGH MAP Karnaugh Map adalah pengganti persamaan aljabar boole. Maksud penulisan variable pada peta (map) ini, agar dalam peta hanya ada satu variable yang berubah dari bentuk
Mata Kuliah : Matematika Diskrit Program Studi : Teknik Informatika Minggu ke : 8
POHON / TREE Dalam dunia informatika, pohon memegang peranan penting bagi seorang programmer untuk menggambarkan hasil karyanya. Bagi seorang user, setiap kali berhadapan dengan monitor untuk menjalankan
Logika Matematika Himpunan
Modul ke: Logika Matematika Himpunan Modul ini menjelaskan mengenai himpunan dan operasi-operasi dasar himpunan. Fakultas ILMU KOMPUTER Tedjo Nugroho, ST. MT Program Studi Sistem Informasi www.mercubuana.ac.id
BAB II LANDASAN TEORI
5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Tipe Data Abstrak (TDA) Tipe data sebuah variabel adalah kumpulan nilai yang dapat dimuat oleh variabel ini. Misalnya sebuah tipe boolean hanya bernilai TRUE atau FALSE, tidak
Himpunan. Himpunan (set)
BAB 1 HIMPUNAN Himpunan (set) Himpunan Himpunan (set) adalah kumpulan dari objek-objek yang mempunyai sifat tertentu dan didefinisikan secara jelas. Anggota Himpunan Objek di dalam himpunan disebut elemen,
VARIABEL, OPERATOR DAN EKSPRESI
3 VARIABEL, OPERATOR DAN EKSPRESI 3.1. Variabel Variabel adalah suatu tempat untuk menampung suatu nilai pada memory komputer. Untuk lebih mudah diakses, variabel diberi nama. Nama inilah yang akan menjadi
Penerapan BFS dan DFS pada Pencarian Solusi
Bahan Kuliah ke-8 IF5 Strategi Algoritmik Penerapan BFS dan DFS pada Pencarian Solusi Disusun oleh: Ir. Rinaldi Munir, M.T. Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung 4 Struktur pencarian
PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR
1 PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR Siti Mukaromah, S.Kom TEKNIK PENYAJIAN ALGORITMA Teknik Tulisan Structure English Pseudocode Teknik Gambar Structure Chart HIPO Flowchart 2 PSEUDOCODE Kode
Bab 2 Editor vi 9. BAB 2 EDITOR vi TUJUAN PRAKTIKUM
Bab 2 Editor vi 9 BAB 2 EDITOR vi TUJUAN PRAKTIKUM 1) Praktikan menguasai apa yang dimaksud dengan editor vi. 2) Praktikan mengetahui apa saja yang termasuk dalam utilitas aritmatika. 3) Praktikan mengetahui
SELEKSI OLIMPIADE TINGKAT PROVINSI 2009 TIM OLIMPIADE MATEMATIKA INDONESIA 2010
Dapatkan soal-soal lainnya di http://forum.pelatihan-osn.com SELEKSI OLIMPIADE TINGKAT PROVINSI 2009 TIM OLIMPIADE MATEMATIKA INDONESIA 2010 Waktu : 210 Menit DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT
a. TRUE b. FALSE c. Jawaban A dan B keduanya dimungkinkan benar d. Tidak dapat ditentukan e. Tidak ada jawaban di antara A, B, C, D yang benar
Bidang Studi : Informatika / Komputer Kode Berkas : KOM-L01 (solusi) 1. Jika : A bernilai FALSE B bernilai TRUE Maka pernyataan di bawah bernilai? ((A and B) or (B and not A)) xor (A and B) a. TRUE b.
Tabel 1. Jenis data integer Ukuran memori (dalam byte)
TIPE DATA Tipe data yang dikenal dalam bahasa pascal antara lain : Tipe data sederhana / Jenis data yang standar (Dasar) 1. Integer 2. Real 3. Karakter 4. Boolean Tipe data non standar (user defined) 1.
LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS
Nama Siswa Kelas : : LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS Notasi dan Ordo Matriks Lengkapilah isian berikut! Suatu matriks biasanya dinotasikan dengan huruf kapital, misalnya: A. PENGERTIAN MATRIKS 1) Tabel
TEORI HIMPUNAN. Yusman, SE., MM.
TEORI HIMPUNAN Modul ke: Himpunan adalah kumpulan obyek, di mana obyek itu dinamakan unsur atau elemen ataupun anggota himpunan. Pasangan kurawal {.} merupakan lambang yang menunjukkan himpunan. Himpunan
FUNGSI. {deretan instruksi algoritmik : pemberian harga, input, output, analisa kasus, pengulangan)
FUNGSI Definisi : Fungsi adalah sebuah transformasi akibat pemetaan suatu nilai ke nilai lain. Secara algoritmik, sebuah fungsi akan menerima suatu harga yang diberikan lewat parameter formal bertype tertentu
MODUL IV Analisis Kasus/Pemilihan
MODUL IV Analisis Kasus/Pemilihan TUJUAN 1. Memberikan pemahaman tentang bagaimana suatu kasus dianalisis dan dibreak-down menjadi beberapa kasus kecil menurut domain permasalahannya. 2. Memberikan pengenalan
Problem A Divisible compfest1.c / compfest1.cpp / compfest1.pas Runtime-limit: 0.5 detik Memory-limit: 64 MB
Problem A Divisible compfest.c / compfest.cpp / compfest.pas Runtime-limit: 0.5 detik Barisan bilangan Fibonacci didefinisikan secara rekursif sebagai berikut: Buatlah sebuah program yang menentukan apakah
OPERATOR & UNGKAPAN. Contoh operator : a + b Simbol + merupakan operator untuk melakukan operasi penjumlahan dari kedua operandnya ( yaitu a dan b ).
OPERATOR & UNGKAPAN 3.1 PENGERTIAN OPERATOR DAN UNGKAPAN atau tanda operasi adalah suatu tanda atau simbol yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan suatu operasi atau manipulasi. Operasi atau
1. Laporan Akhir 1. Menentukan Nilai Besar atau Nilai Kecil. Program yang di masukkan adalah :
1. Laporan Akhir 1 Menentukan Nilai Besar atau Nilai Kecil Program yang di masukkan adalah : Dalam praktikum ini, setiap perintah yang kita masukkan haruslah benar agar program tersebut dapat di jalankan.
BAB 1 OPERASI PADA HIMPUNAN BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
BAB 1 OPERASI PADA HIMPUNAN Tujuan Instruksional Umum : Setelah mengikuti pokok bahasan ini mahasiswa dapat menggunakan operasi pada himpunan untuk memecahkan masalah dan mengidentifikasi suatu himpunan
Setelah mengikuti materi Bab ini mahasiswa diharapkan mampu: 2. Mendefinisikan factor persekutuan, kelipatan persekutuan, FPB, dan KPK.
BAB II KETERBAGIAN PENDAHULUAN A. Deskripsi Singkat Mata Kuliah Mata kuliah ini dimaksudkan untuk memberikan kemampuan pada mahasiswa untuk belajar bukti matematika. Materi dalam mata kuliah ini sangat
Pelabelan matriks menggunakan huruf kapital. kolom ke-n. kolom ke-3
MATRIKS a. Konsep Matriks Matriks adalah susunan bilangan yang diatur menurut aturan baris dan kolom dalam suatu jajaran berbentuk persegi atau persegipanjang dan diletakkan di dalam kurung biasa ( ) atau
Pembahasan Olimpiade Matematika SMA Tingkat Kabupaten Tahun 2012
Tutur Widodo Pembahasan OSK Matematika SMA 01 Pembahasan Olimpiade Matematika SMA Tingkat Kabupaten Tahun 01 Oleh Tutur Widodo 1. Banyaknya bilangan bulat n yang memenuhi (n 1(n 3(n 5(n 013 = n(n + (n
SINTAKS. Sintaks dari bahasa pemrograman di defenisikan dengan 2 kumpulan aturan, yaitu:
SINTAKS Bahasa mesin adalah bentuk terendah komputer. Kita dapat berhubungan langsung dengan bagian-bagian yang ada di dalam komputer seperti bits, register. Bahasa mesin terdiri dari bit-bit 0 dan 1.
MODUL PRAKTIKUM. MODUL I - VIII Modul penuntun dan bahan praktikum matakuliah algoritma dan pemograman
I - VIII Modul penuntun dan bahan praktikum matakuliah algoritma dan pemograman Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Maritim Raja Ali Haji ALGORITMA DAN PEMOGRAMAN I. ALGORITMA II. BAHASA
EKSPLORASI BILANGAN. 1.1 BARISAN BILANGAN
EKSPLORASI BILANGAN. 1.1 BARISAN BILANGAN 1 EKSPLORASI BILANGAN Fokus eksplorasi bilangan ini adalah mencari pola dari masalah yang disajikan. Mencari pola merupakan bagian penting dari pemecahan masalah
PENCARIAN SOLUSI TTS ANGKA DENGAN ALGORITMA RUNUT BALIK BESERTA PENGEMBANGANNYA
PENCARIAN SOLUSI TTS ANGKA DENGAN ALGORITMA RUNUT BALIK BESERTA PENGEMBANGANNYA Wahyu Fahmy Wisudawan Program Studi Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung, NIM: 506 Jl. Dago Asri 4 No. 4, Bandung
1 SISTEM BILANGAN REAL
Bilangan real sudah dikenal dengan baik sejak masih di sekolah menengah, bahkan sejak dari sekolah dasar. Namun untuk memulai mempelajari materi pada BAB ini anggaplah diri kita belum tahu apa-apa tentang
Dalam konvensi tersebut dijumpai bahwa suatu bilangan yang tidak disertai indeks berarti bilangan tersebut dinyatakan dalam desimal atau basis-10.
SISTEM BILANGAN Sistem bilangan yang biasa digunakan pada piranti digital adalah sistem-sistem bilangan biner, desimal, dan heksa-desimal. Sistem desimal tidak mudah diterapkan dalam mesin digital. Sistem
INF-104 Matematika Diskrit
Teori Himpunan Jurusan Informatika FMIPA Unsyiah February 25, 2015 Himpunan (set) adalah koleksi dari objek-objek yang terdefinisikan dengan baik. Terdefinisikan dengan baik dimaksudkan bahwa untuk sebarang
Pembahasan Olimpiade Matematika SMA Tingkat Kabupaten Tahun Oleh Tutur Widodo. (n 1)(n 3)(n 5)(n 2013) = n(n + 2)(n + 4)(n )
Pembahasan Olimpiade Matematika SMA Tingkat Kabupaten Tahun 01 Oleh Tutur Widodo 1. Banyaknya bilangan bulat n yang memenuhi adalah... (n 1)(n 3)(n 5)(n 013) = n(n + )(n + )(n + 01) Jawaban : 0 ( tidak
BAB V BILANGAN BULAT
BAB V BILANGAN BULAT PENDAHULUAN Dalam bab ini akan dibicarakan sistem bilangan bulat, yang akan dimulai dengan memperluas sistem bilangan cacah dengan menggunakan sifat-sifat baru tanpa menghilangkan
JENIS DATA SEDERHANA & INPUT/OUTPUT DATA
JENIS DATA SEDERHANA & INPUT/OUTPUT DATA 1.1 Tipe Data A. Data Tipe Sederhana Dihubungkan dengan sebuah identifier untuk sebuah data. Data tipe ini digolongkan menjadi tipe data standar dan tipe data yang
KONSEP PEMROGRAMAN BASIC. Pertemuan VII
KONSEP PEMROGRAMAN BASIC Pertemuan VII Pengenalan Bahasa Pemrograman BASIC BASIC ( Beginner s All-purpose Symbolic Instruction Code) diciptakan Prof. John G. Kemeny dan T homas Kurtz di Darthmouth College,
Pertemuan Ke-3 (Tipe Data dan Nama) Rahmady Liyantanto. S1 Teknik Informatika-Unijoyo
Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-3 (Tipe Data dan Nama) Rahmady Liyantanto Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Tipe Dasar Tipe Bentukan Nama Pendahuluan Tipe adalah pola representasi data dalam komputer. Tipe
