BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN"

Transkripsi

1 BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Perusahaan Profil Perusahaan Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung merupakan cabang pabrik yang didirikan oleh Sosro yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol km 44 Desa Telaga Asih, Bekasi. Kantor cabang pabrik ini diresmikan pada tahun 2003 sebagai pabrik ke-4 yang didirikan oleh PT. Sinar Sosro dalam menjalankan operasional, proses produksi, dan mencover pasar wilayah di Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. Adapun produk-produk yang diproduksi oleh pabrik Cibitung adalah Teh Botol Sosro kemasan botol kaca, kemasan kotak 200 ml dan 250 ml, Fruit Tea botol kaca dan kemasan pouch dengan varian rasa Blackcurrent, Guava, Apple, Blast, dan Freeze. Awal mula nama Sosro yang melekat pada nama perusahaan dan merk produknya ini diambil dari nama keluarga yaitu Sosrodjojo. Sosrodjojo pertama kali merintis usahanya pada tahun 1940 di kota Slawi, Jawa Tengah dimana produk pertamanya yaitu Teh Wangi dengan merk Teh Cap Botol. Di tahun 1965, Teh Cap Botol diperkenalkan ke Jakarta dengan menggunakan strategi cicip rasa dibawah koordinator Soetjipto tetapi strategi ini dirasa tidak efektif., sehingga pada tahun 1969 muncul ide untuk menjual air teh siap minum yang dimasukkan ke dalam botol kecap ataupun botol limun yang sudah dibersihkan dan ternyata strategi ini berhasil, sebab pelanggan tidak perlu menunggu proses penyeduhannya. Kemudian bisnis ini diteruskan oleh generasi ke-2 dari beberapa putera dari Sosrodjojo, antara lain Soemarsono Sosrodjojo, Soegiharto Sosrodjojo, Soetjipto Sosrodjojo, dan Surjanto Sosrodjojo dengan melakukan pendistribusian secara nasional dan berkantor dikawasan Cakung Bekasi. Pada Tahun 1990, PT. Sinar Sosro memasuki generasi ke-3 dengan melakukan inovasi produknya pada variasi rasa, target segmen, dan kemasan. Produk dari PT. Sinar Sosro hingga saat ini telah memiliki banyak variasi tidak hanya Teh 52

2 53 Botol Sosro. Produk PT. Sinar Sosro lainnya adalah Fruit Tea Sosro, Sosro Joy Green Tea, Teh Celup Sosro, Happy Jus, Country Choice, Tebs, S-Tee, dan Prim-A. Dalam menjalankan proses produksinya tersebut, PT. Sinar Sosro mendirikan beberapa cabang pabrik di Indonesia, diantaranya terletak di Cakung, Tambun, Pandeglang, Cibitung, Gianyar, Ungaran, Deli Serdang, Gresik, Palembang, dan juga Mojokerto. PT. Sinar Sosro juga melakukan distribusi produknya melalui 150 kantor cabang penjualan yang tersebar di seluruh nusantara. Pemasaran untuk produk-produk PT. Sinar Sosro tidak hanya memiliki sasaran konsumen nusantara, tetapi juga sudah mencapai pasar Internasional. Dimana PT. Sinar Sosro sudah mengekspor produknya yang menggunakan kemasan kotak, botol, dan pouch ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, sebagian Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Amerika Visi dan Misi Perusahaan Visi Perusahaan Menjadi perusahaan minuman kelas dunia yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen kapan saja, dan dimana saja serta memberikan nilai tambah untuk semua pihak terkait Misi Perusahaan Misi perusahaan dari PT. Sinar Sosro meliputi: 1) Membangun merk Sosro sebagai merk teh alami, berkualitas, dan unggul; 2) Melahirkan merk dan produk minuman baru, baik yang berbasis teh maupun non teh, dan menjadikannya pemimpin pasar dalam kategorinya; 3) Membangun dan memimpin jaringan distribusi; 4) Menciptakan dan memilihara komitmen terhadap pertumbuhan jangka panjang baik dalam volume penjualan maupun penciptaan pelanggan;

3 54 5) Membangun sumber daya manusia dan melahirkan pemimpin yang sesuai dengan nilai-nilai utama perusahaan; 6) Membangun kepuasan kepada para konsumen; 7) Memberikan kontribusi devisa ke negara Struktur Organisasi Adapun struktur organisasi dari Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Presiden Direktur Direktur Operasi Wakil Direktur Operasi General Manager Production & Maintenance Manager Quality Control Manager Accounting & Finance Manager Personnel & GA Manager Asst. Manager Production & Maintenance Supervisor PPIC Asst. Quality Control Supervisor Accounting Supervisor Adm. Pembelian Personnel & GA Supervisor Supervisor Production & Maintenance Asst. Supervisor Logistik Incoming Material PB/PI Supervisor Adm. Umum Adm. Produksi Adm. Produksi Asst. Production & maintenance OWP Operator Forklift Operator WT Packer Operator Kitchen Gambar 4.1 Struktur Organisasi Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung Sumber: Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung, 2014

4 Uraian Proses Produksi PT. Sinar Sosro membagi proses produksinya di beberapa lini produksi yang di jalankan. Namun, dalam penelitian ini yang menjadi fokus pembahasan pada uraian proses produksinya hanya pada produk Teh Botol Sosro kemasan kotak 200 ml dan 250 ml. Berikut ini uraian produksi dari produk tersebut: Gudang Bahan Baku (Gudang Logistik) Teh Gudang Bahan Baku (Gudang Produksi) Gula Hopper Tangki Penyeduhan Buffer Air Carbon Pengolahan Air: - Reservoir - Sand Filter - Carbon Filter - Softener Air Softener Dissolving Tank QC QC Cosmos Filter Cosmos Filter Buffer Tank Gula Mix Tank (TCM) Buffer Tank Gula Sterilizer Filling Packing Karton Gudang PB/PI Gambar 4.2 Uraian Proses Produksi Sumber: Peneliti, 2014

5 56 Berdasarkan uraian proses produksi yang tergambarkan pada Gambar 4.2, proses yang terlebih dahulu dilakukan adalah dengan menyediakan bahan baku di gudang logistik dan gudang produksi sebelum proses produksi dan proses packaging berlangsung. Selain bahan baku yang dipersiapkan pada proses produksi tersebut, proses pengolahan air (water treatment) juga sangat penting untuk dipersiapkan. Karena bahan baku yang terpenting dalam proses produksi ini adalah air dengan standar mutu yang sesuai. Tahap pengolahan air (water treatment) ini dilakukan melalui 4 proses pengolahan, yaitu reservoir, sand filter, carbon filter, dan softener. Kemudian, air yang telah mendapat pengolahan water treatment ini disimpan dalam tangki buffer untuk dapat digunakan pada proses pemasakan ditahap selanjutnya. Proses pemasakan ini terdiri dari tiga proses, yaitu: 1. Proses pembuatan sirup gula. Proses ini dilakukan dengan memasukkan gula melalui hopper menuju dissolving tank dengan aliran air softener yang telah melalui proses water treatment. Pada proses ini secara bersamaan dilakukan pemompaan untuk proses sirkulasi hingga gula larut sempurna dan memiliki kadar gula Brix. Kemudian dilakukan proses pengecekan kualitas pada tingkat kemanisan gula tersebut ke bagian Qualiy Control sebelum disimpan pada buffer tank sirup gula. 2. Proses Pembuatan Teh Cair Pahit (TCP) Proses ini merupakan proses yang dilakukan untuk menghasilkan ekstrak teh yang digunakan untuk pencampuran Teh Cair Manis (TCM). Adapun proses pembuatan teh cair pahit ini dimulai dengan proses penyeduhan teh wangi dan air karbon yang disimpan pada tangki buffer yang telah dipanaskan dengan suhu 95 0 C C. Selama proses penyeduhan ekstrak teh ini dilakukan pada Tea Extraction Tank dan menggunakan agdigator untuk proses sirkulasinya.

6 57 3. Proses Pembuatan Teh Cair Manis (TCM) Proses pencampuran antara sirup gula dan Teh Cair Pahit ke dalam mix tank dengan temperature sekitar 90 0 C-95 0 C dan proses sirkulasi dengan menggunakan agdigator selama 30 menit untuk menghasilkan larutan yang homogen., kemudian dilakukan pengecekan kadar kemanisan dan warna teh cair dengan mengambil sampel untuk diuji di laboratorium Quality Control. Setelah proses pemasakan berlangsung, uraian proses selanjutnya adalah melakukan sirkulasi melalui sterilizer untuk proses sterilisasi Teh Cair Manis sebelum dilakukan proses filling pada kemasan paper. Proses filling ini dilakukan pada mesin Tetra Brik Aseptic dengan melakukan proses pengemasan dan pelekatan straw pada setiap pcs produk. Setelah produk dihasilkan dalam satuan pcs, produk tersebut dijalankan dengan menggunakan conveyor menuju proses packaging karton yang dikemas dengan jumlah 24 pcs/karton dan selanjutnya ditempatkan di gudang PB/PI. Adapun penggunaan bahan baku yang diperlukan dalam proses produksi yang terkait pada penelitian ini adalah: 1. Bahan Baku Utama Bahan baku utama yang diperlukan yaitu teh wangi, dan gula. Daun teh wangi yang digunakan pada proses produksi ini adalah daun teh wangi yang dipasok dari PT. Gunung Slamet yang berasal dari perkebunan teh di daerah Cianjur, Garut, Pangelangan, serta Tasikmalaya. Sedangkan bahan baku gula yang digunakan adalah gula industri dengan standar gula yang digunakan yaitu mempunyai tingkat kemanisan sekitar > 9 0 Brix (persentase sukrosa yang terkandung pada gula). 2. Bahan Baku Kemasan Bahan baku kemasan yang digunakan untuk Teh Botol Sosro kemasan kotak adalah paper, straw, dan karton. Dimana untuk bahan baku kemasan ini diperlukan kemasan yang memiliki volume 200 ml dan 250 ml untuk paper yang digunakan, straw slim dengan ukuran 200 ml dan 250 ml, dan karton dengan kapasitas berisi 24 pcs untuk produk tersebut.

7 Pengumpulan Data Data Historis Penjualan Berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung, maka dilakukan penyusunan data historis penjualan produk Teh Botol Sosro kemasan kotak (TBK) 200 ml dan 250 ml per bulan dimulai dari Januari 2011 hingga Desember Berikut ini data historis penjualan yang dapat di lihat di Tabel 4.1 untuk dijadikan sebagai pedoman dalam perhitungan peramalan di periode berikutnya. Tabel 4.1 Data Historis Penjualan Produk Periode Indeks Produk (Karton) Tahun Bulan Waktu TBK 200 ml TBK 250 ml Januari 1 93,485 68,512 Februari 2 98,215 90,602 Maret 3 102,970 73,392 April 4 103,380 88,771 Mei 5 91, , Juni 6 136, ,604 Juli 7 139, ,740 Agustus 8 147, ,188 September 9 150, ,852 Oktober , ,852 November , ,662 Desember , ,295 Januari 13 78,157 86,675 Februari ,849 95,629 Maret , ,348 April , ,347 Mei , , Juni , ,332 Juli , ,180

8 59 Periode Indeks Produk (Karton) Tahun Bulan Waktu TBK 200 ml TBK 250 ml Agustus , ,678 September , ,744 Oktober , ,745 November , ,809 Desember , ,155 Januari 25 57,044 81,218 Februari ,006 99,737 Maret , ,744 April 28 92, ,914 Mei , , Juni , ,891 Juli , ,951 Agustus , ,821 September , ,811 Oktober , ,520 November , ,541 Desember , ,392 Sumber: Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung, Plot Grafik Data Historis Penjualan Data historis penjualan untuk produk TBK 200 ml dan TBK 250 ml di Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung 3 tahun terakhir diplot dalam bentuk grafik untuk dapat digunakan dalam menganalisa pola data yang akan digunakan untuk melakukan peramalan pada pola data yang ada tersebut. Berikut ini grafik penjualan produk TBK 200 ml dan TBK 250 ml Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung di Tahun 2011, Tahun 2012, dan Tahun 2013:

9 60 Gambar 4.3 Grafik Penjualan Produk TBK 200 ml Sumber: Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung, 2014 Gambar 4.4 Grafik Penjualan Produk TBK 250 ml Sumber: Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung, 2014 Pola data historis penjualan Produk TBK 200 ml dan TBK 250 ml yang terlihat pada grafik diatas menunjukkan pola data yang bersifat musiman (seasonal) dan trend. Sehingga metode yang dapat digunakan untuk menganalisa peramalan permintaan di periode yang akan datang dapat menggunakan metode Linear Regression dan metode dekomposisi untuk pendekatan gabungan trend dan musiman

10 61 dengan pemilihan metode berdasarkan landasan teori yang telah dilakukan. Untuk menujukkan pergerakan permintaan yang bersifat seasonal tersebut juga menggunakan seasonal index sebagai faktor peramalan permintaan di periode yang akan datang Data-Data Aggregate Planning dan Kapasitas Untuk dapat melakukan perhitungan Aggregate Planning dan kapasitas dengan baik dan benar, maka diperlukan data-data pendukung yang didapatkan dari Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung terkait dengan kondisi aktual di tahun 2013: Perhitungan Jam Kerja per Shift per Hari Perhitungan jam kerja per shift per hari berdasarkan jam kerja regular yaitu shift 1, shift 2, dan shift 3. Jam operasional pada Shift 1 dimulai dari WIB, shift 2 dimulai dari pukul WIB, dan shift 3 dimulai dari WIB Data Jumlah dan Upah Tenaga Kerja Regular Time Proses produksi di Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dilakukan dengan 3 shift. Dimana untuk per shift produksi di setiap lini produksi Teh Botol Sosro kemasan kotak memerlukan tenaga kerja sebanyak 21 orang. Sehingga dalam satu hari produksi memerlukan tenaga kerja berjumlah 63 orang. Upah yang diberikan untuk setiap tenaga kerja di lini produksi ini sebesar Rp 2,800, per bulan. Upah ini diperoleh dengan ketentuan hanya satu hari dan satu shift untuk tenaga kerja yang bekerja, maka upah tenaga kerja per shift memperoleh Rp 90, atau Rp 11, per jam dengan total upah tenaga kerja per hari Rp 17,070, Total upah tenaga kerja per hari ini hanya diperhitungkan untuk tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi Teh Botol Sosro Kemasan Kotak 200 ml dan 250 ml. Di mana satu hari produksi ini melakukan produksi sebanyak 2.5 batch. Berdasarkan data yang diperoleh dari departemen produksi Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung, rata-rata satu batch produksi menghasilkan 2,520 karton TBK 250 ml dan 2,496 karton TBK 200 ml. Jadi, dalam produksi per hari Kantor Pabrikan

11 62 PT. Sinar Sosro rata-rata memproduksi sebanyak 6,300 karton TBK 250 ml dan 6,240 karton TBK 200 ml. Adapun kapasitas produksi untuk TBK 250 ml yaitu 7,500 karton/hari dan untuk TBK 200 ml yaitu 6,500 karton/hari. Sehingga biaya tenaga kerja untuk per unit produk TBK 200 ml dan TBK 250 ml yang diproduksinya yaitu Rp 800/unit Data Jumlah dan Upah Tenaga Kerja Overtime Untuk dapat memenuhi jumlah permintaan yang meningkat dan kurang dari kapasitas mesin yang tersedia, maka Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung memberlakukan overtime pada setiap hari sabtu dan hari minggu. Dimana pada hari sabtu diberlakukan overtime sebanyak 3 jam/shift dan 7 jam/shift di hari minggu. Dengan tetap meberlakukan 3 shift untuk proses produksinya. Untuk upah tenaga kerja overtime sebesar Rp 154, di dua hari overtime produksi atau Rp 1, untuk per unit produk Data Kapasitas Regular Time dan Overtime TBK 200 ml Berdasarkan hasil pengamatan dokumen perencanaan produksi yang diperoleh dari bagian produksi Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung, maka dapat diketahui kapasitas produksi regular time dan overtime pada tahun 2013 yang digunakan oleh cabang Cibitung dalam menjalankan proses produksi di setiap bulannya. Di mana kapasitas maksimal untuk produk teh botol sosro kemasan kotak 200 ml adalah 6,500 karton/hari. Berikut ini pemakaian kapasitas produksi untuk produk TBK 200 ml pada kapasitas waktu reguler dan waktu lembur produksi yang dapat dilihat pada tabel 4.2:

12 63 Tabel 4.2 Kapasitas Regular Time dan Overtime TBK 200 ml Tahun 2013 Bulan Jumlah Hari Produksi Kapasitas Produksi Regular Time (Karton) Kapasitas Produksi Overtime (Karton) Januari Hari 97,000 33,000 Februari Hari 84,500 27,500 Maret Hari 89,000 42,000 April Hari 82,500 33,500 Mei Hari 61,000 24,000 Juni Hari 103,500 47,500 Juli Hari 99,500 39,500 Agustus Hari 87,750 36,000 September Hari 101,000 48,000 Oktober Hari 94,000 48,000 November Hari 97,000 48,000 Desember Hari 89,000 48,000 Sumber: Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung, 2014 Dari tabel 4.2 dapat terlihat rata-rata perhitungan hari kerja untuk produksi TBK 200 ml dilakukan 24 hari produksi per bulannya. Sehingga perhitungan kapasitas produksi perbulan sebagai berikut: Kapasitas Produksi = Kapasitas Maximum * hari produksi = 6,500 karton/hari x 24 hari = 156,000 karton Data Kapasitas Regular Time dan Overtime TBK 250 ml Sedangkan untuk kapasitas produksi maksimal produk teh botol sosro kemasan kotak (TBK) 250 ml adalah 7,500 karton per hari. Berdasarkan hasil pengamatan dokumen perencanaan produksi tahun 2013 di Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung, berikut ini data yang terkait dengan kapasitas produksi TBK 250 ml:

13 64 Tabel 4.3 Kapasitas Regular Time dan Overtime TBK 250 ml Tahun 2013 Bulan Jumlah Hari Produksi Kapasitas Produksi Regular Time (Karton) Kapasitas Produksi Overtime (Karton) Januari Hari 98,250 63,750 Februari Hari 138,500 41,500 Maret Hari 104,250 41,500 April Hari 108,750 48,000 Mei Hari 108,250 36,250 Juni Hari 149,750 52,000 Juli Hari 122,000 31,500 Agustus Hari 108,000 42,500 September Hari 117,250 60,000 Oktober Hari 131,000 60,000 November Hari 99,000 60,000 Desember Hari 85,000 60,000 Sumber: Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung, 2014 Untuk kapasitas produksi TBK 250 ml, dari Tabel 4.3 juga terlihat bahwa rata-rata hari kerja untuk produksi Teh Botol Sosro kemasan Kotak (TBK) dilakukan 24 hari produksi per bulannya. Sehingga perhitungan kapasitas produksi per bulan sebagai berikut: Kapasitas Produksi = Kapasitas Maximum/hari * hari produksi = 7,500 karton/hari x 24 hari = 180,000 karton Standar Safety Stock dan Data Persediaan Perusahaan Data di bawah ini merupakan standar safety stock yang ditetapkan perusahaan untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan permintaan di periode tertentu. Serta data persediaan dari produk dan bahan baku yang digunakan pada

14 65 proses produksi Teh Botol Sosro kemasan Kotak (TBK) 200 ml dan 250 ml di akhir bulan Desember Standar Safety Stock dan Data Persediaan Produk Standar safety stock untuk produk TBK 200 ml dan 250 ml ini ditetapkan perusahaan berdasarkan kapasitas mesin per harinya dan masa inkubasi dari produk tersebut. Dimana masa inkubasi dari produk tersebut adalah 3 hari dengan masingmasing kapasitas untuk mesin TBK 200 ml yaitu karton/hari dan untuk kapasitas mesin TBK 250 ml yaitu karton/hari. Tabel 4.4 Data Persediaan Produk Akhir Bulan Desember 2013 Produk Persediaan Tahun 2013 Standar Safety Stock TBK 200 ml 18,298 Karton 19,500 Karton TBK 250 ml 19,577 Karton 22,500 Karton Sumber: Gudang PB/PI Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung, Data Biaya Data Biaya Bahan Baku Bahan baku yang digunakan oleh Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro untuk memproduksi Teh Botol Sosro kemasan kotak 200 ml dan 250 ml adalah teh kering, gula, karton, paper, dan straw slim. Biaya untuk masing-masing kebutuhan bahan baku tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 4.5 Biaya Bahan Baku Bahan Baku Teh Kering Gula Karton TBK 200 ml Karton TBK 250 ml Paper TBK 200 ml Paper TBK 250 ml Harga/Unit Rp 40,000.00/kg Rp 45,000.00/kg Rp 1,060.00/pcs Rp 1,800.00/pcs Rp /pcs Rp 504/pcs

15 66 Straw Slim TBK 200 ml Rp 21.00/pcs Straw Slim TBK 250 ml Rp 25.21/pcs Sumber: Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung, 2014 Berdasarkan data biaya bahan baku yang diperlukan untuk proses produksi TBK 200 ml dan 250 ml, masing-masing produk memerlukan biaya pemakaian bahan baku sebesar Rp 13,106.00/karton untuk produk TBK 200 ml dan Rp 14,979.00/karton untuk produk TBK 250 ml. Sedangkan untuk masing-masing biaya produksi per unit produk TBK 200 ml dan 250 ml memerlukan biaya berkisar Rp 13,667 dan Rp 15,540 (Lampiran 7). Berdasarkan informasi yang diperoleh dari bagian Accounting Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung, untuk biaya produksi reguler ini hanya terdiri dari biaya bahan baku dan biaya pemakaian air, listrik, dan instalasi gas. Sedangkan untuk biaya tenaga kerja reguler dan biaya maintenance tidak termasuk dalam perhitungan biaya produksi karena biaya tersebut merupakan fixed cost yang tidak berpengaruh pada jumlah kuantitas produksi yang dihasilkan Biaya Penyimpanan Produk Berkaitan dengan biaya penyimpanan produk di gudang PB/PI Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung, kapasitas gudang yang dimiliki pabrik untuk menyimpan produk TBK 250 ml dan 200 ml adalah 80,000 karton. Untuk biaya per unit penyimpanan produk tersebut, bagian finance Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung menjelaskan biaya yang terkait terdiri dari biaya asuransi produk, biaya operasional, biaya pemakaian listrik, dan variabel biaya lainnya. Berdasarkan variabel biaya penyimpanan tersebut, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung memperhitungkan biaya penyimpanan sebesar Rp 5,768/pallet produk di gudang, di mana unuk satu pallet produk sebanyak 168 karton untuk TBK 250 ml dan 192 karton TBK 200 ml. Sehingga, untuk biaya penyimpanan per unit (karton) produk yaitu Rp Untuk menghitung shortage cost adalah dengan mengurangi revenue dari masing-masing produk dengan total dari biaya produksi per unitnya. Untuk harga jual produk TBK 250 ml yaitu Rp 55, per karton dan TBK 200 ml yaitu Rp 50, per karton dengan masing-masing persentase revenue yang ditetapkan

16 67 perusahaan adalah 30%. Jadi shortage cost untuk masing-masing produk tersebut sebesar Rp /karton TBK 250 ml dan Rp 1,333.00/karton TBK 200 ml. 4.3 Pengolahan Data Peramalan (Forecasting) Berdasarkan data historis penjualan produk Teh Botol Sosro kemasan Kotak (TBK) 200 ml dan 250 ml yang diperoleh dari Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung mulai bulan Januari 2011 hingga Desember 2013, tahap selanjutnya adalah melakukan pengolahan data tersebut. Pengolahan data dari data historis penjualan ini bertujuan untuk memprediksi jumlah permintaan yang terjadi di masa yang akan datang dan bertujuan untuk membuat perencanaan produksi dengan lebih optimal. Dalam penelitian ini data historis penjualan menunjukkan grafik yang bergerak seasonal, sehingga metode peramalan yang digunakan antara lain: Multiplicative Decomposition (seasonal), Multiplicative Decomposition (seasonal), Additive Decomposition (seasonal) Average All Data, Additive Decomposition (seasonal) Centered Moving Averag, dan Linear Regression/Least Square Perhitungan Seasonal Index Produk Teh Botol Kotak 200 ml Perhitungan seasonal index yang digunakan untuk mengolah data permintaan bertujuan untuk mengetahui trend seasonal dari data tersebut dan juga bertujuan untuk menentukan metode peramalan seasonal yang tepat untuk dapat digunakan dalam perhitungan. Berikut ini perhitungan seasonal index untuk data permintaan produk TBK 200 ml dari data historis penjualan Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung di tahun 2011, tahun 2012, dan tahun 2013: Tabel 4.6 Seasonal Index Produk Teh Botol Kotak Kemasan 200 ml Bulan Tahun Tahun Tahun Total Rata-Rata Demand Seasonal Index Januari Februari

17 68 Bulan Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Total Demand Rata-Rata Seasonal Index Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Sumber: Hasil Pengolahan Data, Perhitungan Seasonal Index Produk Teh Botol Kotak 250 ml Sedangkan untuk perhitungan seasonal index permintaan produk TBK 250 di tahun 2014 dihitung dengan membagi data aktual permintaan dengan rata-rata permintaan. Berikut ini perhitungan seasonal index dari setiap bulannya yang dapat dilihat pada tabel 4.12: Tabel 4.7 Seasonal Index Produk TBK 250 ml Bulan Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Total Demand Rata-Rata Seasonal Index Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September

18 69 Bulan Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Total Demand Rata-Rata Seasonal Index Oktober November Desember Sumber: Hasil Pengolahan Data, Hasil Peramalan Produk Teh Botol Kotak 200 ml Dengan menggunakan metode peramalan Multiplicative Decomposition (seasonal), Multiplicative Decomposition (seasonal) Centered Moving Average, Additive Decomposition (seasonal), Additive Decomposition (seasonal) Centered Moving Averag, dan Linear Regression/Least Square untuk mengolah data historis penjualan Teh Botol Sosro kemasan Kotak 200 ml dengan menggunakan software aplikasi POM-QM for windows, maka hasil peramalan yang diperoleh untuk periode Januari 2014 hingga Desember 2014 adalah sebagai berikut (Tabel 4.8): Tabel 4.8 Hasil Peramalan Produk Teh Botol Kotak Kemasan 200 ml Januari 2014 No. Metode Forecast MAD MSE 1. Additive Decomposition 65,886 18, ,278, Additive Decomposition 83,383 16, ,043, Multiplicative Decomposition - 66,245 18, ,662, Multiplicative Decomposition - 79,485 16, ,719, Linear Regression 154,125 25, ,860,900 Februari Additive Decomposition 115,961 18, ,278,000

19 70 2. Additive Decomposition 118,564 16, ,043, Multiplicative Decomposition - 114,474 18, ,662, Multiplicative Decomposition - 116,023 16, ,719, Linear Regression 155,155 25, ,860,900 Maret Additive Decomposition 139,375 18, ,278, Additive Decomposition 135,306 16, ,043, Multiplicative Decomposition - 137,352 18, ,662, Multiplicative Decomposition - 133,408 16, ,719, Linear Regression 156,184 25, ,860,900 April Additive Decomposition 118,296 18, ,278, Additive Decomposition 120,709 16, ,043, Multiplicative Decomposition - 115,879 18, ,662, Multiplicative Decomposition - 117,975 16, ,719, Linear Regression 157,214 25, ,860,900 Mei Additive Decomposition 148,101 18, ,278, Additive Decomposition 135,842 16, ,043,100

20 71 3. Multiplicative Decomposition - 145,725 18, ,662, Multiplicative Decomposition - 133,747 16, ,719, Linear Regression 158,243 25, ,860,900 Juni Additive Decomposition 168,445 18, ,278, Additive Decomposition 165,041 16, ,043, Multiplicative Decomposition - 165,744 18, ,662, Multiplicative Decomposition - 164,416 16, ,719, Linear Regression 159,273 25, ,860,900 Juli Additive Decomposition 156,709 18, ,278, Additive Decomposition 163,931 16, ,043, Multiplicative Decomposition - 154,597 18, ,662, Multiplicative Decomposition - 163,195 16, ,719, Linear Regression 160,302 25, ,860,900 Agustus Additive Decomposition 168,277 18, ,278, Additive Decomposition 157,915 16, ,043, Multiplicative Decomposition - 166,497 18, ,662,300

21 72 4. Multiplicative Decomposition - 156,772 16, ,719, Linear Regression 161,332 25, ,860,900 September Additive Decomposition 170,271 18, ,278, Additive Decomposition 161,714 16, ,043, Multiplicative Decomposition - 168,107 18, ,662, Multiplicative Decomposition - 160,736 16, ,719, Linear Regression 162,361 25, ,860,900 Oktober Additive Decomposition 171,210 18, ,278, Additive Decomposition 165,238 16, ,043, Multiplicative Decomposition - 169,260 18, ,662, Multiplicative Decomposition - 164,422 16, ,719, Linear Regression 163,391 25, ,860,900 November Additive Decomposition 137,591 18, ,278, Additive Decomposition 145,623 16, ,043, Multiplicative Decomposition - 134,388 18, ,662, Multiplicative Decomposition - 143,968 16, ,719,900

22 73 5. Linear Regression 164,420 25, ,860,900 Desember Additive Decomposition 165,875 18, ,278, Additive Decomposition 179,048 16, ,043, Multiplicative Decomposition - 162,224 18, ,662, Multiplicative Decomposition - 144,280 16, ,719, Linear Regression 165,450 25, ,860,900 Sumber: POM-QM for windows 3, 2014 Berdasarkan hasil peramalan yang diolah dengan metode peramalan yang mengikuti pola trend dan musiman maka dipilih metode peramalan yang terbaik dengan cara melihat nilai error pada MAD dan MSE yang terkecil. Untuk metode peramalan pada produk TBK 200 ml ini metode peramalan Additive Decomposition (seasonal) dengan MAD = 16, dan MSE = 389,043,100. Untuk dapat memeriksa keandalan dari metode peramalan yang dipilih berdasarkan nilai dari error terkecil pada MAD dan MSE dapat menggunakan peta kontrol tracking signal. Vincent Gaspersz (2001:83) menyatakan bahwa nilai tracking signal memiliki batasan maksimum ± 4. Dari perhitungan metode Additive Decomposition diketahui nilai dari tracking signal bergerak dari sampai Sehingga, hasil peramalan tersebut menunjukkan keakurasiannya yang masih berada dalam pengendalian tracking signal.

23 74 Gambar 4.5 Peta Kendali Tracking Signal Additive Decomposition-Average All Data TBK 200 ml Sumber: Hasil Pengolahan Data, Hasil Peramalan Produk Teh Botol Sosro Kemasan Kotak 250 ml Sama halnya dari hasil pengolahan data historis penjualan produk Teh Botol Sosro kemasan Kotak (TBK) 250 ml dengan menggunakan software aplikasi POM-QM for windows, maka pada tabel 4.9 diperoleh hasil peramalan untuk produk TBK 250 ml di masa yang akan datang yaitu Januari 2014 hingga Desember Tabel 4.9 Hasil Peramalan Produk Teh Botol Kotak Kemasan 250 ml Januari 2014 No. Metode Forecast MAD MSE 1. Additive Decomposition 81,938 17, ,307, Additive Decomposition 90,855 15, ,988, Multiplicative Decomposition - 83,753 16, ,222, Multiplicative Decomposition - 85,886 15, ,729,800

24 75 5. Linear Regression 164,135 31, ,298,193,000 Februari Additive Decomposition 95,029 17, ,307, Additive Decomposition 108,028 15, ,988, Multiplicative Decomposition - 96,752 16, ,222, Multiplicative Decomposition - 104,355 15, ,729, Linear Regression 165,441 31, ,298,193,000 Maret Additive Decomposition 127,751 17, ,307, Additive Decomposition 123,851 15, ,988, Multiplicative Decomposition - 128,638 16, ,222, Multiplicative Decomposition - 121,502 15, ,729, Linear Regression 166,748 31, ,298,193,000 April Additive Decomposition 127,840 17, ,307, Additive Decomposition 128,352 15, ,988, Multiplicative Decomposition - 128,849 16, ,222, Multiplicative Decomposition - 126,290 15, ,729, Linear Regression 168,054 31, ,298,193,000

25 76 Mei Additive Decomposition 194,374 17, ,307, Additive Decomposition 180,712 15, ,988, Multiplicative Decomposition - 196,491 16, ,222, Multiplicative Decomposition - 184,208 15, ,729, Linear Regression 169,361 31, ,298,193,000 Juni Additive Decomposition 183,470 17, ,307, Additive Decomposition 190,920 15, ,988, Multiplicative Decomposition - 186,043 16, ,222, Multiplicative Decomposition - 195,663 15, ,729, Linear Regression 170,667 31, ,298,193,000 Juli Additive Decomposition 175,650 17, ,307, Additive Decomposition 192,586 15, ,988, Multiplicative Decomposition - 179,029 16, ,222, Multiplicative Decomposition - 197,651 15, ,729, Linear Regression 171,973 31, ,298,193,000 Agustus Additive Decomposition 180,748 17, ,307,200

26 77 2. Additive Decomposition 184,177 15, ,988, Multiplicative Decomposition - 186,119 16, ,222, Multiplicative Decomposition - 188,326 15, ,729, Linear Regression 173,280 31, ,298,193,000 September Additive Decomposition 190,162 17, ,307, Additive Decomposition 177,068 15, ,988, Multiplicative Decomposition - 194,730 16, ,222, Multiplicative Decomposition - 180,380 15, ,729, Linear Regression 174,586 31, ,298,193,000 Oktober Additive Decomposition 156,274 17, ,307, Additive Decomposition 153,290 15, ,988, Multiplicative Decomposition - 158,523 16, ,222, Multiplicative Decomposition - 153,462 15, ,729, Linear Regression 175,892 31, ,298,193,000 November Additive Decomposition 163,019 17, ,307,200

27 78 2. Additive Decomposition 159,573 15, ,988, Multiplicative Decomposition - 164,051 16, ,222, Multiplicative Decomposition - 160,532 15, ,729, Linear Regression 177,199 31, ,298,193,000 Desember Additive Decomposition 170,377 17, ,307, Additive Decomposition 177,835 15, ,988, Multiplicative Decomposition - 172,900 16, ,222, Multiplicative Decomposition - 181,351 15, ,729, Linear Regression 178,505 31, ,298,193,000 Sumber: Pengolahan Data dari POM-QM for windows 3, 2014 Berdasarkan hasil peramalan dengan software POM-QM for windows, diketahui bahwa metode forecasting yang memiliki error terkecil pada produk teh botol kotak kemasan 250 ml adalah metode Multiplicative Decomposition Average All Data. Dengan nilai MAD = 15, dan MSE = 427,729,800. Berkaitan dengan validasi peramalan, dapat menggunakan perhitungan tracking signal untuk mengetahui valid atau tidaknya hasil peramalan pada metode Multiplicative Decomposition. Dari perhitungan tersebut diketahui bahwa nilai tracking signal adalah dan Berikut ini gambar 4.4 yang dapat menunjukkan gerak dari tracking signal peramalan yang berada pada grafik peta kendali.

28 79 Gambar 4.6 Grafik Peta Kendali Tracking Signal Multiplicative Decomposition- TBK 250 ml Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2014 Berdasarkan dari hasil peramalan untuk produk Teh Botol Sosro kemasan Kotak (TBK) 200 ml dan 250 ml dengan menggunakan metode peramalan dan uji kendali dengan menggunakan metode tracking signal, maka hasil peramalan permintaan di periode yang akan datang (Januari 2014 hingga Desember 2014) yang menunjukkan kevalidannya sebagai berikut: Tabel 4.10 Peramalan Permintaan Tahun 2014 Bulan Peramalan Permintaan (Karton) Peramalan Permintaan (Karton) TBK 200 ml TBK 250 ml Januari ,383 85,886 Februari , ,355 Maret , ,502 April , ,290 Mei , ,208

29 80 Juni , ,663 Juli , ,651 Agustus , ,326 September , ,380 Oktober , ,462 November , ,532 Desember , ,351 Sumber: Software POM-QM for windows, Aggregate Planning Pengolahan data dengan menggunakan metode aggregate planning dalam penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah optimalisasi produksi Teh Botol Sosro kemasan Kotak (TBK) di Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dalam melakukan pemanfaatan kapasitas atau sumber daya, meminimalisasi biaya produksi atau efisiensi biaya dari segi total biaya produksi yang berlangsung, dan pemenuhan permintaan. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut dapat menggunakan tiga alternatif dari strategi perencanaan agregat. Perencanaan agregat yang digunakan dalam penelitian ini peneliti menggunakan perencanaan agregat untuk mengatasi masalah optimalisasi produksi Teh Botol Sosro kemasan Kotak (TBK) di Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dan juga bertujuan untuk meninjau efisiensi biaya dari segi total biaya produksi yang berlangsung. Sehingga dapat memberikan tiga alternatif dari strategi perencanaan agregat oleh Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dilakukan dengan menyesuaikan minimal biaya yang diperoleh dari masing-masing alternatif strategi tersebut. Alternatif pertama dalam strategi perencanaan agregat adalah chase strategy, level strategy, dan mixed strategy. Untuk dapat memberikan solusi dalam perencanaan agregat ini peneliti menggunakan software POM QM for windows 3: Chase Strategy Pehitungan perencanaan agregat dengan chase strategy adalah untuk menghasilkan jumlah output produksi di setiap periodenya yang sesuai dengan perkiraan permintaan untuk periode tersebut. Dalam mencapai strategi ini perusahaan

30 81 dapat menghasilkan output dari suatu produk yang sesuai dengan permintaan dengan cara menyesuaikan kapasitas pada produksi reguler, produksi overtime, dan juga subkontrak. Untuk mengetahui biaya yang diperoleh dari strategi tersebut, berikut ini hasil dari perhitungan chase strategy untuk produk TBK 200 ml dan 250 ml yang dapat di lihat pada Gambar 4.7 dan Gambar 4.8 di bawah ini. Gambar 4.7 Hasil Solusi Chase Strategy Produk TBK 200 ml Sumber: Software POM-QM for windows 3, 2014

31 82 Gambar 4.8 Hasil Solusi Chase Strategy Produk TBK 250 ml Sumber: Software POM-QM for windows 3, 2014 Keterangan: 1. Increase cost adalah biaya operasional perusahaan yang timbul untuk meningkatkan kapasitas produksi saat regular time. Dari hasil output POM- QM for windows 3 di atas dapat terlihat bahwa increase cost Kantor Pabrikan PT. Sinar Sosro Cibitung adalah Rp 0.00, hal ini dikarenakan PT. Sinar Sosro sudah menetapkan kapasitas produksi setiap harinya dan walaupun perusahaan menaikkan kapasitasnya saat terjadi peningkatan permintaan namun tidak dipengaruhi oleh biaya peningkatan kapasitas tersebut. 2. Decrease Cost adalah penurunan biaya untuk mengurangi produksi setiap harinya yang dikarenakan permintaan di periode tersebut menurun. Kantor Pabrikan PT. Sinar Sosro Cibitung tidak mengeluarkan biaya penurunan karena perusahaan tetap mengeluarkan biaya yang sama meskipun pekerja tidak menghasilkan jumlah produk yang sesuai dengan kapasitas.

32 83 Hasil yang terlihat pada Gambar 4.7 dan Gambar 4.8 ini dapat melihat berapa jumlah unit produk yang harus di produksi berdasarkan pada regular time, overtime, dan subkontrak untuk menerapkan metode chase strategy. Penerapan chase strategy pada metode perencanaan agregat ini para pekerja menyesuaikan kapasitas pada produksi regular, produksi overtime, dan juga subkontrak berdasarkan pada peramalan permintaannya untuk dapat menghasilkan jumlah output yang sesuai dengan permintaan aktualnya dan dapat memenuhi permintaan tersebut. Selain itu, untuk meminimalkan timbulnya biaya inventory akibat terjadinya penumpukan produk di gudang dan meminimalkan shortage cost akibat tidak dapat memenuhi permintaan di periode tersebut. Total biaya yang diperoleh dari penerapan chase strategy pada Kantor Pabrikan PT. Sinar Sosro Cibitung dengan menggunakan POM-QM for windows 3 untuk produk Teh Botol Sosro kemasan Kotak (TBK) 200 ml adalah Rp 23,750,070, sedangkan untuk produk TBK 250 sebesar Rp 29,120,440, Level Strategy Strategi kedua yang digunakan untuk mencari solusi perencanaan agregat adalah level strategy. Dimana level strategy digunakan untuk menghasilkan jumlah produk yang sama di setiap bulan dalam satu tahun. Dimana total permintaan untuk produk TBK 200 ml dan 250 ml Kantor Pabrikan PT. Sinar Sosro Cibitung adalah 1,732,314 karton TBK 200 ml dan 1,879,606 karton TBK 250 ml. Untuk penerapan alternative level strategy ini cenderung menghasilkan perhitungan yang akan berdampak pada timbulnya biaya persediaan yang tinggi pada saat pabrik memproduksi lebih tinggi daripada permintaan, dan juga akan menimbulkan shortage cost apabila terjadi permintaan yang melonjak dan pabrik tidak dapat memenuhi permintaan tersebut. Sehingga, solusi yang dapat diberikan dari level strategy pada perencanaan agregat untuk produk TBK 200 ml dan 250 ml ini sebagai berikut:

33 84 Gambar 4.9 Hasil Solusi Level Strategy Produk TBK 200 ml Sumber: Software POM-QM for windows 3, 2014 Gambar 4.10 Hasil Solusi Level Strategy Produk TBK 250 ml Sumber: POM-QM for windows 3, 2014

34 85 Dari solusi yang dapat dilihat pada Gambar 4.9 dan Gambar 4.10, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi produk TBK 200 ml di regular time sebanyak 1,280,500 karton dan sebanyak 423,094 karton di overtime produksi dengan total biaya dari output solusi software POM-QM for windows 3 sebesar Rp 24,319,840, untuk produk TBK 200 ml Rp 29,831,230, untuk produk TBK 250 ml Mixed Strategy Mixed strategy adalah kombinasi strategy dari chase strategy dan level strategy, yang bertujuan untuk mengurangi gangguan negative dari alternatif pure strategy yang ditawarkan sebelumnya, yaitu chase strategy dan level strategy. Dalam memperoleh penelitian ini, penulis menggunakan metode transportasi dalam aggregate planning dan mencari solusi optimal dalam perencanaan produksi agregat. Hal utama dalam proses perencanaan produksi yaitu menyesuaikan dengan kapasitas pada saat regular time, overtime dan subcontract yang dapat memenuhi permintaan setiap bulan. Berdasarkan perhitungan mixed strategy dengan menggunakan metode transportasi yang dapat dilihat di Lampiran 11 untuk produk Teh Botol Sosro Kemasan Kotak 200 ml, maka diketahui bahwa total cost dengan metode transportasi sebesar Rp 23,740,160, Berikut ini perhitungan dari total biaya pada metode transportasi yang digunakan untuk menganalisa alternatif strategi pada mixed strategy untuk produk TBK 200 ml: Tabel 4.11 Perhitungan Total Biaya Metode Transportasi Produk TBK 200 ml Production Demand Month Units Produced x Cost Total Cost January 83,383 Karton 65,540karton x 13, ,735,180 February 118,564 Karton 118,564 karton x 13,667 1,620,414,188 11,436 karton x 14, ,687,236 March 135,306 Karton 123,870 karton x 13,667 1,692,931,290 6,130 karton x 14,051 86,132,630 April 120,709 Karton 114,579 karton x 13,667 1,565,951,193 15,421 karton x 14, ,680,471

35 86 Production Demand Month Units Produced x Cost Total Cost May 135,842 Karton 120,421 karton x 13,667 1,645,793,807 9,579 karton x 14, ,594,529 June 165,041 Karton 136,500 karton x 13,667 1,865,545,500 18,962 karton x 15, ,867,108 July 163,931 Karton 130,000 karton x 13,667 1,776,710,000 33,931 karton x 15, ,904,854 August 157,915 Karton 130,000 karton x 13,667 1,776,710,000 27,915 karton x 15, ,257,110 September 161,714 Karton 136,500 karton x 13,667 1,865,545,500 25,214 karton x 15, ,110,076 October 165,238 Karton 136,500 karton x 13,667 1,865,545,500 28,738 karton x 15, ,794,692 November 145,623 Karton 136,500 karton x 13,667 1,865,545,500 9,123 karton x 15, ,979,782 December 179,048 Karton 136,500 karton x 13,667 1,865,545,500 42,548 karton x 15, ,176,232 Total Cost Rp 23,740,157,878 Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2014 Total cost dari strategi mixed dengan menggunakan metode transportasi menggunakan POM for windows adalah sebesar Rp 23,740,160, Jumlah dari total cost tersebut sangat jauh berbeda dengan perhitungan manual di atas dimana total cost yang dihasilkan sebesar Rp 23,740,157,878 hal ini dapat dikarenakan hasil yang diperoleh dari POM for windows secara otomatis mengalami pembulatan dalam perhitungannya sehingga total cost tersebut Rp 23,740,160, dan permintaan konsumen dapat dikelola dengan baik sehingga perusahaan dapat memberikan kepuasan kepada konsumennya. Berikut ini penjelasan dari perhitungan total cost dengan menggunakan metode transportasi dalam strategi mixed perencanaan produksi di tahun 2014:

36 87 1. Januari 2014, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 65,540 karton di regular time produksi untuk memenuhi permintaan di bulan Januari 2. Di bulan Februari, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 118,564 karton di waktu reguler produksi untuk memenuhi permintaan di bulan Februari dan memproduksi 11,436 karton dengan menggunakan sisa dari kapasitas reguler yang tersedia di bulan Februari sebagai persediaan produk di gudang untuk dapat memenuhi permintaan di bulan Maret. 3. Bulan Maret, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 123,870 karton di waktu reguler produksi dan memproduksi 6,130 karton dengan menggunakan sisa dari kapasitas reguler yang tersedia di bulan Maret sebagai persediaan produk di gudang untuk dapat memenuhi permintaan di bulan April. 4. Bulan April, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 114,579 karton di waktu reguler produksi memproduksi 15,421 karton dengan menggunakan sisa dari kapasitas reguler yang tersedia di bulan Februari sebagai persediaan produk di gudang untuk dapat memenuhi permintaan di bulan Mei. 5. Bulan Mei, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 120,421 karton di waktu reguler produksi dan memproduksi 9,579 karton dengan menggunakan sisa dari kapasitas reguler yang tersedia di bulan Februari sebagai persediaan produk di gudang untuk dapat memenuhi permintaan di bulan Juni. 6. Bulan Juni, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 136,500 karton di waktu reguler produksi dan 18,962 karton di overtime produksi untuk memenuhi permintaan di bulan Juni sebanyak 165,041 karton. 7. Bulan Juli, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 130,000 karton di waktu reguler produksi dan 33,931 karton di overtime

37 88 produksi untuk memenuhi permintaan di bulan Juli sebanyak 163,931 karton. 8. Bulan Agustus, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 130,000 karton di waktu reguler produksi dan 27,915 karton di overtime produksi untuk memenuhi permintaan di bulan April sebanyak 157,915 karton. 9. Bulan September, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 136,500 karton di waktu reguler produksi dan 25,214 karton di overtime produksi untuk memenuhi permintaan di bulan September sebanyak 161,714 karton. 10. Bulan Oktober, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 136,500 karton di waktu reguler produksi dan 28,738 karton di overtime produksi untuk memenuhi permintaan di bulan Oktober sebanyak 165,238 karton. 11. Bulan November, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 136,500 karton di waktu reguler produksi dan 9,123 karton di overtime produksi untuk memenuhi permintaan di bulan November sebanyak 145,623 karton. 12. Bulan Desember, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 136,500 karton di waktu regular produksi dan 42,548 karton di overtime produksi untuk memenuhi permintaan di bulan April sebanyak 179,048 karton. Sehingga Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memenuhi permintaan konsumennya dengan tepat dan dapat meminimalkan kapasitas produksi sebanyak 502,029 karton dalam periode satu tahun dan dapat meminimalkan biaya produksi overtime sebesar Rp 7,647,909,786 dari kapasitas maksimal yang tersedia dalam satu bulan kapasitas. Sama halnya dengan perhitungan metode transportasi untuk produk TBK 250 ml pada Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung untuk menentukan alternatif pada solusi strategi perencanaan agregat yang mempunyai total cost minimal dan dapat

38 89 memenuhi permintaan dengan tepat maka dilakukan initial perencanaan yang dapat dilihat di Lampiran 12 beserta perhitungan total cost untuk perencanaan produksi tersebut. Berikut ini perhitungan total cost untuk produk TBK 250 ml dengan menggunakan metode transportasi: Tabel 4.12 Perhitungan Total Biaya Metode Transportasi Produk TBK 250 ml Production Demand Month Units Produced x Cost Total Cost January 85,886 Karton 66,309 Karton x 15,540 1,030,441,860 February 104,355 Karton 104,355 Karton x 15,540 1,253,518,560 27,663 Karton x 15, ,505,612 March 121,502 Karton 93,839 Karton x 15,540 1,458,258,060 41,161 Karton x 15, ,447,764 April 126,290 85,129 Karton x 15,540 1,322,904,660 49,871 Karton x 15, ,145,804 May 184,208 Karton 134,337 Karton x 15,540 2,087,596,980 30,663 Karton x 15, ,277,612 June 195,663 Karton 165,000 Karton x 15,540 2,564,100,000 July 197,651 Karton 165,000 Karton x 15,540 2,564,100,000 32,651 Karton x 17, ,560,657 August 188,326 Karton 165,000 Karton x 15,540 2,564,100,000 23,326 Karton x 17, ,037,882 September 180,380 Karton 165,000 Karton x 15,540 2,564,100,000 15,380 Karton x 17, ,105,660 October 153,462 Karton 153,462 Karton x 15,540 2,384,799,480 4,038 Karton x 15,924 64,301,112 November 160,532 Karton 156,494 Karton x 15,540 2,431,916,760 8,506 Karton x 15, ,449,544 December 181,351 Karton 165,000 Karton x 15,540 2,564,100,000 7,845 Karton x 17, ,204,415 Total Cost Rp 28,722,972,422 Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2014

39 90 Dari hasil perhitungan total cost pada strategi mixed dengan menggunakan metode transportasi menggunakan POM for windows untuk produk TBK 250 ml adalah sebesar Rp 29,091,130, Jumlah dari total cost tersebut sangat jauh berbeda dengan perhitungan manual di atas dimana total cost yang dihasilkan sebesar Rp 28,722,972, hal ini dapat dikarenakan hasil yang diperoleh dari POM for windows sudang secara otomatis mengalami pembulatan dalam perhitungannya sehinga total cost tersebut Rp 29,091,130, dan permintaan konsumen dapat dikelola dengan baik sehingga perusahaan dapat memberikan kepuasan kepada konsumennya. Berikut ini penjelasan dari perhitungan total cost dengan menggunakan metode transportasi dalam strategi mixed perencanaan produksi di tahun 2014: 1. Januari 2014, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 66,309 karton di regular time produksi untuk memenuhi permintaan di bulan Januari. 2. Di bulan Februari, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 104,355 karton di waktu regular produksi untuk memenuhi permintaan di bulan Februari dan dapat memproduksi 27,663 karton di waktu produksi reguler untuk menyimpan persediaan dalam memenuhi permintaan di bulan Maret. 3. Bulan Maret, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 93,839 karton di waktu reguler produksi untuk memenuhi permintaan di bulan Maret dan dapat memproduksi 44,161 karton di waktu produksi reguler untuk menyimpan persediaan dalam memenuhi permintaan di bulan April. 4. Di bulan April, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 85,129 karton di waktu reguler produksi dan dapat memproduksi 49,871 karton di waktu produksi regular untuk menyimpan persediaan dalam memenuhi permintaan di bulan Mei. 5. Bulan Mei, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 134,337 karton di waktu reguler produksi untuk memenuhi permintaan di

40 91 bulan Mei dan dapat memproduksi 30,663 karton di waktu produksi reguler untuk menyimpan persediaan dalam memenuhi permintaan di bulan Juni. 6. Bulan Juni, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 165,000 karton di waktu reguler produksi. 7. Bulan Juli, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 165,000 karton di waktu reguler produksi dan 32,651 karton di overtime produksi untuk memenuhi permintaan di bulan Maret sebanyak 197,651 karton. 8. Bulan Agustus, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 165,000 karton di waktu reguler produksi dan 23,326 karton di overtime produksi untuk memenuhi permintaan di bulan Agustus sebanyak 188,326 karton. 9. Bulan September, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 165,000 karton di waktu reguler produksi dan 15,380 karton di overtime produksi untuk memenuhi permintaan di bulan September sebanyak 180,380 karton. 10. Bulan Oktober, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 153,462 karton di waktu reguler produksi dan 18,462 karton di overtime produksi untuk memenuhi permintaan di bulan Oktober sebanyak 153,462 karton dan memanfaatkan kapasitas produksi di bulan Oktober sebanyak 4,038 karton untuk persediaan di Bulan November. 11. Bulan November, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung memakai kapasitas produksi 156,494 karton di waktu reguler produksi dan 8,506 karton di waktu produksi reguler untuk menyimpan persediaan dalam memenuhi permintaan di bulan Desember. 12. Bulan Desember, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memproduksi 165,000 karton di waktu reguler produksi dan 7,845 karton di overtime produksi untuk memenuhi permintaan di bulan Desember sebanyak 181,351 karton.

41 92 Sehingga Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memenuhi permintaan konsumennya dengan tepat dan dapat meminimalkan kapasitas produksi overtime sebanyak 640,798 karton dalam periode satu tahun dan dapat meminimalkan biaya produksi overtime sebesar Rp 10,962,131, dari kapasitas maksimal yang tersedia dalam satu bulan kapasitas. 4.4 Analisa Metode Usulan Analisa Metode Peramalan Peramalan permintaan untuk produk Teh Botol Sosro kemasan Kotak (TBK) 200 ml dan 250 ml pada Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro ini berasal dari data realisasi produk tersebut di tahun 2011, tahun 2012, dan tahun Tahap awal peramalan dalam penelitian ini terlebih dahulu dilakukan dengan memplot data realisasi tersebut. Untuk melihat kecenderungan datanya ini dengan memperhatikan pola trend, musiman, dan pola gabungan data dari trend dan musiman. Sehingga dapat mengetahui metode peramalan yang dapat digunakan adalah Multiplicative Decomposition (seasonal), Multiplicative Decomposition (seasonal), Additive Decomposition (seasonal) Average All Data, Additive Decomposition (seasonal) Centered Moving Averag, dan Linear Regression/Least Square. Dengan hasil perbandingan nilai error pada MAD dan MSE dari kelima metode peramalan inilah dapat diketahui bahwa metode peramalan untuk produk TBK 200 ml adalah dengan metode peramalan Additive Decomposition (seasonal), dan untuk produk TBK 250 ml adalah metode Multiplicative Decomposition (seasonal). Setelah mengetahui metode peramalan terbaik untuk masing-masing produk TBK inilah maka dapat dilakukan peramalan untuk periode 1 tahun (tahun 2014) untuk peramalan realisasi permintaan pada Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung Analisa Perencanaan Agregat Dari data hasil peramalan yang dilakukan untuk menganalisa permintaan di periode yang akan datang maka dapat diketahui jumlah produksi yang akan dibuat dan dapat mengetahui kemampuan produksi yang dilakukan oleh Kantor Pabrik

42 93 PT. Sinar Sosro dalam kapasitas reguler dan overtime yang digunakan untuk memenuhi permintaan tersebut. Untuk perhitungan kapasitas produksi saat reguler dan overtime ini dilakukan dengan melihat data penggunaan kapasitas produksi pada tahun 2013 dengan menghitung rata-rata dari tiap waktu reguler dan overtime produksi tersebut sehingga dapat menjadikan landasan dalam menentukan perhitungan kapasitas di periode yang akan datang. Adapun perencanaan agregat yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisa alternatif strategi pada perencanaan tersebut, antara lain chase strategy, level strategy, dan mix strategy untuk dapat mengoptimasi perencanaan produksi yang memberikan nilai dari total cost yang minimal dan dapat memenuhi permintaan dengan baik. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan untuk produk TBK 200 ml dan TBK 250 ml dengan menggunakan strategi dari masing-masing perencanaan agregat itulah maka dapat diketahui total cost yang minimal dalam melakukan proses produksi di periode tersebut. Berikut ini perbandingan dari tiga strategi perencanaan aggregate dan total cost yang dapat dijadikan sebagai solusi optimal dalam perencanaan produksi untuk produk TBK 200 ml dan TBK 250 ml pada Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung: Tabel 4.13 Perbandingan Tiga Strategi dan Total Cost Total Cost Strategi Produksi Regular Produksi Overtime Shortage Inventory TBK 200 ml (Rupiah) TBK 250 ml (Rupiah) Chase Strategy Level Strategy Mixed Strategy 29,120,440,000 23,750,070,000 24,319,840,000 29,831,230,000 23,740,160,000 29,091,130,000 Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2014

43 94 Berdasarkan solusi total cost yang diberikan dari ketiga strategi perencanaan agregat tersebut, mixed strategy adalah solusi yang lebih memiliki total cost yang minimal dalam memenuhi permintaan produksinya. Di mana strategi mixed dalam perencanaan agregat ini adalah strategi yang menggabungkan dua strategi lainnya. Sehingga, perusahaan dapat menggunakan waktu reguler dan overtime dalam produksinya dan tidak menekankan untuk melakukan produksi dalam memenuhi permintaan satu bulan saja tetapi dapat memakai kapasitas produksi di bulan tersebut untuk dapat memproduksi permintaan di bulan berikutnya sebagai persediaan di periode yang mengalami permintaan meningkat Analisa Master Production Scheduling (MPS) Data-data yang digunakan dalam penyusunan MPS merupakan data-data hasil perhitungan dari masing-masing tiga strategi pada perencanaan agregat. Dimana solusi dari tiga strategi tersebut dilakukan analisa perencanaan produksi yang mempunyai total cost minimum dan dapat memenuhi permintaan konsumen pada periode tersebut. Dalam penyusunan MPS dapat dibagi menjadi rencana produksi mingguan untuk produk Teh Botol Sosro kemasan Kotak (TBK) dengan kemasan 200 ml dan kemasan 250 ml Analisa Master Production Scheduling TBK 200 ml Dalam membuat suatu perencanaan produksi untuk produk TBK 200 ml yang di produksi Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung ini mempunyai kapasitas per harinya yaitu menghasilkan 6,500 karton/hari. Berikut ini terkait dengan perencanaan produksi yang akan digunakan untuk mengendalikan permintaan untuk dapat terpenuhi dengan baik dan dapat menjadi dasar untuk digunakan sebagai gross requirement pada MRP untuk menghitung jumlah kebutuhan bahan baku yang akan di pakai untuk menghasilkan produk Teh Botol Sosro kemasan Kotak 200 ml. Tabel 4.14 MPS Produk TBK 200 ml January dan February 2014 Month January 2014 February 2014 Beginning Inventory = 18,298 Available Capacity 65,540 Karton 130,000 Karton Week Forecast Month 83,383 Karton 118,564 Karton Forecast Week 20,845 20,845 20,845 20,845 29,641 29,641 29,641 29,641

44 95 Customer Order 20,845 20,845 20,845 20,845 29,641 29,641 29,641 29,641 Projected Available 42,953 22,108 21, ,317 32,176 41, Balances (PAB) MPS 45,500 20,040 45,500 45,500 39,000 Available to promise 22, ,324 2,535 11,894 inventory (ATP) Cummulative ATP 22,108 22,566 9,242 11,777 23,671 Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2014 Tabel 4.15 MPS Produk TBK 200 ml March dan April 2014 Month March 2014 April 2014 Beginning Inventory = 458 Carryover in Month 11,436 Karton 6,130 Karton Available Capacity 141,436 Karton 136,130 Karton Week Forecast Month 135,306 Karton 120,709 Karton Forecast Week 33,829 33,826 33,825 33,825 30,177 30,178 30,177 30,177 Customer Order 33,829 33,826 33,825 33,825 30,177 30,178 30,177 30,177 Projected Available 23,565 35,239 40,414 11,895 27,218 42,540 12,363 27,316 Balances (PAB) MPS 45,500 45,500 39,000 11,436 45,500 45,500 45,130 Available to promise -10,261 1,414 6,589-18,282-2,960 12,363-6,644 inventory (ATP) Cummulative ATP 13,410 14,824 21,413 3, ,534 5,890 Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2014 Tabel 4.16 MPS Produk TBK 200 ml May dan June 2014 Month May 2014 June 2014 Beginning Inventory = 11,895 Carryover in Month 15,421 Karton 9,579 Karton Available Capacity 145,421 Karton 165,041 Karton Week Forecast Month 135,842 Karton 165,041 Karton Forecast Week 33,960 33,960 33,961 33,960 41,260 41,260 41,261 41,260 Customer Order 33,960 33,960 33,961 33,960 41,260 41,260 41,261 41,260 Projected Available 38,856 29,896 41,435 36,896 41,136 45,376 32,656 36,896 Balances (PAB) MPS 45,500 25,000 45,500 29,421 45,500 45,500 28,541 45,500 Available to promise 4,896-4,065 7,475-4, ,115-8,604-4,087 inventory (ATP) Cummulative ATP 10,786 6,721 14,196 9,832 9,708 13,823 5,219 1,132 Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2014

45 96 Tabel 4.17 MPS Produk TBK 200 ml July dan August 2014 Month July 2014 August 2014 Beginning Inventory = 36,896 Available Capacity 163,931 Karton 157,915 Karton Week Forecast Month 163,931 Karton 157,915 Karton Forecast Week 40,983 40,983 40,983 40,982 39,478 39,479 39,479 39,479 Customer Order 40,983 40,983 40,983 40,982 39,478 39,479 39,479 39,479 Projected Available 41,413 45,930 50,447 40,396 46,418 39,439 45,460 40,396 Balances (PAB) MPS 42,000 45,500 45,500 30,931 45,500 32,500 45,500 34,415 Available to promise inventory (ATP) 430 4,947 9, , , Cummulative ATP 1,562 6,509 15,974 16,892 23,831 23,791 29,772 29,740 Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2014 Tabel 4.18 MPS Produk TBK 200 ml September dan October 2014 Month September 2014 October 2014 Beginning Inventory = 40,396 Available Capacity 161,714 Karton 165,238 Karton Week Forecast Month 161,714 Karton 165,238 Karton Forecast Week 40,428 40,429 40,428 40,428 41,309 41,310 41,309 41,309 Customer Order 40,428 40,429 40,428 40,428 41,309 41,310 41,309 41,309 Projected Available 45,468 30,253 35,325 40,397 44,588 48,778 52,969 40,398 Balances (PAB) MPS 45,500 25,214 45,500 45,500 45,500 45,500 45,500 28,738 Available to promise inventory (ATP) 5,039-10,175-5, ,278 7,469 11,660 3,993 Cummulative ATP 34,779 24,604 19,501 18,589 21,867 29,336 40,996 44,989 Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2014

46 97 Tabel 4.19 MPS Produk TBK 200 ml November dan December 2014 Month November 2014 December 2014 Beginning Inventory = 40,398 Available Capacity 145,623 Karton 179,048 Karton Week Forecast Month 145,623 Karton 179,048 Karton Forecast Week 36,405 36,406 36,406 36,406 44,762 44,762 44,762 44,762 Customer Order 36,405 36,406 36,406 36,406 44,762 44,762 44,762 44,762 Projected Available 49,493 22,210 31,304 40,398 41,136 41,874 42,612 40,350 Balances (PAB) MPS 45,500 9,123 45,500 45,500 45,500 45,500 45,500 42,500 Available to promise inventory (ATP) 13,087-14,196-5,102-4,364-3,626-2,888-2,150-2,262 Cummulative ATP 58,076 43,880 38,778 34,414 30,788 27,900 25,750 23,488 Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2014 Berdasarkan analisa yang dilakukan pada perencanaan produksi dalam jangka waktu satu minggu dengan menggunakan metode Master Production Scheduling (MPS) untuk produk TBK 200 ml ini Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro dapat membuat suatu perencanaan produksi yang dapat mengatasi masalah dalam memenuhi permintaan konsumen, meminimalkan biaya produksi, dan dapat mengatur persediaan di bulan sebelumnya untuk mengatasi apabila terjadinya peningkatan permintaan di periode berikutnya. Dari hasil perencanaan produksi dengan menggunakan metode MPS seperti tabel di atas tersebut, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro dapat memanfaatkan kapasitas yang tersedia yang diberikan dari solusi pada perencanaan agregat di analisa metode sebelumnya. Sehingga Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro dapat memenuhi permintaan konsumen di setiap minggunya dan dapat memperoleh inventory sebanyak 23,448 Karton di akhir periode perencanaan. Selain itu, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro dapat meminimalkan timbulnya under production ataupun overstocking di periode berikutnya sehingga juga meminimalkan terjadinya biaya shortage sebesar Rp 46,105, dari adanya informasi yang diberikan pada perolehan ATP yang negatif atau artinya pesanan yang dijanjikan oleh perusahaan untuk dapat dipenuhi permintaannya di periode berikutnya. Cumulative ATP dalam hal ini dikatakan sebagai informasi pemenuhan permintaan di periode tertentu dimana nilai dari ATP yang dihasilkan di periode berikutnya bernilai negatif sehingga apabila nilai dari cumulative ATP lebih besar

47 98 maka permintaan tersebut dapat terpenuhi di periode berikutnya dan nilai dari cumulative ATP tetap bernilai positif Analisa Master Production Scheduling TBK 250 ml Sama hal nya dalam membuat suatu perencanaan produksi untuk produk TBK 250 ml yang di produksi Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung ini mempunyai kapasitas per harinya yaitu menghasilkan 7,500 karton/hari. Berikut ini terkait dengan perencanaan produksi dengan menggunakan metode MPS yang akan digunakan untuk mengendalikan permintaan untuk dapat terpenuhi. Tabel 4.20 MPS Produk TBK 250 ml January dan February 2014 Month January 2014 February 2014 Beginning Inventory = 19,577 Available Capacity 66,309 Karton 135,000 Karton Week Forecast Month 85,886 Karton 104,355 Karton Forecast Week 21,471 21,472 21,471 21,471 26,088 26,089 26,089 26,089 Customer Order 21,471 21,472 21,471 21,471 26,088 26,089 26,089 26,089 Projected Available 35,606 14,134 21, ,413 52,824 26,735 30,646 Balances (PAB) MPS 37,500 28,809 52,500 52,500 30,000 Available to promise 14, , inventory (ATP) Cummulative ATP 14,134 14,135 14,459 41,194 41,465 Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2014 Tabel 4.21 MPS Produk TBK 250 ml March dan April 2014 Month March 2014 April 2014 Beginning Inventory = 2,983 Carryover in Month 27,663 Karton 41,161 Karton Available Capacity 162,663 Karton 176,161 Karton Week Forecast Month 121,502 Karton 126,290 Karton Forecast Week 30,375 30,376 30,375 30,375 31,572 31,572 31,573 31,572 Customer Order 30,375 30,376 30,375 30,375 31,572 31,572 31,573 31,572 Projected Available 25,108 17,232 39,357 44,163 42,591 63,519 31,946 44,164 Balances (PAB) MPS 52,500 22, ,163 30,000 52,500 43,790 Available to promise inventory (ATP) -5,268-13,143 9,000 12,591 11,019 31,946-1,888 Cummulative ATP 36,197 23,054 32,054 44,645 55,664 87,610 85,722 Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2014

48 99 Tabel 4.22 MPS Produk TBK 250 ml May dan June 2014 Month May 2014 June 2014 Beginning Inventory = 44,164 Carryover 49,871 Karton 30,663 Karton Available Capacity 214,871 Karton 195,663 Karton Week Forecast Month 184,208 Karton 195,663 Karton Forecast Week 46,052 46,052 46,052 46,052 48,916 48,916 48,915 48,916 Customer Order 46,052 46,052 46,052 46,052 48,916 48,916 48,915 48,916 Projected Available 50,612 57,060 63,508 44,164 47,748 51,332 54,917 44,164 Balances (PAB) MPS 52,500 52,500 52,500 26,708 52,500 52,500 52,500 38,163 Available to promise inventory (ATP) 4,560 11,008 17,456-4,752-1,168 2,417 6,001-5,249 Cummulative ATP 90, , , , , , , ,443 Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2014 Tabel 4.23 MPS Produk TBK 250 ml July dan August 2014 Month July 2014 August 2014 Beginning Inventory = 38,163 Available Capacity 197,651 Karton 188,326 Karton Week Forecast Month 197,651 Karton 188,326 Karton Forecast Week 49,413 49,413 49,413 49,412 47,081 47,082 47,081 47,081 Customer Order 49,413 49,413 49,413 49,412 47,081 47,082 47,081 47,081 Projected Available 47,251 50,338 53,425 44,164 49,583 55,001 38,746 44,165 Balances (PAB) MPS 52,500 52,500 52,500 40,151 52,500 52,500 30,826 52,500 Available to promise -2, ,013-2,917 2,501 7,920-8, inventory (ATP) Cummulative ATP 120, , , , , , , ,458 Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2014

49 100 Tabel 4.24 MPS Produk TBK 250 ml September dan October 2014 Month September 2014 October 2014 Beginning Inventory = 44,165 Available Capacity 180,380 Karton 157,500 Karton Week Forecast Month 180,380 Karton 153,462 Karton Forecast Week 45,095 45,095 45,095 45,095 38,366 38,365 38,365 38,365 Customer Order 45,095 45,095 45,095 45,095 38,366 38,365 38,365 38,365 Projected Available 51,570 6,475 13,880 21,285 35,419 49,554 11,189 25,324 Balances (PAB) MPS 52,500 52,500 52,500 52,500 52,500 52,500 Available to promise 6,475-31,215-17,081-2,946 11,189-14,809 inventory (ATP) Cummulative ATP 129,933 98,718 81,637 78,691 89,880 75,071 Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2014 Tabel 4.25 MPS Produk TBK 250 ml November dan December 2014 Month November 2014 Desember 2014 Beginning Inventory = 25,324 Available Capacity 165,000 Karton 181,351 Karton Week Forecast Month 160,532 Karton 181,351 Karton Forecast Week 40,133 40,133 40,133 40,133 45,337 45,338 45,338 45,338 Customer Order 40,133 40,133 40,133 40,133 45,337 45,338 45,338 45,338 Projected Available 37,691 50,058 29,425 29,792 36,955 44,117 51,279 29,791 Balances (PAB) MPS 52,500 52,500 19,500 40,500 52,500 52,500 52,500 23,850 Available to promise -2,442 9,925-10,708-15,545-8,383-1,221 5,941-21,488 inventory (ATP) Cummulative ATP 72,629 82,554 71,846 56,301 47,918 46,697 52,638 31,150 Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2014 Dari hasil analisa perencanaan produksi dengan menggunakan metode MPS untuk produk TBK 250 ml Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro dapat meminimalkan timbulnya biaya shortage sebesar Rp 164,784, dari adanya informasi yang diberikan pada cumulative ATP dan Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dapat memperoleh ending inventory sebanyak 31,150 karton produk TBK 250 ml di akhir periode 2014.

50 101 Untuk jumlah produksi pada tabel MPS tertera di atas, jumlah produksi merupakan dalam satuan karton yang artinya untuk satu karton terdapat 24 Pcs. Akan tetapi, untuk membuat suatu perencanaan produksi untuk dapur pemasakan produksi, satuan yang digunakan adalah dalam bentuk batch., yang artinya untuk untuk 1 hari produksi adalah 2.5 batch dengan 1 batch produksi di lini produksi Teh Botol Sosro kemasan kotak (TBK) terdapat 2,496 karton untuk TBK 200 ml dan 2,520 karton untuk TBK 250 ml. Maka hasil konversi dari data MPS ke dalam satuan batch tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 4.26 Konversi Batch Produksi TBK 200 ml Bulan MPS (Karton) Konversi (Batch) Produksi (Hari) January 65, February 130, March 130, April 130, May 130, June 155, July 163, August 157, September 161, October 165, November 145, December 179, Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2014 Berdasarkan tabel di atas dapat menjelaskan bahwa Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro dapat memproduksi sejumlah kuantitas produk untuk memenuhi pernintaan konsumennya dalam periode satu bulan dengan jumlah batch produksi yang tertera pada tabel 4.26 di atas. Sedangkan untuk konversi batch produksi dari data MPS pada produk TBK 250 ml dalam periode satu bulan dapat dilihat pada tabel 4.27 sebagai berikut:

51 102 Tabel 4.27 Konversi Batch Produksi TBK 200 ml Bulan MPS (Karton) Konversi (Batch) Produksi (Hari) January 66, February 135, March 135, April 135, May 165, June 165, July 197, August 188, September 180, October 157, November 165, December 181, Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2014 Berdasarkan tabel di atas dapat menjelaskan bahwa Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro dapat memproduksi sejumlah kuantitas produk untuk memenuhi pernintaan konsumen dalam periode satu bulan dengan jumlah batch produksi yang tertera pada tabel 4.27 di atas sehingga Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro dapat memperhitungkan optimalisasi pada proses produksinya mencapai efektivitas dalam proses produksinya dengan optimal biaya yang minimum dan kuantitas produk yang tepat.

Abstract. Keyword: Forecasting, Overstock, Shortage, Aggregate Planning, Mixed Strategy, Abstrak

Abstract. Keyword: Forecasting, Overstock, Shortage, Aggregate Planning, Mixed Strategy, Abstrak ANALISA PERMINTAAN UNTUK PERAMALAN DAN PERENCANAAN PRODUKSI YANG OPTIMAL (STUDI KASUS: PRODUK TEH BOTOL KOTAK 200 ML DAN 250 ML PADA KANTOR PABRIK PT. SINAR SOSRO CIBITUNG Sarry Arintika Restu Putri Jurusan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Industri manufaktur Indonesia saat ini semakin mengalami perkembangan yang sangat pesat dan persaingan yang ketat di industrinya untuk dapat mencapai loyalitas

Lebih terperinci

BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 1 BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Berdirinya Perusahaan PT. Sinar Sosro adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang minuman teh dalam kemasan. Perusahaan ini terletak di Jalan Raya Bekasi

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Metode yang digunakan oleh penulis dalam melakukan penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan teknik analisis wawancara dan observasi. Unit analisis

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Keluarga Sosrodjojo memulai usaha dengan menjual teh wangi pada tahun 1940 di Slawi, Jawa Tengah. Pada tahun 1965 keluarga Sosrodjojo melakukan ekspansi

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Pabrik yang dimiliki Keluarga Sosrodjojo ini memulai usaha dengan menjual teh wangi pada tahun 1940 di Slawi, Jawa Tengah. Pada tahun 1965 keluarga

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Cikal bakal PT. Sosro bermula dari usaha keluarga Sosrodjojo yang menjual teh wangi pada tahun 1940 di Kabupaten Slawi, Propinsi Jawa Tengah. Setelah

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1 Profil Perusahaan PT. LG Electronics Indonesia adalah perusahaan elektronik asal Korea Selatan yang menjadi salah satu bagian dari LG Group yang didirikan di Korea pada tahun

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Perusahaan minuman Sosro pada awalnya merupakan perusahaan keluarga yang didirikan oleh Bapak Sosrodjojo (alm) pada tahun 1940. Merek Sosro yang

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Perusahaan minuman Sosro pada awalnya merupakan perusahaan keluarga yang didirikan oleh Bapak Sosrodjojo (alm) pada tahun 1940. Merek Sosro yang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Industri manufaktur Indonesia saat ini semakin mengalami perkembangan yang sangat pesat dan persaingan yang ketat di industrinya untuk dapat mencapai loyalitas

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Kilas Sejarah PT. Sinar Sosro Mojokerto PT Sinar Sosro adalah perusahaan yang memproduksi teh manis dalam kemasan botol pertama di Indonesia. Semuanya dimulai pada tahun

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pertama di Indonesia. Nama Sosro diambil dari nama keluarga pendirinya yakni

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pertama di Indonesia. Nama Sosro diambil dari nama keluarga pendirinya yakni BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Bisnis Perusahaan Sosro merupakan pelopor produk teh siap minum dalam kemasan yang pertama di Indonesia. Nama Sosro diambil dari nama keluarga pendirinya yakni

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. baik dari sektor manufaktur dan jasa telah mengalami perubahan dan

BAB 1 PENDAHULUAN. baik dari sektor manufaktur dan jasa telah mengalami perubahan dan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam era globalisasi saat ini, perkembangan dalam dunia industri baik dari sektor manufaktur dan jasa telah mengalami perubahan dan perkembangan. Tiap perusahaan saling

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Cikal bakal PT. Sosro bermula dari usaha keluarga Sosrodjojo yang menjual teh wangi pada tahun 1940 di Kabupaten Slawi, Propinsi Jawa Tengah. Setelah

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN PT Sinar Sosro merupakan suatu perusahaan yang memproduksi minuman dalam kemasan botol. Adapun produk yang dihasilkan berupa teh botol sosro, fruit tea dan prim-a. Pada

Lebih terperinci

PROSES PENGOLAHAN MINUMAN TEH DI PT. SINAR SOSRO GRESIK LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN

PROSES PENGOLAHAN MINUMAN TEH DI PT. SINAR SOSRO GRESIK LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN PROSES PENGOLAHAN MINUMAN TEH DI PT. SINAR SOSRO GRESIK LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN OLEH : HELENA CLAUDIA (6103009011) MICHAEL RYANT (6103009018) HENNY (6103009098) PROGRAM STUDI TEKNOLOGI

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan 4.1.1 Profil PT. Sinar Perdana Ultra PT. Sinar Perdana Ultra (SPU) yang berdiri pada tahun 1990 pada mulanya adalah Home Industry dan mulai menjadi Perseroan

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Produk Yang Dihasilkan PT. Harapan Widyatama Pertiwi adalah perusahaan yang memproduksi pipa berdasarkan pesanan (make to order), tetapi ada pula beberapa produk yang diproduksi

Lebih terperinci

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH. Seiring dengan meningkatknya pangsa pasar, permintaan konsumen juga menjadi

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH. Seiring dengan meningkatknya pangsa pasar, permintaan konsumen juga menjadi BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi Seiring dengan meningkatknya pangsa pasar, permintaan konsumen juga menjadi semakin sulit untuk diperkirakan. Selama ini, manajer PT. Focus

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. SEJARAH PERUSAHAAN DAN PERKEMBANGANNYA

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. SEJARAH PERUSAHAAN DAN PERKEMBANGANNYA IV. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. SEJARAH PERUSAHAAN DAN PERKEMBANGANNYA SOSRO merupakan pelopor produk teh siap minum dalam kemasan yang pertama di Indonesia. Nama SOSRO diambil dari nama keluarga pendirinya

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN Lampiran 1 Daftar spesifikasi mesin produksi di PT. Sinar Sosro Bagian Water Treatment a. Sand Filter Tinggi Tangki : 180 cm Diameter Tangki : 81 cm Kapsitas Tangki : 3000 liter Isi Media Cara

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ( ICBP ) merupakan produsen berbagai produk konsumen bermerek yang mapan dan terkemuka dengan berbagai

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 32 BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Perencanaan Produksi Perencanaan produksi diperlukan karena didalam setiap unit produksi ada manusia, mesin, dan material yang dimanfaatkan sebaik baiknya,

Lebih terperinci

SEMINAR NASIONAL MESIN DAN INDUSTRI (SNMI6) 2010

SEMINAR NASIONAL MESIN DAN INDUSTRI (SNMI6) 2010 PENENTUAN JUMLAH TENAGA KERJA DAN ONGKOS PRODUKSI MINIMUM PADA PERUSAHAAN ABC Ahmad Staf Pengajar Program Studi Teknik Industri Universitas Tarumanagara, Jakarta e-mail: [email protected]

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1 Latar Belakang Perusahaan PT. Veneer Products Indonesia merupakan perusahaan furniture yang menyediakan furniture dari beberapa jenis kayu asli indonesia diantaranya kayu

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Penetapan Kriteria Optimasi Kriteria optimasi yang digunakan dalam menganalisis perencanaan agregat yang tepat pada PT Winkarya Bersaudara adalah sebagai berikut : 1. Perencanaan

Lebih terperinci

Company Profile PT. Sinar Sosro GEDUNG GRAHA SOSRO JL. SULTAN AGUNG KM 28 KELURAHAN MEDAN SATRIA BEKASI PHONE FAX.

Company Profile PT. Sinar Sosro GEDUNG GRAHA SOSRO JL. SULTAN AGUNG KM 28 KELURAHAN MEDAN SATRIA BEKASI PHONE FAX. Company Profile PT. Sinar Sosro GEDUNG GRAHA SOSRO JL. SULTAN AGUNG KM 28 KELURAHAN MEDAN SATRIA BEKASI 17132 PHONE. +6221-8840855 FAX. +6221-8843319 DAFTAR ISI Cover... v Inside Cover... vi Daftar Isi...

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. fleksibilitas dalam supply chain mereka. Pada prinsipnya manajemen supply chain adalah

BAB 1 PENDAHULUAN. fleksibilitas dalam supply chain mereka. Pada prinsipnya manajemen supply chain adalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam menghadapi kompetisi bisnis, diperlukan kemampuan untuk mengakomodasikan ketidakpastian internal maupun eksternal dalam mengambil keputusan. Ketidakpastian

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

IV. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN IV. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. SEJARAH UMUM PERUSAHAAN Sosro merupakan pelopor produk teh siap minum dalam kemasan yang pertama di Indonesia. Nama Sosro diambil dari nama keluarga pendirinya yaitu Sosrodjojo.

Lebih terperinci

Bab 5-6. Perencanaan Kapasitas

Bab 5-6. Perencanaan Kapasitas Bab 5-6 Perencanaan Kapasitas Capacity Planning Menetapkan tingkat keseluruhan sumber daya produktif Mempengaruhi respon lead time, biaya & daya saing Menentukan kapan dan berapa banyak untuk meningkatkan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Perusahaan minuman Sosro pada awalnya merupakan perusahaan keluarga yang didirikan oleh Bapak Sosrodjojo (alm) pada tahun 1940. Merek Sosro yang

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI Proses produksi PT Amanah Prima Indonesia dimulai dari adanya permintaan dari konsumen melalui Departemen Pemasaran yang dicatat sebagai pesanan dan

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4. 1. Pengumpulan Data 4. 1. 1. Logo Perusahaan Gambar 4.1 Logo PT. SINAR SOSRO INDONESIA TEKNIK INDSUTRI Page 1 4. 1. 2. Profile Perusahaan Nama Perusahaan Alamat

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 19 3.1 Diagram Alir Penelitian BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN MULAI Pengajuan Surat Survei PT. Bangkit Sukses Mandiri (BSM) Diterima? Tidak Ya Observasi Perusahaan Wawancara dengan Direktur PT. BSM Pengamatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Gambaran Umum Objek Penelitian Profil Singkat Perusahaan

BAB I PENDAHULUAN Gambaran Umum Objek Penelitian Profil Singkat Perusahaan BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1. Profil Singkat Perusahaan PT. Sinar Sosro merupakan perusahaan minuman teh dalam kemasan botol yang pertama di Indonesia. Perusahaan ini pertama

Lebih terperinci

Lampiran 1. Mesin dan Peralatan. - Mesin. - Bagian Water Treatment. a. Sand Filter. Diameter Tangki : 81 cm

Lampiran 1. Mesin dan Peralatan. - Mesin. - Bagian Water Treatment. a. Sand Filter. Diameter Tangki : 81 cm Lampiran 1 Mesin dan Peralatan - Mesin - Bagian Water Treatment a. Sand Filter Tinggi Tangki : 180 cm Diameter Tangki : 81 cm Isi Media : Pasir kuarsa : Untuk menyaring material berat dari air sumur :

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Penetapan Kriteria Optimasi Kriteria optimasi yang digunakan dalam menganalisis perencanaan agregat yang tepat pada PT Veneer Products Indonesia adalah sebagai berikut : 1.

Lebih terperinci

Hasil Peramalan dengan Menggunakan Software Minitab

Hasil Peramalan dengan Menggunakan Software Minitab 71 Lampiran 1. Hasil Peramalan dengan Menggunakan Software Minitab Moving Average Data C1 Length 12 NMissing 0 Moving Average Length 4 Accuracy Measures MAPE 25 MAD 54372 MSD 4819232571 Time C1 MA Predict

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan PT. Kurnia Aneka Gemilang berdiri sejak tahun 1969, dengan nama UD. Kurnia. Perusahaan ini menjalankan usaha yang bergerak dibidang produksi sirup

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Sinar Sanata Electronic Industry merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi bola lampu untuk kebutuhan rumah tangga (merk Dai-ichi)

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Lampiran 1 Data Pendukung dari PT. Sebastian Citra Indonesia. Data Penjualan Roti O Outlet Stasuin Kota Jakarta Tahun 2012

LAMPIRAN. Lampiran 1 Data Pendukung dari PT. Sebastian Citra Indonesia. Data Penjualan Roti O Outlet Stasuin Kota Jakarta Tahun 2012 L1 LAMPIRAN Lampiran 1 Data Pendukung dari PT. Sebastian Citra Indonesia Data Penjualan Roti O Outlet Stasuin Kota Jakarta Tahun 2012 Bulan Penjualan Mei 1.826 Juni 6.089 Juli 5.268 Agustus 5.083 September

Lebih terperinci

DESAIN KEMASAN. (tampak depan) (tampak belakang) APPENDIX A. Gambar I. Desain Kemasan Outer Gambar II. Desain Kemasan Outer

DESAIN KEMASAN. (tampak depan) (tampak belakang) APPENDIX A. Gambar I. Desain Kemasan Outer Gambar II. Desain Kemasan Outer APPENDIX A DESAIN KEMASAN Gambar I. Desain Kemasan Outer Gambar II. Desain Kemasan Outer (tampak depan) (tampak belakang) 56 57 Gambar III. Desain Kemasan Inner Gambar III. Desain Kemasan Inner (tampak

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Penetapan Kriteria Optimasi Kriteria optimasi yang digunakan dalam menganalisis perencanaan agregat yang tepat pada PT. LG Electronics adalah sebagai berikut : 1. Peramalan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 METODE PEMECAHAN MASALAH BAB 3 METODE PEMECAHAN MASALAH 3.1 Kerangka Pikir Pemecahan Masalah Adapun kerangka pemikiran pemecahan masalah dalam bentuk diagram, adalah sebagai berikut: Gambar 3.1 Flow Diagram Kerangka Pikir Pemecahan

Lebih terperinci

Perencanaan Produksi Kotak Karton Tipe PB/GL pada PT.Guru Indonesia Ciracas, Jakarta Timur dengan Metode Transportasi.

Perencanaan Produksi Kotak Karton Tipe PB/GL pada PT.Guru Indonesia Ciracas, Jakarta Timur dengan Metode Transportasi. Perencanaan Produksi Kotak Karton Tipe PB/GL pada PT.Guru Indonesia Ciracas, Jakarta Timur dengan Metode Transportasi. Ariyanto Fakultas Teknologi Industri Jurusan Teknik Industri Universitas Gunadarma

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara pengamatan dari dokumen perusahaan. Data yang di perlukan meliputi data penjualan produk Jamur Shiitake,

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan teknik analisa berupa wawancara, analisa dokumentasi dan observasi langsung.

Lebih terperinci

BAB 3 Metode Penelitian

BAB 3 Metode Penelitian BAB 3 Metode Penelitian 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi Kriteria optimasi yang digunakan dalam menganalisis kebutuhan konsumen pada PT. Aneka Indofoil terkait dengan jumlah persediaan adalah sebagai berikut:

Lebih terperinci

PROSES PEMBUATAN TEH BOTOL KOTAK DAN FRUIT TEA DI PT. SINAR SOSRO KPB GRESIK LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN

PROSES PEMBUATAN TEH BOTOL KOTAK DAN FRUIT TEA DI PT. SINAR SOSRO KPB GRESIK LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN PROSES PEMBUATAN TEH BOTOL KOTAK DAN FRUIT TEA DI PT. SINAR SOSRO KPB GRESIK LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN OLEH: LYDIA TANSIL SETIAWAN 6103008111 MELISA KRESTANTINI 6103008121 PROGRAM

Lebih terperinci

ANALISIS PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BBM PADA SPBU PT. MANASRI USMAN *)

ANALISIS PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BBM PADA SPBU PT. MANASRI USMAN *) ANALISIS PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BBM PADA SPBU PT. MANASRI USMAN *) Jonathan Binus University, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Medan Sumber Alam Semesta yang disingkat dengan PT. MSAS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pendistribusian produk minuman. Tahun 1948

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. diajukan. Sugiyono (2014:2) mengatakan bahwa: secara umum metode. adalah penelitian secara deskriptif dan komparatif.

BAB III METODE PENELITIAN. diajukan. Sugiyono (2014:2) mengatakan bahwa: secara umum metode. adalah penelitian secara deskriptif dan komparatif. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian yang digunakan Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara utama yang digunakan peneliti untuk mencapai tujuan dan menentukan jawaban atas masalah yang

Lebih terperinci

ANALYSIS OF THE AGGREGATE PLANNING TO MINIMIZE THE PRODUCTION COST AT PT.ANELA

ANALYSIS OF THE AGGREGATE PLANNING TO MINIMIZE THE PRODUCTION COST AT PT.ANELA ANALYSIS OF THE AGGREGATE PLANNING TO MINIMIZE THE PRODUCTION COST AT PT.ANELA Hasbi Nuradli 1501176076 Abstract The rapid growth of seafood industry has lead to fierce competition. PT. Anela is one of

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Industri makanan dan minuman merupakan sektor strategis yang akan

BAB I PENDAHULUAN. Industri makanan dan minuman merupakan sektor strategis yang akan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri makanan dan minuman merupakan sektor strategis yang akan terus tumbuh. Segmen yang menjanjikan yaitu pasar minuman ringan. Pasar minuman ringan di Indonesia

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Pembentukan perusahaan Sosro tidak lepas dari sejarah terciptanya Teh Botol yang diciptakan oleh keluarga Sosrodjojo. Tahun 1940, Keluarga Sosrodjojo

Lebih terperinci

ABSTRACT. Key words: production, aggregate planning, cost efficiency. vii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Key words: production, aggregate planning, cost efficiency. vii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT P.T Senayan Sandang Makmur is a company engaged in the manufacturing industry. In the course of its operations, the company is always striving to achieve its objectives, namely to meet consumer

Lebih terperinci

Bab 3 Metodologi Penelitian

Bab 3 Metodologi Penelitian Bab 3 Metodologi Penelitian 3.1. Flowchart Pemecahan Masalah Flowchart pemecahan masalah merupakan tahapan-tahapan yang dilakukan pada saat melakukan penelitian. Dimulai dari tahap observasi di PT. Agronesia

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. PT. Sebastian Citra Indonesia merupakan salah satu produsen frozen dough

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. PT. Sebastian Citra Indonesia merupakan salah satu produsen frozen dough BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan 4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan PT. Sebastian Citra Indonesia merupakan salah satu produsen frozen dough yang di supply ke outlet-outlet dengan brand

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan harus melakukan perbaikan secara continuous untuk menjaga

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan harus melakukan perbaikan secara continuous untuk menjaga BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dengan semakin meningkatnya persaingan pada bidang manufaktur, maka perusahaan harus melakukan perbaikan secara continuous untuk menjaga kestabilan perusahaan dalam

Lebih terperinci

BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA

BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA 69 BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Data Penjualan Pipa PVC Pada bab ini ditampilkan data-data penjualan pipa PVC yang diambil pada saat pengamatan dilakukan. Data yang ditampilkan

Lebih terperinci

BAB III PERAMALAN. Praktikum Sistem Produksi ATA 2014/2015

BAB III PERAMALAN. Praktikum Sistem Produksi ATA 2014/2015 BAB III PERAMALAN 3.1 Landasan Teori Peramalan merupakan suatu bentuk usaha untuk meramalkan keadaan di masa mendatang melalui pengujian keadaan di masa lalu. Esensi peramalan adalah perkiraan peristiwa-peristiwa

Lebih terperinci

V. ANALISA DAN PEMBAHASAN. A. Analisa Penentuan Pemesanan Biro Fajar Antang. sehingga mengakibatkan timbulnya return yang masih tinggi.

V. ANALISA DAN PEMBAHASAN. A. Analisa Penentuan Pemesanan Biro Fajar Antang. sehingga mengakibatkan timbulnya return yang masih tinggi. 77 V. ANALISA DAN PEMBAHASAN A. Analisa Penentuan Pemesanan Biro Fajar Antang Dari hasil wawancara dengan manager Sirkulasi dan pimpinan Biro Fajar Antang, selama ini Biro Fajar Antang melakukan pemesanan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN V-29 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Sinar Utama Nusantara (PT. SUN) merupakan perusahaan yang berlokasi di jalan Batang kuis Km 3,8 Desa Telaga Sari, Tanjung Morawa yang didirikan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. PT. Federal Karyatama adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang

BAB 1 PENDAHULUAN. PT. Federal Karyatama adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT. Federal Karyatama adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur yang menghasilkan pelumas (oli). PT. Federal Karyatama berusaha untuk tepat

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS. Tabel 5.1. Kesalahan Estimasi Peramalan Metode Linear Regression

BAB V ANALISIS. Tabel 5.1. Kesalahan Estimasi Peramalan Metode Linear Regression BAB V ANALISIS 5.1. Analisis Peramalan Peramalan merupakan suatu cara untuk memperkirakan permasalahan dimasa yang akan datang berdasarkan pada data penjualan masa lalu. Dari bulan januari 2010 sampai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memproduksi produk hilir, yaitu kopi bubuk. Produksi utama dari Pabrik

BAB I PENDAHULUAN. memproduksi produk hilir, yaitu kopi bubuk. Produksi utama dari Pabrik BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Pabrik Kopi Banaran merupakan unit usaha dari PT. Perkebunan Nusantara IX yang mengolah kopi basah menjadi kopi kering serta memproduksi produk hilir, yaitu kopi bubuk.

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB III TINJAUAN PUSTAKA BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 Teori Dunia industri biasanya tak lepas dari suatu peramalan, hal ini disebabkan bahwa peramalan dapat memprediksi kejadian di masa yang akan datang untuk mengambil keputusan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pilihan lainnya. Oleh karena itu konsumen sering menghadapi kebingungan untuk

BAB I PENDAHULUAN. pilihan lainnya. Oleh karena itu konsumen sering menghadapi kebingungan untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Minat beli merupakan sesuatu yang berhubungan dengan rencana konsumen untuk membeli produk tertentu, serta berapa banyak unit produk yang dibutuhkan pada periode tertentu.

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Produksi Proses Produksi

HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Produksi Proses Produksi HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Produksi Proses Produksi Proses produksi adalah suatu rangkaian operasi yang dilalui bahan baku baik secara fisik maupun kimia untuk meningkatkan nilai tambah dan nilai jualnya.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini industri lampu listrik di Indonesia semakin meningkat. Lampu memiliki peran yang penting dalam mendukung kegiatan sehari-hari, baik siang hari maupun malam

Lebih terperinci

PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU KEMASAN MINUMAN RINGAN UNTUK MEMINIMUMKAN BIAYA PERSEDIAAN. Mila Faila Sufa 1*, Rizky Novitasari 2

PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU KEMASAN MINUMAN RINGAN UNTUK MEMINIMUMKAN BIAYA PERSEDIAAN. Mila Faila Sufa 1*, Rizky Novitasari 2 PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU KEMASAN MINUMAN RINGAN UNTUK MEMINIMUMKAN BIAYA PERSEDIAAN Mila Faila Sufa 1*, Rizky Novitasari 2 1,2 Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Malang, Mei Penyusun

KATA PENGANTAR. Malang, Mei Penyusun KATA PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia-nya penyusun dapat menyelesaikan laporan Kuliah Kerja Nyata - Praktik (KKN-P) ini dengan baik. Laporan KKN-P

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penciptaan atau pembuatan barang, jasa, atau kombinasinya, melalui transformasi

BAB I PENDAHULUAN. penciptaan atau pembuatan barang, jasa, atau kombinasinya, melalui transformasi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Manajemen operasi merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan penciptaan atau pembuatan barang, jasa, atau kombinasinya, melalui transformasi sumber

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. sarung tangan kain dan sarung tangan karet.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. sarung tangan kain dan sarung tangan karet. BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan Perusahaan PT. Delijaya Global Perkasa merupakan perusahaan bisnis keluarga yang bergerak dibidang industry sarung tangan. Perusahaan ini menghasilkan produk

Lebih terperinci

Riza Umami *), Achmad Syaichu **)

Riza Umami *), Achmad Syaichu **) PENERAPAN METODE SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) UNTUK MENGOPTIMALKAN SALURAN DISTRIBUSI PRODUK PADA PT. BHAKTI IKHSANI PERDANA TANJUNGANOM - NGANJUK - JAWA TIMUR Riza Umami *), Achmad Syaichu **) ABSTRAK

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sinar Sosro divisi distribusi kantor penjualan wilayah cabang Daan

BAB III METODE PENELITIAN. Sinar Sosro divisi distribusi kantor penjualan wilayah cabang Daan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Gambar Umum Perusahaan 3.1.1 Lokasi Penelitian Dalam rangka penulisan skripsi ini, penulis menjadikan PT. Sinar Sosro divisi distribusi kantor penjualan wilayah cabang Daan

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.. Plotting Data Bahan baku komponen yang dipakai untuk membuat panel listrik jumlahnya cukup banyak dan beragam untuk masing-masing panel listrik yang dibuat. Jadi, penggunaan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. usaha. Kegiatan memproduksi barang dan jasa merupakan ciri khas dari adanya

BAB 1 PENDAHULUAN. usaha. Kegiatan memproduksi barang dan jasa merupakan ciri khas dari adanya BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perindustrian merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam dunia bisnis dan usaha. Kegiatan memproduksi barang dan jasa merupakan ciri khas dari adanya kegiatan ekonomi,

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. perusahaan jasa boga dan perusahaan pertanian maupun peternakan.

I. PENDAHULUAN. perusahaan jasa boga dan perusahaan pertanian maupun peternakan. I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi saat ini bisnis di Indonesia berkembang dengan pesat. Setiap perusahaan berlomba-lomba untuk menemukan sebuah solusi yang tepat agar dapat bertahan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Zaman Industri di Indonesia pada saat ini berkembang cukup pesat. Bermacam macam industri banyak yang tumbuh berkembang sehingga mengakibatkan semakin banyaknya pesaing

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat ini terjadi perkembangan dan perubahan zaman yang cepat menyebabkan persaingan antar industri semakin kuat. Kebutuhan manusia sebagai konsumen pun harus disesuaikan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. dalam bidang industri pengolahan minyak goreng. Perusahaan Permata Hijau

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. dalam bidang industri pengolahan minyak goreng. Perusahaan Permata Hijau BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Perusahaan Permata Hijau Group (PHG) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pengolahan minyak goreng. Perusahaan Permata Hijau Group

Lebih terperinci

Abstract. Keywords : fluctuating demand, aggregate planning, strategy. Universitas Kristen Maranatha

Abstract. Keywords : fluctuating demand, aggregate planning, strategy. Universitas Kristen Maranatha Abstract Setia Bakery Company is a private company engaged in the field of home industry. The type of products manufactured and sales are fresh bread. Increasing number of companies engaged in the food

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. beralamat di Jalan Pandega Marta, Ring Road utara, Kentungan, Sleman, Kafe Zarazara didirikan pada tanggal 7 Juni tahun 2014, oleh

BAB IV PEMBAHASAN. beralamat di Jalan Pandega Marta, Ring Road utara, Kentungan, Sleman, Kafe Zarazara didirikan pada tanggal 7 Juni tahun 2014, oleh BAB IV PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Usaha 1. Sejarah Singkat Perusahaan Kafe Zarazara adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kuliner dengan fokus produk es krim dan merupakan pelopor dari produk

Lebih terperinci

PT Karya Murni Perkasa didirikan pada tanggal 4 Februari 1978 dengan. nama CV. Karya Murni Perkasa yang berlokasi di jalan Sei Musi NO.

PT Karya Murni Perkasa didirikan pada tanggal 4 Februari 1978 dengan. nama CV. Karya Murni Perkasa yang berlokasi di jalan Sei Musi NO. 2.1 Sejarah Perusahaan PT Karya Murni Perkasa didirikan pada tanggal 4 Februari 1978 dengan nama CV. Karya Murni Perkasa yang berlokasi di jalan Sei Musi NO. 21 A dengan pendirian dihadapan Notaris Walter

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Metode Penelitian Metode penelitian yang akan dilakukan di dalam penelitian ini yaitu dengan metode deskriptif eksploratif. Penelitian deskriptif eksploratif adalah

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1. Pengumpulan Data 4.1.1. Sejarah Perusahaan CV. Mitra Abadi Teknik merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang perancangan dan manufaktur untuk peralatan

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 PEMBAGIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

LAMPIRAN 1 PEMBAGIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB LAMPIRAN 1 PEMBAGIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB 1. General Manager Menentukan dan merumuskan kegiatan utama dalam perusahaan untuk pencapaian tujuan umum perusahaan. Mengkoordinir dan mengawasi tugas-tugas

Lebih terperinci

ANALISIS PERAMALAN PENJUALAN UNTUK MENGOPTIMUMKAN PESANAN DAN PERSEDIAAN BARANG PADA CV. GARUDA LANGIT BERLIAN

ANALISIS PERAMALAN PENJUALAN UNTUK MENGOPTIMUMKAN PESANAN DAN PERSEDIAAN BARANG PADA CV. GARUDA LANGIT BERLIAN ANALISIS PERAMALAN PENJUALAN UNTUK MENGOPTIMUMKAN PESANAN DAN PERSEDIAAN BARANG PADA CV. GARUDA LANGIT BERLIAN Aldi Firmansyah Universitas Bina Nusantara, Jl. KH. Syahdan No. 9, Palmerah, Jakarta Barat

Lebih terperinci

PERAMALAN (FORECASTING) #2

PERAMALAN (FORECASTING) #2 #4 - Peramalan (Forecasting) #2 1 PERAMALAN (FORECASTING) #2 EMA302 Manajemen Operasional Model Trend Linear Multiplicative 2 Kecenderungan (trend). Komponen musiman (seasonal): rasio untuk model trend.

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1 Flowchart Metodologi Pemecahan Masalah Gambar 3.1 di bawah ini merupakan alur dari metodologi penelitian dan pemecahan masalah produksi webbing setengah jadi pada

Lebih terperinci

BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA

BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Sejarah perusahaan 4.1.1 Sejarah Singkat Berdiri PT. Inti Pantja Press Industri merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam group Astra Motor

Lebih terperinci

Lampiran 1. Deskripsi Produk-produk PT Sinar Sosro

Lampiran 1. Deskripsi Produk-produk PT Sinar Sosro LAMPIRAN 90 Lampiran 1. Deskripsi Produk-produk PT Sinar Sosro No. Jenis Produk Deskripsi Produk Gambar Produk 1 Teh Botol Kotak Minuman berbahan dasar teh wangi (teh hijau dicampur dengan melati/gambir)

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 88 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Perusahaan PT. FEDERAL KARYATAMA (PT. FKT) adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi oli pelumas, dan memulai usaha pada tahun 1989. PT. FKT pada saat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Manajemen operasi merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan penciptaan atau pembuatan barang, jasa, atau kombinasinya, melalui transformasi dari masukan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Sinar Sanata Electronic Industry merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi bola lampu untuk kebutuhan rumah tangga (merk Dai-ichi)

Lebih terperinci

PERAMALAN PRODUKSI PRODUK BATEEQ MENGGUNAKAN METODE MOVING AVERAGE DAN EXPONENTIAL SMOOTHING PADA PT. EFRATA RETAILINDO SUKOHARJO

PERAMALAN PRODUKSI PRODUK BATEEQ MENGGUNAKAN METODE MOVING AVERAGE DAN EXPONENTIAL SMOOTHING PADA PT. EFRATA RETAILINDO SUKOHARJO PERAMALAN PRODUKSI PRODUK BATEEQ MENGGUNAKAN METODE MOVING AVERAGE DAN EXPONENTIAL SMOOTHING PADA PT. EFRATA RETAILINDO SUKOHARJO TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Syarat-syarat Mencapai Sebutan Ahli

Lebih terperinci