PROFIL DINAS KESEHATAN
|
|
|
- Ratna Rachman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PROFIL DINAS KESEHATAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN DHARMASRAYA
2 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT, atas anugerah, rahmat dan karunia-nya akhirnya profil Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya selesai di susun. Profil kesehatan ini disusun dan diterbitkan berdasarkan petunjuk teknis penyusunan profil kesehatan kabupaten/kota. Profil Kesehatan Kabupaten Dharmasraya tahun 2014 ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan Kabupaten Dharmasraya dan untuk mengadakan evaluasi program pembangunan kesehatan di Kabupaten Dharmasraya, serta untuk peningkatan kinerja bidang kesehatan pada masa yang akan datang. Dalam penyusunan Profil ini banyak pihak telah membantu dalam pengumpulan data baik UPTD Dinas Kesehatan, bidang-bidang di Dinas Kesehatan, RSUD Sungai Dareh, unit kesehatan lainnya serta lintas sektor terkait. Oleh karena itu kami sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu dalam penyusunan profil kesehatan ini. Kami menyadari penyusunan profil ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun, ide-ide inovatif demi penyempurnaan profil ini menjadi lebih baik di masa mendatang. Dharmasraya, Maret 2015 TIM PENYUSUN
3 SAMBUTAN KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN DHARMASRAYA Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Puji syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa karena atas rahmat dan hidayah- Nya, Profil Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 telah selesai disusun. Profil Kesehatan merupakan salah satu produk informasi kesehatan yang diterbitkan secara berkala setiap tahun, guna memberikan data infomasi tentang kegiatan dan pencapaian program pembangunan kesehatan, serta hambatan dan permasalahan yang terjadi dan dievaluasi berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan dalam rangka pengambilan keputusan berdasarkan fakta (Evidence Based Decision Making). Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu dalam penyusunan profil kesehatan ini. Kami menyadari penyusunan profil ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun, ide-ide inovatif demi penyempurnaan profil ini menjadi lebih baik pada periode selanjutnya, dan semoga profil ini berguna untuk semua pihak demi terwujudnya Masyarakat Dharmasraya Berperilaku Sehat dan Pelayanan Berkualitas serta Berkeadilan Tahun Sungai Dareh, Maret 2015 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya drg. Hj. ERINA, MKM NIP
4 DAFTAR GAMBAR Halaman BAB II. GAMBARAN UMUM GAMBAR 2.1 Peta Kabupaten Dharmasraya... 8
5 DAFTAR GRAFIK Halaman BAB II. GAMBARAN UMUM GRAFIK 2.1 Piramida Penduduk Kabupaten Dharmasraya tahun BAB III. SITUASI DERAJAT KESEHATAN GRAFIK 3.1 Jumlah Kematian Bayi (per 1000 kelahiran) Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012 s/d GRAFIK 3.2 Jumlah Kematian AKABA Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan GRAFIK 3.3 Jumlah Kematian Ibu Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan GRAFIK 3.4 Jumlah Kasus Diare Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan GRAFIK 3.5 Jumlah Kasus DBD Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan GRAFIK 3.6 Jumlah Kasus Malaria Positif Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan GRAFIK 3.7 Penyebaran Filariasis Kabupaten Dharmasraya Tahun GRAFIK 3.8 Cakupan Bayi dengan BBLR Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan BAB IV. SITUASI DERAJAT KESEHATAN GRAFIK 4.1 Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 & GRAFIK 4.2 Persentase cakupan imunisasi TT Ibu Hamil Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 & GRAFIK 4.3 Persentase Ibu Hamil yang Mendapat Tablet Fe Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 & GRAFIK 4.4 Persentase Bumil & Neonatal Resti/Komplikasi yang di Tangani Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan GRAFIK 4.5 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Bayi, Anak Balita dan Balita Kabupaten Dharmasraya Tahun GRAFIK 4.6 Cakupan Kunjungan Neonatus Kabupaten Dharmasraya Tahun 2011, 2012, 2013 dan GRAFIK 4.7 Persentase Desa UCI Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan GRAFIK 4.8 Persentase Bayi ASI Eksklusif Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan
6 GRAFIK 4.9 Jumlah Balita Gizi Buruk yang ditemukan dan yang mendapat Perawatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan GRAFIK 4.10 Persentase Cakupan Kesehatan Usila Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan GRAFIK 4.11 Jumlah tempat tempat umum yang ada dan yang Memenuhi syarat Kabupaten Dharmasraya Tahun BAB V. SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN GRAFIK 5.1 Jarak tempuh Puskesmas ke RSUD Kabupaten Dharmasraya Tahun
7 DAFTAR TABEL Halaman BAB II. GAMBARAN UMUM TABEL 2.1 Wilayah Kabupaten Dharmasraya per Kecamatan serta jumlah Nagari dan Jorong tahun BAB IV. SITUASI DERAJAT KESEHATAN TABEL 4.1 Persentase Cakupan K1-K4 Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 & TABEL 4.2 Persentase Pelayanan Ibu Nifas Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 & TABEL 4.3 Persentase Peserta KB Baru dan Aktif Kabupaten Dharmasraya Tahun TABEL 4.4 Cakupan Imunisasi Bayi Kabupaten Dharmasraya Tahun TABEL 4.5 Indikator Pelayanan Rumah Sakit Di Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan BAB V. SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN TABEL 5.1 Sarana pelayanan kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun TABEL 5.2 Distribusi Tenaga Medis Kabupaten Dharmasraya Tahun TABEL 5.3 Distribusi Tenaga Keperawatan dan Bidan Kabupaten Dharmasraya Tahun
8 DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 LAMPIRAN 4 LAMPIRAN 5 LAMPIRAN 6 LAMPIRAN 7 LAMPIRAN 8 LAMPIRAN 9 LAMPIRAN 10 LAMPIRAN 11 LAMPIRAN 12 LAMPIRAN 13 LAMPIRAN 14 TABEL 1. LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN TABEL 2. JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR TABEL 3. PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIPEROLEH MENURUT JENIS KELAMIN TABEL 4. JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 5. JUMLAH KEMATIAN NEONATAL, BAYI DAN BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 6. JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS TABEL 7. KASUS BARU TB BTA+, SELURUH KASUS TB, KASUS PADA TB ANAK, DAN CASE NOTIFICATION RATE (CNR) PER PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 8. JUMLAH KASUS DAN ANGKA PENEMUAN KASUS TB PARU BTA+ MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS TABEL 9. ANGKA KESEMBUHAN DAN PENGOBATAN LENGKAP TB PARU BTA+ SERTA KEBERHASILAN PENGOBATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS TABEL 10. PENEMUAN KASUS PNEUMONIA BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 11. JUMLAH KASUS HIV, AIDS, DAN SYIPHILIS MENURUT JENIS KELAMIN TABEL 12. PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV MENURUT JENIS KELAMIN TABEL 13. KASUS DIARE YANG DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS TABEL 14. JUMLAH KASUS BARU KUSTA MENURUT JENIS
9 LAMPIRAN 15 LAMPIRAN 16 LAMPIRAN 17 LAMPIRAN 18 LAMPIRAN 19 LAMPIRAN 20 LAMPIRAN 21 LAMPIRAN 22 LAMPIRAN 23 LAMPIRAN 24 LAMPIRAN 25 LAMPIRAN 26 LAMPIRAN 27 LAMPIRAN 28 KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS TABEL 15. KASUS BARU KUSTA 0-14 TAHUN DAN CACAT TINGKAT 2 MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS TABEL 16. JUMLAH KASUS DAN PREVALENSI PENYAKIT KUSTA MENURUT TIPE/JENIS, JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 17. PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT (RELEASE FROM TREATMENT/RFT) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 18. JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 19. JUMLAH KASUS YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 20. JUMLAH KASUS YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS Lanjutan TABEL 21. JUMLAH KASUS DEMAM BERDARAH (DBD) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS TABEL 22. KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT MALARIA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKEMAS TABEL 23. PENDERITA FILARIASIS DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 24. PENGUKURAN TEKANAN DARAH PENDUDUK 18 TAHUN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 25. PEMERIKSAAN OBESITAS MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 26. CAKUPAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE IVA DAN KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN KLINIS (CBE) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 27. JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT JENIS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) TABEL 28. KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI DESA/KELURAHAN YANG DITANGANI < 24 JAM
10 LAMPIRAN 29 LAMPIRAN 30 LAMPIRAN 31 LAMPIRAN 32 LAMPIRAN 33 LAMPIRAN 34 LAMPIRAN 35 LAMPIRAN 36 LAMPIRAN 37 LAMPIRAN 38 LAMPIRAN 39 LAMPIRAN 40 LAMPIRAN 41 LAMPIRAN 42 LAMPIRAN 43 TABEL 29. CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL, PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN, DAN PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 30. PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 31. PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA WANITA USIA SUBUR MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 32. JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN TABLET FE1 DAN FE3 MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 33. JUMLAH DAN PERSENTASE PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN DAN KOMPLIKASI NEONATAL MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 34. PROPORSI PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 35. PROPORSI PESERTA KB BARU MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 36. JUMLAH PESERTA KB BARU DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 37. BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 38. CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATAL MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 39. JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 40. CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 41. CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCI MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 42. CAKUPAN IMUNISASI, HEPATITIS B < 7 HARI DAN BCG PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 43. CAKUPAN IMUNISASI, DPT-HB3/DPT-HB-Hib3, POLIO, CAMPAK DAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS
11 LAMPIRAN 44 LAMPIRAN 45 TABEL 44. CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BAYI, ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 45. JUMLAH ANAK 0-23 BULAN DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS LAMPIRAN 46 LAMPIRAN 47 LAMPIRAN 48 LAMPIRAN 49 LAMPIRAN 50 LAMPIRAN 51 LAMPIRAN 52 LAMPIRAN 53 LAMPIRAN 54 LAMPIRAN 55 LAMPIRAN 56 LAMPIRAN 57 LAMPIRAN 58 TABEL 46. CAKUPAN PELAYANAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 47. JUMLAH BALITA DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 48. CAKUPAN KASUS BALITA GIZI BURUK YANG MENDAPAT PERAWATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 49. CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) SISWA SD DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 50. PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 51. PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 52. CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 53. CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN MENURUT JENIS JAMINAN DAN JENIS KELAMIN TABEL 54. JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN, RAWAT INAP DAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN TABEL 55. ANGKA KEMATIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT TABEL 56. INDIKATOR KINERJA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT TABEL 57. PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 58. PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
12 LAMPIRAN 59 LAMPIRAN 60 LAMPIRAN 61 LAMPIRAN 62 LAMPIRAN 63 LAMPIRAN 64 LAMPIRAN 65 LAMPIRAN 66 LAMPIRAN 67 LAMPIRAN 68 LAMPIRAN 69 LAMPIRAN 70 LAMPIRAN 71 LAMPIRAN 72 LAMPIRAN 73 LAMPIRAN 74 TABEL 59. PENDUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM BERKUALITAS (LAYAK) MENURUT KECAMATAN, DAN PUSKESMAS TABEL 60. PERSENTASE KUALITAS AIR MINUM DI PENYELENGGARA AIR MINUM YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN TABEL 61. PENDUDUK DENGAN AKSES TERHADAP FASILITAS SANITASI YANG LAYAK (JAMBAN SEHAT) MENURUT JENIS JAMBAN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 62. DESA YANG MELAKSANAKAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT TABEL 63. PERSENTASE TEMPAT TEMPAT UMUM MEMENUHI SYARAT KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 64. TEMPAT PENGELOLAAN MAKAN (TPM) MENURUT STATUS HIGIENE SANITASI TABEL 65. TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN DIBINA DAN DIUJI PETIK TABEL 66. PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN TABEL 67. JUMLAH SARANA KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN TABEL 68. PERSENTASE SARANA KESEHATAN (RUMAH SAKIT) DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT ( GADAR) LEVEL 1 TABEL 69. JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA, KECAMATAN DAN PUSKESMAS TABEL 70. JUMLAH UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) MENURUT KECAMATAN TABEL 71. JUMLAH DESA SIAGA MENURUT KECAMATAN TABEL 72. JUMLAH TENAGA MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN TABEL 73. JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DIFASILITAS KESEHATAN TABEL 74. JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DIFASILITAS KESEHATAN
13 LAMPIRAN 75 LAMPIRAN 76 LAMPIRAN 77 LAMPIRAN 78 LAMPIRAN 79 LAMPIRAN 80 LAMPIRAN 81 TABEL 75. JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DIFASILITAS KESEHATAN TABEL 76. JUMLAH TENAGA GIZI DIFASILITAS KESEHATAN TABEL 77. JUMLAH TENAGA KETERAPIAN FISIK DIFASILITAS KESEHATAN TABEL 78. JUMLAH TENAGA KETEKNISIAN MEDIS DIFASILITAS KESEHATAN TABEL 79. JUMLAH TENAGA KESEHATAN LAIN DIFASILITAS KESEHATAN TABEL 80. JUMLAH TENAGA NON KESEHATAN DIFASILITAS KESEHATAN TABEL 81. ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA
14 DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... i SAMBUTAN KEPALA DINAS KESEHATAN... ii DAFTAR GAMBAR... iii DAFTAR GRAFIK... iv DAFTAR TABEL... vi DAFTAR LAMPIRAN... vii DAFTAR ISI... xiii BAB I. PENDAHULUAN... 1 BAB II. GAMBARAN UMUM Visi dan Misi Kabupaten Dharmasraya Visi dan Misi Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Keadaan Geografis Keadaan Demografis Keadaan Pendidikan... 9 BAB III. SITUASI DERAJAT KESEHATAN Mortalitas (Angka Kematian) Angka Kematian Bayi Angka Kematian Anak Balita (AKABA) Jumlah Kematian Ibu Morbiditas (Angka Kesakitan) Prevalensi Tuberculosis dan Angka Penemuan Kasus TB Paru BTA Persentase Balita dengan Pneumonia Ditangani Persentase HIV/AIDS Ditangani... 17
15 Kasus Diare Ditangani Kasus Kusta Jumlah Kasus Penyakit Menular yang Dapat di Cegah dengan Imunisasi (PD3I) Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) Per Penduduk Angka Kesakitan Malaria Per 1000 Penduduk Dan Angka Kematian Malaria Kasus Penyakit Filariasis Ditangani Status Gizi Persentase Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Jumlah Balita dengan Gizi Buruk dan Yang Mendapat Perawatan BAB IV. SITUASI UPAYA KESEHATAN Pelayanan Kesehatan Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K1 dan K Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan Cakupan Pelayanan Nifas Persentase Cakupan Imunisasi TT Ibu Hamil Persentase Ibu Hamil yang Mendapat Tablet Fe Cakupan Komplikasi Kebidanan dan Neonatal yang Ditangani Cakupan Pemberian Vitamin A pada Bayi Anak Balita, dan Balita Persentase Peserta KB Aktif dan Baru Menurut Jenis Kontrasepsi Cakupan Kunjungan Neonatus... 37
16 Cakupan Kunjungan Bayi Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) Persentase Cakupan Imunisasi Bayi Persentase Bayi yang Mendapat ASI Eksklusif Jumlah Balita Ditimbang Cakupan Pelayanan Balita dan Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan Cakupan Penjaringan dan Pelayanan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat Cakupan Pelayanan Kesehatan Usila Cakupan Pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang harus Diberikan Pelayanan Kesehatan (RS) di Kabupaten Desa/Kelurahan Terkena KLB yang Ditangani <24 jam, Jumlah Penderita dan Kematian KLB Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak SD dan Setingkat Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar Jumlah Kunjungan Rawat Jalan, Rawat Inap dan Gangguan Jiwa di Sarana Pelayanan Kesehatan Angka Kematian Pasien dan Indikator Kinerja Pelayanan di Rumah Sakit... 46
17 4.3. Perilaku Hidup Masyarakat Persentase Rumah Tangga Ber-PHBS Keadaan Lingkungan BAB V. SITUASI SUMBERDAYA KESEHATAN Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan dan Sarana Pelayanan Kesehatan yang Memiliki Kemampuan Labkes Serta 4 Spesialis Dasar Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) Tenaga Kesehatan Pembiayaan Kesehatan BAB VI. PENUTUP... 59
18 BAB I PENDAHULUAN Profil Kesehatan Kabupaten Dharmasraya adalah gambaran situasi kesehatan di Kabupaten Dharmasraya yang diterbitkan setiap tahun sekali. Maksud diterbitkannya profil ini adalah untuk menampilkan berbagai data tentang kesehatan dan data pendukung lain yang dideskripsikan dengan analisis dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Sedangkan tujuan yang ingin dicapai adalah tersampaikannya informasi kesehatan yang merupakan pencapaian Pembangunan Kesehatan Tahun Sejak terbitnya instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional, perjalanan sosialisasi dan advokasi yang mendorong pelaksanaan pengarusutamaan gender dalam pembangunan yang diterjemahkan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan sangat dinamis. Mulai dari upaya pengintegrasian pengarusutamaan gender dalam dokumen perencanaan sampai gender budget statement (Pernyataan Anggaran Responsif Gender). Upaya-upaya tersebut utamanya dalam rangka mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender. Pengarusutamaan gender adalah salah satu strategi pembangunan yang dilakukan untuk mencapai kesetaraan gender melalui pengintegrasian permasalahan, aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan perempuan dan laki-laki harus dimasukan ke dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dari seluruh kebijakan, program, proyek dan kegiatan diberbagai bidang kehidupan dan pembangunan. Profil Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 disusun secara sistematis mengikuti petunjuk teknis penyusunan profil kesehatan kabupaten/kota
19 tahun 2013 edisi revisi 2014 yang diterbitkan oleh Pusat Data dan Informasi Departemen Kesehatan RI tahun Sistimatika penyajian profil kesehatan Kabupaten Dharmasraya tahun 2014 ini adalah sebagai berikut : Bab I Pendahuluan Bab ini Berisi penjelasan tentang maksud dan tujuan profil kesehatan serta sistematika dari penyajiannya. Bab II Gambaran Umum dan Perilaku Penduduk Bab ini menyajikan tentang gambaran umum Kabupaten/kota. Selain uraian tentang letak geografis, administratif, dan informasi umum lainnya, bab ini juga mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan meliputi kependudukan, ekonomi, pendidikan, sosial budaya, perilaku dan lingkungan. Bab III Situasi Derajat Kesehatan Bab ini berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian, angka kesakitan, dan angka status gizi masyarakat. Bab IV Situasi Upaya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan dan penunjang, pemberantasan penyakit menular, pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar, perbaikan gizi masyarakat, pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan, pelayanan kesehatan dalam situasi bencana. Upaya pelayanan kesehatan yang diuraikan dalam bab ini juga mengakomodir indikator kinerja Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan serta upaya pelayanan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh kabupaten/kota. Bab V Situasi Sumber Daya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan, tenaga kesehatan, pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya.
20 Bab VI Kesimpulan Bab ini diisi dengan sajian tentang hal-hal penting yang perlu disimak dan ditelaah lebih lanjut dari Profil Kesehatan Kabupaten/kota ditahun yang bersangkutan. Selain keberhasilan-keberhasilan yang perlu dicatat, hal ini juga mengemukakan hal-hal yang dianggap masih kurang dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Lampiran Pada lampiran ini berisi tabel resume/angka pencapaian kabupaten/kota dan 81 tabel data kesehatan dan yang terkait kesehatan yang responsif gender.
21 BAB II GAMBARAN UMUM Kabupaten Dharmasraya merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, yang dibentuk berdasarkan UU No. 38 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman Barat yang diresmikan pada tanggal 7 Januari Dharmasraya merupakan kabupaten yang sedang membangun dengan masalah kependudukan yang cukup serius dengan tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi dan persebaran penduduk yang tidak merata. Jumlah penduduk bukan hanya merupakan modal bagi suatu daerah, tetapi juga akan merupakan beban dalam pembangunan Visi dan Misi Kabupaten Dharmasraya A. Visi Mewujudkan masyarakat Dharmasraya yang beriman, sehat, cerdas, aman, berbudaya, adil dan sejahtera pada tahun 2015 (Dharmasraya Bersemi 2015) B. Misi 1. Meningkatkan tata pemerintahan yang responsif, akuntabilitas, transparansi, parsipatif dan profesional. 2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang handal dan mampu menguasai ilmu dan teknologi berdasarkan iman dan taqwa. 3. Penguatan daya saing perekonomian dan percepatan pertumbuhan ekonomi terutama bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan kehutan menuju agroindustri dan agrobisnis. 4. Meningkatkan pelayanan publik terhadap masyarakat.
22 5. Pengembangan pariwisata yang berbasis historis, kultural dan agamis 6. Mewujudkan pemerataan pembangunan dalam segala bidang Visi dan Misi Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya A. Visi Terwujudnya Masyarakat Dharmasraya Berperilaku Sehat dan Pelayanan Berkualitas serta Berkeadilan tahun 2015 B. Misi 1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat dan kemitraan 2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan bermutu, merata dan berkeadilan 3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan 4. Menyelenggarakan manajemen lembaga kesehatan yang responsif, akuntabilitas, transparansi, parsipatif dan profesional C. Tujuan Terselenggaranya pembangunan kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya. D. Fungsi 1. Perumusan kebijakan teknis kesehatan, pengelolaan, pembinaan teknnis kesehatan dan pemberian bimbingan serta perizinan sesuai denga kebijakan yang telah ditetapkan oleh Bupati. 2. Pengawasan dan pengendalian pembangunan bidang kesehatan 3. Pengelolaan upaya kesehatan
23 4. Pelaksanaan ketatausahaan dinas kesehatan 5. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh pemerintah pusat dan provinsi sesuai dengan bidang tugas kesehatan 2.3. Keadaan Geografis Kabupaten Dharmasraya merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Sumatera Barat yang cukup potensial serta letaknya yang cukup strategis di segitiga emas di perbatasan tiga Provinsi yakni Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Riau dan Provinsi Jambi. Kondisi seperti ini memungkinkan Kabupaten Dharmasraya untuk cepat berkembang, baik pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sosial, ekonomi dan budaya. Kabupaten Dharmasraya berada pada posisi 0 47' 7 LS-1 41' 56 LS & 101 9' 21 BT ' 27 BT dengan luas Kabupaten Dharmasraya Km² yang berbatasan dengan : - Sebelah Utara dengan Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau - Sebelah Selatan dengan Kabupaten Bungo dan Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi - Sebelah Timur dengan Kabupaten Bungo dan Tebo Provinsi Jambi - Sebelah Barat dengan Kabupaten Solok dan Solok Selatan. Kabupaten Dharmasraya berada pada ketinggian dari permukaan laut antara 82 meter sampai 1525 meter dengan suhu berkisar antara C. Sebagian besar penggunaan lahan di Kab. Dharmasraya adalah sektor pertanian hingga mencapai 85,66%.
24 Tabel 2.1. Wilayah Kabupaten Dharmasraya per Kecamatan serta jumlah Nagari dan Jorong tahun 2014 No Kecamatan Nagari Jorong 1 Pulau Punjung IX Koto Timpeh Sitiung Koto Baru Padang Laweh Koto Salak Sungai Rumbai Asam Jujuhan Tiumang Koto Besar Sumber : BPS, Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014
25 Gambar 2.1. Peta Kabupaten Dharmasraya Sumber : BPS, Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun Keadaan Demografis Penduduk Kabupaten Dharmasraya berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil berjumlah jiwa, terdiri dari jiwa laki-laki dan jiwa perempuan dengan kk. Jumlah kepadatan 67 penduduk per Km² yang tersebar di 11 kecamatan, jumlah penduduk dengan usia produktif berjumlah jiwa, usila atau usia yang tidak produktif lagi berjumlah jiwa. Penyebaran jumlah penduduk di Kabupaten Dharmasraya terbesar terdapat di Kecamatan Pulau punjung dengan jumlah jiwa diikuti kecamatan Koto baru dengan jumlah jiwa dan Kecamatan Sitiung jiwa, namun jika dilihat dari kepadatan penduduk per kilometer maka Kecamatan Sungai Rumbai merupakan kecamatan terpadat dengan luas 47,6 Km 2 penduduk per kilometernya
26 berjumlah 412 jiwa dan kecamatan terpadat kedua adalah Kecamatan Sitiung luas 87,7 Km 2 penduduk per kilometernya berjumlah 265 jiwa. Grafik 2.1. Piramida Penduduk Kabupaten Dharmasraya tahun 2014 Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Dharmasraya Tahun Keadaan Pendidikan Jumlah sekolah di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2014 untuk jenjang SD tercatat 153 unit, SMP sederajat 49 unit, SMA sederajat 28 unit dan Universitas 2 unit. Persentase melek huruf penduduk Kabupaten Dharmasraya tahun 2014 usia >10 tahun adalah 96,75%, sedangkan persentase ijazah tertinggi yang ditamatkan adalah 32,63% tamatan SD, 22,13% tamatan SMP, 18,54% tamatan SMA dan sederajat, 2,25% tamatan diploma serta 3,58% sarjana. Penduduk usia >10 tahun di Kab. Dharmasraya yang tidak memiliki ijazah berjumlah jiwa (21,79%).
27 BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN 3.1. Mortalitas (Angka Kematian) Gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari kejadian kematian dalam masyarakat dari waktu ke waktu. Di samping itu kejadian kematian juga dapat digunakan sebagai indikator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dan program pembangunan kesehatan lainnya. Peristiwa kematian pada dasarnya merupakan proses akumulasi akhir dari berbagai penyebab kematian langsung maupun tidak langsung. Secara umum kejadian kematian pada manusia berhubungan erat dengan permasalahan kesehatan sebagai akibat dari gangguan penyakit atau akibat dari proses interaksi berbagai faktor yang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama mengakibatkan kematian dalam masyarakat. Angka kematian pada umumnya dapat dihitung dengan melakukan berbagai survey dan penelitian. Perkembangan tingkat kematian dan penyakit-penyakit penyebab utama kematian yang terjadi pada periode terakhir akan diuraikan di bawah ini Angka Kematian Bayi Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate) adalah banyaknya bayi yang meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun per 1000 kelahiran hidup pada tahun yang sama. Pentingnya mengetahui angka kematian bayi (AKB) adalah untuk mengetahui gambaran tingkat permasalahan kesehatan masyarakat. Hal ini desebabkan oleh faktor-faktor yang berkaitan dengan kematian bayi antara lain tingkat pelayanan ante
28 natal, status gizi ibu hamil, tingkat keberhasilan program KIA-KB, serta lingkungan dan sosial ekonomi. Grafik 3.1. Jumlah Kematian Bayi (per 1000 kelahiran) Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012 s/d 2014 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Jumlah kelahiran hidup pada tahun 2012 sebesar dengan bayi mati berjumlah 41 dan angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup berjumlah 9.8, tahun 2013 jumlah kelahiran hidup orang dengan jumlah bayi mati sebanyak 60 orang dan angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup berjumlah 10.5 dan pada tahun 2014 jumlah kelahiran hidup sebanyak 3.841, kematian bayi berjumlah 30 orang dan angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup berjumlah 9.5. Dari keterangan diatas, pada tahun 2014 merupakan jumlah tertinggi kelahiran hidup di Kab. Dharmasraya selama kurun waktu tiga tahun terakhir namun angka kematian bayi tertinggi terjadi pada tahun Hal ini menunjukkan adanya peningkatan tingkat keberhasilan program KIA-KB di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2014, tapi khususnya Kecamatan IX Koto dengan kematian bayi berjumlah 6 orang dan Kecamatan Koto Besar kematian bayi berjumlah 5 orang masih perlu
29 ditingkat pelayanan ante natal dan status gizi ibu hamil guna menekatn tingkat kematian bayi di daerah tersebut Angka Kematian Anak Balita (AKABA) Angka Kematiana Anak Balita (AKABA) merupakan jumlah anak yang meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun, yang dinyatakan dengan angka kematian anak balita per kelahiran hidup. AKABA menggambarkan peluang terjadinya kematian pada fase antara kelahiran dan sebelum umur 5 tahun. Manfaat dari indikator ini terkait langsung dengan target kelangsungan hidup anak dan merefleksikan kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan anak-anak bertempat tinggal termasuk pemeliharaan kesehatannya. Millenium Development Goals (MDGs) menetapkan nilai normatif AKABA, yaitu sangat tinggi dengan nilai >140, tinggi dengan nilai , sedang dengan nilai dan rendah dengan nilai < 20. Grafik 3.2. Jumlah Kematian AKABA Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dari grafik diatas dapat dilihat Angka Kematian Anak Balita (AKABA) di Kab. Dharmasraya pada 3 (tiga) tahun terakhir adalah pada tahun 2012 berjumlah 4 orang dengan angka kematian anak balita per kelahiran hidup 1,3 dan pada tahun 2013 berjumlah 9 orang dengan angka kematian anak balita per 1.000
30 kelahiran hidup 2 dan pada tahun 2014 berjumlah 10 orang dengan angka kematian anak balita per kelahiran hidup 3. Jika dilihat pada nilai normatif yang ditetapkan dalam MDGs, AKABA pada 3 (tiga) tahun terakhir di Kab. Dharmasraya dikategorikan rendah yaitu <20 namun terjadi trend peningkatan selama tiga tahun terakhir. Kematian anak balita salah satunya merupakan representasi dari status gizi dan lingkungan yang kurang bersih, oleh sebab itu perlu peningkatan pengetahuan ibu tentang faktor-faktor penyebab kematian anak balita dan peningkatan asupan gizi anak balita serta kebersihan lingkungan guna menekan angka kematian anak balita yang disebabkan oleh Diare. Jumlah kematian anak balita tertinggi terdapat di Kecamatan Koto Baru dan Kecamatan sitiung dengan jumlah kematian 2 anak balita Jumlah Kematian Ibu Jumlah Kematian Ibu atau juga disebut Angka Kematian Ibu (AKI) juga menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat. AKI menggambarkan jumlah wanita yang meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilan per kelahiran hidup. AKI juga dapat digunakan dalam pemantauan kematian terkait dengan kehamilan. Indikator ini dipengaruhi status kesehatan secara umum, pendidikan dan pelayanan selama kehamilan dan melahirkan. Angka Kematian Ibu (AKI) Kabupaten Dharmasraya per kelahiran hidup selama 3 (Tiga) tahun terakhir mengalami peningkatan, ini dapat dilihat dari grafik dibawah ini.
31 Grafik 3.3. Jumlah Kematian Ibu Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir jumlah kematian ibu terus meningkat di Kab. Dharmasraya. Dari grafik diatas jumlah kematian ibu pada tahun 2012 berjumlah 7 orang dengan angka kematian ibu per kelahiran hidup berjumlah 231.3, tahun 2013 berjumlah 10 orang dengan angka kematian ibu per kelahiran hidup 266 dan 2014 berjumlah 11 orang dengan angka kematian ibu per kelahiran hidup berjumlah 286. Tahun 2014 merupakan jumlah tertinggi angka kematian ibu jika dibandingkan 2 tahun terakhir, dan seluruh kematian ibu pada tahun 2014 terjadi pada proses persalinan dengan rentang umur antara 20 sampai dengan 34 tahun. Penyebab terjadinya kematian ibu antara lain disebabkan oleh Pendarahan dan eklampsi, hal ini dapat disimpulkan kualitas Antenatal Care (ANC) di Kabupaten Dharmasraya masih sangat rendah Morbiditas (Angka Kesakitan) Morbiditas adalah derajat sakit, cedera atau gangguan pada suatu populasi yang merupakan suatu penyimpangan dari status sehat dan sejahtera atau
32 keberadaan dari suatu kondisi sakit, biasanya dinyatakan dalam angka prevalensi atau insidensi yang umum. Angka kesakitan penduduk Kabupaten Dharmasraya diperoleh dari masyarakat (community based data) melalui studi morbiditas, dan hasil pengumpulan data dari Dinas kesehatan serta dari sarana pelayanan kesehatan (facility based data) yang diperoleh melalui sistem pencatatan dan pelaporan Prevalensi Tuberkulosis dan Angka penemuan kasus TB Paru BTA + Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Penyakit TB Paru menurut Millenium Development Goals (MDGs) sebagai suatu penyakit yang menjadi target untuk diturunkan, selain malaria dan HIV/AIDS. Pada level nasional,berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini, diantaranya melalui program Directly Observed Treatment Shortcourse Chemoterapy (DOTS). Selain menyerang paru, Tuberculosis dapat menyerang organ lain (extra pulmonary TB). Jumlah penemuan kasus baru TB BTA+ pada tahun 2012 berjumlah 156 kasus dengan angka penemuan kasus per penduduk 76,2 tahun 2013 angka penemuan kasus 141 kasus dengan angka penemuan kasus per penduduk 68,83 sedangkan pada tahun 2014 berjumlah 135 kasus dengan angka penemuan kasus per penduduk 67,68. Angka kesembuhan kasus TB BTA+ pada tahun 2013 berjumlah 93,21% dengan jumlah pengobatan lengkap 4 kasus (2,47%), serta keberhasilan pengobatan (success rate) 95,68%. sedangkan pada tahun 2014 Angka
33 kesembuhan kasus TB BTA+ 92,52% dengan jumlah pengobatan lengkap 9 kasus (6,12%), serta keberhasilan pengobatan (success rate) 98,64% namun pada tahun 2014 terdapat kematian selama pengobatan sebanyak 1 orang Persentase balita dengan Pneumonia ditangani Persentase balita dengan pneumonia ditangani merupakan panemuan dan tatalaksana penderita pneumonia yang mendapat anti biotik sesuai standar di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu. Jumlah perkiraan kasus pneumonia pada balita merupakan 10% dari jumlah balita yang ada pada kurun waktu yang sama. Jumlah penemuan kasus pneumonia pada balita yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar di Kabupaten Dharmasraya pada 3 (tiga) tahun terakhir berjumlah 273 kasus (15.7%) dari jumlah perkiraan penderita pneumonia pada tahun 2012 yaitu penderita, 240 kasus (13,8%) dari jumlah perkiraan penderita pneumonia pada tahun 2013 yaitu penderita, sedangkan pada tahun 2014 berjumlah 293 kasus (14.9) dari jumlah perkiraan penderita pneumonia yaitu penderita Persentase HIV/AIDS ditangani HIV/AIDS disebabkan oleh infeksi virus Human Immunodeficiency Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan penderita mengalami penurunan ketahanan tubuh sehingga sangat mudah untuk terinfeksi berbagai macam penyakit lain. Penyakit ini ditularkan melalui cairan tubuh penderita yang terjadi melalui proses hubungan seksual, transfuse darah, penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi secara bergantian, dan penularan dari ibu ke anak dalam kandungan melalui plasenta dan kegiatan menyusui.
34 Secara Nasional perkembangan penyakit HIV/AIDS terus menunjukkan peningkatan, meskipun berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan terus dilakukan. Pada tahun 2010 dan 2011, terdapat peningkatan jumlah kasus dari 1 kasus menjadi 4 kasus pada tahun 2011 namun pada tahun 2012 dan 2013 tidak ditemukan kasus baik di Puskesmas maupun di unit transfusi darah. Pada tahun 2014, perkembangan penyakit HIV/AIDS khususnya di Kabupaten Dharmasraya sangat memprihatinkan jika dibandingkan pada empat tahun terakhir. Jumlah penderita HIV sebanyak 13 kasus, AIDS 12 kasus dengan 1 kematian. Jika dilihat dari kelompok umur, penderita HIV terbanyak pada umur tahun sedangkan pada penderita AIDS terbanyak pada kelompok umur tahun. Dalam hal ini, untuk menekan angka penderita HIV/AIDS dikabupaten Dharmasraya antara lain adalah merubah stigma dan perlakuan diskriminatif masyarakat dan petugas kesehatan kepada ODHA agar partisipasi aktif populasi berisiko mau melakukan pemeriksaan dan pengobatan terkait HIV-AIDS serta Menyebarluaskan pengetahuan komprehensif promosi, pencegahan, pengobatan dan rehabilitasi melalui distribusi dan ketersediaan informasi, edukasi dan konseling yang bermutu terutama penguatan substansi pesan tentang cara akurat mencegah penularan HIV/AIDS Kasus diare ditangani Diare adalah penyakit dimana penderita mengalami buang air besar yang sering dengan kandungan air yang berlebihan. Penderita diare di Kabupaten Dharmasraya setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Menurut laporan dari bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya menunjukkan bahwa penderita diare yang tertangani berjumlah (69,3%) dari perkiraan kasus pada tahun 2012, terjadi penurunan dengan jumlah kasus yang ditangani berjumlah 2.008
35 (45,8%) dari perkiraan kasus pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 penderita diare berjumlah (87,6%) dari perkiraan kasus. Data ini dapat dilihat pada grafik 3.4. dibawah ini. Grafik 3.4. Jumlah Kasus Diare Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Namun demikian hal ini belum dapat menggambarkan prevalensi keseluruhan dari penyakit diare karena banyak dari kasus tersebut yang tidak terdata oleh sarana pelayanan kesehatan (pengobatan sendiri atau pengobatan di praktek swasta) Kasus Kusta Pada tahun 2012 jumlah kasus baru kusta yang tercatat berjumlah 5 kasus dengan angka penemuan kasus baru per penduduk berjumlah 2.44, tahun 2013, jumlah kasus kusta sebanyak 4 kasus dengan angka penemuan kasus baru per penduduk berjumlah 1.95 sedangkan pada tahun 2014 jumlah kasus baru kusta yang tercatat berjumlah 6 kasus dengan angka penemuan kasus baru per penduduk berjumlah 3.01.
36 Pada tahun 2013, penderita kusta PB berjumlah 2 orang sedangkan penderita kusta MB berjumlah 6 orang. Angka prevalensi penyakit kusta per penduduk berjumlah 0,4 sedangkan pada tahun 2014 penderita kusta PB berjumlah 1 orang sedangkan penderita kusta MB berjumlah 5 orang. Angka prevalensi penyakit kusta per penduduk berjumlah 0,3. Penderita kusta yang selesai berobat adalah penderita kusta yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu, pada tahun 2014 tidak ada penderita kusta yang selesai berobat Jumlah kasus penyakit menular yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I) PD3I merupakan singkatan dari : Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi. Program imunisasi dasar merupakan salah satu upaya untuk memutus mata rantai PD3I dan melindungi semua bayi terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Tahun 2013 di Kabupaten Dharmasraya ditemukan kasus campak yang tersebar di wilayah kerja puskesmas yang antara lain puskesmas Sialang berjumlah 1, Puskesmas Sungai Dareh 1, Puskesmas Koto Baru 3 dan Puskesmas Sungai Rumbai 1 kasus, sehingga total kasus campak pada tahun 2013 di Kabupaten Dharmasraya 6 kasus tanpa ada penderita yang meninggal dunia. Tahun 2014 ditemukan kasus pertusis dan campak diwilayah kerja puskesmas Koto Baru Angka kesakitan demam berdarah dengue (DBD) per penduduk Penderita DBD mengalami demam tinggi mendadak, selama 2-7 hari, tandatanda pendarahan dari atau pembesaran hati, serta pemeriksaan labor positif DBD. Penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) telah menyebar luas keseluruh wilayah provinsi dan Kabupaten/kota.
37 Pada 2 tahun terakhir di Kabupaten Dharmasraya terjadi peningkatan kasus DBD, tahun 2012 berjumlah 22 per penduduk dengan 45 kasus yang ditemukan dan meninggal 1 orang di Kecamatan Padang Laweh, tahun 2013 berjumlah 53,2 per penduduk dengan 109 kasus yang ditemukan dan meninggal 1 orang di Kecamatan Koto besar dan pada tahun 2014 terjadi penurunan jumlah kasus yaitu berjumlah 17,5 per penduduk dengan 35 kasus yang ditemukan dan tidak ada penderita DBD yang meninggal. Data ini dapat dilihat dari grafik dibawah ini. Grafik 3.5. Jumlah Kasus DBD Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun Angka kesakitan malaria per 1000 penduduk dan Angka Kematian Malaria Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang upaya pengendaliannya menjadi komitmen global dalam Millenium Development Goals (MDGs). Malaria disebabkan oleh hewan bersel satu (protozoa) Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Wilayah endemis malaria pada
38 umumnya adalah desa-desa terpencil dengan kondisi lingkungan yang tidak baik, sarana transportasi yang sulit, akses pelayanan kurang, tingkat pendidikan dan sosial ekonomi masyarakat yang rendah serta buruknya perilaku masyarakat terhadap kebiasaan hidup sehat. Ditjen PP & PL Kementrian Kesehatan telah menetapkan stratifikasi endemis malaria suatu wilayah di Indonesia menjadi 4 strata yaitu : 1. Endemis Tinggi bila API > 5 per 1000 penduduk 2. Endemis Sedang bila API berkisar antara 1 - < 5 per 1000 penduduk 3. Endemis Rendah bila API 0-1 per 1000 penduduk 4. Non Endemis adalah daerah yang tidak terdapat penularan malaria. Jumlah kasus malaria di Kabupaten Dharmasraya pada 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat dari grafik 3.6. Grafik 3.6. Jumlah Kasus Malaria Positif Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Berdasarkan grafik diatas pada tahun 2012 jumlah kasus malaria berjumlah 103 kasus, tahun 2013 meningkat menjadi 230 kasus sedangkan pada tahun 2014 menurun menjadi 64 kasus.
39 Pada tahun 2014 jumlah penduduk yang berisiko berjumlah orang,hal ini menunjukan angka Annual Paracite Incidence (API) per 1000 penduduk yang berisiko menunjukan angka 0,32. Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2012 API Kabupaten Dharmasraya berjumlah 0.6 per 1000 penduduk yang berarti berada pada stratifikasi endemis rendah, namun pada tahun 2013 API Kabupaten Dharmasraya meningkat dari tahun sebelumnya menjadi 1,12 dan berada pada strata Endemis sedang, dan pada tahun 2014 menurun kembali menjadi 0.3 per 1000 penduduk yang berarti di tahun 2014 Kabupaten Dharmasraya berada pada strata endemis rendah. Berdasarkan laporan bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Sampai dengan bulan Desember tahun 2014 tidak ada kasus malaria yang menyebabkan kematian Kasus penyakit filariasis ditangani Program eliminasi filariasis dilaksanakan atas dasar kesepakatan Global WHO tahun 2000 yaitu The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as Public Healt Problem The Year Filariasis (penyakit kaki gajah) tetap merupakan masalah kesehatan masyarakat. Dampak dari serangan penyakit ini adalah menurunkan derajat kesehatan masyarakat karena menurunnya daya kerja dan produktivitas serta timbulnya cacat anggota tubuh yang permanen. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, beberapa diketahui berperan sebagai vektor Filariasis antara lain Mansonia, Anopheles dan Culex. Sampai saat ini di Indonesia telah ditemukan 3 species cacing filaria, yaitu Wucherecia bancrofti, Brugia Malayi dan Brugia Timori. Di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2012 kasus filariasis berjumlah 7 orang, yang tersebar di 4 kecamatan yaitu pada Kecamatan IX Koto 2 orang, Pulau
40 Punjung 2 orang, Koto Baru 2 orang dan pada Kecamatan Koto Besar 1 orang dan pada tahun 2013 tidak ditemukan kasus filariasis. Sedangkan pada tahun 2014 ditemukan 4 kasus baru penderita filariasis yang antara lain ditemukan di kecamatan pulau punjung 1 kasus, dan pada kecamatan tiumang 3 kasus. Jumlah seluruh kasus filariasis di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2014 berjumlah 9 kasus. Berdasarkan hal di atas, penyebaran kasus filariasis di kabupaten dapat dilihat dari grafik dibawah ini. Grafik 3.7. Penyebaran Filariasis Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Sumber : Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014
41 3.3. Status Gizi Status gizi seseorang sangat erat kaitannya dengan permasalahan kesehatan secara umum. Status gizi masyarakat dapat diukur melalui indikator-indikator, antara lain Bayi dengan Berat Lahir Rendah (BBLR) dan status gizi balita Persentase Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Grafik 3.8. Cakupan Bayi dengan BBLR Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dari grafik di atas terlihat gambaran bayi dengan BBLR di Kabupaten Dharmasaya tahun 2012 persentase bayi dengan BBLR berjumlah 3.6% dari jumlah bayi lahir hidup yang ditimbang tahun 2013 terjadi penurunan persentase bayi dengan BBLR menjadi 2,6% dan pada tahun 2014 terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya menjadi 2,7%. Walaupun terjadi penurunan bayi dengan BBLR di tiga tahun terakhir, namun peningkatan asupan gizi pada ibu hamil harus terus ditingkatkan.
42 Jumlah Balita dengan Gizi Buruk dan yang mendapat perawatan Cakupan penimbangan balita di Posyandu merupakan indikator yang berkaitan dengan cakupan pelayanan gizi pada balita. Berdasarkan laporan dari bidang Kesga Kabupaten Dharmasraya tahun 2013 Jumlah kasus balita gizi buruk yang ditemukan berjumlah 53 orang dan yang mendapat perawatan berjumlah 53 orang. Pada tahun 2014 jumlah kasus balita gizi buruk yang ditemukan berjumlah 53 orang dan yang mendapat perawatan berjumlah 53 orang, penemuan gizi buruk tertinggi terdapat di Kecamatan timpeh dengan 13 kasus. Hal ini, pengetahuan kader serta pemahaman keluarga dan masyarakat akan manfaat posyandu harus ditingkatkan.
43 BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN Secara umum upaya kesehatan terdiri atas dua unsur utama, yaitu upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan. Upaya kesehatan masyarakat adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah, atau masyarakat serta swasta untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan. Upaya kesehatan perorangan adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah, atau masyarakat serta swasta untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta pencegahan dan menyembuhkan penyakit serta pemulihan kesehatan perorangan. Berikut diuraikan situasi upaya kesehatan masyarakat di Kabupaten Dharmasraya Pelayanan Kesehatan Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K-1 dan K4 Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama masa kehamilan, sedangkan tenaga kesehatan yang berkompeten memberikan pelayanan antenatal kepada ibu hamil antara lain dokter spesialis kebidanan, dokter, bidan dan perawat. Hasil pencapaian program pelayanan kesehatan ibu hamil dapat dinilai dengan menggunakan indikator cakupan K1 dan K4. K1 dihitung dengan membagi jumlah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal pertama kali oleh tenaga kesehatan dengan jumlah sasaran ibu hamil yang ada dan K4 dihitung dengan membagi jumlah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal minimal 4 kali
44 sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan dengan jumlah sasaran ibu hamil yang ada. Puskesmas Tabel 4.1. Persentase Cakupan K1-K4 Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 & 2014 Cakupan KI Cakupan K Silago ,6 89, ,0 72,0 Sialang ,7 108, ,8 87,5 Sungai Dareh ,2 99, ,8 87,3 Sitiung I ,1 79, ,8 72,1 Gunung Medan , ,0 87,4 Timpeh ,7 93, ,8 87,8 Padang Laweh ,8 95, ,8 76,8 Koto Baru ,2 99, ,6 72,1 Sitiung II ,4 85, ,5 68,8 Koto Besar ,4 99, ,1 80,7 Sungai Rumbai ,5 102, ,7 95,1 Sungai Limau ,6 95, ,2 75,5 Tiumang - 74,8 83,7-76,7 73,3 Kabupaten ,2 95, ,4 80,1 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dari tabel diatas dapat dilihat cakupan K1 dan K4 terus menurun, tahun 2012 cakupan K1 berjumlah 98.0%, tahun 2013 menurun menjadi 97,2%, dan pada tahun 2014 kembali menurun menjadi 95,9%. Sedangkan pada cakupan K4 pada tahun 2012 cakupan K4 berjumlah 83.1%, tahun 2013 menurun menjadi 81.4% dan tahun 2014 kembali menurun menjadi 80,1%. Khusus untuk Puskesmas Tiumang, 2012 tidak ada data, hal ini disebabkan Puskesmas Tiumang mulai beroperasional pada tahun 2013.
45 Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Periode persalinan merupakan periode yang berkontribusi besar terhadap angka kematian ibu di Indonesia. Dalam target MDGs, salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan ibu adalah menurunkan angka kematian ibu menjadi 102 per kelahiran hidup pada tahun Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah pelayanan persalinan yang aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi kebidanan. Pada grafik berikut dapat dilihat persentase jumlah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan selama 3 (tiga) tahun terakhir. Grafik 4.1. Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 & 2014 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dari grafik diatas memperlihatkan cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2013 cenderung menurun. Pada tahun 2014 cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di Kabupaten Dharmasraya meningkat mencapai 87.5% namun belum mencapai target yaitu 90%.
46 Cakupan Pelayanan Nifas Pelayanan ibu nifas adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari pasca persalinan oleh tenaga kesehatan. Persentase pelayanan ibu nifas di Kabupaten Dharmasraya 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 4.2. Persentase Pelayanan Ibu Nifas Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 & 2014 Puskesmas Persentase Pelayanan Ibu Nifas Silago ,5 Sialang ,8 Sungai Dareh ,2 Gunung Medan ,9 Sitiung I ,3 Timpeh ,7 Padang Laweh ,8 Koto Baru ,6 Sitiung II ,1 Koto Besar ,7 Sungai Rumbai ,3 Sungai Limau ,9 Tiumang ,5 Kabupaten Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat pada tahun 2012 persentase pelayanan ibu nifas sebesar 100% menurun pada tahun 2013 menjadi 87,5% dan meningkat kembali pada tahun 2014 menjadi 90%. Untuk Puskesmas Tiumang, pada tahun 2012 terlihat tidak ada cakupan hal ini karena Puskesmas tiumang baru beroperasional pada tahun 2013.
47 Persentase Cakupan Imunisasi TT Ibu Hamil Tetanus disebabkan oleh toksin yang diproduksi oleh bakteri yang disebut Clostridium tetani. Tetanus juga dapat menyerang bayi baru lahir (Tetanus neonatorum) pada saat persalinan dan perawatan tali pusat. Tetanus merupakan salah satu penyebab kematian bayi di Indonesia. Pada Kabupaten Dharmasraya terutama didaerah terpencil masih banyak calon ibu yang berada dalam kondisi yang bisa disebut masih jauh dari kondisi steril saat persalinan. Persentase cakupan imunisasi TT pada ibu hamil pada tahun 2012 cakupan imunisasi TT pada ibu hamil sebesar 53.4%, pada tahun 2013 cakupan TT pada ibu hamil sebesar 43.1% dan pada tahun 2014 cakupan TT pada ibu hamil sebesar 39.6%. hal ini dapat dilihat dari grafik dibawah ini. Grafik 4.2. Persentase cakupan imunisasi TT Ibu Hamil Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 & 2014 Sumber : Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dari grafik diatas terlhat cakupan TT pada ibu hamil mengalami penurunanan selama tiga tahun terakhir. Hal ini disebabkan kurang optimalnya pelaksanaan skrining dan pencatatan pelaporan yang dilakukan serta cakupan TT bumil masih jauh rendah dari cakupan K4.
48 Persentase Ibu Hamil yang Mendapat Tablet Fe Anemia gizi adalah kekurangan kadar haemoglobin (Hb) dalam darah yang disebabkan karena kekurangan zat besi yang diperlukan untuk pembentukan Hb tersebut. Wanita hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan masalah gizi terutama anemia. Penanggulangan masalah anemia saat ini terfokus pada pemberian tablet tambah darah (Fe) pada ibu hamil. Cakupan ibu hamil yang mendapatkan tablet tambah darah selama 3 tahun dapat dilihat pada grafik berikut. Grafik 4.3. Persentase Ibu Hamil yang Mendapat Tablet Fe Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 & 2014 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Persentase ibu hamil yang mendapat tablet Fe1 selama tiga tahun terakhir tidak cukup jau perbedaannya, sedangkan cakupan Fe3 terjadi penurunan pada tahun 2013 namun cakupan F3 pada ibu hamil meningkat pada tahun 2014 menjadi 80.09%.
49 Cakupan Komplikasi Kebidanan dan Neonatal yang Ditangani Dalam memberikan palayanan khususnya oleh tenaga bidan di desa dan Puskesmas, ibu hamil yang memiliki resiko tinggi dan memerlukan pelayanan kesehatan, karena terbatasnya kemampuan dalam memberikan pelayanan, maka kasus tersebut perlu dilakukan upaya rujukan ke unit pelayanan kesehatan yang memadai. Neonatus resti/komplikasi meliputi asfiksia, tetanus neonatorum, sepsis, trauma lahir, BBLR, sindroma gangguan pernafasan dan kelainan neonatal. Neonatus resti/komplikasi yang di tangani adalah neonatus komplikasi yang mendapat pelayanan oleh tenaga kesehatan yang terlatih. Resti/Komplikasi adalah keadaan penyimpangan normal, yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. Grafik di bawah ini memperlihatkan cakupan penanganan komplikasi kebidanan menurut wilayah kerja Puskesmas pada tahun 2012, 2013 dan Grafik 4.4. Persentase Bumil & Neonatal Resti/Komplikasi yang di Tangani Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014
50 Dapat dilihat dari grafik diatas, Pada tahun 2012, yaitu 44.5%,pada tahun 2013 menjadi 63.5% dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 93.3%. Pada neonatal resti yang dilayani tahun 2012 yaitu 15.2%, pada tahun 2013 menjadi 22% dan pada tahun 2014 mengalami peningkatan pelayanan yang sangat tinggi menjadi 93,3%. Dapat disimpulkan bahwa, persentase bumil resti dan neonatal resti/komplikasi yang ditangani tiga tahun terkhir mengalami peningkatan dari tahun ketahun namun apabila dikaitkan dengan angka kematian ibu dan bayi, yang masih tinggi yaitu kematian ibu berjumlah 11 dan kematian bayi 30 maka rata-rata pencapaian program khususnya penanganan komplikasi kebidanan maupun neonatal masih belum mencapai target Cakupan Pemberian Vitamin A pada Bayi, Anak Balita dan Balita Tujuan pemberian kapsul vitamin A adalah untuk menurunkan prevalensi dan mencegah kekurangan vitamin A. Vitamin A penting untuk kesehatan mata dan mencegah kebutaan, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Sasaran pemberian kapsul vitamin A adalah bayi (umur 6-11 bulan), anak balita (umur tahun) dan balita (umur 6-59 bulan).
51 Persentase cakupan pemberian vitamin A pada bayi, anak balita dan balita pada tahun 2014 di Kabupaten Dharmasraya dapat dilihat pada grafik dibawah ini. Grafik 4.5. Cakupan Pemberian Vitamin A pada Bayi, Anak Balita dan Balita Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dari grafik diatas terlihat cakupan pemberian vitamin A pada bayi mencakup 53,43%, anak balita mencakup 92,2% dan balita mencakup 87,09%. Berdasarkan hal diatas, persentase pemberian vitamin A pada bayi masih rendah dikabupaten Dharmasraya oleh sebab itu harus dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan cakupan tersebut, antara lain melalui sweeping pada daerah yang cakupannya masih rendah dan kampanye pemberian kapsul vitamin A melalui sarana pelayanan kesehatan serta media promosi yang ada Persentase Peserta KB Aktif dan Baru Menurut Jenis Kontrasepsi Berdasarkan laporan dibidang kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya jumlah pasangan usia subur (PUS) yang ada berjumlah Oleh karena itu untuk mengatur jumlah kelahiran atau menjarangkan kelahiran, maka dianjurkan menggunakan alat Kontrasepsi.
52 Penggunaan alat KB menurut jenis kontrasepsi terbagi atas dua jenis yaitu metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dan metode kontrasepsi bukan jangka panjang (Non MKJP). Tabel dibawah ini memperlihatkan persentase peserta KB aktif dan Baru di Kabupaten Dharmasraya tahun Tabel 4.3. Persentase Peserta KB Baru dan Aktif Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 PESERTA KB BARU PUSKESMAS JUMLAH PUS PESERTA KB AKTIF JUMLAH % JUMLAH % SILAGO , ,0 SIALANG , ,8 SUNGAI DAREH , ,8 SITIUNG I , ,4 GUNUNG MEDAN , ,1 TIMPEH , ,1 PADANG LAWEH , ,6 KOTO BARU , ,2 SITIUNG II , ,7 KOTO BESAR , ,8 SUNGAI RUMBAI , ,4 SUNGAI LIMAU , ,4 TIUMANG , ,9 Kabupaten , ,6 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dari tabel di atas dapat dilihat secara keseluruhan peserta KB baru pada tahun 2014 berjumlah 25,077 (69,2%), dan peserta KB yang aktif berjumlah 27,748 (76,6%). Dari peserta KB Baru yang ada, terbanyak menggunakan Metode Non Kontrasepsi Jangka Panjang (Non MKJP) dengan alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan yaitu suntik dengan jumlah atau (53,6%), sedangkan metode kontrasepsi jangka panjang hanya 25,4% dengan penggunaan alat kontrasepsi terbanyak digunakan yaitu implan dengan jumlah atau 17,1%.
53 Cakupan Kunjungan Neonatus Pelaksanaan pelayanan neonatus, petugas kesehatan disamping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konseling perawatan bayi kepada ibu. Bayi sampai umur 28 hari merupakan golongan umur yang memiliki resiko gangguan kesehatan paling tinggi. Pencapaian pelayanan kesehatan bayi yaitu cakupan kunjungan naonatus pertama (KN1) 2 (dua) tahun terakhir telah mencapai 100% namun pada tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 87% dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 89%. Sedangkan cakupan kunjungan neonatus lengkap (KN Lengkap) terjadi peningkatan, dimana tahun 2011 persentase KN lengkap mencapai 96.5% dan di tahun 2012 mencapai 98%, sedangkan tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 87.7% dan pada tahun 2014 menurun menjadi 81%. Gambaran persentase ini dapat dilihat dari grafik dibawah ini. Grafik 4.6. Cakupan Kunjungan Neonatus Kabupaten Dharmasraya Tahun 2011, 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014
54 Cakupan Kunjungan Bayi Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan kunjungan bayi umur 29 hari 11 bulan di sarana pelayanan kesehatan seperti Polindes, Pustu, Puskesmas maupun Rumah Sakit. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemberian imunisasi dasar, deteksi dini tumbuh kembang bayi dan penyuluhan perawatan kesehatan bayi. Pada tahun 2012 cakupan kunjungan bayi sebesar 89% dan pada tahun 2013 mengalami peningkatan menjadi 97,3% namun pada tahun 2014 menurun menjadi 83% dari 4189 jumlah bayi yang ada Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) Pencapaian Universa Child Immunization (UCI) pada dasarnya merupakan cakupan pada imunisasi dasar secara lengkap pada bayi. Desa UCI merupakan gambaran desa dengan capaian imunisasi lengkap pada bayi mencapai minimal 80% dalam waktu satu tahun. Grafik dibawah ini menggambarkan persentase desa UCI pada 3 (tiga) tahun terakhir di Kab. Dharmasraya. Grafik 4.7. Persentase Desa UCI Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014
55 Dari grafik di atas dapat dilihat pada tahun 2013 terjadi penurunan persentase desa UCI namun pada tahun 2014 terjadi peningkatan kembali sehingga mencapai 70,1%. Secara keseluruhan, di Kabupaten Dharmasraya selama 3 (tiga) tahun terakhir belum mencapai UCI dan apa bila dilihat dari desa atau kenagarian yang ada, hanya 36 nagari yang UCI dari 52 nagari yang ada di Kabupaten Dharmasraya Persentase Cakupan Imunisasi Bayi Program imunisasi di Kabupaten Dharmasraya merupakan bentuk pencegahan dan perlindungan terhadap penyakit dengan memberikan vaksin pada bayi. Program imunisasi ini dilakukan oleh petugas puskesmas tidak hanya menunggu di puskesmas akan tetapi melaksanakan imunisasi di luar Puskesmas seperti di Posyandu, bidan praktek swasta, hal ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan yang menyeluruh terhadap masyarakat. Hasil program imunisasi bayi tahun 2014 Kabupaten Dharmasraya dapat dilihat pada Tabel 4.4. berikut. Tabel 4.4. Cakupan Imunisasi Bayi Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 No Jenis Imunisasi Jumlah Bayi di Imunisasi % Target Nasional 1 HB < 7 Hari , BCG , DPT-HB3/DPT-HB-Hib , POLIO , CAMPAK ,35 90 Sumber : Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dapat dilihat dari tabel cakupan imunisasi bayi di atas, hanya jenis imunisasi HB < 7 hari yang mencapai target nasional, selainnya tidak mencapai target sehingga target imunisasi dasar lengkap yang telah ditentukan yaitu 100%, hanya
56 tercapai 84.44% dikabupaten Dharmasraya. Hal ini disebabkan adanya perbedaan terhadap sasaran imunisasi, pada program imunisasi sasaran yang dipakai merupakan Surviving Infant (jumlah bayi lahir hidup pada periode tertentu 27/1000 x jumlah bayi lahir hidup pada periode tertentu), namun pada profil sasaran yang digunakan adalah jumlah bayi yang ada selama satu periode tertentu Persentase Bayi yang Mendapat ASI Eksklusif Cara pemberian makanan pada bayi yang baik dan benar adalah menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan dan meneruskan menyusui anak sampai 24 bulan ditambah makanan pendamping ASI. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Dharmasraya 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat dari grafik dibawah ini. Grafik 4.8. Persentase Bayi ASI Eksklusif Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Persentase ASI eksklusif pada tahun 2012 mencakup 29.5 dari jumlah bayi yang berusia 0 s/d 6 bulan, pada tahun 2013 meningkat menjadi 69.4%, sedangkan pada tahun 2014 mengalami penurunan menjadi 63.6%. Berdasarkan hal diatas, persentase tertinggi pada bayi yang mendapatkan asi eksklusif terjadi pada tahun 2013, namun terjadi penurunan pada tahun 2014.
57 Penurunan persentase ASI eksklusif ini disebabkan pemahaman masyarakat tentang manfaat dan pentingnya pemberian ASI eksklusif pada bayi masih rendah serta dipengaruhi juga banyaknya susu formulir yang beredar ditengah-tengah masyarakat saat ini Jumlah Balita Ditimbang Cakupan penimbangan balita di posyandu merupakan indikator yang berkaitan dengan cakupan pelayanan gizi pada balita khususnya prevalensi gizi kurang. Berdasarkan laporan Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, jumlah balita yang ditimbang pada tahun 2014 berjumlah (73.5%) dari balita yang ada, BGM berjumlah 200 balita atau 1.4% dari balita yang ditimbang. Dari 200 balita yang BGM, tertinggi terdapat di wilayah kerja puskesmas Koto besar dengan jumlah 50 balita dan wilayah kerja puskesmas sitiung II dengan jumlah 28 balita.
58 Cakupan Pelayanan Balita dan Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan Pada tahun 2012, 2013 dan 2014 di Kabupaten Dharmasraya cakupan pelayanan balita gizi buruk yang mendapat perawatan sebesar 100%, ini dapat dilihat dari grafik dibawah ini. Grafik 4.9. Jumlah Balita Gizi Buruk yang ditemukan dan yang mendapat perawatan dikabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dari 13 Puskesmas yang ada di Kab. Dharmasraya, pada tahun 2012 Jumlah balita gizi buruk tertinggi yang ditemukan terdapat diwilayah kerja Puskesmas Sitiung II dengan jumlah 11 orang, pada tahun 2013 terdapat di wilayah kerja yang sama dengan jumlah 10 orang sedangkan pada tahun 2014 terdapat diwilayah kerja Puskesmas Timpeh dengan jumlah 13 orang.
59 Cakupan Penjaringan dan Pelayanan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat Masalah kesehatan pada anak usia sekolah dasar biasanya berkaitan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti menggosok gigi secara baik dan benar serta mencuci tangan menggunakan sabun. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat pada tahun 2014 dikabupaten Dharmasraya mencapai 100%, dengan tingkat pelayanan kesehatan mencapai 93.2% Cakupan Pelayanan Kesehatan Usila Pelayanan kesehatan juga dilakukan secara khusus kepada kelompok Usia Lanjut (Usila), dimana pada kelompok ini biasanya banyak mengalami gangguan kesehatan degeneratif dan fungsi tubuh lainnya. Cakupan pelayanan kesehatan pada usila di tahun 2012 meningkat dari tahun 2011 yaitu 46,88 % menjadi 68,31 % namun tahun 2013 mengalami penurunan yaitu 60,23% dan pada tahun 2014 cakupan pelayanan kesehatan pada usila sebesar 69,39% ini dapat dilihat dari grafik 4.7. dibawah ini. Grafik Persentase Cakupan Kesehatan Usila Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014
60 Cakupan Pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang harus Diberikan Pelayanan Kesehatan (RS) di Kabupaten Pelayanan gawat darurat level 1 adalah tempat pelayanan gawat darurat yang memiliki dokter umum on site (berada ditempat) 24 jam dengan kualifikasi General Emergency Life Support (GELS) atau Advance Trauma Life Support (ATLS) dan Advance Cardiac Life Support (ACLS). RSUD Sungai Dareh telah melakukan pelayanan gawat darurat level 1, namun pada tingkat Puskesmas hanya ada 6 Puskesmas yaitu Puskesmas Koto Baru, Timpeh, Sitiung I, Sungai Rumbai, Silago dan Sungai Limau Desa/Kelurahan Terkena KLB yang Ditangani < 24 Jam, Jumlah Penderita dan Kematian pada KLB Dari 262 desa yang ada di Kabupaten Dharmasraya, yang terkena KLB sebanyak 5 desa dengan yang ditangani kurang dari 24 jam berjumlah 4 desa (80%). Jenis kejadian luar biasa yang terjadi di Kabuaten Dharmasraya antara lain AFP, diare, keracunan pangan dan rabies. Jumlah penderita dari empat jenis kejadian luar biasa berjumlah 36 penderita, dimana jumlah penderita diare merupakan terbanyak yaitu 28 penderita. Dari 36 penderita, 3 diantaranya meninggal dunia yang disebabkan menderita diare, keracunan pangan dan rabies Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak SD dan Setingkat Sebagai mana dengan penjelasan sebelumnya Masalah kesehatan pada anak usia sekolah dasar biasanya berkaitan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti menggosok gigi secara baik dan benar serta mencuci tangan menggunakan sabun.
61 Pada tahun 2014 jumlah SD baik swasta maupun negeri di Kabupaten Dharmasraya bertambah menjadi 156 yang pada tahun sebelumnya berjumlah 154 SD yang ada, jumlah murid yang mendapat pelayanan/pemeriksaan kesehatan gigi berjumlah siswa atau (71.1%) dari siswa SD yang ada di Kabupaten Dharmasraya dan yang mendapat perawatan berjumlah 32 siswa Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Kecendrungan meningkatnya biaya pemeliharaan kesehatan, merupakan penyebab sulitnya masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Keadaan ini diperparah dengan pembiayaan yang harus ditanggung oleh pasien dan penerapan teknologi canggih. Salah satu jalan keluar yang dilakukan oleh pemerintah yaitu meluncurkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bekerja sama dengan pihak ketiga yang disebut dengan BPJS Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar Jaminan kesehatan pra bayar adalah suatu konsep atau metode penyelenggaraan pemeliharaan kesehatan yang paripurna (preventif, promotif, rehabilitatif, dan kuratif) berdasarkan azas usaha bersama dan kekeluargaan yang berkesinambungan dengan mutu yang terjamin serta pembiayaan yang dilaksanakan secara pra-upaya. Jumlah peserta jaminan pemeliharaan kesehatan pra bayar di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2014 berjumlah jiwa jumlah ini mencakup 41% dari penduduk Kabupaten Dharmasraya.
62 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan, Rawat Inap & Gangguan jiwa di Sarana Pelayanan Kesehatan Pemanfaatan sarana kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit sebagai pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap tingkat pertama dan lanjutan oleh masyarakat umum di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2013 telah mencapai pada pelayanan rawat jalan dan 5808 pada pelayanan rawat inap, serta kunjungan gangguan jiwa berjumlah 141 sedangkan pada tahun 2014 mencapai pada pelayanan rawat jalan dan 4950 pada pelayanan rawat inap, serta kunjungan gangguan jiwa berjumlah 261. Jumlah kunjungan ini merupakan gambaran pemanfaatan sarana kesehatan yang ada di Kabupaten Dharmasraya, dan dalam hal ini jumlah kunjungan bisa bertambah apa bila didukung dengan pencatatan dan pelaporan petugas yang baik sehingga seluruh jumlah kunjungan pasien tercatat Angka Kematian Pasien & Indikator Kinerja Pelayanan di Rumah Sakit Penilaian tingkat keberhasilan pelayanan di rumah sakit biasanya dilihat dari berbagai segi yaitu tingkat pemanfaatan sarana, mutu dan tingkat efesiensi pelayanan. Beberapa indikator standar terkait dengan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang dipantau antara lain pemanfaatan tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR ), rata-rata lama hari perawatan (Length of Stay/LOS), rata-rata tempat tidur dipakai (Bed Turn Over/BTO), rata-rata selang waktu pemakaian tempat tidur (Turn of Interfal/TOI), persentase pasien keluar yang meninggal (Gross Death Rate/GDR) dan persentase pasien keluar yang meninggal 48 jam perawata (Net Death Rate/NDR).
63 Tabel 4.5. Indikator Pelayanan Rumah Sakit Di Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014 Indikator Pel. RS Nilai Ideal Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 BOR 60-85% LOS 6-9 hari TOI 1-3 hari GDR < 45 per pasien keluar NDR < 25 per pasien keluar Sumber : Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2012, RSUD Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa beberapa indikator pelayanan di rumah sakit khususnya di Kabupaten Darmasraya telah mencapai angka ideal, namun jika dilihat nilai BOR pada tiga tahun terakhir belum menunjukkan angka ideal Perilaku Hidup Masyarakat Untuk menggambarkan keadaan prilaku masyarakat yang berpengaruh terhadap kesehatan, akan disajikan hasil indikator perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di kabupaten Dharmasraya tahun Persentase Rumah Tangga Ber-PHBS Rumah tangga yang seluruh anggotanya berprilaku hidup bersih dan sehat yang meliputi 10 indikator yaitu pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, bayi yang diberi ASI eksklusif, balita ditimbang setiap bulan, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban sehat,
64 memberantas jentik dirumah sekali seminggu, makan sayur dan buah setiap hari, melakukan aktifitas fisik setiap hari dan tidak merokok didalam rumah. Persentase rumah tangga ber PHBS di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2012 mencakup 35.2% dari rumah tangga yang dipantau, tahun 2013 mencakup 83,5% dan pada tahun 2014 mencakup 62%. Hal ini menunjukkan pada tahun 2014 adanya penurunan persentase rumah tangga berphbs jika dibandingkan pada tahun sebelumnya Keadaan Lingkungan Lingkungan merupakan salah satu variabel yang kerap mendapat perhatian khusus dalam menilai kondisi kesehatan masyarakat. Bersama dengan faktor perilaku, pelayanan kesehatan dan genetik, lingkungan menentukan baik buruknya status drajat kesehatan masyarakat. Untuk menggambarkan keadaan lingkungan, akan disajikan indikatorindikator seperti : rumah tangga berphbs dan rumah sehat, akses air minum berkualitas, fasilitas sanitasi yang layak (Jamban sehat), Tempat-tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) yang memenuhi syarat kesehatan. 1. Rumah sehat Berdasarkan laporan dari bidang PKPL Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya tahun 2012 persentase rumah sehat mencakup 65%, pada tahun 2013 persentase rumah sehat mencakup 89% dan pada tahun 2014 persentase rumah sehat mencakup 63,90%. Berdasarkan keterangan diatas persentase rumah sehat sangat berfariasi selama tiga tahun terakhir. Jika dibandingkan pada tahun sebelumnya, pada tahun 2014 terjadi penurunan persentase rumah sehat di Kabupaten Dharmasraya.
65 2. Persentase penduduk terhadap akses air minum berkualitas pada tahun 2013 di Kab. Dharmasraya sebesar 72,52%, Adapun jenis sarana yang dipakai adalah : sumur gali terlindungi berjumlah unit dengan jumlah penduduk yang menggunakan berjumlah jiwa, mata air terlindung 116 dengan jumlah penduduk yang menggunakan berjumlah 476 jiwa, dan perpipaan (PDAM,BPSPAM) penduduk yang menggunakan berjumlah 2576 jiwa. Pada tahun 2014 akses air minum berkualitas sebesar 81,50%, dengan jenis sarana yang dipakai dan memenuhi syarat yaitu sumur gali terlindungi berjumlah sarana yang diakses oleh penduduk sebanyak jiwa, penampungan air hujan berjumlah 117 sarana yang diakses oleh penduduk sebanyak 584 jiwa, dan perpipaan (PDAM,BPSPAM) berjumlah 1914 sarana yang diakses oleh penduduk sebanyak 9564 jiwa. 3. Persentase penduduk terhadap fasilitas sanitasi yang layak (Jamban sehat) Berdasarkan laporan dari bidang PKPL Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya tahun 2014, dapat diketahui persentase penduduk terhadap fasilitas sanitasi yang layak (Jamban sehat). Secara kabupaten jumlah penduduk yang menggunakan jamban sehat sebanyak jiwa atau 84,8% dari seluruh jumlah penduduk di Kabupaten Dharmasraya. 4. Jumlah Tempat-tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) yang memenuhi syarat kesehatan. Grafik Jumlah tempat tempat umum yang ada dan yang memenuhi syarat Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014
66 Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat, bahwa tempat tempat umum digolongkan menjadi tiga bagian yaitu sarana pendidikan, sarana kesehatan dan hotel. - Sarana Pendidikan Pada sarana pendidikan, dari 156 sekolah dasar yang ada, hanya 76 sekolah dasar atau 49% yang mememenuhi syarat kesehatan, pada tingkat SLTP dari 51 yang ada hanya 26 SLTP atau 51% yang memenuhi syarat kesehatan dan pada tingkat SLTA dari 31 unit yang ada hanya 14 atau 45% yang memenuhi syarat kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa sarana pendidikan yang ada di Kabupaten Dharmasraya masih banyak yang belum memenuhi syarat kesehatan. Oleh sebab itu, program UKS yang telah dilaksanakan selama ini harus lebih ditingkatkan lagi di Kabupaten Dharmasraya. - Sarana Kesehatan Pada sarana kesehatan, dari seluruh puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kabupaten Dharmasraya, telah memenuhi syarat kesehatan. - Hotel
67 Seluruh hotel yang ada di Kabupaten Dharmasraya tidak ada yang berbintang, yang ada hanya hotel non bintang dengan jumlah 8 unit. Dari hotel yang ada, yang memenuhi syarat kesehatan berjumlah 4 unit atau 50%.
68 BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN Sumber daya kesehatan merupakan salah satu faktor pendukung dalam penyediaan pelayanan kesehatan yang berkualitas, yang diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan & Sarana Pelayanan kesehatan yang Memiliki Kemampuan Labkes serta 4 Spesialis Dasar Sarana pelayanan kesehatan di Kabupaten Dharmasraya yang meliputi Puskesmas dan jajarannya adalah sebagai berikut : Tabel 5.1. Sarana pelayanan kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 No Kecamatan Rawatan Puskesmas Non Rawatan Pustu Polindes Silago Pulau Punjung Sitiung Timpeh Padang Laweh Koto Baru Koto Salak Koto Besar Sungai Rumbai Asam Jujuhan Tiumang Kabupaten Sumber : Bidang Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Pusat kesehatan masyarakat atau yang biasa disebut Puskesmas merupakan salah satu unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan. Puskesmas sebagai unit pelayanan kesehatan tingkat pertama dan terdepan dalam sistem pelayanan
69 kesehatan, harus melakukan upaya pelayanan kesehatan wajib dan beberapa upaya kesehatan pilihan yang disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, tuntutan, kemampuan dan inovasi serta kebijakan pemerintah daerah setempat. Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di puskesmas, beberapa puskesmas non perawatan telah ditingkatkan statusnya menjadi puskesmas rawatan. Pada tahun 2010 di Kabupaten Dharmasraya puskesmas rawatan terdiri dari 4 puskesmas rawatan, namun pada tahun 2011 meningkat menjadi 7 puskesmas rawatan. Ruang lingkup pembangunan kesehatan selain upaya promotif dan preventif, didalamnya juga terdapat pembangunan kesehatan bersifat kuratif dan rehabilitatif. Rumah sakit merupakan pelayanan kesehatan pada masyarakat yang bergerak dalam kegiatan kuratif dan rehabilitatif serta berfungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan rujukan. RSUD Sungai Dareh merupakan satu-satunya rumah sakit yang berada di Kabupaten Dharmasraya yang memiliki kemampuan laboratorium kesehatan dan memiliki 4 spesialis dasar. Selain itu dalam rangka pengendalian obat dan perbekalan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan sarana produksi dan distribusi sediaan farmasi dan alat kesehatan, Kabupaten Dahrmasraya di dukung 1 unit gudang farmasi. Akses rujukan masyarakat Kabupaten Dharmasraya dari Puskesmas ke Rumah Sakit Umum Daerah masih menempuh jarak yang sangat jauh. Salah satunya diperlihatkan dari aksesibilitas jarak tempuh. Hasil data Dinas kesehatan kabupaten Dharmasraya pada tahun 2014, menunjukkan bahwa jarak tempuh terjauh 90 km terhadap rumah sakit umum daerah sedangkan yang terdekat berjarak
70 3 km. Aksesibilitas jarak tempuh puskesmas sekabupaten Dharmasraya ke Rumah Sakit Umum Daerah dapat di lihat pada grafik dibawah ini. Grafik 5.1. Jarak tempuh Puskesmas ke RSUD Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 Sumber : Bidang Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) Salah satu jenis UKBM yang telah sejak lama dikembangkan dan mengakar di masyarakat adalah posyandu. Dalam menjalankan fungsinya, posyandu diharapkan dapat melaksanakan 5 program prioritas yaitu kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, imunisasi dan penanggulangan diare. Dalam rangka menilai kinerja dan perkembangannya, posyandu diklasifikasikan menjadi 4 starata yaitu pratama, madya, purnama dan mandiri. Pada tahun 2011 terdapat 230 posyandu, namun di tahun 2012 terjadi penambahan posyandu seperti di wilayah kerja Puskesmas Sitiung II (7 unit), Koto besar dan Sungai Rumbai (2 unit) serta Silago, Sitiung I dan Timpeh bertambah (1 unit). Namun setelah dilakukan verifikasi ulang pada tahun 2014 ternyata posyandu yang ada pada wilayah kerja Puskesmas Sitiung II, hanya
71 bertambah 5 unit, dengan demikian jumlah posyandu yang ada sampai saat ini berjumlah 239 unit. Dari seluruh jumlah posyandu yang ada pada tahun 2014, posyandu yang aktif berjumlah 198 unit (82.85%), dengan rasio 1 per 100 balita. Poskesdes atau poskesri merupakan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan penyediaan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Kegiatan utama yaitu pengamatan dan kewaspadaan dini (survailans perilaku beresiko, lingkungan dan masalah kesehatan lainnya), penanganan kegawatdaruratan kesehatan dan kesiapsiagaan terhadap bencana serta pelayanan kesehatan. Poskesdes atau poskesri merupakan salah satu indikator sebuah desa disebut desa siaga, pada saat ini di Kabupaten Dharmasraya sudah memiliki 76 unit. Jumlah keseluruhan desa siaga atau nagari siaga adalah 52 unit dan yang aktif 100%.
72 5.3. Tenaga Kesehatan Jumlah tenaga kesehatan yang ada di seluruh Kabupaten Dharmasraya yang terdiri dari RSUD, puskesmas dan jaringannya serta dinas kesehatan tahun 2014 adalah sebagai berikut : Tabel 5.2. Distribusi Tenaga Medis Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 No Unit Kerja Dr. Spesialis Dr. Umum Dr. Gigi Puskesmas Silago Puskesmas Sialang Puskesmas Sungai Dareh Puskesmas Gunung Medan Puskesmas Sitiung I Puskesmas Timpeh Puskesmas Koto Baru Puskesmas Sitiung II Puskesmas Koto Besar Puskesmas Sungai Rumbai Puskesmas Padang Laweh Puskesmas Sungai Limau Puskesmas Tumang Rumah Sakit Total Sumber : Sekretariat Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun Salah satu unsur yang berperan dalam percepatan pembangunan kesehatan adalah tenaga kesehatan yang bertugas di sarana pelayanan kesehatan di masyarakat. Jumlah dokter spesialis dikabupaten Dahrmasraya sebanyak 7 orang dengan rasio 4/ penduduk, dokter umum berjumlah 40 orang dengan rasio
73 20/ penduduk dan jumlah dokter gigi 16 orang dengan rasio 8/ penduduk. Dari tabel diatas juga dapat dilihat beberapa puskesmas tidak memiliki diokter umum dan dokter gigi, hal ini bukan berarti puskemas tersebut tidak memiliki dokter umum dan dikter gigi tetapi dokter umum dan tetapi dokter umum dan dokter gigi di puskesmas tersebut merupakan pejabat struktural. Untuk gambaran jumlah tenaga kesehatan yang lainnya seperti tenaga keperawatan dan bidan dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 5.3. Distribusi Tenaga Keperawatan dan Bidan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014 No Unit Kerja Perawat Bidan Puskesmas Silago Puskesmas Sialang Puskesmas Sungai Dareh Puskesmas Gunung Medan Puskesmas Sitiung I Puskesmas Timpeh Puskesmas Koto Baru Puskesmas Sitiung II Puskesmas Koto Besar Puskesmas Sungai Rumbai Puskesmas Padang Laweh Puskesmas Sungai Limau Puskesmas Tiumang Rumah Sakit Total Sumber : Sekretariat Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun
74 Program peningkatan sumber daya manusia bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan sumber daya kesehatan serta efektifitas penggunaan. Tahun 2014 jumlah tenaga perawat adalah 145 orang dengan rasio 72,69/ penduduk, jumlah tenaga bidan adalah 125 orang dengan rasio 129,75/ penduduk Pembiayaan Kesehatan Pembiayaan kesehatan di Kabupaten Dharmasraya berasal dari berbagai sumber baik APBD maupun APBN (dana dekonsentrasi, dana alokasi khusus/dak, Jamkesmas, tugas pembantuan/tp dan BOK). Total anggaran pembiayaan kesehatan pada tahun 2013 sebesar 6.21% sedangakan untuk tahun 2014 sebesar 6.26% dari total anggaran APBD Kabupaten Dharmasraya, jika dibandingkan tahun sebelumnya total anggaran kesehatan meningkat sebesar 0.05%. Melalui gambaran tentang anggaran kesehatan diatas, pembiayaan kesehatan terjadi peningkatan namun untuk mempercepat pemenuhan sarana dan prasaran kesehatan serta meningkatkan kualitas pelayanan, maka diharapkan adanya bantuan dana baik dari APBD I maupun APBN.
75 BAB VI PENUTUP Profil Kesehatan Kabupaten Dharmasraya ini menjadi paket sajian data dan informasi yang sangat penting dan dapat digunakan baik oleh jajaran kesehatan, lintas sektor, maupun masyarakat. Namun disadari pula bahwa data dan informasi kesehatan dalam profil ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan sesuai yang diharapkan berbagai pihak. Walaupun demikian, diharapkan Profil Kesehatan Kabupaten Dharmasraya ini tetap dapat memberikan gambaran secara garis besar dan menyeluruh tentang kondisi pembangunan kesehatan di Kabupaten Dharmasraya serta dapat dipergunakan sebagai media untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program-program pembangunan kesehatan di Kabupaten Dharmasraya. Hingga tahun 2014 ini berbagai peningkatan derajat kesehatan masyarakat telah dicapai sebagai hasil pembangunan kesehatan, sejalan dengan perbaikan kondisi umum, perbaikan keadaan sosial dan ekonomi masyarakat Kabupaten Dharmasraya. Demikian penyajian profil kesehatan Kabupaten Dharmasraya tahun 2014, semoga narasi dan lampiran ini dapat memenuhi kebutuhan akan data dan informasi kesehatan untuk melihat seberapa jauh perubahan yang telah dicapai dari tahun ke tahun terhadap pembangunan kesehatan secara menyeluruh.
76 RESUME PROFIL KESEHATAN NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 52 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah Penduduk Jiwa Tabel 2 4 Rata-rata jiwa/rumah tangga 4,2 Jiwa Tabel 1 5 Kepadatan Penduduk /Km 2 67,4 Jiwa/Km 2 Tabel 1 6 Rasio Beban Tanggungan 52,4 per 100 penduduk produktif Tabel 2 7 Rasio Jenis Kelamin 107,1 Tabel 2 8 Penduduk 10 tahun ke atas melek huruf 97,58 95,85 96,75 % Tabel 3 9 Penduduk 10 tahun yang memiliki ijazah tertinggi a. SMP/ MTs , , ,00 % Tabel 3 b. SMA/ SMK/ MA , , ,00 % Tabel 3 c. Sekolah menengah kejuruan 0,00 0,00 0,00 % Tabel 3 d. Diploma I/Diploma II 908, , ,00 % Tabel 3 e. Akademi/Diploma III 0,00 0,00 0,00 % Tabel 3 f. Universitas/Diploma IV 2.559, , ,00 % Tabel 3 g. S2/S3 (Master/Doktor) 0,00 0,00 0,00 % Tabel 3 B. DERAJAT KESEHATAN B.1 Angka Kematian 10 Jumlah Lahir Hidup Tabel 4 11 Angka Lahir Mati (dilaporkan) per Kelahiran Hidup Tabel 4 12 Jumlah Kematian Neonatal neonatal Tabel 5 13 Angka Kematian Neonatal (dilaporkan) per Kelahiran Hidup Tabel 5 14 Jumlah Bayi Mati bayi Tabel 5 15 Angka Kematian Bayi (dilaporkan) per Kelahiran Hidup Tabel 5 16 Jumlah Balita Mati Balita Tabel 5 17 Angka Kematian Balita (dilaporkan) per Kelahiran Hidup Tabel 5 18 Kematian Ibu Jumlah Kematian Ibu 11 Ibu Tabel 6 Angka Kematian Ibu (dilaporkan) 286 per Kelahiran Hidup Tabel 6
77 NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran B.2 Angka Kesakitan 19 Tuberkulosis Jumlah kasus baru TB BTA Kasus Tabel 7 Proporsi kasus baru TB BTA+ 60,74 39,26 % Tabel 7 CNR kasus baru BTA+ 79,50 55,01 67,68 per penduduk Tabel 7 Jumlah seluruh kasus TB Kasus Tabel 7 CNR seluruh kasus TB 79,50 55,01 67,68 per penduduk Tabel 7 Kasus TB anak 0-14 tahun 16,30 % Tabel 7 Persentase BTA+ terhadap suspek 8,28 8,10 8,22 % Tabel 8 Angka kesembuhan BTA+ 92,71 92,16 92,52 % Tabel 9 Angka pengobatan lengkap BTA+ 7,29 3,92 6,12 % Tabel 9 Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) BTA+ 100,00 96,08 98,64 % Tabel 9 Angka kematian selama pengobatan 0,97 0,00 0,50 per penduduk Tabel 9 20 Pneumonia Balita ditemukan dan ditangani 16,69 13,42 14,96 % Tabel Jumlah Kasus HIV Kasus Tabel Jumlah Kasus AIDS Kasus Tabel Jumlah Kematian karena AIDS Jiwa Tabel Jumlah Kasus Syphilis Kasus Tabel Donor darah diskrining positif HIV 0,00 0,00 0,00 % Tabel Persentase Diare ditemukan dan ditangani 0,00 0,00 0,00 % Tabel Kusta Jumlah Kasus Baru Kusta (PB+MB) Kasus Tabel 14 Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR) 5,82 0,00 3,01 per penduduk Tabel 14 Persentase Kasus Baru Kusta 0-14 Tahun 0,00 % Tabel 15 Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 0,00 % Tabel 15 Angka Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 0,00 per penduduk Tabel 15 Angka Prevalensi Kusta 0,58 0,00 0,30 per Penduduk Tabel 16 Penderita Kusta PB Selesai Berobat (RFT PB) 0,00 0,00 0,00 % Tabel 17 Penderita Kusta MB Selesai Berobat (RFT MB) 0,00 0,00 0,00 % Tabel Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi AFP Rate (non polio) < 15 th 3,27 per penduduk <15 tahun Tabel 18 Jumlah Kasus Difteri Kasus Tabel 19 Case Fatality Rate Difteri 0 % Tabel 19 Jumlah Kasus Pertusis Kasus Tabel 19 Jumlah Kasus Tetanus (non neonatorum) Kasus Tabel 19 Case Fatality Rate Tetanus (non neonatorum) 0 % Tabel 19 Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum Kasus Tabel 19 Case Fatality Rate Tetanus Neonatorum 0 % Tabel 19
78 NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran Jumlah Kasus Campak Kasus Tabel 20 Case Fatality Rate Campak 0 % Tabel 20 Jumlah Kasus Polio Kasus Tabel 20 Jumlah Kasus Hepatitis B Kasus Tabel Incidence Rate DBD 16,48 18,68 17,55 per penduduk Tabel Case Fatality Rate DBD 0,00 0,00 0,00 % Tabel Angka Kesakitan Malaria (Annual Parasit Incidence ) 0,48 0,15 0,32 per penduduk berisiko Tabel Case Fatality Rate Malaria 0,00 0,00 0,00 % Tabel Angka Kesakitan Filariasis per penduduk Tabel Persentase Hipertensi/tekanan darah tinggi 0,00 0,00 0,00 % Tabel Persentase obesitas 0,00 0,00 0,00 % Tabel Persentase IVA positif pada perempuan usia tahun 0,00 % Tabel % tumor/benjolan payudara pada perempuan tahun 0,00 % Tabel Desa/Kelurahan terkena KLB ditangani < 24 jam 80,00 % Tabel 28 C. UPAYA KESEHATAN C.1 Pelayanan Kesehatan 39 Kunjungan Ibu Hamil (K1) 96 % Tabel Kunjungan Ibu Hamil (K4) 80,09 % Tabel Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan 87,48 % Tabel Pelayanan Ibu Nifas 90,01 % Tabel Ibu Nifas Mendapat Vitamin A 90,51 % Tabel Ibu hamil dengan imunisasi TT2+ 39,57 % Tabel Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3 80,09 % Tabel Penanganan komplikasi kebidanan 93,30 % Tabel Penanganan komplikasi Neonatal 90,92 82,54 86,74 % Tabel Peserta KB Baru 69,24 % Tabel Peserta KB Aktif 76,61 % Tabel Bayi baru lahir ditimbang % Tabel Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) 2,73 2,58 2,66 % Tabel Kunjungan Neonatus 1 (KN 1) 89,41 88,67 89,04 % Tabel Kunjungan Neonatus 3 kali (KN Lengkap) 82,69 79,21 80,95 % Tabel Bayi yang diberi ASI Eksklusif 63,62 63,56 63,59 % Tabel Pelayanan kesehatan bayi 82,93 83,03 82,98 % Tabel Desa/Kelurahan UCI 69,85 % Tabel Cakupan Imunisasi Campak Bayi 89,22 87,48 88,35 % Tabel Imunisasi dasar lengkap pada bayi 86,12 82,74 84,44 % Tabel Bayi Mendapat Vitamin A 54,41 52,44 53,43 % Tabel 44
79 NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran 60 Anak Balita Mendapat Vitamin A 92,31 92,10 92,20 % Tabel Baduta ditimbang 73,29 73,74 73,52 % Tabel Baduta berat badan di bawah garis merah (BGM) 1,71 1,63 1,67 % Tabel Pelayanan kesehatan anak balita 89,86 90,47 90,17 % Tabel Balita ditimbang (D/S) 74,95 72,01 73,49 % Tabel Balita berat badan di bawah garis merah (BGM) 1,31 1,39 1,35 % Tabel Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan 100,00 100,00 100,00 % Tabel Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat 93,18 93,18 93,18 % Tabel Rasio Tumpatan/Pencabutan Gigi Tetap 0,06 Tabel SD/MI yang melakukan sikat gigi massal 75,64 sekolah Tabel SD/MI yang mendapat pelayanan gigi 76,28 sekolah Tabel Murid SD/MI Diperiksa (UKGS) 71,36 70,81 71,09 % Tabel Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS) % Tabel Siswa SD dan setingkat mendapat perawatan gigi dan mulut % Tabel Pelayanan Kesehatan Usila (60 tahun +) 72,02 66,96 69,39 % Tabel 52 C.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Persentase 75 Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 41,01 41,00 41,00 % Tabel Cakupan Kunjungan Rawat Jalan 37,94 53,52 45,46 % Tabel Cakupan Kunjungan Rawat Inap 2,47 2,50 2,48 % Tabel Angka kematian kasar/gross Death Rate (GDR) di RS 3,01 2,97 2,99 per pasien keluar Tabel Angka kematian murni/nett Death Rate (NDR) di RS 0,72 0,70 0,71 per pasien keluar Tabel Bed Occupation Rate (BOR) di RS 46,08 % Tabel Bed Turn Over (BTO) di RS 51,91 Kali Tabel Turn of Interval (TOI) di RS 3,79 Hari Tabel Average Length of Stay (ALOS) di RS 4,24 Hari Tabel 56 C.3 Perilaku Hidup Masyarakat 87 Rumah Tangga ber-phbs 62,01 % Tabel 57
80 ANGKA/NILAI NO INDIKATOR No. Lampiran L P L + P Satuan C.4 Keadaan Lingkungan 88 Persentase rumah sehat 63,90 % Tabel Penduduk yang memiliki akses air minum yang layak 81,50 % Tabel Penyelenggara air minum memenuhi syarat kesehatan 100,00 % Tabel Penduduk yg memiliki akses sanitasi layak (jamban sehat) 84,85 % Tabel Desa STBM 2,67 % Tabel Tempat-tempat umum memenuhi syarat 51,54 % Tabel 63 TPM memenuhi syarat higiene sanitasi 52,32 % Tabel 64 TPM tidak memenuhi syarat dibina 47,14 % Tabel 65 TPM memenuhi syarat diuji petik 16,83 % Tabel 65 D. SUMBERDAYA KESEHATAN D.1 Sarana Kesehatan 94 Jumlah Rumah Sakit Umum 1,00 RS Tabel Jumlah Rumah Sakit Khusus - RS Tabel Jumlah Puskesmas Rawat Inap - Tabel Jumlah Puskesmas non-rawat Inap - Tabel 67 Jumlah Puskesmas Keliling - Tabel 67 Jumlah Puskesmas pembantu - Tabel Jumlah Apotek 22,00 Tabel RS dengan kemampuan pelayanan gadar level 1 100,00 % Tabel Jumlah Posyandu 239,00 Posyandu Tabel Posyandu Aktif 82,85 % Tabel Rasio posyandu per 100 balita 1,00 per 100 balita Tabel UKBM Poskesdes 76,00 Poskesdes Tabel 70 Polindes 8,00 Polindes Tabel 70 Posbindu 21,00 Posbindu Tabel Jumlah Desa Siaga 52,00 Desa Tabel Persentase Desa Siaga 19,85 % Tabel 71 D.2 Tenaga Kesehatan 106 Jumlah Dokter Spesialis 5,00 2,00 7,00 Orang Tabel Jumlah Dokter Umum 15,00 25,00 40,00 Orang Tabel Rasio Dokter (spesialis+umum) 23,56 per penduduk Tabel Jumlah Dokter Gigi + Dokter Gigi Spesialis 1,00 15,00 16,00 Orang Tabel 72
81 NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran 110 Rasio Dokter Gigi (termasuk Dokter Gigi Spesialis) 8,02 per penduduk 111 Jumlah Bidan 125,00 Orang Tabel Rasio Bidan per penduduk 129,75 per penduduk Tabel Jumlah Perawat 31,00 114,00 145,00 Orang Tabel Rasio Perawat per penduduk 72,69 per penduduk Tabel Jumlah Perawat Gigi 3,00 15,00 18,00 Orang Tabel Jumlah Tenaga Kefarmasian 3,00 27,00 30,00 Orang Tabel Jumlah Tenaga Kesehatan kesehatan 3,00 7,00 10,00 Orang Tabel Jumlah Tenaga Sanitasi 4,00 4,00 8,00 Orang Tabel Jumlah Tenaga Gizi 1,00 15,00 16,00 Orang Tabel 77 D.3 Pembiayaan Kesehatan 120 Total Anggaran Kesehatan ######## Rp Tabel APBD Kesehatan terhadap APBD Kab/Kota 6,26 % Tabel Anggaran Kesehatan Perkapita ######## Rp Tabel 81
82 TABEL 1 LUAS WILAYAH, JUMLAH NAGARI/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA, DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN NO KECAMATAN LUAS JUMLAH JUMLAH RATA-RATA KEPADATAN JUMLAH WILAYAH NAGARI + RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK (km 2 NAGARI KELURAHAN PENDUDUK ) KELURAHAN TANGGA TANGGA per km IX KOTO 454, ,02 16,57 2 PULAU PUNJUNG 482, ,62 80,02 3 SITIUNG 87, ,15 265,77 4 TIMPEH 237, ,84 56,99 5 PADANG LAWEH 59, ,69 100,55 6 KOTO BARU 251, ,90 117,17 7 KOTO SALAK 464, ,69 32,46 8 KOTO BESAR 488, ,86 46,97 9 SUNGAI RUMBAI 47, ,25 412,42 10 ASAM JUJUHAN 257, ,94 48,57 11 TIUMANG 129, ,66 83,97 JUMLAH (KAB/KOTA) ,24 67 Sumber: - Kantor Statistik Kabupaten/Kota
83 TABEL 2 NO KELOMPOK UMUR (TAHUN) JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR JUMLAH PENDUDUK LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN , , , , , , , , , , , , , , , ,88 JUMLAH ,07 ANGKA BEBAN TANGGUNGAN (DEPENDENCY RATIO) 52 Sumber: - Kantor Statistik Kabupaten/kota
84 TABEL 3 PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIPEROLEH MENURUT JENIS KELAMIN NO VARIABEL LAKI-LAKI JUMLAH PEREMPUAN LAKI-LAKI+ PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+ PEREMPUAN PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS PERSENTASE 2 3 PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF PERSENTASE PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN: ,58 95,85 96,75 a. TIDAK MEMILIKI IJAZAH SD ,63 21,96 21,79 b. SD/MI ,14 34,22 32,63 c. SMP/ MTs ,53 20,63 22,13 d. SMA/ MA ,70 17,30 18,54 e. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN f. DIPLOMA I/DIPLOMA II ,10 3,47 2,25 g. AKADEMI/DIPLOMA III h. UNIVERSITAS/DIPLOMA IV ,10 4,09 3,58 i. S2/S3 (MASTER/DOKTOR) Sumber: Kantor Statistik Kabupaten/kota
85 TABEL 4 JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN NAMA PUSKESMAS HIDUP LAKI-LAKI MATI HIDUP + MATI JUMLAH KELAHIRAN PEREMPUAN HIDUP MATI HIDUP + MATI LAKI-LAKI + PEREMPUAN HIDUP MATI HIDUP + MATI IX KOTO SILAGO PULAU PUNJUNG SIALANG SUNGAI DAREH SITIUNG SITIUNG I GUNUNG MEDAN TIMPEH TIMPEH PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU KOTO SALAK SITIUNG II KOTO BESAR KOTO BESAR SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU TIUMANG TIUMANG JUMLAH (KAB/KOTA) ANGKA LAHIR MATI PER KELAHIRAN (DILAPORKAN) 10,5 8,6 9,5 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan : Angka Lahir Mati (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan Angka Lahir Mati yang sebenarnya di populasi
86 TABEL 5 NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH KEMATIAN NEONATAL, BAYI, DAN BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS IX KOTO SILAGO PULAU PUNJUNG SIALANG SUNGAI DAREH SITIUNG SITIUNG I GUNUNG MEDAN TIMPEH TIMPEH PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU KOTO SALAK SITIUNG II KOTO BESAR KOTO BESAR SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU TIUMANG TIUMANG JUMLAH (KAB/KOTA) ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN) Sumber: Dinas Kesehatan NEONATAL JUMLAH KEMATIAN LAKI - LAKI PEREMPUAN LAKI - LAKI + PEREMPUAN BAYI a ANAK BALITA BAYI a ANAK BAYI a ANAK NEONATAL BALITA NEONATAL BALITA BALITA BALITA Keterangan : - Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan AKN/AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi - a : kematian bayi termasuk kematian pada neonatal BALITA
87 TABEL 6 JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KEMATIAN IBU JUMLAH LAHIR NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH KEMATIAN IBU HAMIL JUMLAH KEMATIAN IBU BERSALIN JUMLAH KEMATIAN IBU NIFAS JUMLAH KEMATIAN IBU HIDUP < < < < tahun JUMLAH 35 tahun JUMLAH 35 tahun JUMLAH 35 tahun JUMLAH tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun IX KOTO SILAGO PULAU PUNJUNG SIALANG SUNGAI DAREH SITIUNG SITIUNG I GUNUNG MEDAN TIMPEH TIMPEH PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU KOTO SALAK SITIUNG II KOTO BESAR KOTO BESAR SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU TIUMANG TIUMANG JUMLAH (KAB/KOTA) ANGKA KEMATIAN IBU (DILAPORKAN) 286 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: - Jumlah kematian ibu = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin + jumlah kematian ibu nifas - Angka Kematian Ibu (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi
88 TABEL 7 NO KECAMATAN PUSKESMAS KASUS BARU TB BTA+, SELURUH KASUS TB, KASUS TB PADA ANAK, DAN CASE NOTIFICATION RATE (CNR) PER PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS JUMLAH SELURUH JUMLAH KASUS BARU TB BTA+ KASUS TB ANAK JUMLAH PENDUDUK KASUS TB 0-14 TAHUN L P L P L+P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO , , , , PULAU PUNJUNG SIALANG , , ,33 SUNGAI DAREH ,82 3 SITIUNG SITIUNG I , , ,65 GUNUNG MEDAN TIMPEH TIMPEH PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU , , ,13 7 KOTO SALAK SITIUNG II , , ,50 8 KOTO BESAR KOTO BESAR SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ,67 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU TIUMANG TIUMANG JUMLAH (KAB/KOTA) CNR KASUS BARU TB BTA+ PER PENDUDUK 79,50 55,01 67,68 CNR SELURUH KASUS TB PER PENDUDUK 79,50 55,01 67,68 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan, rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll Catatan : Jumlah kolom 6 = jumlah kolom 7 pada Tabel 1, yaitu sebesar:
89 TABEL 8 JUMLAH KASUS DAN ANGKA PENEMUAN KASUS TB PARU BTA+ MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS TB PARU NO KECAMATAN PUSKESMAS SUSPEK % BTA (+) BTA (+) TERHADAP SUSPEK L P L + P L P L + P L P L + P IX KOTO SILAGO ,88 8,89 6,30 2 PULAU PUNJUNG SIALANG ,11 16,22 13 SUNGAI DAREH ,74 15,63 14,36 3 SITIUNG SITIUNG I ,74 10,53 9,38 GUNUNG MEDAN ,33 6,67 7,69 4 TIMPEH TIMPEH ,54 5,56 2,97 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH ,94 2,38 4,07 6 KOTO BARU KOTO BARU ,89 8,78 9,51 7 KOTO SALAK SITIUNG II ,82 5,36 7,59 8 KOTO BESAR KOTO BESAR ,70 2,38 2,59 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ,99 3,77 7,04 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU ,67 7,69 6,98 11 TIUMANG TIUMANG ,00 0,00 0 JUMLAH (KAB/KOTA) ,28 8,10 8,22 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan, rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
90 TABEL 9 ANGKA KESEMBUHAN DAN PENGOBATAN LENGKAP TB PARU BTA+ SERTA KEBERHASILAN PENGOBATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS BTA (+) DIOBATI ANGKA KESEMBUHAN (CURE RATE) L P L + P L ANGKA PENGOBATAN LENGKAP (COMPLETE RATE) P L + P ANGKA KEBERHASILAN PENGOBATAN (SUCCESS RATE/SR) JUMLAH KEMATIAN SELAMA PENGOBATAN L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % L P L+P L P L+P IX KOTO SILAGO PULAU PUNJUNG SIALANG SUNGAI DAREH , , ,29 61, , SITIUNG SITIUNG I , , ,67 144, , GUNUNG MEDAN TIMPEH TIMPEH PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU KOTO SALAK SITIUNG II KOTO BESAR KOTO BESAR , , , SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , , ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU TIUMANG TIUMANG JUMLAH (KAB/KOTA) , , ,52 7 7,29 2 3,92 9 6,12 100,00 96,08 98, ANGKA KEMATIAN SELAMA PENGOBATAN PER PENDUDUK Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan, rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
91 TABEL 10 NO KECAMATAN PUSKESMAS PENEMUAN KASUS PNEUMONIA BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS JUMLAH BALITA JUMLAH PERKIRAAN PENDERITA PNEUMONIA PADA BALITA PENDERITA DITEMUKAN DAN DITANGANI L P L + P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO PULAU PUNJUNG SIALANG ,23 1 1,07 SUNGAI DAREH ,09 5 5,27 6 3,21 3 SITIUNG SITIUNG I , , ,19 GUNUNG MEDAN , , ,82 4 TIMPEH TIMPEH ,81 4 6,97 6 5,46 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH , , ,71 6 KOTO BARU KOTO BARU , , ,49 7 KOTO SALAK SITIUNG II , ,84 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , , ,05 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , ,99 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , ,15 7 8,26 11 TIUMANG TIUMANG , ,44 JUMLAH (KAB/KOTA) , , ,96 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
92 TABEL 11 JUMLAH KASUS HIV, AIDS, DAN SYPHILIS MENURUT JENIS KELAMIN NO KELOMPOK UMUR L P L+P H I V AIDS JUMLAH KEMATIAN AKIBAT AIDS SYPHILIS PROPORSI KELOMPOK UMUR L P L+P PROPORSI KELOMPOK UMUR L P L+P L P L+P PROPORSI KELOMPOK UMUR 1 4 TAHUN TAHUN , TAHUN , TAHUN , TAHUN , , TAHUN , , JUMLAH (KAB/KOTA) PROPORSI JENIS KELAMIN 61,54 38,46 66,67 33, Sumber: Dinas Kesehatan Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus baru yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
93 TABEL 12 PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV MENURUT JENIS KELAMIN NO UNIT TRANSFUSI DARAH SAMPEL DARAH DIPERIKSA/DISKRINING JUMLAH PENDONOR TERHADAP HIV POSITIF HIV L P L + P L P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % RSUD Sungai Dareh JUMLAH Sumber: RSUD Sungai Dareh DONOR DARAH
94 TABEL 13 NO KECAMATAN PUSKESMAS KASUS DIARE YANG DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS JUMLAH PENDUDUK JUMLAH TARGET PENEMUAN L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO PULAU PUNJUNG SIALANG SUNGAI DAREH SITIUNG SITIUNG I GUNUNG MEDAN TIMPEH TIMPEH PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU KOTO SALAK SITIUNG II KOTO BESAR KOTO BESAR SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU TIUMANG TIUMANG JUMLAH (KAB/KOTA) , , ,6 ANGKA KESAKITAN DIARE PER PENDUDUK 214 Sumber: Dinas Kesehatan Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS L DIARE DIARE DITANGANI P L + P
95 TABEL 14 KASUS BARU KUSTA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KASUS BARU NO KECAMATAN PUSKESMAS Pausi Basiler (PB)/ Kusta kering Multi Basiler (MB)/ Kusta Basah PB + MB L P L+P L P L+P L P L+P IX KOTO SILAGO PULAU PUNJUNG SIALANG SUNGAI DAREH SITIUNG SITIUNG I GUNUNG MEDAN TIMPEH TIMPEH PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU KOTO SALAK SITIUNG II KOTO BESAR KOTO BESAR SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU TIUMANG TIUMANG JUMLAH (KAB/KOTA) PROPORSI JENIS KELAMIN ANGKA PENEMUAN KASUS BARU (NCDR/NEW CASE DETECTION RATE ) PER PENDUDUK 5,82 0 3,01 Sumber: Dinas Kesehatan
96 TABEL 15 KASUS BARU KUSTA 0-14 TAHUN DAN CACAT TINGKAT 2 MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDERITA KUSTA JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO PULAU PUNJUNG SIALANG SUNGAI DAREH SITIUNG SITIUNG I GUNUNG MEDAN TIMPEH TIMPEH PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU KOTO SALAK SITIUNG II KOTO BESAR KOTO BESAR SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU TIUMANG TIUMANG JUMLAH (KAB/KOTA) ANGKA CACAT TINGKAT 2 PER PENDUDUK 0 Sumber: Dinas Kesehatan KASUS BARU PENDERITA KUSTA 0-14 TAHUN CACAT TINGKAT 2
97 TABEL 16 JUMLAH KASUS DAN ANGKA PREVALENSI PENYAKIT KUSTA MENURUT TIPE/JENIS, JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KASUS TERCATAT NO KECAMATAN PUSKESMAS Pausi Basiler/Kusta kering Multi Basiler/Kusta Basah JUMLAH L P L+P L P L+P L P L+P IX KOTO SILAGO PULAU PUNJUNG SIALANG SUNGAI DAREH SITIUNG SITIUNG I GUNUNG MEDAN TIMPEH TIMPEH PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU KOTO SALAK SITIUNG II KOTO BESAR KOTO BESAR SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU TIUMANG TIUMANG JUMLAH (KAB/KOTA) ANGKA PREVALENSI PER PENDUDUK 0,58 0 0,30 Sumber: Dinas Kesehatan
98 TABEL 17 PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT (RELEASE FROM TREATMENT/RFT) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KUSTA (PB) KUSTA (MB) NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDERITA PB a RFT PB L P L + P RFT MB L P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO PULAU PUNJUNG SIALANG SUNGAI DAREH SITIUNG SITIUNG I GUNUNG MEDAN TIMPEH TIMPEH PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU KOTO SALAK SITIUNG II KOTO BESAR KOTO BESAR SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU TIUMANG TIUMANG JUMLAH (KAB/KOTA) ,0 0 0,0 0 0, Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan : a = Penderita kusta PB/MB merupakan penderita pada kohort yang sama
99 TABEL 18 JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH PENDUDUK <15 TAHUN JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) IX KOTO SILAGO PULAU PUNJUNG SIALANG SUNGAI DAREH SITIUNG SITIUNG I GUNUNG MEDAN TIMPEH TIMPEH PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU KOTO SALAK SITIUNG II KOTO BESAR KOTO BESAR SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU TIUMANG TIUMANG JUMLAH (KAB/KOTA) AFP RATE (NON POLIO) PER PENDUDUK USIA < 15 TAHUN 3,27 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS Catatan : Jumlah penduduk < 15 tahun kolom 4 = jumlah penduduk < 15 tahun pada tabel 2, yaitu se
100 TABEL 19 NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS DIFTERI PERTUSIS JUMLAH KASUS PD3I TETANUS (NON NEONATORUM) TETANUS NEONATORUM JUMLAH KASUS JUMLAH KASUS JUMLAH KASUS MENINGGAL MENINGGAL MENINGGAL L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P IX KOTO SILAGO PULAU PUNJUNG SIALANG SUNGAI DAREH SITIUNG SITIUNG I GUNUNG MEDAN TIMPEH TIMPEH PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU KOTO SALAK SITIUNG II KOTO BESAR KOTO BESAR SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU TIUMANG TIUMANG JUMLAH (KAB/KOTA) CASE FATALITY RATE (%) 0,00 0,00 0,00 Sumber: Dinas Kesehatan
101 TABEL 20 JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS JUMLAH KASUS PD3I NO KECAMATAN PUSKESMAS CAMPAK POLIO HEPATITIS B JUMLAH KASUS MENINGGAL L P L+P L P L+P L P L+P IX KOTO SILAGO PULAU PUNJUNG SIALANG SUNGAI DAREH SITIUNG SITIUNG I GUNUNG MEDAN TIMPEH TIMPEH PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU KOTO SALAK SITIUNG II KOTO BESAR KOTO BESAR SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU TIUMANG TIUMANG JUMLAH (KAB/KOTA) CASE FATALITY RATE (%) 0,0 Sumber: Dinas Kesehatan
102 TABEL 21 JUMLAH KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH KASUS MENINGGAL CFR (%) L P L+P L P L+P L P L+P IX KOTO SILAGO ,0 0,0 0,0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG ,0 0,0 0,0 SUNGAI DAREH ,0 0,0 0,0 3 SITIUNG SITIUNG I ,0 0,0 0,0 GUNUNG MEDAN ,0 0,0 0,0 4 TIMPEH TIMPEH ,0 0,0 0,0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH ,0 0,0 0,0 6 KOTO BARU KOTO BARU ,0 0,0 0,0 7 KOTO SALAK SITIUNG II ,0 0,0 0,0 8 KOTO BESAR KOTO BESAR ,0 0,0 0,0 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ,0 0,0 0,0 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU ,0 0,0 0,0 11 TIUMANG TIUMANG ,0 0,0 0,0 JUMLAH (KAB/KOTA) ,0 0,0 0,0 INCIDENCE RATE PER PENDUDUK 16,5 18,7 17,5 Sumber: Dinas Kesehatan Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
103 TABEL 22 NO KECAMATAN PUSKESMAS KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT MALARIA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS MALARIA SEDIAAN DARAH DIPERIKSA SUSPEK MENINGGAL CFR POSITIF L P L+P L P L+P L % P % L+P % L P L+P L P L+P IX KOTO SILAGO PULAU PUNJUNG SIALANG SUNGAI DAREH SITIUNG SITIUNG I , GUNUNG MEDAN , TIMPEH TIMPEH PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU , , KOTO SALAK SITIUNG II KOTO BESAR KOTO BESAR SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , , ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU TIUMANG TIUMANG JUMLAH (KAB/KOTA) , , JUMLAH PENDUDUK BERISIKO ANGKA KESAKITAN (ANNUAL PARASITE INCIDENCE ) PER PENDUDUK BERISIKO 0,48 0,15 0,32 Sumber: Dinas Kesehatan Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
104 TABEL 23 PENDERITA FILARIASIS DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS PENDERITA FILARIASIS NO KECAMATAN PUSKESMAS KASUS BARU DITEMUKAN JUMLAH SELURUH KASUS L P L+P L P L+P IX KOTO SILAGO PULAU PUNJUNG SIALANG SUNGAI DAREH SITIUNG SITIUNG I GUNUNG MEDAN TIMPEH TIMPEH PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU KOTO SALAK SITIUNG II KOTO BESAR KOTO BESAR SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU TIUMANG TIUMANG JUMLAH (KAB/KOTA) ANGKA KESAKITAN PER PENDUDUK (KAB/KOTA) Sumber: Dinas Kesehatan Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
105 TABEL 24 NO KECAMATAN PUSKESMAS PENGUKURAN TEKANAN DARAH PENDUDUK 18 TAHUN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS JUMLAH PENDUDUK 18 TAHUN LAKI-LAKI DILAKUKAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % PEREMPUAN IX KOTO SILAGO PULAU PUNJUNG SIALANG SUNGAI DAREH SITIUNG SITIUNG I GUNUNG MEDAN TIMPEH TIMPEH PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU KOTO SALAK SITIUNG II KOTO BESAR KOTO BESAR SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU TIUMANG TIUMANG LAKI-LAKI HIPERTENSI/TEKANAN DARAH TINGGI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN JUMLAH (KAB/KOTA) Sumber: Dinas Kesehatan
106 TABEL 25 PEMERIKSAAN OBESITAS MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS JUMLAH PENGUNJUNG PUSKESMAS DILAKUKAN PEMERIKSAAN OBESITAS OBESITAS DAN JARINGANNYA BERUSIA 15 NO KECAMATAN PUSKESMAS TAHUN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO PULAU PUNJUNG SIALANG SUNGAI DAREH SITIUNG SITIUNG I GUNUNG MEDAN TIMPEH TIMPEH PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU KOTO SALAK SITIUNG II KOTO BESAR KOTO BESAR SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU TIUMANG TIUMANG JUMLAH (KAB/KOTA) Sumber: Dinas Kesehatan
107 TABEL 26 CAKUPAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE IVA DAN KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN KLINIS (CBE) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS PEREMPUAN USIA TAHUN PEMERIKSAAN LEHER RAHIM DAN PAYUDARA IVA POSITIF TUMOR/BENJOLAN JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO PULAU PUNJUNG SIALANG SUNGAI DAREH SITIUNG SITIUNG I GUNUNG MEDAN TIMPEH TIMPEH PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU KOTO SALAK SITIUNG II KOTO BESAR KOTO BESAR SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU TIUMANG TIUMANG JUMLAH (KAB/KOTA) Sumber: Dinas Kesehatan Ket: IVA: Inspeksi Visual dengan Asam asetat CBE: Clinical Breast Examination
108 TABEL 27 JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT JENIS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) YANG TERSERANG JUMLAH PENDUDUK WAKTU KEJADIAN (TANGGAL) JUMLAH PENDERITA KELOMPOK UMUR PENDERITA JUMLAH KEMATIAN ATTACK RATE (%) CFR (%) JENIS KEJADIAN NO TERANCAM LUAR BIASA JUMLAH JUMLAH KEC DESA/KEL DITANGGU DIKETAHUI AKHIR L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P LANGI HARI HARI BLN THN THN THN THN THN THN THN THN THN AFP /10/ /10/ /10/ ,01 0,01 0, Diare /05/ /05/ /05/ ,17 0,24 0,21 8,33 0 3,57 3 Keracunan Pangan /05/ /05/ /05/ ,01 0,02 0, Rabies /02/ /02/ /02/ ,02 0 0, Sumber: Dinas Kesehatan
109 TABEL 28 KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI DESA/KELURAHAN YANG DITANGANI < 24 JAM NO KECAMATAN PUSKESMAS KLB DI DESA/KELURAHAN JUMLAH DITANGANI <24 JAM % IX KOTO SILAGO PULAU PUNJUNG SIALANG SUNGAI DAREH SITIUNG SITIUNG I GUNUNG MEDAN TIMPEH TIMPEH PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU KOTO SALAK SITIUNG II KOTO BESAR KOTO BESAR SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU TIUMANG TIUMANG JUMLAH (KAB/KOTA) Sumber: Dinas Kesehatan
110 TABEL 29 CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL, PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN, DAN PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS IBU HAMIL IBU BERSALIN/NIFAS NO KECAMATAN PUSKESMAS PERSALINAN MENDAPAT IBU NIFAS K1 K4 JUMLAH JUMLAH DITOLONG NAKES YANKES NIFAS MENDAPAT VIT A JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO , , , PULAU PUNJUNG SIALANG , , , , ,4 SUNGAI DAREH , , , , ,1 3 SITIUNG SITIUNG I , , , , ,5 GUNUNG MEDAN , , , , ,4 4 TIMPEH TIMPEH , , , ,2 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH , , , , ,9 6 KOTO BARU KOTO BARU , , , ,9 7 KOTO SALAK SITIUNG II , , , , ,4 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , , , , ,5 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , , , , ,7 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , , , , ,1 11 TIUMANG TIUMANG , , , , ,1 JUMLAH (KAB/KOTA) , , , ,5 Sumber: Dinas Kesehatan
111 TABEL 30 NO KECAMATAN PUSKESMAS PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS JUMLAH IBU HAMIL IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA IBU HAMIL TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5 TT2+ JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO , , , ,1 12 6, ,3 2 PULAU PUNJUNG SIALANG ,1 13 4, , ,3 26 9, ,7 SUNGAI DAREH ,3 5 0,9 20 3,7 14 2,6 10 1,8 49 9,04 3 SITIUNG SITIUNG I ,3 2 0,7 5 1, , ,9 GUNUNG MEDAN ,3 11 4, , , , ,0 4 TIMPEH TIMPEH ,7 7 2, , , ,3 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH ,6 9 7, , ,4 6 KOTO BARU KOTO BARU ,3 34 5, , , , ,6 7 KOTO SALAK SITIUNG II ,3 20 5, ,9 30 8,5 22 6, ,4 8 KOTO BESAR KOTO BESAR ,3 21 4,0 37 7,0 27 5, , ,1 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ,7 26 6, , ,1 22 5, ,9 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , , , ,7 17 7, ,0 11 TIUMANG TIUMANG ,9 8 3,1 4 1,6 20 7, , ,2 JUMLAH (KAB/KOTA) , , , , , ,6 Sumber: Dinas Kesehatan
112 TABEL 31 NO KECAMATAN PUSKESMAS PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA WANITA USIA SUBUR MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS JUMLAH WUS (15-39 TAHUN) IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA WUS TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5 JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO ,2 8 0,5 14 0,9 6 0,4 4 0,3 2 PULAU PUNJUNG SIALANG ,2 13 0,5 8 0,3 9 0,4 10 0,4 SUNGAI DAREH ,0 43 0,9 35 0,7 65 1,3 48 1,0 3 SITIUNG SITIUNG I ,1 5 0,2 10 0,4 54 2, ,2 GUNUNG MEDAN ,4 1 0,0 2 0,1 4 TIMPEH TIMPEH ,0 5 0,2 12 0,4 42 1,5 95 3,4 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH ,2 6 0,5 8 0,7 6 0,5 6 0,5 6 KOTO BARU KOTO BARU ,0 86 1, , , ,5 7 KOTO SALAK SITIUNG II ,1 3 0,1 3 0,1 7 0,2 8 KOTO BESAR KOTO BESAR ,9 24 1,9 13 1,0 5 0,4 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ,1 16 0,4 20 0,5 7 0,2 2 0,1 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU ,2 9 0,4 21 1,0 13 0,6 2 0,1 11 TIUMANG TIUMANG ,2 3 0,1 3 0,1 20 0,8 31 1,3 JUMLAH (KAB/KOTA) , , , , ,5 Sumber: Dinas Kesehatan
113 TABEL 32 NO JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN TABLET FE1 DAN FE3 MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS KECAMATAN FE1 (30 TABLET) FE3 (90 TABLET) JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO , ,00 2 PULAU PUNJUNG SIALANG , ,45 SUNGAI DAREH , ,27 3 SITIUNG SITIUNG I , ,05 GUNUNG MEDAN , ,45 4 TIMPEH TIMPEH , ,79 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH , ,80 6 KOTO BARU KOTO BARU , ,09 7 KOTO SALAK SITIUNG II , ,75 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , ,72 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , ,13 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , ,52 11 TIUMANG TIUMANG , ,26 JUMLAH (KAB/KOTA) , ,09 Sumber: Dinas Kesehatan PUSKESMAS JUMLAH IBU HAMIL
114 TABEL 33 NO KECAMATAN JUMLAH DAN PERSENTASE PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN DAN KOMPLIKASI NEONATAL MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS S % L P L + P L P L + P S % S % S % KEBIDANAN IX KOTO SILAGO , , , ,7 2 PULAU PUNJUNG SIALANG , , , ,9 SUNGAI DAREH , , , ,5 3 SITIUNG SITIUNG I , , , ,5 GUNUNG MEDAN , , , ,2 4 TIMPEH TIMPEH , , , ,9 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH , , , ,8 6 KOTO BARU KOTO BARU , , , ,8 7 KOTO SALAK SITIUNG II , , , ,6 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , , , ,8 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , , , ,1 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , , , ,2 11 TIUMANG TIUMANG , , , ,3 JUMLAH (KAB/KOTA) , , , ,7 Sumber: Dinas Kesehatan PUSKESMAS JUMLAH IBU HAMIL PERKIRAAN BUMIL DENGAN KOMPLIKASI PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN JUMLAH BAYI PERKIRAAN NEONATAL KOMPLIKASI PENANGANAN KOMPLIKASI NEONATAL L P L + P
115 TABEL 34 NO KECAMATAN PUSKESMAS PROPORSI PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS MKJP IUD % MOP % MOW % IM PLAN % JUMLAH % KON DOM PESERTA KB AKTIF % SUNTIK % PIL % OBAT VAGINA % LAIN NYA % JUMLAH % IX KOTO SILAGO 16 1,0 1 0,1 20 1, , ,2 28 1, , ,2 0 0,0 0 0, , PULAU PUNJUNG SIALANG 67 3,9 0 0,0 49 2, , ,9 48 2, , ,7 0 0,0 0 0, , SUNGAI DAREH 138 4,0 5 0, , , ,3 59 1, , ,3 0 0,0 0 0, , SITIUNG SITIUNG I 35 1,7 5 0,2 3 0, , ,0 30 1, , ,9 0 0,0 0 0, , GUNUNG MEDAN 91 5,0 2 0,1 34 1, , ,1 49 2, , ,7 0 0,0 0 0, , TIMPEH TIMPEH 81 4,1 3 0,2 59 3, , ,8 55 2, , ,8 0 0,0 0 0, , PADANG LAWEH PADANG LAWEH 36 2,3 3 0,2 10 0, , ,8 8 0, , ,2 0 0,0 0 0, , KOTO BARU KOTO BARU 15 1,0 0 0,0 9 0, , , , , ,9 0 0,0 0 0, , KOTO SALAK SITIUNG II 34 1,2 7 0,3 80 2, , ,5 84 3, , ,0 0 0,0 0 0, , KOTO BESAR KOTO BESAR 87 2,6 4 0,1 84 2, , ,9 75 2, , ,5 0 0,0 0 0, , SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 111 4,9 2 0,1 48 2, , ,9 55 2, , ,8 0 0,0 0 0, , ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 36 1,9 1 0,1 22 1, , , , , ,8 0 0,0 0 0, , TIUMANG TIUMANG 9 0,5 1 0,1 6 0, , ,9 67 3, , ,6 0 0,0 0 0, , JUMLAH (KAB/KOTA) 756 2,7 34 0, , , , , , ,4 0 0,0 0 0, , Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang NON MKJP MKJP + NON MKJP % MKJP + NON MKJP
116 TABEL 35 NO KECAMATAN PUSKESMAS PROPORSI PESERTA KB BARU MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS MKJP PESERTA KB BARU IUD % MOP % MOW % IMPLAN % JUMLAH % KONDOM % SUNTIK % PIL % OBAT VAGINA % LAIN NYA % JUMLAH % IX KOTO SILAGO 102 9,9 1 0,1 20 1, , ,9 18 1, , ,4 0 0,0 0 0, , PULAU PUNJUNG SIALANG 68 4,3 0 0,0 49 3, , ,3 44 2, , ,0 0 0,0 0 0, , SUNGAI DAREH 130 3,9 5 0, , , ,6 49 1, , ,9 0 0,0 0 0, , SITIUNG SITIUNG I 140 6,9 5 0,2 3 0, , ,3 20 1,0 82 4, ,7 0 0,0 0 0, , GUNUNG MEDAN ,6 2 0,1 35 1, , ,2 49 2, , ,6 0 0,0 0 0, , TIMPEH TIMPEH 81 4,6 3 0,2 59 3, , ,3 45 2, , ,3 0 0,0 0 0, , PADANG LAWEH PADANG LAWEH 36 3,4 3 0,3 10 0, , ,1 4 0, , ,3 0 0,0 0 0, , KOTO BARU KOTO BARU 18 1,6 0 0,0 9 0, , , , , ,6 0 0,0 0 0, , KOTO SALAK SITIUNG II 34 1,2 7 0,3 80 2, , ,8 74 2, , ,0 0 0,0 0 0, , KOTO BESAR KOTO BESAR 87 2,6 4 0,1 84 2, , ,8 25 0, , ,1 0 0,0 0 0, , SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 36 2,5 2 0,1 48 3, , ,7 45 3, , ,3 0 0,0 0 0, , ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 36 2,0 1 0,1 22 1, , , , , ,6 0 0,0 0 0, , TIUMANG TIUMANG 36 1,8 1 0, , , ,9 67 3, , ,9 0 0,0 0 0, , JUMLAH (KAB/KOTA) ,3 34 0, , , , , , ,9 0 0,0 0 0, , Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang NON MKJP MKJP + NON MKJP % MKJP + NON MKJP
117 TABEL 36 JUMLAH PESERTA KB BARU DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS PESERTA KB BARU JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO , ,0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG , ,8 SUNGAI DAREH , ,8 3 SITIUNG SITIUNG I , ,4 GUNUNG MEDAN , ,1 4 TIMPEH TIMPEH , ,1 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH , ,6 6 KOTO BARU KOTO BARU , ,2 7 KOTO SALAK SITIUNG II , ,7 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , ,8 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , ,4 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , ,4 11 TIUMANG TIUMANG , ,9 JUMLAH (KAB/KOTA) , ,6 Sumber: Dinas Kesehatan JUMLAH PUS PESERTA KB AKTIF
118 TABEL 37 NO KECAMATAN PUSKESMAS BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS JUMLAH LAHIR HIDUP L BAYI BARU LAHIR DITIMBANG P L + P L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO , , ,7 6 7, ,7 13 8,4 2 PULAU PUNJUNG SIALANG , ,1 1 0,7 3 2,3 4 1,5 SUNGAI DAREH , , ,9 3 1,3 3 1,3 6 1,3 3 SITIUNG SITIUNG I , ,4 7 6,3 9 9,1 16 7,6 GUNUNG MEDAN , , ,1 6 4,3 5 4,8 11 4,5 4 TIMPEH TIMPEH , ,7 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH , ,0 6 KOTO BARU KOTO BARU , , ,4 5 2,1 4 1,3 9 1,6 7 KOTO SALAK SITIUNG II , ,4 2 1,6 2 1,6 4 1,6 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , ,4 6 2,5 7 3,0 13 2,8 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , , ,3 7 3,6 5 1,8 12 2,5 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , ,5 0 0,0 1 1,0 1 0,5 11 TIUMANG TIUMANG , ,9 5 5,1 11 5,5 L BBLR P L + P JUMLAH (KAB/KOTA) , , ,7 51 2, ,7 Sumber: Dinas Kesehatan
119 TABEL 38 CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATAL MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KUNJUNGAN NEONATAL 1 KALI (KN1) KUNJUNGAN NEONATAL 3 KALI (KN LENGKAP) JUMLAH BAYI NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L + P L P L + P L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO , , , , , ,8 2 PULAU PUNJUNG SIALANG , , ,3 SUNGAI DAREH , , , , ,5 3 SITIUNG SITIUNG I , , , , , GUNUNG MEDAN , , , , , ,1 4 TIMPEH TIMPEH , , , ,7 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH , , , , , ,4 6 KOTO BARU KOTO BARU , , , , , ,3 7 KOTO SALAK SITIUNG II , , , , ,2 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , , , , ,4 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , , , ,1 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , , , , , TIUMANG TIUMANG , , , , ,1 JUMLAH (KAB/KOTA) , , , , Sumber: Dinas Kesehatan
120 TABEL 39 JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH BAYI USIA 0-6 BULAN L P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO , , ,5 2 PULAU PUNJUNG SIALANG , , ,9 SUNGAI DAREH , , ,8 3 SITIUNG SITIUNG I , , ,1 GUNUNG MEDAN , , ,4 4 TIMPEH TIMPEH , , ,2 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH , , ,6 6 KOTO BARU KOTO BARU , , ,1 7 KOTO SALAK SITIUNG II , , ,1 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , , ,2 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , , ,1 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , , ,8 11 TIUMANG TIUMANG , , ,9 JUMLAH (KAB/KOTA) , , ,6 Sumber: Dinas Kesehatan
121 TABEL 40 CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH BAYI PELAYANAN KESEHATAN BAYI L P L + P L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO , , ,6 2 PULAU PUNJUNG SIALANG , , ,5 SUNGAI DAREH , , ,5 3 SITIUNG SITIUNG I , , ,5 GUNUNG MEDAN , , ,0 4 TIMPEH TIMPEH , , ,7 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH , , ,4 6 KOTO BARU KOTO BARU , , ,4 7 KOTO SALAK SITIUNG II , , ,2 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , , ,8 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , , ,7 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , , ,3 11 TIUMANG TIUMANG , , ,5 JUMLAH (KAB/KOTA) , ,0 Sumber: Dinas Kesehatan
122 TABEL 41 CAKUPAN DESA/KELURAHAN UNIVERSAL CHILD IMMUNIZATION (UCI) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH JORONG JORONG UCI % JORONG UCI IX KOTO SILAGO ,3 2 PULAU PUNJUNG SIALANG ,0 SUNGAI DAREH ,4 3 SITIUNG SITIUNG I ,9 GUNUNG MEDAN ,9 4 TIMPEH TIMPEH ,7 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU ,3 7 KOTO SALAK SITIUNG II ,4 8 KOTO BESAR KOTO BESAR ,3 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ,7 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU ,0 11 TIUMANG TIUMANG ,9 JUMLAH (KAB/KOTA) ,8 Sumber: Dinas Kesehatan
123 TABEL 42 NO KECAMATAN PUSKESMAS CAKUPAN IMUNISASI HEPATITIS B < 7 HARI DAN BCG PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS JUMLAH LAHIR HIDUP L Hb < 7 hari P BAYI DIIMUNISASI BCG L + P L P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO , , , , , ,00 2 PULAU PUNJUNG SIALANG , , , , , ,36 SUNGAI DAREH , , , , , ,37 3 SITIUNG SITIUNG I , , , , , ,33 GUNUNG MEDAN , , , , , ,89 4 TIMPEH TIMPEH , , , , , ,67 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH , , , , , ,92 6 KOTO BARU KOTO BARU , , , , , ,67 7 KOTO SALAK SITIUNG II , , , , , ,42 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , , , , , ,51 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , , , , , ,52 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , , , , , ,02 11 TIUMANG TIUMANG , , , ,47 JUMLAH (KAB/KOTA) , , , , , ,35 Sumber: Dinas Kesehatan
124 TABEL 43 CAKUPAN IMUNISASI DPT-HB/DPT-HB-Hib, POLIO, CAMPAK, DAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH BAYI (SURVIVING INFANT) L BAYI DIIMUNISASI DPT-HB3/DPT-HB-Hib3 POLIO 4 a CAMPAK IMUNISASI DASAR LENGKAP P L + P L P L + P L P L + P L P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO , , , , , , , , , , , ,87 2 PULAU PUNJUNG SIALANG , , , , , , , , , , , ,58 SUNGAI DAREH , , , , , , , , , , , ,64 3 SITIUNG SITIUNG I , , , , , , , , , , , ,44 GUNUNG MEDAN , , , , , , , , , , , ,14 4 TIMPEH TIMPEH , , , , , , , , , , , ,03 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH , , , , , , , , , , , ,30 6 KOTO BARU KOTO BARU , , , , , , , , , , , ,92 7 KOTO SALAK SITIUNG II , , , , , , , , , , , ,94 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , , , , , , , , , ,13 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , , , , , , , , , , , ,86 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , , , , , , , , , , , ,95 11 TIUMANG TIUMANG , , , , , , , , , , , ,26 L + P JUMLAH (KAB/KOTA) , , , , , , , , , , , ,44 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: a = khusus provinsi yang menerapkan 3 dosis polio maka diisi dengan polio 3
125 TABEL 44 CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BAYI DAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS BAYI 6-11 BULAN ANAK BALITA (12-59 BULAN) BALITA (6-59 BULAN) NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH BAYI MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A JUMLAH JUMLAH L P L + P L P L + P L P L + P L P L+P SƷ % S % S % L P L+P S % S % S % L P L+P S % S % S % IX KOTO SILAGO , , , , , , , , ,37 2 PULAU PUNJUNG SIALANG , , , , , , , , ,21 SUNGAI DAREH , , , , , , , , ,08 3 SITIUNG SITIUNG I , , , , , , , , ,47 GUNUNG MEDAN , , , , , , , , ,73 4 TIMPEH TIMPEH , , , , , , , , ,81 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH , , , , , , , , ,33 6 KOTO BARU KOTO BARU , , , , , , , , ,11 7 KOTO SALAK SITIUNG II , , , , , , , , ,89 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , , , , , , , , ,44 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , , , , , , , , ,47 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , , , , , , , , ,67 11 TIUMANG TIUMANG , , , , , , , , ,45 JUMLAH (KAB/KOTA) , , , , , , , , ,09 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: Pelaporan pemberian vitamin A dilakukan pada Februari dan Agustus, maka perhitungan bayi 6-11 bulan yang mendapat vitamin A dalam setahun dihitung dengan mengakumulasi bayi 6-11 bulan yang mendapat vitamin A di bulan Februari dan yang mendapat vitamin A di bulan Agustus
126 TABEL 45 JUMLAH ANAK 0-23 BULAN DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH BADUTA DILAPORKAN (S) ANAK 0-23 BULAN (BADUTA) DITIMBANG BGM JUMLAH (D) % (D/S) L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO ,2 60,6 59,4 2 2,1 0 0,0 2 1,0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG ,0 48,9 53,2 3 2,0 3 2,2 6 2,1 SUNGAI DAREH ,9 74,0 70,9 1 0,3 3 0,8 4 0,6 3 SITIUNG SITIUNG I ,0 76,3 74,1 1 0,5 1 0,5 2 0,5 GUNUNG MEDAN ,9 78,0 82,5 2 1,1 2 1,0 4 1,1 4 TIMPEH TIMPEH ,5 82,5 82,5 3 1,2 1 0,4 4 0,8 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH ,2 84,0 83,6 8 8,5 6 6,0 14 7,2 6 KOTO BARU KOTO BARU ,9 64,6 65,3 3 0,7 4 1,0 7 0,9 7 KOTO SALAK SITIUNG II ,5 68,6 69,1 6 2,6 4 1,8 10 2,2 8 KOTO BESAR KOTO BESAR ,7 85,1 82,2 8 1,8 9 2,1 17 1,9 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ,3 73,9 73,1 7 2,3 7 2,2 14 2,3 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU ,1 75,0 76,9 6 4,0 8 4,9 14 4,5 11 TIUMANG TIUMANG ,7 98,4 98,1 2 1,2 2 1,1 4 1,1 JUMLAH (KAB/KOTA) ,3 73,7 73,5 52 1,7 50 1, ,7 Sumber: Dinas Kesehatan
127 TABEL 46 NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH CAKUPAN PELAYANAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS ANAK BALITA (12-59 BULAN) L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO , , ,5 2 PULAU PUNJUNG SIALANG , , ,9 SUNGAI DAREH , , ,5 3 SITIUNG SITIUNG I , , ,8 GUNUNG MEDAN , , ,0 4 TIMPEH TIMPEH , , ,6 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH , , ,7 6 KOTO BARU KOTO BARU , , ,0 7 KOTO SALAK SITIUNG II , , ,3 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , , ,8 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , , ,1 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , , ,8 11 TIUMANG TIUMANG , , ,1 JUMLAH (KAB/KOTA) , , ,2 Sumber: Dinas Kesehatan L MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (MINIMAL 8 KALI) P L + P
128 TABEL 47 JUMLAH BALITA DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH BALITA DILAPORKAN (S) DITIMBANG JUMLAH (D) L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO ,2 61,2 59,8 3 1,3 2 0,8 5 1,0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG ,6 56,2 59,8 6 1,5 7 1,9 13 1,7 SUNGAI DAREH ,4 65,8 67,1 6 0,7 4 0,5 10 0,6 3 SITIUNG SITIUNG I ,3 72,4 86,0 1 0,1 3 0,6 4 0,3 GUNUNG MEDAN ,2 94,7 94,0 8 1,7 6 1,0 14 1,3 4 TIMPEH TIMPEH ,6 77,5 77,5 7 1,3 7 1,3 14 1,3 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH ,8 76,7 77,3 1 0,5 1 0,5 2 0,5 6 KOTO BARU KOTO BARU ,1 61,3 61,7 9 1,0 6 0,7 15 0,8 7 KOTO SALAK SITIUNG II ,3 76,7 77,0 12 1,9 16 2,6 28 2,2 8 KOTO BESAR KOTO BESAR ,3 80,2 81,3 26 2,3 24 2,4 50 2,3 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ,0 69,8 70,4 8 1,2 6 0,9 14 1,1 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU ,6 61,8 61,7 6 1,7 8 2,5 14 2,1 11 TIUMANG TIUMANG ,5 96,4 96,4 7 1,4 10 2,1 17 1,8 BALITA % (D/S) L BGM P L+P JUMLAH (KAB/KOTA) ,9 72,0 73, , , ,4 Sumber: Dinas Kesehatan
129 TABEL 48 CAKUPAN KASUS BALITA GIZI BURUK YANG MENDAPAT PERAWATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS KASUS BALITA GIZI BURUK MENDAPAT PERAWATAN L P L P L+P S % S % S % IX KOTO SILAGO , , ,00 2 PULAU PUNJUNG SIALANG , , ,00 SUNGAI DAREH , , ,00 3 SITIUNG SITIUNG I , , ,00 GUNUNG MEDAN , , ,00 4 TIMPEH TIMPEH , , ,00 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH ,00 0 0,00 0 0,00 6 KOTO BARU KOTO BARU , , ,00 7 KOTO SALAK SITIUNG II , , ,00 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , , ,00 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , , ,00 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , , ,00 11 TIUMANG TIUMANG ,00 0 0, ,00 JUMLAH (KAB/KOTA) , , ,00 Sumber: Dinas Kesehatan JUMLAH DITEMUKAN L + P
130 TABEL 49 NO KECAMATAN PUSKESMAS CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) SISWA SD & SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS MURID KELAS 1 SD DAN SETINGKAT MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO , , , ,00 2 PULAU PUNJUNG SIALANG , , , ,00 SUNGAI DAREH , , , ,00 3 SITIUNG SITIUNG I , , , ,00 GUNUNG MEDAN , , , ,00 4 TIMPEH TIMPEH , , , ,00 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH , , , ,00 6 KOTO BARU KOTO BARU , , , ,00 7 KOTO SALAK SITIUNG II , , , ,00 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , , , ,00 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , , , ,00 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , , , ,00 11 TIUMANG TIUMANG , , , ,00 JUMLAH (KAB/KOTA) , , , ,00 CAKUPAN PENJARINGAN KESEHATAN SISWA SD & SETINGKAT 93,2 93,2 93,2 Sumber: Dinas Kesehatan JUMLAH L P L + P JUMLAH SD DAN SETINGKAT MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) %
131 TABEL 50 PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT NO KECAMATAN PUSKESMAS PENCABUTAN GIGI RASIO TUMPATAN/ TUMPATAN GIGI TETAP TETAP PENCABUTAN IX KOTO SILAGO ,0 2 PULAU PUNJUNG SIALANG ,1 SUNGAI DAREH ,2 3 SITIUNG SITIUNG I ,0 GUNUNG MEDAN ,1 4 TIMPEH TIMPEH ,2 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH ,0 6 KOTO BARU KOTO BARU ,0 7 KOTO SALAK SITIUNG II ,1 8 KOTO BESAR KOTO BESAR ,0 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ,1 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU ,0 11 TIUMANG TIUMANG ,0 JUMLAH (KAB/ KOTA) ,1 Sumber: Dinas Kesehatan
132 TABEL 51 NO KECAMATAN PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS L P L + P L % P % L + P % L P L + P L % P % L + P % IX KOTO SILAGO ,0 0 0, , PULAU PUNJUNG SIALANG ,0 0 0, , SUNGAI DAREH , , , SITIUNG SITIUNG I , , , GUNUNG MEDAN , , , TIMPEH TIMPEH , , , PADANG LAWEH PADANG LAWEH , , , KOTO BARU KOTO BARU , , , KOTO SALAK SITIUNG II , , , KOTO BESAR KOTO BESAR , , , SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , , , ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , , , TIUMANG TIUMANG ,4 2 15, , JUMLAH (KAB/ KOTA) , , , , , ,0 0 0,0 0 0,0 Sumber: Dinas Kesehatan PUSKESMAS JUMLAH SD/MI JUMLAH SD/MI DGN SIKAT GIGI MASSAL JUMLAH % SD/MI MENDAPAT % YAN. GIGI JUMLAH MURID SD/MI UPAYA KESEHATAN GIGI SEKOLAH MURID SD/MI DIPERIKSA PERLU PERAWATAN MENDAPAT PERAWATAN
133 TABEL 52 CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P L % P % L+P % IX KOTO SILAGO , , ,37 2 PULAU PUNJUNG SIALANG , , ,33 SUNGAI DAREH , , ,48 3 SITIUNG SITIUNG I , , ,77 GUNUNG MEDAN , , ,04 4 TIMPEH TIMPEH , , ,56 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH , , ,04 6 KOTO BARU KOTO BARU , , ,31 7 KOTO SALAK SITIUNG II , , ,19 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , , ,64 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , , ,52 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , , ,17 11 TIUMANG TIUMANG , , ,33 JUMLAH (KAB/KOTA) , , ,39 Sumber: Dinas Kesehatan JUMLAH USILA (60TAHUN+) MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN
134 TABEL 53 CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN PENDUDUK MENURUT JENIS JAMINAN DAN JENIS KELAMIN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NO JENIS JAMINAN KESEHATAN JUMLAH % L P L+P L P L+P Jaminan Kesehatan Nasional ,00 41,00 41, Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN ,40 26,39 26, PBI APBD ,39 7,39 7, Pekerja penerima upah (PPU) ,22 7,22 7, Pekerja bukan penerima upah (PBPU)/mandiri ,00 0,00 0, Bukan pekerja (BP) ,00 0,00 0,00 2 Jamkesda ,00 0,00 0,00 3 Asuransi Swasta ,00 0,00 0,00 4 Asuransi Perusahaan ,00 0,00 0,00 JUMLAH (KAB/KOTA) ,01 41,00 41,00 Sumber: Dinas Kesehatan
135 TABEL 54 NO JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN, RAWAT INAP, DAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN SARANA PELAYANAN KESEHATAN JUMLAH KUNJUNGAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA L P L+P L P L+P L P L+P SILAGO SIALANG SUNGAI DAREH SITIUNG I GUNUNG MEDAN TIMPEH PADANG LAWEH KOTO BARU SITIUNG II KOTO BESAR SUNGAI RUMBAI SUNGAI LIMAU TIUMANG SUB JUMLAH I RS SUNGAI DAREH SUB JUMLAH II Sarana Yankes lainnya (sebutkan) SUB JUMLAH III JUMLAH (KAB/KOTA) JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA CAKUPAN KUNJUNGAN (%) 37,9 53,5 45,5 2,5 2,5 2,5 Sumber: Dinas Kesehatan Catatan: Puskesmas non rawat inap hanya melayani kunjungan rawat jalan RAWAT JALAN RAWAT INAP JUMLAH
136 TABEL 55 JUMLAH TEMPAT TIDUR PASIEN KELUAR (HIDUP + MATI) ANGKA KEMATIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT PASIEN KELUAR MATI PASIEN KELUAR MATI 48 JAM DIRAWAT NO NAMA RUMAH SAKIT a L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P GDR NDR 1 RSUD SUNGAI DAREH ,1 29,7 29,9 7,2 7,0 7,1 KABUPATEN/KOTA ,0 3,0 3,0 0,7 0,7 0,7 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta
137 TABEL 56 INDIKATOR KINERJA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT NO NAMA RUMAH SAKIT a JUMLAH TEMPAT TIDUR PASIEN KELUAR (HIDUP + MATI) JUMLAH HARI PERAWATAN JUMLAH LAMA DIRAWAT BOR (%) BTO (KALI) TOI (HARI) ALOS (HARI) RSUD SUNGAI DAREH ,1 51,91 3,79 4,2 KABUPATEN/KOTA ,1 51,91 3,8 4,24 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta
138 TABEL 57 PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (BER-PHBS) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS RUMAH TANGGA NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH JUMLAH JUMLAH % DIPANTAU DIPANTAU BER- PHBS % BER- PHBS IX KOTO SILAGO , ,1 2 PULAU PUNJUNG SIALANG , ,7 SUNGAI DAREH , ,0 3 SITIUNG SITIUNG I , ,6 GUNUNG MEDAN , ,8 4 TIMPEH TIMPEH , ,0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH , ,3 6 KOTO BARU KOTO BARU , ,2 7 KOTO SALAK SITIUNG II , ,7 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , ,0 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , ,0 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , ,4 11 TIUMANG TIUMANG , ,2 JUMLAH (KAB/KOTA) , ,0 Sumber: Dinas Kesehatan
139 TABEL 58 NO KECAMATAN PUSKESMAS PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS 2013 RUMAH MEMENUHI SYARAT (RUMAH SEHAT) JUMLAH RUMAH YANG BELUM RUMAH DIBINA RUMAH DIBINA MEMENUHI SYARAT RUMAH MEMENUHI SYARAT (RUMAH SEHAT) JUMLAH % MEMENUHI JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % SYARAT IX KOTO SILAGO , , ,32 2 PULAU PUNJUNG SIALANG , , ,86 SUNGAI DAREH , , ,88 3 SITIUNG SITIUNG I , , ,57 GUNUNG MEDAN , , ,32 4 TIMPEH TIMPEH , , ,11 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH , , ,37 6 KOTO BARU KOTO BARU , , ,70 7 KOTO SALAK SITIUNG II , , ,15 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , , ,51 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , , ,41 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , , ,01 11 TIUMANG TIUMANG , , ,10 JUMLAH (KAB/KOTA) , , ,90 Sumber: Dinas Kesehatan JUMLAH SELURUH RUMAH 2014
140 JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH % TABEL 59 PENDUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM BERKUALITAS (LAYAK) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS BUKAN JARINGAN PERPIPAAN SUMUR GALI TERLINDUNG SUMUR GALI DENGAN POMPA SUMUR BOR DENGAN POMPA TERMINAL AIR MATA AIR TERLINDUNG PENAMPUNGAN AIR HUJAN PERPIPAAN (PDAM,BPSPAM) PENDUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM LAYAK NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDUDU K MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT IX KOTO SILAGO , PULAU PUNJUNG SIALANG ,33 SUNGAI DAREH ,21 3 SITIUNG SITIUNG I ,68 GUNUNG MEDAN ,89 4 TIMPEH TIMPEH ,05 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH ,18 6 KOTO BARU KOTO BARU ,94 7 KOTO SALAK SITIUNG II ,71 8 KOTO BESAR KOTO BESAR ,08 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ,10 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU ,97 11 TIUMANG TIUMANG ,37 JUMLAH (KAB/KOTA) ,50279 Sumber: Dinas Kesehatan
141 TABEL 60 PERSENTASE KUALITAS AIR MINUM DI PENYELENGGARA AIR MINUM YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN NO KECAMATAN JUMLAH % IX KOTO SILAGO ,00 2 PULAU PUNJUNG SIALANG ,00 SUNGAI DAREH SITIUNG SITIUNG I ,00 GUNUNG MEDAN ,00 4 TIMPEH TIMPEH ,00 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH ,00 6 KOTO BARU KOTO BARU ,00 7 KOTO SALAK SITIUNG II ,00 8 KOTO BESAR KOTO BESAR ,00 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ,00 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU ,00 11 TIUMANG TIUMANG ,00 JUMLAH (KAB/KOTA) Sumber: Dinas Kesehatan PUSKESMAS JUMLAH PENYELENGGARA AIR MINUM JUMLAH SAMPEL DIPERIKSA MEMENUHI SYARAT (FISIK, BAKTERIOLOGI, DAN KIMIA)
142 JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA % PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA % PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA % PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH PENDUDUK JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA JUMLAH SARANA JUMLAH PENDUDUK PENGGUNA % PENDUDUK PENGGUNA TABEL 61 PENDUDUK DENGAN AKSES TERHADAP FASILITAS SANITASI YANG LAYAK (JAMBAN SEHAT) MENURUT JENIS JAMBAN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS JENIS SARANA JAMBAN KOMUNAL LEHER ANGSA PLENGSENGAN MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT CEMPLUNG MEMENUHI SYARAT PENDUDUK DENGAN AKSES SANITASI LAYAK (JAMBAN SEHAT) JUMLAH % IX KOTO SILAGO ,2 2 PULAU PUNJUNG SIALANG ,6 SUNGAI DAREH ,9 3 SITIUNG SITIUNG I ,2 GUNUNG MEDAN ,4 4 TIMPEH TIMPEH ,0 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH ,1 6 KOTO BARU KOTO BARU ,7 7 KOTO SALAK SITIUNG II ,5 8 KOTO BESAR KOTO BESAR ,2 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ,5 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU ,6 11 TIUMANG TIUMANG ,1 JUMLAH (KAB/KOTA) ,8 Sumber: Dinas Kesehatan
143 TABEL 62 DESA YANG MELAKSANAKAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) JUMLAH DESA/ NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA MELAKSANAKAN DESA STOP BABS KELURAHAN DESA STBM STBM (SBS) JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO ,05 0 0,00 0 0,00 2 PULAU PUNJUNG SIALANG ,00 0 0,00 0 0,00 SUNGAI DAREH , , ,05 3 SITIUNG SITIUNG I ,18 0 0,00 0 0,00 GUNUNG MEDAN ,18 0 0,00 0 0,00 4 TIMPEH TIMPEH ,81 0 0,00 0 0,00 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH ,53 1 5,88 1 5,88 6 KOTO BARU KOTO BARU ,38 0 0,00 0 0,00 7 KOTO SALAK SITIUNG II ,24 0 0,00 0 0,00 8 KOTO BESAR KOTO BESAR ,88 2 6,25 2 6,25 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ,67 0 0,00 0 0,00 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU ,73 0 0,00 0 0,00 11 TIUMANG TIUMANG ,53 0 0,00 0 0,00 JUMLAH (KAB/KOTA) ,8 7 2,67 7 2,67 Sumber: Dinas Kesehatan
144 SD SLTP SLTA PUSKESMAS RUMAH SAKIT UMUM BINTANG NON BINTANG JUMLAH TTU JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % TABEL 63 PERSENTASE TEMPAT-TEMPAT UMUM MEMENUHI SYARAT KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS YANG ADA TEMPAT-TEMPAT UMUM MEMENUHI SYARAT KESEHATAN NO KECAMATAN PUSKESMAS SARANA PENDIDIKAN SARANA KESEHATAN HOTEL SD SARANA PENDIDIKAN SLTP SLTA SARANA KESEHATAN PUSKESMAS RUMAH SAKIT UMUM BINTANG HOTEL NON BINTANG TEMPAT-TEMPAT UMUM IX KOTO SILAGO , ,00 0 0, ,00 0 0,00 0 0, ,62 2 PULAU PUNJUNG SIALANG , , , ,00 0 0, ,37 SUNGAI DAREH , , , ,00 0 0, ,17 3 SITIUNG SITIUNG I , , , ,00 0 0,00 0 0, ,00 GUNUNG MEDAN , , ,00 0 0, , ,85 4 TIMPEH TIMPEH , , , ,00 0 0,00 0 0, ,38 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH , , ,00 0 0,00 0 0, ,00 6 KOTO BARU KOTO BARU , , , ,00 0 0, , ,28 7 KOTO SALAK SITIUNG II , , ,00 0 0,00 0 0, ,00 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , , ,00 0 0,00 0 0, ,17 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , , ,00 0 0, , ,89 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , , ,00 0 0,00 0 0, ,45 11 TIUMANG TIUMANG , ,00 0 0, ,00 0 0,00 0 0, ,00 JUMLAH (KAB/KOTA) Sumber: Dinas Kesehatan
145 TABEL 64 NO KECAMATAN TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN (TPM) MENURUT STATUS HIGIENE SANITASI JASA BOGA RUMAH MAKAN/ RESTORAN DEPOT AIR MINUM (DAM) MAKANAN JAJANAN TOTAL % JASA BOGA RUMAH MAKAN/ RESTORAN DEPOT AIR MINUM (DAM) MAKANAN JAJANAN TOTAL % IX KOTO SILAGO , ,00 2 PULAU PUNJUNG SIALANG , ,28 SUNGAI DAREH , ,41 3 SITIUNG SITIUNG I , ,88 GUNUNG MEDAN , ,52 4 TIMPEH TIMPEH , ,79 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH , ,30 6 KOTO BARU KOTO BARU , ,97 7 KOTO SALAK SITIUNG II , ,98 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , ,95 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , ,68 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , ,02 11 TIUMANG TIUMANG , ,56 JUMLAH (KAB/KOTA) , ,68 Sumber: Dinas Kesehatan PUSKESMAS JUMLAH TPM TPM MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI TPM TIDAK MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI
146 JUMLAH TPM TIDAK MEMENUHI SYARAT JASA BOGA RUMAH MAKAN/ RESTORAN DEPOT AIR MINUM (DAM) MAKANAN JAJANAN TOTAL PERSENTASE TPM DIBINA JUMLAH TPM MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI JASA BOGA RUMAH MAKAN/ RESTORAN DEPOT AIR MINUM (DAM) MAKANAN JAJANAN TOTAL PERSENTASE TPM DIUJI PETIK TABEL 65 TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN DIBINA DAN DIUJI PETIK JUMLAH TPM DIBINA JUMLAH TPM DIUJI PETIK NO KECAMATAN PUSKESMAS IX KOTO SILAGO , ,34 2 PULAU PUNJUNG SIALANG , ,00 SUNGAI DAREH , ,39 3 SITIUNG SITIUNG I , ,41 GUNUNG MEDAN , ,21 4 TIMPEH TIMPEH , ,49 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH , ,56 6 KOTO BARU KOTO BARU , ,81 7 KOTO SALAK SITIUNG II , ,00 8 KOTO BESAR KOTO BESAR , ,79 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI , ,29 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU , ,54 11 TIUMANG TIUMANG , ,98 JUMLAH (KAB/KOTA) , ,83 Sumber: Dinas Kesehatan
147 TABEL 66 NO NAMA OBAT PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN SATUAN TERKECIL KEBUTUHAN TOTAL PENGGUNAAN SISA STOK JUMLAH OBAT/VAKSIN PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT/VAKSIN Alopurinol tablet 100 mg tablet Aminofilin tablet 200 mg tablet Aminofilin injeksi 24 mg/ml tablet Amitripilin tablet salut 25 mg (HCL) tablet Amoksisilin kapsul 250 mg kapsul Amoksisilin kaplet 500 mg kaplet Amoksisilin sirup kering 125 mg/ 5 mg botol Metampiron tablet 500 mg tablet Metampiron injeksi 250 mg ampul Antasida DOEN I tablet kunyah, kombinasi :Aluminium Hidroksida 200 mg + Magnesium Hidroksida 200 mg tablet Anti Bakteri DOEN saleb kombinasi : Basitrasin 500 IU/g + polimiksin IU/g 12 Antihemoroid DOEN kombinasi : Bismut Subgalat 150 mg + Heksaklorofen 250 mg 13 Antifungi DOEN Kombinasi : Asam Benzoat 6% + Asam Salisilat 3% tube supp pot Antimigren : Ergotamin tartrat 1 mg + Kofein 50 mg tablet Antiparkinson DOEN tablet kombinasi : Karbidopa 25 mg + tablet Levodopa 250 mg 16 Aqua Pro Injeksi Steril, bebas pirogen vial Asam Askorbat (vitamin C) tablet 50 mg tablet Asam Asetisalisilat tablet 100 mg (Asetosal) tablet Asam Asetisalisilat tablet 500 mg (Asetosal) tablet Atropin sulfat tablet 0,5 mg tablet Atropin tetes mata 0,5% botol Atropin injeksi l.m/lv/s.k. 0,25 mg/ml - 1 ml (sulfat) ampul Betametason krim 0,1 % krim Deksametason Injeksi I.v. 5 mg/ml ampul Deksametason tablet 0,5 mg tablet Dekstran 70-larutan infus 6% steril botol Dekstrometorfan sirup 10 mg/5 ml (HBr) botol Dekstrometorfan tablet 15 mg (HBr) tablet Diazepam Injeksi 5mg/ml ampul Diazepam tablet 2 mg tablet Diazepam tablet 5 mg tablet Difenhidramin Injeksi I.M. 10 mg/ml (HCL) ampul Diagoksin tablet 0,25 mg tablet Efedrin tablet 25 mg (HCL) tablet Ekstrks belladona tablet 10 mg tablet Epinefrin (Adrenalin) injeksi 0,1% (sebagai HCL) ampul Etakridin larutan 0,1% botol Fenitoin Natriun Injeksi 50 mg/ml ampul Fenobarbital Injeksi I.m/I.v 50 mg/ml ampul Fenobarbital tablet 30 mg tablet Fenoksimetil Penisilin tablet 250 mg tablet Fenoksimetil Penisilin tablet 500 mg tablet Fenol Gliserol tetes telinga 10% botol Fitomenadion (Vit. K1) injeksi 10 mg/ml ampul Fitomenadion (Vit. K1) tablet salut gula 10 mg tablet Furosemid tablet 40 mg tablet Gameksan lotion 1 % botol Garam Oralit I serbuk Kombinasi : Natrium 0,70 g, Kalium sach klorida 0,30 g, Tribatrium Sitrt dihidrat 0,58 g 49 Gentian Violet Larutan 1 % botol Glibenklamida tablet 5 mg tablet Gliseril Gualakolat tablet 100 mg tablet Gliserin botol Glukosa larutan infus 5% botol Glukosa larutan infus 10% botol Glukosa larutan infus 40% steril (produk lokal) ampul Griseofulvin tablet 125 mg, micronized tablet Haloperidol tablet 0,5 mg tablet Haloperidol tablet 1,5 mg tablet Haloperidol tablet 5 mg tablet Hidroklorotiazida tablet 25 mg tablet Hidrkortison krim 2,5% tube Ibuprofen tablet 200 mg tablet Ibuprofen tablet 400 mg tablet Isosorbid Dinitrat Tablet Sublingual 5 mg tablet Kalsium Laktat (Kalk) tablet 500 mg tablet Kaptopril tablet 12,5 mg tablet Kaptopril tablet 25 mg tablet Karbamazepim tablet 200 mg tablet Ketamin Injeksi 10 mg/ml vial
148 NO NAMA OBAT PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN SATUAN TERKECIL KEBUTUHAN TOTAL PENGGUNAAN SISA STOK JUMLAH OBAT/VAKSIN PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT/VAKSIN Klofazimin kapsul 100 mg microzine kapsul Kloramfenikol kapsul 250 mg kapsul Kloramfenikol tetes telinga 3 % botol Kloraniramina mealeat (CTM) tablet 4 mg tablet Klorpromazin injeksi i.m 5 mg/ml-2ml (HCL) ampul Klorpromazin injeksi i.m 25 mg/ml (HCL) ampul Klorpromazin tablet salut 25 mg (HCL) tablet Klorpromazin HCl tablet salut 100 mg (HCL) tablet Anti Malaria DOEN Kombinasi Pirimetamin 25 mg + tablet Sulfadoxin 500 mg 79 Kotrimosazol Suspensi Kombinasi :Sulfametoksazol 200 mg botol Trimetoprim 40 mg/ 5 ml 80 Kotrimosazol DOEN I (dewasa) Kombinasi : tablet Sulfametoksazol 400 mg, Trimetoprim 80 mg 81 Kotrimosazol DOEN II (pediatrik) Kombinasi : tablet Sulfametoksazol 100 mg, Trimetoprim 20 mg 82 Kuinin (kina) tablet 200 mg tablet Kuinin Dihidrokklorida injeksi 25%-2 ml ampul Lidokain injeksi 2% (HCL) + Epinefrin 1 : ml vial Magnesium Sulfat inj (IV) 20%-25 ml vial Magnesium Sulfat inj (IV) 40%-25 ml vial Magnesium Sulfat serbuk 30 gram sach Mebendazol sirup 100 mg / 5 ml botol Mebendazol tablet 100 mg tablet Metilergometrin Maleat (Metilergometrin) tablet salut 0,125 tablet mg 91 Metilergometrin Maleat injeksi 0,200 mg -1 ml ampul Metronidazol tablet 250 mg tablet Natrium Bikarbonat tablet 500 mg tablet Natrium Fluoresein tetes mata 2 % botol Natrium Klorida larutan infus 0,9 % botol Natrium Thiosulfat injeksi I.v. 25 % ampul Nistatin tablet salut IU/g tablet Nistatin Vaginal tablet salut IU/g tablet Obat Batuk hitam ( O.B.H.) botol Oksitetrasiklin HCL salep mata 1 % tube Oksitetrasiklin injeksi I.m. 50 mg/ml-10 ml vial Oksitosin injeksi 10 UI/ml-1 ml ampul Paracetamol sirup 120 mg / 5 ml botol Paracetamol tablet 100 mg tablet Paracetamol tablet 500 mg tablet Pilokarpin tetes mata 2 % (HCL/Nitrat) botol Pirantel tab. Score (base) 125 mg tablet Piridoksin (Vitamin B6) tablet 10 mg (HCL) tablet Povidon Iodida larutan 10 % botol Povidon Iodida larutan 10 % botol Prednison tablet 5 mg tablet Primakuin tablet 15 mg tablet Propillitiourasil tablet 100 mg tablet Propanol tablet 40 mg (HCL) tablet Reserpin tablet 0,10 mg tablet Reserpin tablet 0,25 mg tablet Ringer Laktat larutan infus botol Salep 2-4, kombinasi: Asam Salisilat 2% + Belerang endap tube % 119 Salisil bedak 2% kotak Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 5 ml (ABU I) vial Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 50 ml (ABU II) vial Serum Anti Difteri Injeksi IU/vial (A.D.S.) vial Serum Anti Tetanus Injeksi IU/ampul (A.T.S.) ampul Serum Anti Tetanus Injeksi IU/vial (A.T.S.) vial Sianokobalamin (Vitamin B12) injeksi 500 mcg ampul Sulfasetamida Natrium tetes mata 15 % botol Tetrakain HCL tetes mata 0,5% botol Tetrasiklin kapsul 250 mg kapsul Tetrasiklin kapsul 500 mg kapsul Tiamin (vitamin B1) injeksi 100 mg/ml ampul Tiamin (vitamin B1) tablet 50 mg (HCL/Nitrat) tablet Tiopental Natrium serbuk injeksi 1000 mg/amp ampul Triheksifenidil tablet 2 mg tablet Vaksin Rabies Vero vial Vitamin B Kompleks tablet tablet VAKSIN 136 BCG vial T T vial D T vial CAMPAK 10 Dosis vial POLIO 10 Dosis vial DPT-HB vial HEPATITIS B 0,5 ml ADS vial POLIO 20 Dosis vial CAMPAK 20 Dosis vial Sumber: Dinas Kesehatan
149 TABEL 67 JUMLAH SARANA KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN NO FASILITAS KESEHATAN PEMILIKAN/PENGELOLA KEMENKES PEM.PROV PEM.KAB/KOTA TNI/POLRI BUMN SWASTA JUMLAH RUMAH SAKIT 1 RUMAH SAKIT UMUM RUMAH SAKIT KHUSUS PUSKESMAS DAN JARINGANNYA 1 PUSKESMAS RAWAT INAP JUMLAH TEMPAT TIDUR PUSKESMAS NON RAWAT INAP PUSKESMAS KELILING PUSKESMAS PEMBANTU SARANA PELAYANAN LAIN 1 RUMAH BERSALIN BALAI PENGOBATAN/KLINIK PRAKTIK DOKTER BERSAMA PRAKTIK DOKTER PERORANGAN PRAKTIK PENGOBATAN TRADISIONAL BANK DARAH RUMAH SAKIT UNIT TRANSFUSI DARAH SARANA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN 1 INDUSTRI FARMASI INDUSTRI OBAT TRADISIONAL USAHA KECIL OBAT TRADISIONAL PRODUKSI ALAT KESEHATAN PEDAGANG BESAR FARMASI APOTEK TOKO OBAT PENYALUR ALAT KESEHATAN Sumber: Dinas Kesehatan
150 TABEL 68 PERSENTASE SARANA KESEHATAN (RUMAH SAKIT) DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR ) LEVEL I NO SARANA KESEHATAN JUMLAH SARANA MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN. GADAR LEVEL I JUMLAH % RUMAH SAKIT UMUM RUMAH SAKIT KHUSUS JUMLAH (KAB/KOTA) Sumber: Dinas Kesehatan
151 TABEL 69 JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS NO KECAMATAN PUSKESMAS STRATA POSYANDU POSYANDU AKTIF PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JUMLAH JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % IX KOTO SILAGO 1 6, , , , ,50 2 PULAU PUNJUNG SIALANG 0 0,00 0 0,00 1 8, , SUNGAI DAREH 0 0, , , , ,17 3 SITIUNG SITIUNG I 0 0,00 0 0, , , GUNUNG MEDAN 0 0, , , , ,33 4 TIMPEH TIMPEH 0 0, , , , ,87 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH 0 0, , , , ,00 6 KOTO BARU KOTO BARU 0 0,00 0 0, , , KOTO SALAK SITIUNG II 0 0,00 0 0, , , KOTO BESAR KOTO BESAR 0 0,00 0 0, , , SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI 0 0,00 1 4, , , ,00 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU 0 0, , ,48 0 0, ,92 11 TIUMANG TIUMANG 0 0,00 0 0, , , JUMLAH (KAB/KOTA) RASIO POSYANDU PER 100 BALITA 1 0, , , , ,85 1 Sumber: Dinas Kesehatan
152 TABEL 70 JUMLAH UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) MENURUT KECAMATAN NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA/ UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) KELURAHAN POSKESDES POLINDES POSBINDU IX KOTO SILAGO PULAU PUNJUNG SIALANG SUNGAI DAREH SITIUNG SITIUNG I GUNUNG MEDAN TIMPEH TIMPEH PADANG LAWEH PADANG LAWEH KOTO BARU KOTO BARU KOTO SALAK SITIUNG II KOTO BESAR KOTO BESAR SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU TIUMANG TIUMANG JUMLAH (KAB/KOTA) Sumber: Dinas Kesehatan
153 TABEL 71 JUMLAH DESA SIAGA MENURUT KECAMATAN NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH DESA/ KELURAHAN DESA/KELURAHAN SIAGA PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JUMLAH % IX KOTO SILAGO ,05 2 PULAU PUNJUNG SIALANG ,00 SUNGAI DAREH ,05 3 SITIUNG SITIUNG I ,18 GUNUNG MEDAN ,18 4 TIMPEH TIMPEH ,81 5 PADANG LAWEH PADANG LAWEH ,53 6 KOTO BARU KOTO BARU ,38 7 KOTO SALAK SITIUNG II ,24 8 KOTO BESAR KOTO BESAR ,88 9 SUNGAI RUMBAI SUNGAI RUMBAI ,67 10 ASAM JUJUHAN SUNGAI LIMAU ,73 11 TIUMANG TIUMANG ,53 JUMLAH (KAB/KOTA) ,85 Sumber: Dinas Kesehatan
154 TABEL 72 JUMLAH TENAGA MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN NO UNIT KERJA DR SPESIALIS a DOKTER UMUM TOTAL DOKTER GIGI DOKTER GIGI SPESIALIS TOTAL L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P PUSKESMAS SILAGO PUSKESMAS SIALANG PUSKESMAS SUNGAI DAREH PUSKESMAS SITIUNG I PUSKESMAS GUNUNG MEDAN PUSKESMAS TIMPEH PUSKESMAS PADANG LAWEH PUSKESMAS KOTO BARU PUSKESMAS SITIUNG II PUSKESMAS KOTO BESAR PUSKESMAS SUNGAI RUMBAI PUSKESMAS SUNGAI LIMAU PUSKESMAS TIUMANG SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) RSUD SUNGAI DAREH SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN LABKESDA INSTALASI GUDANG FARMASI KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA JUMLAH (KAB/KOTA) RASIO TERHADAP PENDUDUK Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan : a termasuk S3
155 TABEL 73 JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI FASILITAS KESEHATAN NO UNIT KERJA BIDAN PERAWAT a PERAWAT GIGI L P L+P L P L+P PUSKESMAS SILAGO PUSKESMAS SIALANG PUSKESMAS SUNGAI DAREH PUSKESMAS SITIUNG I PUSKESMAS GUNUNG MEDAN PUSKESMAS TIMPEH PUSKESMAS PADANG LAWEH PUSKESMAS KOTO BARU PUSKESMAS SITIUNG II PUSKESMAS KOTO BESAR PUSKESMAS SUNGAI RUMBAI PUSKESMAS SUNGAI LIMAU PUSKESMAS TIUMANG SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) RSUD SUNGAI DAREH SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN LABKESDA INSTALASI GUDANG FARMASI KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA JUMLAH (KAB/KOTA) RASIO TERHADAP PENDUDUK 129,75 72,69 9,02 Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan : a termasuk perawat anastesi dan perawat spesialis
156 TABEL 74 JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DI FASILITAS KESEHATAN TENAGA KEFARMASIAN TENAGA TEKNIS NO UNIT KERJA KEFARMASIAN a APOTEKER TOTAL L P L + P L P L + P L P L + P PUSKESMAS SILAGO PUSKESMAS SIALANG PUSKESMAS SUNGAI DAREH PUSKESMAS SITIUNG I PUSKESMAS GUNUNG MEDAN PUSKESMAS TIMPEH PUSKESMAS PADANG LAWEH PUSKESMAS KOTO BARU PUSKESMAS SITIUNG II PUSKESMAS KOTO BESAR PUSKESMAS SUNGAI RUMBAI PUSKESMAS SUNGAI LIMAU PUSKESMAS TIUMANG SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) RSUD SUNGAI DAREH SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN LABKESDA INSTALASI GUDANG FARMASI KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA JUMLAH (KAB/KOTA) RASIO TERHADAP PENDUDUK Sumber: Dinas Kesehatan Keterangan : a termasuk analis farmasi, asisten apoteker, sarjana farmasi
157 TABEL 75 JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI FASILITAS KESEHATAN NO UNIT KERJA KESEHATAN MASYARAKAT a KESEHATAN LINGKUNGAN b L P L+P L P L+P PUSKESMAS SILAGO PUSKESMAS SIALANG PUSKESMAS SUNGAI DAREH PUSKESMAS SITIUNG I PUSKESMAS GUNUNG MEDAN PUSKESMAS TIMPEH PUSKESMAS PADANG LAWEH PUSKESMAS KOTO BARU PUSKESMAS SITIUNG II PUSKESMAS KOTO BESAR PUSKESMAS SUNGAI RUMBAI PUSKESMAS SUNGAI LIMAU PUSKESMAS TIUMANG SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) RSUD SUNGAI DAREH SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN LABKESDA INSTALASI GUDANG FARMASI KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA JUMLAH (KAB/KOTA) RASIO TERHADAP PENDUDUK 5 4 Sumber: (sebutkan) Keterangan : a termasuk tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku, pembimbing kesehatan kerja, tenaga biostatistik dan kependudukan, tenaga kesehatan reproduksi dan keluarga, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan, epidemiolog kesehatan b termasuk tenaga sanitasi lingkungan, entomolog kesehatan, mikrobiolog kesehatan
158 TABEL 76 JUMLAH TENAGA GIZI DI FASILITAS KESEHATAN NO UNIT KERJA NUTRISIONIS DIETISIEN TOTAL L P L+P L P L+P L P L+P PUSKESMAS SILAGO PUSKESMAS SIALANG PUSKESMAS SUNGAI DAREH PUSKESMAS SITIUNG I PUSKESMAS GUNUNG MEDAN PUSKESMAS TIMPEH PUSKESMAS PADANG LAWEH PUSKESMAS KOTO BARU PUSKESMAS SITIUNG II PUSKESMAS KOTO BESAR PUSKESMAS SUNGAI RUMBAI PUSKESMAS SUNGAI LIMAU PUSKESMAS TIUMANG SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) RSUD SUNGAI DAREH SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN LABKESDA INSTALASI GUDANG FARMASI KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA JUMLAH (KAB/KOTA) RASIO TERHADAP PENDUDUK 8 Sumber: Dinas Kesehatan
159 TABEL 77 JUMLAH TENAGA KETERAPIAN FISIK DI FASILITAS KESEHATAN NO UNIT KERJA TENAGA KETERAPIAN FISIK FISIOTERAPIS OKUPASI TERAPIS TERAPIS WICARA AKUPUNKTUR TOTAL L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P PUSKESMAS SILAGO PUSKESMAS SIALANG PUSKESMAS SUNGAI DAREH PUSKESMAS SITIUNG I PUSKESMAS GUNUNG MEDAN PUSKESMAS TIMPEH PUSKESMAS PADANG LAWEH PUSKESMAS KOTO BARU PUSKESMAS SITIUNG II PUSKESMAS KOTO BESAR PUSKESMAS SUNGAI RUMBAI PUSKESMAS SUNGAI LIMAU PUSKESMAS TIUMANG SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) RSUD SUNGAI DAREH SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN LABKESDA INSTALASI GUDANG FARMASI KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA JUMLAH (KAB/KOTA) RASIO TERHADAP PENDUDUK 2,5065 Sumber: Dinas Kesehatan
160 TABEL 78 NO JUMLAH TENAGA KETEKNISIAN MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P PUSKESMAS SILAGO PUSKESMAS SIALANG PUSKESMAS SUNGAI DAREH PUSKESMAS SITIUNG I PUSKESMAS GUNUNG MEDAN PUSKESMAS TIMPEH PUSKESMAS PADANG LAWEH PUSKESMAS KOTO BARU PUSKESMAS SITIUNG II PUSKESMAS KOTO BESAR PUSKESMAS SUNGAI RUMBAI PUSKESMAS SUNGAI LIMAU PUSKESMAS TIUMANG SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) RSUD SUNGAI DAREH SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN LABKESDA INSTALASI GUDANG FARMASI KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA JUMLAH (KAB/KOTA) RASIO TERHADAP PENDUDUK 27,07 Sumber: Dinas Kesehatan UNIT KERJA RADIOGRAFER RADIOTERAPIS TEKNISI ELEKTROMEDIS TEKNISI GIGI ANALISIS KESEHATAN TENAGA KETEKNISIAN MEDIS REFRAKSIONIS OPTISIEN ORTETIK PROSTETIK REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN TEKNISI TRANSFUSI DARAH TEKNISI KARDIOVASKULER JUMLAH
161 TABEL 79 NO JUMLAH TENAGA KESEHATAN LAIN DI FASILITAS KESEHATAN L P L+P L P L+P L P L+P PUSKESMAS SILAGO PUSKESMAS SIALANG PUSKESMAS SUNGAI DAREH PUSKESMAS SITIUNG I PUSKESMAS GUNUNG MEDAN PUSKESMAS TIMPEH PUSKESMAS PADANG LAWEH PUSKESMAS KOTO BARU PUSKESMAS SITIUNG II PUSKESMAS KOTO BESAR PUSKESMAS SUNGAI RUMBAI PUSKESMAS SUNGAI LIMAU PUSKESMAS TIUMANG SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) RSUD SUNGAI DAREH SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN LABKESDA INSTALASI GUDANG FARMASI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT DINAS KESEHATAN KAB/KOTA JUMLAH (KAB/KOTA) Sumber: Dinas Kesehatan UNIT KERJA PENGELOLA PROGRAM KESEHATAN TENAGA KESEHATAN LAIN TENAGA KESEHATAN LAINNYA TOTAL
162 TABEL 80 NO UNIT KERJA JUMLAH TENAGA PENUNJANG/PENDUKUNG KESEHATAN DI FASILITAS KESEHATAN L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P PUSKESMAS SILAGO PUSKESMAS SIALANG PUSKESMAS SUNGAI DAREH PUSKESMAS SITIUNG I PUSKESMAS GUNUNG MEDAN PUSKESMAS TIMPEH PUSKESMAS PADANG LAWEH PUSKESMAS KOTO BARU PUSKESMAS SITIUNG II PUSKESMAS KOTO BESAR PUSKESMAS SUNGAI RUMBAI PUSKESMAS SUNGAI LIMAU PUSKESMAS TIUMANG SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) RSUD SUNGAI DAREH SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN LABKESDA INSTALASI GUDANG FARMASI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT DINAS KESEHATAN KAB/KOTA JUMLAH (KAB/KOTA) Sumber: Dinas Kesehatan PEJABAT STRUKTURAL STAF PENUNJANG ADMINISTRASI STAF PENUNJANG TEKNOLOGI TENAGA PENUNJANG/PENDUKUNG KESEHATAN STAF PENUNJANG PERENCANAAN TENAGA PENDIDIK TENAGA KEPENDIDIKAN JURU TENAGA PENUNJANG KESEHATAN TOTAL
163 TABEL 81 NO SUMBER BIAYA ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA ALOKASI ANGGARAN KESEHATAN Rupiah % ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER: 1 APBD KAB/KOTA ,69 a. Belanja Langsung b. Belanja Tidak Langsung APBD PROVINSI ,07 - Dana Tugas Pembantuan (TP) Provinsi APBN : ,24 - Dana Alokasi Umum (DAU) 0 0,00 - Dana Alokasi Khusus (DAK) ,69 - Dana Dekonsentrasi 0 0,00 - Dana Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota ,55 - Lain-lain (sebutkan) 0 0,00 4 PINJAMAN/HIBAH LUAR NEGERI (PHLN) 0 0,00 (sebutkan project dan sumber dananya) 5 SUMBER PEMERINTAH LAIN 0 0,00 TOTAL ANGGARAN KESEHATAN TOTAL APBD KAB/KOTA % APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA ,06 6,26 Sumber: Dinas Kesehatan
KATA SAMBUTAN DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1 BAB II GAMBARAN UMUM 3
DAFTAR ISI hal. KATA SAMBUTAN DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN i ii iv v x BAB I PENDAHULUAN 1 BAB II GAMBARAN UMUM 3 A. KEADAAN PENDUDUK 3 B. KEADAAN EKONOMI 8 C. INDEKS PEMBANGUNAN
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas ijin dan. kehendak-nya sehingga Laporan Tahunan dan Profil Kesehatan Puskesmas
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas ijin dan kehendak-nya sehingga Laporan Tahunan dan Profil Kesehatan Puskesmas Kecamatan Matraman Tahun 2017 selesai disusun. Laporan Tahunan dan Profil
Kata Sambutan KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI SULAWESI SELATAN
Kata Sambutan KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI SULAWESI SELATAN Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas berkat dan rakhmatnya sehingga buku Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan
KATA PENGANTAR Masyarakat Kolaka yang Sehat, Kuat. Mandiri dan Berkeadilan Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka 2016 Hal. i
KATA PENGANTAR Puji syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas Taufik dan Hidayah - NYA, sehingga buku Profil Kesehatan Tahun dapat disusun. Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka Tahun merupakan gambaran pencapaian
KATA PENGANTAR dr. Hj. Rosmawati
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena kami dapat menyelesaikan Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka ini dengan baik. Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka merupakan salah
Seluruh isi dalam buku ini dapat dikutip tanpa izin, dengan menyebut sumber.
Pelindung/ Penasehat : Dr. dr. H. Rachmat Latief, SpPD., M.Kes., FINASIM drg.hj. Susilih Ekowati, M.Si Pengarah : Hj. Asmah, SKM., M.Kes Penyusun : Mohamad Nur, SKM Syahrir, S.Kom Agusyanti, SKM Nurmiyati
PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015
PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015 DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Piere Tendean No. 24 Semarang Telp. 024-3511351 (Pswt.313) Fax. 024-3517463 Website : www.dinkesjatengprov.go.id
PROFIL KESEHATAN PROVINSI KEP. BANGKA BELITUNG TAHUN 2012
PROFIL KESEHATAN PROVINSI KEP. BANGKA BELITUNG TABEL 1 LUAS WILAYAH, DESA/KELURAHAN, PENDUDUK, RUMAH TANGGA, DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN NO KABUPATEN/KOTA LUAS RATA-RATA KEPADATAN WILAYAH
Tim Penyusun Pengarah : dr. Hj. Rosmawati. Ketua : Sitti Hafsah Yusuf, SKM, M.Kes. Sekretaris : Santosa, SKM
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena kami dapat menyelesaikan Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka 2014 ini dengan baik. Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka merupakan
PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2016
PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2016 DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Piere Tendean No. 24 Semarang Telp. 024-3511351 (Pswt.313) Fax. 024-3517463 Website : www.dinkesjatengprov.go.id
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN ii -
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG - ii - DAFTAR ISI Judul Halaman Halaman Judul... i Kata Pengantar... ii Daftar Isi... iii Daftar Gambar... iv Daftar Tabel... v BAB I PENDAHULUAN... 1 BAB II GAMBARAN
BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 15 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN DI KABUPATEN SITUBONDO
BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 15 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN DI KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SITUBONDO, Menimbang
KATA PENGANTAR. Tulungagung, Juni 2015 KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG
KATA PENGANTAR Dalam rangka penyediaan data atau informasi kesehatan, kualitas serta pemanfaatan guna mendukung sistem manajemen di Dinas Kesehatan, maka penyajian informasi kesehatan yang akurat, tepat
Profil Kesehatan Provinsi DKI Jakarta
Profil Kesehatan Provinsi DKI Jakarta 2016 i KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang selalu memberi rahmat dan hidayah Nya sehingga dapat tersusunnya Profil Kesehatan Dinas Kesehatan
RESUME PROFIL KESEHATAN DI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2012
RESUME PROFIL KESEHATAN NO A. GAMBARAN UMUM L P L + P Satuan 1 Luas Wilayah 37.116,5 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 5.918 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah Penduduk 22.666.168 21.882.263 44.548.431 Jiwa
KATA PENGANTAR. Gorontalo, Agustus 2011 KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI GORONTALO
KATA PENGANTAR Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillahirobbilalamin, segala puji bagi Allah SWT atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-nya sehingga Buku Profil Kesehatan Provinsi
DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tujuan Penulisan Sumber Data... 3
DAFTAR ISI SAMBUTAN BUPATI POLEWALI MANDAR....... i DAFTAR ISI............ iii DAFTAR TABEL............ vi DAFTAR GRAFIK............ ix DAFTAR GAMBAR............ xiii DAFTAR SINGKATAN............ xiv PETA
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR GRAFIK...
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR GRAFIK... I II VII VIII X BAB I PENDAHULUAN BAB II GAMBARAN UMUM KOTA BANDUNG A. GEOGRAFI... 4 B. KEPENDUDUKAN / DEMOGRAFI...
PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA
WALIKOTA TASIKMALAYA PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 24 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN DI KOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan
PROFIL KESEHATAN PROVINSI BENGKULU TAHUN 2012
PROFIL KESEHATAN TABEL 1 LUAS WILAYAH, DESA/KELURAHAN, PENDUDUK, RUMAH TANGGA, DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KABUPATEN/KOTA LUAS RATA-RATA KEPADATAN KABUPATEN/KOTA WILAYAH RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK DESA
RESUME PROFIL KESEHATAN KABUPATEN KLUNGKUNG TAHUN 2015
RESUME PROFIL KESEHATAN NO INDIKATOR ANGKA/NILAI No. L P L + P Satuan Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 315 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 59 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah Penduduk 86,900 88,800
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 1762,4 km2 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 desa 270+ kel 10 = 280 3 JUMLAH PENDUDUK 1 341700 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 2388161 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS DENGAN
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 167 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 151 3 JUMLAH PENDUDUK 1 1260565 1223412 2483977 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 1083136 1048577 2131713 5 PENDUDUK 10 TAHUN KE
GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 27 TAHUN 2004 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN KABUPATEN / KOTA
GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 27 TAHUN 2004 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN KABUPATEN / KOTA Dl JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR Menimbang : a. bahwa sesuai
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 4037,6 ha 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 15 3 JUMLAH PENDUDUK 1 558178 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 327536 5 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS DENGAN PENDIDIKAN TERTINGGI
KATA PENGANTAR. Jakarta, September 2015 KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI DKI JAKARTA. dr. R. KOESMEDI PRIHARTO, Sp.OT,M.Kes NIP
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang selalu memberi rahmat dan hidayah Nya sehingga dapat tersusunnya Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Tahun 2015. Profil
RESUME PROFIL KESEHATAN PROVINSI BANTEN TAHUN 2015
RESUME PROFIL KESEHATAN NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 8,972 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 1557 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah Penduduk 5,932,601
JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA SE PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2015 JUMLAH KELAHIRAN
TABEL 4 JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA SE JUMLAH KELAHIRAN KABUPATEN KOTA LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 738 TAHUN : 2006 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN DI KABUPATEN SERANG Menimbang : DENGAN
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 1118KM2 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 367 3 JUMLAH PENDUDUK 1 576,544 561,855 1,138,399 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 469,818 464,301 934,119.0 5 PENDUDUK 10 TAHUN
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 1.753,27 KM 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 309 3 JUMLAH PENDUDUK 1 2,244,772 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 5 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS DENGAN PENDIDIKAN TERTINGGI
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 305,519 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 442 3 JUMLAH PENDUDUK 1 1,277,610 1,247,873 2,525,483 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 5 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS DENGAN PENDIDIKAN
RPJMD Kab. Temanggung Tahun I X 47
2 KESEHATAN AWAL TARGET SASARAN MISI 212 213 214 215 216 217 218 218 Kunjungan Ibu Hamil K4 % 92,24 95 95 95 95 95 95 95 Dinas Kesehatan Jumlah Ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai
Perencanaan Pembangunan Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau
Perencanaan Pembangunan Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau 1 1. Pendahuluan Pembangunan kesehatan bertujuan untuk: meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 203 KABUPATEN CIREBON NO INDIKATOR TABEL A. GAMBARAN UMUM LUAS WILAYAH 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 3 JUMLAH PENDUDUK 4 PENDUDUK 0 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 5 PENDUDUK 0
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM - 1 LUAS WILAYAH 1 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 381/ 5 3 JUMLAH PENDUDUK 1 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 5 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS DENGAN PENDIDIKAN TERTINGGI SMP+ 6 JUMLAH
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 972 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 192 3 JUMLAH PENDUDUK 1 852,799 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 682,447 5 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS DENGAN PENDIDIKAN TERTINGGI
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 343 3 JUMLAH PENDUDUK 1 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 5 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS DENGAN PENDIDIKAN TERTINGGI SMP+ 6 JUMLAH BAYI
Tabel 4.1 INDIKATOR KINERJA UTAMA DINAS KESEHATAN KABUPATEN KERINCI TAHUN Formulasi Penghitungan Sumber Data
Tabel 4.1 INDIKATOR KINERJA UTAMA DINAS KESEHATAN KABUPATEN KERINCI TAHUN 2017-2019 Lampiran 2 No Sasaran Strategis 1 Mengembangkan dan meningkatkan kemitraan dengan masyarakat, lintas sektor, institusi
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM LUAS WILAYAH 8,5 Ha 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 68 3 JUMLAH PENDUDUK 50,884 493,947,004,83 4 PENDUDUK 0 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 407,97 382,66 790,533 5 PENDUDUK 0 TAHUN KE ATAS DENGAN
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 299,019 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 417 desa/17 kel 3 JUMLAH PENDUDUK 1 5,077,210 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 17,650 5 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS DENGAN PENDIDIKAN
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)
UNIT KERJA : DINAS KESEHATAN A. Tugas Pokok : Melaksanakan urusan pemerintahan daerah bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan serta melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 20,994 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 DESA=309 KEL=8-3 JUMLAH PENDUDUK 1 869,767 819,995 1,689,232 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 673,079 551,261 1,224,340 5 PENDUDUK
PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013
PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013 DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Tabel Daftar Lampiran BAB I PENDAHULUAN... A. Latar Belakang. B. Sistematika
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 203 K0TA TASIKMALAYA NO INDIKATOR TABEL A. GAMBARAN UMUM LUAS WILAYAH 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 3 JUMLAH PENDUDUK 4 PENDUDUK 0 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 5 PENDUDUK 0
TUGAS POKOK : Melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi dan tugas
Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kota Tebing Tinggi 011-016 3 NAMA UNIT ORGANISASI : DINAS KESEHATAN TUGAS POKOK : Melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi
PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2012
PROFIL KESEHATAN RESUME PROFIL KESEHATAN NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 37,117 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 5891 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2015
UNIT KERJA : DINAS KESEHATAN A. Tugas Pokok : Melaksanakan urusan pemerintahan daerah bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan serta melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2013
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN KONAWE SELATAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2014 PROFIL KESEHATAN KABUPATEN KONAWE SELATAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN KONAWE SELATAN Jalan Poros Andoolo Kel.
Perencanaan Pembangunan Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau
Perencanaan Pembangunan Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau 1 1. Pendahuluan UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Pembangunan kesehatan bertujuan untuk: meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pembangunan Kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi
RESUME PROFIL KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR 0 TAHUN 0
RESUME PROFIL KESEHATAN 0 TAHUN 0 NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 148,640 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 1034 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah Penduduk
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN IV.1. IV.2. VISI Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu dari penyelenggara pembangunan kesehatan mempunyai visi: Masyarakat Jawa
DINAS KESEHATAN BUKU SAKU DINAS KESEHATAN P R O V I N S I K A L I M A N T A N T I M U R
DINAS KESEHATAN BUKU SAKU DINAS KESEHATAN 2012-2016 P R O V I N S I K A L I M A N T A N T I M U R KATA PENGANTAR KEPALA DINAS KESEHATAN Assalamu alaikum Wr.Wb. Segala Puji Syukur kita panjatkan Kehadirat
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 belum mendapat data dari BPS 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 Kabupaten 3 JUMLAH PENDUDUK 1 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 5 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS DENGAN PENDIDIKAN
RESUME PROFIL KESEHATAN KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN TAHUN 2016
RESUME PROFIL KESEHATAN NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 9 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 7 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah Penduduk 113.883 115.084
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2016
UNIT KERJA : DINAS KESEHATAN A. Tugas Pokok : Melaksanakan urusan pemerintahan daerah bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan serta melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
KATA PENGANTAR. Kolaka, Maret 2012 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, dr. Hj. Rosmawati NIP Pembina Tk. I Gol.
KATA PENGANTAR Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat, hidayah dan nayah-nya atas tersusunnya Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka Tahun. Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka merupakan salah
KATA PENGANTAR. Profil Kesehatan Kota Pekalongan Tahun 2013
kk KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT atas rahmat, hidayah dan inayah-nya sehingga Buku Profil Kesehatan Kota Pekalongan Tahun 2013 ini dapat terselesaikan dengan baik. Buku
KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN MUSI RAWAS NOMOR : 440 / 104 / KPTS / KES / 2015 TENTANG
PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS DINAS KESEHATAN Jl. Pangeran Moehamad Amin Komplek Perkantoran Pemkab Musi Rawas Telp. 0733-4540076 Fax 0733-4540077 MUARA BELITI KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN
PROFIL DINAS KESEHATAN
PROFIL DINAS KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 DINAS KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT KATA PENGANTAR Alhamdulillahirrabbil alamiin. Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan
PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 (PERUBAHAN ANGGARAN) PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016
PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 (PERUBAHAN ANGGARAN) PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel
RESUME PROFIL KESEHATAN KABUPATEN/KOTA LHOKSEUMAWE TAHUN 2011
RESUME PROFIL KESEHATAN NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 181 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 68 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah Penduduk 80.041 90.463
PENANGGUNG JAWAB : dr. DEVIE C. BITJOLI, M.Si
PENANGGUNG JAWAB : dr. DEVIE C. BITJOLI, M.Si PENYUSUN : ROSMERI PALEBA, S.Si., Apt SAID KUDO, SKM., MPH YONGKI ANU, SST DEBBY JUALITA LEAUA JAMES MAKANONENG PENGUMPUL DATA : JOHANA AIPIPIDELI, SKM Hj.
RESUME PROFIL KESEHATAN KABUPATEN KOLAKA TAHUN 2016
RESUME PROFIL KESEHATAN NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 3.538 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 135 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah Penduduk 128.162
Mewujudkan Peningkatan Budaya Sehat dan Aksesbilitas Kesehatan Masyarakat.
Mewujudkan Peningkatan Budaya Sehat dan Aksesbilitas Kesehatan Masyarakat. Pada misi V yaitu Mewujudkan Peningkatan Budaya Sehat dan Aksesbilitas Kesehatan Masyarakat telah didukung dengan 8 sasaran sebagai
KATA PENGANTAR. Semoga Peta Kesehatan Indonesia Tahun 2012 ini bermanfaat. Jakarta, September 2013 Kepala Pusat Data dan Informasi
KATA PENGANTAR Peta Kesehatan Indonesia Tahun 2012 ini disusun untuk menyediakan beberapa data/informasi kesehatan secara garis besar pencapaian program-program kesehatan di Indonesia. Pada edisi ini selain
DAFTAR ISI. Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari... Daftar isi... Daftar tabel... Daftar Grafik... Daftar Bagan... Daftar Lampiran...
DAFTAR ISI Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari... Daftar isi... Daftar tabel... Daftar Grafik... Daftar Bagan... Daftar Lampiran... i ii iii iv v vi Bab I Bab II Bab III Bab IV Bab V
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG TAHUN 2014
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG TAHUN 214 Mewujudkan Derajat Kesehatan Masyarakat KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-nya sehingga penyusunan
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2013
PROFIL KESEHATAN DINAS KESEHATAN Jl. M. Natsir Simpang Ampek telp/fax (0753) 7464101 KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji dan syukur dan syukur kepada Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayah-nya, telah
PENGUKURAN INDIKATOR KINERJA SASARAN
Satuan Kerja Perangkat Daerah : DINAS KESEHATAN Tahun Anggaran : 2015 PENGUKURAN INDIKATOR KINERJA SASARAN No. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA 1 Peningkatan Mutu Aktivitas Perkantoran Terselenggaranya
BAB II PERENCANAAN KINERJA
1 BAB II PERENCANAAN KINERJA Dalam mencapai suatu tujuan organisasi diperlukan visi dan misi yang jelas serta strategi yang tepat. Agar lebih terarah dan fokus dalam melaksanakan rencana strategi diperlukan
KATA PENGANTAR. Tulungagung, Juni 2014 KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG
i KATA PENGANTAR Dalam rangka penyediaan data atau informasi kesehatan, kualitas serta pemanfaatan guna mendukung sistem manajemen di Dinas Kesehatan, maka penyajian informasi kesehatan yang akurat, tepat
Kata Pengantar Keberhasilan pembangunan kesehatan tentu saja membutuhkan perencanaan yang baik. Perencanaan kesehatan yang baik membutuhkan data/infor
DATA/INFORMASI KESEHATAN KABUPATEN LAMONGAN Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan RI 2012 Kata Pengantar Keberhasilan pembangunan kesehatan tentu saja membutuhkan perencanaan yang baik. Perencanaan
PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017
PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017 Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil,
PERJANJIAN KINERJA DINAS KESEHATAN TAHUN 2016
PERJANJIAN KINERJA DINAS KESEHATAN TAHUN 2016 Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami yang bertanda tangan di bawah ini:
Target Tahun. Kondisi Awal Kondisi Awal. 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12 Program pengadaan, peningkatan dan penduduk (tiap 1000 penduduk
PEMERINTAH KOTA MALANG MATRIK RENCANA STRATEGIS DINAS KESEHATAN KOTA MALANG (PENYEMPURNAAN) TAHUN 2013-2018 Lampiran : KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA M Nomor : 188.47/ 92 / 35.73.306/ 2015 Tanggal
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2015
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2015 RESUME PROFIL KESEHATAN KABUPATEN/KOTA LOMBOK BARAT TAHUN 2015 NO INDIKATOR
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PELALAWAN TAHUN 2014
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PELALAWAN TIM PENYUSUN Pengarah dr. Endid Romo Pratiknyo Pj. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan Penanggung Jawab Zulfan, S.Pi, M.Si Kabid Pengembangan Sumber Daya Dan
TREND PEMBANGUNAN KESEHATAN
TREND JAWA TIMUR TREND PEMBANGUNAN KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2000 2011 Jl. A. Yani 118 Surabaya HTTP://dinkes.jatimprov.go.id Email : [email protected] DINAS Tahun KESEHATAN 2012 PROVINSI
3.2 Pencapaian Millenium Development Goals Berdasarkan Data Sektor Tingkat Kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar Tahun
3.2 Pencapaian Millenium Development Goals Berdasarkan Data Sektor Tingkat di Mandar 2007-2009 Indikator 2 3 4 5 6 7 8 9 0 2 3 4 5 6 7 8 9 20 Tujuan Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan Menurunkan Proporsi
Standar Pelayanan Minimal Puskesmas. Indira Probo Handini
Standar Pelayanan Minimal Puskesmas Indira Probo Handini 101111072 Puskesmas Puskesmas adalah unit pelaksana teknis (UPT) dari Dinas Kesehatan Kabupaten/kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan
Juknis Operasional SPM
DIREKTORAT JENDERAL OTONOMI DAERAH KEMENTERIAN DALAM NEGERI Juknis Operasional SPM 1. KESEHATAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI KABUPATEN : Jawa Timur : Tulungagung KEMENTERIAN KESEHATAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL
PEMERINTAH KOTA PRABUMULIH DINAS KESEHATAN
PEMERINTAH KOTA PRABUMULIH DINAS KESEHATAN KANTOR PEMERINTAH KOTA PRABUMULIH LANTAI V JL. JEND SUDIRMAN KM 12 CAMBAI KODE POS 31111 TELP. (0828) 81414200 Email: [email protected] KOTA PRABUMULIH Lampiran
RESUME PROFIL KESEHATAN KOTA PADANG TAHUN 2011
RESUME PROFIL KESEHATAN NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 695 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 104 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah Penduduk 421.900 424.831
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Instansi Visi : DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR : Mewujudkan Masyarakat Jawa Timur Mandiri untuk Hidup Sehat Misi : 1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan 2.
TABEL PROFIL KESEHATAN KOTA PANGKAL PINANG TAHUN 2014
TABEL PROFIL KESEHATAN KOTA PANGKAL PINANG RESUME PROFIL KESEHATAN NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 118 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 42 Desa/Kel
TABEL PROFIL KESEHATAN KOTA PANGKAL PINANG TAHUN 2013
TABEL PROFIL KESEHATAN KOTA PANGKAL PINANG RESUME PROFIL KESEHATAN NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 118.41 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 42
KATA PENGANTAR. semua pihak yang telah menyumbangkan pikiran, tenaga dan
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan atas kemurahan dari Alloh yang Maha Kuasa bahwasannya buku Profil Kesehatan Kabupaten Rembang tahun 2012 telah dapat diterbitkan. Buku Profil Kesehatan Kabupaten
A. RENCANA STRATEGIS : VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, KEBIJAKAN DAN PROGRAM
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA A. RENCANA STRATEGIS : VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, KEBIJAKAN DAN PROGRAM Rencana Strategis atau yang disebut dengan RENSTRA merupakan suatu proses perencanaan
BAB. III AKUNTABILITAS KINERJA
1 BAB. III AKUNTABILITAS KINERJA Akuntabilitas kinerja pada Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar secara umum sudah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang terukur berdasar Rencana Strategis yang mengacu
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2015
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2015 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat-nya Buku Profil Kesehatan Kabupaten Grobogan Tahun 2015 dapat diterbitkan.
MISI 5 Mewujudkan Peningkatan Budaya Sehat dan Aksesibilitas Kesehatan Masyarakat SATU AN
MISI 5 Mewujudkan Peningkatan Budaya Sehat dan Aksesibilitas Masyarakat No PROGRAM SI AWAL PENGGU NG WAB 1 Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4 Cakupan
SAMBUTAN KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA DEPOK
SAMBUTAN KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA DEPOK Assalammu alaikum Wr.Wb Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan berkat dan karunianya maka buku Profil Dinas Kesehatan Kota Depok
KATA PENGANTAR. PROFIL KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN ii -
KATA PENGANTAR Dalam rangka penyediaan data atau informasi kesehatan, kualitas serta pemanfaatan guna mendukung sistem manajemen di Dinas Kesehatan, maka penyajian informasi kesehatan yang akurat, tepat
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada tim penyusun, yang sudah bekerja. Jakarta, 2010 Kepala Pusat Data dan Informasi. dr.
KATA PENGANTAR Dalam rangka meningkatkan pelayanan data dan informasi baik untuk jajaran manajemen kesehatan maupun untuk masyarakat umum perlu disediakan suatu paket data/informasi kesehatan yang ringkas
TIM PENYUSUN. Pengarah. dr. Endid Romo Pratiknyo Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan. Penanggung Jawab. Ketua
TIM PENYUSUN Pengarah dr. Endid Romo Pratiknyo Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan Penanggung Jawab Zulfan, S.Pi, M.Si Kabid Pengembangan Sumber Daya Dan Informasi Kesehatan Ketua Melli Oktiana,
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2012
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2012 DINAS KESEHATAN KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2013 PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2012 DINAS KESEHATAN KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2013 Profil Kesehatan
1. Pendahuluan. 1.1 Latar belakang
1. Pendahuluan 1.1 Latar belakang Derajat kesehatan yang tinggi merupakan salah satu perwujudan dari kesejahteraan umum masyarakat Indonesia. Oleh karena itu salah satu agenda pemerintah dalam rangka pembangunan
