Interaksi Transportasi dan Guna Lahan

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Interaksi Transportasi dan Guna Lahan"

Transkripsi

1 Interaks Transportas dan Guna Lahan Prof. Dr. Ir. Danang Parkest,M.Sc. Prof. Dr. Ir. A. Dunaed, MUP. Program Magster Sstem dan Teknk Transportas (MSTT Jurusan Teknk Spl (Transportas Fakultas Teknk - Unverstas Gadah Mada Yogyakarta T , , F E-mal. Slabus I. Kedudukan mata kulah dalam program stud. Dasar pemahamanan mengena guna lahan dan urban economcs II. Pengenalan Tata Guna Lahan III. Kaan konsepsual teor nteraks antara sstem transportas dan guna lahan IV. Perencanaan guna lahan / ruang kota dan hubungannya dengan perencanaan transportas V. Teor Ekonom Mkro Penggunaan Lahan VI. Teor Interaks Spasal VII. Teor Plhan Dskrt (Dscrete Choce dalam pemlhan lahan perkotaan VIII. Workhop Perencanaan Guna Lahan Perkotaan IX. Urbansas dan keterkatannya dengan sstem transportas X. Energ dan dampak lngkungan sebaga kebutuhan dan mplkas konfguras sstem transportas dan pemanfaatan lahan/ruang XI. Lokakarya dan presentas tugas mata kulah Pengaar dan adwal DPR I Kedudukan mata kulah dalam program stud. Dasar pemahamanan mengena guna lahan dan urban economcs ADJ II Pengenalan Tata Guna Lahan ADJ III Kaan konsepsual teor nteraks antara sstem transportas dan guna lahan ADJ IV Perencanaan guna lahan / ruang kota dan hubungannya dengan perencanaan transportas DPR V Teor Ekonom Mkro Penggunaan Lahan DPR VI, VII Teor Interaks Spasal DPR VIII Teor Plhan Dskrt (Dscrete Choce dalam pemlhan lahan perkotaan ADJ IX Workhop Perencanaan Guna Lahan Perkotaan Tamu X Urbansas dan keterkatannya dengan sstem transportas DPR XI Energ dan dampak lngkungan sebaga kebutuhan dan mplkas konfguras sstem transportas dan pemanfaatan lahan/ruang DPR XII Lokakarya dan presentas tugas mata kulah DAFTAR PUSTAKA UTAMA Banster, D., Watson, S., Wood, C., 1994, The Relatonshp between Energy Use n Transport and Urban Form, Workng Paper 1, Plannng and Development Research Centre, Unversty College London. Blunden WR., and J.A. Black, 1984, The Land Use/Transportaton System, 2 nd Edton, Pergamon Press, Sydney Chapn, Jr. F. and E.J. Kaser, 1979, Urban Land Plannng, Unversty of Illnos Press, Urbana de la Barra, Tomas, 1989, Integrated Land Use and Transport Modellng : Decson Chans and Herarches, Cambrdge Unversty Press, Great Brtan. Button, K.J., 1993, Transport Economcs, 2nd Edton, Edward Elgar Aldershot. DEPDAGRI, 1987, Peraturan Menter Dalam Neger No. 2 Th tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kota, Dt.Jen. Bangda, Depdagr, Jakarta. ECMT, 1992, Structural Changes n Populaton and Impact on Passenger Transport, Round Table 88, ECMT, Pars. Horowtz, J.L., 1984, Land Use Impacts of Hghway Proects, dalam Alex Anas : Prncples and Parables of Transportaton/Land-Use Interacton. Horowtz, J.L., 1985, Travel and Locaton Behavor : State of the Art and research Opportuntes, Transportaton Research 19A, pp Kaufmann, J.L., and HM. Jacobs, 1987, A Publc Plannng Perspectve on Strategc Plannng, Journal of Amercan Plannng Assocaton, Vol. 53, No.1. Levy, J.M., 1998, Contemporary Urban Plannng, 2 nd Edton, Prentce Hall, Englewood Clffs, New Jersey. Webster F.V., Bly, P.H., Laulley, N.J., 1988, Urban Land-Use and Transport Interacton : Polces and Models, Report of th Internatonal Study Group on Land-use/Transport Interacton (ISGLUTI, Avebury, Aldershot.

2 Pengantar (Mnggu I KONTEKS MATA KULIAH Pengenalan mata kulah slabus dan RKBM serta kedudukan mata kulah dalam program stud Gambaran umum mengena nteraks antara sstem transportas dan pemanfaatan lahan/ruang Interaks Transportas dan Guna Lahan Poltk Ekonom Wlayah/Perkotaan Tata Guna Lahan Transportas Doman Ekonom Regonal Doman Perencanaan Wlayah Pemahaman mengena lahan sebaga barang ekonom dan prnsp-prnsp dalam ekonom perkotaan Lalulntas Prasarana Doman Teknk Transportas Sstem Lalu Lntas Sstem Aktftas Masng-masng kaan memlk dampak dan perspektf waktu yang berbeda-beda: Sstem Lalulntas Langsung, reaktf, dan angka sangat pendek, dampak setempat Sstem Pergerakan Sstem Pergerakan Tdak langsung, reaktf/antspatf angka panang, dampak regonal Interaks antara sstem lalulntas, sstem aktftas dan sstem pergerakan merupakan merupakan nteraks yang dnamk dan mempengaruh satu sama lan. Sstem Aktftas/Lokas Tdak langsung, antspatf, angka sangat panang, dampak makro

3 Land Use Model X p = f( C p Trp Generaton Model T = f( C p Trp Dstrbuton Model T = f( C p Modal Splt Model T pm = f( C pm Network Assgnment Model T pmr = f( C pmr p p Network assgnment model menghtung plhan rute (r untuk asal tuuan tertentu (, mod (m dan tuuan peralanan (p. Modal splt model menelaskan plhan ens angkutan untuk asal tuuan ( dengan tuuan tertentu (p. Pada trp dstrbuton model, perhatannya adalah umlah peralanan yang dhaslkan antara asal ( dan tuuan ( untuk tuuan tertentu (p. Trp generaton model menghtung umlah peralanan yang dhaslkan zone ( untuk pola guna lahan tertentu. Land use model akan memberkan plhan lokas aktftas pada penyedaan lahan tertentu Akses pada kebutuhan dasar Roads IMT Tracks and Trals Electrcty ENERGY Wood-lots Improved Contaners/IMT Tracks and Trals Akses pada pelayanan BUILDING MATERIALS (house, santaton DRINKING WATER Improved Water Supply sosal dan ekonom Credt FOOD Extenson Servces Irrgaton Land IMT Tracks and Trals Roads

4 Tracks and Trals Roads Transport Servces/IMT Roads Transport Servces/IMT EMPLOYMENT and INCOME Telecommuncaton Health Facltes Staff Medecnes Telecommuncaton MARKETS HEALTH Market Facltes Tracks and Trals Roads Transport Servces/IMT EDUCATION Roads Transport Servces/IMT Telecommuncaton Schools Teachers Materals Pa Pb Pa Qb Qa Margnal Socal Cost = dtc/dq Margnal Prvate Cost = TC/Q Kerugan pada pengguna karena penetapan harga Pa pada AC=MPC karena ada komponen eksternaltas yang menyebabkan konsumen membayar pada Pa Demand= Margnal Beneft Telecommuncaton Konds monopol Dalam konds monopol, organsa akan berusaha memaksmumkan keuntungan dengan menset MC=MR Perusahaan memlk P MC kemampuan untuk menekan output dbawah level kompettf. Output lebh Pm kecl dar wllngness to pay. Cost of producton << Pc wllngness to pay Pm D Qm Qc MR Q P Konds Kompets MC1 MC2 MC3 Q1 Q2 Q3= Q=Q1+Q2+Q3 Setap organsas yang menual produk yang sama akan terdorong untuk menghaslkan harga/kemanfaatan/utlty yang sama sehngga Q1+Q2+ +Qn=Q dan akan men-set harga pada konds Margnal Cost-nya sehngga akan memaksmumkan net socal beneft. S D

5 Utlty U1 Sewa Lahan Baya Transportas Secara ndvdual masng-masng konsumen akan memaksmumkan manfaat dan beneft yang akan da perolehdengankombnas transportas dan aktftas yang dlakukannya Lahan dan asa transportas merupakan barang-barang ekonom karena: - Kuanttas yang dapat dkonsums terbatas - mekpun efsens dapat dtngkatkan - Terdapat seumlah orang/organsas yang akan mengkonsums barang tersebut - akan terad kompets antar konsumen dan akan terad consumpton by the hghest bdder Namun demkan, lahan dan transportas saat n merupakan aspek yang sangat hghly regulated karena adanya: - ketdak samaan kemampuan membayar - nequty - adanya dstors harga (subsd dan proteks Tngkat Konsums D A G B E H Lahan adalah sumber daya yang terbatas, efsensnya bsa dtngkatkan dengan mengembangkan ruang dan bukan persl. Penggunaan lahan untuk keperluan produktf akan salng berkompets Penggunaan lahan untuk keperluan produktf uga akan berkompets dengan penggunaan untuk keperluan mobltas dan kepentngan sosal/non-ekonom. C I F Transportas dan perkembangan kota (Pekeraan Rumah Perkembangan kota secara hstors menunukkan bahwa terdapat hubungan yang sgnfkan antara ukuran kota dan arah perkembangan perkotaan dengan ketersedaan sstem transportas (prasarana dan teknolog transportas Tugas tuls (perorangan Buatlah paper (5 halaman maksmum tdak termasuk peta dan foto yang menunukkan permasalahan d kota Yogyakarta yang dsebabkan oleh ds-ntegras antara sstem transportas dan pemanfaatan lahan/ruang. Lengkap dengan peta dan foto Dkumpulkan dalam 3 mnggu (nla 5 %

6 BOBOT TUGAS DAN UJIAN Uan tengah trmester 2% Tugas I (ADJ 1% Uan akhr trmester 25% Tugas II (DPR 2% PR (total 15% Pekeraan kelas (total 1% TEORI INTERAKSI TRANSPORTASI DAN TATA GUNA LAHAN Bagamana teor terbentuk? Sapa yang menad ponr Teor Ekonom Mkro Guna Lahan? The two-way process between land use and transport s sometmes labelled "ntegrated land-use transport model" (Mackett, Resdental Level of Mode of Space Car Transport Trp Length Consumpton Ownershp Chosen Undrectonal Travel Decson Chan (Kan n Button, 1993 Apa tu teor ekonom mkro guna lahan? Mengapa ekonom mkro? Von Thünen : theory of locaton, Weber : ndustral locaton model, Chrstaller, Lösch : explanaton of market area and ther geometrcal arrangement to form regons; Wngo and Alonso : applcaton of Chrstaller and Losch to urban area

7 Pada model Von Thunen hubungan antara transportas dan lokas aktvtas terletak pada baya transportas dan baya sewa lahan. Asums yang dgunakan: sstem berada dalam konds tersolas lahan bersfat homogen dalam kesuburan, produktftas dan baya transportas terdapat hanya satu pasar ada seumlah besar produsen yang bermaksud memaksmumkan manfaat dan seumlah besar pemlk lahan yang bermaksud memaksmumkan baya sewa - dengan demkan tdak ada yang dapat mengendalkan harga tdak ada baya bag produsen maupun pemlk lahan untuk masuk dan keluar dar sstem The basc equaton from Von Thünen s as follows : S m = q m m m m ( p c k d where : S m : surplus to the producer of the sngle commodty m at pont, m q : amount of commodty m produced per unt of land, m p : prce per unt of commodty m at the market place, m c : cost of producton of one unt commodty of m, m k : cost of transport of one unt of commodty m per unt of dstance, : the dstance from to the market place. d Nla lahan Aggregate land demand Busness area Hgh ncome resdental Low ncome resdental Industral area Jarak dar pusat kota P d ( L l δr 1 P = 2π d m d : total populaton, : dstance from the centre, : populaton densty over the whole area of the cty, whch s calculated by L = l exp( δr. : maxmum amount of land household of the sngle soco economc group are wllng to consume : elastcty parameter tmes the land rent at locaton. (Wngo s adaptaton from Von Thunen prncple for urban ( L 1 d

8 TUGAS KELAS I - KELOMPOK CARILAH INFORMASI MENGENAI HARGA TANAH DI BERBAGAI PEMANFAATAN DAN PEMANFAATAN LAHAN SERTA JARAK DARI PUSAT KOTA SHARE DATA KELOMPOK ANDA DENGAN KELOMPOK YANG LAIN. PLOT DATA YANG SAUDARA PEROLEH DAN GAMBARLAH GRAFIK AGGREGATE DEMAND UNTUK LAHAN LAKUKAN ANALISIS, DAN KAITKAN DENGAN TEORI EKONOMI MIKRO GUNA LAHAN - APAKAH SESUAI? KALAU TIDAK, MENGAPA? Isu pentng Bagamana anda mendefnskan pusat kota? Bagamana arak ddefnskan (arak udara, waktu peralanan, arak rl - terpendek, baya peralanan, generalzed costs Bagamana harga tanah saudara peroleh? Bagamana dstors yang terad? Adanya pusat kota lan - secondary center? Apakah ada dstors lan? Adakah faktor lan yang mempengaruh harga lahan? Faktor nternal konfguras spasal? Faktor eksternal, sepert excess buyers? HARGA LAHAN BERDASAR LAND-USE DAN JARAK KE PUSAT KOTA: Kasus Yogyakarta (MSTT data 23 HARGA LAHAN DAN JARAK DARI PUSAT KOTA stud kasus kota Yogyakarta 3,, 2,5, Permukman - hgh ncome Permukman - low/med ncome Kawasan perkantoran/bsns Harga Lahan (Rp/m2 2,, 1,5, 1,, Harga lahan (Rp per m Kawasan Industr Permntaan agregat untuk lahan perkotaan Jarak ke pusat kota (m dstors Low ncome resdental 5, 1, 2, 3, 4, 5, 6, Jarak dar Kawasan CBD (meter Komersal Perumahan Pertanan Lnear (Komersal Lnear (Perumahan Lnear (Pertanan Gambar Harga Lahan dan Jarak ke Kawasan CBD (Thohr, -Thess MSTT 22 Y = *Com 143,5*Cbd 14,2*Smpul r 2 =,672 Y = *e (1,2*Com,195*Cbd,12*Rute,43*Agrc r 2 =,796

9 TRANSPORTASI DAN TATA GUNA LAHAN (3 EKONOMI MIKRO PEMANFAATAN LAHAN INDIKASI PEMEKARAN KOTA YANG EKSTENSIF KASUS PALEMBANG (23 TRANSPORTASI DAN TATA GUNA LAHAN TATA GUNA LAHAN SAAT INI PALEMBANG (1998 Harga (Rp. 9,, 8,, 7,, 6,, 5,, 4,, 3,, 2,, 1,, Perkantoran Perum. Elts Perum. Basa Perkampungan Industr Retal Supermarket Jarak (Km KASUS I SETELAH DILAKUKAN PENGUMPULAN PERMINTAAN AGREGAT, DIKETAHUI DATA BERIKUT: P1 = D P2 = D P2 P3 = D P4 = D P3 Kota tersebut berbentuk srkuler dengan ar-ar 7 km P4 Kalau dasumskan terdapat konsumen seumlah 325. yang masng-masng mendapatkan persl lahan yang sama, berapa persl lahan yang dalokaskan untuk kelompok P1, P2, P3 dan P4? Waktu 25 ment Jarak dar Nla lahan Permntaan lahan agregat Apa yang terad pada P5? P1 P5 d1 d2 d3 d4 P5 bukan merupakan hghest bdder dbandngkan semua kelompok konsumen lahan Sebaga reskonya ada kemungknan kelompok P5 akan termarnalsas dan/atau tdak memperoleh alokas lahan perkotaan pusat kota

10 TEORI EKONOMI MIKRO GUNA LAHAN DAN PERKEMBANGAN KOTA Perkembangan lahan perkotaan akan mengalam kompets Tugas kelas II: kumpulkan data luas lahan yang dmanfaatkan untuk transportas (ms: alan, dan bandngkan dengan luas wlayah. Apa yang menyebabkan % nya berbeda antara satu daerah dengan daerah lannya? Ukuran ekonom kota akan terpengaruh oleh penggunaan lahan (dan permntaan untuk lahan Apakah saudara pernah mendengar kata kota satelt dan kota mandr (self-contaned cty. Apa bedanya? LR Bagamana teor ekonom mkro guna lahan bsa dgunakan untuk menelaskan fenomena perubahaan ukuran perkotaan?apa tu urban sprawl? Ukuran kota satelt Ukuran kota nduk Urban sprawl d Kota satelt secara ekonom memlk ketergantungan dengan kota nduknya Urbanzed area Apa bedanya kota satelt dengan kota mandr apabla delaskan dengan teor ekonom mkro guna lahan? Kota mandr secara ekonom memlk kemandran. Masngmasng merupakan economc entty U1 U2

11 Daly Travel Tme (Mn/Person Travel tme budget Total Populaton Densty (Person/Ha Bagamana sebuah alan tol yang memlk fungs utama mempercepat waktu peralanan dapat merubah pemlhan lokas? Sumber: Parkest, 1997 data kota Wna, Austra Approach - Constant Travel Tme Budget In conventonal model, when V < V 1, then d = d 1, and thus t > t 1 In the proposed model, when V < V 1, then t = t 1, and thus d < d 1 Value of Tme Estmated tme savngs Actual tme savngs 1 POP m, n T mn. t mn 1 = T ' POP' m, n mn. t' mn = K T (waktu Dalam konsep travel tme budget, terdapat prnsp dmnshng return dalam perolehan penghematan waktu peralanan karena teradnya pemndahan lokas aktvtas dengan kompensas utlty (msalnya: lngkungan, nla lahan

12 TUGAS III - INDIVIDUAL Lakukan pengumpulan data mengena kebasaan peralanan anda masng-masng! Gambarkan dalam travel dary dan berkan tanggapan mengena konsep konsep travel tme budget yang saudara telah pelaar. Apakah data saudara mengkonfrmas teor tersebut atau tdak? Mengapa demkan? MINGGU VII TEORI INTERAKSI SPASIAL KASUS II Sebuah kota yang memlk 4 zona perencanaan memlk data matrks asal tuuan serta waktu peralanan antara zona sebaga berkut: Bagamana teor nteraks spasal muncul Terdapat ketdakpuasan dalam melakukan analss terhadap fenomena pemlhan lokas aktftas karena adanya asums-asums yang sult untuk dterma. Terdapatnya konsep daya tark lokas Adanya perkembangan teor geograf transportas (pelaar buku Transport Geography

13 Awal perkembangan: Gravty Model Tahap berkutnya: Furness (1955 T = t. F T = t. F T = t. F Orgn constrant Destnaton constrant T = A B O D A D = T = B O Pada perode n mula dkenal satu tabel yang dnamakan Matrks Asal Tuuan atau Orgn Destnaton Matrx F = gm M f ( C F = g M M Σ M f ( C f ( C Lathan: Kerakan contoh-contoh matrx asal tuuan KASUS II (lanutan Sebuah kota yang memlk 4 zona perencanaan memlk data matrks asal tuuan serta waktu peralanan antara zona sebaga berkut: KASUS II (lanutan Selan tu, data lan yang dketahu adalah dstrbus panang peralanan (TLD adalah sebaga berkut: % Trps ' 31' - 6' 61-9' 91' - w aktu peralanan (ment

14 W = T C Tahap berkut: Entropy Maxmum T T T C T T T C T T13... Strlng's approxmaton : log X! = X log X - X, T! lnw = ln = lnt! Σ lnt! Π! T Entropy T CT 11 T T11 C T12 T! W = T!( T T : cara untuk memlh T 11 dar T : cara untuk memlh T 12 dar T - T 11! T ( T T11!!( T T T12...! T! W = T! Π T lnw = ln = lnt! Σ lnt!!! Π T lnw = lnt! Σ( T lnw = Σ( T lnt lnt T T Σ T = O Σ T = D Σ Σ T c = C 1 L = lnw + Σ τ ( O Σ T + Σ τ ( D Σ T + β ( C 2 Fungs L akan maksmum pada konds L T 1 2 = lnt τ τ βc = L T = Σ T c Dar B-Proportonal Approach T = A B O D A D = T = B O T 1 2 = exp( τ τ βc AO B D = exp( 1 τ = exp( 2 τ Bagamana kalbras entropy maxmsng? Kerakan contoh soal!! T = AO B D. exp( βc Ke Tr-Proportonal Approach T T = AO B D. exp( βc = AO B D Fδ = D. t c = C T T = O

15 Kalbras Tr-proportonal approach - nput data Base Matrx Cost Matrx Ft Trp Length Dstrbuton T T T Model generk - Mult Proportonal Approach = t b t m, t F m, t δ m, t n, t R n, t λ n, t : the number of trps from zone to zone δ, λ : the values for the correspondng class nterval. b t Dar Tr-Proportonal ke Model Generk : the locaton attractveness at locaton : attrbutes, e modes of transport, trp chan F, R : factors consdered n the model KASUS III Dar nformas pada kasus II, nformas tambahan yang dmlk adalah nla lahan dan bagamana nla lahan tersebut mempengaruh peralanan yang terad Jarak dar pusat kota Zone 1 3 4% (zone pusat kota Zone 2 4 3% Zone 3 6 2% Zone 4 9 1% MINGGU VIII TRAVEL CHAIN DAN PENGENALAN LOWRY MODEL

16 Home Efek Ranta Peralanan (Trp Chan Workplace Workplace Shops Smple Chan SAMPLE DATA (MSTT 26 Indkator Total peralananan/mnggu % Smple Chan % Complex Chan % Complex Chan dengan NH>2 Jumlah tpe Smple Chan Kelompok pelaku peralanan Home Complex Chan Jumlah tpe Complex Chan Apa yang bsa saudara nterpretaskan dar data d atas? 2 Recreatonal part Apa mplkas dar complex chan yang semakn tngg? SAMPLE DATA (MSTT 27 Indkator Total peralananan/mnggu % Smple Chan % Complex Chan % Complex Chan dengan NH>2 Jumlah tpe Smple Chan Jumlah tpe Complex Chan ,5 9 7 Kelompok pelaku peralanan ?? SAMPLE DATA (MSTT 27 Indkator Total peralananan/mnggu % Smple Chan % Complex Chan % Complex Chan dengan NH>2 Jumlah tpe Smple Chan Jumlah tpe Complex Chan ,4 3 4 Kelompok pelaku peralanan ,

17 SAMPLE DATA (MSTT 27 Indkator Total peralananan/mnggu % Smple Chan % Complex Chan % Complex Chan dengan NH>2 Jumlah tpe Smple Chan Jumlah tpe Complex Chan Kelompok pelaku peralanan Efek ranta peralanan (trp chan TC = A. MS. B. C mn m m n n TC = a. b MS C n mn m n m TC = n mn TC = m mn C1M1 C1M2 C1 C2M1 C2M2 C2 C3M1 C3M2 C3 : : CnMn Cn M1 M2... Mn TUGAS TULIS IV - INDIVIDUAL Gunakan nformas yang saudara kumpulkan dar travel dary anda sendr untuk memberkan gambaran mengena travel chan yang terad (smple dan complex chan, serta mplkasnya terhadap konfguras guna lahan yang dpengaruh olehnya. Lowry Model: The model of Metropols Dkembangkan oleh Ira S. Lowry Memlk konsep penetapan alokas tenaga kera dan pemukman - konsep pembentukan urban space Memlk sfat teratf. Tenaga kera dbedakan menad sektor bass dan sektor asa. Lahan konstan - tdak ada ekspans wlayah

18 Konsep dan Flow Chart Household Sector Resdental locaton by zone resultng from employment n each zone Retal Sector Retal employment by zone created by dstrbuton of households Input: Pekeraan bass Ketersedaan Lahan Baya transportas Eo=Ebass Easa= Pekeraan= bass + asa Raso Populas- Pekeraan Menunukkan struktur penduduk Lokas Pemukman Employment by zone Alokas keluarga d zona berdasar pada struktur kesempatan kera Feedback Resdental Locaton by zone Alokas retal employment d zona berdasarkan pada permntaan keluarga Konvergen? Lokas pekeraan asa Raso Pek. Jasapopulas Menunukkan permntaan sektor asa dan struktur ekonom Lokas pemukman Pekeraan asa E R A R E A E s s = = = = = = = Persamaan Dasar b [ [ E E R + ua va R L E E L ( W s s ( W r exp( β c r exp ( β c α α ] s exp( β c s exp ( β c ] Alokas Pemukman Alokas Pekeraan Jasa TUGAS V - KELOMPOK tugas besar (3% Pelaar software CATPLAN mengena Lowry model (Program LOWRY Lakukan lathan dengan merubah berbaga parameter yang ada dalam software tersebut. Perhatkan apa yang berubah dar angka-angka yang ada. Bagamana perubahan populasnya? Bagamana dengan ketersedaan tenaga kera bass maupun tenaga kera asa. Kerakan tugas untuk masng-masng kelompok. Dkumpulkan pada Mnggu XII. Presentas pada Mnggu XII. Tutoral Mnggu VII dan VIII. (kalau dperlukan

19 TUGAS Kelompok - Lowry I. Bagamana saudara membandngkan akbat dar pelaksanaan konsep desentralsas lokas basc employment dan sentralsas II. Bagamana perbedaan perubahan baya transportas antar zona mempengaruh umlah penduduk dan pekeraan III. Dalam kasus terad kemacetan setempat - baya peralanan d dalam zona menngkat, sedangkan baya antar zona tetap. Apa yang terad? IV. Apa yang terad pada saat struktur keluarga mengalam perubahan TUGAS Kelompok - Lowry V. Apa yang terad pada saat tngkat ekonom kota/daerah mengalam perubahan (transformas menuu kota pelayanan - servce cty VI. Apa yang terad apabla terdapat ntervens teknolog yang memungknkan peralanan tdak lag terpengaruh oleh baya peralanan VII. Apa yang terad apabla terdapat ntervens teknolog yang memungknkan peralanan sangat terpengaruh oleh baya peralanan VIII. Bagamana akbatnya bla konsep land reform dmplementaskan dalam pembagan zona TUGAS Kelompok - Lowry Langkah-langkah kegatan I. Bentuk kelompok - nomer absen ganl mengerakan soal nomer ganl dan sebalknya II. Pelaar soal dan coba menteremahkannya kepada ukuranukuran tekns yang ada dalam Lowry model III. Lakukan tes dengan asums-asums data yang saudara kembangkan bersama kelompok saudara IV. Bandngkan hasl dar tes tersebut dan tark kesmpulan untuk menawab soal yang dberkan kepada saudara V. Susun laporan dan bahan presentas TUGAS Kelompok - Lowry Format Laporan/Presentas: I. Pengantar - soal dan nterpretas soal II. Asums-asums yang dgunakan III. Deskrps Lowry Model IV. Hasl smulas V. Kesmpulan

20 Kelemahan teor ekonom mkro dan nteraks spasal MINGGU IX TEORI PILIHAN DISKRET A. User/bdder dan suppler dasumskan memlk nformas yangs sempurna mengena konds pasar. B. Bdder atau suppler dasumskan memlk fungs utlty yang bersfat determnstk. C. Bdder dan suppler memlk mobltas yang bebas - tdak ada baya untuk masuk dan keluar dar sstem D. Tdak ada cara untuk mengagregaskan fungs permntaan dan penawaran pada populas yang besar. Teor Plhan Dskret dalam Pemlhan Lokas Aktftas Teor Plhan Lokas Pemukman Teor plhan dskret ddasarkan pada prnsp-prnsp pemlhan berdasarkan pada level ndvdual. Indvdual berusaha memaksmunkan utlty (kemanfaatan yang dperoleh dengan memlh lokas aktftas tertentu, msalnya lokas pemukman, lokas tempat kera. Utlty n merupakan trade-off dar berbaga faktor yang memperngaruh plhannya yatu: baya lahan, baya transportas, baya lngkungan, baya sosal dan sebaganya Lokas III Lokas I Lokas II Bagamana kta menentukan lokas dan plhan pemukman pada saat terseda beberapa kemungknan lokas?

21 Teor Plhan lokas Model pemlhan dskret dnyatakan sebaga the probablty of ndvduals choosng a gven opton s a functon of ther socoeconomc characterstcs and the relatve attractveness of the opton ( peluang setap ndvdu memlh suatu plhan merupakan fungs cr soso ekonom dan daya tark relatf dar plhan tersebut Domencch and McFadden (1975 dan Wllams (1977 menyatakan ; Indvdu yang berada dalam suatu populas (Q yang homogen akan bertndak secara rasonal dan memlk nformas yang tepat sehngga basanya dapat menentukan plhan yang dapat memaksmumkan utltas ndvdunya masng- masng sesua dengan batasan hukum, sosal, fsk, waktu dan uang. Sumber varabltas a. Varas ntra-ndvdual b. Varas ntra-plhan c. Indvdual dalam kelompok tdak memlk nformas yang sama pada tap plhan d. Varabel dalam Utlty functon memlk tngkat kepentngan/ art yang berbeda-beda. E. Lokas tepat dar konsumen berbeda meskpun berada dalam zone yang sama f. Poss sosal-ekonom ndvdual terhadap kelompok sosal-ekonomnya g. Krtera untuk mendefnskan kelompok h. Tdak selalu memlh yang memlk utlty tertngg (frst best opton vs second best p k = k exp( U exp( U P : kemungknan satu lokas aktftas ( dplh dar berbaga lokas yang terseda ( kemungknan untuk aktftas k U Prnsp dalam teor plhan dskret k : utlty untuk memlh lokas Stud kasus: Pemlhan lokas pemukman d Kota Palembang (Syarfuddn, 21 Peta Lokas Peneltan

22 Faktor-Faktor Faktor 1 Lngkungan Faktor 2 Harga lahan Faktor 3 Jarak dan lokas Faktor 4 Fasum dan fasos Faktor 5 Kebakan Pemerntah Faktor apa yang mendasar pemlhan lokas? V a r a b e l V2 Faktor lngkungan/tetangga V8 Tngkat Ekonom lngkungan V1 Harga lahan menad patokan V9 Lahan sebaga Investas V4 Tdak harus dekat dengan pusat kota V6 Waktu tempuh dar pusat kota V1 Baya dar dan ke lokas tdak d perhtungkan V5 Jarak dar tempat kera tdak mempengaruh V14 Konds geografs (rawa,lereng, berbukt V3 Ketersedaan Fasum dan fasos V7 Fasltas angkutan umum V15 Pemukman Yang d bangun developer V16 Tdak terlalu mengharapkan faslts KPR V17 Jalan keluar lokas pemukman harus beraspal V18 Jalan ddlam lokas lngkungan beraspal V11 Transparans dar pemerntah thd peruntukan lahan V12 Perhatan khusus d dalam menetapkan lahan pemukman V13 Saat n kebakan pemerntah sudah tepat Load Factor Penguan pengelompokan lokas dlakukan dengan teknk analss faktor. Teknk n dlakukan untuk memberkan pengelompokan varabelvarabel yang memlk sgnfkans terhadap pemlhan lokas pemukman Model Agregat Hasl pemodelan Pr = 6,429 * LV -,34 * TCC -,256 * TCW -,453 * E 1,267 * F,837 t ht (13,997 (-5,865 (-5,865 (-5,81 (4,92 (27,555 R 2 =.567 Model pangkat datas memungknkan kta untuk menla elaststas dar faktorfaktor yang menentukan kemungknan satu lokas dplh menad lokas pemukman. Harga Lahan (Rp ,,2,4,6,8 1, Probabltas Pemlhan Lokas Pemukman Perhatkan bagamana elaststas akan mempengaruh plhan dan captvty dar lokas pemukman Dsagregas dar model Berdasarkan tngkat penddkan responden P( = 6,823 * LV -,37 * TCC -,238 * TCW -,425 * E 1,26 * F,811 (SLTP-SLTA P( = 6,267 * LV -,276 * TCC -,263 * TCW -,464 * E 1,27 * F,848 (> Dploma Gambar dsampng ddasarkan pada asums nla varabel yang tertentu. Baya Transport ke pusat kota (Rp ,,2,4,6,8 1, Probabltas Pemlhan Lokas Pemukman Berdasarkan pekeraan responden P( =7,153 * LV -,39 * TCC -,251 * TCW -,431 * E 1,27 * F,84 POLRI P( =5,856 * LV -,233 * TCC -,259 * TCW -,47 * E 1,262 * F,836 (PNS/TNI- (Swasta/BUMN Berdasarkan tngkat pendapatan keluarga responden P( =6,868 * LV -,348 * TCC -,243 * TCW -,463 * E 1,26 * F,84 ( < Rp. 1 Juta P( =6,136 * LV -,27 * TCC -,264 * TCW -,446 * E 1,27 * F,839 ( > Rp. 1 Juta

23 15 Harga Lahan (Rp./m2 12 Pendapatan < 1 Juta Rp 9 Pendapatan > 1 Juta Rp 6 3,,2,4,6,8 1, Probabltas Pemlhan Lokas Pemukman 15 Harga Lahan (Rp./m Pegawa Neger Pegawa Swasta Baya Transport - Kantor (Rp. 2 1,6 Pegaw a Neger 1,2 Pegaw a Sw asta,8,4,,2,4,6,8 1, Probabltas Pemlhan Lokas Pemukman,,2,4,6,8 1, Probabltas Pemlhan Lokas Pemukman KASUS DISCRETE CHOICE Apabla d lokas ke-4 akan dbangun rumah dengan komposs preferens kepemlkan d bawah, berapa harga yang harus dberkan untuk Tpe 45 apabla harga Tpe 36 adalah Rp. 1 uta. Lokas Tpe 36 6% 5% 7% 65% Tpe 45 4% 5% 3% 35% Harga 65 uta 75 uta 125 uta 1 uta Harga 1 uta 85 uta 165 uta? Lokas III Soal Lathan - kerakan LV TC P Lokas I I II % 4% III % IV 3 4,5??? Lokas II

24 MINGGU IX TEORI SPATIAL ACCOUNTING Apa tu spatal accountng? Dlandas pada prnsp kesembangan yang daukan oleh ahl ekonom Keynes (1936 yang mengntroduks prnsp effectve demand dmana proses produks terutama dtentukan oleh besarnya konsums. Investas Ga, keuntungan dll Natonal Product Produsen Konsums Konsumen Smpanan Natonal Income Model dasar dan pengembangannya X m = m a mn X n Y m Arus barang (dan asa dalam model Leontef-Strout mult-regon I/O Daerah Lan Leontef dan Strout (1963 mengembangkan mult regon I/O model X X X. n n m n = Q n Untuk semua = X Demand Pool untuk komodt n pada daerah Fnal Other Sector Demand Sectors n Daerah Supply pool untuk komodt n pada daerah

25 LATIHAN UJIAN (POST TEST Jelaskan secara sngkat apa yang dmaksud dengan (1 ment: Urban sprawl Kota satelt Travel tme budget Utlty Elaststas harga lahan terhadap probabltas pemlhan lokas Bagamanakah konsep dar Ira S. Lowry untuk menelaskan model nteraks spasal. Jelaskan dengan bagan alr. Bagamana dampak dar (a konsentras pekeraan bass pada satu zona, (b tdak elastknya kurve dstrbus penduduk, (c luas lahan yang seragam untuk masng-masng zona. 2 ment Apa yang dmaksudkan dengan pendekatan tr proporsonal? Jelaskan dengan contoh bagamana cara menyelesakan persamaan dengan pendekatan n. Apakah yang menad kendala atau kelemahannya? 2 ment Jelaskan berbaga varabltas yang terad pada saat pengamblan keputusan untuk pemlhan lokas (1 ment LATIHAN SOAL (POST TEST Dalam pemlhan lokas perumahan d daerah pemukman dketahu data sebaga berkut: Ada lokas baru yang ngn dkembangkan dengan kombnas rumah kelas A dan B dengan umlah persl 1. Apabla araknya tdak berbeda antara kelas A dan B, berapa perbandngan propors rumah kelas A dan kelas B. Gunakan pendekatan selsh atau nsbah. Bagamana haslnya? 4 ment Lokas Jumlah rumah d lokas Waktu peralanan ke kota (ment Rumah kelas A Rumah kelas B Rumah kelas A Rumah kelas B STUDI KASUS: INTERAKSI TRANSPORTASI DAN PEMILIHAN LOKASI DAN DAMPAKNYA PADA PENGGUNAAN ENERGI TUGAS V - tugas kecl Masng-masng mahasswa membaca dan membuat rngkasan dar buku Banster, D., Watson, S., Wood, C., 1994, The Relatonshp between Energy Use n Transport and Urban Form, Workng Paper 1, Plannng and Development Research Centre, Unversty College London. Tuls dalam maksmum 3 halaman - kerakan dalam 2 mnggu dar har tugas dberkan.

26 What s the meanng of sustanable (human development Protecton of lfe opportuntes of future generatons and the natural resources on whch all lfe depends (UNDP, 1996 Daly (as quoted by Whtelegg, 1993 The rates of use of renewable resources do not exceed ther rate of regeneraton, The rates of use of non-renewable resources do not exceed the rate whch sustanable substtutes are developed, The rates of polluton emsson do not exceed the assmlatve capacty of the envronment. FACTS: Transportaton nfrastructure and servces are affectng moblty and are the prerequste to development Transport s one of the largest consumers of World s energy and estmated to be the future largest consumer Transport s the sgnfcant contrbutor of emsson and polluton and s accused to have detrmental effects on physcal and socal health. In most countres, transportaton nfrastructure and servces have hgh percentage n ther natonal budget Transport requres mult dscplnary and mult sectoral approach Man ssues how do urban structures affect travel behavour, what parameters affect the way people travel and the choce of destnatons, to what extent those parameters affectng travel behavour, to what extent the change of those parameters affectng the use of energy consumpton. Approach - Trp Allocaton T T = t b t m, t F m, t δ m, t n, t R n, t λ n, t : the number of trps from zone I to zone δ, λ : the values for the correspondng class nterval. b t : the attractveness of employment at locaton : s the mode of transport

27 Approach - Constant Travel Tme Budget Man Fndngs Urban Transport n SE Ctes In conventonal model, when V < V 1, then d = d 1, and thus t > t 1 In the proposed model, when V < V 1, then t = t 1, and thus d < d 1 1 POP m, n T mn. t mn 1 = T ' POP' m, n mn. t' mn = C Vehcle ownershp,5,4,3,2,1 KL SBY BKK JKT Populaton densty (pers/km2 Man Fndngs Urban Transport n SE Ctes Man Fndngs Interacton between Land Use and Transport PTA CO DIST_1 JOB DENS HS INC LANVAL INF HOUSE POP DIST_2 MOB E_REQ NRG Note : EXOG ENOUS ENDOGENOUS PT A : Publc Transport Avalablty DENS : P opulaton densty DIST_1 : Dstance from Cty Centre CO : Car Ownershp INF : Inf rastructure avalablty JOB : J ob allocaton LANVAL : Land Value,.e. Land prce HOUSE : Worker's house allocaton DIST_2 : Zone-to-zone dstance POP : Populaton allocaton E_REQ : Energy requrement by mode, MOB : Moblty ndces type and dstance NRG : Energy Consumpton HS : Household structure INC : Income

28 Man Fndngs Interacton between Land Use and Transport Man Fndngs Interacton between Land Use and Transport Percentage change Base Car orented Bus orented Green Pragmatc Percentage change Base Car orented Bus orented Green Pragmatc 2 2 Bangkok Jakarta Kuala Lumpur Surabaya Bangkok Jakarta Kuala Lumpur Surabaya Impact of speed changes to populaton Impact of speed changes to Employment Man Fndngs Interacton between Land Use and Transport Man Fndngs Interacton between Land Use and Transport %-age of publc transport use Base Car orented Bus orented Green Pragmatc Bangkok Jakarta Kuala Lumpur Surabaya Impact of speed changes to publc transport use Energy Consumpton for Varous Transport Modes

KEBIJAKAN UMUM KETAHANAN PANGAN 2010 2014

KEBIJAKAN UMUM KETAHANAN PANGAN 2010 2014 KEBIJAKAN UMUM KETAHANAN PANGAN 2010 2014 DEWAN KETAHANAN PANGAN 2010 . PESAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Ketahanan Pangan mash merupakan su yang pentng bag bangsa Indonesa. Sekalpun saat n Indonesa telah

Lebih terperinci

PENINGKATAN PERFORMANSI SISTEM TEMU BALIK INFORMASI DENGAN METODE PHRASAL TRANSLATION DAN QUERY EXPANSION

PENINGKATAN PERFORMANSI SISTEM TEMU BALIK INFORMASI DENGAN METODE PHRASAL TRANSLATION DAN QUERY EXPANSION PENINGKATAN PERFORMANSI SISTEM TEMU BALIK INFORMASI DENGAN METODE PHRASAL TRANSLATION DAN QUERY EXPANSION Ar Wbowo Teknk Multmeda dan Jarngan, Polteknk Neger Batam wbowo@polbatam.ac.d Abstract Development

Lebih terperinci

PowerPoint Slides by Yana Rohmana Education University of Indonesian

PowerPoint Slides by Yana Rohmana Education University of Indonesian SIFAT-SIFAT ANALISIS REGRESI PowerPont Sldes by Yana Rohmana Educaton Unversty of Indonesan 2007 Laboratorum Ekonom & Koperas Publshng Jl. Dr. Setabud 229 Bandung, Telp. 022 2013163-2523 Hal-hal yang akan

Lebih terperinci

Mengetahui Prosedur. Sistem Pendidikan di Jepang P.10. Merencanakan Belajar ke Luar Negeri P.11. Memilih Sekolah P.12. Jadwal P.14

Mengetahui Prosedur. Sistem Pendidikan di Jepang P.10. Merencanakan Belajar ke Luar Negeri P.11. Memilih Sekolah P.12. Jadwal P.14 Mengetahu Prosedur Sstem Penddkan d Jepang P.10 Merencanakan Belajar ke Luar Neger P.11 Memlh Sekolah P.12 Jadwal P.14 Mengumpulkan Informas P.16 Sstem Penddkan d Jepang Mengetahu Prosedur Sstem Penddkan

Lebih terperinci

FUNGSI TAMBAHAN (ACCESSORIES USE) TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PERUMAHAN: TESIS

FUNGSI TAMBAHAN (ACCESSORIES USE) TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PERUMAHAN: TESIS FUNGSI TAMBAHAN (ACCESSORIES USE) TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PERUMAHAN: STUDI KASUS KAWASAN JALAN RAYA UTAMA BINTARO KOTA TANGERANG SELATAN TESIS Disusun Dalam Rangka Memenuhi Persyaratan Program

Lebih terperinci

ANALISIS DAYA SAING DAERAH DI JAWA TENGAH

ANALISIS DAYA SAING DAERAH DI JAWA TENGAH ANALISIS DAYA SAING DAERAH DI JAWA TENGAH (Studi Kasus: Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, Kota Magelang, Kota Pekalongan, dan Kota Tegal Tahun 2009-2011) Diajukan sebagai salah satu syarat

Lebih terperinci

ALGORITMA UMUM PENCARIAN INFORMASI DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI BERBASIS METODE VEKTORISASI KATA DAN DOKUMEN

ALGORITMA UMUM PENCARIAN INFORMASI DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI BERBASIS METODE VEKTORISASI KATA DAN DOKUMEN ALGORITMA UMUM PENCARIAN INFORMASI DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI BERBASIS METODE VEKTORISASI KATA DAN DOKUMEN Hendra Bunyamn Jurusan Teknk Informatka Fakultas Teknolog Informas Unverstas Krsten Maranatha

Lebih terperinci

ANALISIS USAHA TERNAK SAPI POTONG DAN OPTIMALISASI USAHA PETERNAKAN BERBASIS SISTEM AGRIBISNIS DI JAWA TENGAH DISERTASI

ANALISIS USAHA TERNAK SAPI POTONG DAN OPTIMALISASI USAHA PETERNAKAN BERBASIS SISTEM AGRIBISNIS DI JAWA TENGAH DISERTASI ANALISIS USAHA TERNAK SAPI POTONG DAN OPTIMALISASI USAHA PETERNAKAN BERBASIS SISTEM AGRIBISNIS DI JAWA TENGAH DISERTASI Oleh : TITIK EKOWATI 08/276234/SPN/00359 PROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS PERTANIAN

Lebih terperinci

PENGELOLAAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA DI CENGKARENG JAKARTA BARAT

PENGELOLAAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA DI CENGKARENG JAKARTA BARAT PENGELOLAAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA DI CENGKARENG JAKARTA BARAT TESIS Disusun dalam Rangka Memenuhi Persyaratan Program Studi Magister Teknik Pembangunan Wilayah dan Kota Konsentrasi Magister Manajemen

Lebih terperinci

ANALISIS CURAHAN WAKTU KERJA WANITA PADA INDUSTRI KARAK SKALA RUMAH TANGGA DI KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO

ANALISIS CURAHAN WAKTU KERJA WANITA PADA INDUSTRI KARAK SKALA RUMAH TANGGA DI KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO ANALISIS CURAHAN WAKTU KERJA WANITA PADA INDUSTRI KARAK SKALA RUMAH TANGGA DI KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO perpustakaan.uns.ac.id SKRIPSI Oleh : ASRINA ISTIQOMAH HENDRAYANI H 1308502 FAKULTAS

Lebih terperinci

PENENTUAN KOMBINASI WAKTU PERAWATAN PREVENTIF DAN JUMLAH PERSEDIAAN KOMPONEN GUNA MENINGKATKAN PELUANG SUKSES MESIN DALAM MEMENUHI TARGET PRODUKSI

PENENTUAN KOMBINASI WAKTU PERAWATAN PREVENTIF DAN JUMLAH PERSEDIAAN KOMPONEN GUNA MENINGKATKAN PELUANG SUKSES MESIN DALAM MEMENUHI TARGET PRODUKSI PENENTUAN KOMBINASI WAKTU PERAWATAN PREVENTIF DAN JUMLAH PERSEDIAAN KOMPONEN GUNA MENINGKATKAN PELUANG SUKSES MESIN DALAM MEMENUHI TARGET PRODUKSI Imam Sodkn Juusan Teknk Indust, Fakultas Teknolog Indust

Lebih terperinci

KAJIAN LINGKUNGAN KEBERADAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KAWASAN BANJARAN KABUPATEN TEGAL

KAJIAN LINGKUNGAN KEBERADAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KAWASAN BANJARAN KABUPATEN TEGAL KAJIAN LINGKUNGAN KEBERADAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KAWASAN BANJARAN KABUPATEN TEGAL TESIS Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S2 Program Studi Magister Ilmu Lingkungan

Lebih terperinci

KINERJA RUAS JALAN PERKOTAAN JALAN PROF DR. SATRIO, DKI JAKARTA

KINERJA RUAS JALAN PERKOTAAN JALAN PROF DR. SATRIO, DKI JAKARTA Barry Setyanto Koloway Kinerja Ruas Jalan Perkotaan Jalan Prof.Dr.Satrio, DKI Jakarta Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, Vol. 20 No. 3, Desember 2009, hlm 215-230 KINERJA RUAS JALAN PERKOTAAN JALAN PROF

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, PDRB, IPM, PENGANGGURAN TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI KABUPATEN / KOTA JAWA TENGAH

ANALISIS PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, PDRB, IPM, PENGANGGURAN TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI KABUPATEN / KOTA JAWA TENGAH ANALISIS PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, PDRB, IPM, PENGANGGURAN TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI KABUPATEN / KOTA JAWA TENGAH SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1)

Lebih terperinci

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR Analisis Perbandingan Cost Model dengan Revaluation Model dalam Penilaian Aset Tetap dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Posisi Keuangan pada PT. Mulia Industrindo Tbk ALFIAN A 311 06 036 JURUSAN AKUNTANSI

Lebih terperinci

STUDI ALIRAN DAYA TIGA FASA UNTUK SISTEM DISTRIBUSI DENGAN METODE PENDEKATAN LANGSUNG

STUDI ALIRAN DAYA TIGA FASA UNTUK SISTEM DISTRIBUSI DENGAN METODE PENDEKATAN LANGSUNG No. 29 ol.2 Thn. X Aprl 2008 SSN: 085-871 STUD ALRAN DAYA TGA FASA UNTUK SSTEM DSTRBUS DENGAN METODE PENDEKATAN LANGSUNG Adrant, Slva ran Jurusan Ten Eletro Faultas Ten Unverstas Andalas, Padang Abstra

Lebih terperinci

EVALUASI PERENCANAAN PAJAK MELALUI REVALUASI ASET TETAP UNTUK MEMINIMALKAN BEBAN PAJAK PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA PT. X )

EVALUASI PERENCANAAN PAJAK MELALUI REVALUASI ASET TETAP UNTUK MEMINIMALKAN BEBAN PAJAK PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA PT. X ) EVALUASI PERENCANAAN PAJAK MELALUI REVALUASI ASET TETAP UNTUK MEMINIMALKAN BEBAN PAJAK PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA PT. X ) R. BERNADINUS CHRISDIANTO YUNUS YOHANES BIU KATIK Politeknik Ubaya Universitas

Lebih terperinci

PENGARUH PERBEDAAN BENTUK TES DALAM EVALUASI HASIL BELAJAR FISIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BAHASA INDONESIA

PENGARUH PERBEDAAN BENTUK TES DALAM EVALUASI HASIL BELAJAR FISIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BAHASA INDONESIA PENGARUH PERBEDAAN BENTUK TES DALAM EVALUASI HASIL BELAJAR FISIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BAHASA INDONESIA Skripsi OLEH : ISTI NAFAH K 30409 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

Lebih terperinci

Studi Penyusunan Profil Tranportasi Perkotaan

Studi Penyusunan Profil Tranportasi Perkotaan ini merupakan laporan final dari Studi Penyusunan Profil Tranportasi Perkotaan. Dimana dalam ini menjelaskan proses pekerjaan yang telah mulai tahap awal sampai lahan pengujian aplikasi. ini terdiri dari

Lebih terperinci

STRATEGI PENGEMBANGAN PEMBAYARAN DAN IMBAL JASA LINGKUNGAN DI INDONESIA

STRATEGI PENGEMBANGAN PEMBAYARAN DAN IMBAL JASA LINGKUNGAN DI INDONESIA 34 STRATEGI PENGEMBANGAN PEMBAYARAN DAN IMBAL JASA LINGKUNGAN DI INDONESIA LAPORAN LOKAKARYA NASIONAL JAKARTA, 14-15 FEBRUARI 2005 EDITOR: AUNUL FAUZI, BERIA LEIMONA, DAN MUHTADI Hak Cipta 2005 Lokakarya

Lebih terperinci

PENGARUH PROMOSI, HARGA DAN INOVASI PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA BATIK TULIS KARANGMLATI DEMAK SKRIPSI

PENGARUH PROMOSI, HARGA DAN INOVASI PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA BATIK TULIS KARANGMLATI DEMAK SKRIPSI PENGARUH PROMOSI, HARGA DAN INOVASI PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA BATIK TULIS KARANGMLATI DEMAK SKRIPSI Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Pada Universitas Negeri Semarang Oleh Agus Susanto

Lebih terperinci

Efektivitas Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup di Indonesia

Efektivitas Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup di Indonesia Akses Terhadap Keadilan, Penelitian Dan Rekomendasi Kebijakan Efektivitas Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup di Indonesia Rekomendasi Kebijakan Jakarta, Februari 2011 Kerjasama antara: Van Vollenhoven

Lebih terperinci

NATIONAL STRATEGIC PLAN of ACTION Heart of Borneo

NATIONAL STRATEGIC PLAN of ACTION Heart of Borneo NATIONAL STRATEGIC PLAN of ACTION Rencana Strategis dan Aksi Nasional National Strategis Plan of Action DEPHUT Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Timur RENCANA STRATEGIS DAN AKSI NASIONAL Tim

Lebih terperinci

DAMPAK PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK TERHADAP KINERJA BANK UMUM SYARIAH. SRI WIDYASTUTI Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila Jakarta

DAMPAK PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK TERHADAP KINERJA BANK UMUM SYARIAH. SRI WIDYASTUTI Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila Jakarta DAMPAK PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK TERHADAP KINERJA BANK UMUM SYARIAH SRI WIDYASTUTI Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila Jakarta ABSTRACT Implementation of Good Corporate Governance in

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN Introduction

I. PENDAHULUAN Introduction I. PENDAHULUAN Introduction A. Latar Belakang Indikator makro ekonomi Indonesia selama tahun 2002 hingga awal semester pertama tahun 2003 menunjukkan perkembangan yang cukup memberikan harapan ditandai

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENTING BAGI CALON PESERTA PELATIHAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGIKUTI PELATIHAN JARAK JAUH TELKOME- LEARNING

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENTING BAGI CALON PESERTA PELATIHAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGIKUTI PELATIHAN JARAK JAUH TELKOME- LEARNING Powered by TCPDF (www.tcpdf.org) Tugas Akhir - 2006 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENTING BAGI CALON PESERTA PELATIHAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGIKUTI PELATIHAN JARAK JAUH TELKOME- LEARNING Trisna Agung¹

Lebih terperinci

State of the Environment Report

State of the Environment Report MINISTRY OF ENVIRONMENT THE REPUBLIC OF INDONESIA State of the Environment Report Indonesia 2012 Pillars of the Environment of Indonesia Status Lingkungan Hidup Indonesia 2012 Pilar Lingkungan Hidup Indonesia

Lebih terperinci

DINAMIKA SOSIAL EKONOMI DI KAWASAN TEPIAN HUTAN HUJAN TAMAN NASIONAL LORE LINDU, SULAWESI TENGAH

DINAMIKA SOSIAL EKONOMI DI KAWASAN TEPIAN HUTAN HUJAN TAMAN NASIONAL LORE LINDU, SULAWESI TENGAH DINAMIKA SOSIAL EKONOMI DI KAWASAN TEPIAN HUTAN HUJAN TAMAN NASIONAL LORE LINDU, SULAWESI TENGAH Ringkasan Naskah Diskusi STORMA No. 1 No. 11 dari Sub-program A, 2001 2003 Disusun oleh Heiko Faust, Franziska

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tempat asalnya ke tempat tujuannya. Prosesnya dapat dilakukan dengan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tempat asalnya ke tempat tujuannya. Prosesnya dapat dilakukan dengan BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 Angkutan Umum Penumpang II.1.1 Pengertian Angkutan Umum Angkutan pada dasarnya adalah sarana untuk memindahkan orang dan atau barang dari satu tempat ke tempat lain. Tujuannya

Lebih terperinci

PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA ALAM DAERAH

PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA ALAM DAERAH BAPPENAS PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA ALAM DAERAH Kebutuhan dan Permasalahannya Bekerjasama dengan : LPEM FEUI Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Lebih terperinci