PENGARUH PERBEDAAN BENTUK TES DALAM EVALUASI HASIL BELAJAR FISIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BAHASA INDONESIA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENGARUH PERBEDAAN BENTUK TES DALAM EVALUASI HASIL BELAJAR FISIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BAHASA INDONESIA"

Transkripsi

1 PENGARUH PERBEDAAN BENTUK TES DALAM EVALUASI HASIL BELAJAR FISIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BAHASA INDONESIA Skripsi OLEH : ISTI NAFAH K FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 00 i

2 PENGARUH PERBEDAAN BENTUK TES DALAM EVALUASI HASIL BELAJAR FISIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BAHASA INDONESIA Oleh : Isti Nafah K Skripsi Ditulis Dan Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Persyaratan Dalam Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan Program Pendidikan Fisika Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 00 ii

3 PERSETUJUAN Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Persetujuan Pembimbing Pembimbing I Pembimbing II Drs. Pujayanto, M. Si NIP Drs. Darianto NIP iii

4 PENGESAHAN Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan diterima untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan. Pada hari : Tanggal : Tim Penguji Skripsi: Nama Terang Tanda Tangan Ketua : Drs Supurwoko, M.Si Sekretaris : Daru Wahyuningsih, S.Si, M.Pd Anggota I : Drs. Pujayanto, M.Si Anggota II : Drs Darianto Disahkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Dekan, Prof. Dr. H. M. Furqon Hidayatullah, M. Pd. NIP iv

5 ABSTRAK Isti Nafah. Pengaruh Perbedaan Bentuk Tes Dalam Evaluasi Hasil Belajar Fisika Ditinjau dari Kemampuan Bahasa Indonesia. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, 00. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya: () Perbedaan pengaruh antara penggunaan bentuk tes esai dan pilihan ganda terhadap kemampuan kognitif siswa pada konsep Gerak Lurus, () Perbedaan pengaruh antara kemampuan Bahasa Indonesia kategori tinggi dan kategori rendah terhadap kemampuan kognitif siswa pada konsep Gerak Lurus, (3) Interaksi pengaruh antara penggunaan bentuk tes esai dan pilihan ganda serta kemampuan Bahasa Indonesia terhadap kemampuan kognitif siswa pada konsep Gerak Lurus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri Pemalang pada tahun ajaran 008/009. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Jumlah masingmasing kelas adalah untuk kelas eksperimen sebanyak 39 siswa, sedangkan untuk kelas kontrol sebanyak 3 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan teknik tes. Teknik dokumentasi digunakan untuk mengetahui keadaan awal siswa antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, serta untuk mengetahui nilai kemampuan Bahasa Indonesia siswa. Teknik tes dilakukan untuk mendapatkan nilai kemampuan kognitif siswa pada pokok bahasan Gerak Lurus. Teknik analisis data yang digunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama, kemudian dilanjutkan dengan metode Scheffe. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: () Ada perbedaan pengaruh antara penggunaan bentuk tes esai dan pilihan ganda terhadap kemampuan kognitif siswa pada pokok bahasan Gerak Lurus F a 63,09 F 0,05;; 67 3,99. Dari uji komparasi ganda diperoleh hasil bahwa penggunaan bentuk tes pilihan ganda dalam evaluasi hasil belajar Fisika siswa lebih efektif bila dibandingkan dengan penggunaan bentuk tes esai terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa pada sub pokok bahasan Gerak Lurus. () Ada perbedaan pengaruh antara kemampuan Bahasa Indonesia siswa kategori tinggi dan kategori rendah terhadap kemampuan kognitif siswa.,089 3,99. Dari uji komparasi ganda diperoleh hasil bahwa F b 4 F 0,05;; 67 siswa yang mempunyai kemampuan bahasa Indonesia kategori tinggi mempunyai kemampuan kognitif lebih baik dari pada siswa yang mempunyai kemampuan Bahasa Indonesia rendah. (3) Tidak ada interaksi pengaruh antara penggunaan bentuk tes esai dan pilihan ganda dengan nilai kemampuan Bahasa Indonesia terhadap kemampuan kognitif siswa pada pokok bahasan Gerak Lurus.,0 3,99. Jadi, penggunaan bentuk tes esai dan pilihan F ab 3 F 0,05;; 67 ganda dan kemampuan Bahasa Indonesia mempunyai pengaruh sendiri-sendiri terhadap kemampuan kognitif siswa pada pokok bahasan Gerak Lurus. v

6 ABSTRACT Isti Nafah. Difference Effects of Form Tests in Evaluation of Physics Learning Viewed from the Indonesian Language ability. Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education Faculty. Sebelas Maret University, July, 00. This research was conducted to determine whether: () There is or there is not difference effect between essay and multiple choice test for students' cognitive abilities of Linear Motion concept, () There is or there is not difference effect between high and low of Indonesian language ability for students' cognitive abilities of Linear Motion concept, (3) There is or there is not interaction effect between the test form used and the Indonesian language ability to the students' cognitive abilities of Linear Motion concept. The used Research method was Experimental method. The population of this research was all students of 0 th grade students of State Senior High School Pemalang in academic year 008/009. The used sampling method in this research was cluster random sampling. The number of students for experimental group was 39 students, whereas for the control group was 3 students. The collecting data techniques used in this research were documentation and test techniques. Documentation technique was used to determine the pre-condition of students between experimental and control groups, and to know the achievement of Indonesian language ability. Test technique was conducted to obtain the students cognitive abilities of Linear Motion concept. The data analysis technique used was analysis of variance two way with difference frequencies cell and continued with Scheffe method. Based on the result of research, it can be concluded that: () There was difference effect between essay and multiple choice test for students' cognitive abilities of Linear Motion concept F a 63,09 F 0,05;; 67 3, 99. From multiple comparison test results that the use of multiple-choice tests in the evaluation of student learning outcomes more effective in improving students' cognitive abilities of Linear Motion concept than the use of essay tests, () There was difference effect between high and low of Indonesian language ability for students' cognitive abilities of Linear Motion concept,089 3,99. From multiple comparison test results that F b 4 F 0,05;; 67 students who have high Indonesian language ability have better cognitive abilities than the students who have low Indonesian language ability, (3) there was not interaction effect between the use of essay and multiple choice tests and Indonesian language ability to students' cognitive abilities on the Linear Motion concept,0 3,99. It means that the use of essay and F ab 3 F 0,05;; 67 multiple choice tests and Indonesian language ability had his own influences for students' cognitive abilities of Linear Motion concept. vi

7 MOTTO telah selesai dari urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang (Q.S.Al Insyirah:6-7) -baik (Q.S.Ali Imran:73) Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum vii

8 PERSEMBAHAN Karya sederhana ini ku persembahkan untuk: Bapak dan Ibu tercinta terimakasih atas doanya Mba Upi dan dek Hani tersayang Mas Imron yang sabar dan setia menungguku Teman-teman Tisanders yang selalu memberi semangat Sahabatku waone dan mas uge yang senantiasa membantu Teman perjuangan Fisika 04 Almamaterku viii

9 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini untuk memenuhi sebagian persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan pada Program Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan dalam penyelesaian skripsi ini, namun berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya kesulitan-kesulitan yang timbul dapat teratasi. Untuk itu, atas segala bentuk bantuannya, penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat:. Bapak Prof. Dr. H. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd. selaku Dekan FKIP UNS yang telah memberikan ijin penyusunan skripsi ini.. Ibu Dra. Hj. Kus Sri Martini, M.Si. selaku Ketua Jurusan P. MIPA UNS yang telah memberikan ijin penyusunan skripsi ini. 3. Ibu Dra. Rini Budiharti, M.Pd selaku Ketua Program Fisika Jurusan P.MIPA FKIP UNS yang telah memberikan ijin penyusunan skripsi ini. 4. Bapak Drs. Pujayanto, M.Si selaku Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 5. Bapak Drs. Darianto selaku Pembimbing II atas bimbingan dan petunjuknya dalam penyusunan skripsi ini. 6. Dra. Herawati selaku Kepala Sekolah SMA Negeri Pemalang yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan try out dan penelitian. 7. Drs Suseno selaku Guru Fisika SMA Negeri Pemalang atas bimbingan, petunjuk dan kerjasamanya dalam pelaksanaan penelitian. 8. Ibu dan Bapak atas doa, cinta dan biaya yang telah setulusnya tercurahkan untukku. 9. Kakak dan adikku tercinta yang selalu memberikan doa dan semangat. 0. Sahabat-sahabatku atas doa dan semangat serta perhatiannya.. Teman- ix

10 . Berbagai pihak yang tidak mungkin satu per satu disebutkan yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam penyelesaian skripsi ini. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, maka penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi sempurnya penulisan ini. Akhirnya semoga karya kecil ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua demi mengambil peran dalam perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini. Surakarta, Agustus 00 Penulis x

11 DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGAJUAN... ii HALAMAN PERSETUJUAN... iii HALAMAN PENGESAHAN... iv HALAMAN ABSTRAK... v HALAMAN ABSTRACT... vi HALAMAN MOTTO... vii HALAMAN PERSEMBAHAN... viii KATA PENGANTAR... ix DAFTAR ISI... xi DAFTAR TABEL... xiv DAFTAR GAMBAR... xv DAFTAR LAMPIRAN... xvi BAB I PENDAHULUAN... A. Latar Belakang Masalah... B. Identifikasi Masalah... 3 C. Pembatasan Masalah... 3 D. Perumusan Masalah... 3 E. Tujuan Penelitian... 4 F. Manfaat Penelitian... 4 BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS... 5 A. Kajian Teori Hakikat Belajar Mengajar Metode Pembelajaran Bentuk Tes dalam Evaluasi Pembelajaran Kemampuan Bahasa Indonesia Kemampuan Kognitif Siswa Hakikat Fisika... 6 B. Kerangka Berpikir... 3 xi

12 C. Hipotesis BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat Penelitian Waktu Penelitian B. Metode Penelitian C. Populasi Penelitian Populasi Sampel D. VARIABEL PENELITIAN E. TEKNIK PENGUMPULAN DATA F. INSTRUMEN PENELITIAN G. TEKNIK ANALISIS DATA Uji Kesamaan Keadaan Awal Uji Prasyarat Analisis Uji Hipotesis BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Data Nilai Keadaan Awal Siswa Data Nilai Kemampuan Bahasa Indonesia Data Nilai Kemampuan Kognitif Fisika Siswa B. Hasil Analisa Data Uji Kesamaan Keadaaan Awal Siswa Uji Prasyarat Analisis a. Uji Normalitas b. Uji Homogenitas C. Hasil Pengujian Hipotesis Hasil Analisis Variansi Dua Jalan dengan Sel Tak Sama Hasil Uji Lanjut Analisis Variansi... 6 D. Pembahasan Hasil Analisa Data Uji Hipotesis Pertama xii

13 . Uji Hipotesis Kedua Uji Hipotesis Ketiga BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan B. Implikasi C. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xiii

14 DAFTAR TABEL Tabel 3.. Desain Faktorial x Tabel 3.. Tata Letak Data Tabel 3.3. Rangkuman Analisis... 5 Tabel 4.. Distribusi Frekuensi Nilai Keadaan Awal Siswa Kelas Eksperimen 53 Tabel 4.. Distribusi Frekuensi Nilai Keadaan Awal Siswa Kelas Kontrol Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi Nilai Kemampuan Kognitif Fisika Siswa Kelas Eksperimen Tabel 4.4. Distribusi Frekuensi Nilai Kemampuan Kognitif Fisika Siswa Kelas Kontrol Tabel 4.5 Rangkuman Analisis Variansi Dua Jalan Tabel 4.6 Rangkuman Komparasi Rerata Pasca Anava... 6 xiv

15 DAFTAR GAMBAR Gambar. Jarak dan Perpindahan... 8 Gambar. Lintasan Benda Yang Berbentuk Lingkaran... 9 Gambar.3 Lintasan Bola Kasti yang Dipukul... 9 Gambar.4 Lintasan Benda yang Berbentuk Garis Lurus... Gambar.5 Lintasan Gerak benda Berbentuk Garis Lurus... Gambar.6 Kertas pita pada Ticker Timer... 3 Gambar.7 Grafik Hubungan Jarak (s) dan Waktu (t) Gerak Lurus Beraturan 4 Gambar.8 Grafik Hubungan Kecepatan (v) dan Waktu (t) Gerak Lurus Beraturan... 4 Gambar.9 Mobil yang melakukan Gerak Lurus Beraturan... 5 Gambar.0 Grafik v-t Partikel yang Melakukan Gerak Lurus Beraturan... 5 Gambar. Gerak dua buah Lokomotif... 6 Gambar. Grafik Hubungan Kecepatan (v) dan Waktu (t) dengan Percepatan Tetap Gerak Lurus Berubah Beraturan... 8 Gambar.3 Grafik Hubungan Kecepatan dan Waktu Gerak Lurus Berubah Beraturan Dipercepat... 9 Gambar.4 Grafik Hubungan Jarak dan Waktu Gerak Lurus Berubah Beraturan Dipercepat Gambar.5 Gerak Jatuh Bebas... 3 Gambar.6 Gerak Vertikal ke Atas... 3 Gambar.7 Paradigma Penelitian Gambar 4. Histogram Distribusi Frekuensi Nilai Keadaan Awal Siswa Kelas Eksperimen Gambar 4. Histogram Distribusi Frekuensi Nilai Keadaan Awal Siswa Kelas Kontrol Gambar 4.3 Histogram Distribusi Frekuensi Nilai Kognitif Fisika Siswa Kelas Eksperimen Gambar 4.4 Histogram Distribusi Frekuensi Nilai Kognitif Fisika Siswa Kelas Kontrol xv

16 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran. Jadwal Penyusunan Skripsi Lampiran. Satuan Pembelajaran Lampiran 3. Lembar Kegiatan Siswa I... 9 Lampiran 4. Lembar Kegiatan Siswa II Lampiran 5. Kisi-Kisi Tes Kemampuan Kognitif Fisika Siswa Bentuk Esai. 3 Lampiran 6. Tes Kemampuan Kognitif Fisika Bentuk Esai... Lampiran 7. Kunci Jawaban Tes Tes Kemampuan Kognitif Fisika Bentuk Esai... 6 Lapmiran 8. Kisi-Kisi Tes Kemampuan Kognitif Fisika Siswa Bentuk Pilihan Ganda Lampiran 9. Tes Kemampuan Kognitif Fisika Siswa Bentuk Pilihan Ganda Lampiran 0. Kunci Jawaban Tes Tes Kemampuan Kognitif Fisika Bentuk Pilihan Ganda... 5 Lampiran. Hubungan Indikator dengan Nomor Soal Esai dan Pilihan Ganda... 5 Lampiran. Lembar Jawaban Lampiran 3. Analisis Derajat Kesukaran, Daya Pembeda, Reabilitas dan Validitas Tes Uji Coba Prestasi Belajar Siswa Bentuk Esai Lampiran 4. Analisis Derajat Kesukaran, Daya Pembeda, Reabilitas dan Validitas Tes Uji Coba Prestasi Belajar Siswa Bentuk Pilihan Ganda... 6 Lampiran 5. Data Skor Tiap Butir Soal Esai Lampiran 6. Data Skor Tiap Siswa Kelas Eksperimen Lampiran 7. Data Induk Penelitian Lampiran 8. Perhitungan Kesamaan Keadaan Awal Siswa Lampiran 9. Uji Normalitas Lampiran 0. Uji Homogenitas Lampiran. Uji Hipotesis Lampiran. Uji Lanjut Pasca Analisis Variansi dengan Metode Scheffe xvi

17 Lampiran 3. Tabel-tabel yang Dipakai dalam Uji Statistik Lampiran 4. Perijinan Lampiran 5. Jurnal Internasional xvii

18 xviii

19 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masalah pendidikan merupakan masalah yang sangat penting bagi manusia. Untuk menjadi manusia yang purna manusia tidak cukup hanya tumbuh dengan dorongan instingnya saja, melainkan perlu bimbingan dan pengarahan dari luar dirinya (pendidikan). Untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, diperlukan suatu sistem pendidikan yang berkualitas pula. Dalam pelaksanaan sistem pendidikan di tanah air yang terus berkembang, dituntut penyesuaian dalam segala faktor yang mempengaruhi pelaksanaan dalam sistem pendidikan tersebut. Kurikulum, buku dan sarana belajar lainnya, guru dan siswa, serta evaluasi hasil belajar atau pencapaian belajar siswa merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi sistem pendidikan. Dari beberapa faktor tersebut, satu faktor yang sangat penting adalah evaluasi belajar atau pencapaian hasil belajar siswa. Keberadaan evaluasi belajar sangat diperlukan selama masih ada kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar berlangsung proses pembelajaran, penilaian, dan evaluasi. Evaluasi diperlukan sejauh mana keberhasilan guru dalam memberikan materi serta sejauh mana siswa menyerap materi yang disajikan. Evaluasi yang baik haruslah disesuaikan dengan tujuan pengajaran yang ditetapkan oleh guru dan benar-benar diusahakan pencapaiannya oleh guru dan siswa. Betapapun baiknya evaluasi, apabila tidak didasarkan atas tujuan pengajaran yang diberikan, tidaklah akan tercapai sasarannya. Begitu juga sebaliknya, betapapun baiknya tujuan pengajaran yang ditetapkan, kalau tujuan tersebut tidak diwujudkan dalam penyajian pengajaran itu, tiadalah berguna pula tujuan tersebut Jadi, terdapat keterkaitan antara tujuan pelajaran, materi, dan metode belajar mengajar, serta evaluasi hasil belajar. Dalam sebuah jurnal internasional, Rudman dan Herbert C menyatakan bahwa Testing and teaching are not separate entities. Teaching has always been a process of helping others to discover "new" ideas and "new" ways of organizing that which they learned. Whether this process took place through systematic teaching and testing, or whether it was through a discovery

20 approach, testing was, and remains, an integral part of teaching.. (Rudman dan Herbert C, 999:) Artinya yakni pengujian (evaluasi) dan mengajar merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan. Pengajaran merupakan proses membantu orang lain untuk menemukan gagasan "baru" dan cara "baru " mengatur apa yang mereka pelajari. Proses tersebut berlangsung melalui pengajaran yang sistematis dan evaluasi, atau melalui pendekatan penemuan, evaluasi, yang merupakan bagian integral dari pengajaran. Dalam proses evaluasi hasil belajar, dapat dilakukan dengan teknik tes maupun non tes. Teknik tes dapat dilakukan dengan pemberian soal. Bentuk soal dapat berupa soal tes obyektif, tes uraian, dan lain sebagainya. Masingmasing bentuk tes tersebut mempunyai keunggulan dan kelemahan. Penerapan teknik evaluasi yang kurang menyeluruh untuk mengukur perkembangan yang dicapai siswa selama proses pembelajaran akan menyebabkan rendahnya hasil belajar. Adapun kemampuan siswa dalam mengerjakan kedua jenis tes tersebut berbeda-beda. Suatu penelitian yang telah dilakukan oleh Bambang Setiawan (000: 64 pemberian latihan soal bentuk obyektif pilihan ganda lebih baik daripada metode demonstrasi dilengkapi diskusi kelompok dengan pemberian latihan soal bentuk Tetapi dalam penelitian yang dilakukan oleh Eko Sayekti (004: 7) dengan bentuk soal esai terhadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan Bentuk-bentuk tes yang digunakan dalam evaluasi belajar menuntut kemampuan siswa untuk menyusun, mengemukakan, dan memadukan gagasangagasan yang telah dimilikinya. Untuk itu di dalam mata pelajaran Fisika diperlukan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik. Di sinilah pentingnya pelajaran Bahasa Indonesia. Suatu penelitian yang dilakukan oleh Tantri Handayani (005: 55 Ada perbedaan pengaruh antara kemampuan bahasa siswa kategori tinggi dan kategori rendah terhadap

21 untuk komunikasi antara guru dan peserta didik, selain itu juga digunakan siswa untuk memahami apa yang disampaikan di buku sehingga siswa tahu maksud tujuan penulis. Atas dasar latar belakang di atas maka penelitian ini diberi judul: Pengaruh Perbedaan Bentuk Tes dalam Evaluasi Hasil Belajar Fisika Ditinjau dari Kemampuan Bahasa Indone B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis mengidentifikasikan beberapa masalah antara lain:. Prestasi belajar Fisika yang dicapai masih rendah.. Banyak metode mengajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Metode mengajar yang kurang tepat dapat mengakibatkan prestasi belajar yang kurang baik. 3. Untuk mengetahui pencapaian kemampuan kognitif siswa diperlukan adanya evaluasi hasil belajar dengan pemberian soal menggunakan bermacammacam bentuk tes. 4. Kemampuan berkomunikasi terutama kemampuan Bahasa diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar serta evaluasi hasil belajar. C. Pembatasan Masalah Agar pembahasan masalah lebih mengarah pada tujuan penelitian maka penulis membatasi masalah-masalah sebagai berikut:. Metode mengajar yang digunakan adalah dengan metode diskusi informasi. Evaluasi hasil belajar dilakukan dengan pemberian soal dalam bentuk tes esai dan pilihan ganda 3. Kemampuan bahasa yang digunakan adalah kemampuan Bahasa Indonesia 4. Materi pelajaran yang dibahas oleh peneliti adalah Gerak Lurus D. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut: 3

22 . Adakah perbedaan pengaruh antara penggunaan bentuk tes esai dan pilihan ganda terhadap kemampuan kognitif siswa pada konsep Gerak Lurus?. Adakah perbedaan pengaruh antara kemampuan Bahasa Indonesia kategori tinggi dan kategori rendah terhadap kemampuan kognitif siswa pada konsep Gerak Lurus? 3. Adakah interaksi pengaruh antara penggunaan bentuk tes esai dan pilihan ganda serta kemampuan Bahasa Indonesia terhadap kemampuan kognitif siswa pada konsep Gerak Lurus? E. Tujuan Penelitian Penelitian ini ditujukan untuk:. Mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan pengaruh antara penggunaan bentuk tes esai dan pilihan ganda terhadap kemampuan kognitif siswa pada konsep Gerak Lurus. Mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan pengaruh antara kemampuan Bahasa Indonesia kategori tinggi dan kategori rendah terhadap kemampuan kognitif siswa pada konsep Gerak Lurus 3. Mengetahui ada atau tidak adanya interaksi pengaruh antara penggunaan bentuk tes esai dan pilihan ganda serta kemampuan Bahasa Indonesia terhadap kemampuan kognitif siswa pada konsep Gerak Lurus. F. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat:. Memberi wawasan mengenai perbedaan bentuk tes dalam hubungannya dengan kemampuan kognitif siswa. Memberi wawasan mengenai kemampuan Bahasa Indonesia dalam hubungannya dengan kemampuan kognitif siswa. 3. Sebagai bahan referensi bagi penelitian selanjutnya. 4

23 BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS a. Pengertian Belajar A. Kajian Teori. Hakikat Belajar Mengajar Istilah belajar mencakup berbagai proses yang terjadi dalam kehidupan manusia. Dalam kegiatannya manusia tidak bisa lepas dari kegiatan belajar. Banyak perbuatan-perbuatan yang dapat didefinisikan sebagai perbuatan belajar. Proses belajar akan mendukung adanya perubahan tingkah laku yang dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti perubahan kecakapan, pengetahuan, sikap, tingkah laku, serta aspek lain yang ada dalam individu. Belajar memiliki makna yang sangat luas dan kompleks sehingga pengertian belajar banyak dipengaruhi oleh teori-teori belajar yang dianut oleh seseorang. Skiner berpandangan bahwa orang belajar, maka responnya menjadi lebih baik. Sebaliknya, bila ia tidak Pengertian belajar menurut Gagne yaitu: 999: 9). Belajar merupakan kegiatan yang kompleks. Hasil belajar berupa kapabilitas. Setelah belajar orang memiliki ketrampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai. Beliau juga mengatakan bahwa belajar terdiri dari tiga komponen penting, yaitu kondisi eksternal, kondisi internal, dan hasil belajar. Dapat diterangkan sebagai berikut : ) ) Proses kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar. Hasil belajar tersebut terdiri dari informasi verbal, ketrampilan intelek, ketrampilan motorik, sikap, dan siasat kognitif. (Dimyati dan Mudjiono,999:0-). Pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana untuk terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa, dimana perubahan tingkah laku itu dapat terjadi karena adanya interaksi antara siswa dengan 5

24 Berdasarkan pandangan Benjamin Bloom, Syaiful Sagala menegaskan psikomotorik untuk meningkatkan taraf hidupnya sebagai pribadi, sebagai masya 003: 34). Dari definisi-definisi di atas dapat dikatakan bahwa belajar adalah suatu kegiatan yang dapat menghasilkan perubahan kecakapan, pengetahuan, sikap, tingkah laku, serta aspek lain yang ada dalam individu. Perubahan itu membentuk kemampuan baru yang dimiliki relatif lama, serta terjadi karena usaha sadar individu yang sedang belajar. b. Pengertian Mengajar Salah satu tugas guru adalah mengajar. Mengajar merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar. Karena tugas guru dalam hal ini adalah untuk membimbing dan memberikan bantuan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak secara baik dan harmonis agar mereka mampu memikul tanggung jawab dalam lingkungan sosialnya. mengajar merupakan dua konsep yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Belajar menunjukkan kepada apa yang harus dilakukan seseorang sebagai penerima pelajaran (peserta didik) sedangkan pemberi pelajaran sebagai pengajar. A. Tabrani Rusyan dkk, 989: 7). Dalam melaksanakan pembelajaran, pengetahuan tentang teori dan prinsip belajar dapat membantu guru dalam memilih tindakan yang tepat. seseorang kepada orang lain agar orang lain itu menerima, menguasai dan -Karo, dkk, 994: 4). Jadi belajar mengajar merupakan proses interaksi antara pengajar dan peserta didik pada saat proses pengajaran. Menurut Nana Sudjana (99: 8) Mengajar adalah cara guru mengembangkan dan menciptakan serta mengatur situasi yang memungkinkan siswa melakukan proses belajar sehingga dapat mengubah tingkah lakunya dalam proses pengajara Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mengajar adalah suatu cara penyampaian Ilmu Pengetahuan atau pemahaman 6

25 kepada siswa dengan mengatur dan mengorganisasikan lingkungan di sekitar mahasiswa untuk berlangsungnya kegiatan belajar yang efektif dalam membantu pemahaman siswa secara optimal. Mengajar dapat dikatakan berhasil bila subyek belajar mengalami proses belajar sebagai akibat dari usaha itu.. Metode Pembelajaran Salah satu komponen yang sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar adalah metode pembelajaran. - cara yang ditempuh guru untuk menciptakan situasi pengajaran yang benar-benar menyenangkan dan mendukung bagi kelancaran proses belajar dan tercapainya Mulyani Soemantri dan Johar Permana, 00:4). Jadi metode pembelajaran adalah perangkat alat dan cara yang tepat yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ada berbagai macam metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar. Beberapa diantaranya adalah metode konvensional, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, eksperimen dan lain-lain. Seorang guru harus dapat memilih metode pembelajaran yang tepat, misalnya dengan menggunakan metode diskusi informasi. Banyak metode pembelajaran yang dapat diterapkan oleh seorang guru. Oleh karena itu seorang guru harus dapat memilih dan menentukan metode pembelajaran yang tepat. Adapun untuk memilih metode pembelajaran ada beberapa hal yang sebaiiknya dipertimbangkan antara lain kesesuaiannya dengan tujuan pembelajaran, karakteristik materi, karakteristik siswa, kesiapan guru, dan ketersediaan sarana dan prasarana. Dalam pembelajaran Fisika juga sering digunakan metode pembelajaran diskusi informasi. Metode diskusi informasi merupakan perpaduan dari metode yang dilakukan oeh seorang guru di sekolah, dalam diskusi ini terjadi proses interaksi antara dua orang atau lebih individu yang terlibat, saling tukar menukar 7

26 dapat dikatakan juga sebagai teknik kuliah, merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi, atau uraian tentang pengertian di atas dapat disimpulkan metode dikusi informasi adalah suatu cara penyajian pelajaran dimana siswa dihadapkan pada suatu masalah, dapat berupa pernyataan/ pertanyaan yang bersifat problematik untuk dibahas dan dipecahkan bersama, kemudian guru menyampaikan informasi tentang masalah tersebut secara lisan. Dalam metode diskusi informasi, guru juga mempunyai peran penting dalam pembelajaran. Guru, peserta didik, dan atau kelompok peserta didik memiliki perhatian yang sama terhadap topik yang dibicarakan dalam diskusi. gabungan dari metode diskusi dengan metode ceramah, pada metode ini, guru memberikan permasalahan untuk dipecahkan oleh siswa dengan sedikit Dalam Australasian Journal of Educational Technology, Connie S. L. Ng dan Wing Sum Cheung menyebutkan: Traditional discussion typically involves teacher-student interaction, characterised by the structure: Initiate-Respond-Evaluate. In these interactions, the teacher initiates a topic with a question and students then follow with an answer. Finally the teacher evaluates the students' response. As a consequence, students have very limited opportunity to interact with (Connie S. L. Ng dan Wing Sum Cheung, 007: ) Artinya yaitu diskusi tradisional biasanya melibatkan interaksi guru dan siswa, yang dicirikan oleh struktur: Inisiatif-Tanggapan-Evaluasi. Dalam interaksi ini, guru memulai topik dengan pertanyaan dan kemudian diikuti dengan sebuah jawaban dari siswa. Akhirnya guru mengevaluasi respon siswa sehingga siswa memiliki kesempatan yang sangat terbatas untuk berinteraksi satu dengan yang lain. Mengajar dengan teknik diskusi informasi ini berarti: a. Kelas dapat dibagi dalam beberapa kelompok b. Dapat mempertinggi partisipasi siswa secara individual c. Dapat mempertinggi kegiatan kelas sebagai keseluruhan dan kesatuan d. Rasa sosial mereka dapat dikembangkan e. Memberi kemungkinan untuk saling mengemukakan pendapat 8

27 f. Merupakan pendekatan yang demokratis g. Memperluas pandangan h. Menghayati kepemimpinan bersama-sama i. Membantu mengembangkan kepemimpinan. Kelemahan dari teknik ini yaitu: a. Kadang-kadang bisa terjadi adanya pendangan dari berbagai sudut bagi masalah yang dipecahkan b. Dalam diskusi menghendaki pembuktian logis yang tidak terlepas dari fakta-fakta c. Tidak dapat dipakai pada kelompok besar d. Peserta mendapat informasi yang terbatas e. Mungkin dikuasai oleh siswa yang suka berbicara f. Biasanya siswa menghendaki pendekatan yang lebih formal. (Roestiyah N.K, 998:5-6) Berdasarkan uraian di atas, maka dalam metode dikusi informasi siswa memiliki kesempatan untuk lebih berpartisipasi dan berinteraksi, dapat melakukan tukar gagasan, fakta, sehingga suasana belajar menjadi lebih dinamis. Untuk berhasilnya metode ini harus diperhatikan persiapan yang memadai baik kesiapan mental maupun kemampuan dalam teknik diskusi. 3. Bentuk Tes dalam Evaluasi Pembelajaran Dalam kegiatan pembelajaran mempunyai hubungan yang sangat erat dengan evaluasi pembelajaran. Untuk mengetahui sejauh mana siswa dalam memahami dan mengerti bahan ajar, maka sangat perlu dilakukan evaluasi pembelajaran. Terdapat beberapa pendapat tentang pengertian evaluasi. Salah membandingkan hasil (Bistok Sirait, 987: 7). Sementara itu pendapat lain mengatakan memusatkan pada hasil pengukuran (achivement) siswa. (Joesmani, 988: ). Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa penilaian merupakan proses pengambilan keputusan berdasarkan informasi hasil pengukuran untuk menentukan seberapa jauh siswa dapat mencapai tujuan belajar. Evaluasi merupakan suatu proses. Sebagai suatu proses, evaluasi perlu dilanjutkan dengan tindakan. Evaluasi dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa, sebagai alat untuk memperbaiki proses belajar mengajar. Dengan demikian informasi yang diperlukan berdasar pengukuran kuantitatif, yaitu dalam bentuk 9

PEMBELAJARAN IPA TERSTRUKTUR MELALUI METODE DISKUSI DAN PEMBERIAN TUGAS DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KEMAMPUAN MENALAR SISWA

PEMBELAJARAN IPA TERSTRUKTUR MELALUI METODE DISKUSI DAN PEMBERIAN TUGAS DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KEMAMPUAN MENALAR SISWA PEMBELAJARAN IPA TERSTRUKTUR MELALUI METODE DISKUSI DAN PEMBERIAN TUGAS DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KEMAMPUAN MENALAR SISWA (Studi Kasus SMP Negeri 2 Adimulyo, Kebumen, Kelas VII, Konsep Besaran dan

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN KIMIA MELALUI METODE TAI dan GI DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KEMAMPUAN MATEMATIK SISWA

PEMBELAJARAN KIMIA MELALUI METODE TAI dan GI DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KEMAMPUAN MATEMATIK SISWA PEMBELAJARAN KIMIA MELALUI METODE TAI dan GI DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KEMAMPUAN MATEMATIK SISWA (Studi Kasus Pembelajaran Kimia Belajar Pokok Bahasan Stoikiometri pada Siswa Kelas X Semester Gasal

Lebih terperinci

PENGARUH PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA (Kuasi Eksperimen di SMA Negeri 4 Kota Tangerang Selatan)

PENGARUH PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA (Kuasi Eksperimen di SMA Negeri 4 Kota Tangerang Selatan) PENGARUH PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA (Kuasi Eksperimen di SMA Negeri 4 Kota Tangerang Selatan) SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Lebih terperinci

SKRIPSI oleh : ARI EKA ASTUTI X8406001

SKRIPSI oleh : ARI EKA ASTUTI X8406001 HUBUNGAN ANTARA PERAN ORANG TUA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KARANGDOWO, KLATEN TAHUN AJARAN 2009/2010 SKRIPSI oleh : ARI EKA ASTUTI

Lebih terperinci

Skripsi. disajikan sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Oleh. Muhamad Farid 1401409015

Skripsi. disajikan sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Oleh. Muhamad Farid 1401409015 PENINGKATAN HASIL BELAJAR OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK BERBASIS TEORI BELAJAR BRUNER PADA SISWA KELAS IV SDN KALIGAYAM 02 KABUPATEN TEGAL Skripsi disajikan

Lebih terperinci

Oleh : Yustiana K2303068

Oleh : Yustiana K2303068 PENGGUNAAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA SMA TAHUN AJARAN 2006/2007 Oleh : Yustiana K2303068 Skripsi Ditulis dan

Lebih terperinci

Oleh INDAH SETYANING JATI NIM X7107509

Oleh INDAH SETYANING JATI NIM X7107509 PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENGATASI KESULITAN BELAJAR MEMBACA PERMULAAN DI KELAS I SD NEGERI KARANGWARU I KECAMATAN PLUPUH KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2008 / 2009 Oleh INDAH SETYANING JATI NIM

Lebih terperinci

Skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI POKOK SIFAT-SIFAT BANGUN DATAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 2 KALIKAJAR KALIGONDANG PURBALINGGA

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR MELALUI MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR NEGERI KEMANDUNGAN 03 TEGAL

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR MELALUI MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR NEGERI KEMANDUNGAN 03 TEGAL i PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR MELALUI MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR NEGERI KEMANDUNGAN 03 TEGAL Skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh

Lebih terperinci

Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan. Oleh :

Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan. Oleh : PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA TERHADAP HASIL BELAJAR OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR ISLAM DARUL MU MININ LARANGAN Skripsi Diajukan Kepada Fakultas

Lebih terperinci

SKRIPSI. Disusun Oleh: RETNO WIDATI K7106036

SKRIPSI. Disusun Oleh: RETNO WIDATI K7106036 PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG (MATEMATIKA) MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 01 MALANGJIWAN TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPSI Disusun

Lebih terperinci

HUBUNGAN MOTIVASI ORANG TUA DAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA KELAS IV SD TANGGEL WINONG PATI TAHUN AJARAN 2006/2007

HUBUNGAN MOTIVASI ORANG TUA DAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA KELAS IV SD TANGGEL WINONG PATI TAHUN AJARAN 2006/2007 HUBUNGAN MOTIVASI ORANG TUA DAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA KELAS IV SD TANGGEL WINONG PATI TAHUN AJARAN 006/007 Skripsi Oleh AGUS P. ANDI W. NIM. K5103003 FAKULTAS KEGURUAN

Lebih terperinci

SKRIPSI OLEH : LUH PUTU DIANI SUKMA NPM : 07.8.03.51.30.1.5.1069

SKRIPSI OLEH : LUH PUTU DIANI SUKMA NPM : 07.8.03.51.30.1.5.1069 i SKRIPSI MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI PADA SISWA KELAS V SDN 8 DAUH PURI

Lebih terperinci

NI KOMANG SRI YULIANTARI NPM.:

NI KOMANG SRI YULIANTARI NPM.: SKRIPSI MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN BANGUN RUANG SISI DATAR MELALUI IMPLEMENTASI CTL DENGAN BANTUAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS V A SD NEGERI 10 KESIMAN TAHUN

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA GAMBAR BERSERI DI KELOMPOK B3 TAMAN KANAK- KANAK PERTIWI 1 KOTA BENGKULU

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA GAMBAR BERSERI DI KELOMPOK B3 TAMAN KANAK- KANAK PERTIWI 1 KOTA BENGKULU MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA GAMBAR BERSERI DI KELOMPOK B3 TAMAN KANAK- KANAK PERTIWI 1 KOTA BENGKULU SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 1 PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR TENTANG SIFAT - SIFAT CAHAYA DENGAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 MOJO ANDONG BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2010/2011. Skripsi Oleh : BUDIYONO X 1808 002

Lebih terperinci

UNAAN MULTIMEDIA DASAR PENDIDIKAN. Skripsi. gelar. oleh

UNAAN MULTIMEDIA DASAR PENDIDIKAN. Skripsi. gelar. oleh KEEFEKTIFAN PENGGU UNAAN MULTIMEDIA MICROSOFT POWERP POINT TERHADAP HASIL BELAJAR IPS MATERI PERKEMBANGANTEKNOLOGI TRANSPORTASI PADA SISWA KELAS IV DI SEKOLAH DASAR NEGERI PESAYANGAN 01 KABUPATEN TEGAL

Lebih terperinci

STUDI TENTANG CARA BELAJAR SISWA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II DI SMK BATIK 2 SURAKARTA TAHUN DIKLAT 2005/2006

STUDI TENTANG CARA BELAJAR SISWA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II DI SMK BATIK 2 SURAKARTA TAHUN DIKLAT 2005/2006 1 STUDI TENTANG CARA BELAJAR SISWA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II DI SMK BATIK 2 SURAKARTA TAHUN DIKLAT 2005/2006 SKRIPSI OLEH: PUTRI ARUMINGTYAS NIM : K 2402529 Skripsi

Lebih terperinci

KOTA TEGAL. Skripsi. oleh

KOTA TEGAL. Skripsi. oleh PENINGKATAN PEMBELAJARAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA MELALUI MODEL TARI BAMBU PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI RANDUGUNTING 5 KOTA TEGAL Skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh

Lebih terperinci

Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) KORELASI ANTARA KEBIASAAN MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MENEMUKAN GAGASAN UTAMA PADA SISWA KELAS VIII SMP RAUDLATUL HIKMAH TANGERANG SELATAN TAHUN PELAJARAN 13/14 Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah

Lebih terperinci

DESI AFRIDA AIE003024

DESI AFRIDA AIE003024 PENERAPAN PEMBELAJARAN IPA (FISIKA) BERBASIS PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES (PKP) DENGAN METODE INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PROSEDURAL SISWA KELAS VII.3 SMPN 1 BENGKULU (CLASSROOM ACTION RESEARCH)

Lebih terperinci

SKRIPSI. untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan. oleh. : Ishmatul Maula NIM : 2101409172. : Bahasa dan Sastra Indonesia FAKULTAS BAHASA DAN SENI

SKRIPSI. untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan. oleh. : Ishmatul Maula NIM : 2101409172. : Bahasa dan Sastra Indonesia FAKULTAS BAHASA DAN SENI i PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT UNTUK MENEMUKAN IDE POKOK MENGGUNAKAN METODE P2R DAN QUESTION DENGAN POLA HORIZONTAL PADA SISWA KELAS X.1 MA SALAFIYAH SIMBANGKULON BUARAN PEKALONGAN TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PENGAJARAN LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTION) TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SKRIPSI

PENGARUH MODEL PENGAJARAN LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTION) TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SKRIPSI PENGARUH MODEL PENGAJARAN LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTION) TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA (Kuasi Eksperimen di SMP Islamiyah Ciputat, Tangerang Selatan) SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah

Lebih terperinci

ARIS EKO HERMAWANTO NIM : X4606002

ARIS EKO HERMAWANTO NIM : X4606002 PERBEDAAN PENGARUH METODE PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP KEMAMPUAN SMASH NORMAL PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI 1 JENAR KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPSI Oleh

Lebih terperinci

PENGGUNAAN MEDIA TIGA DIMENSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

PENGGUNAAN MEDIA TIGA DIMENSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PENGGUNAAN MEDIA TIGA DIMENSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA (Penelitian Tindakan Kelas di MI Terpadu Fatahillah Cimanggis Depok) Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Lebih terperinci

Oleh Sholikhah Dita Kurnia A1I010006

Oleh Sholikhah Dita Kurnia A1I010006 MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF MELALUI PERMAINAN KLASIFIKASI BERDASARKAN WARNA BENTUK DAN UKURAN PADA KELOMPOK B6 TAMAN KANAK-KANAK DHARMA WANITA PERSATUAN KOTA BENGKULU Diajukan guna untuk memenuhi salah

Lebih terperinci

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA TIGA DIMENSI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI GEOMETRI KELAS V MI

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA TIGA DIMENSI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI GEOMETRI KELAS V MI EFEKTIITAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA TIGA DIMENSI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI GEOMETRI KELAS MI SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Lebih terperinci

HUBUNGAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR IPS DI SD GUGUS 1 KABUPATEN KEPAHIANG SKRIPSI

HUBUNGAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR IPS DI SD GUGUS 1 KABUPATEN KEPAHIANG SKRIPSI HUBUNGAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR IPS DI SD GUGUS 1 KABUPATEN KEPAHIANG SKRIPSI Oleh: RESSA ARSITA SARI NPM : A1G009038 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

Lebih terperinci

SKRIPSI PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI DAN CARA BELAJAR TEHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X PROGRAM OTOMOTIF SMK SATYA KARYA KARANGANYAR TAHUN

SKRIPSI PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI DAN CARA BELAJAR TEHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X PROGRAM OTOMOTIF SMK SATYA KARYA KARANGANYAR TAHUN 1 SKRIPSI PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI DAN CARA BELAJAR TEHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X PROGRAM OTOMOTIF SMK SATYA KARYA KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 007/008 A. YULI SETIAWAN K 501016 PROGRAM PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMPULKAN ISI BERITA YANG DIBACAKAN MELALUI METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 31 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMPULKAN ISI BERITA YANG DIBACAKAN MELALUI METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 31 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMPULKAN ISI BERITA YANG DIBACAKAN MELALUI METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 31 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013 (Penelitian Tindakan Kelas) Oleh RIF ATUL

Lebih terperinci