Hasil Penelitian dan Pembahasan

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Hasil Penelitian dan Pembahasan"

Transkripsi

1 Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan IV.1 Pengaruh Arus Listrik Terhadap Hasil Elektrolisis Elektrolisis merupakan reaksi yang tidak spontan. Untuk dapat berlangsungnya reaksi elektrolisis digunakan arus listrik dari luar. Menurut hukum Faraday banyaknya endapan yang terbentuk di katoda sangat ditentukan oleh besarnya arus listrik yang digunakan dan lamanya elektrolisis. Pengaruh besarnya arus listrik yang digunakan pada elektrolisis dapat dilihat pada Gambar IV.1. Endapan Tembaga (g) 0,35 0,30 0,25 0,20 0,15 0,10 0,05 0,00 Pengaruh Perubahan Arus Listrik Terhadap Banyaknya Endapan Tembaga di Katoda 0 0,5 1 1,5 Arus Listrik (A) Gambar IV.1 Grafik perubahan arus listrik terhadap endapan tembaga di katoda selama 20 menit. Besarnya arus listrik yang digunakan pada saat proses elektrolisis sangat berpengaruh terhadap banyaknya endapan tembaga di katoda. Semakin besar arus listrik yang digunakan pada proses elektrolisis maka endapan tembaga di katoda semakin banyak. Banyaknya endapan tembaga di katoda sebanding dengan besarnya arus listrik yang digunakan. Tetapi, hubungan antara besarnya arus yang digunakan dengan banyaknya endapan tembaga di katoda tidak linear, padahal menurut hukum Faraday bahwa besarnya arus listrik yang digunakan akan berbanding lurus dengan banyaknya endapan tembaga di katoda seperti terlihat pada Gambar IV.2. 27

2 Pengaruh arus listrik terhadap endapan tembaga di katoda secara teoretis Endapan tembaga (g) 0,60 0,50 0,40 0,30 0,20 0,10 0,00 0,00 0,50 1,00 1,50 Arus listrik (A) Gambar IV.2 Grafik perubahan arus listrik terhadap endapan tembaga di katoda secara teoretis selama 20 menit. Ketidaklinearan hubungan antara arus listrik yang digunakan dengan banyaknya endapan tembaga di katoda disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah pengaruh dari efisiensi arus. Efisiensi arus merupakan perbandingan berat logam yang terendapkan di katoda terhadap berat logam yang terendapkan secara teoritis pada proses elektrolisis. Efisiensi arus cenderung meningkat dengan makin kecilnya arus listrik yang digunakan. Sebaliknya, semakin besar arus listrik yang digunakan maka efisiensi arus yang dihasilkan semakin menurun. Penggunaan arus kecil (0,1-0,2 A) lebih menunjukkan kesesuaian dengan hukum Faraday dibanding arus yang besar (> 1 A). Pada percobaan ini, efisiensi arus yang tinggi (98-99,5504 %) dihasilkan pada penggunaan arus listrik yang rendah (0,1-0,285 Amper). Sedangkan penggunaan arus listrik yang semakin besar efisiensi cenderung semakin rendah. Efisiensi arus yang rendah biasanya disebabkan karena adanya reaksi samping yaitu terbentuknya gas hidrogen di katoda atau terbentuknya oksigen di anoda akibat dari penguraian air yang terdapat dalam larutan (Hartomo, 1995). Menurunnya efisiensi arus berkaitan dengan rapat arus yang digunakan. Rapat arus adalah arus per satuan luas permukaan elektroda, biasanya dinyatakan dalam 28

3 ampere.cm -2 permukaan. Penggunaan rapat arus yang besar pada anoda bila dibandingkan dengan luas permukaan anoda yang cukup kecil tidak berimbang. Sehingga arus akan lewat dengan cepat menyebabkan terjadi reaksi reduksi yang cepat di katoda. Reduksi dapat terlihat dari terbentuknya endapan tembaga di katoda. Karena reduksi di katoda berlangsung cepat maka endapan tembaga di katoda pun cepat terbentuk. Endapan tembaga ini tidak melekat dengan baik sehingga banyak yang jatuh kembali ke dalam larutan elektrolit. Selain itu, endapan tembaga yang terbentuk di katoda pun tidak halus atau berpori. Dalam hal ini, penggunaan rapat arus sangat berpengaruh terhadap kualitas endapan. Endapan di katoda dikatakan ideal jika endapan ini melekat dengan baik, rapat, halus, dan mudah dicuci tanpa terjadi penyusutan. Kenaikan rapat arus sampai nilai tertentu mengakibatkan ukuran endapan menjadi halus. Melewati nilai ini, sifat endapan bergantung pada sifat elektrolit, laju pengadukan, dan suhu. Proses pengadukan pada elektrolisis memungkinkan dapat digunakannya rapat arus listrik yang besar. Pengadukan mengakibatkan persediaan ion logam selalu ada di dekat katoda. Pada nilai rapatan arus cukup tinggi, pelepasan gas hidrogen dapat terjadi disebabkan oleh habisnya ion-ion logam dekat katoda. Jika pelepasan hidrogen cukup berarti terjadi, endapan biasanya akan menjadi pecah-pecah dan tidak teratur, endapan menjadi sangat berpori, dan lekatannya buruk. Hal ini timbul dari pemakaian rapat arus yang terlalu tinggi atau keasaman yang tidak tepat dan tidak adanya ion nitrat. Penambahan asam nitrat atau amonium nitrat pada elektrolisis larutan tembaga sulfat dengan elektroda tembaga akan memperbaiki sifat endapan. Dengan demikian pembentukan gelembung gas hidrogen akan sangat banyak dikurangi (Basset, 1994). Ion nitrat direduksi menjadi ion amonium pada potensial katoda yang lebih rendah (kurang negatif) dibanding potensial katoda pada ion hidrogen sehingga ion nitrat ini berperan dalam mengurangi pembebasan gas hidrogen dan sebagai 29

4 pendepolarisasi katoda. Asam nitrat yang digunakan harus bebas dari asam nitrit, karena ion nitrit menghalangi terjadinya pendepositan. Asam nitrit dihilangkan dengan cara mendidihkannya atau dengan cara menambahkan urea kepada larutan. Halus atau kasarnya endapan selain dipengaruhi oleh besarnya arus listrik yang digunakan juga bergantung pada jenis katoda yang digunakan. Katoda yang memiliki permukaan yang halus cenderung menghasilkan endapan yang halus. Begitu pun sebaliknya, katoda yang memiliki permukaan yang tidak rata atau kasar maka cenderung menghasilkan endapan yang tidak halus atau berpori. Hal ini terlihat pada elektrolisis yang menggunakan batang karbon sebagai katoda. Endapan tembaga di katoda karbon sangat kasar jika dibandingkan dengan endapan tembaga pada katoda tembaga. Halus atau kasarnya endapan tembaga di katoda akibat pengaruh besarnya arus listrik yang digunakan dapat dilihat dengan mikroskop. Apabila dilihat dengan mikroskop terlihat kasar (berpori) atau halusnya permukaan endapan tembaga di katoda. Endapan tembaga di katoda terlihat pada Gambar IV.3. 1mm Gambar IV.3 Endapan tembaga pada arus 0,705 A. Penggunaan rapat arus listrik yang besar menyebabkan ukuran pori pada endapan tembaga di katoda makin besar. Hal ini terlihat pada penggunaan arus 1,335 A seperti terlihat pada Gambar IV.4. 30

5 1mm Gambar IV.4 Endapan tembaga pada arus 1,335 A. Pada penggunaan rapat arus listrik yang kecil, pelapisan tembaga halus dan merata karena reaksi pengendapan berlangsung lambat. Sedangkan penggunaan rapat arus listrik yang besar, pengendapan ion tembaga berlangsung cepat, sehingga endapan yang terbentuk kasar, berpori, dan tidak merata. Halus kasarnya endapan tembaga di katoda juga dipengaruhi oleh jarak antara katoda dengan anoda. Jarak anoda dan katoda semakin jauh, maka proses pengendapan tembaga di katoda semakin lambat sehingga endapan yang dihasilkan semakin halus, merata, dan menempel kuat. Hal ini semuanya berkaitan dengan cepat lambatnya proses pengendapan tembaga di katoda yaitu laju difusi yang terjadi di lapisan difusi. Lapisan difusi adalah daerah yang bersebelahan dengan elektroda. Sedangkan laju difusi adalah perpindahan partikel akibat adanya perbedaan konsentrasi. Endapan tembaga yang menempel pada bagian depan katoda berbeda sifatnya dibanding bagian belakang. Secara umum dapat dikatakan bahwa endapan tembaga di katoda bagian depan lebih kasar dibanding di bagian belakang, hal ini dapat terlihat jika endapan tembaga di katoda itu diamati menggunakan mikroskop. 31

6 1mm Gambar IV.5 Endapan tembaga di bagian depan katoda pada arus 1,335 amper selama 20 menit. 1mm Gambar IV.6 Endapan tembaga di bagian belakang katoda pada arus 1,335 amper selama 20 menit. Penggunaan arus listrik yang besar selain berpengaruh terhadap banyaknya endapan di katoda juga berpengaruh terhadap suhu larutan elektrolit. Penggunaan arus listrik yang besar menyebabkan suhu larutan elektrolit menjadi naik dan sebagian pelarut dalam elektrolit akan menguap. Contohnya, penggunaan arus yang lebih besar dari 0,645 amper akan menaikkan suhu larutan elektrolit. Selain itu penggunaan arus listrik yang besar menyebabkan terjadinya polarisasi konsentrasi. Polarisasi konsentrasi adalah kurang cepatnya migrasi ion ke permukaan elektroda. Efek polarisasi konsentrasi dapat dikurangi dengan pengadukan yang tidak terlalu cepat. 32

7 IV.2 Pengaruh Waktu Terhadap Hasil Elektrolisis Menurut hukum Faraday, hasil elektrolisis selain sangat dipengaruhi oleh besarnya arus listrik juga sangat dipengaruhi oleh lamanya proses elektrolisis. Pengaruh lamanya elektrolisis terhadap banyaknya endapan tembaga di katoda pada percobaan ini dapat dilihat pada Gambar IV-7. Endapan Cu di Katoda (g) Pengaruh Lamanya Elektrolisis Terhadap Banyaknya Endapan di Katoda 0,40 0,35 0,30 0,25 0,20 0,15 0,10 0,05 0, Waktu (menit) Gambar IV.7 Pengaruh waktu terhadap banyaknya endapan tembaga di katoda pada arus 0,645 A. Dari hasil penelitian terlihat bahwa semakin lama waktu elektrolisis maka semakin banyak endapan terbentuk di katoda. Hasil elektrolisis larutan tembaga sulfat adalah berupa endapan tembaga di katoda. Hal ini menyebabkan katoda tembaga bertambah berat. Jika elektrolisis dilakukan dalam waktu sebentar maka endapan tembaga di katoda sedikit. Sebaliknya, jika elektrolisis dilakukan dalam waktu yang lama maka endapan tembaga di katoda semakin banyak. Hubungan antara waktu elektrolisis terhadap banyaknya endapan tembaga di katoda secara teoretis memperlihatkan grafik yang linear (Gambar IV.8). Tetapi kenyataannya dalam percobaan tidak demikian. 33

8 Gambar IV.8 Pengaruh waktu elektrolisis terhadap endapan tembaga di katoda secara teoretis pada arus 0,645A. Hanya saja pengaruh waktu elektrolisis ini tidak terlalu berpengaruh terhadap besarnya efisiensi. Hal ini terlihat dari tidak beraturannya nilai efisiensi akibat pengaruh waktu elektrolisis. Pengaruh waktu elektrolisis juga berpengaruh terhadap kualitas endapan. Hal ini dapat terlihat dari halus atau kasarnya endapan tembaga di katoda jika dilihat dengan mikroskop (Gambar IV.9 dan Gambar IV.10). 1mm Gambar IV.9 Endapan tembaga di katoda selama 25 menit pada arus 0,645A. 34

9 1mm Gambar IV.10 Endapan tembaga di katoda selama 45 menit pada arus 0,645 A. Dari gambar di atas terlihat bahwa semakin lama waktu elektrolisis maka proses pengendapan tembaga di katoda semakin merata dan semakin halus. Begitu pun sebaliknya. Hal ini terjadi karena jika elektrolisis dilakukan dalam waktu sebentar kemungkinan proses pengendapan tembaga di katoda belum sempurna. Ion-ion Cu 2+ yang berasal baik dari proses pelarutan anoda tembaga maupun yang berasal dari larutan elektrolit belum semuanya mengendap. Akibatnya endapan yang terbentuk tidak merata dan berpori. Sebaliknya, jika elektrolisis dilakukan dalam waktu yang lama maka reduksi ion Cu 2+ di katoda semakin lama semakin banyak sehingga proses pelapisan katoda menjadi lebih merata. IV.3 Pengaruh Suhu Terhadap Hasil Elektrolisis Pada umumnya reaksi kimia akan berlangsung cepat jika suhu dinaikkan. Pengaruh suhu elektrolisis terhadap hasil elektrolisis dapat dilihat Gambar IV.11. Suhu elektrolisis berpengaruh pada hasil elektrolisis. Endapan tembaga di katoda semakin banyak dengan naiknya suhu elektrolit sampai keadaan tertentu. Pada percobaan ini, suhu optimum untuk elektrolisis adalah 61 o C karena pada suhu ini efisiensi arus paling tinggi dan endapan paling banyak. Suhu berhubungan dengan energi kinetik. Jika suatu sistem suhunya dinaikkan maka energi kinetik pada sistem tersebut bertambah. Dengan bertambahnya energi kinetik pada suatu sistem maka partikel-partikel yang ada dalam sistem tersebut akan bergerak lebih cepat sehingga menyebabkan terjadi transfer massa. Transfer massa adalah perpindahan material dari satu tempat ke tempat lain dalam 35

10 larutan yang terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik. Transfer massa berlangsung melalui cara konveksi, difusi, dan migrasi. Gambar IV.11 Pengaruh suhu elektrolisis terhadap endapan tembaga di katoda pada arus 0,645 A. Konveksi atau perambatan panas biasanya terjadi di dalam larutan yang disebabkan karena adanya pemanasan (adanya kenaikan suhu) atau adanya perbedaan kerapatan. Peristiwa konveksi ini menyebabkan larutan bercampur secara acak dan arus ion akan mengalir dengan cepat. Pada umumnya reaksi kimia akan berlangsung lebih cepat pada suhu yang tinggi. Pada peristiwa elektrolisis, konsentrasi larutan elektrolit di sekitar katoda lebih rendah dibanding dengan konsentrasi elektrolit di luar katoda. Dengan adanya ketidakseimbangan konsentrasi elektrolit di sekitar elektroda maka akan terjadi difusi ion. Difusi adalah perpindahan partikel dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Larutan elektrolit yang temperaturnya dinaikkan, maka ion-ion dalam larutan elektrolit tersebut akan memiliki energi kinetik yang lebih besar. Ion-ion yang memiliki energi kinetik besar akan berdifusi dengan cepat. Dengan makin cepatnya difusi ion dalam larutan elektrolit maka reduksi di katoda pun semakin cepat, sehingga proses pengendapan tembaga juga semakin cepat dan jumlah endapan tembaga semakin banyak. 36

11 Menaikkan suhu dapat memperbaiki sifat fisik dari deposit, disebabkan beberapa hal yaitu menurunkan tahanan larutan, menaikkan laju pengadukan dan difusi, dan efek perubahan potensial. Elektrolisis yang disertai dengan proses pemanasan harus dilakukan dengan pengadukan yang pelan untuk mengimbangi difusi ion agar tidak terlalu cepat. Menaikkan suhu dapat meningkatkan banyaknya endapan di katoda dan memperbaiki sifat endapan sampai suhu tertentu. Pada percobaan ini, suhu 61 o C merupakan suhu optimum karena pada kondisi ini dihasilkan endapan paling banyak dengan endapan yang lebih halus dan merata. Di atas suhu 61 o C, proses pengendapan berkurang sehingga endapan yang terbentuk jumlahnya menurun. Peningkatan suhu menyebabkan pelarut yang terdapat dalam larutan elektrolit menguap, sehingga larutan menjadi lebih pekat. Kualitas endapan akibat pengaruh suhu dapat dilihat dengan mikroskop seperti terlihat pada Gambar IV.12 dan Gambar IV.13. 1mm Gambar IV.12 Endapan tembaga di katoda pada suhu 48 o C. 37

12 1mm Gambar IV.13 Endapan tembaga di katoda pada suhu 61 o C IV.4 Pengaruh Konsentrasi Elektrolit Terhadap Hasil Elektrolisis Konsentrasi elektrolit yang digunakan pada proses elektrolisis berpengaruh terhadap hasil elektrolisis. Pengaruh konsentrasi elektrolit terhadap hasil elektrolisis dapat dilihat pada Gambar IV.14. Pengaruh Konsentrasi Elektrolit Terhadap Massa Endapan Tembaga di Katoda Endapan Tembaga (g) 0,30 0,25 0,20 0,15 0,10 0,05 0,00 0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 [CuSO4]M Gambar IV.14 Pengaruh konsentrasi elektrolit terhadap endapan tembaga di katoda pada arus A. Pengaruh konsentrasi elektrolit terhadap hasil elektrolisis adalah semakin besar konsentrasi larutan elektrolit yang digunakan, maka endapan tembaga di katoda semakin banyak dan semakin besar pula efisiensi arus. Contohnya, pada konsentrasi elektrolit 0,5 M dihasilkan efisiensi arus 90,3957 % sedangkan pada konsentrasi elektrolit 1 M dihasilkan efisiensi arus 99,9379 %. Dalam hal ini 38

13 komposisi larutan sangat mempengaruhi reaksi reduksi di katoda. Reduksi ion Cu 2+ pada katoda: 2+ Cu( aq) + 2e Cu (s) Menurut persamaan Nernst, o RT 1 E = E ln 2 nf [Cu Dari persamaan Nernst, dapat diartikan bahwa potensial elektroda sebanding dengan ln kemolaran ion Cu 2+. Semakin besar konsentrasi ion Cu 2+ maka semakin positif nilai potensial elektroda yang digunakan. Artinya semakin positif nilai potensial elektroda yang digunakan maka semakin banyak tembaga yang mengendap di katoda. Sebaliknya, semakin rendah konsentrasi ion Cu 2+ dalam larutan elektrolit maka akan semakin sedikit tembaga yang mengendap di katoda. Konsentrasi larutan merupakan ukuran seberapa banyak zat zat terlarut berada dalam larutan. Pada konsentrasi larutan elektrolit yang pekat, jumlah ion-ion yang terdapat di dalam larutan tersebut banyak. Jika larutan elektrolit tersebut dielektrolisis maka reaksi elektrolisis akan berlangsung dengan cepat dan tembaga yang mengendap di katoda semakin banyak. Hal ini berkaitan dengan sifat hantaran dari larutan elektrolit. Larutan elektrolit merupakan larutan yang dapat menghantar ion. Konsentrasi elektrolit berbanding lurus dengan daya hantar listrik. Daya hantar larutan elektrolit adalah suatu besaran yang berbanding terbalik dengan tahanan suatu penghantar. Dalam larutan elektrolit yang menghantar listrik adalah ion-ion. Semakin banyak ion yang terdapat dalam larutan maka daya hantar listriknya semakin bagus. Penambahan asam sulfat dalam percobaan ini akan meningkatkan hantaran elektrolit dan menurunkan tahanan antar elektroda dalam larutan sehingga efisiensi arus menjadi tinggi. Konsentrasi larutan elektrolit juga berpengaruh terhadap kualitas endapan tembaga di katoda (Gambar IV.15 dan Gambar IV.16). + ] 39

14 1mm Gambar IV.15 Endapan tembaga di katoda dengan konsentrasi elektrolit 0,3M Penggunaan larutan elektrolit dengan konsentrasi rendah pada proses elektrolisis, menghasilkan endapan yang lebih kasar, berpori lebih banyak, dan tidak merata. Sebaliknya, penggunaan larutan elektrolit dengan konsentrasi tinggi menghasilkan endapan yang lebih merata dan lebih halus. Perbedaan permukaan endapan ini berkaitan dengan jumlah ion yang terdapat dalam larutan elektrolit. 1 mm Gambar IV.16 Endapan tembaga di katoda dengan konsentrasi elektrolit 0,6M. Pada larutan elektrolit dengan konsentrasi rendah, ion Cu 2+ yang terdapat di dalam larutan tersebut sedikit. Saat dielektrolisis ion Cu 2+ akan tereduksi membentuk endapan, karena ion Cu 2+ ini jumlahnya sedikit maka pelapisan tembaga di katoda menjadi tidak merata. 40

15 IV.5 Pengembangan Hasil Penelitian Konsep elektrolisis merupakan konsep penting yang perlu dipahami dengan baik. Dari penelitian sebelumnya mengenai elektrolisis ini ditemukan adanya miskonsepsi. Terjadinya miskonsepsi ini menunjukkan bahwa konsep elektrolisis merupakan konsep yang sulit. Salah satu upaya untuk mengatasi kesulitan dalam konsep elektrolisis ini dapat dilakukan dengan praktikum. Praktikum elektrolisis larutan CuSO 4 dengan menggunakan anoda dan katoda tembaga dapat digunakan untuk menunjukan reaksi yang terjadi pada elektroda berbeda. Pada elektrolisis ini, walaupun digunakan elektroda yang sama yaitu tembaga tetapi reaksi yang terjadi pada anoda dan katoda berbeda. Pada anoda, tembaga melarut dan mengalami reaksi oksidasi sedangkan di katoda terjadi proses pengendapan tembaga dari ion Cu 2+ dalam hal ini terjadi reduksi. Selain itu, proses elektrolisis larutan CuSO 4 dengan elektroda tembaga juga dapat digunakan untuk proses pemurnian logam. Pelaksaan praktikum akan berjalan dengan baik kalau ada persiapan. Modul praktikum merupakan salah satu hal penting yang perlu disiapkan sebelum pelaksaan praktikum. Modul praktikum yang akan digunakan hendaknya merupakan panduan praktikum yang telah diuji coba supaya hasilnya baik. Pada penelitian ini, data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis kemudian ditentukan kondisi-kondisi optimum untuk proses elektrolisis sebagai bahan dalam pembuatan modul praktikum. Modul praktikum yang disusun dapat digunakan di laboratorium dan versi elektroniknya disimpan di Moodle sebagai media pembelajaran elektronik. Penggunaan media pembelajaran elektronik yaitu Moodle dapat membantu memperkaya pembelajaran tatap muka karena Moodle menyediakan banyak fasilitas diantaranya pembuatan materi pembelajaran dan soal. Berdasarkan uji coba terbatas pada sesama guru dapat dikatakan bahwa Moodle prosedur penggunaannya mudah, tampilannya lebih menarik karena dapat dibuat dalam bentuk web atau dapat di link ke file lain misalnya dalam bentuk power point atau gambar. Untuk penjelasan materi lebih mendalam maka materi ini dapat 41

16 ditautkan dengan halaman lain yang memuat gambar atau penjelasan dari kata yang dimaksud. Hanya saja untuk pembuatan materi ini perlu disiapkan file-file lain yang diperlukan. Dalam Moodle juga dapat ditampilkan animasi atau film yang mempermudah pemahaman konsep kimia yang bersifat mikroskopik dan abstrak. Misalnya untuk penjelasan aliran elektron dalam proses elektrolisis dan reaksi-reaksi yang terjadi pada elektroda. Penggunaan Moodle sebagai media pembelajaran elektronik diperkirakan dapat lebih memotivasi siswa untuk belajar lebih baik dan lebih mandiri. Dengan gaya belajar seperti ini siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. 42

Bab IV Hasil dan Pembahasan

Bab IV Hasil dan Pembahasan 32 Bab IV Hasil dan Pembahasan IV.1 Data Eksperimen dan Perhitungan Eksperimen dilakukan di laboratorium penelitian Kimia Analitik, Program Studi Kimia, ITB. Eksperimen dilakukan dalam rentang waktu antara

Lebih terperinci

Elektroda Cu (katoda): o 2. o 2

Elektroda Cu (katoda): o 2. o 2 Bab IV Pembahasan Atom seng (Zn) memiliki kemampuan memberi elektron lebih besar dibandingkan atom tembaga (Cu). Jika menempatkan lempeng tembaga dan lempeng seng pada larutan elektrolit kemudian dihubungkan

Lebih terperinci

BAB II PEMBAHASAN. II.1. Electrorefining

BAB II PEMBAHASAN. II.1. Electrorefining BAB II PEMBAHASAN II.1. Electrorefining Electrorefining adalah proses pemurnian secara elektrolisis dimana logam yangingin ditingkatkan kadarnya (logam yang masih cukup banyak mengandung pengotor)digunakan

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambar Alat Percobaan 1 4 2 5 3a 6 8 7 3b Gambar 11. Rangkaian alat percobaan Keterangan gambar: 1. Amperemeter 2. Rangkaian pengubah arus 3. Elektroda; a. anoda (tembaga),

Lebih terperinci

MODUL I SIFAT KOLIGATIF LARUTAN Penurunan Titik Beku Larutan

MODUL I SIFAT KOLIGATIF LARUTAN Penurunan Titik Beku Larutan MODUL I SIFAT KOLIGATIF LARUTAN Penurunan Titik Beku Larutan - Siswa mampu membuktikan penurunan titik beku larutan akibat penambahan zat terlarut. - Siswa mampu membedakan titik beku larutan elektrolit

Lebih terperinci

Bab IV Hasil dan Pembahasan

Bab IV Hasil dan Pembahasan Bab IV Hasil dan Pembahasan IV.1 Praktikum Skala-Kecil Seperti kita ketahui bahwa tidak mungkin mengukur potensial elektroda mutlak tanpa membandingkannya terhadap elektroda pembanding. Idealnya elektroda

Lebih terperinci

Nama Kelompok : Adik kurniyawati putri Annisa halimatus syadi ah Alfie putri rachmasari Aprita silka harmi Arief isnanto.

Nama Kelompok : Adik kurniyawati putri Annisa halimatus syadi ah Alfie putri rachmasari Aprita silka harmi Arief isnanto. Nama Kelompok : Adik kurniyawati putri Annisa halimatus syadi ah Alfie putri rachmasari Aprita silka harmi Arief isnanto III Non Reguler JURUSAN ANALISA FARMASI DAN MAKANAN POLTEKKES KEMENKES JAKARTA II

Lebih terperinci

Tinjauan Pustaka. Sel elektrokimia adalah tempat terjadinya reaksi reduksi-oksidasi. Sel elektrokimia terdiri dari (Achmad, 2001):

Tinjauan Pustaka. Sel elektrokimia adalah tempat terjadinya reaksi reduksi-oksidasi. Sel elektrokimia terdiri dari (Achmad, 2001): Bab II Tinjauan Pustaka II.1 Elektrokimia Elektrokimia adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan antara energi listrik dengan reaksi kimia. Proses elektrokimia adalah proses yang mengubah reaksi

Lebih terperinci

MODUL SEL ELEKTROLISIS

MODUL SEL ELEKTROLISIS MODUL SEL ELEKTROLISIS Standar Kompetensi : 2. Menerapkan konsep reaksi oksidasi-reduksi dan elektrokimia dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari. Kompetensi dasar : 2.2. Menjelaskan reaksi oksidasi-reduksi

Lebih terperinci

3. ELEKTROKIMIA. Contoh elektrolisis: a. Elektrolisis larutan HCl dengan elektroda Pt, reaksinya: 2HCl (aq)

3. ELEKTROKIMIA. Contoh elektrolisis: a. Elektrolisis larutan HCl dengan elektroda Pt, reaksinya: 2HCl (aq) 3. ELEKTROKIMIA 1. Elektrolisis Elektrolisis adalah peristiwa penguraian elektrolit oleh arus listrik searah dengan menggunakan dua macam elektroda. Elektroda tersebut adalah katoda (elektroda yang dihubungkan

Lebih terperinci

Sulistyani, M.Si.

Sulistyani, M.Si. Sulistyani, M.Si. sulistyani@uny.ac.id Reaksi oksidasi: perubahan kimia suatu spesies (atom, unsur, molekul) melepaskan elektron. Cu Cu 2+ + 2e Reaksi reduksi: perubahan kimia suatu spesies (atom, unsur,

Lebih terperinci

9/30/2015 ELEKTROKIMIA ELEKTROKIMIA ELEKTROKIMIA. Elektrokimia? Elektrokimia?

9/30/2015 ELEKTROKIMIA ELEKTROKIMIA ELEKTROKIMIA. Elektrokimia? Elektrokimia? Elektrokimia? Elektrokimia? Hukum Faraday : The amount of a substance produced or consumed in an electrolysis reaction is directly proportional to the quantity of electricity that flows through the circuit.

Lebih terperinci

Hasil dan Pembahasan

Hasil dan Pembahasan Bab IV Hasil dan Pembahasan Pengukuran laju korosi logam tembaga dilakukan dengan menggunakan tiga metode pengukuran dalam larutan aqua regia pada ph yaitu 1,79; 2,89; 4,72 dan 6,80. Pengukuran pada berbagai

Lebih terperinci

Sel Elektrolisis: Pengaruh Suhu Terhadap ΔH, ΔG dan ΔS NARYANTO* ( ), FIKA RAHMALINDA, FIKRI SHOLIHA

Sel Elektrolisis: Pengaruh Suhu Terhadap ΔH, ΔG dan ΔS NARYANTO* ( ), FIKA RAHMALINDA, FIKRI SHOLIHA Sel Elektrolisis: Pengaruh Suhu Terhadap ΔH, ΔG dan ΔS NARYANTO* (1112016200018), FIKA RAHMALINDA, FIKRI SHOLIHA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH

Lebih terperinci

Pembuatan Larutan CuSO 4. Widya Kusumaningrum ( ), Ipa Ida Rosita, Nurul Mu nisah Awaliyah, Ummu Kalsum A.L, Amelia Rachmawati.

Pembuatan Larutan CuSO 4. Widya Kusumaningrum ( ), Ipa Ida Rosita, Nurul Mu nisah Awaliyah, Ummu Kalsum A.L, Amelia Rachmawati. Pembuatan Larutan CuSO 4 Widya Kusumaningrum (1112016200005), Ipa Ida Rosita, Nurul Mu nisah Awaliyah, Ummu Kalsum A.L, Amelia Rachmawati. Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan

Lebih terperinci

LEMBAR AKTIVITAS SISWA

LEMBAR AKTIVITAS SISWA LEMBAR AKTIVITAS SISWA No SOAL & PENYELESAIAN 1 Pada elektrolisis leburan kalsium klorida dengan elektroda karbon, digunakan muatan listrik sebanyak 0,02 F. Volume gas klorin yg dihasilkan di anode, jika

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TEMBAGA SULFAT KAMIS, 25 APRIL 2014 DISUSUN OLEH: FikriSholiha 1112016200028 KELOMPOK 4 1. Annisa Etika Arum 1112016200009 2. Aini Nadhokhotani Herpi

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II SEL GALVANI

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II SEL GALVANI LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II SEL GALVANI Tanggal : 06 April 2014 Oleh : Kelompok 3 Kloter 1 1. Mirrah Aghnia N. (1113016200055) 2. Fitria Kusuma Wardani (1113016200060) 3. Intan Muthiah Afifah (1113016200061)

Lebih terperinci

STUDI ELEKTROLISIS LARUTAN KALIUM IODIDA. Oleh : Aceng Haetami ABSTRAK

STUDI ELEKTROLISIS LARUTAN KALIUM IODIDA. Oleh : Aceng Haetami ABSTRAK STUDI ELEKTROLISIS LARUTAN KALIUM IODIDA Oleh : Aceng Haetami ABSTRAK Telah dilakukan penelitian dengan judul : Studi Elektrolisis Larutan Kalium Iodida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : waktu

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Korosi Baja Karbon dalam Lingkungan Elektrolit Jenuh Udara

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Korosi Baja Karbon dalam Lingkungan Elektrolit Jenuh Udara BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Korosi Baja Karbon dalam Lingkungan Elektrolit Jenuh Udara Untuk mengetahui laju korosi baja karbon dalam lingkungan elektrolit jenuh udara, maka dilakukan uji korosi dengan

Lebih terperinci

Mengubah energi kimia menjadi energi listrik Mengubah energi listrik menjadi energi kimia Katoda sebagi kutub positif, anoda sebagai kutub negatif

Mengubah energi kimia menjadi energi listrik Mengubah energi listrik menjadi energi kimia Katoda sebagi kutub positif, anoda sebagai kutub negatif TUGAS 1 ELEKTROKIMIA Di kelas X, anda telah mempelajari bilangan oksidasi dan reaksi redoks. Reaksi redoks adalah reaksi reduksi dan oksidasi. Reaksi reduksi adalah reaksi penangkapan elektron atau reaksi

Lebih terperinci

Penyisihan Besi (Fe) Dalam Air Dengan Proses Elektrokoagulasi. Satriananda *) ABSTRAK

Penyisihan Besi (Fe) Dalam Air Dengan Proses Elektrokoagulasi. Satriananda *) ABSTRAK Penyisihan Besi (Fe) Dalam Air Dengan Proses Elektrokoagulasi Satriananda *) ABSTRAK Air yang mengandung Besi (Fe) dapat mengganggu kesehatan, sehingga ion-ion Fe berlebihan dalam air harus disisihkan.

Lebih terperinci

berat yang terkandung dalam larutan secara elektrokimia atau elektrolisis; (2). membekali mahasiswa dalam hal mengkaji mekanisme reaksi reduksi dan

berat yang terkandung dalam larutan secara elektrokimia atau elektrolisis; (2). membekali mahasiswa dalam hal mengkaji mekanisme reaksi reduksi dan BAB 1. PENDAHULUAN Kegiatan pelapisan logam akan menghasilkan limbah yang berbahaya dan dapat menjadi permasalahan yang kompleks bagi lingkungan sekitarnya. Limbah industri pelapisan logam yang tidak dikelola

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA KIMIA FISIK II SEL ELEKTROLISIS (PENGARUH SUHU TERHADAP SELASA, 6 MEI 2014 DISUSUN OLEH: Fikri Sholiha

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA KIMIA FISIK II SEL ELEKTROLISIS (PENGARUH SUHU TERHADAP SELASA, 6 MEI 2014 DISUSUN OLEH: Fikri Sholiha LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA KIMIA FISIK II SEL ELEKTROLISIS (PENGARUH SUHU TERHADAP SELASA, 6 MEI 2014 G, H, S ) DISUSUN OLEH: Fikri Sholiha 1112016200028 KELOMPOK 4 1. Fika Rakhmalinda 1112016200005 2. Naryanto

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. penyamakan kulit dengan menggunakan Spektrofotometer UV-VIS Mini

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. penyamakan kulit dengan menggunakan Spektrofotometer UV-VIS Mini 43 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Proses elektrokoagulasi terhadap sampel air limbah penyamakan kulit dilakukan dengan bertahap, yaitu pengukuran treatment pada sampel air limbah penyamakan kulit dengan menggunakan

Lebih terperinci

Tinjauan Pustaka. II.1 Praktikum Skala-Kecil

Tinjauan Pustaka. II.1 Praktikum Skala-Kecil Bab II Tinjauan Pustaka II.1 Praktikum Skala-Kecil Ilmu kimia adalah ilmu yang berlandaskan eksperimen sehingga sebagian besar pokok bahasan dalam pelajaran kimia dilakukan dengan metode praktikum. Praktikum

Lebih terperinci

c. Suhu atau Temperatur

c. Suhu atau Temperatur Pada laju reaksi terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi laju reaksi. Selain bergantung pada jenis zat yang beraksi laju reaksi dipengaruhi oleh : a. Konsentrasi Pereaksi Pada umumnya jika konsentrasi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sehingga dapat menghasilkan data yang akurat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sehingga dapat menghasilkan data yang akurat. 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Proses pengujian panas yang dihasilkan dari pembakaran gas HHO diperlukan perencanaan yang cermat dalam perhitungan dan ukuran. Teori-teori yang berhubungan dengan pengujian yang

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA ELEKTROKIMIA

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA ELEKTROKIMIA LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA ELEKTROKIMIA Disusun Oleh : Kelompok 3 Kelas C Affananda Taufik (1307122779) Yunus Olivia Novanto (1307113226) Adela Shofia Addabsi (1307114569) PROGRAM STUDI SARJANA TEKNIK

Lebih terperinci

REDOKS dan ELEKTROKIMIA

REDOKS dan ELEKTROKIMIA REDOKS dan ELEKTROKIMIA Overview Konsep termodinamika tidak hanya berhubungan dengan mesin uap, atau transfer energi berupa kalor dan kerja Dalam konteks kehidupan sehari-hari aplikasinya sangat luas mulai

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah : Metode Pemisahan dan Analisis Kimia (2 sks) Kode Mata Kuliah : SKM 205 Waktu Pertemuan : 2 50 menit Pertemuan ke : 1 A. Kompetensi Dasar : Memahami berbagai metode

Lebih terperinci

1. Tragedi Minamata di Jepang disebabkan pencemaran logam berat... A. Hg B. Ag C. Pb Kunci : A. D. Cu E. Zn

1. Tragedi Minamata di Jepang disebabkan pencemaran logam berat... A. Hg B. Ag C. Pb Kunci : A. D. Cu E. Zn 1. Tragedi Minamata di Jepang disebabkan pencemaran logam berat... A. Hg B. Ag C. Pb Kunci : A D. Cu E. Zn 2. Nomor atom belerang adalah 16. Dalam anion sulfida, S 2-, konfigurasi elektronnya adalah...

Lebih terperinci

PAKET UJIAN NASIONAL 7 Pelajaran : KIMIA Waktu : 120 Menit

PAKET UJIAN NASIONAL 7 Pelajaran : KIMIA Waktu : 120 Menit PAKET UJIAN NASIONAL 7 Pelajaran : KIMIA Waktu : 120 Menit Pilihlah salah satu jawaban yang tepat! Jangan lupa Berdoa dan memulai dari yang mudah. 1. Dari beberapa unsur berikut yang mengandung : 1. 20

Lebih terperinci

Retno Kusumawati PENDAHULUAN. Standar Kompetensi : Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan seharihari.

Retno Kusumawati PENDAHULUAN. Standar Kompetensi : Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan seharihari. Retno Kusumawati Standar Kompetensi : Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan seharihari. Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan prinsip kerja elemen dan arus listrik yang ditimbulkannya

Lebih terperinci

Elektrokimia. Tim Kimia FTP

Elektrokimia. Tim Kimia FTP Elektrokimia Tim Kimia FTP KONSEP ELEKTROKIMIA Dalam arti yang sempit elektrokimia adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam sel elektrokimia. Sel jenis ini merupakan

Lebih terperinci

Hand Out HUKUM FARADAY. PPG (Pendidikan Profesi Guru) yang dibina oleh Pak I Wayan Dasna. Oleh: LAURENSIUS E. SERAN.

Hand Out HUKUM FARADAY. PPG (Pendidikan Profesi Guru) yang dibina oleh Pak I Wayan Dasna. Oleh: LAURENSIUS E. SERAN. Hand Out HUKUM FARADAY Disusun untuk memenuhi tugas work shop PPG (Pendidikan Profesi Guru) yang dibina oleh Pak I Wayan Dasna Oleh: LAURENSIUS E. SERAN 607332411998 Emel.seran@yahoo.com UNIVERSITAS NEGERI

Lebih terperinci

1. Bilangan Oksidasi (b.o)

1. Bilangan Oksidasi (b.o) Reaksi Redoks dan Elektrokimia 1. Bilangan Oksidasi (b.o) 1.1 Pengertian Secara sederhana, bilangan oksidasi sering disebut sebagai tingkat muatan suatu atom dalam molekul atau ion. Bilangan oksidasi bukanlah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Data Hasil Uji Korosi Dari pengujian yang telah dilakukan maka diperoleh hasil berupa data hasil perhitungan weight loss, laju korosi dan efisiensi inhibitor dalam Tabel

Lebih terperinci

PENGARUH BAHAN ELEKTRODE PADA PENGAMBILAN Cu DAN Cd SECARA ELEKTROKIMIA

PENGARUH BAHAN ELEKTRODE PADA PENGAMBILAN Cu DAN Cd SECARA ELEKTROKIMIA PENGARUH BAHAN ELEKTRODE PADA PENGAMBILAN Cu DAN Cd SECARA ELEKTROKIMIA (The Effect of Electrod materials on Cu and Cd Uptake by Electrochemical Method) Abdul Haris, Melani Suberta, Didik Setiyo Widodo

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber daya alam merupakan bagian penting bagi kehidupan dan. keberlanjutan manusia serta makhluk hidup lainnya.

BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber daya alam merupakan bagian penting bagi kehidupan dan. keberlanjutan manusia serta makhluk hidup lainnya. BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sumber daya alam merupakan bagian penting bagi kehidupan dan keberlanjutan manusia serta makhluk hidup lainnya. Namun dalam pemanfaatannya, manusia cenderung melakukan

Lebih terperinci

Redoks dan Elektrokimia Tim Kimia FTP

Redoks dan Elektrokimia Tim Kimia FTP Redoks dan Elektrokimia Tim Kimia FTP KONSEP ELEKTROKIMIA Dalam arti yang sempit elektrokimia adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam sel elektrokimia. Sel jenis

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 39 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Pengujiaan 4.1.1. Pengujian Ketebalan Lapisan Dengan Coating Gauge Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui tebal lapisan yang terdapat pada spesimen dengan menggunakan

Lebih terperinci

PRODUKSI GAS HIDROGEN MELALUI PROSES ELEKTROLISIS SEBAGAI SUMBER ENERGI

PRODUKSI GAS HIDROGEN MELALUI PROSES ELEKTROLISIS SEBAGAI SUMBER ENERGI PRODUKSI GAS HIDROGEN MELALUI PROSES ELEKTROLISIS SEBAGAI SUMBER ENERGI Oleh: Ni Made Ayu Yasmitha Andewi 3307.100.021 Dosen Pembimbing: Prof. Dr.Ir. Wahyono Hadi, M.Sc JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS

Lebih terperinci

PROTOTIPE UNIT PENGOLAHAN AIR LIMBAH DENGAN REAKTOR ELEKTROKIMIA (UPAL-RE) UNTUK MELAYANI HOME INDUSTRY BATIK (259L) ABSTRAK

PROTOTIPE UNIT PENGOLAHAN AIR LIMBAH DENGAN REAKTOR ELEKTROKIMIA (UPAL-RE) UNTUK MELAYANI HOME INDUSTRY BATIK (259L) ABSTRAK PROTOTIPE UNIT PENGOLAHAN AIR LIMBAH DENGAN REAKTOR ELEKTROKIMIA (UPAL-RE) UNTUK MELAYANI HOME INDUSTRY BATIK (259L) Budi Utomo 1, Musyawaroh 2, Hunik Sri Runing Sawitri 3 1 Jurusan Teknik Sipil, Universitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Aluminium merupakan jenis logam yang banyak digunakan dalam industri maupun rumah tangga. Aluminium banyak dimanfaatkan dikarenakan memiliki kelebihan diantaranya

Lebih terperinci

Bab III Metodologi. III. 2 Rancangan Eksperimen

Bab III Metodologi. III. 2 Rancangan Eksperimen 21 Bab III Metodologi Penelitian ini dirancang untuk menjawab beberapa permasalahan yang sudah penulis kemukakan di Bab I. Dalam penelitian ini digunakan 2 pendekatan, yaitu eksperimen dan telaah pustaka.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Analisis Laju Korosi Baja Karbon Pengujian analisis dilakukan untuk mengetahui prilaku korosi dan laju korosi baja karbon dalam suatu larutan. Pengujian ini dilakukan dengan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Teknologi pelapisan logam dewasa ini banyak dikembangkan, kebutuhan

I. PENDAHULUAN. Teknologi pelapisan logam dewasa ini banyak dikembangkan, kebutuhan I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Teknologi pelapisan logam dewasa ini banyak dikembangkan, kebutuhan akan logam bukan hanya didasarkan pada keinginan untuk mendapatkan hasil yang kuat dan keras saja, tetapi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teknik Voltametri Teknik voltametri digunakan untuk menganalisis analit berdasarkan pengukuran arus sebagai fungsi potensial. Hubungan antara arus terhadap potensial divisualisasikan

Lebih terperinci

BAB II KOROSI dan MICHAELIS MENTEN

BAB II KOROSI dan MICHAELIS MENTEN BAB II : MEKANISME KOROSI dan MICHAELIS MENTEN 4 BAB II KOROSI dan MICHAELIS MENTEN Di alam bebas, kebanyakan logam ditemukan dalam keadaan tergabung secara kimia dan disebut bijih. Oleh karena keberadaan

Lebih terperinci

VOLTAMETRI. Disampaikan pada Kuliah Metode Pemisahan dan Analisis Kimia Pertemuan Ke 7.

VOLTAMETRI. Disampaikan pada Kuliah Metode Pemisahan dan Analisis Kimia Pertemuan Ke 7. VOLTAMETRI Disampaikan pada Kuliah Metode Pemisahan dan Analisis Kimia Pertemuan Ke 7 siti_marwati@uny.ac.id Definisi Pengembangan metode Polarografi Pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran arus sebagai

Lebih terperinci

MODUL SEL ELEKTROKIMIA

MODUL SEL ELEKTROKIMIA MODUL SEL ELEKTROKIMIA ( Sel Volta dan Sel Galvani ) Standar Kompetensi: 2.Menerapkan konsep reaksi oksidasi-reduksi dan elektrokimia dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari. Kompetensi dasar : 2.1.

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. terbentuk dari larutan logam dan kompon iron carbide. Kandungan karbon

II. TINJAUAN PUSTAKA. terbentuk dari larutan logam dan kompon iron carbide. Kandungan karbon II. TINJAUAN PUSTAKA A. Baja Karbon Logam besi (ferrous metals) dan paduan didasarkan pada elemen logam dari unsur besi tersebut. Besi merupakan sebuah logam kelabu yang lunak, yang terbentuk dari larutan

Lebih terperinci

REDOKS DAN SEL ELEKTROKIMIA. Putri Anjarsari, S.Si., M.Pd

REDOKS DAN SEL ELEKTROKIMIA. Putri Anjarsari, S.Si., M.Pd REDOKS DAN SEL ELEKTROKIMIA Putri Anjarsari, S.Si., M.Pd putri_anjarsari@uny.ac.id PENYETARAN REAKSI REDOKS Dalam menyetarakan reaksi redoks JUMLAH ATOM dan MUATAN harus sama Metode ½ Reaksi Langkah-langkah:

Lebih terperinci

2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Voltametri

2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Voltametri 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Voltametri Voltametri merupakan salah satu teknik elektroanalitik dengan prinsip dasar elektrolisis. Elektroanalisis merupakan suatu teknik yang berfokus pada hubungan antara besaran

Lebih terperinci

PENGARUH KONSENTRASI NIKEL DAN KLORIDA TERHADAP PROSES ELEKTROPLATING NIKEL

PENGARUH KONSENTRASI NIKEL DAN KLORIDA TERHADAP PROSES ELEKTROPLATING NIKEL PENGARUH KONSENTRASI NIKEL DAN KLORIDA TERHADAP PROSES ELEKTROPLATING NIKEL Mentik Hulupi Agustinus Ngatin Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung Jl. Gegerkalong Hilir, Ds. Ciwaruga, Bandung E-mail: hulupimentik@yahoo.com

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Gas HHO merupakan hasil dari pemecahan air murni ( H 2 O (l) ) dengan proses

BAB II LANDASAN TEORI. Gas HHO merupakan hasil dari pemecahan air murni ( H 2 O (l) ) dengan proses BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Gas HHO Gas HHO merupakan hasil dari pemecahan air murni ( H 2 O (l) ) dengan proses elektrolisis air. Elektrolisis air akan menghasilkan gas hidrogen dan gas oksigen, dengan

Lebih terperinci

Pengaruh Rapat Arus dan Asam Borat terhadap Kualitas dan Morfologi Hasil Elektrodeposisi Kobal pada Substrat Tembaga

Pengaruh Rapat Arus dan Asam Borat terhadap Kualitas dan Morfologi Hasil Elektrodeposisi Kobal pada Substrat Tembaga Pengaruh Rapat Arus dan Asam Borat terhadap Kualitas dan Morfologi Hasil Elektrodeposisi Kobal pada Substrat Tembaga Siti Elin Huriyati, Abdul Haris, Didik Setiyo Widodo Laboratorium Kimia Analitik, Jurusan

Lebih terperinci

BAB 8. ELEKTROKIMIA 8.1 REAKSI REDUKSI OKSIDASI 8.2 SEL ELEKTROKIMIA 8.3 POTENSIAL SEL, ENERGI BEBAS, DAN KESETIMBANGAN 8.4 PERSAMAAN NERNST 8

BAB 8. ELEKTROKIMIA 8.1 REAKSI REDUKSI OKSIDASI 8.2 SEL ELEKTROKIMIA 8.3 POTENSIAL SEL, ENERGI BEBAS, DAN KESETIMBANGAN 8.4 PERSAMAAN NERNST 8 BAB 8 BAB 8. ELEKTROKIMIA 8.1 REAKSI REDUKSI OKSIDASI 8.2 SEL ELEKTROKIMIA 8.3 POTENSIAL SEL, ENERGI BEBAS, DAN KESETIMBANGAN 8.4 PERSAMAAN NERNST 8.5 SEL ACCU DAN BAHAN BAKAR 8.6 KOROSI DAN PENCEGAHANNYA

Lebih terperinci

4 Hasil dan Pembahasan

4 Hasil dan Pembahasan 4 Hasil dan Pembahasan Sebelum dilakukan sintesis katalis Cu/ZrSiO 4, serbuk zirkon (ZrSiO 4, 98%) yang didapat dari Program Studi Metalurgi ITB dicuci terlebih dahulu menggunakan larutan asam nitrat 1,0

Lebih terperinci

LAMPIRAN B PERHITUNGAN. = 27 cm x 13 cm x 17 cm = 5967 cm 3

LAMPIRAN B PERHITUNGAN. = 27 cm x 13 cm x 17 cm = 5967 cm 3 1. olume Penampung Air Umpan Panjang Lebar Tinggi olume 27 cm 13 cm 17 cm p x l x t 27 cm x 13 cm x 17 cm 5967 cm 3 5,967 dm 3 (liter) LAMPIRAN B PERHITUNGAN 2. olume Tabung Penampung Gas H2 dan O2 Tinggi

Lebih terperinci

LATIHAN-1 SEL ELEKTROLISIS

LATIHAN-1 SEL ELEKTROLISIS LATIHAN-1 SEL ELEKTROLISIS A. Pililah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Reduksi 1 mol ion MnO 4 - menjadi ion Mn 2+, memerlukan muatan listrik sebanyak. A. 1 F D. 2 F B. 3 F E. 4 F C. 5 F 2. Reaksi

Lebih terperinci

Bab IV Hasil dan Pembahasan

Bab IV Hasil dan Pembahasan Bab IV Hasil dan Pembahasan Kajian mengenai korosi dan inhibisi korosi pada logam Cu-37Zn dalam larutan Ca(NO 3 ) 2 dan NaCl (komposisi larutan uji, tiruan larutan uji di lapangan) melalui penentuan laju

Lebih terperinci

LAMPIRAN II PERHITUNGAN

LAMPIRAN II PERHITUNGAN LAMPIRAN II PERHITUNGAN 1. Menghitung jumlah KOH yang dibutuhkan Konsentrasi KOH Volume Elektrolit Berat Molekul KOH Maka, gram KOH gram KOH : 1.25 M : 12 Liter : 56. 11 gram = M x V x BM (Sumber : Kimia

Lebih terperinci

VARIASI RAPAT ARUS DALAM PROSES PELAPISAN KHROMIUM KERAS PADA CINCIN TORAK. Yusep Sukrawan 1

VARIASI RAPAT ARUS DALAM PROSES PELAPISAN KHROMIUM KERAS PADA CINCIN TORAK. Yusep Sukrawan 1 VARIASI RAPAT ARUS DALAM PROSES PELAPISAN KHROMIUM KERAS PADA CINCIN TORAK Yusep Sukrawan 1 ABSTRAK VARIASI RAPAT ARUS DALAM PROSES PELAPISAN KHROMIUM KERAS PADA CINCIN TORAK. Pelapisan khromium keras

Lebih terperinci

30 Soal Pilihan Berganda Olimpiade Kimia Tingkat Kabupaten/Kota 2011 Alternatif jawaban berwarna merah adalah kunci jawabannya.

30 Soal Pilihan Berganda Olimpiade Kimia Tingkat Kabupaten/Kota 2011 Alternatif jawaban berwarna merah adalah kunci jawabannya. 30 Soal Pilihan Berganda Olimpiade Kimia Tingkat Kabupaten/Kota 2011 Alternatif jawaban berwarna merah adalah kunci jawabannya. 1. Semua pernyataan berikut benar, kecuali: A. Energi kimia ialah energi

Lebih terperinci

POLAROGRAFI. Pertemuan Ke 5 & 6 Kuliah Metode Pemisahan dan Analisis Kimia.

POLAROGRAFI. Pertemuan Ke 5 & 6 Kuliah Metode Pemisahan dan Analisis Kimia. POLAROGRAFI Pertemuan Ke 5 & 6 Kuliah Metode Pemisahan dan Analisis Kimia siti_marwati@uny.ac.id Definisi Polarografi Polarografi adalah metode analisis yang didasarkan pada kurva arus tegangan yang diperoleh

Lebih terperinci

2 Tinjauan Pustaka. 2.1 Teknik Voltametri dan Modifikasi Elektroda

2 Tinjauan Pustaka. 2.1 Teknik Voltametri dan Modifikasi Elektroda 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Teknik Voltametri dan Modifikasi Elektroda Teknik elektrometri telah dikenal luas sebagai salah satu jenis teknik analisis. Jenis teknik elektrometri yang sering digunakan untuk

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian eksperimental nyata (true experimental research). Dalam hal ini

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian eksperimental nyata (true experimental research). Dalam hal ini BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metoda Penelitian Metoda penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda penelitian eksperimental nyata (true experimental research). Dalam hal ini penelitian

Lebih terperinci

Bab III Metodologi Penelitian

Bab III Metodologi Penelitian Bab III Metodologi Penelitian III.1 Prosedur Penelitian Pada penelitian ini langkah pertama yang dilakukan adalah kajian teoritis yang meliputi analisis standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD)

Lebih terperinci

ANALISA PENGARUH TEGANGAN DAN SUHU ELEKTROLIT PADA KUALITAS PEWARNAAN KOMPOSIT AL 6061 ABU BATUBARA

ANALISA PENGARUH TEGANGAN DAN SUHU ELEKTROLIT PADA KUALITAS PEWARNAAN KOMPOSIT AL 6061 ABU BATUBARA ANALISA PENGARUH TEGANGAN DAN SUHU ELEKTROLIT PADA KUALITAS PEWARNAAN KOMPOSIT AL 6061 ABU BATUBARA Zainun Achmad Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya ABSTRAK

Lebih terperinci

Pengaruh Rapat Arus Terhadap Ketebalan Dan Struktur Kristal Lapisan Nikel pada Tembaga

Pengaruh Rapat Arus Terhadap Ketebalan Dan Struktur Kristal Lapisan Nikel pada Tembaga ISSN:2089 0133 Indonesian Journal of Applied Physics (2012) Vol.2 No.1 halaman 1 April 2012 Pengaruh Rapat Arus Terhadap Ketebalan Dan Struktur Kristal Lapisan Nikel pada Tembaga ABSTRACT Setyowati, Y.

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI 2.1 ELEKTROKIMIA

BAB II DASAR TEORI 2.1 ELEKTROKIMIA BAB II DASAR TEORI 2.1 ELEKTROKIMIA Barang-barang logam yang dibuat, dibentuk, dicetak hingga menjadi wujud yang dikehendaki membutuhkan tahap penyelesaian atau finishing. Pada tahap ini terdapat bermacam-macam

Lebih terperinci

UJIAN PRAKTIK KIMIA SMA NEGERI 4 MATARAM TAHUN 2013

UJIAN PRAKTIK KIMIA SMA NEGERI 4 MATARAM TAHUN 2013 UJIAN PRAKTIK KIMIA SMA NEGERI 4 MATARAM TAHUN 2013 Standar Kompetensi Lulusan : Mendeskripsikan sifat-sifat larutan, metode pengukuran dan terapannya. Indikator : Siswa dapat meramalkan harga ph suatu

Lebih terperinci

D. 2 dan 3 E. 2 dan 5

D. 2 dan 3 E. 2 dan 5 1. Pada suhu dan tekanan sama, 40 ml P 2 tepat habis bereaksi dengan 100 ml, Q 2 menghasilkan 40 ml gas PxOy. Harga x dan y adalah... A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 1 dan 5 Kunci : E D. 2 dan 3 E. 2 dan 5 Persamaan

Lebih terperinci

TES AWAL II KIMIA DASAR II (KI-112)

TES AWAL II KIMIA DASAR II (KI-112) TES AWAL II KIMIA DASAR II (KI112) NAMA : Tanda Tangan N I M : JURUSAN :... BERBAGAI DATA. Tetapan gas R = 0,082 L atm mol 1 K 1 = 1,987 kal mol 1 K 1 = 8,314 J mol 1 K 1 Tetapan Avogadro = 6,023 x 10

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS HASIL PERCOBAAN DAN DISKUSI

BAB V ANALISIS HASIL PERCOBAAN DAN DISKUSI BAB V ANALISIS HASIL PERCOBAAN DAN DISKUSI Dari hasil percobaan dan uji sampel pada bab IV, yang pertama dilakukan adalah karakterisasi reaktor. Untuk mewakili salah satu parameter reaktor yaitu laju sintesis

Lebih terperinci

KIMIA FISIKA I. Disusun oleh : Dr. Isana SYL, M.Si

KIMIA FISIKA I. Disusun oleh : Dr. Isana SYL, M.Si PETUNJUK PRAKTIKUM KIMIA FISIKA I Disusun oleh : Dr. Isana SYL, M.Si Isana_supiah@uny.ac.id LABORATORIUM KIMIA FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2002 TERMODINAMIKA

Lebih terperinci

SOAL SELEKSI NASIONAL TAHUN 2006

SOAL SELEKSI NASIONAL TAHUN 2006 SOAL SELEKSI NASIONAL TAHUN 2006 Soal 1 ( 13 poin ) KOEFISIEN REAKSI DAN LARUTAN ELEKTROLIT Koefisien reaksi merupakan langkah penting untuk mengamati proses berlangsungnya reaksi. Lengkapi koefisien reaksi-reaksi

Lebih terperinci

PETA KONSEP LAJU REAKSI. Percobaan. Waktu perubahan. Hasil reaksi. Pereaksi. Katalis. Suhu pereaksi. Konsentrasi. Luas. permukaan.

PETA KONSEP LAJU REAKSI. Percobaan. Waktu perubahan. Hasil reaksi. Pereaksi. Katalis. Suhu pereaksi. Konsentrasi. Luas. permukaan. PETA KONSEP LAJU REAKSI Berkaitan dengan ditentukan melalui Waktu perubahan Dipengaruhi oleh Percobaan dari Pereaksi Hasil reaksi Konsentrasi Luas Katalis Suhu pereaksi permukaan menentukan membentuk mengadakan

Lebih terperinci

ELEKTROKIMIA Konsep Dasar Reaksi Elektrokimia

ELEKTROKIMIA Konsep Dasar Reaksi Elektrokimia Departemen Kimia - FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) ELEKTROKIMIA Konsep Dasar Reaksi Elektrokimia Drs. Iqmal Tahir, M.Si. Laboratorium Kimia Fisika, Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN. Struktur Karbon Hasil Karbonisasi Hidrotermal (HTC)

HASIL DAN PEMBAHASAN. Struktur Karbon Hasil Karbonisasi Hidrotermal (HTC) 39 HASIL DAN PEMBAHASAN Struktur Karbon Hasil Karbonisasi Hidrotermal (HTC) Hasil karakterisasi dengan Difraksi Sinar-X (XRD) dilakukan untuk mengetahui jenis material yang dihasilkan disamping menentukan

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PEMRODUKSI GAS BROWN SEBAGAI BAHAN BAKAR DENGAN METODE ELEKTROLISIS

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PEMRODUKSI GAS BROWN SEBAGAI BAHAN BAKAR DENGAN METODE ELEKTROLISIS PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PEMRODUKSI GAS BROWN SEBAGAI BAHAN BAKAR DENGAN METODE ELEKTROLISIS P E S E R T A T A : M. F A R I D R. R. ( 2 4 0 8 1 0 0 0 3 6 ) D OSEN P E M BIM B IN G I : D R. I R T

Lebih terperinci

SILABUS DAN PENILAIAN

SILABUS DAN PENILAIAN SILABUS DAN PENILAIAN Sekolah : SMA Negeri 78 Jakarta Mata Pelajaan : Kimia 2 ( 4 SKS) Standar Kompetensi : 1. Memahami perubahan energi dalam kimia dan cara pengukurannya Kompetensi Dasar Indikator Materi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sebuah konstruksi didirikan diatasnya. Hal ini disebabkan karena tingginya kadar

BAB I PENDAHULUAN. sebuah konstruksi didirikan diatasnya. Hal ini disebabkan karena tingginya kadar BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tanah adalah bagian yang penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur. Dengan begitu tanah menjadi pijakan dan dasar yang menerima semua beban yang ditimbulkan

Lebih terperinci

RECOVERY TEMBAGA (Cu) DARI LIMBAH PENGOLAHAN/PELEBURAN EMAS MENGGUNAKAN BAK ELEKTROLISIS BERTINGKAT DAN MESIN PENGONTROL DEBIT AIR LIMBAH

RECOVERY TEMBAGA (Cu) DARI LIMBAH PENGOLAHAN/PELEBURAN EMAS MENGGUNAKAN BAK ELEKTROLISIS BERTINGKAT DAN MESIN PENGONTROL DEBIT AIR LIMBAH Al Jazari Journal of Mechanical Engineering ISSN: 2527-3426 Al Jazari Journal of Mechanical Engineering 1 (1) (2016) 1-5 RECOVERY TEMBAGA (Cu) DARI LIMBAH PENGOLAHAN/PELEBURAN EMAS MENGGUNAKAN BAK ELEKTROLISIS

Lebih terperinci

Sifat Dasar Larutan Kelarutan Pengaruh Jenis Zat pada Kelarutan

Sifat Dasar Larutan Kelarutan Pengaruh Jenis Zat pada Kelarutan 2. LARUTAN 1. Sifat Dasar Larutan Larutan adalah campuran yang bersifat homogen antara molekul, atom ataupun ion dari dua zat atau lebih. Disebut campuran karena susunannya atau komposisinya dapat berubah.

Lebih terperinci

D. 4,50 x 10-8 E. 1,35 x 10-8

D. 4,50 x 10-8 E. 1,35 x 10-8 1. Pada suatu suhu tertentu, kelarutan PbI 2 dalam air adalah 1,5 x 10-3 mol/liter. Berdasarkan itu maka Kp PbI 2 adalah... A. 4,50 x 10-9 B. 3,37 x 10-9 C. 6,75 x 10-8 S : PbI 2 = 1,5. 10-3 mol/liter

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM SELF POTENSIAL. (Laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas matakuliah Metode Survei Geofisik)

LAPORAN PRAKTIKUM SELF POTENSIAL. (Laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas matakuliah Metode Survei Geofisik) LAPORAN PRAKTIKUM SELF POTENSIAL (Laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas matakuliah Metode Survei Geofisik) Oleh : Irwan Romadon (M0212046) JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Lebih terperinci

Bab II Tinjauan Pustaka

Bab II Tinjauan Pustaka Bab II Tinjauan Pustaka II.1. Elektrolisis Elektrolisis adalah proses yang menggunakan energi listrik, agar reaksi kimia yang tidak berlansung secara remodinamika, dapat dibuat berlangsung. Sedangkan sel

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK VOLUM MOLAL PARSIAL. Nama : Ardian Lubis NIM : Kelompok : 6 Asisten : Yuda Anggi

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK VOLUM MOLAL PARSIAL. Nama : Ardian Lubis NIM : Kelompok : 6 Asisten : Yuda Anggi LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK VOLUM MOLAL PARSIAL Nama : Ardian Lubis NIM : 121810301028 Kelompok : 6 Asisten : Yuda Anggi LABORATORIUM KIMIA FISIK JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

Lebih terperinci

Hubungan koefisien dalam persamaan reaksi dengan hitungan

Hubungan koefisien dalam persamaan reaksi dengan hitungan STOIKIOMETRI Pengertian Stoikiometri adalah ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif dari reaktan dan produk dalam reaksi kimia (persamaan kimia) Stoikiometri adalah hitungan kimia Hubungan

Lebih terperinci

(Fuel cell handbook 7, hal 1.2)

(Fuel cell handbook 7, hal 1.2) 15 hidrogen mengalir melewati katoda, dan memisahkannya menjadi hidrogen positif dan elektron bermuatan negatif. Proton melewati elektrolit (Platinum) menuju anoda tempat oksigen berada. Sementara itu,

Lebih terperinci

Untuk mempermudah memahami materi ini, perhatikan peta konsep berikut ini. Sumber Arus Listrik. menjelaskan. Macam-macam Sumber Tegangan.

Untuk mempermudah memahami materi ini, perhatikan peta konsep berikut ini. Sumber Arus Listrik. menjelaskan. Macam-macam Sumber Tegangan. Bab 10 Sumber Arus Listrik Andi seorang pelajar kelas tiga SMP yang baru naik dari kelas dua. Pada suatu hari Andi bersama teman sekelasnya dibimbing oleh guru pengajar Fisika melakukan praktikum di laboratorium

Lebih terperinci

PEMBAHASAN SOAL KIMIA KSM PROVINSI 2016 Oleh Urip Rukim (www.urip.info) JENJANG MADRASAH ALIYAH SELEKSI TINGKAT PROVINSI KOMPETISI SAINS MADRASAH

PEMBAHASAN SOAL KIMIA KSM PROVINSI 2016 Oleh Urip Rukim (www.urip.info) JENJANG MADRASAH ALIYAH SELEKSI TINGKAT PROVINSI KOMPETISI SAINS MADRASAH PEMBAHASAN SOAL KIMIA KSM PROVINSI 2016 Oleh Urip Rukim (www.urip.info) JENJANG MADRASAH ALIYAH SELEKSI TINGKAT PROVINSI KOMPETISI SAINS MADRASAH TAHUN 2016 Soal diketik ulang oleh urip rukim (www.urip.info)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Kebutuhan akan energi semakin berkembang seiring dengan

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Kebutuhan akan energi semakin berkembang seiring dengan BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Kebutuhan akan energi semakin berkembang seiring dengan berkembangnya kehidupan manusia. Sehingga para peneliti terus berupaya untuk mengembangkan sumber-sumber energi

Lebih terperinci

KISI-KISI UN KIMIA SMA/MA

KISI-KISI UN KIMIA SMA/MA KISI-KISI UN KIMIA SMA/MA 2015-2016 Siswa mampu memahami, menguasai pengetahuan/ mengaplikasikan pengetahuan/ menggunakan nalar dalam hal: Struktur Atom Sistem Periodik Unsur Ikatan Kimia (Jenis Ikatan)

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dielektrik Dielektrik adalah suatu bahan yang memiliki daya hantar arus yang sangat kecil atau bahkan hampir tidak ada.bahan dielektrik dapat berwujud padat, cair dan gas. Pada

Lebih terperinci

SEMINAR TUGAS AKHIR APLIKASI ELEKTROKOAGULASI PASANGAN ELEKTRODA BESI UNTUK PENGOLAHAN AIR DENGAN SISTEM KONTINYU. Surabaya, 12 Juli 2010

SEMINAR TUGAS AKHIR APLIKASI ELEKTROKOAGULASI PASANGAN ELEKTRODA BESI UNTUK PENGOLAHAN AIR DENGAN SISTEM KONTINYU. Surabaya, 12 Juli 2010 SEMINAR TUGAS AKHIR APLIKASI ELEKTROKOAGULASI PASANGAN ELEKTRODA BESI UNTUK PENGOLAHAN AIR DENGAN SISTEM KONTINYU Oleh : Andri Lukismanto (3306 100 063) Dosen Pembimbing : Abdu Fadli Assomadi S.Si MT Jurusan

Lebih terperinci

Pengaruh Parameter Proses Pelapisan Nikel Terhadap Ketebalan Lapisan

Pengaruh Parameter Proses Pelapisan Nikel Terhadap Ketebalan Lapisan Pengaruh Parameter Proses Pelapisan Nikel Terhadap Ketebalan Lapisan Bambang Santosa dan Martijanti Syamsa Jurusan Teknik Mesin, Universitas Jenderal Achmad Yani, Bandung Email: martijanti@yahoo.co.id

Lebih terperinci