PROFIL KABUPATEN / KOTA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PROFIL KABUPATEN / KOTA"

Transkripsi

1 PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA MANADO SULAWESI UTARA

2 KOTA MANADO ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Manado terletak di ujung pulau Sulawesi dan merupakan kota terbesar di belahan Sulawesi Utara sekaligus sebagai Ibukota propinsi Sulawesi Utara. Secara geografis Kota Manado terletak di antara LU dan Bujur Timur, sedangkan batas administratif adalah sebagai berikut : Batas wilayah utara : Kabupaten Minahasa Batas wilayah timur : Kabupaten Minahasa Batas wilayah selatan : Kabupaten Minahasa Batas wilayah barat : Laut Sulawesi Luas wilayah Kota Manado berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1988 Tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Manado dan Kabupaten Dati II Minahasa, yang semula hektar bertambah menjadi hektar. Penggunaan lahan di kota Manado masih didominasi lahan pertanian/ perkebunan yaitu seluas ,35 Ha atau 71,65%, sedangkan area terbangun seperti perumahan permukiman, usaha dan jasa, serta jasa seluas 3329,60 Ha atau 21,17%. Data tersebut di atas belum termasuk Iuas areal reklamasi pantai Teluk Manado (67Ha), yang digunakan untuk usaha dan jasa. Kota Manado berperan sebagai Ibu Kota Sulawesi Utara, dengan luas wilayah 157,26 km 2, berpenduduk jiwa (Sensus Penduduk 2000). Dana alokasi Umum pada tahun 2003 sebesar Rp. 177,38 milyar.

3 Kota Manado dilintasi oleh 5 (lima) sungai besar, yaitu sungai Tondano, sungai Bailang, sungai Tikala, sungai Sario, sungai Malalayang. Sungai ini berhulu di Danau Tondano dan bergabung dengan sungai Tikala di tengah kota sebelum bermuara di Teluk Manado. Sungai Tondano dimanfaatkan sebagai sumber air minum dan dikelola oleh PDAM Kota Manado. PENDUDUK Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Jumlah penduduk Kota Manado saat ini sebanyak jiwa (sumber : Laporan Pemerintah Kota Manado (PDAM) 2003) Tenaga Kerja Sektor perdagangan dan jasa masih merupakan daya tarik dan menyerap tenaga cukup besar dibanding sektor-sektor yang lain. Sektor perdagangan pada tahun 2001 menyerap tenaga kerja orang dan jasa-jasa ( orang). Jasa pemerintahan dan swasta menjadi roda penggerak ekonomi Kota Manado. Lapangan usaha jasa menyerap tenaga kerja terbanyak, 35,76 % dari sekitar penduduk. Pegawai negeri berjumlah orang, terdiri dari pegawai negeri Propinsi Sulut dan sisanya pegawai Kota Manado. EKONOMI Kondisi Perekonomian Daerah Secara umum perekonornian kota Manado pada lima tahun terakhir (sejak krisis ekonomi) sudah menunjukkan prospek yang cukup menggembirakan. Ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang membaik dari tahun ke tahun. Untuk melihat dan mengetahui gambaran perekonomian kota Manado lebih rinci dapat dilihat melalui uraian di bawah ini dengan beberapa indikator ekonomi makro yang menggambarkan keadaan perekonomian kota Manado. 1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) PDRB Kota Manado pada tahun 2001 mengalami peningkatan, yaitu dapat dilihat dari nilai nominal PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2001 sebesar juta rupiah, dibandingkan tahun sebesar juta rupiah, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan tahun 2001 sebesar juta rupiah, tahun sebelumnya sebesar juta rupiah. Tabel.1. PDRB Kota Manado Berdaar Harga Berlaku dan Harga Konstan Tahun Harga Berlaku PDRB Harga Konstan Sumber : BPS Kota Manado, 2001

4 2. Struktur Perekonomian Struktur perekonomian kota Manado pada tahun 2001 masih didominasi oleh (tiga) sektor dengan kontribusi terbesar dalam pembentukan PDRB yaitu sektor Jasa-jasa sebesar juta rupiah atau 29,22 persen, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar juta rupiah (22,74%), sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar juta rupiah (20,69%). Kemudian diikuti oleh sektor Bangunan (11,12%), sektor Industri Pengolahan (6,59%), sektor Bank, Lembaga Keuangan dan Jasa Perusahaan (5,89%), sektor Pertanian (3,03%) dan sektor Listrik, Gas dan Air Minum (0,63%), sedangkan yang mempunyai kontribusi terkecil adalah sektor Penggalian yaitu 0,09 persen. Keuangan Daerah Menurut data BPS Kota Manado, kegiatan hotel dan restoran pada tahun 2001 memberikan kontribusi masing-masing sebesar Rp 57 milyar dan Rp 47 milyar. Kedua sektor tersebut menjadi satu kesatuan dengan aktivitas ekonomi menghasilkan sekurangnya Rp 546 milyar. Aktivitas perdagangan yang dilakukan sekitar penduduk menghasilkan minimal Rp 441 milyar. Kegiatan jasa pemerintahan menghasilkan nilai sekitar Rp 529 milyar, sedangkan jasa swasta memberikan Rp 40 milyar. Tabel 2. DISTRIBUSI PERSENTASE KEGIATAN EKONOMI 2001 NO BIDANG JUMLAH (%) 1 Perdagangan, Hotel, dan Restoran 22,89 2 Bangunan 11,91 3 Listrik Gas, dan Air Bersih 0,64 4 Pengangkutan dan Komunikasi 20,26 5 Keuangan 5,80 6 Jasa jasa 28,08 7 Pertanian 3,30 8 Industri Pengolahan 7,02 Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Manado, 2002 Dari data tersebut di bawah ini bisa dilihat bahwa pendapatan dan pengeluaran APBD Kota Manado tahun 2002 adalah sama. Dari data penerimaan, bisa dilihat bahwa pendapatan yang didapatkan berasal dari 2 pokok bagian saja, yaitu bagian pendapatan alsi daerah, dan bagian dana perimbangan. Tabel 3. ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH 2002 PENERIMAAN JUMLAH (Rp) 1. Bagian Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu 0 2. Bagian Pendapatan Asli Daerah Bagian Dana Perimbangan Bagian Pinjaman daerah 0 5. Bagian Lain lain Penerimaan yang Sah 0 TOTAL PENGELUARAN 1. Belanja rutin Belanja Pembangunan TOTAL Sumber : Ditjen Perimbanngan Keuangan Pusat dan Daerah, Depkeu, 2003

5 FASILITAS UMUM DAN SOSIAL Fasilitas Pendidikan Sasaran pembangunan pendidikan di Kota Manado adalah : 1. Tuntasnya wajib belajar 9 tahun dan ditingkatkannya capaian wajib belajar 12 tahun. 2. Meningkatnya kualitas kelembagaan dan manajemen pendidikan. 3. Meningkatnya kualitas tenaga pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan. 4. Meningkatnya kualitas output pendidikan, menurunnya angka putus sekolah. 5. Tumbuhnya pendidikan tinggi sebagai salah satu prime-mover perekonomian kota. 6. Meningkatnya peran keluarga dalam pendidikan anak. 7. Tergalinya, dipeliharanya dan dikembangkannya nilai-nilai budaya, kepurbakalaan, sejarah dan seni. 8. Berkembangnya kegiatan kepemudaan dan olahraga. 9. Tersedianya pendidikan ketrampilan sesuai kebutuhan melalui perkembangan aktifitas pendidikan luar sekolah yang dikelola masyarakat. Tabel 4. DATA PENDIDIKAN KOTA MANADO TA.2001/2002 No Jenjang Jumlah Rombel Jumlah Ruang Jumlah Pendidikan Sekolah Siswa Belajar Guru 1. TK SD+MI SLB SLTP+MTs SMU+MA SMK Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Manado, 2002 Berdasarkan data tersebut di atas, dapat dikatakan bahwa ketersediaan sekolah, guru dan ruang belajar dibandingkan dengan siswa, cukup memadai untuk berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang baik. Namun demikian, pada tahun 2002 masih dijumpai beberapa gedung sekolah yang kondisinya tidak memadai lagi. Untuk TK terdapat 19 ruang belajar yang rusak berat (8,5%) dan 61 buah yang rusak ringan (27,48%). Untuk SD/MI terdapat 280 ruang belajar yang rusak berat (16,51%) dan rusak ringan 315 buah (18,57%). Untuk SLTP/MTs terdapat 7 buah yang rusak berat (1,50%) dan yang rusak ringan sebanyak 17 buah (3,63%). Untuk SMU/SMK/SMA ruang belajar yang rusak berjumlah 35 buah (5,72%) dan yang rusak ringan adalah 44 buah (7,19%). Dalam beberapa tahun terakhir ini keberadaan Perguruan Tinggi (Universitas Swasta, Akademi, Sekolah Tinggi) mulai bertambah seiring dengan kebutuhan sumberdaya manusia di Sulawesi Utara pada umumnya dan Kota Manado pada khususnya. Beberapa perguruan tinggi yang ada di kota Manado antara lain sebagai berikut : 1. Universitas Sam Ratulangi 2. Universitas Negeri Manado (program Pascasarjana) 3. Universitas Katolik De La Salle 4. Universitas Nusantara

6 5. Universitas Pembangunan Indonesia 6. Politeknik Manado 7. Akademi Perawat Kesehatan 8. Akademi Gizi Manado 9. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) 10. Sekolah Perawat Gigi 11. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Manado (STIEPAR) 12. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen dan Informatika Komputer (STIMIK) 13. Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Manado (STIKOM) 14. Sekolah Tinggi Ekonomi Nasional (STEKON) 15. Sekolah Theologi UKIT-Manado 16. Sekolah Tinggi limu Ekonomi Eben Haezer Fasilitas Kesehatan Pembangunan Kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta kualitas kehidupan dan usia harapan hidup manusia, meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat, mempertinggi kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat serta meningkatkan peran serta masyarakat sehingga mampu menolong diri sendiri dalam bidang kesehatan. Kebijakan dan program kerja bidang Kesehatan tahun 2003 adalah: a. Peningkatan Kualitas SDM dan Profesionalisme Tenaga Kesehatan. b. Peningkatan Kesehatan Lingkungan c. Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan d. Peningkatan Perilaku Sehat dan Pemberdayaan Kemandirian Masyarakat e. Peningkatan dan Pemeliharaan Institusi Pelayanan Kesehatan dan Penanggulangan Kelompok Rawan. Upaya-upaya yang sedang dan telah dilakukan antara lain adalah: 1. Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan a. Morbiditas (Angka Kesakitan) Pola penyakit pada 10 penyakit utama yang menonjol pada penderita rawat jalan di Puskesmas selama triwulan I dan II tahun 2003 adalah: Jenis Jumlah % Infeksi akut saluran pernafasan atas (ISPA) ringan Radang tenggorokan (Pharyngitis) Penyakit lambung (Gatritis) Dermatitis Infeksiosa Observasi febris Dermatitis Alergica Tekanan Darah Tinggi (Hypertensi) Cepalgia Penyakit Pulpa dan Jaringan Periapikal Lain-lain

7 b. Mortalitas (Angka Kematian) 1). Angka Kematian Bayi 0-11 bulan (Infant Mortality Rate) Angka kematian bayi merupakan salah satu indikator dalam menilai derajat kesehatan masyarakat. Selang triwulan I dan II tahun 2003 terdapat 2 bayi meninggal dunia dari jumlah kelahiran bayi (0,10%). Penyebab utama kematian adalah berat badan lahir rendah dan komplikasi kehamilan. 2). Angka Kematian Ibu (Maternal Morality Rate) Selain angka kematian bayi, Angka Kematian Ibu (MMB) juga merupakan indikator penentu derajat kesehatan masyarakat. Selama triwulan I dan II tahun 2003, angka kematian ibu mencapai 1 orang (0,05%) dari jumlah persalinan. Penyebab utama kematian adalah perdarahan, penyebab lainnya adalah keracunan kehamilan (Eklamsia). 3). Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate) Angka kematian kasar menurun secara signifikan yaitu dari 0,98% dengan 416 orang meninggal pada tahun 1999, turun menjadi 0,43% dengan 183 orang meninggal pada tahun c. Angka Harapan Hidup (Life Expectancy) Angka harapan hidup di kota Manado dari tahun ke tahun terus meningkat. Angka harapan hidup untuk laki-laki mencapai 62 tahun dan angka harapan hidup untuk perempuan mencapai 65 tahun. d. Keadaan Status Gizi Masyarakat Berdasarkan hasil penilaian status gizi bulan Oktober 2002, diketahui bahwa Balita berstatus gizi baik sebanyak 84,8%, balita berstatus gizi kurang (12,0%) dan yang berstatus gizi buruk (0,7%). Disamping itu ditemukan pula Balita yang berstatus gizi lebih (2,49%). Apabila keadaan gizi anak dibedakan menurut jenis kelamin, maka dapat disimpulkan bahwa pada umumnya keadaan gizi anak laki-laki cenderung lebih baik dari anak perempuan. Dari hasil survei dapat diketahui pula prevalensi Kurang Energi Protein (KEP) pada anak Balita sebanyak 12,68%. KEP Balita tertinggi terdapat di kecamatan Singkil (Puskesmas Wawonasa dan Kombos) yaitu sebesar 23,68% dan terendah di Kecamatan Sario (Puskesmas) SARANA DAN PRASARANA PERMUKIMAN Komponen Air Bersih Mata air yang digunakan disini sebagai sumber air berasal dari 3 mata air yaitu : 1. Mata Air Kumahukur Warembungan Bron Kumahukur dibngun pada tahun 1922 di Desa Warembungan. Sebelumnya, sistem penyediaan air bersih di Kota Manado disuplay oleh mata air ini. Mata air ini terletak pada ketinggian ± 475 ASL di sebelah selatan Kota Manado. Kapasitasnya semula adalah 30 lt/dt, dan saat ini menurun menjadi ± 10 lt/dt. 2. Mata Air Koka Mata air Koka terletak di Desa Koka Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa, mempunyai ketinggian ± 210 m SL dengan kapasitas 20 lt/dt, yang dibangun pada tahun 1995.

8 3. Mata Air Malalayang Mata air ini terletak di Kelurahan Malalayang dengan ketinggian ± 9,8 m ASL dan kapasitas 200 lt/dt, hanya dapat dimanfaatkan sebesar ± 120 lt/dt, yang dibangun pada tahun Sedangkan jenis sumber air permukaan sungai juga memiliki 3 sumber air, yaitu : 1. IPA Paal Dua Lokasi Instalasi Paal 2 berada di Kelurahan Paal 2, terletak pada ketinggian ±5,6 m ASL. Sumber air baku adalah dari Sungai Tondano dengan kapasitas terpasang sebesar 375 lt/dt. Tahap I dibangun pada tahun dan Tahap II dibagun pada tahun IPA Lota Lokasi instalasi ini berada di desa Lota Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa, terletak pada ketinggian ± 186 m ASL. Sumber air baku diambil dari Sungai Malalayang dan diproses dengan sistem Saringan Pasir Cepat, dan air bersih hasil pengolahan disalurkan secara gravitasi ke Reservoir Winangun (± 141 m ASL). Kapasitas Instalasi Lota adalah 150 lt/dt, yang dibangun pada tahun IPA Pancuran IX Lokasi instalasi berada di Desa Winangun (Jambore) Kota Manado, terletak pada ketinggian ± 100 m ASL. Sumber air baku dari Sungai Malalayang dan diproses dengan sistem Saringan Pasir Lambat (SPL), dan air bersih hasil proses pengolahan dipompa ke Reservoir Winangun (± 141 m ASL). Kapasitas produksi Instalasi Pancuran IX saat ini (tahun 2003) adalah 34 lt/dt, yang dibangun pada tahun Tabel 5. DATA PENGELOLAAN AIR BERSIH DI KOTA MANADO NO. URAIAN SATUAN BESARAN I. Pelayanan Penduduk 1. Jumlah penduduk Jiwa Jumlah pelanggan Jiwa Penduduk terlayani % 46,96 II. Data Sumber 1. Nama pengelola : PDAM Kota Manado 2. Sistem : BNA 3. Sistem sumber : mata air dan sumber air permukaan 4. Kapasitas sumber Lt/dt Kondisi kapasitas sumber : baik III. Data Produksi 1. Kapasitas produksi Lt/dt Kapasitas desain Lt/dt 787,50 3. Kapasitas pasang Lt/dt Produksi aktual m 3 /th IV. Data Distribusi 1. Sistem distribusi : perpompaan 2. Kapasitas distribusi Lt/dt 370,64 3. Asumsi kebutuhan air Lt/hr Ratio kebutuhan % 0,29 5. Air terjual m 3 /th Air terdistribusi m 3 /th Total penjualan air Rp Cakupan pelayanan air % 46,96 9. Cakupan penduduk Jiwa Jumlah mobil tangki Unit - V. Data Kebocoran 1. Kebocoran administrasi % 7,07 2. Kebocoran teknis Sumber : data PDAM Kota Manado % 45

9 Dengan asumsi kebocoran yang diperbolehkan untuk Kota Sedang sebesar 15%, dan kebutuhan ideal adalah 100 liter/orang/hari, maka kebutuhan air bersih untuk Kota Manado disajikan dalam tabel berikut ini: Tabel 6. DATA KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KOTA MANADO Kapasitas Produksi Kebutuhan Ideal Jumlah Penduduk Kebutuhan Selisih Eksisting Kota Sedang (jiwa) Total (lt/hr) (lt/hr) Lt/dt Lt/hr (lt/org/hr) Sumber : analisis Dari tabel tersebut diatas, maka Kota Manado dengan jumlah penduduk jiwa, membutuhkan air bersih sebesar liter/hari. Jumlah ini diperhitungkan dari jumlah penduduk dikalikan dengan jumlah/kebutuhan dasar penduduk untuk klasifikasi kota sedang (100 lt/org/hr). Namun PDAM Kota Manado dapat memproduksi sebanyak liter/hari. Sehingga terdapat kelebihan (surplus) kapasitas produksi sebanyak liter/hari, atau 107,81 liter/detik. Tabel 7. DATA PELAYANAN AIR BERSIH DI KOTA MANADO NO. URAIAN SATUAN BESARAN I. Pelayanan Penduduk 1. Jumlah penduduk Jiwa Jumlah pelanggan Jiwa Penduduk terlayani % 46,96 II. Data Tarif 1. Rumah tangga Rp Niaga Rp Industri Rp Instansi Rp Sosial Rp Tarif Rp III. Data Konsumen 1. Jumlah sambungan rumah Unit Jumlah sambungan rumah tangga Unit Jumlah sambungan niaga Unit Jumlah sambungan industri Unit Jumlah sambungan sosial Unit Jumlah sambungan instansi Unit Terminal air Unit Hidran umum Unit Kran umum Unit Konsumsi rumah tangga m 3 /th Konsumsi non rumah tangga m 3 /th Jumlah jiwa/sambungan rumah Jiwa/SR Jumlah jiwa/hidran umum Jiwa/unit Tingkat pelayanan umum % - IV. Data Administrasi 1. Keuangan : laba bersih Rp - 2. Efisiensi penagihan % Jumlah pegawai Orang SLA Rp - 5. RPD Rp - 6. Jangka waktu pinjaman SLA Tahun - 7. Jangka waktu pinjaman RPD Sumber : data PDAM Kota Manado Tahun -

10 Jumlah sambungan rumah di Kota Manado ini sebanyak unit. Jika 1 sambungan rumah (SR) memenuhi kebutuhan sebanyak 6 jiwa (luar Pulau Jawa) maka penduduk yang terlayani sebanyak jiwa GRAFIK LABA RUGI PDAM KOTA MANADO JANUARI S/D APRIL 2004 Rupiah Januari Februari Maret April Pendapatan Biaya Laba/Rugi Bulan Dari grafik tersebut di atas bisa dilihat bahwa selama 4 bulan terakhir (Januari s/d April tahun 2004), PDAM Kota Manado selalu mengalami keuntungan (laba). Walaupun pendapatan yang diterima PDAM Kota Manado semakin menurun tiap bulannya, namun keuntungan yang diterima mengalami kenaikan. Terutama pada bulan April, keuntungan yang diperoleh bisa mencapai kenaikan sebesar Rp ,00 atau sekitar 165,19% dari laba yang diperoleh pada bulan Maret. Sedangkan biaya yang dikeluarkan oleh PDAM Kota Manado juga menurun. Namun pada bulan April terjadi perubahan yang cukup drastis. Biaya yang dikeluarkan menjadi lebih sedikit dari bulan sebelumnya (bulan Maret), akibatnya keuntungan yang didapatkan semakin besar walaupun jika dilihat dari pendapatannya menjadi turun daripada bulan sebelumnya. Komponen Persampahan Pengelolaan sampah di Kota Manado dikelola oleh DKP Kota Manado dengan menggunakan integrated system. Manado memiliki 1 unit TPA yaitu TPA Malalayang yang merupakan milik Pemda dengan jumlah pelayanan sebesar 422,76 m 3 /hr. Kesadaran masyarakat akan kebersihan ternyata masih kurang. Sampah-sampah banyak berserakan di tepi jalan yang pada akhirnya menyyumbat saluran drainase di Kota Manado itu sendiri, sehingga jika terjadi hujan, maka genangan yang terjadi bisa mencapai 0,75 m terutama pada kawasan pasar.

11 Tabel 8. DATA PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA MANADO NO. URAIAN SATUAN BESARAN I. Data Pengumpulan Sampah 1. Nama pengelola : DKP Kota Manado 2. Sistem : integrated system 3. Jumlah penduduk Jiwa Asumsi produksi sampah Lt/hr m 3 /hr 1.353,52 5. Jumlah sampah m 3 /hr 756,60 6. Jumlah pelayanan m 3 /hr 605,28 7. Cakupan layanan geografis Ha - 8. Cakupan layanan penduduk Jiwa - 9. Ilegal dumping : sedang II. Data TPA 1. Jumlah pelayanan TPA m 3 /hr 422,76 2. Nama TPA : TPA Malalayang 3. Status TPA : milik Pemda 4. Luas TPA Ha - 5. Kapasitas m 3-6. Umur Tahun - 7. Sistem :sanitary landfill 8. Jarak ke permukiman Km - 9. Incenerator Unit Nama pengelola : - III. Data Peralatan TPA 1. Bulldozer Unit 1 2. Back hoe Unit 2 3. Loader Unit 1 4. Shovel Unit 1 5. Water tank Unit 1 Sumber : kompilasi data Dengan asumsi timbulan sampah untuk kota sedang sebesar 3 liter/orang/hari, maka kebutuhan komponen persampahan Kota Manado disajikan dalam tabel berikut. Tabel 9. KEBUTUHAN KOMPONEN SAMPAH KOTA MANADO Perkiraan Sampah Timbulan Sampah Jumlah Timbulan yang Kota Sedang Penduduk (jiwa) Sampah Terangkut (lt/org/hr) Total (m 3/ /hr) (m 3 /hr) Selisih (m 3 /hr) ,52 605,28 748,24 Sumber: Analisis Sesuai dengan standar kota sedang, yaitu tingkat timbulan sampah sebanyak 3 liter/orang/hari, Kota Manado dengan jumlah penduduk jiwa, menghasilkan 1.353,52 m 3 /hr timbulan sampah. Jumlah ini didapatkan dari jumlah penduduk dikalikan 3/1000 (m 3 /hr). Namun Kota Manado baru dapat mengelola sebanyak 605,28 m 3 /hr. Sehingga banyaknya sampah yang belum terlayani adalah 748,24 m 3 /hr.

12 Tabel 10. DATA PENGANGKUTAN DAN PEMBIAYAAN SAMPAH DI KOTA MANADO NO. URAIAN SATUAN BESARAN I. Data Transportasi Persampahan 1. Jumlah pelayanan terangkut m 3 /hr 605,28 2. Jumlah kendaraan Truk Unit 27 Arm roll Unit 4 Compactor Unit - Pick up Unit 3 3. Jumlah peralatan Gerobak Unit - Container Unit Transfer depo Unit 3 5. Jumlah TPS Unit - II. Data Pembiayaan 1. Retribusi Rp - 2. Biaya pembuangan Rp - 3. Biaya pengangkutan Rp - 4. Biaya pengumpulan Rp - 5. Biaya satuan Rp - 6. Biaya operasional dan pemeliharaan Rp - Sumber : kompilasi data Komponen Sanitasi/Limbah Cair Data sanitasi/limbah cair yang didapatkan kurang lengkap, sehingga tidak dapat diketahui pula sarana sanitasi, cakupannya, data IPLT, maupun seberapa jauh kinerja pemerintah Kota Manado. Untuk produksi limbah, setiap manusia diasumsikan memproduksi limbah cair sejumlah 0,2 lt/org/hr. Angka ini merupakan kebutuhan ideal dari setiap penduduk pada kelas kota sedang. Sehingga didapatkan asumsi produksi limbah di Kota Manado ini sejumlah lt/hr dari hasil perhitungan kebutuhan ideal produksi limbah setiap manusia dikalikan dengan jumlah penduduk Kota Manado. Komponen Drainase Kondisi saluran-saluran yang ada di Kota Manado ini bisa dikatakan relatif baik. Hampir sebagian dari jumlah keseluruhan panjang saluran yaitu 47% atau sekitar 275,21 km merupakan saluran drainase dengan kondisi baik. Sedangkan 32% dalam kondisi baik, dan 21% dalam kondisi buruk. Sistem drainase di kota ini bisa dikatakan sangat buruk. Jika terjadi luapan air, maka genangan yang terjadi cukup lama juga. Walaupun frekuensi terjadinya genangan sekali dalam setahun, namun lamanya genangan bisa memakan waktu 4 jam dengan tinggi genangan 0,75 m. Tingginya genangan ini menunjukkan kurang baiknya sistem drainase di kota ini, terutama pada kawasan-kawasan tertentu seperti pasar-pasar di pusat kota. Hal ini disebabkan oleh banyaknya ilegal dumping di dalam saluran-saluran drainase tersebut.

13 Tabel 11. DATA DRAINASE DI KOTA MANADO NO. URAIAN SATUAN BESARAN I. Data Pengelolaan Drainase 1. Nama Pengelola : Sub Dinas Cipta Karya Kota Manado 2. Anggaran Rp - 3. Cakupan pelayanan % - 4. Cakupan penduduk Jiwa - 5. Peresapan air hujan : - 6. Stasiun pompa air Unit - 7. Kolam retensi Unit - II. Data Saluran Drainase 1. Curah hujan mm/th - 2. Total panjang saluran Km 585,55 3. Panjang saluran primer Km 72,28 4. Panjang saluran sekunder Km 251,46 5. Panjang saluran tersier Km 261,09 6. Kondisi saluran baik % 47,00 7. Kondisi saluran sedang % 32,00 8. Kondisi saluran rusak % 21,00 III. Data Genangan 1. Luas genangan Ha - 2. Tinggi genangan m 0,75 3. Lama genangan Jam 4 4. Frekuensi genangan /tahun 1 Sumber : kompilasi data Komponen Jalan Kondisi jalan-jalan di kota ini bisa dikatakan relatif baik. Dari jumlah keseluruhan panjang jalan di Kota Manado, hanya 4 km atau sekitar 0,7% saja yang mempunyai kondisi buruk. Sebagian besar jalan-jalan di kota ini merupakan jalan kabupaten yaitu sekitar 90,82%. Tabel 12. DATA JALAN DI KOTA MANADO NO. URAIAN SATUAN BESARAN I. Data Jenis Permukaan 1. Nama Pengelola : Sub Dinas Bina Marga Kota Manado 2. Panjang total Km 572,82 3. Panjang jalan aspal Km - 4. Panjang jalan kerikil Km - 5. Panjang jalan tanah Km - II. Data Fungsi 1. Panjang jalan arteri Km 57,47 2. Panjang jalan kolektor Km 89,46 3. Panjang jalan lokal Km - III. Data Kewenangan 1. Panjang jalan nasional Km 45,40 2. Kondisi jalan : baik 1 km Panjang jalan propinsi Km 7,20 3. Kondisi jalan : baik 1 km Panjang jalan kabupaten Km 520,22 Kondisi jalan : buruk 2 km Sumber : data

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PADANG SIDEMPUAN SUMATERA UTARA KOTA PADANG SIDEMPUAN ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Padang Sidempuan merupakan salah satu kota sedang yang terletak di Propinsi Sumatera

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA RANTAU PRAPAT SUMATERA UTARA KOTA RANTAU PRAPAT ADMINISTRASI Profil Wilayah Luas wilayah Kota Rantau Prapat menurut Data Sarana dan Prasarana Kota adalah seluas 17.679 Ha.

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA KOTA KENDARI ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Kendari merupakan bagian dari wilayah administrasi dari propinsi Sulawesi Tenggara. Batas-batas administratif

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA JAWA TIMUR KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Bagian selatan Bagian barat Secara astronomis, Kota Situbondo yang terdiri dari 9 desa/kelurahan, terletak diantara 7º35 7º 44 Lintang

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA KISARAN SUMATERA UTARA KOTA KISARAN ADMINISTRASI Profil Kota Kota Kisaran merupakan ibukota Kabupaten (IKAB) dari Kecamatan Kisaran dan merupakan bagian dari kabupaten Asahan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA DUMAI RIAU KOTA DUMAI ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Dumai adalah ibu kota Kota Dumai, dengan status adalah sebagai kota administratif dari Kota Dumai. Kota Dumai memiliki

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PURWAKARTA JAWA BARAT KOTA PURWAKARTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Purwakarta merupakan Ibukota Kabupaten Purwakarta yang merupakan wilayah administrasi Propinsi Jawa Barat.

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA UNGARAN JAWA TENGAH KOTA UNGARAN ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Ungaran merupakan Ibukota Kabupaten Ungaran. Adapun batas-batas wilayah administrasinya adalah : Sebelah Utara

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA JAWA TIMUR KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Tuban merupakan ibukota Kabupaten Tuban. Apabila dilihat dari posisi Kota Tuban yang berada di jalan arteri primer yang menghubungkan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SUBANG JAWA BARAT KOTA SUBANG ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Subang merupakan ibukota Kecamatan Subang yang terletak di kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat. Batas-batas

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA MOJOKERTO JAWA TIMUR KOTA MOJOKERTO ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota yang terkenal dengan makanan khas ondeondenya ini menyandang predikat kawasan pemerintahan dengan luas

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SIDOARJO JAWA TIMUR KOTA SIDOARJO ADMINISTRASI Profil Kota Kota Sidoarjo merupakan Ibukota Kecamatan Sidoarjo yang terletak di tepi Selat Madura dan termasuk dalam wilayah

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BINJAI SUMATERA UTARA KOTA BINJAI ADMINISTRASI Profil Wilayah Posisi Kota cukup strategis untuk menjadikannya berkembang pesat sebagai kota perdagangan karena terletak di jalur

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BENGKULU BENGKULU KOTA BENGKULU ADMINISTRASI Profil Wilayah Tabel 1. LUAS WILAYAH KOTA BENGKULU No. Kecamatan Luas (Ha) 1. Gading Cempaka 2.885 2. Teluk Segara 1.668 3. Bengkahulu

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BALIGE SUMATERA UTARA KOTA BALIGE ADMINISTRASI Profil Kota Kota Balige merupakan ibukota Kabupaten (IKAB) dari kabupaten Toba Samosir yang terletak di propinsi Sumatera Utara.

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SIDAMANIK SUMATERA UTARA KOTA SIDAMANIK ADMINISTRASI Profil Kota Kota Kisaran merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Simalungun Propinsi Sumatera Utara. PENDUDUK Jumlah

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SUMATERA UTARA KOTA ADMINISTRASI Profil Kota Kota Percut Sei Tuan merupakan ibukota Kecamatan (IKK) dari kecamatan Percut Sei Tuan yang merupakan bagian dari kabupaten Deli

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PINANG SUMATERA UTARA KOTA KOTA PINANG ADMINISTRASI Profil Kota Pinang merupakan ibukota kecamatan (IKK) dari Kecamatan Kota Pinang dan merupakan bagian dari kabupaten Labuhan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA JAWA BARAT KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Cianjur merupakan salah satu kecamatan yang terletak di kabupaten Cianjur propinsi Jawa Barat. Cianjur dikenal dengan pameo

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA TEBING TINGGI SUMATERA UTARA KOTA TEBING TINGGI ADMINISTRASI Profil Wilayah Sebagai sebuah kota yang termasuk kategori sedang, dalam dua dasawarsa terakhir perekonomian Tebing

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA NANGGROE ACEH DARUSSALAM KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Lhokseumawe telah menjadi sebuah kota otonom, yang berarti Kota Lhokseumawe telah siap untuk berdiri sendiri

Lebih terperinci

ADMINISTRASI Profil Kota

ADMINISTRASI Profil Kota KOTA JEMBER ADMINISTRASI Profil Kota Kota Ibukota Administratif Jember merupakan pusat kota Kabupaten Jember. Posisi ketinggian 83 meter dari permukaan air laut dengan lokasi koordinat 7º59 6 8º33 56 Lintang

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PAYAKUMBUH SUMATERA BARAT KOTA PAYAKUMBUH ADMINISTRASI Profil Wilayah Tabel 1. LUAS WILAYAH KOTA PAYAKUMBUH No. Kecamatan Luas (Km²) 1. Payakumbuh Barat 33,75 2. Payakumbuh

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BATAM KEPULAUAN RIAU KOTA BATAM ADMINISTRASI Profil Wilayah Setelah ditetapkannya Pulau Batam menjadi sebuah kota administratif (1983), Batam menjadi kawasan industri terkemuka

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PEMATANG SIANTAR SUMATERA UTARA KOTA PEMATANG SIANTAR ADMINISTRASI Profil Wilayah Sebagai kota perdagangan, secara geografi Pematang Siantar diapit Kabupaten Simalungun yang

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA METRO LAMPUNG KOTA METRO ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Metro berkembang menjadi kota transit bagi pendatang yang ingin menikamti keindahan alam dan kesejukan udara di sekitarnya.

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA TANJUNG PINANG KEPULAUAN RIAU KOTA TANJUNG PINANG ADMINISTRASI Profil Wilayah Status Kota Tanjung Pinang adalah kota administratif dari Kabupaten Kepulauan Riau. Kota ini memiliki

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BANGKA BELITUNG KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kondisi tanah dan keterbatasan lahan Kota Pangkal Pinang kurang memungkinkan daerah ini mengembangkan kegiatan pertanian. Dari

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PASURUAN JAWA TIMUR KOTA PASURUAN ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Pasuruan adalah ibu kota Pasuruan, Jawa Timur, terletak di persimpangan jalur regional Surabaya-Probolinggo-Malang.

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BANDA ACEH NANGGROE ACEH DARUSSALAM KOTA BANDA ACEH ADMINISTRASI Profil Wilayah Aceh Utara berada pada jalur yang sangat strategis yang merupakan titik tengah antara Banda

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PROBOLINGGO JAWA TIMUR KOTA PROBOLINGGO ADMINISTRASI Profil Wilayah Daerah yang berhari jadi tanggal 1 Juli 1918 ini, sejak dekade 80an, tersiar ke berbagai daerah sebagai

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SULAWESI UTARA KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Bitung adalah salah satu kota yang termasuk dalam wilayah propinsi Sulawesi Utara. Batas administratif adalah sebagai berikut

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA AMBON MALUKU KOTA AMBON ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Ambon merupakan ibukota propinsi kepulauan Maluku. Dengan sejarah sebagai wilayah perdagangan rempah terkenal, membentuk

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PALOPO SULAWESI SELATAN KOTA PALOPO ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota administratif Palopo berfungsi sebagai pusat kegiatan antar wilayah (PKAW) ataupun PPAW, karena merupakan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SUMATERA SELATAN KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Ibukota kabupaten Musi Rawas masih mengambil tempat di kota Lubuk Linggau sebab calon ibukota bagi kabupaten Musi, Rawas belum

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BLITAR JAWA TIMUR KOTA BLITAR ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Blitar yang menjadi ibu kota Blitar sejak dahulu sering dikaitkan dengan nama besar Bung Karno. Karena disinilah

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA CIMAHI JAWA BARAT KOTA CIMAHI ADMINISTRASI Profil Wilayah Cimahi menyandang peran sebagai daerah penyangga bagi Kota Bandung yang berjarak sekitar 12 km di sebelah barat. Terutama

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA NGANJUK JAWA TIMUR KOTA NGANJUK ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Nganjuk merupakan wilayah yang kondisi topografisnya cenderung bervariasi dari daerah yang datar (0-2%), landai

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SINGARAJA BALI KOTA SINGARAJA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Singaraja merupakan bagian dari wilayah administrasi Kabupaten Buleleng. Berdasar pengamatan di lapangan, pola

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BANTEN KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Cilegon dikenal sebagai kota baja, dimana terdapat perusahaan pengolahan baja terbesar di Indonesia, yaitu PT. Krakatau Steel yang

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA MATARAM NUSA TENGGARA BARAT KOTA MATARAM ADMINISTRASI Profil Wilayah Mataram selain dikenal sebagai ibu kota Propinsi Nusa Tenggara Barat juga dikenal sebagai ibu kota Pemda

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BANTEN KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Serang merupakan ibu kota Kabupaten Serang dan menjadi Ibu Kota Propinsi Banten terdiri dari 4 kecamatan (Kecamatan Serang, Kecamatan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA KEDIRI JAWA TIMUR KOTA KEDIRI ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Kediri identik dikenal sebagi Kota Rokok Kretek. Karena di kota itulah, berdiri pabrik rokok kretek PT.Gudang

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PRABUMULIH SUMATERA SELATAN KOTA PRABUMULIH ADMINISTRASI Profil Wilayah Terdapat dua faktor yang menjadikan Kota Prabumulih strategis secara ekonomi yaitu : Persimpangan jalan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA TANGERANG BANTEN KOTA TANGERANG ADMINISTRASI Profil Wilayah Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, Kota Tangerang memiliki keuntungan dan sekaligus kerugian.

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PAREPARE SULAWESI SELATAN KOTA PAREPARE ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Parepare merupakan kota kedua terbesar di Propinsi Sulawesi Selatan, dan dikategorikan sebagai Kota

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PEKANBARU RIAU KOTA PEKANBARU ADMINISTRASI Profil Wilayah Di masa silam kota ini hanya berupa dusun kecil bernama Payung Sekaki yang terletak di pinggiran Sungai Siak. Dusun

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA LANGSA NANGGROE ACEH DARUSSALAM KOTA LANGSA ADMINISTRASI Profil Wilayah Setelah Kota Langsa lepas dari Kabupaten Aceh Timur tahun 2001, struktur perekonomian dibnagun atas

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA DEPOK JAWA BARAT KOTA DEPOK ADMINISTRASI Profil Wilayah Salah satu penyebab Kota ini berkembang pesat seperti sekarang adalah setelah adanya keputusan untuk memindahkan sebagian

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BEKASI JAWA BARAT KOTA BEKASI ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Bekasi terkenal dengan kesemrawutan lalu lintas dan kemacetan yang terjadi setiap hari. Juga padatnya lahan perumahan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PONOROGO JAWA TIMUR KOTA PONOROGO ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Ponorogo sebagai ibukota Kabupaten Ponorogo yang terletak di bagian Barat Daya Propinsi Daerah Tingkat I

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BATU JAWA TIMUR KOTA BATU ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Batu merupakan salah satu kota yang baru terbentuk pada tahun 2001 sebagai pecahan dari Kabupaten Malang. Sebelumnya

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PADANG SUMATERA BARAT KOTA PADANG ADMINISTRASI Profil Wilayah Ketenaran Kota Padang merambah ke mana-mana berkat rumah makan Padang dan orang-orang Padang. Padang sebenarnya

Lebih terperinci

BAB V GAMBARAN UMUM PROPINSI JAWA BARAT. Lintang Selatan dan 104 o 48 '- 108 o 48 ' Bujur Timur, dengan luas wilayah

BAB V GAMBARAN UMUM PROPINSI JAWA BARAT. Lintang Selatan dan 104 o 48 '- 108 o 48 ' Bujur Timur, dengan luas wilayah 5.1. Kondisi Geografis BAB V GAMBARAN UMUM PROPINSI JAWA BARAT Propinsi Jawa Barat secara geografis terletak di antara 5 o 50 ' - 7 o 50 ' Lintang Selatan dan 104 o 48 '- 108 o 48 ' Bujur Timur, dengan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... Halaman BAB I. PENDAHULUAN... I-1 1.1 Latar Belakang... I-1 1.2 Dasar Hukum Penyusunan... I-3 1.3 Hubungan Antar Dokumen... I-4

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN 63 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Fisik Daerah Penelitian Berdasarkan Badan Pusat Statistik (2011) Provinsi Lampung meliputi areal dataran seluas 35.288,35 km 2 termasuk pulau-pulau yang

Lebih terperinci

Daftar Tabel. Halaman

Daftar Tabel. Halaman Daftar Tabel Halaman Tabel 3.1 Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kab. Sumedang Tahun 2008... 34 Tabel 3.2 Kelompok Ketinggian Menurut Kecamatan di Kabupaten Sumedang Tahun 2008... 36 Tabel 3.3 Curah Hujan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA KALIMANTAN TIMUR KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Bontang terletak 150 km di utara Samarinda. Dengan wilayah yang relatif kecil dibandingkan kabupaten lainnya di Kalimantan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Perindustrian di Kota Gorontalo masih lebih terkonsentrasi pada industri kerajinan berskala kecil dan menengah yang merupakan bidang yang banyak

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SUMATERA SELATAN KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota ini berada di dataran tinggi yang sejuk, aktivitas ekonomi / perdagangan sangat ditentukan oleh sektor Pertanian dan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SUKABUMI JAWA BARAT KOTA SUKABUMI ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Sukabumi berkembang menjadi kota transit bagi pendatang yang ingin menikamti keindahan alam dan kesejukan

Lebih terperinci

ASPEK MANAJEMEN (INSTITUSI, PERATURAN DAN PEMBIAYAAN)

ASPEK MANAJEMEN (INSTITUSI, PERATURAN DAN PEMBIAYAAN) ASPEK MANAJEMEN (INSTITUSI, PERATURAN DAN PEMBIAYAAN) A. KELEMBAGAAN 1. UMUM Sejalan dengan perkembangan kondisi sosial perekonomian suatu kota, kompleksitas permasalahan sampahpun akan meningkat, seperti

Lebih terperinci

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. 5.1 Gambaran Umum Tempat Pembuangan Akhir Pasir Sembung

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. 5.1 Gambaran Umum Tempat Pembuangan Akhir Pasir Sembung V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1 Gambaran Umum Tempat Pembuangan Akhir Pasir Sembung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Sembung Cianjur merupakan satu-satunya TPA yang dimiliki oleh Kabupaten Cianjur.

Lebih terperinci

BAB IV KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN

BAB IV KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN BAB IV KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN 4.1. Sejarah Kota Bekasi Berdasarkan Undang-Undang No 14 Tahun 1950, terbentuk Kabupaten Bekasi. Kabupaten bekasi mempunyai 4 kawedanan, 13 kecamatan, dan 95 desa.

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN Kondisi Wilayah Letak Geografis dan Wilayah Administrasi Wilayah Joglosemar terdiri dari kota Kota Yogyakarta, Kota Surakarta dan Kota Semarang. Secara geografis ketiga

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA CIREBON JAWA BARAT KOTA CIREBON ADMINISTRASI Profil Wilayah ` Dalam sejarahnya Cirebon adalah bekas ibu kota kerajaan besar yang kekuasaannya meliputi seluruh Jawa Barat. Kerajaan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BANDUNG JAWA BARAT KOTA BANDUNG ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Bandung yang terletak di wilayah Jawa Barat dan merupakan Ibukota Propinsi Jawa Barat. Lokasi Kota Bandung

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM KABUPATEN MALINAU. Kabupaten Malinau terletak di bagian utara sebelah barat Provinsi

BAB IV GAMBARAN UMUM KABUPATEN MALINAU. Kabupaten Malinau terletak di bagian utara sebelah barat Provinsi BAB IV GAMBARAN UMUM KABUPATEN MALINAU Kabupaten Malinau terletak di bagian utara sebelah barat Provinsi Kalimantan Timur dan berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sarawak, Malaysia. Kabupaten Malinau

Lebih terperinci

KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Polewali Mandar

KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Polewali Mandar BAB II PROFIL WILAYAH KAJIAN Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) adalah rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah

Lebih terperinci

BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI 3.1 Rencana Kegiatan Air Limbah Pengolahan air limbah permukiman secara umum di Kepulauan Aru ditangani melalui sistem setempat (Sistem Onsite). Secara umum

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA MADIUN JAWA TIMUR KOTA MADIUN ADMINISTRASI Gambaran Umum Wilayah Kota Madiun yang merupakan ibukota Madiun, Jawa Timur ini memiliki wilayah seluas 33,23 km² dengan jumlah penduduk

Lebih terperinci

BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI 3.1 Rencana Kegiatan Air Limbah Rencana kegiatan air limbah di Kabupaten Buru Selatan diarahkan pada sasaran yang tingkat resiko sanitasinya yang cukup tinggi,

Lebih terperinci

GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian

GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian Curah hujan Kecamatan Babulu rata-rata 242,25 mm pada tahun 2010 Kecamatan Babulu memiliki luas 399,46 km 2. Secara geografis berbatasan

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM

BAB IV GAMBARAN UMUM BAB IV GAMBARAN UMUM A. Kondisi Geografis dan Kondisi Alam 1. Letak dan Batas Wilayah Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang ada di pulau Jawa, letaknya diapit oleh dua provinsi besar

Lebih terperinci

Tabel PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kecamatan Ngadirejo Tahun (Juta Rupiah)

Tabel PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kecamatan Ngadirejo Tahun (Juta Rupiah) 3.14. KECAMATAN NGADIREJO 3.14.1. PDRB Kecamatan Ngadirejo Besarnya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kecamatan Ngadirejo selama lima tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3.14.1

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM. Posisi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak antara

BAB IV GAMBARAN UMUM. Posisi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak antara BAB IV GAMBARAN UMUM A. Gambaran Umum Daerah Istimewa Yogyakarta 1. Kondisi Fisik Daerah Posisi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak antara 7.33-8.12 Lintang Selatan dan antara 110.00-110.50 Bujur

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Keadaan Umum Daerah Penelitian 1. Letak Geografis Daerah Penelitian BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Kota Gorontalo terletak antara 00 0 28 17-00 0 35 56 lintang Utara dan antara 122 0 59 44-123 0 051 59

Lebih terperinci

BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURABAYA 2012 DAFTAR TABEL

BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURABAYA 2012 DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL Tabel SD-1. Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan Utama... 1 Tabel SD-1A. Perubahan Luas Wilayah Menurut Penggunaan lahan Utama Tahun 2009 2011... 2 Tabel SD-1B. Topografi Kota Surabaya...

Lebih terperinci

Lampiran 2. Hasil Analisis SWOT

Lampiran 2. Hasil Analisis SWOT Lampiran 2. Hasil Analisis SWOT A. Sub Sektor Air Limbah Domestik Tabel Kerangka Kerja Logis (KKL) Sektor Air Limbah Domestik Permasalahan Mendesak Tujuan Sasaran Strategi (SWOT) Indikasi Program Indikasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perkembangan kota yang pesat menyebabkan makin bertambahnya jumlah penduduk yang tinggal di kota tersebut. Demikian juga dengan volume sampah yang diproduksi oleh kota

Lebih terperinci

Tersedianya perencanaan pengelolaan Air Limbah skala Kab. Malang pada tahun 2017

Tersedianya perencanaan pengelolaan Air Limbah skala Kab. Malang pada tahun 2017 Sub Sektor Air Limbah Domestik A. Teknis a. User Interface Review Air Limbah Buang Air Besar Sembarangan (BABS), pencemaran septic tank septic tank tidak memenuhi syarat, Acuan utama Air Limbah untuk semua

Lebih terperinci

[BUKU PUTIH SANITASI KOTA PADANGSIDIMPUAN]

[BUKU PUTIH SANITASI KOTA PADANGSIDIMPUAN] BAB IV PROGRAM PENGEMBANGAN SANITASI SAAT INI DAN YANG DIRENCANAKAN 4.1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Promosi Higieni Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah tindakan yag dilakukan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA JOMBANG JAWA TIMUR KOTA JOMBANG ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Jombang merupakan Ibukota Kabupaten Jombang. Secara hirarki Kota Jombang merupakan pusat utama pelayanan penduduk

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN TAPANULI UTARA DARI SISI PDRB SEKTORAL TAHUN 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN TAPANULI UTARA DARI SISI PDRB SEKTORAL TAHUN 2013 BPS KABUPATEN TAPANULI UTARA No. 08/07/1205/Th. VI, 06 Oktober 2014 PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN TAPANULI UTARA DARI SISI PDRB SEKTORAL TAHUN 2013 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Tapanuli Utara yang diukur

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BALI KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Bali memang tidak terpisahkan dari pariwisata. Kota Denpasar merupakan kota terpadat di Bali. Dengan berbagai persoalan yang serba kompleks,

Lebih terperinci

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 3.1 Arah Kebijakan Ekonomi Daerah Kebijakan pembangunan ekonomi Kabupaten Cianjur tahun 2013 tidak terlepas dari arah kebijakan ekonomi

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN MALANG TAHUN 2015

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN MALANG TAHUN 2015 RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN MALANG TAHUN 2015 Oleh: BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KABUPATEN MALANG Malang, 30 Mei 2014 Pendahuluan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004

Lebih terperinci

BAB III ISU STRATEGIS DAN TANTANGAN LAYANAN SANITASI KOTA

BAB III ISU STRATEGIS DAN TANTANGAN LAYANAN SANITASI KOTA BAB III ISU STRATEGIS DAN TANTANGAN LAYANAN SANITASI KOTA 3.1. ASPEK NON TEKNIS Perumusan Isu strategis berfungsi untuk mengontrol lingkungan baik situasi lingkungan yang sudah diketahui maupun situasi

Lebih terperinci

A. Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah Kabupaten Kubu Raya

A. Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah Kabupaten Kubu Raya Lampiran E: Deskripsi Program / Kegiatan A. Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah Kabupaten Kubu Raya Nama Maksud Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah Kabupaten Kubu

Lebih terperinci

Tabel 2.6 Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun Atas Dasar Harga Konstan Kabupaten Aceh Tamiang

Tabel 2.6 Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun Atas Dasar Harga Konstan Kabupaten Aceh Tamiang 2.1. ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT 2.1.1. Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi 2.2.1.1. Pertumbuhan PDRB Perekonomian Kabupaten Aceh Tamiang beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang cukup

Lebih terperinci

Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi

Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 I ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT A Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi 1 Pertumbuhan Ekonomi % 6,02 6,23 6,07 6,45 6,33 6,63 5,89** 2 PDRB Per Kapita (Harga Berlaku) Rp. Juta

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. DASAR HUKUM A. Gambaran Umum Daerah 1. Kondisi Geografis Daerah 2. Kondisi Demografi

BAB I PENDAHULUAN A. DASAR HUKUM A. Gambaran Umum Daerah 1. Kondisi Geografis Daerah 2. Kondisi Demografi BAB I PENDAHULUAN A. DASAR HUKUM Perkembangan Sejarah menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan Provinsi yang pertama dibentuk di wilayah Indonesia (staatblad Nomor : 378). Provinsi Jawa Barat dibentuk

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN Industri Pengolahan

I. PENDAHULUAN Industri Pengolahan I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertanian merupakan sektor utama perekonomian di Indonesia. Konsekuensinya adalah bahwa kebijakan pembangunan pertanian di negaranegara tersebut sangat berpengaruh terhadap

Lebih terperinci

Gambar 4.1 Peta Provinsi Jawa Tengah

Gambar 4.1 Peta Provinsi Jawa Tengah 36 BAB IV GAMBARAN UMUM PROVINSI JAWA TENGAH 4.1 Kondisi Geografis Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di tengah Pulau Jawa. Secara geografis, Provinsi Jawa Tengah terletak

Lebih terperinci

VII. ANALISIS POTENSI PEREKONOMIAN LOKAL DI WILAYAH PEMBANGUNAN CIANJUR SELATAN

VII. ANALISIS POTENSI PEREKONOMIAN LOKAL DI WILAYAH PEMBANGUNAN CIANJUR SELATAN 102 VII. ANALISIS POTENSI PEREKONOMIAN LOKAL DI WILAYAH PEMBANGUNAN CIANJUR SELATAN Adanya otonomi daerah menuntut setiap daerah untuk dapat melaksanakan pembangunan daerah berdasarkan potensi yang dimiliki

Lebih terperinci

ARAH KEBIJAKAN PENDANAAN PENCAPAIAN SASARAN AIR MINUM

ARAH KEBIJAKAN PENDANAAN PENCAPAIAN SASARAN AIR MINUM ARAH KEBIJAKAN PENDANAAN PENCAPAIAN SASARAN AIR MINUM Disampaikan pada : Lokakarya Penyiapan Pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perkotaan APBN Tahun 2016 DIREKTORAT ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN Rabu,

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN 2012

PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN 2012 BPS KABUPATEN SIMALUNGUN No. 01/08/1209/Th. XII, 1 Agustus 2013 PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN 2012 Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Simalungun tahun 2012 sebesar 6,06 persen mengalami percepatan

Lebih terperinci

BAB IV KONDISI PEREKONOMIAN JAWA BARAT TAHUN 2006

BAB IV KONDISI PEREKONOMIAN JAWA BARAT TAHUN 2006 BAB IV KONDISI PEREKONOMIAN JAWA BARAT TAHUN 2006 4.1. Gambaran Umum inerja perekonomian Jawa Barat pada tahun ini nampaknya relatif semakin membaik, hal ini terlihat dari laju pertumbuhan ekonomi Jawa

Lebih terperinci

BAB IX PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH

BAB IX PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH BAB IX PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH Penetapan indikator kinerja atau ukuran kinerja akan digunakan untuk mengukur kinerja atau keberhasilan organisasi. Pengukuran kinerja organisasi akan dapat dilakukan

Lebih terperinci

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH BESERTA KERANGKA PENDANAAN

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH BESERTA KERANGKA PENDANAAN BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH BESERTA KERANGKA PENDANAAN 3.1 Arah Kebijakan Ekonomi Daerah 3.1.1 Kondisi Ekonomi Daerah Tahun 2011 dan Perkiraan Tahun 2012 Kerangka Ekonomi Daerah dan Pembiayaan

Lebih terperinci