PROFIL KABUPATEN / KOTA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PROFIL KABUPATEN / KOTA"

Transkripsi

1 PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BANTEN

2 KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Cilegon dikenal sebagai kota baja, dimana terdapat perusahaan pengolahan baja terbesar di Indonesia, yaitu PT. Krakatau Steel yang merupakan perusahaan BUMN. Tabel 1. LUAS WILAYAH KOTA No. Kecamatan Luas (Km²) 1. Pulomerak 19,86 2. Cilegon 9,15 3. Cibeber 21,85 4. Ciwandan 51,85 5. Gerogol 23,38 6. Purwakarta 15,24 7. Jombang 11,55 8. Citangkil 22,98 Total 175,50 Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Cilegon, 2002 Kota Cilegon terdiri dari 8 kecamatan yaitu Kecamatan Pulomerak, Cilegon, Cibeber, Ciwandan, Gerogol, Purwakarta, Jombang, dan Citangkil, seluas 175,5 km2 dengan jumlah penduduk keseluruhan sejumlah jiwa. Kecamatan dengan luas wilayah terbesar yaitu Kecamatan Gerogol (23,38 km2) sedangkan kecamatan dengan luas terkecil yaitu Kecamatan Cilegon (9,15 km2). Orientasi Wilayah Secara geografis wilayah Kota Cilegon mempunyai luas wilayah 175,5 km 2 dengan batas-batas sebagai berikut : Batas Utara : Kabupaten Serang Batas Selatan : Kabupaten Serang Batas Timur : Kabupaten Serang Batas Barat : Selat Sunda Kota Cilegon memiliki fisik wilayah yang cukup bervariasi baik ditinjau dari ketinggian maupun lereng. Pada wilayah ini dapat dijumpai wilayah yang relatif datar sampai perbukitan terjal. 1

3 PENDUDUK dan Pertumbuhan Penduduk Tabel 2. JUMLAH PENDUDUK KOTA No. Kecamatan (jiwa) 1. Pulomerak Cilegon Cibeber Ciwandan Gerogol Purwakarta Jombang Citangkil Total penduduk terbanyak di Kota Cilegon terdapat di Kecamatan Jombang, yaitu sejumlah jiwa, sedangkan penduduk terkecil terdapat di Kecamatan Gerogol, yaitu sebanyak jiwa. Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Cilegon, 2002 Laju pertumbuhan penduduk tidak terlepas dari pertumbuhan alami (lahir dan mati) dan juga pertumbuhan penduduk sebagai akibat arus migrasi. Pada tahun 1990 penduduk Kota Cilegon berjumlah jiwa dan tahun 2002 sebesar sehingga bisa diperkirakan bahwa rata-rata laju pertumbuhan penduduk pertahun sebesar 2,64%. Tabel 3. JUMLAH PENDUDUK KOTA TAHUN Tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan (1) (2) (3) (4) Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Cilegon, 2002 Sebaran dan Kepadatan Penduduk Tabel 4. SEBARAN DAN KEPADATAN PENDUDUK DI KOTA No. Kecamatan Penduduk (Jiwa) Kepadatan (Jiwa/Km²) 1. Pulomerak Cilegon Cibeber Ciwandan Gerogol Purwakarta Jombang Citangkil Total Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Cilegon,

4 Kecamatan dengan tingkat kepadatan tertinggi yaitu Kecamatan Jombang (4.312 jiwa/ km2), sedangkan kecamatan dengan tingkat kepadatan terendah yaitu Kecamatan Ciwandan (660 jiwa/ km2). Tenaga Kerja Saat ini status Kota Cilegon sebagai kota industri (non migas) dan perdagangan menjadi yang paling tepat bagi kota ini. Paling tidak itu tergambar pada jumlah tenaga kerja yang bekerja di lapangan usaha itu. Hingga tahun 2001 tercatat 29% pekerja yang mencari nafkah di sektor industri. Persentase ini hampir berimbang dengan yang bekerja di sektor perdagangan sebanyak 28% dari total pekerja. Angka ini sudah termasuk pekerja pendatang. Sebagian besar dari mereka berpendidikan akhir STM atau sekolah menengah umum SMU. Keberadaan industri menjadi sumber utama kehidupan masyarakat Cilegon. Dari sekitar penduduk usia produktif, sekitar 29% di antaranya bekerja di bidang industri. penduduk yang menganggur mencapai orang. Dan, meskipun saat ini ada ribuan industri di Cilegon, sekitar 109 di antaranya industri besar, dari sekitar rakyat Cilegon, di antaranya berada di bawah garis kemiskinan. EKONOMI Kondisi Perekonomian Daerah Industri Pengolahan; 64,01% Pertanian; 3,36% Jasa jasa; 1,30% DISTRIBUSI PERSENTASE KEGIATAN EKONOMI KOTA TAHUN 2001 Keuangan; 1,36% Pengangkutan dan Komunikasi; 8,16% Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Cilegon, 2002 Pertambangan dan Penggalian; 0,09% Listrik Gas, dan Air Bersih; 10,19% Perdagangan, Hotel, dan Restoran; 11,07% Bangunan; 0,46% Dari data tahun 2000, kontribusi yang cukup signifikan membangun perekonomian Kota Cilegon yaitu sektor industri pengolahan (64,01%), kemudian diikuti oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran (11,07%), sektor listrik, gas, dan air bersih (10,19%). Sedangkan sektor lainnya (14,72%) meliputi sektor bangunan, pengangkutan dan komunikasi, jasa-jasa, keuangan, pertanian, dan pertambangan dan penggalian. 3

5 Keuangan Daerah Tabel 5. APBD KOTA TAHUN 2003 PENDAPATAN JUMLAH (Rp) 1. Pendapatan Asli Daerah ,00 2. Dana Perimbangan ,00 3. Lain-lain Pendapatan yang Sah ,00 TOTAL ,00 BELANJA 1. Aparatur Daerah ,00 2. Pelayanan Publik ,80 Pos DPRD dan Setwan Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan ,00 4. Belanja Tidak Tersangka ,00 TOTAL ,80 SURPLUS ,20 PEMBIAYAAN 1. Penerimaan Daerah ,00 2. Pengeluaran Daerah ,00 TOTAL ,20 Sumber : Pemerintah Kota Cilegon, 2003 FASILITAS UMUM DAN SOSIAL Fasilitas Pendidikan Tabel 6. BANYAKNYA SEKOLAH NEGERI, GURU DAN MURID MENURUT TINGKATAN SEKOLAH DI KOTA TAHUN 2002 Tingkat Rasio Murid Terhadap Sekolah Guru Murid Pendidikan Sekolah Guru TK ,46 15,13 SD ,66 36,87 SMP ,79 18,98 SMU ,15 14,51 SMK ,44 21,47 Sumber : BPS Kota Cilegon, Susenas 2002 Penduduk Kota Cilegon yang tidak memiliki ijasah dan hanya tamat SD saja masih tergolong tinggi sekitar 41,45%, akibatnya penduduk yang hanya berijasah rendah ini tidak mampu untuk bersaing di dalam pasar kerja sektor industri. Untuk pendidikan yang lebih tinggi, hampir sepertiga penduduk Kota Cilegon menamatkan SLTA ke atas dengan rincian tamat SLTA 29,25%, D1/D2 0,84%, D3 1,64% dan D4/S1/S2 2,69%. Berdasarkan jenis kelamin, perempuan lebih banyak yang tidak punya ijasah sama sekali, SD maupun SLTP. Program D1 atau D2 ternyata lebih diminati oleh kaum perempuan sedangkan untuk D3 memiliki persentase yang hampir sama. Lakilaki cukup mendominasi pada jenjang pendidikan SLTA dan perguruan tinggi (D4/S1/S2) yang masing-masing 33,80% dan 3,62%. Pada tahun 2002, penduduk Kota Cilegon berusia 10 tahun ke atas yang bekerja baik berusaha sendiri atau dengan buruh, buruh/karyawan/pekerja dibayar maupun pekerja tak dibayar sebanyak (38,35%) dan pencari kerja sebanyak jiwa, sementara itu jumlah penduduk usia 10 tahun ke atas sebanyak jiwa. Sehingga TPAK Kota Cilegon tahun 2002 sebesar 44,28. Ini berarti bahwa penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi (bekerja dan mencari pekerjaan) sekitar 45 orang dari setiap 100 orang penduduk usia kerja. Dibandingkan dengan keadaan angkatan kerja tahun sebelumnya, pada tahun 2002 mengalami penurunan sekitar 4

6 17,36% dari 48,75 pada tahun Hal ini disebabkan semakin meningkatnya persentase penduduk 10 tahun keatas yang masih bersekolah. Tabel 7. ANGKATAN KERJA DAN TPAK MENURUT KELOMPOK UMUR DAN JENIS KELAMIN DI KOTA TAHUN 2002 Jenis Kelamin Kelompok Laki Perem- Umur TPAK TPAK laki puan TPAK , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,04 JumIah , , ,28 Sumber : BPS Kota Cilegon, Susenas 2002 Tabel 8. BANYAKNYA SARANA KESEHATAN DAN RASIO PER 1000 PENDUDUK DI KOTA TAHUN 2002 Jenis Sarana Kesehatan Banyaknya Rasio per 1000 penduduk Rumah Sakit 4 0,01 RS. Bersalin 12 0,04 Puskesmas 8 0,03 Puskesmas Pembantu 5 0,02 Balai Pengobatan 31 0, ,19 Sumber : BPS Kota Cilegon, Susenas 2002 SARANA DAN PRASARANA PERMUKIMAN Komponen Air Bersih Pelayanan air bersih yang dilayani oleh PDAM belum sepenuhnya melayani kebutuhan rumah tangga di kota Cilegon. Kebanyakan masyarakat kota Cilegon masih menggunakan sumber air bawah tanah dan air permukaan, sedangkan pelayanan air bersih yang dilayani oleh PDAM yang menurut data tahun 2000, baru dapat melayani sebanyak rumah tangga atau sebesar 7,1 % dari jumlah total rumah tangga pada tahun 2000 yang sebanyak rumah tangga. pelanggan air minum cilegon saat ini sebanyak 5241 saluran yang secara rinci dijelaskan pada tabel dibawah ini : Tabel 9. JUMLAH PENGGUNA AIR BERSIH MENURUT JENIS BANGUNAN KOTA TAHUN 2000 No. Jenis Bangunan pengguna Rumah tangga Kran umum Sosial Niaga Industri Total Sumber : PDAM cabang Cilegon tahun

7 Penggunaan pelayanan air bersih yang dikelola oleh PDAM cabang Cilegon masih didominasi oleh rumah tangga yang sebesar 94 % dari total pelanggan yang tercatat pada PDAM cabang Cilegon. Daerah yang terlayani oleh air bersih yang dikelola oleh PDAM Cilegon baru meliputi wilayah Cilegon kota, kompleks bukit palem, Komplek BBS, perumnas Cibeber, dan kompleks BPI Cilegon, sedangkan untuk kawasan industri yang berada di pulomerak dan Ciwandan pelayanan pengelolaan air bersihnya dikelola dengan bekerjasama dengan pihak swasta. Tabel 10. PENGGUNAAN AIR BERSIH PENDUDUK KOTA TAHUN 2000 Uraian Kecamatan Cilegon Ciwandan Cibeber Pulomerak Penduduk Ledeng Sumur Pompa Sumur Gali Pemanfaatan Mata air Pemanfaatan Air Hujan penduduk dengan SAB penduduk tanpa SAB Sumber: PDAM Kota Cilegon Penduduk kota Cilegon umumnya menggunakan sumur baik itu sumur pompa ataupun sumur gali. penduduk yang menggunakannya sebesar 57 % dari jumlah total penduduk kota Cilegon yaitu sebanyak jiwa. Penggunaan sarana air bersih penduduk kota Cilegon yang menggunakan sumber air dari PDAM atau ledeng sebesar 12 % persen atau sebanyak jiwa. total penduduk yang menggunakan sarana air bersih adalah sebesar jiwa atau sebesar 69 % dari seluruh penduduk kota Cilegon dan sisanya yang sebesar 21% belum menggunakan sarana air bersih. Tabel 11. PERHITUNGAN LABA/RUGI KOMPARATIF No Nama Perkiraan Tahun 2003 Tahun 2002 I Pendapatan Usaha : II Biaya Langsung Usaha Laba Kotor Usaha ( I II) III Biaya Administrasi & Umum Laba / (Rugi) Usaha Bersih ( ) IV Pendapatan (Biaya) Di Luar Usaha Laba / (Rugi) di Luar Usaha ( ) V Laba /(Rugi) Sebelum Pajak ( ) Pajak Penghasilan Badan ( ) - Pajak Tangguhan ( ) ( ) Laba ( Rugi ) Setelah Pajak ( ) Sumber: PDAM Kota Cilegon 6

8 Berikut ini gambaran umum kondisi pelayanan kebutuhan air bersih di kota Cilegon : Tabel 12. DATA PENGELOLAAN AIR BERSIH KOTA No Uraian Satuan Besaran I. Pelayanan Penduduk 1 penduduk Jiwa pelanggan Jiwa 3 Penduduk terlayani % II. Data Sumber 1 Nama pengelola : PDAM Kota Cilegon 2 Sistem : interkoneksi 3 Sistem sumber : Sumber air permukaan 4 Kapasitas sumber l/det III. Data Produksi 1 Kapasitas Produksi l/det Kapasitas Desain l/det Kapasitas Pasang l/det Kapasitas Produksi Aktual m³/th IV. Data Distribusi 1 Sistem Distribusi : - 2 Kapasitas Distribusi l/det Air Terjual m³/th - 4 Air Terdistribusi m³/th Asumsi kebutuhan air l/org/hr Total penjualan air Rp - 7 Cakupan pelayanan air % - 8 Cakupan penduduk Jiwa - 9 mobil tangki Unit - V. Data Kebocoran 1 Kebocoran Administrasi % - 2 Kebocoran Teknis % - Sumber: Data Sekunder Lap. Identifikasi Sistem Air Bersih Ciahi, DLH 2003 Pelayanan air bersih di Kota Cilegon masih belum maksimal, terbukti dari cakupan palayanan air masih 24,2 %. Sedangkan untuk kebutuhan air bersih kota Cilegon dapat dilihat dari tabel berikut : Tabel 13. DATA KEBUTUHAN AIR BERSIH KOTA Kapasitas Produksi Kebutuhan Ideal Kota Kebutuhan Total Selisih Eksisting Penduduk (jiwa) Sedang (lt/org/hr) (l/hr) (l/hr) l/det l/hr Sumber: analisis Dari data diatas, diketahui bahwa kebutuhan air bersih kota Cilegon adalah sebesar l/hr. Angka ini didapatkan dari perkalian antara jumlah penduduk kota Cilegon ( jiwa) dengan kebutuhan ideal air bersih untuk kota sedang (100 l/org/hr). Kebutuhan air bersih kota Cilegon telah dapat dipenuhi semuanya oleh PDAM mengingat kapasitas produksinya l/hr. 7

9 Tabel 14. DATA PELAYANAN AIR BERSIH DI KOTA NO. URAIAN SATUAN BESARAN I. Pelayanan Penduduk 1. penduduk Jiwa pelanggan Jiwa Penduduk terlayani % II. Data Tarif 1. Rumah tangga Rp Niaga Rp Industri Rp Instansi Rp Sosial Rp 600 Tarif rata-rata Rp - III. Data Konsumen 1 sambungan rumah Unit sambungan rumah tangga Unit sambungan niaga Unit 4 4 sambungan industri Unit - 5 sambungan sosial Unit 12 6 sambungan instansi Unit - 7 Terminal air Unit - 8 Hidran umum Unit - 9 Kran umum Unit 4 10 Konsumsi rumah tangga Jiwa Konsumsi non rumah tangga Jiwa jiwa/sambungan rumah Jiwa/SR - 13 jiwa/hidran umum Jiwa/unit - 14 Tingkat pelayanan umum % - IV. Administrasi 1. Keuangan Rp [laba bersih] 2. Efisiensi penagihan % - 3. pegawai Orang - 4. SLA Rp - 5. RPD Rp - 6. Jangka waktu pinjaman SLA Tahun - 7. Jangka waktu pinjaman RPD Tahun - Sumber : data Komponen Persampahan Penanganan sampah perkotaan Kota Cilegon belum seluruhnya ditangani oleh Pemda Kota Cilegon, namun secara umum pengelolaan sampah untuk Kota Cilegon ditangani oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Cilegon meliputi penyapuan jalan protokol, pertokoan dan sebagian wilayah pemukiman. Sistem Pengelolaan dan Pengangkutan Sampah Sistem pengumpulan dan pengelolaan sampah domestik Kota Cilegon umumnya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, hanya kegiatan penyapuan dan pengumpulan sampah pasar, jalan protokol dan saluran-saluran jalan protokol yang ditangani oleh pihak Pemda Kota Cilegon melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan Umumnya lingkungan permukiman di Kota Cilegon tidak mempunyai tempat pembuangan sampah sementara /TPS, kebanyakan sampah yang dihasilkan langsung dibakar atau ditimbun dilokasi tanah kosong disekitar pemukiman mereka. Belum adanya kesadaran masyarakat dalam bidang persampahan juga sangat berpengaruh terhadap pencemaran tanah yang disebebkan oleh timbunan plastik dan limbah kering lainnya yang sukar di urai oleh tanah. Volume sampah yang ditangani di Kota Cilegon berdasarkan sumbernya adalah: 8

10 1. Rumah Tangga 94 m 3 /hari 2. Pasar 47 m 3 /hari 3. Tempat perdagangan 24 m 3 /hari 4. Industri 12 m 3 /hari 5. Perkantoran 9 m 3 /hari 6. Rumah Sakit 5 m 3 /hari 7. Pelabuhan, Stasiun, Ka.Bandara 10 m 3 /hari 8. Terminal 9 m 3 /hari 9. Penyapuan Jalan 17 m 3 /hari 10. Lain-lain 9 m 3 /hari 236 m 3 /hari Sarana Persampahan Kota Cilegon Tabel 15. DATA KONDISI SARANA PERSAMPAHAN No. Jenis Sarana Kondisi (unit) (unit) Baik Sedang Rusak Rusak Berat 1 Dump truck Container Gerobaksampah Arm roll Sepeda motor TPS Tembok Pick up Tangki Minibus Bulldozzer Sumber: PDAM Kota Cilegon Pembuangan Akhir Sampah Tempat pembuangan akhir sampah kota Cilegon terletak di Desa Bagedung Kecamatan Cilegon. Luas TPA Bagedung yang sebesar 2,5 Ha merupakan daerah yang berupa jurang yang kemiringannya 20% dan kedalamannya 20 m. Saat ini ketinggian sampah sudah mencapai ketinggian 15 meter, hampir mencapai ketinggian maksimum yang sebesar 20 m. Dengan asumsi timbulan sampah untuk kota sedang sebesar 3 liter/orang/hari, maka kebutuhan komponen persampahan Kota Cilegon disajikan dalam tabel berikut. Penduduk (jiwa) Tabel 16. KEBUTUHAN KOMPONEN SAMPAH KOTA Perkiraan Produksi Sampah Timbulan Sampah Timbulan sampah yang Kota Sedang Sampah aktual Terangkut (lt/org/hr) Total (m 3/ /hr) (m 3 /hr) (m 3 /hr) , *) Merupakan selisih antara perkiraan timbulan sampah dan sampah terangkut. Sumber: Analisis Selisih (m 3 ) ,294* Dengan melihat jumlah produksi sampah yang dihasilkan (600 m 3 /hr) dan sampah yang terangkut (236 m 3 /hr), maka masih terdapat 364 m³/hr yang belum terlayani. Namun, untuk antisipasi kebutuhan di masa yang akan datang, dengan memperhitungkan asumsi sampah yang dihasilkan per orang per hari sebesar 3 lt/org/hari dan jumlah penduduk sebesar jiwa, maka besarnya sampah yang masih harus diangkut adalah sebesar 691,294 m³/hr. 9

11 Berikut ini tabel yang menggambarkan karakteristik pengelolaan persampahan di Kota Cilegon : Tabel 17. DATA PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA NO. URAIAN SATUAN BESARAN I. Data Pengumpulan Sampah 1. Nama pengelola : Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Cilegon 2. Sistem : integrated system 3. penduduk Jiwa Asumsi produksi sampah Lt/org/hr m 3 /hr 927, sampah m 3 /hr pelayanan m 3 /hr Cakupan layanan geografis Ha 6.902,42 8. Cakupan layanan penduduk Jiwa ,24 9. Ilegal dumping : banyak II. Data TPA 1. pelayanan TPA m 3 /hr Nama TPA : TPA Bagendung 3. Status TPA : Milik Pemda 4. Luas TPA Ha 2,5 5. Kapasitas m Umur Tahun - 7. Sistem : controlled landfill 8. Jarak ke permukiman Km - 9. Incenerator Unit Nama pengelola : - III. Data Peralatan TPA 1. Bulldozer Unit - 2. Back hoe Unit - 3. Loader Unit - 4. Shovel Unit - 5. Water tank Unit - Sumber : data Tabel 18 DATA PENGANGKUTAN DAN PEMBIAYAAN SAMPAH DI KOTA NO. URAIAN SATUAN BESARAN I. Data Transportasi Persampahan 1. pelayanan terangkut m 3 /hr kendaraan Truk Unit 9 Arm roll Unit 6 Compactor Unit - Pick up Unit 5 3. peralatan Gerobak Unit 20 Container Unit Transfer depo Unit - 5. TPS Unit 32 II. Data Pembiayaan 1. Retribusi Rp - 2. Biaya pembuangan Rp - 3. Biaya pengangkutan Rp - 4. Biaya pengumpulan Rp - 5. Biaya satuan Rp - 6. Biaya operasional dan pemeliharaan Rp - Sumber : data 10

12 Komponen Drainase Dengan curah hujan sebesar mm/tahun, beberapa wilayah di Kota Cilegon berpotensi terjadi genangan. Adapun genangan yang terjadi di Kota Cilegon pada bulan Januari bisa dipastikan terjadi di beberapa daerah di bawah ini: 1. Genangan air depan Gedung DPRD dan Polres Cilegon setinggi 0,5 m 2. Genangan air di Perumahan Taman Raya Cilegon setinggi 0,5 m 3. Genangan air di Perumahan Komplek Panggung Rawi Indah Kec. Jombang 4. Genangan air disekitar Perumahan Taman Golf Asri Desa Ramanuju Kec. Purwakarta 5. Genangan air di Desa Taman Sari Kec. Pulumerak setinggi 0,50 m 6. Tiga Desa di Kecamatan Ciwandan yaitu Desa Tegal Ratu, Desa Kepuh dan Desa Randa Kari setinggi 1 m 7. Genangan air di gerbang Tol Cilegon Barat (Grogol) 8. Genangan air di lampu Merah Diklat KS 9. Genangan air di gorong-gorong Jalan Grogol Mengenai lama genangan, diperkirakan sekitar 5 jam. Berikut ini, data mengenai panjang saluran drainase berserta kondisinya yang terdapat di Kota Cilegon : Tabel 19. KONDISI DAN PANJANG SALURAN DRAINASE KOTA No. Uraian Satuan Besaran I. Panjang saluran 1 Saluran Primer Km 6,50 2 Saluran Sekunder Km 34,45 3 Saluran Tersier km 12,60 Panjang saluran total Km 53,55 II. Kondisi saluran 1 Baik % 12,14 2 Sedang % 64,33 3 Buruk % 23,53 Komponen Sanitas/Limbah Cair Pengelolaan air limbah di Kota Cilegon dilakukan secara individual pada masingmasing rumah tangga. Adapun sistem yang digunakan adalah on-site system (setempat). Pada umumnya pembuang limbah yang beraal dari WC/jamban yang menggunakan sarana pembuangan milik pribadi atau umum, seperti dibuang ke tangki septik dengan bidang resapan atau dibuang ke cubluk. Limbah cair yang berasal dari kamar mandi, tempat cuci umum dan dapur. Pada umumnya pembuangan limbah cairnya disalurkan ke parit atau saluran-saluran drainase, sungai atau dibuang ke permukaan tanah. Tabel 20. PERSENTASE RUMAH TANGGA MENURUT FASILITAS TEMPAT BUANG AIR BESAR DI KOTA Fasilitas Buang Air Sendiri 75,11 79,37 Bersama 2,33 6,98 Umum 1,94 0,65 Tidak ada 20, Rumah tangga yang menggunakan WC sendiri sebesar 79,37%, seterusnya adalah WC bersama sebesar 6,98%. Hal ini mencerminkan tingkat kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan semakin meningkat, meskipun masih terdapat rumah tangga yang tidak mempunyai fasilitas buang air besar. 11

13 Komponen Jalan Panjang jaringan jalan Kota Cilegon mencapai 290 km. Berdasarkan statusnya jaringan jalan tersebut: 1. Jalan Negara Jalan Negara sepanjang 19,6 km, melintasi dalam wilayah Kecamatan Cibeber, Cilegon dan Pulomerak 2. Jalan Propinsi sepanjang 33,2 km, terbagi menjadi 2 lintasan a. Simpang Tiga-Sriwi yang melintasi Kecamatan Ciwandan b. Pelabuhan Merak-PLTU Suralaya yang melintasi kecamatan Pulomerak 3. Jalan Kota Sepanjang 222,56 km yang melintasi seluruh wilayah-wilayah kecamatan yang ada 4. Jalan Tol Jalan tol sepanjang 15 km yang melintasi di utara Kota dikenal dengan Jalan Tol Jakarta-Merak. Berikut ini tabel yang menggambarkan karakteristik jalan di Kota Cilegon : Tabel 21. KARAKTERISTIK JALAN DI KOTA No Uraian Satuan Besaran I. Jenis Permukaan 1 Jalan Aspal Km 265,86 2 Jalan Kerikil Km 185,01 3 Jalan Tanah Km 61,70 Panjang Jalan Total Km 265,86 II. Fungsi 1 Jalan Arteri Km 19,60 2 Jalan Kolektor Km 23,40 3 Jalan Lokal Km 222,86 III. Kewenangan 1 Jalan Nasional Km 19,60 2 Jalan Propinsi Km 23,40 3 Jalan Lokal Km 222,86 IV. Kondisi 1 Jalan Nasional Baik Km 18,60 Sedang Km - Rusak Km - 2 Jalan Propinsi Baik Km 22,10 Sedang Km 0,30 Rusak Km - 3 Jalan Lokal Baik Km 63,39 Sedang Km 72 Rusak Km 87,47 Untuk kondisi modanya, Kota Cilegon hingga saat ini sudah memiliki 1 terminal regional, 3 terminal lokal, 2 terminal barang, dan 1 stasiun KA. 12

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PADANG SIDEMPUAN SUMATERA UTARA KOTA PADANG SIDEMPUAN ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Padang Sidempuan merupakan salah satu kota sedang yang terletak di Propinsi Sumatera

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA JAWA TIMUR KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Tuban merupakan ibukota Kabupaten Tuban. Apabila dilihat dari posisi Kota Tuban yang berada di jalan arteri primer yang menghubungkan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA KOTA KENDARI ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Kendari merupakan bagian dari wilayah administrasi dari propinsi Sulawesi Tenggara. Batas-batas administratif

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA JAWA TIMUR KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Bagian selatan Bagian barat Secara astronomis, Kota Situbondo yang terdiri dari 9 desa/kelurahan, terletak diantara 7º35 7º 44 Lintang

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA MOJOKERTO JAWA TIMUR KOTA MOJOKERTO ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota yang terkenal dengan makanan khas ondeondenya ini menyandang predikat kawasan pemerintahan dengan luas

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SUBANG JAWA BARAT KOTA SUBANG ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Subang merupakan ibukota Kecamatan Subang yang terletak di kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat. Batas-batas

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SIDOARJO JAWA TIMUR KOTA SIDOARJO ADMINISTRASI Profil Kota Kota Sidoarjo merupakan Ibukota Kecamatan Sidoarjo yang terletak di tepi Selat Madura dan termasuk dalam wilayah

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SIDAMANIK SUMATERA UTARA KOTA SIDAMANIK ADMINISTRASI Profil Kota Kota Kisaran merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Simalungun Propinsi Sumatera Utara. PENDUDUK Jumlah

Lebih terperinci

ADMINISTRASI Profil Kota

ADMINISTRASI Profil Kota KOTA JEMBER ADMINISTRASI Profil Kota Kota Ibukota Administratif Jember merupakan pusat kota Kabupaten Jember. Posisi ketinggian 83 meter dari permukaan air laut dengan lokasi koordinat 7º59 6 8º33 56 Lintang

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BALIGE SUMATERA UTARA KOTA BALIGE ADMINISTRASI Profil Kota Kota Balige merupakan ibukota Kabupaten (IKAB) dari kabupaten Toba Samosir yang terletak di propinsi Sumatera Utara.

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SUMATERA UTARA KOTA ADMINISTRASI Profil Kota Kota Percut Sei Tuan merupakan ibukota Kecamatan (IKK) dari kecamatan Percut Sei Tuan yang merupakan bagian dari kabupaten Deli

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA TEBING TINGGI SUMATERA UTARA KOTA TEBING TINGGI ADMINISTRASI Profil Wilayah Sebagai sebuah kota yang termasuk kategori sedang, dalam dua dasawarsa terakhir perekonomian Tebing

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA CIMAHI JAWA BARAT KOTA CIMAHI ADMINISTRASI Profil Wilayah Cimahi menyandang peran sebagai daerah penyangga bagi Kota Bandung yang berjarak sekitar 12 km di sebelah barat. Terutama

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA NANGGROE ACEH DARUSSALAM KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Lhokseumawe telah menjadi sebuah kota otonom, yang berarti Kota Lhokseumawe telah siap untuk berdiri sendiri

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BENGKULU BENGKULU KOTA BENGKULU ADMINISTRASI Profil Wilayah Tabel 1. LUAS WILAYAH KOTA BENGKULU No. Kecamatan Luas (Ha) 1. Gading Cempaka 2.885 2. Teluk Segara 1.668 3. Bengkahulu

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PASURUAN JAWA TIMUR KOTA PASURUAN ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Pasuruan adalah ibu kota Pasuruan, Jawa Timur, terletak di persimpangan jalur regional Surabaya-Probolinggo-Malang.

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PEMATANG SIANTAR SUMATERA UTARA KOTA PEMATANG SIANTAR ADMINISTRASI Profil Wilayah Sebagai kota perdagangan, secara geografi Pematang Siantar diapit Kabupaten Simalungun yang

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PAYAKUMBUH SUMATERA BARAT KOTA PAYAKUMBUH ADMINISTRASI Profil Wilayah Tabel 1. LUAS WILAYAH KOTA PAYAKUMBUH No. Kecamatan Luas (Km²) 1. Payakumbuh Barat 33,75 2. Payakumbuh

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA METRO LAMPUNG KOTA METRO ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Metro berkembang menjadi kota transit bagi pendatang yang ingin menikamti keindahan alam dan kesejukan udara di sekitarnya.

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BANTEN KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Serang merupakan ibu kota Kabupaten Serang dan menjadi Ibu Kota Propinsi Banten terdiri dari 4 kecamatan (Kecamatan Serang, Kecamatan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA NGANJUK JAWA TIMUR KOTA NGANJUK ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Nganjuk merupakan wilayah yang kondisi topografisnya cenderung bervariasi dari daerah yang datar (0-2%), landai

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BATAM KEPULAUAN RIAU KOTA BATAM ADMINISTRASI Profil Wilayah Setelah ditetapkannya Pulau Batam menjadi sebuah kota administratif (1983), Batam menjadi kawasan industri terkemuka

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PROBOLINGGO JAWA TIMUR KOTA PROBOLINGGO ADMINISTRASI Profil Wilayah Daerah yang berhari jadi tanggal 1 Juli 1918 ini, sejak dekade 80an, tersiar ke berbagai daerah sebagai

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA TANJUNG PINANG KEPULAUAN RIAU KOTA TANJUNG PINANG ADMINISTRASI Profil Wilayah Status Kota Tanjung Pinang adalah kota administratif dari Kabupaten Kepulauan Riau. Kota ini memiliki

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BANDA ACEH NANGGROE ACEH DARUSSALAM KOTA BANDA ACEH ADMINISTRASI Profil Wilayah Aceh Utara berada pada jalur yang sangat strategis yang merupakan titik tengah antara Banda

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SUMATERA SELATAN KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Ibukota kabupaten Musi Rawas masih mengambil tempat di kota Lubuk Linggau sebab calon ibukota bagi kabupaten Musi, Rawas belum

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA TANGERANG BANTEN KOTA TANGERANG ADMINISTRASI Profil Wilayah Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, Kota Tangerang memiliki keuntungan dan sekaligus kerugian.

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BANGKA BELITUNG KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kondisi tanah dan keterbatasan lahan Kota Pangkal Pinang kurang memungkinkan daerah ini mengembangkan kegiatan pertanian. Dari

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PALOPO SULAWESI SELATAN KOTA PALOPO ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota administratif Palopo berfungsi sebagai pusat kegiatan antar wilayah (PKAW) ataupun PPAW, karena merupakan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA KEDIRI JAWA TIMUR KOTA KEDIRI ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Kediri identik dikenal sebagi Kota Rokok Kretek. Karena di kota itulah, berdiri pabrik rokok kretek PT.Gudang

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SUKABUMI JAWA BARAT KOTA SUKABUMI ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Sukabumi berkembang menjadi kota transit bagi pendatang yang ingin menikamti keindahan alam dan kesejukan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SULAWESI UTARA KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Bitung adalah salah satu kota yang termasuk dalam wilayah propinsi Sulawesi Utara. Batas administratif adalah sebagai berikut

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA AMBON MALUKU KOTA AMBON ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Ambon merupakan ibukota propinsi kepulauan Maluku. Dengan sejarah sebagai wilayah perdagangan rempah terkenal, membentuk

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA DEPOK JAWA BARAT KOTA DEPOK ADMINISTRASI Profil Wilayah Salah satu penyebab Kota ini berkembang pesat seperti sekarang adalah setelah adanya keputusan untuk memindahkan sebagian

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA CIREBON JAWA BARAT KOTA CIREBON ADMINISTRASI Profil Wilayah ` Dalam sejarahnya Cirebon adalah bekas ibu kota kerajaan besar yang kekuasaannya meliputi seluruh Jawa Barat. Kerajaan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PRABUMULIH SUMATERA SELATAN KOTA PRABUMULIH ADMINISTRASI Profil Wilayah Terdapat dua faktor yang menjadikan Kota Prabumulih strategis secara ekonomi yaitu : Persimpangan jalan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PEKANBARU RIAU KOTA PEKANBARU ADMINISTRASI Profil Wilayah Di masa silam kota ini hanya berupa dusun kecil bernama Payung Sekaki yang terletak di pinggiran Sungai Siak. Dusun

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA MATARAM NUSA TENGGARA BARAT KOTA MATARAM ADMINISTRASI Profil Wilayah Mataram selain dikenal sebagai ibu kota Propinsi Nusa Tenggara Barat juga dikenal sebagai ibu kota Pemda

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PONOROGO JAWA TIMUR KOTA PONOROGO ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Ponorogo sebagai ibukota Kabupaten Ponorogo yang terletak di bagian Barat Daya Propinsi Daerah Tingkat I

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA MANADO SULAWESI UTARA KOTA MANADO ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Manado terletak di ujung pulau Sulawesi dan merupakan kota terbesar di belahan Sulawesi Utara sekaligus sebagai

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA LANGSA NANGGROE ACEH DARUSSALAM KOTA LANGSA ADMINISTRASI Profil Wilayah Setelah Kota Langsa lepas dari Kabupaten Aceh Timur tahun 2001, struktur perekonomian dibnagun atas

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SINGARAJA BALI KOTA SINGARAJA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Singaraja merupakan bagian dari wilayah administrasi Kabupaten Buleleng. Berdasar pengamatan di lapangan, pola

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PAREPARE SULAWESI SELATAN KOTA PAREPARE ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Parepare merupakan kota kedua terbesar di Propinsi Sulawesi Selatan, dan dikategorikan sebagai Kota

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA KALIMANTAN TIMUR KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Bontang terletak 150 km di utara Samarinda. Dengan wilayah yang relatif kecil dibandingkan kabupaten lainnya di Kalimantan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BATU JAWA TIMUR KOTA BATU ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Batu merupakan salah satu kota yang baru terbentuk pada tahun 2001 sebagai pecahan dari Kabupaten Malang. Sebelumnya

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA MADIUN JAWA TIMUR KOTA MADIUN ADMINISTRASI Gambaran Umum Wilayah Kota Madiun yang merupakan ibukota Madiun, Jawa Timur ini memiliki wilayah seluas 33,23 km² dengan jumlah penduduk

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PADANG SUMATERA BARAT KOTA PADANG ADMINISTRASI Profil Wilayah Ketenaran Kota Padang merambah ke mana-mana berkat rumah makan Padang dan orang-orang Padang. Padang sebenarnya

Lebih terperinci

BAB V GAMBARAN UMUM PROPINSI JAWA BARAT. Lintang Selatan dan 104 o 48 '- 108 o 48 ' Bujur Timur, dengan luas wilayah

BAB V GAMBARAN UMUM PROPINSI JAWA BARAT. Lintang Selatan dan 104 o 48 '- 108 o 48 ' Bujur Timur, dengan luas wilayah 5.1. Kondisi Geografis BAB V GAMBARAN UMUM PROPINSI JAWA BARAT Propinsi Jawa Barat secara geografis terletak di antara 5 o 50 ' - 7 o 50 ' Lintang Selatan dan 104 o 48 '- 108 o 48 ' Bujur Timur, dengan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BEKASI JAWA BARAT KOTA BEKASI ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Bekasi terkenal dengan kesemrawutan lalu lintas dan kemacetan yang terjadi setiap hari. Juga padatnya lahan perumahan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perkembangan kota yang pesat menyebabkan makin bertambahnya jumlah penduduk yang tinggal di kota tersebut. Demikian juga dengan volume sampah yang diproduksi oleh kota

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BANDUNG JAWA BARAT KOTA BANDUNG ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Bandung yang terletak di wilayah Jawa Barat dan merupakan Ibukota Propinsi Jawa Barat. Lokasi Kota Bandung

Lebih terperinci

RINGKASAN EKSEKUTIF DIAGRAM SISTEM SANITASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK KABUPATEN WONOGIRI. (C) Pengangkutan / Pengaliran

RINGKASAN EKSEKUTIF DIAGRAM SISTEM SANITASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK KABUPATEN WONOGIRI. (C) Pengangkutan / Pengaliran RINGKASAN EKSEKUTIF Strategi Sanitasi Kabupaten Wonogiri adalah suatu dokumen perencanaan yang berisi kebijakan dan strategi pembangunan sanitasi secara komprehensif pada tingkat kabupaten yang dimaksudkan

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. KOMPOSISI DAN KARAKTERISTIK SAMPAH KOTA BOGOR 1. Sifat Fisik Sampah Sampah berbentuk padat dibagi menjadi sampah kota, sampah industri dan sampah pertanian. Komposisi dan jumlah

Lebih terperinci

BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI 3.1 Rencana Kegiatan Air Limbah Pengolahan air limbah permukiman secara umum di Kepulauan Aru ditangani melalui sistem setempat (Sistem Onsite). Secara umum

Lebih terperinci

PENJELASAN I ISTILAH YANG DIGUNAKAN DALAM PROGRAM ADIPURA

PENJELASAN I ISTILAH YANG DIGUNAKAN DALAM PROGRAM ADIPURA PENJELASAN I ISTILAH YANG DIGUNAKAN DALAM PROGRAM ADIPURA Perumahan menengah : meliputi kompleks perumahan atau dan sederhana permukiman Perumahan pasang surut : meliputi perumahan yang berada di daerah

Lebih terperinci

BAB IV DASAR PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH

BAB IV DASAR PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH BAB IV DASAR PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH 4.1 Umum Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan sistem distribusi air bersih yaitu berupa informasi mengenai kebutuhan air bersih

Lebih terperinci

GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian

GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian Curah hujan Kecamatan Babulu rata-rata 242,25 mm pada tahun 2010 Kecamatan Babulu memiliki luas 399,46 km 2. Secara geografis berbatasan

Lebih terperinci

Lingkungan Permukiman

Lingkungan Permukiman 8 Lingkungan Permukiman Lingkungan permukiman adalah lingkungan buatan, bukan lingkungan alami. Lingkungan permukiman merupakan salah satu komponen pembentuk perkampungan / kota. Secara garis besar, lingkungan

Lebih terperinci

BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURABAYA 2012 DAFTAR TABEL

BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURABAYA 2012 DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL Tabel SD-1. Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan Utama... 1 Tabel SD-1A. Perubahan Luas Wilayah Menurut Penggunaan lahan Utama Tahun 2009 2011... 2 Tabel SD-1B. Topografi Kota Surabaya...

Lebih terperinci

BAB 2 Kerangka Pengembangan Sanitasi

BAB 2 Kerangka Pengembangan Sanitasi BAB 2 Kerangka Pengembangan Sanitasi 2.1. Visi Misi Sanitasi Visi Kabupaten Pohuwato Tabel 2.1: Visi dan Misi Sanitasi Kabupaten/Kota Misi Kabupaten Pohuwato Visi Sanitasi Kabupaten Pohuwato Misi Sanitasi

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN Kondisi Wilayah Letak Geografis dan Wilayah Administrasi Wilayah Joglosemar terdiri dari kota Kota Yogyakarta, Kota Surakarta dan Kota Semarang. Secara geografis ketiga

Lebih terperinci

Standar Pelayanan Minimal untuk Permukiman Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001 Standar Pelayanan Bidang

Standar Pelayanan Minimal untuk Permukiman Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001 Standar Pelayanan Bidang Standar Minimal Permukiman Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001 Standar No 1. Kasiba/ Lisiba - Badan Pengelola Kawasan - Rencana terperinci tata ruang - Jumlah ijin lokasi

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SUMATERA SELATAN KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota ini berada di dataran tinggi yang sejuk, aktivitas ekonomi / perdagangan sangat ditentukan oleh sektor Pertanian dan

Lebih terperinci

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. 5.1 Gambaran Umum Tempat Pembuangan Akhir Pasir Sembung

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. 5.1 Gambaran Umum Tempat Pembuangan Akhir Pasir Sembung V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1 Gambaran Umum Tempat Pembuangan Akhir Pasir Sembung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Sembung Cianjur merupakan satu-satunya TPA yang dimiliki oleh Kabupaten Cianjur.

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI. 3.1 Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengembangan Air Limbah Domestik

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI. 3.1 Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengembangan Air Limbah Domestik III-1 BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI Pada bab strategi percepatan pembangunan sanitasi akan dijelaskan lebih detail mengenai tujuan sasaran dan tahapan pencapaian yang ingin dicapai dalam

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA TARAKAN KALIMANTAN TIMUR KOTA TARAKAN ADMINISTRASI Profil Wilayah Asal mula penamaan Tarakan berasal dari bahasa Tidung (suku/kaum nelayan), yaitu tarak yang berarti bertemu

Lebih terperinci

PROFIL PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN

PROFIL PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN PROFIL PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN TAHUN 005 PEMERINTAH KOTA MOJOKERTO GAMBARAN UMUM PROFIL PENGELOLAAN SAMPAH KOTA MOJOKERTO ====================================================== Batas Umum Kota Mojokerto

Lebih terperinci

IV. KONDISI UMUM KAWASAN INDUSTRI CILEGON

IV. KONDISI UMUM KAWASAN INDUSTRI CILEGON IV. KONDISI UMUM KAWASAN INDUSTRI CILEGON 4.1. Letak Geografis dan Administratif Kota Cilegon merupakan salah satu kota yang berkembang pesat terutama di bidang industri. Berdasarkan RTRW nasional (PP

Lebih terperinci

Sarana lingkungan adalah fasilitas penunjang yang berfungsi untuk penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya.

Sarana lingkungan adalah fasilitas penunjang yang berfungsi untuk penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya. Sarana lingkungan adalah fasilitas penunjang yang berfungsi untuk penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya. Prasarana lingkungan adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan yang

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. kota Bandar Lampung. Kecamatan kemiling merupakan kecamatan hasil

III. METODE PENELITIAN. kota Bandar Lampung. Kecamatan kemiling merupakan kecamatan hasil III. METODE PENELITIAN A. Gambaran Umum Kecamatan Kemiling. Kondisi Wilayah Kecamatan kemiling merupakan bagian dari salah satu kecamatan dalam wilayah kota Bandar Lampung. Kecamatan kemiling merupakan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA MOJOKERTO PROFIL PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN TAHUN 2006

PEMERINTAH KOTA MOJOKERTO PROFIL PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN TAHUN 2006 PEMERINTAH KOTA MOJOKERTO PROFIL PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN TAHUN 006 DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN TAHUN 007 GAMBARAN UMUM PROFIL PENGELOLAAN SAMPAH KOTA MOJOKERTO ======================================================

Lebih terperinci

Bab 2: Kerangka Pengembangan Sanitasi

Bab 2: Kerangka Pengembangan Sanitasi 213 Bab 2: Kerangka Pengembangan Sanitasi 2.1 Visi Misi Sanitasi Terwujudnya Kabupaten Kayong Utara yang sehat melalui pembangunan infrastruktur dasar sanitasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat

Lebih terperinci

Bab 3: Profil Sanitasi Wilayah

Bab 3: Profil Sanitasi Wilayah Bab 3: Profil Sanitasi Wilayah Tabel 3.1: Rekapitulasi Kondisi fasilitas sanitasi di sekolah/pesantren (tingkat sekolah: SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK) (toilet dan tempat cuci tangan) Jumlah Jumlah Jml Tempat

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA JOMBANG JAWA TIMUR KOTA JOMBANG ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Jombang merupakan Ibukota Kabupaten Jombang. Secara hirarki Kota Jombang merupakan pusat utama pelayanan penduduk

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Mohd. Gempur Adnan

KATA PENGANTAR. Mohd. Gempur Adnan KATA PENGANTAR Kami menyambut baik terbitnya Buku Statistik Persampahan Indonesia tahun 2008 ini. Terima kasih kami sampaikan kepada pihak Japan International Cooperation Agency (JICA) yang telah memprakarsai

Lebih terperinci

KEADAAN KETENAGAKERJAAN DI DKI JAKARTA FEBRUARI 2011

KEADAAN KETENAGAKERJAAN DI DKI JAKARTA FEBRUARI 2011 BPS PROVINSI DKI JAKARTA KEADAAN KETENAGAKERJAAN DI DKI JAKARTA FEBRUARI 2011 TPT DKI JAKARTA BULAN FEBRUARI 2011 SEBESAR 10,83 PERSEN No. 19/05/31/Th XIII, 5 Mei 2011 Jumlah angkatan kerja pada Februari

Lebih terperinci

PERANSERTA PEMERINTAH, SWASTA, DAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SEMARANG DINAS KEBERSIHAN & PERTAMANAN KOTA SEMARANG TAHUN 2010

PERANSERTA PEMERINTAH, SWASTA, DAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SEMARANG DINAS KEBERSIHAN & PERTAMANAN KOTA SEMARANG TAHUN 2010 PERANSERTA PEMERINTAH, SWASTA, DAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SEMARANG DINAS KEBERSIHAN & PERTAMANAN KOTA SEMARANG TAHUN 2010 SKPD DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA SEMARANG Visi :

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BALI KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Bali memang tidak terpisahkan dari pariwisata. Kota Denpasar merupakan kota terpadat di Bali. Dengan berbagai persoalan yang serba kompleks,

Lebih terperinci

Daftar Tabel. halaman. Bab I Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya A. Lahan dan Hutan

Daftar Tabel. halaman. Bab I Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya A. Lahan dan Hutan Daftar Tabel Bab I Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya A. Lahan dan Hutan halaman Tabel SD-1. Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan/Tutupan Lahan... I - 1 Tabel SD-2. Luas Kawasan Hutan Menurut

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR KOTA BALIKPAPAN ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Balikpapan terletak 113 km di Barat Daya Ibukota Propinsi Kalimantan Timur, Samarinda. Letaknya

Lebih terperinci

- 2 - II. PASAL DEMI PASAL. Pasal 9. Cukup jelas. Pasal 2. Pasal 3. Cukup jelas. Pasal 4. Cukup jelas. Pasal 5. Cukup jelas. Pasal 6. Cukup jelas.

- 2 - II. PASAL DEMI PASAL. Pasal 9. Cukup jelas. Pasal 2. Pasal 3. Cukup jelas. Pasal 4. Cukup jelas. Pasal 5. Cukup jelas. Pasal 6. Cukup jelas. PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 0000 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN SAMPAH SEJENIS SAMPAH RUMAH TANGGA I. UMUM Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang

Lebih terperinci

ASPEK MANAJEMEN (INSTITUSI, PERATURAN DAN PEMBIAYAAN)

ASPEK MANAJEMEN (INSTITUSI, PERATURAN DAN PEMBIAYAAN) ASPEK MANAJEMEN (INSTITUSI, PERATURAN DAN PEMBIAYAAN) A. KELEMBAGAAN 1. UMUM Sejalan dengan perkembangan kondisi sosial perekonomian suatu kota, kompleksitas permasalahan sampahpun akan meningkat, seperti

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM. Posisi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak antara

BAB IV GAMBARAN UMUM. Posisi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak antara BAB IV GAMBARAN UMUM A. Gambaran Umum Daerah Istimewa Yogyakarta 1. Kondisi Fisik Daerah Posisi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak antara 7.33-8.12 Lintang Selatan dan antara 110.00-110.50 Bujur

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH b. Ekonomi 1. Perkembangan PDRB Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan besaran nilai tambah bruto yang dihasilkan dalam memproduksi barang dan jasa oleh sektor

Lebih terperinci

KRITERIA DAN TIPOLOGI PERUMAHAN KUMUH DAN PERMUKIMAN KUMUH

KRITERIA DAN TIPOLOGI PERUMAHAN KUMUH DAN PERMUKIMAN KUMUH - 1 - LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR 02/PRT/M/2016 TENTANG PENINGKATAN KUALITAS TERHADAP PERUMAHAN KUMUH DAN PERMUKIMAN KUMUH KRITERIA DAN TIPOLOGI PERUMAHAN KUMUH

Lebih terperinci

KEADAAN KETENAGAKERJAAN DI DKI JAKARTA FEBRUARI 2009

KEADAAN KETENAGAKERJAAN DI DKI JAKARTA FEBRUARI 2009 BPS PROVINSI DKI JAKARTA No. 19/05/31/Th.XI, 15 Mei 2009 KEADAAN KETENAGAKERJAAN DI DKI JAKARTA FEBRUARI 2009 TPT DKI JAKARTA BULAN FEBRUARI 2009 SEBESAR 11,99 PERSEN angkatan kerja pada Februari 2009

Lebih terperinci

4 KEADAAN UMUM 4.1 Keadaan Geografi

4 KEADAAN UMUM 4.1 Keadaan Geografi 20 4 KEADAAN UMUM 4.1 Keadaan Geografi Kabupaten Cirebon dengan luas wilayah 990,36 km 2 merupakan bagian dari wilayah propinsi Jawa Barat yang terletak di bagian timur Jawa Barat dan merupakan batas sekaligus

Lebih terperinci

BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI 3.1 Rencana Kegiatan Air Limbah Rencana kegiatan air limbah di Kabupaten Buru Selatan diarahkan pada sasaran yang tingkat resiko sanitasinya yang cukup tinggi,

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Perindustrian di Kota Gorontalo masih lebih terkonsentrasi pada industri kerajinan berskala kecil dan menengah yang merupakan bidang yang banyak

Lebih terperinci

KEADAAN KETENAGAKERJAAN DI DKI JAKARTA FEBRUARI 2013

KEADAAN KETENAGAKERJAAN DI DKI JAKARTA FEBRUARI 2013 BPS PROVINSI DKI JAKARTA KEADAAN KETENAGAKERJAAN DI DKI JAKARTA FEBRUARI 2013 TPT DKI JAKARTA BULAN FEBRUARI 2013 SEBESAR 9,94 PERSEN No. 25/05/31/Th. XV, 6 Mei 2012 Jumlah angkatan kerja pada Februari

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM WILAYAH PERENCANAAN

BAB II GAMBARAN UMUM WILAYAH PERENCANAAN BAB II GAMBARAN UMUM WILAYAH PERENCANAAN II. 1. Umum Ujung Berung Regency merupakan perumahan dengan fasilitas hunian, fasilitas sosial dan umum, area komersil dan taman rekreasi. Proyek pembangunan perumahan

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM WILAYAH JAWA BARAT SELATAN

BAB III GAMBARAN UMUM WILAYAH JAWA BARAT SELATAN BAB III GAMBARAN UMUM WILAYAH JAWA BARAT SELATAN Bab sebelumnya telah memaparkan konsep pembangunan wilayah berkelanjutan dan indikator-indikatornya sebagai landasan teoritis sekaligus instrumen dalam

Lebih terperinci

BAB 2 KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI

BAB 2 KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI BAB 2 KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI Sebagai sebuah dokumen rencana strategis berjangka menengah yang disusun untuk percepatan pembangunan sektor sanitasi skala kota, kerangka kebijakan pembangunan sanitasi

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA PROBOLINGGO Sejarah Singkat Badan Lingkungan Hidup Kota Probolinggo

BAB II DESKRIPSI BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA PROBOLINGGO Sejarah Singkat Badan Lingkungan Hidup Kota Probolinggo BAB II DESKRIPSI BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA PROBOLINGGO 2.1. Sejarah Singkat Badan Lingkungan Hidup Kota Probolinggo Hingga pertengahan tahun 2005 pengelolaan lingkungan hidup di Kota Probolinggo dilaksanakan

Lebih terperinci

GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian

GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian Curah hujan Kecamatan Sepaku rata-rata 177,2 mm pada tahun 2010 Kecamatan Sepaku memiliki luas 438,50 km 2. Secara geografis berbatasan

Lebih terperinci

BAB III KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI

BAB III KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI BAB III KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI 3.1 Visi Misi Sanitasi Visi dan misi Kota Tomohon yang akan di capai yang terkandung dalam RPJMD dan disesuaikan dengan visi dan misi sanitasi yang terdapat dalam

Lebih terperinci

BAB I. KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DAN KECENDERUNGANNYA

BAB I. KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DAN KECENDERUNGANNYA DAFTAR TABEL Daftar Tabel... i BAB I. KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DAN KECENDERUNGANNYA A. LAHAN DAN HUTAN Tabel SD-1. Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan/Tutupan Lahan. l 1 Tabel SD-1A. Perubahan Luas Wilayah

Lebih terperinci

MEMORANDUM PROGRAM SANITASI Program PPSP 2015

MEMORANDUM PROGRAM SANITASI Program PPSP 2015 BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI 3.. Rencana Kegiatan Air Limbah Salah satu sasaran pembangunan air limbah yang akan dicapai pada akhir perencanaan ini adalah akses 00% terlayani (universal

Lebih terperinci

KRITERIA, INDIKATOR DAN SKALA NILAI FISIK PROGRAM ADIPURA

KRITERIA, INDIKATOR DAN SKALA NILAI FISIK PROGRAM ADIPURA Lampiran IV : Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 01 Tahun 2009 Tanggal : 02 Februari 2009 KRITERIA, INDIKATOR DAN SKALA NILAI FISIK PROGRAM ADIPURA NILAI Sangat I PERMUKIMAN 1. Menengah

Lebih terperinci

Deskripsi Program/ Kegiatan Sanitasi. Dinas PU Kabupaten Tapanuli Tengah

Deskripsi Program/ Kegiatan Sanitasi. Dinas PU Kabupaten Tapanuli Tengah Deskripsi Program/ Sanitasi Kabupaten Tapanuli Tengah A. Program/ Air Limbah Nama Program/ Pembangunan MCK Komunal - Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak BABS dan mempunyai jamban yang aman /

Lebih terperinci