PROFIL KABUPATEN / KOTA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PROFIL KABUPATEN / KOTA"

Transkripsi

1 PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA

2 KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Perindustrian di Kota Gorontalo masih lebih terkonsentrasi pada industri kerajinan berskala kecil dan menengah yang merupakan bidang yang banyak ditekuni oleh sebagian masyarakat Kota Gorontalo dalam menunjang kelangsungan hidupnya. Beberapa komoditi hasil industri kerajinan yang telah dikenal sebagai salah satu produk khas Gorontalo diantaranya adalah industi kerajinan meubel rotan dan kerajinan sulaman krawang tradisional KARAWO yang telah dikenal luas bahkan menjadi icon industri kecil Gorontalo. Sampai sejauh ini Kota Gorontalo memiliki kekhasan dalam bidang pertanian. Kekhasan ini dapat dilihat pada keberadaan lahan persawahan di sebagian wilayah kota yang mungkin di daerah lain sukar untuk dapat ditemui. Namun sebagai konsekuensi dari status yang disandang Kota Gorontalo sebagai ibukota Propinsi saat ini, maka luasan areal pesawahan yang ada tersebut dari waktu ke waktu cenderung makin berkurang. Salah satu bidang yang pada masa akan datang diharapkan mampu memberi kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian di Kota Gorontalo adalah bidang pariwisata. Pengembangan bidang ini tentunya sangat terkait dengan keberadaan objek-objek pariwisata dan daya tariknya terhadap para wisatawan, baik wisatawan lokal, nusantara maupun wisatawan mancanegara. Beberapa objek wisata yang telah dikembangkan di Kota Gorontalo diantaranya adalah objek wisata alam dan objek wisata budaya sekaligus perpaduan antara keduanya.

3 Tabel 1. LUAS WILAYAH KOTA No. Kecamatan Luas (Km²) 1. Kota Barat 15,16 2. Dungingi 4,10 3. Kota Selatan 14,39 4. Kota Timur 14,43 5. Kota Utara 16,71 Total 64,79 Sumber : Badan Pusat Statistik Kota gorontalo, 2003 Kota Gorontalo terdiri dari 5 kecamatan yaitu Kecamatan Kota Barat, Dungingi, Kota Selatan, Kota Timur, dan Kota Utara seluas 64,79 km 2 dengan jumlah penduduk keseluruhan sejumlah jiwa. Kecamatan dengan luas wilayah terbesar yaitu Kecamatan Kota Utara (16,71 km 2 ) sedangkan kecamatan dengan luas terkecil yaitu Kecamatan Dungingi (4,10 km 2 ). Penggunaan lahan di Kota Gorontalo dibedakan atas lahan sawah, lahan kebun/ladang, lahan pekarangan, dan lainnya. Lahan yang digunakan masingmasing Ha, 695 Ha, 452 Ha, dan 39,74 Ha untuk lainnya pada tahun Tabel 2. PENGGUNAAN LAHAN KOTA S/D TAHUN 2003 Luas ( ha ) No Jenis Penggunaan Tanah Pemukiman,jasa dan pertanahan 1.394, ,71 2 Sawah ,2 3 Tegalan 56,64 194,92 4 Kelapa ,04 5 Kebun Campuran ,92 6 Sagu 3,2 11,2 7 Tanah kosong sudah diperuntukan 2, Semak ,91 9 Belukar ,38 10 Tanah rusak 52,96 56,32 11 Sungai 61,4 61,4 Sumber : Dinas Pertanahan Kota Gorontalo Jumlah Orientasi Wilayah Secara geografis wilayah Kota Gorontalo terletak antara 00º º Lintang Utara (LU) dan 122º º Bujur Timur (BT) dengan luas wilayah 64,79 km² dengan batas-batas sebagai berikut : Batas Utara : Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango Batas Timur : Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango Batas Selatan : Teluk Tomini Batas Barat : Kecamatan Telaga dan Batudaa Kabupaten Gorontalo

4 Kota Gorontalo merupakan salah satu wilayah yang berbatasan langsung dengan daerah Kabupaten Gorontalo, daerah Kabupaten Bone Bolango dengan luas wilayah sekitar 0,53% dari luas Propinsi Gorontalo dengan 46 desa/kelurahan. Curah hujan di wilayah ini tercatat sekitar 11 mm sampai dengan 266 mm pada tahun Secara umum, suhu udara di Gorontalo rata-rata siang hari 32,1º C, sedangkan suhu udara rata-rata pada malam hari 23,5º C. Kelembaban udara relatif tinggi dengan rata-rata 79,9%. Sungai-sungai yang mengalir di wilayah ini ada 3 sungai, yaitu Sungai Bone, Sungai Bolango, dan Sungai Tamalate. PENDUDUK Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Jumlah penduduk Kota Gorontalo tahun 2003 tercatat sebanyak jiwa, penyebarannya di 5 kecamatan masih belum merata, 11,65% terdapat di Kecamatan Kota Barat, Kecamatan Dungingi 10,74%, Kota Selatan 22,34%, Kota Timur 24,86% dan Kota Utara 30,68%. Tabel 3. JUMLAH PENDUDUK KOTA BERDASARKAN JENIS KELAMIN DAN LUAS WILAYAH TAHUN 2003 Jumlah Penduduk Kota Gorontalo No. Kecamatan WNI WNA TOTAL L P L P 1. Kota Barat Dungingi Kota Selatan Kota Timur Kota Utara JUMLAH Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Gorontalo, 2003 Jumlah penduduk terbanyak di Kota Gorontalo terdapat di Kecamatan Kota Utara yaitu sejumlah jiwa, sedangkan penduduk terkecil terdapat di Kecamatan Dungingi yaitu sebanyak jiwa. Perkembangan penduduk rata rata 1,2 % pertahun dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Namun pertumbuhan penduduk untuk 1 tahun terakhir meningkat jauh (5,29%) seiring dengan ditetapkannya kota ini sebagai Ibukota Provinsi yakni dari Jumlah jiwa tahun 2002 menjadi jiwa pada tahun 2003.

5 Sebaran dan Kepadatan Penduduk No. Tabel 4. SEBARAN DAN KEPADATAN PENDUDUK DI KOTA Kecamatan Penduduk Jumlah (Jiwa) Kepadatan (Jiwa/Km²) 1. Kota Barat Dungingi Kota Selatan Kota Timur Kota Utara Total Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Gorontalo, 2003 Kecamatan dengan tingkat kepadatan tertinggi yaitu Kecamatan Dungingi (3.762 jiwa/ km 2 ), sedangkan kecamatan dengan tingkat kepadatan terendah yaitu Kecamatan Kota Barat (1.133 jiwa/ km 2 ). Tenaga Kerja Berdasarkan data dari PT. (Persero) JamSostek Kota Gorontalo, tenaga kerja yang terdftar pada tahun 2003 sebanyak orang terdiri dari orang laki-laki dan orang perempuan. Sedng jumlah perusahaan yang terdaftar adalah sebanyak 352 buah. Tabel 5. PENDUDUK UMUR >10 TAHUN MENURUT JENIS KEGIATAN UTAMA DI KOTA TAHUN 2003 No. Kategori Kegiatan Utama Tenaga kerja Jumlah Laki-laki Perempuan 1. Angkatan Kerja Bekerja Pengangguran Bukan Angkatan Kerja Sekolah Mengurus RT Lainnya JUMLAH Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Gorontalo, 2003 Menurut lapangan usaha penduduk Kota Gorontalo paling banyak bekerja pad sektor jasa yaitu sebanyak jiwa dan sektor perdagangan sebanyak jiwa. Sektor listrik, gas dan air paling kecil yaitu hanya 232 jiwa. Tabel 6. PENDUDUK UMUR >10 TAHUN MENURUT LAPANGAN USAHA DI KOTA TAHUN 2003 No. Lapangan Usaha Tenaga Kerja Jumlah Laki-laki Perempuan 1. Pertanian Pertambangan Industri Listrik, Gas dan Air Konstruksi Perdagangan Transportasi dan Komunikasi Keuangan Jasa JUMLAH Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Gorontalo, 2003

6 EKONOMI Kondisi Perekonomian Daerah Salah satu fasilitas perdagangan tertua yang ada di Kota adalah Pasar Sentral Gorontalo. Sejak awal pendiriannya sampai dengan saat ini pasar sentral telah menjadi pusat transaksi berbagai komoditi masyarakat baik masyarakat kota hingga masyarakat yang berasal dari wilayah-wilayah lainnya di daerah perbatasan. Tercatat saat ini pedagang yang beraktifitas di pasar sentral sebanyak tiga ribu lebih pedagang. Jumlah ini tentunya jauh lebih besar bila dibandingkan dengan jumlah pedagang di pasar sentral sebelum diadakannya revitalisasi yakni sebanyak pedagang. Disamping itu juga terdapat fasilitas pasar yang beroperasi secara mingguan seperti Pasar Kamis yang terletak di Kelurahan Bugis. Selain itu terdapat pula fasilitas perdagangan modern yang umumnya berada di kompleks pertokoan Pusat Kota Gorontalo, dengan konsep yang lebih modern seperti departemen store atau supermarket. Teluk Tomini sebagai berperan sebagai pintu arus barang dan orang di kawasan barat Sulawesi Utara. Ramainya kegiatan bongkar muat mengindikasikan betapa pelabuhan ini menjadi lalu luntas barang keluar dan masuk Kota Gorontalo, baik dari Kabupaten Gorontalo maupun antar provinsi di Sulawesi. Tingginya mobilitas menyebaban sektor perdagangan mendominasi kegiatan ekonomi. Produk unggulan kota ini adalah rotan polis dan kursi rotan dimana pada tahun 2000 produksinya mencapai Rp 50 milyar. Komoditas unggulan lainnya adalah sulaman kerawang yang produknya telah mampu menembus pasar regional, bahkan sampai ke Pulau Jawa. Pertanian 11,70% DISTRIBUSI PERSENTASE KEGITAN EKONOMI KOTA TAHUN 2000 Industri Pengolahan 6,87% Jasa jasa 24,44% Keuangan 5,42% Pertambangan dan Penggalian 0,07% Pengangkutan dan Komunikasi 16,15% Perdagangan, Hotel, dan Restoran 30,44% Bangunan 3,22% Listrik Gas, dan Air Bersih 1,69% Dari data tahun 2000, kontribusi yang cukup signifikan membangun perekonomian Kota Gorontalo yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran (30,44%), kemudian diikuti oleh sektor jasa-jasa (24,44%), sektor pengangkutan dan komunikasi (16,15%), sektor pertanian (11,7%). Sedangkan sektor lainnya (17,27%) meliputi sektor pertambangan, industri pengolahan penggalian, dan bangunan listrik, gas rata-rata 3-5%.

7 Keuangan Daerah Dalam penyelenggaraan pembangunan di daerah dukungan dana yang cukup sangat diharapkan demi kelangsungan pembangunan. Sumber keuangan untuk membiayai pembangunan di Kota Gorontalo diperoleh melalui Dana Alokasi Kota/ APBD Kota Gorontalo ; DAU/APBD Provinsi; Dana Dekonsentrasi / APBN. APBD Kota Gorontalo baik dilihat dari penetapan target maupun realisasinya mengalami peningkatan tiap tahunnya. Pendapatan Asli Daerah juga meningkat, pada tahun 2002 dari target yang ditetapkan realisasinya mengalami peningkatan sebesar 9,45 % sedangkan tahun 2003 naik 6,6 %. Tabel 7. ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH 2001 PENERIMAAN JUMLAH (Rp) 1. Bagian Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu Bagian Pendapatan Asli Daerah Bagian Dana Perimbangan Bagian Pinjaman daerah 0 5. Bagian Lain lain Penerimaan yang Sah 0 TOTAL PENGELUARAN 1. Belanja rutin Pos DPRD Belanja Pembangunan Surplus Anggaran TOTAL Sumber : Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Depdagri diolah oleh Litbang Kompas, 2001 Dari sisi penerimaan APBD kota Gorontalo pada tahun 2001, penerimaan daerah yang berasal dari Dana Perimbangan merupakan yang terbesar yaitu sekitar 95% atau sekitar 94,3 milyar dari sekitar 99,3 milyar, sedangkan penerimaan yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah menyumbang sekitar 0.5% atau sekitar 4 milyar. Dari sisi pengeluaran, anggaran terbesar, diperuntukan bagi belanja rutin yaitu hampir sekitar 60% atau sekitar 159,7 milyar, sedangkan untuk belanja pembangunan, dialokasikan hanya sebesar 35 milyar. Dengan alokasi dana pembangunan yang cukup kecil, salah satu pertimbangan yang dipakai dalam menentukan kebijakan pengelolaan anggaran belanja seperti sebagai berikut; Belanja pembangunan difokuskan pada sektor yang bersifat cost recovery. Untuk terus memajukan perekonomian beberapa sarana dan prasarana pendukung agaknya perlu dibenahi, terutama pelabuhan sebagai sarana vital kegiatan ekonomi. Saat ini dermaga yang ada tidak dapat disandari lebih dari dua kapal yang datang ke pelabuhan di tahun terjadinya kemacetan yang terus menerus memicu turunnya jumlah kapal yang datang ke pelabuhan. Hal yang harus diperhatikan oleh warga kota adalah masalah lingkungan. Setiap musim penghujan tiba kondisi Kota Gorontalo berubah mengenaskan. Banjir terjadi di mana-mana. Selain banjir rutin, warga kota juga dihadapkan dengan fakta pendangkalan pelabuhan gorontalo yang menyakitkan. Percepatan pendangkalan pelabuhan itu terjadi akibat terbawanya lumpur dari pedalaman oleh air tiga sungai yang bertemu di tengah Kota Gorontalo yang kemudian bermuara di pelabuhan.

8 FASILITAS UMUM DAN SOSIAL Pendidikan Pada tahun ajaran 2003/2004 tingkat Taman Kanak-kanak jumlah sekolah mengalami perubahan, dari 55 unit sekolah menjadi 65 unit, jumlah murid berkurang dari menjadi murid. Jumlah Sekolah Dasar (SD) 147 unit dengan jumlah murid laki-laki dan perempuan murid, dan jumlah guru orang. Jumlah SMP sebanyuak 19 buah, jumlah murid laki-laki murid, dan perempuan murid, dengan jumlah guru sebanyak 593 orang. Jumlah SMU berjumlah 7 unit, dengan jumlah murid laki-laki sebanyak murid, perempuan murid, dan 290 orang guru. No. Kecamatan Tabel 8. FASILITAS PENDIDIKAN DI KOTA TAHUN 2003 Sarana pendidikan TK SD SMP SMU Jml Murid Guru Jml Murid Guru Jml Murid Guru Jml Murid Guru 1. Kota Barat Dungingi Kota Selatan 4. Kota Timur Kota Utara Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Gorontalo, 2003 Fasilitas Kesehatan Pada tahun 2003 rumah sakit umum berjumlah 2 buah dengan jumlah tempat tidur 227 buah, rumah sakit bersalin berjumlah 1 buah dengan tempt tidur berjumlah 28 buah sedang polklinik berjumlah 2 buah dengan tempat tidur 28 buah. Tabel 9. JUMLAH FASILITAS KESEHATAN DI KOTA TAHUN 2003 No. Sarana kesehatan Kecamatan Jumlah Kota Barat Dungingi Kota Selatan Kota Timur Kota Utara 1. Rumah Sakit Umum Puskesmas Puskesmas Pembantu Balai Pengobatan BKIA Posyandu RSU RSB Swasta Poliklinik JUMLAH Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Gorontalo, 2003 Banyaknya tenaga medis di wilayah ini sejumlah 74 orang, sedangkan tenaga paramedis lainnya yaitu di antaranya adalah bidan sebanyak 17 orang, dan tenaga paramedis lainnya sejumlah 68 orang.

9 SARANA DAN PRASARANA PERMUKIMAN Komponen Air Bersih Penyediaan air bersih di Kota Gorontalo sudah dapat dipenuhi oleh PDAM Gorontalo. Hal ini dapat dilihat dari air yang diproduksi setiap tahun mengalami peningkatan, begitu pula dengan distribusi air yang sudah menjangkau 46 kelurahan. Adapun pelanggan air masih didominasi pelanggan rumah tangga disusul niaga kecil dan instansi/dinasdinas. Tabel 10. DATA PENGELOLAAN AIR BERSIH DI KOTA NO. URAIAN SATUAN BESARAN I. Pelayanan Penduduk 1. Jumlah penduduk Jiwa Jumlah pelanggan Jiwa 3. Penduduk terlayani % II. Data Sumber 1. Nama pengelola : PDAM Kota Gorontalo 2. Sistem : BNA 3. Sistem sumber : sumber air permukaan 4. Kapasitas sumber Lt/dt 107,30 III. Data Produksi 1. Kapasitas produksi Lt/dt Kapasitas desain Lt/dt Kapasitas pasang Lt/dt Produksi aktual m 3 /th IV. Data Distribusi 1. Sistem distribusi : perpompaan 2. Kapasitas distribusi Lt/dt - 3. Asumsi kebutuhan air Lt/org/hr Lt/dt 170,55 4. Ratio kebutuhan % - 5. Air terjual m 3 /th Air terdistribusi m 3 /th Total penjualan air Rp Cakupan pelayanan air % - 9. Cakupan penduduk Jiwa Jumlah mobil tangki Unit - V. Data Kebocoran 1. Kebocoran administrasi % - 2. Kebocoran teknis % - Sumber : data PDAM Kota Gorontalo Dengan asumsi kebocoran yang diperbolehkan untuk Kota Sedang sebesar 15%, dan kebutuhan ideal adalah 100 liter/orang/hari, maka kebutuhan air bersih untuk Kota Gorontalo disajikan dalam tabel berikut ini : Tabel 11. DATA KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KOTA Kapasitas Produksi Kebutuhan Ideal Jumlah Penduduk Kebutuhan Selisih Eksisting Kota Sedang (jiwa) Total (lt/hr) (lt/hr) Lt/dt Lt/hr (lt/org/hr) Sumber : analisis

10 Dari tabel tersebut diatas, maka Kota Gorontalo dengan jumlah penduduk jiwa, membutuhkan air bersih sebesar liter/hari. Jumlah ini didapatkan dari jumlah penduduk dikalikan dengan jumlah/kebutuhan dasar penduduk untuk klasifikasi kota sedang (100 liter/orang/hari). Namun PDAM Kota Gorontalo dapat memproduksi sebanyak liter/hari. Sehingga terdapat kelebihan kapasitas produksi (surplus) sebanyak liter/hari, atau 69,45 liter/detik. Tabel 12. PERKEMBANGAN JUMLAH PELANGGAN,AIR PRODUKSI, AIR DISTRIBUSI, AIR TERBUANG DAN PEMAKAIAN AIR DI KOTA TAHUN 2002 DAN 2003 No Uraian Jumlah Pelanggan Aktif Non Aktif samb samb. 398 samb samb samb. 463 samb. 2. Air Produksi m m3 3. Air Distribusi m m3 4. Pemakaian Air m m3 5. Air Terbuang m m3 Sumber : PDAM Kota Gorontalo Pelayanan air bersih oleh PDAM Kota Gorontalo terdiri dari sistem perpipaan dan sistem non perpipaan. Pelayanan air bersih oleh PDAM Kota Gorontalo, selain melayani penduduk Kota Gorontalo juga melayani Kecamatan Suwawa dan Kecamatan Kabila di Kabupaten Gorontalo. Tabel 13. PELAYANAN AIR BERSIH OLEH PDAM KOTA No. Jenis Layanan Pelayanan Air Bersih Jumlah Sambungan Jumlah Jiwa % Terhadap Pemakai Air PDAM % Terhadap Seluruh Penduduk Kota 1. Sambungan Rumah ,98 42,96 2. Hidran Umum ,02 4,26 3. Terminal Air TOTAL ,22 Sumber : PDAM Kota Gorontalo, 2001 Sistem Penyediaan Air Bersih Sistem penyediaan air bersih Kota Gorontalo menggunakan sistem Pengolahan Lengkap (Full Treatment) yang memanfaatkan Sungai Bone untuk pengambilan air baku yang kemudian di distribusikan kepada konsumen dengan cara pemompaan. Komponen sistem penyediaan air bersih yang digunakan adalah sebagai berikut : (Sumber : PDAM Kota Gorontalo Juni 2001) a. Sumber Air Sumber air baku yang digunakan oleh PDAM Kota Gorontalo berasal dari S. Bone yang mempunyai debit 107,295 m3/det. Sedangkan sumber air yang digunakan penduduk antara lain berasal dari air tanah dangkal yang dibuat sumur, sumur bor artesis di JI. Sultan Botutihe yang berdebit maksimum ± 2,5 I/det dan minimum ± 1,0 I/det, serta sumur bor artesis di Jalan Rojowali dan di lokasi Pasar Sentral (Jalan Sam Ratulangi) yang juga berdebit hampir sama. b. Intake Air baku dari S. Bone diangkat dengan 4 unit pompa vertikal ke instalasi pengolahan. Debit dan intake yang dimanfaatkan saat ini sebesar I/det dengan operasional 18 jam/ hari dan kapasitas terpasang intake 480 I/det.

11 c. Sistem Transmisi Sistem transmisi air baku dilakukan dengan menggunakan pompa vertikal berkapasitas 1201/det dan head 15 meter melalui pipa transmisi sepanjang 20 m dari jenis DCIP berdiameter 350 mm. d. Instalasi Pengolahan Air (IPA) Proses pengolahan air baku menggunakan sistem pengolahan lengkap (fisik, kimia dan biologi) Paket Degremont. IPA terletak di Desa Tanggilingo Kecamatan Kabila Kabupaten Gorontalo. Air yang diolah 309,277 m3/bulan di mana jumlah produksi rata-ratanya 270,822 m3/bulan dengan operasional IPA 20 jam/hari. Kapasitas pengolahan dirancang untuk dapat memproduksi air sebanyak 240l/det. e. Reservoir Distribusi Reservoir yang ada saat ini berjumlah 3 buah dengan kapasitas total 1600 m3, dengan perincian sebagai berikut : Reservoir 300 m3 di Kompleks IPA di kabila. Ground reservoir 1000m3 di Kompleks IPA di Kabila Elevated reservoir (+ 42,41 m dpi), di lokasi dan peruntukan distribusi Kelurahan Talumolo Kec. Kota Selatan. Tabel 14. DATA PELAYANAN AIR BERSIH DI KOTA NO. URAIAN SATUAN BESARAN I. Pelayanan Penduduk 1. Jumlah penduduk Jiwa Jumlah pelanggan Jiwa - 3. Penduduk terlayani % - II. Data Tarif 1. Rumah tangga Rp - 2. Niaga Rp - 3. Industri Rp - 4. Instansi Rp - 5. Sosial Rp - Tarif Rp - III. Data Konsumen 1. Jumlah sambungan rumah Unit Jumlah sambungan rumah tangga Unit Jumlah sambungan niaga Unit Jumlah sambungan industri Unit Jumlah sambungan sosial Unit Jumlah sambungan instansi Unit Terminal air Unit - 8. Hidran umum Unit Kran umum Unit Konsumsi rumah tangga m 3 /th Konsumsi non rumah tangga m 3 /th Jumlah jiwa/sambungan rumah Jiwa/SR Jumlah jiwa/hidran umum Jiwa/unit Tingkat pelayanan umum % - IV. Data Administrasi 1. Keuangan Rp - 2. Efisiensi penagihan % - 3. Jumlah pegawai Orang - 4. SLA Rp - 5. RPD Rp - 6. Jangka waktu pinjaman SLA Tahun - 7. Jangka waktu pinjaman RPD Sumber : data PDAM Tahun -

12 Sistem Distribusi Sistem jaringan distribusi pada umumnya tertutup / loop. Hanya sebagian kecil saja kawasan yang memakai sistem cabang, yaitu pada kawasan berbukit di Kec. Kota Selatan. Pendistribusian air ke jaringan pipa distribusi dilakukan dengan pemompaan langsung dari reservoir di Instalasi. Pipa distribusi primer mempunyai panjang m, pipa sekunder m dan pipa tersier m. Kapasitas pompa distribusi terpasang ialah 357 I/det, sedangkan kapasitas Pemakaian Air Pemakaian air bersih total di Kota Gorontalo rata-rata m 3 /hari. Jumlah sambungan terpasang unit, sedangkan sambungan aktif unit (efisiensi 98,15%). Tabel 15. JUMLAH SAMBUNGAN & PEMAKAIAN AIR DI KOTA Jenis Sambungan Jumlah Sambungan Pemakaian Air Terpasang Aktif M 3 /hr l/samb/hr /org/h 1. Rumah Tangga 10,474 10,362 5, Sosial , Instansi , Niaga * 5. Hidran Umum Industri , Pelabuhan ,000 * TOTAL 11,651 11,436 7,308 30,961 Sumber : PDAM Kota Gorontalo, Juni 2001 Kehilangan Air a. Kehilangan air selama proses produksi (Production Loss) adalah selisih antara jumlah air yang diproduksi dengan jumlah air yang didistribusikan. Production Loss Kota Gorontalo berjumlah m 3 /bulan atau 0,71 %. b. Kehilangan air tidak jelas (Unaccounted Far) adalah selisih antara jumlah air yang didistribusikan dengan jumlah air yang terjual / dikonsumsi. Unaccounted Far Kota Gorontalo berjumlah m3/bulan atau 19,56 %. Tabel 16. DATA PRODUKSI AIR, AIR TERDISTRIBUSI, AIR TERJUAL PER BULAN TAHUN 2003 Bulan Produksi (m 3 ) Distribuss (m 3 ) Terjual (m 3 ) Production Loss (%) Unaccountec Far (%) Januari 280, , ,816 0,6 0,17 Februari 260, , ,522 0,6 0,18 Maret 255, , ,951 0,7 0,22 April 272, , ,927 0,6 0,18 Mei 244, , ,880 0,7 0,17 Juni 276, , ,024 0,7 0,21 Juli 265, , ,444 0,7 0,25 Agustus 263, , ,660 0,7 0,21 September 253, , ,120 0,7 0,18 Oktober 261, , , ,21 Nopember 264, , ,541 0,7 0,18 Desember 270, , ,226 0,7 0,18 Rata-rata / bulan 264, , ,873 0,7 0,20 Sumber : PDAM Kota Gorontalo

13 Komponen Persampahan Peningkatan penanganan kebersihan Kota dengan menyediakan armada angkutan sampah yang beroperasi setiap hari. Permasalahan yang dihadapi dalam penanganan persampahan ini adalah produksi sampah 90 m3 perhari tidak sebanding dengan kemampuan armada angkutan yang tersedia. Untuk mengatasi ini disediakan Tempat Penampungan Sementara (TPS). Disamping terus meningkatkan kemampuan armada. Tabel 17. SARANA / PRASARANA PENGELOLAAN KEBERSIHAN KOTA S/D TAHUN 2003 No Uraian Penyapu Jalan - Laki laki - Perempuan 2 Penyapu Pasar Sentral - Laki laki - Perempuan Sopir Pengangkut Petugas TPA Petugas IPLT Mobil Sampah Gerobak Sampah - Kelurahan - Rayon Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kota Gorontalo Cakupan Pelayanan Pengelolaan sampah oleh Dinas Kebersihan Kota Gorontalo terbatas pada daerah perumahan yang berada di pusat kota (terutama di Kecamatan Kota Selatan), penyapuan pada beberapa jalan protokol dan daerah perdagangan, pemindahan sampah dari Tempat Pemindahan Sementara (TPS) ke alat angkut sampah dan mengangkutnya sampai ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumber Sampah Timbulan sampah Kota Gorontalo rata-rata 2,55 I/ orang/ hari atau 344 m3/hari. Dari sampah tersebut yang dapat terangkut adalah sebesar 186 m3 atau 54 % dari total timbulan. Tabel di sebelah adalah timbulan sampah yang dihasilkan dan yang terlayani berdasarkan sumber sampah. Tabel 18. PELAYANAN PENGELOLAAN SAMPAH BERDASARKAN SUMBER SAMPAH SUMBER Timbulan Sampah Sampah Terangkut (m3 / Hari) % Total (m3 / Hari) % Pelayanan Permukiman 175,00 50,87 63,65 33,42 Pasar 45,00 13,08 34, Pertokoan/ Komersil 53,41 15,52 42, Perkantoran/ Institusi 25,56 7,72 16, Jalan & taman 14,00 4,06 9, Industri 19,65 5,71 10, Lain-lain 10,50 3,05 10, Total ,50 54 Sumber : Sistem Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Gorontalo

14 TPA sampah terletak di Kelurahan Pohe Kec. Kota Selatan dengan luas 2 Ha dan dioperasikan dengan sistem open dumping. TPA berbentuk lereng dengan kedalaman timbunan akhir + 15 m, dilengkapi dengan kantor, garasi dan pagar kawat. Jarak dari pusat kota ± 7 km, jarak dari laut ± 500 m, sedangkan jarak terdekat ke permukiman + 1 km. Karena pengoperasian TPA di Pohe sudah tidak memenuhi syarat, maka pemerintah merencanakan memindahkan TPA sampah ke Kelurahan Botu Kecamatan Kota Selatan. Metode yang dipakai di TPA Botu adalah sistem Sanitary Landfill yang dilengkapi dengan pembuatan jalan akses, jalan operasi, drainase, drainase leachate, bangunan pengolahan, kolam maturasi, tempat parkir, pagar pengaman, jalur hijau dan fasilitas lain yang dianggap perlu dalam memperlancar kegiatan. TPA ini berada di atas tanah negara dengan luas kurang lebih 5 Ha dan berjarak 5 Km dari pusat kota. Umur pakai TPA Botu diperkirakan selama 10 tahun operasi. Tabel 19. DATA PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA NO. URAIAN SATUAN BESARAN I. Data Pengumpulan Sampah 1. Nama pengelola : DKP Kota Gorontalo 2. Sistem : integrated system 3. Jumlah penduduk Jiwa Asumsi produksi sampah Lt/org/hr m 3 /hr 442,06 5. Jumlah sampah m 3 /hr Jumlah pelayanan m 3 /hr Cakupan layanan geografis Ha 3.498,66 8. Cakupan layanan penduduk Jiwa ,16 9. Ilegal dumping : sedang II. Data TPA 1. Jumlah pelayanan TPA m 3 /hr Nama TPA : TPA Pohe 3. Status TPA : - 4. Luas TPA Ha 2 5. Kapasitas m 3-6. Umur Tahun - 7. Sistem :open dumping 8. Jarak ke permukiman Km 1 9. Incenerator Unit Nama pengelola : - III. Data Peralatan TPA 1. Bulldozer Unit - 2. Back hoe Unit - 3. Loader Unit - 4. Shovel Unit - 5. Water tank Unit - Sumber : kompilasi data

15 Dengan asumsi timbulan sampah untuk kota sedang sebesar 3 liter/orang/hari, maka kebutuhan komponen persampahan Kota Gorontalo disajikan dalam tabel berikut. Jumlah Penduduk (jiwa) Tabel 20. KEBUTUHAN KOMPONEN SAMPAH KOTA Timbulan Sampah Kota Sedang Perkiraan Sampah Sampah Terangkut Timbulan (lt/org/hr) yang Total (m 3/ /hr) (m 3 /hr) Selisih (m 3 /hr) , ,06 Sumber: Analisis Sesuai dengan standar kota sedang, yaitu tingkat timbulan sampah sebanyak 3 liter/orang/hari, Kota Gorontalo dengan jumlah penduduk jiwa, menghasilkan 442,06 m 3 /hr timbulan sampah. Jumlah ini didapatkan dari jumlah penduduk dikalikan 3/1000 (m 3 /hr). Namun Kota Gorontalo baru dapat mengelola sebanyak 186 m 3 /hr. Sehingga banyaknya sampah yang belum terlayani adalah 256,06 m 3 /hr. Dari data yang telah didapatkan jumlah sampah yang ada sebanyak 344 m 3 /hr. Jika berdasarkan data eksisting yang ada maka banyaknya sampah yang belum terlayani sekitar 158 m 3 /hr. Tabel 21. SARANA DAN PRASARANA PENGELOLAAN SAMPAH KOTA Komponen Jumlah (unit) Ritasi (rit/hari) Tahun Perolehan Kondisi Kap.Maks. (m3/hari) Pewadahan / /baik 64 Pengumpulan - Gerobak 1 m / /baik 60 Pemindahan - TPS Kayu 0,3 m / /baik 13 - TPS pas bata 0,5 m / /baik 2 - TPS pas bata 2 m /baik Pengangkutan - Dump Truck 6 m3 6 (3-4) /baik Arm Roll Truck 6m3 2 (3-4) 75/baik Pembuangan Akhir - TPA Pohe 2 Ha baik 80/terisi - Wheel Loader baik - Buldozer Sumber : Sistem Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Gorontalo, Tahun 2001 Pola Pelayanan Persampahan Polo pelayanan sampah di Kota Gorontalo dilakukan sebagai berikut : a. Pola individual langsung diangkut oleh dump truck dan truk kayu dari rumah ke rumah pada jalan-jalan yang dapat dilalui truk b. Pola individual tidak langsung diangkut dengan gerobak dari rumah ke rumah kemudian dikumpulkan di TPS bak pasangan bata 0,5-2 m3 dan container 6 m3, untuk selanjutnya diangkut dengan menggunakan truk menuju TPA. c. Pola komunal langsung dilakukan oleh masyarakat dengan cara membuang sampah langsung ke TPS terdekat.

16 Tabel 22. DATA PENGANGKUTAN DAN PEMBIAYAAN SAMPAH DI KOTA NO. URAIAN SATUAN BESARAN I. Data Transportasi Persampahan 1. Jumlah pelayanan terangkut m 3 /hr Jumlah kendaraan Truk Unit 6 Arm roll Unit 2 Compactor Unit - Pick up Unit - 3. Jumlah peralatan Gerobak Unit 135 Container Unit - 4. Transfer depo Unit - 5. Jumlah TPS Unit 82 II. Data Pembiayaan 1. Retribusi Rp - 2. Biaya pembuangan Rp - 3. Biaya pengangkutan Rp - 4. Biaya pengumpulan Rp - 5. Biaya satuan Rp - 6. Biaya operasional dan pemeliharaan Rp - Sumber : kompilasi data Komponen Sanitasi / Limbah Cair Cakupan Pelayanan Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Gorontalo sampai April tahun 2001, dari 69,72 % penduduk Kota Gorontalo yang telah mempunyai sarana pembuangan limbah sistem on site 60,77 % nya memakai septic tank, 17,62 % nya menggunakan cubluk siram, 1,95 % nya memakai MCK Umum dan 19,66 % nya dengan sistem pembuangan langsung. Penduduk yang tidak mempunyai sarana sanitasi umumnya membuang limbahnya ke kali, selokan, tempat terbuka atau menumpang di tetangga. Sarana Pengelolaan Air Limbah Pengelolaan air limbah dilakukan secara individu dengan membuat septic tank dan sumur resapan. Tetapi sejak Tahun 1998 Pemerintah Kota Gorontalo telah membangun sebuah IPLT (Instalasi Pengolahan Limbah Tinja) di Kelurahan Dulomo Kecamatan Kota Utara. Untuk melayani masyarakat yang akan membuang limbah tinjanya, pemerintah kota menyediakan 2 buah mobil tinja dengan kapasitas tangki masing - masing 4 m3 dan dalam satu hari mampu mengangkut 3 m3 lumpur tinja. Sistem pengoperasian mobil truk tinja untuk dapat melayani permintaan penyedotan tinja dari masyarakat didasarkan pada permohonan yang diajukan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan menyelesaikan administrasi pembayaran sebagai berikut : Tabel 23. TARIF PENYEDOTAN DI KOTA Penyedotan Dalam Kota Penyedotan Luar Kota Non Komersial 0-3 m³ = Rp ,- Non Komersial 0-3 m³ = Rp ,- Komersial 0-3 m³ = Rp ,- Komersial 0-3 m³ = Rp ,- Tiap penambahan / m³ = Rp 50,000,- Tiap penambahan / m³ = Rp ,- Sumber : Sistem Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Gorontalo Untuk produksi limbah, setiap manusia diasumsikan memproduksi limbah cair sejumlah 0,2 lt/org/hr. Angka ini merupakan kebutuhan ideal dari setiap penduduk pada kelas kota sedang. Sehingga didapatkan asumsi produksi limbah di Kota Gorontalo ini sejumlah lt/hr dari hasil perhitungan kebutuhan ideal produksi limbah setiap manusia dikalikan dengan jumlah penduduk Kota Gorontalo.

17 Komponen Drainase Daerah - daerah genangan di sebagian kawasan Kota Gorontalo: Daerah genangan A Daerah genangan ini cukup Iuas, terutama pada sekitar jaian Cendrawasih, jalan Rajawali, jalan Gelatik dan pada daerah persawahan di Kelurahan Heledulaa dan Heledulaa Selatan. Daerah ini sangat rawan genangan karena dilewati oleh sungai Talamate dan saluran Kali Serdadu yang selalu meluap apabila intensitas curah hujan cukup tinggi. Tinggi genangan bervariasi mulai sekitar 20 cm dan bisa mencapai 100 cm dengan lama genangan 2-3 hari. Daerah genangan B Daerah genangan ini meliputi kawasan permukiman antara jalan Imam Bonjol, jalan Basuki Rahmat dan jalan Teuku Umar, jalan Budi Utomo dan jalan Sam Ratulangi, jaian Jamaludin Malik dan jaian Husni Thamrin dan pada kompleks pasar Sentral. Saluran primer yang melintasi kawasan permukiman, perkantoran, pertokoan dan pasar Sentral mempunyai pembuangan akhir di sungai Bolango. Tinggi genangan di kawasan ini bisa mencapai cm dengan lama genangan 3-7 jam. Daerah genangan C Daerah genangan ini meliputi kelurahan Biawu dan kelurahan Siendeng yang dikelilingi oleh sungai Bolango. Apabila terjadi hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam waktu sekitar 2 jam, maka kawasan ini akan tergenang dengan ketinggian cm, sedangkan bila hujan berlangsung lebih dari 2 jam, maka kawasan Biawu tergenang sedalam 50 cm dan kawasan Siendeng tergenang sedalam 30 cm dan lama genangan 4-5 jam bahkan lebih. Genangan air sungai Bolango ini bisa mencapai ketinggian cm dengan lama genangan sampai berharihari tergantung surutnya muka air di sungai. Daerah genangan D Daerah genangan ini terjadi di kelurahan Padebuolo, terutama pada kawasan permukiman di jalan Ponca Wardana dan jalan Kusno Danupoyo. Genangan yang terjadi tidak terlalu parah, dengan tinggi genangan rata-rata 30 cm dan lama genangan kurang lebih 2-3 jam. Daerah genangan E Daerah genangan ini terjadi di Kelurahan Ipilo, terutama pada kawasan permukiman di jalan Mongondow dan jalan 26 Februari. Genangan terjadi pada saat curah hujan cukup tinggi dan muka air di Sungai Tamalate naik sehingga merembes masuk ke saluran pembuangan. Walaupun pada ujung hilir saluran sudah dipasang pintu air, namun air sungai tetap masuk melalui celah-celah pintu. Tinggi genangan pada intensitas hujan yang cukup tinggi bisa mencapai 50 cm dengan lama genangan 1-2 hari. Daerah genangan F Daerah genangan ini terjadi pada Kelurahan Ipilo terutama pada jalan air perak. Penyebab genangan disamping akibat merembesnya air sungai (di saat air tinggi) ke saluran (melalui celah pintu air), juga disebabkan oleh topografi kawasan ini yang membentuk cekungan, adanya kebuntuan saluran pembuangan, serta rembesan air sungai melalui bawah tanggul (seepage). Untuk curah hujan yang cukup tinggi selama kurang lebih 2-3 jam ditambah dengan pengaruh banjir di sungai, genangan air di kawasan ini bisa mencapai ketinggian cm dengan lama genangan 2-3 hari. Daerah genangan G Daerah genangan ini meliputi kawasan permukiman sebelah Timur JI. A. Yani (lapangan tenis) atau pada sisi kiri aliran Sungai Bolango. Daerah ini sangat rawan genangan air karena luapan air Sungai Bolango. Tinggi genangan ratarata mencapai cm dengan lama genangan bisa mencapai lebih dari 5 jam.

18 Daerah Genangan Lainnya Kawasan genangan tersebut adalah : Daerah genangan H : Daerah genangan ini terletak di Kelurahan Leato Selatan, pada kawasan permukiman di jalan Martadinata (dahulu jl. Batu Jajar). Daerah genangan I : Daerah genangan ini terletak di Kelurahan Talumolo, pada sebagian kawasan permukiman, kompleks gudang Dolog dan JI. Mayor Dullah. Daerah genangan J : Daerah genangan ini terletak di Kelurahan Tenda, pada kawasan permukiman jalan Kamboja. Daerah genangan K : Daerah genangan ini terletak di Kelurahan Bugis, pada kawasan permukiman di JI. Gorontalo, jalan Sangir dan JI. Ambon. Daerah genangan L : Daerah genangan ini terletak di Kelurahan Ipilo, pada kawasan permukiman di JI. Tribrata, terutama di persilangan jalan MT. Haryono dengan JI. Tribrata. Daerah genangan M : Daerah genangan ini terletak di Kelurahan Heledulaa, pada JI. Kasuari dan JI. Hassanuddin. Daerah genangan N : Daerah genangan ini terletak di kompleks Pasar Sentral dan terminal. Di saat hujan (normal atau lebih), air menggenangi jalan-jalan, halaman pasar, kawasn penjualan di kompleks pasar dan terminal. Komponen Jalan Prasarana perhubungan seperti jalan dan jembatan di Kota Gorontalo yang ada saat ini dalam kategori kondisi yang baik. Tabel 24. DATA STATUS JALAN, PANJANG DAN KONDISI JALAN S/D TAHUN NO STATUS JALAN Jalan Negara Jalan Propinsi Jalan Daerah Sumber : Dinas PU Kota Gorontalo PANJANG KONDISI (%) (KM) BAIK SEDANG RUSAK Ringan Berat 9,15 16,50 203,620 74,557 52,138 62,011 18,355 Untuk menunjang aktifitas bidang perhubungan maka saat ini terdapat beberapa sarana penunjang bidang perhubungan khususnya perhubungan darat misalnya keberadaan terminal angkutan. Untuk terminal angkutan sesuai dengan peruntukannya terdiri atas 2 terminal yakni terminal angkutan dalam kota dan terminal angkutan luar kota.

19 Panjang jalan di seluruh Kota Gorontalo umumnya tidak mengalami perubahan baik jalan negara, jalan propinsi maupun jalan daerah, yaitu 25,65 km. Tabel 25. PANJANG JALAN DAN KONDISI JALAN DI KOTA No. Jurusan Panjang (Km) Kondisi Jalan Jalan Negara 1. Gorontalo - Telaga 5,90 Sedang 2. Gorontalo - Pelabuhan Gorontalo 3,25 Baik 3. Pelabuhan Gorontalo - Huangobotu 5,25 Sedang Jalan Propinsi 1. Gorontalo - Potanga 8,50 Sedang 2. Gorontalo - Kabila 2,75 Baik JUMLAH 25,65 Baik Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Gorontalo, 2003

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA JAMBI JAMBI KOTA JAMBI ADMINISTRASI Profil Wilayah Tabel 1. LUAS WILAYAH KOTA JAMBI No. Kecamatan Luas (Km²) 1. Kota Baru 77,78 2. Jambi Selatan 34,07 3. Jelutung 7,92 4. Pasar

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PADANG SIDEMPUAN SUMATERA UTARA KOTA PADANG SIDEMPUAN ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Padang Sidempuan merupakan salah satu kota sedang yang terletak di Propinsi Sumatera

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA KOTA KENDARI ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Kendari merupakan bagian dari wilayah administrasi dari propinsi Sulawesi Tenggara. Batas-batas administratif

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA RANTAU PRAPAT SUMATERA UTARA KOTA RANTAU PRAPAT ADMINISTRASI Profil Wilayah Luas wilayah Kota Rantau Prapat menurut Data Sarana dan Prasarana Kota adalah seluas 17.679 Ha.

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BULELENG BALI KOTA BULELENG ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Buleleng merupakan bagian dari wilayah administrasi Kabupaten Buleleng. Batas-batas administratif kota Buleleng

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA JAWA TIMUR KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Tuban merupakan ibukota Kabupaten Tuban. Apabila dilihat dari posisi Kota Tuban yang berada di jalan arteri primer yang menghubungkan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SUBANG JAWA BARAT KOTA SUBANG ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Subang merupakan ibukota Kecamatan Subang yang terletak di kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat. Batas-batas

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA DUMAI RIAU KOTA DUMAI ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Dumai adalah ibu kota Kota Dumai, dengan status adalah sebagai kota administratif dari Kota Dumai. Kota Dumai memiliki

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA JAWA TIMUR KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Bagian selatan Bagian barat Secara astronomis, Kota Situbondo yang terdiri dari 9 desa/kelurahan, terletak diantara 7º35 7º 44 Lintang

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA UNGARAN JAWA TENGAH KOTA UNGARAN ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Ungaran merupakan Ibukota Kabupaten Ungaran. Adapun batas-batas wilayah administrasinya adalah : Sebelah Utara

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA MOJOKERTO JAWA TIMUR KOTA MOJOKERTO ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota yang terkenal dengan makanan khas ondeondenya ini menyandang predikat kawasan pemerintahan dengan luas

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA KISARAN SUMATERA UTARA KOTA KISARAN ADMINISTRASI Profil Kota Kota Kisaran merupakan ibukota Kabupaten (IKAB) dari Kecamatan Kisaran dan merupakan bagian dari kabupaten Asahan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA NANGGROE ACEH DARUSSALAM KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Lhokseumawe telah menjadi sebuah kota otonom, yang berarti Kota Lhokseumawe telah siap untuk berdiri sendiri

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA TEBING TINGGI SUMATERA UTARA KOTA TEBING TINGGI ADMINISTRASI Profil Wilayah Sebagai sebuah kota yang termasuk kategori sedang, dalam dua dasawarsa terakhir perekonomian Tebing

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BINJAI SUMATERA UTARA KOTA BINJAI ADMINISTRASI Profil Wilayah Posisi Kota cukup strategis untuk menjadikannya berkembang pesat sebagai kota perdagangan karena terletak di jalur

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BENGKULU BENGKULU KOTA BENGKULU ADMINISTRASI Profil Wilayah Tabel 1. LUAS WILAYAH KOTA BENGKULU No. Kecamatan Luas (Ha) 1. Gading Cempaka 2.885 2. Teluk Segara 1.668 3. Bengkahulu

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PINANG SUMATERA UTARA KOTA KOTA PINANG ADMINISTRASI Profil Kota Pinang merupakan ibukota kecamatan (IKK) dari Kecamatan Kota Pinang dan merupakan bagian dari kabupaten Labuhan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA METRO LAMPUNG KOTA METRO ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Metro berkembang menjadi kota transit bagi pendatang yang ingin menikamti keindahan alam dan kesejukan udara di sekitarnya.

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SIDOARJO JAWA TIMUR KOTA SIDOARJO ADMINISTRASI Profil Kota Kota Sidoarjo merupakan Ibukota Kecamatan Sidoarjo yang terletak di tepi Selat Madura dan termasuk dalam wilayah

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BALIGE SUMATERA UTARA KOTA BALIGE ADMINISTRASI Profil Kota Kota Balige merupakan ibukota Kabupaten (IKAB) dari kabupaten Toba Samosir yang terletak di propinsi Sumatera Utara.

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SIDAMANIK SUMATERA UTARA KOTA SIDAMANIK ADMINISTRASI Profil Kota Kota Kisaran merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Simalungun Propinsi Sumatera Utara. PENDUDUK Jumlah

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA JAWA BARAT KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Cianjur merupakan salah satu kecamatan yang terletak di kabupaten Cianjur propinsi Jawa Barat. Cianjur dikenal dengan pameo

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PEMATANG SIANTAR SUMATERA UTARA KOTA PEMATANG SIANTAR ADMINISTRASI Profil Wilayah Sebagai kota perdagangan, secara geografi Pematang Siantar diapit Kabupaten Simalungun yang

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA TANJUNG PINANG KEPULAUAN RIAU KOTA TANJUNG PINANG ADMINISTRASI Profil Wilayah Status Kota Tanjung Pinang adalah kota administratif dari Kabupaten Kepulauan Riau. Kota ini memiliki

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BATAM KEPULAUAN RIAU KOTA BATAM ADMINISTRASI Profil Wilayah Setelah ditetapkannya Pulau Batam menjadi sebuah kota administratif (1983), Batam menjadi kawasan industri terkemuka

Lebih terperinci

ADMINISTRASI Profil Kota

ADMINISTRASI Profil Kota KOTA JEMBER ADMINISTRASI Profil Kota Kota Ibukota Administratif Jember merupakan pusat kota Kabupaten Jember. Posisi ketinggian 83 meter dari permukaan air laut dengan lokasi koordinat 7º59 6 8º33 56 Lintang

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SUMATERA UTARA KOTA ADMINISTRASI Profil Kota Kota Percut Sei Tuan merupakan ibukota Kecamatan (IKK) dari kecamatan Percut Sei Tuan yang merupakan bagian dari kabupaten Deli

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SUMATERA SELATAN KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Ibukota kabupaten Musi Rawas masih mengambil tempat di kota Lubuk Linggau sebab calon ibukota bagi kabupaten Musi, Rawas belum

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PURWAKARTA JAWA BARAT KOTA PURWAKARTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Purwakarta merupakan Ibukota Kabupaten Purwakarta yang merupakan wilayah administrasi Propinsi Jawa Barat.

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA AMBON MALUKU KOTA AMBON ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Ambon merupakan ibukota propinsi kepulauan Maluku. Dengan sejarah sebagai wilayah perdagangan rempah terkenal, membentuk

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BANDA ACEH NANGGROE ACEH DARUSSALAM KOTA BANDA ACEH ADMINISTRASI Profil Wilayah Aceh Utara berada pada jalur yang sangat strategis yang merupakan titik tengah antara Banda

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PAYAKUMBUH SUMATERA BARAT KOTA PAYAKUMBUH ADMINISTRASI Profil Wilayah Tabel 1. LUAS WILAYAH KOTA PAYAKUMBUH No. Kecamatan Luas (Km²) 1. Payakumbuh Barat 33,75 2. Payakumbuh

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PASURUAN JAWA TIMUR KOTA PASURUAN ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Pasuruan adalah ibu kota Pasuruan, Jawa Timur, terletak di persimpangan jalur regional Surabaya-Probolinggo-Malang.

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BANGKA BELITUNG KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kondisi tanah dan keterbatasan lahan Kota Pangkal Pinang kurang memungkinkan daerah ini mengembangkan kegiatan pertanian. Dari

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PRABUMULIH SUMATERA SELATAN KOTA PRABUMULIH ADMINISTRASI Profil Wilayah Terdapat dua faktor yang menjadikan Kota Prabumulih strategis secara ekonomi yaitu : Persimpangan jalan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PALOPO SULAWESI SELATAN KOTA PALOPO ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota administratif Palopo berfungsi sebagai pusat kegiatan antar wilayah (PKAW) ataupun PPAW, karena merupakan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SULAWESI UTARA KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Bitung adalah salah satu kota yang termasuk dalam wilayah propinsi Sulawesi Utara. Batas administratif adalah sebagai berikut

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PROBOLINGGO JAWA TIMUR KOTA PROBOLINGGO ADMINISTRASI Profil Wilayah Daerah yang berhari jadi tanggal 1 Juli 1918 ini, sejak dekade 80an, tersiar ke berbagai daerah sebagai

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA CIMAHI JAWA BARAT KOTA CIMAHI ADMINISTRASI Profil Wilayah Cimahi menyandang peran sebagai daerah penyangga bagi Kota Bandung yang berjarak sekitar 12 km di sebelah barat. Terutama

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA DEPOK JAWA BARAT KOTA DEPOK ADMINISTRASI Profil Wilayah Salah satu penyebab Kota ini berkembang pesat seperti sekarang adalah setelah adanya keputusan untuk memindahkan sebagian

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA TANGERANG BANTEN KOTA TANGERANG ADMINISTRASI Profil Wilayah Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, Kota Tangerang memiliki keuntungan dan sekaligus kerugian.

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA NGANJUK JAWA TIMUR KOTA NGANJUK ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Nganjuk merupakan wilayah yang kondisi topografisnya cenderung bervariasi dari daerah yang datar (0-2%), landai

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BANTEN KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Cilegon dikenal sebagai kota baja, dimana terdapat perusahaan pengolahan baja terbesar di Indonesia, yaitu PT. Krakatau Steel yang

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BLITAR JAWA TIMUR KOTA BLITAR ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Blitar yang menjadi ibu kota Blitar sejak dahulu sering dikaitkan dengan nama besar Bung Karno. Karena disinilah

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PEKANBARU RIAU KOTA PEKANBARU ADMINISTRASI Profil Wilayah Di masa silam kota ini hanya berupa dusun kecil bernama Payung Sekaki yang terletak di pinggiran Sungai Siak. Dusun

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PAREPARE SULAWESI SELATAN KOTA PAREPARE ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Parepare merupakan kota kedua terbesar di Propinsi Sulawesi Selatan, dan dikategorikan sebagai Kota

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BANTEN KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Serang merupakan ibu kota Kabupaten Serang dan menjadi Ibu Kota Propinsi Banten terdiri dari 4 kecamatan (Kecamatan Serang, Kecamatan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA KEDIRI JAWA TIMUR KOTA KEDIRI ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Kediri identik dikenal sebagi Kota Rokok Kretek. Karena di kota itulah, berdiri pabrik rokok kretek PT.Gudang

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SINGARAJA BALI KOTA SINGARAJA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Singaraja merupakan bagian dari wilayah administrasi Kabupaten Buleleng. Berdasar pengamatan di lapangan, pola

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA MATARAM NUSA TENGGARA BARAT KOTA MATARAM ADMINISTRASI Profil Wilayah Mataram selain dikenal sebagai ibu kota Propinsi Nusa Tenggara Barat juga dikenal sebagai ibu kota Pemda

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA LANGSA NANGGROE ACEH DARUSSALAM KOTA LANGSA ADMINISTRASI Profil Wilayah Setelah Kota Langsa lepas dari Kabupaten Aceh Timur tahun 2001, struktur perekonomian dibnagun atas

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SUMATERA SELATAN KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota ini berada di dataran tinggi yang sejuk, aktivitas ekonomi / perdagangan sangat ditentukan oleh sektor Pertanian dan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PADANG SUMATERA BARAT KOTA PADANG ADMINISTRASI Profil Wilayah Ketenaran Kota Padang merambah ke mana-mana berkat rumah makan Padang dan orang-orang Padang. Padang sebenarnya

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BEKASI JAWA BARAT KOTA BEKASI ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Bekasi terkenal dengan kesemrawutan lalu lintas dan kemacetan yang terjadi setiap hari. Juga padatnya lahan perumahan

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI. Tabel 2.1 : Visi Misi Sanitasi Kabupaten Aceh Jaya. Visi Sanitasi Kabupaten

BAB II KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI. Tabel 2.1 : Visi Misi Sanitasi Kabupaten Aceh Jaya. Visi Sanitasi Kabupaten BAB II KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI 2.1 Visi Misi Sanitasi Tabel 2.1 : Visi Misi Sanitasi Kabupaten Aceh Jaya Visi Kabupaten Misi Kabupaten Visi Sanitasi Kabupaten Misi Sanitasi Kabupaten Kabupaten Aceh

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA MANADO SULAWESI UTARA KOTA MANADO ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Manado terletak di ujung pulau Sulawesi dan merupakan kota terbesar di belahan Sulawesi Utara sekaligus sebagai

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA KALIMANTAN TIMUR KOTA ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Bontang terletak 150 km di utara Samarinda. Dengan wilayah yang relatif kecil dibandingkan kabupaten lainnya di Kalimantan

Lebih terperinci

4. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

4. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN 4. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN 4.1. Kondisi Geografis Kota Makassar secara geografi terletak pada koordinat 119 o 24 17,38 BT dan 5 o 8 6,19 LS dengan ketinggian yang bervariasi antara 1-25 meter dari

Lebih terperinci

INDIKATOR PROGRAM UTAMA PEMBANGUNAN PEMANFAATAN RUANG KOTA GORONTALO TAHUN

INDIKATOR PROGRAM UTAMA PEMBANGUNAN PEMANFAATAN RUANG KOTA GORONTALO TAHUN LAMPIRAN IV INDIKATOR PROGRAM UTAMA PEMBANGUNAN PEMANFAATAN RUANG KOTA GORONTALO TAHUN 2010-2030 NO. PROGRAM KEGIATAN LOKASI BESARAN (Rp) A. Perwujudan Struktur Ruang 1 Rencana Pusat - Pembangunan dan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA SUKABUMI JAWA BARAT KOTA SUKABUMI ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Sukabumi berkembang menjadi kota transit bagi pendatang yang ingin menikamti keindahan alam dan kesejukan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA MADIUN JAWA TIMUR KOTA MADIUN ADMINISTRASI Gambaran Umum Wilayah Kota Madiun yang merupakan ibukota Madiun, Jawa Timur ini memiliki wilayah seluas 33,23 km² dengan jumlah penduduk

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BANDUNG JAWA BARAT KOTA BANDUNG ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Bandung yang terletak di wilayah Jawa Barat dan merupakan Ibukota Propinsi Jawa Barat. Lokasi Kota Bandung

Lebih terperinci

BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI 3.1 Rencana Kegiatan Air Limbah Rencana kegiatan air limbah di Kabupaten Buru Selatan diarahkan pada sasaran yang tingkat resiko sanitasinya yang cukup tinggi,

Lebih terperinci

BAB 2 Kerangka Pengembangan Sanitasi

BAB 2 Kerangka Pengembangan Sanitasi BAB 2 Kerangka Pengembangan Sanitasi 2.1. Visi Misi Sanitasi Visi Kabupaten Pohuwato Tabel 2.1: Visi dan Misi Sanitasi Kabupaten/Kota Misi Kabupaten Pohuwato Visi Sanitasi Kabupaten Pohuwato Misi Sanitasi

Lebih terperinci

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. 5.1 Gambaran Umum Tempat Pembuangan Akhir Pasir Sembung

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. 5.1 Gambaran Umum Tempat Pembuangan Akhir Pasir Sembung V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1 Gambaran Umum Tempat Pembuangan Akhir Pasir Sembung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Sembung Cianjur merupakan satu-satunya TPA yang dimiliki oleh Kabupaten Cianjur.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perkembangan kota yang pesat menyebabkan makin bertambahnya jumlah penduduk yang tinggal di kota tersebut. Demikian juga dengan volume sampah yang diproduksi oleh kota

Lebih terperinci

5.1 PROGRAM DAN KEGIATAN SEKTOR & ASPEK UTAMA

5.1 PROGRAM DAN KEGIATAN SEKTOR & ASPEK UTAMA Bagian ini memuat daftar program dan kegiatan yang menjadi prioritas pembangunan sanitasi Kabupaten Gunungkidul Tahun 2011 2015 ini disusun sesuai dengan strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran dari

Lebih terperinci

Deskripsi Program/ Kegiatan Sanitasi. Dinas PU Kabupaten Tapanuli Tengah

Deskripsi Program/ Kegiatan Sanitasi. Dinas PU Kabupaten Tapanuli Tengah Deskripsi Program/ Sanitasi Kabupaten Tapanuli Tengah A. Program/ Air Limbah Nama Program/ Pembangunan MCK Komunal - Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak BABS dan mempunyai jamban yang aman /

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH

BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH 51 BAB IV GAMBARAN UMUM WILAYAH 4.1 Kondisi Geografis Kota Bogor 4.1.1 Letak dan Batas Wilayah Kota Bogor terletak diantara 106 derajat 43 30 BT dan 30 30 LS 6 derajat 41 00 LS serta mempunyai ketinggian

Lebih terperinci

BAB IV RENCANA PROGRAM PENGEMBANGAN SANITASI YANG SEDANG BERJALAN

BAB IV RENCANA PROGRAM PENGEMBANGAN SANITASI YANG SEDANG BERJALAN BAB IV RENCANA PROGRAM PENGEMBANGAN SANITASI YANG SEDANG BERJALAN 4.1 Visi dan Misi Sanitasi Kota A. Visi Visi sanitasi kota Mamuju dapat di rumuskan sebagai berikut : Mewujudkan Lingkungan yang bersih

Lebih terperinci

MEMORANDUM PROGRAM SANITASI Program PPSP 2015

MEMORANDUM PROGRAM SANITASI Program PPSP 2015 BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI 3.. Rencana Kegiatan Air Limbah Salah satu sasaran pembangunan air limbah yang akan dicapai pada akhir perencanaan ini adalah akses 00% terlayani (universal

Lebih terperinci

BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI 3.1 Rencana Kegiatan Air Limbah Pengolahan air limbah permukiman secara umum di Kepulauan Aru ditangani melalui sistem setempat (Sistem Onsite). Secara umum

Lebih terperinci

BAB III: DATA DAN ANALISA PERENCANAAN

BAB III: DATA DAN ANALISA PERENCANAAN BAB III: DATA DAN ANALISA PERENCANAAN 3.1 Data Lokasi Gambar 30 Peta Lokasi Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 62 1) Lokasi tapak berada di Kawasan Candi Prambanan tepatnya di Jalan Taman

Lebih terperinci

RINGKASAN EKSEKUTIF DIAGRAM SISTEM SANITASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK KABUPATEN WONOGIRI. (C) Pengangkutan / Pengaliran

RINGKASAN EKSEKUTIF DIAGRAM SISTEM SANITASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK KABUPATEN WONOGIRI. (C) Pengangkutan / Pengaliran RINGKASAN EKSEKUTIF Strategi Sanitasi Kabupaten Wonogiri adalah suatu dokumen perencanaan yang berisi kebijakan dan strategi pembangunan sanitasi secara komprehensif pada tingkat kabupaten yang dimaksudkan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN KOTA BANJARMASIN ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Banjarmasin yang letaknya strategis yaitu di sekitar muara Sungai Barito, menyebabkan kampung

Lebih terperinci

3.1 TUJUAN, SASARAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AIR LIMBAH DOMESTIK TABEL 3.1 TUJUAN, SASARAN DAN TAHAPAN PENCAPAIAN PENGEMBANGAN AIR LIMBAH DOMESTIK

3.1 TUJUAN, SASARAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AIR LIMBAH DOMESTIK TABEL 3.1 TUJUAN, SASARAN DAN TAHAPAN PENCAPAIAN PENGEMBANGAN AIR LIMBAH DOMESTIK Bab ini merupakan strategi sanitasi kota tahun 2013 2017 yang akan memaparkan tentang tujuan, sasaran/target serta strategi sub sektor persampahan, drainase, air limbah serta aspek PHBS. Penjelasan masingmasing

Lebih terperinci

Standar Pelayanan Minimal untuk Permukiman Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001 Standar Pelayanan Bidang

Standar Pelayanan Minimal untuk Permukiman Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001 Standar Pelayanan Bidang Standar Minimal Permukiman Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001 Standar No 1. Kasiba/ Lisiba - Badan Pengelola Kawasan - Rencana terperinci tata ruang - Jumlah ijin lokasi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Keadaan Umum Daerah Penelitian 1. Letak Geografis Daerah Penelitian BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Kota Gorontalo terletak antara 00 0 28 17-00 0 35 56 lintang Utara dan antara 122 0 59 44-123 0 051 59

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. pelabuhan terbesar di provinsi Gorontalo yang terbuka untuk perdagangan luar

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. pelabuhan terbesar di provinsi Gorontalo yang terbuka untuk perdagangan luar BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Pelabuhan Gorontalo telah dibangun sejak tahun 1980 merupakan pelabuhan terbesar di provinsi Gorontalo yang terbuka untuk perdagangan

Lebih terperinci

PROFIL PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN

PROFIL PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN PROFIL PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN TAHUN 005 PEMERINTAH KOTA MOJOKERTO GAMBARAN UMUM PROFIL PENGELOLAAN SAMPAH KOTA MOJOKERTO ====================================================== Batas Umum Kota Mojokerto

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA PONOROGO JAWA TIMUR KOTA PONOROGO ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Ponorogo sebagai ibukota Kabupaten Ponorogo yang terletak di bagian Barat Daya Propinsi Daerah Tingkat I

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BATU JAWA TIMUR KOTA BATU ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Batu merupakan salah satu kota yang baru terbentuk pada tahun 2001 sebagai pecahan dari Kabupaten Malang. Sebelumnya

Lebih terperinci

Lampiran A. Kerangka Kerja Logis Air Limbah

Lampiran A. Kerangka Kerja Logis Air Limbah Lampiran A. Kerangka Kerja Logis Air Limbah Permasalahan Mendesak Tujuan Sasaran Strategi Program Kegiatan 1. Meningkatnya pembangunan Tersedianya Tersedianya Penyusunan Masterplan Penyusunan Masterplan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA MOJOKERTO PROFIL PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN TAHUN 2006

PEMERINTAH KOTA MOJOKERTO PROFIL PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN TAHUN 2006 PEMERINTAH KOTA MOJOKERTO PROFIL PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN TAHUN 006 DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN TAHUN 007 GAMBARAN UMUM PROFIL PENGELOLAAN SAMPAH KOTA MOJOKERTO ======================================================

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR KOTA BALIKPAPAN ADMINISTRASI Profil Wilayah Kota Balikpapan terletak 113 km di Barat Daya Ibukota Propinsi Kalimantan Timur, Samarinda. Letaknya

Lebih terperinci

IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN 53 IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN 4.1 Kondisi Geografis Selat Rupat merupakan salah satu selat kecil yang terdapat di Selat Malaka dan secara geografis terletak di antara pesisir Kota Dumai dengan

Lebih terperinci

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013 Katalog BPS : 1101002.6271020 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PALANGKA RAYA STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013 STATISTIK DAERAH KECAMATAN BUKIT BATU 2013

Lebih terperinci

KONDISI UMUM WILAYAH STUDI

KONDISI UMUM WILAYAH STUDI 16 KONDISI UMUM WILAYAH STUDI Kondisi Geografis dan Administratif Kota Sukabumi terletak pada bagian selatan tengah Jawa Barat pada koordinat 106 0 45 50 Bujur Timur dan 106 0 45 10 Bujur Timur, 6 0 49

Lebih terperinci

V. DESKRIPSI LOKASI DAN SAMPEL PENELITIAN. Kelurahan Kamal Muara merupakan wilayah pecahan dari Kelurahan

V. DESKRIPSI LOKASI DAN SAMPEL PENELITIAN. Kelurahan Kamal Muara merupakan wilayah pecahan dari Kelurahan V. DESKRIPSI LOKASI DAN SAMPEL PENELITIAN Kelurahan Kamal Muara merupakan wilayah pecahan dari Kelurahan Kapuk, Kelurahan Kamal dan Kelurahan Tegal Alur, dengan luas wilayah 1 053 Ha. Terdiri dari 4 Rukun

Lebih terperinci

BAB III: GAMBARAN UMUM LOKASI STUDI

BAB III: GAMBARAN UMUM LOKASI STUDI BAB III: GAMBARAN UMUM LOKASI STUDI 3.1 Deskripsi Umum Lokasi Lokasi perancangan mengacu pada PP.26 Tahun 2008, berada di kawasan strategis nasional. Berda satu kawsan dengan kawasan wisata candi. Tepatnya

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. KOMPOSISI DAN KARAKTERISTIK SAMPAH KOTA BOGOR 1. Sifat Fisik Sampah Sampah berbentuk padat dibagi menjadi sampah kota, sampah industri dan sampah pertanian. Komposisi dan jumlah

Lebih terperinci

Bab 3: Profil Sanitasi Wilayah

Bab 3: Profil Sanitasi Wilayah Bab 3: Profil Sanitasi Wilayah Tabel 3.1: Rekapitulasi Kondisi fasilitas sanitasi di sekolah/pesantren (tingkat sekolah: SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK) (toilet dan tempat cuci tangan) Jumlah Jumlah Jml Tempat

Lebih terperinci

EVALUASI SISTEM PEMROSESAN AKHIR SAMPAH DI TPA LADANG LAWEH KABUPATEN PADANG PARIAMAN MENUJU CONTROLLED LANDFILL

EVALUASI SISTEM PEMROSESAN AKHIR SAMPAH DI TPA LADANG LAWEH KABUPATEN PADANG PARIAMAN MENUJU CONTROLLED LANDFILL EVALUASI SISTEM PEMROSESAN AKHIR SAMPAH DI TPA LADANG LAWEH KABUPATEN PADANG PARIAMAN MENUJU CONTROLLED LANDFILL Oleh : ROFIHENDRA NRP. 3308 202 014 Dosen Pembimbing : Prof. Dr. YULINAH TRIHADININGRUM,

Lebih terperinci

LAPORAN STUDI ENVIRONMENTAL HEALTH RISK ASSESSMENT (EHRA) KABUPATEN BANJARNEGARA. Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Banjarnegara

LAPORAN STUDI ENVIRONMENTAL HEALTH RISK ASSESSMENT (EHRA) KABUPATEN BANJARNEGARA. Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Banjarnegara LAPORAN STUDI ENVIRONMENTAL HEALTH RISK ASSESSMENT (EHRA) KABUPATEN BANJARNEGARA Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara September 2011 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 1 DAFTAR TABEL...

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN Kondisi Wilayah Letak Geografis dan Wilayah Administrasi Wilayah Joglosemar terdiri dari kota Kota Yogyakarta, Kota Surakarta dan Kota Semarang. Secara geografis ketiga

Lebih terperinci

A. Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah Kabupaten Kubu Raya

A. Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah Kabupaten Kubu Raya Lampiran E: Deskripsi Program / Kegiatan A. Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah Kabupaten Kubu Raya Nama Maksud Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah Kabupaten Kubu

Lebih terperinci

KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Polewali Mandar

KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Polewali Mandar BAB II PROFIL WILAYAH KAJIAN Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) adalah rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah

Lebih terperinci

LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 2 ANALISIS SWOT

LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 2 ANALISIS SWOT LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 2 ANALISIS SWOT ANALISIS SWOT Air Limbah Domestik A. Analisa SWOT O lingkungan mendukung agresif stabil w lemah selektif berputar Besar-besaran kuat s * (-39 : -24) ceruk terpusat lingkungan

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PROFIL KABUPATEN / KOTA PROFIL KABUPATEN / KOTA KOTA CIREBON JAWA BARAT KOTA CIREBON ADMINISTRASI Profil Wilayah ` Dalam sejarahnya Cirebon adalah bekas ibu kota kerajaan besar yang kekuasaannya meliputi seluruh Jawa Barat. Kerajaan

Lebih terperinci

BAB IV DASAR PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH

BAB IV DASAR PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH BAB IV DASAR PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH 4.1 Umum Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan sistem distribusi air bersih yaitu berupa informasi mengenai kebutuhan air bersih

Lebih terperinci