LAPORAN TAHUNAN 2002 AMERICAN EXPRESS BANK LTD. INDONESIA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "LAPORAN TAHUNAN 2002 AMERICAN EXPRESS BANK LTD. INDONESIA"

Transkripsi

1 LAPORAN TAHUNAN 2002 AMERICAN EXPRESS BANK LTD. INDONESIA DAFTAR ISI HALAMAN PENGANTAR 1 DEWAN KOMISARIS, DIREKSI, EKSEKUTIF 3 SUSUNAN MANAJEMEN DI INDONESIA 5 RINCIAN KEPEMILIKAN SAHAM 7 PERKEMBANGAN USAHA BANK 8 SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BANK 11 PROGRAM SOSIAL 15 LAPORAN MANAJEMEN 15 LAPORAN KEUANGAN 21 EKSPOSUR DAN MANAJEMEN RESIKO 22 INFORMASI LAIN 23 LAMPIRAN-LAMPIRAN 24

2 PENGANTAR Selama tahun 2002 situasi perekonomian Indonesia relatif stabil bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini tercermin dari nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang semakin menguat yakni Rp8.950 per Desember 2002, sedangkan pada Desember 2001 masih berada di level Rp Begitu juga dengan inflasi masih dalam kategori terkendali yakni 10,03%, suku bunga SBI juga telah berhasil turun dari 17% di akhir 2001 menjadi 13,06% pada akhir Desember Di pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan menunjukkan perbaikan kinerja dan berhasil menembus level 400. Namun besaran indikator moneter tersebut tidak otomatis diikuti oleh akselerasi pertumbuhan di sektor riil dimana prospek investasi dan ekspor masih belum tumbuh secepat yang diperkirakan sebelumnya. Hal tersebut disebabkan oleh masih lemahnya pertumbuhan ekonomi dunia dan belum pulihnya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia akibat tingginya faktor risiko yang ditimbulkan oleh permasalahan struktural dan keamanan di dalam negeri. Secara umum kondisi ekonomi-moneter pada tahun 2002 telah menunjukkan perkembangan yang membaik. Kekhawatiran banyak kalangan bahwa tragedi bom di Bali bulan Oktober 2002 yang lalu akan menyebabkan nilai tukar rupiah terpuruk, ternyata sejauh ini berhasil dihindari. Fungsi intermediasi perbankan pada tahun 2002 terus menunjukkan perbaikan. Secara komulatif, selama tahun 2002 jumlah kredit baru telah meningkat lebih kurang 50% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun Kondisi Non Performing Loan (NPL) perbankan juga lebih baik bila dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya. Kami memperkirakan bahwa kondisi moneter yang stabil selama tahun 2002 dapat dipertahankan dan berlanjut pada tahun 2003 sehingga diharapkan dapat membantu percepatan proses pemulihan ekonomi Indonesia. American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 1

3 Di tahun 2002, sejalan dengan kebijakan global American Express bank untuk keluar dari bisnis korporasi, aset korporasi Bank berhasil diturunkan dalam jumlah yang cukup signifikan. Sebaliknya, usaha dalam bidang Retail Banking, kartu credit, Correspondent Banking dan Private Banking yang telah menjadi fokus kebijakan dan strategi kami sejak tahun 2000 telah memberikan hasil yang menggembirakan. Dalam tahun 2002 ini juga, kami telah merampungkan kerjasama ATM dengan bank BCA (setelah sebelumnya dengan BII dan Danamon) sehingga secara keseluruhan, nasabah Bank kami dapat mengakses rekening mereka melalui 3500 ATM di seluruh Indonesia. Keberhasilan ini kami pandang sebagai kunci untuk mempertahankan dan meningkatkan daya saing serta kualitas pelayanan kepada nasabah kami. Secara umum, American Express Bank mengadakan pendekatan yang sangat berhati-hati di tengah kesulitan yang dihadapi dalam perekonomian Indonesia. Kantor Pusat kami di New York memberikan dukungan penuh pada setiap usaha kami. Strategi dan kebijakan yang dijalankan telah menunjukkan hasil positif dan kami yakin hasil yang telah kami capai di tahun 2002 akan menjadi fondasi dan momentum yang tepat untuk terus bertumbuh di tahun American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 2

4 DEWAN KOMISARIS, DIREKSI dan MANAJEMEN EKSEKUTIF Board of Directors Senior Management John L. Adams William J. Blomquist Kathleen M. Kramer Executive Vice President, Managing Director and Head Executive Director and Head, Trinity Industries Financial Institution Group Global Credit Charles A. Bowsher Former Comptroller General of the United States Kenneth I. Chenault Chairman and Chief Executive Officer, American Express Company James M. Cracchiolo Group President, Global Financial Services, American Expres Company W. Richard Holmes President and Chief Executive Officer, American Express Bank Ltd Bruce K. MacLaury President Emeritus, The Brookings Institutions Aldo Papone Senior Advisor, American Express Company James M.Cracchiolo Chairman of the Board Graham T. Brown Vice President, Technologies Jill Freeman Executive Director and Head, Human Resources Robert M. Friedman Executive Director and Head, Global Investment Services Norman R. Gilchrist Executive Director and Head, Operations Alan P.Gallo Executive Director Chief Financial Officer Sergio J. Masvidal Managing Director and Head, Global Private Banking Lee Middleton Senior Director, Public Affairs Kathryn S. Reimann Executive Director and Chief Compliance officer Vijay Parekh Vice Chairman Robert D. Welch Executive Director and Head, Affiliates Peter C.Sisti Executive Director, Treasurer Vijay Parekh President, International Consumer Small Business Payment and Financial Services, American Express Travel Related Service Company, Inc. P. Nicholas Kourides Managing Director and General Counsel Andrew J. Grant Executive Director and Head Financial Market Services W. Richard Holmes President and Chief Executive Officer, American Express Bank Ltd Mark W. Gross Senior Director and Head Business Transformation Group Francis X. Stankard International Banking Advisor General Auditor Edward C. Smith Executive Director S. Lachlan Hough Managing Director and Head, Asia/Pacific/Subcontinent Indonesia Executive Sylvia-Marie Challita Country Manager Robert D. Welch Executive Director and Head, Affiliates American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 3

5 SUSUNAN MANAJEMEN di INDONESIA ( Daftar Riwayat Hidup ) Sylvia-Marie Challita Senior Country Executive Bergabung dengan Bank : 11 Desember 1998 Senior Director, Corporate Finance Group American Express Bank Ltd, Singapore Jerman Master Degrees from Harvard University and The John Hopkins University, USA Muliani Margono Senior Director and Head, Financial Institution Group Bergabung dengan Bank : 1 Desember 1995 Clive Goldsworthy Senior Director and Head, Private Banking Bergabung dengan Bank : 18 Agustus 1999 Manager Head of Private Banking for Indonesia, Credit Lyonnais Singapore Indonesia Master of Science Degree in Information System Golden Gate University San Fransisco, California, USA Senior Director & Treasurer American Express Bank Ltd. Jakarta Australia Master of Applied Finance Macquarie University, Sydney, Australia Olivier Denis Senior Director and Head, Personal Financial Services Bergabung dengan Bank : 18 Desember 1997 Manager, Cosumer Financial Services American Express Bank Ltd, Paris, Perancis Perancis Master in Business Administration Cranfield School of Management, England Robert L. Potts Senior Director and Country Credit Officer Bergabung dengan Bank : 18 September 1997 Development Alternatives Inc. Director (Chief of Party) The Bosnian Reconstruction Finance Facility Amerika Serikat Bachelor in Political Science Loyola College, Baltimore, Maryland, USA American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 4

6 SUSUNAN MANAJEMEN di INDONESIA ( Daftar Riwayat Hidup ) Lina Tanusondjaja Director & Country Controller Bergabung dengan Bank : 1 Pebruari 2000 Director of Finance PT Bank Papan Sejahtera Tbk, Jakarta Indonesia Master in Business Administration Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI), Jakarta Rini Maramis GFS Operations Director Bergabung dengan Bank : 7 Juni 1999 Tim Pengelola Bank Jaya (IBRA) Indonesia Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta Adriani Sukmoro Director Human Resources Bergabung dengan Bank : 6 Januari 2000 Human Resources Division Manager ABN AMRO Bank, NV., Jakarta Indonesia Bachelor Degree in Psychology Indonesian University, Jakarta Ponky Pudjianto Director Compliance Bergabung dengan Bank : 22 Januari 2002 SVP, Operation Head. Bank Danamon Indonesia Bachelor s Degree in Economics Indonesian University, Jakarta Anneke Tompodung Director Operations Bergabung dengan Bank : 13 November 1978 Deputy Operations Director American Express Bank Ltd, Jakarta Indonesia Akademi Akuntansi Indonesia American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 5

7 SUSUNAN MANAJEMEN di INDONESIA ( Daftar Riwayat Hidup ) Farina Hatta Director Country Treasurer Bergabung dengan Bank : 22 Juli 1996 Head of Treasury Marketing American Express Bank Ltd. Jakarta Indonesia Bachelor Science in Business Economics University of the Philippines, Diliman, Philipina Irni Palar Head of Global Network Establisment Services. Bergabung dengan Bank 5 Januari 1998 Manager, Field Account Development & Merchant Acquisition American Express Bank Ltd, Jakarta Indonesia Portland State University - USA Vira Soekardiman Head of Global Corporate Services Bergabung dengan Bank : 12 Februari 1992 Manager, National Key Account & Regional Business Partners American Express Bank Ltd, Jakarta Indonesia California State University Los Angeles, USA Fathia I. Syarif P.A. & C. Manager Bergabung dengan Bank : 20 Juni 2002 PR and Communications Manager PT Asuransi Allianz Utama Indonesia Indonesia Bachelor s Degree in French Literature, UI Jakarta Atul Garg Director Marketing & Sales Bergabung dengan Bank Januari 2001 Director Marketing India & Area Countries American Express Bank Ltd, India India Indian Institute of Management American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 6

8 RINCIAN KEPEMILIKAN SAHAM American Express Bank Ltd. di Indonesia merupakan cabang dari American Express Bank Ltd. yang berkantor pusat di New York dan sepenuhnya dimiliki oleh American Express Company. Didirikan pada tahun 1850, American Express Company kini merupakan perusahaan penerbit kartu kredit, penyelenggara jasa perjalanan dan jasa keuangan terkemuka di dunia. Pada akhir tahun 2002, American Express Company tercatat memiliki aktiva lebih dari USD 157 milyar dan ekuitas sebesar USD 14 milyar. Sebagai cabang, American Express Bank Ltd, Indonesia memiliki modal dasar sebesar USD 1 juta yang disajikan pada nilai historis Rupiah ekuivalen. American Express Bank Ltd., cabang Indonesia, tidak memiliki anak perusahaan, maka Bank tidak diwajibkan membuat laporan konsolidasi yang meliputi posisi keuangan, komitmen dan kontinjensi serta hasil usaha bank dan seluruh anak perusahaan pada akhir periode laporan. PENGURUS DAN PEMILIK BANK AMERICAN EXPRESS BANK, LTD., INDONESIA PENGURUS BANK PEMILIK BANK HEAD OFFICE - NEW YORK Chairman & Chief Executive Officer : Mr. W.Richard Holmes Asia Pacific & Subcontinent Executive : Mr. Lachlan Hough American Express Co. 100% JAKARTA BRANCH Country Manager : Ms. Sylvia-Marie Challita American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 7

9 PERKEMBANGAN USAHA BANK (Dalam jutaan rupiah, kecuali nilai tukar valuta asing) UNTUK PERIODE SATU TAHUN Jumlah pendapatan bunga bersih Jumlah pendapatan fee based Jumlah pendapatan transaksi valas Pendapatan lainnya Jumlah Pendapatan Jumlah biaya (tanpa PPNAP*) Laba/(rugi) Operasi Pendapatan non operasional lainnya Laba/(rugi) selisih kurs yang timbul dari pendanaan kantor pusat untuk akumulasi kerugian Beban(pendapatan) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontijensi *Penyisihan Penghapusan Nilai Aktiva Produktif Pendapatan(Beban) Pajak Tangguhan Laba/(Rugi) tahun berjalan (2.108) (7.924) (58.861) ( ) ( ) (11.091) (78.317) (65.911) (11.048) ( ) PER AKHIR TAHUN Surat berharga Pinjaman yang diberikan Aktiva lainnya Jumlah Aktiva Dana pihak ketiga Kewajiban lainnya Akun kantor pusat Jumlah kewajiban dan akun kantor pusat Nilai tukar USD/IDR ( ) ( ) American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 8

10 PERKEMBANGAN USAHA BANK AKTIVA PRODUKTIF DANA PIHAK KETIGA PINJAMAN YANG DITERIMA TOTAL BIAYA DANA MODAL RASIO KEUANGAN 1. CAR 2. Aktiva Tetap terhadap Modal 3. Aktiva Produktif bermasalah 4. Non Performing Loan (NPL) 5. PPAP terhadap Aktiva Produktif 6. Pemenuhnan PPAP 7. ROA 8. ROE 9. NIM 10. BOPO 11. LDR 12. GWM Rupiah 13. PDN 14. Pelampauan BMPK 15. Pelanggaran BMPK 16,60% 30,17% 1,23% 2,20% 2,06% 108,4% 8,40% 42,03% 1,18% 98,93% 71,95% 5,83% 8,15% ,60% 13,83% 4,48% 7,6% 4,16% 100% -5,63% -34,62% 0,08% 141,50% 45,32% 5,42% 544,3% 0 0 Pada tahun 2002, sebagaimana telah diantisipasi dalam Rencana Kerja American Express Bank Ltd. di Indonesia, sebagian besar perusahaan swasta nasional masih mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban mereka, baik dalam hal pengembalian pokok pinjaman maupun pembayaran bunga, sehingga pemberian pinjaman dalam bentuk kredit diberikan dengan cara yang sangat selektif. Selain itu, Bank tetap memusatkan perhatian pada pengelolaan kredit bermasalah dan mengusahakan agar restrukturisasi pinjaman dapat diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 9

11 Sejalan dengan kebijakan global Bank kami untuk keluar dari bisnis korporasi dan lebih memusatkan perhatian pada bisnis retail banking serta correspondent banking, banyak hal telah kami lakukan untuk PERKEMBANGAN USAHA BANK mendukung arah kebijakan tersebut. Di tahun 2002 aset korporasi menurun drastis, dari 150 milyar menjadi 39 milyar. Jumlah klien menurun dari 8 di awal tahun menjadi hanya 2 perusahaan pada akhir tahun Hal ini dikarenakan adanya penjualan aset, restrukturisasi kredit dan peghapusbukuan kredit-kredit yang menurut analisa kami tidak akan dapat tertagih. Menurut rencana, sebelum akhir kwartal pertama 2003, kami sudah akan keluar sepenuhnya dari bisnis korporasi dan memfokuskan segenap usaha untuk membangun bisnis Global Financial Services (Personal Financial Services dan Kartu Kredit), Private Banking dan Financial Institutions. Bisnis-bisnis tersebut merupakan fokus dari strategi jangka panjang Bank kami. Bisnis ritel Bank kami pada tahun 2002 memperlihatkan kinerja yang baik. Hal ini dibangun atas momentum pertumbuhan dan prestasi yang telah dicapai pada tahun Bisnis Personal Financial Services (PFS) dan Divisi Kartu mengalami pertumbuhan yang cukup pesat, ditandai dengan tingginya peningkatan jumlah nasabah Bank dan pemegang kartu. Dalam bidang operasional, kami juga telah melakukan integrasi berbagai proses antara PFS dan Divisi Kartu dalam rangka meningkatkan sinergi yang diharapkan akan menghasilkan efisiensi usaha serta peningkatan kepuasan nasabah. Secara umum, bisnis Private Banking, Financial Institutions dan Treasury juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Kami terus mengembangkan aktivitas ketiga bisnis ini di tahun Upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas pelayanan nasabah telah dilakukan. Perluasan jaringan ATM sudah kami laksanakan dan akan terus kami sempurnakan. Demikian pula halnya dengan penyempurnaan layanan phone banking yang makin mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi perbankan. Penyempurnaan dan pembaruan teknologi sistem informasi untuk mendukung kegiatan operasional juga terus dan sedang kami upayakan. Pada pertengahan tahun 2002, Kantor Pusat Bank kami mengukuhkan komitmennya terhadap kantor cabang di Indonesia dengan menutup American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 10

12 SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BANK akumulasi kerugian kantor cabang sebesar lebih dari 1 triliun Rupiah, yang telah diderita sejak tahun 1998 akibat krisis ekonomi. Selain daripada itu, Kantor Pusat juga memberikan pinjaman dalam rangka dana usaha dengan tanpa dikenakan biaya bunga. Hal ini memposisikan Bank dalam struktur keuangan yang lebih solid dan sehat untuk menghadapi tantangan di tahun 2002 dan ke depan. Dalam upaya pengembangan bisnis Bank yang berkesinambungan, kami menerapkan strategi yang terfokus, didukung oleh empat pilar (building blocks) utama. Ke-empat pilar tersebut adalah: (1) Mengembangkan hubungan baru / menjaring nasabah baru ; (2) Mempertahankan hubungan yang ada; (3) Meningkatkan kemampuan dan sumber-daya, dan (4) Memaksimalkan efektivitas organisasi. Di tahun 2002 proses akuisisi nasabah baru dan peningkatan kapasitas saluran distribusi telah disempurnakan untuk mendukung percepatan pertumbuhan nasabah. Kami juga telah meningkatkan kegiatan dan jangkauan wilayah pemasaran dari Jakarta ke Surabaya dengan di perluasnya kantor pemasaran di sana. Pameran di mal (pusat belanja), pasar swalayan dan hipermarket, tele-marketing, dan penjualan secara personal/langsung (direct selling) adalah tetap menjadi saluran akuisisi yang utama. Disamping itu, kami juga secara selektif memanfaatkan Direct Mail dan Take One (penempatan brosur/aplikasi di tempat-tempat keramaian dan pusat belanja). Dalam rangka mempertahankan kualitas dan memperdalam hubungan dengan nasabah yang sudah ada, Bank memfokuskan pada peningkatan aktivitas penjualan silang (cross sell) antara PFS, Kartu Kredit dan PB. Aktivitas cross sell ini dinilai telah membuka peluang penetrasi pasar yang lebih dalam bagi masing-masing bisnis. Produk andalan Bank, Money Plus, terus kami kembangkan dengan fasilitas-fasilitas lain yang bertujuan untuk meningkatkan kepuasan nasabah selain juga memberikan pendapatan komisi (fee-based) yang lebih besar untuk bank. Hal ini telah membawa dampak perbaikan tingkat profitabilitas bank. Peningkatan kemampuan, sumber daya dan proses operasional adalah faktor yang tidak dapat diabaikan untuk mendukung pertumbuhan yang sehat. Fokus American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 11

13 unit bisnis. SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BANK dari usaha ini ditujukan kepada: peningkatan efisiensi akuisisi, peningkatan efisiensi servis kepada nasabah, dan perampungan strategi terpadu antar Melalui semua usaha diatas, kami yakin telah dapat meningkatkan tingkat kepuasan nasabah kami. Strategi dan Fokus Bisnis Retail Banking Secara spesifik, tabel di bawah ini merangkum sasaran, strategi dan kebijakan bisnis ritel Bank kami di tahun 2002 dan ke depan, yang terintegrasi dalam ke-empat pilar tersebut di atas. Pilar PFS Kartu Kredit Akuisisi Nasabah Baru Pemeliharaan nasabah yang sudah ada Peningkatan kemampuan dan proses Maksimalkan Efektifitas Organisasi Memperkuat akuisisi dengan mengembangkan saluran distribusi seperti direct sales, telemarketing, agen penjualan eksternal, pameran, inisiatif kerjasama dengan pertokoan retail Mengembangkan kehadiran di Indonesia dengan memperluas daerah-daerah pemasaran baru di kota-kota besar lain di Indonesia. Memperkenalkan Balance Transfer (BT) sebagai upaya penjualan silang dengan Kartu Kredit Pengembangan jaringan ATM dari 1300 lokasi menjadi 3500 Penjualan silang dengan Kartu Kredit. Pengembangan lebih lanjut produk reksadana (Money Plus) Mengadakan berbagai program seperti: Client Gatherings, Lucky Draw dan Member Get Member. Pemberdayaan jaringan ATM Dalam persiapan penerapan sistim ritel perbankan yang baru (I-Wealth View), menggantikan sistem operasi yang lama untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan penawaran produk baru seperti internet banking Meningkatkan kemampuan Mutual Fund System untuk mendukung produk reksadana dan pertumbuhan fee based income Menciptakan inisiatif sinergi dalam unit PFS dan unit pendukung lainnya Menciptakan suatu database pengetahuan dan pelatihan sistem aplikasi Memanfaatkan saluran distribusi seperti direct selling, telemarketing, direct mail dan take one. Menjaring lebih banyak nasabah dengan memanfaatkan kerjasama dengan partner seperti PT Telkom Mengembangkan cukup tenaga pemasaran pihak ketiga untuk melakukan pameran-pameran, telemarketing dan personal sales Meningkatkan jumlah nasabah kartu emas dan kartu biru. Meningkatkan loyalitas pemegang kartu melalui penawaran produk yang bernilai tambah dan memanfaatkan jaringan global franchise American Express. Penjualan silang dengan PFS dalam hal penawaran kartu dan pengembangan produk pinjaman tanpa agunan yang baru. Dalam persiapan penawaran produk secara on-line dengan memanfaatkan internet. Penggantian sistim operasi kartu kredit dengan sistem yang baru (GlobeStar) Melanjutkan upaya restrukturisasi dan efisiensi, seperti pengurangan biaya operasi dan peningkatan efisiensi melalui aplikasi sistem informasi Melanjutkan inisiatif program pengembangan kepemimpinan (leadership development program) dan mentorship untuk staff lokal Peningkatan pelatihan keterampilan American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 12

14 Mengembangkan program pengembangan kepemimpinan (leadership development program) dan pengalaman internasional Pelatihan orientasi produk. SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BANK Private Banking Fokus dari strategi Private Banking adalah penyediaan layanan financial yang berkualitas tinggi dan bersifat pribadi kepada individu-individu kalangan atas (high net-worth individuals). Indonesia memiliki potensi yang cukup besar dalam segmen pasar yang demikian. Peluang usaha dibidang ini masih terbuka, meskipun kompetisi antar bank cukup ketat, mengingat ada sekitar 80 bank di Indonesia yang dengan agresif menggarap segmen pasar ini. Tahun 2002 dan 2003 ini kami telah dan terus akan melanjutkan upaya peningkatkan penetrasi pasar dan pertumbuhan portofolio. Dalam upaya untuk menjaring nasabah baru, kami telah menerapkan program seperti referensi karyawan dan juga referensi agen (staff and agent referral programs). Untuk membina dan meningkatkan hubungan dengan nasabah, kami mengadakan berbagai acara (events) seperti turnamen golf dan seminar-seminar yang membahas alternatif investasi atau keadaan perekonomian secara umum. Di samping itu, kami juga secara berkala melakukan presentasi produk investasi dan presentasipresentasi yang membahas prakiraan ekonomi global kepada nasabah dan calon nasabah. Financial Institutions Group (FIG) Financial Institutions Group menawarkan beragam produk dan pelayanan dalam bidang pembayaran internasional antar lembaga keuangan, trade finance, dan check clearing. Sebagai bank koresponden, FIG turut berperan aktif dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia, khususnya dalam bidang perdagangan (trade), ekspor dan impor, pengurusan LC dan pelayanan pembayaran internasional (dengan Bank Mandiri, BNI, Bank Permata, BII, BCA dan yang lainnya). Unit bisnis ini memiliki keunggulan berupa: American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 13

15 - Akses ke jaringan global yang luas dan tersebar merata di pusat-pusat bisnis dunia; - Didukung oleh perangkat aplikasi sistim komputer yang canggih dan terpadu; SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BANK - Pengalaman perbankan internasional lebih dari delapan puluh tahun; Fokus yang konsisten pada International Correspondence Banking. Sebagai bagian dari strategi bank, kami telah memulai inisiatif untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan PFS, Private Bank dan Treasury dalam rangka peningkatan penetrasi pasar dan volume transaksi. Financial Market Services (Treasury) Fungsi utama dari Treasury adalah memberikan dukungan kepada unit bisnis yang lain dalam rangka penyedian likuiditas, manajemen neraca, dan transaksi valuta asing. Sejalan dengan strategi dan kebijakan pengembangan unit bisnis lainnya, Treasury senantiasa berperan dalam menyediakan kebutuhan likuiditas dan transaksi FX. Produk yang ditawarkan tidak berbeda dengan tahun 2001, walaupun kami juga tengah mempersiapkan penawaran jenis produk fixed income sejalan dengan situasi dan kondisi pasar. Di tahun 2002, Bank terus memaksimalkan upaya kearah organisasi yang lebih efektif. Hal ini mencakup usaha untuk mengidentifikasi dan mengembangkan staf lokal untuk menjabat posisi-posisi kunci dalam tim manajemen. American Express Bank Ltd. menjalankan setiap kegiatan usahanya dengan berpegang pada nilai-nilai dasar yang dikenal sebagai American Express Blue Box Values. Nilai-nilai dasar berikut ini dijunjung oleh segenap karyawan American Express di seluruh dunia. Mengutamakan kepentingan nasabah. Memberikan mutu yang prima dalam segala kegiatan. Memperlakukan karyawan dengan penuh penghargaan. Mempertahankan standar integritas yang tinggi. Mengembangkan kerja sama tim dari unit terkecil sampai perusahaan secara keseluruhan. American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 14

16 Menjadi warga negara yang baik di lingkungan tempat tinggal dan bekerja. Kami yakin bahwa dengan melaksanakan nilai-nilai dasar ini kami akan mampu memberikan layanan prima kepada setiap nasabah, menjadi yang terkemuka dalam dunia usaha dan memberikan keuntungan yang memuaskan kepada para pemegang saham. PROGRAM SOSIAL Sesuai dengan salah satu nilai dasar yang dianut American Express Bank Ltd. di seluruh dunia yaitu Menjadi warga negara yang baik di lingkungan tempat tinggal dan bekerja, kami memiliki tingkat kepedulian yang tinggi terhadap program-program kemasyarakatan. Pada tahun 2002 telah dilaksanakan berbagai kegiatan sosial, diantaranya adalah sebagai berikut: Sumbangan kepada Korban Banjir Jakarta Pada saat pasca banjir Februari - Maret 2002, karyawan American Express cabang Indonesia yang di koordinir oleh Amex Sports Club, telah memberikan santunan kepada para korban banjir dengan cara terjun langsung ke lokasi lokasi banjir, adapun santunan yang berupa makanan, minuman, pakaian dan obat2an kita salurkan setiap minggu dengan semangat karyawan Amex Peduli yang terus berlangsung selama pasca banjir. Santunan yang disalurkan diberikan langsung kepada korban banjir. Donor darah sukarela bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia Pada Maret 2002, American Express Bank Ltd., di Indonesia melalui American Express Sports Club melakukan kegiatan donor darah dengan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 40 karyawan. American Express Great Citizen Award Program (AEGCAP) Selama tahun 2002, enam karyawan bank kami berhasil memperoleh perhargaan dari American Express New York sebagai warga masyarakat yang baik di lingkungan tempat tinggalnya dengan membantu atau mengelola yayasan sosial, dimana ke enam karyawan tersebut berperan aktif. Termasuk dalam perhargaan yang diberikan adalah bantuan dalam bentuk uang kepada yayasan sosial yang mereka bina. LAPORAN MANAJEMEN a. Struktur Organisasi Struktur organisasi American Express Bank Ltd Indonesia terdapat American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 15

17 pada Lampiran 1. Tim manajemen di Indonesia dipimpin oleh Country Manager kami yaitu Ms. Sylvia-Marie Challita. LAPORAN MANAJEMEN b. Aktivitas Utama American Express Bank Ltd., Cabang Indonesia bergerak di bidang jasa keuangan dan jasa lain yang berhubungan dengan perjalanan. Kami memiliki enam line of business yang secara ringkas, produk, layanan dan target pasar dapat digambarkan sebagai berikut: Unit Produk/Distribusi Target Pasar Bisnis PFS Produk: Kalangan menengah ke Giro IDR & USD atas dan perusahaan Kartu Kredit Private Banking Tabungan IDR Deposito berjangka IDR & USD ATM Money Plus Saluran Distribusi: Tatap muka Telemarketing Direct Sales Pameran/exhibitions Agen penjualan eksternal Produk: Kartu Emas PT Telkom Kartu Biru PT Telkom Kartu Emas dan Biru GRCC Saluran Distribusi: Telemarketing Direct Mail (secara selektif) Personal Sales Roadshows Take Ones Cold - calling Produk: Mutual Funds Credit Facilities Demand and Time Deposits Foreign Exchange Personal Services Saluran Distribusi: Agent referral Staff referral Kalangan menengah ke atas Kalangan atas (high networth individuals) American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 16

18 FMS/ Treasury Produk: International Payments (Commercial, FX, Treasury, SWIFT checks) Trade (L/C, Export/Import, Acceptances, Collection & Export bills Cash Management (TC dan CommercialCheck clearing) Produk: Spot, Forward dengan kolateral Fixed Income Fixed Deposit, SBI Institusi Keuangan Unit Bisnis Bank LAPORAN MANAJEMEN c. Teknologi Informasi Aplikasi utama untuk operasi Bank sehari-hari, yaitu untuk modul teller, deposito berjangka, tabungan, giro dan transaksi valuta asing, kami menggunakan Globus. Globus merupakan sistem yang dibeli oleh kantor pusat American Express Bank Ltd., dari sebuah perusahaan perangkat lunak benama Temenos Co. yang berafiliasi dengan EDS, salah satu perusahaan paling terkemuka di dunia dalam bidang teknologi informasi. Perangkat lunak ini telah dimodifikasi untuk memenuhi standar dan kebutuhan Bank. Sedangkan untuk bisnis kartu kredit, digunankan sistem ARIMSP/GlobeStar. Sistem gaji dan Personalia terpisah dari jaringan utama dan dikembangkan oleh Bank untuk kepentingan sistem penggajian dan pembayaran pajak penghasilan karyawan. Informasi Perangkat Keras yang digunakan Merk & Model Mesin Operating System Network Telecomm. Software Mainframe : VM RSCS Amdahl 1100A American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 17

19 Mikro Alone) : (PC/Stand Unix HP Unix 9000 Micro(PC/LAN) : Jaringan 1 : - Windows NT4(server), Compac Prolian Novell 4.11 (server), Compac Proliant 2000 Jaringan 2 : - Windows NT4, Compac Proliant 5000 WIN NT Win 95 Win NT Token ring Token ring Token ring LAPORAN MANAJEMEN Perangkat Lunak Jenis dan merek perangkat lunak yang digunakan meliputi : Nama Deskripsi SBS-FAS SBS-DCCS MERVA ARITAPS GLOBUS IMSF ARIMSP MBS CASW GLOBSTAR Sistem GL Kredit Dokumenter SWIFT Messages Sistem Collections Core Banking System Globus Inquiry Modul Modul Transaksi charge card Mobile Banking System Modul Otorisasi EDC Modul Transaksi Credit Card d. Jenis produk dan jasa yang ditawarkan Untuk jenis produk dan jasa yang ditawarkan dapat dilihat pada point b e. Tingkat suku bunga Tingkat suku bunga untuk Giro, Tabungan dan Simpanan berjangka adalah sebagai berikut : Tingkat suku bunga rata-rata tertimbang per tahun American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 18

20 Giro - Rupiah 4,45% 5,29% - Valuta Asing 0,52% 1,90% 2. Tabungan 5,28% 5,45% 3. Deposito Berjangka - Rupiah 7,59% 6,70% - Valuta Asing 1,20% 3,21% f. Perkembangan perekonomian dan target pasar Perkembangan perekonomian dapat dilihat dalam bahasan Perkembangan Usaha Bank serta Strategi dan Kebijakan Bank. Sedangkan untuk target pasar dapat dilihat pada point b LAPORAN MANAJEMEN g. Jaringan kerja dan mitra usaha baik di dalam/luar negeri American Express Bank Ltd. beroperasi di 41 negara. Setiap saat, semua nasabah American Express Bank Ltd. dapat mengakses jaringan dan kapabilitas Bank dan American Express Company secara global. Di dalam negeri, American Express bermitra usaha dengan berbagai bank untuk penjualan traveller s cheques, termasuk diantaranya Lippobank, Bank Bali, Bank Internasional Indonesia, Panin Bank, Bank Mandiri, Bank Niaga. h. Jumlah, jenis dan lokasi kantor Saat ini American Express Bank Ltd., di Indonesia berkantor pusat di Graha Aktiva, Jalan HR Rasuna Said Kav. 3 Blok X-1, Jakarta 12950, dan kantor cabang beralamat di Jalan Melawai Raya No. 7, Jakarta Kami juga memiliki kantor pemasaran di Surabaya yang beralamat di Hyatt Regency Surabaya, Jalan Basuki Rahmat Surabaya i. Kepemilikan Direksi, Komisaris dan pemegang saham lain dalam grup/perusahaan terafiliasi American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 19

21 Tidak berlaku bagi American Express Bank Ltd., cabang Indonesia. j. Perubahan-perubahan yang terjadi di bank dan group pada tahun 2002 Tidak ada hal yang signifikan. k. Hal-hal penting yang diperkirakan akan terjadi di masa yang akan datang Tidak ada hal yang signifikan. Perubahan yang diakibatkan oleh fokus dari pada strategi Bank telah diulas pada bagian Perkembangan Usaha Bank serta Strategi dan Kebijakan Bank. LAPORAN MANAJEMEN l. Sumber Daya Manusia Jumlah tenaga kerja Bank adalah 270 pegawai tetap. Adapun Struktur Pendidikan karyawan adalah lulusan SMA(7%), lulusan D3(30%), lulusan S1 (50%) dan lulusan S2 (12%). Total biaya tenaga kerja sepanjang tahun 2002 adalah Rp 73,6 milyar. Pendidikan dan pengembangan tenaga kerja merupakan hal yang dipandang sangat penting oleh Bank, sehingga secara berkesinambungan telah dilakukan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan karyawan, baik teknis maupun manajerial antara lain pelatihan yang telah dilakukan adalah : - Compliance Training (Februari 2002) - Compliance Training (Maret 2002) - Compliance Training (April 2002) - Understanding Your Compensation and Career Development (May 2002) - Global and Indonesian Economic and Market Outlook (May 2002) - Business Presentation Skills, Product Presentation and Compliance Training (Juli 2002) - Coaching & Feedback Program (Juli 2001) - Microsoft Excel Training, Business Presentation Skill, and Product Presentation Training (Agustus 2002) - Compliance Training (September Oktober 2002) - Achieving Extraordinary Customer Relation Training (November 2002) American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 20

22 - English Course, The British Institute, English First, Adventist English Conversation School (Desember 2002) LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hanadi, Sarwoko & Sandjaja, terlampir dan mencakup hal-hal sebagai berikut: Neraca Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Ekuitas Laporan Arus Kas Catatan atas laporan keuangan, termasuk informasi menegenai Komitmen dan Kontijensi Opini Akuntan Publik Laporan Keuangan tersebut diatas telah memenuhi seluruh aspek penggungkapan (disclosure) sebagaimana ditetapkan dalam pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan PAPI yang berlaku. Laporan Keuangan yang tersebut diatas dapat dilihat pada halaman lampiran 2. American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 21

23 EKSPOSUR DAN MANAJEMEN RISIKO Dalam melakukan monitoring terhadap manajemen risiko, Bank secara umum menetapkan trading limit, khususnya Value-at-Risk (VaR) limit dan Management Action Point (MAP) sebagai sarana untuk mengendalikan risiko suku bunga dan nilai tukar yang dapat berpengaruh terhadap likuiditas Bank. VaR limit didasarkan pada kuantifikasi risiko pergerakan tingkat suku bunga atau nilai tukar terhadap nilai portfolio yang dimiliki Bank. Dengan adanya nilai VaR dapat diketahui dampak pergerakan suku bunga ataupun nilai tukar setiap 1 bps (basis point) akan mengakibatkan Bank mengalami keuntungan/kerugian sebesar nilai VaR. Dalam penerapannya, Bank membedakan VaR limit atas suku bunga dan nilai tukar. VaR dihitung secara harian dan dilaporkan ke Kantor Regional. Khusus untuk transaksi dengan nasabah, VaR dapat dimonitor setiap saat, untuk mengetahui posisi nasabah sesegera mungkin sehingga dapat diambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain monitoring melalui VaR, Bank juga menetapkan limit lainnya seperti dealer limit, cut-loss limit, product limit, counterparty limit, settlement limit dan lainnya seperti lazimnya pelaksanaan transaksi treasury. Keseluruhan limit tersebut untuk mengurangi dan mengantisipasi risiko pasar yang mungkin timbul. American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 22

24 INFORMASI LAIN Transaksi-transaksi penting lainnya dalam jumlah yang signifikan : Pada pertengahan tahun 2002, Kantor Pusat Bank kami mengukuhkan komitmennya terhadap kantor cabang di Indonesia dengan menutup akumulasi kerugian kantor cabang sebesar lebih dari 1 triliun Rupiah, yang telah diderita sejak tahun 1998 akibat krisis ekonomi. Selain daripada itu, Kantor Pusat juga memberikan pinjaman dalam rangka Dana Usaha dengan tanpa dikenakan biaya bunga. Hal ini memposisikan bank dalam struktur keuangan yang lebih solid dan sehat untuk menghadapi tatntang masa yang akan datang. Informasi kejadian penting setelah tanggal laporan Akuntan Publik adalah : Nihil American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 23

25 LAMPIRAN 1 American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 24

26 AMERICAN EXPRESS - INDONESIA ORGANIZATION CHART December 2002 Report Sylvia M. Senior Challita Country Executive (50) Eveline Kristanti Executive Secretary (30) Farina Kartasasmita Head of Financial Market Services (40) Robert L.Potts Head of Credit (45) Muliani Margono Head of Financial Institution Group (45) Clive Goldsworthy Head of Private Banking (45) Olivier Denis Head of Personal Financial Services (45) Atul Garg Director Marketing & Sales ICCS (40) Vira Soekardiman Head of Global Corporate Services (35) Irni Palar Head of Global Network Establishment Services Andi A. Sutardi Asst. Mgr Legal Affairs (30) Indra Hartono Internal Control Mgr (35) Fathia I. Syarif P. A. & C. Manager (35) Adriani Sukmoro Human Resources Director (40) Rini Maramis GFS Ops. Director (40) Anneke Tompodung AEB Operations Director (40) Lina Tanusondjaja Country Controller (40) Ponky Pudijanto ComplianceDire ctor (40) TBA Lead Financial Officer (35) American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 25

27 American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 26

28 LAMPIRAN 2 American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 27

Laporan Direktur Utama

Laporan Direktur Utama Laporan Utama Utama 16 Laporan Tahunan Danamon 2007 Kami berhasil meraih kinerja yang sangat memuaskan di berbagai bidang... Pemegang Saham yang Terhormat, Dengan bangga saya laporkan bahwa dalam segala

Lebih terperinci

PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA PER 30 SEPTEMBER 2003 & 2002

PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA PER 30 SEPTEMBER 2003 & 2002 PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA NO POS - POS AKTIVA 1 Kas 62.396 50.624 2 3 4 5 6 7 Penempatan pada Bank Indonesia a. Giro Bank Indonesia 999.551 989.589 b. Sertifikat Bank Indonesia - 354.232

Lebih terperinci

Laporan Keuangan Triwulanan 30 September 2009

Laporan Keuangan Triwulanan 30 September 2009 Laporan Keuangan Triwulanan 30 September 2009 Bangkok Bank Public Company Limited Jakarta Branch NERACA BANGKOK BANK PCL Per 30 September 2009 dan 2008 (dlm.jutaan rupiah) No. POS - POS 30 September 2009

Lebih terperinci

Mempertahankan arah, menjadi lebih kuat.

Mempertahankan arah, menjadi lebih kuat. Bank Danamon Laporan Tahunan 2006 18 Laporan Direktur Utama Mempertahankan arah, menjadi lebih kuat. Di tahun 2006 Bank Danamon memperingati ulang tahunnya yang ke-50 dan menjadi lebih kuat pada akhir

Lebih terperinci

PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA PER 31 DESEMBER 2003 & 2002

PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA PER 31 DESEMBER 2003 & 2002 PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) NERACA PER 31 DESEMBER 2003 & 2002 NO POS - POS AKTIVA 1 Kas 78.536 88.602 2 3 4 5 6 7 Penempatan pada Bank Indonesia a. Giro Bank Indonesia 1.145.346 1.029.529 b. Sertifikat

Lebih terperinci

PERHITUNGAN KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM. PT BANK BALI Tbk ( Induk Perusahaan ) Per 31 Maret 2002 dan 2001.

PERHITUNGAN KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM. PT BANK BALI Tbk ( Induk Perusahaan ) Per 31 Maret 2002 dan 2001. A. MODAL INTI PERHITUNGAN KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM I. KOMPONEN MODAL 1. Modal Disetor 2. Cadangan Tambahan Modal ( Disclosed Reserves ) a. Agio Saham b. Disagio ( -/- ) c. Modal Sumbangan d.

Lebih terperinci

KONSOLIDASI POS-POS. Des 2005 Des 2004 Des 2005 Des 2004 AKTIVA 41,215 28,657

KONSOLIDASI POS-POS. Des 2005 Des 2004 Des 2005 Des 2004 AKTIVA 41,215 28,657 NERACA POS-POS KONSOLIDASI Des 2005 Des 2004 Des 2005 Des 2004 1. AKTIVA Kas 41,215 28,657 2. Penempatan pada Bank Indonesia 850,832 615,818 a. Giro Bank Indonesia 732,894 554,179 b. Sertifikat Bank Indonesia

Lebih terperinci

NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PER 30 SEPTEMBER 2007 DAN 2006 (Dalam Jutaan Rupiah)

NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PER 30 SEPTEMBER 2007 DAN 2006 (Dalam Jutaan Rupiah) NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN KONSOLIDASI NO. POSPOS Per 30 Sept 2007 Per 30 Sept 2006 Per 30 Sept 2007 Per 30 Sept 2006 (Tidak Diaudit) (Tidak Audit) (Tidak Diaudit)

Lebih terperinci

NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PER 31 MARET 2007 (Dalam Jutaan Rupiah)

NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PER 31 MARET 2007 (Dalam Jutaan Rupiah) NERACA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PER 31 MARET 2007 KONSOLIDASI NO. POS-POS 31 Mar. 2007 31 Mar. 2006 31 Mar. 2007 31 Mar. 2006 (Tidak Diaudit) (Tidak Audit) (Tidak Diaudit)

Lebih terperinci

Standard Chartered Bank Plc cetak rekor laba operasional di paruh pertama, naik 10% ke USD3,12 milyar

Standard Chartered Bank Plc cetak rekor laba operasional di paruh pertama, naik 10% ke USD3,12 milyar Standard Chartered Bank Plc cetak rekor laba operasional di paruh pertama, naik 10% ke USD3,12 milyar Momentum bisnis yang kuat serta pencapaian rekor kinerja yang konsisten Ringkasan: Laba Group meningkat

Lebih terperinci

NERACA KONSOLIDASI Tanggal 30 Juni 2002 dan 2001 ( Dalam jutaan rupiah )

NERACA KONSOLIDASI Tanggal 30 Juni 2002 dan 2001 ( Dalam jutaan rupiah ) No. AKTIVA POS - POS NERACA KONSOLIDASI Tanggal 30 Juni 2002 dan 2001 ( Dalam jutaan rupiah ) BANK BII KONSOLIDASI 30-Jun-02 30-Jun-01 30-Jun-02 30-Jun-01 1. Kas 481.501 552.300 481.538 552.376 2. Penempatan

Lebih terperinci

Diskusi dan Analisis Manajemen

Diskusi dan Analisis Manajemen Diskusi dan Analisis Manajemen Data Keuangan Konsolidasi Hasil Usaha Pendapatan Bunga Bersih 4.603 5.645 7.136 26% Pendapatan Imbal Jasa 1.080 1.358 1.741 28% Pendapatan Operasional 5.683 7.003 8.877 27%

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dari pelepasan kredit dan pendapatan berbasis biaya (fee based income). Lambatnya

BAB I PENDAHULUAN. dari pelepasan kredit dan pendapatan berbasis biaya (fee based income). Lambatnya 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Sebagian besar pendapatan bank berasal dari pendapatan bunga yang berasal dari pelepasan kredit dan pendapatan berbasis biaya (fee based income). Lambatnya pertumbuhan

Lebih terperinci

Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan Neraca STANDARD CHARTERED BANK WISMA STANDARD CHARTERED,.JL.SUDIRMAN KAV 33 A, Telp.

Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan Neraca STANDARD CHARTERED BANK WISMA STANDARD CHARTERED,.JL.SUDIRMAN KAV 33 A, Telp. Neraca (Dalam Jutaan Rupiah) Bank Konsolidasi 03-2006 03-2005 03-2006 03-2005 AKTIVA Kas 39,883 33,731 Penempatan pada Bank Indonesia 1,213,314 1,541,286 a. Giro Bank Indonesia 833,099 543,590 b. Sertifikat

Lebih terperinci

No. 14/ 35 /DPNP Jakarta, 10 Desember 2012 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK UMUM KONVENSIONAL DI INDONESIA

No. 14/ 35 /DPNP Jakarta, 10 Desember 2012 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK UMUM KONVENSIONAL DI INDONESIA No. 14/ 35 /DPNP Jakarta, 10 Desember 2012 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM KONVENSIONAL DI INDONESIA Perihal : Laporan Tahunan Bank Umum dan Laporan Tahunan Tertentu yang Disampaikan kepada

Lebih terperinci

BAB I PROFIL PERUSAHAAN. Bank pemerintah, yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor

BAB I PROFIL PERUSAHAAN. Bank pemerintah, yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor . BAB I PROFIL PERUSAHAAN A. Sejarah Singkat Bank Mandiri berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998, tidak lama setelah krisis keuangan Asia 1997 dan 1998. Bank ini merupakan hasil marger empat Bank pemerintah,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mengalami kemerosotannya. Hal ini terlihat dari nilai tukar yang semakin melemah, inflasi

BAB I PENDAHULUAN. mengalami kemerosotannya. Hal ini terlihat dari nilai tukar yang semakin melemah, inflasi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada awal tahun 1998 yakni pada awal masa orde baru perekonomian Indonesia mengalami kemerosotannya. Hal ini terlihat dari nilai tukar yang semakin melemah,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penting guna mendukung pengembangan teknologi itu sendiri. Perbankan

BAB I PENDAHULUAN. penting guna mendukung pengembangan teknologi itu sendiri. Perbankan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada masa perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini, pemanfaatan teknologi tersebut dalam dunia bisnis merupakan satu tahapan penting guna mendukung pengembangan

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan Pada tahun 2005 PT. Sinar Mas Multiartha, Tbk yang merupakan kelompok usaha sinarmas yang berada di bawah unit usaha Financial Services mengambil

Lebih terperinci

a. Rupiah 75,683 61,337 ii. Valuta asing 565, ,650 b. Valuta asing 5. Surat Berharga yang dimiliki a. Rupiah - -

a. Rupiah 75,683 61,337 ii. Valuta asing 565, ,650 b. Valuta asing 5. Surat Berharga yang dimiliki a. Rupiah - - PT. BANK GANESHA N E R A C A No. POS-POS Sep Sep No. POS-POS Sep Sep 2005 2004 2005 2004 AKTIVA PASIVA 1. Kas 12,783 11,953 1. Giro 2. Penempatan pada Bank Indonesia a. Rupiah 75,683 61,337 a. Giro Bank

Lebih terperinci

Laporan Direktur Utama

Laporan Direktur Utama 22 PT Bank Danamon Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2008 Laporan Utama Pemegang Saham yang Terhormat, Tahun 2008 merupakan periode dengan banyak peristiwa yang menggoncangkan fondasi sektor keuangan global

Lebih terperinci

PT. BANK GANESHA N E R A C A Per 31 Maret 2006 dan 31 Maret 2005 (Dalam Jutaan Rupiah) No. POS-POS Mar Mar No. POS-POS Mar Mar

PT. BANK GANESHA N E R A C A Per 31 Maret 2006 dan 31 Maret 2005 (Dalam Jutaan Rupiah) No. POS-POS Mar Mar No. POS-POS Mar Mar PT. BANK GANESHA N E R A C A No. POS-POS Mar Mar No. POS-POS Mar Mar 2006 2005 2006 2005 AKTIVA PASIVA 1. Kas 16,933 10,730 1. Giro 2. Penempatan pada Bank Indonesia a. Rupiah 46,943 108,007 a. Giro Bank

Lebih terperinci

Perbankan Komersial dan UKM

Perbankan Komersial dan UKM 01 Ikhtisar Data 02 Laporan Tinjauan Bisnis 04 122 PT Bank Central Asia Tbk 03 Profil 04 Analisis dan Pembahasan 05 Tata Kelola Pendukung Bisnis 06 Tanggung Jawab Sosial Tinjauan Perbankan Komersial dan

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 31 Desember 2012 dan 2011 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS. 31 Dec Dec 2011

LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 31 Desember 2012 dan 2011 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS. 31 Dec Dec 2011 LAPORAN POSISI KEUANGAN (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS ASET 1. Kas 5,177 4,547 2. Penempatan pada Bank Indonesia 331,111 576,314 3. Penempatan pada bank lain 501,231 192,880 4. Tagihan spot dan derivatif

Lebih terperinci

BELI. Kang Iman cari. Perbankan Tresuri dan Internasional. Tinjauan Bisnis. 01 Ikhtisar Data Keuangan. 03 Profil Perusahaan. 05 Tata Kelola Perusahaan

BELI. Kang Iman cari. Perbankan Tresuri dan Internasional. Tinjauan Bisnis. 01 Ikhtisar Data Keuangan. 03 Profil Perusahaan. 05 Tata Kelola Perusahaan 01 Ikhtisar Data 02 Laporan 03 Profil Tinjauan Bisnis 04 04 Analisis dan Pembahasan 05 Tata Kelola 06 Tanggung Jawab Sosial Pendukung Bisnis Tinjauan Perbankan Tresuri dan Internasional Kang Iman cari

Lebih terperinci

Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo)

Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 30 September 2014 dan 31 Desember 2013 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS 30 Sep 2014 31 Des 2013 ASET 1. Kas 10.521 8.204 2. Penempatan pada Bank Indonesia 317.299 281.605

Lebih terperinci

Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo)

Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS 31 Mar 2014 31 Des 2013 ASET 1. Kas 9.988 8.204 2. Penempatan pada Bank Indonesia 385.826 281.605 3. Penempatan

Lebih terperinci

a. Rupiah 95,736 75,683 ii. Valuta asing 641, ,087 b. Valuta asing a. Rupiah

a. Rupiah 95,736 75,683 ii. Valuta asing 641, ,087 b. Valuta asing a. Rupiah PT. BANK GANESHA N E R A C A No. POS-POS SEP SEP No. POS-POS SEP SEP 2006 2005 2006 2005 AKTIVA PASIVA 1. Kas 15,257 12,783 1. Giro 2. Penempatan pada Bank Indonesia a. Rupiah 95,736 75,683 a. Giro Bank

Lebih terperinci

No. 3/31/DPNP Jakarta, 14 Desember Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA

No. 3/31/DPNP Jakarta, 14 Desember Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA No. 3/31/DPNP Jakarta, 14 Desember 2001 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA Perihal : Laporan Tahunan Bank Umum dan Laporan Tahunan Tertentu yang disampaikan kepada Bank Indonesia

Lebih terperinci

Yth: 1. Direksi Bank Umum Syariah 2. Direksi Bank Umum Konvensional yang Memiliki Unit Usaha Syariah di tempat

Yth: 1. Direksi Bank Umum Syariah 2. Direksi Bank Umum Konvensional yang Memiliki Unit Usaha Syariah di tempat Yth: 1. Direksi Bank Umum Syariah 2. Direksi Bank Umum Konvensional yang Memiliki Unit Usaha Syariah di tempat SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /SEOJK.03/2015 TENTANG TRANSPARANSI DAN PUBLIKASI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. merupakan mata rantai yang penting dalam melakukan bisnis karena. melaksanakan fungsi produksi, oleh karena itu agar

BAB I PENDAHULUAN. merupakan mata rantai yang penting dalam melakukan bisnis karena. melaksanakan fungsi produksi, oleh karena itu agar BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perbankan merupakan tulang punggung dalam membangun sistem perekonomian dan keuangan Indonesia karena dapat berfungsi sebagai intermediary institution yaitu

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS. 31 Mar Dec 2012

LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS. 31 Mar Dec 2012 LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS 31 Mar 2013 31 Dec 2012 ASET 1. Kas 5,416 5,177 2. Penempatan pada Bank Indonesia 229,426 331,111 3. Penempatan

Lebih terperinci

Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo)

Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 30 September 2015 dan 31 Desember 2014 (dalam jutaan Rupiah) No. POS POS 30 Sep 2015 31 Dec 2014 ASET 1. Kas 9,942 10,443 2. Penempatan pada Bank Indonesia 3,520,489 1,473,201

Lebih terperinci

Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo)

Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 30 September 2013 dan 31 Desember 2012 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS 30 Sep 2013 31 Dec 2012 ASET 1. Kas 6,776 5,177 2. Penempatan pada Bank Indonesia 230,159 331,111

Lebih terperinci

Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo)

Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 30 September 2016 dan 31 Desember 2015 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS 30 Sep 2016 31 Dec 2015 ASET 1. Kas 9,570 12,320 2. Penempatan pada Bank Indonesia 2,212,969 1,228,564

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dijumpai pada setiap Negara, salah satunya Indonesia. Pada umumnya Usaha

BAB I PENDAHULUAN. dijumpai pada setiap Negara, salah satunya Indonesia. Pada umumnya Usaha 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan unit usaha yang banyak dijumpai pada setiap Negara, salah satunya Indonesia. Pada umumnya Usaha Kecil dan Menengah

Lebih terperinci

14,87% 17,43% 17,97% 13,69%

14,87% 17,43% 17,97% 13,69% Laporan Tahunan 2013 BANK KALBAR Pembukaan Opening Ikhtisar Data Keuangan Penting Financial Highlights Laporan Dewan Komisaris dan Direksi Report from the Board of Commissioners and Directors Profil Perusahaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sejak krisis moneter pertengahan tahun 1997 perbankan nasional

BAB I PENDAHULUAN. Sejak krisis moneter pertengahan tahun 1997 perbankan nasional 1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Penelitian Sejak krisis moneter pertengahan tahun 1997 perbankan nasional menghadapi masalah yang dapat membahayakan kelangsungan usaha perbankan serta merugikan

Lebih terperinci

Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo)

Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 (dalam jutaan Rupiah) No. POS - POS 31 Mar 2016 31 Des 2015 ASET 1. Kas 12.254 12.320 2. Penempatan pada Bank Indonesia 2.621.559 1.228.564

Lebih terperinci

Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo)

Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 (dalam jutaan Rupiah) No. POS POS 30 Jun 2015 31 Des 2014 ASET 1. Kas 9.144 10.443 2. Penempatan pada Bank Indonesia 2.770.562 1.473.201 3.

Lebih terperinci

RINGKASAN EKSEKUTIF : : :

RINGKASAN EKSEKUTIF : : : DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 (a). Ringkasan Eksekutif - Rencana dan Langkah-Langkah Strategis (b). Ringkasan Eksekutif - Indikator Keuangan BPR dengan modal inti

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. secara umum diukur dari pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Hal ini disebabkan

BAB I PENDAHULUAN. secara umum diukur dari pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Hal ini disebabkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peningkatan perekonomian suatu negara dan tingkat kesejahteraan penduduk secara umum diukur dari pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan

Lebih terperinci

2 BAB II PROSES BISNIS PERUSAHAAN

2 BAB II PROSES BISNIS PERUSAHAAN 2 BAB II PROSES BISNIS PERUSAHAAN Menurut UU No. 10 Tahun 1998 Bab 1 Pasal 1 Ayat 1 dan 2: Perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PT BANK INDEX SELINDO

BAB II DESKRIPSI PT BANK INDEX SELINDO BAB II DESKRIPSI PT BANK INDEX SELINDO 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan Bank Index adalah Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) didirikan di Jakarta pada tanggal 30 Juli 1992, dan mulai resmi beroperasi dalam

Lebih terperinci

NERACA. Per 30 Juni 2004 dan 2003, dan 30 April 2003 (Dalam Jutaan Rupiah) Bank

NERACA. Per 30 Juni 2004 dan 2003, dan 30 April 2003 (Dalam Jutaan Rupiah) Bank NERACA Per 30 Juni 2004 dan 2003, dan 30 April 2003 (Dalam Jutaan Rupiah) Bank Konsolidasi No. Pos - Pos 30 Juni 2004 30 Juni 2003 30 April 2003 30 Juni 2004 30 Juni 2003 30 April 2003 (setelah kuasi (setelah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. krisis ekonomi, politik dan krisis multi dimensi yang berkepanjangan. Krisis

BAB I PENDAHULUAN. krisis ekonomi, politik dan krisis multi dimensi yang berkepanjangan. Krisis BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejak tahun 1997 Indonesia dilanda krisis moneter yang berlanjut menjadi krisis ekonomi, politik dan krisis multi dimensi yang berkepanjangan. Krisis ekonomi tersebut

Lebih terperinci

a. Rupiah 54,942 63,361 ii. Valuta asing 727, ,470 b. Valuta asing 5. Surat Berharga yang dimiliki a. Rupiah - -

a. Rupiah 54,942 63,361 ii. Valuta asing 727, ,470 b. Valuta asing 5. Surat Berharga yang dimiliki a. Rupiah - - PT. BANK GANESHA N E R A C A ( AUDITED ) (Dalam Jutaan Rupiah) No. POS-POS Des Des No. POS-POS Des Des 2005 2004 2005 2004 AKTIVA PASIVA 1. Kas 10,554 9,158 1. Giro 2. Penempatan pada Bank Indonesia a.

Lebih terperinci

N E R A C A Per 30 September 2009 Dan 2008 (Dalam Jutaan Rupiah) Pos - Pos

N E R A C A Per 30 September 2009 Dan 2008 (Dalam Jutaan Rupiah) Pos - Pos N E R A C A A K T I V A 1. K a s 22,951 21,458 2. Penempatan pada Bank Indonesia a. Giro Bank Indonesia 117,863 165,135 b. Sertifikat Bank Indonesia 154,903 89,736 c. Lainnya - - 3. Giro pada bank lain

Lebih terperinci

Yth: 1. Direksi Bank Umum Syariah; dan 2. Direksi Bank Umum Konvensional yang Memiliki Unit Usaha Syariah di tempat.

Yth: 1. Direksi Bank Umum Syariah; dan 2. Direksi Bank Umum Konvensional yang Memiliki Unit Usaha Syariah di tempat. Yth: 1. Direksi Bank Umum Syariah; dan 2. Direksi Bank Umum Konvensional yang Memiliki Unit Usaha Syariah di tempat. SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 18/SEOJK.03/2015 TENTANG TRANSPARANSI

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Sebelum krisis moneter pada tahun 1997, sebagian besar. perbankan di Indonesia berekspansi usaha ke kredit korporasi dan

I. PENDAHULUAN. Sebelum krisis moneter pada tahun 1997, sebagian besar. perbankan di Indonesia berekspansi usaha ke kredit korporasi dan I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebelum krisis moneter pada tahun 1997, sebagian besar perbankan di Indonesia berekspansi usaha ke kredit korporasi dan pembiayaan yang berorientasi pada ekspor-impor.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. itu harus tetap dijaga dari hal-hal yang bersifat negatif. Artinya kalau masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. itu harus tetap dijaga dari hal-hal yang bersifat negatif. Artinya kalau masyarakat BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Hasil penilaian yang diumumkan pemerintah sangat menentukan masa depan perbankan yang bersangkutan, mengingat dunia perbankan yang mengelola bisnis kepercayaan. Masalah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Runtuhnya Lehman Brother yang merupakan salah satu perusahaan

BAB 1 PENDAHULUAN. Runtuhnya Lehman Brother yang merupakan salah satu perusahaan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Runtuhnya Lehman Brother yang merupakan salah satu perusahaan investasi serta bank keuangan senior dan terbesar ke-4 di Amerika merupakan awal dari terjadinya krisis

Lebih terperinci

NERACA POS - POS NO. AKTIVA

NERACA POS - POS NO. AKTIVA NO. POS - POS NERACA KONSOLIDASI 31 Desember 2005 31 Desember 2004 31 Desember 2005 31 Desember 2004 ( Diaudit) ( Diaudit) ( Diaudit) ( Diaudit) AKTIVA 1. K a s 2.428.499 2.369.196 2.522.764 2.439.465

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. jasa lalu lintas pembayaran dan sebagai sarana dalam kebijakan moneter.

BAB I PENDAHULUAN. jasa lalu lintas pembayaran dan sebagai sarana dalam kebijakan moneter. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perusahaan jasa yang menyediakan jasa keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat adalah bank. Bank mempunyai peranan penting dalam kehidupan perekonomian. Fungsi

Lebih terperinci

PENJELASAN AGENDA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN ( RAPAT ) 2016 PT BANK OCBC NISP Tbk ( PERSEROAN )

PENJELASAN AGENDA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN ( RAPAT ) 2016 PT BANK OCBC NISP Tbk ( PERSEROAN ) PENJELASAN AGENDA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN ( RAPAT ) 2016 PT BANK OCBC NISP Tbk ( PERSEROAN ) Agenda 1 Persetujuan atas Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku 2015 Perseroan akan menyampaikan

Lebih terperinci

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya M enyatukan dan Memadukan Sumber Daya Keunggulan kompetitif BCA lebih dari keterpaduan kekuatan basis nasabah yang besar, jaringan layanan yang luas maupun keragaman jasa dan produk perbankannya. Disamping

Lebih terperinci

5,854 4, a. Surat berharga 187 1, b. Kredit 371, , c. Lainnya 12,630 14,

5,854 4, a. Surat berharga 187 1, b. Kredit 371, , c. Lainnya 12,630 14, LAPORAN POSISI KEUANGAN/NERACA TRIWULANAN Per - September 212 dan Desember 211 (UNAUDITED) KONSOLIDASI Sep 212 Des 211 Sep 212 Des 211 ASET 1. Kas 5,854 4,547 2. Penempatan pada Bank Indonesia 723,489

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk dibiayai, perbankan lebih memilih mengucurkan dana untuk kredit ritel dan

BAB I PENDAHULUAN. untuk dibiayai, perbankan lebih memilih mengucurkan dana untuk kredit ritel dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat sebelum krisis tahun 1998 sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tidak dilirik oleh perbankan karena mereka menilai sektor ini tidak layak untuk dibiayai,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dunia perbankan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini telah. mengalami perkembangan yang cukup pesat, ini dibuktikan dengan

BAB I PENDAHULUAN. Dunia perbankan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini telah. mengalami perkembangan yang cukup pesat, ini dibuktikan dengan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia perbankan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, ini dibuktikan dengan semakin banyaknya bank pemerintah

Lebih terperinci

- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 12 /POJK.03/2016 TENTANG KEGIATAN USAHA DAN WILAYAH JARINGAN KANTOR BANK PERKREDITAN RAKYAT BERDASARKAN MODAL

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Page 1

BAB I PENDAHULUAN. Page 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi, industri perbankan terus berkembang dengan pesat mengingat pentingnya industri ini dalam pembangunan ekonomi nasional. Kehadiran industri

Lebih terperinci

S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK UMUM YANG MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHA BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH DI INDONESIA

S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK UMUM YANG MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHA BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH DI INDONESIA No.7/56/DPbS Jakarta, 9 Desember 2005 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM YANG MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHA BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH DI INDONESIA Perihal : Laporan Tahunan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. di Indonesia dengan nama Citibank N.A (National Association). Citibank

BAB I PENDAHULUAN. di Indonesia dengan nama Citibank N.A (National Association). Citibank 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Citibank merupakan bank asing yang juga memiliki kantor perwakilan di Indonesia dengan nama Citibank N.A (National Association). Citibank didirikan pada 1812

Lebih terperinci

SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 39 /SEOJK.03/2017 TENTANG LAPORAN TAHUNAN DAN LAPORAN KEUANGAN PUBLIKASI BANK PERKREDITAN RAKYAT

SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 39 /SEOJK.03/2017 TENTANG LAPORAN TAHUNAN DAN LAPORAN KEUANGAN PUBLIKASI BANK PERKREDITAN RAKYAT Yth. Direksi Bank Perkreditan Rakyat di tempat. SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 39 /SEOJK.03/2017 TENTANG LAPORAN TAHUNAN DAN LAPORAN KEUANGAN PUBLIKASI BANK PERKREDITAN RAKYAT Sehubungan

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 6 /POJK.03/2016 TENTANG KEGIATAN USAHA DAN JARINGAN KANTOR BERDASARKAN MODAL INTI BANK

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 6 /POJK.03/2016 TENTANG KEGIATAN USAHA DAN JARINGAN KANTOR BERDASARKAN MODAL INTI BANK OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 6 /POJK.03/2016 TENTANG KEGIATAN USAHA DAN JARINGAN KANTOR BERDASARKAN MODAL INTI BANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PENGURUS BANK PEMILIK BANK

PENGURUS BANK PEMILIK BANK Catatan : 1) Neraca konsolidasi, perhitungan laba rugi dan saldo laba konsolidasi, komitmen dan kontinjensi konsolidasi telah disusun berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang berakhir pada tanggal

Lebih terperinci

NERACA POS - POS. Per 30 Juni 2007 dan 2006 (Dalam Jutaan Rupiah) BANK KONSOLIDASI NO. 30 Juni Juni Juni Juni 2006 AKTIVA

NERACA POS - POS. Per 30 Juni 2007 dan 2006 (Dalam Jutaan Rupiah) BANK KONSOLIDASI NO. 30 Juni Juni Juni Juni 2006 AKTIVA NERACA NO. POS - POS KONSOLIDASI 30 Juni 2007 30 Juni 2006 30 Juni 2007 30 Juni 2006 AKTIVA 1. K a s 3.977.652 2.932.671 4.116.812 3.031.655 2. Penempatan pada Bank Indonesia a. Giro Bank Indonesia 20.097.909

Lebih terperinci

NERACA. Per 31 Maret 2004 dan 2003 (Dalam Jutaan Rupiah)

NERACA. Per 31 Maret 2004 dan 2003 (Dalam Jutaan Rupiah) NERACA Per dan 2003 No. Pos - Pos Konsolidasi AKTIVA 1. K a s 2,086,305 2,147,785 2,141,888 2,174,536 2. Penempatan pada Indonesia a. Giro Indonesia 10,357,038 9,474,493 10,540,389 9,544,455 b. Sertifikat

Lebih terperinci

NERACA. Per 31 Desember 2008 dan 2007 (Dalam Jutaan Rupiah) BANK

NERACA. Per 31 Desember 2008 dan 2007 (Dalam Jutaan Rupiah) BANK NERACA POS - POS KONSOLIDASI 31 Desember 2008 31 Desember 2007 31 Desember 2008 31 Desember 2007 AKTIVA 7.809.002 (0) 1. K a s 8.063.502 5.707.807 8.388.974 5.909.369 579.973 2. Penempatan pada Bank Indonesia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan operasionalnya dengan cara menghasilkan laba tinggi sehingga. profitabilitasnya terus mengalami peningkatan.

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan operasionalnya dengan cara menghasilkan laba tinggi sehingga. profitabilitasnya terus mengalami peningkatan. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank merupakan lembaga intermediasi bagi pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana. Di samping itu, bank juga sebagai suatu industri yang

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/26/PBI/2012 TAHUN 2012 TENTANG KEGIATAN USAHA DAN JARINGAN KANTOR BERDASARKAN MODAL INTI BANK

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/26/PBI/2012 TAHUN 2012 TENTANG KEGIATAN USAHA DAN JARINGAN KANTOR BERDASARKAN MODAL INTI BANK PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/26/PBI/2012 TAHUN 2012 TENTANG KEGIATAN USAHA DAN JARINGAN KANTOR BERDASARKAN MODAL INTI BANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a.

Lebih terperinci

No. 15/6/DPNP Jakarta, 8 Maret 2013 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM YANG MELAKUKAN KEGIATAN USAHA SECARA KONVENSIONAL DI INDONESIA

No. 15/6/DPNP Jakarta, 8 Maret 2013 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM YANG MELAKUKAN KEGIATAN USAHA SECARA KONVENSIONAL DI INDONESIA No. 15/6/DPNP Jakarta, 8 Maret 2013 SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK UMUM YANG MELAKUKAN KEGIATAN USAHA SECARA KONVENSIONAL DI INDONESIA Perihal : Kegiatan Usaha Bank Umum Berdasarkan Modal Inti Sehubungan

Lebih terperinci

SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 27 /SEOJK.03/2016 TENTANG KEGIATAN USAHA BANK UMUM BERDASARKAN MODAL INTI

SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 27 /SEOJK.03/2016 TENTANG KEGIATAN USAHA BANK UMUM BERDASARKAN MODAL INTI Yth. Direksi Bank Umum Konvensional di tempat. SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 27 /SEOJK.03/2016 TENTANG KEGIATAN USAHA BANK UMUM BERDASARKAN MODAL INTI Sehubungan dengan Peraturan Otoritas

Lebih terperinci

BAB II PROSES BISNIS. 11 Sumber: Dendawijaya, 2005: 55.

BAB II PROSES BISNIS. 11 Sumber: Dendawijaya, 2005: 55. BAB II PROSES BISNIS Untuk menggambarkan proses bisnis PT. Bank Nusantara Parahyangan, Tbk., perlu dipahami ketentuan Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang telah diubah melalui Undang-Undang

Lebih terperinci

Sambutan Komisaris Utama

Sambutan Komisaris Utama Sambutan Komisaris Utama Bank Danamon mempertahankan posisinya sebagai salah satu bank dengan profitabilitas tertinggi di Indonesia pada tahun 2005. Sim Kee Boon, Komisaris Utama Pemegang Saham yang terhormat,

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN TERKINI

PERKEMBANGAN TERKINI PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK. PERKEMBANGAN TERKINI KINERJA OPERASIONAL PERSEROAN Perbandingan Periode Sembilan bulan yang Berakhir pada tanggal 30 September 2011 dan 30 September 2012 Pendapatan

Lebih terperinci

BANK SHINHAN INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) Tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 (dalam jutaan rupiah) No. POS - POS 31 Mar

BANK SHINHAN INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) Tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 (dalam jutaan rupiah) No. POS - POS 31 Mar LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) Tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 No. POS - POS 31 Mar 2016 31 Dec 2015 ASET 1. Kas 16,800 17,859 2. Penempatan pada Bank Indonesia 271,059 168,240 3. Penempatan

Lebih terperinci

INVESTOR SUMMIT AND MARKET CAPITAL EXPO 2013

INVESTOR SUMMIT AND MARKET CAPITAL EXPO 2013 INVESTOR SUMMIT AND MARKET CAPITAL EXPO 2013 PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur, Tbk Grand City Mall & Convex Lantai 3 Surabaya 30 31 Oktober 2013 Copyright IRU BJTM Daftar Isi Perihal Halaman Perihal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian, memfasilitasi pertumbuhan ekonomi suatu negara untuk memenuhi

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian, memfasilitasi pertumbuhan ekonomi suatu negara untuk memenuhi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perbankan memiliki peranan penting dalam menggerakkan roda perekonomian, memfasilitasi pertumbuhan ekonomi suatu negara untuk memenuhi tantangan dunia usaha dan industri

Lebih terperinci

S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA. Rencana Bisnis Bank Umum.

S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA. Rencana Bisnis Bank Umum. No.6/44/DPNP Jakarta, 22 Oktober 2004 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA Perihal: Rencana Bisnis Bank Umum. Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/25/PBI/2004 tanggal 22

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/26/PBI/2012 TENTANG KEGIATAN USAHA DAN JARINGAN KANTOR BERDASARKAN MODAL INTI BANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/26/PBI/2012 TENTANG KEGIATAN USAHA DAN JARINGAN KANTOR BERDASARKAN MODAL INTI BANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/26/PBI/2012 TENTANG KEGIATAN USAHA DAN JARINGAN KANTOR BERDASARKAN MODAL INTI BANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam

Lebih terperinci

BAB I PROFIL PERUSAHAAN

BAB I PROFIL PERUSAHAAN BAB I PROFIL PERUSAHAAN PT Bank Central Asia, Tbk. ( BCA ) merupakan perusahaan swasta nasional dengan kedudukan kantor pusat di Jalan Jenderal Sudirman kav. 22-23, Jakarta. Dalam laporan tahunan tahun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perhatian banyak pihak akhir-akhir ini. Tidak sedikit kajian dilakukan di berbagai

BAB I PENDAHULUAN. perhatian banyak pihak akhir-akhir ini. Tidak sedikit kajian dilakukan di berbagai BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan bank syariah di dunia merupakan fenomena yang menyita perhatian banyak pihak akhir-akhir ini. Tidak sedikit kajian dilakukan di berbagai tempat

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 3/21/PBI/2001 TENTANG KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 3/21/PBI/2001 TENTANG KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 3/21/PBI/2001 TENTANG KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka menciptakan sistem perbankan yang sehat dan

Lebih terperinci

NERACA KONSOLIDASIAN

NERACA KONSOLIDASIAN NERACA KONSOLIDASIAN KONSOLIDASIAN No. POS-POS 31-Des-2009 31-Des-2008 31-Des-2009 31-Des-2008 AKTIVA 1. Kas 747.870 681.321 767.238 683.155 2. Penempatan pada Bank Indonesia a. Giro pada Bank Indonesia

Lebih terperinci

BAB 2 PROSES BISNIS PT DANAREKSA (PERSERO)

BAB 2 PROSES BISNIS PT DANAREKSA (PERSERO) BAB 2 PROSES BISNIS PT DANAREKSA (PERSERO) 2.1. Proses Bisnis 2.1.1. Deskrisi Bisnis PT Danareksa (Persero) mempunyai dua deskripsi bisnis utama yang merupakan bisnis inti dari perusahaan. Yang pertama

Lebih terperinci

LAPORAN TAHUNAN 2003 AMERICAN EXPRESS BANK LTD. INDONESIA

LAPORAN TAHUNAN 2003 AMERICAN EXPRESS BANK LTD. INDONESIA LAPORAN TAHUNAN 2003 AMERICAN EXPRESS BANK LTD. INDONESIA DAFTAR ISI HALAMAN PENGANTAR 1 DEWAN KOMISARIS, DIREKSI, EKSEKUTIF 3 SUSUNAN MANAJEMEN DI INDONESIA 4 RINCIAN KEPEMILIKAN SAHAM 6 PERKEMBANGAN

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. menggerakan roda perekonomian (Undang-Undang No.7 tahun 1992 pasal 1).

I. PENDAHULUAN. menggerakan roda perekonomian (Undang-Undang No.7 tahun 1992 pasal 1). I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Perbankan adalah lembaga intermediasi yang berfungsi sebagai pengumpul dana masyarakat untuk kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat dalam rangka menggerakan roda

Lebih terperinci

Bank Danamon Laporan Tahunan Tinjauan Keuangan

Bank Danamon Laporan Tahunan Tinjauan Keuangan Bank Danamon Laporan Tahunan 2006 84 Tinjauan Keuangan 85 Laporan Tahunan 2006 Bank Danamon Tinjauan Keuangan Sebagai bank universal, pendapatan Bank Danamon berasal dari pertama, penyediaan layanan keuangan

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari penelitian yang telah dilakukan dan telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1. Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perbandingan kinerja keuangan, diantaranya sebagai berikut:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perbandingan kinerja keuangan, diantaranya sebagai berikut: BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menyangkut perbandingan kinerja keuangan, diantaranya sebagai berikut: 1. Fitri Yuliana (2012) Permasalahan

Lebih terperinci

Bank Danamon Laporan Tahunan Manajemen Risiko & Tata Kelola Perusahaan

Bank Danamon Laporan Tahunan Manajemen Risiko & Tata Kelola Perusahaan 54 Manajemen Risiko & Tata Kelola Perusahaan 55 Laporan Tahunan 2006 Bank Danamon Manajemen Risiko Risk architecture Bank Danamon telah terbukti efektif dalam masa-masa yang penuh tantangan. Pendahuluan

Lebih terperinci

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I No.5861 KEUANGAN OJK. Bank. Manajemen Risiko. Penerapan. Pencabutan. (Penjelasan atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 53) PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian 9 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kebijakan kebijakan pemerintah dalam bidang perbankan antara lain adalah paket deregulasi Tahun 1983, paket kebijakan 27 Oktober 1988, paket kebijakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam bentuk simpanan. Sedangkan lembaga keuangan non-bank lebih

BAB I PENDAHULUAN. dalam bentuk simpanan. Sedangkan lembaga keuangan non-bank lebih BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lembaga keuangan digolongkan ke dalam dua golongan besar menurut Kasmir (2012), yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan nonbank. Lembaga keuangan bank atau

Lebih terperinci

NERACA TRIWULANAN Tanggal : 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012

NERACA TRIWULANAN Tanggal : 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 No. NERACA TRIWULANAN Tanggal : 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 POS POS (dalam jutaan rupiah) Posisi 31 Desember Th. ASET 1. Kas 11.925 11.327 2. Penempatan pada Bank Indonesia 215.761 264.622 3. Penempatan

Lebih terperinci

NERACA. Per 31 Desember 2009 dan 2008 (Dalam Jutaan Rupiah) BANK

NERACA. Per 31 Desember 2009 dan 2008 (Dalam Jutaan Rupiah) BANK NERACA 1.571.448,00 345.000,00 1.916.448,00 NO. POS - POS KONSOLIDASI 31 Desember 2009 31 Desember 2008 31 Desember 2009 31 Desember 2008 (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) AKTIVA 8.250.923 0 1. K

Lebih terperinci

PENGURUS BANK PEMILIK BANK

PENGURUS BANK PEMILIK BANK Catatan : - Neraca konsolidasi, perhitungan laba rugi dan saldo laba konsolidasi, komitmen dan kontinjensi konsolidasi telah disusun berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang berakhir pada tanggal

Lebih terperinci

ANALISA INDUSTRI PERBANKAN INDONESIA 2012

ANALISA INDUSTRI PERBANKAN INDONESIA 2012 ANALISA INDUSTRI PERBANKAN INDONESIA 2012 Biro Riset BUMN Center LM FEUI Perbankan memiliki peran penting sebagai salah satu motor penggerak roda perekonomian bangsa. Memburuknya kinerja perbankan akan

Lebih terperinci

Press Conference. Laporan Keuangan unadited Juni PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk

Press Conference. Laporan Keuangan unadited Juni PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk Press Conference Laporan Keuangan unadited Juni 2012 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk 1 Daftar Isi 1 Ikhtisar Kinerja 4-7 Neraca 5 Laporan Laba Rugi 6 Rasio Keuangan 7 2 Jaringan Kantor 8-9 3

Lebih terperinci