LAPORAN TAHUNAN 2002 AMERICAN EXPRESS BANK LTD. INDONESIA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "LAPORAN TAHUNAN 2002 AMERICAN EXPRESS BANK LTD. INDONESIA"

Transkripsi

1 LAPORAN TAHUNAN 2002 AMERICAN EXPRESS BANK LTD. INDONESIA DAFTAR ISI HALAMAN PENGANTAR 1 DEWAN KOMISARIS, DIREKSI, EKSEKUTIF 3 SUSUNAN MANAJEMEN DI INDONESIA 5 RINCIAN KEPEMILIKAN SAHAM 7 PERKEMBANGAN USAHA BANK 8 SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BANK 11 PROGRAM SOSIAL 15 LAPORAN MANAJEMEN 15 LAPORAN KEUANGAN 21 EKSPOSUR DAN MANAJEMEN RESIKO 22 INFORMASI LAIN 23 LAMPIRAN-LAMPIRAN 24

2 PENGANTAR Selama tahun 2002 situasi perekonomian Indonesia relatif stabil bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini tercermin dari nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang semakin menguat yakni Rp8.950 per Desember 2002, sedangkan pada Desember 2001 masih berada di level Rp Begitu juga dengan inflasi masih dalam kategori terkendali yakni 10,03%, suku bunga SBI juga telah berhasil turun dari 17% di akhir 2001 menjadi 13,06% pada akhir Desember Di pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan menunjukkan perbaikan kinerja dan berhasil menembus level 400. Namun besaran indikator moneter tersebut tidak otomatis diikuti oleh akselerasi pertumbuhan di sektor riil dimana prospek investasi dan ekspor masih belum tumbuh secepat yang diperkirakan sebelumnya. Hal tersebut disebabkan oleh masih lemahnya pertumbuhan ekonomi dunia dan belum pulihnya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia akibat tingginya faktor risiko yang ditimbulkan oleh permasalahan struktural dan keamanan di dalam negeri. Secara umum kondisi ekonomi-moneter pada tahun 2002 telah menunjukkan perkembangan yang membaik. Kekhawatiran banyak kalangan bahwa tragedi bom di Bali bulan Oktober 2002 yang lalu akan menyebabkan nilai tukar rupiah terpuruk, ternyata sejauh ini berhasil dihindari. Fungsi intermediasi perbankan pada tahun 2002 terus menunjukkan perbaikan. Secara komulatif, selama tahun 2002 jumlah kredit baru telah meningkat lebih kurang 50% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun Kondisi Non Performing Loan (NPL) perbankan juga lebih baik bila dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya. Kami memperkirakan bahwa kondisi moneter yang stabil selama tahun 2002 dapat dipertahankan dan berlanjut pada tahun 2003 sehingga diharapkan dapat membantu percepatan proses pemulihan ekonomi Indonesia. American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 1

3 Di tahun 2002, sejalan dengan kebijakan global American Express bank untuk keluar dari bisnis korporasi, aset korporasi Bank berhasil diturunkan dalam jumlah yang cukup signifikan. Sebaliknya, usaha dalam bidang Retail Banking, kartu credit, Correspondent Banking dan Private Banking yang telah menjadi fokus kebijakan dan strategi kami sejak tahun 2000 telah memberikan hasil yang menggembirakan. Dalam tahun 2002 ini juga, kami telah merampungkan kerjasama ATM dengan bank BCA (setelah sebelumnya dengan BII dan Danamon) sehingga secara keseluruhan, nasabah Bank kami dapat mengakses rekening mereka melalui 3500 ATM di seluruh Indonesia. Keberhasilan ini kami pandang sebagai kunci untuk mempertahankan dan meningkatkan daya saing serta kualitas pelayanan kepada nasabah kami. Secara umum, American Express Bank mengadakan pendekatan yang sangat berhati-hati di tengah kesulitan yang dihadapi dalam perekonomian Indonesia. Kantor Pusat kami di New York memberikan dukungan penuh pada setiap usaha kami. Strategi dan kebijakan yang dijalankan telah menunjukkan hasil positif dan kami yakin hasil yang telah kami capai di tahun 2002 akan menjadi fondasi dan momentum yang tepat untuk terus bertumbuh di tahun American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 2

4 DEWAN KOMISARIS, DIREKSI dan MANAJEMEN EKSEKUTIF Board of Directors Senior Management John L. Adams William J. Blomquist Kathleen M. Kramer Executive Vice President, Managing Director and Head Executive Director and Head, Trinity Industries Financial Institution Group Global Credit Charles A. Bowsher Former Comptroller General of the United States Kenneth I. Chenault Chairman and Chief Executive Officer, American Express Company James M. Cracchiolo Group President, Global Financial Services, American Expres Company W. Richard Holmes President and Chief Executive Officer, American Express Bank Ltd Bruce K. MacLaury President Emeritus, The Brookings Institutions Aldo Papone Senior Advisor, American Express Company James M.Cracchiolo Chairman of the Board Graham T. Brown Vice President, Technologies Jill Freeman Executive Director and Head, Human Resources Robert M. Friedman Executive Director and Head, Global Investment Services Norman R. Gilchrist Executive Director and Head, Operations Alan P.Gallo Executive Director Chief Financial Officer Sergio J. Masvidal Managing Director and Head, Global Private Banking Lee Middleton Senior Director, Public Affairs Kathryn S. Reimann Executive Director and Chief Compliance officer Vijay Parekh Vice Chairman Robert D. Welch Executive Director and Head, Affiliates Peter C.Sisti Executive Director, Treasurer Vijay Parekh President, International Consumer Small Business Payment and Financial Services, American Express Travel Related Service Company, Inc. P. Nicholas Kourides Managing Director and General Counsel Andrew J. Grant Executive Director and Head Financial Market Services W. Richard Holmes President and Chief Executive Officer, American Express Bank Ltd Mark W. Gross Senior Director and Head Business Transformation Group Francis X. Stankard International Banking Advisor General Auditor Edward C. Smith Executive Director S. Lachlan Hough Managing Director and Head, Asia/Pacific/Subcontinent Indonesia Executive Sylvia-Marie Challita Country Manager Robert D. Welch Executive Director and Head, Affiliates American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 3

5 SUSUNAN MANAJEMEN di INDONESIA ( Daftar Riwayat Hidup ) Sylvia-Marie Challita Senior Country Executive Bergabung dengan Bank : 11 Desember 1998 Senior Director, Corporate Finance Group American Express Bank Ltd, Singapore Jerman Master Degrees from Harvard University and The John Hopkins University, USA Muliani Margono Senior Director and Head, Financial Institution Group Bergabung dengan Bank : 1 Desember 1995 Clive Goldsworthy Senior Director and Head, Private Banking Bergabung dengan Bank : 18 Agustus 1999 Manager Head of Private Banking for Indonesia, Credit Lyonnais Singapore Indonesia Master of Science Degree in Information System Golden Gate University San Fransisco, California, USA Senior Director & Treasurer American Express Bank Ltd. Jakarta Australia Master of Applied Finance Macquarie University, Sydney, Australia Olivier Denis Senior Director and Head, Personal Financial Services Bergabung dengan Bank : 18 Desember 1997 Manager, Cosumer Financial Services American Express Bank Ltd, Paris, Perancis Perancis Master in Business Administration Cranfield School of Management, England Robert L. Potts Senior Director and Country Credit Officer Bergabung dengan Bank : 18 September 1997 Development Alternatives Inc. Director (Chief of Party) The Bosnian Reconstruction Finance Facility Amerika Serikat Bachelor in Political Science Loyola College, Baltimore, Maryland, USA American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 4

6 SUSUNAN MANAJEMEN di INDONESIA ( Daftar Riwayat Hidup ) Lina Tanusondjaja Director & Country Controller Bergabung dengan Bank : 1 Pebruari 2000 Director of Finance PT Bank Papan Sejahtera Tbk, Jakarta Indonesia Master in Business Administration Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI), Jakarta Rini Maramis GFS Operations Director Bergabung dengan Bank : 7 Juni 1999 Tim Pengelola Bank Jaya (IBRA) Indonesia Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta Adriani Sukmoro Director Human Resources Bergabung dengan Bank : 6 Januari 2000 Human Resources Division Manager ABN AMRO Bank, NV., Jakarta Indonesia Bachelor Degree in Psychology Indonesian University, Jakarta Ponky Pudjianto Director Compliance Bergabung dengan Bank : 22 Januari 2002 SVP, Operation Head. Bank Danamon Indonesia Bachelor s Degree in Economics Indonesian University, Jakarta Anneke Tompodung Director Operations Bergabung dengan Bank : 13 November 1978 Deputy Operations Director American Express Bank Ltd, Jakarta Indonesia Akademi Akuntansi Indonesia American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 5

7 SUSUNAN MANAJEMEN di INDONESIA ( Daftar Riwayat Hidup ) Farina Hatta Director Country Treasurer Bergabung dengan Bank : 22 Juli 1996 Head of Treasury Marketing American Express Bank Ltd. Jakarta Indonesia Bachelor Science in Business Economics University of the Philippines, Diliman, Philipina Irni Palar Head of Global Network Establisment Services. Bergabung dengan Bank 5 Januari 1998 Manager, Field Account Development & Merchant Acquisition American Express Bank Ltd, Jakarta Indonesia Portland State University - USA Vira Soekardiman Head of Global Corporate Services Bergabung dengan Bank : 12 Februari 1992 Manager, National Key Account & Regional Business Partners American Express Bank Ltd, Jakarta Indonesia California State University Los Angeles, USA Fathia I. Syarif P.A. & C. Manager Bergabung dengan Bank : 20 Juni 2002 PR and Communications Manager PT Asuransi Allianz Utama Indonesia Indonesia Bachelor s Degree in French Literature, UI Jakarta Atul Garg Director Marketing & Sales Bergabung dengan Bank Januari 2001 Director Marketing India & Area Countries American Express Bank Ltd, India India Indian Institute of Management American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 6

8 RINCIAN KEPEMILIKAN SAHAM American Express Bank Ltd. di Indonesia merupakan cabang dari American Express Bank Ltd. yang berkantor pusat di New York dan sepenuhnya dimiliki oleh American Express Company. Didirikan pada tahun 1850, American Express Company kini merupakan perusahaan penerbit kartu kredit, penyelenggara jasa perjalanan dan jasa keuangan terkemuka di dunia. Pada akhir tahun 2002, American Express Company tercatat memiliki aktiva lebih dari USD 157 milyar dan ekuitas sebesar USD 14 milyar. Sebagai cabang, American Express Bank Ltd, Indonesia memiliki modal dasar sebesar USD 1 juta yang disajikan pada nilai historis Rupiah ekuivalen. American Express Bank Ltd., cabang Indonesia, tidak memiliki anak perusahaan, maka Bank tidak diwajibkan membuat laporan konsolidasi yang meliputi posisi keuangan, komitmen dan kontinjensi serta hasil usaha bank dan seluruh anak perusahaan pada akhir periode laporan. PENGURUS DAN PEMILIK BANK AMERICAN EXPRESS BANK, LTD., INDONESIA PENGURUS BANK PEMILIK BANK HEAD OFFICE - NEW YORK Chairman & Chief Executive Officer : Mr. W.Richard Holmes Asia Pacific & Subcontinent Executive : Mr. Lachlan Hough American Express Co. 100% JAKARTA BRANCH Country Manager : Ms. Sylvia-Marie Challita American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 7

9 PERKEMBANGAN USAHA BANK (Dalam jutaan rupiah, kecuali nilai tukar valuta asing) UNTUK PERIODE SATU TAHUN Jumlah pendapatan bunga bersih Jumlah pendapatan fee based Jumlah pendapatan transaksi valas Pendapatan lainnya Jumlah Pendapatan Jumlah biaya (tanpa PPNAP*) Laba/(rugi) Operasi Pendapatan non operasional lainnya Laba/(rugi) selisih kurs yang timbul dari pendanaan kantor pusat untuk akumulasi kerugian Beban(pendapatan) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontijensi *Penyisihan Penghapusan Nilai Aktiva Produktif Pendapatan(Beban) Pajak Tangguhan Laba/(Rugi) tahun berjalan (2.108) (7.924) (58.861) ( ) ( ) (11.091) (78.317) (65.911) (11.048) ( ) PER AKHIR TAHUN Surat berharga Pinjaman yang diberikan Aktiva lainnya Jumlah Aktiva Dana pihak ketiga Kewajiban lainnya Akun kantor pusat Jumlah kewajiban dan akun kantor pusat Nilai tukar USD/IDR ( ) ( ) American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 8

10 PERKEMBANGAN USAHA BANK AKTIVA PRODUKTIF DANA PIHAK KETIGA PINJAMAN YANG DITERIMA TOTAL BIAYA DANA MODAL RASIO KEUANGAN 1. CAR 2. Aktiva Tetap terhadap Modal 3. Aktiva Produktif bermasalah 4. Non Performing Loan (NPL) 5. PPAP terhadap Aktiva Produktif 6. Pemenuhnan PPAP 7. ROA 8. ROE 9. NIM 10. BOPO 11. LDR 12. GWM Rupiah 13. PDN 14. Pelampauan BMPK 15. Pelanggaran BMPK 16,60% 30,17% 1,23% 2,20% 2,06% 108,4% 8,40% 42,03% 1,18% 98,93% 71,95% 5,83% 8,15% ,60% 13,83% 4,48% 7,6% 4,16% 100% -5,63% -34,62% 0,08% 141,50% 45,32% 5,42% 544,3% 0 0 Pada tahun 2002, sebagaimana telah diantisipasi dalam Rencana Kerja American Express Bank Ltd. di Indonesia, sebagian besar perusahaan swasta nasional masih mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban mereka, baik dalam hal pengembalian pokok pinjaman maupun pembayaran bunga, sehingga pemberian pinjaman dalam bentuk kredit diberikan dengan cara yang sangat selektif. Selain itu, Bank tetap memusatkan perhatian pada pengelolaan kredit bermasalah dan mengusahakan agar restrukturisasi pinjaman dapat diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 9

11 Sejalan dengan kebijakan global Bank kami untuk keluar dari bisnis korporasi dan lebih memusatkan perhatian pada bisnis retail banking serta correspondent banking, banyak hal telah kami lakukan untuk PERKEMBANGAN USAHA BANK mendukung arah kebijakan tersebut. Di tahun 2002 aset korporasi menurun drastis, dari 150 milyar menjadi 39 milyar. Jumlah klien menurun dari 8 di awal tahun menjadi hanya 2 perusahaan pada akhir tahun Hal ini dikarenakan adanya penjualan aset, restrukturisasi kredit dan peghapusbukuan kredit-kredit yang menurut analisa kami tidak akan dapat tertagih. Menurut rencana, sebelum akhir kwartal pertama 2003, kami sudah akan keluar sepenuhnya dari bisnis korporasi dan memfokuskan segenap usaha untuk membangun bisnis Global Financial Services (Personal Financial Services dan Kartu Kredit), Private Banking dan Financial Institutions. Bisnis-bisnis tersebut merupakan fokus dari strategi jangka panjang Bank kami. Bisnis ritel Bank kami pada tahun 2002 memperlihatkan kinerja yang baik. Hal ini dibangun atas momentum pertumbuhan dan prestasi yang telah dicapai pada tahun Bisnis Personal Financial Services (PFS) dan Divisi Kartu mengalami pertumbuhan yang cukup pesat, ditandai dengan tingginya peningkatan jumlah nasabah Bank dan pemegang kartu. Dalam bidang operasional, kami juga telah melakukan integrasi berbagai proses antara PFS dan Divisi Kartu dalam rangka meningkatkan sinergi yang diharapkan akan menghasilkan efisiensi usaha serta peningkatan kepuasan nasabah. Secara umum, bisnis Private Banking, Financial Institutions dan Treasury juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Kami terus mengembangkan aktivitas ketiga bisnis ini di tahun Upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas pelayanan nasabah telah dilakukan. Perluasan jaringan ATM sudah kami laksanakan dan akan terus kami sempurnakan. Demikian pula halnya dengan penyempurnaan layanan phone banking yang makin mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi perbankan. Penyempurnaan dan pembaruan teknologi sistem informasi untuk mendukung kegiatan operasional juga terus dan sedang kami upayakan. Pada pertengahan tahun 2002, Kantor Pusat Bank kami mengukuhkan komitmennya terhadap kantor cabang di Indonesia dengan menutup American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 10

12 SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BANK akumulasi kerugian kantor cabang sebesar lebih dari 1 triliun Rupiah, yang telah diderita sejak tahun 1998 akibat krisis ekonomi. Selain daripada itu, Kantor Pusat juga memberikan pinjaman dalam rangka dana usaha dengan tanpa dikenakan biaya bunga. Hal ini memposisikan Bank dalam struktur keuangan yang lebih solid dan sehat untuk menghadapi tantangan di tahun 2002 dan ke depan. Dalam upaya pengembangan bisnis Bank yang berkesinambungan, kami menerapkan strategi yang terfokus, didukung oleh empat pilar (building blocks) utama. Ke-empat pilar tersebut adalah: (1) Mengembangkan hubungan baru / menjaring nasabah baru ; (2) Mempertahankan hubungan yang ada; (3) Meningkatkan kemampuan dan sumber-daya, dan (4) Memaksimalkan efektivitas organisasi. Di tahun 2002 proses akuisisi nasabah baru dan peningkatan kapasitas saluran distribusi telah disempurnakan untuk mendukung percepatan pertumbuhan nasabah. Kami juga telah meningkatkan kegiatan dan jangkauan wilayah pemasaran dari Jakarta ke Surabaya dengan di perluasnya kantor pemasaran di sana. Pameran di mal (pusat belanja), pasar swalayan dan hipermarket, tele-marketing, dan penjualan secara personal/langsung (direct selling) adalah tetap menjadi saluran akuisisi yang utama. Disamping itu, kami juga secara selektif memanfaatkan Direct Mail dan Take One (penempatan brosur/aplikasi di tempat-tempat keramaian dan pusat belanja). Dalam rangka mempertahankan kualitas dan memperdalam hubungan dengan nasabah yang sudah ada, Bank memfokuskan pada peningkatan aktivitas penjualan silang (cross sell) antara PFS, Kartu Kredit dan PB. Aktivitas cross sell ini dinilai telah membuka peluang penetrasi pasar yang lebih dalam bagi masing-masing bisnis. Produk andalan Bank, Money Plus, terus kami kembangkan dengan fasilitas-fasilitas lain yang bertujuan untuk meningkatkan kepuasan nasabah selain juga memberikan pendapatan komisi (fee-based) yang lebih besar untuk bank. Hal ini telah membawa dampak perbaikan tingkat profitabilitas bank. Peningkatan kemampuan, sumber daya dan proses operasional adalah faktor yang tidak dapat diabaikan untuk mendukung pertumbuhan yang sehat. Fokus American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 11

13 unit bisnis. SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BANK dari usaha ini ditujukan kepada: peningkatan efisiensi akuisisi, peningkatan efisiensi servis kepada nasabah, dan perampungan strategi terpadu antar Melalui semua usaha diatas, kami yakin telah dapat meningkatkan tingkat kepuasan nasabah kami. Strategi dan Fokus Bisnis Retail Banking Secara spesifik, tabel di bawah ini merangkum sasaran, strategi dan kebijakan bisnis ritel Bank kami di tahun 2002 dan ke depan, yang terintegrasi dalam ke-empat pilar tersebut di atas. Pilar PFS Kartu Kredit Akuisisi Nasabah Baru Pemeliharaan nasabah yang sudah ada Peningkatan kemampuan dan proses Maksimalkan Efektifitas Organisasi Memperkuat akuisisi dengan mengembangkan saluran distribusi seperti direct sales, telemarketing, agen penjualan eksternal, pameran, inisiatif kerjasama dengan pertokoan retail Mengembangkan kehadiran di Indonesia dengan memperluas daerah-daerah pemasaran baru di kota-kota besar lain di Indonesia. Memperkenalkan Balance Transfer (BT) sebagai upaya penjualan silang dengan Kartu Kredit Pengembangan jaringan ATM dari 1300 lokasi menjadi 3500 Penjualan silang dengan Kartu Kredit. Pengembangan lebih lanjut produk reksadana (Money Plus) Mengadakan berbagai program seperti: Client Gatherings, Lucky Draw dan Member Get Member. Pemberdayaan jaringan ATM Dalam persiapan penerapan sistim ritel perbankan yang baru (I-Wealth View), menggantikan sistem operasi yang lama untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan penawaran produk baru seperti internet banking Meningkatkan kemampuan Mutual Fund System untuk mendukung produk reksadana dan pertumbuhan fee based income Menciptakan inisiatif sinergi dalam unit PFS dan unit pendukung lainnya Menciptakan suatu database pengetahuan dan pelatihan sistem aplikasi Memanfaatkan saluran distribusi seperti direct selling, telemarketing, direct mail dan take one. Menjaring lebih banyak nasabah dengan memanfaatkan kerjasama dengan partner seperti PT Telkom Mengembangkan cukup tenaga pemasaran pihak ketiga untuk melakukan pameran-pameran, telemarketing dan personal sales Meningkatkan jumlah nasabah kartu emas dan kartu biru. Meningkatkan loyalitas pemegang kartu melalui penawaran produk yang bernilai tambah dan memanfaatkan jaringan global franchise American Express. Penjualan silang dengan PFS dalam hal penawaran kartu dan pengembangan produk pinjaman tanpa agunan yang baru. Dalam persiapan penawaran produk secara on-line dengan memanfaatkan internet. Penggantian sistim operasi kartu kredit dengan sistem yang baru (GlobeStar) Melanjutkan upaya restrukturisasi dan efisiensi, seperti pengurangan biaya operasi dan peningkatan efisiensi melalui aplikasi sistem informasi Melanjutkan inisiatif program pengembangan kepemimpinan (leadership development program) dan mentorship untuk staff lokal Peningkatan pelatihan keterampilan American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 12

14 Mengembangkan program pengembangan kepemimpinan (leadership development program) dan pengalaman internasional Pelatihan orientasi produk. SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BANK Private Banking Fokus dari strategi Private Banking adalah penyediaan layanan financial yang berkualitas tinggi dan bersifat pribadi kepada individu-individu kalangan atas (high net-worth individuals). Indonesia memiliki potensi yang cukup besar dalam segmen pasar yang demikian. Peluang usaha dibidang ini masih terbuka, meskipun kompetisi antar bank cukup ketat, mengingat ada sekitar 80 bank di Indonesia yang dengan agresif menggarap segmen pasar ini. Tahun 2002 dan 2003 ini kami telah dan terus akan melanjutkan upaya peningkatkan penetrasi pasar dan pertumbuhan portofolio. Dalam upaya untuk menjaring nasabah baru, kami telah menerapkan program seperti referensi karyawan dan juga referensi agen (staff and agent referral programs). Untuk membina dan meningkatkan hubungan dengan nasabah, kami mengadakan berbagai acara (events) seperti turnamen golf dan seminar-seminar yang membahas alternatif investasi atau keadaan perekonomian secara umum. Di samping itu, kami juga secara berkala melakukan presentasi produk investasi dan presentasipresentasi yang membahas prakiraan ekonomi global kepada nasabah dan calon nasabah. Financial Institutions Group (FIG) Financial Institutions Group menawarkan beragam produk dan pelayanan dalam bidang pembayaran internasional antar lembaga keuangan, trade finance, dan check clearing. Sebagai bank koresponden, FIG turut berperan aktif dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia, khususnya dalam bidang perdagangan (trade), ekspor dan impor, pengurusan LC dan pelayanan pembayaran internasional (dengan Bank Mandiri, BNI, Bank Permata, BII, BCA dan yang lainnya). Unit bisnis ini memiliki keunggulan berupa: American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 13

15 - Akses ke jaringan global yang luas dan tersebar merata di pusat-pusat bisnis dunia; - Didukung oleh perangkat aplikasi sistim komputer yang canggih dan terpadu; SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BANK - Pengalaman perbankan internasional lebih dari delapan puluh tahun; Fokus yang konsisten pada International Correspondence Banking. Sebagai bagian dari strategi bank, kami telah memulai inisiatif untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan PFS, Private Bank dan Treasury dalam rangka peningkatan penetrasi pasar dan volume transaksi. Financial Market Services (Treasury) Fungsi utama dari Treasury adalah memberikan dukungan kepada unit bisnis yang lain dalam rangka penyedian likuiditas, manajemen neraca, dan transaksi valuta asing. Sejalan dengan strategi dan kebijakan pengembangan unit bisnis lainnya, Treasury senantiasa berperan dalam menyediakan kebutuhan likuiditas dan transaksi FX. Produk yang ditawarkan tidak berbeda dengan tahun 2001, walaupun kami juga tengah mempersiapkan penawaran jenis produk fixed income sejalan dengan situasi dan kondisi pasar. Di tahun 2002, Bank terus memaksimalkan upaya kearah organisasi yang lebih efektif. Hal ini mencakup usaha untuk mengidentifikasi dan mengembangkan staf lokal untuk menjabat posisi-posisi kunci dalam tim manajemen. American Express Bank Ltd. menjalankan setiap kegiatan usahanya dengan berpegang pada nilai-nilai dasar yang dikenal sebagai American Express Blue Box Values. Nilai-nilai dasar berikut ini dijunjung oleh segenap karyawan American Express di seluruh dunia. Mengutamakan kepentingan nasabah. Memberikan mutu yang prima dalam segala kegiatan. Memperlakukan karyawan dengan penuh penghargaan. Mempertahankan standar integritas yang tinggi. Mengembangkan kerja sama tim dari unit terkecil sampai perusahaan secara keseluruhan. American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 14

16 Menjadi warga negara yang baik di lingkungan tempat tinggal dan bekerja. Kami yakin bahwa dengan melaksanakan nilai-nilai dasar ini kami akan mampu memberikan layanan prima kepada setiap nasabah, menjadi yang terkemuka dalam dunia usaha dan memberikan keuntungan yang memuaskan kepada para pemegang saham. PROGRAM SOSIAL Sesuai dengan salah satu nilai dasar yang dianut American Express Bank Ltd. di seluruh dunia yaitu Menjadi warga negara yang baik di lingkungan tempat tinggal dan bekerja, kami memiliki tingkat kepedulian yang tinggi terhadap program-program kemasyarakatan. Pada tahun 2002 telah dilaksanakan berbagai kegiatan sosial, diantaranya adalah sebagai berikut: Sumbangan kepada Korban Banjir Jakarta Pada saat pasca banjir Februari - Maret 2002, karyawan American Express cabang Indonesia yang di koordinir oleh Amex Sports Club, telah memberikan santunan kepada para korban banjir dengan cara terjun langsung ke lokasi lokasi banjir, adapun santunan yang berupa makanan, minuman, pakaian dan obat2an kita salurkan setiap minggu dengan semangat karyawan Amex Peduli yang terus berlangsung selama pasca banjir. Santunan yang disalurkan diberikan langsung kepada korban banjir. Donor darah sukarela bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia Pada Maret 2002, American Express Bank Ltd., di Indonesia melalui American Express Sports Club melakukan kegiatan donor darah dengan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 40 karyawan. American Express Great Citizen Award Program (AEGCAP) Selama tahun 2002, enam karyawan bank kami berhasil memperoleh perhargaan dari American Express New York sebagai warga masyarakat yang baik di lingkungan tempat tinggalnya dengan membantu atau mengelola yayasan sosial, dimana ke enam karyawan tersebut berperan aktif. Termasuk dalam perhargaan yang diberikan adalah bantuan dalam bentuk uang kepada yayasan sosial yang mereka bina. LAPORAN MANAJEMEN a. Struktur Organisasi Struktur organisasi American Express Bank Ltd Indonesia terdapat American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 15

17 pada Lampiran 1. Tim manajemen di Indonesia dipimpin oleh Country Manager kami yaitu Ms. Sylvia-Marie Challita. LAPORAN MANAJEMEN b. Aktivitas Utama American Express Bank Ltd., Cabang Indonesia bergerak di bidang jasa keuangan dan jasa lain yang berhubungan dengan perjalanan. Kami memiliki enam line of business yang secara ringkas, produk, layanan dan target pasar dapat digambarkan sebagai berikut: Unit Produk/Distribusi Target Pasar Bisnis PFS Produk: Kalangan menengah ke Giro IDR & USD atas dan perusahaan Kartu Kredit Private Banking Tabungan IDR Deposito berjangka IDR & USD ATM Money Plus Saluran Distribusi: Tatap muka Telemarketing Direct Sales Pameran/exhibitions Agen penjualan eksternal Produk: Kartu Emas PT Telkom Kartu Biru PT Telkom Kartu Emas dan Biru GRCC Saluran Distribusi: Telemarketing Direct Mail (secara selektif) Personal Sales Roadshows Take Ones Cold - calling Produk: Mutual Funds Credit Facilities Demand and Time Deposits Foreign Exchange Personal Services Saluran Distribusi: Agent referral Staff referral Kalangan menengah ke atas Kalangan atas (high networth individuals) American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 16

18 FMS/ Treasury Produk: International Payments (Commercial, FX, Treasury, SWIFT checks) Trade (L/C, Export/Import, Acceptances, Collection & Export bills Cash Management (TC dan CommercialCheck clearing) Produk: Spot, Forward dengan kolateral Fixed Income Fixed Deposit, SBI Institusi Keuangan Unit Bisnis Bank LAPORAN MANAJEMEN c. Teknologi Informasi Aplikasi utama untuk operasi Bank sehari-hari, yaitu untuk modul teller, deposito berjangka, tabungan, giro dan transaksi valuta asing, kami menggunakan Globus. Globus merupakan sistem yang dibeli oleh kantor pusat American Express Bank Ltd., dari sebuah perusahaan perangkat lunak benama Temenos Co. yang berafiliasi dengan EDS, salah satu perusahaan paling terkemuka di dunia dalam bidang teknologi informasi. Perangkat lunak ini telah dimodifikasi untuk memenuhi standar dan kebutuhan Bank. Sedangkan untuk bisnis kartu kredit, digunankan sistem ARIMSP/GlobeStar. Sistem gaji dan Personalia terpisah dari jaringan utama dan dikembangkan oleh Bank untuk kepentingan sistem penggajian dan pembayaran pajak penghasilan karyawan. Informasi Perangkat Keras yang digunakan Merk & Model Mesin Operating System Network Telecomm. Software Mainframe : VM RSCS Amdahl 1100A American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 17

19 Mikro Alone) : (PC/Stand Unix HP Unix 9000 Micro(PC/LAN) : Jaringan 1 : - Windows NT4(server), Compac Prolian Novell 4.11 (server), Compac Proliant 2000 Jaringan 2 : - Windows NT4, Compac Proliant 5000 WIN NT Win 95 Win NT Token ring Token ring Token ring LAPORAN MANAJEMEN Perangkat Lunak Jenis dan merek perangkat lunak yang digunakan meliputi : Nama Deskripsi SBS-FAS SBS-DCCS MERVA ARITAPS GLOBUS IMSF ARIMSP MBS CASW GLOBSTAR Sistem GL Kredit Dokumenter SWIFT Messages Sistem Collections Core Banking System Globus Inquiry Modul Modul Transaksi charge card Mobile Banking System Modul Otorisasi EDC Modul Transaksi Credit Card d. Jenis produk dan jasa yang ditawarkan Untuk jenis produk dan jasa yang ditawarkan dapat dilihat pada point b e. Tingkat suku bunga Tingkat suku bunga untuk Giro, Tabungan dan Simpanan berjangka adalah sebagai berikut : Tingkat suku bunga rata-rata tertimbang per tahun American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 18

20 Giro - Rupiah 4,45% 5,29% - Valuta Asing 0,52% 1,90% 2. Tabungan 5,28% 5,45% 3. Deposito Berjangka - Rupiah 7,59% 6,70% - Valuta Asing 1,20% 3,21% f. Perkembangan perekonomian dan target pasar Perkembangan perekonomian dapat dilihat dalam bahasan Perkembangan Usaha Bank serta Strategi dan Kebijakan Bank. Sedangkan untuk target pasar dapat dilihat pada point b LAPORAN MANAJEMEN g. Jaringan kerja dan mitra usaha baik di dalam/luar negeri American Express Bank Ltd. beroperasi di 41 negara. Setiap saat, semua nasabah American Express Bank Ltd. dapat mengakses jaringan dan kapabilitas Bank dan American Express Company secara global. Di dalam negeri, American Express bermitra usaha dengan berbagai bank untuk penjualan traveller s cheques, termasuk diantaranya Lippobank, Bank Bali, Bank Internasional Indonesia, Panin Bank, Bank Mandiri, Bank Niaga. h. Jumlah, jenis dan lokasi kantor Saat ini American Express Bank Ltd., di Indonesia berkantor pusat di Graha Aktiva, Jalan HR Rasuna Said Kav. 3 Blok X-1, Jakarta 12950, dan kantor cabang beralamat di Jalan Melawai Raya No. 7, Jakarta Kami juga memiliki kantor pemasaran di Surabaya yang beralamat di Hyatt Regency Surabaya, Jalan Basuki Rahmat Surabaya i. Kepemilikan Direksi, Komisaris dan pemegang saham lain dalam grup/perusahaan terafiliasi American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 19

21 Tidak berlaku bagi American Express Bank Ltd., cabang Indonesia. j. Perubahan-perubahan yang terjadi di bank dan group pada tahun 2002 Tidak ada hal yang signifikan. k. Hal-hal penting yang diperkirakan akan terjadi di masa yang akan datang Tidak ada hal yang signifikan. Perubahan yang diakibatkan oleh fokus dari pada strategi Bank telah diulas pada bagian Perkembangan Usaha Bank serta Strategi dan Kebijakan Bank. LAPORAN MANAJEMEN l. Sumber Daya Manusia Jumlah tenaga kerja Bank adalah 270 pegawai tetap. Adapun Struktur Pendidikan karyawan adalah lulusan SMA(7%), lulusan D3(30%), lulusan S1 (50%) dan lulusan S2 (12%). Total biaya tenaga kerja sepanjang tahun 2002 adalah Rp 73,6 milyar. Pendidikan dan pengembangan tenaga kerja merupakan hal yang dipandang sangat penting oleh Bank, sehingga secara berkesinambungan telah dilakukan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan karyawan, baik teknis maupun manajerial antara lain pelatihan yang telah dilakukan adalah : - Compliance Training (Februari 2002) - Compliance Training (Maret 2002) - Compliance Training (April 2002) - Understanding Your Compensation and Career Development (May 2002) - Global and Indonesian Economic and Market Outlook (May 2002) - Business Presentation Skills, Product Presentation and Compliance Training (Juli 2002) - Coaching & Feedback Program (Juli 2001) - Microsoft Excel Training, Business Presentation Skill, and Product Presentation Training (Agustus 2002) - Compliance Training (September Oktober 2002) - Achieving Extraordinary Customer Relation Training (November 2002) American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 20

22 - English Course, The British Institute, English First, Adventist English Conversation School (Desember 2002) LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hanadi, Sarwoko & Sandjaja, terlampir dan mencakup hal-hal sebagai berikut: Neraca Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Ekuitas Laporan Arus Kas Catatan atas laporan keuangan, termasuk informasi menegenai Komitmen dan Kontijensi Opini Akuntan Publik Laporan Keuangan tersebut diatas telah memenuhi seluruh aspek penggungkapan (disclosure) sebagaimana ditetapkan dalam pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan PAPI yang berlaku. Laporan Keuangan yang tersebut diatas dapat dilihat pada halaman lampiran 2. American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 21

23 EKSPOSUR DAN MANAJEMEN RISIKO Dalam melakukan monitoring terhadap manajemen risiko, Bank secara umum menetapkan trading limit, khususnya Value-at-Risk (VaR) limit dan Management Action Point (MAP) sebagai sarana untuk mengendalikan risiko suku bunga dan nilai tukar yang dapat berpengaruh terhadap likuiditas Bank. VaR limit didasarkan pada kuantifikasi risiko pergerakan tingkat suku bunga atau nilai tukar terhadap nilai portfolio yang dimiliki Bank. Dengan adanya nilai VaR dapat diketahui dampak pergerakan suku bunga ataupun nilai tukar setiap 1 bps (basis point) akan mengakibatkan Bank mengalami keuntungan/kerugian sebesar nilai VaR. Dalam penerapannya, Bank membedakan VaR limit atas suku bunga dan nilai tukar. VaR dihitung secara harian dan dilaporkan ke Kantor Regional. Khusus untuk transaksi dengan nasabah, VaR dapat dimonitor setiap saat, untuk mengetahui posisi nasabah sesegera mungkin sehingga dapat diambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain monitoring melalui VaR, Bank juga menetapkan limit lainnya seperti dealer limit, cut-loss limit, product limit, counterparty limit, settlement limit dan lainnya seperti lazimnya pelaksanaan transaksi treasury. Keseluruhan limit tersebut untuk mengurangi dan mengantisipasi risiko pasar yang mungkin timbul. American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 22

24 INFORMASI LAIN Transaksi-transaksi penting lainnya dalam jumlah yang signifikan : Pada pertengahan tahun 2002, Kantor Pusat Bank kami mengukuhkan komitmennya terhadap kantor cabang di Indonesia dengan menutup akumulasi kerugian kantor cabang sebesar lebih dari 1 triliun Rupiah, yang telah diderita sejak tahun 1998 akibat krisis ekonomi. Selain daripada itu, Kantor Pusat juga memberikan pinjaman dalam rangka Dana Usaha dengan tanpa dikenakan biaya bunga. Hal ini memposisikan bank dalam struktur keuangan yang lebih solid dan sehat untuk menghadapi tatntang masa yang akan datang. Informasi kejadian penting setelah tanggal laporan Akuntan Publik adalah : Nihil American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 23

25 LAMPIRAN 1 American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 24

26 AMERICAN EXPRESS - INDONESIA ORGANIZATION CHART December 2002 Report Sylvia M. Senior Challita Country Executive (50) Eveline Kristanti Executive Secretary (30) Farina Kartasasmita Head of Financial Market Services (40) Robert L.Potts Head of Credit (45) Muliani Margono Head of Financial Institution Group (45) Clive Goldsworthy Head of Private Banking (45) Olivier Denis Head of Personal Financial Services (45) Atul Garg Director Marketing & Sales ICCS (40) Vira Soekardiman Head of Global Corporate Services (35) Irni Palar Head of Global Network Establishment Services Andi A. Sutardi Asst. Mgr Legal Affairs (30) Indra Hartono Internal Control Mgr (35) Fathia I. Syarif P. A. & C. Manager (35) Adriani Sukmoro Human Resources Director (40) Rini Maramis GFS Ops. Director (40) Anneke Tompodung AEB Operations Director (40) Lina Tanusondjaja Country Controller (40) Ponky Pudijanto ComplianceDire ctor (40) TBA Lead Financial Officer (35) American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 25

27 American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 26

28 LAMPIRAN 2 American Express Bank, Ltd., Cabang Indonesia Hal. 27

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya M enyatukan dan Memadukan Sumber Daya Keunggulan kompetitif BCA lebih dari keterpaduan kekuatan basis nasabah yang besar, jaringan layanan yang luas maupun keragaman jasa dan produk perbankannya. Disamping

Lebih terperinci

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan 158 Profil Singkat BCA Laporan kepada Pemegang Saham Tinjauan Bisnis Pendukung Bisnis Sumber Daya Manusia Filosofi BCA membina pemimpin masa depan tercermin dalam berbagai program pelatihan dan pengembangan

Lebih terperinci

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS Laporan Keuangan Publikasi triwulanan Laporan Posisi Keuangan/Neraca PT BANK SINAR HARAPAN BALI JL MELATI NO 65 DENPASAR BALI 80233 Telp (0361) 227076 FAX (0361) 227783 per March 2014 dan 2013 (Dalam Jutaan

Lebih terperinci

TOTAL ASET 72,968,991

TOTAL ASET 72,968,991 LAPORAN POSISI KEUANGAN / NERACA BULANAN ASET 1. Kas 1,052,049 2. Penempatan pada Bank Indonesia 7,995,590 3. Penempatan pada bank lain 756,075 4. Tagihan spot dan derivatif - 5. Surat berharga: 5,151,518

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 3/22/PBI/2001 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 3/22/PBI/2001 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 3/22/PBI/2001 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka menciptakan disiplin pasar (market discipline) perlu diupayakan

Lebih terperinci

Standard Chartered Bank dan Super Indo Beri Manfaat Lebih Bagi Para Nasabah

Standard Chartered Bank dan Super Indo Beri Manfaat Lebih Bagi Para Nasabah Standard Chartered Bank dan Super Indo Beri Manfaat Lebih Bagi Para Nasabah Fasilitas Extra Cash Back 10% dan hadiah langsung setiap hari hingga Grand Prize Tiket ke Singapura JAKARTA, 12 Februari 2014

Lebih terperinci

7. Memastikan sistem pengendalian internal telah diterapkan sesuai ketentuan.

7. Memastikan sistem pengendalian internal telah diterapkan sesuai ketentuan. 7. Memastikan sistem pengendalian internal telah diterapkan sesuai ketentuan. 8. Memantau kepatuhan BCA dengan prinsip pengelolaan bank yang sehat sesuai dengan ketentuan yang berlaku melalui unit kerja

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/15/PBI/2013 TENTANG GIRO WAJIB MINIMUM BANK UMUM DALAM RUPIAH DAN VALUTA ASING BAGI BANK UMUM KONVENSIONAL

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/15/PBI/2013 TENTANG GIRO WAJIB MINIMUM BANK UMUM DALAM RUPIAH DAN VALUTA ASING BAGI BANK UMUM KONVENSIONAL PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/15/PBI/2013 TENTANG GIRO WAJIB MINIMUM BANK UMUM DALAM RUPIAH DAN VALUTA ASING BAGI BANK UMUM KONVENSIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

Lebih terperinci

ACE LIFE DAN BANK CTBC LUNCURKAN EMPAT PRODUK BANCASSURANCE

ACE LIFE DAN BANK CTBC LUNCURKAN EMPAT PRODUK BANCASSURANCE 1 Press Statement UNTUK DISIARKAN SEGERA Kontak Media: Priska Rosalina +62 21 2356 8888 priska.rosalina@acegroup.com ACE LIFE DAN BANK CTBC LUNCURKAN EMPAT PRODUK BANCASSURANCE Jakarta, 19 Juni 2014 PT

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM

PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM UMUM Kegiatan usaha Bank senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan erat dengan

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 6/ 9 /PBI/2004 TENTANG TINDAK LANJUT PENGAWASAN DAN PENETAPAN STATUS BANK GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 6/ 9 /PBI/2004 TENTANG TINDAK LANJUT PENGAWASAN DAN PENETAPAN STATUS BANK GUBERNUR BANK INDONESIA, . PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 6/ 9 /PBI/2004 TENTANG TINDAK LANJUT PENGAWASAN DAN PENETAPAN STATUS BANK GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka menciptakan sistem perbankan yang sehat,

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA. Nomor : 3/10/PBI/2001 TENTANG GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA. Nomor : 3/10/PBI/2001 TENTANG GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA Nomor : 3/10/PBI/2001 TENTANG PENERAPAN PRINSIP MENGENAL NASABAH (KNOW YOUR CUSTOMER PRINCIPLES) GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam menjalankan kegiatan usaha,

Lebih terperinci

No.10/ 42 /DPD Jakarta, 27 November 2008. S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA

No.10/ 42 /DPD Jakarta, 27 November 2008. S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA No.10/ 42 /DPD Jakarta, 27 November 2008 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA Perihal : Pembelian Valuta Asing terhadap Rupiah kepada Bank Sehubungan dengan telah ditetapkannya Peraturan

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 APRIL 2015. (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 APRIL 2015

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 30 APRIL 2015. (dalam jutaan rupiah) POS - POS 30 APRIL 2015 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 224,190 2. Penempatan pada Bank Indonesia 8,800,906 3. Penempatan pada bank lain 4,231,976 4. Tagihan spot dan derivatif 1,609,369 5. Surat

Lebih terperinci

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 MEI 2015. (dalam jutaan rupiah) POS - POS. 31 Mei 2015

PT BANK DBS INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN 31 MEI 2015. (dalam jutaan rupiah) POS - POS. 31 Mei 2015 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN POS POS ASET 1. Kas 237,020 2. Penempatan pada Bank Indonesia 6,908,323 3. Penempatan pada bank lain 1,921,142 4. Tagihan spot dan derivatif 1,739,857 5. Surat

Lebih terperinci

- 1 - UMUM. Mengingat

- 1 - UMUM. Mengingat - 1 - PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 9/15/PBI/2007 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI OLEH BANK UMUM UMUM Dalam rangka meningkatkan efisiensi kegiatan

Lebih terperinci

INVESTOR NEWS SEPTEMBER 2013

INVESTOR NEWS SEPTEMBER 2013 INVESTOR NEWS SEPTEMBER 2013 Memasuki triwulan III, kinerja BJTM telah mencatatkan pertumbuhan yang cukup menggembirakan baik dalam perolehan asset, pengumpulan Dana Pihak Ketiga. Asset BJTM per September

Lebih terperinci

LAPORAN POSISI KEUANGAN PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk Per 30 April 2015 (dalam jutaan rupiah)

LAPORAN POSISI KEUANGAN PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk Per 30 April 2015 (dalam jutaan rupiah) LAPORAN POSISI KEUANGAN Per POS POS ASET 1. Kas 9,558,560 2. Penempatan pada Bank Indonesia 29,945,266 3. Penempatan pada bank lain 11,401,461 4. Tagihan spot dan derivatif 289,029 5. Surat berharga a.

Lebih terperinci

Analisa & Pembahasan Manajemen

Analisa & Pembahasan Manajemen Pembuka Pesan Utama Pembahasan Rencana & Strategi Laporan Bisnis Tinjauan Pendukung Bisnis & Manajemen Risiko Pura Ulun Danau Bratan - Bali Sebuah candi air besar yang terletak di tepi barat laut Danau

Lebih terperinci

SEJARAH BANK INDONESIA : MONETER Periode 1997-1999

SEJARAH BANK INDONESIA : MONETER Periode 1997-1999 SEJARAH BANK INDONESIA : MONETER Periode 1997-1999 Cakupan : Halaman 1. Sekilas Sejarah Bank Indonesia di Bidang Moneter Periode 1997-2 1999 2. Arah Kebijakan 1997-1999 3 3. Langkah-Langkah Strategis 1997-1999

Lebih terperinci

No. POS - POS. 30 Apr 2015

No. POS - POS. 30 Apr 2015 LAPORAN POSISI KEUANGAN No. POS POS ASET 1. Kas 9,279 2. Penempatan pada Bank Indonesia 2,388,541 3. Penempatan pada bank lain 507,919 4. Tagihan spot dan derivatif 38,117 5. Surat berharga a. Diukur pada

Lebih terperinci

Pembahasan Hasil Kinerja Keuangan

Pembahasan Hasil Kinerja Keuangan Pendahuluan Tinjauan Bisnis Pendukung Bisnis Tinjauan Tata Kelola Perusahaan Pembahasan Hasil Kinerja Keuangan TINJAUAN EKONOMI MAKRO INDONESIA TAHUN 2012 Perekonomian Indonesia tumbuh 6,2% di tahun 2012,

Lebih terperinci

Magister Manajemen Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

Magister Manajemen Univ. Muhammadiyah Yogyakarta II. Pasar Keuangan 1. Pendahuluan Pasar keuangan bisa didefinisikan sebagai bertemunya pihak yang mempunyai kelebihan dana (surplus dana) dengan pihak yang kekurangan dana (defisit dana). Sehingga di pasar

Lebih terperinci

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK 2.1 Rupiah Rupiah (Rp) adalah mata uang Indonesia (kodenya adalah IDR). Nama ini diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut Indonesia menggunakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya

BAB I PENDAHULUAN. Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang. 1 Dalam

Lebih terperinci

Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing

Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Perbedaan pasar uang dan pasar modal yaitu: 1. Instrumen yang diperjualbelikan pasar modal yang diperjualbelikan adalah adalah surat-surat berharga jangka panjang seperti

Lebih terperinci

ANZ menyampaikan hasil yang baik sekali bagi para pemegang saham di tahun 2010, selain juga berkinerja bagi para nasabah kami dan masyarakat.

ANZ menyampaikan hasil yang baik sekali bagi para pemegang saham di tahun 2010, selain juga berkinerja bagi para nasabah kami dan masyarakat. ANZ menyampaikan hasil yang baik sekali bagi para pemegang saham di tahun 2010, selain juga berkinerja bagi para nasabah kami dan masyarakat. Kinerja Kami Laba ANZ setelah dikurangi pajak sampai tahun

Lebih terperinci

Garuda Indonesia Perluas Kemitraan Lindung Nilai dengan Bank Internasional Indonesia, Bank Mega, ANZ Indonesia dan Standard Chartered Bank Indonesia

Garuda Indonesia Perluas Kemitraan Lindung Nilai dengan Bank Internasional Indonesia, Bank Mega, ANZ Indonesia dan Standard Chartered Bank Indonesia Siaran Pers Garuda Indonesia Perluas Kemitraan Lindung Nilai dengan Bank Internasional Indonesia, Bank Mega, ANZ Indonesia dan Standard Chartered Bank Indonesia Jakarta, 14 April 2015 - PT Garuda Indonesia

Lebih terperinci

LAMPIRAN KHUSUS SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN

LAMPIRAN KHUSUS SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN DAFTAR PENYUSUTAN DAN AMORTISASI FISKAL 1A BULAN / HARGA NILAI SISA BUKU FISKAL METODE PENYUSUTAN / AMORTISASI KELOMPOK / JENIS HARTA TAHUN PEROLEHAN AWAL TAHUN PENYUSUTAN / AMORTISASI FISKAL TAHUN INI

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 6/1/PBI/2004 TENTANG PEDAGANG VALUTA ASING GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 6/1/PBI/2004 TENTANG PEDAGANG VALUTA ASING GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 6/1/PBI/2004 TENTANG PEDAGANG VALUTA ASING GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam upaya turut memelihara dan mendukung pencapaian stabilisasi nilai rupiah,

Lebih terperinci

Analisis fundamental. Daftar isi. [sunting] Analisis fundamental perusahaan. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Analisis fundamental. Daftar isi. [sunting] Analisis fundamental perusahaan. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Analisis fundamental Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Analisis fundamental adalah metode analisis yang didasarkan pada fundamental ekonomi suatu perusahaan. Teknis ini menitik beratkan

Lebih terperinci

ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN

ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN IKHTISAR 2014 adalah tahun di mana Perseroan kembali mencapai rekor pertumbuhan dan proitabilitas. Perseroan mempertahankan posisinya sebagai Operator berskala terkemuka

Lebih terperinci

No.16/15/DPM Jakarta, 17 September 2014. Kepada SEMUA BANK UMUM DEVISA DI INDONESIA

No.16/15/DPM Jakarta, 17 September 2014. Kepada SEMUA BANK UMUM DEVISA DI INDONESIA No.16/15/DPM Jakarta, 17 September 2014 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DEVISA DI INDONESIA Perihal : Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah antara Bank dengan Pihak Asing Sehubungan dengan

Lebih terperinci

M E T A D A T A INFORMASI DASAR

M E T A D A T A INFORMASI DASAR M E T A D A T A INFORMASI DASAR 1 Nama Data : Uang Primer 2 Penyelenggara Statistik : Departemen Statistik Bank Indonesia 3 Alamat : Jl. M.H. Thamrin No. 2 Jakarta 4 Contact : Divisi Statistik Moneter

Lebih terperinci

mandiri renminbi Frequently Asked Questions

mandiri renminbi Frequently Asked Questions mandiri renminbi Frequently Asked Questions 1. INFORMASI UMUM Apa perbedaaan antara Renminbi (RMB) dan Chinese Yuan (CNY)? Renminbi (berarti people s currency, mata uang rakyat) merupakan mata uang resmi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan ekonomi tidak akan pernah terlepas dari aktivitas investasi. Berbagai

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan ekonomi tidak akan pernah terlepas dari aktivitas investasi. Berbagai BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kegiatan ekonomi tidak akan pernah terlepas dari aktivitas investasi. Berbagai kegiatan investasi di seluruh dunia yang dilaksanakan dalam skala internasional,

Lebih terperinci

Q&A Suku Bunga Dasar Kredit/ Prime Lending Rate

Q&A Suku Bunga Dasar Kredit/ Prime Lending Rate Q&A Suku Bunga Dasar Kredit/ Prime Lending Rate Pertanyaan 1 Q : Apa tujuan dikeluarkannya aturan Transparansi Informasi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK)? A : Tujuan dari dikeluarkannya kebijakan ini adalah

Lebih terperinci

TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO.16/21

TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO.16/21 TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO.16/21 21/PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK 1. Q: Apa latar belakang diterbitkannya PBI

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menunjang terwujudnya perekonomian

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menunjang terwujudnya perekonomian

Lebih terperinci

Dasar-Dasar Obligasi. Pendidikan Investasi Dua Bulanan. Cara Kerja Obligasi

Dasar-Dasar Obligasi. Pendidikan Investasi Dua Bulanan. Cara Kerja Obligasi September 2010 Dasar-Dasar Pasar obligasi dikenal juga sebagai pasar surat utang dan merupakan bagian dari pasar efek yang memungkinkan pemerintah dan perusahaan meningkatkan modalnya. Sama seperti orang

Lebih terperinci

No.16/ 14 /DPM Jakarta, 17 September 2014. Kepada SEMUA BANK UMUM DEVISA DI INDONESIA

No.16/ 14 /DPM Jakarta, 17 September 2014. Kepada SEMUA BANK UMUM DEVISA DI INDONESIA No.16/ 14 /DPM Jakarta, 17 September 2014 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DEVISA DI INDONESIA Perihal : Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah antara Bank dengan Pihak Domestik Sehubungan

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/ 37 /PBI/2008 TENTANG TRANSAKSI VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/ 37 /PBI/2008 TENTANG TRANSAKSI VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/ 37 /PBI/2008 TENTANG TRANSAKSI VALUTA ASING TERHADAP RUPIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa tujuan Bank Indonesia adalah

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/22/PBI/2014 TENTANG PELAPORAN KEGIATAN LALU LINTAS DEVISA DAN PELAPORAN KEGIATAN PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK

Lebih terperinci

KOMITE-KOMITE EKSEKUTIF DIREKSI

KOMITE-KOMITE EKSEKUTIF DIREKSI adalah juga dari pejabat internal perusahaan. 7. Sehubungan dengan rencana pengunduran diri Sdr. Andreas Eddy Susetyo sebagai anggota Komite Pemantau Risiko per 1 Januari 2015, maka Komite merekomendasikan

Lebih terperinci

BAB 3 KERANGKA EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN

BAB 3 KERANGKA EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN BAB 3 KERANGKA EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN Kerangka Ekonomi Makro dan Pembiayaan Pembangunan pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2006 disempurnakan untuk memberikan gambaran ekonomi

Lebih terperinci

RENCANA KORPORASI PERUSAHAAN ASURANSI UMUM / PERUSAHAAN REASURANSI / PERUSAHAAN ASURANSI JIWA 1 Tahun 2

RENCANA KORPORASI PERUSAHAAN ASURANSI UMUM / PERUSAHAAN REASURANSI / PERUSAHAAN ASURANSI JIWA 1 Tahun 2 Lampiran 7 Surat Edaran OJK Nomor.. Tanggal RENCANA KORPORASI PERUSAHAAN ASURANSI UMUM / PERUSAHAAN REASURANSI / PERUSAHAAN ASURANSI JIWA 1 Tahun 2 PT. XYZ (alamat perusahaan) ¹ Tulis salah satu sesuai

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan. Alam Sutera Realty Tbk pada 19 September 2007.

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan. Alam Sutera Realty Tbk pada 19 September 2007. BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Perusahaan PT. Alam Sutera Realty Tbk adalah anak perusahaan dari grup Argo Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan oleh Harjanto Tirtohadiguno

Lebih terperinci

PERAN KELEMBAGAAN PERBANKAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH NASIONAL BANK MANDIRI

PERAN KELEMBAGAAN PERBANKAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH NASIONAL BANK MANDIRI PERAN KELEMBAGAAN PERBANKAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH NASIONAL POKOK BAHASAN I II KONDISI UMKM PERBANKAN KOMITMEN III POLA PEMBIAYAAN UMKM IV KESIMPULAN I KONDISI UMKM PERBANKAN

Lebih terperinci

FORMULIR 1 PENJELASAN DAN CAKUPAN INFORMASI LAPORAN DANA PIHAK KETIGA RUPIAH DAN VALUTA ASING

FORMULIR 1 PENJELASAN DAN CAKUPAN INFORMASI LAPORAN DANA PIHAK KETIGA RUPIAH DAN VALUTA ASING FORMULIR 1 PENJELASAN DAN CAKUPAN INFORMASI LAPORAN DANA PIHAK KETIGA RUPIAH DAN VALUTA ASING Pada formulir ini dilaporkan mengenai Dana Pihak Ketiga Rupiah dan Valuta asing sesuai dengan pembukuan bank

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 14 / 2 /PBI/ 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/11/PBI/2009 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN ALAT PEMBAYARAN DENGAN MENGGUNAKAN KARTU DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN BANK & LEMBAGA KEUANGAN 1

GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN BANK & LEMBAGA KEUANGAN 1 GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN BANK & LEMBAGA KEUANGAN 1 II. LEMBAGA KAUANGAN A. Lembaga Keuangan 1. Pengertian Lembaga Keuangan Lembaga Keuangan adalah badan usaha yang kekayaannya terutama berbentuk

Lebih terperinci

MATRIKS RINCIAN PENYEMPURNAAN TABEL 1.1 KEGIATAN USAHA BANK UMUM SPI Lama

MATRIKS RINCIAN PENYEMPURNAAN TABEL 1.1 KEGIATAN USAHA BANK UMUM SPI Lama MATRIKS RINCIAN PENYEMPURNAAN TABEL 1.1 KEGIATAN USAHA BANK UMUM Tabel 1.1 Kegiatan Usaha Bank Umum Tabel 1.1 Kegiatan Usaha Bank Umum A Penyaluran Dana (Distribution of Funds) 1 Penyaluran Dana (Distribution

Lebih terperinci

Dalam Bahasa dan Mata Uang Apa Laporan Keuangan Disajikan?

Dalam Bahasa dan Mata Uang Apa Laporan Keuangan Disajikan? Dalam Bahasa dan Mata Uang Apa Laporan Keuangan Disajikan? Oleh: Tarkosunaryo Paper ini bermaksud untuk menyajikan analisis penggunaan mata uang yang seharusnya digunakan oleh perusahaan dalam menyusun

Lebih terperinci

SALINAN KEPUTUSAN MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA NOMOR KEP-236/MBU/2003 TENTANG

SALINAN KEPUTUSAN MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA NOMOR KEP-236/MBU/2003 TENTANG SALINAN KEPUTUSAN NOMOR KEP-236/MBU/2003 TENTANG PROGRAM KEMITRAAN BADAN USAHA MILIK NEGARA DENGAN USAHA KECIL DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN, Menimbang Mengingat : a. bahwa dalam rangka mendorong kegiatan

Lebih terperinci

INVESTOR NEWS APRIL 2014

INVESTOR NEWS APRIL 2014 INVESTOR NEWS APRIL 2014 Pada bulan April 2014, BJTM menunjukkan performa yang bagus pada banyak aspek sehingga mampu membukukan kenaikan laba bersih sebelum pajak sebesar 24,84% YoY atau ekuivalen sebesar

Lebih terperinci

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN,

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN, PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN, Menimbang Mengingat : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 Peraturan Presiden Nomor

Lebih terperinci

Layanan Bebas Biaya Layanan perbankan yang cepat, mudah dan ekonomis

Layanan Bebas Biaya Layanan perbankan yang cepat, mudah dan ekonomis Layanan Bebas Biaya Layanan perbankan yang cepat, mudah dan ekonomis DBS Treasures merupakan layanan perbankan prioritas yang tidak hanya menyediakan pilihan produk perbankan tetapi juga produk investasi

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORI. Anggraeni (2003) melakukan penelitian dengan judul The Foreign

BAB II URAIAN TEORI. Anggraeni (2003) melakukan penelitian dengan judul The Foreign BAB II URAIAN TEORI A. Penelitian Terdahulu Anggraeni (2003) melakukan penelitian dengan judul The Foreign Exchange Exposure pada Bank-Bank yang Go Public di Bursa Efek Jakarta menunjukkan adanya foreign

Lebih terperinci

No. 11/10 /DASP Jakarta, 13 April 2009 S U R A T E D A R A N

No. 11/10 /DASP Jakarta, 13 April 2009 S U R A T E D A R A N No. 11/10 /DASP Jakarta, 13 April 2009 S U R A T E D A R A N Perihal : Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu Sehubungan dengan diberlakukannya Peraturan Bank Indonesia Nomor

Lebih terperinci

KONSEP PURCHASING POWER PARITY DALAM PENENTUAN KURS MATA UANG

KONSEP PURCHASING POWER PARITY DALAM PENENTUAN KURS MATA UANG KONSEP PURCHASING POWER PARITY DALAM PENENTUAN KURS MATA UANG Yovita Vivianty Indriadewi Atmadjaja Dosen Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi ABSTRAKSI Salah satu konsep

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 13/23/PBI/2011 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 13/23/PBI/2011 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 13/23/PBI/2011 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa

Lebih terperinci

Bab1 PENDAHULUAN. Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi

Bab1 PENDAHULUAN. Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi Bab1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi manajemen, menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 13/14/PBI/2011 TENTANG PENILAIAN KUALITAS AKTIVA BAGI BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 13/14/PBI/2011 TENTANG PENILAIAN KUALITAS AKTIVA BAGI BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 13/14/PBI/2011 TENTANG PENILAIAN KUALITAS AKTIVA BAGI BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa kelangsungan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN /PMK.010/201... TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN,

PERATURAN MENTERI KEUANGAN /PMK.010/201... TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR /PMK.010/201... TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 8 dan Pasal

Lebih terperinci

MENTERI BADAN USALIA MILIK NEGARA REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA NOMOR : PER-07/MBU/05/2015 TENTANG

MENTERI BADAN USALIA MILIK NEGARA REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA NOMOR : PER-07/MBU/05/2015 TENTANG MENTERI BADAN USALIA MILIK NEGARA SALINAN PERATURAN MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA NOMOR : PER-07/MBU/05/2015 TENTANG PROGRAM KEMITRAAN BADAN USAHA MILIK NEGARA DENGAN USAHA KECIL DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bank adalah suatu bisnis yang dapat dikatakan unik dan dinamis karena

BAB I PENDAHULUAN. Bank adalah suatu bisnis yang dapat dikatakan unik dan dinamis karena BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bank adalah suatu bisnis yang dapat dikatakan unik dan dinamis karena lembaga tersebut melakukan bisnis dengan cara menggunakan dana masyarakat untuk memperoleh profit.

Lebih terperinci

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI Per (Tidak Diaudit) ASET 31 Desember 2010 ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga Piutang Lainlain Pihak Ketiga Persediaan Bersih Biaya Dibayar di

Lebih terperinci

Lampiran I Surat Edaran Bank Indonesia No. 15/28/DPNP tanggal 31 Juli 2013 Perihal Penilaian Kualitas Aset Bank Umum PENETAPAN KUALITAS KREDIT

Lampiran I Surat Edaran Bank Indonesia No. 15/28/DPNP tanggal 31 Juli 2013 Perihal Penilaian Kualitas Aset Bank Umum PENETAPAN KUALITAS KREDIT Lampiran I Surat Edaran Bank Indonesia No. 15/28/DPNP tanggal 31 Juli 2013 Perihal Penilaian Kualitas Aset Bank Umum PENETAPAN KUALITAS KREDIT PROSPEK USAHA Potensi pertumbuhan usaha memiliki potensi pertumbuhan

Lebih terperinci

Per March-2015. POS POS - NOMINAL PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL A. Pendapatan dan Beban Bunga 1. Pendapatan Bunga 134,917 a.

Per March-2015. POS POS - NOMINAL PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL A. Pendapatan dan Beban Bunga 1. Pendapatan Bunga 134,917 a. LAPORAN PUBLIKASI (BULANAN)/CONDENSED FINANCIAL STATEMENT (MONTHLY) LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN PT BPD KALTENG JL. RTA MILONO KM.2 NO. 12 PLANGKA RAYA 0536-3225602 Per March-2015 (dalam

Lebih terperinci

Lampiran VI Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 140/PMK.010/2009 tentang Pembinaan dan Pengawasan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia

Lampiran VI Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 140/PMK.010/2009 tentang Pembinaan dan Pengawasan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN BULANAN DAN LAPORAN KEGIATAN USAHA SEMESTERAN LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA (INDONESIA EXIMBANK) DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 2009

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/ 20 /PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/ 20 /PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/ 20 /PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

Lebih terperinci

Indonesia Eximbank: Konsep Implementasi Lembaga Pembiayaan Ekspor di Indonesia

Indonesia Eximbank: Konsep Implementasi Lembaga Pembiayaan Ekspor di Indonesia Indonesia Eximbank: Konsep Implementasi Lembaga Pembiayaan Ekspor di Indonesia Jakarta, Mei 2015 Agenda 1 Profil Indonesia Eximbank 2 Kinerja Keuangan 3 Lesson Learned Bab 1 Profil Indonesia Eximbank (LPEI)

Lebih terperinci

Kepala Cabang Account Officer Pelaksana Marketing Support (PMS) Operation Officer Customer Service Representatif (CSR) Teller Pelaksana Back Office

Kepala Cabang Account Officer Pelaksana Marketing Support (PMS) Operation Officer Customer Service Representatif (CSR) Teller Pelaksana Back Office Created by BSM Kepala Cabang Account Officer Pelaksana Marketing Support (PMS) Operation Officer Customer Service Representatif (CSR) Teller Pelaksana Back Office TUGAS : Memimpin, mengelola, mengawasi

Lebih terperinci

No.14/ 11 /DPM Jakarta, 21 Maret 2012. Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA

No.14/ 11 /DPM Jakarta, 21 Maret 2012. Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA No.14/ 11 /DPM Jakarta, 21 Maret 2012 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA Perihal : Perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 10/42/DPD perihal Pembelian Valuta Asing terhadap

Lebih terperinci

PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI

PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI Oleh : ADITYA RAHMAN HAKIM 2005210181 SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS

Lebih terperinci

7 SUMBER DAYA MANUSIA

7 SUMBER DAYA MANUSIA 7 SUMBER DAYA MANUSIA Dalam implementasi manajemen sumber daya manusia, kami menerapkan budaya sharing session sebagai bentuk aktivitas mempertajam nilai organisasi Perseroan. Pencapaian positif dalam

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG Draft Htl Maharani 9 September 2008 PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA SIMPAN PINJAM

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Salah satu tolak ukur pembangunan nasional adalah pembangunan ekonomi dimana sektor ekonomi selalu menjadi fokus pemerintah dalam melaksanakan pembangunan

Lebih terperinci

Bab 11 Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)

Bab 11 Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) www.bankbtpn.co.id TUJUAN PENGAJARAN: Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu untuk: 1. Menjelaskan cakupan dan dasar penghitungan BMPK 2. Mengidentifikasi pos-pos pengecualian dalam perhitungan

Lebih terperinci

NEWS UPDATE 7 September ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

NEWS UPDATE 7 September ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- NEWS UPDATE 7 September ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- KERJA SAMA PRUDENTIAL INDONESIA DAN UNIVERSITAS INDONESIA

Lebih terperinci

BABI PENDAHULU~ Jumlah uang beredar teramat penting karena peranannya sebagai alat

BABI PENDAHULU~ Jumlah uang beredar teramat penting karena peranannya sebagai alat BABI PENDAHULU~ 1.1 Latar Belakang Jumlah uang beredar teramat penting karena peranannya sebagai alat transaksi penggerak perekonomian. Besar kecilnya jumlah uang beredar akan mempengaruhi daya beli riil

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan efektivitas dan

Lebih terperinci

I. PEDOMAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO SECARA UMUM. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko dari masing-masing pilar tersebut diuraikan sebagai berikut:

I. PEDOMAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO SECARA UMUM. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko dari masing-masing pilar tersebut diuraikan sebagai berikut: I. PEDOMAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO SECARA UMUM Sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/8/PBI/2003 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/25/PBI/2009

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/ 15 /PBI/2012 TENTANG PENILAIAN KUALITAS ASET BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

- 1 - PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/ 15 /PBI/2012 TENTANG PENILAIAN KUALITAS ASET BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA - 1 - PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/ 15 /PBI/2012 TENTANG PENILAIAN KUALITAS ASET BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. Bahwa sejalan dengan perkembangan

Lebih terperinci

KRITERIA ANNUAL REPORT AWARD 2014*)

KRITERIA ANNUAL REPORT AWARD 2014*) ANNUAL REPORT AWARD 2014*) Kriteria penilaian ini dibagi menjadi 8 klasifikasi: 1. Umum: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi ini sebesar 2% 2. Ikhtisar Data Keuangan Penting: Bobot keseluruhan untuk klasifikasi

Lebih terperinci

Analisis Asumsi Makro Ekonomi RAPBN 2011

Analisis Asumsi Makro Ekonomi RAPBN 2011 Analisis Asumsi Makro Ekonomi RAPBN 2011 Nomor. 30/AN/B.AN/2010 0 Bagian Analisa Pendapatan Negara dan Belanja Negara Biro Analisa Anggaran dan Pelaksanaan APBN SETJEN DPR-RI Analisis Asumsi Makro Ekonomi

Lebih terperinci

PSAK NO. 52 - MATA UANG PELAPORAN SEBUAH CONTOH PENERAPAN

PSAK NO. 52 - MATA UANG PELAPORAN SEBUAH CONTOH PENERAPAN 16 Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 1, No. 1, Mei 1999 : 16-27 PSAK NO. 52 - MATA UANG PELAPORAN SEBUAH CONTOH PENERAPAN Y. Jogi Christiawan Dosen Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi Universitas Kristen

Lebih terperinci

Sistem Moneter Internasional

Sistem Moneter Internasional Materi 2 Sistem Moneter Internasional http://www.deden08m.com 1 Sistem Moneter Internasional dapat didefinisikan sebagai struktur, instrumen, institusi, dan perjanjian yang menentukan kurs atau nilai berbagai

Lebih terperinci

EKONOMI INDONESIA MENGHADAPI REFORMASI, GLOBALISASI DAN ERA PERDAGANGAN BEBAS

EKONOMI INDONESIA MENGHADAPI REFORMASI, GLOBALISASI DAN ERA PERDAGANGAN BEBAS EKONOMI INDONESIA MENGHADAPI REFORMASI, GLOBALISASI DAN ERA PERDAGANGAN BEBAS Oleh: Ginandjar Kartasasmita Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Bogor, 29 Agustus 1998 I. SITUASI

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN UMUM Industri perbankan merupakan salah satu komponen sangat penting dalam perekonomian nasional demi

Lebih terperinci

BAB II DIVERSIFIKASI USAHA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

BAB II DIVERSIFIKASI USAHA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS BAB II DIVERSIFIKASI USAHA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2.1 Diversifikasi Usaha Diversifikasi usaha merupakan memperluas pasar dengan mengembangkan produk baru yang sesuai dengan pasar agar memiliki keunggulan

Lebih terperinci

LAPORAN MONITORING REALISASI APBD DAN DANA IDLE - TAHUN ANGGARAN 2013 - TRIWULAN III

LAPORAN MONITORING REALISASI APBD DAN DANA IDLE - TAHUN ANGGARAN 2013 - TRIWULAN III LAPORAN MONITORING REALISASI APBD DAN DANA IDLE - 1 LAPORAN MONITORING REALISASI APBD DAN DANA IDLE TAHUN 2013 TRIWULAN III KATA PENGANTAR Kualitas belanja yang baik merupakan kondisi ideal yang ingin

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/ 3 /PBI/2009 TENTANG BANK UMUM SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/ 3 /PBI/2009 TENTANG BANK UMUM SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/ 3 /PBI/2009 TENTANG BANK UMUM SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam menghadapi perkembangan perekonomian nasional

Lebih terperinci

KESEMPATAN KERJA PERDAGANGAN. Rahma Iryanti Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja. Jakarta, 5 Juli 2013

KESEMPATAN KERJA PERDAGANGAN. Rahma Iryanti Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja. Jakarta, 5 Juli 2013 KESEMPATAN KERJA MENGHADAPI LIBERALISASI PERDAGANGAN Rahma Iryanti Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja Jakarta, 5 Juli 2013 1 MATERI PEMAPARAN Sekilas mengenai Liberalisasi Perdagangan

Lebih terperinci

Petunjuk Penggunaan SMS Banking Mandiri Dengan navigator 64 Telkomsel

Petunjuk Penggunaan SMS Banking Mandiri Dengan navigator 64 Telkomsel Petunjuk Penggunaan SMS Banking Mandiri Dengan navigator 64 Telkomsel A. Keuntungan yang Anda dapatkan: 1. Bebas bertransaksi bagai ATM di saku Anda 2. Lebih efisien, biaya transaksi sebesar Rp250 (kirim)

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/2/PBI/2005 TENTANG PENILAIAN KUALITAS AKTIVA BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/2/PBI/2005 TENTANG PENILAIAN KUALITAS AKTIVA BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/2/PBI/2005 TENTANG PENILAIAN KUALITAS AKTIVA BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa kelangsungan usaha bank antara lain tergantung dari kemampuan dan efektifitas

Lebih terperinci

PT MATAHARI DEPARTMENT STORE Tbk (Dahulu/Formerly PT PACIFIC UTAMA Tbk) 31 DESEMBER 2010, 2009 DAN 2008 AS AT 31 DECEMBER 2010, 2009 AND 2008

PT MATAHARI DEPARTMENT STORE Tbk (Dahulu/Formerly PT PACIFIC UTAMA Tbk) 31 DESEMBER 2010, 2009 DAN 2008 AS AT 31 DECEMBER 2010, 2009 AND 2008 Halaman 1/ 1 Schedule ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 3 956,105 360,159 822 Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek - - 33 Short-term investment Piutang usaha Trade

Lebih terperinci