ADE (Analisis Data Eksplorasi)

dokumen-dokumen yang mirip
3.1 Transformasi Untuk Kesimetrikan Data

ADE (Analisis Data Eksplorasi)

Anggota Klaster yang terbentuk adalah sebagai berikut :

4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BERITA NEGARA. No.1193, 2012 KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Visa. Saat Kedatangan. Perubahan. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.825, 2015 KEMENKUMHAM. Visa Kunjungan. Saat Kedatangan. Ketujuh. Perubahan.

Menyusun Angka. Modul 1 PENDAHULUAN

2 2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Republik

JUMLAH KUNJUNGAN KE TAMAN NASIONAL KOMODO MENURUT NEGARA ASAL TAHUN 2012

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

STK 211 Metode statistika. Materi 2 Statistika Deskriptif

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKIAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON

2 d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Presiden tentang Bebas Visa K

BAB III METODOLOGI 3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian

STK 211 Metode statistika. Agus Mohamad Soleh

BAB 1 PERANG DUNIA I

STATISTIKA DESKRIPTIF. Wenny Maulina, S.Si., M.Si

Peluang Asal Protein yang Ada di Dalam Inti Sel

Statistika Deskriptif

MUHAMMAD HAJARUL ASWAD A MT.KULIAH: STATISTIKA DESKRIPTIF UNANDA, 2016

PESAING UTAMA ZARA 'S

Ukuran tendensi sentral seperti mean, median, dan modus seringkali tidak mempunyai cukup informasi untuk menyimpulkan data yg ada.

Makalah Geografi NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG. Disusun oleh: R.A Adelia Sharfina Rosanti

IV. METODE PENELITIAN

Multiple Box-Plot dengan Program Minitab dan SPSS

RENCANA DAN REALISASI INVESTASI DAN TENAGA KERJA PMDN MENURUT SEKTOR EKONOMI DI NTB TAHUN 2013

Oleh Azimmatul Ihwah

NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

OLIMPIADE. Disusun oleh:

Materi Minggu 12. Kerjasama Ekonomi Internasional

REALISASI PENANAMAN MODAL PMDN PMA TRIWULAN I TAHUN 2014

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam proses pengumpulan data, peneliti sering menemukan nilai pengamatan

METODOLOGI HASIL DAN PEMBAHASAN

PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN KEHUTANAN Nomor.: P.3/II-KEU/2010 TENTANG

PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M.01.IZ TAHUN 2005.

PROGRAM KEPENDUDUKAN TETAP UNI EROPA

PROSEDUR UMUM. Langkah 1 : tentukan hipotesis 0 (H 0 ) dan anti hipotesis (H 1 )

Ukuran tendensi sentral seperti mean, median, dan modus seringkali tidak mempunyai cukup informasi untuk menyimpulkan data yg ada.

ANALISIS DATA EKSPLORATIF MODUL 4 PENGANTAR MINITAB

BAB I PENDAHULUAN. memahami bahasa masing-masing pun semakin tinggi. Oleh karena itu, wajar jika

Distribution. Contoh Kasus. Widya Rahmawati

Korelasi Pearson. Pendahuluan

BAB 2 LANDASAN TEORI

STK511 Analisis Statistika. Pertemuan 2 Review Statistika Dasar

Studi Investor Global 2017

PENYAJIAN DATA. Etih Sudarnika Laboratorium Epidemiologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB

PT.PRESSTI ASIA INDONESIA

SUM BER BELA JAR Menerap kan aturan konsep statistika dalam pemecah an masalah INDIKATOR MATERI TUGAS

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan bermutu yang didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan

Distr.: Terbatas 15 Oktober Asli: Bahasa Inggris

fungsi Dan Grafik fungsi

Metode Statistika STK211/ 3(2-3)

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB II VEKTOR DAN GERAK DALAM RUANG

Materi II STATISTIK DESKRIPTIF STMIK KAPUTAMA BINJAI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

MA5182 Topik dalam Statistika I: Statistika Spasial. Utriweni Mukhaiyar

PRAKTIKUM ANALISIS DATA EKSPLORATIF

Tabel 1 Sudut terjadinya jarak terdekat dan terjauh pada berbagai kombinasi pemilihan arah acuan 0 o dan arah rotasi HASIL DAN PEMBAHASAN

Cluister di Oslo, pada tanggal 03 Desember Afganistan 3 Desember September Maret 2012

PENGANTAR & STATISTIKA DESKRIPTIF. Utriweni Mukhaiyar

PENGKONSTRUKSIAN GRAFIK PENGENDALI BERDASAR BOXPLOT BIVARIAT

BAB IV PEMBAHASAN MASALAH. Surakarta membeli software anti plagiasi TURNITIN.Software ini mulai

Membuat Box-Plot dengan Program Minitab dan SPSS

2-RP. C. Deskripsi CP secara umum KKNI Level 6

BAB IV HASIL PENILITIAN DAN PEMBAHASAN. bahwa desain penelitian ini adalah Only Posttest Control Group Desain. Teknik

STATISTIKA I. Ari Wibowo, MPd Prodi PAI Jurusan Tarbiyah STAIN Surakarta. Kode Matakuliah: PAI111, 2sks Tujuan Instruksional Umum:

STATISTIKA DASAR DAN APLIKASI

PENYAJIAN DATA. Cara Penyajian Data meliputi :

BAB IV HASIL PENELITIAN. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu

Untuk beberapa bilangan bulat k, pecahan 1-(1/k 2 ) dapat kita hitung berikut ini.

Statistik dan Statistika Populasi dan Sampel Jenis-jenis Observasi Statistika Deskriptif

Tabel VIII.2.1. Table Kamar Unit Bed Unit Room

BAB I PENDAHULUAN. Industri kecil dan menengah, termasuk industri furniture merupakan hal

ORGANIZATION THEORY AND DESIGN

BAB I PENDAHULUAN. nasional adalah melalui perdagangan internasional. Menurut Mankiw. (2003), pendapatan nasional yang dikategorikan dalam PDB (Produk

KARAKTERISTIK UMUM DAN STRUKTUR KEGIATAN EKONOMI NEGARA BERKEMBANG

Desain Acak Sempurna Dosen pertemuan 1 s/d 8 : Lely Riawati, ST., MT

RANCANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH ANALISIS DATA 201H1203. Dosen Pengampu Anna Islamiyati Nasrah Sirajang

Distribusi Frekuensi

2015, No c. bahwa dengan beralihnya status Bandar Udara Polonia ke Bandar Udara Internasional Kualanamu dan Bandar Udara Selaparang ke Bandar Ud

Metode Statistika (STK211) Statistika Deskriptif (2) Dr. Ir. Kusman Sadik Dept. Statistika IPB, 2015

II. TINJAUAN PUSTAKA. Untuk menguji kesamaan dari beberapa nilai tengah secara sekaligus diperlukan

Rancangan Acak Lengkap. Created by : Ika Damayanti, S.Si, M.Si

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengumpulan & Penyajian Data

Analisis Regresi 2. Pokok Bahasan : Asumsi sisaan dan penanganannya

TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 1 Diagram kotak garis

STATISTIK 1. PENDAHULUAN

Transkripsi:

-2- TRANSFORMASI DATA 1. TRANSFORMASI UNTUK KESIMETRIKAN DATA 2. TRANSFORMASI RENTANG SEBARAN DATA PEMBANDINGAN KELOMPOK DATA D10F-3003 / 4 (3-1) SKS ADE (Analisis Data Eksplorasi) Tim Teaching ADE

Transformasi Data 1 Transformasi Untuk Kesimetrikan Data 2 Transformasi Homogenitas Rentang Sebaran Page 2

1 Transformasi untuk Kesimetrikan Data Data yang kita miliki, terutama data asli, seringkali tidak menunjukkan pola simetrik. Ketidaksimetrikan data (kemiringan pola sebaran) dapat dilihat dari posisi Me di dalam kotak suatu box-plot. Page 3

1 Transformasi untuk Kesimetrikan Data Letak Me yang lebih dekat ke q B mencirikan suatu sebaran dengan kemiringan positif (menjulur ke atas). Letak Me yang lebih dekat ke q A mencirikan suatu sebaran dengan kemiringan negatif (menjulur ke bawah). Panjang garis yang menjulur dari kotak, menjadi petunjuk adanya data yang agak jauh dari kumpulannya dan hal ini tidak selalu berarti pola sebaran tersebut miring Page 4

1 Transformasi untuk Kesimetrikan Data Selama posisi Me terhadap q B maupun q A relatif seimbang, garis yang terlalu panjang hanya menunjukkan bahwa sebaran data itu memiliki ekor atau kemenjuluran yang lebih panjang dari semestinya. Contoh : Lihat data Tingkat bunuh diri Page 5

BOX PLOT 25-34 35-44 45-54 55-64 65-74 Page 6

1 Transformasi untuk Kesimetrikan Data Tujuan transformasi jelas, yaitu membuat sedekat mungkin dengan bentuk standar, yaitu berpuncak tunggal, simetri, mengecil dengan mulus di kedua sisinya. Tangga transformasi Tukey : -1/x 2-1/x logx X 1/2 X X 2 X 3 anti log X lebih kuat sedang tetap sedang lebih kuat Mengoreksi juraian ke atas Mengoreksi juraian ke bawah Page 7

PEMBANDINGAN KELOMPOK DATA Dalam proses analisis data, kita sering menghadapi data yang terdiri dari beberapa kelompok berbeda. Pemeriksaan bentuk atau pola sebaran data bagi masing-masing kelompok dapat dilakukan dengan melihat boxplot nya, yaitu dengan cara menggambarkan boxplot nya masing-masing secara berdampingan. Page 8

PEMBANDINGAN KELOMPOK DATA Karena pusat perhatian kita lebih tertuju pada pembandingan karakteristik antar klp. maka yang kita periksa tidak hanya lokasi pusat data saja tetapi juga rentang penyebaran datanya. Kehomogenan rentang penyebaran dari beberapa klp. data akan menyederhanakan proses pembandingan, karena kita dapat memusatkan perhatian pada pembandingan lokasi pemusatannya. Page 9

CONTOH Data tentang tingkat bunuh diri untuk lima klp. umur yg berbeda Negara L/p 25-34 35-44 45-54 55-64 65-74 Negara L/p 25-34 35-44 45-54 55-64 65-74 Kanada L 21.6 27.3 31.1 335 23.5 L 7.8 10.6 17.9 20.2 28.2 Belanda P 7.8 11.5 14.8 12.3 9.2 P 4.7 8.2 10.5 15.8 17.3 Israel L 9.4 9.8 10.2 14 27.3 L 26.2 29.1 35.9 32.3 27.5 Polandia P 7.6 4.2 6.7 22.9 19.1 P 4.4 4.7 6.6 7.3 7 Jepang L 21.5 18.7 21.1 31.1 48.7 L 4.1 7 9.6 13.7 21.9 Spanyol P 14 10.3 13.2 21 40.1 P 1.4 1.6 3.8 5.4 5.7 Austria L 28.8 40.3 52.3 52.8 68.5 L 27.6 40.5 45.7 51.2 35.1 Swedia P 8.4 16.4 22.4 21.5 29.4 P 13 17.5 19.6 22.4 17.1 Perancis L 16.4 25.2 36.1 47.3 56 L 21.7 33.6 41.1 50.3 50.8 Swiss P 6.6 8.9 13 16.7 18.5 P 10.4 15.9 18.2 20.1 20.6 Jerman L 28.3 34.6 41.3 49.1 51.8 L 9.6 12.7 14.6 17 21.7 Inggris P 11.3 15.6 24.2 25.6 27.3 P 5.1 6.5 10.7 13 14.1 Hongaria L 48.2 65 84.1 81.3 107.4 L 19.6 22.2 27.8 32.8 36.5 USA P 12.7 18.4 26.9 34.7 47.9 P 8.6 12.1 12.5 11.4 9.3 Italia L 7.1 8.3 10.8 17.9 26.6 P 3.5 3.7 5.5 6.7 7.7 Page 10

BOX PLOT 25-34 35-44 45-54 55-64 65-74 Page 11

INTERPRETASI Pada boxplot di atas, nampak bahwa pusat dari kelima klp. data naik seiring dengan naiknya usia. Juga nampak bahwa secara keseluruhan dengan bertambahnya usia, observasi makin menyebar. Untuk membandingkan sebaran, sebaiknya pusat dikeluarkan, sehingga Me untuk semua kelompok menjadi nol. Untuk membandingkan bentuk, pusat dan sebaran data dikeluarkan (ingat standarisasi!). Dengan standarisasi akan terlihat kelompok data mana yang bentuknya paling mendekati simetri Page 12

2 Transformasi Homogenitas Rentang Sebaran Pembandingan pusat kelompok data akan lebih efisien kalau rentang sebarannya lebih homogen. (Salah satu asumsi dalam ANAVA untuk pembandingan data adalah homogenitas varians) Untuk menyamakan sebaran, perlu diketahui hubungan sebaran dengan pusat data. Bila sebaran cenderung naik bersama dengan naiknya pusat, diperlukan trans. yang membuat sebaran data yang pusatnya tinggi menjadi lebih kecil, mis. X 1/2, log X, -1/X Bila sebaran mengecil dengan naiknya pusat, diperlukan trans. yang membuat sebaran data yang pusatnya tinggi menjadi lebih besar, mis. X 2, X 3. Page 13

2 Transformasi Homogenitas Rentang Sebaran Plot pasangan (log Me, log d) pada diagram pencar Tarik garis lurus putus-putus yang paling mendekati titik-titik yang ada Ambil dua titik pada garis, sebaiknya berupa pasangan (log Me, log d) dari kelompok data Hitung nisbah sbb. : Nisbah = log d titik yang tinggi - log d titik yang lebih rendah log Me titik yang tinggi log Me titik yang lebih rendah Page 14

2 Transformasi Homogenitas Rentang Sebaran Nilai nisbah ini merupakan arah garis. Lakukan transformasi berdasarkan acuan sbb. : Nisbah kira-kira ½ 1 3/2 2 Transformasi yang dicoba X 1/2 Log x -1/x - 1/x 2 Contoh: Lihat data tentang tingkat bunuh diri (laki-laki) dari lima kelompok umur Page 15