METODE BEDA HINGGA dan PENGANTAR PEMROGRAMAN



dokumen-dokumen yang mirip
1.1 Latar Belakang dan Identifikasi Masalah

Metode Beda Hingga untuk Penyelesaian Persamaan Diferensial Parsial

Solusi Numerik Persamaan Gelombang Dua Dimensi Menggunakan Metode Alternating Direction Implicit

Persamaan Diferensial Parsial CNH3C3

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP) UNIVERSITAS DIPONEGORO

Hendra Gunawan. 26 Februari 2014

METODE BEDA HINGGA DALAM PENENTUAN DISTRIBUSI TEKANAN, ENTALPI DAN TEMPERATUR RESERVOIR PANAS BUMI FASA TUNGGAL

METODA NUMERIK (3 SKS)

CNH2B4 / KOMPUTASI NUMERIK

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Pemodelan Penjalaran Gelombang Tsunami Melalui Pendekatan Finite Difference Method

BAB I PENDAHULUAN. Tahap-tahap memecahkan masalah dengan metode numeric : 1. Pemodelan 2. Penyederhanaan model 3.

Pemodelan Tsunami Sederhana dengan Menggunakan Persamaan Differensial Parsial

Solusi Persamaan Laplace Menggunakan Metode Crank-Nicholson. (The Solution of Laplace Equation Using Crank-Nicholson Method)

PENYELESAIAN PERSAMAAN PANAS BALIK (BACKWARD HEAT EQUATION) Oleh: RICHA AGUSTININGSIH

Bab 2. Landasan Teori. 2.1 Persamaan Air Dangkal (SWE)

PROJEK 2 PENCARIAN ENERGI TERIKAT SISTEM DI BAWAH PENGARUH POTENSIAL SUMUR BERHINGGA

Solusi Penyelesaian Persamaan Laplace dengan Menggunakan Metode Random Walk Gapar 1), Yudha Arman 1), Apriansyah 2)

Pengantar Metode Perturbasi Bab 1. Pendahuluan

METODE PSEUDOSPEKTRAL CHEBYSHEV PADA APROKSIMASI TURUNAN FUNGSI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan

BAB III METODE BINOMIAL

Triyana Muliawati, S.Si., M.Si.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

SEMINAR TUGAS AKHIR. Penerapan Metode Ensemble Kalman Filter untuk Estimasi Kecepatan dan Ketinggian Gelombang Non Linear pada Pantai

Modul Praktikum Analisis Numerik

Persamaan Diferensial Parsial CNH3C3

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Setiap mahasiswa yang pernah mengambil kuliah kalkulus tentu masih ingat dengan turunan fungsi yang didefenisikan sebagai

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

MATA KULIAH ANALISIS NUMERIK

Bab 2. Landasan Teori. 2.1 Persamaan Air Dangkal Linier (Linier Shallow Water Equation)

Differensiasi Numerik

Bab 4 DINDING SINUSOIDAL SEBAGAI REFLEKTOR GELOMBANG

I. PENDAHULUAN. dan kotoran manusia atau kotoran binatang. Semua polutan tersebut masuk. ke dalam sungai dan langsung tercampur dengan air sungai.

LEMBAR AKTIVITAS SISWA INDUKSI MATEMATIKA

STUDI PERPINDAHAN PANAS DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM KOORDINAT SEGITIGA

Program Studi Pendidikan Matematika UNTIRTA. 10 Maret 2010

Metode Numerik & Lab. Muhtadin, ST. MT. Metode Numerik & Komputasi. By : Muhtadin

bila limitnya ada. Dengan penggantian x = c+ h, jika x c h 0 dan x c h turunan fungsi f di c dapat dituliskan dalam bentuk: x c

PENYELESAIAN MASALAH NILAI EIGEN UNTUK PERSAMAAN DIFERENSIAL STURM-LIOUVILLE DENGAN METODE NUMEROV

APLIKASI METODE CELLULAR AUTOMATA UNTUK MENENTUKAN DISTRIBUSI TEMPERATUR KONDISI TUNAK

Modul Praktikum Analisis Numerik

BAB II PENGANTAR SOLUSI PERSOALAN FISIKA MENURUT PENDEKATAN ANALITIK DAN NUMERIK

PENGANTAR MATEMATIKA TEKNIK 1. By : Suthami A

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan

MA1201 KALKULUS 2A (Kelas 10) Bab 8: Bentuk Tak Tentu d

PEMODELAN ARUS LALU LINTAS ROUNDABOUT

ANALISIS MODEL MATEMATIKA PROSES PENYEBARAN LIMBAH CAIR PADA AIR TANAH

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PENYELESAIAN NUMERIK PERSAMAAN ADVEKSI DIFUSI 2-D UNTUK TRANSFER POLUTAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE BEDA HINGGA DUFORT FRANKEL

MODEL POLA LAJU ALIRAN FLUIDA DENGAN LUAS PENAMPANG YANG BERBEDA MENGGUNAKAN METODE BEDA HINGGA

BUKU RANCANGAN PENGAJARAN MATA AJAR METODE NUMERIK. oleh. Tim Dosen Mata Kuliah Metode Numerik

BAB I ARTI PENTING ANALISIS NUMERIK

BAB I PENDAHULUAN. keadaan energi (energy state) dari sebuah sistem potensial sumur berhingga. Diantara

Sidang Tugas Akhir - Juli 2013

MASALAH SYARAT BATAS (MSB)

BAB I PENDAHULUAN. ada dua pendekatan yang dapat digunakan, pendekatan yang pertama adalah

III PEMBAHASAN. 3.1 Analisis Metode. dan (2.52) masing-masing merupakan penyelesaian dari persamaan

PENCARIAN AKAR-AKAR PERSAMAAN NONLINIER SATU VARIABEL DENGAN METODE ITERASI BARU HASIL DARI EKSPANSI TAYLOR

EFEK DISKRITASI METODE GALERKIN SEMI DISKRET TERHADAP AKURASI DARI SOLUSI MODEL RAMBATAN PANAS TANPA SUKU KONVEKSI

Pengantar Persamaan Differensial (1)

ISBN. PT SINAR BARU ALGENSINDO

UJI KONVERGENSI. Januari Tim Dosen Kalkulus 2 TPB ITK

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

METODE FINITEDIFFERENCE INTERVAL UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN PANAS

Bab 3 MODEL DAN ANALISIS MATEMATIKA

DERET FOURIER. n = bilangan asli (1,2,3,4,5,.) L = pertemuan titik. Bilangan-bilangan untuk,,,, disebut koefisien fourier dari f(x) dalam (-L,L)

Reflektor Gelombang 1 balok

Estimasi Solusi Model Pertumbuhan Logistik dengan Metode Ensemble Kalman Filter

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. digunakan untuk masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya

SKEMA NUMERIK UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN BURGERS MENGGUNAKAN METODE CUBIC B-SPLINE QUASI-INTERPOLANT DAN MULTI-NODE HIGHER ORDER EXPANSIONS

BAB III PEMODELAN DENGAN METODE VOLUME HINGGA

Mutawafaq Haerunnazillah 15B08011

MODIFIKASI METODE NEWTON-RAPHSON UNTUK MENCARI SOLUSI PERSAMAAN LINEAR DAN NONLINEAR

APLIKASI METODE BEDA HINGGA PADA PERSAMAAN SCHRöDINGER MENGGUNAKAN MATLAB ABSTRAK

PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFFERENSIAL ORDE 1 - I

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

SOLUSI PERSAMAAN LAPLACE MENGGUNAKAN METODE CRANK-NICHOLSON SKRIPSI

Perbandingan Model Black Scholes dan Brennan Schwartz untuk Menentukan Harga American Option

SEDIMENTASI AKIBAT PEMBANGUNAN SHEET PILE BREAKWATER TELUK BINTUNI, PAPUA BARAT

Metode Numerik. Muhtadin, ST. MT. Metode Numerik. By : Muhtadin

DASAR SINUSOIDAL SEBAGAI REFLEKTOR GELOMBANG

BAB 1 PENDAHULUAN. menimbulkan permasalahan baru seputar arus kepadatan jalan. Sebagai

Modul 1: Analisis Galat (error) dan Masalah-masalah Mendasar Dalam Komputasi Numeris (dengan Turbo Pascal dan FORTRAN 77/90/95)

Pemodelan Lintasan Benda Titik Pada Wall of Death (Tong Setan)

Algoritma Pemrograman Fery Updi,M.Kom

Hampiran turunan menggunakan metoda numerik

PENERAPAN METODE ELEMEN HINGGA UNTUK SOLUSI PERSAMAAN STURM-LIOUVILLE

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

PENENTUAN HARGA OPSI DENGAN MODEL BLACK-SCHOLES MENGGUNAKAN METODE BEDA HINGGA CENTER TIME CENTER SPACE (CTCS)

BAB 4 BAB 3 HASIL DAN PEMBAHASAN METODE PENELITIAN. 3.2 Peralatan

SKRIPSI. Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik. Oleh : JOKO SUPRIYANTO NIM. I

METODE NUMERIK 3SKS-TEKNIK INFORMATIKA-S1. Mohamad Sidiq PERTEMUAN-1

Transkripsi:

Praktikum m.k Model dan Simulasi Ekosistem Hari / Tanggal : Nilai METODE BEDA HINGGA dan PENGANTAR PEMROGRAMAN Nama : NIM : Oleh PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA 01

Praktikum-1 METODE BEDA HINGGA DAN PENGANTAR PEMROGRAMAN Tujuan Instruksional Khusus: Setelah mengikuti praktikum ini, mahasiswa dapat memahamai dan mendiskritisasi persamaan dengan menggunakan konsep metode beda hingga dalam pemodelan. Sub Pokok Bahasan Pengenalan metode beda hingga Pengantar Pemrograman Diskritisasi persamaan dengan menggunakan konsep metode beda hingga. Tujuan Praktikum: Mahasiswa dapat memahami konsep metode beda hingga dan pemrograman Mahasiswa dapat mendiskritisasi suatu persamaan dengan menggunakan konsep metode beda hingga. PENDAHULUAN 1.1 METODE BEDA HINGGA (FINITE DIFFERENCE) Metode ini digunakan untuk memecahkan persamaan dierensial parsial secara numerik, dengan menggunakan deret Taylor yang diputus pada orde tertentu sesuai kebutuhan yang ada. Sebagai contoh uraian deret Taylor adalah: ( x x) ( x x) x ( x) 1! x ( x) 1! x! x! x 3! x 3! 3 3 '''( x)... '''( x)... (1.1)

pendekatan dari x dapat ditulis sebagai: a. Beda maju (orward dierence) ( x x) ( x) '( x) (1.) x b. Beda mundur (backward dierence) ( x) ( x x) '( x) (1.3) x c. Selisih pusat (Centre dierence) ( x x) ( x x) '( x) (1.4) x Bila dierensialnya sampai orde, maka uraian x deret Taylor sampai orde kemudian dijumlahkan: x x ( x x) ( x) 1!! x x ( x x) ( x) 1!! ( x x) ( x x) ( x) x ( x x) ( x) ( x x) x (1.5) 1. DISKRITISASI Pemodelan numerik membutuhkan grid yang menggambarkan daerah yang ditinjau. Bila kita akan menghitung (x) dan (x), maka digunakan grid dan notasi berikut:

j dy dx i ''( x, y) i1 i1, j i x x i1 i, j i1, j 1.3 KESALAHAN MEMUTUS Dalam metode beda hingga ini, pendekatan untuk turunan pertama dan kedua berdasarkan deret Taylor yang diputus sesuai dengan keperluan. Pemutusan ini merupakan salah satu sumber kesalahan dalam pendekatan numerik. Sebagai contoh, tinjau turunan pertama dengan menggunakan metode beda pusat: ( x x) ( x x) x misal (x) = A sin kx ; k = /L dimana: A=amplitudo; k = bilangan gelombang; L = panjang gelombang. Secara analitik dapat diturunkan (x) = A k cos kx. Namun dengan pendekatan beda pusat diperoleh: sin k( x x) sin k( x x) A x = A (cos kx. sin kx)/x sin kx = A k cos kx kx

Jadi terlihat adanya aktor sin kx yang menyimpang dari kx solusi analitik. Pendekatan akan baik bila aktor sin kx kx mendekati nilai 1 atau kx mendekati 0, karena lim0 kx sin kx kx 1. Artinya semakin kecil x yang digunakan, maka pendekatan numerik akan lebih baik. 1.4 PENGANTAR PEMROGRAMAN Salah satu tahapan penting dalam pemrograman adalah pembuatan bagan dan struktur penyelesaian permasalahan. Dalam tahapan ini dibuat bagan penyelesaian secara global, mendeskripsikan tugas serta sub-tugas dari masing-masing bagian dalam bagan tersebut. Setelah dilakukan, maka dipilih metode penyelesaian dari tiap tugas. Uraian metode penyelesaian masalah yang lengkap tersebut disebut algoritma. Algoritma inilah yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa pemrograman tertentu. Ada dua cara penulisan algoritma: 1. Menggunakan bagan-bagan/simbol-simbol tertentu, biasa disebut diagram alir (lowchart).. Menggunakan kata-kata/kalimat, mirip dengan bahasa pemrograman tertentu (mis: Fortran). Diagram alir terdiri dari dua jenis: 1. Diagram alir sistem. Diagram alir program. Simbol-simbol dasar yang umum dipakai dalam pembuatan diagram alir program diantaranya:

Terminal awal/akhir Proses/pengolahan ` Proses terdeinisi/prosedur/ungsi Penghubung Pilihan untuk memenuhi kondisi ya/tidak Operasi masukan/keluaran akhir untuk pencacah. Memberi harga awal, penambahan/pengurangan, harga Penunjuk arah aliran proses Tugas: Jika diketahui Persamaan adveksi 1 dimensi: F t F u x, diskritisasi persamaan tersebut dengan beda maju (orward dierence) untuk turunan waktu dan ruang. beda mundur (backward dierence) untuk turunan waktu dan ruang. selisih pusat (Centre dierence) untuk turunan waktu dan ruang. beda maju (orward dierence) untuk turunan waktu, beda mundur (backward dierence) untuk turunan ruang

beda maju (orward dierence) untuk turunan ruang, beda mundur (backward dierence) untuk turunan waktu beda maju (orward dierence) untuk turunan waktu, beda pusat (Centre dierence) untuk turunan ruang beda maju (orward dierence) untuk turunan ruang, beda pusat (Centre dierence) untuk turunan waktu beda mundur (backward dierence) untuk turunan waktu, beda pusat (Centre dierence) untuk turunan ruang beda mundur (backward dierence) untuk turunan ruang, beda pusat (Centre dierence) untuk turunan waktu. DAFTAR PUSTAKA Homann, K. A. 1989. Computational Fluid Dynamics or Engineers. The University o Texas at Austin, Texas. Kowalik, Z. and Murty, T. S. 1993. Numerical Modeling o Ocean Dynamics. World Scientiic Publishing Co. Pte. Ltd. London