Perencanaan Produksi SAP ERP

dokumen-dokumen yang mirip
PROSES PERENCANAAN PRODUKSI #1

Pengertian Penjadwalan

hari sehingga menempatkan metode LPT sebagai metode paling tidak efektif untuk diterapkan di PT. XYZ.

BAB II LANDASAN TEORI

BAB V ANALISA DAN HASIL

PERENCANAAN & PENGENDALIAN PRODUKSI TIN 4113

Metode Penugasan. Penugasan & Pengurutan Job. Metode Penugasan. Supl 15. Langkah-langkah Metode Penugasan 31/10/2015

II. TINJAUAN PUSTAKA A. PENJADWALAN PRODUKSI

BAB II BAHAN RUJUKAN

PENJADWALAN JANGKA PENDEK YULIATI, SE, MM

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 3 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

Scheduling Problems. Job Shop Scheduling (1) Job Shop Scheduling Problems. Job Shop Scheduling (2) 13/05/2014

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan harus mampu bersaing dalam memenuhi keinginan customer. Salah


BAB II LANDASAN TEORI. atau minimum suatu fungsi tujuan. Optimasi produksi diperlukan perusahaan dalam

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB II LANDASAN TEORI. menolong manusia dalam melaksanakan tugas tertentu. Aplikasi software yang. dirancang untuk menjalankan tugas tertentu.

BAB 3 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. sistem kontrol persediaan dan produksi, dan MRP tipe 3 berhubungan dengan. sistem perencanaan manufaktur (Tersine, 1984).

BAB 2 LANDASAN TEORI

Production Planning and Control

BAB I PENDAHULUAN. bergerak di bidang jasa maupun industri yang belum siap dan bangkit dari

BAB I PENDAHULUAN. persaingan industri saat ini. Setiap perusahaan yang bergerak di bidang industri

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. informasi penjadwalan produksi paving block pada CV. Eko Joyo. Dimana sistem

bahan baku, mesin, tenaga kerja, modal dan informasi, sedangkan output produksi merupakan produk yang dihasilkan berikut adalah hasil sampingannya sep

PENJADWALAN PRODUKSI UNTUK MEMINIMALISASI WAKTU PROSES PRODUKSI (Studi Pada PD. Point Pride Of Mine)

BAB II LANDASAN TEORI

Sistem Penjadwalan di PT. XYZ

Perencanaan Sumber Daya

Manajemen Persediaan. Perencanaan Kebutuhan Barang_(MRP) Lot for Lot. Dinar Nur Affini, SE., MM. Modul ke: 10Fakultas Ekonomi & Bisnis

Created by : 1

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan. perusahaan percetakan yang mampu memenuhi permintaan pelanggan dengan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

JSIKA Vol. 4, No. 2. September 2015 ISSN X

BAB II LANDASAN TEORI

JOB SHOP PANDUAN BIG PROJECT

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan IPTEK sekarang ini telah maju dengan sangat pesat,

P E N J A D W A L A N. Pertemuan 10

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dibidang perindustrian yang memproduksi produk-produk persediaan hotel

Week 11 SIA SIKLUS PRODUKSI. Awalludiyah Ambarwati

Jurnal Sketsa Bisnis Vol. 2 No. 1 Agustus 2015 Page 54

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi dewasa ini, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB 4 PENGUJUAN MODEL DAN ANALISIS. Untuk keperluan pengujian model dan program komputer yang telah

ANALISIS PENJADWALAN KEGIATAN PRODUKSI PADA PT.MULIAGLASS FLOAT DIVISION DENGAN METODE FORWARD DAN BACKWARD SCHEDULING

BAB II LANDASAN TEORI. perekonomian, karena ia memproduksi dan mendistribusikan produk (barang dan/atau

BAB I PENDAHULUAN. Setelah Perang Dunia II, dunia mengalami ledakan populasi, yang dikenal

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Penggunaan Mesin yang berguna bagi bagian produksi. hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak).

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

PENERAPAN METODE ASAS PRIORITAS PADA PROSES PRODUKSI STUDI PADA KOPERASI BATUR JAYA, KABUPATEN KLATEN, PROVINSI JAWA TENGAH

BAB III KERANGKA PEMECAHAN MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. penumpukan pekerjaan sehingga dapat mengurangi waktu menganggur (idle time) atau waktu menunggu untuk proses pengerjaan berikutnya.

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Industri, Telkom University 1

BAB I PENDAHULUAN. yang dikelolah, maka tidak sedikit instansi maupun badan usaha yang ada

Soal Latihan Ujian MPO (MRP, Scheduling, Layout, Aggregate Planning and AHP)

Penjadwalan Jangka Pendek (Short-term Scheduling)

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

Perencanaan Short-Term Scheduling dan Production Scheduling Model

Bab 2 Landasan Teori Perencanaan dan Pengendalian Produksi

ABSTRAK. i Universitas Kristen Maranatha

BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA

TIN409 - Enterprise Resources Planning Materi #3 Ganjil 2014/2015. TIN409 - Enterprise Resources Planning

Rahmat Hidayat SE., MM

2.1.1 PERANAN PENJAD WALAN DAN PENGARUHNYA

MODUL 7 PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PRODUKSI

BAB 3 METODE PEMECAHAN MASALAH

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA

Production Activity Control (PAC)

Pemodelan Simulasi untuk Analisis Performansi Penjadwalan pada Sistem Manufaktur Make to Order dengan Mesin Paralel

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

PENGENALAN WINQSB I KOMANG SUGIARTHA

PENJADWALAN PRODUKSI MESIN INJECTION MOULDING PADA PT. DUTA FLOW PLASTIC MACHINERY

PENJADWALAN PRODUKSI CETAK LETTER PRESS DAN OFFSET DI PT ART

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENJADWALAN PRODUKSI UNTUK PROSES PRODUKSI BUKU PAD DENGAN INTEGER PROGRAMMING

K E L O M P O K S O Y A : I N D A N A S A R A M I T A R A C H M A N

KEPENTINGAN STRATEGIS PENJADWALAN JANGKA PENDEK

SI403 Riset Operasi Suryo Widiantoro, MMSI, M.Com(IS)

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

TUGAS AKHIR. Analisa Penjadwalan Produksi Kusen, Pintu, Daun Jendela Di Ud. Sinar Kamper Dengan Metode EDD, SPT, LPT DAN FCFS

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PRODUKSI OLEH : KHAMALUDIN, S.T., M.T.

ISSN : e-proceeding of Engineering : Vol.4, No.2 Agustus 2017 Page 2835

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. pelanggan (job order). Perusahaan ini berada di Jl. Mayjend Sungkono No. 5 Blok

Transkripsi:

Materi #8 Perencanaan Produksi SAP ERP 2 6623 - Taufiqur Rachman 1

Sales Forecasting 3 Peramalan Penjualan dapat menggunakan data tahun lalu dikombinasikan dengan target keuangan dan inisiatif marketing tahun ini untuk memprediksi penjualan kedepan. Siklus Proses Peramalan 4 Sumber: Charles C. Poirier, Forecasting, Demand Management and Capacity Planning 6623 - Taufiqur Rachman 2

Sales & Operation 5 Rough cut planning (Aggregate Planning) Feasible? Disaggregate planning Working day diambil dari Factory Calendar. Pada tahapan RCP perlu diperiksa kelayakan dari rencana produksi dengan memperhitungkan sumber daya yang terbatas seperti lini produksi yang memiliki kapasitas terbatas. (tindakan yang dapat diambil adalah memproduksi lebih awal, merencanakan lembur, memilih produk yang lebih menguntungkan dan mengabaikan yang lainnya). Safety stock dibulan May (274) untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pada Juni, untuk menjaga utilisasi tidak melebihi 95% (spare kapasitas untuk change over, breakdown) Infinite Load Profile 6 Capacity Overload Capacity Capacity Underload 6623 - Taufiqur Rachman 3

Finite Load Profile 7 Capacity Smoothed Load Demand Management 8 Hasil dari Demand Management adalah Master Production Scheduling (MPS) yang merupakan perencanaan bagi semua finish good. MPS merupakan input kepada Detail Scheduling Process. MPS juga merupakan input kepada Material Requirement Planning (MRP). 6623 - Taufiqur Rachman 4

Master Production Scheduling 9 Weekly Demand NRG-A = (4134/21)x5 = 984.3 peti Pada Week lima (1 hari pada bulan jan, dan 4 hari pada bulan feb) Daily Demand NRG-A = 4134/21 = 196.9 peti Detailed Scheduling 10 Keputusan penting didalam detailed production scheduling adalah menentukan berapa lama suatu produksi dijalankan untuk masing-masing produk. Semakin lama produksi (lot size besar) berjalan berarti semakin sedikit set-up mesin diperlukan. Semakin sedikit set-up mesin berarti mengurangi biaya produksi dan meningkatkan efektifitas kapasitas dari peralatan. Pada sisi lain produksi secara pendek (lot size kecil) bertujuan menekan persediaan barang jadi (biaya persediaan). Penentuan lama produksi berjalan membutuhkan keseimbangan antara biaya set-up dan biaya persediaan untuk meminimalisasi total biaya bagi perusahaan. 6623 - Taufiqur Rachman 5

Production Lot Size 11 Jenis Proses Produksi 12 Intermittent Production System Job Shop Production Process Batch Production Process Continuous Production System Mass Production Process Flow/Process Production System 6623 - Taufiqur Rachman 6

Teknik Penjadwalan 13 Penjadwalan Maju (Forward Scheduling ) Pekerjaan dimulai seawal mungkin sehingga pekerjaaan selesai sebelum batas waktu yang dijanjikan (due date). Konsekuensinya: terjadinya akumulasi persediaaan sampai pekerjaan tersebut diperlukan pada pusat kerja berikutnya. Penjadawalan Mundur (Backward Scheduling) Kegiatan operasi yang terakhir dijadwalkan lebih dulu, yang selanjutnya secara berturut-turut ditentukan jadwal untuk kegiatan sebelumnya satu persatu secara mundur. Konsekuensi dapat meminimalkan persediaaan karena karena baru selesai pada saat pekerjaan tersebut diperlukan pada stasiun kerja berikutnya. (Catatan: harus disertai dengan perencanaan dan estimasi waktui tenggang yang akurat, tidak terjadi break down selama proses maupun perubahan due date yang lebih cepat). Teknik Penjadwalan 14 6623 - Taufiqur Rachman 7

Forward VS Backward Scheduling 15 Forward Scheduling Start when the order is received May finish early Used to determine the earliest completion date Determine promise dates Builds inventory Backward Scheduling Uses MRP logic Schedule last operation to be complete on the due date Schedule previous operations back from the last operation Reduces inventory Priority Sequencing 16 Tujuan: untuk penentuan priotitas pekerjaan. Aturan umum: First come, first served (FCFS) Shortest processing time (SPT) Earliest due date (EDD) Longest processing time (LPT) Critical Ratio (CR) 6623 - Taufiqur Rachman 8

Aturan Prioritas Penyelesaian Pekerjaan 17 FCFS EDD SPT LPT CR First come, first served Tugas pertama tiba di sebuah pusat kerja diproses terlebih dahulu Earliest due date Pekerjaan dengan tanggal jatuh tempo paling awal yang diproses pertama Shortest processing time Pekerjaan dengan waktu pemrosesan terpendek diproses terlebih dahulu Longest processing time Pekerjaan dengan waktu pemrosesan terpanjang diproses terlebih dahulu Critical ratio Rasio waktu yang tersisa dengan waktu pekerjaan yang tersisa yang dibutuhkan, dan pekerjaan yang dijadwalkan dalam rangka meningkatkan rasio. Contoh Sequencing 18 Jika terdapat 5 buah pekerjaan yang diproses dengan menggunakan suatu pusat kerja yang sama. Diasumsikan kedatangan pekerjaan secara berturut-turut adalah A,B,C,D dan E. Waktu proses serta kapan pekerjaan yang harus selesai ditunjukan dalam tabel dibawah ini. Pekerjaan Lama Proses Jadwal A 10 15 B 6 10 C 11 21 D 12 18 E 9 16 6623 - Taufiqur Rachman 9

FCFS Sequencing 19 Urutan Pekerjaan Lama Proses Waktu Jadwal Keterlambatan A 10 10 15 0 B 6 16 10 6 C 11 27 21 6 D 12 39 18 21 E 9 48 16 32 Jumlah 48 140 65 Rata-rata waktu penyelesaian pekerjaan = 140 : 5 = 28 hari Rata-rata waktu keterlambatan = 65 : 5 = 13 hari Rata-rata jumlah pekerjaan dalam sistem = 140 : 48 = 2,91 SPT Sequencing 20 Urutan Pekerjaan Lama Proses Waktu Jadwal Keterlambatan B 6 6 10 0 E 9 15 16 0 A 10 25 15 10 C 11 36 21 15 D 12 48 18 30 Jumlah 48 130 55 Rata-rata waktu penyelesaian pekerjaan = 130 : 5 = 26 hari Rata-rata waktu keterlambatan = 55 : 5 = 11 hari Rata-rata jumlah pekerjaan dalam sistem = 130 : 48 = 2,71 6623 - Taufiqur Rachman 10

EDD Sequencing 21 Urutan Pekerjaan Lama Proses Waktu Jadwal Keterlambatan B 6 6 10 0 A 10 16 15 1 E 9 25 16 9 D 12 37 18 19 C 11 48 21 27 Jumlah 48 132 56 Rata-rata waktu penyelesaian pekerjaan = 132 : 5 = 26,4 hari Rata-rata waktu keterlambatan = 56 : 5 = 11,2 hari Rata-rata jumlah pekerjaan dalam sistem = 132 : 48 = 2,75 LPT Sequencing 22 Urutan Pekerjaan Lama Proses Waktu Jadwal Keterlambatan D 12 12 18 0 C 11 23 21 2 A 10 33 15 18 E 9 42 16 26 B 6 48 10 38 Jumlah 48 158 84 Rata-rata waktu penyelesaian pekerjaan = 158 : 5 = 31,6 hari Rata-rata waktu keterlambatan = 84 : 5 = 16,8 hari Rata-rata jumlah pekerjaan dalam sistem = 158 : 48 = 3,29 6623 - Taufiqur Rachman 11

CR Sequencing 23 Pekerjaan Lama Proses Jadwal Critical Ratio Sequence A A 10 15 0,67 B 6 10 0,60 C 11 21 0,52 D 12 18 0,67 E 9 16 0,56 D B E C CR Sequencing 24 Pekerjaan Lama Proses Waktu Jadwal Keterlambatan A 10 10 15 0 D 12 22 18 4 B 6 28 10 18 E 9 37 16 21 C 11 48 21 27 Jumlah 48 145 70 Rata-rata waktu penyelesaian pekerjaan = 145 : 5 = 29 hari Rata-rata waktu keterlambatan = 70 : 5 = 14 hari Rata-rata jumlah pekerjaan dalam sistem = 145 : 70 = 2,07 6623 - Taufiqur Rachman 12

Tugas 4 25 Pekerjaan Lama Proses Jadwal A 4 6 B 17 20 C 14 18 D 9 12 E 11 12 Hitunglah schedulling dari soal yang ada pada contoh dengan menggunakan aturan pritoritas penyelesaian pekerjaan, dan tentukan sequence yang paling optimal beserta alasannya. Scheduling Chart 26 6623 - Taufiqur Rachman 13

6623 - Taufiqur Rachman Load Chart 27 28 6623 - Taufiqur Rachman 14