CATATAN OBSERVASI. 27 Maret Maret 2017

dokumen-dokumen yang mirip
Keindahan Seni Pendatang Baru

Transkrip Wawancara dengan Suami Broken Home

Naskah Manajemen Complain dan Customer Care

PERTANYAAN WAWANCARA KELUARGA HARMONIS DAN TIDAK. 1) Bagaimana pendapat anda mengenai komunikasi antara orang tua dan anak

Rumah Ketua RT : (tok tok tok.) Assalamuallaikum.. permisi : Waallaikum salam eeeh perawat Evita.. apa kabar?

Wawancara Partisipan 1

Transkrip Wawancara dengan Anak Korban Broken Home

A. SAJIAN DATA. 1. Respon Guru Jika Murid Tidak Mengerti Materi Pembelajaran

LEMBAR HASIL WAWANCARA (INFORMAN)

anak membaca? nak-anak

LAMPIRAN LAMPIRAN 71

Daftar pertanyaan untuk key informan : Customer service PT Galva Technologies (Sdri. Ayu)

DATA FOTO. Foto Pasangan Pertama Fanny Tionghoa Kristen dan Rizky Jawa Islam. Foto Pasangan Kedua Dana Jawa Islam dan Anggi Tionghoa Kristen

BAB II. 1. Pasangan WE dan ET (Mahasiswa perantauan asal Riau)

BAB IV HASIL PENELITIAN

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA ANALISA PROSES INTERAKSI

BAB IV HASIL PENELITIAN

Ingatan lo ternyata payah ya. Ini gue Rio. Inget nggak? Rio... Rio yang mana ya? Ok deh, gue maklum kalo lo lupa. Ini gue Rio, senior lo di Univ

Universitas Sumatera Utara

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Contoh tampilan saat bersosialisasi dengan penduduk lain

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Lampiran 3. Verbatim Subjek 1. Waktu Wawancara : Sabtu, 08 Februari 2014 PENELITI (P) SUBJEK1 (YS)

a. Berapa lama mereka menikah b. Apa yang diharapkan dari hubungan pernikahan yang sedang dijalani 4. Perbedaan Tingkat Pendidikan

BAB IV HASIL PENELITIAN

GURU. Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru. Ayo silahkan perkenalkan diri.

Sepanjang jalan tiada henti bercerita dan tertawa, aku menghitung bintang-bintang dan tak terasa sudah sampai di tempat mie ayam rica-ricanya Pasti

Pedoman Wawancara Proses Komunikasi Antarpribadi Efektif Pegawai P2TP2A Kabupaten Serdang Bedagai dengan Anak Korban Kekerasan Seksual

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

LAMPIRAN 1 Pedoman Wawancara

Research Question Theory Interview question

Mungkin banyak yang berpikir, Ah kalo cuma kenalan doang, gue juga bisa.

Gambar tersebut adalah sebuah hati, ditengah-tengahnya terdapat sebuah gedung dan disamping kiri gambar tersebut ada angka satu besar sekali.

KARAKTERISTIK INFORMAN

HASIL WAWANCARA. Pertanyaan Jawaban Koding Keterangan

BAB IV HASIL PENELITIAN

ANALISIS MARKET RESEARCH UNEJ

LAMPIRAN-LAMPIRAN PEDOMAN WAWANCARA

LAMPIRAN I PEDOMAN WAWANCARA

MODUL STRATEGI PELAKSANAAN PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI DENGAR OLEH ANNISETYA ROBERTHA M. BATE

5.1 Strategi Komunikasi Pemilik ZENSO KARAOKE

PEDOMAN WAWANCARA. A. Pertanyaan Bagi Pihak Manager BMT Batik Mataram Yogyakarta

LAMPIRAN II VERBATIM DAN FIELD NOTE RESPONDEN IC

BAB I PENDAHULUAN. membangun kehidupan sosial dan kehidupan bermasyarakat secara luas bagi seorang anak.

BAB I PENDAHULUAN. dan individu yang telah lulus dari perguruan tinggi disebut sebagai Sarjana

LEMBAR PENJELASAN PENELITIAN. : Ketepatan Ibu Menangani Demam Pada Anak

Informan S1 S2 S3 S4 S5

P : Saya Camilla kak dari Komunikasi USU, mau mewawancarai kakak untuk skripsi kak.

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA PENELITIAN

LAMPIRAN BIODATA DIRI

POLA ASUH MELALUI KOMUNIKASI EFEKTIF AUD. Zumrotus Sholichati PPL PLS UNY

Aku, Sekolah, dan Cita-citaku

LAMPIRAN. 1. Wawancara dengan Bapak Suwandi (Pemilik Tambak) Nurul P.Suwandi Nurul

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA PENELITIAN. Tabel 4.1 Jadwal Waktu dan Kegiatan Penelitian

Dalam sehari, dia menghancurkan semua harapanku. Dalam sehari, dia membuatku menangis. Dalam sehari, dia menjadi mimpi terburukku

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD)

Pedoman Wawancara Mendalam Untuk Dokter

STRATEGI PELAKSANAAN 1 (SP1) PADA KLIEN DENGAN KEHILANGAN DAN BERDUKA. No. MR : 60xxxx RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor

Disusun oleh Lusi Nurfaridah

BAB I PENDAHULUAN hingga (Unicef Indonesia, 2012). Menurut Departemen Sosial

Kak Rya = Batak Admin service

BAB I PENDAHULUAN. Teknologi semakin diperbaharui dan sumber daya manusia dituntut untuk

Kata-kata Belajar di Rumah ini kadang enggak sesuai apa yang gue kerjain di rumah selain tidur-makan-tidur-makan. Fase yang baik untuk gemuk.

PERAN ORANG TUA DALAM MEMBATASI TAYANGAN TELEVISI BAGI ANAK DI PERGURUAN TK PERMATA BANGSA BINJAI BARAT

Bab IV Hasil dan Pembahasan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

Transkrip wawancara dengan ibu Subi dengan jabatan Ketua Ibu dan Anak. 1. Konsep Pemasaran Social Marketing. Yogyakarta kepada target sasaran?

PEDOMAN WAWANCARA. 3. Pernahkah anda melakukan usaha untuk menggugurkan kandungan? tua/pasangan/orang-orang terdekat anda?

Universitas Sumatera Utara

1. Kegiatan selama liburan

LAMPIRAN. Universitas Indonesia

Lampiran 1 : LEMBAR PERSETUJUAN

PEDOMAN WAWANCARA. A. Pedoman Wawancara dengan Kepala Puskesmas Berohol Kota Tebing Tinggi

KISI-KISI PENGALAMAN IBU PRIMI MELAHIRKAN YANG DILAKUKAN INDUKSI PERTAMA KALI

PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM (INDEPTH INTERVIEW) Adapun pertanyaan yang disusun dalam melakukan Indepth Interview untuk

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB IV DESKRPSI DAN ANALISIS DATA. sebelumnya, maka untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut dilakukan

BAB IV ANALISIS DATA. A. Faktor-Faktor Penyebab Anak Terkena Epilepsi di Gubeng

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

LDR (Long Distance relationship)

This is the beginning of everything

BAB IV ANALISIS DATA. penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Setelah data diperoleh dari

BAB 4 PEMBAHASAN Kategori Data yang Didapat Dari Hasil Wawancara. Fiksi Baru (mutakhir) Gambar Bahasa Kesukaan. Hiburan Hobi

TINDAK TUTUR LANGSUNG LITERAL DAN TIDAK LANGSUNG LITERAL PADA PROSES PEMBELAJARAN MICRO TEACHING

BAB IV ANALISIS DATA. Analisis dengan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) didalam Menangani

PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM ANALISIS SISTEM RUJUKAN KIA DI PUSKESMAS PERUMNAS BT.VI PEMATANG SIANTAR TAHUN 2015

BAB I PENDAHULUAN. Pondok Pesantren Daar el-qolam merupakan salah satu pondok pesantren

Transkrip wawancara dengan produser program radio SLAGI ADA NAMA PROGRAM : SLAGI ADA ( SLAMAT PAGI ANDA SEMUA ) : Ari Dagienkz dan Miund

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR DEPARTEMEN PEDAGOGIK FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB III PENYAJIAN DATA. dengan masuk dari Gubeng Airlangga kemudian belok ke kanan menuju. terletak di Gubeng Klingsingan 1/7 Surabaya.

LAMPIRAN HASIL WAWANCARA

61 Lampiran II

BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN. 1. Aktivitas Siswa Saat Penerapan pembelajaran Berbasis E-Learning

DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA. Uraian :... Uraian : Mengikuti diklat atau pelatihan akuntansi zakat (PSAK 109) : Uraian :...

Malang, 23 Pebruari 1980

PMS: Petuah Menulis Sukses

I #GALAUSEKOLAH Penggalauan pada bab ini menceritakan kegalauankegalauan yang terjadi di sekolah, mulai dari guru sampai pelajaran yang bikin galau

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Pengumpulan Data Penelitian

Transkripsi:

CATATAN OBSERVASI TANGGAL AKTIFITAS 27 Maret 2017 29 Maret 2017 Pasien NA datang jam 08.00 dengan ibunya. Setelah masuk ruangan, terapis menyapa NA dengan ramah, lalu meminta pasien duduk di kursi khusus anak dan mulai memberikan instruksi tahapan terapi yang dimulai dengan mengambil benda, menyebutkan nama, dan mengulangnya dengan media puzzle. Reward diberikan berupa tos ketika NA dapat mengikuti instruksi dengan baik. Terakhir memberikan pernyataan kepada keluarga pasien bahwa NA perlu beberapa kali lagi mengikuti terapi karena masih ada sedikit yang belum sempurna - Pasien ST datang pada jam 09.00 ditemani anaknya, jam 10.00 pasien masuk ruang terapi, Terapis mempersilahkan duduk dan memulai aktifitasnya dalam menerapkan metode stimulus multimodal dengan media gambar dan tulisan. Pasien diminta untuk menunjuk, mengambil, menyebutkan guna melatih oral motorik dan mengulang kata untuk memperbaiki wicaranya. Selesainya terapi, mengantarkan pasien keluar ruangan dan sharing dengan keluarga mengenai kondisi pasien saat itu. - Kedatangan NR yang ditemani Ibunya diterima baik oleh terapis dengan menyapa dan menanyakan kabar. Sedikit sharing antara terapis dan Ibunda NR mengenai perkembangan wicara pasien sebelum

memulai terapinya. Beberapa saat, terapi dimulai dengan tahapan dari awal hingga akhir dengan media ajar seperti balok dan gambar selama 30 menit. Pasien diminta untuk mengambil, menaruh, dan menyebutkan benda yang telah disiapkan. Selesainya terapi, melakukan sharing dengan keluarga pasien mengenai kondisi pasien dan meminta pasien untuk datang kembali sesuai jadwalnya - memberikan pernyataan kepada pasien ST dan NR untuk bisa lebih rutin melakukan terapi wicara di RS QIM

TRANSKRIP WAWANCARA INFORMAN PELAKSANAAN WAWANCARA 06 Maret 2017 07 Maret 2017 10 Maret 2017 27 Maret 2017 27 Maret 2017 Ibu NA 05 April 2017 Ibu NR 29 Maret 2017 06 Maret 2017 27 Maret 2017 NV anak dari Bapak ST 29 maret 2017 06 april 2017 07 april 2017 Wawancara dengan : Apa yang anda lakukan saat pra interaksi dengan pasien? : Ketika pasien datang ya saya tanya masalahnya, tanya kabar, tapi kalo sama pasien anak-anak tanyain kelas berapa sama umurnya. Dari respon pasien itu kan kelihatan kata mana yang sulit diucapkan juga keliatan masalah wicara jenis apa. Kalo sudah, saya dan keluarga pasien itu ngobrol untuk menentukan jadwal biar aktifitas kayak sekolah atau kegiatan lainnya tidak terganggu karena terapi

: Bagaimana untuk penjadwalan terapi pasien? : Setiap pasien biasanya seminggu dua kali terapi setiap kali terapi diberi waktu 30 menit, kita diskusikan dengan keluarganya, ya jangan sampai mengganggu aktivitas pasien terutama yang udah sekolah. Kalo udah disepakati ya pasien bisa mengikuti terapi sesuai jadwalnya. Saya juga menjelaskan tentang proses terapinya yang berguna untuk menjalin kepercayaan karena pada saat terapi, di ruangan hanya ada pasien dan terapis jadi kalo sudah tau prosesnya tentunya keluarga akan merasa anaknya tetap aman dipasrahke (Indonesia = dititipkan) ke terapis : Apakah anda terlebih dahulu memperkenalkan diri ke pasien? : Ya, walaupun pasien udah tau kalo saya terapis disini, tetep saya lakukan pengenalan diri nama dan profesi, soalnya terapis disini banyak ya biar memperjelas aja terapi wicara itu yang mana : Bagaimana cara mendiagnosa pasien mengalami afasia? : Ada pasien yang dirujuk dari dokter syaraf, tapi ada juga yang langsung kesini. Percakapan yang saya lakukan dengan pasien itu bisa menjadi cara mendiagnosa dan penjelasan dari orang tuanya mengenai kondisi pasien : Adakah kategori pasien? : Tidak, pasien ya hanya anak dan dewasa pasca stroke : Adakah perbedaan pemulihan afasia antara anak dan dewasa?

: kalo perbedaan ya tidak ada, metode dan tahapan juga sama. Kasus pasien berbeda jadi mempengaruhi lamanya terapi : Lalu apakah ada yang membantu anda selama proses terapi berlangsung? : Tidak, ya saya sendiri. Cuma pas diagnosa itu dibantu sama dokter syaraf terus dirujuk atau bisa langsung pasien datang ke saya : Bagaimana proses terapi wicara yang anda berikan kepada pasien kasus afasia? : Kasus afasia ini masih langka dan terbagi beberapa subkategori yang punya model terapi masing-masing. Tapi untuk pemulihan afasia saya pilih menerapkan metode stimulus multimodal karena setiap tahapan dalam metode ini udah mencakup aspek-aspek yang dibutuhkan untuk perbaikan wicara pasien afasia : Seberapa besar pengaruh dari penerapan metode stimulus multimodal untuk pasien afasia dibanding metode yang lain? : Afasia itu terjadi karena kerusakan hemisfer kiri yang menyebabkan kelemahan pada pertuturan, kadang fokusnya, dan terutama bahasa. Makannya metode ini saya pilih karena selain mencakup seluruh aspek yang dibutuhkan oleh pasien, dengan metode ini perkembangan pasien lebih terpantau dan peningkatannya lebih signifikan

: Bagaimana cara untuk memantau pasien dan apa saja aspek yang mempengaruhi penerapan metode tersebut? : Memantau itu bisa dilakukan dengan melihat perkembangan pasien setiap dia terapi dan sharing dengan yang menemani pasien saat terapi. Aspek semantik, fonetik, dan sintaksis. Kalo semantik itu makna yang diungkapkan dengan ekspresi misal anak-anak itu bisa senyum kalo dia senang, kalo diajak ngomong diem aja kemungkinan dia malu atau takut. Ada aspek fonetik itu suara yang diucapkan pasien berpengaruh dengan kejelasan kata, kalimat atau bahasa ucapannya bisa aja cadel atau kehilangan suku kata. Aspek sintaksis ya tata bahasa misalkan kalo ngomong diseret jadi suku kata yang keluar dari mulutnya ya didenger juga nggak jelas kayak hurufnya nggabung : Karena pasien kesulitan bicara lalu bagaimana cara anda berkomunikasi dengan pasien? : Pendekatan kepada pasien itu sangat perlu karena kondisi pasien yang kesulitan bicara ya saya tetap menanyakan kabar atau usianya. Pasien saya ajak ngobrol walopun respon yang diberikannya itu sangat minim apalagi kalo pasien anak itu kan lebih sulit beradaptasi dengan orang baru jadi saya tawarkan mainan sama diajak becanda. Tetapi untuk penjelasan terapi saya berusaha menjalin hubungan baik dengan keluarga yang menemaninya, terutama membicarakan waktu terapi dan perkembangan pasien

: Adakah hambatan ketika terapi berlangsung? : Tentunya ada. Hambatan lebih sering kalo pasien itu anakanak yang gampang bosan, rewel, nangis, kadang ada juga yang sampai berontak. Kalo udah seperti itu kita alihkan dengan bermain tapi sambil belajar menggunakan media gambar, tulisan, dan lainnya. Tapi kalo si anak udah berontak ya di diamkan saja. Oleh sebab itu harus diperhatikan juga kenyamanan pasien : Untuk pasien dewasa, apakah mendapatkan perlakuan yang sama? : Kalo pasien dewasa lebih mudah mengikuti instruksi terapi karena bisa mengontrol emosinya dan paham dengan tujuan terapi, pasti berbeda lah dengan anak-anak. Keduanya sama-sama mendapatkan reward hanya pemberiaannya aja yang berbeda. Reward itu kan sebagai hadiah karena bisa mengikuti instruksi. Kalo ke anak-anak ya tos, pujian, atau sikap-sikap yang menunjukkan kalo kita bangga sama dia. Sedangkan pasien dewasa cukup dengan pujian dan jeda waktu untuk istirahat. : Apakah ada pasien afasia yang mengalami masalah pendengaran? : Ya ada satu pasien anak terganggu pendengarannya. Ini salah satu faktor penyebab kesulitan anak untuk berbicara sehingga oral motoriknya juga ikut terganggu.. Kalo sedang terapi suara kita agak lebih keras dan diperjelas intonasinya. Tapi sebelumnya sudah kita jelaskan kepada orang tuanya agar tidak salah paham, maksud kita hanya menerapi namun mungkin dikira kalo anaknya dibentak

: Bagaimana cara anda memberikan terapi ke pasien? : Terapi saya lakukan pertahapan. Metode stimulus multimodal kan saya berikan untuk melatih fungsi oral motorik jadi saya berikan latihan meniru, mengulang kata, dan pengenalan visual auditori : Bisa dijelaskan mas maksud dari tahapan tersebut? : Jadi gini, untuk tahap meniru saya berikan dengan cara pasien diminta mengambil benda atau gambar yang udah disediakan, saya sebutkan namanya lalu ditirukan pasien. Tahap ini nyambung ke tahap pengulangan jadi setelah menirukan ya kata yang diucapkan diulang lagi minimal tiga kali biar fasih. Cara ini dilakukan terus-menerus disetiap pertemuan : Apa ada tahap yang lain lagi? : Tahapannya sama, yang beda itu terapinya harus diulang berkali-kali, kalo udah ada yang bagus ya tinggal fokus ke tahap-tahap berikutnya. Untuk tahap akhir cuma evaluasi untuk menentukan status pasien masih diteruskan terapi atau di stop : Bagaimana respon yang diberikan oleh pasien? : Responnya bervariasi, ada pasien anak-anak itu punya motivasi yang tinggi jadi keliatan peningkatannya, dan sebaliknya. Kalo pasien dewasa tentunya mengikuti setiap instruksi kalo mengambil benda, mengeja, pengulangan kata diikuti dengan baik

: Seberapa besar peran orang tua dalam pemulihan wicara pasien? : Saya selalu mengingatkan tujuan utama terapi ini, saya meminta orang tuanya untuk terus melatih wicara pasien dan memantau perkembangan selama di rumah : Bagaimana cara anda mengevaluasi kondisi pasien? : Sebelum mengevaluasi, sejak awal saya beri target pencapaian pemulihan pasien. Evaluasi keperawatan diberikan setiap selesai terapi, dibantu oleh dokter syaraf yang setiap 3 bulan sekali dilakukan evaluasi perkembangan pasien dan di tahap akhir akan ditentukan apakah pasien masih perlu terapi atau sudah diberhentikan. Terapis hanya berdiskusi mengenai peningkatan pasien yang diukur dari setiap kali selesai terapi, terus dijadikan grafik biar lebih jelas kalo pasien mengalami kemajuan. : Hingga saat ini bagaimana perkembangan pasien NA? : Untuk pasien NA sudah cukup baik, namun masih perlu beberapa kali terapi saja dan setelah itu bisa dilatih di rumah : Untuk pasien NR bagaimana? : Anak NR terhitung adalah pasien baru, dia memiliki masalah di pendengaran juga, kamu jadwalkan dalam satu minggu dua kali pertemuan. Namun kedatangannya tidak rutin sehingga perkembangan pasien masih sedikit. Jadi untuk NR saya minta agar lebih rutin lagi untuk terapi dan banyak latihan membaca

: Bagaimana perkembangan kondisi bapak ST setelah dilakukan terapi wicara? dan apakah sudah memenuhi target? : Kelemahan wicara bapak ST karena pasca stroke dan demensia sangat diperlukan banyak latihan bicara, saya selalu berpesan kepada keluarganya untuk tidak membentak ketika pasien salah karena akan mengganggu psikisnya. Beliau disini masih terhitung pasien baru jadi perkembangan belum terlihat secara jelas, saya hanya menyarankan kalo sebaiknya terapi yang dilakukan bapak ST bisa lebih rutin lagi. Jadi masih harus melakukan terapi disini sampai terlihat tata bahasa yang jelas

Wawancara dengan Ibunda NA Ibunda NA : Pada awalnya bagaimana anda mengetahui kalau anak mengalami afasia? : Cara ngomongnya belum jelas dan sedikit bicara. Pernah saya terapi di rumah sakit sebelah kata terapinya menyarankan agar NA sekolah aja kan nanti bisa bicara sendiri. Ya memang kemajuannya terlihat tapi hanya sedikit, lalu saya pindah terapi disini Ibunda NA : Kenapa memilih terapi di RS QIM? : Terapis disini lebih care sama anak, untungnya NA juga lebih nyaman disini kan keliatan dari sikap anaknya. Kalo saya lihat juga anaknya lebih semangat untuk terapi dan ketemu. Disini juga diberi waktu terapi seminggu bisa sampai 3 kali : Ibu mengetahui anak mengalami delay darimana? Ibunda NA : Di RS QIM saya ke dokter syaraf karena sebenernya NA sudah bisa ngomong cuma nggak jelas, terus dokternya bilang kalo anakku mengalami delay wicara, habis itu langsung rujukan ke terapi wicara : Mengapa NA bisa mengalami delay wicara? Ibunda NA : Karena di rumah itu dia biasa menggunakan berbagai bahasa, keluarga biasanya pake bahasa Jawa, terus ada bahasa Indonesia, tontonan NA lebih suka upin ipin yang berbahasa Melayu jadi dia tuh menyerap banyak bahasa : Sudah berapa lama terapi di RS QIM? Ibunda NA : Disini udah 2 bulan

: Lalu bagaimana perkembangan NA setelah di terapi? Ibunda NA : Sekarang sudah lebih jelas cara ngomongnya, kalimatnya juga udah urut. Yang biasanya diseret bikin nggak jelas, sekarang udah bisa lebih pelan : Menurut ibu, berapa persen perkembangan NA selama terapi? Ibunda NA : Ya banyak, kira-kira 50 % : Bagaimana sikap yang diberikan oleh terapi di RS QIM? Ibunda NA : Sangat baik, ramah, care kepada NA maupun ke saya. Jadi ya saya seneng kalo anak terapi disini tuh saya percaya aja sama terapisnya selain punya pengalaman kan sikapnya itu santun. Dia juga ngingetin tujuan terapi disini jadi kita sebagai orang tua juga termotivasi soalnya untuk anak sih ya biar cepet bisa ngomong jelas : Bagaimana cara NA berkomunikasi di lingkungan keluarga? Ibunda NA : Semenjak saya pindah rumah ya masih sepi, tapi kalo di rumah simbahnya dia banyak temennya jadi lebih banyak interaksi. Sempet dia minder tapi sekarang udah enggak. Kita sih berharap semoga SD udah bisa lancar ngomongnya : Hambatan orang tua untuk melatih NA? Ibunda NA : Ya kalo hambatan sih komunikasinya, tapi kita yang harus sabar

: Kalau kondisi NA saat ini seperti apa? Ibunda NA : Alhamdulillah mbak saya tuh seneng, cara ngomognya NA udah lebih jelas, perkembangannya cepet. Ya pokoknya membaiklah diajak ngobrol juga bisa lebih nyambung. Paling Cuma berapa kali terapi lagi terus udah stop. Wawancara dengan Ibunda NR : Bisa diceritakan bu bagaimana kondisi yang dialami NR? Ibunda NR : Ya mbak, kalo NR itu keliatan susah bicara, kalimatnya selalu tidak jelas terus lama kelamaan tak perhatiin kok sedikit bicara. Ya saya sebagai orang tua juga takut kalo anak kenapa-kenapa. Terus saya sama bapake mutusin biar ikut terapi aja. Kesana kesini cari terapi wicara ya susah juga tapi demi anak sih mau gimana lagi ya mbak : Sudah sejak kapan NR mengikuti terapi wicara? Ibunda NR : Kalo disini kurang lebih ya 2 bulanan sih mbak lebih tepatnya saya kelalen bapaknya yang daftarin Ibunda NR : Pertama kalinya datang ke RS QIM langsung ke terapi wicara atau ke spesialis syaraf dulu? : Kalo saya ke dokternya dulu mbak, kata dokter di rujuk untuk terapi aja di terus setiap tiga bulan nanti evaluasi wicara : Penyebabnya NR mengalami kesulitan bicara itu apa? Ibunda NR : Di usia nya ini dia belum lancar ngomong, karena ada masalah pendengaran juga apalagi kalo pas dia demam itu baru kumat. Mungkin karena faktor itu kalik mbak

makannya saya sama bapake njuk cari terapi anak biar di umurnya bisa lancar ngomong, kadang suka kasian : Diagnosanya dokter apa bu? Ibunda NR : Diagnosa dari dokter cuma delay, apalagi kalo pas demam panas gitu berpengaruh juga ke pendengarannya. Kalo anakku ini emang kurang dengar mbak, tapi kok bisa sampai susah ngomong aku juga nggak tau. Telinganya ada sedikit masalah, ya dengar tapi kitanya harus ngomong agak lebih keras : Bagaimana penggunaan bahasa di rumah untuk sehari-hari? Ibunda NR : Ya itu mbak biasanya bahasa rumah campur, ada yang Jawa ngoko, bahasa Indonesia, terus dia tuh sukanya nonton film e upin ipin jadi mungkin kebanyakan menyerap bahasa : Setelah diterapi gimana perkembangan NR? Ibunda NR : Perkembangannya bagus sih mbak, udah bisa menirukan kalimat kalo diajak ngobrol sedikit-sedikit bisa : Kaau kemajuan setelah menjalani terapi bagaimana bu? Ibunda NR : 60-70% : Kalau NR lebih sering pakai bahasa yang mana? Ibunda NR : Bahasa campur Jawa & Indonesia sih lebih seringnya, kalo dia tu masalahnya juga suka ngomong terlalu cepat jadi malah keliatan di seret bahasanya. Kayak gini mbak huruf R jadi L, pas dia minta susu pasti bilang Mama SUSU jadinya Maa Us us

: Usianya udah berapa tahun bu? Ibunda NR : 5 tahun, masuk paud mbak, kalo di sekolah tak titipke gurune : Ada nggak keluhan setelah diterapi oleh mas? Ibunda NR : Ketoke nggak ada mbak, anake juga anteng aja malah sama tuh manut, awalnya saya masuk ke ruangan yo nggo mantau di ruangan agar bisa menerapkan di rumah. Wejangane simbahe juga suruh nemenin dulu di ruangan tapi lama kelamaan sudah mandiri : Apakah NR selalu dipantau kondisinya? Ibunda NR : Ya jelas mbak, pemantauan selalu di rumah dan lingkungannya. Sempet anakku di bully gegara kalo diajak ngomong kadang nggak nyambung. Tapi yaudah cuma becandanya anak kecil itu aja : Sudah berapa lama terapi disini? Ibunda NR : Setahun mbak. Semiggu 2x pertemuan, kadang 1x karena kesibukan orang tua juga mbak, saya bolak balik Semarang lha NR cuma di rumah sama simbahe : Apa saja yang didapatkan setelah terapi? Ibunda NR : Ilmune mas udah pasti ya mbak wong mesti sharing. NR disuruh menirukan kalo sukses dikasih pujian. Belajarnya juga menulis dan membaca tapi paling cepet ngucap kata karena kebiasaan yang sudah di hafalin misalkan pipis dan sepeda. Ekspresi menunjuk. Upin ipin pinipin belum lancar, tumbas = mbas

: Bagaimana interaksi NR di lingkungannya? Ibunda NR : Lingkungan rumah dan pertemanan mendukung, ya anakanak sukanya menyanyi ya NA cuma dengerin aja : Apakah ada kemauan anak untuk terapi? Ibunda NR : Kemauan terapi NR kurang, orang tuanya yang harus lebih aktif : Kalau hasil evaluasi yang ditunjukkan bagaimana? Ibunda NR : Kalo sekarang ya terapinya masih disuruh nerusin kata mas karena masih kesulitan bicara dan mengucapkan kata atau kalimat utuh, sepenggal udah gitu terus mbak Wawancara dengan anak dari Bapak ST : Bagaimana kondisi bapak ST mbak? NV : Bapak stroke tiba-tiba aja badannya gabisa gerak, lama kelamaan udah sepuh juga mungkin daya berpikirnya menurun dan demensia : Bagaimana diagnosa dokter mengenai kondisi bapak? NV : Dokter syaraf langsung merujuk ke terapi wicara ya diminta juga untuk rutin terapi biar cepet pulih : Awalnya pemulihan di RS QIM kenapa mbak? NV : Cari terapis itu nggak gampang ya mbak, terus disini juga fisioterapinya komplit, bapak nggak cuma terapi wicara tapi semuanya ada fisioterapi, okupasi terapi gitu

: Sudah berapa lama terapi di RS QIM? NV : Masih baru mbak, jalan dua bulan ini bapak ikut terapi wicara sama terapi yang lainnta disini : Bagaimana sikap yang ditunjukkan terapis ke anda? NV : tuh ramah dan sopan banget sama bapak, nek istilah Jawa tu ngajeni, bapak juga seneng karena mungkin nyaman terus ngelatihnya itu sabar. Malah bapak kalo habis terapi keliatan ekspresinya seneng : Apakah bapak ST menjalani terapi secara rutin? NV : Diminta nya sih rutin, tapi kendalanya kalau pas nggak ada yang nemenin bapak jadi nggak terapi. Harusnya kan seminggu dua kali tapi kadang-kadang sekali karena pas barengan pada kerja gitu : Sampai saat ini apa sudah terlihat perkembangannya? NV : Masih sedikit sekali, tapi alhamdulillahnya bapak itu sabar mau mengulang ucapannya. Kalo minta sesuatu bisa manggil-manggil terus keliatan kalo ada usaha buat ngomong, kadang-kadang tiap habis manggil bapak juga lupa mau apa atau ngapain kalau ditanya juga nggak paham

NV : Apakah terapis memberikan diskusi kepada anda mengenai jadwal atau perkembangan bapak? : Iya tentu, setiap selesai terapis pasti sharing perkembangan bapak, selalu mengingatkan untuk latihan di rumah. juga memberikan cara-cara terapi yang dia lakukan disini biar bisa diterapkan di rumah NV : Hingga saat ini apakah sudah terlihat perbaikan wicara bapak? : Sudah mbak walopun masih sedikit, tapi masih sering bicara lewat ekspresi sama ngode minta diambilkan sesuatu : Apa hasil evaluasi untuk bapak ST? NV : Berhubung bapak masih pasien baru di terapi wicara, kata masih diminta terus latihan wicara dan lebih rutin melakukan terapi