MATEMATIKA. Sesi MATRIKS CONTOH SOAL A. MATRIKS SATUAN (MATRIKS IDENTITAS)

dokumen-dokumen yang mirip
MATRIKS. 3. Matriks Persegi Matriks persegi adalah matriks yang mempunyai baris dan kolom yang sama.

MATRIKS. 2. Matriks Kolom Matriks kolom adalah matriks yang hanya mempunyai satu kolom. 2 3 Contoh: A 4 x 1 =

Matriks Jawab:

BAB I PENDAHULUAN. 3) Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan invers matriks. 4) Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan determinan matriks

BAB II DETERMINAN DAN INVERS MATRIKS

LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS

(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, / 66

MATRIKS. a A mxn = 21 a 22 a 2n a m1 a m2 a mn a ij disebut elemen dari A yang terletak pada baris i dan kolom j.

ALJABAR LINIER DAN MATRIKS

LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS

LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS (WAJIB)

DIKTAT MATEMATIKA II

Banyaknya baris dan kolom suatu matriks menentukan ukuran dari matriks tersebut, disebut ordo matriks

Matematika Teknik I: Matriks, Inverse, dan Determinan. Oleh: Dadang Amir Hamzah STT DR. KHEZ MUTTAQIEN 2015

a11 a12 x1 b1 Lanjutan Mencari Matriks Balikan dengan OBE

BAB MATRIKS. Tujuan Pembelajaran. Pengantar

METODE MATRIKS (MATRIKS) Mekanika Rekayasa IV. Norma Puspita, ST. MT. a 11 a 12 a 13 a 1n a 21 a 22 a 23 a 2n

MATRIKS. LA - WB (Lembar Aktivitas Warga Belajar) MATEMATIKA PAKET C TINGKAT VI DERAJAT MAHIR 2 SETARA KELAS XII. Oleh: Hj. ITA YULIANA, S.Pd, M.

MODUL ALJABAR LINEAR 1 Disusun oleh, ASTRI FITRIA NUR ANI

Matriks. Baris ke 2 Baris ke 3

MATRIKS. Perhatikan tabel yang memuat data jumlah siswa di suatu sekolah Tabel Jumlah Siswa Kelas Laki-laki Wanita

MATRIK dan RUANG VEKTOR

Part III DETERMINAN. Oleh: Yeni Susanti

Modul 2.2 Matriks dan Sistem Persamaan Linear (Topik 3) A. Pendahuluan Matriks dan Sistem Persamaan Linear

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FMIPA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Contoh. C. Determinan dan Invers Matriks. C. 1. Determinan

Part II SPL Homogen Matriks

8 MATRIKS DAN DETERMINAN

MATRIKS Nuryanto, ST., MT.

MATRIKS. Matematika. FTP UB Mas ud Effendi. Matematika

Matriks. Matriks B A B. A. Pengertian Matriks. B. Operasi Hitung pada Matriks. C. Determinan dan Invers

Tujuan. Mhs dapat mendemonstrasikan operasi matriks: penjumlahan, perkalian, dsb. serta menentukan matriks inverse

MATRIKS VEKTOR DETERMINAN SISTEM LINEAR ALJABAR LINEAR

BAB 2. DETERMINAN MATRIKS

Matriks - Definisi. Sebuah matriks yang memiliki m baris dan n kolom disebut matriks m n. Sebagai contoh: Adalah sebuah matriks 2 3.

Matriks. Bab. Di unduh dari : Bukupaket.com. Kompetensi Dasar Dan Pengalaman Belajar

matriks A. PENGERTIAN MATRIKS Persija Persib baris

M AT E M AT I K A E K O N O M I MATRIKS DAN SPL I N S TITUT P ERTA N I A N BOGOR

a11 a12 x1 b1 Kumpulan Materi Kuliah #1 s/d #03 Tahun Ajaran 2016/2016: Oleh: Prof. Dr. Ir. Setijo Bismo, DEA.

a 2 e. 7 p 7 q 7 r 7 3. a. 8p 3 c. (2 14 m 3 n 2 ) e. a 10 b c a. Uji Kompetensi a. a c. x 3. a. 29 c. 2

BAB II KAJIAN TEORI. yang diapit oleh dua kurung siku sehingga berbentuk empat persegi panjang atau

TUGAS MANDIRI MATRIKS. Mata Kuliah : Matematika ekonomi

MATRIKS. kolom, sehingga dapat dikatakan matriks berordo 3 1 Penamaan suatu matriks biasa menggunakan huruf kapital

Modul Praktikum. Aljabar Linier. Disusun oleh: Machudor Yusman IR., M.Kom. Ucapan Terimakasih:

SISTEM PERSAMAAN LINEAR

BAB 2 LANDASAN TEORI

Operasi Pada Matriks a. Penjumlahan pada Matriks ( berlaku untuk matriks matriks yang berukuran sama ). Jika A = a ij. maka matriks A = ( a ij)

MATRIKS Matematika Industri I

MUH1G3/ MATRIKS DAN RUANG VEKTOR

MATRIKS Matematika Industri I

LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS

Aljabar Linier Elementer. Kuliah 7

MATEMATIKA. Sesi MATRIKS A. DEFINISI MATRIKS B. UKURAN ATAU ORDO SUATU MATRIKS

Pertemuan 8 Aljabar Linear & Matriks

E-learning matematika, GRATIS

MATRIKS A = ; B = ; C = ; D = ( 5 )

1.1 MATRIKS DAN JENISNYA Matriks merupakan kumpulan bilangan yang berbentuk segi empat yang tersusun dalam baris dan kolom.

BAB I MATRIKS DEFINISI : NOTASI MATRIKS :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pelabelan matriks menggunakan huruf kapital. kolom ke-n. kolom ke-3

uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg

BAB 4 MATRIK ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )

BAB II LANDASAN TEORI

SISTEM PERSAMAAN LINEAR

II. M A T R I K S ... A... Contoh II.1 : Macam-macam ukuran matriks 2 A. 1 3 Matrik A berukuran 3 x 1. Matriks B berukuran 1 x 3

DETERMINAN. Determinan matriks hanya didefinisikan pada matriks bujursangkar (matriks kuadrat). Notasi determinan matriks A: Jika diketahui matriks A:

PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MATRIKS

5. PERSAMAAN LINIER. 1. Berikut adalah contoh SPL yang terdiri dari 4 persamaan linier dan 3 variabel.

17. MATRIKS. , maka transpose matriks A adalah A T a c. Dalam perkalian dua matriks terdapat matriks identitas (I), sedemikian sehingga I A = A I = A

BAB 2 LANDASAN TEORI

10. MATRIKS. , maka transpose matriks A adalah A T a

BAB 3 : INVERS MATRIKS

G a a = e = a a. b. Berdasarkan Contoh 1.2 bagian b diperoleh himpunan semua bilangan bulat Z. merupakan grup terhadap penjumlahan bilangan.

02-Pemecahan Persamaan Linier (1)

Determinan. Untuk menghitung determinan ordo n terlebih dahulu diberikan cara menghitung determinan ordo 2

MATRIKS DAN OPERASINYA. Nurdinintya Athari (NDT)

BAB 2 LANDASAN TEORI. yang dibicarakan yang akan digunakan pada bab selanjutnya. Bentuk umum dari matriks bujur sangkar adalah sebagai berikut:

Penyelesaian SPL dalam Rangkaian Listrik

SILABUS. Mengenal matriks persegi. Melakukan operasi aljabar atas dua matriks. Mengenal invers matriks persegi.

KATA PENGANTAR. Penulis

PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN PERSAMAAN LINEAR

Modul 05 Persamaan Linear dan Persamaan Linear Simultan

MAKALAH ALJABAR LINEAR TRANSFORMASI LINEAR ATAU PEMETAAN LINEAR

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN NO: 1

Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) LOGO

ALJABAR LINIER MAYDA WARUNI K, ST, MT ALJABAR LINIER (I)

SOAL-SOAL dan PEMBAHASAN UN MATEMATIKA SMA/MA IPS TAHUN PELAJARAN 2011/2012

BAB II SISTEM PERSAMAAN LINEAR. Sistem persamaan linear ditemukan hampir di semua cabang ilmu

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

MATEMATIKA EKONOMI ( FUNGSI LINIER, GRAFIK FUNGSI DAN SISTEM PERSAMAAN LINIER )

Matriks biasanya dituliskan menggunakan kurung dan terdiri dari baris dan kolom: A =

2. MATRIKS. 1. Pengertian Matriks. 2. Operasi-operasi pada Matriks

03-Pemecahan Persamaan Linier (2)

matematika Wajib Kelas X PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL K-13 A. DEFINISI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

Antiremed Kelas 11 Matematika

Materi VI. Matik memiliki notasi yang berbeda dengan determinan. Garis pembatas sedikit disikukan Contoh. matrik ini memiliki ordo (3x4)

Nama : Diana Rahmah NIM : Kelas : Matkom 3D. Universtias Muhammadiyah Malang MATRIKS. 1. Jika B=[ b 5

Matriks. Modul 1 PENDAHULUAN

STANDAR KOMPETENSI : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep matriks

4. SISTEM PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN

Transkripsi:

MATEMATIKA KELAS XII - KURIKULUM GABUNGAN 10 Sesi N MATRIKS A. MATRIKS SATUAN (MATRIKS IDENTITAS) Masih ingat angka 1 kan, setiap bilangan yang dikali satu apakah berubah? Tentunya tidak. Matriks satuan memiliki sifat yang sama dengan angka 1, maksudnya semua matriks apapun bila dikalikan dengan matriks satuan tidak akan berubah. Notasi dari matriks satuan adalah I. Bentuk matriks satuan adalah : I = 1 0 2 2 0 1, I 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 = 0 1 0, I =, dan seterusnya 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 3 3 4 4 Sifat dari matriks satuan dapat dituliskan dalam bentuk A. I = I. A = A CONTOH SOAL 1. Bila A= 2 4-1 3 dan I= 1 0 0 1 Pembahasan: maka nilai dari =. A 2 I AAI 2 4 2 4 1 0. =.. = 1 3 1 3 0 1 0 20 1 0 1

0 20 1 0 = 5 5 0 1 0 20 = 5 5 B. MATRIKS INVERS Masih ingatkah dengan operasi kebalikan? Penambahan kebalikannya pengurangan, pengalian kebalikannya pembagian dan pemangkatan kebalikannya akar pangkat. Kita sudah belajar operasi penambahan, pengurangan dan perkalian. Uniknya di matriks tidak ada operasi pembagian matriks. Hal ini disebabkan oleh sifat perkalian matriks yang tidak berlaku komutatif. Operasi kebalikan dari perkalian matriks adalah matriks invers. Notasi dari matriks invers A adalah A -1, berlaku sifat berikut: dimana I adalah matriks satuan AA. 1 1 = A. A= I 1 1 ( A ) = A CONTOH SOAL 1. Diketahui persamaan matriks A.B = C, maka matriks B dapat dinyatakan. Pembahasan: A. B = C A -1 (A. B) = A -1 (C) {ruas kiri dan kanan dikali A -1 } (A -1. A). B = A -1. C {sifat asosiatif} I. B = A -1. C {sifat invers} B = A -1. C {sifat matriks satuan} 2. Diketahui persamaan matriks A -1 BC = D, maka B dapat dinyatakan. Pembahasan A -1 BC = D A(A -1 BC)C -1 = A(D)C -1 (AA -1 )B(CC -1 ) = ADC -1 I. B. I = ADC -1 B = ADC -1 {ruas kiri kanan dikali matriks invers} {sifat asosiatif} {sifat matriks invers} 2

3. Diketahui persamaan matriks A -1 BC = D, maka B dapat dinyatakan. Pembahasan A-1BC = D A(A -1 BC)C -1 = A(D)C -1 I. B. I = ADC -1 B = ADC -1 B = ADC -1 {ruas kiri kanan dikali matriks invers} {sifat asosiatif} {sifat matriks invers} 4. Diketahui persamaan matriks PQR = S, maka R dapat dinyatakan. Pembahasan Cara 1 PQR = S P -1 (PQR) = P -1 S (P -1 P)QR = P -1 S I. QR = P -1 S Q -1 (QR) = Q -1 (P -1 S) (Q -1 Q) R = Q -1P-1 S I. R = Q -1 P -1 S R = Q-1 P -1 S Cara 2 PQR = S (PQ) -1 (PQR) = (PQ) -1 S (PQ) -1 (PQ)R = (PQ) -1 S I. R = (PQ) -1 S R = (PQ) -1 S Bila kita bandingkan kedua jawaban maka akan bisa disimpulkan sifat berikut (PQ) -1 = Q -1. P -1 5. Diketahui persamaan matriks KL -1 M = P, maka matriks L dapat dinyatakan. Pembahasan KL -1 M = P (KL -1 M) -1 = P -1 M -1 LK -1 = P -1 {kedua ruas diinverskan} {sifat matriks invers} 3

(MM -1 )L(K -1 K) = MP -1 K L = MP -1 K 6. Diketahui matriks A = 2-1 -1 3 1. Jika AB = 3 0 2 4, maka matriks B adalah. Pembahasan AB = 3 0 2 4 B=A 3 0-1 2 4 B= 2-1 3 0 3 1 2 4 B= 4-4 11 4 Bagaimana cara mencari invers matriks? Invers matriks berukuran berordo nxn bisa ditemukan dengan menggunakan metode eliminasi Gauss-Jordan, atau eliminasi Gauss. Hanya saja, karena pelajaran matriks di kelas 12 hanya membahas matriks ukuran 2 2 atau 3 3, maka caranya adalah sebagai berikut: a. Matriks Invers Ukuran 2 x 2 Suatu matriks A = a c b d, maka matriks invers dari A atau A-1 dapat dicari dengan 1 d -b -1 A = ad bc -c a determinan posisi tetap, tanda dibalik bertukar posisi, tanda tetap Determinan dari matriks berukuran 2 2 dinotasikan dengan det A. CONTOH SOAL 1. Tentukan matriks invers dari 2 3 2 1! 4

Pembahasan a b 2 3 1 d b c d = ad bc c a 2 1 1 1 3 = 21. 32. 2 2 1 1 3 = 4 2 2 1 3 = 4 4 1 1 2 2 2. Diketahui P= 3-5 -1 2 Pembahasan PQ = 5 1 2 1 5 1 dan PQ = 2 1. Matriks Q adalah. Q=P 5 1 2 1-1 -1 Q= 3-5 5 1-1 2 2 1 1 2 5 5 1 Q= 3.2 (-5)(-1) 1 3 2 1 Q= 20 7 11 4 3. Diketahui P= -2 a b 3c dan P = 3 1-1 7 2. Nilai a, b, dan c berturut-turut adalah. Pembahasan Cara 1 P = 3 1 P ( ) = 1 1 1 3 1 7 2 7 2 1 2 1 P = 32. 17. 7 3 2 a 2 1 1 5

2 b 2 b a 2 1 3c = 7 3 a 2 1 3c = 7 3 Dengan menggunakan prinsip kesamaan matriks akan didapatkan a = 1, b = 7 dan c = -1. Cara 2 Kita bisa menggunakan sifat matriks invers, yaitu: P. P -1 = 1-2 a b 3c. 3 1 7 2 = 1 0 0 1-6 +7a -2+2a 3b + 21c b+6c = 1 0 0 1 Dengan menggunakan prinsip kesamaan matriks akan didapatkan persamaan-persamaan berikut: 6+ 7a = 1 7a = 7 a = 1 Bentuk sistem persamaan linear dua peubah 3b + 21c =0:3 b+6c =1 b+7c =0 b+6c =1 - x1 c=-1, dengan subtitusi didapatkan b =7 Dengan menggunakan sifat matriks invers akan didapatkan a = 1, b = 7 dan c = -1. C. DETERMINAN MATRIKS Determinan suatu matriks A 2 2, dinotasikan dengan det A atau A didefinisikan det A = A = ad bc Sifat-sifat determinan adalah sebagai berikut: 1. det A = 0 matriks A singular atau tidak punya invers 2. det A t = det A 3. deta = 1-1 deta 6

4. det ka n n = k n det A n n 5. det AB = det A. det B 6. untuk matriks-matriks A n n, B, danc yang berlaku AB = C maka berlaku det A. n n n n det B = det C 7. det A n = (det A) n CONTOH SOAL x 3 1. Agar matriks 5 2x 1 singular maka nilai x adalah. Pembahasan: Syarat matriks singular x 3 det 0 5 2x 1 = x( 2x 1) 15 = 0 2 2x x 15= 0 ( 2x+ 5)( x 3) = 0 5 x= ataux= 3 2 2. Diketahui A= 2 1 4 3, B= 5 2 4 2 dan AC = B. Nilai dari determinan C adalah. Pembahasan: AC =B deta detc=detb (6 4)detC=(10 8) detc= 2 2 =1 3. Diketahui P= 2 1 4 3 dan Q= 4 5 2 3. Nilai dari det 3P -1 Q adalah. Pembahasan: P= 2 1 P det = 6 4 4 = 2 3 4 5 7

Q = 4 5 detq = 12 2 3 10 = 2 Maka det3p Q=3 detp -1 2-1 detq =9 1 detp detq =9 1 2 2 =9 D. MATRIKS INVERS UKURAN 3 x 3 Matriks invers ukuran 3 3 atau lebih dapat dicari dengan menggunakan rumus berikut: Dimana det A = determinan A Adj A = matriks adjoin A A = 1-1 deta adja a. Determinan matriks 3 x 3 Mencari determinan matriks 3 3 dapat ditempuh dengan menggunakan 2 cara, yaitu cara determinan dan aturan sarrus. 1. Cara Determinan a b c Misal matriks A = d e f, maka dengan cara determinan, determinan matriks A g h i dapat dicari dengan cara Perhatikan gambar ilustrasi berikut: deta=a e f g i -b d f g i +C d e g h + a b c d e f g h i - a b c d e f g h i a b c a e g f h -b d f g i 8

+ a b c d e f g h i +c d e g h CONTOH SOAL Tentukan determinan dari matriks Jawaban: 2 1 6 3-1 -3! 4 1 0-1 -3 2 1 0 3-3 4 0 +6 3-1 4 1 ( ) ( ) ( ) =2 0 (-3) 0 (-12) +6 3 (-4) =6 12 +42 =36 2. Cara Sarrus Cara ini yang paling mudah digunakan dalam mencari determinan matriks 3 3. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: Salin 2 kolom pertama matriks ke sebelah kiri Kalikan menyilang ke arah kanan bawah 3 angka 3 angka lalu jumlahkan. Hasilnya kita sebut KA Kalikan menyilang ke arah kiri bawah 3 angka 3 angka lalu jumlahkan. Hasilnya kita sebut KI Determinan matriks 3 3 nya dapat dinyatakan det A = KA KI 9

CONTOH SOAL 2 1 6 Tentukan kembali determinan dari matriks 3-1 -3 4 1 0 Jawab Salin 2 kolom pertama matriks ke sebelah kiri dengan cara sarrus! 2 1 6 2 3-1 -3 3 4 1 0 4 1-1 1 Kalikan menyilang ke arah kanan bawah 3 angka 3 angka lalu jumlahkan. Hasilnya kita sebut KA 2 1 6 2 3-1 -3 3 4 1 0 4 1-1 1 0 + (-12) + 18 = 6 (KA) Kalikan menyilang ke arah kiri bawah 3 angka 3 angka lalu jumlahkan. Hasilnya kita sebut KI 2 1 6 2 3-1 -3 3 4 1 0 4 1-1 1-24 + (-6) + 0 = -30 (KI) Determinan matriks 3 3 nya dapat dinyatakan det A = 6 (-30) = 36 b. Mencari Matriks Adjoin Matriks Adjoin adalah matriks yang berelasi pada determinan dan menjadi pembentuk matriks invers. Cara mencari adjoin yaitu dengan menggunakan transpose kofaktor. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: 1. Mencari minor dari setiap unsur. Minor suatu unsur mxn adalah determinan matriks baru yang didapat dari pencoretan unsur baris ke-m dan kolom ke-n. Perhatikan ilustrasi berikut: 10

a b c d e f g h i a b c d e f g h i m = e f 1 1 h i m = a c 3 2 d f 2. Tentukan Matriks kofaktor (C). Matriks kofaktor didapatkan dengan menggabungkan minor dengan diagram tanda berikut: + - + & - + - & + - + & M 3. Matriks Adjoin bisa didapatkan dengan Adj A = C t CONTOH SOAL 2 3 2 Tentukan Adjoin dari matriks A= 3-2 1! 3 5 2 Jawab 1. Mencari minor dari setiap unsur 2 3 2 3-2 1 m = -2 1 5 2 =-4-5=-9 1 1 3 5 2 2 3 2 3-2 1 m = 3 1 3 2 =6-3=3 1 2 3 5 2 2 3 2 3-2 1 m = 3-2 1 3 =15-(-6) =21 3 5 3 5 2 2 3 2 3-2 1 m = 3 2 5 2 =6-10=-4 2 1 3 5 2 2 3 2 3-2 1 m2 2 = 2 2 3 2 =4-6=-2 3 5 2 2 3 2 3-2 1 m 2 3 = 2 3 3 5 =10-9=1 3 5 2 11

2 3 2 3-2 1 m = 3 2-2 1 =3-(-4)=7 3 1 3 5 2 2 3 2 3-2 1 m = 2 2 3 1 =2-6=-4 3 2 3 5 2 2 3 2 3-2 1 m = 2 3 3-2 =4-9=-13 3 3 3 5 2 2. Tentukan Matriks kofaktor (C). +(-9) -(3) +(21) C= -(-4) +(-2) -(1) +(7) -(-4) +(-13) -9-3 21 C= 4-2 -1 7 4-13 3. Matriks Adjoin bisa didapatkan dengan -9 4 7 t AdjA=C = -3-2 4 21-1 -13 Setelah memahami bagaimana cara mencari determinan dan matriks adjoin maka matriks invers bisa ditentukan. CONTOH SOAL 2 1 6 Tentukan matriks invers dari 3-1 -3! 4 1 0 Jawab Determinan dari matriks di atas sudah dicari yaitu 36. Langkah selanjutnya adalah mencari matriks adjoin, diawali dengan mencari minor pada setiap posisi matriks. 12

m = 1 1-1 -3 1 0 =0-(-3)=3 m = 3-3 1 2 =0-(-12) =12 4 0 m = 3-1 4 1 =3-(-4) 1 3 =7 m = 1 6 1 0 =0-6=-6 2 1 m = 2 6 4 0 =0-24=-24 2 2 m = 2 1 4 1 =2-4=-2 2 3 m = 1 6 3 1 =-3-(-6) =3-1 -3 m = 2 6 3 2 =-6-18 =-24 3-3 m = 2 1 3-1 =-2-3=- 3 3 5 Maka matriks kofaktornya adalah 3-12 7 C= 6-24 2 3 24-5 Sehingga matriks adjoinnya adalah 3 6 3 t C = -12-24 24 7 2-5 Sehingga matriks inversnya adalah 3 6 3 1-12 -24 24 36 7 2-5 Untuk membuktikan kebenarannya kita akan kalikan matriks pada soal dengan matriks inversnya 2 1 6 3-1 -3 1 3 6 3-12 -24 24 = 1 2 1 6 3 6 3 3 36-1 -3-12 -24 24 36 4 1 0 7 2-5 4 1 0 7 2-5 = 1 6-12 +42 12-24+12 6+24-30 9+12-21 18+24-6 9-24 +15 36 12-12+0 24-24 +0 12 +24+0 = 1 36 0 0 0 36 0 36 0 0 36 1 0 0 = 0 1 0 0 0 1 Terbukti benar. 13

E. APLIKASI INVERS DAN DETERMINAN PADA SISTEM PERSAMAAN LINEAR Solusi sistem persamaan linear dua peubah dan tiga peubah dapat ditemukan dengan menggunakan konsep invers dan determinan. Sistem persamaan linear dua peubah adalah sistem linear yang memiliki bentuk umum ax + by = p cx + dy = q Yang dapat dinyatakan dalam bentuk matriks a c b x d y = p q fi x y = a b p c d q -1 Sistem persamaan linear tiga peubah adalah sistem linear yang memiliki bentuk umum ax + by + cz = p dx + ey + fz = q gx + hy + iz = r Yang dapat dinyatakan dalam bentuk matriks a b c x p x a b c d e f y = q fi y = d e f g h i z r z g h i -1 p q r CONTOH SOAL 4x -3y=5 1. Gunakan metode matriks untuk mencari solusi dari SPLDP 3x +5y=11 Pembahasan: Bentuk 4x 3y = 5 3x + 5y = 11 Dapat ditulis 4-3 x 3 5 y = 5 x 11 y = 4-3 5 3 5 11 x y = 1 5 3 29-3 4 5 11 x 1 58-1 14

x y = 1 58 29 29 x y = 2 1 Sehingga solusinya adalah (2, 1). 2. Gunakan metode matriks untuk mencari solusi dari SPLDP 2x 3y + z = -9 2x + y z = 9 x + y + z = 5 Pembahasan: Bentuk sistem persamaan 2x 3y + z = -9 2x + y z = 9 x + y + z = 5 Dapat ditulis 2-3 1 x -9 x 2-3 1-9 2 1-1 y = 9 y = 2 1-1 9 1 1 1 z 5 z 1 1 1 5 x y = 1 2 4 2-9 -3 1 4 14 9 z 1-5 8 5 x y = 1 28 56 14 z -14 x 2 y = 4 z -1 Sehingga solusi dari sistem pertidaksamaan tiga peubah diatas adalah (2, 4, -1) -1 Metode determinan dalam mencari solusi sistem persamaan linear dua dan tiga peubah. Bentuk SPLDP dan SPLTP dapat diselesaikan dengan menggunakan aturan determinan. Perhatikan formula berikut 15

SPLDP: a c p b x d y = p x= d q d = q x a c a y= d y d = c a c b d b d p q b d SPLTP p b c q e f a b c x p d e f y = q x= d x d = r h i a b c g h i z r d e f y= d y d = g h i a p c d q f g r i a b c d e f g h i a b p d e q z = d d = g h r z a b c d e f g h i 16

CONTOH SOAL Dengan metode determinan carilah solusi dari SPLTP x + y z = -4 2x + 4y + 2z = 10 x + 3y + z = 4 Pembahasan: SPLTP x + y z = -4 2x + 4y + 2z = 10 x + 3y + z = 4 dapat dituliskan 10 4 2 1 1-1 x -4 2 4 2 y = 10 x= d x d = 4 3 1 1 1-1 1 3 1 z 4 2 4 2-4 1-1 1 3 1 1-4 -1 2 10 2 y= d y d = 1 4 1 1 1-1 2 4 2 1 3 1 1 1-4 2 4 10 z= d d = 1 3 4 z 1 1-1 2 4 2 1 3 1 = -8-4 =2 = 4-4 =-1 = -20-4 =5 Sehingga solusinya adalah (2, -1, 5). 17

LATIHAN SOAL 1. Jika B = 4 3 5 4 dan AB = 3-2 -1 7-5, maka matriks A =. A. B. C. D. E. 2 1 3 1 13 5 2 10 5 3 9 12 9 5 12 3 3 5 9 23 2 1 2. Jika -1 1 X= 5 0 2-6, maka X=. A. B. C. D. E. 3-1 -1 5 12-6 3 4 7 1-1 5 1 2 3-4 1 2 3 4 3. Diketahui A= 3 -x 6 8 adalah matriks singular. Nilai x adalah. A. -5 B. -4 C. -3 D. 3 E. 4 18

4. Diketahui matriks A= 2 1 0-1 untuk k =. A. 1 atau 2 B. 1 atau -2 C. -1 atau 2 D. -1 atau -2 E. -1 atau 1 1 0 dan I= 0 1. Matriks (A ki)adalah matriks singular 5. Diberikan matriks-matriks A= 2 1-1 2 a -1,B =,C= 3 4 5 6 2 3. Jika determinan dari matriks 2A B + 3C adalah 10, maka nilai a adalah. A. -5 B. -3 C. -2 D. 2 E. 5 6. Hasil jumlah akar-akar persamaan 3x -1 3 =0 adalah. x+1 x+2 A. - 4 3 B. - 2 3 C. - 5 3 D. 2 3 E. 5 3 7. Diketahui P= -5 4-4 3 Q= 4 3 2 0, maka (PQ)-1 =. A. -5 2 2-5 2 3 B. 1 3 2 4-2 3 19

C. - 1 5 3 4-1 3 4 3 D. 2 0 1-2 E. -3 4 1 2 3 8. Invers dari matriks 2 5 3 1 0 8-40 16 9 A. 13-5 -3 5-2 -1 adalah. B. C. D. E. -40 16 9 13 5-3 5-2 -1 40 16 9-13 -5-3 5-2 -1-40 16 9 13-5 -3 5-2 -1-40 16-9 13-5 -3 5-2 -1 9. Nilai x yang memenuhi agar matriks A. -1 B. 1 C. 2 D. 3 E. 4 4 2 1 8 x+2 x 2 1 3 tidak memiki invers adalah. 20

10. Carilah sistem persamaan linear dua peubah berikut dengan menggunakan aturan invers! a. b. 7x +y=13 x-8y =10 3x -y=11 5x +3y=23 11. Carilah solusi dari SPLTP berikut dengan menggunakan metode determinan! 3x y + 4z = 13 x + y + 5z = 13 4x + 2y + z = 12 21