BAB IV DATA DAN PENGOLAHAN DATA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. Kebisingan adalah semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber. Transmigrasi Nomor Per.13/Men/X/2011 Tahun 2011).

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN. kebisingan lalu lintas dan wawancara terhadap penduduk yang dilakukan dengan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

Lampiran 1. N= jumlah data tiap subgroup * jumlah subgroup = 6 * 6 = 36 data

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISA PENYEIMBANGAN LINTASAN PRODUKSI CELANA NIKE STYLE X BERDASARKAN PENGUKURAN WAKTU BAKU PADA PT. XYZ. Benny Winandri, M.

BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Analisa Penetapan Upah Tenaga Kerja Berdasarkan Waktu Standar di PT. Semen Tonasa

ANALISA BESARAN NILAI EFISIENSI POMPA (P3) PADA MESIN MIXER DI LINE 2 PT. CCAI

Abstrak. Sakijo 1, Abdullah Merjani 2

PENGARUH PROSES PEMESINAN TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN PADA INDUSTRI OTOMOTIF

BAB I PENDAHULUAN. meningkat menjadi 464,2 TWh pada tahun 2024 dengan rata-rata pertumbuhan 8,7% per

Lamp n (menit) x/n

LAMPIRAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

HALAMAN SAMPUL BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun 2013, pada tanggal

METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI

Teknik Analisis Data dengan Statistik Parametrik

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengendalian Kualitas pada Produksi Pasta Gigi

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan dapat bersumber dari suara kendaraan bermotor, suara mesin-mesin

Lobes Herdiman 1, Ade Herman Setiawan 2 Laboratorium Perencanaan & Perancangan Produk (P3) Jurusan Teknik Industri-UNS 1

PENGARUH PAGAR TEMBOK TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN PADA PERUMAHAN JALAN RATULANGI MAKASSAR ABSTRAK

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PRISMA FISIKA, Vol. II, No. 2 (2014), Hal ISSN : TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS MANUSIA DI RUANG INAP RUMAH SAKIT

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

EVALUASI JUMLAH TENAGA KERJA YANG OPTIMAL DENGAN METODE WORK LOAD ANALYSIS (WLA) DAN WORK FORCE ANALYSIS (WFA) DI PT.

BAB 3 LANDASAN TEORI

ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP TINGKAT KECELAKAAN KERJA DAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT ABC. Benny Winandri, M.

Learning berbasis Moodle sebagai media pembelajaran. : Tes akhir (posttest) dilakukan setelah digunakannya E-Learning

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Seminar Nasional IENACO ISSN PENGELOMPOKAN STASIUN KERJA UNTUK MENYEIMBANGKAN BEBAN KERJA DENGAN METODE LINE BALANCING

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. apa yang akan dipakai pakai, karena dengan hal itu akan mepermudah penelitian,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

III. METODOLOGI A. KERANGKA PEMIKIRAN

Statistik Parametrik

METODE KERJA MENGGUNAKAN MOST UNTUK MENINGKATKAN OUTPUT PRODUKSI MUKENA

BAB IV IMPLEMENTASI DAN KEBUTUHAN SUMBERDAYA MANUSIA

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Data Tentang Peningkatan Prestasi belajar santri pondok. pesantren Al-Muhtadin desa Karang Kembang kecamatan Babat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN

BAB V ANALISA PEMBAHASAN

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB II METODE PENELITIAN

ANALISA TINGKAT KEBISINGAN DAN PENGENDALIAN KEBISINGAN PADA LANTAI PRODUKSI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. selesai sesuai dengan kontrak. Disamping itu sumber-sumber daya yang tersedia

GAMBARAN RESIKO GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA SARANA NON MEDIS DI AREA PLANTROOM RUMAH SAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH HARAPAN KITA JAKARTA

ABSTRAK. Kata Kunci: Gangguan Pendengaran, Audiometri

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan metode penelitian Quasi Experiment jenis

PENENTUAN TINGKAT KEBISINGAN PADA PABRIK KELAPA SAWIT PT TASMA PUJA KECAMATAN KAMPAR TIMUR

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. Korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Arikunto (2005:247) Penelitian

BAB II METODE PENELITIAN. menggunakan metode penelitian deskriptif dengan analisis data kuantitatif.

BAB III METODE PENELITIAN

Nama : Johanes Susanto NIM : Tugas online #4 TKT313 Metodologi Penelitian. Work Sampling

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

VI. ANALISIS MANAJEMEN DAN ORGANISASI

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENGUJIAN. pengontrol agar dapat bekerja secara otomatis. Terdapat tiga switch menjalankan

BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN, DAN ANALISIS DATA

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis

I.G.A Sri Deviyanti Teknik Industri - UNIPRA Surabaya ABSTRAK

BAB III TINJAUAN UMUM PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 4 PENGOLAHAN DATA PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. persaingan adalah banyaknya jumlah unit pengantongan semen (packing plant) yang

PERANCANGAN ISOLASI ENCLOSURE DAN BARRIER UNTUK SISTEM REFINERY PADA PERUSAHAAN MIGAS

GANGGUAN PENDENGARAN DI KAWASAN KEBISINGAN TINGKAT TINGGI (Suatu Kasus pada Anak SDN 7 Tibawa) Andina Bawelle, Herlina Jusuf, Sri Manovita Pateda 1

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksprimen semu (quasi eksprimen ),

BAB 2 LANDASAN TEORI

3.1. Waktu dan Tempat Alat dan Bahan. Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software For evaluation only.

DAFTAR ISI. Halaman. viii

BAB III METODOLOGI STUDI KASUS. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

BAB III METODE PENELITIAN

KEBISINGAN PADA KAPAL MOTOR TRADISIONAL ANGKUTAN ANTAR PULAU DI KABUPATEN PANGKAJENE

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM

BAB III METODE PENELITIAN

Konsep Just in Time Guna Mengatasi Kesia-Siaan dan Variabilitas dalam Optimasi Kualitas Produk

Operasional. Disampaikan Oleh : Kristian Suhartadi WN, SE., MM

BAB I PENDAHULUAN. Di dalam suatu perusahaan manufaktur, sistem manajemen harus

Transkripsi:

BAB IV DATA DAN PENGOLAHAN DATA. Lokasi Kerja Lokasi kami berada di selat mahakam, tepatnya di daerah samarindabalikpapan. Kami memiliki project di salah satu operator company multinasional. Mereka memiliki Gambar. : Gambaran Unit Di Lokasi Kerja Sumber : Dokumentasi di lapangan banyak sekali sumur minyak di dalam blok blok yang mereka miliki. Perusahaan tempat kami bekerja adalah terkait dengan perawatan sumur minyak, kami selalu berpindah pindah lokasi dari sumur satu ke sumur yang lainnya setiap bulannyanya. Unit dan area yang ada di control cabin, yaitu : jacking frame, waste tank, Control cabin, Office room, batch mixer, welden pump, power-pack, HT-00 pump, storage area, dan slickline area.

Dari total karyawan, kami bergantian mengoperasikan control cabin selama 0 hari berturut turut dengan bergantian shift siang dan malam, kemudian bergantian dengan crew yang datang. Perusahaan menuntut pekerja menyelesaikan pengoperasian control cabin setiap harinya dengan waktu yang cepat, akan tetapi suara bising di area kerja menjadi salah satu anggapan bahwa target penyelesain pekerjaan sering kali tidak sampai dari target yang di inginkan perusahaan. Peneliti menggunakan Sound level meter dalam pengukuran nilai suara dari mesin kerja, mengukur dengan durasi 0 menit dan setiap 0 detik di tulis sebagai data sehingga bisa di ketahui nilai minimum dan maksimum suara bising di lapangan. Dari hasil pengukuran di dapati nilai sebagai berikut: Suara Bising 00 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Gambar. :Nilai Kebisingan Di Area Kerja Sumber : Hasil pengukuran di lapangan a. Faktor Kebisingan di Control cabin Factor kebisingan di control cabin merupakan sumber suara bising

yang di hasilkan dari mesin kerja atau tempat kerja di area barge sea hevan, Alat alat kerja dan tempat sebagai berikut : Table. Pendukung Control Cabin No. Alat kerja No. Alat kerja Injector Batch mixer Waste tank Welden pump Control house HT 00 pump Power pack Storage area Office / rest room 0 Slick line unit Sumber : Area lokasi kerja barge sea hevan Hasil pengukuran di dapati nilai suara terendah yaitu 0db dan tertinggi db. Tingkat kebisingan yang di teiliti meliputi tingkatan, yaitu : 0-0db, -0db, -00db dalam pengoperasian control cabin. b. Data Usia Kerja Dan Medical Chek Up Pekerja Total pekerja yang berada di area barge sea hevan- dari bulan februari bulan juli 0. Data sebagai berikut :

Tabel. : Populasi Pekerja Di Barge No Nama Jabatan Usia (Tahun) A B C D E F G H I 0 J K L M N O P Sumber : Hasil Wawancara Di Lapangan Dari hasil wawancara dengan pekerja di dapati bahwa total populasi sebanyak crew yang semuanya menempati sebagai posisi operator lapangan. Umur para pekerja pun bervariatif dari yang termuda di usia tahun dan tertua di usia tahun. Tentunya ini menjadi perhatian penting bagi produktifitas perusahaan karena seiring kebisingan dan usia mungkin bisa mempengaruhi produktifitas kerja di department production solutions PT. ABC.

Tabel. Medical Check Up Audiometri Pekerja 0-0 No Nama Usia 0 0 A Tuli Konduktif ringan Tuli Konduktif ringan B C D E Tuli Sensorineural Menengah Tuli Sensorineural Menengah F Tuli Sensorineural ringan G H I 0 J Tuli Sensorineural ringan K L M N Tuli Sensorineural ringan O P Sumber : Hasil MCU Tahunan Perusahaan Setiap setahun sekali perusahaan mewajibkan seluruh pegawainya di berbagai lokasi kerja untuk mengikuti program medical check up tahunan. Di harapkan pekerja dan management mengetahui kondisi dan keadaan kesehatan masing masing individu. Ada berbagai macam bagian tubuh yang di lakukan pengecekan kesehatan, di antaranya tes kesehatan pendengaran dengan menggunakan tes audiometri. Pekerja di periksa untuk mengetahui penurunan ambang batas pendengaran karena biasanya orang tidak mengeluh

sampai ambang batas pendengarannya turun drastis. Dari hasil medical check up di temukan bahwa di tahun 0 terdapat karyawan yang mengalami gangguan pendengaran dan di tahun berikutnya 0 di dapati karyawan yang mengalami gangguan pendengaran orang dan 0 orang di nyatakan normal atau tidak mengalamai gangguan pendengaran. c. Proyek Kerja Perusahaan Di Blok Mahakam Januari 0 April 0 Tabel. Proyek Lapangan Blok Mahakam No Bulan Lapangan Target Sumur Yang Di Kerjakan Januari Blok Mahakam Februari Blok Mahakam Maret Blok Mahakam April Blok Mahakam Mei Blok Mahakam Juni Blok Mahakam Juli TEPI Offshore Agustus TEPI Offshore September TEPI Offshore 0 Oktober TEPI Offshore November TEPI Offshore December TEPI Offshore Januari TEPI Offshore Februri TEPI Offshore Maret TEPI Offshore April TEPI Offshore Sumber : Dokumen Engineering Solution Perusahaan telah membangun bisnisnya di Indonesia dengan

menjalin kerja sama dengan operator company, kami memiliki kontrak yang panjang terhadap perawatan sumur, sehingga produktifitas yang di hasilkan akan menjadi acuan utama operator company untuk terus menggunakan jasa perusahaan atau mencari perusahaan lain yang bisa mengotimalkan produktifitas. Dari hasil yang di dapat pada proyek kerja di tahun 0, bahwa perusahaan memiliki kontrak total Pemasangan CT packer, akan tetapi yang mampu di kejakan oleh crew hanya di angka saja, ada target yang tidak tercapai di angka. Ada hal teknik dan non teknis yang bisa menjadikan penyebab, bekerja di area bising mungkin salah satu penyebab mengapa produktifitas menurun. d. Elemen kerja Para operator melakukan pekerjaan rutin setiap harinya di lokasi, proses kerja di dasari pada hal yang berkaitan dangan pengoperasikan control cabin dari langkah awal di lantai kerja kemudian melangkah ke bagian tengah kerja dan bagian bawah kerja sampai kembali lagi ke atas sumur. Proses kerja pada operator control cabin sebagai beikut : Tabel. Elemen Kerja Pemasangan CT Packer Tahap Proses kerja Tahap Proses kerja Merangkai BHA Memompa diesel Peralatan CT Test Pengangkatan connector 0 Tes Tekanan pipa dengan diesel Test tekanan connector Menjalankan pipa sampai ke sumur

Test Tekanan Pipa dengan air Memasang BOP dan Memompa diesel ke dalam pipa Melakukan break sirkulasi raiser Test Tekanan PCE stack Memasang packer Tahap Proses kerja Tahap Proses kerja Membuang Pressure Memastikan packer sudah terkunci Pompa fluid ke dalam pipa Menarik CT ke atas permukaan Sumber : Desain Services Production Solution. Hasil Pengukuran Untuk memperoleh data pengamatan di area kerja, selain sound level meter penulis juga menggunakan jam henti ( Stop watch). Di mana data pengamatan di ambil dalam waktu kerja efektif jam selama kali di hari yang berbeda setiap hari sekali. Penulis di bantu rekan kerja untuk membantu mencatat hasil pengamatan di karenakan data yang di butuhkan harus di ambil dari semua total populasi, di mulai pukul 0:00am sampai selesai. Yang di catat adalah seluruh operator kerja yang berjumlah orang dan proses kerja berturut turut pada tiap tiap tingkatan kebisingan yaitu 0-0db, -0db, 0-00db.. Tabel hasil pengukuran waktu proses kerja dalam skala menit pada tingkat kebisingan di angka 0-0 Db. Pengukuran di lakukan pada

0 tanggal Juni 0, waktu di mulai dari jam 0.00 am sampai selesai. Lokasi berada di barge sea heavan pada saat proses kerja pemasangan CT packer. Tabel. Data Pengukuran Waktu Proses Kerja Pada Tingkat Bunyi - 00db Proses Kerja N 0 o.....0............. 0......0.......... 0..0.0 0...0..........0................ 0..........0.....0. 0......0.....0... 0.. 0......0..................0..0.0... 0

.. 0.............. 0.. 0......0..0......0 Proses kerja.. 0...0....0.0...0..0................... 0... 0............. 0........0........ 0................ 0..0............ Sumber : Hasil Pengukuran Di Lapangan. Tabel hasil pengukuran waktu proses kerja dalam skala menit pada tingkat kebisingan di angka -0 Db. Pengukuran di lakukan pada tanggal 0 Juni 0, waktu di mulai dari jam 0.00 am sampai selesai. Lokasi berada di barge sea heavan pada saat proses kerja pemasangan CT packer.

Tabel. Data Pengukuran Waktu Proses Kerja Pada Tingkat Bunyi - 0db Proses Kerja N 0 o.. 0........0......0..0....0............ 0........0.....0... 0........0........0 0...0..0.0.......... 0..........0.............0......0... 0..0........0...... 0........0......

Proses kerja 0.. 0......0.....0.....................0 0................ 0...0.....0...............0.......0.0. 0.................0..0........... Sumber : Hasil Pengukuran Di Lapangan. Tabel hasil pengukuran waktu proses kerja dalam skala menit pada tingkat kebisingan di angka 0-0 Db. Pengukuran di lakukan pada tanggal Juni 0, waktu di mulai dari jam 0.00 am sampai selesai. Lokasi berada di barge sea heavan pada saat proses kerja pemasangan CT packer.

Tabel. Data Pengukuran Waktu Proses Kerja Pada Tingkat Bunyi 0-0db Proses Kerja N 0 o.. 0................ 0........0..0....................0.. 0............................0.... 0................0......0................0.......... 0.............. 0.. 0..............

Proses kerja.. 0.......0......... 0................ 0..0..0..0.......0..............0..... 0................ 0...........0... Sumber : Hasil Pengukuran Di Lapangan Setelah di peroleh data waktu proses kerja dari masing masing tingkat suara bising, maka data tersebut di uji, seerti uji keseragaman data dan uji kecukupan data, kemudian di lakukan perhitungan untuk mendapatkan waktu baku. Dalam pengolahan data ini terdapat perhitungan uji korelasi berdasarkan output yang di hasilkan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara usia dan suara bising terhadap produktifitas kerja.. Pengujian Keseragaman Data Setelah melakukan pengumpulan data, langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan pada salah satu proses kerja, yaitu proses kerja ke -

(Test tekanan PCE stack) yang telah di buat sub group nya berdasarkan dari data yang telah di ukur (Tabel.). Table. Data Waktu Test Tekanan PCE Stack Pada Tingkat Kebisingan -00db Waktu Penyelesaian (Menit) Jumlah Waktu Rata-Rata.. 0....0............0 0...... Jumlah.0. Dari data yang telah di ukur (Tabel.), di ketahui bahwa jumlah N = dan jumlah sub group k =. Tingkat keyakinan = Pencerminan dari tingkat keyakinan yang di inginkan peneliti terhadap suatu percobaan adalah % dengan nilai distribusi normal Z =. ~ Tingkat ketelitian = penyimpangan data selama di lakukannya penelitian, dalam hal ini peneliti menganggap bahwa penyimpangan data selama melakukan percobaan sebesar s = 0% (0.) Hitung harga rata-rata : =. : =. Dimana : ΣXi = Jumlah rata rata sub group

K = Jumlah subgroup yang terbentuk Selanjutnya menghitung standar devisiasi sebenarnya dari waktu penyesuaian dengan : ) ) ) ) = Kemudian menghitung standar devisiasi sub group dengan : Dimana : σ = Standar devisiasi sebenarnya n = Ukuran sampel sub group = = 0. Dengan asumsi bahwa tingkat keyakinan penulis terhadap hasil pengukuran waktu pada proses kerja Control cabin yaitu % dan tingkat ketelitian = 0% di dapati nilai Z =. ~ maka : BKA = + Z x σx =. + x 0. =.0 BKB = - Z x σx =. x 0.

=. Berdasarkan hasil perhitungan di atas, nilai x rata rata dari masing masing sub group yaitu, berada di antara BKA dan BKB, maka penulis menyatakan bahw data data yang di dapati adalah terkendali.. Pengujian Kecukupan Data { ) ) } Berdasarkan Z ( Tingkat keyakinan % ~ ) dan tingkat ketelitian s = 0% maka nilai Z/s adalah /0. = 0 = { ) ) } =. Karena nilai N > maka data untuk proses kerja ke - pada tingkat kebisingan -00 db mencukupi batas control serta pengukuran yang di perlukan sudah mencukupi.. Perhitungan Statistic Parametris Untuk Menguji Hubungan Kebisingan Terhadap Kinerja Karena tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara usia dan suara kebisingan terhadap produktifitas kerja. Untuk mengetahui itu, penulis menggunakan satistik parametric untuk menguji hubungan dua variable apakah kedua variable tersebut berhubungan atau tidak dengan catatan harus berdistribusi normal. Jenis uji statistic parametric untuk pengujian hubungan yaitu korelasi product moment pearson.

Tabel.0 : Usia Kerja Dan Waktu Yang Di Hasilkan Pada Masing Masing Tingkat Kebisingan Waktu Yang Di Hasilkan & 00 db 0 db 0 0 db Usia (Menit) (Menit) (Menit) 0 0 0 0 Total 0 0 Setelah mengetahui total waktu yang di butuhkan operator dalam proses kerja control cabin dalam pemasangan CT packer dari masing masing tingkat

0 sumber kebisingan, maka langkah selanjutnya adalah pengujian korelasi dari umur operator dan total waktu yang di butuhkan dalam pengoperasian control cabin. Tabel. : Uji Korelasi Dengan Tingkat Suara Bising -00 db No. Usia Total waktu ( x - ) ( y - ) xy (X) (Y) x y. -0.. 0. -. -. 0.. 0.0 -. -. 0.. 0.0-0. 0. 0. 0. 0.0 -. -... -0.. 0. -. 0 -... 0. -. 0. 0. 0. 0.0 0.0. 0.. 0.0 0. 0. -0.. 0. -. -. 0.. 0.0 -. -.... -. 0.. 0.. 0. 0 -... 0. -.. 0.. 0.0 0..... 0. -... -. Jumlah

No. Usia Total waktu ( x - ) ( y - ) xy (X) (Y) x y Rata-rata.. ) ) = -0.0 Mengajukan kemungkinan jawaban, jika : Ho = Tidak terdapat hubungan antara nilai usia dengan total waktu di tingkat kebisingan -00 db. Ha = Terdapat hubungan antara nilai usia dengan total waktu di tingkat kebisingan -00 db.

Tabel. : Uji Korelasi Dengan Tingkat Suara Bising -0 Db No. Usia Total ( x - ) ( y - ) xy (X) waktu (Y) x y 0. -... -. -. -... 0. -. -.... 0. 0. 0. 0.. -.... -.. -0.. 0. - -. 0.. 0. -. 0. -0. 0. 0. -0.. -0.. 0. -0. 0..... -. 0.. 0. -. -.... - 0. 0. 0. 0. 0. -. -... 0....... -0.. 0. -0.

No. Usia Total ( x - ) ( y - ) xy (X) waktu (Y) x y 0. -.. 0 -. Jumlah.. Rata-rata ) ) = -0. Mengajukan kemungkinan jawaban, jika : Ho = Tidak terdapat hubungan antara nilai usia dengan total waktu di tingkat kebisingan -0 db. Ha = Terdapat hubungan antara nilai usia dengan total waktu di tingkat kebisingan -0 db. Tabel. : Uji Korelasi Dengan Tingkat Suara Bising 0-0 Db No. Usia Total ( x - ) ( y - ) xy (X) waktu x y (Y)... 0.. -.... -. -.... - 0.. 0... -... 0. -.

. 0.. 0.. -.... 0 0.. 0........ 0... 0. 0. -... 0. - -... 0. - 0.. 0... -... 0. -.. 0.. 0........... 0. Jumlah Rata-rata.. ) ) = 0. Mengajukan kemungkinan jawaban, jika : Ho = Tidak terdapat hubungan antara nilai usia dengan total waktu di tingkat kebisingan 0-0 db. Ha = Terdapat hubungan antara nilai usia dengan total waktu di tingkat kebisingan 0-0 db.