MULTIVIBRATOR A. Tujuan Kegiaan Prakikum 8-9 : Seelah memprakekkan Topik ini, anda diharapkan dapa :. Memahami macam-macam dan prinsip kerja mulivibraor. 2. Merancang imer/clock dan delay (aplikasi mulivibraor) sesuai keperluan. B. Dasar Teori Kegiaan Prakikum 8-9 Rangkaian mulivibraor merupakan rangkaian yang digunakan unuk keperluan pewakuan (iming) rangkaian elekronika. Mulivibraor merupakan rangkaian yang berubah anara dua level digial secara koninyu, berbasis free running aau berdasar perminaan dari sumber pemicu eksernal. Pada dasarnya ada 3 jenis mulivibraor, yaiu:. Bisabil : mulivibraor yang dipicu ke salah sau dari 2 kondisi digial oleh sumber eksernal, dan berada dalam kondisi ersebu sampai dipicu ke kondisi sebaliknya. 2. Asabil : osilaor free running yang berkondisi anara 2 level digial pada frekuensi dan siklus kerja erenu. 3. Monosabil : dikenal sebagai one-sho, memberikan pulsa luaran unggal pada lebar waku erenu keika dipicu dari sumber eksernal. Mulivibraor dapa dibangun dari gerbang logika dasar, IC khusus yang dirancang unuk aplikasi pewakuan (IC 555, IC 742 aau 7423) aaupun osilaor krisal. IC 555 adalah IC imer yang sanga populer dan banyak fungsinya. IC ini merupakan perani yang kesabilannya inggi unuk membangkikan waku unda yang akura (one-sho) aau osilaor. Kaki ambahan digunakan unuk memicu aau me-rese jika diinginkan. Pada mode operasi waku unda, waku ersebu dikonrol oleh sau resisor eksernal dan kapasior. Unuk operasi asabil sebagai osilaor, frekuensi free running dan siklus kerja dikonrol dengan dua kapasior eksernal dan sau kapasior. Rangkaian ersebu dapa dipicu aau di-rese pada epi urun. Susunan kaki IC 555 dapa diliha dalam Gambar..
8 GND VCC 2 7 TRIG DIS 3 6 Q THR 4 5 R CVol 555 Gambar. Susunan Kaki IC 555 D. Lembar Prakikum. Ala dan Bahan IC NE 555 IC 7404 Resisor 47K Ω Resisor 0K Ω Resisor 4K7 Ω Kapasior 680 pf Kapasior 0,0 µf Kapasior 00 µf Projec Board Pinse Funcion Generaor Osiloskop Frekuensi Couner Mulimeer Digial Power Supply DC Jumper 2 secukupnya 2. Kesehaan dan Keselamaan kerja (a) Periksalah kelengkapan ala dan bahan sebelum digunakan. (b) Pelajari dan pahami peunjuk prakikum pada lembar kegiaan prakikum. (c) Pasikan egangan keluaran cau daya sesuai yang dibuuhkan. (d) Sebelum cau daya dihidupkan hubungi dosen pendamping unuk mengecek kebenaran rangkaian. (e) Yakinkan empa anda aman dari sengaan lisrik. (f) Hai-hai dalam penggunaan peralaan prakikum!
3 3. Langkah percobaan 8. Rakilah rangkaian seperi Gambar.2 pada projec board. VCC=5V RA 4,7 k RB 0 k 7 2 U DIS 4 R VCC 8 TRIG Q 3 Vou 6 C 68 0 pf THR 55 5 GND CVol 5 0,0 u F Gambar.2 Rangkaian unuk Percobaan Mulivibraor Asabil 2. Ukur cau daya DC sebesar +5V. Maikan cau daya dan hubungkan ke rangkaian. 3. Hidupkan cau daya, osiloskop dan frequency couner. 4. Hubungkan probe osiloskop dan probe frequency couner ke Vou. 5. Se vol/div dan ime/div sehingga diperoleh gambar yang jelas. 6. Gambar sinyal luaran ersebu besera vol/div dan ime/div dan caa ampilan frekuensi pada frequency couner. DATA HASIL PERCOBAAN
4 ANALISIS Hasil Perhiungan Secara Teori Waku pengisian (luaran HIGH): HI 0,693 (R A R B ) C Waku pengosongan (luaran LOW): LO 0,693 (R ) C Periode oal: T HI LO B Frekuensi osilasi: f T (R A 0,693 (R,44 2R B A ) C Siklus kerja (duy cycle): D R A R B 2R B 2R B ) C Hasil Pengukuran dari Osiloskop dan Frequency Couner Waku pengisian (luaran HIGH): HI Waku pengosongan (luaran LOW): LO Frekuensi osilasi: f Periode oal: T f Siklus kerja (duy cycle): D HI HI LO
5 Tugas:. Menggunakan 555 rancang mulivibraor asabil yang berosilasi pada 50 khz dengan siklus kerja 60%. Ambil nilai C = 0,0022 F. 2. Berikan conoh salah sau aplikasi mulivibraor asabil dalam rangkaian elekronika digial.
6 4. Langkah Percobaan 9. Rakilah rangkaian seperi Gambar.3 pada projec board. VCC = 5V 2 TRIG 3 4 CVol R VCC THR DIS Q 6 7 5 8 0 k Vin 555 GND U2 RA 47k C 00 pf 0,0 uf U3A SN74LS04 2 Vou Gambar.3 Rangkaian unuk Percobaan Mulivibraor Monosabil 2. Ukur cau daya DC sebesar +5V. Maikan cau daya dan hubungkan ke rangkaian. 3. Ukur frekuensi pada funcion generaor sebesar 0 khz dan hubungkan ke Vin pada rangkaian. 4. Hidupkan cau daya, funcion generaor, osiloskop dan frequency couner. 5. Hubungkan 2 probe osiloskop ke Vin dan Vou, sera probe frequency couner berganian ke Vin dan Vou. 6. Se vol/div dan ime/div sehingga diperoleh gambar yang jelas. Gambar sinyal Vin dan Vou besera vol/div dan ime/div dan caa ampilan frekuensi pada frequency couner unuk keduanya. DATA HASIL PERCOBAAN
7 ANALISIS Hasil Perhiungan Secara Teori Frekuensi osilasi Vin dan Vou: f Lebar pulsa yang diinginkan pada Vou: W,(R ) C A Hasil Pengukuran dari Osiloskop dan Frequency Couner Unuk Vin: Waku HIGH: HI Waku LOW: LO Frekuensi osilasi: f Periode oal: T f Unuk Vou: Waku HIGH: HI Waku LOW: LO W Frekuensi osilasi: f Periode oal: T f
8 Tabel. Perbandingan Hasil Perhiungan dengan Pengukuran HI LO (W) T f Vin Vou Teori (Perhiungan) Prakek (Pengukuran) Teori (Perhiungan) Prakek (Pengukuran) TUGAS. Rancang rangkaian one-sho dengan IC 555 agar mengeluarkan sinyal dengan waku HIGH 0 s seiap periode 60 s. Asumsikan Vin mempunyai waku LOW selama s seiap periode 60 s dan Vcc yang digunakan sebesar 5V. Gambarkan benuk gelombang Vin dan Vou unuk rangkaian ersebu. 2. Rancanglah mulivibraor monosabil dengan IC 742 yang mengonversi gelombang koak 00 khz, siklus kerja 30% menjadi gelombang koak 00 khz, siklus kerja 50%. 3. Beri conoh aplikasi mulivibraor monosabil dalam rangkaian elekronika digial.
9 Daa Hasil Percobaan
0 Analisa
Kesimpulan