BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Hasil Penelitian Siklus I Penelitian yang dilaksanakan di MI Sendangkulon Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal pada siswa kelas IV ini merupakan

Skor Ketuntasan Jumlah Siswa Presentase (%) < 90 Tidak Tuntas 22 88% 90 Tuntas 3 12% Jumlah %

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. belajar materi cerpen yakni dalam mengidentifikasi unsur-unsur cerpen

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dilakukan dalam 2 (dua) siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga kali

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Model Pembelajaran kooperatif dengan tipe Group Investigation ini masih. asing bagi siswa kelas XI 6 Program Keahlian Multi Media SMK Kristen BM

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini akan diuraikan dalam tahapan tahapan pada setiap

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kategori Frekuensi Persentase (%) 1. < 65 Tidak Tuntas 6 23, Tuntas 20 76,92 Jumlah

Tingkat kemampuan A B C D 1 Apersepsi 10 2 Motivasi 12 3 Revisi 12

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas tentang peningkatan pemahaman materi jenisjenis

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. PTK. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian yang dilakukan dengan menerapkan pendekatan

Bab IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas 4 SDN Gedangan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. eksperimen dapat dideskripsikan sebagai berikut.

BAB IV. Nilai Rata-rata < Belum Tuntas 52, Tuntas Jumlah

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS PENELITIAN TINDAKAN KELAS

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Tipe Think Pair Share

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB ӏv HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tanggal 21 Februari 2015, dengan subjek terkait yaitu model, metode, atau

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Akuntansi Sekolah Menengah Kejuruan Pelita Salatiga, peneliti berhasil

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan guru mata pelajaran Matematika terkait dengan strategi dan metode

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Berikut ini merupakan penjelasan tiap siklusnya.

X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan :

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Kondisi Awal 1. Observasi Sebelum melaksanakan proses penelitian, dilakukan observasi pengambilan dan pengumpulan data dan informasi tentang subjek penelitian. Data-data yang dikumpulkan antara lain daftar nama siswa dan daftar nilai Tes Tengah Semester Sosiologi kelas XI IPS 1 SMAN 2 Salatiga. Berdasarkan pengumpulan data daftar nilai Tes Tengah Semester, diperoleh dari 38 siswa, hanya 9 siswa atau 23,68% yang lulus dari KKM (mendapat nilai 75-100). Nilai yang diperoleh siswa berkisar antara 50 74 dengan rata-rata kelas 70. Perolehan nilai rata-rata siswa siswa tersebut jauh dari ketuntasan minimal hasil belajar yang telah ditentukan oleh guru kelas XI IPS SMAN 2 Salatiga. Nilai terendah yaitu 60 dari 4 siswa dan nilai tertinggi 77 dari 3 siswa yang dapat disimpulkan bahwa pada kelas XI IPS I tersebut berada pada prestasi yang rendah dalam pembelajaran sosiologi. 36

Berikut adalah nilai Tes dan data nilai hasil ulangan siswa pada periode pra siklus: No Keterangan Pra Silkus 1 Rata-rata nilai siswa 71 2 Nilai tertinggi 83 3 Nilai terendah 59 4 Jumlah siswa tuntas 9 5 Presentase siswa tuntas 23,7% Tabel 4.1. Tabel Presentase Hasil Belajar Pra Siklus Keterangan : jumlah siswa : 38 Kriteria ketuntasan : 75 Maka dibuat kedalam bentuk diagram ketuntasan hasil belajar adalah sebagai berikut; Ketuntasan Hasil Belajar Sosiologi Pada Siswa Kelas XI IPS 1 SMAN 2 Salatiga 76,32% 23,68% Siswa Tuntas Tidak Tuntas Gambar 4.1 Diagram ketuntasan hasil belajar Pra Siklus Nilai Frekuensi Persentase (%) 75 65-74 55-64 9 25 4 23.68 65.79 10.52 Jumlah 38 100 Tabel 4.2. Tabel Pesentase Nilai Sosiologi Pra Siklus 37

Frekuensi Nilai Pra Siklus 10,52% 65,79% 23,68% Tuntas/ 75 65-74 55-64 Gambar 4.2. Diagram Presentase Nilai Pra Siklus Tabel frekuensi dan grafik histogram di atas dapat kita lihat ada 9 anak atau 34,62% yang mendapat nilai tuntas 75, ada 25 anak atau 65.79% yang mendapat nilai antara 65-74, dan ada 4 anak atau 10,52% yang mendapat nilai 55-64. B. Deskripsi Hasil Siklus I 1. Perencanaan Tindakan Pelaksanaan siklus I pada hari tanggal 4 November, 6 November, dn 11 November 2013 di ruang kelas XI IPS 1 SMU N 2 Salatiga. Pertemuan direncanakan berlangsung 4 x 45 menit dilaksanakan pada jadwal terstruktur. Langkah peneliti antara lain adalah menyiapkan rencana pembelajaran materi Sosiologi kelas XI IPS 1, kompetensi dasar Menganalisis faktor penyebab konflik sosial dalam masyarakat. Setelah membuat rencana pembelajaran, dilakukan cara membagi kelompok siswa dengan terlebih dahulu mengurutkan prestasi siswa rangking dalam kelas. Yaitu jumlah siswa dalam kelas 38 orang, dibagi dalam bagian 25% (rangking 1-9) kelompok sangat baik, 25% (rangking 9-16) kelompok baik, 25 % 38

selanjutnya (rangking 17-24) kelompok sedang. 25% (rangking 25-38) rendah. Selanjutnya dibagi menjadi 5 kelompok (merah, kuning, hijau, putih, ungu) yang isi tiap-tiap kelompok heterogen dalam prestasi belajar sosiologi. Selanjutnya siswa disediakan lembar kerja sebagai pedoman dalam kelompok diskusi metode pembelajaran jigsaw II. Pembagian kelompok jigsaw II dan lembar kerja yang diberikan kepada siswa sesuai dengan jadwal pelaksanaan siklus I. Evaluasi beserta kunci jawaban juga telah disiapkan (lihat lampiran), evaluasi bertujuan untuk mengukur sejauh mana keberhasilan proses pembelajaran yang dilakukan. 2. Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan pada tanggal 4 November, 6 November, dan 11 November 2013. Peneliti melakukan kegiatan sesuai dengan apa yang telah direncanakan, dimulai dengan penjelasan pada siswa tentang kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan metode Jigsaw II. Langkah-langkah yang dilakukan guru selama proses pembelajaran antara lain: Pertemuan I: Pada pertemuan I tanggal 4 November 2013 setelah guru melakukan apresiasi kepada murid dengan memperkenalkan identitas guru sebagai peneliti dan memberi penjelasan tentang tujuan pembelajaran materi konflik sosial pada kelas tersebut kemudian guru membagi kelompok 39

siswa berdiskusi. Adapun langkah yang dilakukan guru dalam melakukan tahap kooperatif membagi kelompok awal Jigsaw yaitu : 1. Guru memanggil 5 siswa yang berkemampuan di atas rata-rata (penentuan kemampuan ini berdasarkan masukan dari wali kelas yaitu ibu Nani Widiastuti, SPd) maju ke depan dan ditunjuk menjadi ketua dari masing-masing kelompok jigsaw yang beranggotakan 5-6 siswa. 2. Guru mempersilahkan para ketua kelompok jigsaw untuk membagi/memilih anggota kelompoknya dengan membagi kartu warna yang diberikan dari guru. Setelah kelompok terbentuk guru membagi lembar materi/lembar kerja yang telah ditentukan kepada masing-masing kelompok jigsaw. Selanjutnya guru memberi kesempatan kepada semua kelompok untuk mendiskusikan sub materinya masing-masing dengan suasana yang tenang dan guru berkeliling menuju ke kelompok-kelompok jigsaw untuk memastikan siswa berdiskusi dengan sungguh-sungguh dan membantu jika ada siswa dalam kelompok yang mengalami kesulitan dalam pemahaman. Proses pembelajaran berlangsung hingga hampir selesai 45 menit. Namun sebelum menutup pelajaran guru mengajak siswa bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas dalam masing-masing kelompok Jigsaw dan memberitahukan siswa untuk melanjutkan metode pembelajaran dengan menggunakan metode Jigsaw II pada pertemuan selanjutnya. 40

Pertemuan II: Pada pertemuan II tanggal 6 November 2013 setelah guru melakukan apresiasi kepada murid guru membuka pelajaran dengan merefleksi diskusi siswa pada pertemuan sebelumnya. Selanjutnya guru memberi kesempatan kepada siswa untuk membentuk kelompok awal Jigsaw sesuai pada pertemuan sebelumnya. Kemudian siswa kembali berdiskusi dengan kelompoknya masing-masing hingga menyelesaikan lembar kerjanya dan dalam hal ini disebut sebagai Tahap Ahli. Setelah diskusi berjalan dengan baik dan setiap kelompok ahli menyelesaikan diskusi tersebut guru kembali mengambil fokus perhatian kelas kemudian kembali mengacak siswa dari kelompok jigsaw untuk bertukar anggota ke kelompok lain supaya terjadi pertukaran informasi mengenai sub materi yang telah dikuasainya yang hal ini disebut dengan tahap kolaboratif yang akan dilakukan pertukaran anggota kelompok hingga 5 kali sesuai dengan tekhnik pembelajaran metode Jigsaw II yang sudah dijelaskan sebelumnya hingga sampai pada ke Tahap Review dan Evaluasi, yaitu guru mempersilahkan ketua dari masing-masing kelompok Jigsaw untuk maju kedepan dan mempresentasikan tentang materi Konflik sosial. Dalam presentasi tersebut guru memberikan kesempatan untuk Tanya jawab dalam presentasi tersebut kepada seluruh siswa dengan bantuan dari guru untuk menjawab pertanyaan yang tidak bisa diselesaikan oleh para siswa. Setelah proses pembelajaran berlangsung hingga hampir selesai 90 menit. Namun sebelum menutup pelajaran guru mengajak siswa bersama- 41

sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas dalam pembelajaran dengan menggunakan metode Jigsaw II dikelas tersebut dan memberitahukan bahwa akan diadakan ulangan pada pertemuan selanjutnya. Pertemuan III Pada pertemuan III tanggal 11 November 2013 ini guru melakukan Apresiasi dengan mengucapkan salam kepada siswa dan menanyakan kesiapan siswa untuk mengerjakan soal evaluasi. Kemudian guru membagikan Lembar Evaluasi untuk dikerjakan dengan suasana yang tenang hingga akhir jam pelajaran selesai yaitu 1x 45 menit dan guru menutup kelas. 3. Hasil Pengamatan Proses pembelajaran pada siklus I berlangsung dalam 4x 45 menit dalam 3 kali pertemuan. Metode Jigsaw II diterapkan pada saat pemberian lembar kerja kepada siswa, agar dalam pengerjaanya siswa menyelesaikan dengan cara berdiskusi untuk menemukan hasil dari persoalan yang diberikan dan siswa diberikan kewenangan untuk bertanya kepada guru jika terdapat kesulitan pemahaman materi dalam diskusi pada setiap masing-masing kelompoknya. Peran guru adalah sebagai pembimbing siswa dalam pengerjaan lembar kerja. Berdasarkan pada hasil pengamatan, sebagian besar siswa serius dalam mengerjakan lembar kerja yang dibagikan didalam kelompok Jigsaw tahap awal, ahli, kolaboratif, maupun review dan evaluasi, akan 42

tetapi terdapat siswa yang bersikap acuh terhadap diskusi terhadap kelompoknya, siswa tersebut memancing keributan kelas yang mengganggu jalannya diskusi kelas dan juga mengganggu konsentrasi belajar pada anggota kelompoknya yang lain sehingga menimbulkan berkurangnya pemahaman dalam materi konflik masa dan contohnya. Hal tersebut nampak pada hasil prestasi pada siklus I yang sebagian lebih dari siswa dalam kelas tersebut melakukan kesalahan dalam menjawab soal pilihan ganda mengenai contoh konflik masa dan contohnya tersebut. Jawaban siswa jauh dari kunci jawaban yang sudah disediakan. Padahal materi tersebut sebenarnya sudah harus dikuasai oleh siswa pada proses pembelajaran dengan menggunakan metode Jigsaw II. Daftar hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMAN 2 Salatiga pada siklus I dapat diketahui hasil rata-rata nilai siswa dan presentase ketuntasan yaitu; No Keterangan Silkus I 1 Rata-rata nilai siswa 84,21 2 Nilai tertinggi 94 3 Nilai terendah 60 4 Jumlah siswa tuntas 35 5 Jumlah siswa tidak tuntas 3 6 Presentase siswa tuntas 92,11% 7 Presentase siswa tidak tuntas 7,89% Tabel 4.3. Hasil Belajar Siswa Siklus I Keterangan : jumlah siswa : 38 Kriteria ketuntasan : 75 43

Ketuntasan Hasil Belajar 7,89% Siswa Tuntas Tidak Tuntas Gambar 4.3 Diagram ketuntasan hasil belajar Siklus I Nilai Frekuensi Persentase (%) 50 60 60-70 71 74 75-89 2 1 0 29 7.89 23.68 42.10 23.68 90-100 6 Jumlah 38 100 Tabel 4.4 Tabel Frekuensi ketuntasan hasil belajar Sosiologi Siklus I 4. Refleksi 92,11% Pembelajaran yang telah dilakukan pada siklus I belum mencapai target yang diinginkan, sedangkan rencana pembelajaran telah disusun sesuai dengan kerangka pembelajaran yang sesungguhnya yaitu pembelajaran menggunakan metode Jigsaw II pada peningkatan prestasi belajar Sosiologi. Melihat titik lemah yang terjadi pada sebagian kecil siswa berkenaan dengan contoh konflik masa sub materi macam-macam konflik sosial maka perlu diadakan penjelasan yang mendasar pada siswa kelas yang mengalami kesalahan pemahaman atau hambatan dengan memanfaatkan teman yang telah memahami materi untuk menjelaskannya yang akan dilakukan pada siklus II. 44

C. Deskripsi Hasil Siklus II 1. Perencanaan Tindakan Pelaksanaan siklus II direncanakan pada tanggal 13, 18, dan 20 November 2013 di ruang kelas XI IPS 1 SMAN 2 Salatiga. Siklus II diadakan berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, pada siklus II akan dilakukan tindakan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada siklus I dengan melakukan perubahan perencanaan tindakan. Pertemuan direncanakan berlangsung 5 x 45 menit dilaksanakan pada jadwal terstruktur. Siklus II berdasarkan hasil refleksi pada siklus 1, Pada siklus 2 akan dilakukan tindakan untuk mengatasi permasalah yang terjadi pada siklus 1 yaitu dengan menyiapkan rencana pembelajaran Sosiologi kelas XI IPS I, kompetensi dasar Menganalisis hubungan antara struktur sosial dengan mobilitas sosial. Setelah membuat rencana pembelajaran, siswa diberikan lembar kerja dan mengerjakannya secara berkelompok. Pembagian kelompok dan lembar kerja yang diberikan kepada siswa sesuai dengan rancangan pelaksanaan pembelajaran pada siklus II. Evaluasi beserta kunci jawaban juga telah disiapkan, evaluasi bertujuan untuk mengukur sejauh mana keberhasilan proses pembelajaran yang dilakukan. 45

2. Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan Pelaksanaan tindakan pada siklus II dilaksanakan pada tanggal 13, 18, dan 20 November 2013. Peneliti melakukan kegiatan sesuai dengan apa yang telah direncanakan, dimulai dengan penjelasan pada siswa tentang kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan metode Jigsaw II. Langkahlangkah yang dilakukan guru selama proses pembelajaran antara lain: Pertemuan I: Pada pertemuan I siklus II tanggal 13 November 2013 setelah guru melakukan apresiasi kepada murid dengan mengucap salam kemudian guru memberi penjelasan tentang tujuan pembelajaran materi mobilitas sosial pada kelas tersebut yang dilanjutkan guru membagi kelompok siswa berdiskusi. Adapun langkah yang dilakukan guru dalam melakukan tahap kooperatif membagi kelompok awal Jigsaw sama dengan yang dilakukan pada siklus I yaitu : 1. Guru memanggil 6 siswa yang berkemampuan diatas rata-rata (penentuan kemampuan ini berdasarkan masukan dari wali kelas yaitu ibu Nani Widiastuti, SPd) maju kedepan dan ditunjuk menjadi ketua dari masing-masing kelompok jigsaw yang beranggotakan 5-6 siswa. 2. Guru mempersilahkan para ketua kelompok jigsaw untuk membagi/memilih anggota kelompoknya dengan membagi kartu warna yang diberikan dari guru. 46

Kemudian setelah kelompok terbentuk guru membagi lembar materi/lembar kerja yang telah ditentukan kepada masing-masing kelompok jigsaw. Selanjutnya guru memberi kesempatan kepada semua kelompok untuk mendiskusikan sub materinya masing-masing dengan suasana yang tenang dan guru berkeliling menuju ke kelompok-kelompok jigsaw untuk memastikan siswa berdiskusi dengan sungguh-sungguh dan membantu jika ada siswa dalam kelompok yang mengalami kesulitan dalam pemahaman. Setelah siswa menyelesaikan lembar kerjanya yang dalam hal ini kelompok tersebut disebut sebagai Tahap kelompok ahli. Setelah diskusi berjalan dengan baik dan setiap kelompok ahli menyelesaikan diskusi tersebut guru kembali mengambil fokus perhatian kelas kemudian kembali mengacak siswa dari kelompok jigsaw untuk bertukar anggota ke kelompok lain supaya terjadi pertukaran informasi mengenai sub materi yang telah dikuasainya. Setelah proses pembelajaran berlangsung hingga hampir selesai 90 menit, guru akan menutup pelajaran. Namun sebelum menutup pelajaran guru mengajak siswa bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas dalam pembelajaran dengan menggunakan metode Jigsaw II dikelas tersebut dan memberitahukan bahwa diskusi akan dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya. 47

Pertemuan II: Pada pertemuan II tanggal 18 November 2013 setelah guru melakukan apresiasi kepada murid guru membuka pelajaran dengan merefleksi diskusi siswa pada pertemuan sebelumnya. Selanjutnya guru memberi kesempatan kepada siswa untuk membentuk kelompok awal Jigsaw sesuai pada pertemuan sebelumnya. Kemudian siswa kembali merefleksi pembahasan materi pada pertemuan sebelumnya. Setelah itu guru kembali mengacak siswa dari kelompok jigsaw untuk melanjutkan pertukaran anggota ke kelompok lain seperti pada pertemuan sebelumnya yang bertujuan agar terjadi pertukaran informasi mengenai sub materi yang telah dikuasainya yang hal ini disebut dengan tahap kolaboratif yang akan dilakukan pertukaran anggota kelompok hingga 5 kali sesuai dengan tekhnik pembelajaran metode Jigsaw II yang sudah dijelaskan sebelumnya hingga sampai pada ke Tahap Review dan Evaluasi, yaitu guru mempersilahkan ketua dari masing-masing kelompok Jigsaw untuk maju kedepan dan mempresentasikan tentang materi Mobilitas sosial yang akan dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya. Setelah proses pembelajaran berlangsung hingga hampir selesai 45 menit guru akan menutup pelajaran. Namun sebelum menutup pelajaran guru mengajak siswa bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas dalam pembelajaran dengan menggunakan 48

metode Jigsaw II dikelas tersebut dan memberitahukan bahwa akan diadakan ulangan pada pertemuan selanjutnya. Pertemuan III Pada pertemuan III tanggal 20 November 2013 ini guru melakukan Apresiasi guru mengucapkan salam kepada siswa dan menanyakan kesiapan siswa untuk melakukan tahap Review dan Evaluasi dengan memberi beberapa pertanyaan kepada siswa yang terkait dengan materi pembelajaran Mobilitas sosial. Selanjutnya guru mulai membuka pembelajaran dengan metode Jigsaw II yaitu guru mempersilahkan ketua dari masing-masing kelompok Jigsaw untuk maju kedepan dan mempresentasikan tentang materi mobilitas sosial. Dalam presentasi tersebut guru memberikan kesempatan untuk Tanya jawab dalam presentasi tersebut kepada seluruh siswa dengan bantuan dari guru untuk menjawab pertanyaan yang tidak bisa diselesaikan oleh para siswa. Adapun tahap review ini diberi waktu selama 40 menit, maka siswa berusaha untuk memanfaatkan waktu tersebut untuk benarbenar memahami materi. Suasana pembelajaran berlangsung dengan lancar dan Nampak siswa-siswi sangat antusias dalam pembelajaran tersebut hingga waktu habis dan dilanjutkan ke tahap evaluasi yaitu 45 menit siswa mengerjakan soal yang dibagikan guru hingga selesai. 49

3. Hasil Pengamatan Proses pembelajaran pada siklus II berlangsung dalam 3 kali pertemuan. Metode Jigsaw II diterapkan pada saat pemberian lembar kerja kepada siswa, agar dalam pengerjaanya siswa menyelesaikan dengan cara berdiskusi untuk menemukan hasil dari persoalan yang diberikan. Peran guru adalah sebagai pembimbing siswa dalam pengerjaan lembar kerja. Berdasarkan pada hasil pengamatan, siklus berhasil 100%. Nampak pada saat proses pembelajaran seluruh siswa serius dalam mengerjakan lembar kerja yang dibagikan didalam kelompok Jigsaw tahap awal, ahli, kolaboratif, maupun review dan evaluasi. Daftar hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMAN 2 Salatiga pada siklus II adalah sebagai berikut ; No Keterangan Silkus II 1 Rata-rata nilai siswa 95,9 2 Nilai tertinggi 100 3 Nilai terendah 75 4 Jumlah siswa tuntas 38 5 Jumlah siswa tidak tuntas 0 6 Presentase siswa tuntas 100% 7 Presentase siswa tidak tuntas 0% Tabel 4.5. Hasil belajar siswa siklus II Keterangan : jumlah siswa : 38 Kriteria ketuntasan : 75 50

Ketuntasan Hasil Belajar 0,00% 100,00% Siswa Tuntas Tidak Tuntas Gambar 4.4 Diagram ketuntasan hasil belajar Siklus II Nilai Frekuensi Persentase (%) 50 60 60-70 71 74 75-89 90-100 0 0 0 2 36 0 0 0 5,3 94,7 Jumlah 38 100 Tabel 4.6 Tabel Frekuensi hasil belajar Sosiologi Siklus II 4. Refleksi Kegaiatan pembelajaran yang telah dilakukan pada siklus II sudah mencapai target yang diinginkan, sesuai rencana pembelajaran yang telah disusun dengan kerangka pembelajaran yang sesungguhnya yaitu pembelajaran menggunakan metode Jigsaw II pada peningkatan prestasi belajar Sosiologi. D. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan paparan hasil penelitian diatas maka dapat diketahui presetasi belajar siswa kelas XI IPS I SMAN 2 Salatiga setelah mengikuti proses belajar-mengajar dengan menggunakan metode pembelajaran Jigsaw II dari nilai ulangan pra siklus, siklus I, dan siklus II yang selalu mengalami peningkatan hingga 100% pada siklus keduanya. 51

Pada siklus pertama mengalami peningkatan nilai rata-rata kelas yang sudah memenuhi standar KKM yaitu 75. Namun masih terdapat 2 siswa yang belum tuntas dalam hasil belajarnya. Hal tersebut membuat keberhasilan prosentase ketuntasan siswa tidak bisa mencapai 100%. Akan tetapi setelah dilakukan tahap siklus II dengan merefleksi hasil dari siklus I dan mencari titik lemah metode pembelajaran tersebut maka terjadi keberhasilan pada tahap siklus II yang mencapai prosentase ketuntasan belajar siswa menjadi 100%. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Hasil belajar siswa Peningkatan prestasi belajar siswa pada kegiatan penelitian dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Pra siklus Siklus I Siklus II Nilai rata-rata Ketuntasan % Nilai rata-rata Ketuntasan % Nilai rata-rata Ketuntasan % 71,42 23,68 84,21 92,11 95,97 100 Tabel 4.7 Tabel perbandingan prestasi belajar siswa Berdasarkan tabel diatas tampak bahwa nilai rata-rata siswa pada kondisi awal/pra siklus 71,42 dan siswa yang mencapai ketuntasan hanya 9 siswa atau 13,68%, dan pada siklus I nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 84,21 dengan 92,11% siswa mencapai ketuntasan belajar, kemudian pada silkus II mencapai keberhasilan ketuntasan belajar 100% dengan rata-rata siswa 95,97. Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar siswa selalu mengalami peningkatan dan bila dituangkan pada gambar maka akan tampak perbandingan hasil belajar siswa sebagai berikut; 52

100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Pra siklus Siklus I Siklus II Presentase Ketuntasan Nilai rata-rata Gambar.4..5 Grafik perbandingan hasil belajar siswa Dari pemaparan hasil belajar siswa dari mulai pra siklus, siklus I, sampai dengan siklus II selalu mengalami peningkatan, baik nilai rata-rata kelas maupun prosentase ketuntasan belajar siswa yang Nampak pada siklus II nilai rata-rata kelasnya 95,97 dan ketuntasan belajarnya mencapai 100%. Hal ini berarti sudah mencapai indikator keberhasilan penelitian hasil belajar yaitu 100% dan siswa yang tuntas KKM dengan nilai rata-rata kelas 75. Artinya metode pembelajaran Jigsaw II dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPS I SMAN 2 Salatiga pada mata pelajaran sosiologi. 53