Sistem Persamaan linier

dokumen-dokumen yang mirip
Sistem PERSAMAAN dan PERTIDAKSAMAAN linier

Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

PERSAMAAN & SISTEM PERSAMAAN LINEAR

A. Sistem Persamaan Linier dengan dua Variabel

Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) LOGO

SOLUSI SISTEM PERSAMAAN LINEAR

A. Persamaan Linier Dua

1 King s Learning. Nama Siswa. Kelas KOMPETENSI DASAR: x = 4. Untuk x = 4 disubstitusikan ke persamaan (1) 4 y = 2 y = 4 2. y = 2

fungsi Dan Grafik fungsi

Pertemuan Ke 2 SISTEM PERSAMAAN LINEAR (SPL) By SUTOYO,ST.,MT

Modul 05 Persamaan Linear dan Persamaan Linear Simultan

Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

Sistem-sistem Persamaan (Linear dan Non Linear)

Jenis Jenis--jenis jenis fungsi dan fungsi linier Hafidh Munawir

PERSAMAAN GARIS. Dua garis sejajar mempunyai gradien sama, sehingga persamaan garis yang sejajar l dan melalui titik (3,4) adalah

A. PERSAMAAN GARIS LURUS

Dalam bentuk SPL masalah ini dapat dinyatakan sebagai berikut:

SISTEM PERSAMAAN LINEAR, KUADRAT DAN PERTIDAKSAMAAN SATU VARIABEL

dimana a 1, a 2,, a n dan b adalah konstantakonstanta

Kumpulan Soal dan Pembahasan Sistem Persamaan Linier Dua Variabel.

Contoh Soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dan Pembahasannya

Bab. Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Pengertian SPLDV Penyelesaian SPLDV Penerapan SPLDV

FUNGSI, SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MENGGAMBAR GRAFIK

SISTEM PERSAMAAN LINEAR

Materi UN 2013 Prog. IPA SISTEM PERSAMAAN LINEAR

07/11/2009. By. M. Isral, S.Pd Page 1

matematika PEMINATAN Kelas X SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINEAR DAN KUADRAT K13 A. Pertidaksamaan Linear B. Daerah Pertidaksamaan Linear

MODUL MATA PELAJARAN MATEMATIKA

Sebuah garis dalam bidang xy bisa disajikan secara aljabar dengan sebuah persamaan berbentuk :

BAB X SISTEM PERSAMAAN LINIER

Matematika Semester IV

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

11/12/2015. SISTEM PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINIER Kelas X, Semester 1. C. Penerapan Sistem Persamaan Linier. Peta Konsep

Sistem PERSAMAAN dan PERTIDAKSAMAAN linier

1. Akar-akar persamaan kuadrat 5x 2 3x + 1 = 0 adalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

MATEMATIKA EKONOMI ( FUNGSI LINIER, GRAFIK FUNGSI DAN SISTEM PERSAMAAN LINIER )

Sistem Persamaan Linier (SPL)

A. DEFINISI DAN BENTUK UMUM SISTEM PERSAMAAN LINEAR KUADRAT

Persiapan UN SMP Matematika

6 Sistem Persamaan Linear

MADRASAH ALIYAH AL-MU AWANAH BEKASI SELATAN 2012

SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL

BAB II SISTEM PERSAMAAN LINEAR. Sistem persamaan linear ditemukan hampir di semua cabang ilmu

UJIAN NASIONAL TAHUN 2009/2010 MATEMATIKA (E-4.2) SMK

PERSAMAAN, FUNGSI DAN PERTIDAKSAMAAN KUADRAT

BAB II PERSAMAAN KUADRAT DAN FUNGSI KUADRAT

PEMBAHASAN SOAL UN MATEMATIKA SMK Kelompok Pariwisata, Seni, dan Kerajinan, Teknologi Kerumahtanggaan, Pekerjaan Sosial, dan Administrasi Perkantoran

Hal terburuk yang bisa menimpa manusia adalah jika ia berpikir buruk tentang dirinya sendiri.

2. FUNGSI KUADRAT. , D = b 2 4ac

Mata Pelajaran Wajib. Disusun Oleh: Ngapiningsih

1. Variabel, Konstanta, dan Faktor Variabel Konstanta Faktor

SOAL UN DAN PENYELESAIANNYA 2008

12. PERSAMAAN GARIS LURUS

DURASI PEMELAJARAN KURIKULUM SMK EDISI 2004

Soal-soal dan Pembahasan UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2004/2005

Course of Calculus MATRIKS. Oleh : Hanung N. Prasetyo. Information system Departement Telkom Politechnic Bandung

Persamaan Linear dan non Linier. Dr. Ananda Sabil Hussein

KISI-KISI SOAL UJIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP ) Mata Pelajaran : Matematika Satuan Pendidikan : SMA Kelas/ Semester : X/ Ganjil Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

Aisyah Purnama Dewi. MATEMATIKA WAJIB UNTUK SMA/MA Kelas X Semester 1 EDISI GURU. (Disertai Kunci Jawaban) Berbasis Teori Variasi

7. Bentuk sederhana dari. adalah.. 4. Jika log 2 = a dan log 3 = b, maka nilai log 18 = a. a + 2b b. 2a + b c. a + b d. a 2 + b e.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tegak, perlu diketahui tentang materi-materi sebagai berikut.

DURASI PEMELAJARAN KURIKULUM SMK EDISI 2004

Pilihlah jawaban yang paling tepat. 1. Ingkaran dari pernyataan: (~ q r) adalah... A. ~ ~ (~ q r) B. ( q ~ r ) C. ( ~ q) ~ r D. ~ (~ q r) E.

A. MENYELESAIKAN PERSAMAAN KUADRAT

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2006/2007

5. PERSAMAAN LINIER. 1. Berikut adalah contoh SPL yang terdiri dari 4 persamaan linier dan 3 variabel.

Soal dan Pembahasan UN Matematika Program IPS tahun 2008

8. Nilai x dari persamaan 2x = 1x 2 1 adalah Nilai x dari persamaan 4x ( x + 8 ) = 2(x 3 ) adalah

Jika persegi panjang ABCD di atas diketahui OA = 26 cm, maka panjang BO adalah... A. 78 cm. C. 26 cm B. 52 cm. D. 13 cm Kunci : C Penyelesaian :

MATEMATIKA BISNIS FUNGSI LINIER

MBS - DTA. Sucipto UNTUK KALANGAN SENDIRI. SMK Muhammadiyah 3 Singosari

FUNGSI. A. Relasi dan Fungsi Contoh: Manakah yang merupakan fungsi/pemetaan dan manakah yang bukan fungsi? (i) (ii) (iii)

Pertemuan 13 persamaan linier NON HOMOGEN

Silabus. Nama Sekolah : SMA Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas / Program : X / UMUM Semester : GANJIL

B B S S B S S B S S B B S S S B B S B S S S S B B S B B

β α α β SOAL MATEMATIKA UNTUK SMA istiyanto.com Mari Berbagi Ilmu Dengan Yang Lain A. Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UJI COBA UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN LEMBAR SOAL

BAB MATRIKS. Tujuan Pembelajaran. Pengantar

Pertemuan 1 Sistem Persamaan Linier dan Matriks

Mata Pelajaran MATEMATIKA Kelas X

PENJABARAN KISI-KISI UJIAN NASIONAL BERDASARKAN PERMENDIKNAS NOMOR 75 TAHUN SKL Kemampuan yang diuji Alternatif Indikator SKL

BAB XI PERSAMAAN GARIS LURUS

sama dengan p q. Perhatikan tabel berikut. p q B B S S B S S B S S B B S S S B B S B S S S S B B S B B

PERSAMAAN & PERTIDAKSAMAAN

BAB II ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL

SMPIT AT TAQWA Beraqidah, Berakhlaq, Berprestasi

Soal-soal dan Pembahasan UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2011/2012

Materi Fungsi Linear Fungsi Variabel, koefisien, dan konstanta Variabel variabel bebas Koefisien Konstanta 1). Pengertian fungsi linier

MATEMATIKA EKONOMI DAN BISNIS. Nuryanto.ST.,MT

Modul 6 SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL

PERSAMAAN GARIS SINGGUNG PARABOLA

(2) Titik potong kurva dengan sumbu y, bila x = 0, diperoleh x = 0 y = mx + n y = m(0) + n y = n Jadi, titik potongnya dengan sumbu y, adalah (0, n) y

Soal-Soal dan Pembahasan SBMPTN - SNMPTN Matematika Dasar Tahun Pelajaran 2010/2011

4. SISTEM PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN

6 FUNGSI LINEAR DAN FUNGSI

DURASI PEMELAJARAN KURIKULUM SMK EDISI 2004

PREDIKSI UN 2012 MATEMATIKA SMP

KETIDAKSAMAAN. A. Pengertian

Transkripsi:

Sistem Persamaan linier 5.1 Sistem Persamaan Linier Dua Peubah (Variabel) Bentuk Umum: a 1 x + b 1 y = c 1 a 2 x + b 2 y = c 2 Dimana a 1, b 1, c 1, a 2, b 2, c 2 R. Himpunan pasangan berurutan (x, y) yang memenuhi kedua persamaan di atas disebut Himpunan Penyelesaian (HP). Secara geometri, penyelesaian sistem persamaan di atas merupakan titik potong dua buah garis lurus. Ada 4 cara menyelesaikan sistem persamaan linear dua peubah, yaitu : 1. Eliminasi (penghilangan/penghapusan) 2. Substitusi (penggantian). Determinan (Aturan Cramers) 4. Grafik 1. Metode Eliminasi Yaitu dengan menghilangkan salah satu variabel (peubah) sehingga menjadi satu persamaan dengan satu peubah. Cara menghilangkannya bisa dikurangi atau ditambah dengan mengalikan terlebih dahulu kedua persamaan tersebut dengan suatu bilangan sehingga terdapat koefisien suatu peubah yang sama atau berlawanan tanda dari kedua persamaan di atas. Jika salah satu peubah sudah diketahui penyelesaiannya, maka untuk menentukan penyelesaian peubah yang lain dengan mengganti nilai peubah itu ke salah satu persamaan di atas sehingga persamaan tersebut dapat diselesaikan. Matematika Dasar Page 4

Contoh 5.1 2x + y = 1 dan x + 4y = 1 dengan menggunakan eliminasi! 2x + y = 1 x + 4y = 1 x 6x + 9y = x2 6x + 8y = 1 y = 2 2x +.2 = 1 x = 5 2 HP: {( 5 2, 2)} Tidak semua sistem persamaan a 1x + b 1 y = c 1 a 2 x + b 2 y = c 2 } mempunyai penyelesaian. Untuk perlu diketahui aturannya sebelum kita menyelesaikannya. Aturan 1: Aturan 2: Jika a 1 a 2 = b 1 b 2 = c 1 c 2 maka dikatakan kedua persamaan bergantungan. Penyelesaiannya tak terhingga banyaknya. Secara geometri berupa dua garis yang berimpit. Jika Aturan : a 1 a 2 = b 1 b 2 c 1 c 2 maka dikatakan kedua persamaan bertentangan (berlawanan). Penyelesaiannya tidak ada. Secara geometri berupa dua garis yang sejajar. Jika a 1 a 2 b 1 b 2 maka kedua persamaan dikatakan bebas. Penyelesaiannya tunggal, yaitu sepasang (x, y). Secara geometri berupa dua garis yang berpotongan. Latihan 5.1 1. Tentukan HP dengan menggunakan metode eliminasi. a) x + y = 5 4x y = 1 5x y = 1 } b. } c. 4x y = 7 x + 2y = 9 x + 4y = 2 } Matematika Dasar Page 5

2. Tentukan titik potong antara garis y = x + 6 dan 2y = 5x 11.. Suatu pecahan nilainya 2. Jika pembilang dikurangi 2 dan penyebut ditambah 7, maka nilai pecahan itu menjadi 1. Tentukan pecahan asalnya! 4 4. Suatu bilangan terdiri atas dua angka. Jumlah angka-angkanya 9. Bilangan itu 9 kali angka satuannya. Tentukan bilangan itu. 5. Keliling suatu persegi panjang 180 cm. Sedangkan kali panjangnya sama dengan 7 kali lebarnya. Berapa luasnya? 2. Metode Substitusi Yaitu mengganti salah satu peubah dari suatu persamaan dengan peubah lain dari persamaan lainnya. Maka yang tadinya suatu persamaan dengan dua peubah (heterogen) menjadi suatu persamaan dengan hanya satu peubah (homogen). Sehingga persamaan itu mudah diselesaikannya. Untuk menentukan nilai peubah lainnya dengan mengganti salah satu peubah dengan nilai peubah yang sudah diketahui sebelumnya. Contoh 5.2 x 2y = 5 x = 5 + 2y 2x + y = 4 } dengan menggunakan metode substitusi. x 2y = 5 Substitusi x = 5 + 2y ke 2x + y = 4 2x + y = 4 2(5 + 2y) + y = 4 10 + 4y + y = 4 7y = 14 y = 2 Substitusi y = 2 ke x 2y = 5 x 2y = 5 x 2( 2) = 5 Matematika Dasar Page 6

x + 4 = 5 x = 1 Jadi HP: {(1, 2)} Contoh 5. 4 + = 1 x y 2 + 6 dengan menggunakan metode substitusi. = } x y Misal: 1 = a dan 1 = b maka persamaan di atas menjadi: x y 4a + b = 1 b = 1 4a 2a + 6b = Substitusi b = 1 4a 2a + 6b = 2a + 6 ( 1 4a ) = 2a + 6 24a = 6a + 6 24a = 6a + 6 24a = 0a + 6 = 0a + 6 = 9 ke 2a + 6b = a = 1 2 a = 1 2 sehingga b = 1 4(1 2 ) a = 1 x 1 2 = 1 x x = 2 b = 1 2 b = 1 Matematika Dasar Page 7

b = 1 y 1 = 1 y = y Jadi HP: {(2, )} Latihan 5.2 1. Tentukan HP dengan menggunakan metode substitusi dari: a. x + y = 5 4x y = 1 5x y = 1 } b. } c. 4x y = 7 x + 2y = 9 x + 4y = 12 } 2. Tentukan persamaan garis lurus y = mx + c yang melalui titik-titik (2,1) dan (6, 9).. Jumlah dua bilangan 49 dan selisihnya 21. Tentukan kedua bilangan itu. 4. Ali membeli sebuah pensil dan 2 buah buku seharga Rp 2.500 sedangkan Budi membeli 2 pensil dan 5 buku seharga Rp 5.750. Tentukan masingmasing harga sebuah pensil dan sebuah buku. 5. Umur Reza sekarang 7 tahun lebih muda dari Sinta. Tiga tahun yang akan datang umur mereka berjumlah. Berapa umur mereka masing-masing sekarang?. Metode Determinan (Aturan Cramers) Untuk menyelesaikan sistem persamaan linier dengan menggunakan metode determinan caranya sebagai berikut: a 1 x + b 1 y = c 1 xb 2 x = c 1b 2 c 2 b c 1 b 1 1 c = 2 b 2 a 2 x + b 2 y = c 2 xb 1 a 1 b 2 a 2 b 1 a = D x 1 b 1 D a 2 b 2 a 1 x + b 1 y = c 1 xa 2 y = a 1c 2 a 2 c a 1 c 1 1 a = 2 c 2 a 2 x + b 2 y = c 2 xa 1 a 1 b 2 a 2 b 1 a = D y 1 b 1 D a 2 b 2 Matematika Dasar Page 8

Jadi: x = D x D Dimana: dan y = D y D syarat D 0 D = a 1 b 1 a 2 b 2 = a 1 b 2 a 2 b 1 D x = c 1 b 1 c 2 b 2 = c 1 b 2 c 2 b 1 D y = a 1 c 1 a 2 c 2 = a 1 c 2 a 2 c 1 Contoh 5.4 4x + 5y = 6 } dengan menggunakan metode determinan. x 4y = 11 D = 4 5 = (4. 4) (.5) = ( 16) (15) = 1 4 D x = 6 5 = (6. 4) (11.5) = ( 24) (55) = 79 11 4 D y = 4 6 = (4.11) (.6) = (44) (18) = 26 11 x = D x D = 79 1 = 79 1 Jadi, HP: {( 79 1, 26 1 )} 4. Metode Grafik y = D y = 26 = 26 D 1 1 Yaitu penyelesaian sistem persamaan dengan menggunakan perpotongan dua buah garis lurus. Contoh 5.5 x y = } dengan menggunakan metode grafik. x + 2y = 9 Garis x y = Garis x + 2y = 9 x = 0, maka y = x = 0, maka y = 9 2 y = 0, maka x = y = 0, maka x = 9 Matematika Dasar Page 9

Maka garis x y = melalui (0, ) dan (, 0), sedangkan garis x + 2y = 9 melalui (0, 9 ) dan (9, 0) 2 Gambarnya: x y = x + 2y = 9 (5, 2) Karena titik potongnya di titik (5, 2), maka HP: {(5, 2)} Latihan 5. 1. Tentukan HP-nya dengan menggunakan metode determinan. a) x + y = 5 4x y = 5 5x y = 1 } b) } c) 4x y = 7 x + 2y = 9 x + 4y = 2 } 2. Tentukan HP-nya dengan menggunakan metode grafik. a) y = x x + y = y = x + 2 } b) 2x y = } c) y = 2x x + y = 6 } 5.2 Sistem Persamaan Linier Tiga Peubah (Variabel) Bentuk Umum: a 1 x + b 1 y + c 1 z = d 1 a 2 x + b 2 y + c 2 z = d 2 } a x + b y + c z = d Penyelesaian dari sistem persamaan linear tiga peubah berupa himpunan pasangan berurutan (x, y, z). Secara geometri berupa titik potong dari tiga buah bidang datar. Cara penyelesaiannya ada, yaitu: 1. Metode Eliminasi 2. Metode Substitusi. Metode Determinan (Aturan Cramers) Matematika Dasar Page 40

1. Metode Eliminasi Cara menyelesaikan sistem persamaan linear tiga peubah dengan eliminasi yaitu dengan mengeliminasi (menghilangkan) salah satu peubah sehingga yang tadinya persamaan dengan 2 peubah menjadi 2 persamaan dengan 2 peubah. Lalu diselesaikan dengan cara menyelesaikan sistem persaman linear 2 peubah. Untuk menentukan nilai peubah yang terakhir, dengan mengganti dua peubah yang sudah diketahui dari salah satu persamaan. Contoh 5.6 eliminasi. Eliminasi z dari: x + 2y z = 8 4x y + 2z = 0 } dengan menggunakan metode x + y 4z = 1 x + 2y z = 8 4x y + 2z = 0 x2 2x + 4y 6z = 16 x 12x y + 6z = 0 14x + y = 16 Eliminasi z dari: 4x y + 2z = 0 x + y 4z = 1 x2 8x 2y + 4z = 0 x1 x + y 4z = 1.(1) 12x + y = 1 Dari persamaan (1) dan (2) akan didapat nilai x dan y, yaitu: 14x + y = 16 12x + y = 1.(2) 2x = x = 2 Substitusikan x = 2 ke persamaan 14x + y = 16, maka didapat: 14. ( ) + y = 16 21 + y = 16 y = 5 2 Untuk menentukan nilai z, maka x = 2 dan y = 5 disubstitusikan ke persamaan x + 2y z = 8 Matematika Dasar Page 41

( 2 ) + 2. ( 5) z = 8 2 10 z = 8 z = 25 6 Jadi, HP: {( 25, 5, )} 2 6 Latihan 5.4 1. Tentukan HP dengan menggunakan metode eliminasi. a) x + y + 4z = 2 2x y 5z = } b) x 2y + z = 2 2x y + z = } x + 2y 2z = 1 2x 4y + 4z = 10 2x y + 4z = 8 c) x + 2y z = 4 } x y + 2z = 5 2. Tentukan persamaan parabola y = ax 2 + bx + c yang melalui titik-titik (1, 2, ), (, 7, 5), dan (6, 4, 2).. Suatu bilangan terdiri atas tiga angka. Jumlah angka-angkanya 15. Jika angka ratusan dan puluhan dipertukarkan, maka bilangan yang baru 60 kurangnya dari bilangan asal. Sedangkan jika angka puluhan dan satuan dipertukarkan tempatnya, maka bilangan baru 198 kurangnya dari bilangan asal. Tentukan bilangan asal! 2. Metode Substitusi Menyelesaikan sistem persamaan linear peubah dengan menggunakan metode substitusi yaitu dengan mengganti salah satu peubah dari dua persamaan dengan peubah dari persamaan lainnya sehingga yang tadinya persamaan dengan peubah menjadi 2 persamaan dengan 2 peubah. Lalu selesaikan seperti menyelesaikan sistem persamaan linear dengan 2 peubah. Untuk menentukan nilai peubah yang ketiga, substitusikan 2 nilai peubah yang sudah diketahui ke salah satu persamaan yang ada. Matematika Dasar Page 42

Contoh 5.7 substitusi! x + 2y z = 8 x = 8 2y + z x + 2y z = 8 4x y + 2z = 0 } dengan menggunakan metode x + y 4z = 1 Substitusikan x = 8 2y + z ke persamaan (2) dan (), maka 4(8 2y + z) y + 2z = 0 9y + 14z = 2 (4) (8 2y + z) + y 4z = 1 y + 5z = 11 (5) Dari (4) dan (5) selesaikan dengan substitusi: 9y + 14z = 2 y = Substitusikan y = 2+14z 9 2 14z 9 y = ke persamaan (5), maka 2 + 14z ( ) + 5z = 11 z = 1 9 Substitusikan z = 1 ke persamaan (4), maka 9y + 14( 1) = 2 y = 2 2 + 14z 9 Substitusikan y = 2 dan z = 1 ke persamaan (1), maka x + 2(2) ( 1) = 8 x = 1 Jadi, HP: {(1, 2, 1)} Latihan 5.5 1. Tentukan HP dengan menggunakan metode substitusi! a) x + y + 4z = 2 2x y 5z = } b) x 2y + z = 2 2x y + z = } x + 2y 2z = 1 2x 4y + z = 10 2x y + 4z = 8 2x y = 18 c) x + 2y z = 4 } d) 4y + 5z = 6 } x y + 2z = 5 x 4z = 1 Matematika Dasar Page 4

2. Jumlah tiga buah bilangan sama dengan 6. Bilangan pertama ditambah bilangan kedua sama dengan bilangan ketiga, dan bilangan kedua besarnya dua kali bilangan pertama. Tentukan masing-masing bilangan tersebut!. Skor ujian siswa berjumlah 78, skor siswa pertama 10 lebihnya dari iswa kedua, sedangkan skor siswa ketiga 4 kurangnya dari siswa pertama. Berapa skor masing-masing siswa?. Metode Determinan Cara menyelesaikan sistem persamaan linear peubah dengan meggunakan metode determinan sama seperti yang dua peubah, yaitu : x = D x D, y = D y D, dan z = D z D Bedanya hanya cara menentukan nilai determinannya. Untuk menentukan nilai determinan matriks x yaitu dengan diagram SARRUS. Caranya : 1. Salin kolom ke-1 dan kolom ke-2 lalu tempatkan di kolom ke-4 dan ke-5 2. Jumlahkan perkalian bilangan-bilangan pada diagonal ke bawah, lalu kurangkan dengan perkalian bilangan-bilangan pada diagonal ke atas. Contoh 5.8 1 4 7 Tentukan determinan A atau A jika A = [ 2 5 8] 6 9 1 4 7 1 4 A = [ 2 5 8] 2 5] 6 9 6 = (1.5.9) + (4.8.) + (7.2.6) (.5.7) (6.8.1) (9.2.4) = (45) + (96) + (84) (105) (48) (72) = 0 Matematika Dasar Page 44

Contoh 5.9 determinan! 1 2 1 2 D = [ 4 1 2 ] 4 1] = 4 8 2 8 2 D x = [ 0 1 2 ] 0 1] = 1 4 1 1 8 1 8 D y = [ 4 0 2 ] 4 0 ] = 6 1 4 1 1 2 8 1 2 D z = [ 4 1 0 ] 4 1] = 1 1 x = D x D = = 1 Jadi, HP: {(1, 2, 1)} x + 2y z = 8 4x y + 2z = 0 } dengan menggunakan metode x + y 4z = 1 y = D y D = 6 = 2 z = D z D = = 1 Latihan 5.6 1. Tentukan nilai determinan dari matriks berikut! 1 1 4 1 2 a) A = [ 0 2 2] b) B = [ 5 0] c) C = [ 4 0 ] 2 0 1 0 2 1 1 4 2. Tentukan HP dengan metode determinan dari: a) x + y + 4z = 2 2x y 5z = } b) x 2y + z = 2 2x y + z = } x + 2y 2z = 1 2x 4y + z = 10 2x y + 4z = 8 2x y = 18 c) x + 2y z = 4 } d) 4y + 5z = 6 } x y + 2z = 5 x 4z = 1 Matematika Dasar Page 45