No HP : 082183802878
PERAWATAN / MAINTENANCE kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas atau peralatan mesin kegiatan pemeliharaan, perbaikan penyesuaian, maupun penggantian sebagian peralatan yang diperlukan agar sarana fasilitas pada kondisi yang diharapkan dan selalu dalam kondisi siap pakai.
Peranan Perawatan Mesin Bahan Baku Input Proses Produksi Output Produk Jadi Kesiapan Sarana Produksi Alat / Mesin Perawatan Mesin
Tujuan Perawatan. 1. Memperpanjang usia kegunaan aset. 2. Menjamin ketersediaan mesin produksi : Selalu siap diperlukan sesuai rencana Tidak rusak selama produksi berjalan. Dapat bekerja efisien dan kapasitas yang diinginkan. 3. Menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang diperlukan dalam keadaan darurat setiap waktu
4. Menjamin keselamatan orang yang menggunakan mesin tersebut. 5. Menghemat waktu, biaya dan material karena peralatan terhindar dari kerusakan besar. 6. Kerugian baik material maupun personel akibat kerusakan dapat dihindari sedini mungkin, karena terjadinya kerusakan 7. Timbulnya kerusakan tambahan akibat kerusakan awal dapat segera dicegah.
Perawatan Yang Baik 1. Berkurangnya perbaikan darurat. 2. Tenaga kerja / mekanik dapat lebih efisien. 3. Kesiapan dan kehandalan mesin dapat lebih efisien. 4. Memberikan informasi kapan peralatan perlu diperbaiki atau diganti. 5. Anggaran perawatan dapat dikendalikan.
Kategori Mesin/Peralatan Produksi Ditinjau dari tingkat kerumitan, harga, peranan dan resiko dalam suatu mata rantai produksi, mesin digolongkan atas : 1. Critical 2. General Purpose (Non critical) 3. Essential (Potentially critical) Kategori ini untuk menentukan strategi perawatan yang cocok.
Mesin Critical Kalau rusak : dapat membahayakan proses produksi terganggu Investasi mahal Biaya perbaikannya mahal (misal: high speed turbine/ power house) Waktu untuk perbaikan lama
Mesin General Purpose Kalau rusak : tidak membahayakan tidak mengganggu proses produksi Investasi tidak mahal Biaya perbaikan tidak mahal Mempunyai unit cadangan Tidak mengakibatkan kerusakan sekunder
Mesin Essential (Potentially Critical) Kalau rusak : dapat membahayakan jika mesin cadangan ikut rusak proses produksi terganggu jika mesin cadangan ikut rusak Investasi sedang Biaya perbaikannya kadang mahal kadang murah Waktu perbaikan agak lama
Preventive Maintenance Salah satu komponen penting dalam aktivitas perawatan. Aktivitas perawatan yang dilakukan sebelum terjadinya kerusakan pada komponen mesin, dimana sebelumnya sudah dilakukan perencanaan dengan pengawasan yang sistematik, deteksi dan koreksi agar dapat mempertahankan fungsinya secara maksimal.
Dasar Perawatan Preventif
a. Inspeksi. Inspeksi bagian luar mengamati dan mendeteksi kelainankelainan yang terjadi pada mesin yang sedang beroperasi, misalnya: timbul suara yang tidak normal, getaran, panas, asap dan lain-lain. Inspeksi bagian dalam pemeriksaan elemen-elemen mesin yang dipasang pada bagian dalam seperti: roda gigi, ring, paking, bantalan dan lain-lain. TPM
Frekuensi inspeksi perlu hati-hati : Terlalu kurangnya inspeksi dapat menyebabkan kerusakan yang sulit untuk diperbaiki dengan segera. Terlalu sering diadakan inspeksi dapat menyebabkan mesin kehilangan waktu produktivitasnya. Frekuensi pelaksanaan inspeksi harus benar-benar ditentukan berdasarkan pengalaman dan jadwal program untuk inspeksi perlu dipertimbangkan dengan matang.
b. Pelumasan. Komponen-komponen mesin yang bergesekan seperti roda gigi, bantalan dsb, harus diberi pelumasan secara benar agar dapat bekerja dengan baik dan tahan lama. Pemberian pelumas perlu diperhatikan: jenis pelumas, jumlah pelumas, bagian yang diberi pelumas waktu pemberian pelumas
c. Perencanaan dan Penjadwalan. Jadwal program perawatan perlu disiapkan dan harus ditaati dengan baik. Program perawatan harus dibuat secara lengkap dan terperinci menurut spesifikasi yang diperlukan Adanya jadwal harian, mingguan, bulanan, tiap tiga bulan, tiap setengah tahun, setiap tahun dan sebagainya.
Analisis yang dibuat berdasarkan catatan tersebut akan membantu : Pencegahan kerusakan daripada memperbaiki kerusakan yang terjadi. Mengetahui tingkat kehandalan mesin. Menentukan umur mesin. Memperkirakan kerusakan mesin dan merencanakan untuk memperbaikinya sebelum terjadi kerusakan. Menentukan frekuensi pelaksanaan inspeksi. Menentukan untuk pembelian mesin yang lebih baik dan cocok berdasarkan pengalaman masa lalu.
d. Pencatatan dan Analisis. membantu kelancaran pekerjaan perawatan 1. Buku manual operasi. 2. Manual instruksi perawatan. 3. Kartu riwayat mesin. 4. Daftar permintaan suku cadang. 5. Kartu inspeksi. 6. Catatan kegiatan harian. 7. Catatan kerusakan, dan lain-lain.
TPM Autonomous Maintenance Step. No. 1 2 3 4 5 Problem Found Here Equipment: :Asset No.: Date Found: Found By: Description of Problem: TPM Autonomous Maintenance Step. No. 1 2 3 4 5 Problem Found Here Equipment: :Asset No.: Date Found: Found By: Description of Problem: REMOVE THIS SHEET AFTER ATTACHING TAG AND USE IT AS COPY Page 1 ATTACH THIS SHEET TO EQUIPMENT Page 2 Date Repaired: Repair Made By: Description of Repair: RETURN THIS TAG TO THE ORIGINATOR Page 3
Keuntungan Perawatan Preventif Waktu terhentinya produksi menjadi berkurang. Berkurangnya waktu untuk menunggu peralatan yang dibutuhkan. Berkurangnya pengeluaran biaya perbaikan. Penggantian suku cadang yang direncanakan dapat dihemat kebutuhannya, sehingga suku cadang selalu tersedia di gudang setiap waktu. Keselamatan kerja operator lebih tinggi karena berkurangnya kerusakan.
Perawatan Korektif Tindakan perawatan untuk mengatasi kerusakan/ kemacetan yang terjadi berulang. Diterapkan pada peralatan/ mesin yang sewaktu-waktu dapat rusak. Dipelajari penyebabnya, perbaikan apa yang dapat dilakukan, dan bagaimanakah tindakan selanjutnya untuk mencegah agar kerusakan tidak terulang.
Mengatasi kerusakan 1.Merubah proses 2.Merancang kembali komponen yang gagal 3.Mengganti dengan komponen baru atau yang lebih baik 4.Meningkatkan prosedur perawatan preventif : melakukan pelumasan sesuai ketentuan mengatur kembali pekerjaan inspeksi 5.Meninjau kembali dan merubah sistem pengoperasian mesin: Merubah beban unit, Melatih operator dengan sistem operasi yang lebih baik, terutama pada unit-unit khusus.
Perawatan Berjalan Dilakukan ketika fasilitas atau peralatan dalam keadaan bekerja. Diterapkan pada peralatan-peralatan yang harus beroperasi terus dalam melayani proses produksi.
Perawatan Prediktif Dilakukan untuk mengetahui terjadinya perubahan atau kelainan dalam kondisi fisik maupun fungsi dari sistem peralatan. Prediktif dilakukan dengan bantuan panca indra atau alat-alat monitor yang canggih.
Cara Mengantisipasi Kerusakan 1. Perbaikan (repair), 2. Perbaikan secara menyeluruh (overhaul) 3. Penggantian peralatan tersebut (replacement). Permasalahan yang paling utama dalam pengambilan keputusan overhaul dan repair ditentukan dalam hal berikut : Interval waktu antara setiap overhaul. Tingkatan ketika suatu peralatan/ mesin harus memperoleh perlakuan repair atau overhaul.
Photo Of Problem
Equipment Asset Page Name: No.: No.: Type HTA SOC Description Of Problem Item Cleaning, Lubrication, Inspection Countermeasure Who Found Completion Who Responsible Target Actual
Temporary Standard Check Sheet (Inspection, Cleaning, Lubrication) Sketch Line Machine Effective Period Team Leader Supervisor Unit Manager Year Month Zone No. Description I.C.L. What To Do & Items Used How Often Who Target Time A B C D E F G H I
Sample Of Temporary Standard Check Sheet
Operator Autonomous Maintenance 7 Steps T P M General Inspection Prepare Temporary Standards Countermeasures for Hard-To-Access & Source Of Contamination Aut. Mgt. Standardization Autonomous Inspection 7 6 5 4 3 2 Initial Clean-up 1