Trainer Agri Group Tier-2

dokumen-dokumen yang mirip
BAB VI PERAWATAN DI INDUSTRI

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III JENIS JENIS PERAWATAN

suatu obyek, sehingga diharapkan dapat berfungsi secara maksimal sesuai dengan

Kebijakan Perawatan. Sistem Perawatan TIP FTP UB Mas ud Effendi

Bab 3 Metodologi Pemecahan Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

AKTIFITAS UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI KEGIATAN PERAWATAN

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Dengan memanfaatkan prosedur maintenance yang baik, dimana terjadi koordinasi yang baik antara bagian produksi dan maintenance maka akan diperoleh:

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI

PREVENTIVE MAINTENANCE

PENERAPAN SISTEM PERAWATAN TERPADU DALAM UPAYA MENINGKATKAN KONDISI OPERASIONAL PERALATAN WORKSHOP DAN LABORATORIUM

3. BAB III LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. Pendapat tersebut sejalan dengan pendapat Stephens (2004:3), yang. yang diharapkan dari kegiatan perawatan, yaitu :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA & KERANGKA PEMIKIRAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

AKTIVITAS UNTUK MENINGKATKAN MACHINE AVAILABILITY

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. besar terhadap produktivitas pada bidang manufaktur maupun jasa. Dalam

Manajemen Persediaan. Persediaan dan Strategi Penyediaan Barang. Dinar Nur Affini, SE., MM. Modul ke: Fakultas Ekonomi & Bisnis

CORRECTIVE MAINTENANCE

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

JURNAL PENDIDIKAN AKUNTANSI INDONESIA Vol. VIII No. 1 Tahun 2009 Hal MANAJEMEN PEMELIHARAAN UNTUK OPTIMALISASI LABA PERUSAHAAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III TINJAUAN PUSTAKA. Kualitas baik Harga pantas Di produksi dan diserahkan ke konsumen dalam waktu yang cepat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB V ANALISIS PEMECAHAN MASALAH Analisis Perhitungan Overall Equipmenteffectiveness (OEE).

AUTONOMOUS MAINTENANCE FOR OPERATORS. Fasilitator: MASDUKI ASBARI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. operasi pada suatu perusahaan adalah kesiapan mesin mesin produksi dalam. diperlukan adanya suatu sistem perawatan yang baik.

PERTEMUAN #1 PENGANTAR DAN PENGENALAN PEMELIHARAAN DAN REKAYASA KEANDALAN 6623 TAUFIQUR RACHMAN TKT316 PEMELIHARAAN DAN REKAYASA KEANDALAN

Preventive Maintenance

PROSEDUR PEMELIHARAAN PEMBANGKIT & PERALATAN PENDUKUNG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II KERANGKA TEORITIS

PT. Automatic Carwash TITLE : SUPERVISOR DOCUMENT NO. : REV.: 00 DATE : GRADE : Page 1 of 10

BAB II LANDASAN TEORI

Mempelajari Manajemen Pemeliharaan Mesin Filling Betadine Pada PT Mahakam Beta Farma. Disusun Oleh : Fazri Akbar ( )

PERANCANGAN IMPLEMENTASI RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) PADA PT INDONEPTUNE NET MANUFACTURING

USULAN INTERVAL PERAWATAN KOMPONEN KRITIS PADA MESIN PENCETAK BOTOL (MOULD GEAR) BERDASARKAN KRITERIA MINIMASI DOWNTIME

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

PERBAIKAN PENURUNAN DAYA MAMPU DAN PEMELIHARAAN MESIN DIESEL KAPASITAS 1000 KW DI PLTD KOTO LOLO

Manajemen Persediaan. Manajemen Pembelian. Dinar Nur Affini, SE., MM. Modul ke: Fakultas Ekonomi & Bisnis. Program Studi Manajemen

No HP : Trainer Agri Group Tier-2

1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERHITUNGAN DAN ANALISIS NILAI OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) PADA MESIN MESPACK DI PT. UNILEVER INDONESIA DEA DERIANA

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH

Maintenance and Reliability Decisions

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

MANAJEMEN PEMELIHARAAN MESIN

BAB V ANALISA HASIL Analisis Perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN

BAB II PROSES BISNIS PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG

Manajemen Persediaan. Gambaran Umum Persediaan dan Strategi Manajemen Persediaan. Hesti Maheswari SE., M.Si. Modul ke: 01Fakultas Ekonomi dan Bisnis

BAB I PENDAHULUAN. Kapal sebagai sebuah wahana teknis terdiri dari beberapa sistem permesinan yang

PERAWATAN PREVENTIF UNTUK MEMPERTAHANKAN UTILITAS PERFORMANCE PADA MESIN COOLING TOWER DI CV.ARHU TAPSELINDO BANDUNG

BAB II LANDASAN TEORI. dilakukan dalam rangka mempertahankan atau mengembalikan suatu peralatan pada

Sistem Manajemen Maintenance

BAB 1 PENDAHULUAN. usaha masyarakat banyak mengalami kesulitan, tidak sedikit diantaranya kegiatan usaha yang

PROCEDURE No. Dok : PR-MEK-01 Revisi : 01 Tanggal : 28/08/15 Halaman : 1 dari 7 MEKANIK. Departement Name Signature. Manager PT.

BAB 1 PENDAHULUAN. menciptakan barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada. perusahaan tersebut seperti man, machine, material, methode serta

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

PENGUKURAN PRODUKTIFITAS MESIN UNTUK MENGOPTIMALKAN PENJADWALAN PERAWATAN (STUDI KASUS DI PG LESTARI)

SIKLUS PRODUKSI. Tiga fungsi SIA dasar dalam siklus produksi, yaitu:

Biaya Perawatan. Sistem Perawatan TIP FTP UB

BAB V ANALISA HASIL. penulis melakukan analisa lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang menjadi akar

BAB IV ANALISIS HASIL PENGOLAHAN DATA

BAB 2 LANDASAN TEORI

PROJECT MANAGEMENT SOFTWARE

BAB IV PEMBAHASAN. Secara umum, penelitian ini bertujuan membantu perusahaan dalam

BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA

Biaya Perawatan. Sistem Perawatan TIP FTP UB

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Dalam pengertian paling luas, manajemen operasi berkaitan dengan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ManajemenPerawatan.

Pengantar Manajemen Pemeliharaan. P2M Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia

1. Tingkat efectivitas dan efisiensi mesin yang diukur adalah dengan Metode Overall

PT. ADIWARNA ANUGERAH ABADI PROSEDUR IDENTIFIKASI ASPEK DAN BAHAYA

ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI MESIN RING FRAME DENGAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE DI PT INDORAMA SYNTHETICS Tbk

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB V ANALISA. pengambilan keputusan untuk menyelesaikan permasalahan.

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat dunia yang semakin berhubungan, juga saling terkait satu sama lain dalam

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

PERENCANAAN PERAWATAN PREVENTIVE DAN CORRECTIVE PADA KOMPONEN SISTEM HIDROLIK EXCAVATOR KOMATSU PC200-8

Transkripsi:

No HP : 082183802878

PERAWATAN / MAINTENANCE kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas atau peralatan mesin kegiatan pemeliharaan, perbaikan penyesuaian, maupun penggantian sebagian peralatan yang diperlukan agar sarana fasilitas pada kondisi yang diharapkan dan selalu dalam kondisi siap pakai.

Peranan Perawatan Mesin Bahan Baku Input Proses Produksi Output Produk Jadi Kesiapan Sarana Produksi Alat / Mesin Perawatan Mesin

Tujuan Perawatan. 1. Memperpanjang usia kegunaan aset. 2. Menjamin ketersediaan mesin produksi : Selalu siap diperlukan sesuai rencana Tidak rusak selama produksi berjalan. Dapat bekerja efisien dan kapasitas yang diinginkan. 3. Menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang diperlukan dalam keadaan darurat setiap waktu

4. Menjamin keselamatan orang yang menggunakan mesin tersebut. 5. Menghemat waktu, biaya dan material karena peralatan terhindar dari kerusakan besar. 6. Kerugian baik material maupun personel akibat kerusakan dapat dihindari sedini mungkin, karena terjadinya kerusakan 7. Timbulnya kerusakan tambahan akibat kerusakan awal dapat segera dicegah.

Perawatan Yang Baik 1. Berkurangnya perbaikan darurat. 2. Tenaga kerja / mekanik dapat lebih efisien. 3. Kesiapan dan kehandalan mesin dapat lebih efisien. 4. Memberikan informasi kapan peralatan perlu diperbaiki atau diganti. 5. Anggaran perawatan dapat dikendalikan.

Kategori Mesin/Peralatan Produksi Ditinjau dari tingkat kerumitan, harga, peranan dan resiko dalam suatu mata rantai produksi, mesin digolongkan atas : 1. Critical 2. General Purpose (Non critical) 3. Essential (Potentially critical) Kategori ini untuk menentukan strategi perawatan yang cocok.

Mesin Critical Kalau rusak : dapat membahayakan proses produksi terganggu Investasi mahal Biaya perbaikannya mahal (misal: high speed turbine/ power house) Waktu untuk perbaikan lama

Mesin General Purpose Kalau rusak : tidak membahayakan tidak mengganggu proses produksi Investasi tidak mahal Biaya perbaikan tidak mahal Mempunyai unit cadangan Tidak mengakibatkan kerusakan sekunder

Mesin Essential (Potentially Critical) Kalau rusak : dapat membahayakan jika mesin cadangan ikut rusak proses produksi terganggu jika mesin cadangan ikut rusak Investasi sedang Biaya perbaikannya kadang mahal kadang murah Waktu perbaikan agak lama

Preventive Maintenance Salah satu komponen penting dalam aktivitas perawatan. Aktivitas perawatan yang dilakukan sebelum terjadinya kerusakan pada komponen mesin, dimana sebelumnya sudah dilakukan perencanaan dengan pengawasan yang sistematik, deteksi dan koreksi agar dapat mempertahankan fungsinya secara maksimal.

Dasar Perawatan Preventif

a. Inspeksi. Inspeksi bagian luar mengamati dan mendeteksi kelainankelainan yang terjadi pada mesin yang sedang beroperasi, misalnya: timbul suara yang tidak normal, getaran, panas, asap dan lain-lain. Inspeksi bagian dalam pemeriksaan elemen-elemen mesin yang dipasang pada bagian dalam seperti: roda gigi, ring, paking, bantalan dan lain-lain. TPM

Frekuensi inspeksi perlu hati-hati : Terlalu kurangnya inspeksi dapat menyebabkan kerusakan yang sulit untuk diperbaiki dengan segera. Terlalu sering diadakan inspeksi dapat menyebabkan mesin kehilangan waktu produktivitasnya. Frekuensi pelaksanaan inspeksi harus benar-benar ditentukan berdasarkan pengalaman dan jadwal program untuk inspeksi perlu dipertimbangkan dengan matang.

b. Pelumasan. Komponen-komponen mesin yang bergesekan seperti roda gigi, bantalan dsb, harus diberi pelumasan secara benar agar dapat bekerja dengan baik dan tahan lama. Pemberian pelumas perlu diperhatikan: jenis pelumas, jumlah pelumas, bagian yang diberi pelumas waktu pemberian pelumas

c. Perencanaan dan Penjadwalan. Jadwal program perawatan perlu disiapkan dan harus ditaati dengan baik. Program perawatan harus dibuat secara lengkap dan terperinci menurut spesifikasi yang diperlukan Adanya jadwal harian, mingguan, bulanan, tiap tiga bulan, tiap setengah tahun, setiap tahun dan sebagainya.

Analisis yang dibuat berdasarkan catatan tersebut akan membantu : Pencegahan kerusakan daripada memperbaiki kerusakan yang terjadi. Mengetahui tingkat kehandalan mesin. Menentukan umur mesin. Memperkirakan kerusakan mesin dan merencanakan untuk memperbaikinya sebelum terjadi kerusakan. Menentukan frekuensi pelaksanaan inspeksi. Menentukan untuk pembelian mesin yang lebih baik dan cocok berdasarkan pengalaman masa lalu.

d. Pencatatan dan Analisis. membantu kelancaran pekerjaan perawatan 1. Buku manual operasi. 2. Manual instruksi perawatan. 3. Kartu riwayat mesin. 4. Daftar permintaan suku cadang. 5. Kartu inspeksi. 6. Catatan kegiatan harian. 7. Catatan kerusakan, dan lain-lain.

TPM Autonomous Maintenance Step. No. 1 2 3 4 5 Problem Found Here Equipment: :Asset No.: Date Found: Found By: Description of Problem: TPM Autonomous Maintenance Step. No. 1 2 3 4 5 Problem Found Here Equipment: :Asset No.: Date Found: Found By: Description of Problem: REMOVE THIS SHEET AFTER ATTACHING TAG AND USE IT AS COPY Page 1 ATTACH THIS SHEET TO EQUIPMENT Page 2 Date Repaired: Repair Made By: Description of Repair: RETURN THIS TAG TO THE ORIGINATOR Page 3

Keuntungan Perawatan Preventif Waktu terhentinya produksi menjadi berkurang. Berkurangnya waktu untuk menunggu peralatan yang dibutuhkan. Berkurangnya pengeluaran biaya perbaikan. Penggantian suku cadang yang direncanakan dapat dihemat kebutuhannya, sehingga suku cadang selalu tersedia di gudang setiap waktu. Keselamatan kerja operator lebih tinggi karena berkurangnya kerusakan.

Perawatan Korektif Tindakan perawatan untuk mengatasi kerusakan/ kemacetan yang terjadi berulang. Diterapkan pada peralatan/ mesin yang sewaktu-waktu dapat rusak. Dipelajari penyebabnya, perbaikan apa yang dapat dilakukan, dan bagaimanakah tindakan selanjutnya untuk mencegah agar kerusakan tidak terulang.

Mengatasi kerusakan 1.Merubah proses 2.Merancang kembali komponen yang gagal 3.Mengganti dengan komponen baru atau yang lebih baik 4.Meningkatkan prosedur perawatan preventif : melakukan pelumasan sesuai ketentuan mengatur kembali pekerjaan inspeksi 5.Meninjau kembali dan merubah sistem pengoperasian mesin: Merubah beban unit, Melatih operator dengan sistem operasi yang lebih baik, terutama pada unit-unit khusus.

Perawatan Berjalan Dilakukan ketika fasilitas atau peralatan dalam keadaan bekerja. Diterapkan pada peralatan-peralatan yang harus beroperasi terus dalam melayani proses produksi.

Perawatan Prediktif Dilakukan untuk mengetahui terjadinya perubahan atau kelainan dalam kondisi fisik maupun fungsi dari sistem peralatan. Prediktif dilakukan dengan bantuan panca indra atau alat-alat monitor yang canggih.

Cara Mengantisipasi Kerusakan 1. Perbaikan (repair), 2. Perbaikan secara menyeluruh (overhaul) 3. Penggantian peralatan tersebut (replacement). Permasalahan yang paling utama dalam pengambilan keputusan overhaul dan repair ditentukan dalam hal berikut : Interval waktu antara setiap overhaul. Tingkatan ketika suatu peralatan/ mesin harus memperoleh perlakuan repair atau overhaul.

Photo Of Problem

Equipment Asset Page Name: No.: No.: Type HTA SOC Description Of Problem Item Cleaning, Lubrication, Inspection Countermeasure Who Found Completion Who Responsible Target Actual

Temporary Standard Check Sheet (Inspection, Cleaning, Lubrication) Sketch Line Machine Effective Period Team Leader Supervisor Unit Manager Year Month Zone No. Description I.C.L. What To Do & Items Used How Often Who Target Time A B C D E F G H I

Sample Of Temporary Standard Check Sheet

Operator Autonomous Maintenance 7 Steps T P M General Inspection Prepare Temporary Standards Countermeasures for Hard-To-Access & Source Of Contamination Aut. Mgt. Standardization Autonomous Inspection 7 6 5 4 3 2 Initial Clean-up 1