BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. PT. Tarumatex. Kemudian yang menjadi variabel dependen atau variable terikat

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah produktivitas parsial di PT.

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan manajemen keuangan khususnya

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN

Abstrak. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan antar perusahaan akhir-akhir ini tidak lagi terbatas secara lokal,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A B S T R A K. Universitas Kristen Maranatha

BAB III. Metode Penelitian. untuk memperbaiki keterlambatan penerimaan produk ketangan konsumen.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bidang manufaktur, suatu peramalan (forecasting) sangat diperlukan untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Menurut Tim Dosen PPS (2008:20) menyatakan bahwa obyek penelitian

Manajemen Persediaan. Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) PPB. Christian Kuswibowo, M.Sc. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dan menurut Rangkuti (2007) Persediaan bahan baku adalah:

BAB III METODE PENELITIAN. Indonesia yaitu PT. Indosat, Tbk yang beralamat di jalan Daan Mogot KM 11

BAB V MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. sebagai variabel bebas (Independent Variable), sedangkan untuk variabel

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP)

3 BAB III LANDASAN TEORI

MANAJEMEN PERSEDIAAN

MANAJEMEN PERSEDIAAN. Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) -EOQ. Prepared by: Dr. Sawarni Hasibuan. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen

BAB I P E N D A H U L U A N

BAB III METODOLOGI. Jenis data Data Cara pengumpulan Sumber data 1. Jenis dan jumlah produk yang dihasilkan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB V ANALISA HASIL. Berdasarkan data permintaan produk Dolly aktual yang didapat (permintaan

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB V MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING

BAB V ANALISA HASIL. dikumpulkan untuk pembuatan Perencanaan Kebutuhan Material (MRP.

BAB 1 PENDAHULUAN. ditandai dengan banyaknya perusahaan yang berdiri. Kelangsungan proses bisnis

BAB V ANALISA HASIL. periode April 2015 Maret 2016 menghasilkan kurva trend positif (trend meningkat)

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP)

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan ilmu perpajakan khususnya

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

Seminar Nasional Manajemen Ekonomi Akuntansi (SENMEA) UNPGRI KEDIRI

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek dari penelitian ini adalah kinerja waktu sebagai variabel. Perusahaan

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. antar perusahaan pun merupakan hal yang sangat penting. Karena jika hal hal

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. secara lebih baik, karena dalam era perdagangan tanpa batas tersebut mengakibatkan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian yang akan dilakukan di koperasi Brosem yang

METODE PENELITIAN. Di dalam penyusunan skripsi ini yang menjadi objek penelitian adalah

IMPLEMENTASI METODE PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN DALAM PEMESANAN BAHAN BAKU KERIPIK KENTANG DI INDUSTRI KECIL MENENGAH BENCOK 26

BAB I PENDAHULUAN. yang ada di dunia usaha saat ini semakin ketat. Hal ini disebabkan tuntutan

BAB I PENDAHULUAN. berkualitas dengan tetap mempertahankan dari segi yang menguntungkan bagi

BAB 2 Landasan Teori

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP)

BAB I PENDAHULUAN. disepakati dengan pelanggan dan akan berakibat menurunnya customer

K E L O M P O K S O Y A : I N D A N A S A R A M I T A R A C H M A N

Perencanaan Kebutuhan Komponen Tutup Ruang Transmisi Panser Anoa 6x6 PT PINDAD Persero

Yayah Sopiyah 1 Didiek Pramono 2. Abstrak. Kata kunci : Material, Persediaan, Teknik Lot Sizing, Biaya Persediaan Minimum.

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah Economic Order Quantity dan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Outlet Holcim Solusi Rumah Cilodong yang

TUGAS AKHIR ANALISA PERSEDIAAN MATERIAL PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEKS PASAR TRADISIONAL DAN PLASA LAMONGAN. Oleh : Arinda Yudhit Bandripta

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP)

MRP(MATERIAL REQUIREMENT PLANNING ) OLEH YULIATI, SE, MM

Berdasarkan tingkat penjelasan dan bidang penelitian, maka penelitian ini bersifat deskriptif.

Jurnal String Vol.1 No.2 Tahun 2016 ISSN : PENENTUAN TEKNIK PEMESANAN MATERIAL PADA PROYEK STEEL STRUCTURE MENGGUNAKAN WINQSB

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

PERENCANAAN KEBUTUHAN MATERIAL (MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING) (MRP) BAB - 8

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU TEMPE \MENGGUNAKAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING

BAB I PENDAHULUAN. termasuk dalam jadwal produksi induk. Contoh dari depended inventory adalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. berharga bagi yang menerimanya. Tafri (2001:8).

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Material Requirements Planning (MRP)

ANALISIS PERENCANAAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN TEKNIK LOTTING DI PT AGRONESIA INKABA BANDUNG

BAB V ANALISA HASIL. yang digunakan untuk meramalkan keadaan yang akan datang memiliki. penyimpangan atau kesalahan dari keadaan aslinya.

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RERANGKA PEMIKIRAN. penggerakan, dan pengendalian aktivitas organisasi atau perusahaan bisnis atau jasa

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Produk Olahan Mangga Menggunakan Metode Material Requirement Planning (MRP) ABSTRAK

BAB V ANALISA HASIL. Januari 2008 sampai dengan Desember 2008 rata-rata permintaan semakin

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sebelum penggunaan MRP biaya yang dikeluarkan Rp ,55,- dan. MRP biaya menjadi Rp ,-.

III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif

PERNYATAAN LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK...

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Manajemen Persediaan. Perencanaan Kebutuhan Barang_(MRP) Lot for Lot. Dinar Nur Affini, SE., MM. Modul ke: 10Fakultas Ekonomi & Bisnis

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI. melaksanakan kegiatan utama suatu perusahaan.

Transkripsi:

58 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Dalam penelitian ini pokok bahasan atau variabel independent (x) yang diteliti adalah metode MRP pada persediaan bahan baku serat pada PT. Sun Sin Lon Utama. Kemudian yang menjadi variabel dependen adalah biaya persediaan yang dikeluarkan oleh PT. Sun Sin Lon Utama. Objek yang akan diteliti adalah PT. Sun Sin Lon Utama yaitu sebuah perusahaan tekstil yang bergerak dalam bidang produksi pemintalan (spinning) yang berlokasi di Jalan Raya Rancaekek Km.27, Sumedang Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan objek penelitian tersebut, maka akan dianalisis bagaimana kinerja MRP yang terdiri dari Master Production Schedule, Bill of Material, Inventory Status File dalam upaya meningkatkan efisiensi pada biaya persediaan pada PT. Sun Sin Lon Utama. 3.2 Metode dan Desain Penelitian 3.2.1 Metode Penelitian Dalam melakukan penelitian, penetapan metode yang akan digunakan merupakan hal yang sangat penting, karena akan mempermudah penelitian yang akan

59 dilakukan dan untuk mendapatkan data yang dapat dipercaya sehingga dapat mencapai tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian yang dipilih harus berhubungan erat dengan prosedur, alat, serta desain penelitian yang digunakan akan memberikan gambaran suatu kepada peneliti tentang urutan-urutan pekerjaan yang ada dalam suatu penelitian tentang penelitian untuk membantu dalam pemecahan masalah. Metode yang relevan untuk penelitian manajemen terdapat tiga jenis, yaitu metode deskriptif atau survei deskriptif, metode explanatory atau survey explanatory/verifikatif dan metode eksperimen (Suryana, dkk, 2005:6). Metode deskriptif merupakan metode yang digunakan apabila dimaksudkan untuk mendekripsikan ciri-ciri, unsur-unsur, sifat-sifat suatu fenomena. Metode explanatory yaitu metode yang digunakan untuk memprediksikan dan menjelaskan hubungan atau pengaruh dari suatu variabel ke variabel lainnya. Sedangkan metode eksperimen digunakan untuk penelitian eksak atau penelitian tindakan (action research). Metode yang tepat akan menghasilkan penelitian yang baik, metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah descriptive analysis yaitu metode penelitian yang tertuju pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang. Metode ini tidak terbatas pada pengumpulan dan penyusunan data, tetapi meliputi analisa dan interpretasi tentang arti data-data tersebut. Menurut Sugiyono (2006:11) dijelaskan bahwa penelitian dengan menggunakan metode deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui

60 nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independent) tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain. Ciri-ciri metode deskriptif menurut Winarno Surakhmad (2000:140) adalah sebagai berikut: 1. Memusatkan diri pada pemecahan masalah yang sedang terjadi pada masa sekarang, pada masalah-masalah yang aktual. 2. Data yang terkumpul mula-mula disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisis. Oleh karena itu metode ini sering disebut metode analitis. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif analisis, yaitu untuk mendapatkan gambaran mengenai fakta-fakta dan masalahmasalah objek yang diteliti, serta membandingkan antara standar yang ada ditetapkan dengan realisasinya dilapangan. Berdasarkan kurun waktu penelitian yang dilaksanakan pada kurun waktu kurang dari satu tahun yaitu tiga bulan, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode cross sectional. Menurut pendapat Naresh K. Malhotra (2005:95) metode cross sectional adalah suatu jenis rancangan penelitian yang terdiri dari pengumpulan informasi mengenai sampel tertentu dari elemen populasi hanya satu kali.

61 3.2.2 Desain Penelitian Menurut David Aaker (2004:73), Research design is the detailed blueprint used to guide a research study toward it s objective (desain penelitian adalah suatu rancangan yang digunakan sebagai panduan penelitian dalam mencapai tujuan penelitian). Kemudian Kerlinger (2003:484) mengemukakan bahwa: Desain membantu peneliti mendapatkan jawaban untuk pertanyaan penelitian dan juga membantu peneliti mengontrol varain-varian eksperimental, varian ekstra, dan varian alat pada suatu masalah penelitian tertentu yang sedang dikaji. Desain penelitian dapat diartikan sebagai struktur, dan strategi. Sebagai rencana dan struktur, desain penelitian merupakan perencanaan penelitian, yaitu penjelasan secara rinci tentang keseluruhan rencana penelitian mulai dari perumusan masalah, tujuan, gambar hubungan antar variabel, perumusan hipotesis sampai rancangan analisis data yang dituangkan secara tertulis ke dalam bentuk usulan atau proposal penelitian. Sedangkan desain penelitian sebagai strategi yaitu merupakan penjelasan rinci tentang langkah-langkah apa yang akan dilakukan peneliti untuk menyelesaikan penelitian ini. Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antara fenomena yang diselidiki.

62 Metode deskriptif dalam penelitian ini digunakan untuk menggambarkan penerapan metode MRP pada perencanaan persediaan bahan baku pada PT. Sun Sin Lon Utama. 3.3 Operasionalisasi Variabel Menurut Sugiono (2005:32), Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Terdapat satu variabel yang menjadi kajian dari penelitian ini yaitu Metode Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku/MRP (x) sebagai variabel bebas (independent variable) Untuk lebih jelasnya tabel 3.1 di bawah ini menjelaskan definisi operasionalisasi variabel dalam penelitian ini lebih rinci

63 Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel Penelitian Variabel Konsep Variabel Dimensi Indikator Ukuran Skala Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku /MRP (X) MRP (Material Requipment Planning) adalah suatu cara untuk menentukan atau memenuhi keperluan akan material dengan dibantu atau menggunakan daftar informasi inventori, tagihan, pendapatan yang diharapkan dan jadwal produksi (Jay Heizer,2004). Jadwal Induk Produksi Struktur Produk Catatan Persedian Lot For Lot (LFL) Fixed Order Quantity (FOQ) Fixed Period Quantity (FPQ) Economic Order Quantity (EOQ) Kilogram (Kg) Kilogram (Kg) Kilogram (Kg) Kilogram (Kg) Rasio Rasio Rasio Rasio Biaya Persediaan (Y) Biaya persediaan sebagai biaya bahan yang dikeluarkan untuk memproduksi sejumlah barang sesuai dengan jumlah produksi yang direncanakan (Yacob Ibrahim,1998) Biaya Pemesanan Biaya Penyimpanan Biaya pemesanan bahan baku benang selama tahun 2007 Biaya penyimpanan bahan baku benang selama tahun 2007 Rupiah Rupiah Rasio Rasio 3.4 Sumber data, Alat Pengumpulan Data dan Tehnik Penarikan Sampel 3.4.1 Sumber Data Menurut Nur Indriantoro dan Bambang Supomu (2002 : 146-147), Sumber data penelitian merupakan faktor penting yang menjadi pertimbangan dalam penentuan metode pengumpulan data. Sumber data penelitian terdiri atas: sumber

64 data primer dan sumber data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara) Data primer dapat berupa opini subyek (orang) secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik), kejadian atau kegiatan dan hasil pengujian. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan, atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder yang meliputi: a. Data mengenai jumlah permintaan benang TR selama tahun 2007. b. Data peramalan Permintaan Benang TR untuk Tahun 2008. c. Data waktu tunggu (lead time) bahan baku. d. Data persediaan (inventory on hand) bahan baku. e. Data biaya yang timbul karena persediaan PT. Sun Sin Lon Utama. f. Data struktur organisasi pada PT. Sun Sin Lon Utama. g. Data-data dan peristiwa dari internet dan jurnal-jurnal industri. Jenis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: - Data primer, data yang diperoleh secara langsung dari perusahaan

65 - Data sekunder, data yang berasal dari hasil pengumpulan dan pengolahana oleh pihak lain. - Time series data, yaitu data hasil pengamatan dalam periode waktu tertentu. - Data kuantitatif, data yang dinyatakan dalam angka. Angka tersebut menunjukkan nilai terhadap besaran atau variabel yang diwakili. 3.4.2 Teknik Pengumpulan data Teknik pengumpulan data, mengacu pada cara apa data yang diperlukan dalam penelitian diperoleh. Kaitannya dalam hal tersebut, serta dengan melihat konsep analitis dari penelitian ini, maka teknik pengumpulan data yang digunakan dapat melalui kombinasi secara langsung atau tidak. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, maka data dikumpulkan dengan cara sebagai berikut : Wawancara Menurut Nur Indriantoro dan Bambang Supomu (2002 : 152) wawancara merupakan teknik pengumpulan data dalam metode survey yang menggunakan pertanyaan secara lisan kepada subyek penelitian Dalam hal ini penulis melakukan tanya jawab dengan pihak-pihak yang berkepentingan dalam produksi di perusahaan yang bersangkutan terutama dengan kepala bagian produksi untuk memperoleh data-data yang diperlukan oleh penulis sesuai dengan masalah yang diteliti oleh penulis.

66 Observasi Menurut Nur Indriantoro dan Bambang Supomu (2002 : 152 obsevasi dalah proses pencatatan pola perilaku subyek (orang), obyek (benda), atau kejadian yang sistematik tanpa adanya pertanyaan atau komunikasi dalam indidviduindividu yang diteliti Dalam teknik ini penulis melakukan pengamatan secara langsung terhadap proses produksi yang terjadi diperusahaan, penulis melakukan pengamatan mulai dari tahap awal samapai tahap akhir, dengan harapan dapat lebih memahami proses produksi yang terjadi di perusahaan tersebut Pengumpulan data tertulis Dalam teknik ini penulis melakukan pengumpulkan informasi yang berhubungan dengan teori-teori yang ada kaitannya dengan masalah variabel yang diteliti yaitu analisis perencanaan kebutuhan bahan baku dengan metode MRP terhadap biaya persediaan dan pengumpulan data tertulis dari perusahaan, seperti struktur organisasi, sejarah perusahaan, dan hal-hal lain yang mendukung perusahaan. 3.4.3 Teknik Penarikan Sampel Dalam pengumpulan dan menganalisa suatu data, langkah yang sangat penting adalah menentukan populasi terlebih dahulu. Menurut Sugiono (2005:72), Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/ subjek yang

67 mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dengan demikian populasi dalam penelitian ini adalah biaya persediaan bahan baku benang TR dari PT. Sun Sin Lon Utama sejak tahun berdirinya perusahaan dimana jumlah populasinya tidak terbatas. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan atau tujuan tertentu. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah permintaan benang TR tahun 2007 dengan asumsi selalu ada permintaan dan permintaan tidak bersifat konstan. Berdasarkan pertimbangan di atas, maka data biaya persediaan dikumpulkan dengan cara melakukan perhitungan terhadap biaya simpan dan biaya pemesanan setiap bulan selama tahun 2007. Sedangkan untuk menentukan Jadwal Induk Produksi (Master Production Schedule), dilakukan peramalan peramalan permintaan untuk tahun 2008. 3.5 Rancangan Analisis Data dan Teknik Analisis Data 3.5.1 Rancangan Analisis Data Metode analisis data pada penelitian skripsi ini dilaksanakan dengan langkahlangkah sebagai berikut: 1. Mengumpulkan data jadwal induk produksi (Master Production Schedule), data struktur produk (Bill-of-Material) dan catatan persediaan (inventory records).

68 2. Menetapkan jumlah kebutuhan bersih dan besar pesanan yang optimal untuk masing-masing item produk berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan bersih. 3. Menentukan saat yang tepat dalam melakukan rencana pemesanan untuk memenuhi kebutuhan bersih. 4. Memperhitungkan kebutuhan tiap bahan baku yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan bersih. 5. Menganalisis besarnya efisiensi dengan membandingkan teknik-teknik lot sizing yang digunakan. 3.5.2 Teknik Analisis Data Teknik yang digunakan dalam menganalisis data yang telah diperoleh adalah analisis deskriptif yang dipergunakan untuk memperoleh gambaran mengenai metode MRP pada pada persediaan bahan baku benang di PT. Sun Sin Lon Utama. Untuk perhitungan manualnya menggunakan tahapan-tahapan sebagai berikut (Barry Render dan Jay Heizer, 2004:359). 1. Membuat struktur produk Contoh: Suatu Perusahaan memproduksi produk A yang terdiri dari 2 komponen B dan 3 komponen C. setiap komponen B membutuhkan 2 komponen D dan 2 komponen E. kemudian, komponen C gabungan dari 2 komponen E dan 2 komponen F. sementara F merupakan susunan dari 1 komponen G dan 2 komponen D. dapat dilihat disini bahwa permintaan untuk B, C, D, E, F, dan G tergantung pada MPS untuk produk A.

69 berikut: Level Berdasarkan informasi tersebut maka dapat disusun struktur produk sebagai 0 Struktur Produk A 1 B (2) C (3) 2 E (2) E (2) F (2) 3 D (2) Gambar 3.1 Struktur Produk D (2) G (1) Dengan struktur produk tersebut, dapat dihitung kebutuhan masing-masing komponen untuk memenuhi permintaan 50 produk A. Tabel 3.2 Struktur Produk Komponen B 2 x A 2 (50) 100 unit C 3 x A 3 (50) 150 unit D 2 x B + 2 x F 2 (100) + 2 (300) 800 unit E 2 x B + 2 x C 2 (100) + 2 (150) 500 unit F 2 x C 2 (150) 300 unit G 1 x F 1 (300) 300 unit

70 2. Lead Time masing-masing produk diketahui. Contoh: Waktu Tunggu Produk Tabel 3.3 Waktu Tunggu Produk Komponen A B C D E F G Lead Time/ Waktu Tunggu 1 2 1 1 2 3 2 (Minggu) Dengan demikian waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan produk yaitu selama 8 minggu dengan jadwal sebagai berikut. 1 Weeks 2 Weeks D E 2 Weeks to produce B 1 Weeks A 2 Weeks E 2 Weeks G 3 Weeks 1 Weeks C 1 Weeks D F 1 2 3 4 5 6 7 8 Time in Weeks Gambar 3.2 Jadwal Penyelesaian Produk

71 3. Membuat Rencana Kebutuhan Bahan Baku Bruto. Melanjutkan contoh sebelumnya Rencana Kebutuhan Bahan Baku Bruto untuk produksi 50 produk A dapat disusun sebagai berikut Tabel 3.4 Rencana Kebutuhan Bahan Baku Bruto Minggu Item 1 2 3 4 5 6 7 8 Lead Time A Tanggal Pelaksanaan Formulir Pesanan 50 50 1 Minggu B Tanggal Pelaksanaan Formulir Pesanan 100 100 2 Minggu C Tanggal Pelaksanaan Formulir Pesanan 150 150 1 Minggu D Tanggal Pelaksanaan Formulir Pesanan 200 200 1 Minggu E Tanggal Pelaksanaan Formulir Pesanan 200 300 200 300 2 Minggu F Tanggal Pelaksanaan Formulir Pesanan 300 300 3 Minggu D Tanggal Pelaksanaan Formulir Pesanan 600 600 1 Minggu G Tanggal Pelaksanaan Formulir Pesanan 300 300 2 Minggu

72 Tabel diatas dapat diinterpretasikan seperti berikut. Jika dibutuhkan 8 unitn A pada minggu ke 8 maka kita harus mulai merakit A di minggu ke 7. ini berarti di minggu ke 7 kita membutuhkan 100 unit B dan 150 unit C. Kedua item /komponen ini membutuhkan 2 minggu dan 1 minggu untuk memproduksinya. Maka dari itu, produksi B harus dimulai di minggu ke-5 dan produksi C harus dimulai di minggu ke- 6. Demikian seterusnya lakukan perhitungan secara backward. 4. Membuat Rencana Kebutuhan Bahan Baku Neto. Merupakan hasil akhir setelah dilakukan penyesuaian kebutuhan kotor (gross requirement), dengan persediaan di tangan serta penerimaan terjadwal. Masih melanjutkan contoh sebelumnya, berikut ini adalah data persediaan di tangan untuk setiap item/komponen. Tabel 3.5 On Hand Inventory Item On Hand Item On Hand A 10 E 10 B 15 F 5 C 20 G 0 D 10

73 Kebutuhan material neto dapat dihitung seperti tabel berikut ini Tabel 3.6 Kebutuhan Material Neto Week Item 1 2 3 4 5 6 7 8 Lead Time A On Req. 50 On hand 10 10 10 10 10 10 10 10 10 Net req. 40 1 week Order receipt 40 Order release 40 B On Req. 80A On hand 15 15 15 15 15 15 15 15 Net req. 65 2 weeks Order receipt 65 Order release 65 C On Req. 120A On hand 20 20 20 20 20 20 20 20 Net req. 100 1 week Order receipt 100 Order release 100 E On Req. 130B 200C On hand 10 10 10 10 10 10 Net req. 120 200 2 weeks Order receipt 120 200 Order release 120 200

74 F On Req. 200C On hand 5 5 5 5 5 5 5 Net req. 195 3 weeks Order receipt 195 Order release 195 D On Req. 390F 130B On hand 10 10 10 10 Net req. 380 130 1 week Order receipt 380 130 Order release 380 130 G On Req. 195F On hand 0 Net req. 195 2 weeks Order receipt 195 Order release 195 Sumber: J. Heizer dan B. Render (2004:533) 5. Menetapkan pelepasan pesanan yang direncanakan (Planned Order Release) Dari tabel tersebut dapat diketahui kebutuhan bersih untuk setiap komponen, dan kapan jadwal pemesanan untuk setiap kebutuhan material harus dilakukan. 6. Menentukan Lot Sizing yang tepat Penentuan Lot Sizing yang tepat akan menghasilkan total biaya persediaan yang efisien. Teknik perhitungan dengan Lot sizing yang dilakukan yaitu dengan

75 cara membandingkan besarnya total biaya persediaan yang diperoleh berdasarkan perhitungan perusahaan dengan besarnya total biaya persediaan yang diperoleh melalui metode lot sizing yang terdapat pada MRP, Lot For Lot(LFL), Fixed Order Quantity(FOQ), Fixed Period Quantity(FPQ) dan Economic Order Quantity (EOQ) yaitu seperti yang telah dijelaskan pada bab 2 dalam Metode lot sizing pada MRP.