BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. hanya pada ranah kognitif. Tes hasil belajar sebelum diperlakukan diberi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. akan dibahas secara khusus keempat bagian-bagian tersebut.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 2012/2013. SMP Negeri 3 Kaloran terletak 6 KM dari pusat

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. SDN Kumpulrejo 01 Salatiga

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kemampuan pemahaman matematik siswa dan data hasil skala sikap.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kelas Laki-Laki Perempuan Jumlah. Jumlah Seluruhnya 60. Tabel 10.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1 SDN Mangunsari 07 Salatiga Eksperimen % 2 SDN 03 Karangrejo Kontrol

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Obyek dan Subyek Penelitian

BAB IV PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data nilai tes kemampuan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1 IVA 23 50% Kontrol 2 1VB 23 50% Eksperimen Jumlah %

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. pengaruh model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data Hasil Belajar Pretest Kelas Van Hiele dan Bruner

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. yang berkaitan dengan variabel-variabel penelitiam. Variabel-variabel yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Deskripsi Subjek dan Pelaksanaan Penelitian Gambaran Umum Subjek penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

Statistics. nilai forward. motion fukuda. steping test. selisih perlakuan. N Valid Missing

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Setting dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IV SD Negeri Salatiga

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe tutor sebaya. sedangkan di kelas kontrol tidak diberi perlakuan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kelompok Tes Ketegori Rata-rata Simpangan Baku Pretes 5,38 1,44 Kelompok Postes 7,69 1,25 Eksperimen Hasil Latihan 2,31 0,19 Kelompok Kontrol

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kec. Kedungwaru Tulungagung tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini berlokasi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

LAMPIRAN 1. Angket Motivasi Berolahraga Berdasarkan Olahraga Kompetisi Dan Olahraga Rekreasi. Angket Penelitian

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. terhadap hasil belajar siswa kelas VII pada materi Himpunan MTs Aswaja

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

HASIL PENELITIAN. Analisis Deskriptif

BAB IV HASIL PENELITIAN. peneliti melakukan dokumentasi berupa foto-foto selama penelitian berlangsung.

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

LATIHAN SPSS I. A. Entri Data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini akan membahas mengenai analisis data dari hasil pengolahan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di MTs Al Huda Bandung Kabupaten Tulungagung.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Jumlah Siswa Laki-laki Perempuan Eksperimen Kontrol Jumlah Seluruhnya 59

BAB IV HASIL PENELITIAN

an SDN Giyanti Kelompok Kontrol SDN 01 Mungseng Kelompok Eksperimen Jumlah sampel penelitaian 50

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. SMP Negeri 3 Camba Kabupaten Maros. Data-data yang dianalisis adalah data

!"#$%#& Interval Kelas =!"#$"%#$"!"#$%&'(

Transkripsi:

4.1. Deskripsi Data BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data dalam penelitian ini adalah data nilai pretes kelas kontrol, nilai pretes kelas eksperimen, nilai postes kelas kontrol, dan nilai postes kelas eksperimen. Data nilai diperoleh dari hasil dokumentasi nilai tes pretes dan nilai tes postes pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pelaksanaan pengambilan nilai pretes dan postes kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 4.1 Jadwal Pelaksanaan Pretes dan Postes Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen. Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Pretes Selasa, 20 maret 2012 Pukul 07.00 8.10 Postes Sabtu, 24 maret 2012 Pukul 07.00 08.10 Senin, 19 maret 2012 11.00 12.10 Kamis, 22 maret 2012 Pukul 09.15 10.30 Berikut adalah deskripsi data hasil belajar pretes dan postes kelas kontrol dan kelas eksperimen. 4.2 Data PreTes 4.2.1 Data Pretes Kelas Kontrol Data pretes kelas kontrol diperoleh dari hasil tes pokok bahasan perkembangan teknologi mata pelajaran IPS kelas IV (siswa belum mendapat pembelajaran untuk materi tersebut). Berikut adalah tabel distribusi frekuensi dan tabel grafik deskriptif nilai pretes kelas kontrol. 38

39 Tebel 4.2 Distribusi Frekuensi Nilai Pretes Kelas Kontrol Nilai Frekuensi Persentase 55 2 4.2 58 1 2.1 61 2 4.2 63 3 6.2 66 6 12.5 68 4 8.3 74 6 12.5 76 5 10.4 79 4 8.3 82 5 10.4 84 4 8.3 87 3 6.2 89 3 6.2 Total 48 100 Berdasarkan tabel 4.2 deskriptif nilai pretes kelas kontrol tersebut dapat dilihat bahwa nilai terendah adalah 55, nilai tertinggi adalah 89, dan nilai rata-rata adalah 74.19. Output hasil analisis deskriptif selengkapnya terdapat pada lampiran. Grafik 4.1 Distribusi Frekuensi Nilai Pretes Kelas Konterol

40 4.2.2 Data Pretes Kelas Eksperimen Data pretes kelas eksperimen diperoleh dari hasil tes pokok bahasan perkembangan teknologi mata pelajaran IPS kelas IV (siswa belum mendapat pembelajaran untuk materi tersebut). Berikut adalah tabel distribusi frekuensi dan tabel grafik deskriptif nilai pretes eksperimen. Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Nilai Pretes Kelas Eksperimen Nilai Frekuensi Persentase 53 1 2 55 1 2 58 2 4 61 2 4 63 1 2 66 5 10 68 3 6 74 4 8 76 6 12 79 6 12 82 4 8 84 5 10 87 5 10 89 3 6 92 2 4 Total 50 100

41 Berdasarkan tabel 4.3 deskriptif nilai pretes kelas eksperimen tersebut dapat dilihat bahwa nilai terendah adalah 53, nilai tertinggi adalah 92, dan nilai rata - rata adalah 76.06. Output hasil analisis deskriptif selengkapnya terdapat pada lampiran. 4.3 Data Postes 4.3.1 Data Postes Kelas Kontrol Grafik 4.2 Distribusi Frekuensi Nilai Pretes Kelas Eksperimen Data postes kelas kontrol diperoleh dari hasil tes pokok bahasan perkembangan teknologi mata pelajaran IPS kelas IV (siswa mendapat pembelajaran untuk materi perkembangan teknologi dengan model pembelajaran konvensional). Berikut adalah tabel distribusi frekuensi dan tabel grafik deskriptif nilai postes kontrol.

42 Tebel 4.4 Distribusi Frekuensi Nilai Postes Kelas Kontrol Nilai Frekuensi Persentase 61 1 2.1 63 1 2.1 74 3 6.2 76 2 4.2 79 4 8.3 82 7 14.6 84 7 14.6 87 6 12.5 89 4 8.3 92 4 8.3 95 3 6.2 97 4 8.3 100 2 4.2 Total 48 100 Berdasarkan tabel 4.4 deskriptif nilai postes kelas kontrol tersebut dapat dilihat bahwa nilai terendah adalah 61, nilai tertinggi adalah 100, dan nilai rata- rata adalah 85.31. Output hasil analisis deskriptif selengkapnya terdapat pada lampiran. Grafik 4.3 Distribusi Frekuensi Nilai Postes Kelas Kontrol

43 4.3.2 Data Postes Kelas Eksperimen Data postes kelas eksperimen diperoleh dari hasil tes pokok bahasan perkembangan teknologi mata pelajaran IPS kelas IV (siswa mendapat pembelajaran untuk materi perkembangan teknologi dengan model snowball throwing). Berikut adalah tabel distribusi frekuensi dan tabel grafik deskriptif nilai postes eksperimen. Tebel 4.5 Distribusi Frekuensi Nilai Postes Kelas Eksperimen Nilai Frekuensi Persentase 79 2 4 82 4 8 84 3 6 87 7 14 89 8 16 92 8 16 95 7 14 97 6 12 100 5 10 Total 50 100 Berdasarkan tabel 4.5 deskriptif nilai postes kelas eksperimen tersebut dapat dilihat bahwa nilai terendah adalah 79, nilai tertinggi adalah 100, dan nilai rata-rata adalah 90.84. Output hasil analisis deskriptif selengkapnya terdapat pada lampiran.

44 Grafik 4.4 Distribusi Frekuensi Nilai Postes Kelas Eksperimen 4.4 Rangkuman Hasi Analisis Deskriptif Rangkuman hasil analisis deskriptif dengan bantuan program komputer SPSS 16.0 for windows adalah sebagai berikut.

45 Tabel 4.6 Rangkuman Hasil Analisis Deskriptif Statistics preteskontrol Preteseksperi men posteskont rol Posteseksperi men N Valid 48 50 48 50 Missing 51 49 51 49 Mean 74.1875 76.0600 85.3125 90.8400 Std. Error of Mean 1.36887 1.44092 1.22842.81884 Median 75.0000 77.5000 84.0000 92.0000 Mode 66.00 a 76.00 a 82.00 a 89.00 a Std. Deviation 9.48382 10.18885 8.51071 5.79007 Variance 89.943 103.813 72.432 33.525 Range 34.00 39.00 39.00 21.00 Minimum 55.00 53.00 61.00 79.00 Maximum 89.00 92.00 100.00 100.00 Sum 3561.00 3803.00 4095.00 4542.00 a. Multiple modes exist. The smallest value is shown Berdasarkan output rangkuman hasil analisis deskriptif data nilai pretes dan postes pada kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat bahwa rata-rata nilai pretes kelas kontrol (74.19) dan rata-rata nilai pretes kelas eksperimen (76.06) adalah tidak berbeda jauh. Hal ini menunjukkan bahwa hasil tes kelas kontrol dan kelas eksperimen sebelum diberikan perlakuan adalah memiliki rata-rata hasil belajar yang tidak berbeda secara signifikan. Untuk hasil belajar postes pada kelas kontrol dan eksperimen dapat dilihat bahwa rata-rata nilai postes kelas kontrol (85.31) dan ratarata nilai postes kelas eksperimen (90.84) adalah berbeda jauh. Hal ini menunjukkan

46 bahwa hasil tes kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah diberikan perlakuan adalah memiliki rata-rata hasil belajar yang berbeda secara signifikan. Peningkatan rata-rata nilai untuk kelas kontrol sebelum diberikan perlakuan (74.19) dan setelah diberikan perlakuan (85.31) adalah sebesar 11.13. Sedangkan peningkatan rata-rata nilai untuk kelas eksperimen sebelum diberikan perlakuan (76.06) dan setelah diberikan perlakuan (90.84) adalah sebesar 14.78. Dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen (yang menggunakan model snowball throwing) dapat meningkatkan ratarata hasil belajar siswa secara signifikan dibandingkan dengan kelas kontrol (yang menggunakan model pembelajaran konvensional). 4.5 Uji Prasyarat Sebelum melakukan analisis uji hipotesis menggunakan uji independent sample T tes dilakukan uji prasyarat terhadap data nilai pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. 4.5.1 Uji Normalitas Data Kelas Kontrol Uji normalitas data kelas kontrol dilakukan untuk mengukur data pretes dan postes kelas kontrol. Hipotesis yang diajukan untuk mengukur normalitas distribusi populasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Ho = Data populasi berdistribusi normal. Ha = Data populasi tidak berdistribusi normal. Berdasarkan analisis pengambilan keputusan uji normalitas menggunakan acuan sebagai berikut: apabila nilai signifikan uji normalitas (sig.>0,05) maka Ho diterima yaitu data berdistribusi normal. Tabel 4.7 berikut menyajikan rangkuman hasil uji normalitas distribusi populasi nilai tes dengan metode Kolmogorov-Smirnov menggunakan program SPSS 16.0 for windows.

47 Tebel 4.7 Hasil Uji Normalitas Data Kelas Kontrol Berdasarkan tabel 4.7, kelas kontrol (baik pretes maupun postes) mempunyai nilai signifikansi lebih dari 0,05, sehingga Ha ditolak dan Ho diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada taraf signifikansi 5% data populasi kelas kontrol berdistribusi normal. Hasil uji normalitas selengkapnya dapat dilihat pada lampiran. 4.5.2 Uji Normalitas Data Kelas Eksperimen Uji normalitas data kelas eksperimen dilakukan untuk mengukur data pretes dan postes kelas eksperimen. Hipotesis yang diajukan untuk mengukur normalitas distribusi populasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Ho = Data populasi berdistribusi normal. Ha = Data populasi tidak berdistribusi normal. Pengambilan keputusan uji normalitas menggunakan acuan sebagai berikut apabila nilai signifikan uji normalitas (sig.>0,05) maka Ho diterima yaitu data berdistribusi normal. Tabel 4.8 berikut menyajikan rangkuman hasil uji normalitas distribusi populasi nilai tes dengan metode Kolmogorov-Smirnov menggunakan program SPSS 16.0 for windows. Kel.Data Signifikasi Sig. Ket Kolmogorov-Smirnov Pretes 0,092 Sig.> 0,05 Normal Postes 0,084 Sig.> 0,05 Normal

48 Tabel 4.8 Hasil Uji Normalitas Data Kelas Eksperimen Kel.Data Signifikasi Sig. Ket Kolmogorov-Smirnov Pretes 0,070 Sig.> 0,05 Normal Postes 0,054 Sig.> 0,05 Normal Berdasarkan tabel 4.8, kelas eksperimen (baik pretes maupun postes) mempunyai nilai signifikansi lebih dari 0,05, sehingga Ha ditolak dan Ho diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada taraf signifikansi 5% data populasi kelas eksperimen berdistribusi normal. Hasil uji normalitas selengkapnya dapat dilihat pada lampiran. 4.5.3 Uji Homogenitas Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Uji homogenitas digunakan untuk menentukan kehomogenan kelas eksperimen dan kelas kontrol, yang dilakukan dengan menggunakan homogenitas Levene dengan program SPSS versi 16.0 for mindows. Adapun kriteria pengujian yang digunakan untuk menentukan homogenitas populasi dalam penelitian ini adalah Ho diterima apabila nilai Sig lebih dari tingkat alpha yang ditetapkan yaitu 5% (0,05). Tebel 4.9 Hasil Uji Homogenitas Data Kelas Eksperimen dan Kontrol (Pretes dan Postes) Kelompok Levene Statistik df1 df2 Sig. Pretes 0.107 1 96 0,744 Postes 3.671 1 96 0,058 Berdasarkan output pada Test of Homogeneity of Variance, kehomogenan data dilihat dari kolom Sig. Karena signifikan nilai pretes (0.744) dan signifikan nilai postes (0,058) lebih besar dari alpha yang ditetapkan yaitu 0,05 maka Ho diterima. Dengan demikian, disimpulkan data nilai pretes dan postes dari kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah homogen

49 4.6 Uji Kesamaan Rata-Rata Pretes Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Uji kesamaan rata-rata nilai pretes kelas eksperimen dan kelas kontrol bertujuan untk melihat apakah kemampuan siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum diberikan perlakuan adalah sama atau tidak. Uji kesamaan rata-rata menggunakan uji independent sample t-test dengan menggunakan program SPSS.1 for windows. Kedua kelas dikatakan memiliki rata-rata hasil belajar yang tidak berbeda secara signifikan, apabila nilai signifikansi uji kesamaan rata-rata diatas 0,05. Berikut adalah tabel uji kesamaan rata-rata kelas kontrol dan kelas eksperimen.

50 Tabel 4.10 Hasil Uji Kesamaan Rata-Rata Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Sig. (2- Mean Differenc Std. Error Differe Confidence Interval of the Difference F Sig. T Df tailed) e nce Lower Upper Pretes Equal variances assumed -.107.744 -.941 96.349-1.87250 1.99041 5.82344 2.078 44 Equal variances not -.942 95.9 11 -.348-1.87250 1.98748 5.81766 2.072 66 assumed Berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat dilihat bahwa nilai signifikan uji independent sample t tes untuk nilai pretes kelas kontrol dan kelas eksperimen adalah 0,349 (sig.> 0,05). Dapat disimpulkan bahwa kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki kemampuan hasil belajar yang sama.

51 4.7 Uji Hipotesis Pengujian terhadap perbedaan pengaruh dari penggunaan model pembelajaran snawball throwing dan model pembelajaran konvensional pada pembelajaran mata pelajaran IPS terhadap hasil belajar dengan menggunakan tekhnik Independen Sampel T Test. Berikut hipotesis yang diuji dalam Independen Sampel T Test. Ho = Tidak Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran snowball throwing dengan siswa yang diajar tanpa menggunakan model snow ball throwing pada mata pelajaran IPS. Ha = Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model snowball throwing dengan siswa yang diajar tanpa menggunakan model snowball throwing pada mata pelajaran IPS. Pengambilan keputusan didasarkan pada hasil uji t yang diperoleh, yaitu: a. jika sig. < 0,05 maka Ho ditolak, dan jika sig. >0,05 maka Ho diterima atau; b. jika t hitung > t tabel maka Ho ditolak, dan jika t hitung < t tabel maka Ho diterima atau; c. jika t hitung < -t tabel maka Ho ditolak, dan jika t hitung > -t tabel maka Ho diterima. Pengambilan keputusan dan penarikan kesimpulan terhadap uji hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5 %. Secara lengkap hasil uji hipotesis menggunakan teknik Independen Sampel T Test disajikan pada lampiran. Rangkuman hasil analisis tersebut disajikan dalam Tabel 4.11 berikut.

52 Postes Equal varian ces assum ed Equal varian ces not assum ed Levene's Test for Equality of Variances Tebel 4.11 Hasil Uji Hipotesis Penelitian Independent Samples Test F Sig. T Df t-test for Equality of Means Sig. (2- taile d) 3.671.058-3.773 96.000 Mean Differe nce Std. Error Differe nce 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper - 5.52750 1.46518-8.43585-2.61915-3.744 82.43 5.000-5.52750 1.47631-8.46413-2.59087 Berdasarkan Tabel 4.11, dari hasil perhitungan analisis Leneve s Test dapat dilihat nilai signifikansinya sebesar 0,058 dan jika dibandingkan dengan pedoman pengambilan keputusan, maka terlihat bahwa angka 0,058 lebih besar dari 0,05 yang berarti bahwa Ho diterima (data adalah homogen) dan Ha ditolak. Oleh sebab itu yang dijadikan pedoman untuk analisis lebih lanjut adalah angka-angka yang terdapat pada barisan Equal variances assumed. Berdasarkan tabel terlihat hasil tes t sebesar -3,773 dengan df = 96, perbedaan mean = 5.52 perbedaan standar error = 1.465. Perbedaan hasil belajar terendah -8.43 dan tertinggi -2,61. Pengambilan keputusan dapat dilihat dari nilai signifikan (0.000 < 0.05) atau dengan melihat nilai t hitung (-3.773) < t tabel (-1.98) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada hasil

53 belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV pokok bahasan perkembangan teknologi yang diajar dengan model snowball throwing dengan siswa yang diajar dengan model konvensional. 4.8 Kajian Hasil Penelitian Berdasarkan analisis data hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pada hasil belajar pokok bahasan perkembangan teknologi pelajaran IPS yang menggunakan model snowball throwing dengan hasil belajar IPS yang menggunakan model konvensional. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan model pembelajaran yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda terhadap hasil belajar siswa. Hal tersebut terbukti dengan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar siswa. Siswa yang diberi pengajaran dengan model snowball throwing semula rata-ratanya adalah 76.06 menjadi 90.84 atau meningkat sebesar 14.78. Sedangkan siswa yang tidak diberi pengajaran menggunakan model konvensional semula rata-ratanya adalah 74.19 menjadi 85.31 atau meningkat sebesar 11.13. Peningkatan rata-rata hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan model snowball throwing ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan rata-rata hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan model pembelajaran konvensional. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh Dwi Wulandari (2010) yang menyatakan penerapan model snowball throwing dapat meningkatan hasil belajar siswa. Hasil penelitian tersebut didukung data proses pembelajaran terjadi. Hasil pengamatan selama proses kegiatan pembelajaran di kelas IV SD N 01 Salatiga sebagai kelas eksperimen, siswa terlihat aktif, kreatif dan lebih komunikatif. Penerapan model snowball throwing di dalam pembelajaran IPS membuat kelompok menjadi dinamis, karena kegiatan siswa dituntut untuk berpikir, menulis, bartanya, atau berbicara, melakukan aktivitas fisik yaitu menggulung kertas dan melemparkannya pada siswa lain, mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan dari temannya yang terdapat dalam bola kertas. Sehingga di dalam kelas benar-benar

54 terjadi interaksi secara nyata antar siswa, terlatih untuk bekerjasama dengan teman dan terjadi komunikasi dua arah dimana guru tidak lagi sebagai sumber belajar siswa. Hal ini didukung dengan kelebihan dari penggunaan model snowball throwing dalam Diyan Tunggal Safitri (2011) yaitu kesiapan siswa dalam merumuskan pertanyaan dengan bersumber pada materi yang diajarkan serta saling memberikan pengetahuan, siswa lebih memahami dan mengerti secara mendalam tentang materi pelajaran yang dipelajari, siswa lebih berani dalam bertanya, melatih siswa menjawab pertanyaan, mengurangi rasa takut siswa, siswa lebih memahami kerja sama, siswa lebih bisa menerima keragaman suku, sosial, budaya, dan siswa terus termotivasi dalam meningkatkan kemampuannya. Kegiatan pembelajaran di kelas IV SD N Sidorejo Lor 07 sebagai kelas kontrol yang diajar dengan model konvensional, siswa hanya sebagai objek penerima materi dari yang dijelaskan oleh guru. Dalam pembelajaran guru sebagai pusat pembelajaran, sedangkan siswa sebagai audiens. Tidak terjadi interaksi yang benarbenar nyata baik antar siswa ataupun guru dengan siswa. Hanya terlihat beberapa siswa yang aktif bertanya kepada guru, sedangkan siswa yang lain kurang memperhatikan pembelajaran. Kurangnya perhatian siswa terhadap pembelajaran dikarenakan kegiatan pembelajaran cenderung monoton dan model pembelajaran hanya didominasi ceramah oleh guru yang membuat anak bosan. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran snowball throwing dalam pembelajaran materi perkembangan teknologi mata pelajaran IPS kelas IV dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran yang menggunakan model ceramah. Hal ini sesuai dengan tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang pada dasarnya berupa pengetahuan yang mengajarkan kepada siswa untuk lebih aktif, kreatif, dapat berkomunikasi lebih baik dengan lingkungan dan dapat bekerja sama dengan lingkungan sosial disekitar.

55