BAB III TINJAUAN KASUS A. Pengkajian Pengkajian dilakukan pada tanggal 21 April 2010 1. Biodata a. Identitas pasien Nama Umur Jenis kelamin Agama Alamat Suku / bangsa : An. D : 3 bulan : Laki-laki : islam : Wonodri : jawa, indonesia No. Register : 111.82.55 Diagnosa medis : Febris convulsive b. Penanggung jawab Nama Umur Alamat Jenis kelamin Agama Pekerjaan Pendidikan : Tn. H : 27 tahun : Wonodri : laki - laki : islam : swasta : SLTA
Hubungan dengan klien : Ayah kandung 2. Riwayat kesehatan a. Keluhan utama Panas tinggi 38,7 0 C ( 21/4/2010) dan kejang (20/4/2010) b. Riwayat kesehatan sekarang ± 2 hari sebelum masuk RS, klien demam, panas tidak turun turun, batuk dan ada dahaknya, klien pilek, keluarga klien (nenek) mengatakan cucu sebelum masuk rumah sakit kejang. Kejang berlangsung selama ±15 menit. Kemudian keluarga memutuskan untuk membawa klien ke Rumah Sakit Roemani Semarang untuk mendapat perawatan yang lebih baik. Kakek klien mengatakan cucu saya sempat kejang sebentar saat setelah sampai disini (Ruang lukman) kejang <5 menit. c. Riwayat kesehatan masa lampau 1. Pre natal : selama hamil ibu klien rajin memeriksakan kehamilannya secara teratur di rumah sakit, terkadang ke bidan. Selama kehamilan tidak ada keluhan. Imunisasi TT 2 kali. 2. Intranatal : anak lahir pada umur kehamilan 9 bulan, lahir secara spontan di rumh sakit, BBL : 3000 gr daan PBL : 48 cm 3. Post natal : pemeriksaan bayi dan masa nifas dilakukan di dokter, imunisasi wajib lengkap 4. Penyakit yang pernah diderita anak : anak tidak mempunyai riwayat penyakit pernafasan (asma) 5. Hospitalisasi / tindakan operasi : anak sebelumnya belum
pernah dirawat atau dilakukan tindakan operasi sebelumnya 6. Alergi : klien tidak mempunyai riwayat alergi obat dan makanan 7. Kecelakaan : sebelumnya klien tidak pernah jatuh dari tempat tidur 8. Imunisasi : Imunisasi BCG 1 x pada umur 0 bulan Imunisasi DPT 1 x pada umur 2 bulan Imunisasi Polio 2 x pada umur 0 dan 2 bulan Imunisasi Hepatitis B 2 x pada umur 0 dan 1 bulan 9. Pengobatan : klien tidak sedang minum obat rutin dari dokter lain d. Riwayat kesehatan keluarga Keluarga tidak pernah ada yang menderita penyakit seperti pasien saat ini dan keluarga pasien tidak ada yang mempunyai riwayat penyakit menular dan penyakit menahun.
Genogram Keterangan = pasien = perempuan = tinggal 1 rumah e. Riwayat perkembangan 1) Klien dapat tersenyum di usia 2 bulan 2) Klien dapat miring di usia 3 bulan 3) Klien dapat mengoceh di usia 3 bulan f. Riwayat pertumbuhan 1) BB : 6,3 kg 2) PB : 78 cm 3) LILA : 13 cm 3. Pengkajian pola kesehatan fungsional a. Pola pemeliharaan dan persepsi kesehatan
Orang tua selalu memeriksakan kesehatan anaknya ke rumah sakit atau ke puskesmas. Bila anak sakit, biasanya orang tua membawa atau memeriksakan anank untuk mendapat obat ke puskesmas, terkadang ke dokter. b. Pola nutrisi Sebelum sakit : klien tidak mengalami perubahan nafsu makan. Klien minum ASI & susu formula ± 1200 ml/hari. BB : 6,3 kg.ibu klien mengatakan klien belum mendapat makanan tambah. Saat sakit : Ibu klien mengatakan klien minum : susu formula ± 800 1000 ml. klien terpasang infuse set dengan caiaran infuse yang masuk ± 200 ml (saat pengkajian) c. Pola eliminasi Sebelum sakit : BAB klien tidak cair 2 x/hari dengan konsistensi lunak, warna kuning dan bau khas, dan BAK ± 6 8 x/hari, saat sakit klien BAB cair 2x, warna kuning dan bau khas (21/4/2010) dan BAK 6 7 x/hari dalam sehari. d. Pola aktivitas dan latihan Sebelum sakit : klien aktif, mengoceh, senyum, Saat sakit (pengkajian) : klien kurang aktif, lemas terkadang rewel. Terkadang klien terlihat digendong oleh neneknya/ibunya, kakek klien mengatakan Putri sempat kejang sebentar di ruang ini (Baitul Athfal). Kejang <5 menit. e. Pola istirahat dan tidur Sebelum sakit : klien tidur ± 7 10 jam Saat sakit : klien rewel, mudah terbangun, klien tidur selama ± 5 6 jam, tidur siang ± 2 jam. Klien biasanya mudah terbangun, rewel jika udara ruangan panas. f. Pola persepsi sensori dan kognitif
Klien terkadang terlihat rewel, apalagi kalau didatangi perawat untuk dilakukan pemeriksaan/tindakan : pengukuran suhu. Orang tua/keluarga saat dilakukan pengkajian, tidak mengetahui sakit yang diderita klien : sebab, pengertian dan penatalaksanaan. Ibu klien mengatakan anak saya sakit panas tetapi sampai bisa kejang, saya tidak tahu kenapa bisa begitu, saat kejang langsung saya bawa ke RS g. Pola persepsi diri dan konsep diri Saat pengkajian klien menangis dan terlihat digendong neneknya. Pihak keluarga dapat menerima penyakit yang diderita anaknya, ekspresi wajah keluarga sedih dan terlihat khawatir. Klien adalah anak laki-laki yang berumur 3,6 bulan. h. Pola peran dan hubungan sosial Klien tergantung pada keluarga (orang tua, nenek) untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, seperti : makan, minum susu, mandi, BAB dan BAK. Klien adalah anak kedua dari orang tuanya, klien juga sebagai cucu dari kakek dan neneknya. Klien biasa digendong dan dioajak bermain oleh tetangganya. i. Pola seksual dan reproduksi Klien berjenis kelamin laki-laki, tidak mempunyai kelainan congenital, klien sangat disayang oleh keluarganya. j. Pola koping dan toleransi stress Stressor pada anak adalah udara ruangan yang panas (efek hospitalisasi) yang membuat klien menangis/rewel. Klien biasa digendong diberi susu atau diajak jalan jalan ke luar ruangan ketika rewel.
k. Pola nilai dan kepercayaan Klien adalah seorang muslim yang belum dapat menunaikan ibadah sesuai syariat karena belum cukup umur (baligh). Keluarga klien berharap agar klien dapat cepat sembuh. Nenek klien dan ibu klien mengatakan semoga Allah cepat memberikan kesembuhan pada An.D. 4. Pemeriksaan fisik a. Keadaan umum : klien terlihat kurang aktif, badan panas saat diraba b. Tanda tanda vital : T : 38,7 0 C (21/4/2010) N : 110 x/menit RR : 24 x/menit c. Antropometri : BB : 6,3 kg, PB : 78 cm, LILA : 13 Cm d. Kepala : Mesocephal, tidak ada lesi, rambut hitam lurus, tebal, bersih e. Mata : tidak anemis, tidak ikterik, tidak cekung f. Hidung : bersih, tidak ada lesi, tidak ada polip, tidak ada nafas cuping hidung g. Mulut : tidak ada stomatitis, tidak sianosis, mukosa dan bibir kering, warna pucat. h. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada distensi Vena Jugularis i. Lidah : bersih, tidak ada lesi j. Thorak : simetris, tidak ada retraksi
k. Paru : simetris, tidak ada wheezing, tida ada ronchi l. Jantung : BJ I II murni, tidak ada gallop, tidak ada pembesaran jantung. m. Abdomen : tidak ada distensi, datar super, BU (+) n. Genetalia : tidak ada kelainan congenital, tidak ada lesi o. Ekstermitas : - Atas : tangan kiri terpasang infuse set, tidak ada edema, tidak ada lesi (selain tusukan infuse), CRT < 2 detik, tidak sianosis, tidak ada petekie. - Bawah : tidak ada edema, tidak sianosis, CRT < 2 detik, tidak cacat. p. Kulit : turgor kulit kurang, kulit kering, warna kulit kuning langsat saat di palpasi terasa hangat. 5. Pemeriksaan penunjang Tanggal 22 April 2010 a. Pemeriksaan laboratorium HEMATOLOGI DARAH RUTIN Hemoglobin Leukosit Trombosit Hematokrit HITUNG JENIS HASIL 10,8 15,100 292,000 32,9 UNIT g/dl /mm 3 /mm 3 %
Eosinofil Basofil N. Segmen Limfosit Monosit Laju Endap Darah Eritrosit MCV MCH MCHC 0,20 0,1 60,4 44,3 12,0 2 4,54 87,3 28,6 32,8 % % % % % Mm/jam /UL FL Pg % Jenis pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Salmonella typi O Salmonella paratypi AO Salmonella paratypi BO Salmonella paratypi CO Salmonella typi H Salmonella paratypi AH Salmonella typi OH Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif 1/60 (N : Negatif ) (N : Negatif ) (N : Negatif ) (N : Negatif ) (N : Negatif ) (N : Negatif ) (N : Negatif ) b. Therapy - 24 ¼ N 20 tpm - Injeksi : Sagestam 2x30 mg
Cortidex 3x1/4 ampul - Per os Vomerin 3x ¼ cth Promedex 3x ¼ cth Depalene 3x ¼ cth Pramuba cyrup 3x ¼ cth Luminal 3 x 3 gram c. Diit Asi & susu formula B. Pengelompokan Data No Tanggal Data Fokus (DS dan DO) TT 1 21/4/2010 DS : - keluarga (ibu klien) mengatakan, anak saya sakit panas tetapi sampai bisa kejang, saya tidak tahu kenapa bisa begitu. Saat kejang langsung saya bawa ke RS. - Kakek klien mengatakan, cucu saya sempat kejang lagi sebentar saat setelah sampai di ruang ini Lukman) = kejang 5 menit. - Orang tua / keluarga saat dilakukan pengkajian mengatakan tidak mengetahui sakit yang diderita klien : pengertian, sebab dan penatalaksanaan - Ibu klien mengatakan Klien minum susu formula ± 800 1000 ml dan klien belum mendapat makanan tambahan
apapun. 2 21/4/2010 DO : - Klien panas tinggi 38,7 0 C dan kejang - Klien terpasang infuse set dengan cairan infuse 2 A ¼ N 20 tpm, cairan yang masuk ± 200 ml (saat pengkajian) - BAB klien cair 2 x dalam sehari (21/4/2010) - Klien kurang aktif, lemas terkadang rewel - Klien mudah terbangun, rewel jika udara ruangan panas - Klien terkadang terlihat rewel apalagi kalau didatangi perawat untuk dilakukan pemeriksaan/tindakan : pengukuran suhu. TTV : Suhu : 38,7 0 C, nadi 110 x/menit - RR : 24 x/menit - BB : 6,3 kg, PB : 78 cm, LILA : 13 cm - Mukosa bibir kering - Kulit kering - Saat dipalpasi kulit terasa hangat. - Klien mengalami kejang selama ± 15 menit sebelum masuk RS - Ekspresi keluarga sedih dan terlihat khawatir - Therapy : 2A ¼ N 20 tpm, injeksi : Sagestam 2 x 30 gr Cortidex 3 x ¼ A ; Per os : Cefad 90 mg, Dumin 40 mg Cellist 1/6 tab, promuba syrup 3 x ¼ cth, Luminal : 3 x 3 gram.
C. Analisa Data Data (DS dan DO) Masalah (P) Etiologi (E) DS : - keluarga (ibu klien) mengatakan, anak saya sakit panas. DO: - Suhu :38,7 0 C ( 21/4/2010) - Nadi :110 x/menit - Pernapasan :24 x/menit - Anak kurang aktif, lemah dan terkadang rewel Hipertermi Proses Peradangan DS : - Ibu klien mengatakan Klien minum : susu formula ± 800 1000 ml, klien belum mendapat makanan tambahan apapun DO : - Klien terpasang infuse set dengan caiaran 2 A ¼ N 20 tpm. Saat pengkajian cairan infuse yang baru masuk ± 200 ml - Klien kurang aktif, lemas dan terlihat rewel - TTV : Suhu : 38,7 0 C (21/4/2010) Nadi : 110 x/menit RR : 24 x/menit - Mukosa bibir kering, kulit kering Resiko kekurangan volume cairan Intake inadekuat output cair DS : Resiko cidera Kejang
- Keluarga (ibu klien) mengatakan, anak saya sakit panas tetapi sampai bisa kejang. DO - Klien mengalami kejang selama ± 30 menit sebelum masuk Rumah Sakit. - Klien rewel DS : Resiko Suhu tubuh - Kakek klien mengatakan, cucu saya sempat terjadinya tinggi kejang lagi sebentar saat setelah sampai di ruang ini (R.Lukman). Kujang < 5 menit. kejang berulang (Hipertermi) DO : - Klien panas tinggi 38,7 0 C dan kejang - TTV 21/4/2010 : S : 38,7 0 C N : 110 x/menit RR : 24 x/menit - Therapy : susu formula 3 x ¼ cth DS: - Orang tua / keluarga saat dilakukan pengkajian mengatakan tidak mengetahui sakit yang diderita klien : pengertian, sebab dan penatalaksanaan DO: ekspresi keluarga sedih dan terlihat khawatir Kurang pengetahuan Kurang informasi
D. Diagnosa Keperawatan 1. Hipertermi berhubungan dengan proses peradangan 2. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan Intake inadekuat output cair 3. Resiko cidera berhubungan kejang 4. Resiko terjadinya kejang berulang berhubungan dengan Suhu tubuh tinggi (Hipertermi) 5. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi E. Intervensi Keperawatan No Waktu Tujuan dan Kriteria Rencana keperawatan Rasional Dx Hasil 1 Rabu Tujuan : 1. Beri kompres hangat. - Dapat membantu 21/4/10 Setelah dilakukan mengurangi demam tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan 2. Beri dan anjurkan klien untuk banyak minum - Semakin banyak minum akan dapat membantu menurunkan hipertermi tidak demam terjadi Kriteria Hasil : Suhu tubuh dan tanda-tanda vital dalam batas normal ( 36 0 C-37 0 C ), Klien bebas dari 3. anjurkan klien istirahat dengan tirah baring 4. anjurkan klien untuk - Istirahat yang cukup akan sedikit membantu penyembuhan - Pakaian yang tipis
demam, kooperatif memakai pakaian akan memudahkan dan tidak rewel. tipis dan menyerap keringat sirkulasi dalam dan luar tubuh 5. ciptakan suasana yang nyaman ( atur ventilasi) - Suhu ruangan harus diubah untuk mempertahankan suhu mendekati normal 6. awasi suhu tubuh - Suhu tubuh 38,9 0 C- 41,1 0 C Menunjukkan proses penyakit infeksius akut,pada demam membantu dapat dalam diagnosis 7. kolaborasi pemberian obat anti mikroba, - Digunakan untuk mengurangi demam antipiretik dan dengan aksi pemberian cairan sentralnya pada parenteral hipotalamus, meskipun demam mungkin dapat berguna dalam
membatasi pertumbuhan organisme dan meningkatkan autodestruksi sel-sel dari yang 2 21/4/10 Tujuan : 1. Kaji Tanda-tanda terinfeksi - Menilai status Setelah dilakukan vital, tanda dan hidrasi elektrolit tindakan gejala dehidrasi dan dan keseimbangan keperawatan selama 1 x 24 jam hasil laboratorium 2. Berikan cairan oral asam basa - Upaya mengganti diharapkan adekuat dan cairan yang keluar kebutuhan cairan parenteral sesuai terpenuhi, tidak indikasi terjadi kekurangan volume cairan Kriteria Hasil : - TTV dalam batas normal ( suhu 36 0 C-37 0 C) Nadi 3. Pantau intake dan output ( balance cairan ) 4. Anjurkan pada keluarga untuk memberikan - Memberikan status keseimbangan cairan - Memenuhi cairan secara adekuat 100x/menit, pernapasan 24x/menit ) minuman adekuat bertahap peroral secara
- Mukosa bibir lembab - Turgor kulit baik 3 21/4/10 Tujuan : 1. Hindarkan anak dari - Tindakan ini dapat Setelah dilakukan benda-benda yang membantu tindakan membahayakan menurunkan injuri keperawatan selama 1 x 30 menit 2. Gunakan alat pengaman - Dapat melindungi klien dari bahaya diharapkan tidak injuri terjadi cidera KH : 3. Bila terjadi kejang pasang sudip lidah - Agar lidah tidak tergigit atau lidah - Keluarga menunjukan menutup napas jalan tindakan yang 4. Kolaborasi - Diharapkan dapat aman bagi klien pemberian obat anti mempercepat - Tidak terjadi kejang proses keseleo penyembuhan dan (dislokasi) juga memantau dengan efek samping secara dini jika timbul efek
samping Rabu Tujuan : setelah - Memberikan 4 21/4/2010 dilakukan tindakan 1. Pantau dan informasi tentang keperawatan selama observasi tanda- perubahan tanda- 1x60 menit tanda vital tanda vital diharapkan kejang tidak terjadi 2. Beri kompres - Dapat membantu Kriteria hasil: hangat pada klien mengurangi demam - Suhu tubuh menurun ( 37 0 C ) 3. Beri dan anjurkan - Semakin banyak - Klien tenang dan klien untuk banyak minum akan dapat tidak rewel minum membantu menurunkan demam 4. anjurkan klien - Istirahat yang istirahat tirah baring dengan cukup akan dapat sedikit membantu penyembuhan 5. anjurkan klien untuk memakai pakaian tipis dan menyerap keringa 6. kolaborasi pemberian obat anti mikroba, - Pakaian yang tipis akan memudahkan sirkulasi dalam dan luar tubuh - Digunakan untuk mengurangi demam
dan antipiretik dan dengan aksi sentralnya pada hipotalamus Rabu 1. kaji tingkat - Mempengaruhi 5. 21/4/2010 Tujuan :setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1x45 menit pengetahuan keluarga meningkat. Kriteria Hasil : - Klien mengetahui tentang pengertian kejang demam,penebab dan penatalaksanaannya pendidikan klien atau keluarga 2. kaji tingkat pengetahuan keluarga atau klien 3. lakukan pendidikan kesehatan tentang kejang demam pada keluarga klien proses terhadap penerimaan materi pengetahuan - Menentukan pilihan intervensi yang tepat dalam menyampaian - Memberikan informasi yang adekuat, meningkatkan peran serta keluarga dalam perawatan klien 4. beri kesempatan - Mengetahui sejauh keluarga bertanya untuk mana intervensi berhasil dilakukan. 5. libatkan keluarga dalam setiap Masalah pada kesehatan anak
tindakan pada klien melibatkan peranan orang tua mempersiapkan perawatan klien ketika di rumah. F. Implementasi No Waktu Tindakan keperawatan Respon pasien TT Dx 1 21/4/10 - Melakukan pengukuran suhu S : - 20.50 (suhu rectal) O : T : 38,7 0 C, klien rewel 2 - Memberikan adanya tanda dan S : - gejala dehidrasi O : mukosa bibir kering, kulit kering 22/4/10 - Melihat hasil lab : leukosit, S : - 07.00 HT, HB O : leukosit : 15,100, HT : 32,9%, HB : 10,8 (g/dl) 1&2 - Menganjurkan ibu untuk S : ibu klien mengatakan memberikan minum (susu) iya sebanyak mungkin O : ibu klien mengangguk dan menjawab
pertanyaan perawat. 2 - Mengganti cairan infuse yang S : - habis O : infus fluid telah diganti 2A ¼ N 20 tpm 1 22/4/10 - Memberikan injeksi obat S : - 08.00 O : telah diinjeksikan obat sagostam 30 gram dan cortidex ¼ A 3 08.10 - Menghindarkan anak dari S : Ibu klien mengatakan benda-benda yang akan minyingkirkan membahayakan barang yang membahayakan dan memasang pengaman tempat tidur. O : Ibu klien tampak memasang pengaman tempat tidur dan menjaga anaknya. 1&4 08.30 S : ibu klien mengatakan ya, mba. - Menganjurkan ibu untuk O : ibu klien terlihat memberikan kompres hangat mengangguk dan dan meminumkan obat memperhatikan anjuran
penurunan panas jika anak perawat 5 09.00 panas. S : ibu klien mengatakan saya tahunya anak saya - Mengkaji tingkat pengetahuan Cuma demam, panas keluarga klien tentang kejang badannnya terus sampai demam kejang begitu, saat kejang, langsung saya bawa ke RS. O : ekspesi wajah ibu klien tegang 1,2&4 09.10 S : - O : 38 0 C suhu axial 1&4 10.00 - Mengukur suhu badan klien S : ibu klien mengatakan, baik mba. O : ibu klien terlihat - Menganjurkan ibu klien untuk memberikan obat memberikan obat penurun penurun panas promula panas sirup ¼ cth 2 11.00 S : - O : infus kembali lancer 2 12.00 - Membenarkan infus yang S : nenek klien mengatakan, macet cucunya sudah tidak terlalu panas dan
BABnya sudah berampas. - Mengkaji apakah ada tanda O : mukosa bibir agak dehidrasi dan menanyakan keluhan lembab, berkeringat. kulit 1,2&4 12.15 S : - O : 37 0 C 1 22/4/10 S : - 12.00 - Mengukur suhu badan klien O : telah diberikan obat peroral Cefad 90 mg, Dumin 40 mg, Luminal 5 23/4/10 22.00 - Memberikan obat peroral kepada klien 3 gr S : nenek klien mengatakan ternyata suhunya tinggi itu bisa membuat kejang - Memberikan informasi tentang O : - 2 23.00 kejang demam S : - O : telah diganti cairan infuse 2A ¼ N 20 tpm 1 24/4/10 05.00 - Mengganti cairan infuse yang habis S : - O : anak tidak rewel setelah Ac dinyalakan.
1,2&4 06.30 S : - - Memberikan lingkungan yang tenang dan nyaman O : 36,5 0 C, axilla, 100x/menit, 20 x/menit 5 09.00 S : ibu klien mengatakan - Mengukur suhu badan klien, nadi dan RR jadi kejang demam itu jika suhunya lebih dari 38 0 C. O : keluarga klien dapat - Memberikan pendidikan kesehatan tentang kejang mengulang apa yang dijelaskan : demam menyebutkan kembali cara menangani kejang demam serta pengertian 2 11.00 S : - O : mukosa bibir lembab, kulit lembab - Mengobservasi adanya tanda dan gejala dehidrasi
G. Catatan Perkembangan No Dx Waktu Evaluasi TT 1 24/4/10 07.30 S : nenek klien mengatakan, cucu saya panasnya sudah turun O : suhu 37 0 C, Nadi : 100 x/menit, RR : 24 x/menit, ANAK Kooperatif dan tidak rewel A : P : masalah hipertermi sudah teratasi motivasi keluarga untuk mengontrol panas klien atau mengukur suhu 2 24/4/10 S : nenek klien mengatakan cucu saya sudah mau minum 07.30 banyak O : mukosa bibir lembab, kulit lembab, suhu tubuh 37 0 C, nadi 100 x/menit, RR 24 x/menit, klien terlihat minum susu 120 ml. A : masalah resiko kekurangan cairan teratasi P : motivasi keluarga untuk memberikan banyak minum 3 24/4/10 07.30 S : ibu klien mengatakan saya sudah menjauhkan bendabenda yang berbahaya O : lingkungan sekitar tampak aman, aturan pengobatan dipertahankan oleh keluarga A : masalah resiko cidera dapat teratasi P : motivasi keluarga untuk mengawasi anak dari bahaya
sekitar lingkungan 4 5 24/4/2010 07.30 24/4/2010 10.00 S : Ibu klien mengatakan anaknya sudah tidak panas lagi dan berharap tidak mengalami kejang O : Klien terlihat tenang, tidak rewel, tidak terjadi kejang ulang, suhu tubuh 37 0 C, Nadi 100x/menit, RR 24x/menit A : Masalah risiko terjadinya kejang berulang teratasi P : Pantau kondisi umum dan anjurkan pada keluarga untuk mengawasi jika terjadi kejang dan lapor jika panas meningkat S : Ibu klien mengatakan sudah mengetahui tentang kejang demam O : Ibu klien dapat menyebutkan kembali pengertian kejang demam, penyebab dan cara menanganinya. ekspresi wajah tenang. A : Masalah teratasi sebagian. P : Berikan informasi tentang kejang demam dengan bahasa yang mudah dimengerti dan motivasi keluarga untuk mengikuti cara menangani kejang yang telah di ajarkan.