Matematika informatika 1 ALJABAR BOOLEAN

dokumen-dokumen yang mirip
Definisi Aljabar Boolean

ALJABAR BOOLEAN. Misalkan terdapat. Definisi:

Aljabar Boolean. Matematika Diskrit

DEFINISI ALJABAR BOOLEAN

Aljabar Boolean. Bahan Kuliah Matematika Diskrit

Aljabar Boolean. Rinaldi Munir/IF2151 Mat. Diskrit 1

2. Gambarkan gerbang logika yang dinyatakan dengan ekspresi Boole di bawah, kemudian sederhanakan dan gambarkan bentuk sederhananya.

ebook PRINSIP & PERANCANGAN LOGIKA Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma 2013

Definisi Aljabar Boolean

Definisi Aljabar Boolean

TI 2013 IE-204 Elektronika Industri & Otomasi UKM

Aljabar Boolean. Adri Priadana

Matematika Logika Aljabar Boolean

Aljabar Boolean. IF2120 Matematika Diskrit. Oleh: Rinaldi Munir Program Studi Informatika, STEI-ITB. Rinaldi Munir - IF2120 Matematika Diskrit

Review Sistem Digital : Aljabar Boole

Penyederhanaan Fungsi Boolean

yang paling umum adalah dengan menspesifikasikan unsur unsur pembentuknya (Definisi 2.1 Menurut Lipschutz, Seymour & Marc Lars Lipson dalam

Bahan Kuliah. Priode UTS-UAS DADANG MULYANA. dadang mulyana 2012 ALJABAR BOOLEAN. dadang mulyana 2012

Pertemuan ke-4 ALJABAR BOOLEAN I

Review Sistem Digital : Logika Kombinasional

8 June 2011 MATEMATIKA DISKRIT 2

Mata Kuliah Arsitektur Komputer Program Studi Sistem Informasi 2013/2014 STMIK Dumai -- Materi 08 --

Modul Praktikum. Logika Dasar. Dosen Pengampu: Anie Rose Irawati M.Cs. Penyusun:

Output b akan ada aliran arus dari a jika saklar x ditutup dan sebaliknya Output b tidak aliran arus dari a jika saklar x dibuka.

FPMIPA UPI ILMU KOMPUTER I. TEORI HIMPUNAN

BAB 6 ALJABAR BOOLE. 1. Definisi Dasar MATEMATIKA DISKRIT

BAB 4. Aljabar Boolean

0.(0.1)=(0.0).1 0.0=0.1 0=0

Gambar 28 : contoh ekspresi beberapa logika dasar Tabel 3 : tabel kebenaran rangkaian gambar 28 A B C B.C Y = (A+B.C )

MAKALAH SISTEM DIGITAL

a + b B a + b = b + a ( ii) a b = b. a

Aljabar Boolean. Disusun oleh: Tim dosen SLD Diedit ulang oleh: Endro Ariyanto. Prodi S1 Teknik Informatika Fakultas Informatika Universitas Telkom

Aljabar Boole. Meliputi : Boole. Boole. 1. Definisi Aljabar Boole 2. Prinsip Dualitas dalam Aljabar

JUMANTAKA Halaman Jurnal: Halaman LPPM STMIK DCI:

Logika Matematika. Bab 1: Aljabar Boolean. Andrian Rakhmatsyah Teknik Informatika STT Telkom Lab. Sistem Komputer dan Jaringan

BAB IV PETA KARNAUGH (KARNAUGH MAPS)

PENERAPAN METODE QUINE-MC CLUSKEY UNTUK MENYEDERHANAKAN FUNGSI BOOLEAN

STUDI METODE QUINE-McCLUSKEY UNTUK MENYEDERHANAKAN RANGKAIAN DIGITAL S A F R I N A A M A N A H S I T E P U

MATERI 2 COMBINATIONAL LOGIC

Pertemuan 8. Aplikasi dan penyederhanaan Aljabar Boolean

BAB 6 ALJABAR BOOLE. 1. Definisi Dasar. Teorema 1 MATEMATIKA DISKRIT

K-Map. Disusun oleh: Tim dosen SLD Diedit ulang oleh: Endro Ariyanto. Prodi S1 Teknik Informatika Fakultas Informatika Universitas Telkom

Pertemuan ke-5 ALJABAR BOOLEAN III

BAB 2 GERBANG LOGIKA & ALJABAR BOOLE

Pengaplikasian Aljabar Boolean dalam Menghias Permukaan Roti Panggang oleh Pemanggang Roti Pintar (Smart Toaster)

Aljabar Boolean. Rudi Susanto

Elektronika dan Instrumentasi: Elektronika Digital 2 Gerbang Logika, Aljabar Boolean. Yusron Sugiarto

Ada dua macam bentuk kanonik:

( A + B) C. Persamaan tersebut adalah persamaan rangkaian digital dengan 3 masukan sehingga mempunyai 8 kemungkinan keadaan masukan.

09/01/2018. Capaian Pembelajaran Mahasiswa dapat menjelaskan konsep diagram Venn, teorema Boolean dan membangun fungsi Boolean.

Ungkapan Boolean dan Aljabar Boolean. Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

Logika Matematika Aljabar Boolean

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET TEKNIK DIGITAL LS 2 : Aljabar Boolean, Teori De Morgan I dan De Morgan II

Rangkaian digital yang ekivalen dengan persamaan logika. Misalnya diketahui persamaan logika: x = A.B+C Rangkaiannya:

BAB III GERBANG LOGIKA DAN ALJABAR BOOLEAN

Aplikasi Aljabar Boolean dalam Komparator Digital

ALJABAR BOOLEAN. -Definisi -AB dua-nilai. Altien Jonathan Rindengan, S.Si, M.Kom

ARSITEKTUR DAN ORGANISASI KOMPUTER Aljabar Boolean, Gerbang Logika, dan Penyederhanaannya

63 ISSN: (Print), (Online)

II. TINJAUAN PUSTAKA. disebut vertex, sedangkan E(G) (mungkin kosong) adalah himpunan tak terurut dari

ALJABAR BOOLEAN R I R I I R A W A T I, M. K O M L O G I K A M A T E M A T I K A 3 S K S

Logika Matematika Teori Himpunan

RANGKAIAN KOMBINASIONAL

Komplemen Boolean dituliskan dengan bar/garis atas dengan aturan sebagai berikut

Algoritma & Pemrograman 2C Halaman 1 dari 7 ALJABAR BOOLEAN

Perancangan Aplikasi Penyederhanaan Fungsi Boolean Dengan Metode Quine-MC Cluskey

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET TEKNIK DIGITAL LS 2 : Aljabar Boolean, Teori De Morgan I dan De Morgan II

PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL

GERBANG dan ALJABAR BOOLE

PERCOBAAN DIGITAL 01 GERBANG LOGIKA DAN RANGKAIAN LOGIKA

Sistem dan Logika Digital

Implementasi Greedy Dalam Menemukan Rangkaian Logika Minimal Menggunakan Karnaugh Map

X + 0 = X X.0 = 0 X + 1 = 1 X.1 = X

BAB II LANDASAN TEORI

Logika Matematika Bab 1: Aljabar Boolean. Andrian Rakhmatsyah Teknik Informatika IT Telkom

O L E H : H I DAYAT J U R U SA N TEKNIK KO M P U TER U N I KO M 2012

ALJABAR BOLEAN. Hukum hukum ALjabar Boolean. 1. Hukum Komutatif

Himpunan adalah kumpulan objek objek yang berbeda (Liu, 1986)

Organisasi & Arsitektur Komputer

Perancangan Rangkaian Logika. Sintesis Rangkaian Logika

Kuliah Sistem Digital Aljabar Boolean

GERBANG LOGIKA. Keadaan suatu sistem Logika Lampu Switch TTL CMOS NMOS Test 1 Tinggi Nyala ON 5V 5-15V 2-2,5V TRUE 0 Rendah Mati OFF 0V 0V 0V FALSE

BAB 2. HIMPUNAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER ILHAM SAIFUDIN PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK. Senin, 17 Oktober 2016

BAB IV : RANGKAIAN LOGIKA

Representasi Boolean

Perancangan Rangkaian Logika. Sintesis Rangkaian Logika

I. Judul Percobaan Rangkaian Gerbang Logika dan Aljabar Boolean

BAB II ALJABAR BOOLEAN DAN GERBANG LOGIKA

Aljabar Boolean dan Sintesis Fungsi. Logika

BAB X FUNGSI BOOLEAN, BENTUK KANONIK, DAN BENTUK BAKU

Definisi. Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang berbeda. Objek di dalam himpunan disebut elemen, unsur, atau anggota.

Himpunan. Definisi. Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang berbeda. Objek di dalam himpunan disebut elemen, unsur, atau anggota.

Perancangan Sistem Digital. Yohanes Suyanto

Himpunan (set) Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang berbeda. Objek di dalam himpunan disebut elemen, unsur, atau anggota.

Pertemuan 10. Fungsi Boolean, Bentuk Kanonik dan Bentuk Baku

18/09/2017. Fakultas Teknologi dan Desain Program Studi Teknik Informatika

Himpunan Matematika Diskret (TKE132107) Program Studi Teknik Elektro, Unsoed

Pertemuan 6. Operasi Himpunan

MODUL TEKNIK DIGITAL MODUL IV ALJABAR BOOLE DAN RANGKAIAN KOMBINASIONAL

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM DIGITAL PEMBUKTIAN DALIL-DALIL ALJABAR BOOLEAN

Transkripsi:

Matematika informatika 1 ALJABAR BOOLEAN

ALJABAR BOOLEAN Matematika yang digunakan untuk menganalisis dan menyederhanakan Gerbang Logika pada Rangkaian-rangkaian Digital Elektronika. Boolean pada dasarnya merupakan Tipe data yang hanya terdiri dari dua nilai yaitu True dan False atau Tinggi dan Rendah yang biasanya dilambangkan dengan angka 1 dan 0 pada Gerbang Logika ataupun bahasa pemrograman komputer.

Aljabar Boolean memiliki aplikasi yang luas dalam bidang keteknikan, antara lain dalam bidang jaringan pensaklaran dan rangkaian digital.

Contoh rangkaian pensaklaran pada rangkaian listrik: 1. Saklar dalam hubungan SERI: logika AND Lampu A B Sumber tegangan 2. Saklar dalam hubungan PARALEL: logika OR A Lampu B Sumber Tegangan 4

Contoh rangkaian seri A B Lampu hanya menyala Dalam jika Aekspresi dan B ditutup Boolean (Closed) hubungan seri ini dinyatakan sebagai A.B

Contoh rangkaian paralel A B Dalam Lampu hanya ekspresi menyala jika Boolean salah satu dari hubungan A atau B seri ditutup dinyatakan (Closed) ini sebagai A + B

Definisi Aljabar Boolean Misalkan terdapat - Dua operator biner: + dan - Sebuah operator uner: - B : himpunan yang didefinisikan pada operator +,, dan - 0 dan 1 adalah dua elemen yang berbeda dari B. (B, +,, ) disebut aljabar Boolean jika untuk setiap a, b, c B berlaku aksioma-aksioma atau postulat Huntington berikut:

Postulat Huntington 1. Closure: (i) a + b B (ii) a b B 2. Identitas: (i) a + 0 = 0 + a = a (ii) a 1 = 1. a = a 3. Komutatif: (i) a + b = b + a (ii) a b = b. a 4. Distributif: (i) a (b + c) = (a b) + (a c) (ii) a + (b c) = (a + b) (a + c) (iii) (a. b) + c = (a + c). (b + c) 5. Komplemen 1 : (i) a + a = 1 (ii) a a = 0 8

Untuk mempunyai sebuah aljabar Boolean, harus diperlihatkan: 1. Elemen-elemen himpunan B, 2. Kaidah operasi untuk operator biner dan operator uner, 3. Memenuhi postulat Huntington.

DALIL BOOLEAN X=0 ATAU X=1 0. 0 = 0 1 + 1 = 1 0 + 0 = 0 1. 1 = 1 1. 0 = 0. 1 = 0 1 + 0 = 0 + 1 = 1

Aljabar Boolean Dua-Nilai Aljabar Boolean dua-nilai: - B = {0, 1} - operator biner, + dan - operator uner, - Kaidah untuk operator biner dan operator uner: a b a b a b a + b a a 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1

LATIHAN x y xy x y x+ y x x' Gerbang AND Gerbang OR Gerbang NOT (inverter) x y x.y 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 x y x+y 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 x x 0 1 1 0

Prinsip Dualitas Misalkan S adalah kesamaan (identity) di dalam aljabar Boolean yang melibatkan operator +,, dan komplemen, maka jika pernyataan S* diperoleh dengan cara mengganti dengan + + dengan 0 dengan 1 1 dengan 0 dan membiarkan operator komplemen tetap apa adanya, maka kesamaan S* juga benar. S* disebut sebagai dual dari S. Contoh. (i) (a 1)(0 + a ) = 0 dualnya (a + 0) + (1 a ) = 1 (ii) a(a + b) = ab dualnya a + a b = a + b

Hukum-hukum Aljabar Boolean 1. Hukum identitas: (i) a + 0 = a (ii) a 1 = a 2. Hukum idempoten: (i) a + a = a (ii) a a = a 3. Hukum komplemen: (i) a + a = 1 (ii) aa = 0 5. Hukum involusi: (i) (a ) = a 7. Hukum komutatif: (i) a + b = b + a (ii) ab = ba 9. Hukum distributif: (i) a + (b c) = (a + b) (a + c) (ii) a (b + c) = a b + a c 4. Hukum dominansi: (i) a 0 = 0 (ii) a + 1 = 1 6. Hukum penyerapan: (i) a + ab = a (ii) a(a + b) = a 8. Hukum asosiatif: (i) a + (b + c) = (a + b) + c (ii) a (b c) = (a b) c 10. Hukum De Morgan: (i) (a + b) = a b (ii) (ab) = a + b 11. Hukum 0/1 (i) 0 = 1 (ii) 1 = 0

Buktikan (i) a + a b = a + b dan (ii) a(a + b) = ab Penyelesaian: (i) a + a b = (a + ab) + a b (Penyerapan) = a + (ab + a b) (Asosiatif) = a + (a + a )b (Distributif) = a + 1 b (Komplemen) = a + b (Identitas) (ii) adalah dual dari (i)

Latihan (A, +,*) Aljabar Boolean dimana A= {a,b} a + a = a; a + b = b + a; b + b = b; a * a = a; a * b = b * a; b * b = b Maka 1. a + (a * b) =... Jawab: a + (a * b) = a... Hukum penyerapan 2. a * (a + b) =... Jawab: a * (a + b) = a... Hukum penyerapan

Metode Konsensus Misal P 1, P 2 adalah perkalian dasar sedemikian sehingga tepat satu variabel sebut x k muncul sebagai komplemennya pada salah satu dari P 1 dan P 2. Maka yang dikatakan konsensus Q dari P 1 dan P 2 adalah perkalian (tanpa pengulangan) dari literal P 1 dan literal P 2, sesudah x k dan x k dihilangkan. Contoh : xyz s dan xy t mempunyai konsensus xz st xy dan y mempunyai konsensus x

LATIHAN Tentukan konsesus dari Aljabar Boolean berikut.. 1. xyz s dan xy t Jawab : xz st 2. x yz dan x yt Jawab: tidak mempunyai konsensus

Penyederhanaan Fungsi Boolean Penyederhanaan fungsi Boolean dapat dilakukan dengan 2 cara: 1. Secara aljabar 1. Menggunakan Peta Karnaugh

1. Penyederhanaan Secara Aljabar Contoh: 1. f(x, y) = x + x y = (x + x )(x + y) --- aksioma distributif = 1 (x + y ) --- aksioma komplemen = x + y 2) f(x, y, z) = xy + x z + yz = xy + x z + yz(x + x ) --- aksioma komplemen = xy + x z + xyz + x yz = xy + xyz + x z + x yz = xy(1 + z) + x z(1 + y) --- hukum dominasi 20 = xy + x z

LATIHAN 1) f(x, y, z) = x y z + x yz + xy = x z(y + y) + xy --- aksioma distributif = x z. 1 + xz --- aksioma komplemen = x z + xz

2. Penyederhanaan dengan Peta Karnaugh a. Tabel Kebenaran dengan Dua Peubah No. Map x y f (x, y) 0 0 0 x y 1 0 1 x y 2 1 0 xy 3 1 1 xy 22

Peta Karnaugh dengan dua peubah y 0 1 m 0 m 1 x 0 x y x y m 2 m 3 1 xy xy 23 x 0 1 m 0 m 2 y 0 x y xy m 1 m 3 1 x y xy

b. Tabel Kebenaran dengan Tiga Peubah No. Map x y z f (x, y, z) 0 0 0 0 x y z 1 0 0 1 x y z 2 0 1 0 x yz 3 0 1 1 x yz 4 1 0 0 xy z 5 1 0 1 xy z 6 1 1 0 xyz 7 1 1 1 xyz 24

Peta Karnaugh dengan tiga peubah yz 00 01 11 10 m 0 m 1 m 3 m 2 x 0 x y z x y z x yz x yz m 4 m 5 m 7 m 6 1 xy z xy z xyz xyz 25 xy 00 01 11 10 m 0 m 2 m 6 m 4 z 0 x y z x yz xyz xy z m 1 m 3 m 7 m 5 1 x y z x yz xyz xy z

LATIHAN Diketahui (B, +, *, ) Aljabar Boolean, x,y, z, x, y, z Yang bukan merupakan perkalian dasar adalah.. 1. xyz 2. x yzy 3. x yz 4. x y z

Contoh. Diberikan tabel kebenaran, gambarkan Peta Karnaugh. x y z f(x, y, z) 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 yz 00 01 11 10 x 0 0 0 0 1 1 0 27 0 1 1

c. Tabel Kebenaran dengan Empat Peubah No. Map w x y z f (w, x, y, z) 0 0 0 0 0 w x y z 1 0 0 0 1 w x y z 2 0 0 1 0 w x yz 3 0 0 1 1 w x yz 4 0 1 0 0 w xy z 5 0 1 0 1 w xy z 6 0 1 1 0 w xyz 7 0 1 1 1 w xyz 8 1 0 0 0 wx y z 9 1 0 0 1 wx y z 10 1 0 1 0 wx yz 11 1 0 1 1 wx yz 12 1 1 0 0 wxy z 13 1 1 0 1 wxy z 14 28 1 1 1 0 wxyz 15 1 1 1 1 wxyz

Peta Karnaugh dengan empat peubah yz 00 01 11 10 m 0 m 1 m 3 m 2 wx 00 w x y z w x y z w x yz w x yz m 4 m 5 m 7 m 6 01 w xy z w xy z w xyz w xyz m 12 m 13 m 15 m 14 11 wxy z wxy z wxyz wxyz m 8 m 9 m 11 m 10 10 wx y z wx y z wx yz wx yz wx 00 01 11 10 m 0 m 4 m 12 m 8 yz 00 w x y z w xy z wxy z wx y z m 1 m 5 m 13 m 9 01 w x y z w xy z wxy z wx y z m 3 m 7 m 15 m 11 11 w x yz w xyz wxyz wx yz m 2 m 6 m 14 m 10 10 w x yz w xyz wxyz wx yz 29

Contoh. Diberikan tabel kebenaran, gambarkan Peta Karnaugh. w x y z f(w, x, y, z) 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 30 yz 00 01 11 10 wx 00 0 1 0 0 01 0 0 1 1 11 0 0 0 1 10 0 0 0 0

Teknik Minimisasi Fungsi Boolean dengan Peta Karnaugh 1. Pasangan: dua buah 1 yang bertetangga yz 00 01 11 10 wx 00 0 0 0 0 01 0 0 0 0 11 0 0 1 1 10 0 0 0 0 Sebelum disederhanakan: f(w, x, y, z) = wxyz + wxyz Hasil Penyederhanaan: f(w, x, y, z) = wxy Bukti secara aljabar: f(w, x, y, z) = wxyz + wxyz = wxy(z + z ) = wxy(1) = wxy 31

2. Kuad: empat buah 1 yang bertetangga yz 00 01 11 10 wx 00 0 0 0 0 01 0 0 0 0 11 1 1 1 1 10 0 0 0 0 Sebelum disederhanakan: f(w, x, y, z) = wxy z + wxy z + wxyz + wxyz Hasil penyederhanaan: f(w, x, y, z) = wx 32

Bukti secara aljabar: f(w, x, y, z) = wxy + wxy = wx(z + z) = wx(1) = wx yz 00 01 11 10 wx 00 0 0 0 0 01 0 0 0 0 11 1 1 1 1 10 0 0 0 0 33

Latihan yz 00 01 11 10 wx 00 0 0 0 0 01 0 0 0 0 11 1 1 0 0 10 1 1 0 0 Sebelum disederhanakan? Hasil penyederhanaan? 34

3. Oktet: delapan buah 1 yang bertetangga wx 00 01 11 10 yz 00 01 11 10 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 Sebelum disederhanakan: f(a, b, c, d) = wxy z + wxy z + wxyz + wxyz + wx y z + wx y z + wx yz + wx yz Hasil penyederhanaan: f(w, x, y, z) = w 35

Bukti secara aljabar: f(w, x, y, z) = wy + wy = w(y + y) = w yz 00 01 11 10 wx 00 0 0 0 0 01 0 0 0 0 11 1 1 1 1 10 1 1 1 1 36

Latihan Andaikan suatu tabel kebenaran telah diterjemahkan ke dalam Peta Karnaugh. Sederhanakan fungsi Boolean yang bersesuaian sesederhana mungkin. yz 00 01 11 10 wx 00 0 1 1 1 01 0 0 0 1 11 1 1 0 1 10 1 1 0 1 37

Latihan Minimisasi fungsi Boolean yang bersesuaian dengan Peta Karnaugh di bawah ini. yz 00 01 11 10 wx 00 0 0 0 0 01 0 1 0 0 11 1 1 1 1 10 1 1 1 1 38

Contoh. (Penggulungan/rolling) Sederhanakan fungsi Boolean yang bersesuaian dengan Peta Karnaugh di bawah ini. yz 00 01 11 10 wx 00 0 0 0 0 01 1 0 0 1 11 1 0 0 1 10 0 0 0 0 Jawab: f(w, x, y, z) = xy z + xyz ==> belum sederhana 39

Penyelesaian yang lebih minimal: yz 00 01 11 10 wx 00 0 0 0 0 01 1 0 0 1 11 1 0 0 1 10 0 0 0 0 f(w, x, y, z) = xz ===> lebih sederhana 40

Contoh. Sederhanakan fungsi Boolean f(x, y, z) = x yz + xy z + xyz + xyz. Jawab: Peta Karnaugh untuk fungsi tersebut adalah: yz 00 01 11 10 x 0 1 1 1 1 1 Hasil penyederhanaan: f(x, y, z) = yz + xz 41

Latihan Sederhanakan fungsi Boolean f(x, y, z) = x yz + xy z + xyz + xyz. Buatlah Peta Karnaugh! 42

Contoh: (Kelompok berlebihan) Sederhanakan fungsi Boolean yang bersesuaian dengan Peta Karnaugh di bawah ini. yz 00 01 11 10 wx 00 0 0 0 0 01 0 1 0 0 11 0 1 1 0 10 0 0 1 0 Jawab: f(w, x, y, z) = xy z + wxz + wyz masih belum sederhana. 43

Penyelesaian yang lebih minimal: yz 00 01 11 10 wx 00 0 0 0 0 01 0 1 0 0 11 0 1 1 0 10 0 0 1 0 f(w, x, y, z) = xy z + wyz ===> lebih sederhana 44