LOGO ANALISIS KUALITATIF KATION DAN ANION

dokumen-dokumen yang mirip
6. Larutan natrium karbonat: endapan putih alumunium hidroksida: Al H 2 O Al(OH) 3 + 3H +

LOGO. Analisis Kation. By Djadjat Tisnadjaja. Golongan V Gol. Sisa

Disampaikan pada Mata Kuliah Analisis Senyawa Kimia Pertemuan ke 3 & 4.

LOGO ANALISIS KUALITATIF KATION DAN ANION

LOGO ANALISIS KUALITATIF KATION DAN ANION

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KIMIA KUALITATIF

Analisis Kation Golongan III

2. Analisis Kualitatif, Sintesis, Karakterisasi dan Uji Katalitik

REAKSI IDENTIFIKASI KATION DAN ANION

LOGO Analisis Kation

LOGO ANALISIS KUALITATIF KATION DAN ANION

KIMIA DASAR (Analisis Kualitatif)

SKEMA PEMISAHAN KATION-KATION KE DALAM GOLONGANNYA Golongan I-V

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BAHAN AJAR KIMIA DASAR BAB II RUMUS KIMIA DAN TATANAMA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BAHAN AJAR KIMIA DASAR

BAB III TATA NAMA SENYAWA DAN PERSAMAAN REAKSI

K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Kimia

Asam + Oksida Basa Garam + air

SMA NEGERI 6 SURABAYA LARUTAN ASAM & BASA. K a = 2.M a. 2. H 2 SO 4 (asam kuat) α = 1 H 2 SO 4 2H + 2

Analisis Anion Disampaikan pada Pertemuan Ke 5 Analisis Senyawa Kimia.

Soal-Soal. Bab 7. Latihan Larutan Penyangga, Hidrolisis Garam, serta Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Larutan Penyangga

LEMBARAN SOAL 4. Mata Pelajaran : KIMIA Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : XI IPA ( SEBELAS IPA )

Laporan Kimia Anorganik KI-3131 REAKSI-REAKSI LOGAM TRANSISI DAN SENYAWANYA. : Kartika Trianita NIM : Tanggal Percobaan : 18 September 2012

BAB IV BILANGAN OKSIDASI DAN TATA NAMA SENYAWA

LATIHAN ULANGAN TENGAH SEMESTER 2

BAB I A. LATAR BELAKANG MASALAH PENDAHULUAN

Laporan Analisis Anion. Disusun Oleh : CHO MEITA BAB I PENDAHULUAN

Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Kation

SOAL KIMIA 1 KELAS : XI IPA

Antiremed Kelas 11 Kimia

LAPORAN PRAKTIKUM IDENTIFIKASI KATION ANION

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI PATIKRAJA Jalan Adipura 3 Patikraja Telp (0281) Banyumas 53171

PEMISAHAN DENGAN CARA PENGENDAPAN. Kompetensi Dasar: Mahasiswa dapat mendeskripsikan cara-cara pemisahan dengan proses pengendapan

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITATIF ANION

kimia ASAM-BASA I Tujuan Pembelajaran

Reaksi Dan Stoikiometri Larutan

Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi. Bab 16. Asam dan Basa

Laporan Praktikum Analisis Kualitatif Anion

Reaksi dan Stoikiometri Larutan

KIMIA DASAR (Analisis Kualitatif)

ANION TIOSULFAT (S 2 O 3

BAB 7. ASAM DAN BASA

2. Konfigurasi elektron dua buah unsur tidak sebenarnya:

REAKSI REDUKSI DAN OKSIDASI

Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi. Bab17. Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan

PETA KONSEP. Larutan Penyangga. Larutan Penyangga Basa. Larutan Penyangga Asam. Asam konjugasi. Basa lemah. Asam lemah. Basa konjugasi.

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KIMA DASAR SEMESTER I

Teori Asam-Basa Arrhenius

Tata Nama Senyawa Kimia

TEORI ASAM BASA Secara Umum :

REAKSI REDOKS dan ELEKTROKIMIA

Sulistyani, M.Si.

ANALISIS KUALITATIF ZAT ANORGANIK

LAPORAN KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DARI LIMBAH ALUMUNIUM FOIL

3. ELEKTROKIMIA. Contoh elektrolisis: a. Elektrolisis larutan HCl dengan elektroda Pt, reaksinya: 2HCl (aq)

SIMULASI UJIAN NASIONAL 2

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS ANALISA KUALITATIF SENYAWA ORGANIK

BAB II ANALISIS KATION DAN ANION

Regina Tutik Padmaningrum, Jurdik Kimia, UNY

INTRUKSI Kompetensi Dasar Indikator Sumber Belajar

Titrasi Pengendapan. Titrasi yang hasil reaksi titrasinya merupakan endapan atau garam yang sukar larut

LARUTAN PENYANGGA DAN HIDROLISIS

Penarikan sampel (cuplikan) Mengubah konstituen yang diinginkan ke bentuk yang dapat diukur Pengukuran konstituen yang diinginkan Penghitungan dan

LOGO TEORI ASAM BASA

D. Ag 2 S, Ksp = 1,6 x E. Ag 2 CrO 4, Ksp = 3,2 x 10-11

Antiremed Kelas 11 Kimia

SMA UNGGULAN BPPT DARUS SHOLAH JEMBER UJIAN SEMESTER GENAP T.P 2012/2013 LEMBAR SOAL. Waktu : 90 menit Kelas : XII IPA T.

BERKAS SOAL (ANALISIS KUALITATIF)

1. Dari pengujian larutan dengan kertas lakmus diperoleh data berikut:

L A R U T A N _KIMIA INDUSTRI_ DEWI HARDININGTYAS, ST, MT, MBA WIDHA KUSUMA NINGDYAH, ST, MT AGUSTINA EUNIKE, ST, MT, MBA

LEMBARAN SOAL 11. Mata Pelajaran : KIMIA Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : X ( SEPULUH )

30 Soal Pilihan Berganda Olimpiade Kimia Tingkat Kabupaten/Kota 2011 Alternatif jawaban berwarna merah adalah kunci jawabannya.

Kimia Analitik Kualitatif

PERCOBAAN VI. A. JUDUL PERCOBAAN : Reaksi-Reaksi Logam

Rangkuman Materi Larutan Elektrolit dan Non elektrolit

TES PRESTASI BELAJAR. Hari/tanggal : Senin/7 Mei 2012 Mata Pelajaran: Kimia Waktu : 90 menit

MATERI HIDROLISIS GARAM KIMIA KELAS XI SEMESTER GENAP

PRESENTASI POWERPOINT PENGAJAR OLEH PENERBIT ERLANGGA DIVISI PERGURUAN TINGGI. BAB 16. ASAM DAN BASA

Macam-macam Titrasi Redoks dan Aplikasinya

LOGO. Stoikiometri. Tim Dosen Pengampu MK. Kimia Dasar

Kimia UMPTN Tahun 1981

kimia ASAM-BASA III Tujuan Pembelajaran

KONSEP MOL DAN STOIKIOMETRI

Kimia Study Center - Contoh soal dan pembahasan tentang hidrolisis larutan garam dan menentukan ph atau poh larutan garam, kimia SMA kelas 11 IPA.

Bab IV Hasil dan Pembahasan

Teori Asam. Pengertian

BAB VI REAKSI KIMIA. Reaksi Kimia. Buku Pelajaran IPA SMP Kelas IX 67

TABEL PERIODIK UNSUR

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS FISIKOKIMIA II (Alkohol, Fenol, dan Asam Karboksilat) A. DATA PENGAMATAN No. Perlakuan Hasil

Sel Volta KIM 2 A. PENDAHULUAN B. SEL VOLTA ELEKTROKIMIA. materi78.co.nr

BAB 6. Jika ke dalam air murni ditambahkan asam atau basa meskipun dalam jumlah. Larutan Penyangga. Kata Kunci. Pengantar

Pemisahan dengan Pengendapan

Gambar Rangkaian Alat pengujian larutan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS GRAVIMETRI. Gravimetri??? Tiga cara gravimetri 1. Cara penguapan 2. Cara elektrolisis 3. Cara pengendapan

SKL- 3: LARUTAN. Ringkasan Materi. 1. Konsep Asam basa menurut Arrhenius. 2. Konsep Asam-Basa Bronsted dan Lowry

tujuh1asam - - ASAM BASA GARAM - - Asam Basa Garam 7202 Kimia Les Privat dirumah bimbelaqila.com - Download Format Word di belajar.bimbelaqila.

Bab VI Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

Tata Nama Senyawa & Persamaan Kimia

Asam Basa dan Garam. Asam Basa dan Garam

Transkripsi:

LOGO ANALISIS KUALITATIF KATION DAN ANION BY : Djadjat Tisnadjaja

Golongan ketiga Besi (II) dan (III), Alumunium, Kromium (III) dan (VI), nikel, kobalt, Mangan (II) dan (VII) serta Zink Djadjat Tisnadjaja, Universitas Nusa Bangsa

Besi (II) Penambahan NaOH kedalam larutan mengandung besi(ii) akan memberikan endapan putih besi(ii) hidroksida (bila tidak ada udara sama sekali) Fe 2+ + 2OH - Fe(OH) 2 Endapan tidak larut dalam reagensia berlebih, tapi larut dalam asam. Bila terkena udara, Fe(OH) 2 dengan cepat dioksidasikan dan menghasilkan besi(iii) hidroksida berwarna coklat kemerahan. 4Fe(OH) 2 + 2H 2 O + O 2 4Fe(OH) 3 Djadjat Tisnadjaja, Universitas Nusa Bangsa

Besi (II) Pada kondisi biasa, Fe(OH) 2 nampak sebagai endapan hijau kotor, dengan penambahan hidrogen peroksida akan dioksidasikan menjadi besi (III) hidroksida 2Fe(OH) 2 + H 2 O 2 2Fe(OH) 3 Dengan larutan amonium sulfida akan terbentuk endapan hitam besi (II) sulfida, FeS. Fe 2+ + S 2- FeS Endapan larut dengan mudah dalam asam, dengan melepas H2S. FeS + 2H + Fe 2+ + H 2 S Djadjat Tisnadjaja, Universitas Nusa Bangsa

Besi (II) Endapan FeS yang basah akan menjadi coklat setelah terkena udara, karena teroksidasi menjadi besi (III) sulfat basa, Fe 2 O(SO 4 ) 2 4FeS + 9O 2 2Fe 2 O(SO 4 ) 2 Dengan larutan kalium sianida akan terbentuk endapan coklat kekuningan, besi (II) sianida. Fe 2+ + 2CN - Fe(CN) 2 Endapan larut dalam reagensia berlebih, dimana diperoleh larutan kuning muda dari ion heksasianoferat (II) atau ferosianida (Fe(CN) 6 ) 4- Fe(CN) 2 + 4CN - (Fe(CN) 6 ) 4- Djadjat Tisnadjaja, Universitas Nusa Bangsa

Besi (III) Untuk mempelajari kation ini dapat digunakan larutan FeCl 3.6H 2 O 0,5 M. Larutan harus berwarna kuning jernih. Jika larutan berubah menjadi coklat karena hidrolisis, harus ditambahkan beberapa tetes HCl. Dengan larutan amonia, Fe(III) akan memberikan endapan coklat merah seperti gelatin yang tidak larut dalam reagensia berlebih, tetapi larut dalam asam. Fe 3+ + 3NH 3 + 3H 2 O Fe(OH) 3 + 3NH 4 + Dengan pemanasan yang kuat, besi(iii) hidroksida akan berubah menjadi besi(iii) oksida 2Fe(OH) 3 Fe 2 O 3 + 3H 2 O Djadjat Tisnadjaja, Universitas Nusa Bangsa

Besi (III) Dengan larutan NaOH akan terbentuk endapan coklat kemerahan besi(iii) hidroksida, yang tak larut dalam reagensia berlebih Fe 3+ + 3OH - Fe(OH) 3 Dengan amonium sulfida, akan terbentuk endapan hitam, yang merupakan campuran antara besi(ii) sulfida dan belerang: 2Fe 3+ + 3S 2-2FeS + S Dalam HCl, endapan FeS hitam melarut dan tertinggal endapan putih dari belerang FeS + 2H + H 2 S + Fe 2+ Djadjat Tisnadjaja, Universitas Nusa Bangsa

Besi (III) Endapan besi(ii) sulfida yang lembab, bila terkena udara, perlahan-lahan teroksidasi menjadi besi(iii) hidroksida berwarna coklat: 4FeS + 6H 2 O + 3O 2 4Fe(OH) 3 + 4S Reaksi ini eksotermal. Pada kondisi tertentu panas yang dilepaskan bisa cukup untuk membuat endapan menjadi kering, dan kertas saring dengan belerang halus di atasnya bisa terbakar.

Besi (III) Penambahan kalium sianida secara perlahan-lahan terhadap larutan mengandung Fe 3+ akan menghasilkan endapan coklat kemerahan besi(iii) sianida. Fe 3+ + 3CN - Fe(CN) 3 Dalam reagensia berlebih, endapan melarut menghasilkan larutan kuning, dimana terbentuk ion heksasianoferat(iii) : Fe(CN) 3 + 3CN - (Fe(CN) 6 ) 3- Reaksi ini harus dikerjakan dalam kamar asam, karena asam bebas yang terdapat dalam FeCl3 membentuk gas hidrogen sianida dengan reagensia : H + + CN - HCN

Besi (III) Dengan penambahan dinatrium hidrogen fosfat akan diperoleh endapan putih kekuningan besi(iii) fosfat: Fe 3+ + HPO 2-4 FePO 4 + H + Reaksi ini reversibel, karena terbentuk asam kuat yang melarutkan endapan. Sebaiknya tambahkan sedikit natrium asetat, yang akan bertindak sebagai buffer terhadap asam kuat tersebut : CH 3 COO - + H + CH 3 COOH Asam asetat, yang terbentuk tidak melarutkan endapan. Reaksi keseluruhan dengan adanya Na asetat : Fe 3+ + HPO 4 2- + CH 3 COO - FePO 4 + CH 3 COOH

Alumnium (III) Untuk mempelajarinya bisa digunakan AlCl 3 0,33 M, atau Al 2 (SO 4 ) 3.16H 2 O, bisa juga tawas kalium, K 2 SO 4.Al 2 (SO 4 ) 3.24H 2 O. Dengan larutan amonium, Al(III) akan membentuk endapan putih seperti gelatin, yaitu alumunium hidroksida Al(OH)3, yang larut sedikit dalam reagensia berlebih. Al 3+ + 3NH 3 + 3H 2 O Al(OH) 3 + 3NH 4 +

Alumnium (III) Penambahan natrium hidroksida akan menghasilkan endapan putih alumunium hidroksida: Al 3+ + 3OH - Al(OH) 3 Endapan larut dalam reagensia berlebih dan terbentuk ion tetrahidroksoaluminat: Al(OH) 3 + OH - (Al(OH) 4 ) - Dengan natrium fosfat akan menghasilkan endapan putih seperti gelatin alumunium fosfat Al 3+ + HPO 4 2- AlPO 4 + H + Reaksi ini reversibel, karena asam kuat melarutkan endapan. Tetapi endapan tidak larut dalam asam asetat.

Endapan alumunium fosfat juga larut dalam NaOH: AlPO 4 + 4OH - (Al(OH) 4 ) - + PO 4 3- Kromium (III) Untuk mempelajari reaksi-reaksi kation ini dapat digunakan larutan kromium (III) klorida, CrCl 3.6H 2 O 0,33 M, atau kromium (III) sulfat, Cr 2 (SO 4 ) 3.15H 2 O 0,1666 M Dengan larutan amonia, akan memberikan endapan seperti gelatin yang berwarna abu-abu hijau sampai abuabu biru, kromium(iii) hidroksida, Cr(OH) 3

Kromium (III) Cr 3+ + 3NH 3 + 3H 2 O Cr(OH) 3 + 3NH + 4 Endapan sedikit larut dalam reagensia berlebih, bila reaksi dalam keadaan dingin, dengan membentuk larutan lembayung atau merah jambu yang mengandung ion kompleks heksaaminokromat(iii): Cr(OH) 3 + 6NH 3 (Cr(NH 3) 6) 3+ + 3OH - Bila larutan ini dididihkan, kromium hidroksida kembali diendapkan. Maka untuk pengendapan sempurna kromium hidroksida reaksi dapat dilakukan ketika larutan mendidih. Endapan kromium hidroksida tidak akan terjadi bila ada serta ion asetat dan tanpa kehadiran ion logam valensi tiga lain. Hal yang sama juga terjadi dengan kehadiran tartrat dan sitrat

Kromium (III) Penambahan NaOH juga akan menghasilkan endapan kromium(iii) hidroksida: Cr 3+ + 3OH - Cr(OH) 3 Reaksi ini reversibel, dengan sedikit penambahan asam endapan akan melarut. Endapan juga melarut dengan mudah dalam reagensia berlebih, terbentuk ion tetrahidroksokromat(iii) Cr(OH) 3 + OH - (Cr(OH) 4 ) - Larutan berwarna hijau yang dengan sedikit pengasaman, dan juga dengan mendidihkan akan kembali terbentuk endapan Cr(OH) 3

Kromium (III) Penambahan H 2 O 2 kepada larutan tetrahidroksokromat (III) yang bersuasana basa, akan menghasilkan larutan kuning karena Cr(III) dioksidasi menjadi kromat: 2(Cr(OH) 4 ) - + 3H 2 O + 2OH - 2CrO 2-4 + 8H 2 O Dengan natrium fosfat akan terbentuk endapan hijau kromium(iii) fosfat: Cr 3+ + HPO 4 2- CrPO 4 + H + Endapan larut dalam asam-asam mineral, tetapi praktis tidak larut dalam asam asetat encer dingin.

Give me a break

Kobalt (II) Reaksinya dapat dipelajari menggunakan larutan kobalt(ii) klorida, CoCl 2.6H 2 O 0,5 M atau kobalt(ii) nitrat, Co(NO 3 ).6H 2 O 0,5 M Dengan larutan NaOH, dalam keadaan dingin, akan mengendap suatu garam basa berwarna biru: Co 2+ + OH - + NO 3 - Co(OH)NO 3 Pada pemanasan dengan alkali berlebihan (atau terkadang dengan penambahan reagensia berlebih), garam basa itu diubah menjadi endapan kobalt(ii) hidroksida yang berwarna merah jambu. Co(OH)NO 3 + OH - Co(OH) 2 + NO 3 -

Kobalt (II) Kobalt (II) hidroksida ini perlahan-lahan akan berubah menjadi kobalt (III) hidroksida berwarna hitam kecoklatan, ketika terkena udara: 4Co(OH) 2 + O 2 + 2H 2 O 4Co(OH) 3 Perubahan akan terjadi lebih cepat jika dilakukan penambahan suatu pengoksidasi seperti natrium hipoklorit atau hidrogen peroksida: 2Co(OH) 2 + OCl - + H 2 O 2Co(OH) 3 + Cl - 2Co(OH) 2 + H 2 O 2 2Co(OH) 3

Kobalt (II) Jika dalam sampel tidak terdapat garam-garam amonium, penambahan sedikit amonia akan mengendapkan garam basa seperti dengan penambahan NaOH: Co 2+ + NH 3 + H 2 O + NO 3 - Co(OH)NO 3 + NH4 + Kelebihan reagensia akan melarutkan endapan, dimana ion heksaaminakobaltat(ii) terbentuk : Co(OH)NO 3 + 6NH 3 (Co(NH 3 ) 6 ) 2+ +NO 3- + OH - Pengendapan garam basa tak terjadi sama sekali jika ada serta ion amonium dalam jumlah yang banyak. Pada kondisi ini akan langsung terbentuk ion kompleks: Co 2+ + 6NH 4+ (Co(NH 3 ) 6 ) 2+ + 6H +

Kobalt (II) Dengan larutan amonium sulfida, dengan suasana netral atau basa, akan memberikan endapan hitam kobalt(ii) sulfida: Co 2+ + S 2- CoS Endapan tidak larut dalam HCl encer atau asam asetat. Endapan larut dalam asam nitrat pekat, panas, atau air raja, dan meninggalkan belerang sebagai endapan putih. 3CoS + 2HNO 3 + 6H + 3Co 2+ + 3S + 2NO + 4H 2 O CoS + HNO 3 + 3HCl Co 2+ + S + 2NOCl + 2Cl - + 2H 2 O Pada pemanasan cukup lama, campuran menjadi jernih

Kobalt (II) karena belerang teroksidasi menjadi sulfat: S + 2HNO 3 SO 2-4 + 2H + + 2NO S + 3HNO 3 + 9HCl SO 2-4 + 6Cl - + 3NOCl + 8H + + 2H 2 O

Nikel (II) Untuk mempelajari reaksi ion logam ini, gunakanlah larutan nikel sulfat, NiSO 4.7H 2 O atau nikel klorida NiCl 2.6H 2 O, 0,5 M. Dengan larutan NaOH akan terbentuk endapan hijau nikel(ii) hidroksida: Ni 2+ + 2OH - Ni(OH) 2 Endapan tidak larut dalam reagensia berlebih. Endapan larut dalam amonia. Endapan juga larut dalam garam-garam amonium, dengan adanya alkali hidroksida berlebihan, membentuk ion heksaaminakelat(ii), biru tua Ni(OH) 2 + 6NH 3 (Ni(NH 3 ) 6 ) 2+ + 2OH - Ni(OH) 2 + 6NH 4+ +4OH - (Ni(NH 3 ) 6 ) 2+ + 6H 2 O

Nikel (II) Berbeda dengan kobalt, larutan ion heksaaminakelat(ii) tidak teroksidasi pada pendidihan terbuka terhadap udara, atau pada penambahan hidrogen peroksida. Endapan nikel(ii) hidroksida berwarna hijau, dapat dioksidasikan menjadi nikel(iii) hidroksida hitam dengan penambahan natrium hipoklorit: 2Ni(OH) 2 + ClO - + H 2 O 2Ni(OH) 3 + Cl -

Nikel (II) Dengan penambahan amonia akan diperoleh endapan hijau nikel(ii) hidroksida: Ni 2+ + 2NH 3 + 2H 2 O Ni(OH) 2 + 2NH 4 + Endapan larut dalam reagensia berlebih: Ni(OH) 2+ - 2 + 6NH 3 (Ni(NH 3 ) 6 ) + 2OH Larutan berubah menjadi biru tua. Jika ada serta garam amonium, endapan tidak akan terjadi, tetapi langsung terbentuk ion kompleks.

Nikel (II) Dengan amonium sulfida, dalam suasana netral atau sedikit basa, terbentuk endapan hitam nikel sulfida Ni 2+ + S 2- NiS Bila reagensia ditambahkan berlebih akan terbentuk larutan koloid coklat tua, yang akan mengalir menembus kertas saring. Dengan mendidihkan dan mengasamkan dengan asam asetat partikel koloid akan berkoagulasi sehingga bisa disaring. NiS tidak larut dalam HCl encer dingin dan dalam asam asetat, tetapi larut dalam HNO 3 pekat, panas dan dalam air raja, dimana belerang akan terpisahkan.

Nikel (II) 3NiS + 2HNO 3 + 6H + NiS + HNO 3 + 3HCl 3Ni 2+ + 2NO + 3S + 4H 2 O Ni 2+ + S + NOCl + 2Cl - + 2H2O Dengan pemanasan lebih lama, belerang akan melarut dan larutan menjadi jernih: S + 2HNO 3 SO 2- + 4 + 2H + NO S + 3HNO 3 + 9HCl SO 2-4 + 6Cl - + 3NOCl + 8H + + 2H 2 O

Mangan (II) Untuk mempelajari reaksi ini larutan mangan(ii) klorida, MnCl 2.4H 2 O, 0,25 M atau mangan (II) sulfat, MnSO 4.4H 2 O, 0,25 M dapat dignakan. Dengan NaOH akan membentuk endapan mangan(ii) hidroksida berwarna putih: Mn 2+ + 2OH - Mn(OH) 2 Endapan tidak larut dalam reagensia berlebih. Endapan mudah teroksidasi bila terkena udara, sehingga endapan berubah menjadi coklat dengan terbentuknya mangan dioksida: Mn(OH) 2 + O 2 + H 2 O MnO(OH) 2 + 2OH -

Mangan (II) Penambahan amonium sulfida akan menghasilkan endapan merah jambu mangan(ii) sulfida: Mn 2+ + S 2- MnS Endapan mudah larut dalam asam-asam mineral dan bahkan dalam asam asetat (perbedaan dari nikel, kobalt, dan zink) MnS + 2H + Mn 2+ + H 2 S MnS + 2CH 3 COOH Mn 2+ + H 2 S + 2CH 3 COO -

Zink Larutan zink sulfat, ZnSO 4.7H 2 O, 0,25 M bisa digunakan untuk mempelajari reaksi-reaksi Zn Dengan NaOH, terbentuk endapan zink hidroksida, putih seperti gelatin: Zn 2+ + 2OH - Zn(OH) 2 Endapan larut dalam asam: Zn(OH) 2 + 2H + Zn 2+ + 2H 2 O Endapan juga larut dalam reagensia berlebih: Zn(OH) 2 + 2OH - (Zn(OH) 4 ) 2-

Zink Dengan dinatrium hidrogen fosfat, terbentuk endapan putih zink fosfat: 3Zn 2+ + 2HPO 4 2- Zn 3 (PO 4 ) 2 + 2H + Jika ada serta ion amonium, terbentuk zink amonium fosfat: Zn 2+ + NH 4+ + HPO 4 2- Zn(NH 4 )PO 4 + H + Kedua endapan larut dalam asam encer, dimana reaksi berjalan ke arah kebalikannya. Kedua endapan juga larut dalam amonia: Zn 3 (PO 4 ) 2 + 12NH 3 3(Zn(NH 3 ) 4 ) 2+ + 2PO 4 3- Zn(NH 4 )PO 4 + 3NH 3 (Zn(NH 3 ) 4 ) 2+ + HPO 4 2-