DEFINISI OPERASIONAL

dokumen-dokumen yang mirip
TINJAUAN PUSTAKA. ontribusi sosial budaya. Perbedaan peran ini bukan disebabkan perbedaan

ANALISA EFEKTIVITAS PHBM DI LMDH TLOGO MULYO DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK ANALISA GENDER LISTIA HESTI YUANA

PROFIL LMDH TLOGO MULYO

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Teknik Penarikan Contoh

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

METODE PENELITIAN. Sekolah di Kota Bogor SMAN 1. Kelas Bertaraf Internasional. 12 Laki-laki 24 Perempuan 12 Laki-laki 25 Perempuan

BAB V GAMBARAN UMUM RESPONDEN

Pengambilan Sampel Pola Agroforestri Pengambilan Sampel Petani Penggarap Lahan Agroforestri Metode Analisis...

BAB IX KESIMPULAN. bagaimana laki-laki dan perempuan diperlakukan dalam keluarga. Sistem nilai

BAB I PENDAHULUAN. Perum Perhutani adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberi

BAB IX ANALISIS KEBERHASILAN BMT SWADAYA PRIBUMI

BAB I PENDAHULUAN. keputusan (SK) perhutani No. 136/KPTS/DIR/2001. berkurangnya akses masyarakat terhadap hutan dan berdampak pula pada

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. a. Letak, Batas dan Luas Daerah Penelitian. Kabupaten Wonosobo, terletak lintang selatan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

LAMPIRAN I INSTRUMEN PENELITIAN

METODE PENELITIAN Desain Penelitian Teknik Penarikan Contoh

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Strategi Koping Fungsi Ekonomi: Strategi penghematan Strategi penambahan pendapatan. Dukungan Sosial: Keluarga Besar Tetangga. Input Throughput Output

III. METODE PENELITIAN

PERAN WANITA DALAM USAHATANI PADI SAWAH DI DESA LAWADA KECAMATAN SAWERIGADI KABUPATEN MUNA BARAT. Oleh : Nur Rahmah dan Erni Wati ABSTRAK PENDAHULUAN

VI. ALOKASI WAKTU KERJA, KONTRIBUSI PENDAPATAN, DAN POLA PENGELUARAN RUMAHTANGGA PETANI LAHAN SAWAH

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 2 Persentase responden berdasarkan kelompok umur

BAB 14 INSTRUMEN PENELITIAN STUDI KELUARGA. Oleh: Herien Puspitawati Tin Herawati

BAB I PENDAHULUAN. sumber mata pencahariannya. Mereka memanfaatkan hasil hutan baik hasil hutan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. melampaui dua tahapan, yaitu ekstraksi kayu dan pengelolaan hutan tanaman. mengikuti paradigma baru, yaitu kehutanan sosial.

III. METODE PENELITIAN

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kabupaten Blora merupakan kabupaten yang berada di Provinsi Jawa

BAB I PENDAHULUAN. segi ekonomi, ekologi maupun sosial. Menurut Undang-undang Kehutanan No. 41

PENDEKATAN TEORITIS. Tinjauan Pustaka

Lampiran 1 KUISIONER PENELITIAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA HUTAN OLEH MASYARAKAT DESA BUNIWANGI KECAMATAN PELABUHAN RATU KABUPATEN SUKABUMI

III. METODE PENELITIAN. Hutan rakyat adalah hutan yang tumbuh di atas tanah milik dengan luas

METODE PENELITIAN. SMP Negeri 1 Dramaga. Siswa kelas 8 (9 kelas) Siswa kelas 8.4 dan 8.6 n= siswa laki-laki 30 siswa perempuan

BAB V KARAKTERISTIK RESPONDEN

PENGARUH KETIMPANGAN GENDER TERHADAP STRATEGI BERTAHAN HIDUP PADA RUMAH TANGGA BURUH TANI

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Teknik Penarikan Contoh

PENDAHULUAN. Latar Belakang

PENELITIAN PEMBERDAYAAN KELEMBAGAAN KEAMANAN DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI WILAYAH SEKITAR HUTAN DI JAWA TENGAH

METODE PENELITIAN. Kota (n=20) Kabupaten (n=27) Purposive. Gambar 2 Cara Penarikan Contoh Penelitian. SDN Akreditasi A Penjaja (n=11)

BAB II PERENCANAAN KINERJA

Karakteristik TKW Umur Pendidikan Pekerjaan Pendapatan Lama menjadi TKW. Kualitas Perkawinan Kebahagiaan perkawinan Kepuasan Perkawinan

BAB IV PENUTUP. Pada Bab IV ini peneliti akan menyajikan kesimpulan dan saran. Kesimpulan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

LAMPIRAN I KUESIONER. Diisi oleh peneliti Nomor Responden : Hari/tanggal Pengisian : Parthogi S S

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Contoh

Lampiran 1 KUESIONER RESPONDEN/PETANI HUTAN RAKYAT

2.1. Rencana Strategis dan Rencana Kinerja Tahun 2013

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4. 1 Jenis Pekerjaan dan Pendapatan Responden

I. PENDAHULUAN. Indonesia. Pada tahun 2010 diperhitungkan sekitar 0,8 juta tenaga kerja yang

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambar 2 Metode Penarikan Contoh

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS POTENSI KERBAU KALANG DI KECAMATAN MUARA WIS, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR

METODE PENELITIAN Desain, Lokasi, dan Waktu Penelitian Contoh dan Metode Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN Disain, Lokasi dan Waktu Penelitian Teknik Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

Kemitraan Kehutanan di Hutan Lindung Jawa Tengah

Kontribusi Pendapatan Buruh (Lisna Listiani)

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

PELUANG PENINGKATAN PERANAN HUTAN PRODUKSI KPH RANDUBLATUNG TERHADAP PENINGKATAN KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR

BAB I PENDAHULUAN. sekelilingnya, baik dari aspek ekologi, sosial dan ekonomi. Wiersum (1990)

METODE PENELITIAN. Gambar 2 Kerangka Penarikan Contoh Penelitian. Purposive. Kecamatan Bogor Barat. Purposive. Kelurahan Bubulak

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR SOSIAL TERHADAP CURAHAN WAKTU KERJA KELOMPOK WANITA TANI PADI DI DESA BANJARAN KECAMATAN BANGSRI KABUPATEN JEPARA

METODE PENELITIAN. Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian

V GAMBARAN UMUM LOKASI DAN KARAKTERISTIK PETANI

BAB VI PERSEPSI MASYARAKAT SEKITAR HUTAN TERHADAP PHBM

KONDISI SOSIAL EKONOMI RUMAH TANGGA PERIKANAN DI DESA TANJUNG PASIR

HUBUNGAN KARAKTERISTIK RUMAH TANGGA DAN KONDISI SOSIAL EKONOMI DENGAN PERAN GENDER DALAM RUMAH TANGGA PERIKANAN

METODE PENELITIAN. Gambar 2 Kerangka pengambilan contoh penelitian. Purposive. Proporsional random sampling. Mahasiswa TPB-IPB 2011/2012 (N=3494)

Oleh : Sri Wilarso Budi R

INDEKS TENDENSI KONSUMEN JAWA TENGAH TRIWULAN I-2014

III. METODE PENELITIAN. deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara

BAB I PENDAHULUAN. dimanfaatkan secara berkesinambungan bagi kesejahteraan masyarakat, baik. generasi sekarang maupun yang akan datang.

Analisis Gender Penyadap Pinus di Dusun Sidomulyo, RPH Gunungsari, KPH Banyuwangi Barat, Jawa Timur

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia hingga saat ini masih tergolong negara yang sedang berkembang dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang

BAB III METODE PENELITIAN

IX. KESIMPULAN DAN SARAN. petani cukup tinggi, dimana sebagian besar alokasi pengeluaran. dipergunakan untuk membiayai konsumsi pangan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. a. Letak, Luas dan Batas Wilayah

V. GAMBARAN UMUM PENELITIAN. Desa Purwasari terletak di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

METODE PENELITIAN. satu daerah yang memiliki jumlah kelompok nelayan terbanyak. Dari data

V. KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN. yang dibina oleh Kementerian Kehutanan. Koperasi ini didirikan pada tahun 1989.

Transkripsi:

18 DEFINISI OPERASIONAL Definisi operasional untuk masing-masing variabel sebagai berikut: 1. Tingkat pendidikan yaitu pendidikan formal terakhir yang ditempuh oleh responden pada saat penelitian berlangsung. Tingkat pendidikan termasuk data ordinal. Tingkat pendidikan diukur dengan mengklasifikasikan pendidikan formal responden menjadi : a) Tinggi : tamat SD atau lebih. (diberi skor 2) b) Rendah : tidak sekolah-belum tamat SD. (diberi 2. Jenis kelamin yaitu karakteristik biologis responden dari lahir yang bersifat permanen. Jenis kelamin merupakan data ordinal karena dalam penelitian ini laki-laki dan perempuan merupakan suatu tingkatan. Variasi nilai dari jenis kelamin yaitu : a) Perempuan (diberi skor 2) b) Laki-laki (diberi 3. Umur yaitu lama responden hidup sejak dilahirkan hingga saat penelitian dilaksanakan. Penggolongan umur responden mengacu kepada sebaran umur responden di lapang. Umur responden dikategorikan menjadi : a) < 20 tahun b) 20-34 tahun c) 35-49 tahun d) 50 tahun 4. Jumlah tenaga kerja produktif adalah jumlah anggota keluarga yang berada pada usia kerja yaitu usia 15-64 tahun (Rusli 2010). Ketentuan penggolongan jumlah tenaga kerja produktif disesuaikan dengan sebaran data yang diperoleh di lapang. Jumlah tenaga kerja produktif digolongkan menjadi : a) Banyak : 3. (diberi skor 2) b) Sedikit : 0-2. (diberi 5. Kesempatan kerja menurut data sensus penduduk dapat dikaji dengan menggunakan data jumlah penduduk yang bekerja. Rusli (2010) mengemukakan bahwa kesempatan kerja, sama dengan tenaga kerja yang bekerja di daerah tertentu. Data kesempatan kerja akan diukur berdasarkan data kuesioner mengenai responden yang memiliki aktivitas yang membantu pemenuhan kebutuhan rumahtanga. Aktivitas yang dimaksud dalam penelitian ini tidak terbatas pada kegiatan yang diupah tetapi juga kegiatan-kegiatan yang tidak diupah tetapi membantu pemenuhan kebutuhan rumahtangga. Data kesempatan kerja akan digolongkan menjadi : a) Banyak : > 3 sektor pekerjaan. (diberi skor 2) b) Sedikit : 0-3 sektor pekerjaan. (diberi 6. Status sosial merupakan sekumpulan hak dan kewajian yang dimiliki seseorang dalam masyarakat. 1 Status sosial responden akan diukur melalui akumulasi skor dari kepemilikan sumberdaya dan jumlah pohon. 1 Mengacu pada definisi status sosial menurut Ralph Linton dalam artikel Arti definisi/pengertian status sosial & kelas sosial - stratifikasi/diferensiasi dalam masyarakat yang dapat diakses di http://organisasi.org/

19 Sumberdaya dalam penelitian ini meliputi keikutsertaan pada kelembagaan, penguasaan lahan, kepemilikan ternak, kondisi rumah, dan kepemilikan barang berharga. Data mengenai status sosial akan digolongkan menjadi : a) Tinggi : jika skor responden antara 8-10. (diberi skor 2) b) Rendah : jika skor responden antara 5-7. (diberi 7. Tingkat pendapatan yaitu penerimaan total rumahtangga berupa uang yang dihitung dari berbagai sumber pendapatan selama satu bulan (Rp/bulan). Pendapatan dirinci menjadi pendapatan dari sektor pertanian (PHBM maupun non PHBM) dan non pertanian. Tingkat pendapatan dinyatakan dalam interval yang disesuaikan dengan sebaran data pendapatan di lapangan. Semakin tinggi golongan pendapatan responden maka skor pada kuesioner semakin tinggi. Hal ini menujukkan bahwa PHBM semakin efektif. Data pendapatan responden akan digolongkan menjadi : a) Tinggi : jika pendapatan responden lebih dari 500.000. (diberi skor 2) b) Rendah : jika pendapatan responden antara 100.000-500.000. (diberi 8. Diversifikasi sumber pendapatan yaitu tingkat keragaman sumber pendapatan responden saat penelitian dilaksanakan. Keragaman sumber pendapatan responden akan diukur melalui jenis sumber pendapatan responden dalam kegiatan PHBM yang berasal dari pertanian hutan, pertanian nonhutan, peternakan, dan nonpertanian. Ukuran mengenai keragaman sumber pendapatan disesuaikan dengan sebaran data yang diperoleh di lapang. Keragaman sumber pendapatan akan digolongkan menjadi : a) Tinggi : jika sumber pendapatan berasal dari lebih dari dua sektor. (diberi skor 2) b) Rendah : jika sumber pendapatan berasal dari 1-2 sektor. (diberi 9. Efektivitas PHBM pada dimensi ekonomi akan diukur dengan cara mengakumulasikan skor pada variabel diversifikasi sumber pendapatan dan tingkat pendapatan. Efektivitas PHBM dari dimensi ekonomi akan digolongkan menjadi : a) Tinggi : jika skor responden antara 3-4. b) Rendah : jika skor responden 2. 10. Tingkat penjarahan hutan akan dianalisis dengan cara membandingkan informasi dari Ketua LMDH dan mandor PHBM mengenai kasus penjarahan hutan (pencurian kayu, tanah longsor, pembukaan hutan, kebakaran hutan, dan penebangan liar) dari tahun ke tahun serta perubahan jumlah pohon dari tahun ke tahun. Informasi tersebut akan dicek dengan menggunakan data dari anggota LMDH melalui pertanyaan kuesioner sehingga dapat dibandingkan antara data sekunder dengan kondisi di lapang. Tingkat penjarahan hutan akan dianalisa melalui persentase kejadian penjarahan hutan dari tahun ke tahun dan deskripsi kualitatif berdasarkan informasi dari anggota LMDH dan informan. Data mengenai tingkat penjarahan hutan akan dikompositkan dengan data tingkat pemanfaatan lahan untuk mengukur efektivitas PHBM dari dimensi ekologi.

20 11. Tingkat pemanfaatan lahan akan dikaji dengan menganalisa informasi dari Ketua LMDH dan mandor PHBM mengenai data pemanfaatan lahan di daerah tersebut dari tahun ke tahun. Informasi tersebut akan dicek menggunakan data kuesioner dari anggota LMDH mengenai pemanfaatan lahan yang dilakukan oleh rumahtangga anggota LMDH di petakan sadapan. Analisa data mengenai pemanfaatan lahan dilakukan dengan menghitung persentase rumahtangga anggota LMDH yang memanfaatkan lahan, dan deskripsi kualitatif berdasarkan informasi dari informan dan anggota LMDH mengenai keragaman cara pemanfaatan lahan. 12. Efektivitas PHBM dari dimensi ekologi akan digolongkan menjadi : a) Tinggi : jika skor responden antara 10-12. (diberi skor 2) b) Rendah : jika skor responden antara 6-9.(diberi 13. dan kontrol terhadap sumberdaya yaitu keikutsertaan responden dalam memanfaatkan sumberdaya serta pengambilan keputusan mengenai sumberdaya yang digunakan responden. Sumberdaya yang akan diukur meliputi simpan pinjam, ternak, pemasaran pertanian, pemasaran peternakan, LMDH, bibit pohon, getah pinus, rumput gajah, dan petakan sadapan. dan kontrol terhadap sumberdaya akan diukur dengan cara menghitung skor responden pada masing-masing sumberdaya. Penentuan skor responden pada masing-masing sumberdaya adalah sebagai berikut : i. Simpan pinjam ii. : jika responden menjawab ya pada minimal satu pernyataan dari dua pernyataan mengenai akses pada kuesioner. (diberi : jika responden menjawab tidak pada dua Ternak : jika responden menjawab ya pada minimal satu pernyataan dari dua pernyataan mengenai kontrol pada kuesioner. (diberi : jika responden menjawab tidak, pada dua (diberi : jika responden menjawab ya sebanyak lebih dari tiga kali pada pernyataan mengenai akses pada kuesioner. (diberi : jika responden menjawab ya sebanyak 0-3 kali pada pernyataan mengenai akses pada kuesioner. : jika responden menjawab ya sebanyak lebih dari tiga kali pada penyataan mengenai kontrol pada kuesioner. (diberi : jika responden menjawab ya sebanyak 0-3 kali pada

21 iii. iv. Pemasaran pertanian : jika responden menjawab ya pada pernyataan mengenai akses pada kuesioner. (diberi : jika responden menjawab tidak pada pernyataan mengenai akses pada kuesioner. : jika responden menjawab ya sebanyak 2-3 kali pada penyataan mengenai kontrol pada kuesioner. (diberi : jika responden menjawab ya sebanyak 0-1 kali pada Pemasaran peternakan : jika responden menjawab ya pada pernyataan mengenai akses pada kuesioner. (diberi : jika responden menjawab tidak pada pernyataan mengenai akses pada kuesioner. : jika responden menjawab ya sebanyak 2-3 kali pada penyataan mengenai kontrol pada kuesioner. (diberi : jika responden menjawab ya sebanyak 0-1 kali pada v. LMDH vi. Bibit pohon : jika responden menjawab ya pada semua penyataan mengenai kontrol pada kuesioner. (diberi : jika responden menjawab ya hanya pada salah satu penyataan mengenai kontrol pada kuesioner. (diberi

22 vii. viii. ix. Getah pinus : jika responden menyadap atau membantu menyadap getah pinus. (diberi : jika responden tidak pernah menyadap atau membantu menyadap getah pinus. : jika responden mengatur pemanfaatan uang hasil Rumput Gajah penjualan getah pinus. (diberi : jika responden tidak ikut serta dalam pengambilan keputusan mengenai pemanfaatan uang hasil penjualan getah pinus. : jika responden melakukan aktivitas mencari rumput untuk pakan ternak. (diberi : jika responden tidak pernah mencari rumput untuk pakan ternak. : jika responden menjawab ya pada 2-3 penyataan mengenai kontrol pada kuesioner. (diberi : jika responden menjawab ya hanya pada 0-1 Petakan sadapan : jika responden menjawab ya pada 2-3 pernyataan mengenai akses pada kuesioner. (diberi : jika responden menjawab ya pada 0-1 pernyataan mengenai akses pada kuesioner. penyataan mengenai kontrol pada kuesioner. (diberi Tingkat akses dan kontrol terhadap sumberdaya akan diukur dengan mengakumulasikan skor responden dari kesembilan sumberdaya dalam LMDH tersebut. Profil akses dan kontrol terhadap sumberdaya akan digolongkan menjadi setara dan tidak setara. dan kontrol setara jika suami dan istri pada rumahtangga anggota LMDH mempunyai akses dan kontrol terhadap sumberdaya. Selain itu akses dan kontrol responden terhadap sumberdaya dikelompokkan menjadi : a) Tinggi : jika skor responden antara 5-9. b) Rendah : jika skor responden antara 0-4. 14. Profil aktivitas yaitu daftar aktivitas responden selama satu hari penuh dan pembagian kerja dalam rumahtangga. Profil aktivitas diukur dengan menghitung curahan waktu responden pada kegiatan produktif 2, 2 Kegiatan produktif yaitu kegiatan yang menyumbang pendapatan keluarga dalam bentuk uang atau barang yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga (Tobing, et al dalam Bahriyah 2006).

23 reproduktif 3, dan sosial kemasyarakatan 4 dengan satuan jam per bulan. Tingkat kesetaraan profil aktivitas akan dilihat dari perbandingan curahan waktu antara kepala keluarga laki-laki dan kepala keluarga perempuan pada kegiatan produktif, reproduktif, dan sosial kemasyarakatan. 15. Efektivitas PHBM dari dimensi sosial akan diukur dengan cara mengakumulasikan skor responden pada variabel profil akses dan kontrol terhadap sumberdaya. Efektivitas PHBM dari dimensi sosial akan digolongkan menjadi : a) Tinggi : jika skor responden 10-18. (diberi skor 2) b) Rendah : jika skor reponden 0-9. (diberi 16. Efektivitas PHBM akan diukur dengan cara mengakumulasikan skor efektivitas PHBM pada dimensi ekonomi, ekologi, dan sosial. Efektivitas PHBM akan digolongkan menjadi : a) Tinggi : jika skor responden 5-6. b) Rendah : jika skor reponden 3-4. 3 Kegiatan reproduktif yaitu pekerjaan demi menjamin kelangsungan hidup manusia dan keluarga seperti melahirkan dan mengasuh anak, serta pekerjaan rumah tangga (Tobing, et al dalam Bahriyah 2006). 4 Kegiatan yang ditujukan untuk membantu kesejahteraan dan kepentingan bersama anggota masyarakat (Mitchell et.al. dalam Tamyis 2006)