PELABELAN SUPER VERTEX MAGIC RAHMALIA YULIARNI

dokumen-dokumen yang mirip
MAGIC STRENGTH PADA GRAF PATH, BISTAR, DAN CYCLE GANJIL DIMAS ENGGAR SATRIA

SUPER EDGE MAGIC STRENGTH PADA GRAF FIRE CRACKERS DAN GRAF BANANA TREES ANDINI QASHRINA DARMANAGARI

PELABELAN EDGE MAGIC PADA GRAF BUKU DAN SUPER EDGE MAGIC PADA GRAF MERGE HESTY NUGRAHENI

SUPER (a,d) EDGE ANTIMAGIC TOTAL LABELING PADA GRAF PETERSEN RAHMAT CHAIRULLOH

PELABELAN TOTAL SISI-AJAIB PADA GRAF PETERSEN IKHWAN AL AMIN

PELABELAN SUPER EDGE MAGIC PADA GRAF CYCLE DAN GRAF WHEEL NURUL NUR INDAH SARI

PELABELAN TOTAL TITIK AJAIB GRAF HASIL KALI KARTESIUS DARI GRAF SIKEL

PELABELAN TOTAL SISI-AJAIB SUPER PADA GRAF DAN GRAF

PELABELAN D-LUCKY PADA JARINGAN HYPERCUBE, JARINGAN KUPU-KUPU, DAN JARINGAN BENES

PELABELAN TOTAL TITIK AJAIB PADA COMPLETE GRAPH K DENGAN N GENAP

PELABELAN TOTAL TITIK AJAIB PADA COMPLETE GRAPH

PELABELAN (k, d)-graceful PADA T P -TREE DAN SUBDIVISI DARI T P -TREE SYAIFUL BAHRI

PELABELAN GRACEFUL SISI BERARAH PADA GRAF GABUNGAN GRAF SIKEL DAN GRAF STAR. Putri Octafiani 1, R. Heri Soelistyo U 2

Pelabelan Super Sisi Ajaib pada Subkelas Pohon

Kekuatan Tak Reguler Sisi Total Pada Graf Umbrella dan Graf Fraktal

PELABELAN GRACEFUL SISI-GANJIL PADA GRAF WEB W(2,n) Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Semarang 50275

DEKOMPOSISI - -ANTIAJAIB SUPER PADA GRAF GENERALIZED PETERSEN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENENTUAN DIMENSI METRIK GRAF HELM

Novri Anggraeni, Dafik CGANT-Universitas Jember Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember novrianggraeni93,

BAB 2 LANDASAN TEORI. yang tak kosong yang anggotanya disebut vertex, dan E adalah himpunan yang

Pelabelan Total Super (a, d)-sisi Antimagic pada Gabungan Saling Lepas Graf Bintang dengan Teknik Pewarnaan Titik

PREDIKSI JANGKA PANJANG DARI PROSES POISSON SIKLIK DENGAN FUNGSI INTENSITAS GLOBAL DIKETAHUI AGUSTINA MARGARETHA

merupakan himpunan sisi-sisi tidak berarah pada. (Yaoyuenyong et al. 2002)

GRAF AJAIB TOTAL. Kata Kunci: total magic labeling, vertex magic, edge magic

PELABELAN TOTAL (a, d)-titik ANTIAJAIB SUPER PADA GRAF PETERSEN YANG DIPERUMUM P (n, 3) DENGAN n GANJIL, n 7

Pelabelan Total (a, d)-simpul Antimagic pada Digraf Matahari

MIDDLE PADA BEBERAPA GRAF KHUSUS

BAB I PENDAHULUAN. dirasakan peranannya, terutama pada sektor sistem komunikasi dan

Super (a, d)-h Total Decomposition of Graf Helm

EDGE-MAGIC TOTAL LABELING PADA BEBERAPA JENIS GRAPH

PELABELAN SELIMUT H-AJAIB SUPER PADA KORONASI BEBERAPA KELAS GRAF DENGAN GRAF LINTASAN

PELABELAN SISI AJAIB DAN SISI AJAIB SUPER PADA GRAF KIPAS, GRAF TANGGA, GRAF PRISMA, GRAF LINTASAN, GRAF SIKEL, DAN GRAF BUKU

Nilai Ketakteraturan Total dari Graf Hasil Kali Comb dan

GRAF SEDERHANA SKRIPSI

Kekuatan Tak Reguler Sisi Total pada dan Graf Gigantic Kite

PELABELAN TOTAL TITIK AJAIB PADA GRAF LENGKAP DENGAN METODE MODIFIKASI MATRIK BUJURSANGKAR AJAIB DENGAN n GANJIL, n 3

Khunti Qonaah, Mania Roswitha, dan Pangadi Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret

BAB II LANDASAN TEORI

PELABELAN TOTAL SISI AJAIB PADA GRAF BINTANG

BAB II LANDASAN TEORI

Edge-Magic Total Labeling pada Graph mp 2 (m bilangan asli ganjil) Oleh Abdussakir

PELABELAN TOTAL (a, d)-sisi-anti AJAIB PADA GRAF BINTANG

TUGAS AKHIR SM 1330 PELABELAN SUPER EDGE GRACEFUL PADA WHEEL GRAPH WICAK BUDI LESTARI SOLICHAH NRP

Jalan Soekarno-Hatta Km. 09 Tondo, Palu 94118, Indonesia.

PELABELAN TOTAL SISI-AJAIB SUPER PADA GRAF

Unnes Journal of Mathematics

. Nilai total ketakteraturan titik graf. Graf Hasil Kali Comb Dan C 5 Dengan Bilangan Ganjil

REGRESI KEKAR SIMPANGAN MUTLAK TERKECIL DENGAN MODIFIKASI SIMPLEKS MUHAMMAD YUSUF DWIHARJANGGI

Pelabelan Pseudo Edge-Magic dan Pseudo Vertex-Magic pada Graf Sebarang

VERTEX ANTIMAGIC TOTAL LABELING PADA MULTICYCLE DAN MULTICOMPLETE BIPARTITE. Dominikus Arif Budi Prasetyo, Chairul Imron. ABSTRAK

PELABELAN AKAR RATA-RATA KUADRAT PADA GRAF LADDER DAN GRAF CORONA. Universitas Diponegoro Semarang Jl.Prof. H.Soedarto,SH, Tembalang, Semarang

GRAF DIVISOR CORDIAL

BAB II LANDASAN TEORI

PENENTUAN BANYAKNYA GRAF TERHUBUNG BERLABEL BERORDE LIMA TANPA GARIS PARALEL. (Skripsi) Oleh Eni Zuliana

PENYELESAIAN MASALAH PENGIRIMAN PAKET KILAT UNTUK JENIS NEXT-DAY SERVICE DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PEMBANGKITAN KOLOM. Oleh: WULAN ANGGRAENI G

BATAS ATAS RAINBOW CONNECTION NUMBER PADA GRAF DENGAN KONEKTIVITAS 3

Super (a,d)-h-antimagic Total Covering of Connected Semi Jahangir Graph

PELABELAN GRACEFUL PADA GRAF HALIN G(2, n), UNTUK n 3

Pengembangan Pewarnaan Titik pada Operasi Graf Khusus

BAB II LANDASAN TEORI

Pelabelan Harmonis Ganjil pada Graf Kincir Angin Double Quadrilateral

KONSTRUKSI PELABELAN SISI AJAIB SUPER PADA GRAF ULAT

SUPER EDGE-MAGIC LABELING PADA GRAPH ULAT DENGAN HIMPUNAN DERAJAT {1, 4} DAN n TITIK BERDERAJAT 4

PELABELAN SELIMUT (a, d) CY CLE TOTAL ANTI AJAIB SUPER PADA GRAF BUNGA MATAHARI, GRAF BROKEN FAN, DAN GRAF GENERALIZED FAN

BILANGAN AJAIB MAKSIMUM DAN MINIMUM PADA GRAF SIKLUS GANJIL

PELABELAN PRODUCT CORDIAL PADA TENSOR PRODUCT PATH DAN SIKEL

SIFAT-SIFAT GRAF SIKEL DENGAN PELABELAN FUZZY

EVALUASI DETERMINAN MATRIKS REKURSIF DENGAN FAKTORISASI LB RUDIANSYAH

PENENTUAN BANYAKNYA GRAF TAK TERHUBUNG BERLABEL TITIK TANPA GARIS PARALEL DENGAN BANYAKNYA TITIK n = 6. DAN BANYAKNYA GARIS m 1.

PELABELAN GRACEFUL, SKOLEM GRACEFUL DAN PELABELAN PADA GRAF ( )

PENENTUAN NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN DARI MATRIKS TRIDIAGONAL 2-TOEPLITZ DENGAN PENDEKATAN POLINOMIAL CHEBYSHEV MELIZA DITA UTAMI

ALGORITMA PELABELAN TOTAL DAN NILAI TAK TERATUR SISI DARI KORONA GRAF LINTASAN TERHADAP BEBERAPA GRAF

UNIVERSITAS INDONESIA PELABELAN GRACEFUL DAN PELABELAN PADA GRAF POT BUNGA DAN GRAF POHON PALEM

PENYELESAIAN MAGIC SQUARE SEBAGAI PERMASALAHAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR (SPL) RISMANTO FERNANDUS SIRINGO-RINGO

PELABELAN HARMONIS GANJIL PADA GRAF KINCIR ANGIN DOUBLE QUADRILATERAL

PELABELAN SELIMUT H-AJAIB SUPER PADA KELAS GRAF ILALANG DAN HASIL KORONASI DUA GRAF

aisy 3 Program Studi Matematika FKIP Universitas Jember, Abstract

NILAI MAKSIMUM DAN MINIMUM PELABELAN- γ PADA GRAF LINTANG

PELABELAN TOTAL TRINGULAR PADA BEBERAPA KELAS GRAF POHON

Pelabelan Product Cordial Graf Gabungan pada Beberapa Graf Sikel dan Shadow Graph Sikel

Super (a, d)-h-antimagic Total Selimut pada Graf Triangular Cycle Ladder untuk Pengembangan Ciphertext

PENENTUAN BANYAKNYA GRAF BERLABEL DENGAN ORDE MAKSIMAL ENAM YANG MEMUAT GRAF SIKLUS DAN LOOP DENGAN JUMLAH LOOP MAKSIMAL ENAM.

BAB III PELABELAN KOMBINASI

BAB II LANDASAN TEORI


Jln. Perintis Kemerdekaan, Makassar, Indonesia, Kode Pos THE TOTAL EDGE IRREGULARITY STRENGTH OF WEB GRAPH

PELABELAN SELIMUT TOTAL SUPER (a,d)-h ANTIMAGIC PADA GRAPH LOBSTER BERATURAN

PELABELAN SISI AJAIB SUPER PADA GRAF LINTASAN GABUNG GRAF BIPARTIT LENGKAP SKRIPSI SARJANA MATEMATIKA. Oleh : MARISA LEZTARI

DEFISIENSI SISI-AJAIB SUPER DARI GRAF KIPAS

SIFAT SIFAT GRAF YANG MEMUAT SEMUA SIKLUS Nur Rohmah Oktaviani Putri * CHARACTERISTIC OF THE GRAPH THAT CONTAINS ALL CYCLES Nur Rohmah Oktaviani Putri

DAFTAR ISI. LEMBAR JUDUL... i. LEMBAR PERSEMBAHAN... ii. LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR... iv. ABSTRAK...v. ABSTRACT... vi. KATA PENGANTAR...

PELABELAN TOTAL TITIK AJAIB PADA GRAF SIKLUS DENGAN BANYAK TITIK GENAP

GRAF DIAMETER DUA DENGAN KOMPLEMENNYA DAN GRAF MOORE DIAMETER DUA

PELABELAN TOTAL SISI ANTIAJAIB SUPER PADA GRAF

BAB I PENDAHULUAN. Teori graf pertama kali diperkenalkan oleh seorang matematikawan. Swiss, Leonhard Euler ( ). Saat itu graf digunakan untuk

Super (a,d)-h- antimagic total covering of connected amalgamation of fan graph

Transkripsi:

0 PELABELAN SUPER VERTEX MAGIC RAHMALIA YULIARNI DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2013

1 ABSTRAK RAHMALIA YULIARNI. Pelabelan Super Vertex Magic. Dibimbing oleh TEDUH WULANDARI MAS OED dan FARIDA HANUM. Pelabelan super vertex magic pada suatu graf adalah himpunan simpul dan adalah himpunan sisi, merupakan pelabelan yang memiliki pelabelan total vertex magic himpunan sisinya dipetakan ke dan himpunan simpulnya dipetakan ke, adalah banyaknya simpul dan adalah banyaknya sisi pada suatu graf. Karya ilmiah ini membuktikan bahwa graf path, graf cycle, dan disjoint union pada graf cycle memiliki pelabelan super vertex magic serta fungsi bijektif dari himpunan sisi ke pada suatu graf dapat diperluas menjadi pelabelan super vertex magic. Terdapat empat teorema yang dibahas dalam karya ilmiah ini. Teorema pertama membuktikan bahwa suatu graf path adalah graf super vertex magic jika dan hanya jika ganjil dan. Teorema kedua membuktikan bahwa sebuah graf cycle adalah super vertex magic jika dan hanya jika ganjil. Teorema ketiga membuktikan bahwa fungsi bijektif dari himpunan sisi ke pada suatu graf dapat diperluas menjadi pelabelan super vertex magic jika dan hanya jika himpunan jumlah label sisi yang incident suatu simpul pada graf tersebut terdiri dari bilangan bulat berurutan sebanyak simpul pada graf tersebut. Teorema keempat membuktikan bahwa gabungan tak terhubung (disjoint union) graf cycle yang terdiri dari m graf cycle setiap graf memiliki n simpul adalah super vertex magic jika dan hanya jika dan keduanya ganjil. Kata kunci: disjoint union, graf cycle, graf path, pelabelan super vertex magic, pelabelan total vertex magic.

2 ABSTRACT RAHMALIA YULIARNI. Super Vertex Magic Labeling. Supervised by TEDUH WULANDARI MAS OED and FARIDA HANUM. Super vertex magic labeling is labeling on graph with is a set of edges mapped into and is a set of vertices mapped into. It has a vertex magic labeling in which and represents the size and order of the graph respectively. This manuscript proves that paths, cyclics, and disjoint union of cyclics have a super vertex magic labeling. There are four theorems to be discussed. The first theorem proves that path is super vertex magic if and only if is odd and. The second theorem proves that cyclic is super vertex magic if and only if is odd. The third theorem proves that bijection function from an edge set onto of graph can be extended to a super vertex magic labeling if and only if the set amount of edge label that incidents with a vertex in the graph, consists of sequential integers as many as vertices in the graph. The fourth theorem proves that disjoint union of the cyclics consists of cyclics with each cyclic has vertices is super vertex magic if and only if and are odd. Keywords: cyclics, disjoint union, paths, super vertex magic labeling, total vertex magic labeling.

3 PELABELAN SUPER VERTEX MAGIC RAHMALIA YULIARNI Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains pada Departemen Matematika DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2013

4 Judul Skripsi : Pelabelan Super Vertex Magic Nama : Rahmalia Yuliarni NIM : G54080060 Menyetujui Pembimbing I Pembimbing II Teduh Wulandari Mas oed, M.Si. NIP. 19740915 199903 2 001 Dra. Farida Hanum, M.Si. NIP. 19651019 199103 2 002 Mengetahui Ketua Departemen Matematika Dr. Berlian Setiawaty, MS. NIP. 19650505 198903 2 004 Tanggal Lulus :...

5 PRAKATA Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Subhanahu wa ta ala atas nikmat dan karunia-nya sehingga penulisan skripsi judul Pelabelan Super Vertex Magic berhasil diselesaikan. Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1 Keluarga tercinta : Bapak dan Ibuyang tiada hentimemberikan doa, motivasi, kasih sayang dan inspirasi dalam hidup, untuk kakakku, terima kasih atas doa dan dukungannya. 2 Ibu Teduh Wulandari Mas oed, M.Si. selaku dosen pembimbing I dan Ibu Dra. Farida Hanum, M.Si. selaku dosen pembimbing II, terima kasih atas bimbingan, saran, dan ilmu yang diberikan, 3 Ibu Dra. Nur Aliatiningtyas, M.Si selaku dosen penguji, terima kasih atas ilmu dan sarannya, 4 semua dosen Departemen Matematika IPB, terima kasih atas semua ilmu yang telah diberikan, 5 staf Departemen Matematika: Bu Susi, Bu Ade, Pak Yono, Mas Deni, dan Mas Heri, terima kasih atas bantuannya selama ini, 6 sahabat-sahabat terbaikku : Janah, Yanti, Widya, Roby, Erlan, Antho, Dian, Dinis, Ita, Fika, Chichi, Arifah, Chanif, Chanchan, Ana, dan Rahmah yang selalu memberikan keceriaan dan motivasi, terima kasih atas persaudaraannya selama ini, 7 teman-teman matematika angkatan 45: Nova, Maya, Prama, Dimas, Pipin, dan teman-teman 45 lainnya, terima kasih atas kebersamaannya selama ini, 8 teman-teman angkatan 46 dan 47: Mput, Onya, Ami, Heni, Ivonne, Uwie, Meda, Puri, dan Putri, terima kasih atas bantuan dan motivasinya untuk segera menyelesaikan skripsi ini, 9 seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna. Penulis sangat menghargai segala kritik dan saran yang membangun. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi dunia ilmu pendidikan khususnya bidang matematika dan menjadi inspirasi bagi penelitian-penelitian selanjutnya. Bogor, Juli 2013 Rahmalia Yuliarni

6 RIWAYAT HIDUP Rahmalia Yuliarni dilahirkan di Bekasi pada tanggal 10 Juli 1990. Penulis merupakan anak kedua dari pasangan Purwanto Gendroyono dan Endang Sedyarni. Pada tahun 2002, penulis menyelesaikan pendidikan di SDN Jatimulya 09 Bekasi. Kemudian melanjutkan pendidikan di SLTPN 2 Bekasi. Pada tahun 2008, penulis menyelesaikan pendidikannya di SMAN 42 Jakarta dan berhasil menjadi mahasiswa Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor melalui jalur USMI (Undangan Seleksi Masuk IPB). Selama mengikuti kegiatan perkuliahan penulis pernah aktif dalam Badan Eksekutif Mahasiswa TPB periode 2008/2009 menjabat sebagai Sekretaris Umum dan Badan Eksekutif Mahasiswa FMIPA periode 2009/2010 sebagai Sekretaris Departemen Internal. Selain itu penulis juga aktif menjadi panitia di beberapa kegiatan mahasiswa antara lain Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru tahun 2009, Masa Perkenalan Fakultas tahun 2010, 2011, dan 2012, Masa Perkenalan Departemen 2010, Bina Desa FMIPA tahun 2011/2012, dan SPIRIT tahun 2011.

7 DAFTAR ISI Halaman DAFTAR GAMBAR... viii I. PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Tujuan... 1 II. LANDASAN TEORI... 2 2.1 Teori Graf... 2 2.2 Pelabelan Graf... 3 III. PEMBAHASAN... 4 IV. SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan... 15 5.2 Saran... 15 DAFTAR PUSTAKA... 15 vii

8 DAFTAR GAMBAR Halaman 1 Graf... 1 2 Graf taktrivial 5 simpul... 2 3 Graf cycle 5 simpul... 2 4 Graf tak terhubungkan (disconncted)... 2 5 Graf... 3 6 Graf cycle ber-order 3... 3 7 Pelabelan total vertex magic pada graf... 4 8 Pelabelan super vertex magic pada graf... 4 9 Graf path ber-order 5... 5 10 Pelabelan super vertex magic pada graf... 6 11 Graf cycle ber-order 7... 7 12 Pelabelan super vertex magic pada graf... 8 13 Pelabelan super vertex magic pada graf... 11 viii

9 I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teori graf merupakan cabang ilmu dalam bidang matematika yang mempelajari himpunan simpul (vertex)yang dihubungkan himpunan sisi (edge). Teori ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1736 oleh seorang matematikawan Swiss bernama Leonhard Euler. Ia menggunakan teori graf untuk menyelesaikan masalah jembatan Königsberg. Teori graf terus berkembang hingga saat ini,pengaplikasiannya dapat dikaitkan berbagai bidang dalam kehidupan sehari-hari seperti masalah penjadwalan, transportasi, ilmu komputer, riset operasi, dan lain sebagainya. Salah satu yang menjadi permasalahan dalam teori graf ialah bagaimana menandai suatu simpul dan sisi, sedemikian sehingga setiap simpuldan sisi memiliki tanda yang berbeda. Ada beberapa metode yang dapat digunakan, salah satunya adalah metode pelabelan. Pelabelan pada suatu graf merupakan pemetaan injektif yang memetakan unsur himpunan simpul (vertex)dan unsur himpunan sisi (edge)ke bilangan asli yang disebut label (Gallian 2009). Terdapat beberapa jenis pelabelan graf yang dikenal hingga saat ini, antara lain pelabelan graceful, pelabelan harmoni, pelabelan total tak beraturan (irregular total), pelabelan ajaib (magic), danpelabelan antiajaib (antimagic). Dari bentukpelabelan ajaib (magic), ada yang disebut pelabelan vertex magic, pelabelan super vertex magic, pelabelan total edge magic ataupun pelabelan super edge magic. Pada karya ilmiah sebelumnya, Sari (2012) telah membahas tentang pelabelansuper edge magic pada graf cycle dan graf wheel. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melengkapi kajian mengenai pelabelan ajaib (magic), pembahasan mengenai pelabelan super vertex magic. Dalam karya ilmiah ini akan dibuktikan bahwa beberapa graf sederhana yaitu graf path, graf cycle, dan disjoint union darigraf cycle memiliki pelabelan yang super vertex magic. Sumber utama karya ilmiah ini ialah artikel yang ditulis Swaminathan & Jeyanthi pada tahun 2003. 1.2 Tujuan Tujuan dari karya ilmiah ini ialah: 1. membuktikan bahwa graf path, grafcycle, dan disjoint union dari graf cycle memiliki pelabelan super vertex magic. 2. membuktikan bahwa fungsi bijektif dari himpunan sisike pada suatu graf dapat diperluas menjadi pelabelan super vertex magic. II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dijelaskan beberapa definisi dalam teori graf dan pelabelan graf yang akan digunakan dalam pembahasan pada bab-bab selanjutnya. Misalkan dan merupakan simpul-simpul suatu graf maka sisi (edge) dari graf tersebut ialah. Sebagai contoh, graf pada Gambar 1 mempunyai 2.1 Teori Graf Definisi 1 (Graf) Suatu graf adalah pasangan terurut adalah himpunan takkosong dan berhingga dan adalah himpunan pasangan tak terurut yang menghubungkan elemen-elemen Graf dinotasikan Elemen disebut simpul (vertex, node) sedangkan elemen disebut sisi (edge). Himpunan dari simpul-simpul pada graf dinotasikan sedangkan himpunan dari sisi-sisi pada graf dinotasikan. (Foulds 1992) : Gambar 1 Graf. }

2 Definisi 2 (Graf Taktrivial) Suatu graf disebut graf taktrivialjika suatu graf memiliki simpulpaling sedikit dua. (Chartrand & Oellermann 1993) Berikut ini contoh graf taktrivial 5 simpul. Gambar 2 Graf taktrivial 5 simpul. Definisi 3 (Order dan Size) Misalkan diberikan graf Banyaknya simpul (vertex) pada graf disebut order dan banyaknya sisi (edge)disebut size.order pada graf dinotasikan dan size pada graf dinotasikan. (Chartrand & Oellermann 1993) order yang berbentuk path disebut graf path ber-order, dituliskan sebagai. (Chartrand & Oellermann 1993) Pada Gambar 1, merupakan salah satu contoh path. Definisi 7 (Cycle) Cycle pada suatu graf adalah walk tertutup yang mengandung setidaknya tiga simpul dan semua simpulnya berbeda. (Foulds 1992) Graf ber-order yang berbentuk disebut, dan dituliskan sebagai. (Chartrand & Oellermann 1993) Contoh graf cycle 5 simpul diberikan pada Gambar 3. Graf pada Gambar 1 memiliki order dan size. Definisi 4 (Incident dan Adjacent) Misalkan diberikan graf. Jika maka dan dikatakan adjacent di dan dikatakan incident (dan ). (Chartrand & Oellermann 1993) Pada Gambar 1, sisi maka dan dikatakan adjacent di dan dikatakan incident dan. Definisi 5 (Walk) Suatu walk pada graf adalah suatu barisan simpul dan sisi dari graf bentuk: { } dan dapat dituliskan sebagai { atau. Suatu walk yang menghubungkan dikatakan tertutup (closed walk) jika. Jika maka walk tersebut dikatakan terbuka. (Foulds 1992) Gambar 3 Graf cycle 5 simpul. Definisi 8 (Graf Terhubungkan) Misalkan dan merupakan simpul padagraf. Simpul dikatakan dihubungkan jika mempunyai path.suatu graf dikatakan terhubungkan(connected) jika untuk setiap pasangan simpul u dan vdi, maka dihubungkan dan dikatakan tak terhubungkan (disconnected) jika terdapat pasangan simpul dan di, sehingga tidak ada path. (Chartrand & Oellermann 1993) Berikut ini diberikan contoh graf tak terhubung(disconnected). Berdasarkan Gambar 1, terdapat walk terbuka yaitu walk. Definisi 6 (Path) Path pada suatu graf adalah walk setiap simpulnya berbeda. Graf ber- Gambar 4 Graf tak terhubung (disconnected).

3 Definisi 9 (Union dari Dua Graf) Misalkan dan adalah graf himpunan simpul yang disjoint, maka union dari dan dituliskan, adalah graf yang memiliki dan. (Chartrand & Oellermann 1993) Definisi 10 (Disjoint Uniondari Graf Cycle) Disjoint uniondari graf cycleadalah gabungan tak terhubung graf cycle sebanyak m setiap graf memiliki n simpul, dituliskan Graf memiliki himpunan simpul dan himpunan sisi himpunan simpul setiap graf dapat dituliskan merupakan simpul ke-j pada graf cycleke-i dan himpunan sisi setiap graf dapat dituliskan merupakan sisi ke-j pada graf cycle ke-i dan untuk. (Swaminathan & Jeyanthi 2003) Berikut ini diberikan contoh disjoint uniondari graf cycle. Diberikan 3 graf cycle tak terhubung setiap graf memiliki 3 simpul, dituliskan maka dan himpunan setiap simpul dan sisi pada graf cycle ke-i dapat ditulis } dan } seperti pada Gambar 5. Gambar 5 Graf. 2.2 Pelabelan Graf Untuk memahami masalah pelabelan graf super vertex magic diperlukan pengertian dan konsep dasar mengenai pelabelan sebagai berikut. Misalkan himpunan dari simpul-simpul yang adjacent simpul pada graf dilambangkan dan adalah himpunan bilangan asli. Definisi 11 (Pelabelan Total Vertex Magic) Misalkan graf simpul dan sisi. Suatu pemetaan satu-satu dari ke himpunan bilangan bulat disebut pelabelan totalvertex magic jika terdapat sebuah konstanta untuk setiap simpul u sehingga merupakan simpul-simpul yang adjacent simpul. (Swaminathan & Jeyanthi 2003) Berikut ini diberikan contoh pelabelan totalvertex magic. Misalkan diberikan graf cycle 3 simpul dan 3 sisi seperti Gambar 6 dan. Gambar 6 Graf cycle ber-order 3. Misalkan sisi-sisi pada graf suatu nilai, yaitu dipadankan Label suatu simpul dapat diperoleh dari pengurangan nilai magic jumlah semua label sisi yang incident simpul tersebut. Pada kasus ini dipilih nilai magic maka diperoleh label simpul sebagai berikut.

4 maka sehingga dan dapat digambarkan seperti Gambar 7 (a). Sedangkan untuk nilai magic dan misalkan sisi-sisinya dipadankan suatu nilai, yaitu sehingga diperoleh dan digambarkan seperti Gambar 7 (b). (a) Definisi 12 (Pelabelan dari Graf Super Vertex Magic) Sebuah pelabelan total vertex magicf disebut pelabelan super vertex magic jika dan. Sebuah graf disebut super vertex magic jika terdapat pelabelan super vertex magic pada. (Swaminathan & Jeyanthi 2003) Berikut ini diberikan contoh pelabelan supervertex magic. Diberikan graf seperti pada Gambar 6dan Misalkan sisi-sisi pada graf dipadankan suatu nilai, yaitu. Dipilih nilai magick = 9, maka diperoleh label simpul, sehingga dan dapat digambarkan sebagai berikut. (b) Gambar 7Pelabelan totalvertex magic pada graf Gambar 8Pelabelan super vertex magic pada graf. III PEMBAHASAN Karya ilmiah ini membahas lema dan teorema-teorema yang akan membuktikan bahwa graf path, graf cycle, dan disjoint union graf cycle memiliki pelabelan super vertex magic. Misalkan diberikan graf seperti pada Gambar 6. Banyaknya simpul dan sisi ialah 3,sehingga nilai magic dapat diperoleh cara berikut.. Berikut ini diberikan lema yang akan digunakan untuk mencari nilai magic k yang juga akan digunakan untuk membuktikan teorema-teorema selanjutnya. Lema 1 Jika adalah graf taktrivialyang super vertex magic, maka nilai magic diberikan oleh (Swaminathan & Jeyanthi 2003) Bukti : Misalkan graf taktrival yang super vertex magic simpul dan sisi. Akan dibuktikan bahwa memiliki nilai magic. Karena graf super vertex magic maka terdapat konstanta sehingga untuk setiap simpul u di graf berlaku

5 merupakan simpul-simpul yang adjacent simpul dan,. Misalkan merupakan pelabelan dari sisi yang menghubungkan simpul simpul, dan. Karena graf taktrivialmaka memiliki V sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut.......... Dengan menjumlahkan semua kolom secara vertikal maka akan diperoleh rumusan sebagai berikut (2.1a) Akibatnya (2.1b) dan (2.1c) Dengan menyubstitusikan Persamaan (2.1b) dan (2.1c) ke dalam Persamaan (2.1a) maka akan diperoleh bilanganmagic sebagai berikut.

6 Terbukti Berikut ini diberikan contoh cara pelabelan super vertex magic pada graf path sebelum dibuktikan Teorema 1. Misalkan diberikan graf path yang memiliki 4 sisi dan 5 simpul seperti pada Gambar 9. Gambar 9 Graf path ber-order 5. Berdasarkan Lema 1 maka akan diperoleh nilai magic untuk graf sebagai berikut. Graf tersebut dilabeli Didefinisikan: {, sehingga untuk graf diperoleh label sisi dan simpul sebagai berikut. Berikut akan dibuktikan Teorema 1 yang menyatakan bahwa graf path memiliki pelabelan super vertex magic. Teorema 1 Sebuah path adalah grafsuper vertex magic jika dan hanya jika ganjil dan. (Swaminathan & Jeyanthi 2003) Bukti: Misalkan path adalah super vertex magic. Akan dibuktikan merupakan bilangan ganjil dan. Karena path adalah grafsuper vertex magic maka dari Lema 1 terdapat bilangan magic sebagai berikut. dan. Graf adalah grafpath n simpul maka memiliki sehingga pelabelannya dapat ditulis, Akibatnya diperoleh nilai magic k sebagai berikut. Akibatnya dan pelabelannya dapat digambarkan sebagai berikut. Gambar 10Pelabelan super vertex magic pada graf. Cara pelabelan tersebut merupakan salah satu contoh cara pelabelan super vertex magic pada suatu graf path. Cara ini juga digunakan untuk membuktikan Teorema 1. Diketahui k dan n bilangan bulat maka 2k bilangan genap, sehingga genap. Akibatnya ganjil, sehingga n ganjil. Misalkan adalah bilangan ganjil, untuk setiap bilangan bulat. Akan dibuktikan bahwa. Karena adalah graf yang taktrivial, artinya, sehingga diperoleh Karena bilangan bulat maka pilihan terkecil adalah, sehingga

7 Akibatnya. Terbukti Misalkan adalah bilangan ganjil. Akan dibuktikan path adalahsuper vertex magic. Misalkan Diberikan graf. Didefinisikan : {, Karenan ganjil maka juga ganjil, sehingga genap. Akibatnya bilangan genap, maka bilangan bulat. Jadi, fadalah pelabelan super vertex magic bilangan magic Terbukti Berikut ini diberikan contoh cara pelabelan super vertex magic pada graf cycle sebelum dibuktikanteorema 2. Misalkan diberikan graf cycle ber-order 7 seperti Gambar 11. Ambil sembarang dan i ganjil, maka Gambar 11Graf cycle ber-order 7. Berdasarkan Lema 1 maka akan diperoleh nilai magic untuk graf sebagai berikut. Dengan perhitungan yang sama, maka akan diperoleh hasil yang sama juga untuk i genap. Graf tersebut dilabeli Didefinisikan:, {

8 sehingga untuk graf diperoleh lebel sisi dan simpulnya sebagai berikut. Akibatnya dan. Graf adalah grafcycle n simpul maka memiliki, sehingga pelabelannyadapat ditulis Akibatnya diperoleh nilai bilangan magic k sebagai berikut. dan pelabelannya dapat digambarkan sebagai berikut. Diketahui k dan n bilangan bulat maka 2k bilangan genap, sehingga harus genap. Akibatnya ganjil, sehingga n ganjil. Terbukti Misalkan adalah bilangan ganjil. Akan dibuktikan cycle adalah graf super vertex magic. Misalkan adalah bilangan ganjil. Diberikan graf cycle. Didefinisikan Gambar 12 Pelabelan super vertex magic pada graf. Cara pelabelan tersebut merupakan salah satu contoh cara pelabelan super vertex magic pada suatu grafcycle. Cara ini juga digunakan untuk membuktikan Teorema 2. Berikut akan dibuktikan Teorema 2 yang menyatakan bahwa graf cycle memiliki pelabelan super vertex magic. Teorema 2 Sebuah cycle adalah super vertex magic jika dan hanya jika ganjil. (Swaminathan & Jeyanthi 2003) Bukti: Misalkan cycle adalah graf super vertex magic. Akan dibuktikan merupakan bilangan ganjil. Karena cycle adalah graf super vertex magic maka dari Lema 1 terdapat bilangan magic sebagai berikut., { Ambil sembarang dan i ganjil maka

9 Dengan perhitungan aljabar yang sama, akan diperoleh hasil yang sama juga untuk i genap. sehingga Akibatnya merupakan pelabelan super vertex magic nilai magic Berikut ini diberikan Teorema 3 yang akan membuktikan bahwa fungsi bijektif dari himpunan sisike pada suatu graf dapat diperluas menjadi pelabelan super vertex magic. Teorema 3 Misalkan sebuah graf dan fungsibijektif dari ke Kemudian dapat diperluas menjadi pelabelan super vertex Karenan ganjil maka juga ganjil, sehingga genap. Akibatnya bilangan genap, maka bilangan bulat. Jadi, fadalah pelabelan super vertex magic bilangan magic. Terbukti Sebelum membuktikan Teorema 3, berikut ini akan diberikan suatu ilustrasi. Misalkan diberikan sebuah graf seperti Gambar 9 dan Dimisalkan juga merupakan fungsi bijektif dari ke pada graf Didefinisikan: maka fungsi { dapat diperluas menjadi magic untuk G jika dan hanya jika{ } terdiri dari bilangan bulat berurutan. (Swaminathan & Jeyanthi 2003) Bukti: Misalkan adalah grafyang super vertexmagic. Akan dibuktikan { } terdiri dari bilangan bulat berurutan. Misalkan memiliki simpul dan sisi. Karena graf super vertex magic maka terdapat konstanta untuk setiap simpul sehingga, v merupakan simpul-simpul yangadjacent simpul u. Dimisalkan juga merupakan pelabelan sisi dari simpulvyang adjacent simpul u.didefinisikan w(u)sebagai jumlah dari label sisiyang incident simpul u. Akibatnya Karena juga merupakan pelabelan sisi dari simpulvyang adjacent simpulumaka sehingga dapat dituliskan. Akibatnya

10. Didefinisikan Didefinisikan dan......... Akan dibuktikan pelabelan super vertex magic. Ambil sebarang simpulvyang adjacentsimpulu. Pilih,akan diperoleh nilai sebagai berikut. maka akan diperoleh berikut sebagai.................. Karena merupakan pengurang bagi maka semakin besar nilai akan semakin kecil nilai akibatnya Dimisalkan sehingga merupakan himpunan bulat nilai terkecil dan perbedaan antara dua nilai yang berurutanialah 1 dan maksimum. Jadi, himpunan adalah bilangan bulat teratur sejumlah. Terbukti Misalkan { } terdiri dari bilangan bulat berurutan. Akan dibuktikan merupakan graf super vertexmagic. Misalkan merupakan himpunan bilangan bulat berurutan, sehingga Karena dan merupakan pelabelan dari simpulvyang adjacent simpulu, maka. Akibatnya merupakan graf super vertexmagic. Terbukti Sebelum membuktikan Teorema 4 akan diperlihatkan ilustrasi pelabelan super vertex magic pada gabungan tak terhubung (disjoint union) graf cycle. Misalkan diberikan sebuah graf seperti pada Gambar 5. Banyaknya graf cycle ialah 3, banyaknya sisi dan simpul setiap graf adalah 3, maka berdasarkan Lema 1 akan diperoleh nilai magic untuk graf sebagai berikut. Graf tersebut dilabeli ( ) Didefinisikan: ( )

11 sehingga diperoleh label sisi dan simpulnya sebagai berikut. 1 { Akibatnya graf ke-1 { graf ke-2 graf ke-3 { dan pelabelannya dapat digambarkan sebagai berikut. { Gambar 13 Pelabelan super vertex magic pada graf. Cara pelabelan tersebut merupakan salah satu contoh cara pelabelan super vertex magic pada suatu graf. Cara ini juga digunakan untuk membuktikan Teorema 4. Berikut ini diberikan Teorema 4 yang akan membuktikan bahwa graf memiliki pelabelan super vertex magic. Teorema 4 adalah super vertex magic jika dan hanya jika dan keduanya ganjil. (Swaminathan & Jeyanthi 2003) Bukti: Misalkan adalah graf super vertex magic. Akan dibuktikan memiliki ganjil. Karena adalah graf super vertex magic maka dari Lema 1 terdapat nilaimagic sebagai berikut. dan. Karena adalah cycle sebanyak maka berlaku sehingga

12 dan Akibatnya diperoleh nilai bilangan magic k. Karena k adalah bilangan bulat maka 2k bilangan genap, sehingga harus genap. Akibatnya ganjil, maka m dan n ganjil. Terbukti Misalkan adalah bilangan bulat ganjil. Akan dibuktikan graf adalah graf super vertex magic. Misalkan dan adalah bilangan bulat ganjil. Diberikan graf cycle. Diasumsikan bahwa graf mempunyai simpul yang merupakan gabungan dari himpunan simpulpada graf cycle pertama hingga graf cycle ke-m dan dapat dituliskan sebagai setiap himpunan simpulpada setiap graf dapat dituliskan sebagai merupakan simpulke-j pada graf cycle ke-i dan mempunyai sisi yang merupakan gabungan dari himpunan sisipada graf cycle pertama hingga graf cycle ke-m dan dapat dituliskan sebagai setiap himpunan sisipada setiap graf dapat dituliskan sebagai merupakan sisi ke-j pada graf cycle ke-i dan Didefinisikan untuk dan { { { { Ambil sembarang pada graf cycle ke-i danj bilangan ganjil, maka

13 untuk * +

14 Ambil sembarang pada graf cycle ke-i danj bilangan ganjil, maka

15 Karena dan m ganjil maka juga ganjil, sehingga genap. Akibatnya bilangan bulat, maka bilangan bulat. Jadi, f adalah pelabelan super vertex magic bilangan magic. Terbukti IV SIMPULAN DAN SARAN 4.1 Simpulan Dalam karya ilmiah ini dibuktikan bahwa graf path, graf cycle, dan disjoint union graf cycle memiliki pelabelan graf yang super vertex magic. Graf path dan graf cycle yang memiliki n simpul merupakan graf super vertex magic jika dan hanya jika n merupakan bilangan ganjil. Selain itu, gabungan tak terhubung (disjoint union) graf cycleyang terdiri dari graf cyclesebanyak m setiap graf memilikin simpulatau graf juga merupakan graf super vertex magic jika dan hanya jika m dan n merupakanbilangan ganjil. Dalam karya ilmiah ini juga ditunjukkan bahwa fungsi bijektif dari himpunan sisi ke pada suatu graf dapat diperluas menjadi pelabelan super vertex magic jika dan hanya jika himpunan jumlah label sisi yang incident suatu simpul pada graf tersebut terdiri dari bilangan bulat terurut sebanyak simpul pada graf tersebut. 4.2 Saran Dalam karya ilmiah ini telah dibahas pelabelan super vertex magic yang difokuskan pada graf cycle, graf path,dan disjoint uniondarigraf cycle.bagi yang berminat membuat karya ilmiah yang berhubungan pelabelan super vertex magic dapat mencari pada graf reguler, graf star, graf circulantatau pada graf lainnya. DAFTAR PUSTAKA Chartrand G, Oellermann OR. 1993. Applied and Algorithmic Graph Theory. New York: McGraw-Hill. Foulds LR. 1992. Graph Theory Applications. New York: Spinger-Verlag. Gallian JA. 2009. A dynamic survey of graph labeling. The Electronic Journal of Combinatorics 16:7-65. Swaminathan V, Jeyanthi P. 2003. Super vertex magic labeling. Indian J. Pure Appl. Math. 34(6):935-939. Sari NNI. 2012. Pelabelan super edge magic pada graf cycle dan graf wheel [skripsi]. Bogor: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.

. 16