6.3 PERMUTATIONS AND COMBINATIONS

dokumen-dokumen yang mirip
Perluasan permutasi dan kombinasi

4. Pencacahan. Pengantar. Aturan penjumlahan (sum rule) Aturan penjumlahan Yang Diperumum. Aturan Perkalian (Product Rule)

8/29/2014. Kode MK/ Nama MK. Matematika Diskrit 2 8/29/2014

BAB III KOMBINATORIK

KOMBINATORIAL STRUKTUR DISKRIT K-1. Program Studi Teknik Komputer Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

KOMBINATORIKA. Berapa banyak cara menyusun sebuah bilangan yang terdiri dari empat buah angka yang tidak mengandung angka yang berulang?

DEFINISI Kombinatorial adalah cabang matematika untuk menghitung jumlah penyusunan objek-objek tanpa harus mengenumerasi semua kemungkinan susunannya.

DEFINISI Kombinatorial adalah cabang matematika untuk menghitung jumlah penyusunan objek-objek tanpa harus mengenumerasi semua kemungkinan susunannya.

1. Ubahlah pernyataan ke dalam berikut ke dalam bentuk Jika p maka q.

L/O/G/O KOMBINATORIK. By : ILHAM SAIFUDIN

U n KOMBINATORIAL. A 1 atau A 2 atau... atau A n adalah (n 1 + n n n ). Dengan kata lain

Bab 4. Koefisien Binomial

Pertemuan 14. Kombinatorial

Kombinatorial. Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diskrit Oleh: Rinaldi Munir. Program Studi Teknik Informatika ITB

5.Permutasi dan Kombinasi

KOMBINATORIAL. /Nurain Suryadinata, M.Pd

Pendahuluan. abcdef aaaade a123fr. erhtgahn yutresik ????

Combinatorics dan Counting

Kombinatorial. Matematika Diskrit Pertemuan ke - 4

Kombinatorial. Pendahuluan. Definisi. Kaidah Dasar Menghitung. Sesi 04-05

Kombinatorial. Matematika Deskrit. Sirait, MT 1

Permutasi & Kombinasi

Kombinatorial dan Peluang Diskret Matematika Diskret (TKE072107) Program Studi Teknik Elektro, Unsoed

CHAPTER 7 DISCRETE PROBABILITY

CHAPTER 8. Advanced Counting Techniques

Permutasi dan Kombinasi Peluang Diskrit

PELUANG. n cara yang berbeda. Contoh 1: Ali mempunyai 2 celana dan 3 baju yang berbeda. Berapa stelan celana dan baju berbeda yang dipunyai Ali?

FUNGSI DUA VARIABEL (TURUNAN PARSIAL) Kus Prihantoso Krisnawan. January 2, Yogyakarta. Pertemuan 7. Krisnawan. Fungsi. Diferensial Partial

PELUANG. Permutasi dengan beberapa elemen yang sama: Dari n obyek terdapat n

BAB III INDUKSI MATEMATIK dan KOMBINATORIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pada bab ini akan diberikan definisi dan teorema yang berhubungan dengan

Bab 11 PELUANG. Contoh : 5! = = 120

TEORI DASAR COUNTING

Contoh. Teknik Menghitungdan Kombinatorial. Contoh. Combinatorics

Statistika & Probabilitas

Gugus dan Kombinatorika

Permutasi & Kombinasi. Dr.Oerip S Santoso MSc

Kombinatorial. Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diskrit Oleh: Rinaldi Munir. Program Studi Teknik Informatika ITB

Logika Matematika. Bab 1: Aljabar Boolean. Andrian Rakhmatsyah Teknik Informatika STT Telkom Lab. Sistem Komputer dan Jaringan

Peluang Aturan Perkalian, Permutasi, dan Kombinasi dalam Pemecahan Masalah Ruang Sampel Suatu Percobaan Peluang Suatu Kejadian dan Penafsirannya

Ruang Sampel. Bahan Kuliah II2092 Probabilitas dan Statistik Oleh: Rinaldi Munir Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

Matematika Diskret. Mahmud Imrona Rian Febrian Umbara. Kombinatorial. Pemodelan dan Simulasi

Mendeskripsikan Himpunan

BEBERAPA APLIKASI SEGITIGA PASCAL

LECTURE NOTES MATEMATIKA DISKRIT. Disusun Oleh : Dra. D. L. CRISPINA PARDEDE, DEA.

PTI15004 MatematikaKomputasi

Studi Tentang Kombinatorial dan Peluang Diskrit Serta Beberapa Aplikasinya

BABAK PENYISIHAN SELEKSI TINGKAT PROVINSI BIDANG KOMPETISI

5.3 RECURSIVE DEFINITIONS AND STRUCTURAL INDUCTION

PENGANTAR MODEL PROBABILITAS

MATERI BAB I RUANG SAMPEL DAN KEJADIAN. A. Pendahuluan Dari jaman dulu sampai sekarang orang sering berhadapan dengan peluang.

Perluasan Segitiga Pascal

Mendeskripsikan Himpunan

CONTOH BAHAN AJAR PENDEKATAN INDUKTIF-DEDUKTIF

1.6 RULES OF INFERENCE

Bab 9. Peluang Diskrit

KOMBINATORIAL DALAM HUKUM PEWARISAN MENDEL

Learning Outcomes Pencacahan Permutasi Kombinasi Sebaran Bola dalam Keranjang Kesimpulan. Kombinatorika. Julio Adisantoso.

INF-104 Matematika Diskrit

Kata Pengantar... Daftar Isi... Apakah Matematika Diskrit Itu? Logika... 1

G a a = e = a a. b. Berdasarkan Contoh 1.2 bagian b diperoleh himpunan semua bilangan bulat Z. merupakan grup terhadap penjumlahan bilangan.

BAB 4. Aljabar Boolean

Solusi dan Penyelesaian. Kombinatorik. (b)

Matematika Logika Aljabar Boolean

BAB 2. Konsep Dasar. 2.1 Definisi graf

Teori Himpunan Ole l h h : H anu n n u g n N. P r P asetyo

PERTEMUAN Relasi dan Fungsi

Strategi Penemuan Pola pada Pemecahan Masalah

Selamat Datang. MA 2151 Matematika Diskrit. Semester I 2008/2009

STRATEGI PENYELESAIAN MASALAH (PROBLEM SOLVING STRATEGIES) EDDY HERMANTO

BAB V TEORI PROBABILITAS

HIMPUNAN MAHASISWA MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS GADJAH MADA SEKIP UTARA UNIT III BULAKSUMUR P.O.

I. LAMPIRAN TUGAS. Mata kuliah : Matematika Diskrit Program Studi : Sistem Informasi PA-31 Dosen Pengasuh : Ir. Bahder Djohan, MSc

PELATIHAN OLIMPIADE MATEMATIKA

PEMBEKALAN PESERTA OLIMPIADE SMA 1 KALASAN Februari-Maret 2009 SOAL-SOAL LATIHAN

BAB 3 Teori Probabilitas

Permutasi dan Kombinasi

Aplikasi Kombinatorial dan Peluang dalam Permainan Poker

Strategi Pembuktian. Finding proofs can be a challenging business

TEKNIK MEMBILANG. b T U V W

9.1 RELATIONS AND THEIR PROPERTIES

BAB 2 PELUANG. Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah.

KATA PENGANTAR. Salatiga, Juni Penulis. iii

Matematika Diskrit 1

MATEMATIKA DASAR (Kardinalitas)

6 Sistem Persamaan Linear

II. KONSEP DASAR PELUANG

CHAPTER 5 INDUCTION AND RECURSION

RUANG SAMPEL DAN KEJADIAN TI2131 TEORI PROBABILITAS MINGGU KE-2

LOMBA MATEMATIKA NASIONAL KE-27

Aplikasi Kombinatorial dan Peluang Diskrit dalam Permainan Dadu Cee-Lo

CHAPTER 5 INDUCTION AND RECURSION

ATURAN PENCACAHAN 9/29/2014. C. Aturan Kombinasi. Soal 01W362. Latihan W22c

KATA PENGANTAR. Yogyakarta, November Penulis

Aplikasi Kombinatorial dan Peluang dalam Permainan Four Card Draw

BAB 2 PELUANG. Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah.

Program Studi Teknik Informatika Nama : Sekolah Teknik Elektro dan Informatika NIM :

5. Peluang Diskrit. Pengantar

I. PENDAHULUAN II. KOMBINATORIAL

Definisi : det(a) Permutasi himpunan integer {1, 2, 3,, n}:

Transkripsi:

6.3 PERMUTATIONS AND COMBINATIONS

Pengaturan dengan urutan Sering kali kita perlu menghitung banyaknya cara pengaturan obyek tertentu dengan memperhatikan urutan maupun tanpa memperhatikan urutan. Contoh 1. Ada berapa cara untuk memilih 3 mahasiswa dari kelompok beranggota 5 orang untuk berbaris dalam pengambilan foto? Ada berapa panitia beranggotakan 3 orang yang dapat dibentuk dari kelompok beranggotakan 4 orang? 2

Contoh 2 Ada berapa cara kita dapat memilih 3 mahasiswa dari suatu kelompok beranggotakan 5 mahasiswa untuk berbaris dalam pembuatan foto? Ada berapa cara kita dapat mengatur ke-5 mahasiswa tersebut untuk berbaris dalam pembuatan foto? Solusi. Perhatikan bahwa urutan dalam pemilihan akan mempengaruhi pengaturan. Terdapat 5 cara untuk memilih mahasiswa pertama untuk berdiri di awal barisan. Setelah mahasiswa ini dipilih, ada 4 cara untuk memilih mahasiswa kedua di barisan. Setelah mahasiswa pertama dan kedua dipilih, terdapat 3 cara untuk memilih mahasiswa ketiga dalam barisan. Dengan menggunakan aturan perkalian, terdapat 5 4 3 = 60 cara untuk memilih 3 mahasiswa dari kelompok beranggotakan 5 mahasiswa untuk berbaris dalam pengambilan foto. Untuk mengatur 5 mahasiswa dalam barisan, kita memilih mahasiswa pertama dengan 5 cara, mahasiswa kedua dengan 4 cara, ketiga dengan 3 cara, keempat dengan 2 cara dan kelima dengan 1 cara. Akibatnya, terdapat 5 4 3 2 1 = 120 cara untuk mengatur 5 mahasiswa dalam pengambilan foto. 3

Permutasi Contoh 2 menggambarkan bagaimana pengaturan terurut dari obyek dapat dihitung. Permutasi dari suatu himpunan adalah pengaturan yang memperhatikan urutan dari anggota himpunan tersebut. Permutasi-r : pengaturan r buah anggota suatu himpunan secara terurut. Contoh 3. Misal S = {1,2,3}. Maka 3,1,2 adalah suatu permutasi dan 1,3 adalah suatu permutasi-2 dari S. 4

P(n,r) P(n,r) = Banyaknya permutasi-r dari suatu elemen. himpunan dengan n Teorema 1. P(n,r) = n(n-1)(n-2) (n-r+1) Bukti. Ada n cara untuk memilih elemen pertama dari permutasi. Untuk memilih elemen kedua ada (n-1) cara, karena tinggal n- 1 elemen dalam himpunan yang dapat digunakan sebagai elemen kedua. Dengan cara yg sama, ada (n-2) cara untuk memilih elemen ketiga. Ada tepat (n-r+1) cara utk memilih elemen ke-r. Menurut aturan perkalian, P(n,r) = n(n-1)(n-2) (n-r+1). P( n, r) n! ( n r)! 5

Contoh 4 Ada berapa banyak permutasi dari huruf-huruf ABCDEFGH yang memuat string ABG? yang memuat string ABG dan EH? Solusi Karena ABG harus terjadi dalam satu blok maka masalahnya menjadi mencari banyaknya permutasi dari 6 objek, yaitu blok ABG dan huruf C,D,E,F,H. Karena keenam objek tsb dapat terjadi dengan sebarang urutan, maka ada 6! = 720 permutasi dari ABCDEFGH yang memuat ABG. 6

Pemilihan Tak Terurut Contoh 5. Ada berapa penitia beranggotakan 3 mahasiswa yang dapat dibentuk dari kelompok dengan 4 mahasiswa? Solusi. Untuk menjawab pertanyaan ini, hanya perlu dicari banyaknya subhimpunan dengan 3 anggota dari himpunan beranggotakan 4 mahasiswa. Dapat dilihat bahwa terdapat 4 subhimpunan yang demikian, 1 untuk setiap 4 mahasiswa, karena memilih 3 mahasiswa sama dengan memilih satu dari 4 mahasiswa untuk meninggalkan kelompok tersebut. Artinya, terdapat 4 cara memilih 3 mahasiswa untuk panitia, di mana urutan pemilihan mahasiswa tidak berpengaruh. 7

Kombinasi Kombinasi-r dari suatu himpunan adalah pengaturan r buah elemen tanpa memperhatikan urutan. Contoh 6. Misal S = {1,4,5,6}. Maka, 1,5,6 suatu kombinasi-3 dari S. Sedangkan 4,5 adalah suatu kombinasi-2 dari S. Ada 4 macam kombinasi-2 dari S. C(n,r): banyaknya kombinasi-r dari himpunan dengan n elemen. n C( n, r) Koefisien binomial r 8

C(n,r) Teorema 2 C(n,r) = n!/(n-r)!r!, bila 0 r n. Bukti. Permutasi-r dari suatu himpunan dengan n elemen dapat diperoleh dengan cara membentuk kombinasi-r dan kemudian mengurutkan elemen pada setiap kombinasi-r tsb (dapat dilakukan dalam P(r,r) cara). Jadi, P(n,r) = C(n,r).P(r,r) Ini berarti bahwa C(n,r) = P(n,r)/P(r,r). Akibat 1. C(n,r) = C(n,n-r). 9

Bukti Kombinatorial Bukti kombinatorial dari suatu persamaan adalah bukti yang menggunakan argumen counting untuk membuktikan bahwa kedua sisi persamaan menghitung obyek yang sama, tetapi dengan cara yang berbeda (bukti double counting) atau bukti yang menunjukkan bahwa terdapat bijeksi antara dua himpunan obyek yang dihitung oleh kedua sisi persamaan (bukti bijektif) 10

Bukti Kombinatorial dari Teorema 2 Akan digunakan bukti bijektif untuk menunjukkan bahwa C(n, r) = C(n, n r) untuk setiap bilangan bulat n dan r dengan 0 r n. Misalkan S adalah himpunan dengan n anggota. Fungsi yang memetakan subhimpunan A dari S ke A adalah bijeksi antara subhimpunan S dengan r anggota dan subhimpunan dengan n r anggota. Maka persamaan C(n, r) = C(n, n r) benar karena terdapat bijeksi antara dua himpunan hingga. Bukti bijektif ini dapat diformulasikan kembali sebagai bukti double counting. Dari definisi, banyaknya subhimpuan S dengan r anggota adalah C(n, r). Tetapi setiap subhimpunan A dari S juga ditentukan dengan menentukan elemen mana yang bukan merupakan anggota A. Karena komplemen dari suatu subhimpunan dengan r anggota memiliki n r anggota, maka terdapat C(n, n r) subhimpunan dari S dengan r anggota. Akibatnya C(n, r) = C(n, n r). 11

Contoh 7 Ada berapa banyak string biner panjang n yang memuat tepat r buah angka 1? Solusi. Bila kita memperhatikan semua kemungkinan posisi r angka 1 dalam string, maka mereka akan membentuk suatu kombinasi-r dari {1,2,3,,n}. Jadi terdapat C(n,r) string biner panjang n yang memuat tepat r buah angka 1. 12

Soal 1 a. Hitunglah banyaknya lintasan terpendek dari A ke B. b. Ada berapa cara untuk 8 pria dan 5 wanita berdiri dalam suatu barisan sehingga tidak ada 2 wanita yang berdiri bersebelahan? 13

6.4 BINOMIAL COEFFICIENTS AND IDENTITIES 14

Ekspresi Binomial Ekspresi binomial adalah jumlahan dari 2 variabel, seperti x + y. Contoh 1. Ekspansi (x + y) 3 dapat ditemukan dengan menggunakan penjelasan kombinatorik, selain dengan mengalikan tiga jumlahan x + y. Ketika (x + y) 3 = (x + y)(x + y)(x + y) dijabarkan, semua suku merupakan hasil kali satu suku di jumlahan pertama, satu suku di jumlahan kedua, dan satu suku di jumlahan ketiga. Dengan demikian muncul suku dalam bentuk x 3, x 2 y, xy 2, dan y 3. Untuk memperoleh suku dalam bentuk x 3, x harus dipilih dari setiap jumlahan, dan ini dapat dilakukan hanya dengan 1 cara. Jadi, suku x 3 memiliki koefisian 1. Untuk memperoleh suku dalam bentuk x 2 y, x harus dipilih dalam 2 dari 3 jumlahan (dan akibatnya y di jumlahan lainnya). Akibatnya banyaknya 3 suku dalam bentuk demikian adalah banyaknya 2-kombinasi dari 3 obyek,. 2 15

Contoh 1 (2) Dengan cara serupa, banyaknya suku dalam bentuk xy 2 adalah banyakanya cara untuk memilih 1 dari 3 jumlahan untuk memperoleh x (dan akibatnya memilih y dari 2 3 jumlahan lainnya). Ini dapat dilakukan dengan 1 cara. Akhirnya, satu-satunya cara untuk memperoleh bentuk y 3 adalah dengan memilih y dari setiap jumlahan, dan ini dapat dilakukan dengan tepat 1 cara. Akibatnya, (x + y) 3 = (x + y)(x + y)(x + y) = (xx + xy + yx + yy)(x + y) = xxx + xxy + xyx + xyy + yxx + yxy + yyx + yyy = x 3 + 3x 2 y + 3xy 2 + y3. 16

Teorema Binomial Teorema Binomial (x+y) n = C(n,0)x n + C(n,1)x n-1 y + C(n,2)x n-2 y 2 + + C(n,n-1)xy n-1 + C(n,n)y n. Bukti. Menghitung banyaknya x n-j y j, untuk suatu j=0,1,2,,n, sama dengan memilih (n-j) buah x dari n suku (sehingga j suku lainnya dalam perkalian adalah y). Jadi koefisien x n-j y j adalah C(n,n-j).

Akibat 1. 1. C(n,j) = C(n,n-j). Koefisien Binomial 2. C(n,0) + C(n,1) + + C(n,n) = 2 n. 3. 4. n k 0 n k 0 ( 1) 2 k k C( n, k) C( n, k) 3 n 0 Bukti. 1. Banyaknya cara memilih j dari n elemen sama dengan banyaknya meninggalkan n-j dari n elemen. 2. Pilih x = y = 1. 3. Pilih x = -1 dan y = 1. 4. Pilih x = 1 dan y = 2.

Identitas dan Segitiga Pascal Identitas Pascal Misal n dan k bilangan bulat positif, n k. Maka, C(n+1,k) = C(n,k-1) + C(n,k). Bukti. Pandang T himpunan dengan n+1 elemen, a T. Misal S = T-{a}. Ada C(n+1,k) buah subhimpunan dari T yang mempunyai k elemen. Suatu subhimpunan dari T dgn k elemen dapat memuat a dan (k-1) elemen S atau memuat k elemen S tanpa memuat a. Jadi, C(n+1,k) = C(n,k-1)+C(n,k).

Identitas Vandermonde Misal m, n dan r bilangan bulat positif, m r dan n r. Maka, r C( m n, r) C( m, r k) C( n, k) k 0 Bukti. Pandang dua himpunan A dengan m elemen dan B dengan n elemen. Maka banyaknya cara untuk memilih r elemen dari AUB adalah C(m+n,r). Cara lain untuk memilih r elemen dari AUB adalah dengan memilih k elemen dari B dan kemudian r-k elemen dari A, dengan k bilangan bulat, 0 k r. Banyaknya cara untuk melakukan pemilihan tersebut adalah C(m,r-k)C(n,k). Jadi banyaknya cara untuk memilih r elemen dari AUB adalah r k 0 C( m, r k) C( n, k)

Soal 1 Buktikan C(2n,n) = C(n,0) 2 + C(n,1) 2 + + C(n,n) 2 dengan 2 cara: 1. Menggunakan Identitas Vandermonde. 2. Memandang pemilihan n orang dari 2n orang yg terdiri dari n pria dan n wanita

6.5 GENERALIZED PERMUTATIONS AND COMBINATIONS 22

Perluasan permutasi dan kombinasi Permutasi dengan pengulangan Kombinasi dengan pengulangan Permutasi dengan obyek yang tidak dapat dibedakan Distribusi obyek ke dalam kotak

Permutasi dengan Pengulangan Contoh 1. Berapa banyak string panjang n yang dapat dibentuk dari alfabet? Karena ada 26 huruf dalam alfabet dan karena setiap huruf dapat digunakan berulang maka ada 26 n string panjang n. Teorema 1. Jumlah permutasi-r dari himpunan dengan n anggota yang memperbolehkan pengulangan adalah n r.

Kombinasi dengan Pengulangan Contoh 2. Ada berapa cara untuk memilih 3 buah dari wadah yang berisi rambutan, duku, pisang, dan manggis, jika urutan pengambilan tidak penting, dan setidaknya ada 4 buah dalam setiap jenis buah.

Contoh 3 Ada berapa cara untuk memilih 5 lembar uang kertas dari kotak yg memuat lembaran $1, $2, $5, $10, $20, $50 dan $100? Asumsikan bahwa urutan pengambilan tidak penting dan ada sedikitnya 5 lembar uang kertas utk masingmasing pecahan. Solusi. Karena urutan tidak penting dan ke-7 macam uang kertas tersebut dapat dipilih hingga 5 kali, maka problem ini sama dengan menghitung kombinasi-5 dengan pengulangan dari himpunan dengan 7 elemen. Misal kotak mempunyai 7 bagian dan setiap bagian menyimpan 1 macam uang, maka bagian-bagian tersebut dipisahkan oleh 6 pemisah.

Contoh 3 (2) Memilih 5 uang kertas sama artinya dengan menempatkan 6 pemisah dalam 11 tempat (5* + 6 ). ** *** : 3 $1 + 2 $10 * * ** * : $5 + 2 $20 + $50 + $100 Jadi banyaknya cara memilih 5 uang kertas = banyaknya cara menempatkan 6 pemisah dalam 11 tempat = C(11,6) = 462.

Kombinasi dengan Pengulangan (2) Teorema 4. Terdapat C(n+r-1,r) kombinasi-r dari himpunan dengan n anggota yang memperbolehkan pengulangan anggota. Contoh 4. Ada berapa banyak solusi dari x 1 + x 2 + x 3 =11, jika x 1, x 2, x 3 bil bulat nonnegatif? Solusi. Menghitung solusi = menghitung cara memilih 11 bintang dari himpunan 13 elemen (11 bintang + 2 pemisah). Jadi terdapat C(13,11) macam solusi.

Soal 2 a. Ada berapa banyak solusi dari x 1 + x 2 + x 3 11, bila x 1, x 2, x 3 bilangan bulat nonnegatif? b. Ada berapa banyak solusi dari x 1 + x 2 + x 3 = 11, bila x 1, x 2, x 3 bilangan bulat dan x 1 1, x 2 2 dan x 3 3?

Permutasi dan Kombinasi dengan Pengulangan Tipe Pengulangan? Rumus r-permutasi r-kombinasi r-permutasi r-kombinasi Tidak Tidak Ya Ya n! ( n r)! n! r!( n r)! r n ( n r 1)! r!( n 1)!

Permutasi dengan Obyek yang Tidak dapat Dibedakan Contoh 5. Ada berapa banyak string yang dapat dibuat dengan mengatur kembali huruf-huruf pada kata SUCCESS? Solusi. Karena ada beberapa huruf yg sama, maka jawabannya tidaklah sama dengan permutasi 7 huruf. Tapi, banyaknya adalah: C(7,3) utk menempatkan 3 S dalam 7 tempat; C(4,2) utk menempatkan 2 C dalam 4 tempat sisanya; C(2,1) utk menempatkan 1 U dalam 2 tempat sisanya; C(1,1) utk menempatkan 1 E dalam 1 tempat sisanya; Jadi banyak string ada: C(7,3).C(4,2).C(2,1).C(1,1) = 420.

Teorema 5. Jumlah permutasi dari n obyek, di mana terdapat adalah: Permutasi dengan Obyek yang Tidak dapat Dibedakan (2) n 1 obyek tipe 1, n 2 obyek tipe 2,, dan n k obyek k, n! n! n! n! 1 2 k

Distribusi Obyek ke dalam Kotak Contoh 6. Ada berapa banyak cara untuk mendistribusikan satu set kartu pada 4 orang pemain sehingga setiap pemain mendapatkan 5 kartu? Solusi. Pemain pertama memperoleh 5 kartu dalam C(52,5) cara Pemain kedua memperoleh 5 kartu dalam C(47,5) cara Pemain ketiga memperoleh 5 kartu dalam C(42,5) cara Pemain keempat memperoleh 5 kartu dalam C(37,5) cara Jadi, secara keseluruhan banyaknya cara adalah C(52,5). C(47,5). C(42,5). C(37,5) 52! 47!5! 47! 42!5! 42! 37!5! 37! 32!5! 52! 5!5!5!5!32!

Distribusi Obyek ke dalam Kotak (2) Teorema 6. Banyaknya cara untuk mendistribusikan n obyek yang dapat dibedakan ke dalam k kotak yang dapat dibedakan sehingga n i buah obyek ditempatkan dalam kotak i, i=1,2,,k adalah n! n n!! n 1 2 k!

Soal 1. Latihan 6.5.11 Ada berapa cara untuk memilih 8 uang logam dari sebuah celengan yang berisi 100 uang logam Rp. 500 yang identik dan 80 uang logam Rp. 1000 yang identik. (Kombinasi dengan pengulangan - Solusi: 9) 2. Latihan 6.5.17 Ada berapa string dari 10 digit terner (0,1, atau 2) yang memuat tepat dua digit 0, tiga digit 1, dan lima digit 2? (Permutasi dengan obyek yang tidak dapat dibedakan - Solusi: 2520)

Soal 3. Latihan 6.5.5 Ada berapa cara untuk memberi 3 pekerjaan kepada 5 pegawai, jika setiap pegawai dapat diberikan lebih dari satu pekerjaan? (Permutasi dengan pengulangan - Solusi: 125) 4. Latihan 6.5.25 Ada berapa banyak bilangan bulat positif yang lebih kecil dari 1000000 dengan jumlah dari digit-digitnya adalah sama dengan 19? (Kombinasi dengan pengulangan - Solusi: 30492)

Soal 5. Latihan 6.5.13 Suatu penerbit mempunyai 3000 buku Matematika Diskrit. Ada berapa cara menyimpan buku-buku tersebut ke dalam tiga gudang jika setiap buku tidak dapat dibedakan? (Kombinasi dengan pengulangan - Solusi: 4504501) 6. Latihan 6.5.39 Ada berapa cara untuk berjalan dari titik (0,0,0) ke (4,3,5) di ruang xyz dengan melangkah sebesar 1 satuan ke arah x positif, 1 satuan ke arah y positif, dan 1 satuan ke arah z positif. (Permutasi dengan obyek yang tidak dapat dibedakan - Solusi: 27720)

Soal 7. Latihan 6.5.9 Suatu toko donat menjual donat polos, donat rasa keju, coklat, stroberi, bluberi, mint, kopi, dan kacang. Ada berapa cara untuk memilih: a) 6 donat? b) selusin donat? c) dua lusin donat? d) Selusin donat dengan paling tidak satu untuk setiap jenisnya? e) Selusin donat dengan paling tidak tiga donat keju dan tidak lebih dari 2 donat kacang? (Kombinasi dengan pengulangan)