Manajemen Operasional

dokumen-dokumen yang mirip
ANALYSIS QFD PADA PERUSAHAAN PRODUSEN KAMERA

Product Development Process

Strategi Produk. Desain Barang dan Jasa

Desi Harsanti Pinuji

BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Produk

Disain dan Pengembangan Produk

DESAIN PRODUK DAN JASA

DIKTAT KULIAH PENGENDALIAN & PENJAMINAN KUALITAS (IE-501)

QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

TIN305 - Perancangan dan Pengembangan Produk Materi #1 Genap 2014/2015. TIN305 - Perancangan dan Pengembangan Produk

MAKALAH MANAJEMEN OPERASIONAL DESAIN PRODUK DAN JASA

*Bagaimana menerjemahkan kebutuhan pelanggan yang subyektif menjadi target yang tepat untuk langkah pengembangan selanjutnya?

QUALITY. Karakteristik produk dan jasa yang memberi kepuasan terhadap kebutuhan konsumen. (American Society for Quality Control)

Pengembangan Produk Baru 3/15/2012 1

MODUL 12 - TOTAL QUALITY MANAGEMENT DALAM JIT

SILABUS MATAKULIAH. Revisi : 4 Tanggal Berlaku : 04 September Strategi. Pembelajaran. - Standar Kompetensi - Relevansi - Penjelasan Kontrak

MANAGEMENT INDUSTRI (QUALITY CONTROL) By : Moch. Zen S. Hadi, ST Communication Digital Lab. 1

Manajemen Produksi dan Operasi


Universitas Kristen Maranatha

From Discovery to. Development. Freddy Rangkuti

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

Finance for Non-Finance Manager: Balanced Scorecards

ABSTRACT. vi Universitas Kristen Maranatha

Manajemen Operasi Strategi Operasi Strategi Produk : Desain Barang & Jasa Strategi Proses Perencanaan Kapasitas

Pengendalian dan Penjaminan Mutu

BAB II LANDASAN TEORI

STUDI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN ("QUALITY SERVICE") DENGAN MENGGUNAKAN METODA QFD ("QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT")

Most competitive advantages are from. blog.unpad.ac.id/tettyherawaty

Product Design & Development Hubungan Kebutuhan Pekerja Terhadap Karakteristik Teknik Pada Perancangan Alat Pengepres Melinjo Dengan Metode QFD

Bab 2 Keputusan Perencanaan Strategi

ANALISIS PASAR. Audit thd semua lingkungan relevant thd suatu brand pada saat tertentu, Misal : produk Bank berupa jasa giro Peluang Pemasaran

Product Development Economics LOGO

Metode Training ISO/TS Sentral Sistem TAPI MENJELASKAN

HAND OUT PERKULIAHAN. Kelompok Mata Kuliah : Mata Kuliah Lanjutan Nama Mata kuliah : Perencanaan Citra dan Merek

Bab 2 Strategi Supply Chain

STRATEGI DAN PELUANG YANG KOMPETITIF. Pertemuan 03 3 SKS

SIDANG TESIS MANAJEMEN INDUSTRI MAGISTER MANAJEMEN TEKNOLOGI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011

MANAJEMEN KUALITAS DRS. DEVIE., AK., RFC., CFP., AEPP., CMA., CBA

BAB II LANDASAN TEORI

Perencanaan Kebutuhan Material (MRP)

Pendahuluan. Pengendalian Kualitas Statistika. Ayundyah Kesumawati. Prodi Statistika FMIPA-UII. September 30, 2015

Tinjauan Umum Functional Strategy Riri Satria

Manajemen Rantai Pasok -Strategi SCM (2) TIP FTP UB 2015

(Concept Development)

PRODUCT PLANNING. Produk Manufaktur. Gambar : Produk Manufaktur

Quality Management. D Rizal Riadi

Diskusi mengenai topik minggu lalu.

QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

MANAJEMEN PRODUKSI. Drh. Isnardono MM LEMBAGA PELATIHAN KERJA MANAJEMEN WIRAUSAHA DAN PRODUKTIVITAS PBM TAHUN 2015

1. Perbaikan Berkesinambungan. Kaizen Benchmarking

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

COMPUTER SYSTEM ENGINEERING

QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) PERTEMUAN # TAUFIQUR RACHMAN EBM503 MANAJEMEN KUALITAS

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan jumlah setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik,

SDLC : Project Planning

INTEGRASI METODE SERVQUAL DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) GUNA MENINGKATAN PELAYANAN JASA DI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) SURABAYA

Sekolah Tinggi Manajemen Bandung LOGISTICS MANAGEMENT

The Process. A Layered Technology. Software Engineering. By: U. Abd. Rohim, MT. U. Abd. Rohim Rekayasa Perangkat Lunak The Process RPL

RUANG LINGKUP MANAJEMEN BIAYA

Sejarah Six Sigma Jepang ambil alih Motorola produksi TV dng jumlah kerusakan satu dibanding duapuluh Program Manajemen Partisipatif Motorola (Partici

PERANCANGAN PRODUK SPRING BED DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT

DASAR PENGEMBANGAN PRODUK. Kotribusi produk baru terhadap profitability. B. Mempertahankan Profit. A. Produk mempunyai Life Cycle (4) (5) (3) (2) (1)

Sejarah Quality Function Deployment

Manajemen Mutu Proyek (Manajemen Kualitas)

PRODUCT DATA MANAGEMENT DALAM KAITAN DENGAN CAD/CAM

BAB I PENDAHULUAN. dan perusahaan harus cepat tanggap terhadap perubahan pasar. Perusahaan harus

I Gambaran umum Pengendalian dan Jaminan Kualitas. Pengendalian Kualitas TIN-212

ANALISA PROSES BISNIS

Teknik Informatika S1

ABSTRAK. Keywords: Balanced Scorecard, Low Cost Strategy, financial, sales volumes, customer, internal business processes, learning and growth.

INTRODUKSI PEMASARAN. Wahyu Sulistiadi

Cost Accounting Traditions and Innovations Barfield, Raiborn, Kinney. Chapter 8 Implementing Quality Concepts

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III SIX SIGMA. Six Sigma pertama kali digunakan oleh perusahaan Motorola pada tahun

PENGEMBANGAN PROGRAM PERBAIKAN KUALITAS LAYANAN PADA USAHA JASA MENGGUNAKAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

Manajemen Produksi & Operasi. Zainul Muchlas, STIE AsiA Malang

PERANCANGAN SISTEM PELAYANAN RESTORAN CEPAT SAJI DENGAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. oleh para konsumen dalam memenuhi kebutuhannya. Kualitas yang baik

DIKTAT KULIAH PENGENDALIAN & PENJAMINAN KUALITAS (IE-501)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

kualitas Lely Riawati, ST, MT P e n g e n d a l I A N k u A l i T A s

Penentuan Nilai Parameter Mesin Las untuk Menghasilkan Kualitas Pengelasan yang Terbaik dengan Desain Eksperimental Taguchi 1.

Sistem Informasi

ANALISA PROSES BISNIS

SDLC Concepts. Muhammad Yusuf D3 Manajemen Informatika Universitas Trunojoyo

ANALISA KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KUALITAS LAYANAN BENGKEL DENGAN METODE SERVQUAL DAN QFD SKRIPSI

Damper DB2B24SSC, diantaranya adalah:

EMA302 Manajemen Operasional

Manajemen Operasional MANAJEMEN MUTU

BAB I PENDAHULUAN. yang akan sulit terjawab yakni siapkah Indonesia dalam menghadapi era

OPTIMALISASI PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERANCANGAN TOLERANSI TAGUCHI PT Jasa Marga ro) C. abang Semarang

DESAIN PRODUK DAN JASA

Quality Management and International Standards

Sistem Produksi. Produksi. Sistem Produksi. Sistem Produksi

Sistem Informasi untuk Membuat Produk Baru (Sesi 2 & 3)

Transkripsi:

Modul ke: 04 Ir. Fakultas TEKNIK Manajemen Operasional Desain Produk dan Jasa Hendri, MT. Program Studi Teknik Industri

APA YANG AKAN DIBUAT?

Desain Produk Barang (goods) produk yang nyata (tangible) Mobil Motor, Mebel TV, HP dll Jasa (services) produk yang tidak nyata (intangible) keuangan, asuransi, transfortasi, komunikasi kesehatan, pendididkan, perbankan konsultan 5-3

5-4

5-5

Out put Proses

Prioritas keunggulan

Pertimbangan dan Tujuan Desain Produk/Jasa PEST+ 5P Proses Persyaratan Mutu Politik Ekonomi Penyuplai Quality Cost /profit Delivery Fungsi Fitur Mudah Buat Mudah Rawat Pelanggan Daya Saing Kepuasan Pelanggan Mengerti kemauan Pelanggan Teknologi Pesaing Lawan Pendatang Pengganti Sosial

Tujuan Desain Produk & Jasa Utama Daya Saing Kepuasan Pelanggan Mengerti apa yang diingini Pelanggan Kedua Quality Cost/profit Delivery (Time-to-market) Fungsi produk/jasa Fitur Mudah diproduction/assembly Mudah maintenance/service

Pengaruh % Pengaruh Product Design terhadap Biaya 70% 20% 20% 5% 5% 15% Labor 30% Overhead 5% Product Design 50% Material Cost %

Penentuan Pemilihan Produk 1. Strategi pemilihan 2. Design produk konsep, teknologi, dan kemasan. 3. Product Life Cycle (Siklus Hidup Produk ) 4. Product-by-Value Analysis (Analisis Produk Berdasarkan Nilai)

Strategi Pemilihan Produk Differentiation (Berbeda) Shouldice Hospital Low cost (Biaya Rendah) Taco Bell Rapid response(respon Cepat) Toyota 5-12

Differentiation (beda) Shouldice Hospital dikanada melakukan diferensiasi dengan mengkhususkan diri menangani penyakit hernia yang sangat unik dan berkualitas tinggi. Pelayanan efektif karena pasien dapat pulih dalam waktu 8 jam tidak seperti umumnya rata-rata 2 Minggu. 5-13

Low cost (biaya rendah) Taco Bell dengan strategi biaya rendah melalui desain produk namun bernilai tinggi. Merancang produk (menu) yang dapat diproduksi dengan jumlah karyawan minimum di dapur yang kecil. Sehingga dapat meningkatkan kandungan makanan produknya dari 27 sen menjadi 45 sen untuk setiap dolar penjualannya. 5-14

Rapid response (respon cepat) Toyota dalam melayani kebutuhan pelanggannya. Dengan melakukan proses desain mobil tercepat dalam industry otomotif. Dengan kecepatan pengembanggan produk turun hingga menjadi dibawah 2 tahun. 5-15

5-16

Design produk konsep, teknologi, dan kemasan. Konsep: Dengan cara yang kreatif, Nike telah mengeser sepatu atletik dari sekedar kebutuhan penggunaan produk yang berpusat pada mode. Teknologi: VisiFone dari Viseon menggunkan teknologi terbaru untuk meningkatkan panggilan video (video call) melalui koneksi Internet. Kemasan: Sherwin Williams Dutch Boy telah melakukan revolusi dalam industry cat melalui wadah cat Twist dan Pour yang berbentuk seperti kubus. 5-17

Sales, cost, and cash flow Product Life Cycles Cost: development & production Sales revenue Net revenue (profit) Negative cash flow Cash flow Loss Kerugian Introduction Growth Maturity Decline Perkenalan Pertubuhan Kematangan Penurunan 5-18

Introductory Perkenalan Product Life Cycle Pengeluaran yang diperlukan: 1. Research - penelitian 2. Product development - pengembangan produk 3. Process modification and enhancement - proses modifikasi, dan perbaikan 4. Supplier development pengembangan pemasok 5-19

Product Life Cycle Growth Phase pertumbuhan Desain produk telah mulai stabil Diperlukan peramalan kebutuhan kapasitas yang efektif. Penambahan kapasitas atau peningkatan kapasitas yang sudah ada 5-20

Product Life Cycle Maturity Phase Kematangan Pesaing mulai bermunculan Produksi dalam jumlah besar dan inovatif sangatlah sesuai pada fase ini Pengendalian biaya yang lebih baik, berkurangnya pilihan dan pemotongan lini produk mungkin akan efektif atau diperlukan untuk meningkatkan keuntungan dan pangsa pasar. 5-21

Product Life Cycle Decline Phase Penurunan Perlu sedikit kejam pada produk yang siklus hidupnya mendekati akhir. Produk yang hampir mati biasanya adalah produk yang buruk bagi investasi sumber daya dan kemampuan manajerial. Kecuali, jika produk yang hampir mati ini memberikan kontribusi yang unik bagi reputasi perusahaan atau lini produknya atau biasa dijual dengan harga yang tinggi, maka produksi produk semacam itu harus dihentikan 5-22

Product-by-Value Analysis Analisis produk berdasarkan nilai Analisis Produk berdasarkan Nilai merupakan prinsip Pareto (yakni focus kepada permasalahan yang sedikit, tetapi penting, dan bukan pada permasalahan yang banyak, tetapi sepele). 5-23

Product-by-Value Analysis Analisis produk berdasarkan nilai Daftar produk dalam urutan kontribusi rupiah masing-masing untuk perusahaan Daftar kontribusi rupiah tahunan total produk Membantu manajemen mengevaluasi strategi alternatif 5-24

% Penggunaan Rp pertahun 100 80 60 40 20 0 A B 0 50 100 Class % Rp Vol % Items A 80 15 B 15 30 C 5 55 C 5-25

New Product Opportunities 1. Memahami? Pelanggan 2. Perubahan Politik / hukum 3. Perubahan Ekonomi 4. Perubahan Sosiologis dan demografis? 5. Perubahan Teknologi 6. Praktek pasar, standar profesional, pemasok, distributor 5-26

Proses Desain Barang

Idea Generation (cont.) Perceptual Maps Visual comparison of customer perceptions Benchmarking Comparing product/process against best-in-class Reverse engineering Dismantling competitor s product to improve your own product 5-28

Idea Generation Supply chain based Ideas Competitor based Research based

Feasibility Study Market analysis Economic analysis Technical/strategic analyses Performance specifications 5-30

Rapid Prototyping testing and revising a preliminary design model Build a prototype form design functional design production design Test prototype Revise design Retest 5-31

Form and Functional Design Form Design how product will look? Functional Design how product will perform? reliability maintainability usability

Final Design and Process Plans Final design detailed drawings and specifications for new product or service Process plans workable instructions necessary equipment and tooling component sourcing recommendations job descriptions and procedures computer programs for automated machines

Design Team

Proses Desain Jasa

Service Design Process (cont.) Service concept purpose of a service; it defines target market and customer experience Service package mixture of physical items, sensual benefits, and psychological benefits Service specifications performance specifications design specifications delivery specifications

Product Development Pengatar Teknik Industri Marketing management

Product Development (PD) Successful product development Producible Marketable Profitable Five Specific dimension to assess the performance 1. Product quality: Customer needs & Robustand reliable) 2. Product cost (Manufacturing cost) 3. Development time Responsiveness to competitive forces Responsiveness to technological development Economic returns 4. Development cost: Significantfraction of the investment 5. Development capability: Capabilityto develop products moreeffectively and economically

Product Development System Quality Function Deployment (QFD) Tanguci Blue Oce

The Product Development Process Government Regulation Sale Force Competitors Idea Generation Initial Screening Economic Analysis Initial Product Design and Development Prototype Testing Final Product and Prod. Process Design Research Engineers Consumerneed Info. Market Introduction 40

FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA SETIAP TAHAPAN PROSES Idea Generation: Kebutuhan konsumen Perkembangan teknologi Initial Screening: Produk, Pasar, dan Pembiayaan Economic Analysis: Perkiraan Tingkat keuntungan dan RoI Initial Product Design and Development: Fungsi produk (karakteristik, kualitas dan reliabilitas) Persyaratan teknis dan spesifikasi Faktor ekonomi dalam produksi dan distribusi Prototype Testing: Kesesuaian dengan selera konsumen Final Product and Production Process Design: Penyempurnaan berdasarkan hasil prototype testing 41

Ideas Ability Kemampuan Customer Requirements Functional Specifications Scope of product development team Product Specifications Design Review Test Market Scope for design and engineering teams Introduction Evaluation 5-42

Kelompok Pengembangan Produk Kelompok Desain Manufaktur & Rekayasa Tahapan dalam Pengembangan Produk Ide Syarat pasar sumber : perubahan lingkungan teknologi, demografi, ekonomi, politik, dsb Pendekatan untuk pemuasan kebutuhan Spesifikasi fungsional Cara kerja produk Spesifikasi produk Review desain Pembuatan produk Pembuatan produk yg ekonomis & mutu Uji pasar Memenuhi kebutuhan pasar? Pengenalan produk Distribusi ke konsumen Berhasil? Evaluasi 5-43

Tahapan dalam Pengembangan Produk 1. Ide : bersumber dari perubahan lingkungan teknologi, demografi, ekonomi, politik, dsb 2. Persyaratan yang harus dipenuhi di pasar : pendekatan yang diperlukan untuk memuaskan konsumen 3. Spesifikasi fungsional : bagaimana cara kerja produk tersebut 4. Spesifikasi produk : bagaimana produk akan dibuat 5. Ulasan desain : bagaimana produk akan dibuat secara ekonomis dan kualitas 6. Pengujian pasar : apakah produk memenuhi keinginan pasar 7. Pengenalan produk : produk diantar ke konsumen 8. Evaluasi : berhasil atau tidak (catatan : 2 s/d 8 termasuk dalam lingkup Kelompok Pengembangan Produk, sedangkan 3 s/6 termasuk dalam lingkup Kelompok 5-44

Pengembangan Produk melalui QFD Quality Function Deployment (QFD): proses menetapkan permintaan pelanggan dan menterjemhkannya kedalam atribut yang dapat dipahami dan dilaksanakan oleh setiap bagian fungsional a. Menetapkan apa yang akan memuaskan pelanggan b. Menerjemahkan keinginan pelanggan pada desain yang dijadikan sasaran c. Ada house of quality (bagian dari proses penyebaran fungsi kualitas yang menggunakan matrik perencanaan untuk menghubungkan keinginan pelanggan dan bagaimana perusahaan memenuhinya) 5-45

Langkah untuk membuat house of quality Mengenali keinginan pelanggan Kenali bagaimana produk/jasa akan memuaskan keinginan pelangan Hubungkan keinginan pelanggan dengan bagaimana produk akan dibuat Kenali hubungan dgn sejumlah perusahaan lain Buat tingkat kepentingan 5-46

5-47

Quality Function Deployment 1. Mengidentifikasi pelanggan ingin 2. Identifikasi bagaimana barang / jasa yang akan memuaskan pelanggan ingin 3. Berkaitan pelanggan ingin bagaimana kondisi produk 4. Mengidentifikasi hubungan antara bagaimana kondisi perusahaan 5. Mengembangkan peringkat kepentingan 6. Mengevaluasi produk bersaing 7. Bandingkan kinerja untuk atribut teknis yang diinginkan 5-48

Competitive assessment QFD House of Quality Customer importance ratings Interrelationships How to satisfy customer wants What the customer wants Relationship matrix Target values Technical evaluation Weighted rating 5-49

Analysis of Competitors House of Quality Example How to Satisfy Interrelationships Customer Wants What the Customer Wants Relationship Matrix What the customer wants Lightweight 3 Easy to use 4 Reliable 5 Easy to hold steady 2 Color correction 1 Technical Attributes and Evaluation Customer importance rating (5 = highest) 5-50

Low electricity requirements Aluminum components Auto focus Auto exposure Paint pallet Ergonomic design Analysis of Competitors House of Quality Example How to Satisfy Interrelationships Customer Wants What the Customer Wants Relationship Matrix Technical Attributes and Evaluation How to Satisfy Customer Wants 5-51

Analysis of Competitors House of Quality Example How to Satisfy Interrelationships Customer Wants High relationship Medium relationship Low relationship What the Customer Wants Relationship Matrix Technical Attributes and Evaluation Lightweight 3 Easy to use 4 Reliable 5 Easy to hold steady 2 Color corrections 1 Relationship matrix 5-52

Low electricity requirements Aluminum components Auto focus Auto exposure Paint pallet Ergonomic design Analysis of Competitors House of Quality Example How to Satisfy Interrelationships Customer Wants What the Customer Wants Relationship Matrix Relationships between the things we can do Technical Attributes and Evaluation 5-53

Analysis of Competitors House of Quality Example How to Satisfy Interrelationships Customer Wants What the Customer Wants Relationship Matrix Technical Attributes and Evaluation Lightweight 3 Easy to use 4 Reliable 5 Easy to hold steady 2 Color corrections 1 Our importance ratings 22 9 27 27 32 25 Weighted rating 5-54

Company A Company B Analysis of Competitors House How to Satisfy of Quality Example What the Customer Wants Interrelationships Customer Wants Relationship Matrix Technical Attributes and Evaluation How well do competing products meet customer wants Lightweight 3 Easy to use 4 Reliable 5 Easy to hold steady 2 Color corrections 1 Our importance ratings 22 5 G G F G P P P G P P 5-55

0.5 A 75% 2 to 2 circuits Failure 1 per 10,000 Panel ranking Analysis of Competitors House How to Satisfy of Quality Example What the Customer Wants Interrelationships Customer Wants Relationship Matrix Technical Attributes and Evaluation Target values (Technical attributes) Technical evaluation Company A 0.7 60% yes 1 ok G Company B 0.6 50% yes 2 ok F Us 0.5 75% yes 2 ok G 5-56

0.5 A 75% 2 to 2 circuits Failure 1 per 10,000 Panel ranking Low electricity requirements Aluminum components Auto focus Auto exposure Paint pallet Ergonomic design Company A Company B House of Quality Example Completed House of Quality Lightweight 3 Easy to use 4 Reliable 5 Easy to hold steady 2 Color correction 1 Our importance ratings 22 9 27 27 32 25 G P G P F G G P P P Target values (Technical attributes) Technical evaluation Company A 0.7 60% yes 1 ok G Company B 0.6 50% yes 2 ok F Us 0.5 75% yes 2 ok G 5-57

Customer requirements Design characteristics Specific components Production process House of Quality Sequence Deploying resources through the organization in response to customer requirements Design characteristics House 1 Specific components House 2 Production process House 3 Quality plan House 4 Figure 5.4 5-58

Importance House of Quality 5 Trade-off matrix 3 Design characteristics 1 4 2 Customer requirements Relationship matrix Competitive assessment 6 Target values 5-59

Easy and safe to use Irons well Competitive Assessment of Customer Requirements Competitive Assessment Customer Requirements 1 2 3 4 5 Presses quickly 9 B A X Removes wrinkles 8 AB X Doesn t stick to fabric 6 X BA Provides enough steam 8 AB X Doesn t spot fabric 6 X AB Doesn t scorch fabric 9 A XB Heats quickly 6 X B A Automatic shut-off 3 ABX Quick cool-down 3 X A B Doesn t break when dropped 5 AB X Doesn t burn when touched 5 AB X Not too heavy 8 X A B 5-60

Easy and safe to use Irons well Energy needed to press Weight of iron Size of soleplate Thickness of soleplate Material used in soleplate Number of holes Size of holes Flow of water from holes Time required to reach 450º F Time to go from 450º to 100º Protective cover for soleplate Automatic shutoff From Customer Requirements to Design Characteristic s Customer Requirements Presses quickly - - + + + - Removes wrinkles + + + + + Doesn t stick to fabric - + + + + Provides enough steam + + + + Doesn t spot fabric + - - - Doesn t scorch fabric + + + - + Heats quickly - - + - Automatic shut-off + Quick cool-down - - + + Doesn t break when dropped + + + + Doesn t burn when touched + + + + Not too heavy + - - - + - 5-61

Energy needed to press Weight of iron Size of soleplate Thickness of soleplate Material used in soleplate Number of holes Size of holes Flow of water from holes Time required to reach 450º Time to go from 450º to 100º Protective cover for soleplate Automatic shutoff Tradeoff Matrix - + - + + 5-62

Objective measures Energy needed to press Weight of iron Size of soleplate Thickness of soleplate Material used in soleplate Number of holes Size of holes Flow of water from holes Time required to reach 450º Time to go from 450º to 100º Protective cover for soleplate Automatic shutoff Targeted Changes in Design Units of measure ft-lb lb in. cm ty ea mm oz/s sec sec Y/N Y/N Iron A 3 1.4 8x4 2 SS 27 15 0.5 45 500 N Y Iron B 4 1.2 8x4 1 MG 27 15 0.3 35 350 N Y Our Iron (X) 2 1.7 9x5 4 T 35 15 0.7 50 600 N Y Estimated impact 3 4 4 4 5 4 3 2 5 5 3 0 Estimated cost 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 5 2 Targets 1.2 8x5 3 SS 30 30 500 Design changes * * * * * * * 5-63

Completed House of Quality SS = Silverstone MG = Mirorrglide T = Titanium 5-64

Process characteristics Part characteristics Product characteristics Customer requirements A Series of Connected QFD Houses Product characteristics A-1 Part characteristics House of quality A-2 Parts deployment Process characteristics A-3 Operations Process planning A-4 Operating requirements 5-65

Issues for Product Design Pengatar Teknik Industri Marketing management

Teknik Desain Produk Desain Tangguh (Robust) Desain Moduler (Modular) Computer-Aided Design (CAD) Computer-Aided Manufacturing (CAM) Teknologi Virtual Reality Analisa Nilai (Value Analysis) Desain Produk Perduli dan Ramah Lingkungan 5-67

Robust Design Produk ini dirancang sedemikian rupa sehingga variasi kecil dalam produksi atau perakitan tidak mempengaruhi produk Biasanya menghasilkan biaya yang lebih rendah dan kualitas yang lebih tinggi 5-68

Modular Design Produk yang dirancang dalam komponen mudah tersegmentasi Menambahkan fleksibilitas untuk produksi dan pemasaran Peningkatan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan 5-69

Computer Aided Design (CAD) Desian dibantu computer (CAD) adalah penggunaan computer untuk mendesin produk secara interatif dan mempersiapkan dokumentasi teknis. Suatu peluasa dari (CAD) adalah peranti lunak Design For Manufacture and Assembly (DFMA) atau desain untuk manufacture dan perakitan yang berfokus pada pengaruh desain terhadap perakitan. Perluasan CAD yang kedua adalah permodelan objek tiga dimensi (3 D object modeling). 5-70

Computer-Aided Manufacturing (CAM) Manufaktur dibantu computer (computeraided manufacturing CAM) mengacu pada pengguna program computer khusus untuk memandu dan mengendalikan peralatan produksi. Saat informasi CAD diterjemahkan menjadi instruksi untuk CAM, hasil dari kedua teknologi ini disebut CAD/CAM 5-71

Manfaat CAD dan CAM 1. Kualitas produk 2. Waktu desain yang lebih singkat 3. Pengurangan biaya produksi 4. Ketersediaan basis data 5. Sejumlah kemampuan baru 5-72

Virtual Reality Technology Teknologi virtual reality merupakan bentuk komunikasi visual di mana berbagai citra digunakan sebagai pengganti dari benda aslinya, tetapi masih memungkinkan pengguna untuk merespon secara interaktif. Dasar dari teknologi virtual reality dalam operasi adalah CAD. 5-73

Value Analysis Analisis nilai (value analysis) berusaha memperbaiki cara menghasilkan produk yang lebih baik atau lebih ekonomis. Teknik dan keuntungan dari analisis nilai sama dengan yang diperoleh dari rekayasa nilai walaupun mungkin diperlukan perubahan kecil pada penerapannya karena analisis nilai berlangsung saat produk sedang produksi. 5-74

Manufacturability and value engineering Aktivitas yang membentu meningkatkan kualitas desain, produksi, pemeliharaan dan penggunaan dari produk 5-75

Keuntungan Manufacturability and value engineering Mengurangi kerumitan produk Standarisasi tambahan dari berbagai konsumen Perbaikan aspek-aspek fungsional dari produk Peningkatan desain pekerjaan dan keamanan pekerjaan Memudhkan produk untuk dirawat Desain yang tangguh 5-76

Design Simplification 24 Parts 8 parts 4 parts 2 part 5-77

5-78

5-79

Tujuan desain yang etis dan ramah lingkungan Mengembangkan produk yang lebih aman dan ramah lingkungan Meminimalkan limbah bahan baku dan energy Mengurangi kewajiban terhadap persoalan lingkungan hidup Meningkatkan efektivitas biaya dengan mematuhi peraturan lingkungan hidup Agar dikenal sebagai sebuah perusahaan yang baik 5-80

ENAM PANDUAN Proses Desain Yang Etis Dan Ramah Lingkungan Membuat produk yang dapat didaur ulang Menggunakan bahan baku yang dapat didaur ulang Menggunakan komponen yang tidak berbahaya Menggunakan komponen yang lebih ringan Menggunakan energy lebih hemat Menggunakan bahan baku yang lebih sedikit 5-81

Produk BMW Ramah Lingkungan BMW menggunakan bahan yang terbuat dari plastik daur ulang(biru) dan bahan yang dapat didaur ulang (hijau). Produksi ramah lingkunagan (green manufacturing) berarti perusahaan dapat menggunakan ulang, renovasi, atau membuang komponen-komponen suatu produk dengan aman dan mengurangi biaya produksi siklus hidup total. 5-82

Taguchi Method 5-83

Taguchi Method Dr. Genichi Taguchi megembangkan suatu metode statistik untuk meningkatkan kualitas/mutu produk. Metode Taguchi sering dipertimbangkan secara kontroversial dan dipertentangkan antar beberapa orang ahli ilmu statistik yang beraliran Barat. Namun banyak juga yang menerima konsep Taguchi sebagai hal yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya bidang manajemen kualitas. Banyak faktor yang perlu diketahui dan dipertimbangkan dalam mengembangkan suatu produk baru.

Taguchi Method Metode Taguchi merupakan suatu pendekatan terstruktur untuk menentukan kombinasi terbaik dalam menghasilkan produk berupa barang atau jasa. Melalui Metode Taguchi, ilmuwan Jepang yang kesohor ke seluruh penjuru bumi ini mengembangkan suatu metodologi dengan pendekatan yang berdasarkan pada DOE (Design Of Experiments). Suatu metode untuk mengidentifikasi menurut banyaknya masukan (input) yang benar dan parameter untuk membuat suatu produk atau layanan berkualitas tinggi yang didambakan oleh pelanggan atau konsumen.

Taguchi Method Genichi Taguchi megembangkan suatu pendekatan desain dari perspektif desain yang sempurna (robust), dimana produk (barang atau jasa) harus didesain bebas d a r i c a c a t ( d e f e c t ) dan b e r k u a l i t a s t i n g g i. Terdapat tiga tahapan metoda dalam mencapai desain s e m p u r n a d a r i G e n i c h i Ta g u c h i a n t a r a l a i n :

Taguchi Method >> Concept design Ø Suatu proses pengujian kompetisi teknologi dalam membuat/memproduksi suatu produk. Ø Prototipe desain dari produk yang akan dibuat dan kesesuaian dengan kebutuhan konsumen bahkan dibawah kondisi yang ideal tanpa terdapat gangguan. >> Parameter design Ø Memilih faktor parameter dan level optimalnya. Ø Mengendalikan faktor adalah manajemen variabel proses yang dapat mempengaruhi desain. Ø Level parameter yang optimal dapat ditentukan dan dihitung melalui eksperimental.

Taguchi Method >> Tolerance design Ø Menembangkan batasan spesifikasi. Ø Terjadi setelah design parameter ditentukan. Ø Hasilnya sering mengakibatkan peningkatan biaya-biaya produksi. Metode Taguchi diperkenalkan tahun 1980 ini secara umum membandingkan pentingnya pendekatan konsep Edward Deming, SPC (Statistical Process Control) dan konsep Total Quality Control (TQC) yang saat itu berkembang di Jepang. Pendekatannya tergolong istimewa dengan menjunjung kesempurnaan desain.

Taguchi Method Aspek keunikan dari Metode Taguchi antara lain adalah, Ø Definisi Genichi Taguchi mengenai kualitas Ø QLF (Quality Loss Function) Taguchi. Ø Konsep Robust Design. Dalam salah satu definisi kualitas misalnya, Dr. Genichi Taguchi menyatakan bahwa Kualitas ideal merupakan fungsi dari persepsi pelanggan (customer) dan kepuasan (satisfaction). Secara umum terdapat 6 (enam) tahapan atau step Metode Taguchi sebagai berikut:

Taguchi Method 1. Problem Identification. 2. Brainstorming 3. Experimental Design 4. Experimentation 5. Analysis 6. Conforming Experiments. Genichi Taguchi San telah memberikan warna tersendiri pada dunia industri khususnya bidang manajemen kualitas. Nama nya pun layak disejajarkan dengan tokoh manajemen kualitas terkemuka dunia seperti W. Edward Deming, Philip B Crosby, Joseph M Juran, A.V. Feigenbaum, Walter A Shewart, dan Kaoru Ishikawa.

Taguchi Method Metode Taguchi adalah pendekatan standar untuk menentukan kombinasi terbaik dari input untuk menghasilkan suatu produk atau jasa. Hal ini dicapai melalui design of experiments (DOE). DOE adalah alat penting dalam gudang alat yang tersedia untuk proses desain dan enginering.

Taguchi Method The Taguchi konsep desain yang kuat menyatakan bahwa produk dan layanan harus dirancang sehingga seharusnya bebas cacat dan berkualitas tinggi. Pendekatan Taguchi untuk menciptakan desain yang kuat adalah melalui metode tiga langkah yang terdiri dari konsep desain, desain parameter, dan desain toleransi. Konsep desain adalah proses pemeriksaan teknologi yang bersaing untuk menghasilkan suatu produk. Parameter desain mengacu pada pemilihan faktor kontrol dan penentuan tingkat optimal untuk masingmasing faktor. Desain Toleransi berkaitan dengan mengembangkan batas spesifikasi

Taguchi s Quality Loss Function Quality Loss Lower tolerance limit Target Upper tolerance limit

Terima Kasih Ir. Hendri, MT