BAB 4. HASIL dan PEMBAHASAN. Pada tanggal 26 Juni 2005 J.Co Donuts hadir dengan berbagai varian donatnya. J.Co

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 4 HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN, DAN PEMECAHAN MASALAH. pelayaran yang baru didirikan pada tanggal 19 April 2008 dengan Akte Notaris

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN ALAM WISATA RESTO. Ahmad Mustakim

KUESIONER PENGARUH STRES KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA PT. TELKOMSEL MEDAN DIVISI CALL CENTRE

PENGARUH MOTIVASI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT PEGADAIAN (PERSERO) CABANG CIBINONG

Pengaruh Sikap, Norma Subyektif, dan Gaya Hidup terhadap Keputusan Pembelian Iphone di ITC Depok. Monica Arum Kusumaningtyas EA13

LAMPIRAN LEMBAR KUESIONER. mengisi daftar pernyataan dalam kuesioner ini dengan tujuan sebagai data untuk

.,BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang

KUESIONER PRA SURVEY. untuk data pra survey dalam rangka penyusunan skripsi pada Program Sarjana

Andry Wirawan Analisis Pengaruh Produk dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Warung Ayam Monyet.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Sena Aradea Manajemen Ekonomi 2013

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis Pengaruh Kompensasi Langsung Dan Kompensasi tidak Langsung Terhadap Kinerja Karyawan Apartemen Nifarro

BAB IV HASIL PENELITIAN. diperoleh dari kuesioner diolah menggunakan program SSPS 19 dengan kriteria

Tiara Puri Yasinta Manajemen Ekonomi 2016 PENGARUH LOKASI DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SUSU PADA TOKO LULU KIDS DEPOK

BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. pada saat penelitian berlangsung. Terdapat 3 karakteristik responden yang. Tabel 5.1

LAMPIRAN 1 KUESIONER PENELITIAN. Pertanyaan di bawah ini hanya semata-mata digunakan untuk data

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

KUESIONER PENELITIAN. Terima kasih atas bantuan dan kerjasama saudara/i. Petunjuk pengisian bagian A lingkari jawaban yang anda inginkan.

BAB IV ANALISIS DATA. telah ada pada pokok bahsan bab awal. Hipotesa penulis adalah : Komunikasi IAIN Sunan Ampel Surabaya.

KUESIONER. Data Responden Petunjuk Pilihlah Isilah data responden kemudian pilihan jawaban dimasukkan ke dalam kotak yang tersedia.

PENGARUH KONDISI KERJA DAN PROGRAM PELAYANAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PERUSAHAAN AIR MINERAL CLIF KOTA DEPOK

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP HARGA, FASILITAS DAN PELAYANAN PADA YAMIEN 88 CIJANTUNG

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional, Lingkungan Kerja, Dan Motivasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. Asuransi Astra Buana Garda Oto

KUESIONER. Pengaruh Etos Kerja dan Penilaian Kinerja Terhadap Motivasi Karyawan. PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Iskandar Muda Medan

Lampiran 1. ANGKET KUESIONER

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

KUESIONER PENGARUH STRES KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA DAN KINERJA KARYAWAN PT ASURANSI JIWASRAYA (PERSERO) MEDAN BAGIAN UMUM

BAB IV GAMBARAN SUBYEK PENELITIAN DAN ANALISIS DATA. Pada gambaran subyek penelitian akan di jelaskan hal-hal yang akan menguraikan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum PT Sampurna Kuningan Juwana. Sampurna agar lebih mudah dikenal oleh umum terutama para konsumen.

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

Annisa Rafida Manajemen Ekonomi 2016 Darmadi, SE. MM

: Intan Larasati NPM : Jurusan : Manajemen /S1 Pembimbing : Dr. Adi Kuswanto

Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

KUESIONER. Data Responden : 1. Nama Responden *) : Jenis Kelamin : Pendidikan Terakhir : Usia : Bekerja pada bagian :...

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Untuk memperoleh data dalam pengujian ini, penulis telah membagikan

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN INSENTIF TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BIRO HUKUM SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pelaksanaan Pelatihan pada PT. MASWANDI. dipertimbangkan oleh para manajer dengan cermat diantaranya adalah

Nama : Neneng Badriah NPM : Jurusan : Manajemen Pembimbing : Dr. Harjanto Sutedjo, SSi.MMSi

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui

KUESIONER PENELITIAN PENGARUH PENEMPATAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) KEBUN GUNUNG PAMELA

PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA, DAN MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPONE SAMSUNG (STUDY KASUS MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA)

LAMPIRAN 1 KUESIONER PENELITIAN PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN WAJIB PAJAK PADA DINAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA BINJAI

LAMPIRAN 1 :KUISIONER LEMBAR KUESIONER. Kepada Yth. Bapak/Ibu/Sdr/i. Pelanggan Toko Sae Sepeda Ponorogo

Lampiran I : KUESIONER PENELITIAN SEBELUM UJI VALIDITAS

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN

KUESIONER PENELITIAN PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN IMBALAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. SANOBAR GUNAJAYA MEDAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Novotel Jakarta Mangga Dua Square, hotel bintang 4 yang didirikan pada

BAB 4. Analisis Data dan Penyajian. korelasional, dimana penelitian yang dilakukan untuk menguji hubungan antara

KUESIONER PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA TOKO BUKU GRAMEDIA SANTIKA DYANDRA MEDAN

BAB IV. HASIL dan PEMBAHASAN. 1. Sejarah Singkat Berdirinya Cv Affindo Jaya Persada

Kuesioner. Sehubungan dengan ini penulis memberitahukan bahwa,penulis.adalah mahasiswa

SELAMAT MENGERJAKAN. Berikancentang ( ) padajawaban yang paling sesuaidenganpendapatanda. I. Harga. SkalaUkur SS S KS TS STS

ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI PEMILIHAN KARIR MAHASISWA AKUNTANSI UNTUK MENJADI AKUNTAN PUBLIK (STUDI EMPIRIS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

DAFTAR LAMPIRAN. PENGANTAR (Permohonan Pengisian Kuesioner)

DAFTAR LAMPIRAN. Wanita. Diploma (D1 dan D3) Sarjana (S1) Belum Menikah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. berkembang dari tahun ke tahun, dan pada tahun 2004 PT. Bank Danamon

ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI MAHASISWA MEMILIH UNIVERSITAS GUNADARMA

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN LAPTOP ACER PADA MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA DEPOK

KUESIONER. yang diberikan. Informasi yang Anda berikan sangatlah berarti dalam

Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Komunikasi Internal Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya di Tebet

Pengaruh Media Iklan, Kepercayaan, Kesesuaian Harga dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian Toko Online Zalora

KUESIONER PENGUMPULAN DATA PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI KERJA PEGAWAI PADA PT. PLN (PERSERO) KANTOR WILAYAH SUMATERA UTARA

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. per bulan. Dengan demikian diharapkan dapat mengetahui gambaran yang

PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN MOTIVASI EKSTRINSIK TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN DI PT. BANK RAKYAT INDONESIA CABANG KISARAN

KUESIONER PENELITIAN PENGARUH FAKTOR PRIBADI DAN PSIKOLOGIS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA DISTRO INNOCENT JALAN DR.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. bantu SPSS. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah pernyataan pada

BAB IV HASIL PENELITIAN. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan kuesioner

ANGKET PENELITIAN. Nama Responden. Jenis Kelamin. Pendidikan terakhir

BAB V PENUTUP. 5.1 Kesimpulan Penelitian. Melalui hasil data primer yang didapatkan melalui penyebaran kuesioner

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Berikut adalah data jawaban dari hasil kuesioner yang diperoleh dari

Lampiran 1: KUESIONER PENELITIAN KUESIONER PENELITIAN Pengaruh Kompensasi terhadap Prestasi Kerja Guru pada SMK Eka Prasetya Medan.

Nama : Marissa Marla Matulandi NPM : Kelas : 3EA01

KUESIONER PENELITIAN PENGARUH GAYA HIDUP, MEREK, DAN KELOMPOK REFERENSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE IPHONE DI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

ANGKET PENELITIAN. Judul : PENGARUH BEBAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN PELAYANAN PADA PT POS INDONESIA (PERSERO) MEDAN

BAB IV GAMBARAN SUBYEK PENELITIAN DAN ANALISA DATA. subyek penelitian. Subyek penelitian ini adalah konsumen yang pernah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. responden dan berdasarkan jenis kelamin responden. Untuk lebih jelasnya dapat di

KUESIONER PENELITIAN PENGARUH IKLIM KELOMPOK KERJA DENGAN TINGKAT PENJUALAN PADA DIVISI PEMASARAN PT.ISS INDONESIA CABANG MEDAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Data penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner (angket) yang

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PEMBAHASAN Pengumpulan Data. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL PENELITIAN

KUESIONER PENELITIAN RESPON LINGKUNGAN BERBELANJA TERHADAP PEMBELIAN TIDAK TERENCANA PADA MATAHARI DEPARTEMEN STORE PLAZA MEDAN FAIR

PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN (Studi Kasus pada McDonald s Kelapa Dua Depok)

PENULISAN ILMIAH. Pengaruh Peranan Pimpinan dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan PT. Katra Yatra (Radio Suara Bekasi 855 AM)

NO Variabel Produk SS S R TS STS 1 Rokok Ten Mild memberikan kenikmatan bagi para penggunanya 2 Rokok Ten Mild mengandung kadar nikotin yang rendah

Lampiran 1. Kuesioner Penelitian

Kuesioner Penelitian Pengaruh Pengembangan Karyawan Terhadap Kinerja. Bank Sumut Cabang Medan Iskandar Muda

PENGARUH KUALITAS PRODUK, TEMPAT, DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DIMSUM GALAXY SATRIO

BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Dalam penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 150 dari konsumen

Hubungan Linier Jumlah Penduduk Yang Bekerja dengan Belanja Langsung

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. responden disetiap rangkap kuesioner yang terdiri dari :

ANALISIS KEPUASAN MAHASISWA PENGGUNA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS GUNADARMA

DAFTAR KUESIONER. Pernyataan yang ada dalam rangka penyusunan skripsi ini hanya semata-mata

: Zerry Olander Npm : Jurusan : Manajemen Pembimbing : Lies Handrijaningsih., SE.,MM

KUESIONER PENELITIAN

Transkripsi:

BAB 4 HASIL dan PEMBAHASAN 4.1. Profil Perusahaan Pada tanggal 26 Juni 2005 J.Co Donuts hadir dengan berbagai varian donatnya. J.Co merupakan salah satu merek produk yang fenomenal di pasar. Yang menarik dari J.Co ialah berhasil menciptakan produk yang berbeda dengan produk pesaing donat sebelumnya. J.Co Donuts selalu menyajikan donat dalam keadaan fresh selain itu juga J.Co terkenal sebagai donat yang empuk, juga menyajikan rasa dan bentuk donat yang berbeda dari donat-donat sebelumya. Yang menjadi diferensiasi dari produk ini ialah produsen J Co selalu menyajikan varian rasa donat yang baru bagi pelangganya. Dan dengan memiliki gerai donat dengan gaya dapur terbuka atau open kitchen serta menggunakan mesin pembuatan yang canggih, hal ini sangat menarik sehingga karyawan tertarik untuk mencoba J.Co Donuts & Coffee adalah salah satu produsen bakery yang memiliki strategi bisnis yang baik melalui diferensiasi produk. Diferensiasi produk ini membuat J.Co Donuts menjadi berbeda dengan produsen donat yang lain melalui penetrasi pasar produsen ini dapat menjual sebanyak 10.000 donat perhari. Hingga akhir 2008 telah terdapat 45 gerai yang telah beroperasi ditanah air begitu pula di negara Malaysia sebanyak 4 gerai dan 2 gerai lagi di Singapura. 4.1.1. Struktur Organisasi Struktur organisasi dapat diartikan sebagai susunan dan hubungan antara bagianbagian komponen dan posisi dalam suatu perusahaan. suatu struktur organisasi menspesifikasikan pembagian kegiatan kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi dan kegiatan yang berbeda itu dihubungkan sampai Batas tertentu, juga menunjukkan tingkat 36

37 spesialisasi kegiatan kerja. Struktur ini juga menunjukkan hirarki dan struktur wewenang organisasi, serta mernperlihatkan hubungan pelapornya/tanggung jawabnya. Struktur organisasi dalam J.Co Donuts dapat dilihat di bawah ini: Gambar 4.1. Struktur Organisasi J.Co Donuts Adapun pembagian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian adalah sebagai berikut 1. Direktur a. Menetapkan atau mengubah kebijakan umum dan strategi perusahaan b. Mengawasi general manajer dan bersama-sama merumuskan rencana dan tujuan perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang. 2. General Manager a. Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan dari semua bagian atau departemen yang ada. b. Bertanggung jawab atas setiap tindakan dan keputusan sehari-hari yang diambil. c. Bertanggung jawab atas hal-hal eksternal yang tidak dapat ditangani oleh staf dan bagian dibawahnya

38 3. Bagian pembelian dan stok a. Mengendalikan atau menentukan pembelian persediaan. b. Mencari supplier baru. c. Mengendalikan stock persediaan seluruh barang-barang J.Co Donuts. d. Bertanggung jawab atas seluruh stock dan perlengkapan yang ada. Dalam melaksanakan kegiatannya, bagian pembelian dan stok membawahi bagian gudang dan sentral kitchen. 4. Bagian operasional Manajer operasional membawahi pramuniaga dan cashier. Tugas pramuniaga adalah a. Menyajikan roti b. Memberikan laporan pertanggung jawaban kepada manajer operasional Tugas cashier adalah a. Bertanggung jawab atas penerimaan hasil penjualan b. Memeriksa nota pembayaran c. Mencocokkan jumlah uang hasil penjualan dengan nota pembayaran yang diterima d. Memberikan laporan pertanggung jawaban kepada manajer operasional 5. Bagian pemasaran dan promosi a. Bertanggung jawab alas marketing J.Co Donuts dan sub unit usahanya b. Bertanggung jawab untuk menjalin kerjasama dengan seluruh supplier untuk mengadakan acara di J.Co Donuts. c. Bertanggung jawab untuk menyusun program advertising bulanan atau khusus (radio, koran, majalah, dan lain-lain) d. Bertanggung jawab memelihara hubungan baik dengan seluruh klien dan supplier J.Co Donuts dan sub unit usahanya.

39 6. Bagian akuntansi a. Menyusun pembukuan J.Co Donuts dan sub unit usahanya dan memberikan laporan tiap bulannya atau jika diminta oleh general manajer. b. Bertanggung jawab alas setiap giro atau pembayaran tunai yang dilakukan kepada supplier atau perorangan. c. Mengarsipkan setiap berkas-kas yang penting, termasuk didalamnya notulen rapat, jadwal staf, faktur supplier, pajak, dan lain-lain. d. Bertanggung jawab dan melakukan pembayaran yang berkaitan dengan kegiatan operasional J.Co Donuts (listrik, air. telpon, pajak dan lain-lain) 4.1.2. Profil Responden Dalam penelitian ini, profil responden digunakan untuk mengetahui karakterisitkkarakteristik dari karyawan J-Co Donuts yang terpilih menjadi responden. Penggolongan dilakukan berdasarkan jenis kelamin, pendidikan terakhir, jenjang kepangkatan dan lama bekerja Berikut ini adalah tabel yang menjelaskan profil responden berdasarkan penggolongannya masing-masing. Dalam deskripsi subyek penelitian ini akan diuraikan karakteristik responden ditinjau dari jenis kelamin, pendidikan terakhir, jabatan, dan lama bekerja. 1. Jenis Kelamin Tabel 4.1 Deskripsi Subyek Penelitian berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Persentase Laki-laki 39 78% Perempuan 11 22% Sumber: Hasil pengolahan data kuesioner dengan menggunakan SPSS 15.00

40 2. Pendidikan terakhir Tabel 4.2 Deskripsi Responden berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan Terakhir Frekuensi Persentase SMU/Sederajat 28 56% S-1 22 44% S-2 0 0% S-3 0 0% Sumber: Hasil pengolahan data kuesioner dengan menggunakan SPSS 15.00 3. Kepangkatan Tabel 4.3 Deskripsi Responden berdasarkan Kepangkatan Kepangkatan Frekuensi Persentase Manajer 3 6% Kepala Departemen 4 8% Karyawan 43 86% Lainnya 0 0% Sumber: Hasil pengolahan data kuesioner dengan menggunakan SPSS 15.00 4. Lama bekerja Tabel 4.4 Deskripsi Responden berdasarkan Lama Bekerja Lama Bekerja Frekuensi Persentase 6 bulan 1 tahun 13 26% 1 tahun 5 tahun 37 74% > 5 tahun 0 0% Sumber: Hasil pengolahan data kuesioner dengan menggunakan SPSS 15.00

41 4.2. Uji Validitas dan Reliabilitas 4.2.1. Uji Validitas Dalam penelitian ini uji validitas dilakukan pada jumlah data sebanyak 50 responden, dengan menggunakan SPSS 15.0. Caranya yaitu dengan melihat nilai corrected item-total correlation (didapat berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS 15.0). Ketentuannya adalah Pertanyaan dengan nilai corrected item-total correlation lebih besar dari 0,3 adalah butir pertanyaan yang valid. 1. Uji Validitas pada variabel kepuasan kerja Tabel 4.5 Uji Validitas Variabel Kepuasan Kerja Pernyatan Nilai corrected itemtotal correlation Keterangan 1. Perusahaan memberikan kesempatan yang seluasluasnya bagi karyawan untuk menggunakan ketrampilan dan kemampuan dalam beragam tugas. 2. Perusahaan memberikan kebebasan dan umpan balik bagi karyawan mengenai hasil akhir dari pekerjaan mereka. 3. Perusahaan menerapkan sistem pengupahan yang jelas dan adil pada setiap karyawan 4. Terdapat kebijakan yang khusus mengatur tentang pelaksanaan promosi yang dipakai perusahaan bagi karyawan 5. Kondisi fisik kerja pada perusahaan dirasakan nyaman dan aman bagi karyawan 6. Pihak perusahaan memberikan diklat sebagai pedoman kerja untuk memudahkan karyawan dalam bekerja 7. Saya mempunyai rekan sekerja yang selalu ramah dan mendukung dalam aktivitas kerja 8. Saya memiliki atasan yang memahami dan mendengarkan pendapat dari karyawan 9. Pekerjaan yang saya lakukan selama ini sesuai dengan bakat 10. Tuntutan pekerjaan yang ditentukan oleh perusahaan selalu disesuaikan dengan kepribadian karyawan Sumber: Data Primer 0,661 Valid 0,480 Valid 0,322 Valid 0,538 Valid 0,566 Valid 0,581 Valid 0,645 Valid 0,486 Valid 0,586 Valid 0,555 Valid

42 Seluruh pernyataan pada variabel kepuasan kerja dinyatakan valid karena nilai corrected item-total correlation lebih besar dari 0,3. 2. Uji Validitas pada variabel komitmen organisasi Tabel 4.6 Uji Validitas Variabel Komitmen Organisasi Pernyatan 1. Saya memiliki keterikatan secara emosional terhadap perusahaan 2. Saya mempunyai kesempatan untuk melakukan pekerjaan semakin baik serta skill yang berharga 3. Saya akan merasa rugi secara finansial bila harus meninggalkan perusahaan 4. Saya merasa akan bertahan di perusahaan sepanjang karir saya 5. Saya merasa senang selama bekerja di perusahaan 6. Saya merasa memiliki kewajiban yang kuat terhadap perusahaan Sumber: Data Primer Nilai corrected itemtotal correlation Keterangan 0,689 Valid 0,408 Valid 0,706 Valid 0,403 Valid 0,498 Valid 0,765 Valid Seluruh pernyataan pada variabel komitmen organisasi dinyatakan valid karena nilai corrected item-total correlation lebih besar dari 0,3. 3. Uji Validitas pada Variabel Prestasi Kerja Karyawan Tabel 4.7 Uji Validitas Variabel Prestasi Kerja Karyawan Pernyatan Nilai corrected itemtotal correlation Keterangan 1. Saya dapat dikatakan karyawan yang setia terhadap organisasi 0,508 Valid 2. Hasil kerja saya selalu sesuai target 0,503 Valid 3. Saya selalu bertingkah laku sesuai dengan peraturan 0,474 Valid 4. Saya mempunyai cara tersendiri dalam menyelesaikan tugas 0,555 Valid

43 Pernyatan Nilai corrected itemtotal correlation Keterangan 5. Saya selalu mau berpartisipasi dengan pihak lain 0,739 Valid 6. Saya mempunyai tingkat kemampuan, pengaruh & mampu memotivasi rekan kerja saya 0,636 Valid 7. Saya mempunyai sikap dan tindakan yang baik dalam melakukan pekerjaan saya 0,568 Valid 8. Saya mempunyai inisiatif untuk mengatasi masalah yang saya dihadapi 0,527 Valid 9. Saya memiliki kemampuan (termasuk kecepatan dan kesigapan) yang baik dalam menyelesaikan Valid pekerjaan 0,445 10. Saya memiliki respon dan tanggungjawab yang baik atas pekerjaan dan hasil kerja saya 0,420 Valid Sumber: Data Primer Seluruh pernyataan pada variabel prestasi kerja karyawan dinyatakan valid karena nilai corrected item-total correlation lebih besar dari 0,3. 4.2.2. Uji Reliabilitas Menurut Kuncoro (2003, p15) suatu angket dikatakan reliabel dengan menggunakan perangkat lunak SPSS (Statistic Package for Social Science), yaitu jika nilai Alpha Cronbach dari variabel tersebut lebih besar dari 0,7 Hasil pengujian reliabilitas terhadap semua variabel ditunjukkan tabel di bawah ini: Tabel 4.8 Uji Reliabilitas Variabel Alpha Cronbach Keterangan Kepuasan kerja 0,841 Reliabel Komitmen organisasi 0,808 Reliabel Prestasi kerja karyawan 0,840 Reliabel Sumber: Data Primer Seluruh variabel dinyatakan reliabel karena nilai Cronbach s Alpha lebih besar dari 0,7.

44 4.3. Analisis Deskriptif Untuk mengukur tanggapan responden yang diperoleh dari pernyataan-pernyataan yang tercantum dalam kuesioner, maka setiap jawaban diberi skor. Skor yang diberikan adalah sesuai dengan skala likert, yaitu: Sangat Setuju (SS), diberi skor = 5 Setuju (S), diberi skor = 4 Kurang Setuju (KS), diberi skor = 3 Tidak Setuju (TS), diberi skor = 2 Sangat Tidak Setuju (STS), diberi skor = 1 4.3.1. Kepuasan kerja karyawan pada J-Co Donuts Di bawah ini adalah hasil distribusi frekuensi jawaban para karyawan mengenai variabel kepuasan kerja. Analisis jawaban-jawaban karyawan ini digunakan untuk mengetahui T-1, yaitu bagaimana kepuasan kerja mereka selama bekerja di J-Co Donuts terbentuk. Tabel 4.9 Penilaian Karyawan mengenai Kepuasan Kerja Pernyatan SS S KS TS STS Ratarata 5 4 3 2 1 1. Perusahaan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi karyawan untuk menggunakan ketrampilan dan kemampuan dalam beragam tugas. 2. Perusahaan memberikan kebebasan dan umpan balik bagi karyawan mengenai hasil akhir dari pekerjaan mereka. 3. Perusahaan menerapkan sistem pengupahan yang jelas dan adil pada setiap karyawan 4. Terdapat kebijakan yang khusus mengatur tentang pelaksanaan promosi yang dipakai perusahaan bagi karyawan 7 24 10 7 2 3,54 11 26 7 4 2 3,8 12 18 13 5 2 3,66 6 22 10 8 4 3,36

45 Pernyatan SS S KS TS STS Ratarata 5 4 3 2 1 5. Kondisi fisik kerja pada perusahaan dirasakan nyaman dan aman bagi karyawan 6. Pihak perusahaan memberikan diklat sebagai pedoman kerja untuk memudahkan karyawan dalam bekerja 7. Saya mempunyai rekan sekerja yang selalu ramah dan mendukung dalam aktivitas kerja 8. Saya memiliki atasan yang memahami dan mendengarkan pendapat dari karyawan 9. Pekerjaan yang saya lakukan selama ini sesuai dengan bakat 10. Tuntutan pekerjaan yang ditentukan oleh perusahaan selalu disesuaikan dengan kepribadian karyawan 9 34 4 3 0 3,98 11 24 5 6 4 3,64 7 20 13 7 3 3,42 11 22 6 10 1 3,64 11 25 4 6 4 3,66 6 23 10 7 4 3,4 Rata-rata Variabel 3,61 Berdasarkan tabel 4.9 secara keseluruhan menunjukkan bahwa rata-rata penilaian karyawan terhadap variabel kepuasan kerja adalah 3,61 yang termasuk dalam kategori setuju. Berarti secara keseluruhan kepuasan kerja yang terbentuk pada J-Co Donuts adalah positif (baik). Untuk perinciannya mengenai kepuasan kerja yang terbentuk di kalangan karyawan, dapat dilihat dari nilai rata-rata pada masing-masing pernyataan sebagai berikut: Dengan nilai rata-rata 3,54 berarti karyawan menyetujui bahwa perusahaan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi karyawan untuk menggunakan ketrampilan dan kemampuan dalam beragam tugas. Dengan nilai rata-rata 3,80 berarti karyawan menyetujui bahwa J-Co Donuts memberikan kebebasan dan umpan balik bagi karyawan mengenai hasil akhir dari pekerjaan mereka. Dengan nilai rata-rata 3,66 berarti karyawan menyetujui bahwa J-Co Donuts

46 menerapkan sistem pengupahan yang jelas dan adil pada setiap karyawan. Dengan nilai rata-rata 3,36 berarti karyawan menyetujui bahwa pada J-Co Donuts terdapat kebijakan yang khusus mengatur tentang pelaksanaan promosi yang dipakai perusahaan bagi karyawan. Dengan nilai rata-rata 3,98 berarti karyawan menyetujui bahwa pada J-Co Donuts kondisi fisik kerja dirasakan nyaman dan aman bagi karyawan. Dengan nilai rata-rata 3,64 berarti karyawan menyetujui bahwa pihak J-Co Donuts memberikan diklat sebagai pedoman kerja untuk memudahkan karyawan dalam bekerja. Dengan nilai rata-rata 3,42 berarti karyawan menyetujui bahwa selama bekerja di J- Co Donuts, mereka mempunyai rekan sekerja yang selalu ramah dan mendukung dalam aktivitas kerja. Dengan nilai rata-rata 3,64 berarti karyawan menyetujui bahwa mereka memiliki atasan yang memahami dan mendengarkan pendapat dari karyawan Dengan nilai rata-rata 3,66 berarti karyawan menyetujui bahwa pekerjaan yang mereka lakukan selama ini sesuai dengan bakat Dengan nilai rata-rata 3,40 berarti karyawan menyetujui bahwa selama mereka bekerja di J-Co Donuts tuntutan pekerjaan yang ditentukan oleh perusahaan selalu disesuaikan dengan kepribadian karyawan Dari data di atas juga dapat diketahui rata-rata penilaian kepuasan kerja yang tertinggi pada J-Co Donuts terdapat pada pernyataan mengenai Kondisi fisik kerja pada perusahaan dirasakan nyaman dan aman bagi karyawan. Sedangkan rata-rata penilaian terendah adalah Terdapat kebijakan yang khusus mengatur tentang pelaksanaan promosi yang dipakai perusahaan bagi karyawan, dimana dalam hal ini berarti karyawan meragukan ataupun

47 tidak yakin dengan hal tersebut. 4.3.2. Komitmen organisasi pada J-Co Donuts Di bawah ini adalah hasil distribusi frekuensi jawaban para karyawan mengenai variabel komitmen organisasi. Analisis jawaban-jawaban karyawan ini digunakan untuk mengetahui T-2, yaitu bagaimana komitmen organisasi pada J-Co Donuts. Tabel 4.10 Penilaian Karyawan mengenai Komitmen Organisasi Pernyatan 1. Saya memiliki keterikatan secara emosional terhadap perusahaan 2. Saya mempunyai kesempatan untuk melakukan pekerjaan semakin baik serta skill yang berharga 3. Saya akan merasa rugi secara finansial bila harus meninggalkan perusahaan 4. Saya merasa akan bertahan di perusahaan sepanjang karir saya 5. Saya merasa senang selama bekerja di perusahaan 6. Saya merasa memiliki kewajiban yang kuat terhadap perusahaan SS S KS TS STS Ratarata 5 4 3 2 1 19 25 4 2 0 4,22 13 19 14 4 0 3,82 13 22 9 6 0 3,84 12 16 15 6 1 3,64 14 20 14 1 1 3,90 14 17 14 4 1 3,78 Rata-rata Variabel 3,87 Berdasarkan tabel 4.10 Secara keseluruhan menunjukkan bahwa rata-rata penilaian karyawan terhadap variabel komitmen organisasi adalah 3,87 yang termasuk setuju. Berarti secara keseluruhan komitmen organisasi pada J-Co Donuts adalah positif (baik). Untuk perinciannya persepsi mengenai komitmen organisasi yang terbentuk di kalangan karyawan, dapat dilihat dari nilai rata-rata pada masing-masing pernyataan sebagai berikut:

48 Dengan nilai rata-rata 4,22 berarti karyawan menyetujui bahwa mereka memiliki keterikatan secara emosional terhadap perusahaan. Dengan nilai rata-rata 3,82 berarti karyawan menyetujui bahwa mereka mempunyai kesempatan untuk melakukan pekerjaan semakin baik serta skill yang berharga. Dengan nilai rata-rata 3,84 berarti karyawan menyetujui bahwa mereka akan merasa rugi secara finansial bila harus meninggalkan perusahaan Dengan nilai rata-rata 3,64 berarti karyawan menyetujui bahwa mereka merasa akan bertahan di perusahaan sepanjang karir Dengan nilai rata-rata 3,90 berarti karyawan menyetujui bahwa mereka merasa senang selama bekerja di perusahaan Dengan nilai rata-rata 3,78 berarti karyawan menyetujui bahwa mereka merasa memiliki kewajiban yang kuat terhadap perusahaan Dengan rata-rata penilaian yang tertinggi dapat dilihat komitmen organisasi pada J-Co Donuts yang paling menonjol, yaitu terdapat pada pernyataan mengenai Saya memiliki keterikatan secara emosional terhadap perusahaan.. Sedangkan rata-rata penilaian terendah adalah Saya merasa akan bertahan di perusahaan sepanjang karir saya, yang berarti karyawan menilai biasa saja tentang kestrategisan lokasi perusahaan. 4.3.3. Prestasi Kerja Karyawan Di bawah ini adalah hasil distribusi frekuensi jawaban para karyawan mengenai variabel prestasi kerja karyawan. Analisis jawaban-jawaban karyawan ini digunakan untuk mengetahui T-2, yaitu bagaimana prestasi kerja karyawan pada J-Co Donuts.

49 Tabel 4.11 Penilaian Karyawan mengenai Prestasi Kerja Karyawan J-Co Donuts Pernyatan SS S KS TS STS Ratarata 5 4 3 2 1 1. Saya dapat dikatakan karyawan yang setia terhadap organisasi 17 28 3 2 0 4,20 2. Hasil kerja saya selalu sesuai target 17 17 9 5 2 3,84 3. Saya selalu bertingkah laku sesuai dengan peraturan 4. Saya mempunyai cara tersendiri dalam menyelesaikan tugas 5. Saya selalu mau berpartisipasi dengan pihak lain 6. Saya mempunyai tingkat kemampuan, pengaruh & mampu memotivasi rekan kerja saya 7. Saya mempunyai sikap dan tindakan yang baik dalam melakukan pekerjaan saya 8. Saya mempunyai inisiatif untuk mengatasi masalah yang saya dihadapi 9. Saya memiliki kemampuan (termasuk kecepatan dan kesigapan) yang baik dalam menyelesaikan pekerjaan 10. Saya memiliki respon dan tanggungjawab yang baik atas pekerjaan dan hasil kerja saya 19 24 5 2 0 4,20 23 18 4 3 2 4,14 18 14 11 5 2 3,82 19 13 10 7 1 3,84 18 21 6 3 2 4,00 17 18 8 5 2 3,86 28 14 8 0 0 4,40 28 20 2 0 0 4,52 Rata-rata Variabel 4,08 Berdasarkan tabel 4.11 secara keseluruhan menunjukkan bahwa rata-rata prestasi kerja karyawan adalah 4,08 yang termasuk dalam kategori setuju. Berarti secara keseluruhan prestasi kerja karyawan pada J-Co Donuts adalah positif (baik). Untuk perinciannya persepsi mengenai prestasi kerja karyawan yang terbentuk di kalangan karyawan, dapat dilihat dari nilai rata-rata pada masing-masing pernyataan sebagai berikut: Dengan nilai rata-rata 4,20 berarti karyawan menyetujui bahwa mereka dapat dikatakan karyawan yang setia terhadap organisasi.

50 Dengan nilai rata-rata 3,84 berarti karyawan menyetujui bahwa hasil kerja mereka selalu sesuai target. Dengan nilai rata-rata 4,20 berarti karyawan menyetujui bahwa mereka selalu bertingkah laku sesuai dengan peraturan. Dengan nilai rata-rata 4,14 berarti karyawan menyetujui bahwa mereka mempunyai cara tersendiri dalam menyelesaikan tugas. Dengan nilai rata-rata 3,82 berarti karyawan menyetujui bahwa mereka selalu mau berpartisipasi dengan pihak lain Dengan nilai rata-rata 3,84 berarti karyawan menyetujui bahwa mereka mempunyai tingkat kemampuan, pengaruh & mampu memotivasi rekan kerja Dengan nilai rata-rata 4,00 berarti karyawan menyetujui bahwa mereka mempunyai sikap dan tindakan yang baik dalam melakukan pekerjaan Dengan nilai rata-rata 3,86 berarti karyawan menyetujui bahwa mereka mempunyai inisiatif untuk mengatasi masalah yang saya dihadapi Dengan nilai rata-rata 4,40 berarti karyawan menyetujui bahwa mereka memiliki kemampuan (termasuk kecepatan dan kesigapan) yang baik dalam menyelesaikan pekerjaan Dengan nilai rata-rata 4,52 berarti karyawan menyetujui bahwa mereka memiliki respon dan tanggungjawab yang baik atas pekerjaan dan hasil kerja Dengan rata-rata penilaian yang tertinggi dapat dilihat prestasi kerja karyawan pada J-Co Donuts yang paling menonjol, yaitu terdapat pada pernyataan mengenai Saya memiliki respon dan tanggungjawab yang baik atas pekerjaan dan hasil kerja saya. Sedangkan ratarata penilaian terendah adalah Saya selalu mau berpartisipasi dengan pihak lain.

51 4.4. Analisis Regresi 4.4.1. Pengaruh Kepuasan kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan di J-Co Donuts Di bawah ini adalah hasil analisis regresi sederhana antara variabel kepuasan kerja terhadap prestasi kerja karyawan. Analisis ini digunakan untuk mengetahui T-1, yaitu bagaimana pengaruh kepuasan kerja terhadap prestasi kerja karyawan di J-Co Donuts. Tabel 4.12 Model Summary Model 1 Adjusted Std. Error of R R Square R Square the Estimate,541 a,293,278 5,29739 a. Predictors: (Constant), KEPUASAN KERJA R disebut juga dengan koefisien korelasi. Dapat dibaca bahwa nilai koefisien korelasi antara variabel kepuasan kerja dengan prestasi kerja karyawan adalah 0,541, menunjukkan hubungan yang positif dan kuat antara kepuasan kerja dengan prestasi kerja karyawan. R Square disebut koefisien determinasi, nilai tersebut digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh kepuasan kerja terhadap prestasi kerja karyawan. Pada tabel diatas nilai R Square adalah 0,293 atau sama dengan 29,3% (0,293 x 100%). Artinya besarnya pengaruh variabel kepuasan kerja terhadap karyawan adalah 29,3%, sedangkan sisanya 70,7% (100% - 29,3%), dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya, seperti pelatihan dan lingkungan kerja yang tidak termasuk dalam model penelitian ini. Dari hasil analisis koefisien determinasi tersebut diketahui bahwa kontribusi variabel kepuasan kerja terhadap naik turunnya karyawan hanya sebesar 29,3%. Hal ini diperkirakan karena adanya hal yang dinilai meragukan karyawan untuk berprestasi lebih baik yaitu mengenai kebijakan yang khusus mengatur tentang pelaksanaan promosi yang dipakai

52 perusahaan bagi karyawan, dimana dari hasil wawancara dengan manajer J-Co Donuts diketahui bahwa pihak perusahaan dalam melakukan promosi karyawan tidak berdasarkan prestasi kerja karyawan, melainkan cenderung lebih berdasarkan pada masa kerja karyawan. Hal lain terkait dengan masalah internal karyawan yaitu tuntutan pekerjaan yang ditentukan oleh perusahaan kurang disesuaikan dengan kepribadian karyawan, misalnya orang yang mempunyai tingkat intensitas emosi yang kurang terkendali ditempatkan pada bagian front office. Dari hal tersebut, maka karyawan tersebut terlihat tidak mampu berprestasi tinggi, melainkan selalu tampak kesalahan dalam pekerjaannya. Karyawan dengan kepribadian yang selaras dengan tuntutan profesinya, akan memberikan kinerja yang lebih baik daripada yang lainnya. Hal ini, tentunya, sangat menguntungkan perusahaan. Model 1 Regression Residual Total Tabel 4.13 ANOVA Sum of Squares df Mean Square F Sig. 558,389 1 558,389 19,898,000 a 1346,991 48 28,062 1905,380 49 a. Predictors: (Constant), KEPUASAN KERJA b. Dependent Variable: PRESTASI KERJA Tabel ANOVA memperlihatkan nilai Fhitung. Apabila Fhitung > Ftabel maka model regresi linier yang digunakan sudah tepat. Fhitung = 19,898 Ftabel dilihat pada: taraf signifikansi 5% df pembilang = jumlah variabel 1 = (2 1) = 1 df penyebut = jumlah data jumlah variabel = (50 2) = 48 Ftabel = 4,04 Karena Fhitung > Ftabel (19,898 > 4,04) atau Sig < 0,05 (0,000 < 0,05) maka model regresi

53 linier yang akan digunakan sudah tepat. Tabel 4.14 Coefficients Model 1 (Constant) KEPUASAN KERJA Unstandardized Coefficients a. Dependent Variable: PRESTASI KERJA Standardized Coefficients B Std. Error Beta t Sig. 21,926 4,301 5,098,000,523,117,541 4,461,000 Dari nilai Constant dan kepuasan kerja, maka dapat dibuat persamaan regresi: Y = a + bx Y = 21,926 + 0,523X Pada tabel Coefficients dapat diketahui nilai Constant 21,926 (bernilai positif) yang menyatakan bahwa jika tidak ada kenaikan nilai dari variabel kepuasan kerja, maka nilai prestasi kerja karyawan tetap baik. Nilai kepuasan kerja adalah 0,523 (bernilai positif) menyatakan bahwa setiap peningkatan kepuasan kerja karyawan akan meningkatkan prestasi kerja karyawan. Pada tabel coefficients juga terdapat nilai t hitung. Uji t berguna untuk menguji signifikansi koefisien regresi, yaitu apakah kepuasan kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan secara signifikan atau tidak. Hipotesisnya adalah: H0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara kepuasan kerja terhadap prestasi kerja karyawan H1 : Ada pengaruh yang signifikan antara kepuasan kerja terhadap prestasi kerja karyawan

54 Dasar pengambilan keputusan pengujian adalah: Jika t hitung > t tabel atau Sig < 0,05 maka H0 ditolak Jika t hitung < t tabel atau Sig > 0,05 maka H0 diterima t hitung = 4,461 t tabel dilihat pada: taraf signifikansi 0,05 (dilakukan pada tes 2 sisi) df = jumlah sampel jumlah variabel = (50 2) = 48 t tabel (1/2 0,05 ; 48) = 2,0106 Karena t hitung > t tabel (4,461 > 2,0106) atau Sig < 0,05 (0,000 < 0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima, berarti ada pengaruh yang signifikan antara kepuasan kerja terhadap prestasi kerja karyawan. 4.4.2. Pengaruh Komitmen organisasi Terhadap Prestasi Kerja Karyawan di J-Co Donuts Di bawah ini adalah hasil analisis regresi sederhana antara variabel komitmen organisasi terhadap prestasi kerja karyawan. Analisis ini digunakan untuk mengetahui T-2, yaitu bagaimana pengaruh komitmen organisasi terhadap prestasi kerja karyawan di J-Co Donuts. Tabel 4.15 Model Summary Model 1 Adjusted Std. Error of R R Square R Square the Estimate,369 a,136,118 5,85594 a. Predictors: (Constant), KOMITMEN ORGANISASI

55 R disebut juga dengan koefisien korelasi. Dapat dibaca bahwa nilai koefisien korelasi antara variabel komitmen organisasi dengan prestasi kerja karyawan adalah 0,369, menunjukkan hubungan yang positif dan cukup kuat antara komitmen organisasi dengan prestasi kerja karyawan. R Square disebut koefisien determinasi, nilai tersebut digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh komitmen organisasi terhadap prestasi kerja karyawan. Pada tabel diatas nilai R Square adalah 0,136 atau sama dengan 13,6% (0,136 x 100%). Artinya besarnya pengaruh variabel komitmen organisasi terhadap prestasi kerja karyawan adalah 13,6%, sedangkan sisanya 86,4% (100% - 13,6%), dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya, seperti pelatihan, insentif, lingkungan kerja yang tidak termasuk dalam model penelitian ini. Dari hasil analisis koefisien determinasi tersebut diketahui bahwa kontribusi variabel komitmen organisasi terhadap naik turunnya prestasi kerja karyawan hanya sebesar 13,6%. Hal ini diperkirakan karena adanya hal yang dinilai meragukan karyawan untuk berprestasi lebih baik yaitu mengenai kemungkinan karyawan akan bertahan di perusahaan sepanjang karir mereka, dimana dari hasil wawancara dengan beberapa karyawan diketahui bahwa mereka cenderung meragukan komitmen diri mereka sendiri untuk terus bertahan di perusahaan ini sepanjang hidup mereka. Jadi terdapat kemungkinan mereka akan berpindah ke perusahaan lain jika situasi dan kondisi yang ditawarkan mungkin lebih baik. Beberapa dari karyawan berpendapat bahwa mereka mempunyai pilihan untuk berganti pekerjaan demi mencapai tujuan karir seiring dengan perkembangan prioritas dan minat serta kemampuan yang mungkin akan lebih sesuai dengan pribadi, posisi atau penghasilan yang berbeda. Namun terdapat pula karyawan yang dengan yakin akan terus bertahan di perusahaan tersebut. Hal ini dikarenakan faktor usia. Alasannya karena alternatif pekerjaan (option) yang semakin sedikit, penghasilan lebih tinggi yang telah diperoleh, dan tunjangan pensiun yang lebih menarik.

56 Tabel 4.16 ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares df Mean Square F Sig. 259,363 1 259,363 7,563,008 a 1646,017 48 34,292 1905,380 49 a. Predictors: (Constant), KOMITMEN ORGANISASI b. Dependent Variable: PRESTASI KERJA Tabel ANOVA memperlihatkan nilai Fhitung. Apabila Fhitung > Ftabel maka model regresi linier yang digunakan sudah tepat. Fhitung = 7,563 Ftabel dilihat pada: taraf signifikansi 5% df pembilang = jumlah variabel 1 = (2 1) = 1 df penyebut = jumlah data jumlah variabel = (50 2) = 48 Ftabel = 4,04 Karena Fhitung > Ftabel (7,563 > 4,04) atau Sig < 0,05 (0,008 < 0,05) maka model regresi linier yang akan digunakan sudah tepat. Model 1 (Constant) KOMITMEN ORGANISASI a. Dependent Variable: PRESTASI KERJA Tabel 4.17 Coefficients Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta t Sig. 27,560 4,892 5,634,000,572,208,369 2,750,008

57 Dari nilai Constant dan komitmen organisasi, maka dapat dibuat persamaan regresi: Y = a + bx Y = 27,560 + 0,572X Pada tabel Coefficients dapat diketahui nilai Constant 27,560 (bernilai positif) yang menyatakan bahwa jika tidak ada kenaikan nilai dari variabel komitmen organisasi, maka nilai prestasi kerja karyawan tetap baik. Nilai komitmen organisasi adalah 0,572 (bernilai positif) yang berarti bahwa peningkatan komitmen organisasi akan meningkatkan prestasi kerja karyawan. Pada tabel coefficients juga terdapat nilai t hitung. Uji t berguna untuk menguji signifikansi koefisien regresi, yaitu apakah komitmen organisasi berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan secara signifikan atau tidak. Hipotesisnya adalah: H0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara komitmen organisasi terhadap prestasi kerja karyawan H1 : Ada pengaruh yang signifikan antara komitmen organisasi terhadap prestasi kerja karyawan Dasar pengambilan keputusan pengujian adalah: Jika t hitung > t tabel atau Sig < 0,05 maka H0 ditolak Jika t hitung < t tabel atau Sig > 0,05 maka H0 diterima t hitung = 2,0106 t tabel dilihat pada: taraf signifikansi 0,05 (dilakukan pada tes 2 sisi) df = jumlah sampel jumlah variabel = (50 2) = 48 t tabel (1/2 0,05 ; 48) = 2,0106 Karena t hitung > t tabel (2,750 > 2,0106) atau Sig < 0,05 (0,008 < 0,05) maka H0 ditolak dan H2 diterima, berarti ada pengaruh yang signifikan antara komitmen

58 organisasi terhadap prestasi kerja karyawan. 4.4.3. Pengaruh Kepuasan kerja dan Komitmen organisasi Secara Bersama-sama Terhadap Prestasi kerja di J-Co Donuts Di bawah ini adalah hasil analisis regresi berganda antara variabel kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap prestasi kerja. Analisis ini digunakan untuk mengetahui T- 3, yaitu bagaimana pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi secara bersama-sama terhadap prestasi kerja karyawan di J-Co Donuts. Tabel 4.18 Model Summary Model 1 Adjusted Std. Error of R R Square R Square the Estimate,604 a,365,338 5,07299 a. Predictors: (Constant), KOMITMEN ORGANISASI, KEPUASAN KERJA Pada tabel diatas dapat dibaca bahwa nilai koefisien korelasi (R) antara variabel kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap prestasi kerja karyawan adalah 0,604, menujukkan hubungan yang positif dan kuat antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi secara bersama-sama terhadap prestasi kerja karyawan. R Square disebut koefisien determinasi, nilai tersebut digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap prestasi kerja karyawan. Pada tabel diatas nilai R Square adalah 0,365 atau sama dengan 36,5% (0,365 x 100%). Artinya kepuasan kerja dan komitmen organisasi secara bersama-sama mempengaruhi prestasi kerja karyawan sebesar 36,5% dan sisanya sebesar 63,5 (100% - 36,5%) dipengaruhi oleh variabel lainnya, seperti kompensasi, pelatihan, lingkungan kerja, kepemimpinan yang tidak termasuk dalam model penelitian ini.

59 Dalam hal ini dapat diketahui bahwa pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap prestasi kerja karyawan masih kurang dari 50%. Hal ini diperkirakan karena adanya beberapa faktor yang kurang sesuai dengan kepribadian karyawan. Beberapa karyawan melihat pekerjaan mereka memuaskan dan berharga karena mereka tahu bahwa mereka memegang peranan penting. Namun dalam lingkungan kerja mereka, kesempatan untuk pengembangan karir dan pengakuan terhadap setiap kontribusi individual serta bakat kurang diperhatikan, padahal hal tersebut memberikan pengaruh besar dalam menentukan apakah suatu pekerjaan itu memuaskan atau tidak. Selanjutnya dalam hal tekanan kerja, kebanyakan karyawan akan menerima sejumlah tekanan jika mereka ingin merasa diakui dan dihargai, padahal di sisi lain posisi pekerjaan mereka sering tidak sesuai dengan kepribadian mereka. Hal lain yang mungkin lebih mampu mempengaruhi prestasi kerja karyawan adalah kesesuaian karyawan dengan gaya kepemimpinan, situasi dan kondisi kerja yang baik, imbalan yang adil, dan pemberian wewenang yang tepat merupakan motivator kuat yang dapat meningkatkan prestasi kerja karyawan. Tabel 4.19 ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares df Mean Square F Sig. 695,825 2 347,913 13,519,000 a 1209,555 47 25,735 1905,380 49 a. Predictors: (Constant), KOMITMEN ORGANISASI, KEPUASAN KERJA b. Dependent Variable: PRESTASI KERJA Tabel ANOVA memperlihatkan nilai F hitung. Uji F ini berguna untuk mengetahui apakah model regresi linier yang akan digunakan sudah tepat atau tidak dan untuk menguji variabel-variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Dengan uji F

60 dilakukan pengujian pengaruh antara variabel kepuasan kerja dan komitmen organisasi secara bersama-sama terhadap prestasi kerja karyawan. Hipotesisnya adalah: H0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi secara bersama-sama terhadap prestasi kerja karyawan di J-Co Donuts H1 : Ada pengaruh yang signifikan antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi secara bersama-sama terhadap prestasi kerja karyawan di J-Co Donuts Dasar pengambilan keputusan pengujian adalah: Jika F hitung > F tabel atau Sig < 0,05 maka H0 ditolak Jika F hitung < F tabel atau Sig > 0,05 maka H0 diterima Fhitung = 13,519 Ftabel dilihat pada: taraf signifikansi 5% df pembilang = jumlah variabel 1 = (3 1) = 2 df penyebut = jumlah data jumlah variabel = (50 2) = 48 Ftabel = 3,19 Karena Fhitung > Ftabel (13,519 > 3,19) atau Sig < 0,05 (0,000 < 0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima, berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel kepuasan kerja dengan komitmen organisasi secara bersama-sama terhadap prestasi kerja, dan model regresi linier yang akan digunakan sudah tepat. Tabel 4.20 Coefficients

61 Model 1 (Constant) KEPUASAN KERJA KOMITMEN ORGANISASI a. Dependent Variable: PRESTASI KERJA Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta t Sig. 13,948 5,375 2,595,013,472,115,488 4,118,000,424,184,274 2,311,025 Dari nilai Constant dan kepuasan kerja serta B komitmen organisasi, maka dapat dibuat persamaan regresi: Y = a + bx1 +bx2 Y = 13,948 + 0,472X1 + 0,424X2 Pada tabel Coefficients dapat diketahui nilai B Constant 13,948 yang menyatakan bahwa jika tidak ada kenaikan kepuasan kerja dan komitmen organisasi, maka prestasi kerja karyawan adalah tetap baik. Nilai B kepuasan kerja adalah 0,472 (bernilai positif) menyatakan bahwa setiap peningkatan kepuasan kerja akan meningkatkan prestasi kerja karyawan. Nilai B komitmen organisasi adalah 0,424 (bernilai positif) menyatakan bahwa setiap peningkatan komitmen organisasi akan meningkatkan prestasi kerja karyawan. Pada tabel coefficients juga terdapat nilai t hitung. Uji t berguna untuk menguji signifikansi koefisien regresi, yaitu apakah masing-masing dari variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen secara signifikan atau tidak. Hipotesisnya adalah: Untuk variabel kepuasan kerja: H0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara kepuasan kerja terhadap prestasi kerja karyawan H1 : Ada pengaruh yang signifikan antara kepuasan kerja terhadap prestasi kerja karyawan

62 Untuk variabel komitmen organisasi: H0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara komitmen organisasi terhadap prestasi kerja karyawan H1 : Ada pengaruh yang signifikan antara komitmen organisasi terhadap prestasi kerja karyawan Dasar pengambilan keputusan pengujian adalah: Jika t hitung > t tabel atau Sig < 0,05 maka H0 ditolak Jika t hitung < t tabel atau Sig > 0,05 maka H0 diterima t hitung X1 = 4,118, t hitung X2 = 2,311 t tabel dilihat pada: taraf signifikansi 0,05 (dilakukan pada tes 2 sisi) df = jumlah sampel jumlah variabel = (50 2) = 48 t tabel (1/2 0,05 ; 48) = 2,0106 Untuk kepuasan kerja karena t hitung > t tabel (4,118 > 2,0106) atau Sig < 0,05 (0,006 < 0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima, berarti ada pengaruh yang signifikan antara kepuasan kerja terhadap prestasi kerja karyawan. Untuk komitmen organisasi karena t hitung > t tabel (2,311 > 2,0106) atau Sig < 0,05 (0,025 < 0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima, berarti ada pengaruh yang signifikan antara komitmen organisasi terhadap prestasi kerja karyawan. 4.5. Implikasi Hasil Penelitian Setelah dilakukan survey pada para karyawan J-Co Donuts mengenai kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan prestasi kerja karyawan di J-Co Donuts, maka hasil yang didapat adalah: Masing-masing dari variabel independent, yaitu kepuasan kerja dan komitmen

63 organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi kerja karyawan, dimana pengaruh kepuasan kerja terhadap prestasi kerja karyawan adalah 29,3%, dan pengaruh ini lebih besar dibandingkan dengan pengaruh komitmen organisasi terhadap prestasi kerja karyawan yang sebesar 13,6%. Namun secara bersama-sama kepuasan kerja dan komitmen organisasi memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap prestasi kerja karyawan J-Co Donuts yaitu sebesar 36,5%. Hal ini berarti dalam memutuskan meningkatkan prestasi kerja karyawan di J-Co Donuts sebagian kecil dipengaruhi oleh kepuasan kerja dan komitmen organisasinya. Sedangkan masih ada 63,5% variabel lainnya diluar model yang lebih dominan mempengaruhi prestasi kerja karyawan di J-Co Donuts, seperti kompensasi, pelatihan, gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja. Hal ini terjadi karena pada dasarnya manusia bekerja untuk mencari penghasilan, dimana penghasilan yang memadai secara tidak langsung akan meningkatkan gairah kerja dan prestasi kerja. Hal lain, seperti pelatihan memungkinkan seorang karyawan menjadi lebih menguasai pekerjaannya, sehingga mereka mampu bekerja dengan efisien dan efektif dan hal tersebut mempengaruhi prestasi kerja terutama dalam hal hasil kerja sesuai target. Gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja juga mempunyai pengaruh terhadap prestasi kerja, dimana seorang karyawan dengan penghasilan yang memadai, namun gaya kepemimpinan yang diterapkan atasan tidak sesuai dengan kepribadian karyawan, maka akan menyebabkan karyawan tersebut menurun prestasi kerjanya karena merasa tertekan dengan kondisi kerjanya terutama dalam hal cara menyelesaikan pekerjaan dan menunjukkan kemampuan kerja, demikian juga dengan lingkungan kerja karyawan, dimana lingkungan kerja atau ruang lingkup kerja yang tidak memadai dan tidak sesuai dengan jenis kerja atau hasil kerja yang dituntut perusahaan akan menyebabkan karyawan tersebut menurun prestasi kerjanya, terutama dalam hal kecepatan dan kesigapan dalam mengerjakan pekerjaannya Mengingat pengaruh kedua variabel independen terhadap variabel dependen

64 signifikan, maka kedua hal tersebut perlu dipertahankan dan dibina lebih lanjut agar di masa yang akan datang tetap memberikan pengaruh yang positif terhadap prestasi kerja karyawan. Selain itu diharapkan dengan adanya prestasi kerja yang baik dapat menjadi acuan bagi perusahaan untuk melakukan perbaikan di bidang yang lain, seperti promosi jabatan dan kenaikan gaji.