TRANSFER MOMENTUM ALIRAN DALAM ANULUS

dokumen-dokumen yang mirip
TRANSFER MOMENTUM TINJAUAN MIKROSKOPIK GERAKAN FLUIDA

Teori Dasar Medan Gravitasi

BAB II MEDAN LISTRIK DI SEKITAR KONDUKTOR SILINDER

Gambar 4.3. Gambar 44

GRAFITASI. F = G m m 1 2. F = Gaya grafitasi, satuan : NEWTON. G = Konstanta grafitasi, besarnya : G = 6,67 x 10-11

BAB 11 GRAVITASI. FISIKA 1/ Asnal Effendi, M.T. 11.1

Hand Out Fisika II MEDAN LISTRIK. Medan listrik akibat muatan titik Medan listrik akibat muatan kontinu Sistem Dipol Listrik

LISTRIK STATIS. F k q q 1. k 9.10 Nm C 4. 0 = permitivitas udara atau ruang hampa. Handout Listrik Statis

INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

dengan dimana adalah vektor satuan arah radial keluar. F r q q

1 Sistem Koordinat Polar

BAB PENERAPAN HUKUM-HUKUM NEWTON

BAB 17. POTENSIAL LISTRIK

Gerak melingkar beraturan

Ini merupakan tekanan suara p(p) pada sembarang titik P dalam wilayah V seperti yang. (periode kedua integran itu).

FISIKA. Sesi LISTRIK STATIK A. GAYA COULOMB

SUMBER MEDAN MAGNET. Oleh : Sabar Nurohman,M.Pd. Ke Menu Utama

Dari gerakan kumbang dan piringan akan kita dapatkan hubungan

Fisika Dasar I (FI-321)

Medan Listrik. Medan : Besaran yang terdefinisi di dalam ruang dan waktu, dengan sifat-sifat tertentu.

Bab. Garis Singgung Lingkaran. A. Pengertian Garis Singgung Lingkaran B. Garis Singgung Dua Lingkaran C. Lingkaran Luar dan Lingkaran Dalam Segitiga

Konsep energi potensial elektrostatika muatan titik : Muatan q dipindahkan dari r = ke r = r A Seperti digambarkan sbb :

HUKUM COULOMB Muatan Listrik Gaya Coulomb untuk 2 Muatan Gaya Coulomb untuk > 2 Muatan Medan Listrik untuk Muatan Titik

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK

Fisika Dasar I (FI-321)

r, sistem (gas) telah melakukan usaha dw, yang menurut ilmu mekanika adalah : r r

MOMENTUM LINEAR DAN TUMBUKAN

Gerak Melingkar. Gravitasi. hogasaragih.wordpress.com

FISIKA. Kelas X HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI K-13. A. Hukum Gravitasi Newton

Komponen Struktur Tekan

KORELASI. menghitung korelasi antar variabel yang akan dicari hubungannya. Korelasi. kuatnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien korelasi.

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. banyaknya komponen listrik motor yang akan diganti berdasarkan Renewing Free

Gerak Melingkar. Edisi Kedua. Untuk SMA kelas XI. (Telah disesuaikan dengan KTSP)

MEDAN LISTRIK STATIS

TES UNIT II MEKANIKA SABTU, 08 DESEMBER 2007 JAM

Solusi Persamaan Ricci Flow dalam Ruang Empat Dimensi Bersimetri Bola

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK

MODIFIKASI DISTRIBUSI MASSA PADA SUATU OBJEK SIMETRI BOLA

FISIKA DASAR 2 PERTEMUAN 2 MATERI : POTENSIAL LISTRIK

Lampiran 3 FLOWCHART DAN BAGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TOPIK LINGKARAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA

HUKUM GRAVITASI NEWTON

BAB III EKSPEKTASI BANYAKNYA PENGGANTIAN KOMPONEN LISTRIK MOTOR BERDASARKAN FREE REPLACEMENT WARRANTY DUA DIMENSI

PENYELESAIAN SOAL SOAL INSTALASI CAHAYA

Hand Out Fisika 6 (lihat di Kuat Medan Listrik atau Intensitas Listrik (Electric Intensity).

Xpedia Fisika. Mekanika 03

Bahan Ajar Fisika Teori Kinetik Gas Iqro Nuriman, S.Si, M.Pd TEORI KINETIK GAS

Perpindahan Panas Konduksi. Steady-state satu arah pada permukaan datar, silinder, dan bola

MODUL FISIKA SMA IPA Kelas 11

Bab 2 Gravitasi Planet dalam Sistem Tata Surya

Sekolah Olimpiade Fisika

Fisika Dasar II Listrik, Magnet, Gelombang dan Fisika Modern

6. Soal Ujian Nasional Fisika 2015/2016 UJIAN NASIONAL

II. KINEMATIKA PARTIKEL

LISTRIK STATIS. F k q q 1. Gambar. Saling tarik menarik. Saling tolak-menolak. Listrik Statis * MUATAN LISTRIK.

MEDAN LIST S RIK O eh : S b a a b r a Nu N r u oh o m h an a, n M. M Pd

BAB 13 LISTRIK STATIS DAN DINAMIS

BAB - X SIFAT KEMAGNETAN BAHAN

: Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-2 CAKUPAN MATERI 1. MEDAN LISTRIK 2. INTENSITAS/ KUAT MEDAN LISTRIK 3. GARIS GAYA DAN FLUKS LISTRIK

TRANSFER MOMENTUM FLUIDA DINAMIK

Perkuliahan Fisika Dasar II FI-331. Oleh Endi Suhendi 1

Solusi Pengayaan Matematika Edisi 9 Maret Pekan Ke-1, 2008 Nomor Soal: 81-90

Fisika Dasar I (FI-321)

ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK

Gelombang Elektromagnetik

Gerak Melingkar. B a b 4. A. Kecepatan Linear dan Kecepatan Anguler B. Percepatan Sentripetal C. Gerak Melingkar Beraturan

Integrity, Professionalism, & Entrepreneurship. Mata Kuliah : Perancangan Struktur Baja Kode : CIV 303. Tekuk Torsi Lateral. Pertemuan 13, 14, 15

LISTRIK MAGNET. potensil listrik dan energi potensial listrik

Sejarah. Charles Augustin de Coulomb ( )

Hukum Coulomb Dan Medan Listrik

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

Untuk mempermudah memahami materi ini, perhatikan peta konsep berikut ini. Listrik Statis. membahas. Muatan Listrik. ditinjau menurut.

Kata. Kunci. E ureka. A Gerak Melingkar Beraturan

Bab. Bangun Ruang Sisi Lengkung. A. Tabung B. Kerucut C. Bola

Hand Out Fisika II HUKUM GAUSS. Fluks Listrik Permukaan tertutup Hukum Gauss Konduktor dan Isolator

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

BAB IV ANALISA PERENCANAAN DAN PEMBAHASAN

ANALISIS DINAMIK ANTARA KONSUMSI DAN TABUNGAN DALAM WAKTU KONTINU

Chap 6 Model-Gas Real dan Ekspansi Virial. 1. Ekspansi Virial 2. Gugus Mayer

BAB II Tinjauan Teoritis

FISIKA LISTRIK. Esti Puspitaningrum, S.T., M.Eng.

III. TEORI DASAR. Metoda gayaberat menggunakan hukum dasar, yaitu Hukum Newton tentang

PENGUKURAN. Disampaikan pada Diklat Instruktur/Pengembang Matematika SD Jenjang Lanjut Tanggal 6 s.d. 19 Agustus 2004 di PPPG Matematika

PENDAHULUAN. Di dalam modul ini Anda akan mempelajari aplikasi Fisika Kuantum dalam fisika atom

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

Geometri Analitik Bidang (Lingkaran)

Dan koefisien korelasi parsial antara Y, X 2 apabila X 1 dianggap tetap, dinyatakan sebagai r y 2.1 rumusnya sebagai berikut:

Pengaturan Footprint Antena Ground Penetrating Radar Dengan Menggunakan Susunan Antena Modified Dipole

IDENTITAS TRIGONOMETRI. Tujuan Pembelajaran

Fisika Dasar II Listrik - Magnet

BAB IV SIMULASI PENGUKURAN KECEPATAN ALIRAN MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIK. tempuh gelombang ultrasonik antara waktu upstream dan downstream untuk

ANALISIS TAHAN HIDUP DATA TERSENSOR TIPE II MENGGUNAKAN MODEL DISTRIBUSI WEIBULL PADA PENDERITA HEPATITIS C

DISTRIBUSI BERKAS CAHAYA LASER DISTRIBUSI GAUSS, HERMITE-GAUSS, LAGUERRE-GAUSS, BESSEL

METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif. Karena

HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI DAN GERAK PLANET

BAB II DASAR TEORI 2.1. Pengertian Umum

BAB III METODE PENELITIAN. mengenai Identifikasi Variabel Penelitian, Definisi Variabel Penelitian,

BAB II METODE PENELITIAN. penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan

Transkripsi:

SEMESTER GENAP 008/009 TRANSFER MOMENTUM ALIRAN DALAM ANULUS Alian dalam anulus adalah alian di antaa dua pipa yang segais pusat. Jadi ada pipa besa dan ada pipa kecil. Pipa kecil beada dalam pipa besa. Ruang yang tebentuk oleh dua pipa ini disebut anulus. Pipa besa Pipa kecil Ruang anulus adalah jai-jai pipa lua bagian dalam. adalah jai-jai pipa dalam bagian lua. Fluida mengali di antaa dan. Untuk kepeluan analisis alian, kita tetapkan telebih dahulu jai-jai pipa, yaitu adalah jai-jai pipa lua bagian dalam. adalah jai-jai pipa dalam bagian lua. Sketsa alian fluidanya adalah sepeti pada gamba beikut. Di sini fluida begeak ke aah kanan (aah x positif). ays HANDOUT TRANSFER MOMENTUM NO.05 44

SEMESTER GENAP 008/009 x p 1 Fluida: ρ, μ p p 1 Fluida: ρ, μ p X = 0 L X = L Untuk memudahkan analisis, sistem pada gamba di atas ini masih haus dijelaskan lebih lanjut dalam bentuk volume atu (Contol Volume) aga kita bisa membuat neaca momentumnya. Gambaannya sepeti beikut. Pipa lua Volume atu bebentuk gelang dengan ketebalan d dan bejai-jai. Tekanan pada sisi yg menghadap pembaca sebesa p 1 dan sebesa p pada sisi penampang yang menembus halaman ini. Pipa dalam Fluida mengali dai aah pembaca menuju ke aah belakang halaman ini. ays HANDOUT TRANSFER MOMENTUM NO.05 45

SEMESTER GENAP 008/009 Analisis Tehadap Volume Atu Neaca Gaya: 1. Ada gaya (tekanan) pada posisi x = 0 sebesa F 1 = p 1 A; A = π Jadi F 1 = p 1 [π ]. Ada gaya (tekanan) pada posisi x = L sebesa F = -p A; Jadi F = -p [π ] 3. Ada gaya (viskous) masuk ke elemen volume melalui pemukaan dalam pada posisi, yaitu: [πl. τ ] 4. Ada Gaya (viskous) kelua dai elemen volume melalui pemukaan lua pada posisi +, yaitu: [π L. τ ] 5. Ada gaya (inesia) masuk pada penampang 1, (pada x = 0), sebesa: [π v x. ρv x ] 6. Ada momentum (gaya inesia) kelua pada penampang, (pada x = L), sebesa: [π v x. ρv x ] ays HANDOUT TRANSFER MOMENTUM NO.05 46

SEMESTER GENAP 008/009 Sekaang kita jumlahkan semua gaya: p 1 [π ] - p [π ] + [πl. τ ] - [πl. τ ] + [π v x. ρv x ] - [π v x. ρv x ] = 0 (keadaan stedi) Di sini suku ke-5 dan ke-6 saling meniadakan kaena v x -nya sama (A sama). Sehingga kita peoleh: p 1 [π ] - p [π ] +[πl. τ x ] [πl. τ x ] + = 0 Atau: [πl. τ x ] [πl. τ x ] =[π ] (p 1 -p ) Kita bagi dengan π L Kita peoleh: π L τ x + τ x π L τ x + τ x = [π ](p1 p) π L = (p1 p) L Kalau nilai diambil limitnya mendekati nol, maka suku sebelah kii meupakan tuunan petama tehadap τ x, yaitu: ays HANDOUT TRANSFER MOMENTUM NO.05 47

SEMESTER GENAP 008/009 d d ( τ ) = p L dan p = (p p ). Atau: d(τ ) = p L d Untuk mempeoleh distibusi fluks momentum, pesamaan ini kita ingtegalkan: d(τ ) = p L d Kita peoleh: τ = p L 1 + C atau τ = p L + C Beapakah nilai C1?? Sayang sekali, tidak ada infomasi sedikitpun tentang nilai fluksi momentum baik pada = maupun pada =. Namun masih bisa dimanipulasikan, bahwa pada posisi tetentu tedapat kecepatan alian yang maksimum, misalnya saja posisi yang dimaksud adalah pada jaak = ξ. ays HANDOUT TRANSFER MOMENTUM NO.05 48

SEMESTER GENAP 008/009 = ξ Pada jaak = ξ, fluksi momentumnya adalah nol. Sehingga, pesamaan τ = p L + C dengan memasukkan = ξ, menjadi: 0 = p L ξ + C Atau C1-nya adalah: Dengan demikian: ξ C = p L (ξ ) τ = p L + p L (ξ ) τ = p ξ L Ingat bahwa ξ masih belum diketahui. Tujuan menggantikan konstanta integasi C1 dengan ξ semata-mata kaena ξ memiliki ati fisis yang cukup bemakna. ays HANDOUT TRANSFER MOMENTUM NO.05 49

SEMESTER GENAP 008/009 Teapkan hukum Newton tentang viskositas: τ = μ dv x d maka: Atau: Integasikan: Dipeoleh: Atau: dv d = p μl dv = p μl dv = p μl V = p 4μL V = pr 4μL ξ ξ ξ d d ξ ln + C ξ ln + C V = pr ξ ln + C 3 (*) 4L Untuk menentukan ξ dan C3, kita pegunakan syaat batas, yaitu: Pada =, V x = 0 =, V x = 0 ays HANDOUT TRANSFER MOMENTUM NO.05 50

SEMESTER GENAP 008/009 Masukkan ke pes (*) dan kita peoleh dua pesamaan seentak (simultan), yaitu: 0 = μ 0 = μ Atau: ξ ln + C R ξ ln + C 0 = 0 = ξ ln ξ ln Dikuangi dan didapat: + C + C 0 = 1 ξ ln 1 = ξ ln ξ = 1 ln Dan dengan memasukkan nilai ξ tesebut ke salah satu pesamaan batas tsb, kita dapatkan untuk C3: 0 = ξ ln + C ays HANDOUT TRANSFER MOMENTUM NO.05 51

SEMESTER GENAP 008/009 0 = R ln + C 0 = + 1 + C Sehingga Kemudian masukkan ξ = kepesamaan fluksi momentum ini : C = 1 τ = p L 1 ln ξ τ = p L Untuk pofil kecepatan, masukkan nilai dan 1 R ln ξ = 1 ln C = 1 ke dalam pesamaan ini: V = pr Dipeoleh: 4L ξ ln + C 3 ays HANDOUT TRANSFER MOMENTUM NO.05 5

SEMESTER GENAP 008/009 V = pr 4μL Dengan batasan: RIO R 1 ln ln 1 Gamba beikut adalah plotv vs untuk nilai-nilai: μ = 100 satuan ; dan = 10 satuan. = 0,4 ; atau = 4 satuan 0 18 16 14 Kecepatan, Vx 1 10 8 6 4 0 0 4 6 8 10 1 Jaak dai pusat pipa, Kecepatan maksimum tejadi pada = ξ ; yaitu: ays HANDOUT TRANSFER MOMENTUM NO.05 53

SEMESTER GENAP 008/009 = ξr = R R 1 ln R. R = ξr = 0,4 1. 10 = 0,84. 10 = 6,77 satuan ln0,4 1,833 yang kecepatan maksimumnya adalah: 18,436 satuan. Untuk menentukan kecepatan maksimum sebenanya juga bisa dipeoleh dengan menuunkan satu kali V tehadap dai pesamaan: hingga yaitu pada : Dengan V = pr 4μL dv d = 0 = ξr 1 ln ξ = R R 1 ln R R ln 1 Tenyata kecepatan maksimum tidak beada di tengahtengah anulus. ays HANDOUT TRANSFER MOMENTUM NO.05 54

SEMESTER GENAP 008/009 Sekaang pehatikan sekali lagi pesamaan pofil kecepatan yang sudah kita peoleh: atau V = pr 4μL 1 ln ln 1 atau atau V = pr 1 4μL V = pr 1 4μL + + 1 ln (ट) 1 ln(ट) ln ln dengan V = pr 1 4μL + 1 ट ln 1 ट ln ट = Maka jika ट mendeka nol, pesamaan pofil kecepatannya menjadi: ays HANDOUT TRANSFER MOMENTUM NO.05 55

SEMESTER GENAP 008/009 V = pr 1 4μL yang sama saja dengan pofil kecepatan dalam suatu pipa bejai-jai R sebagaimana dapat dilihat pada halaman 38 (Handout No.04), yaitu: v = pr 4μL 1 R ===================== Hingga tahap ini, untuk alian dalam anulus kita sudah mempeoleh: Pofil Shea Stess: τ = p L Pofil Kecepatan: V = pr 1 4μL ट 1 lnट + 1 (ट) ln 1 ln ट Kecepatan Maksimum tejadi pada = ξr dengan ξ = (ट) 1 ln(ट) dan ट = ays HANDOUT TRANSFER MOMENTUM NO.05 56