APLIKASI MARKOV RANDOM FIELD PADA MASALAH INDUSTRI

dokumen-dokumen yang mirip
Reliabilitas Suatu Mesin Menggunakan Rantai Markov (Studi Kasus: Mesin Proofer Di Pabrik Roti Super Jam Banten)

BAB 2 LANDASAN TEORI

Bab 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengantar Proses Stokastik

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. komoditas, model pergerakan harga komoditas, rantai Markov, simulasi Standard

ESTIMASI PARAMETER DALAM MODEL RETURN STOKASTIK DENGAN LOMPATAN MENGGUNAKAN METODE MARKOV CHAIN MONTE CARLO

BAB II DASAR TEORI 2.1 Pengertian Tata Guna/Tutupan Lahan

Pembangkitan dan Pemulihan Citra Biner Markov Random Field (MRF) secara Stokastik Dengan Algoritma Markov Chain Monte Carlo (MCMC)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari, sering dijumpai peristiwa-peristiwa yang terjadi

INFERENSI PARAMETER MEAN POPULASI NORMAL DENGAN METODE BAYESIAN OBYEKTIF

Rantai Markov Diskrit (Discrete Markov Chain)

PENENTUAN KLASIFIKASI STATE PADA RANTAI MARKOV DENGAN MENGGUNAKAN NILAI EIGEN DARI MATRIKS PELUANG TRANSISI

PENGGUNAAN METODE BAYESIAN OBYEKTIF DALAM INFERENSI PARAMETER POPULASI SERAGAM

ESTIMASI PARAMETER MODEL REGRESI ZERO-INFLATED POISSON (ZIP) MENGGUNAKAN METODE BAYESIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. elemen-elemen citra yang disebut piksel. Kumpulan piksel yang jumlahnya N<

ADLN- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB 1 PENDAHULUAN. metode yang bisaanya digunakan dalam estimasi parameter yakni Ordinary Least

PENDEKATAN BAYESIAN SPASIAL EKONOMETRIKA PADA PEMODELAN MIGASI PENDUDUK DI JAWA BARAT. Oleh : Priyono

PENDUGAAN DATA HILANG DENGAN MENGGUNAKAN DATA AUGMENTATION. Abstract

INVERSI GEOFISIKA (geophysical inversion) Dr. Hendra Grandis

Silabus. Proses Stokastik (MMM 5403) Proses Stokastik. Contoh

Kuliah 2: FUNGSI MULTIVARIABEL. Indah Yanti

BAB IV MODEL HIDDEN MARKOV

Penelitian Operasional II Rantai Markov RANTAI MARKOV

BAB III MODEL HIDDEN MARKOV KONTINU DENGAN PROSES OBSERVASI ZERO DELAY

BARISAN SIMBOL DAN UKURAN INVARIAN FUNGSI MONOTON SEPOTONG-SEPOTONG KONTINU

POSITRON, Vol. VI, No. 2 (2016), Hal ISSN :

Gambar 15 Contoh pembagian citra di dalam sistem segmentasi.

(DS.4) MODEL OTOREGRESIF SIMULTAN BAYES UNTUK ANALISIS DATA KEMISKINAN

ESTIMASI PARAMETER MODEL MIXTURE AUTOREGRESSIVE (MAR) MENGGUNAKAN ALGORITMA EKSPEKTASI MAKSIMISASI (EM) Abstract

BAB II LANDASAN TEORI

ESTIMASI VOLATILITY (σ) DARI MODEL AR(p) MENGGUNAKAN METODE MARKOV CHAIN MONTE CARLO (MCMC)

MODEL EPIDEMI RANTAI MARKOV WAKTU DISKRIT SUSCEPTIBLE INFECTED RECOVERED DENGAN DUA PENYAKIT

PEMANFAATAN METODE MONTE CARLO DALAM PENCARIAN PATH TERPENDEK PADA GRAF

PENDEKATAN PERSAMAAN CHAPMAN-KOLMOGOROV UNTUK MENGUKUR RISIKO KREDIT. Chairunisah

BAB III METODE JUKES-CANTOR DAN METODE KIMURA. Pada Bab ini akan dibahas mengenai metode Jukes-Cantor dan

DASAR-DASAR TEORI PELUANG

PROSES MARKOV KONTINYU (CONTINOUS MARKOV PROCESSES)

Stochastic process. Stochastic process. Stochastic process. Stochastic process 08/05/2015 STOCHASTIC PROCESS OPERATIONAL RESEARCH II

ANALISIS REGRESI LOGISTIK DENGAN METODE PENDUGA BAYES UNTUK MENENTUKAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH

SUATU KRITERIA STABILISASI SISTEM DESKRIPTOR LINIER KONTINU REGULAR

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

Bab IV Simulasi Metode Monte Carlo Mengatasi Masalah dalam Distribusi Data

oleh YUANITA KUSUMA WARDANI M

ESTIMASI PARAMETER MODEL REGRESI MULTIVARIAT BAYESIAN DENGAN DISTRIBUSI PRIOR INFORMATIF 1. PENDAHULUAN

(M.9) PEMODELAN MELEK HURUF DAN RATA-RATA LAMA STUDI DENGAN PENDEKATAN MODEL BINER BIVARIAT

BAB 2 PROGRAM STOKASTIK

ESTIMASI PARAMETER DAN INTERVAL KREDIBEL DENGAN MODEL REGRESI LINIER BERGANDA BAYESIAN

BAB III. Hidden Markov Models (HMM) Namun pada beberapa situasi tertentu yang ditemukan di kehidupan nyata,

Persamaan Diferensial Parsial CNH3C3

Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE)

Markov o C ha h in i s

BAB III MARKOV SWITCHING AUTOREGRESSIVE (MSAR)

Konsep Dasar Markov Chain serta Kemungkinan Penerapannya di Bidang Pertanian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Metode Kernel. Machine Learning

MODEL PARTISIPASI PEMILIH MASYARAKAT KABUPATEN DHAMASRAYA PADA PEMILU 2014 DENGAN MENGGUNAKAN METODE REGRESI LOGISTIK BAYESIAN

Penerapan Hidden Markov Model Pada Harga Saham

BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK GRAF AMALGAMASI BINTANG

Persamaan Diferensial Parsial CNH3C3

BAB II LANDASAN TEORI

METODE PSEUDO ARC-LENGTH DAN PENERAPANNYA PADA PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN NONLINIER TERPARAMETERISASI

PERBANDINGAN RUANG WARNA PADA PENGOLAHAN INFORMASI WARNA UNTUK SEGMENTASI CITRA MENGGUNAKAN NEUTROSOPHIC SET

Penerapan Rantai Markov Dalam Pemilihan Minat Masuk Siswa SMA Ke Universitas Di Indonesia

SIMULASI PADA MASALAH KEBANGKRUTAN PENJUDI

MEAN SQUARE DEVIATION PROBABILITY. Abstrak. Kata kunci: markov switching, smoothed probability, mean square deviation probability

EKSISTENSI PENGENDALI SUBOPTIMAL. Widowati Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Semarang. Abstrak

KLASIFIKASI KAYU DENGAN MENGGUNAKAN NAÏVE BAYES-CLASSIFIER

Model Hibrida ARIMA dan Fuzzy Time Series Markov Chain

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

STATISTIKA NONPARAMETRIK: PENGGABUNGAN DIAGRAM POHON POLYA YANG BERHINGGA

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat,

Taksiran Titik Parameter Populasi pada Small Area dengan Metode Spatial Empirical Bayes Berdasarkan Model Tingkat Area

BAB III IMPLEMENTASI MODEL MONTE CARLO

BAB III HIDDEN MARKOV MODELS. Rantai Markov bermanfaat untuk menghitung probabilitas urutan keadaan

KONVOLUSI DISTRIBUSI EKSPONENSIAL DENGAN PARAMETER BERBEDA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BILANGAN KROMATIK LOKASI DARI GRAF P m P n, K m P n, DAN K m K n

KEKONVERGENAN MSE PENDUGA KERNEL SERAGAM FUNGSI INTENSITAS PROSES POISSON PERIODIK DENGAN TREN FUNGSI PANGKAT

By. Ir. Yustina Ngatilah, MT SKS = 3

ANALISA SIFAT-SIFAT ANTRIAN M/M/1 DENGAN WORKING VACATION

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. X(t) disebut ruang keadaan (state space). Satu nilai t dari T disebut indeks atau

KAJIAN MODEL MARKOV WAKTU DISKRIT UNTUK PENYEBARAN PENYAKIT MENULAR PADA MODEL EPIDEMIK SIR. Oleh: RAFIQATUL HASANAH NRP.

Pendahuluan. Dua operasi matematis penting dalam pengolahan citra :

MA3051 Pengantar Teori Graf. Semester /2014 Pengajar: Hilda Assiyatun

ESTIMASI MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL MELALUI PENDEKATAN BAYESIAN (Studi Kasus: Data Kinerja Pegawai Universitas Bina Darma Palembang)

SIMULASI DAMPAK MULTIKOLINEARITAS PADA KONDISI PENYIMPANGAN ASUMSI NORMALITAS

JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 6, No.1, (2017) ( X Print) A 6

PENENTUAN PROBABILITAS ABSORPSI DAN EKSPEKTASI DURASI PADA MASALAH KEBANGKRUTAN PENJUDI

Mela Arnani, Isnandar Slamet, Siswanto Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret

ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015, Halaman Online di:

BAB III METODE POHON KLASIFIKASI QUEST

ANALISIS ESTIMASI PERUBAHAN MINAT MAHASISWA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA TERHADAP TUJUH OPERATOR GSM

KETEROBSERVASIAN SISTEM LINIER DISKRIT

SVM untuk Regresi. Machine Learning

PENERAPAN MODEL SPASIAL DURBIN PADA ANGKA PARTISIPASI MURNI JENJANG SMA SEDERAJAT DI PROVINSI JAWA TENGAH

Transkripsi:

APLIKASI MARKOV RANDOM FIELD PADA MASALAH INDUSTRI Siana Halim Dosen Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Petra ABSTRAK Rantai Markov dalam proses stokastik seringkali digunakan dalam penyelesaian masalah industri khususnya dalam masalah penentuan market share. Dalam artikel ini akan dibahas perluasan Rantai Markov tesebut ke dalam sebuah random field yang disebut sebagai Markov Random Field (MRF) yang juga akan diaplikasikan pada masalah market share dengan batasan daerah pemasarannya dianggap sebagai sebuah lattice diskrit dan fungsi potensial yang akan digunakan adalah Potts models. Akan digunakan Metropolis sampler untuk menentukan kondisi stabil. Kata kunci: proses stokastik, Markov Random Field, Gibbs Random Field, Potts model, Metropolis sampling. ABSTRACT Markov chain in the stochastic process is widely used in the industrial problems particularly in the problem of determining the market share of products. In this paper we are going to extend the one in the random field so called the Markov Random Field and applied also in the market share problem with restriction the market is considered as a discrete lattice and Pott s models are going to be used as the potential function. Metropolis sampler is going to be used to determine the stability condition. Keywords: stochastic process, Markov Random field, Gibbs Random Field, Potts model, Metropolis sampling. 1. PENDAHULUAN Rantai Markov dalam proses stokastik seringkali digunakan dalam penentuan sebuah market share. Dalam hal ini parameter waktu digunakan untuk menentukan perubahan ataupun besarnya market share yang didapat oleh sebuah produk. Untuk masalah di atas maka kernel yang digunakan pada Rantai Markov merupakan sebuah matriks probabilitas transisi, jika Rantai Markov ini memenuhi sifat ergodic maka pada long run akan didapat matriks probabilitas transisi yang stabil, yang menunjukkan probabilitas dari market share itu sendiri. Namun jika posisi atau letak penyebaran produk yang digunakan sebagai sebuah parameter, maka Rantai Markov dalam proses stokastik di atas tidak dapat digunakan lagi, karena dimensi dari permasalahan berubah dari satu dimensi menjadi (sekurangkurangnya) dua dimensi. Untuk itulah maka konsep dari Rantai Markov pada proses stokastik di atas harus diperluas ke dalam sebuah proses yang disebut sebagai Markov Random Fields. 19

JURNAL TEKNIK INDUSTRI VOL., NO. 1, JUNI 2002: 19-25 2. RANDOM FIELD Diberikan S={1,2,,m} yang menunjukkan pixel ataupun site. Asumsikan Ls himpunan terbatas dari diskrit label untuk tiap s S diberikan maka ruang konfigurasi (configuration space) χ, dapat didefiniskan untuk setiap x χ sebagai χ = Ls dimana x disebut sebagai konfigurasi. s S Definisi 1. Sebuah ukuran probabilitas (probability measure) atau distribusi pada χ didefinisikan sebagai sebuah vektor v = (v(x)) x χ serta memiliki dua sifat, yaitu: (i) v(x) 0 x χ, (ii) v( x) = 1 x χ Sebuah random field didefinisikan sebagai sebuah distribusi pada χ dengan sifat positif mutlak (strictly positive), yaitu 2.1 Markov Random Field (x) > 0, x χ Definisi 2. Misalkan N menunjukkan koleksi himpunan bagian dari S dengan relasi sebagai berikut N := {N (s) S s S} N disebut daerah sekitar (neighbourhood) dari sistem S jika memenuhi (i) s N(s), s S (ii) s, t S dengan s t maka s N (t) t N(s) Site t N(s) disebut tetangga (neigbour) dari s, dinotasikan sebagai <s,t> jika s dan t saling bertetangga. Pada kasus regular site grid, himpunan S dapat dianggap sebagai himpunan bagian dari ΖxΖ, yaitu S={(i,j) ΖxΖ -m i,j m} untuk lattice bujur sangkar dengan ukuran (2m+1)x(2m+1), sedangkan daerah sekitar dari sebuah site (i, j) pada sebuah grid merupakan site-site di sekitar site yang dianggap sebagai titik tengah dengan radius c, yaitu N(i,j) := {(k,l) S 0<(k-i) 2 +(l-j) 2 c 2 }. Namun demikian, secara umum radius lingkaran c biasanya tidak digunakan untuk menunjukkan order dari daerah sekitar, melainkan digunakan order yang meningkat sejalan dengan nilai c 2 seperti pada Gambar 1. 20

3 2 1 2 3 1 i,j 1 3 2 1 2 3 Gambar 1. Sistem Daerah Sekitar dari 1 sampai dengan, dengan Order 1 (c=1) dan Order 2 (c = 2) Definisi 3. Sebuah himpunan bagian C S disebut sebagai clique terhadap daerah sekitar dari sistem N jika C hanya terdiri dari satu elemen atau jika dua elemen yang berbeda yang berada di C bertetangga. Himpunan seluruh clique dinotasikan sebagai C. (a) (b) Gambar 2. Ilustrasi dari Clique (a) Clique dari Sistem Daerah Sekitar Order 1, N 1 (b) Clique Tambahan untuk Sistem Daerah Sekitar Order 2, N 2 2.2 Sifat Markov (Markovianity) pada Random Fields Markov Random Field merupakan generalisasi dari proses Markov yang terdapat pada teori proses stokastik. Perbedaannya terletak pada domain ketergantungan dari random variable yang akan didefinisikan, dimana proses Markov hanya memperlihatkan ketergantungan terhadap waktu pada satu dimensi saja, sedangkan Markov Random Field menunjukkan ketergantunan secara spasial. Definisi. Diberikan sebuah daerah sekitar sebarang N. Random field Π pada χ disebut Markov Random Field (MRF) terhadap sistem daerah sekitar N jika untuk seluruh site s S karakteristik lokalnya memenuhi persamaan di bawah ini Π(X s x s X r =x r, r s) = Π( X s =x s X r =x r, r N(s)) (1) yaitu, karakteristik lokal dari sebuah site tunggal hanya tergantung pada nilai-nilai (label) dari daerah sekitarnya saja. 21

JURNAL TEKNIK INDUSTRI VOL., NO. 1, JUNI 2002: 19-25 Besag membuktikan pada (Besag, 7) bahwa sebarang random field Π ditentukan secara unik oleh karakteristik lokal dari site tunggalnya, persamaan (1). Teori ini indah tetapi secara praktis sangat sulit untuk menggunakan random field secara umum, karena metode untuk mendapakan distribusi gabungan dari nilai karakteristik lokalnya tidak diketahui. Lebih lanjut, bila diberikan sebuah fungsi, sangatlah sulit untuk menunjukkan apakah fungsi ini merupakan karakteristik lokal dai sebuah random field. Kelemahan-kelemahan di atas berubah ketika muncul sebuah teori oleh Hammersley-Clifford pada tahun 1971. Teori ini memungkinkan untuk menentukan sebuah MRF dalam bentuk fungsi potensial dari distribusi dari Random Field Gibbs. 2.3 Gibbs Random Fields Definisi 5. Sebuah random field Π pada χ disebut sebagai Gibbs Random Field (GRF) jika probabilitas dari sebarang konfigurasi x χ dapat dituliskan sebagai Π(x)=Z -1 exp(-h(x)) dengan H: χ R fungsi riil pada χ, disebut sebagai fungsi energi dan sebuah konstanta normalisasi Z := exp( H ( y)) yang disebut sebagai fungsi partisi. y χ 2. Energi dan Potensial Berikut diberikan fungsi energi dalam bentuk konfigurasi dari himpunan bagian S. Definisi 6. Sebuah famili dari fungsi bernilai riil U={U A :χ R A S} disebut sebagai fungsi potensial bila: (i) U (x)=0 untuk semua x X (ii) U A (x)=u A (y) untuk semua x, y χ dengan X A (x)=x A (y) Dimana energi dari potensial U diberikan oleh H U := U A (3) A S Fungsi U disebut juga sebagai potensial tetangga (neigbor potential) terhadap sistem daerah sekitar N jika U A 0 bila A bukan merupakan sebuah clique, sedangkan fungsi U A disebut sebagai clique potensial. Selanjutnya clique potensial dinotasikan sebagai U C dimana C C. Proposisi 7. Misalkan Π adalah GRF dengan fungsi energi merupakan energi dari potensial tetangga U sebarang terhadap sistem daerah sekitar N, yaitu Π(x) = Z -1 exp U ( x), dengan Z= C C C exp U ( y) C y χ c C maka karakteristik lokal dari sebarang himpunan bagian A S dapat dinyatakan sebagai (2) 22

Π(X A = x A X S\A = x S\A ) = exp U C C C A φ exp y χ X S\ A ( y) = xs \ A( y) C ( x) U C C C C A φ ( x) () Bukti dapat dilihat pada (Winkler, 1995, hal. 55-56). 3. APLIKASI Markov Random Fields banyak di terapkan pada image processing, misalnya dalam masalah texture sintesis, segmentasi image; pada spatial statistics, misalnya dalam penentuan tingkat polusi dari suatu daerah, penentuan tingkan kerusakan hutan; pada physical statistics, misalnya dalam penentuan medan magnet, masalah perkolasi. Pada masalah market share akan dicoba untuk menggunakan Potts model sebagai berikut 0 T ( N ) U(x) = θ i δxs, x (5) t i= 1 < s, t> i Sebagai fungsi potensial dengan T(N 0 ) adalah order dari daerah sekitar dan δ adalah fungsi delta dirac. Sedangkan karakteristik lokalnya diberikan sebagai berikut: 0 T ( N ) exp θi δx s, xt i= 1 < s, t> i ( x = s xn ( s) ) (6) 0 T ( N ) exp θi δys, y t y s L i= 1 < s, t> i Penentuan parameter θ, yang merupakan nilai pembobotan terhadap relasi satu site terhadap site-site yang berada dalam dearah sekitarnya, merupakan masalah tersendiri yang harus diselesaikan. Beberapa teknik telah dikembangkan untuk hal itu, salah satunya adalah dengan menggunakan konsep maximum likelihood, contoh (Descombes, 1999). Demikian pula dengan penentuan hasil pada saat kondisi stabil telah dicapai. Pada makalah ini akan digunakan Metropolis sampler, dengan algoritma sebagai berikut: Langkah 1: Tentukan kondisi awal x dan definisikan skema yang akan dikunjungi {S n } n 1 Langkah 2: repeat For i = 1 to m do Langkah 2.1: pilih l L \{x si } secara random uniform dan tetapkan x ~ s =l, x ~ i s = x s untuk seluruh s s i 23

JURNAL TEKNIK INDUSTRI VOL., NO. 1, JUNI 2002: 19-25 3.1 Hasil Simulasi ~ ( x) Langkah 2.2: hitung := min 1, ( x) Langkah 2.3: tetapkan x si = l dengan probabilitas p Until x memenuhi kriteria kondisi stabil. Sebagai sebuah contoh simulasi, misalkan sebuah perusahaan ingin mengamati produk yang dijualnya sepanjang 8 bulan terakhir di 8 daerah pemasaran dengan tabel penjualan sebagai berikut: Tabel 1. Contoh Penjualan Selama Delapan Bulan Bulan\Pasar Dummy A B C D E F G H Dummy Dummy 8 3 7 7 9 1 3 7 2 5 1 6 3 5 9 9 6 6 1 5 2 0 2 1 8 1 1 0 9 2 3 5 8 6 2 6 5 9 2 7 7 3 8 2 3 8 9 0 9 5 0 1 6 8 3 0 0 0 6 2 9 8 7 2 5 3 7 5 6 7 0 9 8 6 2 6 5 3 8 6 1 3 8 7 1 1 8 3 5 Dummy 9 5 7 1 7 0 2 0 Dummy di atas dimaksud untuk memberikan kondisi simulasi di boundary, dalam kenyataan dummy diawal dapat dianggap sebagai persediaan barang di gudang pada awal dan akhir pengamatan. Berdasarkan data masa lampau, nilai pembobotan (θ) dalam hal ini dianggap sebagai probabilitas perubahan yang terjadi pada penjualan barang terhadap waktu dan tempat. Misalnya: Jika T1 memiliki nilai probabilitas 0.75 berarti probabilitas perubahan penjualan barang yang tergantung pada perubahan penjualan barang pada daerah tetangga kirikanan adalah 25 %. Jika T2 memiliki nilai probabilitas 0.25 berarti probabilitas perubahan penjualan barang yang tergantung pada perubahan penjualan barang pada bulan sebelumnya dan sesudahnya (pada akhir periode ditentukan dengan prediksi) adalah 25 %. Demikian juga pengertiannya untuk T3 dan T, misalnya T3 memiliki nilai probabilitas 0.75, dan T memiliki nilai probabilitas 0.25. Dengan interpretasi seperti di atas, maka pada kondisi stabil akan didapat kondisi penjualan barang sebagai berikut: 2

Tabel 2. Penjualan pada Kondisi Stabil Bulan\Pasar Dummy A B C D E F G H Dummy Dummy 8 3 7 7 9 1 3 7 2 5 1 6 3 5 9 9 6 6 1 5 2 0 2 1 0 1 3 2 8 2 3 5 8 6 9 5 1 3 5 7 7 9 7 0 5 7 6 9 5 0 1 8 5 9 3 0 1 0 6 2 9 6 2 8 1 6 8 6 7 0 8 5 1 3 9 7 3 8 6 1 3 6 9 5 6 8 9 5 Dummy 9 5 7 1 7 0 2 0 Jika penjualan barang memiliki pola seasonal dan letak daerah penjualan melingkar dalam arti daerah penjualan terakhir berdekatan dengan daerah penjualan awal, membentuk closed graph, maka dapat diterapkan sebuah kondisi toroidal, yaitu boundary dari Pasar A berada di Pasar A dan sebaliknya, sedangkan bulan awal dapat ditempatkan pada bulan akhir dan sebaliknya.. KESIMPULAN Sebagai catatan penutup, dapat dinyatakan bahwa: Beberapa tindak lanjut dari makalah ini perlu dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan diluar asumsi-asumsi di atas. Pendekatan parametrik dapat digantikan dengan pendekatan nonparametik dengan menggunakan, misalnya Parzel windows, sebagai fungsi potensial (Paget,1999). DAFTAR PUSTAKA Besag, J., 197. Spatial Interaction and the Statistical Analysis of Lattice Systems, Journal of the Royal Statistical Society, Series B,pp. 192 236 Descombes, X., RD. Morris, J. Zerubia, and M. Berthod, 1999. Estimation of Markov Random Field Prior Parameters Using Markov Chain Monte Carlo Maximum Likelihood, IEEE Transactions on Image Processing, Vol 8. No.7, July. Li, S.Z., 1995. Markov Random Field Modelling in Computer Vision, Springer-Verlag, Berlin. Paget, R., and LI. Longstaff, 1999. "Texture Synthesis and Unsupervised Recognition with Nonparametric Multiscale Markov Random Field Models", IEEE Transactions on PAMI 1999, http://www.cssip.uq.edu.au/~paget/papers/ Winkler, G., 1995. Image Analysis, Random Fields and Dynamic Monte Carlo Methods, Springer-Verlag, Berlin Heidelberg. 25