Silabus Teologi Sosial A. Deskripsi silabus Matakuliah ini memperkenalkan bagaimana gereja bergumul dalam upaya berteologinya dengan masalahmasalah sosial, seperti kemiskinan, marginalisasi, ketidakadilan, hak asasi manusia, dan lain-lain. Akan dibahas di sini berbagai pendekatan yang diambil oleh sejumlah teolog seperti Miroslav Volf, Johann Baptis Metz, Desmond Tutu, J.B. Banawiratma, dan berbagai dokumen resmi badan gereja dunia seperti WCC, Gereja Katolik Roma, dan PGI. B. Tujuan Mahasiswa diperkenalkan kepada beberapa masalah sosial yang dihadapi oleh berbagai teolog dunia dan mengenali refleksi teologis yang ditawarkan mereka. Mahasiswa diajak untuk berpikir kritis mengenai konteks berteologinya, mengenali masalah sosial yang terjadi, dan mengajukan refleksi teologis tehadapnya. C. Dosen pengampu Binsar Jonathan Pakpahan binsarpakpahan@gmail.com b.pakpahan@sttjakarta.ac.id http://binsarspeaks.net @binsarpakpahan D. Jadwal kuliah Senin, 10.30-12.10, Ruang A 304, wajib semester 8 Pertemuan /Tanggal (1) 14 Januari (2) 21 Januari Pokok Bahasan Sub-Pokok Bahasan Bacaan Penjelasan Silabus a. Apa itu teologi sosial: berbagai pengertian dan teori Teologi Sosial/Public Theology. b. Penjelasan mengenai perangkat karya pastoral dan analisa sosial. Menonton Film Pembagian kelompok diskusi Melihat definisi mengenai teologi sosial 1. J.B. Banawiratma, Berteologi Sosial Lintas Ilmu (Yogyakarta: Kanisius, 1993), 21-31. 2. Joe Holland, Analisis Sosial dan Refleksi Teologis (Yogyakarta: Kanisius, 1998), 23-50. (3) 28 Januari De stand van de sterren. (Tiap orang membuat refleksi tertulis sepanjang maksimum 500 kata atas film tersebut) (4) 4 Februari Letter from Martin Luther King, Jr., Letter from
Birmingham Jail Birmingham Jail, dlm. Andrew Bradstock & Christopher Rowland, eds., Radical Christian Writings: A Reader (Blackwell, 2002), 229-234. (5) 11 Februari (6) 18 Februari (7) 25 Februari (8) 4 Maret (9) 11 Maret Masalah Agama dan Politik Gereja bourgeois: Persoalan Setelah Perang Dunia ke-2 di Barat Ras dan struktur sosial Barmen Declaration & Kairos Document Hak Asasi Manusia Melihat keraguan dan keengganan sejumlah teolog untuk melibatkan gereja dalam masalah sosial. teologi dari Johann Baptist Metz mengenai kritiknya terhadap kebutaan gereja terhadap masalah-masalah sosial. Presentasi Kelompok 1 permasalahan struktur sosial sistem apartheid di Afrika Selatan dan langkah selanjutnya dari teolog seperti Beyers Naude dan kemudian Desmond Tutu untuk mendobrak kungkungan tersebut. Presentasi Kelompok 2 perbandingan dua dokumen gerejawi Barmen dan Kairos, menjelaskan latar belakang kedua dokumen ini, kesamaan dan perbedaannya. Presentasi Kelompok 3 perbandingan pemahaman mengenai HAM di dalam teologi sosial Katolik dan Protestan. Presentasi Kelompok 4 Abraham vd Beek, Religion Without Ulterior Motive (pdf) - Tiap mahasiswa menulis paper sepanjang maksimum 500 kata berisi rangkuman pemikiran van de Beek dan refleksi kritis atas pandangannya. 1. Johann Baptist Metz The Bourgeois Church (pdf) dan 2. Miroslav Volf Exclusion and Embrace (Nashville: abingdon Press, 1996). 3. Johann Baptist Metz, Faith in History and Society (New York: The Seabury Press, 1980) The problem of apartheid in South Africa (bahan dan susunan materi dikonsultasikan dengan dosen pengampu). 1. Desmond Tutu. No future without forgiveness. 1. The Barmen Declaration (1934), in Andrew Bradstock & Christopher Rowland, eds., Radical Christian Writings: A Reader (Oxford, UK & Malden, MA: Blackwell, 2002), 201-203. 2. The Kairos Document (1985), in Andrew Bradstock & Christopher Rowland, eds., Radical Christian Writings: A Reader (Oxford, UK & Malden, MA: Blackwell, 2002), 285-304. 1. Joseph L. Allen, Catholic and Protestant Theories of Human Rights, in Religious Studies Review, vol. 14, no. 4 (Oct. 1998), 347-353. 2. Alf Tergel, Human Rights and the Churches: Christian Conceptions of Human Rights, in Swedish Missiological Themes, vol. 85, no. 3-4 (1997), 309-324. 3. Pernyataan Umum mengenai Hakhak Asasi Manusia (DUHAM) (10) 18 Maret Teologi Cruxis di Asia rangkuman dan garis 1. A.A. Yewangoe, Teologia Cruxis di Asia. (bahan dan susunan materi
(11) 25 Maret (12) 8 April 2013 (13) 15 April Diskusi Bersama Mengenai Perkembangan Teologi Sosial di Indonesia Teologi sosial dalam alam Pancasila Kemiskinan di Indonesia dan sikap gereja besar dari permasalahan teologis di Asia dan berefleksi mengenai panggilan kekristenan untuk bersuara di Asia. Presentasi Kelompok 5 pemikiran mengenai Pancasila dari dua tokoh Indonesia: TB Simatupang dan Eka Darmaputera. Presentasi Kelompok 6 pokok masalah kemiskinan di Indonesia dan refleksi teologis atasnya. dikonsultasikan dengan dosen pengampu). 2. Douglas C. Elwood. Teologi Kristen Asia. 3. R.S. Sugirtharajah. Wajah Yesus di Asia. Ceramah dan diskusi. Presentasi dosen pembimbing. 1. T.B. Simatupang, Partisipasi Gereja dalam Pembangunan yang Mengamalkan Pancasila, in T.B. Simatupang, Abdurrahman Wahid, et al., Peranan Agama-agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa dalam Negara Pancasila yang Membangun (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1996), 1-37. 2. Eka Darmaputera, Pancasila and the Search for Identity and Modernity in Indonesian Society: A Cultural and Ethical Analysis, Ph.D. Dissertation (Boston: Boston College, 1982), 432-447. 3. Eka Darmaputera, Pancasila, Identitas dan Modernitas (Jakarta: BPK GM, 1997). 4. Victor Matondang (ed.), Percakapan dengan Dr. T.B. Simatupang (Jakarta: BPK GM, 1986). 5. T.B. Simatupang, Iman Kristen dan Pancasila (Jakarta: BPK GM, 1985) 6. T.B. Simatupang, Dari revolusi ke pembangunan (Jakarta: BPK GM, 1987). 1. Yosef P. Widyatmadja. Yesus dan Wong Cilik (Jakarta: BPK GM, 2010). 2. Bahan dikonsultasikan kemudian. (14) 22 April Korupsi di Indonesia Presentasi Kelompok 7 pokok masalah korupsi di Indonesia dan refleksi teologis atasnya 1. Pernyataan resmi PGI menolak korupsi (pdf). 2. Makalah open house pascasarjana STT Jakarta mengenai korupsi. (15) 29 April Pelupanya Bangsaku Presentasi Kelompok 8 pokok masalah sosial di Indonesia mengenai begitu cepatnya bangsa Indonesia melupakan 1. Mary Zurbuchen, Beginning to Remember (Singapore: Singapore University Press, 2005). 2. Binsar Pakpahan, God Remembers (Amsterdam: VU University Press,
masalah yang satu dengan masalah yang lain. ) Presentasi Kelompok 9 Pembagian Kelompok Kelompok satu gereja bourgeois setelah PD 2: yoel, sahat, I gde Kelompok dua ras dan struktur sosial : gloria, ivonne, yoana Kelompok tiga kairos document dan barmen declaration: hars, martin, julia Kelompok empat hak asasi manusia: chris, dina, tyson Kelompok lima teologi cruxis di asia: pris, shandy, gwen Kelompok enam teologi dan pancasila: frama, yanti, shaibye Kelompok tujuh kemiskinan: panataran, manda, rudolfo Kelompok delapan korupsi: anna, louis, eirene Kelompok sembilan pelupanya bangsaku: abe, danang E. Unsur penilaian 1. Partisipasi (10%) Mahasiswa diminta untuk aktif dalam diskusi di kelas. Hal ini menunjukkan konsentrasi dan kesiapan mahasiswa dalam mengikuti kelas. 2. Paper Pendek Awal (10%) Setiap mahasiswa diminta untuk membuat sebuah paper dengan panjang maksimal 500 kata yang berisi rangkuman dan refleksi kritis atas tulisan Abraham van de Beek. yang berjudul Religion without ulterior motive. 3. Refleksi Film (10%) Mahasiswa diminta untuk membuat refleksi dengan panjang maksimal 500 kata berdasarkan film De stand van sterren yang diputar di minggu ke-3 perkuliahan. Refleksi ini dikumpul pada perkuliahan minggu depannya. 4. Presentasi Kelompok (30%) Presentasi kelompok menyangkut tema-tema yang dibahas di pertemuan-pertemuan. Presentasi harus menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk: 1. Merangkum pandangan penulis atau pelaku karya sosial yang dibahas; 2. Mengajukan analisis dan kritik terhadap tulisan atau karya sosial tersebut; 3. Mengajukan refleksi teologis. Panjang paper tidak lebih dari 2500 kata (1,5 spasi, Times New Roman, 12pt, A4), dengan komposisi yang seimbang dari tiap-tiap bagian. Paper harus diserahkan kepada dosen pengampu selambat-lambatnya Minggu, pkl. 18 sebelum hari presentasi. 5. Paper Akhir Semester (40%) Semester ini akan ditutup dengan paper akhir sepanjang maksimal 3000 kata berisi sebuah refleksi atas sebuah isu sosial di Indonesia yang dipilih oleh mahasiswa. Mahasiswa harus mampu menunjukkan ketajaman berpikir, keakuratan tulisan secara gramatis, kedalaman gagasan teologis-sosialnya, serta kenyamanan untuk dibaca. Tulisan yang baik akan dimuat di website STT Jakarta. Paper dikumpulkan pada jadwal ujian akhir mata kuliah ini, 13 Mei 2013, pukul 12.00 di Biro Akademik, atau melalui email. Keterlambatan 1-3 hari akan menerima penalti pengurangan nilai kecil, keterlambatan lebih dari 3 hari akan menerima penalti pengurangan nilai besar (A menjadi B). F. Catatan Tambahan 1. Gunakanlah panduan penulisan ilmiah dalam Panduan Penulisan Karya Tulis Akademis untuk Makalah, Skripsi, Tesis, dan Disertasi (Jakarta: UPI STT Jakarta, ) yang dijual di Kantor Pascasarjana atau Toko Buku dalam Kantor UPI STT Jakarta. Tulislah esai anda dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik, di kertas A4, dengan aturan penulisan yang baik. Esai yang memiliki banyak kesalahan penulisan akan mengurangi penilaian.
2. Apabila ada pelajaran yang kurang dimengerti, mahasiswa dianjurkan untuk bertanya kepada dosen di luar kelas. Anda dapat membuat janji terlebih dahulu melalui email atau ke ruangan saya di A 204. Saya akan berusaha menjawab setiap email yang masuk secepat mungkin. 3. Kehadiran: Setiap mahasiswa diminta hadir tepat waktu. Dosen pengampu juga memiliki kewajiban untuk melakukan hal yang sama. Apabila saudara memasuki kelas lebih dari 15 menit setelah kelas dimulai, maka kehadiran anda tidak akan dihitung. Ketidakhadiran mahasiswa lebih dari 4 kali (kurang dari 75% kehadiran) akan menggagalkan mahasiswa tersebut dari kuliah ini. 4. Mahasiswa dilarang untuk menggunakan telepon genggam serta semua peranti lunak di telepon genggam tersebut dalam kelas. Mahasiswa dapat menggunakan laptop/netbook untuk mencatat pelajaran, namun dilarang keras menggunakan fasilitas internet selagi pengajaran berlangsung. 5. Jangan mencoba untuk melakukan plagiarism. Mahasiswa yang meniru tulisan orang lain dan gagal mencantumkan sumber yang benar akan mendapatkan nilai gagal di ujiannya. 6. Cara Pengumpulan Tugas. Apabila anda mengumpulkan tugas anda melalui surat elektronik, format pengumpulan tugasnya adalah dengan memberi nama file anda dengan format berikut: nama, jenis tugas, dan judul paper (misalnya: Danang laporan bacaan Martin Luther King Jr atau Ivonne UAS Teologi dan Kemiskinan).