PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN REMEDIAL YANG MENYENANGKAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENERAPAN TEKNIK KUPANG LIGITARANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS 4 B SDN SIDOMEKAR 08 KECAMATAN SEMBORO KABUPATEN JEMBER

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Oleh: ENUNG KARNENGSIH NIP

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. mengidentifikasi masalah pembelajaran matematika yang terdapat di kelas

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Berikut ini merupakan penjelasan tiap siklusnya.

BAB IV. Nilai Rata-rata < Belum Tuntas 52, Tuntas Jumlah

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 1 Binangga Kecamatan Marawola Palu

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. siswa melalui pembelajaran dengan metode bermain model Scramble.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. pemahaman siswa sebelum maupun sesudah diterapkannya strategi Everyone

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dimulai pada tanggal 7 Januari 2013 dan diawali dengan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. guru mata pelajaran IPS kelas III di MI Nurul Huda I Kepatihan Gresik. Selain proses

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Siklus 1

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN JARIMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERKALIAN PADA SISWA KELAS III SD

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Deskripsi Lokasi Penelitian. 1. Letak Sekolah Dasar Negeri 01 Kaliwiro

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. siswa sangat rendah. Hasil penelitian Suryanto dan Somerset terhadap 16

P N E D N A D H A U H L U U L A U N

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan tindakan kelas yang menyajikan materi pemahaman konsep

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Lia Agustin. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA

PENINGKATAN PRESTASI HASIL BELAJAR IPA MATERI ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW KELAS V SDN 002 TANAH GROGOT

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini akan diuraikan dalam tahapan tahapan pada setiap

BAB III METODE PENELITIAN. yang difokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal dengan Classroom

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. belajar materi cerpen yakni dalam mengidentifikasi unsur-unsur cerpen

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 04 Lakea

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Guru menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), gambar

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasbiati SDN 002 Tanah Grogot

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Bab ini menyajikan hasil penelitian berkenaan dengan pembelajran yang

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 4 ISSN X. Maspupah SDN Inpres 1 Birobuli, Sulawesi Tengah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian yang dilakukan dengan menerapkan pendekatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Siswa dikelas ini

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. a. Hasil observasi dan Kondisi Real Pembelajaran Matematika di SD Negeri 2 Metro Pusat.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. awal tahun Menurut Kurt Lewin PTK atau Classroom Action Research

Aminudin 1. SDN Sukorejo 01, Kota Blitar 1

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sebenarnya di lapangan sebagai data awal siswa sebelum peneliti

nilai tertinggi nilai terendah (log n) (log 32)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 10 Karamat Melalui Media Gambar Pada Pembelajaran IPA Materi Tentang Alat-Alat Indera

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dilakukan pada kelas XII jurusan TFL (Teknik Fabrikasi Logam) yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sumber Energi Panas Mata Pelajaran IPA Kelas II-B MI Darun Najah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Peningkatan Pemahaman Materi Sistem Peredaran Darah Manusia

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dengan menerapkan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME)

Meningkatkan Pemahaman Konsep Perubahan Wujud Benda Pada Siswa Kelas IV SDN 3 Siwalempu Melalui Pendekatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Oktober 2016 dan Selasa, 18 Oktober Tahap pra siklus ini bertujuan untuk

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKn SISWA DI SEKOLAH DASAR. Oleh. Arif Firmansyah*

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Administrasi Perkantoran SMK Kristen Salatiga, peneliti berhasil

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Siklus I terdiri dari 2 pertemuan masing-masing pertemuan. tahap perencanaan antara lain:

Transkripsi:

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN REMEDIAL YANG MENYENANGKAN Pangku Iman Jawahir Guru SDN 07 Bermani Ilir Bengkulu Guru SDN 02 Kepahiang Bengkulu Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar siswa melalui pembelajaran remedial yang menyenangkan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada 11 siswa kelas VI SDN 07 Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan pembelajaran remedial menyenangkan yang dapat meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa adalah: Siswa diajak bernyanyi atau melakukan yel-yel di awal pembelajaran, dilanjutkan dengan melakukan relaksasi kurang lebih 5 menit, dan membuat kesepakatan bersama tentang aturan yang berlaku selama pembelajaran, termasuk konsekuensi jika ada siswa yang melanggar. Kata kunci: motivasi belajar, hasil belajar, pembelajaran remedial yang menyenangkan. Upaya peningkatan kualitas pendidikan terus dilakukan oleh berbagai pihak. Sebagai pelaksana pendidikan di lapangan, guru terus berupaya meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa karena keberhasilan siswa di sekolah akan memberikan kebahagiaan tersendiri bagi guru yang bersangkutan. Keberhasilan belajar siswa di sekolah menjadi salah satu tujuan guru melaksanakan pembelajaran. Segala upaya dilakukan guru agar pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan sehingga dapat memotivasi belajar siswa yang pada akhirnya diharapkan akan meningkatkan hasil belajarnya. Meningkatkan hasil belajar siswa tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan. Sebagian siswa dapat belajar dengan baik dan mencapai hasil belajar yang optimal, tetapi juga ada sebagian siswa yang mengalami kendala dalam belajarnya. Akibatnya siswa tidak dapat mencapai ketuntasan minimal yang ditetapkan. Hal ini juga terjadi pada siswa di kelas VI Sekolah Dasar Negeri 07 Bermani Ilir, Bengkulu. Dari 30 orang siswa, 30% siswa belum menguasai materi operasi hitung bilangan bulat. Materi operasi hitung bilangan bulat ini merupakan materi dasar yang harus dikuasai siswa ketika mengikuti pembelajaran matematika di kelas VI. Materi operasi hitung bilangan bulat terdiri dari materi operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan bulat. Dari seluruh materi tersebut, siswa mengalami kesulitan dalam materi operasi pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan bulat. Hal ini ditunjukkan pada hasil ulangan di awal masuk kelas VI. Hasil ulangan menunjukkan bahwa 58% (11 dari 30 siswa) belum menguasai materi operasi pengurangan bilangan bulat, 43% (13 dari 30 siswa) belum menguasai materi operasi perkalian bilangan bulat, dan 43% (13 dari 30 siswa) belum menguasai materi operasi pembagian bilangan bulat. Hasil ulangan tersebut mengindikasikan bahwa hasil belajar matematika masih kurang khususnya materi operasi bilangan bulat. Hasil observasi sebelumnya menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa di 49

50, J-TEQIP, Tahun II, Nomor 1, November 2011 kelas VI SDN 07 Bermani Ilir belum optimal. Beberapa siswa aktif mengikuti pembelajaran sedangkan siswa lainnya tidak memperhatikan atau tidak berminat belajar. Saat proses pembelajaran berlangsung, sebagian siswa asyik berbisik-bisik dengan temannya, sebagian lagi sibuk menggoreskan penanya di atas buku, seolah-olah siswa tersebut sibuk membuat catatan, dan ada beberapa orang lagi usil mengganggu temannya. Selama pembelajaran tersebut guru sudah berusaha untuk mengingatkan dan menegur siswa agar tidak mengganggu ketertiban kelas. Namun upaya tersebut hanya bertahan sesaat dan siswa kembali tidak memperhatikan pembelajaran. Upaya lain yang dilakukan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa adalah melakukan pembelajaran remedial. Pembelajaran remedial dilakukan di luar jam belajar reguler dan perlu dilaksanakan dengan cara berbeda dengan pembelajaran biasa. Pembelajaran remedial adalah kegiatan pembelajaran yang ditujukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran (Yuliati & Djojosoediro, 2009:267). Pembelajaran remedial diberikan secara khusus terhadap siswa yang mengalami hambatan dalam kegiatan belajarnya. Oleh karena itu, pembelajaran remedial ini merupakan layanan pendidikan yang diberikan kepada siswa untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan. Pembelajaran remedial diberikan guru di luar jam belajar reguler sekolah. Pembelajaran remedial merupakan pengulangan pembelajaran yang materinya sudah pernah disampaikan dalam pembelajaran sebelumnya. Karena sifatnya mengulang pembelajaran, maka dalam pelaksanaannya guru hendaknya memperbaiki/ mengubah cara mengajarnya, dan siswa dibantu untuk mengubah cara belajarnya. Hal yang perlu diperhatikan guru dalam pembelajaran remedial adalah motivasi belajar siswa. Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar. Motivasi tidak saja berpengaruh terhadap hasil belajar, tetapi juga terhadap proses belajar. Ada atau tidaknya motivasi belajar pada diri siswa akan menentukan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Siswa dapat belajar secara aktif atau bersikap pasif bahkan tidak peduli. Keterkaitan motivasi belajar dengan hasil belajar dikemukakan Suciati dkk (2007:33) yang menyatakan bahwa semakin kuat motivasi belajar, semakin baik hasil belajar siswa. Dalam konteks ini, guru sebagai pendidik berperan sebagai motivator dan pengarah perlu memahami motivasi siswa dan berusaha mengelolanya dengan baik untuk membantu siswa berhasil mencapai tujuan pembelajaran di kelas dan pendidikan pada umumnya. Berdasarkan pengalaman peneliti selama 16 tahun sebagai guru, hal yang sangat menentukan tingkat motivasi siswa adalah pembelajaran yang menyenangkan, yaitu pembelajaran yang dapat dinikmati dan mengasyikkan siswa. Pembelajaran yang menyenangkan merupakan upaya penciptaan lingkungan belajar yang kondusif/bermakna yang mampu memberikan siswa keterampilan, pengetahuan dan sikap untuk hidup (Depdiknas, 2006). Berdasarkan permasalahan pembelajaran di kelas VI Sekolah Dasar Negeri 07 Bermani Ilir, Bengkulu, peneliti melakukan upaya peningkatan hasil belajar dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran remedial yang menyenangkan untuk membantu belajar siswa. Pembelajaran dilakukan dengan menciptakan situasi pembelajaran menyenangkan dengan

Pangku Iman dan Jawahir, Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika, 51 memberikan lagu dan yel-yel yang dapat memotivasi belajar siswa, menciptakan rasa aman di dalam kelas dengan membuat peraturan kelas yang buat dan disepakati bersama, dan mengadakan relaksasi sebelum pembelajaran dimulai. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika. METODE Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan oleh guru kelas bersama tim peneliti. Penelitian menggunakan model PTK dari Kemmis & McTaggar (Kusnandar, 2008: 70). Penelitian dilaksanakan pada 11 siswa kelas VI SD 07 Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang Propinsi Bengkulu yang mengikuti pembelajaran remedial. Penelitian dilaksanakan dalam kurun waktu 4 bulan, mulai bulan Juli 2009 sampai bulan Oktober 2009. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan di luar jam belajar reguler. Penelitian dilakukan dalam 3 siklus dan setiap siklus dilaksanakan 3 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit. Setiap siklus dilaksanakan dengan menggunakan langkah-langkah : 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Alur pelaksanaan langkahlangkah penelitian dapat dilihat pada Gambar1. Gambar 1: Diagram Alur Pelaksanaan Penelitian M 1 M 2 M 3 P 1 P 2 O 1 O 2 P 3 O 3 Keterangan: P = Perencanaan M = Pelaksanaan O = Observasi R = Refleksi R 1 R 2 Siklus 1 Siklus 2 R 3 Siklus 3 Instrumen penelitian yang digunakan meliputi instrumen pelaksanaan pembelajaran dan instrumen pengukuran penelitian. Instrumen pelaksanaan pembelajaran mencakup RPP dan perangkatnya berupa materi ajar dan media pembelajaran, Instrumen pengukuran penelitian berupa tes, lembar motivasi belajar siswa, dan catatan lapangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Siklus 1 Pada siklus 1, pembelajaran remedial dilaksanakan setelah jam belajar reguler berakhir, yaitu pukul 12.15 s.d 13.00 WIB. Pelaksanaan pembelajaran remedial di siang hari menyebabkan siswa kurang bersemangat. Pada pertemuan pertama dan kedua, keceriaan siswa hanya terlihat saat guru mengajak bernyanyi atau bertepuk, dan itu tidak bertahan lama. Saat guru memancing siswa untuk memberikan tanggapan terhadap penjelasan guru, hanya 1 orang siswa yang memberikan tanggapan. Perhatian siswa selama proses pembelajaran sudah ada namun masih rendah. Beberapa orang siswa masih suka membuat keributan di kelas dengan cara mengganggu teman, keluar masuk kelas, atau membuat kegaduhan lainnya. Kesa-

52, J-TEQIP, Tahun II, Nomor 1, November 2011 daran siswa untuk mengerjakan PR masih sangat rendah. Pada pertemuan kedua hanya 46% siswa (6 dari 13 siswa) yang mengerjakan PR di rumah. Rasa percaya diri siswa baru tumbuh pada pertemuan ketiga. Siswa sudah mau menjawab pertanyaan guru, namun belum ada siswa yang mengajukan pertanyaan. Di akhir siklus 1 dilakukan tes tertulis untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa. Hasil tes menunjukkan bahwa penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran sudah cukup baik, yaitu ratarata 8,18. Refleksi dilakukan di akhir setiap pertemuan. Refleksi ini dilakukan untuk perbaikan pembelajaran pada pertemuan dan siklus berikutnya. Refleksi difokuskan pada aktivitas belajar siswa, motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa. Hasil refleksi menunjukkan bahwa siswa belum beraktifitas dengan baik. Siswa kurang bersemangat belajar bahkan kurang memperhatikan, diduga karena waktu pelaksanaan pembelajaran remedial kurang tepat. Pembelajaran yang diberikan masih belum cukup membangkitkan motivasi belajar siswa walaupun menurut guru pembelajaran tersebut dirasakan cukup menyenangkan. Berdasarkan temuan siklus 1, terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki pada pelaksanaan pembelajaran remedial. Perbaikan yang akan diupayakan pada pembelajaran di siklus 2 adalah waktu pelaksanaan pembelajaran diubah menjadi pukul 12.30 s.d 13.15 WIB. Perubahan waktu ini dilakukan karena pada saat pembelajaran di siklus 1, sebagian besar siswa tidak sempat makan siang sehingga siswa menjadi tidak bersemangat. Untuk memotivasi belajar siswa, sebelum pembelajaran dimulai, guru mengajak siswa melakukan relaksasi untuk mengendorkan otot dan otak yang tegang sehingga siswa menjadi relaks dan siap untuk belajar. Selain itu, untuk mengatasi siswa yang membuat kegaduhan di kelas, guru membuat kesepakatan bersama tentang peraturan di ruang kelas dan konsekuensi bagi siswa yang melanggar. Siklus 2 Pembelajaran remedial siklus 2 dimulai pukul 12.30. Kegiatan relaksasi yang dilakukan di awal pembelajaran sangat membantu siswa untuk memusatkan perhatian dan lebih serius dalam proses pembelajaran. Kegiatan relaksasi yang dimaksud adalah menarik napas dalamdalam kemudian dihembuskani sambil mengucapkan Astaghfirullahhal azim di dalam hati. Kegiatan relaksasi ini dilakukan sambil duduk di kursi selama 5 menit. Perhatian dan motivasi belajar siswa selama proses pembelajaran meningkat dibandingkan pada siklus I. Rasa percaya diri siswa semakin besar. Siswa sudah mau dan berani bertanya walau pertanyaan yang diajukan siswa bersifat sederhana dan konfirmasi terhadap pemahamannya terhadap konsep yang dibahas. Siswa sudah berani memperlihatkan hasil pekerjaannya kepada guru dan menanyakan apakah pekerjaannya sudah betul atau belum. Pada saat guru berpura-pura salah menghitung, siswa sudah berani untuk mengemukakan pendapat dan menunjukkan jawaban yang benar. Selain itu, siswa cukup bersemangat mengerjakan tugas yang diberikan guru walaupun jawaban yang diberikan siswa belum benar semua. Hasil tes di akhir siklus 2 menunjukkan bahwa penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran sudah cukup baik, bahkan meningkat dari siklus I. Rata-rata kelas yang dicapai 8,27. Perolehan hasil tes ini langsung disampaikan kepada siswa Hal ini semakin membuat siswa bersemangat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran remedial selanjutnya.

Pangku Iman dan Jawahir, Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika, 53 Refleksi siklus ke-2 dilakukan setelah tes. Refleksi dilakukan dengan guru lain yang ikut mengamati pembelajaran pembelajaran remedial yang sudah dilakukan. Hasil refleksi menunjukkan bahwa pembelajaran remedial pada siklus 2 dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Siklus 3 Pembelajaran remedial siklus 3 dilakukan dengan melanjutkan materi sebelumnya. Materi yang diberikan pada siklus 3 adalah operasi pembagian bilangan bulat. Materi ini memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi dibanding materi sebelumnya. Hasil penilaian siklus 3 menunjukkan bahwa penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran menurun dibandingkan dengan nilai siklus 2, namun masih termasuk katagori baik dengan rata-rata kelas 8,00 dan 100% siswa telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Berdasarkan hasil analisis terhadap pelaksanaan pembelajaran siklus 3, penurunan hasil belajar siswa disebabkan oleh: a. siswa belum semuanya hafal perkalian sampai satu angka, sehingga masih perlu melihat daftar perkalian saat menyelesaikan soal, hal itu membuat pekerjaan menjadi lambat; dan b. materi pelajaran yang diberikan lebih sulit dibandingkan dengan materi pada siklus 2. Hasil belajar siklus 3 yang tidak seoptimal hasil belajar siklus 2 tidak membuat motivasi belajar menurun. Hal ini teramati dari kehadiran dan pertanyaan yang diajukan siswa pada guru. Siswa lebih bersemangat untuk memecahkan permasalahan yang diberikan guru karena siswa lebih percaya diri dengan penguasaan materi sebelumnya yaitu materi perkalian. Dari hasil observasi ditemukan bahwa emosional dan perhatian siswa selama proses pembelajaran masih tetap baik. Rasa percaya diri siswa sudah semakin kuat. Bahkan pada tindakan ke-2 ada 1 siswa yang minta untuk tetap berada di dalam kelas walaupun ia sudah bisa mengerjakan soal tantangan dengan benar, karena siswa tersebut tertarik untuk mengerjakan soal tantangan berikutnya. Secara keseluruhan, hasil evaluasi dan pengamatan terhadap motivasi belajar siswa dapat ditunjukkan dalam Tabel 1 dan Tabel 2. Tabel 1 Hasil Evaluasi Setiap Siklus Siklus Materi Rata-Rata Kelas Ketuntasan I Operasi pengurangan bilangan bulat 8,18 100% II Operasi perkalian bilangan bulat 8,27 100% III Operasi pembagian bilangan bulat 8,00 100% Tabel 2 Hasil Observasi Setiap Siklus Aspek Yang Diobservasi Kategori Siklus I Siklus II Siklus III Perhatian Emosional Perhatian Emosional Perhatian Emosional Kurang 1 orang 1 orang - 1 orang - - Cukup 6 orang 7 orang 3 orang 7 orang 4 orang 1 orang Baik 4 orang 2 orang 7 orang 2 orang 7 orang 6 orang Sangat Baik - 1 orang 1 orang 1 orang - 4 orang

54, J-TEQIP, Tahun II, Nomor 1, November 2011 Secara keseluruhan untuk 3 siklus, penelitian menunjukkan beberapa fakta yang tampak pada siswa, yaitu: 1. Siswa mengikuti proses pembelajaran dengan gembira. Kegembiraan dan kecerian siswa disebabkan oleh lagu, tepukan atau yel-yel yang dapat membangkitkan semangat. 2. Siswa mengikuti proses pembelajaran dengan santai tetapi serius. Hal ini disebabkan relaksasi yang dilakukan di awal pembelajaran membuat siswa lebih rileks dalam belajar walaupun pembelajaran remedial dilakukan setelah pembelajaran reguler berakhir. 3. Siswa mempunyai rasa percaya diri. Harapan dan keyakinan siswa akan berhasil dalam belajar dibangun oleh keyakinan yang diberikan guru. Keyakinan itu semakin kuat dengan materi pelajaran yang mudah dipahami siswa, dan akhirnya menumbuhkan rasa percaya diri 4. Siswa mau mengajukan pertanyaan kalau mendapat kesulitan dalam belajar. Keberanian siswa dalam bertanya dapat tumbuh karena guru menanggapi setiap pertanyaan siswa, walau pertanyaan itu kurang tepat. Guru memberikan bimbingan cara bertanya yang benar dan menjelaskan hal-hal yang perlu ditanyakan. 5. Siswa mau memperhatikan dan menanggapi penjelasan guru. Selain DAFTAR RUJUKAN Depdiknas. 2006. Pembelajaran PAKEM di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Pembinaan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Kunandar. 2008. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada menyampaikan tujuan pembelajaran, guru juga menyampaikan manfaat dari materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan kehidupan siswa. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah pelaksanaan apersepsi dan alat peraga yang diterapkan guru serta tindakan guru yang berpura-pura salah menghitung. Siswa sangat tertarik untuk menanggapi hal itu, apalagi guru selalu memberikan pujian terhadap siswa yang dapat menemukan kesalahan guru serta membenarkannya. 6. Siswa mau mengerjakan tugas di rumah (PR) walaupun jumlahnya masih terbatas. Selain memberikan penilaian dan pujian tertulis, guru juga memberitahukan manfaat dari pekerjaan rumah. SIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan pembelajaran remedial menyenangkan yang dapat meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar siswa kelas VI SD 07 Bermani Ilir adalah: 1. Siswa diajak bernyanyi atau melakukan yel-yel di awal pembelajaran. 2. Dilanjutkan dengan melakukan relaksasi kurang lebih 5 menit. 3. Membuat kesepakatan bersama tentang aturan yang berlaku selama pembelajaran, termasuk konsekuensi jika ada siswa yang melanggar. Suciati, dkk. 2007. Belajar & Pembelajaran 2. Jakarta: Universitas Terbuka. Yuliati, L. & Djojosoediro. 2009. Bahan Ajar: Pengembangan Pembelajaran IPA SD. Jakarta: Dikti.