PROFIL DINAS KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 DINAS KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
KATA PENGANTAR Alhamdulillahirrabbil alamiin. Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena perkenan-nya maka Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 dapat diselesaikan. Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk menyampaikan kepada publik terkait pemantauan dan evaluasi terhadap pencapaian hasil pembangunan kesehatan, termasuk kinerja dari penyelenggaraan standar pelayanan minimal di bidang kesehatan, sesuai amanat Undangundang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 ini diupayakan dapat menyajikan data terpilah menurut jenis kelamin namun karena keterbatasan teknis belum semua data dapat disajikan terpilah. Data yang disajikan dalam Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 bersumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-ntb dan instansi lain yaitu Badan Pusat Statistik provinsi dan kabupaten/kota dan BKKBN kabupaten/kota. Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 ini masih banyak kekurangan dan belum sempurna. Untuk itu masukan, saran dan koreksi dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk penyempurnaan penyusunan profil di tahun mendatang. Ucapan terimakasih disampaikan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012. Mataram, Juli 2013 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Pembina Utama Muda, IV/c NIP. 19570618 198710 1 001 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 i
DAFTAR ISI halaman KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii DAFTAR TABEL iii DAFTAR GAMBAR iv DAFTAR LAMPIRAN v BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang 1 B. Sistematika penyajian 1 BAB II GAMBARAN UMUM 3 A. Keadaan Geografis 3 B. Kependudukan 4 C. Ekonomi 7 D. Pendiidkan 7 E. Kesejahteraan Sosial 9 BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN 11 A. Angka Harapan Hidup (AHH) 11 B. Angka Kematian 12 C. Angka Kesakitan (Morbiditas) 16 D. Status Gizi Masyarakat 33 BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN 36 A. Pelayanan Kesehatan Dasar 36 B. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan 56 C. Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 58 D. Pembinaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar 59 E. Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit 64 F. Pelayanan Kefarmasian 66 BAB V Situasi Sumber Daya kesehatan 67 A. Sarana Kesehatan 67 B. Tenaga Kesehatan 72 C. Pembiayaan Kesehatan 74 BAB VI KESIMPULAN 76 DAFTAR PUSTAKA Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 ii
Lampiran Standar Pelayanan Minimal (SPM) Lampiran Tabel 1 79 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 iii
DAFTAR TABEL Nomor Nama Tabel Halaman Tabel II.1 Banyaknya Kecamatan dan Desa/Kelurahan menurut Kabuppaten/Kota Tahun 2012 4 Tabel II.2 Penduduk Provinsi NTB menurut Jenis Kelamin dan Kepadatan Penduduk per Kabupaten/Kota Tahun 2012 5 Tabel II.3 Struktur Ekonomi Provinsi NTB Tahun 2012 7 Tabel III.1 Prevalensi Status Gizi Balita di Provinsi NTB Tahun 2012 34 Tabel IV.1 Penemuan Kasus Gizi Buruk pada Balita di Provinsi NTB Tahun 2008-2012 51 Tabel V.1 Rumah Sakit di Provinsi NTB Tahun 2012 68 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 iv
DAFTAR GAMBAR Nomor Nama Gambar Halaman Gambar II.1 Peta Provinsi Nusa Tenggara Barat 3 Gambar II.2 Piramida Penduduk NTB Tahun 2012 6 Gambar II.3 Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun keatas yang melek Huruf di Provinsi NTB dan Nasional Tahun 1996-2011 8 Gambar II.4 Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun keatas menurut Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan di Provinsi NTB Tahun 9 2007-2011 Gambar II.5 Persentase Penduduk Miskin di Provinsi NTB dan Indonesia Tahun 2007-2012 10 Gambar III.1 Angka Harapan Hidup (AHH) di Provinsi NTB dan Nasional Tahun 1996-2011 12 Gambar III.2 Jumlah Kematian Ibu di Provinsi NTB Tahun 2005-2012 13 Gambar III.3 AKB di Provinsi NTB dan Indonesia Tahun 2003-2012 15 Gambar III.4 Kasus Kematian Bayi di Provinsi NTB Tahun 2008-2012 16 Gambar III.5 Penyakit Terbanyak di Puskesmas di Provinsi NTB Tahun 2012 17 Gambar III.6 Tren Penemuan Kasus (CDR) TB Paru di Provinsi NTB Tahun 2005-2012 18 Gambar III.7 Tren Keberhasilan Pengobatan (Succes Rate) TB Paru di Provinsi NTB Tahun 2010-2012 19 Gambar III.8 Perkiraan Kasus dan Tren Penemuan dan Penanganan Pneumonia di Provinsi NTB Tahun 2008-2012 20 Gambar III.9 Penemuan Kasus Baru HIV-AIDS dan Kematian AIDS di Provinsi NTB Tahun 2010-2012 21 Gambar III.10 Trend Kasus Baru IMS di Provinsi NTB Tahun 2009-2012 22 Gambar III.11 Penemuan Kasus Baru Kusta di Provinsi NTB Tahun 2010-2012 23 Gambar III.12 Prevalensi Rate Kusta di Provinsi NTB Tahun 2000-2012 24 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 v
Gambar III.13 Cakupan Penderita Kusta Selesai Berobat (RFT) di Provinsi NTB Tahun 2009-2012 25 Gambar III.14 Cakupan Penderita Diare ditangani di Provinsi NTB Tahun 2010-2012 26 Gambar III.15 Trend Kasus dan Kematian Tetanus Neonatorum di Provinsi NTB Tahun 2007-2012 27 Gambar III.16 Trend Kasus Campak di Provinsi NTB Tahun 2006-2012 28 Gambar III.17 Trend Kasus Polio di Provinsi NTB Tahun 2006-2012 29 Gambar III.18 Trend Kasus dan AFP Non Polio Rate di Provinsi NTB Tahun 2005-2012 30 Gambar III.19 Penemuan Kasus Hepatitis B di Provinsi NTB Tahun 2006-2012 31 Gambar III.20 Kasus DBD dan Insidence DBD di Provinsi NTB Tahun 2006-2012 32 Gambar III.21 Angka Kesakitan Malaria di Provinsi NTB Tahun 2006-2012 33 Gambar III.22 Status Gizi Balita berdasarkan BB/U di Provinsi NTB Tahun 2012 34 Gambar IV.1 Cakupan Pelayanan K1 dan K4 di Provinsi NTB Tahun 2006-2012 37 Gambar IV.2 Cakupan Imunisasi TT 1 dan TT 2 Ibu Hamil di Provinsi NTB Tahun 2012 38 Gambar IV.3 Cakupan Pemberian Tablet Fe-1 dan Fe-3 untuk Ibu Hamil di Provinsi NTB Tahun 2012 39 Gambar IV.4 Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Provinsi NTB Tahun 2006-2012 40 Gambar IV.5 Capaian Pelayanan Ibu Nifas dan Ibu Nifas mendapatkan Vitamin A di Provinsi NTB Ttahun 2012 41 Gambar IV.6 Cakupan Kunjungan Bayi di Provinsi NTBTahun 2006-2012 43 Gambar IV.7 Cakupan UCI Desa/Kelurahan di Provinsi NTB Tahun 2012 44 Gambar IV.8 Cakupan Imunisasi pada Bayi di Provinsi NTB Tahun 2012 45 Gambar IV.9 Cakupan ASI Ekslusif pada Bayi di Provinsi NTB Tahun 2012 46 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 vi
Gambar IV.10 Cakupan Bayi (6-11 bulan) mendapat Vitamin A 100.000 UI di Provinsi NTB Tahun 2012 47 Gambar IV.11 Cakupan Anak Balita (12-59) Mendapat Pelayanan Kesehatan di Provinsi NTB Tahun 2012 48 Gambar IV.12 Cakupan Penimbangan Balita di Provinsi NTB Tahun 2012 49 Gambar IV.13 Cakupan Vitamin A pada Balita di Provinsi NTB Tahun 2012 49 Gambar IV.14 Cakupan Pemakaian Kontrasepsi oleh Peserta KB Baru di Provinsi NTB Tahun 2012 50 Gambar IV.15 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD/Setingkat di provinsi NTB Tahun 2012 52 Gambar IV.16 Cakupan SD/MI untuk Kegiatan Sakit Gigi Masal di provinsi NTB Tahun 2012 53 Gambar IV.17 Cakupan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di provinsi NTB Tahun 2007-2012 54 Gambar IV.18 Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut di Provinsi NTB Tahun 2007-2012 55 Gambar IV.19 Kejadian Luar Biasa di Provinsi NTB Tahun 2011-2012 56 Gambar IV.20 Cakupan Rumah Tangga Ber-perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Provinsi NTB Tahun 2012 59 Gambar IV.21 Cakupan Rumah Sehat di Provinsi NTB Tahun 2012 60 Gambar IV.22 Cakupan jamban Keluarga di Provinsi NTB Tahun 2012 61 Gambar IV.23 Cakupan Rumah/Bangunan Bebas Jentik Nyamuk Aedes di Provinsi NTB Tahun 2012 62 Gambar IV.24 Sarana Air Bersih di Provinsi NTB Tahun 2012 63 Gambar IV.25 Sumber Air Minum yang Digunakan Keluarga di Provinsi NTB Tahun 2012 64 Gambar IV.26 15 Jenis Obat dengan Tingkat Kecakupan Tertinggi di Provinsi NTB Tahun 2012 66 Gambar V.1 Jumlah Puskesmas Perawatan dan Non Perawatan di Provinsi NTB Tahun 2012 68 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 vii
Gambar V.2 Persentase Posyandu menurut Strata dan Posyandu Aktif di Provinsi NTB Tahun 2012 69 Gambar V.3 Jumlah Posyandu dan Desa/Kelurahan di Provinsi NTB Tahun 2005-2012 70 Gambar V.4 Jumlah Poskesdes dan Desa/Kelurahan di Kabupaten/Kota se- Provinsi NTB Tahun 2012 71 Gambar V.5 Desa/Kelurahan, Desa Siaga dan Desa Siaga Aktif di Provinsi NTB Tahun 2012 72 Gambar V.6 Jenis Tenaga Kesehatan di Provinsi NTB Tahun 2012 73 Gambar V.7 Pembiayaan Kesehatan di Provinsi NTB Tahun 2012 74 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 viii
DAFTAR LAMPIRAN Nomor Nama Tabel Halaman Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Luas Wilayah, Jumlah Desa/Kelurahan, Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Kelompok Umur, Rasio Beban Tanggungan, Rasio Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun keatas yang Melek Huruf menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Persentase Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berusia 10 tahun ke atas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Jumlah Kelahiran Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Jumlah Kematian Bayi dan Balita Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Tabel 8 Jumlah Kematian Ibu menurut Kelompok Umur dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara barat Tahun 2012 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Jumlah Kasus AFP (Non Polio) dan AFP Rate (Non Polio) menurut Kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Jumlah Kasus Baru TB Paru dan Kematian Akibat TB paru Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2012 Jumlah Kasus dan Angka Penemuan Kasus TB Paru BTA+ menurut Jenis kelamin dan Kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Jumlah Kasus dan Kesembuhan TB Paru BTA+ Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten /Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Penemuan Kasus Pneumonia Balita Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Tabel 14 Jumlah Kasus HIV-AIDS, Seksual Lainnya menurut Jenis Kelamin 98 84 85 86 87 88 90 91 92 93 94 95 96 97 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 ix
Nomor Nama Tabel Halaman Tabel 15 dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Persentase Donor Darah di Skrining terhadap HIV-AIDS menurut Jenis Kelamin di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012. Tabel 16 Kasus Diare yang Ditangani menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/ Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Tabel 17 Jumlah Kasus Baru Kusta menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2012 Tabel 18 Tabel 19 Tabel 20 Kasus Baru Kusta 0-14 Tahun dan Cacat Tingkat 2 menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Jumlah Kasus Dan Angka Prevalensi Penyakit Kusta Menurut Jenis Kelamin Dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat Menurut Jenis Kelamin Dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 104 99 100 101 102 103 Tabel 21 Tabel 22 Jumlah Kasus Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Menurut Jenis Kelamin Dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Jumlah Kasus Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Menurut Jenis Kelamin Dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 105 106 Tabel 23 Tabel 24 Jumlah Kasus DBD Menurut Jenis Kelamin Dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 107 Kesakitan Dan Kematian Akibat Malaria Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 108 Tabel 25 Penderita Filariasis Ditangani Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 109 Tabel 26 Tabel 27 Bayi Berat Badan Lahir Rendah Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 110 Status Gizi Balita Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 111 Tabel 28 Cakupan Kunjungan Ibu Hamil, Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan, dan Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas Menurut 112 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 x
Nomor Nama Tabel Halaman Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Tabel 29 Persentase Cakupan Imunisasi TT Pada Ibu Hamil Menurut Kabupaten/ Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 113 Tabel 30 Jumlah Ibu Hamil Yang Mendapatkan Tablet Fe1 Dan Fe3 Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Tabel 31 Jumlah Dan Persentase Ibu Hamil dan Neonatal Risiko Tinggi/Komplikasi Ditangani Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 114 115 Tabel 32 Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Bayi, Anak Balita, dan Ibu Nifas Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 116 Tabel 33 Tabel 34 Tabel 35 Tabel 36 Proporsi Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 117 Proporsi Peserta KB Baru Menurut Jenis Kontrasepsi dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 118 Jumlah Peserta KB Baru dan KB Aktif Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 119 Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 120 Tabel 37 Cakupan Kunjungan Bayi Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 121 Tabel 38 Cakupan Desa/Kelurahan UCI Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 122 Tabel 39 Tabel 40 Cakupan Imunisasi DPT, HB, dan Campak Pada Bayi Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Cakupan Imunisasi BCG dan Polio Pada Bayi Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 123 124 Tabel 41 Jumlah Bayi yang Diberi ASI Eksklusif Menurut Jenis Kelamin dan 125 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 xi
Nomor Nama Tabel Halaman Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Tabel 42 Pemberian Makanan Pendamping ASI Anak Usia 6-23 Bulan Keluarga Miskin Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 126 Tabel 43 Cakupan Pelayanan Anak Balita Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 127 Tabel 44 Jumlah Balita Ditimbang Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 128 Tabel 45 Tabel 46 Tabel 47 Cakupan Balita Gizi Buruk yang Mendapat Perawatan Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa Sd & Setingkat Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Cakupan Pelayanan Kesehatan Siswa Sd Dan Setingkat Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 129 130 131 Tabel 48 Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 132 Tabel 49 Persentase Sarana Kesehatan dengan Kemampuan Pelayanan Gawat Darurat (Gadar ) Level I di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 133 Tabel 50 Tabel 51 Tabel 52 Jumlah Penderita dan Kematian pada KLB Menurut Jenis KLB di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 134 Desa/Kelurahan Terkena KLB Yang Ditangani < 24 Jam Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 135 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 136 Tabel 53 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak SD dan Setingkat Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 137 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 xii
Nomor Nama Tabel Halaman Tabel 54 Jumlah Kegiatan Penyuluhan Kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 138 Tabel 55 Tabel 56 Tabel 57 Tabel 58 Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar Menurut Jenis Jaminan, Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Cakupan Pelayanan Rawat Jalan Masyarakat Miskin (dan Hampir Miskin) Menurut Strata Sarana Kesehatan, Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Cakupan Pelayanan Rawat Inap Masyarakat Miskin (dan Hampir Miskin) Menurut Strata Sarana Kesehatan, Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan, Rawat Inap dan Kunjungan Gangguan Jiwa di Sarana Pelayanan Kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 139 140 141 142 Tabel 59 Tabel 60 Angka Kematian Pasien di Rumah Sakit di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 143 Indikator Kinerja Pelayanan di Rumah Sakit di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 144 Tabel 61 Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 145 Tabel 62 Persentase Rumah Sehat Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 146 Tabel 63 Persentase Rumah/Bangunan Bebas Jentik Nyamuk Aedes Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 147 Tabel 64 Persentase Keluarga Menurut Jenis Sarana Air Bersih yang Digunakan di Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 148 Tabel 65 Persentase Keluarga Menurut Sumber Air Minum yang Digunakan di Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 149 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 xiii
Nomor Nama Tabel Halaman Tabel 66 Persentase Keluarga Dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 150 Tabel 67 Tabel 68 Tabel 69 Persentase Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Persentase Institusi Dibina Kesehatan Lingkungannya Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Persentase Institusi Dibina Kesehatan Lingkungannya Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 151 152 153 Tabel 70 Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Menurut Kepemilikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 157 Tabel 71 Sarana Pelayanan Kesehatan dengan Kemampuan Labkes dan Memiliki 4 Spesialis Dasar di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 158 Tabel 72 Tabel 73 Tabel 74 Tabel 75 Jumlah Posyandu Menurut Strata Dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 159 Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 160 Jumlah Tenaga Medis di Sarana Kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 161 Jumlah Tenaga Keperawatan di Sarana Kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 162 Tabel 76 Jumlah Tenaga Kefarmasian Dan Gizi di Sarana Kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 163 Tabel 77 Tabel 78 Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Sanitasi di Sarana Kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 165 Jumlah Tenaga Teknisi Medis Dan Fisioterapis Di Sarana Kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 166 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 xiv
Nomor Nama Tabel Halaman Tabel 79 Anggaran Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 168 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 xv
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk mencapai komitmen internasional, yang dituangkan dalam Millenium Development Goals (MDGs) dengan tujuan yang terkait langsung dengan bidang kesehatan yaitu menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV-AIDS, TB dan malaria serta penyakit lainnya dan yang tidak terkait langsung yaitu menanggulangi kemiskinan dan kelaparan serta mendorong diarahkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Untuk mendukung keberhasilan pembangunan tersebut dibutuhkan adanya ketersediaan data dan informasi yang akurat bagi proses pengambilan keputusan dan perencanaan program. Sistem Informasi Kesehatan (SIK) yang evidence based diarahkan untuk penyediaan data dan informasi yang akurat, lengkap, dan tepat waktu. Profil kesehatan merupakan salah satu produk dari Sistem Informasi Kesehatan yang penyusunan dan penyajiannya dibuat sesederhana mungkin tetapi informatif tentang situasi dan hasil pembangunan kesehatan selama satu tahun yang memuat data derajat kesehatan, sumber daya kesehatan dan capaian indikator hasil pembangunan kesehatan untuk dipakai sebagai alat tolok ukur kemajuan pembangunan kesehatan sekaligus juga sebagai bahan evaluasi program-program kesehatan selama kurun waktu tahun 2012. B. SISTEMATIKA PENYAJIAN Sistematika penyajian Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN : Berisi penjelasan tentang maksud, tujuan dan sistematika penyajiannya. BAB II : GAMBARAN UMUM Menyajikan tentang gambaran umum Provinsi Nusa Tenggara Barat meliputi Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 1
BAB III BAB IV BAB V BAB VI Lampiran letak geografis, kependudukan, ekonomi dan pendidikan yang erat kaitannya dengan kesehatan. : SITUASI DERAJAT KESEHATAN Berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian, angka kesakitan dan angka status gizi masyarakat. : SITUASI UPAYA KESEHATAN Menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan dan penunjang, pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular, pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar, perbaikan gizi masyarakat, pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan, pelayanan kesehatan dalam situasi bencana serta upaya pelayanan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh kabupaten/kota. : SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN Menguraikan tentang tenaga kesehatan, sarana kesehatan, pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya. : PENUTUP Berisi sajian garis besar hasil-hasil cakupan program/kegiatan berdasarkan indikator-indikator bidang kesehatan untuk dapat ditelaah lebih jauh dan untuk bahan perencanaan pembangunan kesehatan serta pengambilan keputusan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. : Berisi 79 tabel data/angka pencapaian kabupaten/kota, sebagian diantaranya merupakan Indikator Pencapaian Kinerja Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 2
BAB II GAMBARAN UMUM A. Keadaan Geografis Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 yang mengatur tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Bali, NTB dan NTT. Secara geografis NTB terletak antara 08 0 10-09 0 05 Lintang Selatan dan 115 0 46-119 0 05 Bujur Timur. Di sebelah utara berbatasan langsung dengan Laut Jawa dan Laut Flores, di sebelah timur terhadang Selat Sape, di sebelah selatan terbentang Samudera Hindia dan di sebelah barat berhadapan dengan Selat Lombok. NTB merupakan provinsi kepulauan dengan dua pulau utama: Lombok dan Sumbawa. Terdapat pula sekurangnya 332 pulaupulau kecil dengan panjang garis pantai yang terbentang seluas 2.333 kilometer. Gambar II.1 Peta Provinsi Nusa Tenggara Barat Luas daratan NTB terbentang sepanjang lebih dari 20 ribu kilometer persegi. Luas daratan Pulau Lombok hampir mencapai 5 ribu kilometer persegi. Ini sekitar 23,51 persen Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 3
dari luas total daratan NTB. Daratan Pulau Sumbawa terbentang hingga 15 ribu kilometer persegi atau hampir mencapai 77 persen dari luas total daratan NTB. Di NTB terdapat delapan kabupaten dan dua kota, dengan 116 kecamatan dan 1.112 desa dan kelurahan. Tabel II.1 Banyaknya Kecamatan dan Desa/Kelurahan menurut Kabupaten/Kota Tahun 2012 No Kabupaten/Kota Luas Wilayah (km 2 ) *) Kecamatan *) Desa/Kelurahan **) 1 Lombok Barat 1,053.92 10 122 2 Lombok Tengah 1,208.40 12 139 3 Lombok Timur 1,605.55 20 254 4 Sumbawa 6,643.98 24 165 5 Dompu 2,324.60 8 79 6 Bima 4,389.40 18 168 7 Sumbawa Barat 1,849.02 8 64 8 Lombok Utara 809.53 5 33 9 Kota Mataram 61.30 6 50 10 Kota Bima 207.5 5 38 Jumlah 20,153.20 116 1,112 Sumber: *) Statistik Daerah Provinsi NTB Tahun 2012, BPS Provinsi NTB **) Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 Curah hujan tertinggi sebesar 158,1-130,3 milimeter terjadi pada bulan September- Mei yang mencakup 50 persen luas wilayah Lombok Selatan, Sumbawa Besar, Dompu dan Bima. Sementara pada musim kemarau, curah hujan tertinggi sebesar 15,9 milimeter pada bulan Agustus yang mencakup 50 persen wilayah Lombok Selatan dan Dompu serta hampir seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat dan Kabupaten Bima. Kondisi ini perlu mendapat perhatian terutama terkait munculnya penyakit yang biasa muncul di musim hujan dan musim kemarau. B. Kependudukan Penduduk merupakan subyek dan sekaligus obyek dari pembangunan kesehatan. Berdasarkan Sensus Penduduk 2010 jumlah penduduk NTB mencapai 4.500.212 jiwa. Kemudian tahun 2012 sesuai hasil proyeksi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota (berdasarkan jumlah penduduk tahun sebelumnya) dan BPS kabupaten/kota, jumlah penduduk NTB diperkirakan mencapai 4.636.317 jiwa atau bertambah sebanyak 136 ribu penduduk. Penduduk Provinsi NTB NTB di setiap kabupaten/kota tercantum pada tabel II.2 berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 4
NO Tabel II.2 Penduduk Provinsi NTB menurut Jenis Kelamin dan Kepadatan Penduduk per Kabupaten/Kota Tahun 2012 Kabupaten/kota Jumlah Penduduk Laki-laki Penduduk Perempuan Rasio Jenis Kelamin Kepadatan Penduduk per km 2 1 Lombok Barat 624,112 305,376 318,736 95.81 592 2 Lombok Tengah 877,406 415,217 462,189 89.84 726 3 Lombok Timur 1,141,094 530,994 610,100 87.03 711 4 Sumbawa 427,681 217,678 210,003 103.65 64 5 Dompu 223,418 113,209 110,209 102.72 96 6 Bima 443,663 220,981 222,682 99.24 101 7 Sumbawa Barat 116,112 58,900 57,212 102.95 63 8 Lombok Utara 205,836 101,510 104,326 97.24 254 9 Kota Mataram 426,040 210,554 215,486 97.71 6.950 10 Kota Bima 150,954 74,032 76,922 96.24 727 JUMLAH PROVINSI 4,636,317 2,248,451 2,387,866 94.16 230 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 Tabel II.2 menunjukkan bahwa persebaran penduduk di NTB tampak tidak merata, baik antar pulau maupun kabupaten/kota. Penduduk NTB lebih banyak bertempat tinggal di Pulau Lombok daripada Pulau Sumbawa. Penduduk terbanyak ada di Kabupaten Lombok Timur yaitu 1.141.094 jiwa dan yang terendah ada di Kabupaten Sumbawa Barat. Tabel II.2 juga memperlihatkan perbandingan jumlah penduduk laki-laki terhadap perempuan. Data tahun 2012 memperlihatkan bahwa di Provinsi NTB jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk laki-laki. Hal ini dapat ditunjukkan oleh sex ratio yang nilainya lebih kecil dari 100. Untuk setiap 100 penduduk perempuan berbanding 94 penduduk laki-laki. Kabupaten Lombok Timur mempunyai rasio jenis kelamin paling rendah yaitu sebesar 87,03. Artinya terdapat 100 perempuan yang terbandingkan dengan 87 laki-laki. Sementara itu, Kabupaten Sumbawa, Dompu dan Sumbawa Barat mempunyai rasio jenis kelamin di atas 100. Luas wilayah NTB sekitar 20.153.20 kilometer persegi, maka kepadatan penduduk di setiap kilometer perseginya rata-rata sebanyak 230 jiwa pada tahun 2012. Kepadatan penduduk di kota umumnya lebih tinggi daripada di kabupaten. Kota Mataram merupakan kota terpadat di NTB yaitu dengan kepadatan sebesar 6.950 orang per km 2, diikuti oleh Kota Bima dengan kepadatan 727 orang per km 2. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 5
Struktur penduduk NTB didominasi oleh penduduk usia muda. Piramida penduduk NTB berbentuk limas, semakin ke atas tampak semakin mengecil. Piramida penduduk NTB tahun 2012 terlihat pada gambar II.2 berikut. Gambar II.2 Piramida Penduduk NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 Gambar II.2 memperlihatkan bahwa penduduk laki-laki dan perempuan terbanyak pada kelompok usia muda (0 14 tahun). Dengan karakteristik penduduk muda, pemerintah NTB perlu memikirkan pembangunan kualitas manusianya. Tidak terhindarkan bahwa pemerintah NTB menghadapi beban besar dalam investasi sosial. Investasi sosial adalah kegiatan antara lain pengembangan sumber daya manusia dan untuk pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar bagi anak-anak di bawah 15 tahun. Berkurangnya penduduk pada usia kelompok umur 0 14 tahun disebabkan faktor meninggal atau migrasi keluar NTB. Pada kelompok umur 25-29 tahun penduduk laki-laki dan perempuan di NTB bertambah. Hal ini disebabkan terjadinya migrasi masuk terutama penduduk luar NTB yang bekerja/sekolah di NTB. Rasio beban tanggungan (dependency ratio) tahun 2012 tidak berbeda dengan rasio beban tanggungan penduduk NTB tahun 2011. Pada tahun 2012, rasio beban tanggungan sebanyak 55 orang per 100 orang. Untuk setiap 100 penduduk usia produktif (15-64 tahun) menanggung penduduk bukan usia produktif (0-14 tahun dan 65+). Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 6
C. Ekonomi Provinsi NTB telah menetapkan indikator kinerja pembangunan tahun 2012, untuk pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen, dan realisasi sebesar -1,12 persen (dengan tambang) atau 5,72 persen (tanpa tambang). Struktur ekonomi Provinsi NTB tahun 2012 yang tertuang dalam PDRB terlihat pada tabel II.3 berikut: Tabel II.3 Struktur Ekonomi Provinsi NTB Tahun 2012 No Sektor/Lapangan Usaha Dengan Tambang Tanpa Tambang 1. Pertanian 25,65 30,68 2. Pertambangan dan penggalian 18,59 2,62 3. Industri pengolahan 3,90 4,67 4. Listrik, Gas dan Air Bersih 0,51 0,61 5. Bangunan 8,28 9,90 6. Perdagangan, hotel dan restoran 16,75 20,04 7. Pengangkutan dan komunikasi 7,67 9,18 8. Keuangan, persewaan dan jasa 5,83 6,97 perusahaan 9. Jasa-jasa 12,82 15,34 Jumlah 100,00 100,00 Sumber: Bappeda Provinsi NTB Tahun 2012 Tabel II.3 memperlihatkan bahwa sektor yang berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi tanpa pertambangan adalah pertanian 30,68 persen, perdagangan 20,04 persen, bangunan 9,90 persen dan pengangkutan 9,18 persen. Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB sangat didukung dengan upaya yang terus menerus dari masyarakat Provinsi NTB. Di bidang kesehatan, seluruh aparat pemberi pelayanan kesehatan perlu memperhatikan kondisi kesehatan masyarakat yang berada di sektor-sektor tersebut. D. Pendidikan Kemampuan baca tulis penduduk merupakan ukuran dasar untuk menilai tingkat keberhasilan pembangunan pendidikan. Semakin tinggi tingkat melek huruf penduduk, maka semakin berhasil pembangunan pendidikan di suatu wilayah. Dari hasil Susenas 2011 diketahui bahwa angka melek huruf penduduk usia 10 tahun ke atas di Provinsi NTB mencapai 85,44 persen. Jika dirinci menurut jenis kelamin terlihat diparitas yang cukup besar. Kemampuan baca tulis perempuan usia 10 tahun ke atas di Provinsi NTB lebih Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 7
rendah yaitu mencapai 81 persen berbading 90 persen untuk laki-laki. Dengan kata lain, perempuan yang buta huruf lebih banyak dibandingkan laki-laki, yaitu 19 persen berbanding 10 persen. Gambar II.3 Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun keatas yang Melek Huruf di Provinsi NTB dan Nasional Tahun 1996-2011 Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat, BPS 1996-2011 Gambar II.3 memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan persentase penduduk berumur 10 tahun keatas yang melek huruf sejak tahun 1996-2011. Namun, penduduk yang buta huruf di Provinsi NTB masih lebih tinggi daripada rata-rata nasional. Indikator pendidikan yang lain adalah tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh penduduk. Indikator ini dapat menjadi salah satu indikator dari tingkat kemampuan sumber daya manusia. Berikut disajikan tabel persentase jumlah penduduk usia 10 tahun ke atas menurut pendidikan terakhir yang ditamatkan di Provinsi NTB tahun 2007-2011. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 8
Gambar II.4 Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun keatas menurut Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan di Provinsi NTB Tahun 2007-2011 Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat, BPS 1996-2011 Gambar II. 4 memperlihatkan bahwa penduduk 10 tahun ke atas yang tamat SMP keatas di Provinsi NTB tahun 2011 mencapai sekitar 37,62 persen, dengan komposisi lakilaki sebesar 41,34 persen dan perempuan sebesar 34,34 persen. Dibandingkan dengan tahun 2010 telah terjadi peningkatan pendidikan masyarakat. Tingkat pendidikan berkaitan dengan kemampuan menyerap dan menerima informasi termasuk informasi kesehatan kesehatan serta kemampuan dalam berperan serta dalam pembangunan kesehatan. Masyarakat yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi, pada umumnya mempunyai pengetahuan dan wawasan yang lebih luas sehingga lebih mudah menyerap dan menerima informasi, serta dapat ikut berperan serta aktif dalam mengatasi masalah kesehatan dirinya dan keluarganya. E. Kesejahteraan Sosial Provinsi NTB termasuk salah satu provinsi di Indonesia dengan jumlah penduduk miskin yang banyak. Penduduk miskin di Provinsi NTB menurun tapi cenderung mendatar sejak enam tahun terakhir. Pada tahun 2008 angka kemiskinan penduduk NTB 1.080.613 orang atau 23,81 persen, terakhir melambat periode 2010-2011 menurun menjadi 894.770 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 9
atau 19,73 persen. Penurunan penduduk miskin di Provinsi NTB tahun 2007 2012 terlihat pada gambar berikut. Gambar II.5 Persentase Penduduk Miskin di Provinsi NTB dan Indonesia Tahun 2007 2012 Sumber: BPS Provinsi NTB Gambar II.5 memperlihatkan jumlah penduduk miskin di Provinsi NTB secara prosentase mengalami penurunan selama periode Maret 2012 September 2012. Kalau semula penduduk miskin pada Maret 2012 sebesar 852,64 ribu orang atau 18,63 persen dari jumlah seluruh penduduk NTB berkurang 24,3 ribu orang atau 2,85 persen menjadi mencapai 828,33 ribu atau 18,02 persen. Pada periode Maret September 2012, indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan menunjukkan kecenderungan turun. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin berkurang. Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Pada September 2012, sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 73,79 persen untuk perkotaan dan 79,12 persen untuk daerah pedesaan. Kondisi kemiskinan penduduk ini perlu mendapat perhatian karena berdampak pada status gizi dan kesehatan masyarakat. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 10
BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN Derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat antara lain dari angka kematian, angka kesakitan dan status gizi. Pada bagian ini, derajat kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat digambarkan melalui Angka Harapan Hidup (AHH), Angka Kematian Bayi (AKB), Angka kematian Ibu (AKI), angka morbiditas beberapa penyakit dan status gizi. A. Angka Harapan Hidup (AHH) Keberhasilan program kesehatan dan program pembangunan sosial ekonomi pada umumnya dapat dilihat dari peningkatan usia harapan hidup penduduk. Meningkatnya akses terhadap pelayanan kesehatan; meningkatnya daya beli masyarakat akan meningkatkan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan gizi; mampu mempunyai pendidikan yang lebih baik sehingga memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang memadai, yang pada gilirannya akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan memperpanjang usia harapan hidupnya. Angka Harapan Hidup (AHH) diperoleh melalui survey yang dilakukan Badan Pusat Statistik. Angka Harapan Hidup yang terhitung untuk Provinsi NTB tahun 1996 adalah 58,9 tahun, artinya bayi-bayi yang dilahirkan menjelang tahun 1996 (periode 1992-1994) akan dapat hidup sampai 58 atau 59 tahun. Bayi-bayi yang dilahirkan menjelang tahun 2006 mempunyai usia harapan hidup lebih panjang yaitu 60,90 tahun, dan bayi yang dilahirkan tahun 2011 usia harapan hidupnya mencapai 62,41 tahun. Peningkatan Angka Harapan Hidup tersebut sebagaimana terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 11
Gambar III.1 Angka Harapan Hidup (AHH) di Provinsi NTB dan Nasional Tahun 1996-2011 Sumber: BPS Provinsi NTB Gambar III.1 memperlihatkan peningkatan AHH di Provinsi NTB selama lima belas tahun terakhir dari tahun 1996 sampai 2011 Peningkatan AHH menunjukkan adanya peningkatan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat Provinsi NTB, namun AHH Provinsi NTB masih dibawah AHH nasional. B. Angka Kematian Angka kematian di suatu wilayah dari waktu ke waktu dapat digunakan sebagai indikator dalam penilaian keberhasilan program pembangunan kesehatan dan perkembangan derajat kesehatan masyarakat. Angka kematian di komunitas pada umumnya diperoleh melalui data survey sedangkan data kematian yang ada di fasilitas kesehatan hanya memperlihatkan kasus rujukan. Angka kematian yang akan disajikan berikut ini adalah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). B.1 Angka Kematian Ibu (AKI) Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Penurunan AKI juga merupakan salah satu target MDGs yaitu Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 12
tujuan ke 5 yaitu meningkatkan kesehatan ibu dengan mengurangi sampai ¾ resiko jumlah kematian ibu. Kematian ibu yang dimaksud adalah kematian seorang ibu yang disebabkan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilan. Selama tahun 2012 berdasarkan laporan dari kabupaten/kota di Provinsi NTB terjadi 100 kasus kematian ibu. Trend jumlah kematian ibu tahun 2005-2012 terlihat pada tabel gambar berikut. Gambar III.2 Jumlah Kematian Ibu di Provinsi NTB Tahun 2005-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2005-2012 Gambar III.2 memperlihatkan bahwa kasus kematian tahun 2012 menurun dibandingkan tahun 2011. Dengan penurunan kasus kematian tersebut diharapkan target RPJMD tahun 2013 yaitu penurunan angka kematian menjadi sebesar 260 dan target MDGs sebesar 240 dapat tercapai. Upaya percepatan penurunan kasus kematian ibu terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB dengan adanya Gerakan AKINO (Angka Kematian Ibu Nol). Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 13
Kematian ibu tahun 2012 terbanyak terjadi di Kabupaten Lombok Timur sebanyak 25 kasus. Kabupaten Lombok Utara ditetapkan sebagai Kabupaten AKINO karena selama tahun 2012 tidak ada kasus kematian ibu. Detail jumlah kematian ibu di kabupaten/kota tertera dalam lampiran. Kejadian kematian ibu paling banyak pada waktu ibu bersalin sebanyak 43%, kematian pada waktu nifas sebanyak 38% dan pada saat hamil 19%. Berdasarkan kelompok umur, kejadian kematian ibu pada usia 20-34 tahun sebanyak 58%, usia 35 tahun sebanyak 16% dan usia <20 tahun sebanyak 5%. B.2 Angka Kematian Balita (AKABA) dan Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Balita adalah jumlah anak yang meninggal sebelum usia 5 tahun. AKABA dapat digunakan untuk menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan anak termasuk status gizi, sanitasi dan angka kesakitan lainnya. Laporan rutin (pencatatan) petugas kesehatan di Provinsi NTB tahun 2012 diketahui sebanyak 1.502 kasus kematian balita (terdiri dari 1.432 kasus kematian bayi dan 82 kasus kematian anak balita) dari 103.524 kelahiran hidup. Angka Kematian Bayi (AKB) dapat menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat karena bayi adalah kelompok usia yang paling rentan terkena dampak dari perubahan lingkungan maupun sosial ekonomi. Indikator AKB terkait langsung dengan target kelangsungan hidup anak dan merefleksikan kondisi sosial-ekonomi dan kesehatannya. AKB Provinsi NTB telah mengalami penurunan dalam kurun waktu 2003-2012, namun masih diatas angka nasional. Menurut data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) di Provinsi NTB pada tahun 2007 sebesar 72/1000 kelahiran hidup mengalami penurunan menjadi sebesar 57/1000 kelahiran hidup sesuai data SDKI 2012. Perbandingan data AKB Provinsi NTB dengan data AKB Indonesia tahun 2003 2012 terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 14
Gambar III.3 AKB di Provinsi NTB dan Indonesia Tahun 2003-2012 Sumber : BPS Provinsi NTB Tahun 2012 Gambar III.3 memperlihatkan bahwa AKB Provinsi NTB cukup tinggi dan diperlukan upaya yang sangat keras menurunkan AKB untuk mencapai target. Menurunkan AKB berpengaruh terhadap terjadinya peningkatan Umur harapan Hidup (UHH) suatu Negara. Berdasarkan perhitungan target yang ingin dicapai maka Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan target AKB yang tertuang dalam RPJMD Provinsi NTB tahun 2009-2013 turun menjadi 42/1000 kelahiran hidup. Disamping itu pemerintah pusat juga telah menetapkan target yang ingin dicapai sesuai MDGs ke-4 pada tahun 2015 yaitu AKB turun menjadi 23/1000 kelahiran hidup. Laporan rutin (pencatatan) petugas kesehatan di Provinsi NTB tahun 2012 terjadi 1.432 kematian bayi dari 103.524 kelahiran hidup. Kasus kematian bayi yang dilaporkan di setiap kabupaten/kota di Provinsi NTB tahun 2008-2012 terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 15
Gambar III.4 Kasus Kematian Bayi di Provinsi NTB Tahun 2008-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar III.4 memperlihatkan bahwa jumlah kasus kematian bayi tahun 2012 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Meningkatnya kematian bayi antara lain dikarenakan masih adanya persalinan oleh dukun sebesar 9,65% dan masih adanya ibu hamil resti atau komplikasi yang belum ditangani sebanyak 9,09%. C. Angka Kesakitan (Morbiditas) Angka kesakitan pada penduduk berasal dari community based data yang diperoleh melalui pengamatan terutama yang diperoleh dari fasilitas pelayanan kesehatan melalui pencatatan dan pelaporan rutin dan insidentil. Kasus penyakit yang paling banyak diderita masyarakat di Provinsi NTB berdasarkan Laporan Bulanan (LB1) Kesakitan di Puskesmas dan jaringannya terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 16
Gambar III.5 10 Penyakit Terbanyak di Puskesmas di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Laporan Kesakitan Kabupaten/Kota Tahun 2012 Gambar III.5 memperlihatkan bahwa penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat yang berkunjung ke puskesmas adalah infeksi akut lain pada saluran pernafasan bagian atas. Kondisi ini erat kaitannya dengan kesehatan lingkungan masyarakat. Provinsi NTB juga dihadapkan juga pada masalah beban ganda. Di satu sisi kasus penyakit infeksi masih tinggi, namun disisi lain penyakit degeneratif juga meningkat. Selain itu perilaku masyarakat yang tidak sehat masih menjadi faktor utama disamping lingkungan dan pelayanan kesehatan. Berikut ini akan uraikan kondisi program pemberantasan dan pengendalian penyakit di Provinsi NTB tahun 2012. C.1. Penyakit Menular Langsung C.1.1 Tuberkulosis Paru (TB Paru) Pada tahun 2012, jumlah penderita penyakit TB Paru ini mencapai 7.025 orang terdiri dari 2.511 kasus lama dan 4.339 kasus baru (3.816 orang dengan BTA +). Insiden TB paru cukup tinggi yaitu 93,6 per 100.000 penduduk dan prevalensi TB Paru sebesar 152 per 100.000 penduduk. Angka kematian yang ditimbulkan akibat TB paru cukup tinggi yaitu Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 17
sebesar 3,32 per 100.000 penduduk. Distribusi jumlah penderita di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran tabel 10. Dibandingkan tahun 2011, maka pada tahun 2012 ini terjadi lonjakan kasus. Pada tahun 2011, jumlah penderita TB Paru tercatat sebanyak 6.114 orang yang terdiri dari 2.012 kasus lama dan 4.102 kasus baru. Dengan demikian pada tahun 2012 terjadi peningkatan kasus lebih dari 900 kasus TB Paru. Peningkatan kasus yang cukup tajam ini juga belum diketahui apakah terjadi karena faktor penularan atau memang keberadaan penderita ini yang sebelumnya tidak diketahui. Angka penemuan kasus (CDR= Case Detection Rate) tahun 2012 sebesar 41,02 %. Hasil lengkap setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran tabel 11. Tren cakupan penemuan kasus TB paru tahun 2005 2012 dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar III.6 Tren Penemuan Kasus (CDR) TB Paru di Provinsi NTB Tahun 2005-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar III.6 memperlihatkan cakupan CDR di Provinsi NTB tahun 2005-2012 masih di bawah target nasional. CDR TB Paru di Provinsi NTB tahun 2012 meningkat dibandingkan tahun 2011. Dengan kondisi seperti itu berarti masih 58,98 persen dari perkiraan kasus baru yang belum ditemukan. Evaluasi pengobatan pasien TB Paru tahun 2012 diperoleh hasil keberhasilan pengobatan (SR = Success Rate) sebesar 98,03 persen. Data keberhasilan pengobatan di Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 18
setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran tabel 12. Tren keberhasilan pengobatan (SR) di Provinsi NTB tahun 2010-2012 terlihat pada gambar berikut. Gambar III.7 Tren Keberhasilan Pengobatan (Succes Rate) TB Paru di Provinsi NTB Tahun 2010-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar III.7 memperlihatkan bahwa SR pengobatan TB Paru tahun 2012 cenderung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya walaupun jumlah pasien dengan pengobatan lengkap tahun 2012 menurun dibandingkan tahun 2011. C.1.2 Pneumonia Balita Bayi dan balita merupakan populasi yang paling rentan terkena Pneumonia. Kondisi tersebut umumnya terjadi pada balita dengan gizi kurang dan kondisi lingkungan yang tidak sehat. Upaya pemberantasan penyakit Pneumonia difokuskan pada upaya penemuan dini dan tatalaksana kasus yang cepat dan tepat pada penderita. Perkiraan penderita Pneumonia balita pada tahun 2012 sebanyak 52.397 balita. Penderita ditemukan dan ditangani sebanyak 27.836 kasus (53,12%). Hasil lengkap per kabupaten/kota dapat dilihat pada tabel 13. Berikut ditampilkan perkiraan kasus Pneumonia balita dan penderita yang ditemukan dan ditangani di Provinsi NTB tahun 2008-2012. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 19
Gambar III.8 Perkiraan Kasus dan Tren Penemuan dan Penanganan Pneumonia di Provinsi NTB Tahun 2008-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar III.8 menunjukkan bahwa tren penderita (balita) ditemukan dan ditangani tahun 2008-2012 menurun. Walaupun persentase penderita yang ditemukan dan ditangani pada tahun 2012 meningkat dibandingkan tahun 2011 yang hanya sebesar 51,55 persen, namun peningkatannya tidak signifikan. C.1.3 HIV-AIDS dan Infeksi Menular Seksual HIV-AIDS sebagai salah satu penyakit menular menjadi perhatian serius di Provinsi NTB. Sebagai dalah satu daerah tujuan wisata, maka Provinsi NTB berpotensi sebagai tempat terjadinya penularan HIV-AIDS. Demikian juga sebagai salah satu daerah pengirim tenaga kerja ke luar negeri, kemungkinan terjadinya penularan HIV-AIDS cukup besar. Kasus HIV-AIDS ditemukan di seluruh kabupaten/kota se-provinsi NTB. Jumlah kasus di setiap kabupaten/kota terlihat pada lampiran tabel 14. Laporan VCT rumah sakit/puskesmas dan laporan rutin AIDS kabupaten/kota menunjukkan bahwa pada tahun 2012 ditemukan 93 kasus baru HIV dan 117 kasus baru AIDS. Jumlah kematian karena AIDS di Provinsi NTB sebanyak 43 kasus. Kondisi ini meningkat dibandingkan tahun 2011. Hal ini perlu mendapatkan perhatian yang serius Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 20
mengingat kasus HIV-AIDS di masyarakat merupakan fenomena gunung es, karena kasus yang dilaporkan hanya kasus yang ditemukan oleh petugas kesehatan saja Perkembangan penemuan kasus baru HIV-AIDS terlihat pada gambar berikut. Gambar III.9 Penemuan Kasus Baru HIV-AIDS dan Kematian AIDS di Provinsi NTB Tahun 2010-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar III.9 memperlihatkan bahwa kasus baru HIV positif tahun 2010-2012 cenderung menurun. Kasus baru AIDS yang ditemukan tahun 2011 turun dibandingkan kasus baru AIDS yang ditemukan tahun 2010, namun penderita HIV positif tersebut memasuki fase AIDS sehingga jumlah kasus baru AIDS di tahun 2012 mengalami peningkatan. Kegiatan pengendalian HIV-AIDS dilakukan juga melalui pengamatan terhadap hasil skrining/penapisan darah saat donor darah. Pada tahun 2012 dari 30.315 pendonor yang sampel darahnya diperiksa, ditemukan 2 sampel darah yang positif HIV. Penyakit lain yang menjadi perhatian di provinsi NTB sebagai daerah wisata adalah penyakit infeksi menular seksual (IMS) lainnya. Pada tahun 2012 jumlah kasus IMS sebanyak 862 orang. Penyebaran kasus IMS di kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran tabel 14. Kasus yang dilaporkan adalah jumlah penderita yang berobat ke sarana puskesmas dan jaringannya, sehingga jumlah penderita sebenarnya di populasi belum terdeteksi. Trend kasus baru IMS di Provinsi NTB tahun 2009-2012 terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 21
Gambar III.10 Trend Kasus Baru IMS di Provinsi NTB Tahun 2009-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2009-2012 Gambar III.10 memperlihatkan bahwa dari tahun ke tahun penderita IMS cenderung semakin meningkat. C.1.4 Kusta WHO menetapkan Indonesia berada di urutan ketiga dunia setelah India dan Brazil dengan penderita kusta terbanyak. Provinsi NTB sebagai salah satu provinsi yang memiliki prevalensi tinggi terhadap penyakit kusta. Hal ini sangat memprihatinkan. Di era globalisasi, dimana kesehatan semakin membaik dan teknologi makin maju, namun ternyata penyakit kusta belum dapat diatasi. Kusta adalah penyakit yang tidak membahayakan dan tidak mematikan, namun kusta ini menimbulkan kecacatan jika tidak diketahui sejak dini. Apabila sejak awal sudah terdeteksi terdapat bakteri penyebab kusta, penyakit ini tidak akan menimbulkan kecacatan. Penyakit kusta adalah penyakit menular yang sulit menular karena tiap individu memiliki kekebalan normasl terhadap bakteri tersebut. Jumlah penderita kusta di Provinsi NTB masih cukup tinggi dan terus mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2012 dilaporkan terdapat penderita kusta sebanyak 408 kasus (tipe Pausi Basiler sebanyak 244 kasus, tipe Multi Basiler sebanyak 164 kasus), dengan Angka Penemuan Kasus Baru Kusta (NCDR) sebesar 8,80 per 100.000 penduduk. Kasus terbanyak terdapat di Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 22
dan Kabupaten Dompu. Data lengkap di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran tabel 17. Penemuan kasus baru kusta di Provinsi NTB tahun 2010-2012 terlihat pada gambar berikut. Gambar III.11 Penemuan Kasus Baru Kusta di Provinsi NTB Tahun 2010-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2010-2012 Gambar III.11 memperlihatkan bahwa pada tahun 2012 terjadi peningkatan kasus jika dibandingkan tahun 2011 dengan 390 kasus. Peningkatan terjadi pada penderita kusta tipe PB, dari 220 kasus di tahun 2011 menjadi 244 pada tahun 2012. Tingkat penularan penyakit di kusta di masyarakat digunakan indikator proporsi anak (0-14 tahun) di antara penderita baru. Pada tahun 2012 proporsi anak di antara penderita baru sebesar 6,62 persen. Keberhasilan dalam mendeteksi kasus baru dapat diukur dari tinggi rendahnya proporsi cacat tingkat 2. Jumlah kecacatan tingkat 2 di antara penderita baru tahun 2012 sebanyak 20 orang atau 4,90 persen. Prevalensi rate penyakit kusta di Provinsi NTB tahun 2012 mengalami penurunan menjadi 0,80 per 10.000 penduduk. Data prevalensi rate di setiap kabupaten/kota dapat dilihat di lampiran tabel 19. Tren prevalensi rate kusta di Provinsi NTB tahun 2000-2012 terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 23
Gambar III.12 Prevalensi Rate Kusta di Provinsi NTB Tahun 2000-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2000-2012 Gambar III.12 memperlihatkan Prevalensi Rate (PR) Kusta di Provinsi NTB masih cukup tinggi. Walaupun demikian, cakupannya masih cukup baik yaitu masih di bawah batas toleransi (1 per 10.000 penduduk). Indikator lainnya terkait pengendalian dan penanggulangan penyakit kusta adalah angka penderita kusta tipe PB dan MB selesai berobat (Release From Treatmen/RFT). Jumlah penderita kusta PB baru tahun 2011 yang selesai berobat sampai dengan tahun 2012 sebesar 49,21 persen. Jumlah penderita kusta MB baru tahun 2011 yang selesai berobat sampai 2012 sebesar 78,69 persen. Angka penderita kusta selesai berobat terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 24
Gambar III.13 Cakupan Penderita Kusta Selesai Berobat (RFT) di Provinsi NTB Tahun 2009-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2009-2012 Gambar III.13 memperlihatkan cakupan selama 4 tahun terakhir, penderita Kusta tipe PB dan MB selesai diobati sejak tahun cenderung naik menurun dan tidak mencapai target nasional. C.1.5 Diare Penyakit diare merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan dan masih sebagai masalah besar di Provinsi NTB dikarenakan masih buruknya kondisi sanitasi dasar, lingkungan fisik maupun rendahnya perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Penyakit diare sebagai penyakit berbahaya karena dapat menyebabkan kematian dan menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 25
Gambar III.14 Cakupan Penderita Diare ditangani di Provinsi NTB Tahun 2010-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2010-2012 Gambar III.14 memperlihatkan bahwa cakupan penanganan diare di Provinsi NTB tahun 2012 menurun dibandingkan cakupan tahun 2011. Cakupan penanganan diare di kabupaten/ kota di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada lampiran tabel 16. C.2. Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) C.2.1 Tetanus Neonatorum (TN) Tetanus neonatorum merupakan penyakit tetanus yang terjadi pada bayi berusia di bawah 28 hari. Penyakit ini merupakan penyakit yang berbahaya dan memiliki tingkat morbiditas yang tinggi. Untuk mencegah tetanus neonatorum diberikan imunisasi TT pada semua wanita subur atau wanita hamil trimester III, selain memberikan penyuluhan, bimbingan dan pendampingan pada dukun beranak dalam perawatan tali pusat. Pada tahun 2012 terdapat 1 kasus kematian karena Tetanus Neonatorum di Kabupaten Lombok Timur. Beberapa kabupaten yang selalu ada atau pernah ada kasusnya selama kurun waktu tahun 2007-2012 adalah Kabupaten Lombok Timur (tahun 2009=1 kasus; tahun 2011=1 kasus ; tahun 2012), Kabupaten Lombok Tengah (tahun 2008=1 kasus; tahun 2009=1 kasus ; tahun 2011=2 kasus), Kabupaten Dompu (tahun 2011=1 kasus) dan Kota Mataram (tahun 2007=1 kasus ; tahun 2008=1 kasus). Penemuan kasus dan kematian Tetanus neonatorum selama kurun waktu 2007-2012 dapat dilihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 26
Gambar III.15 Trend Kasus dan Kematian Tetanus Neonatorum di Provinsi NTB Tahun 2007-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2007-2012 Gambar III.15 memperlihatkan adanya kenaikan kasus dari tahun 2010 ke tahun 2012. Jika upaya pencegahan tidak berjalan optimal maka diprediksikan akan terjadi peningkatan kasus Tetanus Neonatorum. C.2.2 Campak Campak atau nama lainnya Measles atau Rubeola merupakan penyakit virus dan akut yang sangat menular dan mendatangkan komplikasi serius. Umumnya menyerang anak-anak, anak remaja atau dewasa muda yang tidak terlindungi dengan imunisasi. Pencegahan campak dilakukan dengan pemberian imunisasi aktif pada bayi berumur 9 bulan atau lebih. Pada tahun 2012 ditemukan sebanyak 166 kasus dan tidak ada kasus kematian akaibat campak, menurun dibandingkan dengan kasus pada tahun 2011 dengan 609 kasus. Kasus terbanyak terdapat di Kabupaten Bima, Kota mataram dan Kabupaten Dompu. Penyebaran kasus campak di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran tabel 22. Kasus campak di Provinsi NTB termasuk tinggi. Tren kasus campak di Provinsi NTB tahun 2006-2012 dapat dilihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 27
Gambar III.16 Trend Kasus Campak di Provinsi NTB Tahun 2006-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2006-2012 Gambar III.16 memperlihatkan bahwa kasus campak tertinggi pada tahun 2006. Kasus mulai menurun setalah tahun 2007 dilakukan Kampanye Campak. Kasus menurun sampai dengan tahun 2009, namun meningkat kembali sejak tahun 2010 dan 2011. C.3.2 Polio Penyakit polio atau poliomyelitis adalah penyakit paralisis atau kelumpuhan yang disebabkan oleh virus. Virus polio sangat menular dan tak bisa disembuhkan. Kasus terbanyak, penyakit polio menyerang anak-anak, namun bukan berarti orang dewasa bisa bebas dari penyakit polio. Pencegahan penyakit polio dapat dilakukan dengan pemberian imunisasi polio pada saat bayi atau anak-anak. Pada tahun 2012 di Provinsi NTB NTB tidak terdapat kasus polio. Tren kasus polio di Provinsi NTB tahun 2006-2012 terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 28
Gambar III.17 Trend Kasus Polio di Provinsi NTB Tahun 2006-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2006-2012 Gambar III.17 memperlihatkan bahwa sejak tahun 2008 sampai 2012 terjadi penurunan kasus. Diharapkan kasus polio tidak terjadi di tahun selanjutnya dan cakupan imunisasi>95% sehingga Eradikasi Polio di Provinsi NTB. C.3.3 AFP Non Polio Acute Flaccid Paralysis (AFP) adalah semua anak yg berusia kurang dari 15 tahun dengan kelumpuhan yg sifatnya flaccid (layuh), terjadi secara akut (mendadak) dan bukan disebabkan oleh ruda paksa. Untuk anak <15 tahun, dapat dilaporkan sebagai kasus AFP jika terdapat gejala klinis yang pasti misalnya penyakit polio. Penyakit polio harus dibuktikan atau sudah tidak ada dengan penemuan kasus AFP. Pada tahun 2012 di Provinsi NTB ditemukan 49 kasus AFP non Polio dengan kasus terbanyak dari Kabupaten Lombok Tengah. Data terinci di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran tabel 9. Tren penemuan kasus AFP non polio di Provinsi NTB tahun 2005-2012 terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 29
Gambar III.18 Trend Kasus dan AFP Non Polio Rate di Provinsi NTB Tahun 2005-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2005-2012 Gambar III.18 memperlihatkan bahwa kasus AFP non Polio cenderung meningkat sejak tahun 2009. Kasus AFP non Polio di tahun 2009 sebanyak 24 kasus dan meningkat dua kali lipat pada tahun 2012 menjadi 49 kasus. C.3.4 Hepatitis B Sejak tahun 1987-1991 Departemen Kesehatan telah melaksanakan pilot project vaksinasi Hepatitis B di Pulau Lombok, Provinsi NTB, di mana kekerapan HBsAg-emia tertinggi di Indonesia dan kebijaksanaan ini diteruskan ke 27 provinsi lainnya. Bila program vaksinasi berhasil, diharapkan pada tahun 2015 (satu generasi kemudian) Hepatitis B bisa diberantas dan bukan merupakan persoalan kesehatan masyarakat lagi. Prioritas program vaksinasi hepatitis B adalah bayi serta anak-anak, karena jika bayi terkena infeksi misalnya sewaktu persalinan karena ibunya menderita hepatitis B maka lebih dari 90% akan menjadi hepatitis kronik. Apabila yang terkena anak-anak yang lebih besar maka keadaan kronisitas menurun hanya menjadi 20-30% saja. Sedang jika orang dewasa yang terkena maka keadaan kronik hanya terjadi pada 4-50% saja. Pada tahun 2012 penyakit Hepatitis B ternyata masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Provinsi NTB terutama di Kabupaten Lombok Timur, dimana ditemukan kasus Hepatitis B. Di Kabupaten Lombok Timur selama tiga tahun terakhir Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 30
ditemukan kasus hepatitis B, yaitu sejak tahun 2010 sebanyak 27 kasus, tahun 2011 sebanyak 8 kasus dan tahun 2012 sebanyak 7 kasus. Penemuan kasus hepatitis B di Provinsi NTB dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar III.19 Penemuan Kasus Hepatitis B di Provinsi NTB Tahun 2006-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2005-2012 Gambar III.19 memperlihatkan adanya peningkatan penemuan kasus Hepatitis B pada tahun 2010, walaupun pada tahun 2012 kasus yang ditemukan lebih rendah. C.2 Penyakit Menular Bersumber Binatang (PB2) C.2.1 Deman Berdarah Dengue (DBD) Penyakit DBD sebagai salah satu penyakit menular yang sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Provinsi NTB karena penyebarannya yang cepat, berpotensi kematian dan semua kabupaten/kota sudah pernah terjangkit DBD. Pada tahun 2012 jumlah kasus yang dilaporkan sebanyak 827 kasus, terbanyak di Kota Mataram sebanyak 458 kasus. Jumlah kasus terendah dijumpai di Kabupaten Sumbawa dan Kota Bima yaitu masing-masing sebanyak 5 kasus. Data terinci mengenai kasus DBD yang dilaporkan di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran (tabel 23). Kasus DBD dan Insidence DBD di Provinsi NTB tahun 2006-2012 terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 31
Gambar III.20 Kasus DBD dan Insidence DBD di Provinsi NTB Tahun 2006-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2006-2012 Gambar III.20 memperlihatkan Insidence Rate tahun 2012 mencapai 17.84 per 100.000 penduduk dengan kasus meninggal sebanyak 3 orang atau CFR sebesar 0,36 persen. Angka ini meningkat jika dibandingkan tahun 2011 (=13,9 per 100.000 penduduk), namun masih sesuai target nasional yaitu <20/100.000 penduduk. C.2.2 Malaria Penderita positif malaria di Provinsi NTB tahun 2012 yang ditemukan tanpa pemeriksaan sediaan darah sebanyak 46.663 terbanyak di Kabupaten Lombok Timur, sedangkan penderita malaria yang ditemukan dari hasil pemeriksaan sediaan darah sebanyak 13.765 orang dengan kasus terbanyak di Kabupaten Lombok Utara. Jumlah kasus di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran (tabel 24). Angka kesakitan malaria (Annual Parasite Insidence/API) merupakan indikator untuk memantau perkembangan penyakit malaria. Perkembangan insiden malaria sejak tahun 2006 dapat dilihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 32
Gambar III.21 Angka Kesakitan Malaria di Provinsi NTB Tahun 2006-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2006-2012 Gambar III.21 memperlihatkan angka kesakitan pada tahun 2012 meningkat menjadi 2,97 per 1.000 penduduk daripada tahun 2010 (2,1 per 1.000 penduduk) dan 2011 (1,03 per 1.000 penduduk). D. Status Gizi Masyarakat Status gizi masyarakat biasanya digambarkan oleh masalah gizi yang dialami oleh golongan penduduk yang rawan gizi terutama balita. Status gizi balita juga dapat menjadi salah satu indikator untuk mengetahui kesejahteraan masyarakat, disamping juga menunjukkan kualitas fisik penduduk. Status gizi sebagai hasil interaksi asupan makanan dan kebutuhan tubuh. Jika keseimbangan ini terganggu, maka ada gangguan pada pertumbuhan tubuh. Gangguan ini tercermin dengan mudah dari perubahan pada berat badan (BB) atau tinggi badan (TB). Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) KADARZI tahun 2012 dengan menggunakan indeks berat badan menurut umur (BB/U), berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) dan tinggi badan menurut umur (TB/U), diketahui status gizi balita di Provinsi NTB tahun 2012 sebagai berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 33
Tabel III.1 Prevalensi Status Gizi Balita di Provinsi NTB Tahun 2012 Indeks Klasifikasi Status Gizi Persentase (%) BB/U PB/U atau TB/U BB/PB atau BB/TB Gizi lebih 0,79 Gizi Baik 81,58 Gizi Kurang 14,11 Gizi Buruk 3,52 Normal 60,46 Pendek (Stunted) 22,72 Sangat Pendek (Severely Stunted) 16,82 Gemuk 8,56 Normal 81,97 Kurus (Wasted) 6,49 Sangat Kurus (Severely Wasted) 2,98 Sumber : Laporan Pemantauan Status Gizi Provinsi NTB tahun 2012 Status gizi balita berdasarkan berat badan dan umur hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) di kabupaten/kota se-nusa Tenggara Barat tahun 2012 terlihat pada gambar berikut. Gambar III.22 Status Gizi Balita berdasarkan BB/U di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Laporan Pemantauan Status Gizi Provinsi NTB 2012 Gambar III.22 memperlihatkan prevalensi gizi buruk di Provinsi NTB tahun 2012 sebesar 3,53%. Kondisi ini lebih baik jika dibandingkan dengan prevalensi gizi buruk tahun Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 34
2011 sebesar 4,57%. Presentase gizi buruk terbesar ada di Kabupaten Bima dan Kota Bima. Namun prevalensi gizi kurang di Provinsi NTB tahun 2012 tidak jauh berbeda dengan prevalensi gizi kurang tahun 2011. Tahun 2012 prevalensi gizi kurang sebanyak 14,11% dan tahun 2011 sebanyak 14,87%. Balita gizi kurang terbanyak di Kabupaten Lombok Utara. Berdasarkan klasifikasi WHO tentang masalah gizi sebagai masalah kesehatan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat termasuk dalam klasifikasi kurang yaitu sebesar 17,63% (Berat Kurang/Underweight). 6 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat masuk dalam klasifikasi kurang dalam masalah kesehatan masyarakat yaitu Mataram, Lombok barat, Lombok tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat dan Sumbawa. Sedangkan 4 kabupaten/kota masuk dalam klasifikasi buruk dalam masalah kesehatan masyarakat yaitu Lombok Utara, Dompu, Bima dan Kota Bima. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 35
BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN Tujuan pembangunan kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan kesehatan yang telah ditetapkan. Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan tersebut dilaksanakan melalui program pembangunan kesehatan yang diupayakan dalam pokok-pokok program. A. Pelayanan Kesehatan Dasar A.1 Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Upaya-upaya pelayanan kesehatan ibu dan anak bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan hingga kelahiran, masa nifas dan masa pertumbuhan bayi dan anaknya antara lain melalui peningkatan pelayanan antenatal sesuai standar bagi seluruh ibu hamil di semua fasilitas kesehatan dan peningkatan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan kompeten yang diarahkan ke fasilitas kesehatan. A.1.1 Pelayanan Sebelum Melahirkan (Ante Natal Care/ANC) Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan professional. Pelayanan antenatal ibu hamil dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan. Untuk melihat akses dan kualitas pelayanan kesehatan kepada ibu hamil dapat digambarkan melalui cakupan K1 dan K4. Cakupan pelayanan K1 dan K4 di Provinsi NTB tahun 2006-2012 terlihat pada gambar tersebut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 36
Gambar IV. 1 Cakupan Pelayanan K1 dan K4 di Provinsi NTB Tahun 2006-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2006-2012 Gambar IV.1 memperlihatkan cakupan pelayanan K1 ibu hamil tahun 2012 tidak mengalami peningkatan dari tahun 2011 namun sudah diatas target nasional. Cakupan K4 tahun 2012 meningkat dari tahun sebelumnya yaitu mencapai 92,13 persen namun masih di bawah target. Cakupan pelayanan K1 dan K4 ibu hamil menurut kabupaten/kota pada tahun 2012 dapat dilihat pada lampiran (tabel 28). Cakupan K1 di Mataram tidak mencapai target yaitu 93,86 persen. Cakupan K4 di Provinsi NTB pada tahun belum mencapai target kecuali Kabupaten Sumbawa Barat. Ibu hamil mendapatkan pelayanan imunisasi Tetanus Toxoid (TT) pada kunjungan K1 sampai K4. Cakupan imunisasi TT tahun 2012 terlihat pada gambar berikut ini. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 37
Gambar IV. 2 Cakupan Imunisasi TT 1 dan TT 2 Ibu Hamil di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2006-2012 Gambar IV.2 memperlihatkan bahwa cakupan imunisasi TT-1 dan TT-2 di Provinsi NTB tahun 2012 belum mencapai target. Cakupan TT-1 rata-rata di Provinsi NTB sebanyak 83,62 persen (target 95%), Kabupaten Lombok Timur cakupan TT-1 mencapai 102,4 persen. Cakupan TT-2 rata-rata di Provinsi NTB sebanyak 88,16 persen (target 90%). Kabupaten Lombok Timur dan Kota Mataram cakupan TT-2 nya sudah diatas target. ANC juga mendeteksi resiko terjadinya komplikasi kehamilan diantaranya abortus, hiperemesis gravidarum, perdarahan per vaginam, hipertensi dalam kehamilan, kehamilan lewat waktu dan ketuban pecah dini. Ibu hamil resti atau dengan komplikasi yang ditangani di Provinsi NTB tahun 2012 sebanyak 21.418 orang atau 90,91 persen. Cakupan ini sudah mencapai target SPM tahun 2015 (target 80 persen). Cakupan tahun 2012 meningkat dibandingkan cakupan tahun 2011. Data cakupan ibu hamil resiko tinggi/komplikasi yang ditangani di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran (tabel 31). Salah satu kesakitan pada ibu hamil adalah anemia yang dapat menyebabkan kematian ibu karena perdarahan pada saat persalinan. Anemia karena defisiensi zat besi sebagai penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan defisiensi zat gizi lain. Oleh karena itu anemia gizi pada masa kehamilan sering diidentikkan dengan anemia gizi besi. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 38
Ibu hamil saat ANC diberikan tablet Fe 90 tablet untuk pencegahan dan pengobatan anemia gizi besi. Cakupan pemberian tablet Fe-1 dan Fe-3 untuk ibu hamil di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada gambar berikut. Gambar IV. 3 Cakupan Pemberian Tablet Fe-1 dan Fe-3 untuk Ibu hamil di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2006-2012 Gambar IV.3 memperlihatkan bahwa pada tahun 2012 di Provinsi NTB, cakupan pemberian tablet Fe-1 sebanyak 97,05 persen dan tablet Fe-3 sebanyak 90,05 persen. Artinya belum semua ibu hamil mendapatkan tablet Fe sebanyak 90 tablet. A.1.2 Persalinan oleh Tenaga Kesehatan (Linakes) Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan tahun 2012 hanya 90,35 persen, berarti sekitar 9,65 persen persalinan ditolong oleh tenaga non kesehatan (dukun beranak). Data terinci di setiap kabupaten/kota terlihat pada lampiran (tabel 28). Komplikasi dan kematian ibu serta bayi baru lahir sebagian besar terjadi di masa persalinan. Disebabkan karena pertolongan persalinan yang tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang professional (memiliki kompetensi kebidanan). Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di Provinsi NTB tahun 2006-2012 dapat dilihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 39
Gambar IV. 4 Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Provinsi NTB Tahun 2006-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2006-2012 Gambar IV.2 memperlihatkan cakupan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan meningkat sejak tahun 2009-2012 namun masih di bawah target nasional. Pada tahun 2012, jika cakupan pelayanan K4 pada dibandingkan dengan cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, maka cakupan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan lebih rendah daripada cakupan pelayanan K4 ibu hamil sebanyak 1,78 persen atau sekitar 7.173 ibu hamil yang sudah mendapatkan pelayanan K4 saat bersalin tidak ditolong oleh tenaga kesehatan. A.1.3 Pelayanan Nifas Peningkatan kesehatan ibu pasca persalinan antara lain melalui peningkatan pelayanan kesehatan bagi ibu nifas diberikan minimal tiga kali mulai enam jam sampai 42 hari pasca bersalin oleh tenaga kesehatan untuk mendeteksi dini komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu nifas dan pemberian kapsul vitamin A 200.000 IU. Capaian pelayanan ibu nifas dan ibu nifas mendapatkan vitamin A terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 40
Gambar IV. 5 Capaian Pelayanan Ibu Nifas dan Ibu Nifas mendapatkan Vitamin A di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.2 memperlihatkan bahwa pada tahun 2012, terdapat kabupaten/kota yang cakupan ibu nifas yang mendapatkan vitamin A lebih besar daripada ibu nifas yang mendapatkan pelayanan kesehatan yaitu Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, Dompu, Bima dan Sumbawa Barat. A.1.4 Pelayanan Kesehatan Neonatus Bayi baru lahir atau neonatus meliputi umur 0-28 hari. Kehidupan pada masa neonatus ini sangat rawan oleh karena memerlukan penyesuaian fisiologik agar bayi di luar kandungan dapat hidup sebaik-baiknya. Hal ini dapat dilihat dari tinggi angka kesakitan dan angka kematian neonatus. Pelayanan kesehatan neonatus adalah pelayanan kesehatan sesuai standar yang diberikan oleh tenaga kesehatan yang kompeten kepada neonatus sedikitnya 3 kali, selama periode 0 sampai dengan 28 hari setelah lahir, baik di fasilitas kesehatan maupun melalui kunjungan rumah. Pelaksanaan pelayanan kesehatan neonatus: (1) Kunjungan Neonatal ke-1 (KN 1) dilakukan pada kurun waktu 6 48 jam setelah lahir; (2) Kunjungan Neonatal ke-2 (KN 2) dilakukan pada kurun waktu hari ke 3 sampai dengan hari ke 7 setelah lahir; (3) Kunjungan Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 41
Neonatal ke-3 (KN 3) dilakukan pada kurun waktu hari ke 8 sampai dengan hari ke 28 setelah lahir. Kunjungan neonatal bertujuan untuk meningkatkan akses neonatus terhadap pelayanan kesehatan dasar, mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan/masalah kesehatan pada neonatus. Cakupan kunjungan neonatus (KN1) pada tahun 2012 mencapai 96,81 persen, dan kunjungan neonatus lengkap (KN3) mencapai 93,53 persen. Cakupan KN dirinci menurut kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran (tabel 36). Banyak masalah pada bayi baru lahir yang berhubungan dengan gangguan atau kegagalan penyesuaian biokimia dan faali yang disebabkan oleh prematuritas, kelainan anatomik, dan lingkungan yang kurang baik dalam kandungan, pada persalinan maupun sesudah lahir. Yang termasuk neonatus resiko tinggi antara lain yaitu BBLR, asfiksia neonatorum, ikterus, perdarahan tali pusat, kejang, hypotermi, hypertermi dan tetatus neonatorum. Risiko terbesar kematian neonatus terjadi pada 24 jam pertama kehidupan, minggu pertama dan bulan pertama kehidupannya. Pada tahun 2012 capaian neonatal resiko tinggi atau dengan komplikasi yang ditangani di Provinsi NTB hanya mencapai sekitar 59,9 persen, berarti sekitar 40 persen neonatal resiko tinggi atau dengan komplikasi tidak tertangani. Capaian neonatal resiko tinggi atau dengan komplikasi di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran (tabel 31). A.1.5 Pelayanan Kesehatan Bayi Pelayanan kesehatan bayi adalah pelayanan kesehatan sesuai standar yang diberikan oleh tenaga kesehatan kepada bayi sedikitnya 4 kali, selama periode 29 hari sampai dengan 11 bulan setelah lahir. Pelaksanaan pelayanan kesehatan bayi: (1) kunjungan bayi satu kali pada umur 29 hari 2 bulan; (2) Kunjungan bayi satu kali pada umur 3 5 bulan; (3) Kunjungan bayi satu kali pada umur 6 8 bulan; (4) Kunjungan bayi satu kali pada umur 9 11 bulan. Kunjungan bayi bertujuan untuk meningkatkan akses bayi terhadap pelayanan kesehatan dasar, mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan pada bayi sehingga cepat mendapat pertolongan, pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit melalui Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 42
pemantauan pertumbuhan, imunisasi, serta peningkatan kualitas hidup bayi dengan stimulasi tumbuh kembang. Cakupan kunjungan bayi (minimal 4 kali) rata-rata di Provinsi NTB tahun 2012 yaitu 96,79 persen. Cakupan kunjungan bayi di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran (tabel 37). Perkembangan kunjungan bayi di Provinsi NTB tahun 2006-2012 terlihat pada gambar berikut. Gambar IV. 6 Cakupan Kunjungan Bayi di Provinsi NTB Tahun 2006-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2006-2012 Gambar IV.6 memperlihatkan bahwa cakupan kunjungan bayi di Provinsi NTB tahun 2006-2012 cenderung meningkat, namun cakupan kunjungan bayi tahun 2012 menurun dibandingkan cakupan tahun 2010-2011. Pelayanan kesehatan kepada bayi meliputi : Pemberian imunisasi dasar lengkap (BCG, Polio 1,2,3,4, DPT/HB 1,2,3, Campak) sebelum bayi berusia 1 tahun, Stimulasi deteksi intervensi dini tumbuh kembang bayi (SDIDTK), Pemberian vitamin A 100.000 IU (6-11 bulan), konseling ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI, tanda tanda sakit dan perawatan kesehatan bayi di rumah menggunakan Buku KIA serta penanganan dan rujukan kasus bila diperlukan. Kementerian Kesehatan menetapkan imunisasi sebagai upaya nyata pemerintah untuk mencapai Millennium Development Goals (MDGs), khususnya untuk menurunkan Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 43
angka kematian anak. Imunisasi dasar sangat penting diberikan sewaktu bayi (usia 0 11 bulan) untuk memberikan kekebalan dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Tanpa imunisasi anak-anak mudah terserang berbagai penyakit, kecacatan dan kematian. Indikator keberhasilan pelaksanaan imunisasi diukur dengan pencapaian Universal Child Immunization (UCI) desa/ kelurahan, yaitu minimal 80% bayi didesa/ kelurahan telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Indikator keberhasilan GAIN UCI mengacu pada RPJMN Tahun 2010-2014 dengan target tahun 2012 mencapai UCI 90% dan 85% bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap yaitu BCG, Hepatitis B, DPT-HB, Polio dan campak. berikut. Pencapaian UCI desa/kelurahan di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada gambar Gambar IV. 7 Cakupan UCI Desa/Kelurahan di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.7 memperlihatkan bahwa pencapaian UCI desa/kelurahan rata-rata di Provinsi NTB tahun 2012 sebanyak 91,91 persen. Kabupaten/Kota yang belum mencapai UCI 90% adalah Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa Barat, Kota Mataram dan Kota Bima. Hal ini disebabkan antara lain karena kurang perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah terhadap program imunisasi, kurangnya dana operasional untuk imunisasi baik rutin maupun tambahan, dan tidak tersedianya Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 44
fasilitas dan infrastruktur yang adekuate. Selain itu juga kurangnya koordinasi lintas sektor termasuk pelayanan kesehatan swasta, kurang sumber daya yang memadai serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang program dan manfaat imunisasi. Cakupan pemberian imunisasi BCG, DPT1-HB1, DPT3-HB3, Polio 3 dan campak untuk bayi di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada gambar berikut. Gambar IV. 8 Cakupan Imunisasi pada Bayi di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.8 memperlihatkan cakupan imunisasi BCG pada bayi rata-rata di Provinsi NTB sebanyak 98,65 persen. Cakupan imunisasi BCG di Kabupaten Sumbawa Barat dan Kota Bima belum mencapai target 85 persen. Cakupan imunisasi DPT 1+HB 1, DPT 3+HB 3, Polio 3 dan Campak rata-rata di Provinsi NTB sudah diatas 100%. Cakupan imunisasi dasar pada bayi di Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa dan Bima sudah di atas 100%. Kampanye peningkatan ASI ekslusif kepada masyarakat terutama kepada ibu mulai sejak hamil sampai melahirkan. Konseling ASI ekslusif dilakukan bertujuan peningkatan pemberian ASI eksklusif pada bayi. Cakupan pemberian ASI ekslusif di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada gambar di bawah ini. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 45
Gambar IV. 9 Cakupan ASI Ekslusif pada Bayi di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.9 memperlihatkan bahwa cakupan pemberian ASI Ekslusif pada bayi rata-rata di Provinsi NTB hanya mencapai 57,63 persen. Cakupan pemberian ASI ekslusif di Kabupaten Lombok Tengah sudah mencapai target yaitu 85,13 persen. Bayi umur 6-11 bulan mendapatkan kapsul vitamin A 100.000 IU. Pemberian kapsul vitamin A pada usia ini dikaitkan dengan kelangsungan hidup anak, kesehatan dan pertumbuhan anak serta menunjang penurunan angka kesakitan dan angka kematian anak. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 46
Gambar IV. 10 Cakupan Bayi (6-11 bulan) mendapat Vitamin A 100.000 UI di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.10 memperlihatkan bahwa cakupan bayi (6-11 bulan) rata-rata di Provinsi NTB tahun 2012 yang mendapat kapsul vitamin A 100.000 UI belum mencapai target, hanya mencapai 88,77 persen. Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Sumbawa Barat cakupan bayi mendapat vitamin A 100.000 UI sudah di atas target. A.1.5 Pelayanan Kesehatan Balita Pelayanan kesehatan anak balita meliputi pelayanan pada anak balita sakit dan sehat. Pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan sesuai standar antara lain pelayanan pemantauan pertumbuhan minimal 8 kali setahun yang tercatat dalam buku KIA dan pemberian Vitamin A dosis tinggi (200.000 UI). Cakupan anak balita (12-59 bulan) yang mendapat pelayanan kesehatan di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada gambar berikut ini. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 47
Gambar IV. 11 Cakupan Anak Balita (12-59 tahun) Mendapat Pelayanan Kesehatan di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.11 memperlihatkan bahwa rata-rata cakupan balita (12-59 bulan) yang mendapat pelayanan kesehatan di Provinsi NTB tahun 2012 hanya mencapai 74,04 persen. Kabupaten Dompu saja yang semua balitanya (12-59 bulan) telah mendapatkan pelayanan kesehatan termasuk pemantauan pertumbuhan minimal 8 kali setahun. Pemantauan pertumbuhan adalah pengukuran berat badan anak balita setiap bulan yang tercatat pada Buku KIA/KMS. Hasil pemantauan pertumbuhan di Provinsi NTB tahun 2012, balita yang ditimbang hanya sebanyak 68,01 persen, balita yang naik berat badannya sebanyak 62,20 persen dan balita di bawah garis merah (BGM) sebanyak 2,45 persen. Data cakupan penimbangan balita di setiap kabupaten/kota terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 48
Gambar IV. 12 Cakupan Penimbangan Balita di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Pemberian Vitamin A dosis tinggi (200.000 UI) pada balita rata-rata di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada gambar berikut. Gambar IV. 13 Cakupan Vitamin A pada Balita di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.13 memperlihatkan cakupan vitamin A untuk balita hanya mencapai 83,23 persen. 9 kabupaten/kota belum mencapai 100 persen, hanya Kota Bima yang sudah mencapai 100 persen. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 49
A.2 Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Dalam upaya percepatan penurunan kematian ibu dan kematian bayi perlu pemecahan masalah sejak dari hulu, salah satunya melalui program Keluarga Berencana (KB). Pasangan Usia Subur (PUS) Provinsi NTB tahun 2012 (tanpa Kota Mataram) sebanyak 866.623. Peserta KB baru pada tahun 2012 (tanpa Kota Mataram) sebanyak 208.509 atau 24,06 persen dan peserta KB aktif sebanyak 618.736 atau 71,40 persen. Peserta KB baru tersebut menggunakan kontrasepsi MKJP (IUD, MOP, MOW dan implant) sebanyak 27,43 persen dan non MKJP (suntik, pil, kondom) sebanyak 72,57 persen. Gambar IV. 14 Cakupan Pemakaian Kontrasepsi oleh Peserta KB Baru di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.14 memperlihatkan bahwa hampir separuh peserta KB baru menggunakan KB suntik, karena penggunaan KB suntik tidak memerlukan banyak tahap yang sulit, termasuk metode kontrasepsi yang terhitung murah untuk masyarakat dan akses untuk memperoleh layanan KB suntik relatif lebih mudah. Partispasi pria sebagai peserta KB aktif masih rendah jika dilihat dari penggunaan kontrasepsi kondom 7,67% dan MOP hanya 0,43 persen. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 50
A.3 Perbaikan Gizi Program Perbaikan Gizi Masyarakat Tahun 2012 di Provinsi Nusa Tenggara Barat diarahkan untuk mendukung percepatan pencapaian target RPJMD yaitu penurunan prevalensi gizi buruk, melalui kegiatan pendidikan gizi masyarakat, penanggulangan kurang gizi baik gizi makro maupun gizi mikro, surveilans gizi dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Surveilan gizi melalui laporan rutin penemuan kasus gizi buruk yang sudah dikonfirmasi ke BB/PB atau BB/TB, perkembangannya dari tahun 2008-2012 adalah sebagai berikut. Tabel IV. 1 Penemuan Kasus Gizi Buruk pada Balita di Provinsi NTB Tahun 2008-2012 2008 2009 2010 2011 2012 Jumlah kumulatif yang ditemukan (case 1.207 926 750 1.092 767 finding) Jumlah kumulatif kasus yang ditangani 1.207 926 750 1.092 767 (case holding) Jumlah kumulatif kasus membaik 892 521 463 796 587 Jumlah sisa kasus (masih ditangani) 270 361 252 264 146 Jumlah kasus yang meninggal 45 44 35 32 34 Jumlah kasus klinis Marasmus 410 365 373 388 319 Jumah kasus klinis Kwasiorkhor 33 15 18 16 18 Jumlah Kasus klinis Marasmus- 23 21 36 17 15 Kwasiorkhor Jumlah kasus non Klinis 741 481 323 48 12 Sumber: Laporan Tahunan Seksi Gizi Dinas Kesehatan Provinsi NTB 2012 Tabel IV.1 memperlihatkan bahwa kasus gizi buruk yang ditemukan di Provinsi NTB selama 5 tahun terakhir masih banyak. Jika diprediksikan berdasarkan hasil PSG tahun 2012, prevalensi gizi buruk sebanyak 3,52 persen dari jumlah balita di Provinsi NTB (sekitar 500 ribu) atau sekitar 19 ribu balita gizi buruk, maka penemuan kasus gizi buruk yang terlaporkan masih sangat rendah, berarti masih banyak kasus gizi buruk yang tidak terpantau oleh petugas. Kematian kasus gizi buruk (CFR) di Provinsi NTB selama 5 tahun terakhir cukup tinggi dan berfluktuatif. Tahun 2009 sebanyak 4,75 persen, tahun 2010 sebanyak 4,66 persen, tahun 2011 sebanyak 2,93 persen dan 4,43 persen pada tahun 2012. Namun persentase CFR ini masih dibawah target nasional CFR sebesar 5 %. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 51
A.3 Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) Salah satu upaya yang strategis untuk meningkatkan kualitas manusia di Provinsi NTB adalah upaya pendidikan dan kesehatan, dan upaya ini paling tepat dilakukan melalui institusi pendidikan. Sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar harus menjadi Health Promoting School artinya sekolah yang dapat meningkatkan derajat kesehatan warga sekolahnya. Kesemuanya akan tercapai bila sekolah dan lingkungannya dibina dan dikembangkan antara lain melalui Upaya Kesehatan Sekolah (UKS). UKS dilakukan lewat Trias program UKS meliputi aspek pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan sekolah lingkungan sehat. Aspek pelayanan kesehatan pada UKS adalah pemeriksaan kesehatan umum dan kesehatan gigi dan mulut siswa SD dan setingkat dan melalui penjaringan kesehatan terhadap murid kelas 1 SD/MI. Gambar IV. 15 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD/Setingkat di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.15 memperlihatkan cakupan penjaringan kesehatan siswa kelas 1 SD/setingkat di Provinsi NTB (tanpa Kabupaten Lombok Utara) rata-rata mencapai 89,03 persen, berarti terdapat siswa kelas 1 SD/setingkat yang tidak dilakukan penjaringan kesehatan. Siswa kelas 1 SD/setingkat di Kota Bima semuanya mendapatkan pelayanan penjaringan kesehatan sedangkan cakupan terendah adalah Kabupaten Dompu. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 52
Pelayanan kesehatan untuk anak sekolah juga termasuk pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Pendidikan kesehatan gigi perlu ditanamkan sejak dini, termasuk saat anak mengenyam pendidikan dasar. Anak usia sekolah memiliki kontribusi yang cukup tinggi pada kunjungan di poli gigi dengan kasus kerusakan gigi yang mengakibatkan gigi tersebut harus dicabut. Pendidikan kesehatan gigi dan mulut bertujuan memutuskan mata rantai kasus kerusakan gigi dan menurunkan angka kesakitan gigi. Walaupun kegiatan pelayanan kesehatan gigi di sekolah dalam program UKGS telah berjalan cukup lama namun dampak program UKGS terhadap status kesehatan gigi murid sekolah dasar belum memuaskan. Selain pemeriksaan gigi siswa (kuratif), program UKGS juga yang berorientasi pada kegiatan preventif dan promotif yang bersifat masal dan individual seperti demonstrasi sikat gigi bersama. Kegiatan demonstrasi sikat gigi bersama yang dilakukan oleh siswa SD/setingkat pada tahun 2012 di Provinsi NTB hanya dilaporkan oleh 5 kabupaten/kota, seperti terlihat pada gambar berikut. Gambar IV. 16 Cakupan SD/MI untuk Kegiatan Sikat Gigi Masal di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.16 memperlihatkan bahwa cakupan SD/MI yang melaksanakan demonstrasi sikat gigi masal masih rendah. Data terinci di setiap kabupaten/kota terlihat pada lampiran (tabel 53). Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 53
A.4 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat seutuhnya termasuk didalamnya adalah pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada fasilitas pelayanan kesehatan dasar yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Kunjungan pasien gigi dari tahun ke tahun juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pencabutan gigi masih menjadi kasus yang paling sering dilakukan di Puskesmas, padahal pencabutan gigi tetap adalah tindakan kuratif dan rehabilitative karena sudah tidak ada alternatif lainnya. hal ini disebabkan karena perawatan gigi sejak dini tidak dilakukan dengan baik. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Provinsi NTB terlihat pada gambar berikut. Gambar IV. 17 Cakupan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Provinsi NTB Tahun 2007-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2007-2012 Gambar IV.17 memperlihatkan pelayanan kesehatan gigi pada tahun 2012 menurun dibandingkan tahun 2011. Walaupun demikian, jumlah tumpatan pada tahun 2012 mengalami peningkatan dari jumlah tumpatan tahun 2007-2008 dan 2010. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi masyarakat untuk mempertahankan gigi geliginya cukup baik. Jumlah pencabutan gigi tetap mengalami penurunan dibandingkan jumlah pencabutan gigi tetap tahun 2011. Hal ini pertanda baik dan diharapkan di tahun mendatang jumlah pencabutan gigi tetap trendnya semakin menurun dan tren penumpatan gigi tetap semakin meningkat. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 54
Rasio tumpatan dan pencabutan mengalami kenaikan dari 0,50 di tahun 2011 menjadi 0,63 di tahun 2012. Ada beberapa kabupaten/kota yang pencabutan giginya lebih banyak dibandingkan tumpatan (rasio rendah). Artinya masyarakat di kabupaten tersebut masih kurang memperhatikan kesehatan gigi dan mulut dan masih rendahnya promosi kesehatan gigi dan mulut. Rasio tumpatan gigi dan pencabutan gigi di setiap kabupaten/kota dapat dilihat dalam lampiran (tabel 52). A.5 Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut Meningkatnya usia harapan hidup membuat jumlah penduduk kelompok usia lanjut semakin besar. Namun perbaikan pada pelayanan kesehatan usia lanjut belum menjadi perhatian. Cakupan usia lanjut yang mendapatkan pelayanan kesehatan usia lanjut di Provinsi NTB tahun 2007-2012 terlihat pada gambar berikut. Gambar IV. 18 Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut di Provinsi NTB Tahun 2007-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2007-2012 Gambar IV.18 memperlihatkan bahwa usia lanjut lanjut yang mendapatkan pelayanan kesehatan pada tahun 2012 hanya seperlima dari jumlah usia lanjut yang ada. Hal ini menggambarkan bahwa kabupaten/kota di Provinsi NTB belum memperhatikan pelayanan kesehatan untuk kelompok usia lanjut yang merupakan kelompok usia beresiko. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 55
A.6 Penanganan Kejadian Luar Biasa Kejadian luar biasa (KLB) dijelaskan sebagai timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. KLB yang terjadi di Provinsi NTB tahun 2011-2012 terlihat pada gambar berikut. Gambar IV.19 Kejadian Luar Biasa di Provinsi NTB Tahun 2011-2012 Tahun 2011 Tahun 2012 56 1 4 1 1 230 20 97 446 269 45 113 354 DHF Keracunan makanan Chikungunya AFP Flu Burung AFP Campak Tetanus Neonatorum DBD Keracunan Makanan Filariasis Flu Burung KIPPI Tetanus Neonatorum Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2007-2012 Gambar IV.20 memperlihatkan bahwa kasus keracunan makanan, AFP dan Tetanus Neonatorum terjadi selama 2 tahun berturut-turut. Kejadian keracunan makanan tahun 2012 meningkat dibandingkan tahun 2011. Data terinci terkait KLB di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada lampiran (tabel 50). Pada tahun 2012 sebanyak 76 desa tempat terjadinya KLB dan yang ditangani < 24 jam sebanyak 75 desa (98,68 %). B. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat yaitu hak rakyat untuk memperoleh akses atas kebutuhan pelayanan kesehatan. Pembangunan kesehatan juga harus dipandang sebagai suatu investasi dalam kaitannya untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 56
B.1 Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Prabayar Peran serta masyarakat adalah syarat mutlak bagi keberhasilan, kelangsungan dan kemandirian pembangunan di bidang kesehatan yang diwujudkan antara lain sebagai penyelenggara berbagai upaya pelayanan kesehatan dan dalam membiayai pemeliharaan kesehatan. Peran serta dalam pembiayaan pemeliharaan kesehatan terlaksana antara lain dalam bentuk pengeluaran biaya langsung untuk kesehatan, dana sehat, asuransi sosial di bidang kesehatan dan pelbagai bentuk pembiayaan kesehatan prabayar. Perkembangan peserta jaminan kesehatan di Provinsi NTB cukup positif. Kepesertaan jaminan kesehatan tahun 2012 sebanyak 54,9 persen dari total penduduk yang terdiri dari 6,4 persen peserta PT. Askes; 0,2 persen peserta PT. Jamsostek; 42,6 persen dicakup oleh Jamkesmas/Jamkesda dan sebanyak 5, 8 persen dicakup oleh jaminan kesehatan lainnya. Data terinci di setiap kabupaten/kota dapat dilihat di lampiran (tabel 55). Kondisi tahun 2012 meningkat sebanyak 2 persen dibandingkan dengan cakupan tahun 2011 (52,9%). B.2 Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Masyarakat miskin (dan hampir miskin) yang mendapat pelayanan kesehatan dasar rawat jalan di sarana kesehatan strata 1 sebanyak 41,74 persen dan mendapatkan pelayanan kesehatan rujukan di sarana kesehatan strata 2 dan strata 3 sebanyak 4,26 persen. Data terinci di setiap kabupaten/kota dapat dilihat di lampiran (tabel 56). Masyarakat miskin (dan hampir miskin) yang mendapat pelayanan kesehatan rawat inap di sarana kesehatan strata 1 sebanyak 9,93 persen dan mendapatkan pelayanan kesehatan rujukan di sarana kesehatan strata 2 dan strata 3 sebanyak 1,33 persen. Data terinci di setiap kabupaten/kota dapat dilihat di lampiran (tabel 57). B.3 Kunjungan di Sarana Pelayanan Kesehatan Cakupan rawat jalan selama tahun 2012 di Provinsi NTB sebesar 74,1 persen, menurun 9.4 persen dibanding tahun 2011 sebesar 83,5 persen, artinya kunjungan rawat jalan di pelayanan kesehatan juga menurun. Ada kemungkinan penyebab turunnya cakupan rawat jalan yaitu rendahnya angka kesakitan masyarakat atau rendahnya pemanfaatan pelayanan kesehatan di puskesmas oleh penduduk. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 57
Cakupan rawat inap selama tahun 2012 sebesar 6,7 persen, meningkat 1,1 persen dibanding tahun 2011 sebesar 5,6 persen. Meningkatnya cakupan dimungkinkan karena tingginya angka kesakitan yang lebih serius penanganannya sehingga memerlukan perawatan lebih lanjut serta tingginya pemanfaatan pelayanan rawat inap di puskesmas oleh penduduk. Jumlah total kunjungan penduduk ke Puskesmas baik rawat jalan dan rawat inap tahun 2011 sebesar 3.320.119 (73,26%), tahun 2012 menurun menjadi sebesar 3.264.191 (70,4%), Angka ini lebih besar bila dibandingkan dengan Indikator Indonesia Sehat 2010 yaitu 15 % penduduk. C. Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah perilaku yang berkaitan dengan upaya atau kegiatan seseorang yang mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya. Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri terutama dalam tatanan masing-masing, dan masyarakat/dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Rumah tangga merupakan unit terkecil dalam lingkungan, sehingga perilaku hidup yang bersih dan sehat selayaknya harus diterapkan dan ditanamkan kepada kepada seluruh anggata keluarga. Pada akhirnya keluarga yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat pula. PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga Sehat. Rumah tangga sehat berarti mampu menjaga, meningkatkan, dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup sehat. Hasil pemantauan rumah tangga pada tahun 2012, sebanyak 70.794 rumah dipantau (5,53% dari total rumah tangga yang ada). Rumah tangga yang termasuk Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat sebanyak 22.532 rumah atau sekitar 31,83 persen. Cakupan Rumah Tangga Ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di setiap kabupaten/kota terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 58
Gambar IV.20 Cakupan Rumah Tangga Ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.21 memperlihatkan bahwa cakupan rumah tangga yang ber-phbs di kabupaten/kota masih rendah terutama di Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Bima yang capaiannya sekitar 20% daru rumah tangga yang dipantau. D. Pembinaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar Derajat kesehatan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan disamping faktor perilaku dan pelayanan kesehatan. Upaya penyehatan lingkungan dilakukan untuk mewujudkan mutu lingkungan yang lebih sehat, antara lain melalui pemberdayaan masyarakat dalam penyediaan air bersih dan sanitasi di sarana pemeliharaan dan pengawasan kualitas lingkungan, pengendalian dampak resiko pencemaran lingkungan dan pengembangan wilayah sehat. Bentuk pelaksanaan upaya penyehatan lingkungan di masyarakat dapat dilihat dari indikator antara lain cakupan rumah sehat dan cakupan jamban keluarga D.1 Rumah Sehat dan Jamban Keluarga Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan yaitu memiliki jamban sehat, tempat pembuangan sampah, sarana air bersih, sarana Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 59
pembuangan air limbah, ventilasi baik, kepadatan hunian rumah sesuai dan lantai rumah tidak dari tanah. Hasil pengawasan kualitas lingkungan di Provinsi NTB pada tahun 2012, dari 1.214.542 rumah yang ada, diperiksa sebanyak 1.124.293 rumah (atau 92,57 % dari rumah yang ada). Rumah yang termasuk kategori Rumah Sehat sebanyak 697.263 rumah (62,02% dari rumah yang diperiksa). Kondisi ini meningkat dibandingkan capaian tahun 2011. Cakupan Rumah Sehat di kabupaten/kota tahun 2012 terlihat pada gambar berikut. Gambar IV.21 Cakupan Rumah Sehat di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.22 memperlihatkan bahwa rumah sehat paling banyak dijumpai di Kota Bima, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Cakupan Rumah Sehat di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran (tabel 62). Rumah yang sehat harus juga memiliki jamban keluarga yang memenuhi syarat. Hasil pemeriksaan sanitasi tahun 2012, sebanyak 1.344.753 keluarga diperiksa (atau 96,33% dari keluarga yang ada), sebanyak 853.766 memiliki jamban (63,49 % dari keluarga yang diperiksa). Namun yang memiliki jamban sehata hanya sebanyak 699.064 keluarga (atau 81,88 % dari keluarga yang memiliki jamban). Kondisi ini meningkat dibandingkan tahun 2011 yang capaiannya sebanyak 72,47% keluarga yang memiliki Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 60
jamban keluarga. Data kepemilikan jamban sehat di kabupaten/kota dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar IV.22 Cakupan Jamban Keluarga di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.23 memperlihatkan bahwa keluarga di Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Bima dan Kabupaten Lombok Utara semua (100%) keluarga yang diperilksa memiliki jamban keluarga yang sehat. D.2 Rumah/Bangunan Bebas Jentik Nyamuk Aedes Rumah yang sehat tidak cukup hanya sebagai tempat tinggal dan berlindung dari panas cuaca dan hujan. Oleh karena itu rumah juga harus berfungsi mencegah terjadinya penyakit, aman dan nyaman bagi penghuninya. Penyakit yang dapat ditularkan dari daerah rumah adalah penyakit Demam Berdarah Dengue. Oleh karena itu dilakukan pemantauan rumah/bangunan bebas jentik nyamuk Aedes. Cakupan rumah/bangunan bebas jentik nyamuk Aedes dapat dilihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 61
Gambar IV.23 Cakupan Rumah/Bangunan Bebas Jentik Nyamuk Aedes di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.24 memperlihatkan bahwa cakupan rumah/bangunan yang bebas jentik nyamuk Aedes di beberapa kabupaten/kota masih rendah terutama di Kabupaten Dompu dan Sumbawa. Cakupan rumah/bangunan bebas jentik nyamuk Aedes yang tinggi terdapat di Kota Mataram, Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa Barat. Hal ini berkaitan dengan gencarnya penyuluhan tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). D.3 Sarana Air Bersih Sarana air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang diperoleh dari berbagai sumber tergantung pada kondisi daerah setempat. Kondisi sumber air pada setiap daerah berbeda-beda tergantung pada keadaan alam dan kegiatan manusia yang terdapat pada daerah tersebut. Beberapa kendala yang menyebabkan masih tingginya jumlah orang yang belum terlayani fasilitas air bersih dan sanitasi dasar adalah sebaran penduduk yang tidak merata, beragamnya wilayah dan geografis, menurunnya kualitas dan kuantitas sumber air baku serta keterbatasan sumber pendanaan. Hasil pemantauan di Provinsi NTB tahun 2012, sarana air bersih yang digunakan oleh masyarakat dapat dilihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 62
Gambar IV.24 Sarana Air Bersih di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.25 memperlihatkan bahwa separuh masyarakat di Provinsi NTB menggunakan sumur gali untuk mendapatkan air bersih. Data terperinci tentang sarana air bersih yang digunakan di kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran (tabel 64). D.3 Sumber Air Minum Keluarga Air minum yang layak yang dapat diakses oleh masyarakat masih sangat minim. Masalah kemiskinan sebagai salah satu penyebab rendahnya kemampuan penduduk mengakses air minum yang layak. Selain itu masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang lingkungan, rendahnya kualitas bangunan septic tank dan masih buruknya sistem pembuangan limbah juga mempengaruhi ketersedian sumber air minum. Sumber air minum yang digunakan di keluarga di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 63
Gambar IV.25 Sumber Air Minum yang Digunakan Keluarga di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.26 memperlihatkan bahwa keluarga di Provinsi NTB terbanyak menggunakan sumber terlindung yaitu sekitar 44,7% dan leding meteran sekitar 20%. E. Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Rumah sakit adalah suatu fasilitas pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan rawat inap dan rawat jalan yang memberikan pelayanan kesehatan jangka pendek dan jangka panjang yang terdiri dari observasi, diagnostik, terapeutik dan rehabilitatif untuk orang-orang yang menderita sakit, cidera dan melahirkan. Indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan fasilitas perawatan, peningkatan mutu dan sarana rumah sakit antara lain sebagai berikut: E.1 Angka Kematian Umum Penderita yang Dirawat di Rumah Sakit Angka kematian umum penderita yang dirawat di rumah sakit (Gross Death Rate/GDR) pada 9 rumah sakit yang melapor dari 21 rumah sakit yang ada, rata-rata sebesar 15,48 per 100.000 pasien keluar, sedangkan angka yang dapat ditolerir maksimum 45 per 100.000 pasien keluar. Terdapat satu rumah sakit yakni Rumah Sakit Umum Praya dengan GDR melebihi nilai GDR yang dapat ditolerir yaitu sebesar 46,37 per 100.000 pasien keluar. Namun secara keseluruhan angka GDR di NTB masih under reported Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 64
karena belum semua rumah sakit yang ada melaporkan capaian kinerjanya. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran (table 59). E.2 Angka Kematian Penderita yang Dirawat < 48 jam Pada tahun 2012 rata-rata angka kematian penderita yang dirawat < 48 jam (Net Death Rate/NDR) dari separuh rumah sakit yang ada di Provinsi NTB sebesar 8,29 atau sekitar 8-9 penderita dari 100.000 penderita yang keluar. Namun angka tersebut juga masih under reported karena belum semua rumah sakit yang ada di Provindi NTB melaporkan capaian kinerjanya. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran (table 59). E.3 Pemakaian Tempat Tidur Rata-rata pemakaian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) pada tahun 2012 sangat rendah yaitu 46,29 % (BOR Ideal= 60%-80%). Angka tersebut tidak dapat menggambarkan keadaan keseluruhan karena masih ada rumah sakit yang belum melaporkan capaian BOR. Di 9 rumah sakit yang melapor dari 21 rumah sakit yang ada, sebanyak 6 rumah sakit mempunyai tingkat pemanfaatan cukup ideal yaitu RSU Patuh Patut Patju, RSU Praya, RSU dr. R. Soedjono Selong, RSUD Sumbawa, RSUD Bima, RSUD Sumbawa Barat dan RSUD Tanjung. Sedangkan di RSUD Kota Mataram dan RSUD Kab, Dompu tingkat pemanfaatannya masih kurang (<60%). selengkapnya dapat dilihat pada lampiran (table 60). E.4 Lama Rawat Pasien Rata-rata lama rawat seorang pasien (Length of Stay/LOS) di 9 rumah sakit yang melapor pada tahun 2012 adalah 3,88 hari, mengalami kenaikan bila dibandingkan nilai LOS tahun 2011 sebesar 2,54. Namun angka tersebut masih berada di bawah nilai LOS ideal yaitu antara 6-9 hari. Angka LOS di setiap rumah sakit dapat dilihat pada lampiran (tabel 60). E.5 Tempat Tidur Tidak Ditempati Angka Tempat Tidur Tidak tempati (Turn of Interval/TOI) menunjukkan efisiensi penggunaan tempat tidur, dimana angka ideal untuk TOI adalah 1-3 hari. Pada tahun 2012 rata-rata TOI di 9 rumah sakit yang melapor adalah 8,77. Kondisi ini lebih buruk Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 65
dibandingkan rata-rata TOI tahun 2011 sebesar 3,44. Angka LOS di setiap rumah sakit dapat dilihat pada lampiran (tabel 60). F. Pelayanan Kefarmasian Kecukupan obat dan ketersediaan obat merupakan salah satu komponen penting dari sarana pelayanan kesehatan yang bermutu. Pada tahun 2012 dari 144 jenis obat yang dilaporkan, pemakaian terbanyak adalah Ringer laktat Infus (500 ml/botol) dengan pemakaian rata-rata per bulan 35.888 botol. Persentase tingkat kecukupan obat di kabupaten/kota yang paling tinggi adalah Natrium Bikarbonat tablet 500 mg (279) dan paling rendah adalah Polio 20 dosis (0) artinya tidak tersedia Polio 20 dosis. Berikut adalah gambar 15 jenis obat dengan persentase tingkat kecukupan tertinggi di Provinsi NTB Tahun 2012. Gambar IV.26 15 Jenis Obat dengan Tingkat Kecukupan Tertinggi di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 66
BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN Pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan selama ini telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara bermakna walaupun masih dijumpai berbagai masalah dan hambatan. Pembangunan kesehatan masyarakat sangat memerlukan umber daya kesehatan yang merupakan semua perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan sebagai pendukung penyelenggaraan upaya kesehatan. A. Sarana Kesehatan Sarana pelayanan kesehatan terdiri dari RS Umum, RS Jiwa, RS Bersalin, RS Khusus lainnya, Puskesmas Perawatan, Puskesmas Non Perawatan, Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling, Rumah Bersalin, Balai pengobatan/klinik, Praktek Dokter Bersama, Praktek Dokter Perorangan dan Praktek Pengobatan Tradisional. Jumlah sarana pelayanan kesehatan tahun 2012 sebanyak 9.691 unit yang terdiri dari 0,05% milik provinsi, 84,35 milik pemerintah kabupaten/kota, 0,04% milik TNI/Polri dan 15,57 milik swasta. A.1 Rumah Sakit Umum Rumah Sakit Umum (RSU) di Provinsi NTB sebanyak 21 unit yang terdiri dari 2 RSU milik pemerintah Provinsi NTB, 9 RSUD kabupaten/kota, 1 RS Angkatan Darat, 1 RS Bhayangkara dan 8 RS swasta. Pada tahun 2011 jumlah Rumah Sakit Umum sebanyak 16 unit, dan bertambah sebanyak 5 unit pada tahun 2012 yaitu RSU Kab. Lombok Utara, RSU Kab. Sumbawa Barat, RSUDP di Sumbawa, PKU Muhamadiyah, dan RS Harapan Keluarga. Distribusi rumah sakit di kabupaten/ kota terlihat pada tabel berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 67
Tabel V.1 Rumah Sakit di Provinsi NTB Tahun 2012 Kabupaten/Kota RSUD RS TNI/Polri RS Jiwa RS Swasta Lombok Barat 1 0 0 0 Lombok Tengah 1 0 0 1 Lombok Timur 1 0 0 0 Sumbawa 1 0 0 0 Dompu 1 0 0 0 Bima 1 0 0 1 Sumbawa Barat 1 0 0 0 Lombok Utara 1 0 0 0 Mataram 1 0 0 5 Kota Bima 0 0 0 0 Provinsi 2 2 1 0 Jumlah 11 2 1 7 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 A.2 Puskesmas Puskesmas di Provinsi NTB tahun 2012 berjumlah 157 buah yang terdiri dari 109 puskesmas non perawatan dan 48 puskesmas perawatan. Tidak ada penambahan puskesmas baru. Rasio puskesmas terhadap 100.000 penduduk relatif tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2012, rasio puskesmas 3,39 terhadap 100.000 penduduk sedangkan pada tahun 2011, rasio puskesmas 3,38. Distribusi puskesmas di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada tabel berikut. Gambar V.1 Jumlah Puskesmas Perawatan dan Non Perawatan di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 68
A.3 Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan masyarakat, berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada termasuk yang ada di masyarakat. Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), Poskesdes (Pos Kesehatan Desa), Desa Siaga. A.3.1 Posyandu Posyandu merupakan salah satu bentuk UKBM yang paling dikenal di masyarakat. Posyandu menyelenggarakan minimal 5 program prioritas yaitu kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, imunisasi dan penanggulangan diare. Untuk memantau perkembangannya, Posyandu dikelompokkan ke dalam 4 strata posyandu yaitu Pratama, Madya, Purnama dan Mandiri. Data posyandu menurut strata di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran (tabel 72). Posyandu di Provinsi NTB menurut strata tahun 2012 terlihat pada gambar berikut. Gambar V.2 Persentase Posyandu menurut Strata dan Posyandu Aktif di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Pada tahun 2012, jumlah posyandu sebanyak 6.429 buah. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2011 sebanyak 6.251 buah. Jika dibandingkan dengan jumlah desa dan kelurahan, maka rasio posyandu terhadap desa/ kelurahan adalah 5,8 artinya Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 69
setiap desa mempunyai sekitar 5-6 posyandu. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan rasio posyandu tahun 2012 yaitu 5,63 atau rata-rata pada tiap desa/kelurahan terdapat 5-6 posyandu. Perkembangan jumlah posyandu dan desa/kelurahan di Provinsi NTB terlihat pada gambar berikut. Gambar V.3 Jumlah Posyandu dan Desa/Kelurahan di Provinsi NTB Tahun 2005-2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2005-2012 Rasio posyandu terhadap 100 balita pada tahun 2012 adalah 1,30 artinya, berarti terdapat posyandu yang mempunyai sasaran lebih dari 100 balita. A.3.2 Pos Kesehatan Desa Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) adalah UKBM yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan/ menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Poskesdes dapat dikatakan sebagai sarana kesehatan yang merupakan pertemuan antara upaya masyarakat dan dukungan pemerintah. Pelayanannya meliputi upaya promotif, preventif, dan kuratif yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan (terutama bidan) dengan melibatkan kader atau tenaga sukarela Iainnya. Poskesdes di harapkan sebagai pusat pengembangan dan kordinator berbagai UKBM yang dibutuhkan masyarakat desa, misalnya Posyandu dan warung obat desa (WOD). Pada tahun 2012 di Provinsi NTB terdapat 733 buah poskesdes. Jumlah poskesdes di setiap kabupaten/kota tahun 2012 terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 70
Gambar V.4 Jumlah Poskesdes dan Desa/Kelurahan di kabupaten/kota se- Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar V.4 memperlihatkan bahwa tidak semua desa mempunyai poskesdes, terutama di Kabupaten Sumbawa dan Lombok Timur. A.3.3 Desa Siaga Desa Siaga adalah desa/kelurahan yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri. Pada tahun 2012 di Provinsi NTB telah terbentuk 993 Desa Siaga dari 1.112 desa/kelurahan yang ada. Namun Desa Siaga yang aktif hanya sebanyak 978 desa/keluarahan. Desa Siaga aktif adalah desa yang mempunyai Poskesdes atau UKBM lainnya yang buka setiap hari dan berfungsi sebagai pemberi pelayanan kesehatan dasar, penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan, surveilance berbasis masyarakat yang meliputi gizi, penyakit, lingkungan dan perilaku sehingga masyarakatnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Distribusi Desa Siaga dan Desa Siaga Aktif di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 71
Gambar V.5 Desa/Kelurahan, Desa Siaga dan Desa Siaga Aktif di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 B. Tenaga Kesehatan Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan, memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang memerlukan kewenangan dalam menjalankan pelayanan kesehatan. Pemerintah mengatur perencanaan, pengadaan, pendayagunaan, pembinaan, dan pengawasan mutu tenaga kesehatan dalam rangka penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan dapat dikelompokkan sesuai dengan keahlian dan kualifikasi yang dimiliki, antara lain meliputi tenaga medis, tenaga kefarmasian, tenaga keperawatan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga sanitarian, tenaga gizi, tenaga keterapian fisik, tenaga keteknisian medis, dan tenaga kesehatan lainnya. Jumlah tenaga kesehatan di Provinsi NTB pada tahun 2012 sebanyak 7.233 orang dengan perincian sebagai berikut: Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 72
Tabel V.6 Jenis Tenaga Kesehatan di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Tabel V.2 memperlihatkan bahwa proporsi terbanyak adalah tenaga perawat sebanyak 40 persen dan bidan hampir dari seperempat tenaga kesehatan yang ada di Provinsi NTB. Tenaga fisioterapis sangat minim yaitu sebanyak 0,36 persen dari keseluruhan tenaga kesehatan yang ada di Provinsi NTB. Data terinci tentang tenaga kesehatan dapat dilihat pada lampiran (tabel 74 78). Tenaga dokter spesialis yang bekerja di sarana kesehatan sebanyak 83 orang sehingga rasio dokter spesialis per 100.000 penduduk di Provinsi NTB tahun 2012 sebesar 1,8. Rasio dokter spesialis ini berada di bawah standar WHO sebesar 6 per 100.000 penduduk. Tenaga dokter umum yang ada di Provinsi NTB sebanyak 376 orang, yang bekerja di sarana kesehatan sebanyak 355 orang, sehingga rasio dokter umum per 100.000 penduduk adalah 7,66. Rasio dokter umum tahun 2012 lebih rendah daripada kondisi tahun 2011, rasio dokter umum tahun 2011 adalah 11,02 per 100.000 penduduk. Rasio dokter umum di Provinsi NTB di bawah target nasional 40 per 100.000 penduduk. Tenaga dokter gigi yang ada di Provinsi NTB sebanyak 108 orang, yang bekerja di sarana kesehatan sebanyak 103 orang sehingga rasio dokter gigi adalah 2,2 per 100.000 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 73
penduduk. Rasio dokter gigi di Provinsi NTB masih dibawah target nasional 11 per 100.000 penduduk. Tenaga perawat di Provinsi NTB sebanyak 2.933 orang, yang bekerja di sarana kesehatan sebanyak 2.847 orang sehingga rasio tenaga perawat adalah 61,4 per 100.000 penduduk. Tenaga bidan di Provinsi NTB sebanyak 1.777 orang, yang bekerja di sarana kesehatan sebanyak 1.728 orang sehingga rasio tenaga bidan adalah 37,3 per 100.000 penduduk. C. Pembiayaan Kesehatan Pembiayaan pembangunan kesehatan se-provinsi NTB tahun 2012 diperoleh dari berbagai sumber yaitu APBD kabupaten/kota se-ntb, APBD Provinsi NTB, APBN (Dana Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan (TP) termasuk TP Rumah Sakit dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), Jamkesmas dan Jampersal), Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN), sumber pemerintah lainnya,swasta dan masyarakat. Pembiayaan kesehatan se-provinsi NTB tahun 2012 dapat dilihat pada gambar berikut. Tabel V.7 Pembiayaan Kesehatan di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 74
Pada tahun 2012 anggaran kesehatan se-provinsi NTB tercatat sebanyak Rp.3.923.286.014.815 atau Rp. 846,3 perkapita/tahun. Jika dibandingkan dengan penyataan WHO bahwa anggaran kesehatan yang ideal untuk menjamin terselenggaranya program/pelayanan kesehatan esensial adalah sebesar US$ 34/kapita atau sekitar Rp.340.000/kapita, berarti anggaran kesehatan di kabupaten/kota masih jauh dibawah patokan tentang kecukupan anggaran kesehatan di kabupaten/kota. Anggaran kesehatan berasal dari APBD kabupaten/kota sebanyak Rp.3.300.909.452.799 (84,2 % dari total anggaran kesehatan se-provinsi NTB. Undang-undang nomor 36 tahun 2009 mengamanatkan bahwa anggaran untuk bidang kesehatan adalah 10% dari anggaran daerah di luar gaji. Jika Belanja Langsung dari APBD kabupaten/kota berjumlah Rp. 236.118.376.487,- dan total APBD kabupaten/kota se- Provinsi NTB tahun 2012 adalah Rp.8.457.400.390.710,- berarti anggaran untuk bidang kesehatan di luar gaji sekitar 2,79 persen saja. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 75
BAB VI KESIMPULAN Hasil pembangunan kesehatan di Provinsi NTB tahun 2012 memperlihatkan beberapa keberhasilan. Antara lain kasus kematian bayi telah mengalami penurunan dalam kurun waktu 2003-2012, namun masih diatas angka nasional. Kasus kematian ibu tahun 2012 menurun dibandingkan tahun 2011. Dengan penurunan kasus kematian tersebut diharapkan target RPJMD tahun 2013 yaitu penurunan angka kematian menjadi sebesar 260 dan target MDGs sebesar 240 dapat tercapai. Menurunnya AKB berpengaruh terhadap terjadinya peningkatan umur harapan hidup. Peningkatan Angka Harapan Hidup di Provinsi NTB yang berarti adanya peningkatan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat Provinsi NTB walaupun saat ini AHH Provinsi NTB masih dibawah AHH nasional. Selain keberhasilan tersebut, masih terdapat beberapa kekurangan dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang dapat dilihat dari belum tercapainya cakupan beberapa program dan kegiatan sesuai target yang diharapkan dan masih tingginya angka kesakitan beberapa penyakit. Berdasarkan hasil kinerja tersebut perlu ditelaah lebih lanjut terkait keberhasilan dan kekurangan pelaksanaan pembangunan kesehatan sebagai bahan perencanaan pembangunan kesehatan dan pengambilan keputusan di Provinsi NTB. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 76
DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat, Survei Sosial Ekonomi Nasional Nusa Tenggara Barat Tahun 2011, Mataram, Tahun 2012. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-provinsi NTB, Profil Kesehatan Kabupaten/Kota, tahun 2012 Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laporan Pemantauan Status Gizi Provinsi Nusa Tenggara Barat 2012, Mataram, tahun 2012. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 77
RESUME PROFIL KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 20,153.20 Km2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 1,425 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah Penduduk 2,248,451 2,387,866 4,636,317 Jiwa Tabel 2 4 Rata-rata jiwa/rumah tangga 3.60 Jiwa Tabel 1 5 Kepadatan Penduduk /Km2 230.05 Jiwa/Km2 Tabel 1 6 Rasio Beban Tanggungan 55.0 Tabel 2 7 Rasio Jenis Kelamin 94.2 Tabel 2 8 Penduduk 10 tahun ke atas melek huruf 90,13 81,31 85,44 % Tabel 4 9 Penduduk 10 tahun ke atas dengan pendidikan tertinggi SMP+ 41.34 34.34 37.6 % Tabel 5 B. DERAJAT KESEHATAN B.1 Angka Kematian 10 Jumlah Lahir Hidup 24,138 24,287 103,331 Bayi Tabel 6 11 Angka Lahir Mati (dilaporkan) 15.2 9.7 7.4 Tabel 6 12 Jumlah Bayi Mati 822 610 1,432 Bayi Tabel 7 13 Angka Kematian Bayi (dilaporkan) 34.1 25.1 13.9 per 1.000 KH Tabel 7 14 Jumlah Balita Mati 872 630 1,502 Balita Tabel 7 15 Angka Kematian Balita (dilaporkan) 35.9 25.9 14.5 per 1.000 KH Tabel 7 16 Jumlah Kematian Ibu 100 Ibu Tabel 8 17 Angka Kematian Ibu (dilaporkan) 96.6 per 100.000 KH Tabel 8 B.2 Angka Kesakitan 18 AFP Rate (non polio) < 15 th 3.42 per 100.000 pend <15thn Tabel 9 19 Angka Insidens TB Paru 94 64 93.59 per 100.000 penduduk Tabel 10 20 Angka Prevalensi TB Paru 159 107 151.52 per 100.000 penduduk Tabel 10 21 Angka kematian akibat TB Paru 4 2 3.32 per 100.000 penduduk Tabel 10 78
NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran 22 Angka Penemuan Kasus TB Paru (CDR) 55.23 40.24 41.02 % Tabel 11 23 Success Rate TB Paru 57.55 54.17 98.03 % Tabel 12 24 Pneumonia Balita ditemukan dan ditangani 41.67 35.48 53.12 % Tabel 13 25 Jumlah Kasus Baru HIV 0 0 93 Kasus Tabel 14 26 Jumlah Kasus Baru AIDS 0 0 117 Kasus Tabel 14 27 Jumlah Infeksi Menular Seksual Lainnya 0 0 862 Kasus Tabel 14 28 Jumlah Kematian karena AIDS 0 0 43 Jiwa Tabel 14 29 Donor darah diskrining positif HIV 0.00 0.00 0.01 % Tabel 15 30 Persentase Diare ditemukan dan ditangani 99.73 82.42 90.81 % Tabel 16 31 Jumlah Kasus Baru Kusta (Pausi Basiler) 52 53 105 Kasus Tabel 17 32 Jumlah Kasus Baru Kusta (Multi Basiler) 192 111 303 Kasus Tabel 17 33 Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR) 11 7 9 per 100.000 penduduk Tabel 17 34 Persentase Kasus Baru Kusta 0-14 Tahun 7.79 4.88 6.62 % Tabel 18 35 Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 6.56 2.44 4.90 % Tabel 18 36 Angka Prevalensi Kusta 1.04 0.58 0.80 per 10.000 Penduduk Tabel 19 37 Penderita Kusta PB Selesai Berobat (RFT PB) 32.43 73.08 49.21 % Tabel 20 38 Penderita Kusta MB Selesai Berobat (RFT MB) 123.71 48.63 78.60 % Tabel 20 39 Jumlah Kasus Difteri 0 0 0 Kasus Tabel 21 40 Case Fatality Rate Difteri 0 % Tabel 21 41 Jumlah Kasus Pertusis 0 0 0 Kasus Tabel 21 42 Jumlah Kasus Tetanus (non neonatorum) 0 0 0 Kasus Tabel 21 43 Case Fatality Rate Tetanus (non neonatorum) 0 % Tabel 21 44 Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum 1 0 1 Kasus Tabel 21 45 Case Fatality Rate Tetanus Neonatorum 100 % Tabel 21 46 Jumlah Kasus Campak 36 31 166 Kasus Tabel 22 47 Case Fatality Rate Campak 0 % Tabel 22 48 Jumlah Kasus Polio 0 0 0 Kasus Tabel 22 49 Jumlah Kasus Hepatitis B 5 2 7 Kasus Tabel 22 50 Incidence Rate DBD 18.28 15.96 17.84 per 100.000 penduduk Tabel 23 51 Case Fatality Rate DBD 0.24 0.52 0.36 % Tabel 23 52 Angka Kesakitan Malaria (Annual Parasit Incidence 0.003 2.78 2.97 per 1.000 penduduk Tabel 24 79
NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran 53 Case Fatality Rate Malaria 0.00 0.015 0.01 % Tabel 24 54 Angka Kesakitan Filariasis 0 0 0 per 100.000 penduduk Tabel 25 B.3 Status Gizi 55 Bayi baru lahir ditimbang 113.41 118.38 98.24 % Tabel 26 56 Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) 6.78 5.99 3.60 % Tabel 26 57 Balita Gizi Baik - - 81,58 % Tabel 27 58 Balita Gizi Kurang - - 14,11 % Tabel 27 59 Balita Gizi Buruk - - 3,52 % Tabel 27 C. UPAYA KESEHATAN C.1 Pelayanan Kesehatan 60 Kunjungan Ibu Hamil (K1) 98.37 % Tabel 28 61 Kunjungan Ibu Hamil (K4) 92.13 % Tabel 28 62 Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan 90.35 % Tabel 28 63 Pelayanan Ibu Nifas 90.38 % Tabel 28 64 Ibu hamil dengan imunisasi TT2+ 88.16 % Tabel 29 65 Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3 90.05 % Tabel 30 66 Bumil Risti/Komplikasi ditangani 90.91 % Tabel 31 67 Neonatal Risti/Komplikasi ditangani 54.05 51.33 59.85 % Tabel 31 68 Bayi Mendapat Vitamin A 41.23 39.43 88.77 % Tabel 32 69 Anak Balita Mendapat Vitamin A 47.16 46.80 83.23 % Tabel 32 70 Ibu Nifas Mendapat Vitamin A 91.25 % Tabel 32 71 Peserta KB Baru 24.06 % Tabel 35 72 Peserta KB Aktif 71.40 % Tabel 35 73 Kunjungan Neonatus 1 (KN 1) 115.85 117.62 96.81 % Tabel 36 74 Kunjungan Neonatus 3 kali (KN Lengkap) 90.77 108.16 93.52 % Tabel 36 75 Kunjungan Bayi (minimal 4 kali) 64.15 64.81 96.79 % Tabel 37 76 Desa/Kelurahan UCI 91.91 % Tabel 38 77 Cakupan Imunisasi Campak Bayi 101.53 % Tabel 39 78 Drop-Out Imunisasi DPT1-Campak (1.53) % Tabel 39 79 Bayi yang diberi ASI Eksklusif 57.83 57.31 57.63 % Tabel 41 80
NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran 80 Pemberian MP-ASI pada anak 6-23 bulan dari Gak - - 11.77 % Tabel 42 81 Cakupan Pelayanan Anak Balita (minimal 8 kali) 332.37 321.41 74.04 % Tabel 43 82 Balita ditimbang 53.09 48.87 68.01 % Tabel 44 83 Balita berat badan naik 31 29 62.20 % Tabel 44 84 Balita berat badan di bawah garis merah (BGM) 1 1 2.45 % Tabel 44 85 Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan 100.00 100.00 100.00 % Tabel 45 86 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan 101.40 103.34 89.03 % Tabel 46 Setingkat 87 Cakupan Pelayanan Kesehatan Siswa SD dan - - 24.51 % Tabel 47 Setingkat 88 Pelayanan Kesehatan Usila (60 tahun +) 18.73 24.09 20.41 % Tabel 48 89 Sarkes dgn kemampuan yan. gadar level 1 96.61 % Tabel 49 90 Desa/Kel. terkena KLB ditangani < 24 jam 98.68 % Tabel 51 91 Rasio Tumpatan/Pencabutan Gigi Tetap 0.37 0.42 0.63 Tabel 52 92 SD/MI yang melakukan sikat gigi massal 14.98 sekolah Tabel 49 93 SD/MI yang mendapat pelayanan gigi 50.33 sekolah Tabel 49 94 Murid SD/MI Diperiksa (UKGS) - - 14.75 % Tabel 53 95 Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS) - - 52.35 % Tabel 53 96 Siswa SD dan setingkat mendapat perawatan gigi dan mulut - - 52.35 % Tabel 53 C.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan 97 Peserta Jaminan Pemeliharaan Kes. Pra Bayar 19.32 20.06 54.90 % Tabel 55 98 Penduduk Miskin (dan hampir miskin) dicakup Askeskin/Jamkesmas #DIV/0! #DIV/0! 100.00 % Tabel 56 99 - - 41.74 % Pasien Maskin (dan hampir miskin) Mendapat Pelayanan Rawat Jalan di Sarana Kes. Strata 1 Tabel 56 100 Pasien Maskin (dan hampir miskin) Mendapat - - 4.26 % Pelayanan Rawat Jalan di Sarana Kes. Strata 2&3 Tabel 56 81
NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran 101 Pasien Maskin (dan hampir miskin) Mendapat 1.98 2.62 9.93 % Pelayanan Rawat Inap di Sarana Kes. Strata 1 Tabel 57 102 0.04 0.04 1.33 % Pasien Maskin (dan hampir miskin) Mendapat Pelayanan Rawat Inap di Sarana Kes. Strata 2&3 Tabel 57 103 Cakupan Kunjungan Rawat Jalan 44.08 62.04 74.09 % Tabel 58 104 Cakupan Kunjungan Rawat Inap 7.90 2.32 6.72 % Tabel 58 105 Gross Death Rate (GDR) di RS 2.74 2.13 15.48 per 100.000 pasien keluar Tabel 59 106 Nett Death Rate (NDR) di RS 0.95 0.76 8.29 per 100.000 pasien keluar Tabel 59 107 Bed Occupation Rate (BOR) di RS 46.29 % Tabel 60 108 Length of Stay (LOS) di RS 3.88 Hari Tabel 60 109 Turn of Interval (TOI) di RS 8.77 Hari Tabel 60 C.3 Perilaku Hidup Masyarakat 110 Rumah Tangga ber-phbs 31.83 % Tabel 61 C.4 Keadaan Lingkungan 111 Rumah Sehat 62.02 % Tabel 62 112 Rumah/bangunan bebas jentik nyamuk Aedes 75.24 % Tabel 63 113 Keluarga dengan sumber air minum terlindung 61.86 % Tabel 65 114 Keluarga memiliki Jamban Sehat 81.88 % Tabel 66 115 Keluarga memiliki Tempat Sampah Sehat 49.86 % Tabel 66 116 Keluarga memiliki Pengelolaan Air Limbah Sehat 56.65 % Tabel 66 117 TUPM Sehat 75.16 % Tabel 67 118 Institusi dibina kesehatan lingkungannya 83.31 % Tabel 68 D. SUMBERDAYA KESEHATAN D.1 Sarana Kesehatan 119 Jumlah Rumah Sakit Umum 21 Tabel 70 120 Jumlah Rumah Sakit Khusus 1 Tabel 70 121 Jumlah Puskesmas Perawatan 109 Tabel 70 122 Jumlah Puskesmas non-perawatan 48 Tabel 70 82
NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran 123 Jumlah Apotek 243 Tabel 70 124 Sarkes yang memiliki laboratorium kesehatan 100 % Tabel 71 125 Sarkes yang memiliki 4 spesialis dasar 42.86 % Tabel 71 126 Jumlah Posyandu 6429 Posyandu Tabel 72 127 Posyandu Aktif 47.08 % Tabel 72 128 Rasio posyandu per 100 balita 1.30 per 100 balita Tabel 72 129 Jumlah Desa Siaga 993 Desa Tabel 73 130 Desa Siaga Aktif 98.59 % Tabel 73 131 Jumlah Poskesdes 725 Poskesdes Tabel 73 D.2 Tenaga Kesehatan 132 Jumlah Dokter Spesialis 61 22 83 Orang Tabel 74 133 Rasio Dokter Spesialis 1.3 0.45 1.8 per 100.000 penduduk Tabel 74 134 Jumlah Dokter Umum 189 187 376 Orang Tabel 74 135 Rasio Dokter Umum 3.75 3.90 7.66 per 100.000 penduduk Tabel 74 136 Jumlah Dokter Gigi 34 74 108 Orang Tabel 74 137 Jumlah Bidan 1,777 1,777 Orang Tabel 75 138 Rasio Bidan 37.27 per 100.000 penduduk Tabel 75 139 Jumlah Perawat 1,222 1,711 2,933 Orang Tabel 75 140 Jumlah Tenaga Kefarmasian 81 201 282 Orang Tabel 76 141 Jumlah Tenaga Gizi 134 285 419 Orang Tabel 76 142 Jumlah Tenaga Kesmas 230 201 431 Orang Tabel 77 143 Jumlah Tenaga Sanitasi 181 225 406 Orang Tabel 77 144 Jumlah Tenaga Teknisi Medis 145 247 392 Orang Tabel 78 145 Jumlah Fisioterapis 8 18 26 Orang Tabel 78 D.3 Pembiayaan Kesehatan 146 Total Anggaran Kesehatan 3,923,986,014,815 Rp Tabel 79 147 APBD Kesehatan thd APBD Kab/Kota 39.03 % Tabel 79 148 Anggaran Kesehatan Perkapita 846,358.43 Rp Tabel 79 83
TABEL 1 LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA, DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 LUAS JUMLAH JUMLAH RATA-RATA KEPADATAN NO KABUPATEN/KOTA WILAYAH *) JUMLAH PENDUDUK RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK DESA ELURAHA DESA+KEL (km2) TANGGA *) TANGGA per km2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 Lombok Barat 1,053.92 119 3 122 624,112 170,312 3.66 592 2 Lombok Tengah 1,208.40 127 12 139 877,406 266,985 3.29 726 3 Lombok Timur 1,605.55 241 13 254 1,141,094 334,565 3.41 711 4 Sumbawa 6,643.98 157 8 165 427,681 108,619 3.94 64 5 Dompu 2,324.60 70 9 79 223,418 53,245 4.20 96 6 Bima 4,389.40 168 0 168 443,663 111,338 3.98 101 7 Sumbawa Barat 1,849.02 57 7 64 116,112 29,568 3.93 63 8 Lombok Utara 809.53 33 0 33 205,836 65,166 3.16 254 9 Kota Mataram 61.30 0 50 50 426,040 111,436 3.82 6,950 10 Kota Bima 207.5 0 38 38 150,954 36,785 4.10 727 JUMLAH PROVINSI 20,153.20 972 140 1,112 4,636,317 1,288,019 3.60 230 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 84
TABEL 2 JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN, KELOMPOK UMUR, RASIO BEBAN TANGGUNGAN, RASIO JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH PENDUDUK RASIO RASIO JUMLAH NO KABUPATEN/KOTA BEBAN JENIS PENDUDUK LAKI-LAKI PEREMPUAN TANG KELAMIN 0-4 5-14 15-44 45-64 >=65 JUMLAH 0-4 5-14 15-44 45-64 >=65 JUMLAH GUNGAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 1 Lombok Barat 624,112 32,922 64,834 150,486 44,774 12,360 305,376 30,789 61,372 166,416 45,924 14,235 318,736 53.12 95.81 2 Lombok Tengah 877,406 47,639 89,464 188,901 70,110 19,103 415,217 45,575 85,000 233,162 76,202 22,250 462,189 54.63 89.84 3 Lombok Timur 1,141,094 63,966 117,137 236,756 88,197 24,938 530,994 61,080 113,069 305,875 100,572 29,504 610,100 56.02 87.03 4 Sumbawa 427,681 22,222 43,796 105,491 36,247 9,922 217,678 22,213 41,942 99,213 35,677 10,958 210,003 54.61 103.65 5 Dompu 223,418 13,665 27,671 52,155 15,504 4,214 113,209 12,720 25,295 52,850 15,188 4,156 110,209 64.64 102.72 6 Bima 443,663 24,690 53,110 98,379 33,503 11,299 220,981 23,287 50,037 101,687 34,983 12,688 222,682 65.21 99.24 7 Sumbawa Barat 116,112 7,462 11,820 28,742 8,460 2,416 58,900 7,055 11,015 27,743 8,518 2,881 57,212 58.06 102.95 8 Lombok Utara 205,836 11,033 21,744 49,215 15,188 4,330 101,510 10,634 21,146 53,086 14,901 4,560 104,326 54.79 97.24 9 Kota Mataram 426,040 20,888 37,599 113,664 31,352 7,051 210,554 19,732 35,833 118,453 32,109 9,359 215,486 44.14 97.71 10 Kota Bima 150,954 7,879 14,394 37,955 10,674 3,130 74,032 7,396 13,905 40,551 11,360 3,710 76,922 50.14 96.24 JUMLAH PROVINSI 4,636,317 252,366 481,569 1,061,744 354,009 98,763 2,248,451 240,481 458,614 1,199,036 375,434 114,301 2,387,866 55.05 94.16 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 85
TABEL 3 JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KELOMPOK UMUR (TAHUN) JUMLAH PENDUDUK LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN 1 2 3 4 5 1 0-4 252,366 240,481 492,847 2 5-9 242,199 230,729 472,928 3 10-14 239,370 227,885 467,255 4 15-19 220,847 220,179 441,026 5 20-24 183,707 215,950 399,657 6 25-29 184,897 223,592 408,489 7 30-34 170,150 200,334 370,484 8 35-39 163,325 184,382 347,707 9 40-44 138,818 154,599 293,417 10 45-49 117,570 127,797 245,367 11 50-54 102,286 109,571 211,857 12 55-59 74,094 75,004 149,098 13 60-64 60,059 63,062 123,121 14 65-69 41,544 44,893 86,437 15 70-74 29,180 32,750 61,930 16 75+ 28,039 36,658 64,697 JUMLAH 2,248,451 2,387,866 4,636,317 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 86
TABEL 4 PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH PENDUDUK USIA 10 KE ATAS LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN NO KABUPATEN/KOTA MELEK MELEK MELEK JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % HURUF HURUF HURUF 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 Lombok Barat 391,082 339,381 86.78 257,685 191,718 74.4 648,767 531,099 80,44 2 Lombok Tengah 511,836 430,147 84.04 374,153 278,071 74.32 885,989 708,218 78,55 3 Lombok Timur 644,364 584,502 90.71 491,915 399,091 81.13 1,136,279 983,593 85,36 4 Sumbawa 278,557 263,097 94.45 166,248 148,692 89.44 444,805 411,789 91,98 5 Dompu 137,532 127,822 92.94 84,452 72,705 86.09 221,984 200,527 89,58 6 Bima 268,140 244,168 91.06 174,591 149,188 85.45 442,731 393,356 88,18 7 Sumbawa Barat 73,795 70,400 95.40 44,111 39,325 89.15 117,906 109,725 92,25 8 Lombok Utara 128,653 112,069 87.11 83,050 63,492 76.45 211,703 175,561 81,69 9 Kota Mataram 284,701 274,138 96.29 177,838 159,627 89.76 462,539 433,765 92,84 10 Kota Bima 96,970 92,703 95.60 62,613 57,930 92.52 159,583 150,633 94,08 JUMLAH PROVINSI 2,815,630 2,538,427 90,13 1,916,656 1,559,837 81,31 4,732,286 4,098,264 85,44 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional Nusa Tenggara Barat, BPS tahun 2011 87
TABEL 5 PERSENTASE PENDUDUK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN BERUSIA 10 TAHUN KE ATAS MENURUT TINGKAT PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/KOTA TIDAK/ BELUM PERNAH SEKOLAH TIDAK/ BELUM TAMAT SD/MI SD/MI SMP/ MTs LAKI-LAKI SMA/ SMK/ MA AK/ DIPLOMA UNIVERSIT AS JUMLAH TIDAK/ BELUM PERNAH SEKOLAH TIDAK/ BELUM TAMAT SD/MI SD/MI PEREMPUAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 Lombok Barat 13,49 25,13 24,83 18.11 14.12 0.94 3.39 100 25,25 22,75 23,21 14.6 11.49 1.46 1.24 100 2 Lombok Tengah 14,51 24,42 25,33 16.37 16.1 0.83 2.43 100 24,41 22,03 25,82 15.13 9.92 1.01 1.68 100 3 Lombok Timur 8,12 25,97 29,85 16.66 14.8 1.23 3.36 100 16,59 21,27 30,48 17.69 11.40 1.08 1.49 100 4 Sumbawa 4,40 20,88 30,49 20.32 18.14 1.55 4.22 100 8,85 22,23 31,14 18.24 14.03 1.89 3.62 100 5 Dompu 4,80 23,91 22,33 17.27 23.53 2.17 6.00 100 11,87 26,97 19,80 17.38 16.04 3.12 4.83 100 6 Bima 4,00 28,08 25,79 16.57 21.67 1.24 2.65 100 9,52 27,83 23,48 16.89 18.16 1.20 2.92 100 7 Sumbawa Barat 3,55 21,04 27,61 17.28 25.46 1.03 4.04 100 9,79 23,12 28,35 15.32 19.44 1.01 2.97 100 8 Lombok Utara 14,28 25,56 25,61 15.24 15.46 2.03 1.82 100 24,11 23,95 29,19 14.22 7.46 0.36 0.70 100 9 Kota Mataram 5,78 12,50 22,47 18.43 27.82 2.39 10.60 100 13,62 15,48 21,93 14.31 25.00 3.00 6.65 100 10 Kota Bima 3,23 17,80 19,26 15.77 33.07 1.00 9.87 100 5,39 17,06 17,11 19.24 31.41 3.14 6.66 100 SMP/ MTs SMA/ SMK/ MA AK/ DIPLO MA UNIVERSIT AS JUMLAH JUMLAH PROVINSI 8,84 23,50 26,31 17.28 18.55 1.33 4.18 100 17,34 22,07 26,25 16.26 14.01 1.49 2.58 100 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional Nusa Tenggara Barat, BPS tahun 2011 88
89 TABEL 5 PERSENTASE PENDUDUK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN BERUSIA 10 TAHUN KE ATAS MENURUT TINGKAT PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/KOTA TIDAK/ BELUM PERNAH SEKOLAH TIDAK/ BELUM TAMAT SD/MI LAKI-LAKI + PEREMPUAN SD/MI SMP/ MTs SMA/ SMK/ MA AK/ DIPLO MA UNIVERSITAS JUMLAH 1 2 19 20 21 22 23 24 25 26 1 Lombok Barat 19.50 23.91 24,00 16,31 12,78 1.21 2.29 100 2 Lombok Tengah 20.10 23.07 25,61 15,67 12,61 0.93 2.01 100 3 Lombok Timur 12.85 23.35 30,20 17,24 12,90 1.15 2.32 100 4 Sumbawa 6.59 21.55 30,81 19,29 16,12 1.71 3.93 100 5 Dompu 8.27 25.41 21,09 17,32 19,85 2.64 5.43 100 6 Bima 6.83 27.95 24,61 16,73 19,87 1.22 2.79 100 7 Sumbawa Barat 6.70 22.09 27,98 16,29 22,43 1.02 3.50 100 8 Lombok Utara 19.28 24.74 27,43 14,72 11,40 1.18 1.25 100 9 Kota Mataram 9.92 14.08 22,19 16,25 26,33 2.71 8.51 100 10 Kota Bima 4.30 17.44 18,20 17,48 32,25 2.06 8.29 100 JUMLAH PROVINSI 13.36 22.74 26,28 16.74 16.14 1.41 3.33 100 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional Nusa Tenggara Barat, BPS tahun 2011
TABEL 6 JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH KELAHIRAN JUMLAH NO KABUPATEN/KOTA LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN PUSKESMAS HIDUP + HIDUP + HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP MATI MATI MATI 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Lombok Barat 16 13,097 107 13,204 2 Lombok Tengah 25 83 83 49 49 19,677 132 19,809 3 Lombok Timur 29 13,293 151 13,444 12,494 100 12,594 25,787 251 26,038 4 Sumbawa 25 44 44 21 21 10,112 65 10,177 5 Dompu 9 2,189 15 2,204 2,680 12 2,692 4,869 27 4,896 6 Bima 20 4,519 28 4,547 5,545 12 5,557 10,064 40 10,104 7 Sumbawa Barat 9 1,432 13 1,445 1,395 8 1,403 2,827 21 2,848 8 Lombok Utara 8 2,705 38 2,743 2,173 36 2,209 4,878 74 4,952 9 Kota Mataram 11 9,000 46 9,046 10 Kota Bima 5 3,020 11 3,031 JUMLAH PROVINSI 157 24,138 372 24,510 24,287 238 24,525 103,331 774 104,105 ANGKA LAHIR MATI (DILAPORKAN) 15.2 9.7 7.4 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. Keterangan : Angka Lahir Mati (dilaporkan) tersebut di atas belum menggambarkan Angka Lahir Mati yang sebenarnya di populasi 90
TABEL 7 JUMLAH KEMATIAN BAYI DAN BALITA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH KEMATIAN NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS LAKI - LAKI PEREMPUAN LAKI - LAKI + PEREMPUAN BAYI ANAK ANAK ANAK BALITA BAYI BALITA BAYI BALITA BALITA BALITA BALITA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Lombok Barat 16 79 9 88 60 0 60 139 9 148 2 Lombok Tengah 25 129 3 132 108 3 111 237 6 243 3 Lombok Timur 29 369 29 398 251 13 264 620 42 662 4 Sumbawa 25 64 4 67 22 3 18 86 7 85 5 Dompu 9 35 2 37 23 2 25 58 4 62 6 Bima 20 49 2 51 45 6 51 94 8 102 7 Sumbawa Barat 9 19-19 18 1 19 37 1 38 8 Lombok Utara 8 42 1 43 43 0 43 85 1 86 9 Kota Mataram 11 25 2 26 23 2 22 48 4 48 10 Kota Bima 5 11-11 17 0 17 28 0 28 JUMLAH PROVINSI 157 822 52 872 610 30 630 1,432 82 1,502 ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN) 34.1 2.2 35.9 25.1 1.2 25.9 13.9 0.8 14.5 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. Keterangan : Angka kematian tersebut di atas (dilaporkan) belum menggambarkan AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi 91
TABEL 8 JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH KEMATIAN IBU JUMLAH LAHIR NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS KEMATIAN IBU HAMIL KEMATIAN IBU BERSALIN KEMATIAN IBU NIFAS JUMLAH KEMATIAN IBU HIDUP < 20 Thn 20-34 Thn 35 Thn JUMLAH < 20 Thn 20-34 Thn 35 Thn JUMLAH < 20 Thn 20-34 Thn 35 Thn JUMLAH < 20 Thn 20-34 Thn 35 Thn JUMLAH 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 Lombok Barat 16 13,097 0 0 1 1 0 3 1 4 1 2 0 3 1 5 2 8 2 Lombok Tengah 25 19,677 0 0 0 2 0 0 0 16 0 0 0 3 0 0 0 21 3 Lombok Timur 29 25,787 0 3 2 5 0 6 2 8 0 10 2 12 0 19 6 25 4 Sumbawa 25 10,112 0 1 0 1 0 2 1 3 0 2 1 3 0 5 2 7 5 Dompu 9 4,869 0 0 0 0 0 4 0 4 0 1 0 1 0 5 0 5 6 Bima 20 10,257 0 2 0 2 0 1 1 2 0 5 1 6 0 8 2 10 7 Sumbawa Barat 9 2,827 0 0 0 0 1 2 1 4 1 1 0 2 2 3 1 6 8 Lombok Utara 8 4,878 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 Kota Mataram 11 9,000 1 4 0 5 1 1 0 2 0 4 1 5 2 9 1 12 10 Kota Bima 5 3,020 0 3 0 3 0 0 0 0 0 1 2 3 0 4 2 6 JUMLAH PROVINSI 157 103,524 1 13 3 19 2 19 6 43 2 26 7 38 5 58 16 100 ANGKA KEMATIAN IBU (DILAPORKAN) 96.6 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. Keterangan: - Jumlah kematian ibu = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin + jumlah kematian ibu nifas - Angka Kematian Ibu (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi 92
TABEL 9 JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) DAN AFP RATE (NON POLIO) MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH PENDUDUK <15 TAHUN JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) AFP RATE (NON POLIO) 1 2 3 4 5 6 1 Lombok Barat 16 189,917 5 2.63 2 Lombok Tengah 25 267,678 13 4.88 3 Lombok Timur 29 355,252 7 1.97 4 Sumbawa 25 130,173 3 2.30 5 Dompu 9 79,351 3 3.78 6 Bima 20 151,124 6 3.30 7 Sumbawa Barat 9 37,352 0 0.00 8 Lombok Utara 8 64,557 1 1.43 9 Kota Mataram 11 114,052 6 5.45 10 Kota Bima 5 43,574 5 11.93 JUMLAH PROVINSI 157 1,433,030 49 3.42 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. Keterangan: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di di RS 93
TABEL 10 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH KASUS BARU TB PARU DAN KEMATIAN AKIBAT TB PARU MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH PENDUDUK KASUS BARU L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 Lombok Barat 16 305,376 318,736 624,112 297 208 505 334 218 552 631 426 1,057 207 134 341 17 8 25 2 Lombok Tengah 25 415,217 462,189 877,406 403 279 682 243 169 412 646 448 1,094 129 84 213 12 5 17 3 Lombok Timur 29 530,994 610,100 1,141,094 682 569 1,251 633 461 1,094 1,315 1,030 2,345 248 169 417 35 22 57 4 Sumbawa 25 217,678 210,003 427,681 237 149 386 3 1 4 240 150 390 110 71 181 5 1 6 5 Dompu 9 113,209 110,209 223,418 152 100 252 0 0 0 152 100 252 134 91 225 6 2 8 6 Bima 20 220,981 222,682 443,663 579 12 591 0 0 942 23 7 Sumbawa Barat 9 58,900 57,212 116,112 86 57 143 2 1 3 88 58 146 149 101 250 4 0 4 8 Lombok Utara 8 101,510 104,326 205,836 0 0 126 0 0 2 0 0 128 0 0 62 0 0 5 9 Kota Mataram 11 210,554 215,486 426,040 184 123 307 163 132 295 347 255 777 #DIV/0! #DIV/0! 193 0 0 4 10 Kota Bima 5 74,032 76,922 150,954 62 46 108 91 46 137 153 92 245 207 120 327 2 3 5 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 2,248,451 2,387,866 4,636,317 2,103 1,531 4,339 1,469 1,028 2,511 3,572 2,559 7,025 159 107 152 81 41 154 ANGKA INSIDENS PER 100.000 PENDUDUK 93.5 64.1 93.6 KEMATIAN PER 100.000 PENDUDUK 3.6 1.7 3.3 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. Keterangan: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS Catatan : Jumlah kolom 6 = jumlah kolom 7 pada Tabel 1, yaitu sebesar: 4636317.06 JUMLAH KASUS TB PARU KASUS LAMA KASUS BARU + KASUS LAMA PREVALENSI (PER 100.000 PENDUDUK) JUMLAH KEMATIAN AKIBAT TB PARU *) 94
TABEL 11 JUMLAH KASUS DAN ANGKA PENEMUAN KASUS TB PARU BTA+ MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH PERKIRAAN KASUS BARU *) TB PARU KLINIS BTA (+) ANGKA PENEMUAN KASUS (CDR) L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 Lombok Barat 16 641 669 1,311 0 0 4,421 297 208 505 46.31 31.08 38.53 2 Lombok Tengah 25 872 971 1,843 3,630 2,356 5,986 403 279 682 46.22 28.73 37.00 3 Lombok Timur 29 1,242 1,104 2,346 5,555 4,919 10,474 488 419 907 39.29 37.95 38.66 4 Sumbawa 25 0 0 900 41 32 73 184 105 289 0.00 0.00 32.11 5 Dompu 9 245 224 469 1,043 626 1,669 117 68 185 47.76 30.36 39.45 6 Bima 20 879 5,114 579 61,5 7 Sumbawa Barat 9 132 110 242 1,234 1,130 2,364 86 57 143 65.15 51.82 59.09 8 Lombok Utara 8 0 0 420 0 0 0 0 0 126 #DIV/0! #DIV/0! 29.99 9 Kota Mataram 11 0 0 593 0 0 2,621 180 118 298 #DIV/0! #DIV/0! 50.25 10 Kota Bima 5 147 152 299 662 588 1,250 56 46 102 38.10 30.26 34.11 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 3,279 3,230 9,302 12,165 9,651 33,972 1,811 1,300 3,816 55.23 40.24 41.02 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. Keterangan: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS 95
TABEL 12 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH KASUS DAN KESEMBUHAN TB PARU BTA+ MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 BTA (+) DIOBATI L P L + P L KESEMBUHAN P PENGOBATAN LENGKAP P JUMLAH JUMLAH JUMLAH JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 Lombok Barat 16 334 218 552 273 81.74 191 87.61 464 84.06 28 8.38 11 5.05 39 7.07 90.12 92.66 91.12 2 Lombok Tengah 25 420 246 666 323 76.90 195 79.27 518 77.78 64 15.24 37 15.04 101 15.17 92.14 94.31 92.94 3 Lombok Timur 29 495 364 859 0 0.00 0 0.00 670 78.00 0 0.00 0 0.00 111 12.92 0.00 0.00 90.92 4 Sumbawa 25 87 64 151 51 58.62 42 65.63 93 61.59 12 13.79 12 18.75 24 15.89 72.41 84.38 77.48 5 Dompu 9 96 59 155 71 73.96 45 76.27 116 74.84 14 14.58 9 15.25 23 14.84 88.54 91.53 89.68 6 Bima 20 580 0 0.00 0 0.00 489 84.31 0 0.00 0 0.00 50 8.62 0.00 0.00 92.93 7 Sumbawa Barat 9 64 47 111 59 92.19 44 93.62 103 92.79 5 7.81 3 6.38 8 7.21 100.00 100.00 100.00 8 Lombok Utara 8 0 0 0 0 0 104 96.30 0 0 104 96.30 96.30 9 Kota Mataram 11 145 119 264 0 0.00 0 0.00 238 90.15 0 0.00 0 0.00 2 0.76 0.00 0.00 90.91 10 Kota Bima 5 62 46 108 55 88.71 30 65.22 85 78.70 25 40.32 11 23.91 36 33.33 129.03 89.13 112.04 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 1,703 1,163 3,446 832 48.85 547 47.03 2,880 83.58 148 8.69 83 7.14 498 14.45 57.55 54.17 98.03 L + P TB PARU L L + P ANGKA KESUKSESAN (SUCCESS RATE/SR) Sumber : Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Keterangan: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS 96
TABEL 13 PENEMUAN KASUS PNEUMONIA BALITA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 PNEUMONIA PADA BALITA NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH BALITA JUMLAH PERKIRAAN PENDERITA DITEMUKAN DAN DITANGANI PENDERITA L P L + P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 Lombok Barat 16 32,922 30,789 63,711 3,619 3,777 7,396 3,657 101.05 3,209 84.97 6,866 92.84 2 Lombok Tengah 25 47,639 45,575 93,214 4,520 5,031 9,551 2,834 62.70 2,637 52.42 5,471 57.28 3 Lombok Timur 29 63,966 61,080 125,046 6,292 7,230 13,522 5,908 43.69 4 Sumbawa 25 22,222 22,213 44,435 2,545 2,534 5,079 967 37.99 783 30.90 1,750 34.45 5 Dompu 9 13,665 12,720 26,385 1,342 1,306 2,648 341 25.42 291 22.28 632 23.87 6 Bima 20 24,690 23,287 47,977 2,469 2,329 4,798 1,295 26.99 7 Sumbawa Barat 9 7,462 7,055 14,517 697 680 1,376 314 45.08 272 40.03 586 42.59 8 Lombok Utara 8 11,033 10,634 21,667 1,202 1,237 2,439 536 44.58 544 43.99 1,080 44.28 9 Kota Mataram 11 20,888 19,732 40,620 2,089 1,973 4,062 2,004 95.94 1,786 90.51 3,790 93.30 10 Kota Bima 5 7,879 7,396 15,275 788 740 1,528 458 29.98 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 252,366 240,481 492,847 25,562 26,835 52,397 10,653 41.67 9,522 35.48 27,836 53.12 Sumber : Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012. Keterangan: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS 97
TABEL 14 NO KABUPATEN/KOTA JUMLAH KASUS BARU HIV, AIDS, DAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL LAINNYA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 PUSKESMAS H I V JUMLAH KASUS BARU INFEKSI MENULAR SEKSUAL LAINNYA JUMLAH KEMATIAN AKIBAT AIDS L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 Lombok Barat 16 0 4 4 4 2 6 0 0 0 0 0 0 2 Lombok Tengah 25 12 13 25 21 13 34 1 3 4 1 4 5 3 Lombok Timur 29 2 1 3 8 4 12 41 19 60 8 4 12 4 Sumbawa 25 2 1 3 2 1 3 0 0 0 2 1 3 5 Dompu 9 2 0 2 4 2 6 6 0 6 0 0 0 6 Bima 20 0 0 0 6 0 6 3 0 3 7 Sumbawa Barat 9 22 14 131 0 0 8 8 Lombok Utara 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 9 Kota Mataram 11 18 11 29 14 17 31 199 456 655 3 4 7 10 Kota Bima 5 3 2 5 4 1 5 5 1 6 3 1 4 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 93 117 862 43 A I D S Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 98
TABEL 15 PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV-AIDS MENURUT JENIS KELAMIN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 DONOR DARAH NO UNIT TRANSFUSI DARAH SAMPEL DARAH DIPERIKSA POSITIF HIV JUMLAH PENDONOR L P L + P L P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 1 UTDC PMI Lombok Barat 0 0 17,347 0 0 17,347 100 0 0 0 0.00 2 RSU Praya 0 0 3,565 0 ##### 0 ##### 3,565 100 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 2 0.06 3 UTDC PMI Selong 5,554 426 5,980 5,554 100 426 100 5,980 100 0 0.00 0 0.00 0 0.00 4 UDD PMI SUMBAWA/RSUD 2,649 774 3,423 2,649 100 774 100 3,423 100 0 0.00 0 0.00 0 0.00 JUMLAH 8,203 1,200 30,315 8,203 100 1,200 100 30,315 100 0 0.00 0-2 0.01 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 99
TABEL 16 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS KASUS DIARE YANG DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH PENDUDUK JUMLAH PERKIRAAAN KASUS L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 Lombok Barat 16 305,376 318,736 624,112 12,551 13,100 25,651 16,992 135.38 14,455 110.34 31,447 122.60 2 Lombok Tengah 25 415,217 462,189 877,406 17,564 19,551 37,115 14,166 80.65 14,590 74.63 28,756 77.48 3 Lombok Timur 29 530,994 610,100 1,141,094 22,461 25,807 48,268 23,607 105.10 15,854 61.43 39,461 81.75 4 Sumbawa 25 217,678 210,003 427,681 9,208 8,883 18,091 8,445 91.71 7,934 89.32 16,379 90.54 5 Dompu 9 113,209 110,209 223,418 4,789 4,662 9,451 3,533 73.77 3,407 73.08 6,940 73.43 6 Bima 20 220,981 222,682 443,663 9,281 9,353 18,634 9,632 103.78 8,236 88.06 17,868 95.89 7 Sumbawa Barat 9 58,900 57,212 116,112 2,491 2,420 4,911 2,666 107.03 2,746 113.47 5,412 110.20 8 Lombok Utara 8 101,510 104,326 205,836 4,147 4,274 8,421 3,772 90.96 3,768 88.16 7,540 89.54 9 Kota Mataram 11 210,554 215,486 426,040 8,843 9,050 17,894 8,671 98.05 9,046 99.95 17,717 99.01 10 Kota Bima 5 74,032 76,922 150,954 3,132 3,254 6,386 2,727 87.07 2,673 82.15 5,400 84.56 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 2,248,451 2,387,866 4,636,317 94,467 100,354 194,822 94,211 99.73 82,709 82.42 176,920 90.81 L DIARE DIARE DITANGANI P L + P Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS 100
TABEL 17 JUMLAH KASUS BARU KUSTA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 KASUS BARU NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS Pausi Basiler (PB)/ Kusta kering Multi Basiler (MB)/ Kusta Basah 0-14 TAHUN 15 TAHUN JUMLAH 0-14 TAHUN 15 TAHUN JUMLAH PB + MB L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 Lombok Barat 16 0 1 1 1 1 2 1 2 3 2 0 2 10 4 14 12 4 16 13 6 19 2 Lombok Tengah 25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 2 9 7 2 9 3 Lombok Timur 29 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 2 10 8 2 10 8 2 10 4 Sumbawa 25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 3 24 15 39 27 15 42 27 15 42 5 Dompu 9 2 0 2 2 1 3 4 1 5 5 0 5 22 14 36 27 14 41 31 15 46 6 Bima 20 27 14 41 19 26 45 46 40 86 10 8 18 60 47 107 70 55 125 116 95 211 7 Sumbawa Barat 9 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 9 3 12 9 3 12 10 3 13 8 Lombok Utara 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 Kota Mataram 11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 3 7 6 13 10 6 16 10 6 16 10 Kota Bima 5 0 6 6 0 4 4 0 10 10 4 1 5 18 9 27 22 10 32 22 20 42 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 29 21 50 23 32 55 52 53 105 25 9 34 140 94 234 192 111 303 244 164 408 ANGKA PENEMUAN KASUS BARU (NCDR/NEW CASE DETECTION RATE) PER 100.000 PENDUDUK 10.85 6.87 8.80 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 101
TABEL 18 KASUS BARU KUSTA 0-14 TAHUN DAN CACAT TINGKAT 2 MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 KASUS BARU NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS PENDERITA KUSTA PENDERITA KUSTA 0-14 TAHUN CACAT TINGKAT 2 L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 Lombok Barat 16 13 6 19 2 15.38 1 16.67 3 15.79 2 15.38 0 0.00 2 10.53 2 Lombok Tengah 25 7 2 9 0 0.00 0 0.00 0 0.00 2 28.57 0 0.00 2 22.22 3 Lombok Timur 29 8 2 10 0 0.00 0 0.00 0 0.00 2 25.00 3 150.00 5 50.00 4 Sumbawa 25 27 15 42 3 11.11 0 0.00 3 7.14 1 3.70 1 6.67 2 4.76 5 Dompu 9 31 15 46 7 22.58 0 0.00 7 15.22 1 3.23 0 0.00 1 2.17 6 Bima 20 116 95 211 0 0.00 0 0.00 0 0.00 4 3.45 0 0.00 4 1.90 7 Sumbawa Barat 9 10 3 13 0 0.00 0 0.00 0 0.00 2 20.00 0 0.00 2 15.38 8 Lombok Utara 8 0 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 9 Kota Mataram 11 10 6 16 3 30.00 0 0.00 3 18.75 2 20.00 0 0.00 2 12.50 10 Kota Bima 5 22 20 42 4 18.18 7 35.00 11 26.19 0 0.00 0 0.00 0 0.00 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 244 164 408 19 7.79 8 4.88 27 6.62 16 6.56 4 2.44 20 4.90 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 102
TABEL 19 JUMLAH KASUS DAN ANGKA PREVALENSI PENYAKIT KUSTA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 KASUS TERCATAT NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS PB MB JUMLAH L P JML L P JML L P JML 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Lombok Barat 16 1 2 3 12 4 16 13 6 19 2 Lombok Tengah 25 0 0 0 7 2 9 7 2 9 3 Lombok Timur 29 0 0 0 8 2 10 8 2 10 4 Sumbawa 25 0 0 0 27 15 42 27 15 42 5 Dompu 9 2 1 3 24 9 33 26 10 36 6 Bima 20 27 30 57 75 52 127 102 80 182 7 Sumbawa Barat 9 1 0 1 9 3 12 10 3 13 8 Lombok Utara 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 Kota Mataram 11 0 0 0 10 6 16 10 6 16 10 Kota Bima 5 6 4 10 24 11 35 30 15 45 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 37 37 74 196 104 300 233 139 372 ANGKA PREVALENSI PER 10.000 PENDUDUK 1.04 0.58 0.80 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 103
TABEL 20 KUSTA (PB) KUSTA (MB) NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS PENDERITA PB RFT PB PENDERITA MB RFT MB 2011 L P JUMLAH 2010 L P JUMLAH L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 Lombok Barat 16 0 1 1 0 0 1 100 1 100 7 2 9 6 85.71 2 100 8 88.89 2 Lombok Tengah 25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 2 9 0 0 0 0 0 0 3 Lombok Timur 29 2 0 2 2 100 0 0 2 100 10 5 15 10 100 5 100 15 100 4 Sumbawa 25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 27 15 42 27 100 15 100 42 100 5 Dompu 9 6 9 15 6 100 9 100 15 100 12 6 18 12 100 6 100 18 100 6 Bima 20 58 34 92 8 13.79 20 58.82 28 30.43 12 97 109 50 416.67 29 29.897 79 72.48 7 Sumbawa Barat 9 1 0 1 1 100 0 0 1 100 4 6 10 4 100 3 50 7 70.00 8 Lombok Utara 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 Kota Mataram 11 1 2 3 1 100 2 100 3 100 4 2 6 2 50.00 2 100 4 66.67 10 Kota Bima 5 6 6 12 6 100 6 100 12 100 14 11 25 9 64.29 9 81.818 18 72.00 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 74 52 126 24 32.43 38 73.08 62 49.21 97 146 243 120 123.71 71 48.63 191 78.60 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. Keterangan : Penderita PB tahun X - 1, Penderita MB tahun X - 2 X = tahun data. PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 104
TABEL 21 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 DIFTERI PERTUSIS JUMLAH KASUS PD3I TETANUS (NON NEONATORUM) TETANUS NEONATORUM JUMLAH KASUS MENING- JUMLAH KASUS MENING- JUMLAH KASUS MENING- L P L+P GAL L P L+P L P L+P GAL L P L+P GAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 Lombok Barat 16 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Lombok Tengah 25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 Lombok Timur 29 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 4 Sumbawa 25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 Dompu 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 Bima 20 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Sumbawa Barat 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 Lombok Utara 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 Kota Mataram 11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 Kota Bima 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 CASE FATALITY RATE (%) 0 0 100 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 105
TABEL 22 JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS CAMPAK POLIO HEPATITIS B JUMLAH KASUS MENINGGAL L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 Lombok Barat 16 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Lombok Tengah 25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 Lombok Timur 29 10 6 16 0 0 0 0 5 2 7 4 Sumbawa 25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 Dompu 9 9 9 18 0 0 0 0 0 0 0 6 Bima 20 99 0 0 0 0 0 0 0 7 Sumbawa Barat 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 Lombok Utara 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 Kota Mataram 11 10 9 19 0 0 0 0 0 0 0 10 Kota Bima 5 7 7 14 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 36 31 166 0 0 0 0 5 2 7 CASE FATALITY RATE (%) 0.00 JUMLAH KASUS PD3I Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 106
TABEL 23 JUMLAH KASUS DBD MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Lombok Barat 16 32 37 69 0 1 1 0.00 2.70 1.45 2 Lombok Tengah 25 36 28 64 0 0 0 0.00 0.00 0.00 3 Lombok Timur 29 32 36 68 0 1 1 0.00 2.78 1.47 4 Sumbawa 25 0 0 35 0 0 0 0.00 0.00 0.00 5 Dompu 9 6 5 11 0 0 0 0.00 0.00 0.00 6 Bima 20 8 3 11 0 0 0 0.00 0.00 0.00 7 Sumbawa Barat 9 3 2 5 0 0 0 0.00 0.00 0.00 8 Lombok Utara 8 49 52 101 0 0 0 0.00 0.00 0.00 9 Kota Mataram 11 241 217 458 1 0 1 0.41 0.00 0.22 10 Kota Bima 5 4 1 5 0 0 0 0.00 0.00 0.00 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 411 381 827 1 2 3 0.24 0.52 0.36 INSIDENCE RATE PER 100.000 PENDUDUK 18.28 15.96 17.84 DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH KASUS MENINGGAL CFR (%) Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS 107
TABEL 24 KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT MALARIA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 MALARIA PENDERITA NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS TANPA PEMERIKSAAN DENGAN PEMERIKSAAN MENINGGAL CFR SEDIAAN DARAH SEDIAAN DARAH L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 Lombok Barat 16 0 0 9,739 127 103 230 0 0 0 0.00 0.00 0.00 2 Lombok Tengah 25 3,397 4,152 7,549 152 25 177 0 1 1 0.00 4.00 0.56 3 Lombok Timur 29 0 0 14,668 156 54 210 0 0 0 0.00 0.00 0.00 4 Sumbawa 25 590 490 1,080 2,609 2,779 5,388 0 0 0 0.00 0.00 0.00 5 Dompu 9 4,154 2,605 6,759 317 262 579 0 0 0 0.00 0.00 0.00 6 Bima 20 0 0 0 654 400 1,054 0 0 0 0.00 0.00 0.00 7 Sumbawa Barat 9 4,044 2,824 6,868 183 64 247 0 0 0 0.00 0.00 0.00 8 Lombok Utara 8 0 0 0 2,901 2,941 5,842 0 0 0 0.00 0.00 0.00 9 Kota Mataram 11 0 0 0 7 1 8 0 0 0 0.00 0.00 0.00 10 Kota Bima 5 0 0 0 21 9 30 0 0 0 0.00 0.00 0.00 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 12,185 10,071 46,663 7,127 6,638 13,765 0 1 1 0.00 0.015 0.007 ANGKA KESAKITAN (API) PER 1.000 PENDUDUK 0.003 2.78 2.97 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 108
TABEL 25 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS PENDERITA FILARIASIS DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 KASUS BARU DITEMUKAN PENDERITA FILARIASIS JUMLAH SELURUH KASUS *) L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Lombok Barat 16 0 0 0 0 0 0 2 Lombok Tengah 25 0 0 0 0 0 0 3 Lombok Timur 29 0 0 0 1 0 1 4 Sumbawa 25 0 0 0 0 0 0 5 Dompu 9 0 0 0 0 0 0 6 Bima 20 0 0 0 0 0 0 7 Sumbawa Barat 9 0 0 0 0 0 0 8 Lombok Utara 8 0 0 0 0 0 0 9 Kota Mataram 11 0 0 0 0 0 0 10 Kota Bima 5 0 0 0 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 0 0 0 1 0 1 ANGKA KESAKITAN PER 100.000 PENDUDUK (KAB/KOTA) 0.04 0.00 0.02 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. Ket : Jumlah Kasus Baru Nihil. *) Kasus Kumulatif 109
TABEL 26 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH LAHIR HIDUP L BAYI BARU LAHIR DITIMBANG P L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 Lombok Barat 16 13,097 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 13,097 100.0 302 #DIV/0! 318 #DIV/0! 620 4.73 2 Lombok Tengah 25 19,677 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 18,700 95.0 364 #DIV/0! 392 #DIV/0! 756 4.04 3 Lombok Timur 29 13,293 12,494 25,787 13,242 99.6 12,439 99.6 25,681 99.6 494 3.73 375 3.01 869 3.38 4 Sumbawa 25 10,112 3,794 0.0 4,432 0.0 9,809 97.0 239 6.30 215 4.9 454 4.63 5 Dompu 9 2,189 2,680 4,869 2,189 100.0 2,680 100.0 4,869 100.0 73 3.33 56 2.09 129 2.65 6 Bima 20 4,519 5,545 10,064 4,520 100.0 5,545 100.0 10,065 100.0 108 2.39 100 1.80 208 2.07 7 Sumbawa Barat 9 1,432 1,395 2,827 1,432 100.0 1,395 100.0 2,827 100.0 29 2.03 32 2.29 61 2.16 8 Lombok Utara 8 2,705 2,173 4,878 2,198 81.2 2,259 104.0 4,457 91.4 118 5.37 119 5.27 237 5.32 9 Kota Mataram 11 9,000 0 9,000 100.0 129 #DIV/0! 116 #DIV/0! 245 2.72 10 Kota Bima 5 3,020 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 3,004 99.5 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 72 2.40 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 24,138 24,287 103,331 27,375 113.4 28,750 118.4 101,509 98.2 1,856 6.78 1,723 5.99 3,651 3.60 L + P L BBLR P L + P Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 110
TABEL 27 STATUS GIZI BALITA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/KOTA KECAMATAN BALITA DITIMBANG GIZI LEBIH GIZI BAIK GIZI KURANG GIZI BURUK L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 Lombok Barat 16 3,222 1,804 0.56 2,696 83.67 418 12.98 90 2.79 2 Lombok Tengah 25 3,587 1,722 0.48 3,011 83.94 463 12.90 96 2.69 3 Lombok Timur 29 6,144 5,960 0.97 4,986 81.16 882 14.36 215 3.50 4 Sumbawa 25 6,992 5,244 0.75 5,886 84.18 863 12.34 191 2.73 5 Dompu 9 2,096 3,123 1.49 1,634 77.94 338 16.12 93 4.46 6 Bima 20 5,242 4,194 0.80 4,035 76.98 893 17.03 272 5.19 7 Sumbawa Barat 9 1,450 1,233 0.85 1,287 88.77 132 9.08 19 1.31 8 Lombok Utara 8 1,567 987 0.63 1,161 74.06 307 19.61 89 5.70 9 Kota Mataram 11 1,788 1,591 0.89 1,529 85.50 207 11.59 36 2.03 10 Kota Bima 5 1,297 233 0.18 1,028 79.28 199 15.38 67 5.16 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 33,385 26,091 0.79 27,253 81,58 0 0 4,702 14,11 1,169 3,52 BALITA Sumber : Laporan Pemantauan Status Gizi, Dinas Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 111
TABEL 28 NO CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL, PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN, DAN PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS IBU HAMIL IBU BERSALIN JUMLAH K1 % K4 % JUMLAH DITOLONG NAKES % JUMLAH IBU NIFAS MENDAPAT YANKES 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 Lombok Barat 16 16,271 15,662 96.26 14,649 90.03 15,531 13,021 83.84 15,531 12,655 81.48 2 Lombok Tengah 25 21,012 20,911 99.52 19,650 93.52 20,055 18,700 93.24 20,055 19,525 97.36 3 Lombok Timur 29 28,825 29,257 101.50 27,104 94.03 27,517 25,681 93.33 27,517 24,633 89.52 4 Sumbawa 25 11,149 10,922 97.96 10,606 95.13 10,647 9,881 92.81 10,647 10,097 94.83 5 Dompu 9 5,825 5,537 95.06 4,888 83.91 5,295 4,769 90.07 5,295 4,702 88.80 6 Bima 20 11,690 11,364 97.21 10,626 90.90 11,159 10,065 90.20 10,064 8,928 88.71 7 Sumbawa Barat 9 3,028 3,133 103.47 2,977 98.32 2,889 2,762 95.60 2,889 2,848 98.58 8 Lombok Utara 8 5,368 5,320 99.11 4,843 90.22 5,123 4,457 87.00 4,586 4,586 100.00 9 Kota Mataram 11 10,918 10,248 93.86 9,932 90.97 10,421 9,012 86.48 10,421 8,936 85.75 10 Kota Bima 5 3,713 3,530 95.07 3,256 87.69 3,545 3,010 84.91 3,545 3,007 84.82 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 117,799 115,884 98.37 108,531 92.13 112,182 101,358 90.35 110,550 99,917 90.38 % Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 112
TABEL 29 PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA IBU HAMIL JUMLAH IBU NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5 TT2+ HAMIL JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 Lombok Barat 16 16,271 15,186 93.33 14,240 87.52 0-0 - 0-14,240 87.52 2 Lombok Tengah 25 21,012 6,735 32.05 6,976 33.20 4,809 22.9 2,924 13.9 2,681 12.8 17,390 82.76 3 Lombok Timur 29 28,825 29,532 102.5 27,328 94.81 0-0 - 0-27,328 94.81 4 Sumbawa 25 11,149 9,804 87.94 9,524 85.42 0-0 - 0-9,524 85.42 5 Dompu 9 5,825 5,476 94.01 4,913 84.34 0-0 - 0-4,913 84.34 6 Bima 20 11,690 11,025 94.31 10,466 89.53 10,466 89.5 7 Sumbawa Barat 9 3,028 2,011 66.41 1,980 65.39 0-0 - 0-1,980 65.39 8 Lombok Utara 8 5,368 4,932 91.88 4,557 84.89 0-0 - 0-4,557 84.89 9 Kota Mataram 11 10,918 10,333 94.64 10,166 93.11 9,473 86.8 0-0 - 10,166 93.11 10 Kota Bima 5 3,713 3,466 93.35 3,292 88.66 0-0 - 0-3,292 88.66 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 117,799 98,500 83.62 93,442 79.32 14,282 12.12 2,924 2.48 2,681 2.28 103,856 88.16 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 113
TABEL 30 JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN TABLET FE1 DAN FE3 MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 FE1 (30 TABLET) FE3 (90 TABLET) NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH IBU HAMIL JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Lombok Barat 16 16,271 15,662 96.26 14,649 90.03 2 Lombok Tengah 25 21,012 21,305 101.39 19,524 92.92 3 Lombok Timur 29 28,825 29,257 101.50 27,104 94.03 4 Sumbawa 25 11,149 10,401 93.29 9,402 84.33 5 Dompu 9 5,825 5,537 95.06 4,888 83.91 6 Bima 20 11,690 10,295 88.07 9,564 81.81 7 Sumbawa Barat 9 3,028 3,242 107.07 3,054 100.86 8 Lombok Utara 8 5,368 5,320 99.11 4,933 91.90 9 Kota Mataram 11 10,918 10,161 93.07 9,914 90.80 10 Kota Bima 5 3,713 3,143 84.65 3,052 82.20 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 117,799 114,323 97.05 106,084 90.05 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 114
TABEL 31 JUMLAH DAN PERSENTASE IBU HAMIL DAN NEONATAL RISIKO TINGGI/KOMPLIKASI DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/ KOTA PUSKESMAS JUMLAH IBU HAMIL BUMIL RISTI/ KOMPLIKASI BUMIL RISTI/ KOMPLIKASI DITANGANI JUMLAH LAHIR HIDUP PERKIRAAN NEONATAL RISTI/KOMPLIKASI NEONATAL RISTI/KOMPLIKASI DITANGANI Σ % L P L + P L P L + P Σ % Σ % Σ % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 1 Lombok Barat 16 16,271 3,254 3,392 104.23 13,097 2,219 1,151 51.9 2 Lombok Tengah 25 21,012 4,202 3,584 85.28 19,677 2,952 1,715 58.1 3 Lombok Timur 29 28,825 5,765 5,313 92.16 13,293 12,494 25,787 1,994 1,874 3,868 1,235 61.9 1,162 62.0 2,397 62.0 4 Sumbawa 25 11,149 2,230 1,961 87.95 10,112 1,379 1,214 88.0 5 Dompu 9 5,825 1,165 1,165 100.00 2,189 2,680 4,869 328 402 730 133 40.5 120 29.9 253 34.6 6 Bima 20 11,690 2,338 2,039 100,10 4,520 5,545 10,297 709 888 555 240 33.9 312 35.1 552 99.5 7 Sumbawa Barat 9 3,028 605 441 72.89 1,432 1,395 2,827 69 63 412 194 47.1 8 Lombok Utara 8 5,368 1,074 908 84.58 2,705 2,173 4,878 406 326 732 287 70.7 230 70.5 517 70.6 9 Kota Mataram 11 10,918 2,184 1,920 87.93 9,000 1,489 708 47.5 10 Kota Bima 5 3,713 743 695 93.59 3,020 506 182 36.0 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 117,799 23,560 21,418 90.91 24,139 24,287 103,564 3,506 3,553 14,841 1,895 54.0 1,824 51.3 8,883 59.9 L P L + P Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 115
TABEL 32 CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BAYI, ANAK BALITA, DAN IBU NIFAS MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 BAYI ANAK BALITA (1-4 TAHUN) IBU NIFAS NO KABUPATEN/ BAYI 6-11 BULAN MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A 2X MENDAPAT PUSKESMAS JUMLAH JUMLAH KOTA L P L + P L P L + P JUMLAH VIT A L P L+P Σ % Σ % Σ % L P L+P Σ % Σ % Σ % Σ % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 Lombok Barat 16 7,238 7,553 14,791 14,274 96.5 28,952 30,212 59,164 43,458 73.45 15,531 13,025 83.86 2 Lombok Tengah 25 9,039 10,062 19,101 22,325 116.9 36,157 40,247 76,404 64,300 84.16 20,055 19,426 96.86 3 Lombok Timur 29 7,515 7,060 14,575 7,386 98.3 6,939 98.3 14,326 98.3 47,061 44,213 91,274 44,216 94.0 41,541 94.0 85,757 93.96 27,517 26,138 94.99 4 Sumbawa 25 10,136 5,324 52.5 36,904 34,143 92.52 10,647 8,986 84.40 5 Dompu 9 2,683 2,612 5,295 1,596 59.5 1,597 61.1 3,193 60.3 10,732 10,448 21,180 7,073 65.9 9,891 94.7 16,964 80.09 5,295 4,739 89.50 6 Bima 20 5,514 5,339 96.8 35,742 34,777 97.30 10,064 9,225 91.66 7 Sumbawa Barat 9 1,395 1,357 2,752 1,451 104.0 1,409 103.8 2,860 103.9 5,584 5,424 11,008 4,840 86.7 4,726 87.1 9,566 86.90 2,889 2,879 99.65 8 Lombok Utara 8 2,705 2,173 4,878 1,040 38.4 1,069 49.2 2,109 43.2 12,025 12,366 24,391 7,042 58.6 7,240 58.5 14,282 58.55 4,586 4,586 100.00 9 Kota Mataram 11 5,741 3,325 57.9 39,701 23,879 60.15 10,421 8,927 85.66 10 Kota Bima 5 1,930 1,905 3,835 1,930 100.0 1,888 99.1 3,818 99.6 6,160 5,799 11,958 6,006 97.5 6,205 107.0 12,211 102.11 3,545 2,946 83.10 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 32,505 32,722 86,618 13,403 41.2 12,902 39.4 76,893 88.8 146,670 148,709 407,727 69,177 47.2 69,603 46.8 339,337 83.23 110,550 100,877 91.25 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. Ket. Data Bayi 6-11 bln data riil Kabupaten/Kota 116
TABEL 33 NO KABUPATEN/ KOTA PUSKESMAS MKJP PESERTA KB AKTIF IUD % MOP % MOW % IM PLANT % JUMLAH % SUNTIK % PIL % KON DOM % OBAT VAGINA % LAIN NYA % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 1 Lombok Barat 16 9,267 9.23 248 0.25 1,586 1.58 14,375 14.31 25,476 25.37 51,007 50.79 22,625 22.53 1,314 1.31 0 0.00 0 0.00 74,946 74.63 100,422 100 2 Lombok Tengah 25 14,376 14.79 1,272 1.31 1,862 1.92 23,174 23.85 40,684 41.86 47,278 48.65 6,822 7.02 2,396 2.47 0 0.00 0 0.00 56,496 58.14 97,180 100 3 Lombok Timur 29 22,363 11.21 1,137 0.57 4,746 2.38 27,751 13.91 55,997 28.07 92,216 46.23 46,364 23.24 4,885 2.45 0 0.00 0 0.00 143,465 71.93 199,462 100 4 Sumbawa 25 9,970 15.57 221 0.35 2,487 3.88 12,777 19.95 25,455 39.75 27,920 43.60 8,880 13.87 1,782 2.78 0 0.00 0 0.00 38,582 60.25 64,037 100 5 Dompu 9 5,206 13.13 49 0.12 1,375 3.47 8,769 22.12 15,399 38.84 17,398 43.89 4,701 11.86 2,145 5.41 0 0.00 0 0.00 24,244 61.16 39,643 100 6 Bima 20 13,118 16.08 247 0.30 1,694 2.08 17,876 21.91 32,935 40.37 39,023 47.84 4,427 5.43 5,190 6.36 0 0.00 0 0.00 48,640 59.63 81,575 100 7 Sumbawa Barat 9 3,720 10.14 61 0.17 529 1.44 3,538 9.64 7,848 21.39 17,336 47.25 10,376 28.28 1,129 3.08 0 0.00 0 0.00 28,841 78.61 36,689 100 8 Lombok Utara 8 181 1.35 4 0.03 74 0.55 1,650 12.33 1,909 14.26 7,128 53.26 3,984 29.77 362 2.70 0 0.00 0 0.00 11,474 85.74 13,383 100 9 Kota Mataram 11 PROPORSI PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 MKJP + % MKJP NON MKJP + NON MKJP 10 Kota Bima 5 4,697 31.63 57 0.38 679 4.57 2,177 14.66 7,610 51.25 4,139 27.88 1,747 11.77 1,352 9.11 0 0.00 0 0.00 7,238 48.75 14,848 100 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 82,898 12.81 3,296 0.51 15,032 2.32 112,087 17.32 213,313 32.96 303,445 46.88 109,926 16.98 20,555 3.18 0 0.00 0 0.00 433,926 67.04 647,239 100 NON MKJP Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. 117
TABEL 34 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS MKJP PESERTA KB BARU IUD % MOP % MOW % IMPLANT % JUMLAH % SUNTIK % PIL % KONDOM % OBAT VAGINA % LAIN NYA % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 1 Lombok Barat 16 1,795 7.93 17 0.08 132 0.58 2,852 12.60 4,796 21.19 14,812 65.43 2,666 11.78 364 1.61 0 0.00 0 0.00 17,842 78.81 22,638 100.00 2 Lombok Tengah 25 2,245 5.52 126 0.31 92 0.23 10,743 26.44 13,206 32.50 17,946 44.16 6,911 17.01 2,576 6.34 0 0.00 0 0.00 27,433 67.50 40,639 100.00 3 Lombok Timur 29 3,618 6.40 429 0.76 378 0.67 8,179 14.47 12,604 22.30 28,486 50.41 10,909 19.30 4,513 7.99 0 0.00 0 0.00 43,908 77.70 56,512 100.00 4 Sumbawa 25 4,159 13.73 177 0.58 263 0.87 6,339 20.92 10,938 36.10 11,625 38.37 4,230 13.96 3,505 11.57 0 0.00 0 0.00 19,360 63.90 30,298 100.00 5 Dompu 9 1,130 5.79 46 0.24 171 0.88 3,720 19.07 5,067 25.98 10,147 52.02 2,413 12.37 1,879 9.63 0 0.00 0 0.00 14,439 74.02 19,506 100.00 6 Bima 20 7 Sumbawa Barat 9 147 4.80 1 0.03 23 0.75 181 5.91 352 11.50 2,178 71.13 507 16.56 25 0.82 0 0.00 0 0.00 2,710 88.50 3,062 100.00 8 Lombok Utara 8 116 1.74 1 0.02 37 0.56 754 11.36 908 13.68 3,955 59.60 1,641 24.74 132 1.98 0 0.00 0 0.00 5,727 86.32 6,635 100.00 9 Kota Mataram 11 PROPORSI PESERTA KB BARU MENURUT JENIS KONTRASEPSI DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 10 Kota Bima 5 2,029 26.96 0 0.00 65 0.86 1,274 16.93 3,368 44.75 2,216 29.44 616 8.18 1,326 17.62 0 0.00 0 0.00 4,158 55.25 7,526 100.00 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 15,239 8.16 797 0.43 1,161 0.62 34,042 18.22 51,239 27.43 91,365 48.91 29,893 16.00 14,320 7.67 0 0.00 0 0.00 135,577 72.57 186,816 100.00 NON MKJP MKJP + NON MKJP % MKJP + NON MKJP Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang 118
TABEL 35 PESERTA KB BARU PESERTA KB AKTIF NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH PUS JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Lombok Barat 16 134,839 22,638 16.79 100,422 74.48 2 Lombok Tengah 25 145,813 40,639 27.87 97,180 66.65 3 Lombok Timur 29 273,962 56,512 20.63 199,462 72.81 4 Sumbawa 25 89,229 28,304 31.72 64,037 71.77 5 Dompu 9 50,157 19,506 38.89 39,643 79.04 6 Bima 20 95,492 23,050 24.14 79,051 82.78 7 Sumbawa Barat 9 20,900 3,699 17.70 12,011 57.47 8 Lombok Utara 8 33,983 6,635 19.52 12,082 35.55 9 Kota Mataram 11 JUMLAH PESERTA KB BARU DAN KB AKTIF MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 10 Kota Bima 5 22,248 7,526 33.83 14,848 66.74 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 866,623 208,509 24.06 618,736 71.40 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 119
TABEL 36 CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 KUNJUNGAN NEONATUS 1 KALI (KN1) KUNJUNGAN NEONATUS 3 KALI (KN LENGKAP) KABUPATEN/ JUMLAH BAYI LAHIR HIDUP NO PUSKESMAS KOTA L P L + P L P L + P L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 Lombok Barat 16 13,097 13,025 99.45 12,462 95.15 2 Lombok Tengah 25 19,677 19,425 98.72 18,861 95.85 3 Lombok Timur 29 13,293 12,494 25,787 13,162 99.01 12,369 99.00 25,531 99.01 12,590 0.95 11,841 94.77 24,431 94.74 4 Sumbawa 25 10,112 4,611 0.00 4,584 0.00 9,195 90.93 117 0.00 4,547 0.00 8,869 87.71 5 Dompu 9 2,189 2,680 4,869 2,154 98.40 2,613 97.50 4,767 97.91 2,055 93.88 2,524 94.18 4,579 94.04 6 Bima 20 4,584 5,673 10,257 4,457 97.23 5,468 96.39 9,922 96.73 5,043 110.01 5,270 92.90 9,573 93.33 7 Sumbawa Barat 9 1,432 1,395 2,827 1,432 100.00 1,395 100.00 2,827 100.0 2,700 95.51 8 Lombok Utara 8 2,705 2,173 4,878 2,225 82.23 2,287 105.28 4,512 92.50 2,165 0.80 2,226 102.46 4,391 90.02 9 Kota Mataram 11 9,925 8,905 89.72 8,875 89.42 10 Kota Bima 5 3,020 3,004 99.47 2,938 97.28 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 24,203 24,415 104,449 28,041 115.85 28,716 117.62 101,113 96.81 21,970 90.77 26,408 108.16 97,679 93.52 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 120
TABEL 37 CAKUPAN KUNJUNGAN BAYI MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH BAYI KUNJUNGAN BAYI (MINIMAL 4 KALI) L P L + P L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Lombok Barat 16 7,238 7,553 14,791 12,805 86.57 2 Lombok Tengah 25 9,039 10,062 19,101 20,247 106.00 3 Lombok Timur 29 13,542 12,662 26,204 12,962 95.7 12,577 99.3 25,539 97.46 4 Sumbawa 25 10,136 4,425 4,651 9,076 89.54 5 Dompu 9 2,683 2,612 5,295 2,494 93.0 2,512 96.2 5,006 94.54 6 Bima 20 4,773 5,854 10,627 5,090 106.6 6,241 106.6 11,331 106.62 7 Sumbawa Barat 9 1,432 1,395 2,827 2,846 100.67 8 Lombok Utara 8 2,705 2,173 4,878 2,835 104.8 2,676 123.2 4,766 97.70 9 Kota Mataram 11 9,925 9,279 93.49 10 Kota Bima 5 1,930 1,905 3,835 3,271 85.29 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 43,343 44,215 107,619 27,806 64.2 28,657 65 104,166 96.79 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 121
TABEL 38 CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCI MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH DESA/KEL DESA/KEL UCI % DESA/KEL UCI 1 2 3 4 5 6 1 Lombok Barat 16 122 111 90.98 2 Lombok Tengah 25 139 120 86.33 3 Lombok Timur 29 254 254 100.00 4 Sumbawa 25 165 153 92.73 5 Dompu 9 79 63 79.75 6 Bima 20 168 161 95.83 7 Sumbawa Barat 9 64 54 84.38 8 Lombok Utara 8 33 33 100.00 9 Kota Mataram 11 50 39 78.00 10 Kota Bima 5 38 34 89.47 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 1,112 1,022 91.91 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 122
TABEL 39 CAKUPAN IMUNISASI DPT, HB, DAN CAMPAK PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 BAYI DIIMUNISASI DO RATE (%) NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH BAYI DPT1+HB1 DPT3+HB3 CAMPAK L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16.0 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 1 Lombok Barat 16 7,238 7,553 14,791 7,632 105.4 6,783 89.8 14,415 97.46 7,463 103.1 6,855 90.8 14,318 96.80 7,431 102.7 6,814 90.2 14,245 96.31-2.7 9.8 3.7 2 Lombok Tengah 25 9,039 10,062 19,101 20,772 108.75 20,797 108.88 20,169 105.59-5.6 3 Lombok Timur 29 13,542 12,662 26,204 29,273 111.71 28,814 109.96 28,830 110.02-10.0 4 Sumbawa 25 10,136 10,361 102.22 10,206 100.69 10,065 99.30 0.7 5 Dompu 9 2,683 2,612 5,295 2,509 93.5 2,658 101.8 5,167 97.58 2,333 87.0 2,502 95.8 4,835 91.31 2,345 87.4 2,381 91.2 4,726 89.25 12.6 8.8 10.7 6 Bima 20 10,627 10,870 102.29 11,215 105.53 11,003 103.54-3.5 7 Sumbawa Barat 9 1,432 1,395 2,827 2,467 87.27 2,547 90.10 2,433 86.06 13.9 8 Lombok Utara 8 2,705 2,173 4,878 2,456 90.8 2,282 105.0 4,738 97.13 2,478 91.6 2,286 105.2 4,764 97.66 2,385 88.2 2,201 101.3 4,586 94.01 11.8-1.3 6.0 9 Kota Mataram 11 9,925 9,239 93.09 9,341 94.12 9,603 96.76 3.2 10 Kota Bima 5 1,930 1,905 3,835 3,424 89.28 3,611 94.16 3,603 93.95 6.0 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 38,570 38,361 107,619 12,597 32.7 11,723 30.6 110,726 102.89 12,274 31.8 11,643 30.4 110,448 102.63 12,161 31.5 11,396 29.7 109,263 101.53 68.5 70.3-1.5 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 123
TABEL 40 CAKUPAN IMUNISASI BCG DAN POLIO PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/ KOTA PUSKESMAS JUMLAH BAYI BCG BAYI DIIMUNISASI L P L + P L POLIO3 L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 Lombok Barat 16 7,238 7,553 14,791 7,364 101.74 6,611 87.53 13,975 94.48 7,401 102.25 6,823 90.33 14,224 96.17 P L + P 2 Lombok Tengah 25 9,039 10,062 19,101 19,741 103.35 0-0 - 21,025 110.07 3 Lombok Timur 29 13,542 12,662 26,204 27,500 104.95 0-0 - 29,569 112.84 4 Sumbawa 25 10,136 10,073 99.38 0-0 - 10,205 100.68 5 Dompu 9 2,683 2,612 5,295 2,509 93.51 2,658 101.76 5,167 97.58 2,333 86.95 2,502 95.79 4,835 91.31 6 Bima 20 10,627 10,868 102.27 10,996 103.47 7 Sumbawa Barat 9 1,432 1,395 2,827 2,271 80.33 0-0 - 2,529 89.46 8 Lombok Utara 8 2,705 2,173 4,878 2,347 86.77 2,162 99.49 4,509 92.44 2,443 90.29 2,271 104.54 4,714 96.64 9 Kota Mataram 11 9,925 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 8,919 89.86 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 9,270 93.40 10 Kota Bima 5 1,930 1,905 3,835 0-0 - 3,140 81.88 0-0 - 3,494 91.11 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 38,570 38,361 107,619 12,220 32 11,431 30 106,163 98.65 12,177 31.57 11,596 30.23 110,861 103.01 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 124
TABEL 41 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH BAYI JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF L P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Lombok Barat 16 7,238 7,553 14,791 4,090 56.5 3,885 51.4 8,612 58.22 2 Lombok Tengah 25 7,630 #DIV/0! - #DIV/0! 6,495 85.13 3 Lombok Timur 29 8,929 8,403 17,332 6,001 67.2 5,644 67.2 11,645 67.19 4 Sumbawa 25 10,136-0.0-0.0 5,077 50.09 5 Dompu 9 2,683 2,612 5,295 1,490 55.5 1,606 61.5 3,096 58.47 6 Bima 20 JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 10,988 5,275 7 Sumbawa Barat 9 1,104 1,472 2,576 669 60.6 682 46.3 1,351 52.45 8 Lombok Utara 8 2,705 2,173 4,878 886 32.8 911 41.9 1,797 36.84 9 Kota Mataram 11 4,965 - #DIV/0! - #DIV/0! 1,977 39.82 10 Kota Bima 5 1,930 1,905 3,835 1,083 56.1 1,093 57.4 2,176 56.74 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 24,589 24,118 82,426 14,219 57.8 13,821 57.3 47,501 57.63 48.01 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. Keterangan: - AE Bayi yang lulus AE 6 bulan. 125
TABEL 42 PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI ANAK USIA 6-23 BULAN KELUARGA MISKIN MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 ANAK 6-23 BULAN NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS DARI KELUARGA MISKIN MENDAPAT MP-ASI % L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Lombok Barat 16 12,805 353 2.76 2 Lombok Tengah 25 6,036 923 15.29 3 Lombok Timur 29 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 Sumbawa 25 4,972 25 0.00 0.00 0.50 5 Dompu 9 2,531 3,094 5,625 185 215 400 7.31 6.95 7.11 6 Bima 20 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Sumbawa Barat 9 173 165 338 118 110 228 68.21 66.67 67.46 8 Lombok Utara 8 2,109 2,026 4,135 481 530 1,011 22.81 26.16 24.45 9 Kota Mataram 11 4,660 838 17.98 10 Kota Bima 5 703 707 1,410 460 468 928 65.43 66.20 65.82 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 39,981 4,706 11.77 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. Keterangan : Jenis MP ASI pabrikan 126
TABEL 43 NO KABUPATEN/ KOTA CAKUPAN PELAYANAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 PUSKESMAS JUMLAH ANAK BALITA (12-59 BULAN) MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (MINIMAL 8 KALI) L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Lombok Barat 16 28,952 30,212 59,164 32,157 54.4 2 Lombok Tengah 25 45,196 50,309 95,505 71,136 74.5 3 Lombok Timur 29 54,040 50,775 104,815 34,421 63.7 32,346 63.7 66,767 63.7 4 Sumbawa 25 25,454 25,339 50,793 47,351 93.2 5 Dompu 9 10,732 10,448 21,180 10,732 100.0 10,448 100.0 21,180 100 6 Bima 20 19,102 23,376 42,478 16,222 84.9 19,847 84.9 36,069 84.9 7 Sumbawa Barat 9 11,008 9,157 83.2 8 Lombok Utara 8 9,620 9,894 19,514 8,852 92.0 8,186 82.7 17,038 87.3 9 Kota Mataram 11 39,700 26,702 67.3 10 Kota Bima 5 6,160 5,799 11,959 10,134 84.7 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 199,256 206,152 456,116 662,268 332.4 662,600 321.4 337,691 74.0 L P L + P Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 127
TABEL 44 JUMLAH BALITA DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/ KOTA PUSKESMAS BALITA YANG ADA L DITIMBANG P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 Lombok Barat 16 36,190 37,765 73,955 51,224 69.26 32,139 62.74 0 0.0 0 0.0 1,025 2.00 BALITA L BB NAIK P L+P L P BGM L+P 2 Lombok Tengah 25 45,196 50,309 95,506 36,487 80.7 36,415 72.4 72,902 76.33 23,898 65.5 23,592 64.8 47,490 65.14 690 1.9 780 2.1 1,470 2.02 3 Lombok Timur 29 62,923 72,297 135,220 49,369 78.5 46,377 64.1 95,746 70.81 27,406 55.5 25,748 55.5 53,154 55.52 983 2.0 923 2.0 1,906 1.99 4 Sumbawa 25 25,354 25,211 50,565 0 0.0 0 0.0 32,680 64.63 23,689 72.49 0 0.0 0 0.0 757 2.32 5 Dompu 9 13,415 13,060 26,475 7,614 56.8 9,306 71.3 16,920 63.91 5,038 66.2 6,158 66.2 11,196 66.17 174 2.3 212 2.3 386 2.28 6 Bima 20 53,137 35,039 65.94 24,524 69.99 1,964 5.61 7 Sumbawa Barat 9 6,965 6,795 13,760 4,846 69.6 4,853 71.4 9,699 70.49 2,929 60.4 2,936 60.5 5,865 60.47 65 1.3 68 1.4 133 1.37 8 Lombok Utara 8 12,025 12,366 24,391 7,870 65.4 8,087 65.4 15,957 65.42 5,695 72.4 5,859 72.4 11,554 72.41 378 4.8 386 4.8 764 4.79 9 Kota Mataram 11 25,650 23,976 49,626 12,674 49.4 12,019 50.1 24,693 49.76 6,767 53.4 6,785 56.5 13,552 54.88 215 1.7 251 2.1 466 1.89 10 Kota Bima 5 7,879 7,396 15,275 6,225 79.0 4,720 63.8 10,945 71.65 2,103 33.8 2,270 48.1 4,373 39.95 50 0.8 38 0.8 88 0.80 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 235,597 249,175 537,909 125,085 53.1 121,777 48.9 365,805 68.01 73,837 31.3 73,347 29.4 227,536 62.20 2,555 1.1 2,659 1.1 8,959 2.45 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 128
TABEL 45 CAKUPAN BALITA GIZI BURUK YANG MENDAPAT PERAWATAN MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH BALITA GIZI BURUK MENDAPAT PERAWATAN L P L P L+P Σ % Σ % Σ % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Lombok Barat 16 79 69 148 79 100 69 100 148 100 L + P 2 Lombok Tengah 25 38 31 69 38 100 31 100 69 100 3 Lombok Timur 29 112 88 200 112 100 88 100 200 100 4 Sumbawa 25 91 91 100 5 Dompu 9 44 34 78 44 100 34 100 78 100 6 Bima 20 47 47 100 7 Sumbawa Barat 9 3 2 5 3 100 2 100 5 100 8 Lombok Utara 8 29 39 68 29 100 39 100 68 100 9 Kota Mataram 11 17 12 29 17 100 12 100 29 100 10 Kota Bima 5 17 15 32 17 100 15 100 32 100 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 339 290 767 339 100 290 100 767 100 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 129
TABEL 46 CAKUPAN PENJARINGAN KESEHATAN SISWA SD & SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 MURID KELAS 1 SD DAN SETINGKAT NO KABUPATEN/ MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS JUMLAH KOTA L P L + P L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Lombok Barat 16 12,773 11,252 88.09 2 Lombok Tengah 25 11,487 10,688 22,175 10,014 87.2 9,790 91.6 19,804 89.31 3 Lombok Timur 29 11,279 11,327 27,227 12,291 109.0 11,922 105.3 24,213 88.93 4 Sumbawa 25 6,632 3,278 2,904 6,181 93.20 5 Dompu 9 3,871 3,752 7,623 3,120 80.6 3,067 81.8 6,187 81.16 6 Bima 20 6,199 6,221 12,420 4,757 76.7 5,594 89.9 10,351 83.34 7 Sumbawa Barat 9 1,530 1,331 2,861 1,405 91.8 1,194 89.7 2,599 90.84 8 Lombok Utara 8 9 Kota Mataram 11 8,059 7,962 98.80 10 Kota Bima 5 1,274 1,213 2,487 1,274 100.0 1,213 100.0 2,487 100.00 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 35,640 34,532 102,257 36,139 101.4 35,684 103.3 91,036 89.03 CAKUPAN PENJARINGAN KESEHATAN SISWA SD & SETINGKAT 101.4 103.3 89.03 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 130
TABEL 47 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN SISWA SD DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 MURID SD DAN SETINGKAT L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Lombok Barat 16 12,773 11,252 88.09 2 Lombok Tengah 25 106,507 10,014 0.0 9,790 0.0 19,804 18.59 3 Lombok Timur 29 155,284 12,291 0.0 17,462 0.0 29,753 19.16 4 Sumbawa 25 17,000 16,245 34,652 6,502 38.2 6,534 40.22 13,036 37.62 5 Dompu 9 14,806 14,289 29,095 8,189 55.3 8,681 60.8 16,870 57.98 6 Bima 20 33,026 34,283 67,309 4,757 14.4 5,594 16.3 10,351 15.38 7 Sumbawa Barat 9 7,958 7,433 15,189 7,528 49.56 8 Lombok Utara 8 0 0 0 0.00 9 Kota Mataram 11 48,563 4,593 9.46 10 Kota Bima 5 1,274 1,213 2,487 1,274 100.0 1,213 100.0 2,487 100 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 471,859 115,674 24.51 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. JUMLAH L MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN SESUAI STANDAR P L + P 131
TABEL 48 CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH L P L+P L % P % L+P % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Lombok Barat 16 16,763 17,892 34,655 10,800 64.43 11,615 64.92 22,415 64.68 2 Lombok Tengah 25 88,351 97,487 185,838 4,759 5.39 6,751 6.93 11,510 6.19 3 Lombok Timur 29 80,382 78,503 158,885 5,994 7.46 10,608 13.51 16,601 10.45 4 Sumbawa 25 15,248 16,159 31,407 2,314 15.18 2,879 17.82 5,193 16.53 5 Dompu 9 13,455 13,549 27,004 4,905 36.45 5,337 39.39 10,242 37.93 6 Bima 20 15,833 17,854 33,687 10,232 64.63 11,539 64.63 21,771 64.63 7 Sumbawa Barat 9 3,703 4,265 7,968 2,764 74.64 4,443 104.18 7,207 90.45 8 Lombok Utara 8 0 0 0 0 0 0 0.00 9 Kota Mataram 11 25,545 1,924 6,190 8,114 31.76 10 Kota Bima 5 4,307 5,037 9,344 901 20.92 1,043 20.71 1,944 20.80 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 238,042 250,746 514,333 44,593 18.73 60,404 24.09 104,997 20.41 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. USILA (60TAHUN+) MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN 132
TABEL 49 PERSENTASE SARANA KESEHATAN DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR ) LEVEL I PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN. GADAR LEVEL I NO SARANA KESEHATAN JUMLAH SARANA JUMLAH % 1 2 3 4 5 1 Rumah Sakit Umum 21 21 100.00 2 Rumah Sakit Jiwa 1 1 100 3 Rumah Sakit Khusus Lainnya 0 0 0.00 4 Puskesmas Perawatan 108 108 100 5 Sarana Pelayanan Kesehatan Lainnya 224 212 94.64 JUMLAH (KAB/KOTA) 354 342 96.61 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 133
TABEL 50 NO JENIS KEJADIAN LUAR BIASA YANG TERSERANG JUMLAH KEC JUMLAH DESA L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 1 Flu Burung 1 1 73,059 75,331 148,390 1 0 1 0.00 0.00 0.00 1 0 1 100 0 100 2 AFP 13 16 27,757 30,804 58,561 11 9 20 0.04 0.03 0.03 0 0 0 0 0 0 3 DBD 15 25 43,397 76,863 120,260 42 55 97 0.10 0.07 0.08 0 1 1 0 1.82 1.03 4 Keracunanan makanan 14 19 18479 20209 38,688 133 221 354 0.72 1.09 0.92 0 0 0 0 0 0 5 KIPPI 3 4 25,639 2 2 4 #DIV/0! #DIV/0! 0.02 1 0 1 50.0 0 25 6 Tetanus Neonatorum 1 1 1780 2207 3,987 1 0 1 0.06 0.00 0.03 1 0 1 100 0 100 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT JENIS KLB PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH PENDUDUK TERANCAM JUMLAH PENDERITA ATTACK RATE (%) JUMLAH KEMATIAN CFR (%) 47 66 164,472 205,414 395,525 190 287 477 0.12 3 1 4 1.58 0.35 0.84 134
TABEL 51 DESA/KELURAHAN TERKENA KLB YANG DITANGANI < 24 JAM MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH DESA/KELURAHAN TERKENA KLB NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS DESA/ RATA2 KEJADIAN DESA/KELURAHAN KLB DITANGANI KELURAHAN JUMLAH % PER JUMLAH DESA/KELURAHAN <24 JAM 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Lombok Barat 16 122 2 0.02 2 100 2 Lombok Tengah 25 139 19 0.14 18 94.74 3 Lombok Timur 29 254 17 0.07 17 100 4 Sumbawa 25 165 14 0.08 14 100 5 Dompu 9 79 1 0.01 1 100 6 Bima 20 168 17 0.10 17 100 7 Sumbawa Barat 9 64 0 0.00 0 0.00 8 Lombok Utara 8 33 0 0.00 0 0.00 9 Kota Mataram 11 50 3 0.06 3 100 10 Kota Bima 5 38 3 0.08 3 100 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 1,112 76 14.63 75 98.68 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 135
TABEL 52 NO KABUPATEN/KOTA PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 PUSKESMAS TUMPATAN GIGI TETAP PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT L P L + P L P L + P L P L + P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Lombok Barat 16 651 881 1,532 1,061 1,181 3,479 0.61 0.75 0.44 2 Lombok Tengah 25 1,246 1,648 0.76 3 Lombok Timur 29 1,045 131 7.98 4 Sumbawa 25 821 923 1,744 2,341 2,298 4,639 0.35 0.40 0.38 5 Dompu 9 141 131 272 615 852 1,467 0.23 0.15 0.19 6 Bima 20 66 1,009 0.07 7 Sumbawa Barat 9 24 31 55 379 392 771 0.06 0.08 0.07 8 Lombok Utara 8 226 359 0.63 9 Kota Mataram 11 5,017 2,486 2.02 10 Kota Bima 5 1,149 3,567 0.32 JUMLAH (KAB/ KOTA) 157 1,637 1,966 12,352 4,396 4,723 19,556 0.4 0.4 0.63 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. PENCABUTAN GIGI TETAP RASIO TUMPATAN/ PENCABUTAN 136
TABEL 53 PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH JUMLAH NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH MURID SD/MI MURID SD/MI DIPERIKSA PERLU PERAWATAN MENDAPAT PERAWATAN JUMLAH SD/MI SD/MI % % SD/MI DGN MENDAPAT L P L + P L % P % L + P % L P L + P L % P % L + P % SIKAT YAN. GIGI 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 1 Lombok Barat 16 421 318 75.5 318 75.5 12,773 11,252 88.09 2 Lombok Tengah 25 838-0.0 767 91.5 106,507 10,014 9,790 19,804 18.59 15,461 5,539 35.8 3 Lombok Timur 29 863-0.0 155,284 5,540 3.57 4 Sumbawa 25 385 13 3.4 13 3.4 2,988 2,662 5,650 2,988 100.0 2,662 100.0 5,650 100.00 1,061 851 1,912 5 Dompu 9 256 11 4.3 112 43.8 14,806 14,289 29,095 1,307 8.8 1,252 8.8 2,559 8.80 952 586 1,538 172 18.1 158 27.0 330 21.5 6 Bima 20 7 Sumbawa Barat 9 103 21 20.4 98 95.1 7,958 7,433 15,391 1,405 17.7 1,194 16.1 2,599 16.89 1,521 1,521 100 8 Lombok Utara 8 9 Kota Mataram 11 183 60 32.8 183 100 48,563 7,844 16.15 5,611 5,472 97.5 10 Kota Bima 5 88 47 53.4 88 100 9,574 8,702 18,276 1,274 13.3 1,213 13.9 2,487 13.61 799 823 1,622 799 100 823 100.0 1,622 100 JUMLAH (KAB/ KOTA) 157 3,137 470 15.0 1,579 50.3 391,539 57,735 14.75 27,665 14,484 52.35 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. UKGS (PROMOTIF DAN PREVENTIF) 137
TABEL 54 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS PENYULUHAN KESEHATAN JUMLAH SELURUH KEGIATAN PENYULUHAN KELOMPOK JUMLAH KEGIATAN PENYULUHAN MASSA 1 2 3 4 5 1 Lombok Barat 16 2,907 97 2 Lombok Tengah 25 3,948 524 3 Lombok Timur 29 3,601 2,243 4 Sumbawa 25 2,168 473 5 Dompu 9 22,694 1,420 6 Bima 20 2,293 22 7 Sumbawa Barat 9 670 138 8 Lombok Utara 8 65 35 9 Kota Mataram 11 - - 10 Kota Bima 5 1,882 20 SUB JUMLAH I 157 40,228 4,972 1 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 72 386 2 Rumah Sakit - - JUMLAH (KAB/KOTA) 40,300 5,358 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. JUMLAH KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 138
TABEL 55 CAKUPAN JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PRA BAYAR MENURUT JENIS JAMINAN, JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/ KOTA PUSKESMAS JUMLAH PENDUDUK JUMLAH PESERTA JAMINAN KESEHATAN PRA BAYAR L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 Lombok Barat 16 305,377 318,736 624,113 25,702 2,216 311,972 61,267 1,637 4,931 401,157 64.3 2 Lombok Tengah 25 415,216 462,189 877,406 36,315 439,932 25,200 0 0 501,447 57.2 3 Lombok Timur 29 530,994 610,100 1,141,094 49,210 238,020 273,630 511,650 33,208 38,178 71,386 271,228 311,808 632,246 51.1 51.1 55.4 4 Sumbawa 25 217,678 210,003 427,681 49,456 21 13,437 15,949 36,394 3,935 4,068 9,502 22,248 25,041 95,373 22.3 5 Dompu 9 113,209 110,209 223,418 10,975 10,950 21,925 60,058 58,611 118,669 2,477 2,523 5,000 39,855 38,126 145,594 65.2 6 Bima 20 220,981 222,682 443,663 19,619 197,814 217,433 49.0 7 Sumbawa Barat 9 58,900 57,212 116,112 13,058 641 36,777 65,636 0 0 116,112 100.0 8 Lombok Utara 8 101,510 104,326 205,837-422 62,488 59,507 121,995 8,594 8,799 17,393 71,082 68,306 139,810 70.0 65.5 67.9 9 Kota Mataram 11 210,554 215,486 426,040 61,102 5,640 156,917 13,141 0 0 236,800 55.6 10 Kota Bima 5 74,032 76,922 150,954 8,862 9,176 18,038 19,542 21,576 41,118 0 28,404 30,752 59,156 38.4 40.0 39.2 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 2,248,451 2,387,866 4,636,317 19,837 20,126 294,425 8,940 393,545 429,273 1,973,238 48,214 53,568 268,525 434,454 478,964 2,545,128 19.3 20.1 54.9 PERSENTASE (KAB/KOTA) 0.9 0.8 6.4 0.2 17.5 18.0 42.6 2.1 2.2 5.8 19.3 20.1 54.9 19.3 20.1 54.9 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. ASKES JAMSOSTEK ASKESKIN/JAMKESMAS LAINNYA JUMLAH % 139
TABEL 56 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS CAKUPAN PELAYANAN RAWAT JALAN MASYARAKAT MISKIN (DAN HAMPIR MISKIN) MENURUT STRATA SARANA KESEHATAN, JENIS KELAMIN, DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH YANG ADA Jamkesmas Pusat Jamkesmas NTB Jumlah Jamkesmas L P L + P L DAN STRATA P 3) L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 Lombok Barat 16 311,972 311,972 100.0 248,126 79.53 8,613 2.76 2 Lombok Tengah 25 439,932 439,932 100.0 166,881 37.9 4,228 1.0 3 Lombok Timur 29 271,228 311,808 583,036 271,228 100 311,808 100.0 583,036 100.0 37,900 14.0 43,643 14.0 81,543 13.99 1,142 0.4 1,717 0.6 2,859 0.49 4 Sumbawa 25 230,235 229,776 99.8 229,776 99.80 2,350 1.02 5 Dompu 9 60,058 58,611 118,669 60,058 100 58,611 100.0 118,669 100.0 36,170 60.2 44,208 75.4 80,378 67.73 1,081 1.8 1,558 2.7 2,639 2.22 6 Bima 20 197,814 197,814 0.0 68,328 34.5 3,900 2.0 7 Sumbawa Barat 9 36,777 36,777 100.0 4,832 13.14-0.00 8 Lombok Utara 8 71,082 68,306 139,388 71,082 100 68,306 100.0 139,388 100.0 83,762 117.8 77,791 113.9 161,553 115.90-0.00 9 Kota Mataram 11 156,917 156,917 100.0 124,081 79.07 2,716 1.73 10 Kota Bima 5 19,542 21,576 41,118 19,542 100 21,576 100.0 41,118 100.0 10,887 55.7 13,889 64.4 24,776 60.26-0.00 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 2,255,858 421,910 ##### 460,301 #DIV/0! 2,255,399 100.0 168,719 179,531 1,190,274 41.74 2,223 3,275 27,305 4.26 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. DICAKUP ASKESKIN/JAMKESMAS MASYARAKAT MISKIN (DAN HAMPIR MISKIN) MENDAPAT YANKES RAWAT JALAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR (PASIEN MASKIN DI SARKES STRATA 1) PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN (PASIEN MASKIN DI SARKES STRATA 2 140
TABEL 57 NO KABUPATEN/ KOTA PUSKESMAS CAKUPAN PELAYANAN RAWAT INAP MASYARAKAT MISKIN (DAN HAMPIR MISKIN) MENURUT STRATA SARANA KESEHATAN, JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH YANG ADA MASYARAKAT MISKIN DAN HAMPIR MISKIN PELAYANAN KESEHATAN DASAR (PASIEN MASKIN DI SARKES STRATA 1) MENDAPAT YANKES RAWAT INAP PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN (PASIEN MASKIN DI SARKES STRATA 2 DAN STRATA 3) L P L + P L P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 Lombok Barat 16 311,972 2,697 0.86 5,264 1.69 2 Lombok Tengah 25 439,932 166,881 37.93 4,228 0.96 3 Lombok Timur 29 271,228 311,808 583,036 7,221 2.7 10,831 3.5 18,052 3.10 15,714 2.70 4 Sumbawa 25 230,235 12,316 5.35 0 0.00 5 Dompu 9 60,058 58,611 118,669 734 1.2 897 1.5 1,630 1.37 184 0.3 183 0.3 367 0.31 6 Bima 20 197,814 16,746 8.47 2,275 1.15 7 Sumbawa Barat 9 36,777 239 0.65 644 1.75 8 Lombok Utara 8 71,082 68,306 139,388 2,431 1.74 968 0.69 9 Kota Mataram 11 156,917 2,189 1.40 0 0.00 10 Kota Bima 5 19,542 21,576 41,118 385 2.0 331 1.5 716 1.74 632 1.54 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 421,910 460,301 2,255,858 8,340 2.0 12,059 2.6 223,897 9.93 184 0.0 183 ### 30,092 1.33 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 141
TABEL 58 NO JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN, RAWAT INAP, DAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 SARANA PELAYANAN KESEHATAN JUMLAH KUNJUNGAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 I Puskesmas.. 1 Kab. Lombok Barat 143,823 166,833 310,656 1,888 2,806 4,694 197 117 314 2 Kab. Lombok Tengah 176,019 287,301 463,320 7,751 10,337 18,088 240 107 347 3 Kab. Lombok Timur 371,934 606,357 978,291 10,712 19,361 30,073 0 0 4,857 4 Kab. Sumbawa 0 0 206,991 0 0 9,181 598 563 1,161 5 Kab. Dompu 59,492 56,473 115,965 1,202 1,211 2,413 23 16 39 6 Kab. Bima 205,274 16,941 716 288 1,004 7 Kab. Sumbawa Barat 46,884 68,615 115,499 1,136 1,161 2,297 32 23 55 8 Kab. Lombok Utara 0 0 155,659 0 0 1,833 0 0 6 9 Kota Mataram 183,907 286,226 470,133 835 1,146 1,981 0 0 1,101 10 Kota Bima 0 0 152,838 0 0 2,064 0 0 324 SUB JUMLAH I 982,059 1,471,805 3,174,626 23,524 36,022 89,565 1,806 1,114 9,208 II Rumah Sakit 1 RSU Provinsi NTB 2 RSUD Kota Mataram 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 RSU Patut Patuh Patju 38,949 7,605 0 4 RSU Praya 47,188 93,979 12,681 106,660 0 0 0 5 RSU Dr Soedjono Selong 73,940 20,936 0 6 RSU Sumbawa 38,934 13,899 0 7 RSU Dompu 9,142 9,730 18,872 3,705 4,906 8,611 14 17 31 8 RSU Bima 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 RSJ Mataram 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 RSAD Rem Wirabhakti 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 RS Bhayangkara 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 RS Siti Hajar 0 0 0 0 0 0 0 0 0 13 RSK Santo Antonius 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 RS Yatofa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 15 RS Risa Sentra Medika 0 0 0 0 0 0 0 0 0 16 RS Bio Medika 0 0 0 0 0 0 0 0 0 17 RS Sumbawa Barat 0 0 19,248 0 0 2,823 0 0 0 18 RSUD Tanjung 0 0 23,394 0 0 3,096 0 0 0 SUB JUMLAH II 9,142 9,730 260,525 97,684 17,587 163,630 14 17 31 III Sarana Yankes lainnya (sebutkan) 1 Sarkes Lainnya Lombok Tengah 0 56,387 1,768 58,155 0 2 Sarkes Lainnya sumbawa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUB JUMLAH III 0 0 0 56,387 1,768 58,155 0 0 0 JUMLAH (KAB/KOTA) 991,201 1,481,535 3,435,151 177,595 55,377 311,350 1,820 1,131 9,239 JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA 2,248,451 2,387,866 4,636,317 2,248,451 2,387,866 4,636,317 CAKUPAN KUNJUNGAN (%) 44.1 62.0 74.1 7.9 2.3 6.7 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. RAWAT JALAN RAWAT INAP JUMLAH 142
TABEL 59 ANGKA KEMATIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO NAMA RUMAH SAKITa JENIS RSb L P L + P L P L + P LJAM DIRAWAT P L + P L P L + P L P L + P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 1 RSU Provinsi NTB Umum 2 RSUD Kota Mataram Umum 132 - - 31,101 - - 1,770 - - 881 5.69 2.83 3 RSU Patut Patuh Patju Umum 120 3477 2970 6447 86 68 154 52 49 101 2.47 2.29 2.39 1.50 1.65 1.57 4 RSU Praya Umum 147 13,954 647 283 46.37 20.3 5 RSU Dr Soedjono Selong Umum 264 21,096 820 410 3.50 1.90 6 RSUD SUMBAWA RS UMUM 133 - - 13,899 - - 434 - - 77 - - 3.12 - - 0.55 7 RSU Kab. Dompu RS UMUM 118 3,705 4,906 8,611 90 75 165 6 11 17 24.3 15.3 19.16 1.62 2.24 1.97 8 RSUD Kab.Bima Umum 145 11,547 366 158 0.03 0.01 9 RSUD Sumbawa Barat Umum 25 2,823 21 25 46 10-10 - - 1.63 - - 0.35 10 RSUD Tanjung Umum 30 - - 2,471 - - 18 - - 12 0.73 0.49 11 RSJ Mataram Jiwa 12 RSAD Rem Wirabhakti Tentara 13 RS Bhayangkara Polisi 14 RS Siti Hajar Swasta 15 RSK Santo Antonius Swasta 16 RS Yatofa Swasta 17 RS Risa Sentra Medika Swasta 18 RS Bio Medika Swasta JUMLAH JUMLAH TEMPAT TIDUR PASIEN KELUAR (HIDUP + MATI) PASIEN KELUAR MATI PASIEN KELUAR MATI 48 1,114 7,182 7,876 111,949 197 168 4,420 68 60 1,949 2.7 2.1 15.48 0.95 0.76 8.29 GDR NDR Sumber : Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta b Jenis rumah sakit RS umum atau RS khusus, untuk RS khusus sebutkan jenis kekhususannya (RS Jiwa, RS TB Paru, RS Kusta, dll) 143
TABEL 60 NO NAMA RUMAH SAKITa JENIS RSb PASIEN KELUAR (HIDUP + PASIEN KELUAR MATI PASIEN KELUAR MATI 48 JAM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 RSU Provinsi NTB Umum 2 RSUD Kota Mataram Umum 132 6,448 303 171 22,891 47.51 3.55 3.92 3 RSU Patut Patuh Patju Umum 120 5,934 153 101 29,814 68.07 5.02 2.36 4 RSU Praya Umum 147 13,954 647 283 44,404 82.76 3.18 0.66 5 RSU Dr Soedjono Selong Umum 264 21,096 820 410 69,558 72.19 3.30 1.04 6 RSUD SUMBAWA Umum 133 13,899 434 77 38,216 78.72 2.75 0.74 7 RSU Kab. Dompu Umum 118 8,611 165 17 23,686 54.99 2.75 2.25 8 RSUD Kab.Bima Umum 145 11,547 366 158 38,813 73.34 3.22 1.22 9 RSJ Mataram Jiwa 10 RSAD Rem Wirabhakti Tentara 11 RS Bhayangkara Polisi 12 RS Siti Hajar Swasta 13 RSK Santo Antonius Swasta 14 RS Yatofa Swasta 15 RS Risa Sentra Medika Swasta 16 RS Bio Medika Swasta 17 RSUD Sumbawa Barat Umum 25 2,823 46 10 7,391 81.00 2.62 0.61 18 RSUD Tanjung Umum 30 2,471 18 12 7,221 65.95 2.92 1.51 Provinsi NTB INDIKATOR KINERJA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH TEMPAT TIDUR JUMLAH PASIEN JUMLAH HARI PERAWATAN 1,114 86,783 2,952 1,239 281,994 46.29 3.88 8.77 Sumber : Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta b Jenis rumah sakit RS umum atau RS khusus, untuk RS khusus sebutkan jenis kekhususannya (RS Jiwa, RS TB Paru, RS Kusta, dll) BOR LOS TOI 144
TABEL 61 PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 RUMAH TANGGA NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH JUMLAH DIPANTAU % DIPANTAU BER PHBS * % 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Lombok Barat 16 186,694 3,360 1.80 1,789 53.24 2 Lombok Tengah 25 280,419 973 0.35 332 34.12 3 Lombok Timur 29 399,885 26,764 6.69 7,443 27.81 4 Sumbawa 25 108,619 6,524 6.01 2,236 34.27 5 Dompu 9 56,384 14,183 25.15 6,811 48.02 6 Bima 20 116,296 5,003 4.30 1,039 20.77 7 Sumbawa Barat 9 29,568 11,215 37.93 2,043 18.22 8 Lombok Utara 8 65,166 462 0.71 185 40.04 9 Kota Mataram 11 2,100 2,100 100.00 537 25.57 10 Kota Bima 5 35,930 210 0.58 117 55.71 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 1,281,061 70,794 5.53 22,532 31.83 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 145
TABEL 62 RUMAH NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH YANG JUMLAH YANG JUMLAH YANG % RUMAH % DIPERIKSA ADA DIPERIKSA SEHAT SEHAT 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Lombok Barat 16 162,519 119,385 73.46 88,392 74.04 2 Lombok Tengah 25 280,419 269,360 96.1 134,988 50.1 3 Lombok Timur 29 318,555 318,555 100.00 203,950 64.02 4 Sumbawa 25 98,791 98,791 100.00 61,574 62.33 5 Dompu 9 49,880 39,918 80.03 24,582 61.58 6 Bima 20 112,535 112,535 100.00 61,817 54.93 7 Sumbawa Barat 9 29,568 29,568 100.00 22,535 76.21 8 Lombok Utara 8 58,189 36,657 63.00 18,434 50.29 9 Kota Mataram 11 74,140 74,140 100.00 58,555 78.98 10 Kota Bima 5 29,946 25,384 84.77 22,436 88.39 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 1,214,542 1,124,293 92.57 697,263 62.02 146
TABEL 63 PERSENTASE RUMAH/BANGUNAN BEBAS JENTIK NYAMUK AEDES MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH RUMAH/ RUMAH/BANGUNAN DIPERIKSA RUMAH/BANGUNAN BEBAS JENTIK NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS BANGUNAN YANG ADA JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Lombok Barat 16 162,519 4,071 2.50 3,631 89.19 2 Lombok Tengah 25 280,419 3,230 1.15 2,645 81.89 3 Lombok Timur 29 318,522 80,874 25.39 68,453 84.64 4 Sumbawa 25 98,791 98,791 100.00 61,574 62.33 5 Dompu 9 31,569 14,869 47.10 8,516 57.27 6 Bima 20 2,771 2,771 100.00 2,557 92.28 7 Sumbawa Barat 9 29,568 21,329 72.14 19,574 91.77 8 Lombok Utara 8 65,166 238 0.37 170 71.43 9 Kota Mataram 11 74,140 13,201 17.81 12,414 94.04 10 Kota Bima 5 35,930 4,061 11.30 3,627 89.31 JUMLAH ( KAB/KOTA) 157 1,099,395 243,435 22.14 183,161 75.24 Sumber : Profil Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 147
TABEL 64 PERSENTASE KELUARGA MENURUT JENIS SARANA AIR BERSIH YANG DIGUNAKAN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH JENIS SARANA AIR BERSIH NO JUMLAH KELUARGA % KABUPATEN/ PUSKESMAS KELUARGA DIPERIKSA KELUARGA KOTA YANG ADA SUMBER DIPERIKSA KEMASAN LEDENG SPT SGL MATA AIR PAH LAINNYA JUMLAH AIR JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 BERSIHNYA 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 Lombok Barat 16 186,694 158,976 85.15 31 0.02 21,046 13.24 1,166 0.73 105,296 66.23 0 0.00 401 0.25 2,064 1.30 130,004 81.78 2 Lombok Tengah 25 291,977 249,438 85.43 0 0.00 64,501 25.86 12 0.005 130,364 52.26 0 0.00 0 0.00 0 0.00 194,877 78.13 3 Lombok Timur 29 403,069 403,069 100.00 0 0.00 17,607 4.37 6,620 1.64 194,931 48.36 89,554 22.22 256 0.06 0 0.00 308,968 76.65 4 Sumbawa 25 113,868 113,868 100.00 2 0.002 36,401 31.97 1,699 1.49 18,520 16.26 0 0.00 109 0.10 0 0.00 56,731 49.82 5 Dompu 9 59,931 49,333 82.32 645 1.31 9,041 18.33 4,574 9.27 10,765 21.82 2,539 5.15 1,400 2.84 7,106 14.40 36,070 73.12 6 Bima 20 116,296 116,296 100.00 0 0.00 14,247 12.25 38,728 33.30 17,666 15.19 0 0.00 0 0.00 25,405 21.85 96,046 82.59 7 Sumbawa Barat 9 41,680 37,096 89.00 886 2.39 7,870 21.22 387 1.04 12,801 34.51 68 0.18 0 0.00 11,168 30.11 33,180 89.44 8 Lombok Utara 8 65,166 39,263 60.25 0 0.00 13,844 35.26 16 0.04 8,928 22.74 0 0.00 8 0.02 6,829 17.39 29,625 75.45 9 Kota Mataram 11 81,382 81,382 100.00 0 0.00 44,881 55.15 4 0.005 22,441 27.57 11 0.014 0 0.00 439 0.54 67,776 83.28 10 Kota Bima 5 35,930 35,606 99.10 16 0.04 13,628 38.27 7,252 20.37 1,808 5.08 637 1.79 162 0.45 4,450 12.50 27,953 78.51 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 1,395,993 1,284,327 92.00 1,580 0.12 243,066 18.93 60,458 4.71 523,520 40.76 92,809 7.23 2,336 0.18 57,461 4.47 981,230 76.40 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 148
TABEL 65 1 Lombok Barat 16 158,976 31 0.02-0 21,046 13.24-0 1,166 0.73 105,296 66.234 - - 401 0.25 - - - 0-0 2,064 1.30 130,004 81.776 2 Lombok Tengah 25 249,438 28,911 11.59 7,165 2.9 51,601 20.69-0.0 12 0.00 69,818 28.0 0-300 0.12 91,631 36.735-0.0 0 0.0 - - 157,507 63.1 3 Lombok Timur 29 403,069-0.00 43 0.0107 17,607 4.37-0 6,620 1.64 194,931 48.3617 89,554 22.22 - - - - - 0-0 - - 308,755 76.601 4 Sumbawa 25 113,868-0.00-0 - 0.00-0 - 0.00-0 - - - - - - - 0-0 - - - 0 5 Dompu 9 - - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! 6 Bima 20 116,296-0.00 1,045 0.8986 24,187 20.80 0 0 40,776 35.06 20,368 17.5136 0-0 - 6,064 5.21 0 0 1,175 1.0104 30,964 26.63 85,331 73.374 7 Sumbawa Barat 9 37,096 885 2.39 12,510 33.723 7,921 21.35 1,887 5.09 145 0.39 12,801 34.5078 68 0.18 - - 2 0.01-0 - 0 1 0.00 36,217 97.63 8 Lombok Utara 8 39,263-0.00-0 13,844 35.26-0 16 0.04 8,928 22.739 - - 8 0.02 - - - 0-0 6,829 17.39 22,788 58.039 9 Kota Mataram 11 81,382-0.00-0 44,881 55.15-0 - 0.00 22,441 27.5749 - - - - - - 0-0 439 0.54-0 10 Kota Bima 5 35,606 3 0.01 13 0.0365 13,628 38.27-0 7,252 20.37 1,808 5.0778 637 1.79 162 0.45 1,060 2.98 400 1.12-0 4,450 12.50 23,341 65.554 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 1,234,994 29,830 2.42 20,776 1.68 194,715 15.8 1,887 0.15 55,987 4.53 436,391 35.34 90,259 7.31 871 0.07 98,757 8.00 400 0.03 1,175 0 44,747 3.62 763,943 61.86 Sumber : Profil Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 PERSENTASE KELUARGA MENURUT SUMBER AIR MINUM YANG DIGUNAKAN DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH SUMBER AIR MINUM KELUARGA KELUARGA NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS KELUARGA DENGAN SUMBER DIPERIKSA LEDING SUMUR MATA AIR SUMUR TAK MATA AIR TAK LEDING METERAN POMPA AIR HUJAN LAIN-LAIN AIR MINUM ECERAN TERLINDUNG TERLINDUNG TERLINDUNG TERLINDUNG SUMBER AIR TERLINDUNG MINUMNYA JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLA % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 5 6 7 8 9 10 11 12 H 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 149
TABEL 66 PERSENTASE KELUARGA DENGAN KEPEMILIKAN SARANA SANITASI DASAR MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/ KOTA PUSKESMAS JUMLAH KELUARGA KELUARGA DIPERIKSA JAMBAN KELUARGA MEMILIKI SEHAT KELUARGA DIPERIKSA TEMPAT SAMPAH JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 Lombok Barat 16 186,694 158,756 85.04 96,316 60.67 76,164 79.08 64,038 34.30 35,656 55.68 26,151 73.34 107,795 57.74 63,546 58.95 58,215 91.61 2 Lombok Tengah 25 291,977 291,977 100.00 157,368 53.90 157,368 100.00 272,938 93.48 138,885 50.89 59,553 42.88 272,938 93.5 137,869 50.5 60,003 21.98 3 Lombok Timur 29 403,069 403,069 100.00 259,903 64.48 154,067 59.28 386,278 95.83 179,636 46.50 89,742 49.96 386,278 95.83 190,136 49.22 94,813 49.87 4 Sumbawa 25 113,868 113,868 100.00 61,795 54.27 61,795 100.00 0 0.00 0 0.00 0 0.00 98,791 86.76 98,791 100.00 61,574 62.33 5 Dompu 9 59,931 55,267 92.22 28,726 51.98 21,207 73.83 50,470 84.21 20,050 39.73 12,640 63.04 53,403 89.11 19,727 36.94 13,839 70.15 6 Bima 20 116,296 116,296 100.00 77,150 66.34 77,150 100.00 107,618 92.54 43,475 40.40 22,415 51.56 107,618 92.54 112,535 104.57 34,106 30.31 7 Sumbawa Barat 9 41,680 26,694 64.05 26,694 100.00 21,285 79.74 29,568 70.94 29,568 100.00 22,535 76.21 29,568 70.94 29,568 100.00 22,535 76.21 8 Lombok Utara 8 65,166 61,838 94.89 37,809 61.14 37,809 100.00 39,735 60.98 39,735 100.00 8,643 21.75 39,735 60.98 39,735 100.00 8,849 22.27 9 Kota Mataram 11 81,382 81,382 100.00 81,382 100.00 72,759 89.4 81,382 100.00 0 0.00 0 0.00 81,382 100.00 67,052 82.39 67,052 100.00 10 Kota Bima 5 35,930 35,606 99.10 26,623 74.77 19,460 73.09 3,598 10.01 2,247 62.45 2,247 100.00 32,580 90.68 20,708 63.56 20,708 100.00 JUMLAH 157 1,395,993 1,344,753 96.33 853,766 63.49 699,064 81.88 1,035,625 74.19 489,252 47.24 243,926 49.86 1,210,088 86.68 779,667 64.43 441,694 56.65 KELUARGA MEMILIKI SEHAT KELUARGA DIPERIKSA PENGELOLAAN AIR LIMBAH KELUARGA MEMILIKI SEHAT Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 150
JUMLAH YG ADA JUMLAH DIPERIKSA JUMLAH SEHAT % SEHAT JUMLAH YG ADA JUMLAH DIPERIKSA JUMLAH SEHAT % SEHAT JUMLAH YG ADA JUMLAH DIPERIKSA JUMLAH SEHAT % SEHAT JUMLAH YG ADA JUMLAH DIPERIKSA JUMLAH SEHAT % SEHAT JUMLAH YG ADA JUMLAH DIPERIKSA JUMLAH SEHAT % SEHAT TABEL 67 PERSENTASE TEMPAT UMUM DAN PENGELOLAAN MAKANAN (TUPM) SEHAT MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 HOTEL RESTORAN/R-MAKAN PASAR TUPM LAINNYA JUMLAH TUPM NO KABUPATEN/ KOTA PUSKESMAS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 20 21 22 23 24 1 Lombok Barat 16 73 68 64 94.12 296 200 170 85.00 33 16 13 81.25 189 123 106 86.18 591 407 353 86.73 2 Lombok Tengah 25 19 17 17 100.00 182 178 108 60.67 52 50 10 20.00 0 0 0 0 253 245 135 55.10 3 Lombok Timur 29 26 26 26 100.00 271 268 267 99.63 53 53 35 66.04 727 601 527 87.69 1,077 948 855 90.19 4 Sumbawa 25 25 21 20 95.24 174 165 131 79.39 11 11 9 77.27 149 108 82 75.93 359 305 242 79.18 5 Dompu 9 23 23 20 86.96 127 95 56 58.95 16 15 3 20.00 1,007 702 560 79.77 1,173 835 639 76.53 6 Bima 20 5 5 5 100.00 92 92 27 29.35 21 21 - - 611 611 394 64.48 655 655 409 62.44 7 Sumbawa Barat 9 17 17 17 100.00 136 118 99 83.90 5 5 5 100.00 51 47 43 91.49 209 187 164 87.70 8 Lombok Utara 8 71 56 46 82.14 101 61 49 80.33 13 12 6 50.00 285 196 121 61.73 470 325 222 68.31 9 Kota Mataram 11 62 38 38 100.00 328 101 81 80.20 16 14 12 85.71 1,429 500 302 60.40 1,835 653 433 66.31 10 Kota Bima 5 11 11 6 54.55 22 22 12 54.55 5 5 - - 939 770 565 73.38 977 808 583 72.15 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 332 282 259 91.84 1,729 1,300 1,000 76.92 225 202 93 45.79 5,387 3,658 2,700 73.81 7,599 5,368 4,035 75.16 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 151
JUMLAH DIBINA JUMLAH DIBINA JUMLAH DIBINA JUMLAH DIBINA JUMLAH DIBINA JUMLAH DIBINA JUMLAH DIBINA TABEL 68 PERSENTASE INSTITUSI DIBINA KESEHATAN LINGKUNGANNYA MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 SARANA PELAYANAN KESEHATAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR MINUM SARANA PENDIDIKAN SARANA IBADAH PERKANTORAN SARANA LAIN JUMLAH NO KABUPATEN/ KOTA PUSKESMAS % % % % % % % 1 2 3 4 5 6 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 Lombok Barat 16 2 Lombok Tengah 25 3 Lombok Timur 29 4 Sumbawa 25 5 Dompu 9 6 Bima 20 7 Sumbawa Barat 9 8 Lombok Utara 8 9 Kota Mataram 11 10 Kota Bima 5 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 91 91 100.00 0 0 0 410 386 94.15 663 631 95.17 169 161 95.27 0 0 0 1,333 1,269 95.20 235 231 98.3 32 31 96.9 1,289 1,289 100.0 1,531 936 61.1 290 204 70.3 121 104 86.0 3,498 2,795 79.9 274 274 100.00 43 36 83.7 1,267 1,267 100.00 1,633 1,289 78.93 458 450 98.25 40 29 72.50 3,715 3,345 90.04 25 25 100.00 0 0 0 393 371 94.40 539 514 95.36 355 316 89.01 214 196 91.59 1,526 1,422 93.18 113 103 91.15 0 0 0 355 234 65.92 424 291 68.63 210 152 72.38 794 490 61.71 1,896 1,270 66.98 21 21 100.00 12 12 100.0 611 611 100.00 783 783 100.0 357 357 100.00 0 0 0 1,784 1,784 100.00 81 79 97.53 6 6 100.0 187 170 90.91 179 124 69.27 132 113 85.61 55 55 100 640 547 85.47 57 57 100.00 11 11 100.0 245 190 77.55 282 160 56.74 89 50 56.18 282 157 55.67 966 625 64.70 48 30 62.50 0 0 0 262 169 64.50 373 218 58.45 174 27 15.52 456 262 57.46 1,313 706 53.77 60 60 100.00 13 13 100.0 136 136 100.00 205 205 100.0 147 147 100.00 191 191 100.0 752 752 100.00 1,005 971 96.62 117 109 93.2 5,155 4,823 93.56 6,612 5,151 77.90 2,381 1,977 83.03 2,153 1,484 68.93 17,423 ###### 83.31 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 152
STOCK OBAT (Per Nov 2012) PEMAKAIAN RATA-RATA/ BULAN TINGKAT KECUKUPAN (BULAN) PERSENTASE TINGKAT KECUKUPAN TABEL 69 KETERSEDIAAN OBAT MENURUT JENIS OBAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO NAMA OBAT SATUAN 1 2 3 4 5 6 7 1 Alopurinol tablet 100 mg 100 tablet/strip/blister, kotak 5,360 256 20.90 116.14 2 Aminofilin tablet 200 mg 100 tablet / botol 10,334 353 29.30 162.79 3 Aminofilin injeksi 24 mg/ml 30 ampul / kotak 1,681 76 22.24 123.54 4 Amitripilin tablet salut 25 mg (HCL) 100 tablet/strip/blister, kotak 2,390 69 34.65 192.49 5 Amoksisilin kapsul 250 mg 120 kapsul/strip/blister, kotak 10,098 509 19.83 110.18 6 Amoksisilin kaplet 500 mg 100 kaplet/strip, kotak 213,328 9,524 22.40 124.44 7 Amoksisilin sirup kering 125 mg/ 5 mg Botol 60 ml 433,642 20,954 20.70 114.97 8 Metampiron tablet 500 mg 1000 tablet / botol 1,503 33 46.13 256.27 9 Metampiron injeksi 250 mg 30 ampul / kotak 613 36 17.21 95.63 10 Antasida DOEN I tablet kunyah, kombinasi :Aluminium Hidroksida 200 mg + btl 1000 tablet 43,051 1,933 22.28 123.76 11 Magnesium Anti Bakteri DOEN Hidroksida saleb 200 kombinasi mg : Basitrasin 500 IU/g + polimiksin 10.000 IU/g 25 tube @ 5 g / kotak 4,525 207 21.85 121.41 12 Antihemoroid DOEN kombinasi : Bismut Subgalat 150 mg + Heksaklorofen 250 mg 10 supp / kotak 2,432 118 20.64 114.64 13 Antifungi DOEN Kombinasi : Asam Benzoat 6% + Asam Salisilat 3% 24 pot @ 30 g / kotak 1,469 57 25.99 144.40 14 Antimigren : Ergotamin tartrat 1 mg + Kofein 50 mg 100 tablet / botol 1,392 58 24.10 133.91 15 Antiparkinson DOEN tablet kombinasi : Karbidopa 25 mg + Levodopa 250 mg ktk 10 x 10 tablet - 16 Aqua Pro Injeksi Steril, bebas pirogen 10 vial @20 ml / kotak 4,020 190 21.15 117.52 17 Asam Askorbat (vitamin C) tablet 50 mg 1000 tablet / botol 7,072 323 21.89 121.62 18 Asam Asetisalisilat tablet 100 mg (Asetosal) ktk 10 x 10 tablet 696 30 23.33 129.61 19 Asam Asetisalisilat tablet 500 mg (Asetosal) ktk 10 x 10 tablet 218 2 104.64 581.33 20 Atropin sulfat tablet 0,5 mg 500 tablet / botol 1,305 7 188.65 1,048.06 21 Atropin tetes mata 0,5% 24 btl @ 5 ml / kotak 5-22 Atropin injeksi l.m/lv/s.k. 0,25 mg/ml - 1 ml (sulfat) 30 ampul / kotak 1,051 22 48.34 268.55 23 Betametason krim 0,1 % 25 tube @ 5 g / kotak 6,404 307 20.83 115.71 24 Deksametason Injeksi I.v. 5 mg/ml 100 ampul /kotak 2,237 84 26.55 147.49 25 Deksametason tablet 0,5 mg 1000 tablet / botol 41,408 1,803 22.96 127.56 26 Dekstran 70-larutan infus 6% steril Botol 500 ml 618 15 40.09 222.70 27 Dekstrometorfan sirup 10 mg/5 ml (HBr) Botol 60 ml 99,201 3,524 28.15 156.37 28 Dekstrometorfan tablet 15 mg (HBr) 1000 tablet / botol 9,063 242 37.47 208.18 29 Diazepam Injeksi 5mg/ml 30 ampul / kotak 1,091 23 48.40 268.88 30 Diazepam tablet 2 mg 1000 tablet / botol 1,641 42 38.89 216.04 31 Diazepam tablet 5 mg 250 tablet / botol 557 8 73.29 407.18 32 Difenhidramin Injeksi I.M. 10 mg/ml (HCL) 30 ampul / kotak 6,033 234 25.75 143.08 153
STOCK OBAT (Per Nov 2012) PEMAKAIAN RATA-RATA/ BULAN TINGKAT KECUKUPAN (BULAN) PERSENTASE TINGKAT KECUKUPAN NO NAMA OBAT SATUAN 1 2 3 4 5 6 7 33 Diagoksin tablet 0,25 mg 100 tablet / kotak 10,060 38 264.21 1,467.83 34 Efedrin tablet 25 mg (HCL) 1000 tablet / botol 1,177 32 36.87 204.84 35 Ekstrks belladona tablet 10 mg 1000 tablet / botol 122 9 13.68 76.03 36 Epinefrin (Adrenalin) injeksi 0,1% (sebagai HCL) 30 ampul /kotak 2,594 137 18.96 105.36 37 Etakridin larutan 0,1% Botol 300 ml 15,634 419 37.33 207.42 38 Fenitoin Natriun Injeksi 50 mg/ml ampul @ 2 ml - 39 Fenobarbital Injeksi I.m/I.v 50 mg/ml 30 ampul / kotak 1,203 8 141.90 788.31 40 Fenobarbital tablet 30 mg 1000 tablet / botol 669 20 33.15 184.18 41 Fenoksimetil Penisilin tablet 250 mg 100 tablet / kotak 502 13 38.12 211.80 42 Fenoksimetil Penisilin tablet 500 mg 100 tablet / kotak 1,210 62 19.52 108.45 43 Fenol Gliserol tetes telinga 10% 24 btl @ 5 ml / kotak 1,114 19 57.85 321.37 44 Fitomenadion (Vit. K1) injeksi 10 mg/ml 30 ampul / kotak 18,718 102 182.74 1,015.24 45 Fitomenadion (Vit. K1) tablet salut gula 10 mg 100 tablet / botol 3,373 111 30.32 168.44 46 Furosemid tablet 40 mg ktk 20 x 10 tablet 4,138 110 37.47 208.19 47 Gameksan lotion 1 % Botol 30 ml - 48 Garam Oralit I serbuk Kombinasi : Natrium 0,70 g,kalium klorida 0,30 g, Tribatrium 1,118 21.60 120.02 100 kantong/kotak tahan lembab 24,163 Sitrt dihidrat 0,58 g 49 Gentian Violet Larutan 1 % Botol 10 ml 25,090 1,044 24.04 133.54 50 Glibenklamida tablet 5 mg 100 tablet / kotak 11,084 501 22.10 122.79 51 Gliseril Gualakolat tablet 100 mg 1000 tablet / botol 17,581 644 27.28 151.56 52 Gliserin btl 100 ml 66 1 132.00 733.33 53 Glukosa larutan infus 5% btl 500 ml 258,572 10,011 25.83 143.49 54 Glukosa larutan infus 10% btl 500 ml 8,559 117 73.36 407.57 55 Glukosa larutan infus 40% steril (produk lokal) 10 amp @ 25 ml, kotak 2,803 124 22.57 125.41 56 Griseofulvin tablet 125 mg, micronized ktk 10 x 10 tablet 5,482 253 21.68 120.43 57 Haloperidol tablet 0,5 mg ktk 10 x 10 tablet 789 30 26.51 147.30 58 Haloperidol tablet 1,5 mg ktk 10 x 10 tablet 2,054 61 33.47 185.96 59 Haloperidol tablet 5 mg ktk 10 x 10 tablet 2,816 125 22.61 125.59 60 Hidroklorotiazida tablet 25 mg 1000 tablet / botol 1,573 66 23.74 131.88 61 Hidrkortison krim 2,5% 24 tube @ 5 g / kotak 6,585 300 21.97 122.07 62 Ibuprofen tablet 200 mg 100 tablet / botol 11,237 343 32.77 182.04 63 Ibuprofen tablet 400 mg ktk 10 x 10 tablet 35,479 1,871 18.97 105.37 64 Isosorbid Dinitrat Tablet Sublingual 5 mg ktk 10 x 10 tablet 2,058 34 61.34 340.79 65 Kalsium Laktat (Kalk) tablet 500 mg 1000 tablet / botol 3,980 198 20.14 111.90 66 Kaptopril tablet 12,5 mg ktk 10 x 10 tablet 5,428 261 20.83 115.74 67 Kaptopril tablet 25 mg ktk 10 x 10 tablet 24,111 1,164 20.71 115.07 68 Karbamazepim tablet 200 mg ktk 10 x 10 tablet 2,670 142 18.79 104.40 69 Ketamin Injeksi 10 mg/ml 10 vial @ 20 ml, kotak - 70 Klofazimin kapsul 100 mg microzine 100 kapsul / botol - 71 Kloramfenikol kapsul 250 mg 250 kapsul / botol 8,599 320 26.87 149.29 72 Kloramfenikol tetes telinga 3 % 24 botol @ 5 ml / kotak 6,998 334 20.96 116.45 73 Kloraniramina mealeat (CTM) tablet 4 mg 1000 tablet / botol 15,127 592 25.55 141.94 74 Klorpromazin injeksi i.m 5 mg/ml-2ml (HCL) 30 ampul / kotak - 75 Klorpromazin injeksi i.m 25 mg/ml (HCL) 30 ampul / kotak 30 2 13.85 76.92 154
STOCK OBAT (Per Nov 2012) PEMAKAIAN RATA-RATA/ BULAN TINGKAT KECUKUPAN (BULAN) PERSENTASE TINGKAT KECUKUPAN NO NAMA OBAT SATUAN 1 2 3 4 5 6 7 76 Klorpromazin tablet salut 25 mg (HCL) 1000 tablet / botol 28 2 15.72 87.35 77 Klorpromazin HCl tablet salut 100 mg (HCL) 1000 tablet / botol 200 9 23.51 130.64 78 Anti Malaria DOEN Kombinasi Pirimetamin 25 mg + Sulfadoxin 500 mg 100 tablet / kotak 1,861 61 30.30 168.34 79 Kotrimosazol Suspensi Kombinasi :Sulfametoksazol 200 mg + Trimetoprim 40 mg/ 5 18,709 18.81 104.51 botol 60 ml 351,965 ml 80 Kotrimosazol DOEN I (dewasa) Kombinasi : Sulfametoksazol 400 mg, Trimetoprim 80 1,882 24.55 136.39 ktk 10 x 10 tablet 46,205 mg 81 Kotrimosazol DOEN II (pediatrik) Kombinasi : Sulfametoksazol 100 mg, Trimetoprim 36 96.17 534.26 ktk 10 x 10 tablet 3,453 20 mg 82 Kuinin (kina) tablet 200 mg ktk 60 tablet 2,490 76 32.91 182.84 83 Kuinin Dihidrokklorida injeksi 25%-2 ml 30 ampul / kotak 631 9 71.49 397.17 84 Lidokain injeksi 2% (HCL) + Epinefrin 1 : 80.000-2 ml 30 vial / kotak 9,938 382 26.05 144.70 85 Magnesium Sulfat inj (IV) 20%-25 ml 10 vial / kotak 1,174 7 160.39 891.04 86 Magnesium Sulfat inj (IV) 40%-25 ml 10 vial / kotak 1,640 32 50.51 280.61 87 Magnesium Sulfat serbuk 30 gram 10 sase @ 30 gr / kotak 88 Mebendazol sirup 100 mg / 5 ml Botol 30 ml 290-89 Mebendazol tablet 100 mg ktk 5 x 6 tablet 160 5 30.79 171.07 90 Metilergometrin Maleat (Metilergometrin) tablet salut 0,125 mg ktk 10 x 10 tablet 4,202 212 19.85 110.25 91 Metilergometrin Maleat injeksi 0,200 mg -1 ml 30 ampul / kotak 2,666 98 27.10 150.54 92 Metronidazol tablet 250 mg 100 tablet / kotak 5,349 207 25.82 143.46 93 Natrium Bikarbonat tablet 500 mg 1000 tablet / botol 125 0 279.16 1,550.90 94 Natrium Fluoresein tetes mata 2 % 24 botol @ 5 ml / kotak 95 Natrium Klorida larutan infus 0,9 % Botol / plastik 500 ml 65,481 3,480 18.82 104.53 96 Natrium Thiosulfat injeksi I.v. 25 % ktk 10 amp @ 10 ml 22 2 12.00 66.67 97 Nistatin tablet salut 500.000 IU/g ktk 10 x 10 tablet salut 113 3 43.87 243.73 98 Nistatin Vaginal tablet salut 100.000 IU/g ktk 10 x 10 tablet Vaginal 222 10 22.51 125.06 99 Obat Batuk hitam ( O.B.H.) Botol 100 ml 159,450 6,511 24.49 136.05 100 Oksitetrasiklin HCL salep mata 1 % 25 tube @ 3,5 g / kotak 7,740 189 41.03 227.92 101 Oksitetrasiklin injeksi I.m. 50 mg/ml-10 ml 10 vial / kotak 1,693 85 19.94 110.77 102 Oksitosin injeksi 10 UI/ml-1 ml 30 ampul / kotak 7,771 367 21.19 117.72 103 Paracetamol sirup 120 mg / 5 ml Botol 60 ml 487,476 25,163 19.37 107.63 104 Paracetamol tablet 100 mg 100 tablet / botol 12,789 367 34.82 193.42 105 Paracetamol tablet 500 mg 1000 tablet / botol 84,922 3,415 24.87 138.14 106 Pilokarpin tetes mata 2 % (HCL/Nitrat) botol @ 5 ml 36 0 86.40 480.00 107 Pirantel tab. Score (base) 125 mg ktk 30 x 2 score 3,582 109 32.77 182.04 108 Piridoksin (Vitamin B6) tablet 10 mg (HCL) 1000 tablet / botol 6,789 246 27.56 153.11 109 Povidon Iodida larutan 10 % Botol 30 ml 20,585 874 23.55 130.81 110 Povidon Iodida larutan 10 % Botol 300 ml 13,946 531 26.25 145.86 111 Prednison tablet 5 mg 1000 tablet / botol 3,943 164 24.08 133.77 112 Primakuin tablet 15 mg 1000 tablet / botol 992 12 85.40 474.45 113 Propillitiourasil tablet 100 mg 100 tablet / botol 1,185 38 31.48 174.86 114 Propanol tablet 40 mg (HCL) 100 tablet / botol 408 20 20.66 114.77 115 Reserpin tablet 0,10 mg 250 tablet / botol 226 3 84.75 470.83 116 Reserpin tablet 0,25 mg 1000 tablet /botol 122 4 32.53 180.74 117 Ringer Laktat larutan infus btl 500 ml 708,929 35,889 19.75 109.74 155
STOCK OBAT (Per Nov 2012) PEMAKAIAN RATA-RATA/ BULAN TINGKAT KECUKUPAN (BULAN) PERSENTASE TINGKAT KECUKUPAN NO NAMA OBAT SATUAN 1 2 3 4 5 6 7 118 Salep 2-4, kombinasi: Asam Salisilat 2% + Belerang endap 4% 24 pot @ 30 g / kotak 2,896 105 27.69 153.81 119 Salisil bedak 2% 50 gram / kotak 107,454 4,410 24.37 135.38 120 Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 5 ml (ABU I) 10 vial / kotak 82 5 16.19 89.95 121 Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 50 ml (ABU II) 1 vial / kotak 122 Serum Anti Difteri Injeksi 20.000 IU/vial (A.D.S.) 10 vial / kotak 123 Serum Anti Tetanus Injeksi 1.500 IU/ampul (A.T.S.) 10 ampul / kotak 270 15 17.81 98.96 124 Serum Anti Tetanus Injeksi 20.000 IU/vial (A.T.S.) 10 vial / kotak 9 1 14.47 80.37 125 Sianokobalamin (Vitamin B12) injeksi 500 mcg 100 ampul / kotak 2,039 108 18.82 104.55 126 Sulfasetamida Natrium tetes mata 15 % ktk 24 btl @ 5 ml 637 26 24.34 135.24 127 Tetrakain HCL tetes mata 0,5% ktk 24 btl @ 5 ml 7 0 40.32 224.00 128 Tetrasiklin kapsul 250 mg 1000 kapsul / botol 2,800 60 46.73 259.62 129 Tetrasiklin kapsul 500 mg ktk 10 x 10 kapsul 5,637 165 34.18 189.88 130 Tiamin (vitamin B1) injeksi 100 mg/ml ktk 30 amp @ 1 ml 5,267 157 33.63 186.82 131 Tiamin (vitamin B1) tablet 50 mg (HCL/Nitrat) 1000 tablet / botol 8,345 348 23.96 133.13 132 Tiopental Natrium serbuk injeksi 1000 mg/amp Ampul @ 10 ml 133 Triheksifenidil tablet 2 mg ktk 10 x 10 tablet 3,475 179 19.47 108.16 134 Vaksin Rabies Vero 1 kuur / set 4 0 12.00 66.67 135 Vitamin B Kompleks tablet 1000 tablet / botol 12,120 628 19.31 107.27 VAKSIN 136 BCG 11,285 720 15.66 87.03 137 T T 24,011 1,805 13.30 73.91 138 D T 4,890 462 10.59 58.82 139 CAMPAK 10 Dosis 13,895 827 16.80 93.33 140 POLIO 10 Dosis 24,470 1,774 13.80 76.65 141 DTP-HB 29,647 2,123 13.97 77.59 142 HEPATITIS B 0,5 ml ADS 25,055 1,983 12.64 70.20 143 POLIO 20 Dosis 17 - - 144 CAMPAK 20 Dosis 220 14 15.62 86.79 Sumber : Seksi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 156
TABEL 70 JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 PEMILIKAN/PENGELOLA NO FASILITAS KESEHATAN PEM.KAB/ KEMENKES PEM.PROV KOTA TNI/POLRI BUMN SWASTA JUMLAH 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 RUMAH SAKIT UMUM 0 2 9 2 0 8 21 2 RUMAH SAKIT JIWA 0 1 0 0 0 0 1 3 RUMAH SAKIT BERSALIN 0 0 0 0 0 0 0 4 RUMAH SAKIT KHUSUS LAINNYA 0 0 0 0 0 0 0 5 PUSKESMAS PERAWATAN 0 0 109 0 0 0 109 6 PUSKESMAS NON PERAWATAN 0 0 48 0 0 0 48 7 PUSKESMAS KELILING 0 0 272 0 0 0 272 8 PUSKESMAS PEMBANTU 0 0 554 0 0 0 554 9 RUMAH BERSALIN 0 0 0 0 0 18 18 10 BALAI PENGOBATAN/KLINIK 0 0 0 2 0 49 51 11 PRAKTIK DOKTER BERSAMA 0 0 0 0 0 16 16 12 PRAKTIK DOKTER PERORANGAN 0 0 0 0 0 423 423 13 PRAKTK PENGOBATAN TRADISIONAL 0 0 0 0 0 628 628 14 POSKESDES 0 0 733 0 0 0 733 15 POSYANDU 0 0 6429 0 0 0 6429 16 APOTEK 0 0 10 0 0 233 243 17 TOKO OBAT 0 0 0 0 0 113 113 18 GFK 0 0 9 0 0 0 9 19 INDUSTRI OBAT TRADISIONAL 0 0 0 0 0 11 11 20 INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL 0 0 0 0 0 0 0 21 LAB KLINIK 0 2 1 0 0 10 12 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 157
TABEL 71 SARANA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEMAMPUAN LABKES DAN MEMILIKI 4 SPESIALIS DASAR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO SARANA KESEHATAN JUMLAH LABORATORIUM KESEHATAN 4 (EMPAT) SPESIALIS DASAR JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 1 RUMAH SAKIT UMUM 21 21 100.00 16 76.19 2 RUMAH SAKIT JIWA 1 1 100.00 0 0.00 3 RUMAH SAKIT KHUSUS 0 0 0.00 0 0.00 4 PUSKESMAS 157 157 100.00 JUMLAH (KAB/KOTA) 179 179 100.00 16 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 158
TABEL 72 POSYANDU POSYANDU NO ABUPATEUSKESMA PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JUMLAH AKTIF JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 Lombok 16 48 6.19 370 47.74 272 35.10 85 10.97 775 100.00 357 46.06 2 Lombok 25 475 31.54 802 53.25 203 13.48 26 1.73 1,506 100.00 229 15.21 3 Lombok 29 933 59.92 429 27.55 168 10.79 27 1.73 1,557 100.00 624 40.08 4 Sumbaw 25 43 6.65 362 55.95 212 32.77 30 4.64 647 100.00 604 93.35 5 Dompu 9 32 8.67 173 46.88 160 43.36 4 1.08 369 100.00 164 44.44 6 Bima 20 48 8.92 239 44.42 243 45.17 8 1.49 538 100.00 490 91.08 7 Sumbaw 9 13 6.31 120 58.25 63 30.58 10 4.85 206 100.00 73 35.44 8 Lombok 8 169 50.75 97 29.13 65 19.52 2 0.60 333 100.00 333 100.00 9 Kota Mat 11 46 13.37 153 44.48 88 25.58 57 16.57 344 100.00 145 42.15 10 Kota Bim 5 59 38.31 87 56.49 5 3.25 3 1.95 154 100.00 8 5.19 JUMLAH (KAB/KOT 157 1,866 29.02 2,832 44.05 1,479 23.01 252 3.92 6,429 100.00 3,027 47.08 RASIO POSYANDU PER 100 1.30 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 159
TABEL 73 UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA SIAGA DESA SIAGA AKTIF DESA/ KELURAHAN JUMLAH % JUMLAH % POSKESDES POSYANDU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Lombok Barat 16 122 122 100.00 122 100.00 110 775 2 Lombok Tengah 25 139 124 89.21 124 100.00 119 1,506 3 Lombok Timur 29 254 153 60.24 153 100.00 132 1,557 4 Sumbawa 25 165 165 100.00 165 100.00 46 647 5 Dompu 9 79 77 97.47 63 81.82 56 369 6 Bima 20 168 168 87.96 168 87.96 121 538 7 Sumbawa Barat 9 64 63 98.44 63 100.00 63 206 8 Lombok Utara 8 33 33 100.00 33 100.00 31 333 9 Kota Mataram 11 50 50 100.00 50 100.00 20 344 10 Kota Bima 5 38 38 100.00 38 100.00 35 154 JUMLAH (KAB/KOTA) 157 1,112 993 89.30 979 98.59 733 6,429 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 160
TABEL 74 JUMLAH TENAGA MEDIS DI SARANA KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO UNIT KERJA DR SPESIALIS a DOKTER UMUM JUMLAH DOKTER GIGI b L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 12 13 14 9 10 11 I Puskesmas 1 Kab. Lombok Barat 0 0 0 15 12 27 15 12 27 6 11 17 2 Kab. Lombok Tengah 0 0 0 14 13 27 14 13 27 4 11 15 3 Kab. Lombok Timur 0 0 0 11 11 22 11 11 22 4 6 10 4 Kab. Sumbawa 0 0 0 16 8 24 20 8 28 4 6 10 5 Kab. Dompu 0 0 0 7 3 10 7 3 10 0 0 0 6 Kab. Bima 0 0 0 3 11 14 4 15 19 1 4 5 7 Kab. Sumbawa Barat 0 0 0 6 10 16 6 10 16 2 6 8 8 Kab. Lombok Utara 0 0 0 3 9 12 3 9 12 1 6 7 9 Kota Mataram 0 0 0 8 19 27 8 19 27 0 11 11 10 Kota Bima 0 0 0 11 11 22 11 11 22 1 4 5 SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 0 0 0 94 107 201 94 107 201 23 65 88 II RS Pemerintah, RS Swasta, RS Bersalin 1 RSU Provinsi NTB 0 0 0 0 0 0 2 RSUD Kota Mataram 25 6 31 20 20 40 45 26 71 0 3 RSU Patut Patuh Patju 9 3 12 3 9 12 12 12 24 0 1 1 4 RSUD Tanjung 6 3 9 6 3 9 1 1 2 5 RSU Praya 8 5 13 11 10 21 19 15 34 2 1 3 6 RSU Dr Soedjono Selong 7 2 9 8 12 20 15 14 29 2 0 2 7 RSU Sumbawa 6 3 9 13 6 19 19 9 28 1 1 8 RSU Dompu 3 3 3 6 9 6 6 12 1 1 9 RSU Bima 0 0 0 0 0 0 10 RSJ Mataram 0 1 1 0 2 2 0 3 3 0 11 RSAD Rem Wirabhakti 0 0 0 0 0 0 12 RS Bhayangkara 0 0 0 0 0 0 13 RS Siti Hajar 0 0 0 0 0 0 14 RSK Santo Antonius Ampenan 0 0 0 0 0 0 15 RS Yatofa 0 0 0 0 0 0 16 RS Risa Sentra Medika 0 0 0 0 0 0 17 RS Bio Medika 0 0 0 0 0 0 18 RSUD Provinsi NTB di Sumbawa 0 0 0 3 1 4 3 1 4 1 0 1 19 RS PKU Muhamadiyah Kota Bima 0 0 0 0 0 0 20 RB Permata Hati 0 0 0 0 0 0 21 RB Exconero 0 0 0 0 0 0 22 RB Ibu 0 0 0 0 0 0 23 RB Tresna 0 0 0 0 0 0 24 RB Akasia 0 0 0 0 0 0 25 RS Sumbawa Barat 3 0 3 5 2 7 8 2 10 0 2 2 SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 61 20 81 72 71 143 133 91 224 7 6 13 III SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1 Balai Kesehatan Mata Mataram 0 1 1 2 2 4 2 3 5 1 0 1 2 Balai Pelatihan Tenaga Kes Mataram 0 0 0 2 0 2 2 0 2 0 0 0 3 Balai Kes Masy Pulau Lombok 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 4 Balai Kes Mas Pulau Sumbawa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 RSUD Provinsi NTB Di Sumbawa 0 0 0 4 0 4 4 0 4 1 0 1 6 Kabupaten Lombok Barat 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUB JUMLAH III (SARANA PELAYANAN KES LAIN) 0 1 1 8 3 11 8 4 12 2 0 2 RASIO TERHADAP 100.000 PDDK 1.3 0.5 1.8 3.8 3.9 7.7 5.1 4.4 9.4 0.7 1.5 2.2 IV INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 1 Poltekkes Mataram 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 2 Akper Provinsi NTB (Selong) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUB JUMLAH IV (INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT) 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 V DINAS KESEHATAN PROVINSI & KAB/KOTA 1 Kab. Lombok Barat 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 2 Kab. Lombok Tengah 0 1 1 1 0 1 1 1 2 0 0 0 3 Kab. Lombok Timur 0 0 0 2 1 3 2 1 3 0 0 0 4 Kab. Sumbawa 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 5 Kab. Dompu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 6 Kab. Bima 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 7 Kab. Sumbawa Barat 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 8 Kab. Lombok Utara 0 0 0 3 0 3 3 0 3 0 0 0 9 Kota Mataram 0 0 0 2 0 2 2 0 2 0 1 1 10 Kota Bima 0 0 0 0 2 2 0 2 2 0 0 0 11 PROVINSI 0 0 0 4 1 5 4 1 5 2 0 2 SUB JUMLAH V (DINAS KESEHATAN KAB/KOTA + PROVINSI 0 1 1 14 6 20 14 7 21 2 3 5 JUMLAH (Nusa Tenggara Barat) 61 22 83 189 187 376 250 209 459 34 74 108 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 dan Seksi PSDK Dinas Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012. Keterangan : a termasuk S3 b termasuk Dokter Gigi Spesialis 161
TABEL 75 BIDAN PERAWAT NO UNIT KERJA JUMLAH SARJANA KEPERAWATAN (a) PERAWAT (b) JUMLAH BIDAN DIII D IV-S2 BIDAN L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 I Puskesmas 1 Kab. Lombok Barat 84 156 0 240 8 5 13 106 106 212 114 111 225 2 Kab. Lombok Tengah 40 3 131 174 71 31 102 128 152 280 199 183 382 3 Kab. Lombok Timur 103 84 0 187 35 12 47 120 121 241 155 133 288 4 Kab. Sumbawa 0 178 0 178 4 2 6 97 150 247 101 152 253 5 Kab. Dompu 36 47 0 83 3 5 8 24 42 66 27 47 74 6 Kab. Bima 78 58 0 136 5 22 27 74 104 178 79 126 205 7 Kab. Sumbawa Barat 28 86 114 228 12 19 31 99 167 266 111 186 297 8 Kab. Lombok Utara 94 77 0 171 9 1 10 29 16 45 38 17 55 9 Kota Mataram 6 6 54 66 3 0 3 25 78 103 28 78 106 10 Kota Bima 18 66 11 95 4 24 28 25 126 151 29 150 179 SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 487 761 310 1,558 154 121 275 727 1,062 1,789 881 1,183 2,064 II RS Pemerintah, RS Swasta, RS Bersalin 1 RSU Provinsi NTB 0 0 0 0 0 0 2 RSUD Kota Mataram 0 0 0 0 0 0 3 RSU Patut Patuh Patju 7 24 31 1 3 4 37 67 104 38 70 108 4 RSUD Tanjung 13 30 3 4 7 10 11 21 13 15 28 5 RSU Praya 2 2 16 20 22 20 42 46 40 86 68 60 128 6 RSU Dr Soedjono Selong 3 19 22 17 16 33 42 71 113 60 86 146 7 RSU Sumbawa 0 20 20 8 1 9 22 91 113 30 92 122 8 RSU Dompu 6 9 15 1 8 9 18 51 69 19 59 78 9 RSU Bima 0 0 0 0 0 0 10 RSJ Mataram 0 0 0 0 0 0 11 RSAD Rem Wirabhakti 0 0 0 0 0 0 12 RS Bhayangkara 0 0 0 0 0 0 13 RS Siti Hajar 0 0 0 0 0 0 14 RSK Santo Antonius 0 0 0 0 0 0 15 RS Yatofa 0 0 0 0 0 0 16 RS Risa Sentra Medika 0 0 0 0 0 0 17 RS Bio Medika 0 0 0 0 0 0 18 RSUD Provinsi NTB di Sumbawa 0 5 0 5 7 6 13 3 2 5 10 8 18 19 RS PKU Muhamadiyah Kota Bima 0 0 0 0 0 0 20 RB Permata Hati 0 0 0 0 0 0 21 RB Ecxonero 0 0 0 0 0 0 22 RB Ibu 0 0 0 0 0 0 23 RB Tresna 0 0 0 0 0 0 24 RB Akasia 0 0 0 0 0 0 25 RSUD Sumbawa Barat 6 19 25 7 5 12 19 60 79 26 65 91 SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 24 111 16 151 66 63 129 197 393 590 263 456 719 III SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1 Balai Kesehatan Mata Mataram 0 0 0 0 3 1 4 2 8 10 5 9 14 2 Balai Pelatihan Tenaga Kes Mataram 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 2 3 Balai Lab Kes Masy Pulau Lombok 1 0 0 1 0 0 0 1 1 2 1 1 2 4 Balai Lab Kes Mas Pulau Sumbawa 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 0 2 2 5 Kabupaten Lombok Barat 2 16 0 18 6 8 14 16 14 30 22 22 44 SUB JUMLAH III (SARANA PELAYANAN KES LAIN) 3 16 0 19 10 9 19 19 26 45 29 35 64 RASIO TERHADAP 100.000 PDDK 11.1 19.2 7.0 37.3 5.0 4.2 9.1 20.3 31.9 52.3 25.3 36.1 61.4 IV INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI SARANA KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 1 Poltekkes Mataram 0 0 0 0 0 0 2 Akper Provinsi NTB (Selong) 0 0 2 2 4 5 9 0 0 0 4 5 9 SUB JUMLAH IV (INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT) 0 0 2 2 4 5 9 0 0 0 4 5 9 V DINAS KESEHATAN PROVINSI & KAB/KOTA 0 0 0 0 0 0 1 Kab. Lombok Barat 2 4 0 6 1 0 1 7 2 9 8 2 10 2 Kab. Lombok Tengah 1 1 1 3 0 1 1 1 0 1 3 Kab. Lombok Timur 2 13 15 1 2 3 4 1 5 5 3 8 4 Kab. Sumbawa 1 1 0 1 1 2 1 1 2 5 Kab. Dompu 0 2 2 2 1 3 2 1 3 4 2 6 6 Kab. Bima 2 0 1 3 2 1 3 2 1 3 4 2 6 7 Kab. Sumbawa Barat 1 3 4 1 1 2 4 3 7 5 4 9 8 Kab. Lombok Utara 2 2 1 1 6 3 9 6 4 10 9 Kota Mataram 0 1 6 7 0 2 2 4 7 9 4 9 11 10 Kota Bima 1 1 2 0 0 0 3 3 3 0 3 11 PROVINSI 0 0 2 2 4 5 9 0 0 0 4 5 9 SUB JUMLAH V (DINAS KESEHATAN KAB/KOTA + PROVINSI 9 28 10 47 11 13 24 34 19 53 45 32 77 JUMLAH (Nusa Tenggara Barat) 523 916 338 1,777 245 211 456 977 1,500 2,477 1,222 1,711 2,933 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 dan Seksi PSDK Dinas Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012. Keterangan : (a) termasuk S2 dan S3 (b) termasuk SLTA, D-I, dan D-III 162
TABEL 76 TENAGA KEFARMASIAN TENAGA GIZI APOTEKER DAN SARJANA D-III FARMASI DAN NO UNIT KERJA JUMLAH FARMASI (a) D-IV/SARJANA GIZI a DI DAN D-III GIZI JUMLAH ASS APOTEKER L P L + P L P L + P L P L + P L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 I Puskesmas 1 Kab. Lombok Barat 0 1 1 2 10 12 2 11 13 1 3 4 11 22 33 12 25 37 2 Kab. Lombok Tengah 1 2 3 7 13 20 8 15 23 2 1 3 13 36 49 15 37 52 3 Kab. Lombok Timur 0 2 2 10 14 24 10 16 26 2 2 4 15 30 45 17 32 49 4 Kab. Sumbawa 2 4 6 2 5 7 4 9 13 1 2 3 9 15 24 10 17 27 5 Kab. Dompu 0 5 5 0 1 1 0 6 6 1 0 1 10 19 29 11 19 30 6 Kab. Bima 0 6 6 2 2 4 2 8 10 0 0 0 15 26 41 15 26 41 7 Kab. Sumbawa Barat 4 5 9 4 2 6 8 7 15 0 0 0 7 13 20 7 13 20 8 Kab. Lombok Utara 0 0 0 1 2 3 1 2 3 0 0 0 1 5 6 1 5 6 9 Kota Mataram 0 0 0 5 14 19 5 14 19 0 1 1 5 26 31 5 27 32 10 Kota Bima 1 13 14 2 12 14 3 25 28 0 1 1 6 20 26 6 21 27 SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 8 38 46 35 75 110 43 113 156 7 10 17 92 212 304 99 222 321 II RS Pemerintah, RS Swasta, RS Bersalin JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DAN GIZI DI SARANA KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 1 RSU Provinsi NTB 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 RSUD Kota Mataram 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 RSU Patut Patuh Patju 6 5 11 1 2 3 7 7 14 0 0 0 0 4 4 0 4 4 4 RSUD Tanjung 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 5 RSU Praya 1 1 2 4 5 9 5 6 11 1 1 4 5 9 5 5 10 6 RSU Dr Soedjono Selong 1 3 4 2 2 4 3 5 8 0 0 0 0 7 7 0 7 7 7 RSU Sumbawa 1 3 4 1 6 7 2 9 11 0 3 1 4 3 1 4 8 RSU Dompu 2 2 5 5 0 7 7 1 1 1 4 5 2 4 6 9 RSU Bima 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 RSJ Mataram 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 RSAD Rem Wirabhakti 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 RS Bhayangkara 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 13 RS Siti Hajar 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 RSK Santo Antonius 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 15 RS Yatofa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 16 RS Risa Sentra Medika 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 17 RS Bio Medika 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 18 RSUD Provinsi Pulau Sumbawa 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 2 2 0 2 2 19 RS PKU Muhamadiyah Kota Bima 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20 RB Permata Hati 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 21 RB Ecxonero 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 22 RB Ibu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 163
TENAGA KEFARMASIAN TENAGA GIZI APOTEKER DAN SARJANA D-III FARMASI DAN NO UNIT KERJA JUMLAH FARMASI (a) D-IV/SARJANA GIZI a DI DAN D-III GIZI JUMLAH ASS APOTEKER L P L + P L P L + P L P L + P L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 23 RB Tresna 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 24 RB Akasia 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 25 RSUD Sumbawa Barat 1 1 2 2 1 3 3 2 5 0 0 0 0 6 6 0 6 6 SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 10 17 27 10 21 31 20 38 58 2 0 2 8 30 38 10 30 40 III SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1 Balai Kesehatan Mata Mataram 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Balai Pelatihan Tenaga Kes Mataram 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 Balai Lab Kes Masy Pulau Lombok 0 2 2 0 0 0 0 2 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 Balai Lab Kes Masy Pulau Sumbawa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 RSUD Provinsi NTB Di Sumbawa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 Kabupaten Lombok Barat 0 1 1 0 1 1 0 2 2 0 1 1 0 1 1 0 2 2 7 Kota Mataram 1 1 2 1 0 1 2 1 3 0 0 0 0 0 SUB JUMLAH III (SARANA PELAYANAN KES LAIN) 1 5 6 1 2 3 2 7 9 0 1 1 0 1 1 0 2 2 RASIO TERHADAP 100.000 PDDK 0.41 1.29 1.70 0.99 2.11 3.11 1.40 3.41 4.81 0.19 0.24 0.43 2.16 5.24 7.40 2.35 5.48 7.83 IV INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 Poltekkes Mataram 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 Akper Provinsi NTB (Selong) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUB JUMLAH IV (INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 V DINAS KESEHATAN PROVINSI & KAB/KOTA 1 Kab. Lombok Barat 1 2 3 0 5 5 1 7 8 2 1 3 5 5 7 1 8 2 Kab. Lombok Tengah 0 2 2 0 2 2 0 4 4 2 2 1 1 2 1 3 3 Kab. Lombok Timur 0 2 2 1 1 1 2 3 1 1 2 2 1 3 3 2 5 4 Kab. Sumbawa 0 5 5 1 1 1 5 6 0 2 2 0 2 2 5 Kab. Dompu 0 3 3 0 2 2 0 5 5 1 0 1 1 2 3 2 2 4 6 Kab. Bima 4 4 1 1 2 1 5 6 0 2 5 7 2 5 7 7 Kab. Sumbawa Barat 1 1 2 0 0 0 1 1 2 0 0 0 1 2 3 1 2 3 8 Kab. Lombok Utara 1 1 0 1 0 1 2 2 1 1 3 0 3 9 Kota Mataram 1 3 4 1 1 2 2 4 6 1 1 2 2 4 6 3 5 8 10 Kota Bima 4 4 8 2 1 3 6 5 11 1 2 3 0 4 4 1 6 7 11 PROVINSI 1 4 5 1 1 2 2 5 7 1 0 1 0 5 5 1 5 6 SUB JUMLAH V (DINAS KESEHATAN KAB/KOTA + PROVINSI) 9 30 39 7 13 20 16 43 59 11 5 16 14 26 40 25 31 56 JUMLAH (Nusa Tenggara Barat) 28 90 118 53 111 164 81 201 282 20 16 36 114 269 383 134 285 419 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 dan Seksi PSDK Dinas Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012. Keterangan : (a) termasuk S2 dan S3 164
TABEL 77 TENAGA KESMAS NO UNIT KERJA SARJANA KESMAS (a) D-III KESMAS (b) JUMLAH TENAGA SANITASI L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 I Puskesmas 1 Kab. Lombok Barat 10 4 14 0 0 0 10 4 14 12 19 31 2 Kab. Lombok Tengah 12 10 22 2 5 7 14 15 29 23 29 52 3 Kab. Lombok Timur 2 2 4 0 0 0 2 2 4 22 29 51 4 Kab. Sumbawa 9 13 22 0 0 0 9 13 22 21 5 26 5 Kab. Dompu 4 10 14 0 0 0 4 10 14 5 12 17 6 Kab. Bima 3 8 11 0 0 0 0 0 0 15 20 35 7 Kab. Sumbawa Barat 5 8 13 0 0 0 5 8 13 14 22 36 8 Kab. Lombok Utara 2 2 4 3 1 4 5 3 8 5 5 9 Kota Mataram 3 3 6 0 0 0 3 3 6 12 23 35 10 Kota Bima 3 18 21 3 4 7 6 22 28 5 8 13 SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 53 78 131 8 10 18 61 88 149 134 167 301 II RS Pemerintah, RS Swasta, RS Bersalin 0 0 0 0 0 0 1 RSU Provinsi NTB 0 0 0 0 0 0 2 RSUD Kota Mataram 0 0 0 0 0 0 3 RSU Patut Patuh Patju 2 0 2 0 0 0 2 0 2 1 3 4 4 RSUD Tanjung 1 1 1 1 2 2 1 1 5 RSU Praya 6 5 11 0 0 0 6 5 11 2 2 4 6 RSU Dr Soedjono Selong 4 2 6 0 0 0 4 2 6 2 0 2 7 RSU Sumbawa 1 1 0 0 2 2 3 3 8 RSU Dompu 2 2 0 0 0 0 2 2 1 5 6 9 RSU Bima 0 0 0 0 0 0 10 RSJ Mataram 0 0 0 0 0 0 11 RSAD Rem Wirabhakti 0 0 0 0 0 0 12 RS Bhayangkara 0 0 0 0 0 0 13 RS Siti Hajar 0 0 0 0 0 0 14 RSK Santo Antonius 0 0 0 0 0 0 15 RS Yatofa 0 0 0 0 0 0 16 RS Risa Sentra Medika 0 0 0 0 0 0 17 RS Bio Medika 0 0 0 0 0 0 18 RSUD Provinsi Pulau Sumbawa 3 1 4 0 0 0 3 1 4 0 0 0 19 RS PKU Muhamadiyah Kota Bima 0 0 0 0 0 0 20 RB Permata Hati 0 0 0 0 0 0 21 RB Ecxonero 0 0 0 0 0 0 22 RB Ibu 0 0 0 0 0 0 23 RB Tresna 0 0 0 0 0 0 24 RB Akasia 0 0 0 0 0 0 25 RSUD Sumbawa Barat 2 3 5 0 0 0 2 3 5 1 5 6 SUB JUMLAH I (RUMAH SAKIT) 18 14 32 1 0 1 19 15 34 8 18 26 III. SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1 Balai Kesehatan Mata Mataram 2 2 4 0 0 0 2 2 4 0 0 0 2 Balai Pelatihan Tenaga Kes Mataram 2 2 4 0 0 0 2 2 4 2 0 2 3 Balai Lab Kes Masy Pulau Lombok 2 1 3 0 0 0 2 1 3 1 2 3 4 Balai Lab Kes Mas Pulau Sumbawa 4 0 4 0 0 0 4 0 4 0 1 1 5 RSUD Provinsi NTB Di Sumbawa 0 0 0 0 0 0 6 Kabupaten Lombok Barat 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 SUB JUMLAH III (SARANA PELAYANAN KES LAIN 11 5 16 0 0 0 11 5 16 3 3 6 RASIO TERHADAP 100.000 PDDK 1.77 2.09 3.86 0.19 0.22 0.41 1.96 2.33 4.29 3.13 4.05 7.18 IV INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 1 Poltekkes Mataram 0 0 0 0 0 0 2 Akper Provinsi NTB (Selong) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 SUB JUMLAH IV (INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 V DINAS KESEHATAN PROVINSI & KAB/KOTA 1 Kab. Lombok Barat 12 8 20 0 12 8 20 4 1 5 2 Kab. Lombok Tengah 22 2 24 0 0 0 22 2 24 3 5 8 3 Kab. Lombok Timur 16 12 28 0 0 0 16 12 28 2 1 3 4 Kab. Sumbawa 9 6 15 0 9 6 15 1 1 5 Kab. Dompu 8 5 13 0 0 0 8 5 13 3 1 4 6 Kab. Bima 9 9 18 0 9 9 18 3 5 8 7 Kab. Sumbawa Barat 10 3 13 0 0 0 10 3 13 2 5 7 8 Kab. Lombok Utara 10 4 14 4 4 14 4 18 4 4 9 Kota Mataram 8 12 20 0 8 12 20 4 7 11 10 Kota Bima 2 8 10 0 2 8 10 5 3 8 11 PROVINSI 29 25 54 0 0 0 29 25 54 4 9 13 SUB JUMLAH V (DINAS KESEHATAN KAB/KOTA + PROVINSI) 135 94 229 4 0 4 139 94 233 35 37 72 JUMLAH (Nusa Tenggara Barat) 217 191 408 13 10 23 230 201 431 181 225 406 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 dan Seksi PSDK Dinas Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012. Keterangan: (a) termasuk S2 dan S3 JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN SANITASI DI SARANA KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 (b) termasuk D-I 164
TABEL 78 JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DAN FISIOTERAPIS DI SARANA KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO UNIT KERJA TENAGA TEKNISI MEDIS ANALIS LAB. TEM & P.RONTG P.ANESTESI JUMLAH FISIOTERAPIS L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 I Puskesmas 1 Kab. Lombok Barat 6 22 28 0 0 0 0 0 0 6 22 28 0 0 0 2 Kab. Lombok Tengah 15 24 39 1 0 1 0 0 0 16 24 40 1 0 1 3 Kab. Lombok Timur 5 23 28 1 0 1 0 0 0 6 23 29 0 0 0 4 Kab. Sumbawa 1 13 14 0 0 0 0 0 0 1 13 14 0 0 0 5 Kab. Dompu 1 7 8 0 0 0 0 0 0 1 7 8 0 0 0 6 Kab. Bima 4 11 15 2 2 4 0 0 0 6 13 19 0 0 0 7 Kab. Sumbawa Barat 2 9 11 0 0 0 0 0 0 2 9 11 1 0 1 8 Kab. Lombok Utara 4 4 0 0 0 4 4 0 9 Kota Mataram 6 26 32 0 0 0 0 0 0 6 26 32 0 0 0 10 Kota Bima 2 16 18 6 4 10 0 0 0 8 20 28 1 2 3 SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 42 155 197 10 6 16 0 0 0 52 161 213 3 2 5 II RS Pemerintah, RS Swasta, RS Bersalin 1 RSU Provinsi NTB 0 0 0 0 0 0 0 2 RSUD Kota Mataram 0 0 0 0 0 0 0 3 RSU Patut Patuh Patju 4 6 10 8 1 9 2 0 2 14 7 21 0 0 0 4 RSUD Tanjung 3 3 0 0 0 3 3 0 5 RSU Praya 10 7 17 3 4 7 3 0 3 16 11 27 2 2 4 6 RSU Dr Soedjono Selong 5 12 17 7 4 11 1 1 12 17 29 1 2 3 7 RSU Sumbawa 4 9 13 4 1 5 1 0 1 9 10 19 1 5 6 8 RSU Dompu 2 5 7 4 2 6 3 3 9 7 16 1 3 4 9 RSU Bima 0 0 0 0 0 0 0 10 RSJ Mataram 0 0 0 0 0 0 0 11 RSAD Rem Wirabhakti 0 0 0 0 0 0 0 12 RS Bhayangkara 0 0 0 0 0 0 0 13 RS Siti Hajar 0 0 0 0 0 0 0 14 RSK Santo Antonius 0 0 0 0 0 0 0 15 RS Yatofa 0 0 0 0 0 0 0 16 RS Risa Sentra Medika 0 0 0 0 0 0 0 17 RS Bio Medika 0 0 0 0 0 0 0 18 RSUD Provinsi Pulau Sumbawa 2 0 2 0 0 0 0 0 0 2 0 2 0 0 0 19 RS PKU Muhamadiyah Kota Bima 0 0 0 0 0 0 0 20 RB Permata Hati 0 0 0 0 0 0 0 21 RB Ecxonero 0 0 0 0 0 0 0 22 RB Ibu 0 0 0 0 0 0 0 23 RB Tresna 0 0 0 0 0 0 0 24 RB Akasia 0 0 0 0 0 0 0 25 RSUD Sumbawa Barat 3 3 6 1 166 1 2 0 0 0 4 4 8 0 3 3 SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 30 45 75 27 13 40 9 1 10 66 59 125 5 15 20
NO UNIT KERJA TENAGA TEKNISI MEDIS ANALIS LAB. TEM & P.RONTG P.ANESTESI JUMLAH FISIOTERAPIS L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 III SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1 Balai Kesehatan Mata Mataram 0 0 0 0 0 0 0 2 Balai Pelatihan Tenaga Kes Mataram 0 0 0 0 0 0 0 3 Balai Lab Kes Masy Pulau Lombok 0 0 0 0 0 0 0 4 Balai Lab Kes Masy Pulau Sumbawa 0 0 0 0 0 0 0 5 RSUD Provinsi NTB Di Sumbawa 0 0 0 0 0 0 0 6 Kabupaten Lombok Barat 3 2 5 0 6 10 16 9 12 21 0 SUB JML III (SARANA PELAYANAN KES LAIN) 3 2 5 0 0 0 6 10 16 9 12 21 0 0 0 RASIO TERHADAP 100.000 PDDK 1.62 4.36 5.97 0.80 0.41 1.21 0.32 0.24 0.56 2.74 5.00 7.74 0.17 0.37 0.54 IV INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 1 Poltekkes Mataram 0 0 0 0 0 0 0 2 Akper Provinsi NTB (Selong) 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 SUB JUMLAH IV (INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT) 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 V DINAS KESEHATAN PROVINSI & KAB/KOTA 1 Kab. Lombok Barat 1 2 3 2 0 2 0 0 0 3 2 5 0 2 Kab. Lombok Tengah 2 2 4 2 0 2 0 0 0 4 2 6 0 0 0 3 Kab. Lombok Timur 1 1 1 0 1 0 0 0 2 0 2 0 0 0 4 Kab. Sumbawa 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 5 Kab. Dompu 1 1 2 0 0 0 0 0 0 1 1 2 0 0 0 6 Kab. Bima 1 2 3 1 0 1 0 0 0 2 2 4 0 0 0 7 Kab. Sumbawa Barat 1 0 1 0 1 1 0 0 0 1 1 2 0 1 1 8 Kab. Lombok Utara 0 0 0 0 0 0 0 9 Kota Mataram 1 2 3 0 0 1 2 3 0 10 Kota Bima 2 2 4 1 1 2 0 3 3 6 0 11 PROVINSI 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 SUB JUMLAH V (DINAS KESEHATAN KAB/KOTA + PROVINSI) 10 12 22 8 2 10 0 0 0 18 14 32 0 1 1 JUMLAH (Nusa Tenggara Barat) 85 215 300 45 21 66 15 11 26 145 247 392 8 18 26 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 dan Seksi PSDK Dinas Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012. 167
TABEL 79 ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO SUMBER BIAYA Rupiah % 1 2 3 4 ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER: 1 APBD KAB/KOTA 3,300,909,452,799 84.12 a. Belanja Langsung 236,118,376,487 6.017 b. Belanja Tidak Langsung 3,064,791,076,312 78.104 2 APBD PROVINSI 34,147,186,167 0.870 3 APBN : Dekonsentrasi 2,700,728,740 0.069 TP RS 8,500,000,000 0.217 TP BOK 34,717,700,000 0.885 Jamkesmas/Jampersal 45,780,656,553 1.167 4 PINJAMAN/HIBAH LUAR NEGERI (PHLN) GF ATM 1,659,824,368 0.042 GFHSS 384,633,000 0.010 - NLR 19,275,000 0.0005 - STBM 1,200,640,000 0.031 5 SUMBER PEMERINTAH LAIN PT.ASKES 4,624,308,655 0.118 Forum Koalisi sehat DLL 39,241,609,533 1.000 DBHCHT 450,000,000,000 11.468 operasional posyandu 100,000,000 0.0025 TOTAL ANGGARAN KESEHATAN 3,923,986,014,815 100.00 TOTAL APBD KAB/KOTA 8,457,400,390,710 % APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA 39.03 ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA 846,358.43 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012. 168
No Jenis Pelayanan Dasar Capaian Indikator SPM di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Standar Pelayanan Minimal Indikator Target Batas Waktu Pencapaian (Tahun) Capaian Tahun 2012 1 2 3 4 5 6 I Pelayanan 1. Cakupan kunjungan ibu hamil K4 95% 2015 92,13% Kesehatan Dasar 2. Cakupan Ibu hamil dengan 80% 2015 90,91% komplikasi yang ditangani 3. Cakupan pertolongan persalinan 90% 2015 90,35% oleh bidan atau tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan 4. Cakupan pelayanan ibu nifas 90% 2015 90,38% 5. Cakupan neonatal dengan 80% 2010 59,85% komplikasi yang ditangani 6. Cakupan kunjungan bayi 90% 2010 96,79% 7. Cakupan desa/kelurahan 100% 2010 91,91% Universal Child Immunization (UCI) 8. Cakupan pelayanan anak balita 90% 2010 74,07% 9. Cakupan pemberian makanan 100% 2010 11,77% pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin 10. Cakupan balita gizi buruk 100% 2010 100% mendapat perawatan 11. Cakupan penjaringan kesehatan 100% 2010 89,03% siswa SD dan setingkat 12. Cakupan peserta KB aktif 70% 2010 71,40% 13. Cakupan penemuan dan II Pelayanan Kesehatan Rujukan penanganan penderita penyakit Penemuan dan penanganan penderita penyakit - Acute Flacid Paralysis (AFP) rate per 100.000 penduduk <15 tahun Penemuan dan penanganan penderita penyakit Penemuan pasien baru TB (BTA Positif) Penemuan dan penanganan penderita penyakit - Penemuan penderita pnemonia pada Balita Penemuan dan Penanganan penderita penyakit - Penemuan penderita diare Penemuan dan penanganan penderita penyakit- Penderita DBD yang ditangani 14. Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin 15. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin 16. Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di kab/kota 2/100. 000 2015 3,42 60% 2015 41,02% 95% 2015 53,12% 95% 2015 90,81% 100% 2015 100% 100% 2015 41,74% 100% 2015 4,26% 100% 2015 96,61%
No Jenis Pelayanan Dasar Standar Pelayanan Minimal Indikator Target Batas Waktu Pencapaian (Tahun) Capaian Tahun 2012 1 2 3 4 5 6 III Penyelidikan 17. Cakupan desa/kelurahan 100% 2015 98,68% epidemiologi dan penanggulangan KLB mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam IV Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat 18. Cakupan Desa Siaga Aktif 80% 2015 98,59%
Dinas Kesehatan Prov. NTB Jl. Amir Hamzah No. 103, Mataram Telp. (0370) 621786, 633507 Fax : (0370) 633507 www.dikes.ntbprov.go.id