SISTEM BILANGAN REPRESENTASI DATA

dokumen-dokumen yang mirip
Bilangan Biner. Bentuk umum dari bilangan biner dan bilangan desimal adalah : Biner Desimal

SISTEM BILANGAN, OPERASI ARITMATIKA DAN PENGKODEAN

2.1 Desimal. Contoh: Bilangan 357.

SISTEM BILANGAN DAN KONVERSI BILANGAN. By : Gerson Feoh, S.Kom

KOMPETENSI DASAR : MATERI POKOK : Sistem Bilangan URAIAN MATERI 1. Representasi Data

SISTEM BILANGAN. B. Sistem Bilangan Ada beberapa sistem bilangan yang digunakan dalam sistem digital, diantaranya yaitu

Pokok Pokok Bahasan :

ARSITEKTUR SISTEM KOMPUTER. Wayan Suparta, PhD Maret 2018

BAB V b SISTEM PENGOLAHAN DATA KOMPUTER (Representasi Data) "Pengantar Teknologi Informasi" 1

Pertemuan 2. sistem bilangan

Komputer menggunakan dan memanipulasi data untuk perhitungan aritmatik, pemrosesan data dan operasi logik. Data adalah bilangan biner dan informasi

Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma 2013

Representasi Data. M. Subchan M

MAKALAH. Mata Kuliah. Arsitektur dan Organisasi Komputer

BAB I SISTEM BILANGAN OLEH : GANTI DEPARI JPTE FPTK UPI BANDUNG

SISTEM BILANGAN DAN FORMAT DATA

DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer

A. SISTEM DESIMAL DAN BINER

Bilangan Desimal bilangan yang memiliki basis 10. Bilangan tersebut adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9 Bilangan Biner bilanganyang memilikibasis

Sasaran Pertemuan 2 PERTEMUAN 2 SISTEM BILANGAN

OPERASI DALAM SISTEM BILANGAN

Sistem DIGITAL. Eka Maulana., ST, MT, M.Eng

BAB II SISTEM BILANGAN DAN KODE BILANGAN

Sistem Bilangan dan Pengkodean -2-

BAB 1 PENGANTAR SISTEM KOMPUTER

DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer

DATA KOMPUTASI & SISTEM BILANGAN

BAB II SISTEM-SISTEM BILANGAN DAN KODE

PENGANTAR KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI 1A

Sistem Bilangan & Kode Data

BAB II Sistem Kode Dalam Bilangan Biner

DASAR SISTEM BILANGAN

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I REPRESENTASI DATA

Sistem Bilangan. Rudi Susanto

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I REPRESENTASI DATA

8/4/2011. Microprocessor & Microcontroller Programming. Sistem Bilangan. Sistem Bilangan. Sistem Bilangan. Sistem Bilangan

Dr. novrina

MODUL 1 SISTEM BILANGAN

PERTEMUAN : 2 SISTEM BILANGAN

REPRESENTASI DATA. Pengantar Komputer Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Gunadarma

Quis. 2. Sistem bilangan yang menggunakan basis 8 adalah: A. Biner D. Hexadesimal B. Oktal E. Sexagesimal C. Desimal

Review Kuliah Sebelumnya

Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom

Dalam konvensi tersebut dijumpai bahwa suatu bilangan yang tidak disertai indeks berarti bilangan tersebut dinyatakan dalam desimal atau basis-10.

BAB II ARITMATIKA DAN PENGKODEAN

FORMAT BILANGAN DALAM MIKROPROSESOR

Definisi Bilangan Biner, Desimal, Oktal, Heksadesimal

PERTEMUAN MINGGU KE-3 REPRESENTASI DATA

3/20/2013 SISTEM BILANGAN Jam 1

KONVERSI BILANGAN BINNER, OKTAL, DESIMAL & HEXADESIMAL

BAB V RANGKAIAN ARIMATIKA

Representasi Bilangan dan Operasi Aritmatika

SISTEM BILANGAN DAN SANDI

SISTEM DIGITAL Dalam Kehidupan Sehari-hari PADA KALKULATOR

KONVERSI BILANGAN. B. Konversi Bilangan Desimal ke Biner Contoh =. 2? Tulis sisa hasil bagi dari bawah keatas =

Sistem Digital (410206)

Pertemuan Ke-6 ARITMATIKA KOMPUTER

MATERI 2 SISTEM BILANGAN DAN REPRESENTASI DATA

SISTEM BILANGAN DIGITAL

Bilangan Bertanda (Sign Number)

Sistem Bilangan Mata Kuliah Arsitektur Komputer Program Studi Sistem Informasi 2012/2013 STMIK Dumai -- Materi 08 --

MODUL 1 SISTEM BILANGAN

BAB I PENGENALAN KONSEP DIGITAL

MODUL TEKNIK DIGITAL MODUL II ARITMATIKA BINER

Representasi Bilangan dan Operasi Aritmatika

REPRESENTASI DATA. Arsitektur Komputer

DASAR DIGITAL. Penyusun: Herlambang Sigit Pramono DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN

BAB I DASAR KOMPUTER DIGITAL

Sistem Bilangan Mata Kuliah Arsitektur Komputer Program Studi Sistem Informasi 2012/2013 STMIK Dumai -- Materi 08 --

Representasi Data Digital (Bagian 1)

BAB 1. Sistem Bilangan. 1.1 Pendahuluan

MAKALAH KONVERSI BILANGAN

FPGA DAN VHDL TEORI, ANTARMUKA DAN APLIKASI

TIN310 - Otomasi Sistem Produksi. h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n. w e b l o g. e s a u n g g u l. a c. i d

BAHAN AJAR SISTEM DIGITAL

DASAR KOMPUTER REPRESENTASI DATA

Operasi Aritmatika Sistem Bilangan Biner & Bilangan Oktal

BAB I SISTEM BILANGAN

SISTEM BILANGAN Desimal, Biner, Oktal dan Heksadesimal

Elektronika dan Instrumentasi: Elektronika Digital 1 Sistem Bilangan. Yusron Sugiarto

ORGANISASI DAN ARSITEKTUR KOMPUTER

Bab 10 Penyajian Data Integer dan Bilangan Floating Point 10.1 Pendahuluan

Pengertian Data datum

SISTEM DIGITAL 1. PENDAHULUAN

Materi #13. TKT312 - Otomasi Sistem Produksi T a u f i q u r R a c h m a n

Sistem-Sistem Bilangan Sistem-Sistem Bilangan secara matematis: Contoh-2: desimal: biner (radiks=2, digit={0, 1}) Bilangan. Nilai

Hanif Fakhrurroja, MT

KONVERSI BILANGAN. Bilangan oktal adalah bilangan berbasis 8, yang menggunakan angka 0 sampai 7. Contoh penulisan : 17 8.

Representasi Bilangan dan Operasi Aritmatika

1. Konsep Sistem Bilangan 2. Konsep Gerbang Logika 3. Penyederhanaan logika 4. Konsep Flip-Flop (Logika Sequensial) 5. Pemicuan Flip-Flop 6.

Sistem Bilangan. Desimal Biner Oktal Heksadesimal

Tahun Akademik 2015/2016 Semester I. DIG1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer. Pertemuan 1: Representasi Data

TEKNIK DIGITAL KODE BILANGAN

Hanif Fakhrurroja, MT

Type Data terdiri dari : - Data Tunggal : Integer, Real, Boolean dan Karakter. - Data Majemuk : String

SISTEM BILANGAN I. DEFINISI. II. Teori Bilangan

Arithmatika Komputer. Pertemuan - 2

Representasi Bilangan dan Operasi Aritmatika

Saat menemui penjumlahan langsung pikirkan hasilnya dengan cepat lalu lakukan penjumlahan untuk setiap jawaban yang diperoleh.

Transkripsi:

SISTEM BILANGAN REPRESENTASI DATA Data : bilangan biner atau informasi berkode biner lain yang dioperasikan untuk mencapai beberapa hasil penghitungan penghitungan aritmatik, pemrosesan data dan operasi logika. Tipe data : 1. Data Numerik : merepresentasikan integer dan pecahan fixed-point, real floating-point dan desimal berkode biner. 2. Data Logikal : digunakan oleh operasi logika dan untuk menentukan atau memriksa kondisi seperti yang dibutuhkan untuk instruksi bercabang kondisi. 3. Data bit-tunggal : untuk operasi seperti SHIFT, CLEAR dan TEST. 4. Data Alfanumerik : data yang tidak hanya dikodekan dengan bilangan tetapi juga dengan huruf dari alpabet dan karakter khusus lainnya SISTEM BILANGAN Ada beberapa sistem bilangan yang digunakan dalam sistem digital. Yang umum adalah sistem bilangan desimal, oktal, heksadesimal dan biner. 1. BINER (radiks / basis 2) _ Notasi : (n)2 _ Simbol : angka 0 dan 1 2. OKTAL (radiks / basis 8) _ Notasi : (n)8 _ Simbol : angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 3. DESIMAL (radiks / basis 10) _ Notasi : (n)10 _ Simbol : angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 4. HEKSADESIMAL (radiks / basis 16) _ Notasi : (n)16 _ Simbol : angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B, C,D,E,F

Sistem yang biasa digunakan dan familiar dengan kita sehari-hari adalah sistem bilangan desimal. Sistem bilangan ini bersifat alamiah karena pada kenyataannya manusia memiliki 10 jari. Bilangan desimal ini sering juga disebut basis 10. Hal ini dikarenakan perpangkatan 10 yang didapat dari 100, 101, 102, dst. Sistem bilangan desimal disusun dari 10 angka atau lambang. Kesepuluh lambang tersebut adalah : D = { 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 } Sebagai contoh dari bilangan desimal, untuk angka 978: 978 (10) = (9 x 100) + (7 x 10) + (8 x 1) Pada bilangan tersebut, digit 9 berarti 9 ratusan, 7 berarti 7 puluhan dan 8 berarti 8 satuan. Sehingga 9 memiliki arti paling besar di antara digit yang ada. Digit ini bertindak sebagai digit paling berarti (Most Significant Digit, MSD) sedangkan 8 memiliki arti yang paling kecil di antara tiga digit yang ada dan disebut sebagai digit paling tidak berarti (Least significant Digit, LSD). Mengenal Konsep Bilangan Biner dan Desimal Sistem bilangan biner merupakan sistem bilangan yang paling banyak digunakan dalam sistem digital karena sistem bilangan ini secara langsung dapat mewakili logika yang ada. Sistem digital hanya mengenal dua logika, yaitu 0 dan 1. Logika 0 biasanya mewakili kondisi mati dan logika 1 mewakili kondisi hidup. Pada sistem bilangan biner, hanya dikenal dua lambang, yaitu 0 dan 1. karena itu, sistem bilangan biner paling sering digunakan untuk merepresentasikan kuantitas dan mewakili keadaaan dalam sistem digital maupun sistem komputer. Digit bilangan biner disebut binary digit atau bit. Empat bit dinamakan nibble dan delapan bit dinamakan byte. Perbedaan mendasar dari metoda biner dan desimal adalah berkenaan dengan basis. Jika desimal berbasis 10 (X10) berpangkatkan 10x, maka untuk bilangan biner berbasiskan 2 (X2) menggunakan perpangkatan 2x. Pada sistem ini, hanya dikenal dua lambang bilangan, yaitu : B = { 0, 1 }

Ciri suatu bilangan biner adalah adanya tambahan subskrip bin atau 2 atau tambahan huruf B di akhir bilangan. Contoh : 1010011 bin = 1010011 2 = 1010011B. Perhatikan contoh di bawah ini! Untuk Desimal: 14 (10) = (1 x 10 1 ) + (4 x 10 0 ) = 10 + 4 = 14 Untuk Biner: 1110 (2) = (1 x 2 3 ) + (1 x 2 2 ) + (1 x 2 1 ) + (0 x 2 0 ) = 8 + 4 + 2 + 0 = 14 Bentuk umum dari bilangan biner dan bilangan desimal adalah : Biner 1 1 1 1 1 1 1 1 11111111 Desimal 128 64 32 16 8 4 2 1 255 Pangkat 2 7 2 6 2 5 2 4 2 3 2 2 2 1 2 0 X 1-7 Sekarang kita balik lagi ke contoh soal di atas! Darimana kita dapatkan angka desimal 14(10) menjadi angka biner 1110(2)? Mari kita lihat lagi pada bentuk umumnya! Biner 0 0 0 0 1 1 1 0 00001110 Desimal 0 0 0 0 8 4 2 0 14 Pangkat 2 7 2 6 2 5 2 4 2 3 2 2 2 1 2 0 X 1-7

Mari kita telusuri perlahan-lahan! Pertama sekali, kita jumlahkan angka pada desimal sehingga menjadi 14. anda lihat angka-angka yang menghasilkan angka 14 adalah 8, 4, dan 2! Untuk angka-angka yang membentuk angka 14 (lihat angka yang diarsir), diberi tanda biner 1, selebihnya diberi tanda 0. Sehingga kalau dibaca dari kanan, angka desimal 14 akan menjadi 00001110 (terkadang dibaca 1110) pada angka biner nya. Mengubah Angka Biner ke Desimal Perhatikan contoh! 1. 11001101 (2) Biner 1 1 0 0 1 1 0 1 11001101 Desimal 128 64 0 0 8 4 0 1 205 Pangkat 2 7 2 6 2 5 2 4 2 3 2 2 2 1 2 0 X 1-7 Note: Angka desimal 205 didapat dari penjumlahan angka yang di arsir (128+64+8+4+1) Setiap biner yang bertanda 1 akan dihitung, sementara biner yang bertanda 0 tidak dihitung, alias 0 juga. 2. 00111100 (2) Biner 0 0 1 1 1 1 0 0 00111100 0 0 0 32 16 8 4 0 0 60 Pangkat 2 7 2 6 2 5 2 4 2 3 2 2 2 1 2 0 X 1-7 Mengubah Angka Desimal ke Biner

Untuk mengubah angka desimal menjadi angka biner digunakan metode pembagian dengan angka 2 sambil memperhatikan sisanya. Perhatikan contohnya! 1. 205 (10) 205 : 2 = 102 sisa 1 102 : 2 = 51 sisa 0 51 : 2 = 25 sisa 1 25 : 2 = 12 sisa 1 12 : 2 = 6 sisa 0 6 : 2 = 3 sisa 0 3 : 2 = 1 sisa 1 1 sebagai sisa akhir 1 Note: Untuk menuliskan notasi binernya, pembacaan dilakukan dari bawah yang berarti 11001101(2) 2. 60 (10) 60 : 2 = 30 sisa 0 30 : 2 = 15 sisa 0 15 : 2 = 7 sisa 1 7 : 2 = 3 sisa 1 3 : 2 = 1 sisa 1 1 sebagai sisa akhir 1 Note: Dibaca dari bawah menjadi 111100(2) atau biasanya dituliskan dengan 00111100(2). Ingat bentuk umumnnya mengacu untuk 8 digit! Kalau 111100 (ini 6 digit) menjadi 00111100 (ini sudah 8 digit). Aritmatika Biner Pada bagian ini akan membahas penjumlahan dan pengurangan biner. Perkalian biner adalah pengulangan dari penjumlahan; dan juga akan membahas pengurangan biner berdasarkan ide atau gagasan komplemen.

Penjumlahan Biner Penjumlahan biner tidak begitu beda jauh dengan penjumlahan desimal. Perhatikan contoh penjumlahan desimal antara 167 dan 235! 1 7 + 5 = 12, tulis 2 di bawah dan angkat 1 ke atas! 167 235 ---- + 402 Seperti bilangan desimal, bilangan biner juga dijumlahkan dengan cara yang sama. Pertama-tama yang harus dicermati adalah aturan pasangan digit biner berikut: 0 + 0 = 0 0 + 1 = 1 1 + 1 = 0 dan menyimpan 1 sebagai catatan bahwa jumlah dua yang terakhir adalah : 1 + 1 + 1 = 1 dengan menyimpan 1 Dengan hanya menggunakan penjumlahan-penjumlahan di atas, kita dapat melakukan penjumlahan biner seperti ditunjukkan di bawah ini: 1 1111 simpanan 1 ingat kembali aturan di atas! 01011011 bilangan biner untuk 91 01001110 bilangan biner untuk 78 ------------ + 10101001 Jumlah dari 91 + 78 = 169 Silahkan pelajari aturan-aturan pasangan digit biner yang telah disebutkan di atas!

Contoh penjumlahan biner yang terdiri dari 5 bilangan! 11101 bilangan 1) 10110 bilangan 2) 1100 bilangan 3) 11011 bilangan 4) 1001 bilangan 5) -------- + untuk menjumlahkannya, kita hitung berdasarkan aturan yang berlaku, dan untuk lebih mudahnya perhitungan dilakukan bertahap! 11101 bilangan 1) 10110 bilangan 2) ------- + 110011 1100 bilangan 3) ------- + 111111 11011 bilangan 4) ------- + 011010 1001 bilangan 5) ------- + 1100011 Jumlah Akhir. Berapakah bilangan desimal untuk bilangan 1,2,3,4 dan 5!! sekarang coba tentukan berapakah bilangan 1,2,3,4 dan 5! Apakah memang perhitungan di atas sudah benar?

Pengurangan Biner Pengurangan bilangan desimal 73426 9185 akan menghasilkan: 73426 lihat! Angka 7 dan angka 4 dikurangi dengan 1 9185 digit desimal pengurang. --------- - 64241 Hasil pengurangan akhir. Bentuk Umum pengurangan : 0 0 = 0 1 0 = 0 1 1 = 0 0 1 = 1 dengan meminjam 1 dari digit disebelah kirinya! Untuk pengurangan biner dapat dilakukan dengan cara yang sama. Coba perhatikan bentuk pengurangan berikut: 1111011 desimal 123 101001 desimal 41 --------- - 1010010 desimal 82 Pada contoh di atas tidak terjadi konsep peminjaman. Perhatikan contoh berikut! 0 kolom ke-3 sudah menjadi 0, sudah dipinjam! 111101 desimal 61 10010 desimal 18 ------------ - 101011 Hasil pengurangan akhir 43. Pada soal yang kedua ini kita pinjam 1 dari kolom 3, karena ada selisih 0-1 pada kolom ke-2. Lihat Bentuk Umum!

7999 hasil pinjaman 800046 397261 --------- - 402705 Sebagai contoh pengurangan bilangan biner 110001 sebagai berikut: 1010 akan diperoleh hasil 1100101 1010 ---------- - 100111 Representasi Bilangan Positif dan Negatif pada bilangan BINER 1. Label tanda konvensional : + dan Contoh : +4 dan -4 2. Menggunakan posisi digit sebelah kiri (MSB) sebagai sign digit (0 untuk positif dan 1 untuk negatif). Contoh : Sign-Magnitude +9 dalam 8 bit = 00001001 Sign-Magnitude 4 dalam 4 bit = 1100 Magnitude dari bilangan positif dan negatif sama hanya berbeda pada sign digitnya/msb. Terdapat dua sistem bilangan biner, yaitu bilangan biner tak bertanda dan bilangan biner bertanda. Pada sistem bilangan biner tak bertanda, hanya dikenal bilangan biner posisif dan tidak diijinkan adanya bilangan biner negatif. Di sini semua bit digunakan untuk merepresentasikan suatu nilai. Contoh: Bilangan biner 4 bit 1100. A3 A2 A1 A0 1 1 0 0

Pada bilangan biner tak bertanda di atas, nilai bilangan dihitung dari A3 A0. Sehingga, 1100bin = 1 X 23 + 1 X 22 + 0 X 21 + 0 X 20 = 12des Pada bilangan biner bertanda, bit paling kiri menyatakan tanda, sehingga nilai bilangan dihitung dari A2... A0. 0100bin = + (1 X 22 + 0 X 21 + 0 X 20) = 4des Pada sistem ini, bit paling kiri menyatakan tanda negatif atau positif nilai yang diwakilinya. Tanda positif diwakili oleh bit 0 dan tanda negatif diwakili oleh bit 1. Sebagai contoh, suatu memori dapat menampung 6 bit bilangan biner. Memori tersebut mengunakan sistem bilangan biner bertanda. Maka dari keenam bit yang ada, bit paling kiri, yaitu A6, digunakan sebagai penanda bilangan dan dinamakan bit tanda (sign bit), sedangkan bit-bit yang lain, yaitu bit A5... A0 mewakili suatu nilai. Contoh : Bilangan biner 0110100 A6 A5 A4 A3 A2 A1 A0 0 1 1 0 1 0 0 = +52des Bit tanda (+) 52des Bilangan ini merupakan bilangan biner positif karena A6 = 0, dengan nilai 110100bin = +52des. Bilangan biner 1110100 A6 A5 A4 A3 A2 A1 A0 1 1 1 0 1 0 0 = -52des Bit tanda (-) 52des Bilangan ini adalah negatif karena A6 = 1. Nilai bilangan yang diwakili adalah 110100bin = 52des, sehingga bilangan yang diwakili adalah -52.

Pada sistem bilangan biner bertanda, karena bit paling kiri merupakan bit tanda maka MSB terletak di sebelah kanan bit tanda. 3. Representasi Komplemen-1 Angka nol diubah menjadi satu dan satu menjadi nol. Contoh : Dalam 8 bit +12 = 00001100-12 = 11110011 Terdapat dua cara untuk mengubah suatu bilangan positif ke bilangan negatif, yaitu menggunakan sistem bilangan biner komplemen satu dan sistem bilangan biner komplemen dua. Cara pertama, merupakan cara yang paling mudah ditempuh. Dengan cara ini, untuk mengubah bilangan positif ke negatif cukup dilakukan dengan mengubah bit 0 ke 1 dan bit 1 ke 0 pada setiap bit suatu bilangan biner. Sebagai contoh, 101101 merupakan bilangan biner dengan nilai 45. Maka -45 sama dengan 010010. 1 0 1 1 0 1 bilangan biner asli 0 1 0 0 1 0 bilangan biner komplemen satu Sistem bilangan komplemen satu jarang digunakan karena tidak memenuhi satu kaedah matematis, yaitu jika suatu bilangan dijumlahkan dengan negatifnya, maka akan dihasilkan bilangan nol. 1 0 1 1 0 1 + 0 1 0 0 1 0 ---------------- 1 1 1 1 1 1 Pada contoh tersebut, 101101 + 010010 = 111111, sehingga 45 + (-)45 0. 4. Representasi Komplemen-2 Dengan representasi komplemen-1 ditambah 1. Contoh : Dalam 8 bit -12 = 11111011 (Komplemen-1)

------------ 1 + = 11111100 (Komplemen-2) Pada sistem bilangan komplemen dua, penegatifan suatu bilangan dilakukan dengan mengubah bit 0 ke 1 dan bit 1 ke 0 pada setiap bit suatu bilangan biner, kemudian menambahkannya dengan satu. Dengan kata lain, bilangan biner komplemen dua didapatkan dari bilangan biner komplemen satu ditambah satu. Komplemen dua = komplemen satu + 1 Contoh, 101101 merupakan bilangan biner dengan nilai 45. Maka -45 sama dengan 010011. 1 0 1 1 0 1 " bilangan biner asli 0 1 0 0 1 0 " bilangan biner komplemen satu + 1 ------------- 0 1 0 0 1 1 " bilangan biner komplemen dua Sebaliknya, pengubahan bilangan biner negatif menjadi bilangan biner positif dilakukan dengan mengurangi bilangan tersebut dengan satu kemudian mengubah bit 0 ke 1 dan bit 1 ke 0 pada setiap bitnya. Contoh: 0 1 0 0 1 1 " bilangan biner komplemen dua 1 ------------- 0 1 0 0 1 0 " bilangan biner komplemen satu 1 0 1 1 0 1 " bilangan biner asli Pada suatu bilangan biner komplemen dua, harus diperhatikan bit tandanya. Jika bit tanda sama dengan 0, maka bit sesudahnya merupakan bentuk bilangan biner asli. Namun jika bit tanda sama dengan 1, maka bit sesudahnya merupakan bentuk bilangan biner komplemen duanya. 0 1 0 1 1 0 1 = +45des

Bit tanda (+) Biner asli 1 0 1 0 0 1 1 = -45des Bit tanda (-) Komplemen 2 Sistem Oktal dan Heksa Desimal Bilangan oktal adalah bilangan dasar 8, sedangkan bilangan heksadesimal atau sering disingkat menjadi heks. ini adalah bilangan berbasis 16. Karena oktal dan heks ini merupakan pangkat dari dua, maka mereka memiliki hubungan yang sangat erat. oktal dan heksadesimal berkaitan dengan prinsip biner! 1. Ubahlah bilangan oktal 63058 menjadi bilangan biner! 6 3 0 5 oktal 110 011 000 101 biner Note: Masing-masing digit oktal diganti dengan ekivalens 3 bit (biner) Untuk lebih jelasnya lihat tabel Digit Oktal di bawah! 2. Ubahlah bilangan heks 5D9316 menjadi bilangan biner! heks biner 5 0101 D 1101 9 1001 3 0011 Note: Jadi bilangan biner untuk heks 5D9316 adalah 0101110110010011 Untuk lebih jelasnya lihat tabel Digit Heksadesimal di bawah!

3. Ubahlah bilangan biner 1010100001101 menjadi bilangan oktal! 001 010 100 001 101 biner 3 2 4 1 5 oktal Note: Kelompokkan bilangan biner yang bersangkutan menjadi 3-bit mulai dari kanan! 4. Ubahlah bilangan biner 101101011011001011 menjadi bilangan heks! 0010 1101 0110 1100 1011 biner 2 D 6 C B heks Tabel Digit Oktal Digit Oktal Ekivalens 3-Bit 0 000 1 001 2 010 3 011 4 100 5 101 6 110 7 111 Tabel Digit Heksadesimal Digit Desimal Ekivalens 4-Bit 0 0000 1 0001 2 0010 3 0011 4 0100

5 0101 6 0110 7 0111 8 1000 9 1001 A (10) 1010 B (11) 1011 C (12) 1100 D (13) 1101 E (14) 1110 F (15) 1111