Eko Didik Widianto. 23 Maret 2014

dokumen-dokumen yang mirip
Kuliah#11 TKC-205 Sistem Digital. Eko Didik Widianto. 11 Maret 2017

Kuliah#11 TSK205 Sistem Digital - TA 2011/2012. Eko Didik Widianto. Teknik Sistem Komputer - Universitas Diponegoro

RANGKAIAN SEKUENSIAL

dan Flip-flop TKC Sistem Digital Lanjut Eko Didik Widianto Sistem Komputer - Universitas Diponegoro

Review Kuliah. TSK205 Sistem Digital. Eko Didik Widianto

TKC305 - Sistem Digital Lanjut. Eko Didik Widianto. Sistem Komputer - Universitas Diponegoro

dan Flip-flop TSK505 - Sistem Digital Lanjut Eko Didik Widianto Teknik Sistem Komputer - Universitas Diponegoro Elemen Rangkaian Sekuensial: Latch

BAB VII DASAR FLIP-FLOP

Review Kuliah. TKC305 - Sistem Digital Lanjut. Eko Didik Widianto

Kuliah#12 TKC205 Sistem Digital. Eko Didik Widianto. 11 Maret 2017

=== PERANCANGAN RANGKAIAN SEKUENSIAL ===

Kuliah#13 TKC205 Sistem Digital. Eko Didik Widianto. 11 Maret 2017

Gambar 1.1. Rangkaian Sekuensial

adalah frekuensi detak masukan mula-mula, sehingga membentuk rangkaian

MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN DIGITAL

SISTEM DIGITAL; Analisis, Desain dan Implementasi, oleh Eko Didik Widianto Hak Cipta 2014 pada penulis GRAHA ILMU Ruko Jambusari 7A Yogyakarta 55283

6. Rangkaian Logika Kombinasional dan Sequensial 6.1. Rangkaian Logika Kombinasional Enkoder

PERCOBAAN 2. FLIP-FLOP

Hanif Fakhrurroja, MT

R ANGKAIAN LOGIKA KOMBINASIONAL DAN SEQUENSIAL

Modul 5 : Rangkaian Sekuensial 1

Kuliah#9 TKC205 Sistem Digital - TA 2013/2014. Eko Didik Widianto. 21 Maret 2014

Percobaan 5 FLIP-FLOP (MULTIVIBRATOR BISTABIL) Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY

BAB VIII REGISTER DAN COUNTER

MAKALAH TEKNIK DIGITAL RANGKAIAN FLIP-FLOP DASAR

Rangkaian Sekuesial. [Rangkaian Sekuensial] BAB V

REGISTER. uart/reg8.html

PERTEMUAN 10 RANGKAIAN SEKUENSIAL

PERTEMUAN 10 RANGKAIAN SEKUENSIAL

REGISTER DAN COUNTER.

Sistem Digital. Flip-Flop -6- Sistem Digital. Missa Lamsani Hal 1

Flip-Flop (FF) Disusun oleh: Tim dosen SLD Diedit ulang oleh: Endro Ariyanto. Prodi S1 Teknik Informatika Fakultas Informatika Universitas Telkom

KONTRAK PEMBELAJARAN (KP) MATA KULIAH

FLIP-FLOP (BISTABIL)

1). Synchronous Counter

Rangkaian Logika. Kuliah#2 TSK205 Sistem Digital - TA 2011/2012. Eko Didik Widianto. Teknik Sistem Komputer - Universitas Diponegoro.

FLIP - FLOP. Kelompok : Angga Surahman Sudibya ( ) Ma mun Fauzi ( ) Mudesti Astuti ( ) Randy Septiawan ( )

Kuliah#6 TSK205 Sistem Digital - TA 2013/2014. Eko Didik Widianto

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

TSK205 Sistem Digital. Eko Didik Widianto

BAB VIII REGISTER DAN COUNTER

LAB #4 RANGKAIAN LOGIKA SEKUENSIAL

=== PENCACAH dan REGISTER ===

BAB III COUNTER. OBYEKTIF : - Memahami jenis-jenis counter - Mampu merancang rangkaian suatu counter

Rangkaian Logika. Kuliah#2 TKC205 Sistem Digital - TA 2013/2014. Eko Didik Widianto. Sistem Komputer - Universitas Diponegoro

Mesin Mealy. Bahasan Kuliah. TKC305 - Sistem Digital Lanjut. Eko Didik Widianto. Sistem Komputer - Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Gambar 1.13 Board evaluasi FPGA Xilinx Spartan-3E dari Digilenc Gambar 1.14 Aplikasi PLD untuk kamera fotografi berkecepatan

1. FLIP-FLOP. 1. RS Flip-Flop. 2. CRS Flip-Flop. 3. D Flip-Flop. 4. T Flip-Flop. 5. J-K Flip-Flop. ad 1. RS Flip-Flop

Review Kuliah. TKC305 - Sistem Digital Lanjut. Eko Didik Widianto

Aljabar Boolean dan Sintesis Fungsi. Logika

BAB VII FLIP FLOPS. Gate-gate logika kombinatorial. Elemenelemen. memori. Input-input eksternal. Gambar 7.1 Diagram Sistem Digital Umum

Register & Counter -7-

PERCOBAAN 4 FLIP-FLOP 2

1). Synchronous Counter

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Kuliah#11 TKC205 Sistem Digital. Eko Didik Widianto. 11 Maret 2017

Kuliah#3 TSK205 Sistem Digital - TA 2011/2012. Eko Didik Widianto

JENIS-JENIS REGISTER (Tugas Sistem Digital)

5.1. TUJUAN 1. Mengenal, mengerti dan memahami operasi dasar rangkaian flip-flop. 2. Mengenal berbagai macam IC flip-flop.

PERTEMUAN 12 PENCACAH

PERTEMUAN 11 REGISTER. misc/30-uart/reg8.html

PENCACAH (COUNTER) DAN REGISTER

PERTEMUAN 12 PENCACAH

Kuliah#4 TKC205 Sistem Digital - TA 2013/2014. Eko Didik Widianto

TSK505 - Sistem Digital Lanjut. Eko Didik Widianto

Output. Input R.Kombinasi Onal. Flip-Flop. Pulsa Clock. Pulsa Clock

LEMBAR TUGAS MAHASISWA ( LTM )

MODUL I GERBANG LOGIKA DASAR

FLIP-FLOP T (Tugas Sistem Digital) Oleh Fitri Anggraini Novia Puspasari

Lutfi Rasyid Nur Hidayat PTI D / SHIFT REGISTER

Rangkaian Kombinasional

Tahun Akademik 2015/2016 Semester I DIG1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer

PERCOBAAN 3 FLIP FLOP 1

RANGKAIAN D FLIP-FLOP (Tugas Matakuliah Sistem Digital) Oleh Mujiono Afrida Hafizhatul ulum

MATERI RANGKAIAN SEKUENSIAL

Rangkaian Sequensial. Flip-Flop RS

Implementasi CMOS untuk Gerbang Logika dan Tinjauan Praktikal

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM SISTEM DIGITAL 2013 / 2014

Laboratorium Sistem Komputer dan Otomasi Departemen Teknik Elektro Otomasi Fakultas Vokasi Institut Teknologi Sepuluh November

Kuliah#4 TKC205 Sistem Digital. Eko Didik Widianto

Kuliah#5 TKC205 Sistem Digital. Eko Didik Widianto

LAB #5 REGISTER, SYNCHRONOUS COUNTER AND ASYNCHRONOUS COUNTER

DASAR-DASAR RANGKAIAN SEKUENSIAL 2

Tugas Mata Kuliah Pengantar Sistem Digital

KONTRAK PEMBELAJARAN (KP) MATA KULIAH

MODUL IV FLIP-FLOP. Gambar 4.1 Rangkaian RS flip-flop dengan gerbang NAND dan NOR S Q Q R

1 Deskripsi Perkuliahan

BAB I : APLIKASI GERBANG LOGIKA

Teknologi Implementasi: CMOS dan Tinjauan Praktikal

ABSTRAK. Kata Kunci : Counter, Counter Asinkron, Clock

MAKALAH TEKNIK DIGITAL

Arsitektur Komputer. Rangkaian Logika Kombinasional & Sekuensial

Kuliah#4 TSK205 Sistem Digital - TA 2011/2012. Eko Didik Widianto

Representasi Data Digital (Bagian 1)

BAB 4 RANGKAIAN LOGIKA DIGITAL SEKUENSIAL. 4.1 Flip-Flop S-R

Sistem Digital. Sistem Angka dan konversinya

Analisis Rangkaian Sekuesial

KEGIATAN BELAJAR 1 SISTEM KOMPUTER

PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL

Transkripsi:

Kuliah#11 TSK205 Sistem Digital - TA 2013/2014 Eko Didik Sistem Komputer - Universitas Diponegoro 23 Maret 2014 http://didik.blog.undip.ac.id 1

Umpan Balik Sebelumnya dibahas tentang rangkaian kombinasional yang nilai keluarannya di suatu saat hanya ditentukan oleh nilai-nilai masukannya pada saat itu multiplekser, dekoder, demultiplekser, enkoder dan code converter Peraga 7-segmen Teorema ekspansi Shannon untuk mendesain rangkaian logika menggunakan multiplekser http://didik.blog.undip.ac.id 2

Tentang Kuliah Membahas tentang rangkaian sekuensial yang keluarannya tidak hanya tergantung dari masukan saat ini, juga dari nilai keluaran sebelumnya Bahasan: ini membutuhkan elemen penyimpan nilai dari sinyal logika prinsip rangkaian sekuensial elemen penyimpan 1 bit latch, yaitu set-reset latch (latch SR), latch SR tergerbang dan data latch (latch D) serta rangkaian logikanya elemen penyimpan 1 bit ip-op, meliputi data ip-op (DFF), toggle ip-op (TFF), JK ip-op (JKFF) register data n bit dan register geser (shift register) pencacah naik-turun pencacah sinkron dan asinkron http://didik.blog.undip.ac.id 3

Kompetensi Dasar Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa akan mampu: Link [C2] menjelaskan perbedaan antara latch dan ip-op [C4] menganalisis fungsi karakteristik latch set-reset, latch tergerbang, latch data [C4] menganalisis fungsi karakteristik ip-op (D, T, dan JK) [C3] membedakan perilaku dan rangkaian pencacah sinkron dan asinkron [C5] merancang rangkaian n buah ip-op menjadi register data n bit, shift register, pencacah naik/turun sinkron/asinkron serta menganalisisnya [C5] merancang dan menganalisis implementasi rangkaian sekuensial menggunakan IC TTL Website: http://didik.blog.undip.ac.id/2014/02/25/ tkc205-sistem-digital-2013-genap/ Email: didik@undip.ac.id http://didik.blog.undip.ac.id 4

Bahasan Latch SR (Set-Reset) Latch SR Tergerbang Gated Latch D (Data) IC TTL Latch Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL Data Geser IC TTL Pencacah Asinkron http://didik.blog.undip.ac.id 5

dan Statenya yang nilai keluarannya tidak hanya tergantung dari masukan saat ini, juga dari nilai keluaran sebelumnya mempunyai elemen penyimpan Isi dari elemen penyimpan merepresentasikan keadaan (state) dari rangkaian Perubahan nilai masukan dapat menyebabkan keadaan rangkaian tidak berubah atau berubah ke keadaan baru berubah sesuai urutan keadaan sebagai hasil dari perubahan masukannya http://didik.blog.undip.ac.id 6

Sistem Kontrol Alarm Diinginkan rangkaian untuk mengontrol alarm Alarm merespon kontrol masukan On/O akan berbunyi saat On/O = 1 mati saat On/O = 0 Alarm berbunyi saat sensor membangkitkan sinyal tegangan positif (Set) jika terjadi event tidak diinginkan Diinginkan alarm tetap aktif (berbunyi) walaupun keluaran sensor tidak aktif (Set=0) Alarm dimatikan manual menggunakan kontrol Reset ini memerlukan elemen memori untuk mengingat bahwa alarm telah aktif hingga datangnya sinyal Reset http://didik.blog.undip.ac.id 7

Memori Menggunakan 2 buah NOT mempunyai 2 keadaan yang masing-masing akan berulang tanpa batas, yaitu Jika A = 0, maka B = A = 1 dan A = B = 0. selalu menghasilkan B = 1 Jika A = 1, maka B = A = 0 dan A = B = 1. selalu menghasilkan B = 0 http://didik.blog.undip.ac.id 8

Memori Terkontrol Menyediakan mekanisme mengubah keadaan rangkaian Load = 0, maka TG 2 aktif dan TG 1 tidak aktif (feedback) rangkaian (dan juga keluaran Y) tetap Jika Load = 1, maka TG 1 aktif dan TG 2 tidak aktif (update) Masukan Data akan memperbarui nilai A, sehingga nilai keluaran Y = Data berubah keadaannya sesuai Data http://didik.blog.undip.ac.id 9

Latch memori terkontrol di atas membentuk latch (pengunci) Latch merupakan elemen penyimpan 1-bit Untuk menyimpan 1-bit data/state diperlukan 1 buah latch Tipe latch berdasarkan fungsinya: latch set-reset (SR latch) SR latch tergerbang latch data (D latch) diaplikasikan untuk mengunci data masukan dan/atau keluaran suatu rangkaian lain Latch SR (Set-Reset) Latch SR Tergerbang Gated Latch D (Data) IC TTL Latch http://didik.blog.undip.ac.id 10

Latch SR Memori dengan Gerbang NOR latch dapat disusun menggunakan gerbang logika NOR (selain dengan TG) Masukannya, Set (S) dan Reset (R), digunakan untuk mengubah state/keadaan, Q, dari rangkaian tersebut membentuk latch SR Latch SR (Set-Reset) Latch SR Tergerbang Gated Latch D (Data) IC TTL Latch Perilaku rangkaian: Jika R=S=0, maka state tidak berubah (terkunci) Jika R=1 (S=0 atau S=1), maka state Q=0 Jika R=0 dan S=1, maka state Q=1 http://didik.blog.undip.ac.id 11

Latch SR dan Tabel Karakteristik dihubungkan secara cross-coupled Saat R=S=0, rangkaian tetap berada di state saat ini Baik (Q a = 0 dan Q b = 1) atau (Q a = 1 dan Q b = 0) Saat S=1 dan R=0, latch diset ke keadaan dimana Q a = 1 dan Q b = 0 Saat S=0 dan R=1, latch diset ke keadaan dimana Q a = 0 dan Q b = 1 Saat S=1 dan R=1, Q a = Q b = 0 Kondisi race Terjadi osilasi antara Q a = Q b = 0 dan Q a = Q b = 1 http://didik.blog.undip.ac.id 12 Latch SR (Set-Reset) Latch SR Tergerbang Gated Latch D (Data) IC TTL Latch

Analisis Waktu Latch SR Jika delay propagasi dari Q a dan Q b sama, osilasi di waktu t10 akan berlanjut secara tak terbatas Di rangkaian realnya, mungkin terdapat perbedaan dalam delay dan latch berada di salah satu dari 2 keadaan Tidak dapat ditentukan (kondisi race), yang lebih cepat mengunci keadaan Sehingga, kombinasi S=R=1 merupakan kombinasi yang tidak diijinkan di latch SR http://didik.blog.undip.ac.id 13 Latch SR (Set-Reset) Latch SR Tergerbang Gated Latch D (Data) IC TTL Latch

Recall: Sistem Kontrol Alarm Latch SR (Set-Reset) Latch SR Tergerbang Gated Latch D (Data) IC TTL Latch http://didik.blog.undip.ac.id 14

Latch SR Tergerbang Menambahkan Kontrol Enable Latch SR dasar mengubah statenya saat masukannya berubah Seringkali diinginkan untuk menambah satu sinyal enable ke latch SR dasar Sinyal enable diberikan oleh masukan Clk Digunakan untuk mengontrol kapan rangkaian dapat mengubah state-nya Saat Clk=0 state tidak berubah, saat Clk=1 state tergantung masukan S dan R Disebut sebagai gated SR latch Latch SR (Set-Reset) Latch SR Tergerbang Gated Latch D (Data) IC TTL Latch http://didik.blog.undip.ac.id 15

Gated SR Latch Diagram Pewaktuan Latch SR (Set-Reset) Latch SR Tergerbang Gated Latch D (Data) IC TTL Latch saat S=R=1 dihindari, menyebabkan keluaran tak dapat ditentukan Latch set saat Q=1 dan latch reset saat Q=0 http://didik.blog.undip.ac.id 16

Gated SR Latch dengan Gerbang NAND Masukan S dan R dibalik dibandingkan dengan rangkaian dengan gerbang AND Gerbang NAND memerlukan transistor lebih sedikit daripada gerbang AND Akan lebih banyak digunakan daripada Gated SR Latch dengan NOR http://didik.blog.undip.ac.id 17 Latch SR (Set-Reset) Latch SR Tergerbang Gated Latch D (Data) IC TTL Latch

Gated D (Data) Latch Latch dapat digunakan sebagai elemen memori untuk sistem alarm di contoh sebelumnya Gated latch lainnya adalah D latch Mempunyai sebuah masukan data, D Tidak akan terjadi kondisi race seperti latch RS Menyimpan nilai masukan dengan kontrol berupa sinyal clock Digunakan di rangkaian yang perlu menyimpan nilai Misalnya 'mengingat' nilai keluaran dari rangkaian adder/substractor Latch dapat dikatakan sebagai elemen penyimpan 1 bit data Diimplementasikan dengan 18 transistor CMOS Latch SR (Set-Reset) Latch SR Tergerbang Gated Latch D (Data) IC TTL Latch http://didik.blog.undip.ac.id 18

Gated D (Data) Latch Simbol, Tabel Karakteristik dan Diagram Pewaktuan Latch SR (Set-Reset) Latch SR Tergerbang Gated Latch D (Data) IC TTL Latch http://didik.blog.undip.ac.id 19

IC TTL Latch Nomor IC Deskripsi 74279 latch set-reset (quad), aktif rendah 74363/74373 latch data transparan dengan keluaran 3 keadaan (oktal) IC 74363/74373 Latch SR (Set-Reset) Latch SR Tergerbang Gated Latch D (Data) IC TTL Latch http://didik.blog.undip.ac.id 20

Struktur dan Fungsi 74363/74373 Latch SR (Set-Reset) Latch SR Tergerbang Gated Latch D (Data) IC TTL Latch http://didik.blog.undip.ac.id 21

Sensitivitas Sinyal Sensitivitas elemen storage: Level-sensitive dan Edge-triggered Level-sensitive: keluaran elemen dikontrol oleh level masukan clock (0 atau 1) Edge-triggered: keluaran elemen hanya berubah di titik transisi nilai clock Positive-edge: transisi sinyal clock dari 0 ke 1 Negative-edge: transisi sinyal clock dari 1 ke 0 Latch merupakan elemen penyimpan dengan sensitivitas level Selama clock clk = 1 nilai keluaran akan tergantung dari nilai masukan D Dalam satu periode clock bisa terjadi lebih dari 1 perubahan state keluaran Q Ini akan membedakannya dengan elemen penyimpan ip-op yang akan dibahas berikutnya http://didik.blog.undip.ac.id 22 Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL

latch (gated) merupakan level-sensitive State dapat berubah lebih dari sekali selama periode 'aktif' dari sinyal clock Untuk logika positif, periode aktif adalah saat clk=1. Dan sebaliknya penyimpan 1 bit Statenya berubah hanya sekali dalam satu periode clock Tipe: master-slave ip-op dan edge-triggered ip-op Jenis: DFF (data), TFF (toggle) dan JKFF Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 23

Master-slave D Dibentuk dari 2 buah gated D latch (38 transistor CMOS): sebagai master dan slave master mengubah statenya saat clock = 1 slave mengubah statenya saat clock = 0 Analisis diagram pewaktuan Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 24

Master-slave D : Perilaku Saat clock=1, master melihat nilai dari sinyal masukan D, slave tidak berubah Q m mengikuti perubahan D, dan Q s konstan Saat clock=0, master berhenti mengikuti perubahan nilai masukan D, sebaliknya slave merespon masukan Q m dan mengubah statenya Karena Q m tidak berubah selama clock=0, slave hanya mengubah statenya sekalis aja selama satu siklus clock Dari sudut pandang keluaran mengubah Q s (keluaran ip-op) di titik transisi negatif sinyal clock (perubahan dari 1 0) Disebut negative-edge-triggered D Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 25

Simbol dan Karakteristik DFF Transisi Turun Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 26

Efek Delay Propagasi Sebelumnya efek delay propagasi diabaikan Dalam prakteknya, delay ini perlu diperhatikan Di master-slave D ip-op (negative-edge) nilai D harus tidak berubah (stabil) saat clock berubah dari 1 ke 0 (transisi turun) Waktu minimum dimana sinyal D harus stabil sebelum transisi clock turun disebut setup time (t su) Waktu minimum dimana sinyal D harus stabil setelah transisi clock disebut hold time (t h ) Nilai tipikal di CMOS: t su = 3ns dan t h = 2ns Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id Untuk positive-edge triggered? 27

Positive-Edge-triggered DFF berfungsi sama dengan master-slave D ip-op dapat dibentuk dengan 6 gerbang NAND (24 transistor) Saat clock = 0, keluaran gerbang 2 dan 3 tinggi P1 = P2 = 1, keluaran latch tidak berubah, berada di present statenya P3 = D dan P4 = D Saat clock = 1, nilai P3 dan P4 ditransmisikan lewat gerbang 2 dan 3 P2 = D dan P1 = D, sehingga Q = D dan Q = D http://didik.blog.undip.ac.id 28 Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL

Perilaku Positive DFF Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 29

Disiplin Pewaktuan Untuk dapat beroperasi dengan reliabel, P3 dan P4 harus stabel saat clock berubah dari 0 ke 1 (transisi naik) Setup time dari ip-op sama dengan delay dari masukan D lewat gerbang 4 dan 1 ke P3 Hold time diberikan oleh delay lewat gerbang 3, sebab sekali P2 stabil, perubahan di D tidak akan berpengaruh (mengubah state) Harus dipastikan bahwa setelah clock berubah ke 1, setiap perubahan di D tidak akan mempengaruhi keluaran latch selama clock=1 Kasus 1: jika D=0 saat transisi naik clock, maka P2=0 yang akan membuat keluaran gerbang 4 sama dengan 1 selama clock=1, apapun nilai dari masukan D Kasus 2: jika D=1 saat transisi naik clock, maka P1=0 yang memaksa keluaran gerbang 1 dan 3 sama dengan 1, apapun nilai dari masukan D Sehingga, ip-op akan mengabaikan perubahan masukan D selama clock=1 http://didik.blog.undip.ac.id 30 Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL

Edge-triggered Positive-edge dan Negative-edge D Dua tipe rangkaian: positive-edge triggered D ip-op rangkaian merespon di transisi positif sinyal clock negative-edge triggered D ip-op rangkaian merespon di transisi negatif sinyal clock Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 31

Membandingkan Data Latch, Positive-edge DFF dan Negative-edge DFF storage: Level-sensitive, positive-edge-sensitive, dan negative-edge-sensitive Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 32

Masukan Preset dan Clear di DFF Diinginkan untuk mengeset sebuah ip-op (Q = 1) atau meng-clear-kannya (Q = 0) umumnya mempunyai masukan preset dan clear Input ini asinkron (tidak tergantung dari sinyal clock) Keluaran Q berubah seketika saat preset atau clear aktif (active-low) Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL posedge triggered DFF Jika Preset = 0, keluaran Q = 1 negedge triggered DFF Jika Clear = 0, keluaran Q = 0 http://didik.blog.undip.ac.id 33

Masukan Preset dan Clear Negative-edge-trigerred DFF (transisi turun) Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 34

Simbol DFF Transisi Turun, Preset, Clear Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 35

Masukan Preset dan Clear Posedge-triggered D with Preset and Clear Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 36

Simbol DFF Transisi Naik, Preset, Clear Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 37

Toggle (T) Menggunakan sebuah posedge D ip-op dan rangkaian logika untuk mendrive masukannya Feedback membuat sinyal masukan D sama dengan nilai Q atau Q di bawah kontrol sinyal T Saat T = 1 state rangkaian 'toggle' saat transisi clock naik Saat T = 0 statenya tetap Digunakan sebagai elemen di rangkaian pencacah Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 38

dan Diagram Pewaktuan TFF Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 39

Simbol dan Fungsi TFF Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 40

JK JK dapat diturunkan dari ip-op D, dengan menggunakan 2 masukan J dan K, sehingga D = JQ + K Q JK mengkombinasikan perilaku ip-op SR dan ip-op T J = S dan K = R untuk semua nilai, kecuali untuk J = K = 1 (ip-op SR) Jika J=K=1, ip-op menbalik (toggle) statenya seperti ip-op T Dapat digunakan sebagai storage seperti DFF dan SR FF. Dan juga T FF dengan menghubungkan J dan K sebagai T Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 41

dan Diagram Pewaktuan JKFF Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 42

Simbol dan Fungsi TFF Dapat digunakan sebagai elemen penyimpan 1 bit DFF: menghubungkan Data ke masukan J dan Data ke masukan K TFF: menghubungkan Toggle ke J dan K Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 43

IC TTL Nomor IC Deskripsi 7474 DFF transisi naik dengan preset dan clear (dual) 7476 JKFF dengan preset dan clear (dual) 7479 DFF (dual) 74112 JKFF transisi turun dengan preset dan clear (dual) 74173 DFF dengan keluaran tiga keadaan (quad) 74174 DFF dengan clear (hex) 74574/74874 DFF dengan keluaran tiga keadaan (oktal) Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 44

IC 7474 Dual D-type Positive-Edge-Trigerred Flip-Flops with Preset and Clear Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 45

IC 7474: dan Fungsi Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 46

IC 74574: 8 DFF Transisi Naik, Tiga Flip-Flop Data (DFF) Toggle (T) JK (JKFF) IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 47

Sebuah DFF dapat menyimpan 1 bit data n bit dibentuk dari n buah DFF masukan Clk digunakan secara bersama oleh tiap DFF penyusunnya DFF dapat digunakan untuk membentuk register data dan register geser data digunakan untuk menyimpan data Data yang tersimpan di register bersifat sementara (volatile) Data Geser IC TTL geser digunakan dalam operasi pergeseran bit serta dalam konversi data serial ke paralel dan data paralel ke serial http://didik.blog.undip.ac.id 48

Data Data n-bit tersusun atas n buah ip-ip untuk menyimpan n-bit data Perilaku register data n bit transisi naik Untuk setiap DFF, Q = D saat transisi naik Clk Keluaran Q(t + 1) = Q(t) atau tetap saat kondisi Clk lainnya data di prosesor: register akumulator, register status, register alamat, register instruksi, register data serial terima (RX)/kirim (TX) Contoh penggunaan register: Data Geser IC TTL Menahan/menyimpan (hold) sebuah keluaran nilai data dari suatu rangkaian aritmatika Menahan/menyimpan (hold) nilai pencacah dalam rangkaian counter/pencacah http://didik.blog.undip.ac.id 49

Data 4 Bit Data Geser IC TTL Saat transisi naik Clk, register akan bernilai Q[3 : 0] = D[3 : 0] http://didik.blog.undip.ac.id 50

Geser Merupakan sebuah register yang dapat menggeser isinya sejauh 1 bit perclock Bisa geser ke kanan atau ke kiri geser kiri Data Geser IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 51

Geser Kiri Data digeser ke kiri secara serial menggunakan masukan In Isi dari tiap ip-op ditransfer ke ip-op berikutnya di tiap transisi naik sinyal clock Q3 Q2 Q1 Q0 In t0 0 0 0 0 1 t1 0 0 0 1 0 t2 0 0 1 0 1 t3 0 1 0 1 1 t4 1 0 1 1 1 t5 0 1 1 1 0 t6 1 1 1 0 0 t7 1 1 0 0 0 Data Geser IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 52

Geser Kanan dengan Akses Paralel Tipe transfer data di sistem komputer transfer paralel: trasfer n-bit data sekaligus transfer serial: transfer 1-bit bit dalam satu waktu Untuk mentransfer data secara serial, data diletakkan dalam suatu register secara paralel (dalam waktu 1 siklus clock) dan digeser keluar satu bit dalam satu waktu Disebut sebagai konversi data parallel-ke-serial Jika bit-bit diterima secara serial, setelah n siklus clock, isid ari register dapat diakses secara paralel sebagai sebuah data n-bit Disebut sebagai konversi data serial-ke-paralel Data Geser IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 53

Geser dengan Akses Paralel Data Geser IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 54

IC TTL Nomor IC Deskripsi 74164 register geser 8 bit, keluaran paralel, masukan clear asinkron 74165 register geser 8 bit, masukan paralel, dengan keluaran komplementer 74166 register geser 8 bit, masukan paralel 74194/74195 register geser universal dua arah (bidireksional) 4 bit 74198 register geser universal dua arah (bidireksional) 8 bit 74273 register 8 bit dengan reset 74278 register prioritas 4 bit, dapat di-kaskade, masukan data terkunci 74299 register geser universal dua arah (bidireksional) 8 bit, keluaran tiga-keadaan 74374 register oktal dengan keluaran tiga-keadaan 74377 register 8 bit dengan kontrol enable detak http://didik.blog.undip.ac.id 74396 register oktal, akses @2014,Eko paraleldidik 55 Data Geser IC TTL

74164: Geser 8 Bit, SerIn/ParOut Data Geser IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 56

74165/74166: Geser 8 Bit, Load Paralel Data Geser IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 57

74165/74166: Perilaku Data Geser IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 58

74299: Geser Universal 8 Bit Data Geser IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 59

Operasi IC 74299 1. SIPO (serial-in parallel-out), register diisi dengan data serial 1 bit dalam satu waktu dan data yang tersimpan di register tersedia sebagai keluaran paralel 2. SISO (serial-in serial-out), data digeser secara serial dari masukan ke keluaran serial, 1 bit dalam satu waktu 3. PISO (parallel-in serial-out), register diisi dengan data paralel n bit dan isi register digeser keluar secara serial 1 bit dalam satu waktu 4. PIPO (parallel-in parallel-out), register diisi dengan data paralel n bit dan isi register dapat tersedia sebagai keluaran paralel http://didik.blog.undip.ac.id 60 Data Geser IC TTL

IC 74374: Data 8 Bit Data Geser IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 61

IC 74374: Data 8 Bit Data Geser IC TTL http://didik.blog.undip.ac.id 62

Pencacah counter ini dapat digunakan melakukan beberapa fungsi, misalnya Menghitung kejadian dari suatu event Membangkitkan interval waktu untuk mengontrol pekerjaan-pekerjaan (task) di sistem digital Menghitung waktu mundur antar event Menyediakan alamat baru di pencacah program (PC) counter yang paling sederhana dapat dibuat dengan menggunakan ip-op T ip-op T secara natural cocok untuk diimplementasikan di operasi pencacahan Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah http://didik.blog.undip.ac.id 63

dan Asinkron Pencacah asinkron dibentuk dengan memberikan sinyal Clk ke terminal detak satu ip-op Masukan detak untuk ip-op berikutnya diperoleh dari keluaran ip-op sebelumnya (efek serupa RCA) Lambat karena sumber Clk merambat dari satu ip-op ke ip-op lainnya Pencacah sinkron dibentuk dengan memberikan sinyal Clk ke semua ip-op di waktu yang sama Semua ip-op menggunakan sumber detak yang sama Mempunyai respon yang lebih cepat daripada pencacah asinkron Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah http://didik.blog.undip.ac.id 64

Pencacah Naik dengan T Pencacah 3-bit yang dapat mencacah 0 sampai 7 atau pencacah module-8 Masukan clock untuk ketiga ip-op dikoneksikan secara kaskade pertama terkoneksi ke Clock berikutnya, sinyal clocknya didrive dari keluaran Q ip-op sebelumnya seperti ini disebut sebagai pencacah asinkron atau pencacah ripple Masukan T tiap ip-op dikoneksikan ke konstan 1 State tiap ip-op akan dibalik (toggle) setiap transisi naik clocknya Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah http://didik.blog.undip.ac.id 65

Diagram Pewaktuan Pencacah Naik Nilai Q0 akan toggle setiap clock cycle Perubahan terjadi setelah transisi naik sinyal clock Nilai Q1 akan toggle setelah transisi turun dari Q0, demikian juga Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah Q2 Nilai Q2Q1Q0 menunjukkan nilai pencacahnya http://didik.blog.undip.ac.id 66

Pencacah Turun dengan T Mirip dengan rangkaian pencacah naik, kecuali masukan clock ip-op kedua dan seterusnya berasal dari keluaran Q ip-op sebelumnya Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah http://didik.blog.undip.ac.id 67

Diagram Pewaktuan Pencacah Turun Nilai Q0 akan toggle setiap clock cycle Perubahan terjadi setelah transisi naik sinyal clock Nilai Q1 akan toggle setelah transisi naik dari Q0, demikian juga Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah Q2 Nilai Q2Q1Q0 menunjukkan nilai pencacahnya http://didik.blog.undip.ac.id 68

Latihan Desain pencacah naik/turun 3-bit menggunakan ip-op T. Sebuah masukan kontrol Up/Down harus disertakan. Jika Up/Down = 0 rangkaian berfungsi sebagai pencacah naik. Jika Up/Down = 1 rangkaian berfungsi sebagai pencacah turun. Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah http://didik.blog.undip.ac.id 69

Dapat dibentuk dengan TFF Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah http://didik.blog.undip.ac.id 70

Perilaku Pencacah Naik masukan T tiap TFF akan bernilai sebagai berikut: T0 = 1 T1 = Q0 T2 = Q0Q1 T3 = Q0Q1Q2 Implementasi rangkaian pencacah sinkron tersebut membutuhkan gerbang AND. Masukan T0 dihubungkan logika 1, sehingga Q0 akan membalik setiap transisi naik Clk Masukan T1 dihubungkan dengan Q0 Masukan T2 membutuhkan gerbang AND-2 untuk memperoleh Q0Q1 Masukan T3 membutuhkan gerbang AND-3 untuk memperoleh Q0Q1Q2 Masalah fan-in: pencacah n bit akan membutuhkan gerbang AND n 1 http://didik.blog.undip.ac.id 71 Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah

Faktorisasi untuk mengatasi fan-in T 0 = 1 T 1 = Q 0 T 2 = T 1 Q 1 T 3 = T 2 Q 2 Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah http://didik.blog.undip.ac.id 72

Diagram Pewaktuan Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah http://didik.blog.undip.ac.id 73

Pencacah Naik n-bit Untuk sebarang pencacah naik n bit, rangkaiannya dapat dibentuk dengan persamaan masukan T i sebagai berikut: T 0 = 1 T 1 = Q 0 T 2 = T 1 Q 1 T 3 = T 2 Q 2. Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah T n = T n 1 Q n 1 http://didik.blog.undip.ac.id 74

dengan Enable dan Clear Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah http://didik.blog.undip.ac.id 75

dengan DFF Pencacah akan mempunyai urutan nilai 0, 1, 2, 3,, 15, 0, 1, Nilai pencacah ini diberikan oleh keluaran DFF Q 3Q2Q1Q0 Pencacah akan aktif saat Enable = 1. Saat Enable = 0 maka nilai pencacah tidak berubah Nilai Q0 akan membalik (toggle) setiap transisi naik Clk. Agar Q0 membalik di transisi naik Clk berikutnya, maka nilai D0 harus bernilai Q0 saat Enable = 1. Persamaannya adalah D0 = Q0 Enable Nilai Q1 akan membalik setelah nilai Q0 = 1. Agar Q1 membalik di transisi naik Clk berikutnya, maka nilai D1 harus bernilai Q1 saat Q0 = 1 dan Enable = 1. Persamaannya adalah D1 = Q1 Q0 Enable Nilai Q2 akan membalik setelah nilai Q1Q0 = 11. Agar Q2 membalik di transisi naik Clk berikutnya, maka nilai D2 harus bernilai Q2 saat Q1 = 1, Q0 = 1 dan Enable = 1. Persamaannya adalah D2 = Q2 Q1 Q0 Enable Nilai Q3 akan membalik setelah nilai Q2Q1Q0 = 111. Agar Q3 membalik di transisi naik Clk berikutnya, maka nilai D3 harus bernilai Q3 saat Q2 = 1, Q1 = 1, Q0 = 1 dan Enable = 1. Persamaannya adalah D3 = Q3 Q2 Q1 Q0 Enable Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah http://didik.blog.undip.ac.id 76

dengan DFF D 0 = Q 0 Enable D 1 = Q 1 Q 0 Enable D 2 = Q 2 Q 1 Q 0 Enable D 3 = Q 3 Q 2 Q 1 Q 0 Enable Untuk pencacah yang lebih besar, masukan D di tiap DFF bernilai D i = Q i Q i 1 Q i 2 Q 1 Q 0 Enable > masalah fan-in D 0 = Q 0 Enable D 1 = Q 1 Q 0 Enable D 2 = Q 2 Q 1 (Q 0 Enable) D 3 = Q 3 Q 2 (Q 1 Q 0 Enable) http://didik.blog.undip.ac.id 77 Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah

DFF Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah http://didik.blog.undip.ac.id 78

dengan Load Paralel Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah http://didik.blog.undip.ac.id 79

IC TTL Pencacah Nomor IC Deskripsi 7493 4-bit binary counter 74161 synchronous 4-bit binary counter with asynchronous clear 74163 synchronous 4-bit binary counter with synchronous clear 74169 synchronous 4-bit up/down binary counter 74177/74197 presettable binary counter/latch 74191 synchronous up/down binary counter 74193 synchronous up/down binary counter with clear 74393 dual 4-bit binary counter 74453 dual binary counter, synchronous 74455 dual binary up/down counter, synchronous, preset input 74461 8-bit presettable binary counter with three-state outputs 74491 10-bit binary up/down counter with limited preset and three-state outputs http://didik.blog.undip.ac.id 80 Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah

IC 74393: Dual Pencacah Asinkron 4 Bit Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah http://didik.blog.undip.ac.id 81

IC 74393: Fungsi Logika Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah http://didik.blog.undip.ac.id 82

IC 74193: Dual 4 Bit, Naik/Turun Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah http://didik.blog.undip.ac.id 83

IC 74193: Fungsi Logika Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah http://didik.blog.undip.ac.id 84

IC 74193: Perilaku Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah http://didik.blog.undip.ac.id 85

n x 4 Bit Menggunakan 74193 Pencacah Asinkron dengan DFF IC TTL Pencacah http://didik.blog.undip.ac.id 86

Kuliah Yang telah kita pelajari hari ini: rangkaian sekuensial berupa latch dan ip-op: Latch: RS-latch, D-latch, gated latch : master-slave D ip-op, edge-trigerred ip-op, T ip-op dan JK ip-op Perbedaan antara latch dan ip-op dan pencacah data dan register geser Pencacah asinkron dan sinkron Yang akan kita pelajari di pertemuan berikutnya adalah tentang perancangan rangkaian sekuensial menggunakan diagram keadaan (Moore) Pelajari: http://didik.blog.undip.ac.id/2014/ 02/25/tkc205-sistem-digital-2013-genap/ http://didik.blog.undip.ac.id 87

Bacaan Lebih Lanjut 1. Bab 7: Stephen Brown and Zvonko Vranesic, Fundamentals of Digital Logic with Verilog/VHDL, 2nd Edition, McGraw-Hill, 2005 Tentang ip-op, register, pencacah dan prosesor sederhana 2. Datasheet CD4043BE (Texas): Quad Latch SR NOR. http://www.ti.com/lit/gpn/cd4043b 3. Datasheet CD4044BE (Texas), 54LS279, 74LS279: Quad Latch SR NAND. http://www.ti.com/lit/gpn/cd4044b 4. Datasheet SN74LS74A: Dual D-type Positive-Edge-Trigerred Flip-Flops with Preset and Clear. http://www.ti.com/lit/gpn/sn74ls74a http://didik.blog.undip.ac.id 88

Creative Common Attribution-ShareAlike 3.0 Unported (CC BY-SA 3.0) Anda bebas: untuk Membagikan untuk menyalin, mendistribusikan, dan menyebarkan karya, dan untuk Remix untuk mengadaptasikan karya Di bawah persyaratan berikut: Atribusi Anda harus memberikan atribusi karya sesuai dengan cara-cara yang diminta oleh pembuat karya tersebut atau pihak yang mengeluarkan lisensi. Atribusi yang dimaksud adalah mencantumkan alamat URL di bawah sebagai sumber. Pembagian Serupa Jika Anda mengubah, menambah, atau membuat karya lain menggunakan karya ini, Anda hanya boleh menyebarkan karya tersebut hanya dengan lisensi yang sama, serupa, atau kompatibel. Lihat: Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 Unported License Alamat URL: http://didik.blog.undip.ac.id/2014/02/25/tkc205- http://didik.blog.undip.ac.id sistem-digital-2013-genap/ 89