BAB III ANALISIS JALUR

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB XII ANALISIS JALUR (PATH ANALYSIS) APA SIH?

ANALISIS JALUR FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KRIMINALITAS DI KOTA MANADO PATH ANALYSIS OF FACTORS CAUSE CRIME IN MANADO

4 Departemen Statistika FMIPA IPB

KORELASI. menghitung korelasi antar variabel yang akan dicari hubungannya. Korelasi. kuatnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien korelasi.

BAB III METODE PENELITIAN. adalah untuk mengetahui kontribusi motivasi dan minat bekerja di industri

BAB IV SIMULASI PENGUKURAN KECEPATAN ALIRAN MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIK. tempuh gelombang ultrasonik antara waktu upstream dan downstream untuk

BAB 2 LANDASAN TEORI

UJI BILANGAN PRIMA DENGAN GENERATOR 6n 1 PRIME NUMBER TESTING USING GENERATORS 6n 1

1 ANGKET PERSEPSI SISWA TERH

Ade Reza Wijaya, Neva Satyahadewi, Setyo Wira Rizki INTISARI

JUMLAH GRUP BAGIAN DALAM DARAB LANGSUNG GRUP SIKLIS BERHINGGA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Contoh Proposal Skripsi Makalahmudah.blogspot.com

oleh seperangkat variabel X, maka persamaan di atas dinamakan persamaan struktural, dan modelnya disebut model struktural.

PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL. Sutriani Hidri. Ja faruddin. Syafruddin Side, ABSTRAK

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN. hasil. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2002:136) metode penelitian

S T A T I S T I K A OLEH : WIJAYA

PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL SUTRIANI HIDRI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. mengenai Identifikasi Variabel Penelitian, Definisi Variabel Penelitian,

BAB II METODE PENELITIAN. penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan

TINJAUAN KLASIK DAN RELATIVISTIK KESTABILAN ORBIT HAMPIR MELINGKAR DALAM MEDAN GAYA SENTRAL

MENENTUKAN KRITERIA PRIMA BERDASARKAN KONGRUEN LUCAS. Nani Anugrah Putri S 1, Sri Gemawati 2 ABSTRACT

III. METODE PENELITIAN. menggunakan kuesioner sebagai teknik pokok. Penelitian yang bersifat

BAB IV ANALISIS HUBUNGAN UMPAN BALIK DENGAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SMP NEGERI 9 BATANG

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN

DAFTAR ISI I. ALIRAN AIR DALAM TANAH (POMPA K) TEORI REMBESAN KONSOLIDASI DAN PENURUNAN STABILITAS LERENG. Mekanika Tanah II 0

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif,

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

Optimasi Non-Linier. Metode Numeris

HUBUNGAN PENGGUNAAN SUMBER BELAJAR DAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PENGUKURAN DASAR SURVEY

BAB 2 LANDASAN TEORI

PEBANDINGAN METODE ROBUST MCD-LMS, MCD-LTS, MVE-LMS, DAN MVE-LTS DALAM ANALISIS REGRESI KOMPONEN UTAMA

III. METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan verifikatif.

BAB III METODE PENELITIAN. identifikasi variabel penelitian, definisi operasional variabel penelitian, subjek

Pemodelan Lintasan Komet pada Tata Surya dengan Variasi Massa dan Posisi Ria Ananda a, Joko Sampurno a*, Boni P. Lapanporo a

Bahan Minggu II, III dan IV Tema : Kerangka acuan inersial dan Transformasi Lorentz Materi :

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Asosiatif dengan

log log. log q 1 log. log15

mungkin muncul adalah GA, GG, AG atau AA dengan peluang masing-masing

BAB II LANDASAN TEORI. Graf adalah kumpulan simpul (nodes) yang dihubungkan satu sama lain

a home base to excellence Mata Kuliah : Perancangan Struktur Baja Kode : TSP 306 Tekuk Torsi Lateral Pertemuan 9, 10

KORELASI ANTARA DUA KELOMPOK VARIABEL KUANTITATIF DALAM ANALISIS KANONIK

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dan koefisien korelasi parsial antara Y, X 2 apabila X 1 dianggap tetap, dinyatakan sebagai r y 2.1 rumusnya sebagai berikut:

2. Menentukan koleksi inti ubi kayu dan mengevaluasi kebaikan koleksi inti yang diperoleh. METODE. Data

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

3.1 TEOREMA DASAR ARITMATIKA

BAB. III METODE PENELITIAN. A.Identifikasi Variabel Penelitian. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

BAB III RANCANGAN PENELITIAN. tujuan utama yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk memperoleh

III. METODE PENELITIAN. ilmiah, apabila penelitian tersebut menggunakan metode atau alat yang tepat. dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.

MATA KULIAH MATEMATIKA TEKNIK 2 [KODE/SKS : KD / 2 SKS] Ruang Vektor

BAB 3 RUANG BERNORM-2

PELABELAN FUZZY PADA GRAF. Siti Rahmah Nurshiami, Suroto, dan Fajar Hoeruddin Universitas Jenderal Soedirman.

OSN 2014 Matematika SMA/MA

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder bersifat runtun waktu (time series)

KAJIAN MODEL HIDDEN MARKOV KONTINU DAN APLIKASINYA PADA HARGA GABAH KERING PANEN NUR FATHONI

II. TINJAUAN PUSTAKA. sebuah teknik yang baru yang disebut analisis ragam. Anara adalah suatu metode

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Bab ini membahas mengenai uraian dan analisis data-data yang

METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif. Karena

Identifikasi Tanda Tangan Berdasarkan Grid Entropy Menggunakan Multi Layer Perceptron

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BEBERAPA MODIFIKASI METODE NEWTON RAPHSON UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH AKAR GANDA. Supriadi Putra, M,Si

BAB IV ANALISIS DATA. analisis paired sample T-test yaitu Ada atau tidaknya Pengaruh Terapi Rational

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

Komponen Struktur Tekan

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian merupakan rencana atau metode yang akan ditempuh

MEKANIKA TANAH HIDROLIKA TANAH DAN PERMEABILITAS MODUL 3

ESTIMASI VARIANSI PADA PENARIKAN SAMPEL DUA TAHAP UNTUK DATA TIDAK LENGKAP. Sri Subanti Jurusan Matematika F.MIPA Universitas Sebelas Maret Surakarta.

ANALISIS KOVARIANS PADA RANCANGAN BUJUR SANGKAR LATIN DENGAN DATA HILANG SKRIPSI

PENCARIAN JALUR TERPENDEK MENGGUNAKAN ALGORITMA SEMUT

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis mengenai pengaruh service

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK

BAB 2 LANDASAN TEORI. Penyakit jantung koroner adalah kondisi patologis arteri koroner (aterosklerosis

PENGARUH MODEL PRODUK TERHADAP TINGKAT VOLUME PENJUALAN Studi Kasus Pada Telepon Selular Merek Nokia Pada PT. Bimasakti

BAB ELASTISITAS. Pertambahan panjang pegas

BAB IV APLIKASI PADA MATRIKS STOKASTIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGGUNAAN ANALISIS REGRESI LOGISTIK UNTUK MENCARI PROBABILITAS TURNOVER INTENTION BESERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

BAB IV PERHITUNGAN HARGA PREMI BERDASARKAN FUNGSI PERMINTAAN PADA TITIK KESETIMBANGAN

BAB III REGERSI COX PROPORTIONAL HAZARD. hidup salahsatunyaadalah Regresi Proportional Hazard. Analisis

Penentuan Nilai Ekivalensi Mobil Penumpang Pada Ruas Jalan Perkotaan Menggunakan Metode Time Headway

ANALISIS KORELASI. Konsep. Konsep (lanjutan) Arah hubungan. Agus Susworo Dwi Marhaendro

Liston Hasiholan 1) dan Sudradjat 2)

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

BAB III ANALISIS JALUR. Pendahuluan Analisis Jalu adalah suatu eluasan dai model egesi yang digunaan untu menguji ecocoan dai matis oelasi tehada dua atau lebih model ausal yang sedang dibandingan dan untu membeian enjelasan yang daat diteima dai oelasi yang diamati dengan membuat model-model hubungan sebab aibat antaa vaiabel. Teni ini etama ali dieenalan oleh Sewall Wight ada tahun 94 sebagai alat untu mengaji hubungan anta vaiabel dalam odusi tena. Namun eneaannya seaang meluas e bidang-bidang lain, seeti genetia teaan dan eonomi. Dalam analisis jalu tedaat bebeaa asumsi yang elu diehatian yaitu:. Hubungan antaa vaiabel haus meuaan hubungan linea dan aditif.. Semua vaiabel esidu tida memunyai oelasi satu sama lain.. Pola hubungan antaa vaiabel adalah eusif. 4. Vaiabel diuu dalam sala inteval. 5. Memilii multiolineaitas yang lemah, yang beati hubungan linea yang asti antaa vaiabel yang menjelasan dai model egesi memilii hubungan yang lemah. 6. Sesifiasi model yang teat untu menginteetasi oefisien jalu.

0. Diagam Jalu Aabila diunyai seeangat esamaan, yaitu: Y = f (X,,X q ;a,,a ) Y = f (X,,X q ;a,,a ) (.) M Y = f (X,,X q ;a,,a ) yang mengisyaatan hubungan ausal Y,,Y atas X,,X. Aabila setia vaiabel Y secaa uni eadaannya ditentuan atau disebaban oleh seeangat vaiabel X, maa esamaan itu disebut esamaan stutual, modelnya disebut model stutual dan gambaan yang memelihatan stutu hubungan ausal antaa vaiabel disebut dengan diagam jalu atau diagam alu (ath diagam). Pada saat menggambaan diagam jalu ada bebeaa ejanjian: a Hubungan anta vaiabel digambaan oleh ana anah yang bisa beeala tunggal atau single headed aow, ada yang beeala dua atau double headed aow. b Panah yang beeala satu menunjuan engauh. Jia ada (dua) buah vaiabel dan menuut teoi X memengauhi X maa gambanya adalah X X Gamba.. Pengauh X tehada X vaiabel yang digambaan ada ujung anah meuaan vaiabel aibat (esogenus), sedangan vaiabel yang etama digambaan disebut vaiabel enyebab (endogenus).

a. Hubungan sebab aibat meuaan hubungan yang mengiuti hubungan asimeti, tetai ada emunginan bahwa hubungan ausal itu menggambaan hubungan timbal bali. Jadi jia ada vaiabel X dan X. X bisa memengauhi X, atau X bisa memengauhi X. Gambanya adalah X X Gamba.. Hubungan timbal bali b. Bisa tejadi hubungan antaa X dan X meuaan hubungan oelatif, eadaan seeti ini anahnya beeala dua dan gambanya adalah X Gamba.. Hubungan oelatif c. Vaiabel lainnya yang tida bisa digambaan (tida bisa diuu) dielihatan oleh suatu vaiabel tetentu disebut esidu dan dibei simbol dengan ε. X Aabila diunyai model egesi linea ganda yang secaa matematia dinyataan dalam esamaan beiut ini : Y = β + β X + + β X + ε (.) 0... Andaian diunyai tiga buah vaiabel bebas yaitu X, X dan X, maa secaa stutual, model egesi daat digambaan dalam diagam jalu sebagai beiut:

X X Y X Gamba.4 Diagam jalu yang menyataan hubungan ausal dai X, X, X e Y Gamba.4 menunjuan bahwa dalam diagam jalu di atas tedaat tiga buah vaiabel esogenus, yaitu X, X, X dan sebuah vaiabel endogenus Y seta sebuah vaiabel esidu ε. Hubungan X dengan Y, X dengan Y, dan X dengan Y adalah hubungan ausal, sedangan hubungan X dengan X, X dengan X, dan X dengan X adalah hubungan oelasional. Bentu esamaan stutualnya adalah: Y = X + X + X + ε (.) YX YX YX. Koefisien Jalu Koefesien jalu adalah oefesien egesi standa atau disebut beta yang menunjuan engauh langsung dai suatu vaiabel enyebab tehada vaiabel aibat dalam suatu model jalu tetentu. Koefisien jalu dibei simbol ij dengan i menyataan aibat (vaiabel ta bebas) dan j menyataan enyebab (vaiabel bebas). (Sudjana 00: 97). Pehatian gamba.5.

X x x x ε X x x x ε X Gamba.5 Diagam Jalu Vaiabel X, X dengan X Pada gamba.5 uadat oefisien jalu ( X X ) menyataan engauh langsung dai X e X. Kuadat oefisien jalu ( X X ) menyataan engauh langsung dai X e X. Kuadat oefisien jalu( XX ) menyataan engauh langsung dai X e X, demiian ula uadat oefisien ( x ε ) dan ( x ε ) masing-masing menyataan engauh langsung dai vaiabel esidual ε e vaiabel X dan vaiabel esidual ε e vaiabel X. Selain engauh langsung, tedaat ula engauh tida langsung antaa vaiabel esogenus tehada vaiabel endogenus. Pada gamba diatas tedaat engauh tida langsung vaiabel X tehada vaiabel X melalui vaiabel X. Vaiabel X adalah vaiabel esogenus, dimana vaiabel ini diengauhi vaiabel yang tida masu dalam gamba.5. Aibatnya, anga bau z untu vaiabel bebas ini hanya dinyataan oleh suu esidual ε yani Z = ε. Pesamaan anga bau z untu vaiabel X adalah sebagai beiut:

4 Z = Z + ε. Peneaan yang sama untu vaiabel ta bebas X aan dieoleh sistem eusif beiut : Z Z = ε = Z + ε Z = Z + Z + ε (.) Kaena haga-haga vaiabel dinyataan dalam anga bau, maa untu n buah engamatan aan belau: hj Z hz j n i = = (.4) dimana adalah banyanya vaiabel. (Sudjana, 00:98-99). Dai sistem esamaan yang menghubungan ij dan ij daat dilihat adanya efe langsung dan ta langsung, misalnya = + dengan menggantian = sehingga dieoleh = + yang beati bahwa oefisien oelasi antaa X dan X tedii dai dua omonen yaitu efe langsung vaiabel X tehada tehada X melalui vaiabel X ( ) dan efe tida langsung vaiabel X X ( ) = =. Hal ini daat dilihat dai aah-aah ana anah dalam gamba.5. (Sudjana, 00:99-0). Besanya engauh total vaiabel esogen tehada endogen adalah enjumlahan besanya engauh langsung dengan besanya engauh tida langsung. Koefisien jalu adalah oefisien yang tida memunyai satuan, oleh aena itu secaa elatif bisa sealigus mengambil esimulan bahwa semain besa oefisien jalu maa secaa elatif semain besa ula engauh yang dibeian vaiabel itu.

5.4 Peneaan Konse Matis Dalam Analisis Jalu Peneaan onse matis dalam analisi jalu betujuan untu menyedehanaan enulisan esamaan yang dihasilan oleh diagam jalu dan mememudah ehitungan untu mencai oefisien-oefisien jalu. Pehatian model esamaan eusif beiut: Y = Z + Z + + Z + ε ε (.5) si Y i Y i... Y i Y s Keteangan: Y si : Vaiabel ta bebas (Y) dalam anga bau Z : Koefisien jalu dai Yi ji Z ji e Y Z : Vaiabel bebas ( X ) dalam anga bau ji ji Y ε : Koefisien jalu dai ε e Y ε s : Vaiabel esidual dalam anga bau Z Y Y Z Y Y M Y Z Gamba.6 Diagam Jalu Multiel dengan Vaiabel Esogenus

6 Dai esamaan model egesi ada esamaan (.5) didaatan hubungan oelasi antaa Y dan Z. Y Yi i i= ρ = o(y,z ) = ov( Z Z ) (.6) Bedasaan esamaan (.5) dan (.6) didaatan hubungan ρ = ρ =,,, (.7) Y Yi i i= Misalan ρ ZY = [ ρy ρ Y... ρ Y ], ZZ { i} ρ = ρ meuaan matis uadat beuuan, dan Y = [ Y Y... Y ]. Pesamaan (.7) daat ditulis dalam notasi matis sebagai beiut: ρ ZY =ρzz Y (.8) aena matis - ρ ZZ meuaan matis nonsingula maa - Y =ρzz ρ ZY (.9) Untu mendaatan oefisien jalu vaiabel esidual, esamaan (.5) diambil nilai vaiansnya sebagai beiut: = Va(Y) = Va( Z + ε) i= Yi i Yε = i= = Yiρi Y + suu Yε (.0) = Yi + Yiρi Y + suu Yε i= i= =i+ ' - Yε = -ρ ZYρ ZZρ ZY ' = -ρ ZY Y

7 Ini adalah oefisien jalu uadat ( Yε ) bebas. (Johnson, 98:49-5). dai vaiabel esidual e vaiabel ta.5 Menghitung Koefisien Jalu Langah eja yang dilauan untu menghitung oefisien jalu adalah :. Gambaan dengan jelas diagam jalu yang menceminan oosisi hioteti yang diajuan, lenga dengan esamaan stutualnya sehingga bisa tama jelas vaiabel aa saja yang meuaan vaiabel esogenus dan aa yang menjadi vaiabel endogenusnya.. Menghitung matis oelasi anta vaiabel. X X L XX u X X L X Xu = M M O M X u X Xu X L. Identifiasi sub-stutu dan esamaan yang aan dihitung oefisien jalunya. Misalan tedaat buah vaiabel esogenus, dan sebuah vaiabel endogenus X u yang dinyataan oleh esamaan : X = X + X +... + X + ε u X u X X u X X u X Kemudian hitung matis oelasi anta vaiabel esogenus yang menyusun sub-stutu tesebut X X L XX X X L X X = M M O M X X X X L

8 4. Menghitung matis inves oelasi vaiabel esogenus, dengan C C L C C L C O M C = 5. Menghitung oefisien jalu, dimana i =,,, ; X u X j Xu X C C L C X u X Xu X C C Xu X = L L O M L C Xu X X u X Untu mendaatan oefisien jalu esidual digunaan esamaan R YX... X + Y ε = = ε R Y YX... X dalam hal ini = YX... X YX i YX i i= R sedangan R YX... X meuaan oefisien yang menyataan deteminasi total dai semua vaiabel enyebab tehada vaiabel aibat.

9.6 Pengujian Koefisien Jalu Data yang digunaan untu menguji hiotesis osetual yang diemuaan dalam suatu enelitian meuaan data yang beasal dai sebuah samel beuuan n, sebelum mengambil esimulan mengenai hubungan ausal yang telah digambaan dalam diagam jalu, telebih dahulu diuji ebeatian untu setia oefisien jalu yang telah dihitung. Diagam jalu yang dieoleh bisa meuaan gambaan dai egesi linea ganda dan bisa juga dai egesi linea sedehana. Aabila diagam jalu yang dieoleh meuaan gambaan dai egesi linea ganda, maa engujian mengenai oefisien jalu ini dilauan dalam dua taha yaitu :. Secaa individu. Secaa eseluuhan.6. Pengujian Secaa Individual Untu mengetahui YX i yang mana sama dengan nol, atau untu menguji hiotesis onsetual yang diajuan, maa dilauan engujian secaa individual. Hiotesis statisti yang aan diuji H : 0 0 YX i = melawan H : 0 YX i Bentu hiotesis di atas tegantung ada hiotesis onsetual yang diajuan. Statisti uji yang digunaan ada engujian secaa individual adalah

0 t = YX i ( R... ) YXX X ii n C dimana : i =,,, = banyanya vaiabel esogenus dalam substutu yang sedang diuji mengiuti tabel distibusi t, dengan deajat bebas = n iteia engujian : H 0 ditola jia nilai hitung t lebih besa dai nilai tabel t. ( t0 ttabel( n ) ) >. (Niwana, 994:7).6. Pengujian Secaa Keseluuhan Hiotesis ada engujian secaa eseluuhan ini adalah : H :... 0 0 = = = = YX YX YX H seuang-uangnya ada sebuah 0 : YX i Statisti uji yang digunaan ada oefisien jalu secaa eseluuhan identi dengan menguji oefisien egesi secaa eseluuhan, yaitu : F = ( ) n R YX X... X ( RYX X... X ) Statisti uji di atas mengiuti distibusi F-Snedeco dengan deajat bebas υ = dan υ = n. (Niwana,994:5).

.7 Besanya Pengauh Vaiabel Esogenus tehada Vaiabel Endogenus Pengauh yang diteima oleh sebuah vaiabel endogenus dai dua atau lebih vaiabel esogenus, daat secaa sendii-sendii mauun secaa besama-sama. Pengauh secaa sendii-sendii (asial), bisa engauh langsung, bisa juga beua engauh tida langsung, yaitu melalui vaiabel esogenus yang lainnya. Menghitung besanya engauh langsung, engauh tida langsung seta engauh total vaiabel esogenus tehada vaiabel endogenus secaa asial, daat dilauan dengan umus : a. Besanya engauh langsung vaiabel esogenus tehada vaiabel endogenus sama dengan x ux i xu xi b. Besanya engauh tida langsung vaiabel esogenus tehada vaiabel endogenus sama dengan x u x i xu x i xu xi c. Besanya engauh total vaiabel esogenus tehada vaiabel endogenus adalah enjumlahan besanya engauh langsung dengan besanya engauh tida langsung = [ ] + [ ] xu xi xu xi xu xi xu xi xu xi