PROGRAM MAGISTER TEKNIK SIPIL UNLAM

dokumen-dokumen yang mirip
ASSIGNMENT MODEL MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-12

ASSIGNMENT MODEL MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-10. Riani Lubis Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

ASSIGNMENT MODEL. Pertemuan Ke-10. Riani Lubis. Universitas Komputer Indonesia

#8 Operation Research : Assignment

Operations Management

TEKNIK RISET OPERASI UNDA

TRANSPORTASI & PENUGASAN

Azwar Anas, M. Kom 11/1/2016. Azwar Anas, M. Kom - STIE-GK Muara Bulian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berhubungan dengan pendistribusian barang dari sumber (misalnya, pabrik) ke

MODIFIKASI METODE HUNGARIAN UNTUK PENYELESAIAN MASALAH PENUGASAN

Metode Transportasi. Muhlis Tahir

PERTEMUAN 12 KEMEROSOTAN (DEGENERACY)

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Bab 5 Masalah Penugasan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

Pemodelan Programasi Linier dan Solusi Manual Model Assignment

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc. Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jambi

Pencapaian Biaya Minimum Menggunakan Metode Hungarian Dan Daftar Kombinasi

BAB II LANDASAN TEORI

BAB VII METODE TRANSPORTASI

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Program Linier (Linear Programming)

BAB 2 LANDASAN TEORI

Materi #13. TKT306 Perancangan Tata Letak Fasilitas T a u f i q u r R a c h m a n

PERTEMUAN 10 METODE PENDEKATAN VOGEL / VOGEL S APPROXIMATION METHOD (VAM)

Pembahasan Materi #14

TRANSPORTASI APROKSIMASI VOGEL

MODEL TRANSPORTASI - I MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-7. Riani Lubis Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

Team Dosen Riset Operasional Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

MODEL TRANSPORTASI - I MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-6

Penentuan Solusi Optimal MUHLIS TAHIR

MODEL TRANSPORTASI MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-12 & 13. Riani Lubis Jurusan Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

OPTIMALISASI PENDAPATAN PADA CV. PALUNESIA COLLECTION TEAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE HUNGARIAN

Metode Transportasi. Rudi Susanto

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 5 MASALAH PENUGASAN

MASALAH PENUGASAN PENDAHULUAN

Model Transportasi /ZA 1

MODEL TRANSPORTASI OLEH YULIATI, SE, MM

Area Pasar. Gambar 1. Alokasi Masalah/Metode Penugasan

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem dan Model Pengertian sistem Pengertian model

BAB III MODEL TRANSPORTASI. memperkecil total biaya distribusi (Hillier dan Lieberman, 2001, hlm. 354).

Riset Operasional TABEL TRANSPORTASI. Keterangan: S m = Sumber barang T n = Tujuan barang X mn = Jumlah barang yang didistribusikan

OPERATIONS RESEARCH. Industrial Engineering

biaya distribusi dapat ditekan seminimal mungkin

Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc. Program Magister Agribisnis Universitas Jambi

MODEL TRANSPORTASI. Sesi XI : Model Transportasi

Model Distribusi. Angkutan Barang. Jurusan Teknik Sipil FTSP UII Yogyakarta. Staf Pengajar Bidang Transportasi. Oleh : Ir. Rizki Budi Utomo, MT

MASALAH TRANSPORTASI

BAB 2 LANDASAN TEORI

Operations Management

Makalah Riset Operasi tentang Metode Transportasi

PENGGUNAAN ALGORITMA HUNGARIAN DALAM MENYELESAIKAN PERSOALAN MATRIKS BERBOBOT

Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc. Program Magister Agribisnis Universitas Jambi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

METODE TRANSPORTASI Permintaan Masalah diatas diilustrasikan sebagai suatu model jaringan pada gambar sebagai berikut:

TRANSPORTATION PROBLEM. D0104 Riset Operasi I Kuliah XXIII - XXV

Riset Operasional LINEAR PROGRAMMING

Minggu II Lanjutan Matriks

PENGOPTIMALAN BIAYA DISTRIBUSI BARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE TRANSPORTASI PADA PT. YUSINDO MITRA PERSADA

BAB 2 LANDASAN TEORI

METODE MAX MIN VOGEL S APPROXIMATION METHOD UNTUK MENEMUKAN BIAYA MINIMAL PADA PERMASALAHAN TRANSPORTASI

Modul 10. PENELITIAN OPERASIONAL MODEL TRANSPORTASI. Oleh : Eliyani PROGRAM KELAS KARYAWAN PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

TRANSPORTATION PROBLEM

Metode Penugasan. Iman P. Hidayat

Tentukan alokasi hasil produksi dari pabrik pabrik tersebut ke gudang gudang penjualan dengan biaya pengangkutan terendah.

Masalah Penugasan (Assignment Problem) Bentuk khusus metode transportasi

MANAJEMEN LOGISTIK & SUPPLY CHAIN MANAGEMENT KULIAH 4: MERANCANG JARINGAN SUPPLY CHAIN (LANJUTAN)

SOLUSI PENCAPAIAN BIAYA MINIMUM BAGI PASANGAN LIMA PEKERJAAN DAN LIMA MESIN MENGGUNAKAN METODE HUNGARIAN

MASALAH PENUGASAN (ASSIGNMENT PROBLEMS)

Manajemen Sains. Model Penugasan (Assignment Modelling) Eko Prasetyo Teknik Informatika Univ. Muhammadiyah Gresik 2011

TRANSPORTASI NORTH WEST CORNER (NWC)

Manajemen Sains. Eko Prasetyo. Teknik Informatika UMG Modul 6 MODEL PENUGASAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

METODE VOGEL S APPROXIMATION (VAM) METODE TRANSPORTASI

EFISIENSI BIAYA DISTRIBUSI DENGAN METODE TRANSPORTASI

PENELITIAN OPERASIONAL PERTEMUAN #9 TKT TAUFIQUR RACHMAN PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI

Masalah Penugasan. Tujuan : Memahami dan membuat formulasi model dari permasalahan alokasi sumber daya yang ada dan solusinya

PENGGUNAAN METODE MAXIMUM SUPPLY WITH MINIMUM COST UNTUK MENDAPATKAN SOLUSI LAYAK AWAL MASALAH TRANSPORTASI

Pengubahan Model Ketidaksamaan Persamaan

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Model dan Metode Transportasi

TRANSPORTASI LEAST COST

BAB III. Persoalan Penugasan Multi Kriteria

Metode Kuantitatif Manajemen, Kelompok 5, MB IPB E49, 2014 OPERATION RESEARCH - TRANSPORTATION MODELS. Presented by Group 5 E49

VISUALISASI TEORI OPTIMALISASI BIAYA TRANSPORTASI UNTUK PEMBELAJARAN RISET OPERASI

Pokok Bahasan VI Metode Transportasi METODE TRANSPORTASI. Metode Kuantitatif. 70

OPTIMALISASI MASALAH PENUGASAN MENGGUNAKAN METODE HUNGARIAN (Studi kasus pada PT Pos Indonesia (Persero) Pontianak)

Model Transportasi 1

BAB II KAJIAN TEORI. yang diapit oleh dua kurung siku sehingga berbentuk empat persegi panjang atau

PENDEKATAN BARU UNTUK PENYELESAIAN MASALAH TRANSPORTASI SOLID ABSTRACT

#6 METODE TRANSPORTASI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

2. Metode MODI (Modified Distribution) / Faktor Pengali (Multiplier)

Metode Simpleks M U H L I S T A H I R

Penggunaan Metode Transportasi Dalam...( Ni Ketut Kertiasih)

Lembar Kerja Mahasiswa

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

MODEL TRANSPORTASI MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-11

BAB 2 LANDASAN TEORI

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

Transkripsi:

Bahan kuliah Riset Operasional ASSIGNMENT MODELING Oleh: Darmansyah Tjitradi, MT. PROGRAM MAGISTER TEKNIK SIPIL UNLAM 2005 1

Background Assignment Modeling Metode ini dikembangkan oleh seorang berkebangsaan Hungaria bernama D. Konig pada tahun 1916, metode ini disebut juga Hungarian Method. Assignment Modeling merupakan salah satu pengembangan Linear Programming, namun mengalami modifikasi yang penyelesaiannya serupa dengan penyelesaian Metode Vogel s Approximation (VAM) di permodelan Transportasi. Metode ini disebut juga dengan Metode Penugasan. 2

Background Assignment Modeling Metode ini secara umum berhubungan dengan personalia dan sumber daya manusia. Penentuan tiap personil untuk mengerjakan suatu tugas mempunyai beban biaya tertentu. Prinsip: Untuk menerapkan metode ini jumlah sumber yang ditugaskan harus sama persis dengan tugas yang harus diselesaikan, dan satu sumber untuk satu tugas. Berarti terdapat n sumber yang mempunyai n tugas. Ada n! (n faktorial) penugasan yang mungkin dalam suatu permasalahan. 3

Model penugasan merupakan kasus khusus dari model transportasi, di mana sejumlah m sumber ditugaskan kepada sejumlah n tujuan (satu sumber untuk satu tujuan) sedemikian sehingga didapat ongkos total yang minimum. Biasanya yang dimaksud dengan sumber ialah pekerjaan (atau pekerja) (Supply). Sedangkan yang dimaksud dengan tujuan ialah mesin-mesin (Demand). Jadi, dalam hal ini, ada m pekerjaan yang ditugaskan pada n mesin, di mana apabila pekerjaan i (1,2,3,, m) ditugaskan kepada mesin j (1,2,3,, n) akan muncul ongkos penugasan C ij. 4

Tabel Umum Model Penugasan: Demand C 11 C 12 C 1n Supply C 21 C 22 C 2n......... C m1 C m2 C mn X ij = 0, jika pekerjaan ke-i tidak ditugaskan pada mesin ke-j 1, jika pekerjaan ke-i ditugaskan pada mesin ke-j 5

Bentuk Linear Programming: Maksimum/Minimumkan: Z = m n i= 1 j= 1 C ij X ij Kendala: m i= 1 n j= 1 X ij X ij = 1, i = 1,2,3, L,m = 1, j = 1,2,3, L,n Dan X ij = 0 atau 1 Dimana C ij adalah tetapan yang telah diketahui 6

Model Penugasan masalah Minimasi Misalnya: Suatu perusahaan ingin menyelesaikan pekerjaan dimana jumlah karyawan dan pekerjaan yang sama, seperti 4 pekerjaan (A, B, C, D) dengan 4 karyawan (1,2,3,4), lalu dengan lamanya pekerjaan oleh masing-masing karyawan: Pekerjaan A 6 7 10 9 B 2 8 7 8 C 8 9 5 12 D 7 11 12 3 7

Penjelasan Tabel: Baris A: Pekerjaan A dikerjakan oleh 1 selama 6 jam Pekerjaan A dikerjakan oleh 2 selama 7 jam Pekerjaan A dikerjakan oleh 3 selama 10 jam Pekerjaan A dikerjakan oleh 4 selama 9 jam Baris B: Pekerjaan B dikerjakan oleh 1 selama 2 jam Pekerjaan B dikerjakan oleh 2 selama 8 jam Pekerjaan B dikerjakan oleh 3 selama 7 jam Pekerjaan B dikerjakan oleh 4 selama 8 jam 8

Penjelasan Tabel: Baris C: Pekerjaan C dikerjakan oleh 1 selama 8 jam Pekerjaan C dikerjakan oleh 2 selama 9 jam Pekerjaan C dikerjakan oleh 3 selama 5 jam Pekerjaan C dikerjakan oleh 4 selama 12 jam Baris D: Pekerjaan D dikerjakan oleh 1 selama 7 jam Pekerjaan D dikerjakan oleh 2 selama 11 jam Pekerjaan D dikerjakan oleh 3 selama 12 jam Pekerjaan D dikerjakan oleh 4 selama 3 jam Pertanyaannya adalah bagaimana alokasi pekerjaan dan pekerja yang efektif agar tepat sasaran dengan waktu yang paling singkat? 9

Langkah Pertama: Ubahlah Tabel menjadi Matriks Opportunity Cost dengan mereduksi setiap baris dengan angka terkecil. Contoh : Baris A, angka yang paling kecil adalah 6, maka kotak A1=6-6=0, A2=7-6=1, A3=10-6=4, A4=9-6=3 Matriks Opportunity Cost (Aturan Horisontal) Pekerjaan A 0 1 4 3 B 0 6 5 6 C 3 4 0 7 D 4 8 9 0 10

Langkah Kedua: Tentukan kotak yang mempunyai nilai 0 (nol). Apabila terdapat satu nilai nol pada baris tertentu dan satu nilai nol pada kolom tertentu, maka pekerja akan ditugaskan pada pekerjaan tsb. Jika ada 2 nilai nol pilih karyawan yang produksinya paling cepat. Pekerjaan A 0 1 4 3 B 0 6 5 6 C 3 4 0 7 D 4 8 9 0 11

Langkah Ketiga: Pekerjaan D dikerjakan oleh 4 Pekerjaan C dikerjakan oleh 3 Pekerjaan B dikerjakan oleh 1 (karena pekerjaan B paling kecil waktunya dibandingkan pekerjaan A) Pekerjaan A 0 1 4 3 B 0 6 5 6 C 3 4 0 7 D 4 8 9 0 12

Langkah Keempat: Ulangi lagi mereduksi baris yang belum tergaris, yaitu Baris A dengan nilai terkecil pada baris. Pekerjaan A 0 0 4 3 B 0 6 5 6 C 3 4 0 7 D 4 8 9 0 13

Langkah Kelima: Alokasikan pekerjaan pada elemen-elemen nol tsb. Tabel Akhir: Pekerjaan A 0 0 1 0 B 0 5 2 3 C 6 6 0 7 D 7 10 9 0 Alokasi Akhir: Pekerjaan A dikerjakan oleh 2 Pekerjaan B dikerjakan oleh 1 Pekerjaan C dikerjakan oleh 3 Pekerjaan D dikerjakan oleh 4 14

Langkah Keenam: Hitung banyaknya waktu yang terpakai dengan menjumlahkan semua komponen waktu yang terpakai. Pekerjaan A dikerjakan 2 selama 7 jam Pekerjaan B dikerjakan 1 selama 2 jam Pekerjaan C dikerjakan 3 selama 5 jam Pekerjaan D dikerjakan 4 selama 3 jam Total waktu = 17 jam Berarti waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan keempat tugas tersebut adalah 17 jam. Apabila keempat karyawan tersebut dibayar dengan upah Rp.50.000,- per jam, maka total biaya untuk mengerjakan tugas tersebut adalah Rp.50.000,- x 17 = Rp.850.000,-. 15

Model Penugasan masalah Minimasi Misalnya: Suatu perusahaan ingin menyelesaikan pekerjaan dimana jumlah karyawan dan pekerjaan yang sama, seperti 4 pekerjaan (A, B, C, D) dengan 4 karyawan (1,2,3,4), lalu dengan lamanya pekerjaan oleh masing-masing karyawan: Pekerjaan A 6 7 10 9 B 2 8 7 8 C 8 9 5 12 D 7 11 12 3 16

Langkah Pertama: Ubahlah Tabel menjadi Matriks Opportunity Cost dengan mereduksi setiap kolom dengan angka terkecil. Contoh : Kolom A, angka yang paling kecil adalah 2, maka kotak A1=6-2=4, B1=2-2=0, C1=8-2=6, D1=7-2=5 Matriks Opportunity Cost (Aturan Vertikal) Pekerjaan A 4 0 5 6 B 0 1 2 5 C 6 2 0 9 D 5 4 7 0 17

Langkah Kedua: Tentukan kotak yang mempunyai nilai 0 (nol). Apabila terdapat satu nilai nol pada baris tertentu dan satu nilai nol pada kolom tertentu, maka pekerja akan ditugaskan pada pekerjaan tsb. Jika ada 2 nilai nol pilih karyawan yang produksinya paling cepat. Pekerjaan A 4 0 5 6 B 0 1 2 5 C 6 2 0 9 D 5 4 7 0 Eliminasi kolom merupakan langsung alokasi penugasan akhir. 18

Langkah Ketiga: Alokasikan pekerjaan pada elemen-elemen nol tsb. Tabel Akhir: Pekerjaan A 0 0 1 0 B 0 5 2 3 C 6 6 0 7 D 7 10 9 0 Alokasi Akhir: Pekerjaan A dikerjakan oleh 2 Pekerjaan B dikerjakan oleh 1 Pekerjaan C dikerjakan oleh 3 Pekerjaan D dikerjakan oleh 4 19

Langkah Keenam: Hitung banyaknya waktu yang terpakai dengan menjumlahkan semua komponen waktu yang terpakai. Pekerjaan A dikerjakan 2 selama 7 jam Pekerjaan B dikerjakan 1 selama 2 jam Pekerjaan C dikerjakan 3 selama 5 jam Pekerjaan D dikerjakan 4 selama 3 jam Total waktu = 17 jam Berarti waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan keempat tugas tersebut adalah 17 jam. Apabila keempat karyawan tersebut dibayar dengan upah Rp.50.000,- per jam, maka total biaya untuk mengerjakan tugas tersebut adalah Rp.50.000,- x 17 = Rp.850.000,-. 20

Model Penugasan masalah Maksimasi Misalnya: Seorang yang berpengalaman membuat suatu produk tertentu akan dapat menghasilkan produk lebih banyak dibandingkan karyawan lainnya. Karena itu, penugasan karyawan untuk memproduksi suatu produk tertentu perlu ditentukan dari banyaknya produk yang dihasilkan (maksimumkan jumlah produk). Produk A 6 7 10 9 B 2 8 7 8 C 8 9 5 12 D 7 11 12 3 21

Penjelasan Tabel: Baris A: Produk A diproduksi oleh 1 sebanyak 6 buah Produk A diproduksi oleh 2 sebanyak 7 buah Produk A diproduksi oleh 3 sebanyak 10 buah Produk A diproduksi oleh 4 sebanyak 9 buah Baris B: Produk B diproduksi oleh 1 sebanyak 2 buah Produk B diproduksi oleh 2 sebanyak 8 buah Produk B diproduksi oleh 3 sebanyak 7 buah Produk B diproduksi oleh 4 sebanyak 8 buah 22

Penjelasan Tabel: Baris C: Produk C diproduksi oleh 1 sebanyak 8 buah Produk C diproduksi oleh 2 sebanyak 9 buah Produk C diproduksi oleh 3 sebanyak 5 buah Produk C diproduksi oleh 4 sebanyak 12 buah Baris D: Produk D diproduksi oleh 1 sebanyak 7 buah Produk D diproduksi oleh 2 sebanyak 11 buah Produk D diproduksi oleh 3 sebanyak 12 buah Produk D diproduksi oleh 4 sebanyak 3 buah 23

Langkah Pertama: Ubahlah Tabel menjadi Matriks Opportunity Cost dengan mereduksi setiap baris dengan angka terbesar. Contoh : Baris A, angka yang paling besar adalah 10, maka kotak A1= 6-10 =4, A2= 7-10 =3, A3= 10-10 =0, A4= 9-10 =1 Matriks Opportunity Cost (Aturan Horisontal) Produk A 4 3 0 1 B 6 0 1 0 C 4 3 7 0 D 5 1 0 9 24

Langkah Kedua: Tentukan kotak yang mempunyai nilai 0 (nol). Apabila terdapat satu nilai nol pada baris tertentu dan satu nilai nol pada kolom tertentu, maka pekerja akan ditugaskan pada pekerjaan tsb. Jika ada 2 nilai nol pilih karyawan yang produksinya paling cepat. Produk A 4 3 0 1 B 6 0 1 0 C 4 3 7 0 D 5 1 0 9 25

Langkah Ketiga: Produk C diproduksi oleh 4 Produk D diproduksi oleh 3 Produk B diproduksi oleh 2 Produk A 4 3 0 1 B 6 0 1 0 C 4 3 7 0 D 5 1 0 9 26

Langkah Keempat: Ulangi lagi mereduksi baris yang belum tergaris, yaitu Baris A dengan nilai terkecil pada baris. Produk A 0 3 0 1 B 6 0 1 0 C 4 3 7 0 D 5 1 0 9 27

Langkah Kelima: Alokasikan pekerjaan pada elemen-elemen nol tsb. Tabel Akhir: Produk A 0 2 0 0 B 2 0 1 0 C 0 3 7 0 D 3 0 0 8 Alokasi Akhir: Produk A diproduksi oleh 1 Produk B diproduksi oleh 2 Produk C diproduksi oleh 4 Produk D diproduksi oleh 3 28

Langkah Keenam: Hitung banyaknya waktu yang terpakai dengan menjumlahkan semua komponen waktu yang terpakai. Produk A diproduksi 1 sebanyak 6 buah Produk B diproduksi 2 sebanyak 8 buah Produk C diproduksi 4 sebanyak 12 buah Produk D diproduksi 3 sebanyak 12 buah Total produksi = 38 buah 29

Model Penugasan masalah Maksimasi Misalnya: Seorang yang berpengalaman membuat suatu produk tertentu akan dapat menghasilkan produk lebih banyak dibandingkan karyawan lainnya. Karena itu, penugasan karyawan untuk memproduksi suatu produk tertentu perlu ditentukan dari banyaknya produk yang dihasilkan (maksimumkan jumlah produk). Produk A 6 7 10 9 B 2 8 7 8 C 8 9 5 12 D 7 11 12 3 30

Langkah Pertama: Ubahlah Tabel menjadi Matriks Opportunity Cost dengan mereduksi setiap kolom dengan angka terbesar. Contoh : Kolom A, angka yang paling besar adalah 2, maka kotak A1= 6-8 =2, B1= 2-8 =6, C1= 8-8 =0, D1= 7-8 =1 Matriks Opportunity Cost (Aturan Vertikal) Produk A 2 4 2 3 B 6 3 5 4 C 0 2 7 0 D 1 0 0 9 31

Langkah Kedua: Tentukan kotak yang mempunyai nilai 0 (nol). Apabila terdapat satu nilai nol pada baris tertentu dan satu nilai nol pada kolom tertentu, maka pekerja akan ditugaskan pada pekerjaan tsb. Jika ada 2 nilai nol pilih karyawan yang produksinya paling cepat. Produk A 2 4 2 3 B 6 3 5 4 C 0 2 7 0 D 1 0 0 9 32

Langkah Ketiga: Produk C diproduksi oleh 4 Produk D diproduksi oleh 3 Produk A 2 4 2 3 B 6 3 5 4 C 0 2 7 0 D 1 0 0 9 33

Langkah Keempat: Ulangi lagi mereduksi kolom yang belum tergaris, yaitu Kolom 1 dan 2 dengan nilai terkecil pada kolom. Produk A 0 1 2 3 B 4 0 5 4 C 0 2 7 0 D 1 0 0 9 34

Langkah Kelima: Alokasikan pekerjaan pada elemen-elemen nol tsb. Tabel Akhir: Produk A 0 2 0 0 B 2 0 1 0 C 0 3 7 0 D 3 0 0 8 Alokasi Akhir: Produk A diproduksi oleh 1 Produk B diproduksi oleh 2 Produk C diproduksi oleh 4 Produk D diproduksi oleh 3 35

Langkah Keenam: Hitung banyaknya waktu yang terpakai dengan menjumlahkan semua komponen waktu yang terpakai. Produk A diproduksi 1 sebanyak 6 buah Produk B diproduksi 2 sebanyak 8 buah Produk C diproduksi 4 sebanyak 12 buah Produk D diproduksi 3 sebanyak 12 buah Total produksi = 38 buah 36

KESIMPULAN Eleminasi pada penyelesaian Model Penugasan dapat menggunakan 2 cara, yaitu: 1. ATURAN HORISONTAL, aturan ini mengeliminasi setiap BARIS dengan ANGKA TERKECIL (kasus Minimasi) dan ANGKA TERBESAR (kasus Maksimasi). 2. ATURAN VERTIKAL, aturan ini mengeliminasi setiap KOLOM dengan ANGKA TERKECIL (kasus Minimasi) dan ANGKA TERBESAR (kasus Maksimasi). 37