R P K P S (RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER) Berdasarkan KBK-MPH (KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI MPH) Epidemiologi KUI 602/3 SKS (Semester 1) KOORDINATOR MATA KULIAH: Prof. dr. Hari Kusnanto, SU, Dr.PH. PROGRAM PASCA SARJANA S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA 2015-2016
Identifikasi Mata Kuliah 1. Nama Mata Kuliah : Epidemiologi 2. Kode/SKS : KUI 602/ 3 SKS 3. Semester : I (satu) 4. Status Mata Kuliah 1 : MKDU 24 jam kuliah untuk 12 topik, 2 jam mid-term dan 2 jam ujian (2 SKS) 15 jam praktikum 10 topik (15/28= 0,5SKS) 28 jam kerja mandiri 8 topik (28/56= 0,5 SKS) 5. Pengampu Mata Kuliah : Koordinator : Prof. dr. Hari Kusnanto, Dr.PH NIDN : Email : Telp/fax : Office location : Office Hour : 6 Aggota Dosen Pengampu: : Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo, SU, M.Sc, Sc.D. Prof. dr. Muhamad Hakimi, Sp.OG(K), Ph.D. Prof. dr. Djaswadi Dasuki, Sp.OG(K), MPH, Ph.D. Dr. Riris Andono Ahmad, MPH, PhD 7. Asisten Mata Kuliah : dr. CitraIndriani, MPH dr. Prima Dewi, M.Biotech 8. Prasyarat Mata Kuliah : Tidak ada DESKRIPSI MATA KULIAH Dalam kuliah ini para peserta program merumuskan makna dan relevansi bagi kebijakan kesehatan dan manajemen pelayanan kesehatan. Epidemiologi merupakan kerangka pikir, body of knowledge dan metode ilmiah untuk memahami distribusi, determinan dan konteks kejadian atau kondisi sehat dan sakit di populasi tertentu. Teori dan praktik pencegahan dan pengendalian kematian, atau gangguan kesehatan mengacu pada bukti ilmiah dirangkum dalam kasus-kasus yang memicu diskusi lebih lanjut bagaimana diaplikasikan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Seorang praktisi kesehatan masyarakat harus mampu merancang dan mengevaluasi ystem surveilans dan kewaspadaan dini untuk meminimalkan beban menular atau tidak menular, akut atau kronik di populasi tertentu. Kemampuan merencanakan investigasi atau kondisi kesehatan tertentu dan evaluasi efektivitas intervensi kesehatan masyarakat diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemilihan opsi-opsi kebijakan dan program kesehatan yang tepat di populasi tertentu. 1 1 SKS kuliah tatap muka adalah 1 jam kuliah selama satu semester (14 minggu), termasuk ujian sisipan dan akhir 1 SKS praktikum adalah 2 jam praktikum selama satu semester (12 minggu) 1 SKS kerja mandiri adalah 4 jam kerja mandiri satu semester (12 miggu)
TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah selesai mengikuti perkuliahan ini maka peserta studi memiliki komptensi dalam: 1. Mengidentifikasi dan memahami peran dalam kesehatan masyarakat, konsep dan terminologi, dan mengaplikasikan rancangan penelitian 2. Mengidentifikasi sumber-sumber data dan metode pengumpulan data, termasuk sistem surveilans, untuk mengukur kejadian dan beban masalah di popuasi tertentu; 3. Melakukan analisis dan interpretasi data untuk merumuskan kebijakan, dan merancang serta mengevaluasi program dan teknologi kesehatan masyarakat, 4. Menjelaskan dan mengkomunikasikan masalah-masalah dan kesehatan masyarakat terkini untuk kepentingan ilmiah, pertimbangan etika, ekonomi, dan bahan diskusi kebijakan dan politik kesehatan, dan 5. Menerapkan teori dan metode dalam menemukan solusi kesehatan masyarakat tertentu. Materi Pembelajaran 1. Perkembangan pemikiran, kerangka konsep dan aplikasi 2. Sumber data, prakiraan kejadian dan beban permasalahan, surveilans dan investigasi wabah 3. Konsep risiko, prakiraan efek dan dampak faktor risiko 4. Rancangan penelitian dan interpretasi hasil penelitian 5. Kebijakan dan manajemen program berbasis bukti dalam kesehatan masyarakat (Evidence Based Public Health Program atau EBPHP) 6. Epidemiologi terapan untuk berbagai bidang tertentu OUTCOME KOMPETENSI PEMBELAJARAN Epidemiologi merupakan ilmu dasar yang diterapkan dalam bidang kesehatan masyarakat. Setelah menyelesaikan kuliah ini para peserta dapat mengaplikasikan teori dan praktik dalam identifikasi permasalahan kesehatan masyarakat, merumuskan strategi yang dapat diimplementasikan untuk mencegah dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dan mengevaluasi intervensi-intervensi kesehatan masyarakat Dalam satu semester kegiatan pembelajaran berupa tatap muka dengan pengajar sebanyak 12 kali, yaitu masing-masing tatap muka selama 100 menit (2 SKS). Mahasiswa harus mengikuti praktikum untuk berdiskusi kelompok tentang masalah-masalah terapan ilmu yang disajikan dalam bentuk modul. Kegiatan ini dilakukan selama 15 jam praktikum dengan 10 topik yang setara dengan 0,5 SKS. Selain itu, setiap mahasiswa harus menyelesaikan pekerjaan rumah secara mandiri selama 28 jam untuk 8 topik dalam satu semester yang setara dengan 0,5 SKS (28/56). Dengan demikian mahasiswa yang telah menyelesaikan kuliah ini akan memperoleh beban pembelajaran 3 SKS. Secara rinci rumusan outcome dan kompetensi dalam pembelajaran Epidemiologi dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Rumusan outcome dan kompetensi dalam pembelajaran mata kuliah Epidemiologi No. Pokok Bahasan 1 Perkembangan pemikiran, makna dan kegunaan 2 Kejadian dan beban di populasi Sub-Pokok Bahasan -Kerangka pikir yang melandasi teori dan praktik -Perkembangan teori dan praktik -Kontribusi dalam kesehatan masyarakat Pengukuran kejadian : rate dan risk Pengukuran beban di populasi: prevalensi Rumusan Outcome -Menjelaskan konsep dan sistem -Mendiskusikan perkembangan teori dan praktik -Memberi contoh aplikasi dalam kesehatan masyarakat Menjelaskan konsep risk atau cumulative rate Menjelaskan konsep person-years Menjelaskan konsep incidence density Kompetensi Mampu mendiskusikan definisi, perkembangan dan memberi contoh aplikasi Mampu mendeskripsikan status kesehatan populasi terkait kejadian atau kondisi tertentu dan beban peyakit di populasi 3 Determinan dan risiko kejadian Indikator-indikator kesehatan masyarakat Deskripsi berdasarkan distribusinya di populasi Risiko Menjelaskan konsep prevalence Menjelaskan ukuranukuran morbiditas dan mortalitas yang mencerminkan tingkat kesehatan dan kualitas pelayanan kesehatan populasi Memberikan contoh distribusi kejadian berdasarkan penyebaran spasial, waktu dan karakteristik individu Mampu mendiskusikan dan memberi contoh kondisi spesifik dan konteks yang meningkatkan atau protektif terhadap kejadian Konteks kejadian di populasi Menjelaskan konsep risiko dan memberi contoh hasil penelitian pada kardiovaskuler Memberikan contoh konteks kejadian di populasi
4 Penyebab, perjalanan dan hubungan sebabakibat kejadian 5 Pengukuran efek dan dampak faktor risiko 6 Sistem surveilans kesehatan masyarakat 7 Investigasi Kriteria hubungan sebab-akibat Perjalanan alamiah dan konsep pencegahan Ukuran-ukuran efek dalam Ukuran-ukuran dampak dalam Surveilans dan respons Sumber data dan cara pengumpulan data surveilans Investigasi wabah Investigasi prevalensi melalui survey -Membedakan asosiasi dan hubungan sebab akibat -Mendiskusikan konsep hubungan sebab-akibat berdasarkan Henle Koch, kriteria Bradford Hill dan Rothman components of sufficient cause -Memberi contoh upaya membuktikan penyebab tidak menular -Menjelaskan cara pengukuran rate ratio -Menjelaskan cara pengukuran risk ratio -Menjelaskan cara pengukuran odds ratio -Menjelaskan cara pengukuran preventable fraction Menjelaskan konsep surveilans dan respons Memberikan contoh aplikasi surveilans dalam pengendalian di populasi Menjelaskan metode investigasi wabah Menjelaskan dan memberi contoh survey Mampu mendiskusikan asosiasi statistik dan hubungan sebab-akibat Mampu melakukan kalkulasi sederhana dan interpretasi ukuran efek dan dampak Mampu mendiskusikan definisi dan komponenkomponen sistem surveilans dan respons Investigasi risiko kejadian melalui penelitian kohor, kasuskontrol dan hybrid Investigasi efek intervensi kesehatan Menjelaskan rancangan : kohor, kasus control dan hybrid Menjelaskan rancangan evaluasi intervensi kesehatan melalui randomized field atau community intervention trial
8 Implementasi penelitian Pengambilan sampel penelitian Menjelaskan cara pengambilan sampel dan penentuan besar sampel penelitian Mampu merencanakan penelitian dan interpretasi data 9 Aplikasi dalam pengendalian Estimasi efek (rate ratio, risk ratio dan odds ratio) Confounding dan modifikasi efek Pengendalian infeksi Pengendalian kardiovaskuler Pengendalian kanker Menjelaskan interpretasi data Menjelaskan bias dan pengendaliannya dalam penelitian Menjelaskan peran dalam identifikasi dan pengendalian menular Menjelaskan peran penelitian dalam pengendalian kardiovaskuler Mampu mendiskusikan dan memberi contoh bagaimana penelitian memberikan kontribusi terhadap pengendalian infeksi, kardiovaskuler dan kanker 10 Aplikasi dalam kebijakan kesehatan Kebijakan berbasis bukti Komunikasi hasil penelitian Memberi contoh peran penelitian dalam pengendalian kanker Menjelaskan bagaimana bukti s melandasi kebijakan kesehatan Menjelaskan bagaimana komunikasi hasil penelitian mendukung proses pengambilan kebijakan Mampu mendiskusikan dan memberi contoh bagaimana penelitian digunakan dalam pengambilan kebijakan kesehatan COURSE REQUIREMENTS COURSE STRUCTURE UGM POLICIES AND EXPECTATIONS Mahasiswa dan fakultas telah berkomitmen terhadap misi, nilai, dan sumpah UGM Academic Integrity Students are required to adhere to the UGM Code, available online at http://ugm.ac.id
Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan Penerapan metode pembelajaran pada mata kuliah Epidemiologi dilaksanakan dalam beberapa perkuliahan dengan 14 sesi kuliah. Perkuliahan diharapkan mendorong pembelajaran yang bersifat student centered, dengan pembahasan kasus-kasus investigasi. Kuliah di kelas juga didukung dengan 6 sesi tutorial dan praktikum. Daftar rencana kegiatan pembelajaran mingguan ditampilkan pada Tabel 2. Minggu Topik Sub-Topik Metode Dosen Ke 1. Definisi, perkembangan teori dan aplikasi Prosedur pembelajaran dan cara penilaian dalam mata kuliah Epidemiologi Makna dan peran dalam peningkatan kesehatan dan pencegahan di populasi HK 2. Pengukuran kejadian dan beban di populasi Perkembangan teori dan praktik Cumulative incidence dan incidence density Prevalensi RAA 3. Determinan dan risiko kejadian 4. Kriteria hubungan sebab akibat Indikator status kesehatan populasi Distribusi spasial dan temporal kejadian Konsep faktor risiko dan konteks kejadian Perbedaan asosiasi dan hubungan sebab akibat Case approach HK MH Postulat Henle-Koch dan Kriteria Bradford Hill 5. Riwayat alamiah peyakit dan pencegahan Komponen-komponen sufficient cause (Rothman) Riwayat alamiah Pencegahan primordial, primer, sekunder dan tersier MH 6. Pengukuran efek dan dampak faktor risiko kejadian Rate ratio dan risk ratio Odds ratio SAW Etiologic fraction (among exposed dan in the population) 7. Sistem surveilans Disease and integrated surveillance Case RAA
dan respons Sumber data surveillance approach 8. Investigasi kejadian luar biasa Evaluasi system surveillance Kriteria dan deteksi kejadian luar biasa Langkah-langkah investigasi kejadian luarbiasa Case approach HK 9. Rancangan penelitian kohor Pengendalian kejadian luarbiasa Keunggulan dan keterbatasan penelitian kohor DD Pemilihan subyek dalam penelitian kohor 10. Rancangan penelitian kasus kontrol dan penelitian hibrid Analisis dan interpretasi data peneitian kohor Keunggulan dan keterbatasan penelitian kasus kontrol Pemilihan subyek dalam penelitian kasus kontrol DD 11. Confounding dan modifikasi efek Analisis dan interpretasi data penelitian hibrid Confounding dan bias dalam penelitian RAA Modifikasi efek dan pemodelan dalam analisis data 12. Rancangan penelitian dengan intervensi Uji klinik dan field trial Uji intervensi komunitas SAW 13. Aplikasi dalam pengendalian Peran dalam pengendalian infeksi Peran dalam pengendalian kardiovaskuler HK 14. Peran dalam kebijakan kesehatn Peran dalam pengendalian kanker Kebijakan berbasis bukti Komunikasi hasil penelitian dalam proses pengambilan kebijakan kesehatan Case approach HK
KEGIATAN PRAKTIKUM, TUTORIAL DAN KERJA LAPANGAN Praktikum atau tutorial akan dilakukan sebanyak 6 kali dengan waktu kegiatan masing-masing 90 menit. Setiap praktikum akan dipimpin oleh seorang Asisten sebagai narasumber dalam diskusi kelompok. Mahasiswa diharapkan secara aktif mendiskusikan pendapatnya terhadap masalah yang diajukan dalam setiap modul. Diharapkan mahasiswa sebelum mengikuti praktikum telah menyiapkan jawaban terhadap pertanyaan yang disampaikan pada modul praktikum. Tabel 3 adalah jadwal rencana kegiatan mingguan untuk praktikum atau tutorial I. Tabel 3. Jadwal kegiatan praktikum atau tutorial Session 1 Measuring Disease Frequency : Part 1 Learning Objectives: After this session, students were expected to better able to: Define the basic measurement including proportion, rate and ratio Explain mathematical relationship between measures of disease frequency Calculate a range of measures of frequency of disease, including prevalence, risk, odds and rates distinguish between cumulative incidence, incidence rate and prevalence Organize disease frequency into two by two table Illustrate commonly used measures of disease frequency in public health Verbally interpret each absolute and relative measures of comparison Reading: Aschengrau A, Seage GR. Essentials of Epidemiology in Public Health 2 nd Edition. Sudbury, Massachusetts. Jones and Bartlett Publishers; Chapter 2 and Chapter 3 Gordis L, Epidemology, 3 rd Ed. Philadelphia, PA. Elsevier Saunders: 2004. Update edition is preferable. Chapter 3 and Chapter 4 Assignment: Individual assignment on measuring disease frequency, to be delivered after the tutorial session and submitted before tutorial 2 session Dosen Pengampu :
Session 2 Measuring Association Learning Objectives: After this session, students were expected to better able to: Define risk as it is used in public health practice Identify measures of association and risk as they are used in epidemiology Interpret relative risk and odds ratios and be familiar with their calculation using two way two tables Interpret the following measures of risk differences: attributable risk, population attributable risk, and population attributable risk percent. Reading: 1. Aschengrau A, Seage GR. Essentials of Epidemiology in Public Health 2 nd Edition. Sudbury, Massachusetts. Jones and Bartlett Publishers; Chapter 2 and Chapter 3 2. Gordis L, Epidemology, 3 rd Ed. Philadelphia, PA. Elsevier Saunders: 2004. Update edition is preferable. Chapter 11: Estimating Risk: Is there an association Assignment: Individual assignment on measuring association, to be delivered after the tutorial session and submitted before tutorial 3 session Dosen Pengampu : Session 3 Bias, Confounding and Modification Effect Learning Objectives: After this session, students were expected to better able to: a. Discuss the different types of bias that can distort the results of cal studies b. Illustrate methods to assess confounding c. Discuss a confounding variable provides an alternative explanation for an observed association between an exposure and an outcome d. Discuss the interaction in an association Reading: 1. Aschengrau A, Seage GR. Essentials of Epidemiology in Public Health 2 nd Edition. Sudbury, Massachusetts. Jones and Bartlett Publishers; Chapter 10: Bias and Chapter 11: Confounding 2. Gordis L, Epidemology, 3 rd Ed. Philadelphia, PA. Elsevier Saunders: 2004. Update edition is preferable. Chapter 15: More on Causal Inference: Bias,
Confounding and Interaction. Assignment: Individual assignment on measuring association, to be delivered after the tutorial session and submitted before tutorial 4 session Dosen Pengampu : Session 4 PH Surveillance and Outbreak Investigation Learning Objectives: After working through this session, students were expected to be able to: Describe the purposes and methods of public health surveillance Describe some types of routinely collected data Discuss the advantages and limitations of data obtained from these routine sources Identify the use of epidemiology in outbreak investigation Reading: 1. [Dicker, R., Coronado F., Koo D., Parrish, R G., Principle of Epidemiology in Public Health Practice, 3 rd Edition. Lesson 5: Public Health Surveillance 2. Stephen B. T, Judith R. Q, Lisa M.L., Public Health Surveillance in the United States: Evolution and Challenges, MMWR. Available at: http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/su6103a2.htm?s_cid=su610 3a2_x 3. Greg M, Field Epidemiology, 3 rd Edition. 2008 Assignment: none Dosen Pengampu : Session 5 Public Health Screening Learning Objectives: After working through this session, students were expected to be able to: Describe the measures of validity of a diagnostic test Calculate sensitivity, specificity, positive predictive value and negative predictive
value Explain the relationship between prevalence and predictive values List the World Health Organization (WHO) guidelines for assessing appropriateness of screening Describe and calculate the measure of reliability of a test. Reading: 1. Gordis L, Epidemology, 3 rd Ed. Philadelphia, PA. Elsevier Saunders: 2004. Update edition is preferable. Chapter 18: The Epidemiologic Approach to the Evaluation of Screening Program; 2. Aschengrau A, Seage GR. Essentials of Epidemiology in Public Health 2 nd Edition. Sudbury, Massachusetts. Jones and Bartlett Publishers; Chapter 16: Screening in Public Health; Assignment: none Dosen Pengampu : Session 6 Effect and Impact Public Health Intervention Learning Objectives: After working through this session, students were expected to be able to: Explain the value of knowing the risk that is attributable to a specific exposure Use methods for calculating and interpreting attributable risks Calculate the attributable risks to assess the fraction and portion of the risk due to exposure and predict the impact on the incidence of disease when a causal risk factor is removed Identify the questions that the four measures of attributable risk answer Reading: Gordis L, Epidemology, 3 rd Ed. Philadelphia, PA. Elsevier Saunders: 2004. Update edition is preferable. Chapter 12: More on risk: estimating the potential for prevention Assignment: none Dosen Pengampu :
EVALUASI PEMBELAJARAN A. Sistim Evaluasi Penilaian prestasi belajar meliputi penilaian akumulatif dari komponen berikut: 1. Nilai ujian tengah semester 30% 2. Nilai ujian akhir semester 50% 3. Kehadiran/partisipasi pada tutorial/laboratorium 10% 4. Pengumpulan tugas (mandiri maupun kelompok) 10% Total 100% B. Penilaian Penilaian hasil akhir belajar menggunakan skala ordinal sebagai berikut: Nilai skala Skore Prosentase A 4.0 93% - 100% A- 3.75 90% - 92% B+ 3.50 87% - 89% B 3.25 83% - 86% B- 3.00 80% - 82% C+ 2.75 77% - 79% C 2.50 73% - 76% C- 2.25 70% - 72% D+ 2.00 67% - 69% D 2.75 63% - 66% D- 2.50 60% - 62% E 2.25 Kurang dari 60% C. Remediasi Dalam proses pembelajaran Biostatistik I diberlakukan kebijaksanaan remediasi dengan asumsi bahwa dengan kegagalan mahasiswa karena tidak dapat mengikuti secara penuh kegiatan pembelajaran melalui metode Student Centered Learning sehingga belum dapat memenuhi kompetensi yang diinginkan. Masih rendahnya nilai yang diperoleh mencerminkan tidak disepakatinya kontrak pembelajaran pada awal pembelajaran. Oleh karena itu, mahasiswa diberikan kesempatan remediasi sampai mencapai nilai B. Mahasiswa remediasi tidak akan memperoleh nilai A meskipun yang bersangkutan dapat mengerjakan kekurangan kompetensi yang diwajibkan dari seluruh komponen yang dinilai. Perlu disampaikan bahwa mahasiswa sebaiknya remediasi apabila nilai masih belum mencapai B.
D. Perencanaan Monitoring dan Umpan Balik 1. Monitoring Kegiatan Mingguan Terutama didasarkan pada absensi dan aktivitas kegiatan perkuliahan maupun tutorial. 2. Masukan dari Mahasiswa Tabel 3. Kuesioner tentang Kemampuan Pengampu Mata Kuliah NO PERTANYAAN 1. Bagaimana tingkat kehadiran di kelas? 5 Sangat Baik 4 Baik SKOR 3 Cukup 2 Buruk 1 Sangat Buruk 2. Bagaimana kesiapan mengajar di kelas? 3. Bagaimana penguasaan materi kuliah? 4. Bagaimana kedalaman materi yang diberikan? 5. Bagaimana kemampuan menjelaskan materi perkuliahan? 6. Bagaimana metode atau cara mengajar? 7. Bagaimana pemanfaatan media perkuliahan? 8. Bagaimana kemampuan memotivasi mahasiswa? Tabel 4. Kuesioner tentang Materi Kuliah dan Sarana Pembelajaran NO PERTANYAAN 1. Bagaimana kesesuaian materi dengan silabus? 5 Sangat Baik 4 Baik SKOR 3 Cukup 2 Buruk 1 Sangat Buruk 2. Bagaimana kesesuaian materi dengan kompetensi yang diinginkan? 4. Bagaimana suasana pembelajaran? 5. Bagaimana fasilitas pembelajaran? 6. Bagaimana fasilitas referensi di perpustakaan? a. Kritik : b. Saran :
KEPUSTAKAAN Textbooks Wajib Aschengrau A, Seage GR. 2014. Essentials of epidemiology, 3 rd edition, Sudbury, Massachusetts: Jones and Bartlett Publishers. Gordis L. 2013. Epidemiology, 5 th edition, Philadelphia: W.B. Saunders Textbooks Dianjurkan: menyususl Artikel Jurnal: menyusul