BAB HASIL Tengkorak orangutan Kalimantan jantan dewasa erukuran relatif esar dengan permukaan tulang yang terlihat kasar. Tengkorak mempunyai panjang ±, cm, lear ± 9, cm dan tinggi ± 9 cm, serta oot, kg. Selain itu, struktur angun tengkorak terlihat sangat kompak dan keras, mengindikasikan sangat kuat dan kokoh. Pengamatan dari arah kranial memperlihatkan tengkorak erentuk persegi, sedangkan dari arah dorsal terlihat memanjang dari corpus alveolaris dan meninggi sampai di crista nuchae (kaudal os parietale). Tengkorak orangutan terdiri atas tengkorak agian atas dan awah. Tengkorak agian atas disusun oleh eerapa tulang, yaitu os frontale, os temporale, os parietale, os occipitale, os sphenoidale, os ethmoidale, os maxilla, os incisivum, os palatinum, os pterygoideum, os nasale, os vomer, os lacrimale, dan os zygomaticum, sedangkan tengkorak agian awah hanya dientuk oleh satu tulang, yaitu os mandiula. Pada tengkorak terdapat suatu garis tengah (midline) yang memotong tengkorak menjadi dua agian kiri dan kanan. Hal ini memperlihatkan ahwa tengkorak erentuk simetri ilateral yang disusun oleh tulang-tulang yang saling erpasangan. Akan tetapi, terdapat eerapa pasang tulang yang posisinya erdampingan saling menyatu sehingga terlihat seperti seuah tulang, contohnya adalah os frontale, os incisivum, os sphenoidale, os occipitale, os vomer, os palatinum, dan os mandiula. Diantara tulang-tulang penyusun tengkorak ini dihuungkan oleh sutura, tetapi pada preparat ini suturanya kurang jelas, ahkan sudah tidak terlihat sama sekali. Bereda dengan tengkorak orangutan koleksi Museum Zoologi LIPI Ciinong suturanya masih jelas terlihat (Gamar ). Tengkorak merupakan tulang yang sangat kompleks karena terdiri atas eerapa tulang yang menjadi satu kesatuan sehingga erentuk seperti satu tulang yang kompak. Berdasarkan daerahnya, tulang tengkorak diagi menjadi dua kelompok, yaitu pars neurocranii dan pars splanchnocranii. Batas antara dua kelompok tulang ini adalah garis transversal yang ditarik pada agian dorsal orita.
0 A B C cm cm cm Gamar Komparasi tengkorak orangutan Kalimantan. A. Tengkorak orangutan Kalimantan jantan muda dan B. Tengkorak orangutan Kalimantan etina muda yang masih tampak sutura (panah hitam), C Tengkorak orangutan Kalimantan jantan tua yang tidak tampak lagi suturanya (A dan B: tengkorak koleksi Museum Zoology LIPI Ciinong, C: koleksi Laoratorium Anatomi FKH IPB) (Bar A:, cm, Bar B dan C: cm).. Pars neurocranii Pars neurocranii adalah agian tengkorak yang turut mementuk ruang otak (cavum cranii) dan disusun oleh eerapa tulang, yaitu os occipitale, A B C os parietale, os temporale, os frontale, os sphenoidale, dan os ethmoidale. Bagian tengkorak ini erada di seelah dorsal tengkorak, yang terdiri atas calvaria (atap tengkorak), dinding lateral, dinding kaudal dan asis tengkorak (Gamar ). Bagian calvaria tengkorak ini dientuk oleh eerapa tulang, yaitu os frontale, os parietale, dan os temporale. Os frontale adalah tulang yang mementuk daerah kening (kranial calvaria). Tulang ini erentuk segitiga (piramida) dan memiliki posisi miring terhadap garis tegak lurus kepala. Di ventral tulang ini, yang eratasan dengan orita diseut daerah supraoritalis. Daerah ini memiliki permukaan yang leih kasar dan sedikit mengalami penonjolan untuk melingkari orita. Namun, pada daerah ini tidak terdapat torus supraoritalis dan foramen supraoritalis. Selanjutnya, pada masing-masing sisi lateral tulang ini terdapat suatu rigi, yaitu crista frontalis (Gamar ). Pada tengkorak kepala orangutan jantan dewasa crista frontalis terlihat sangat erkemang. Rigi ini relatif tinggi, permukaannya sangat kasar dan tidak rata, erjalan ke kaudal dan ersatu pada garis tengah tengkorak yang memisahkan antara sepasang os parietale. Pada daerah ini, rigi eruah nama menjadi crista sagittalis (parietalis) externa. Selanjutnya, rigi ini teragi dua dan
erjalan ke arah kaudolateral sisi tengkorak. Rigi erentuk konkaf dan memisahkan antara os parietale dengan os occipitale, yang diseut crista nuchae. Permukaan rigi ini pada agian kaudomedial calvaria terlihat teal, luas, dan kasar, sedangkan pada agian kaudolateral calvaria terlihat tipis, tajam, dan melengkung ke arah kranial. Rigi erjalan ke arah lateroventral sampai pada os temporale (Gamar ). a c f d e 0 g 8 9 9 0 Gamar Tengkorak agian atas tampak dorsal. a. Os parietale,. Os temporale, c. Os frontale, d. Os nasale, e. Os maxilla, f. Os zygomaticum, g. Os incisivum,. Crista sagittalis externa,. Crista frontalis,. Crista nuchae,. Orita. Cavum nasi,. Processus temporale (os zygomaticum),. Processus zygomaticus (os temporale), 8. Corpus ossis incisivi, 9. Dentes incisivi, 0. Dentes canini (Bar: cm). Os parietale pada tengkorak orangutan merupakan sepasang tulang yang erentuk konveks yang seagian esar mementuk calvaria. Tulang ini terletak di kaudal os frontale dan di dorsal os temporale. Dilihat dari morfologi eksterna tulang ini, terlihat leih ulat jika diandingkan dengan os frontale dan terlihat
leih menonjol, licin, dan terang jika diandingkan dengan os temporale. Oleh karena itu, peredaan ini dapat dijadikan dasar untuk memedakan tulang-tulang ini karena sutura yang menghuungkannya sudah tidak terlihat jelas (Gamar ). Os temporale adalah tulang yang seagian esar mementuk dinding lateral tengkorak dan hanya menempati seagian kecil daerah calvaria. Tulang ini terdiri atas tiga agian, yaitu pars squamosa, pars tympanica, dan pars petrosa. Pars squamosa tulang ini memiliki permukaan yang kasar seperti sisik dan pada agian ventral mementuk fossa mandiularis. Di seelah kranial dari lekukan ini terdapat suatu penjuluran, yaitu processus zygomaticus dari os temporale. Penjuluran ini kemudian di kraniomedial tengkorak ertemu dengan penjuluran dari os zygomaticum, yaitu processus temporalis dari os zygomaticum. Pertemuan antara dua penjuluran ini mementuk suatu lengkungan yang diseut dengan arcus zygomaticus. Lengkungan ini pada tengkorak orangutan terlihat sangat kuat dan kokoh dengan permukaan agian dorsalnya terlihat leih kasar (Gamar ). Pars tympanica dari os temporale terdapat di agian kaudal dari fossa mandiularis. Daerah ini ditandai dengan suatu luang yang diseut dengan meatus acousticus externus. Luang ini merupakan muara dari luang telinga luar. Bagian kranial dan kaudal dari luang ini diatasi oleh dua penjuluran, yaitu processus retroarticularis pada agian kranial dan processus mastoideus pada agian kaudal. Pada agian kranial processus retroarticularis dan agian ventral processus zygomaticus terdapat suatu lekukan yang mengadakan persendian dengan caput mandiulae, yaitu fossa mandiularis. Persendian ini diseut dengan articulatio temporomandiulae (Gamar ). Pars petrosa dari os temporale adalah agian tulang yang erada di interna terkorak, yang erada di antara os occipitale dan os parietale. Seagian esar dari agian ini terdapat di cavum cranii (ruang otak). Pada sisi lateral tengkorak juga terlihat os sphenoidale. Tulang ini erada di ventral (asis) tengkorak yang mengalami penjuluran sampai ke lateral tengkorak. Penjuluran tulang ini ke arah lateral tengkorak ini diseut dengan os presphenoidale yang memiliki dua pasang sayap (ala), yaitu satu pasang ala oritalis dan satu pasang ala temporalis. Ala oritalis menjulur ke dorsolateral menuju lateral orita, sedangkan ala temporalis menjulur di ventral dari
os temporale. Pada ala oritalis terdapat suatu peninggian tulang yang erjalan kaudoventral diseut dengan crista infratemporale, dengan agian ventral yang menjorok diseut dengan fissura oritale inferior. Pada agian medial lekah ini, terdapat foramen rotundum. Pada ala temporalis terdapat penjuluran os sphenoidale pada sisi lateral os pterygoideum, sehingga penjuluran ini diseut dengan processus pterygoideus dari os sphenoidale (Gamar ). e a 0 c 8 9 f g h A B d 9 8 0 i d Gamar Tengkorak agian atas tampak lateral. Insert gamar A dan B: Os sphenoidale pada lateral tengkorak a. Os parietale,. Os temporale (pars squamosa), c. Os frontale, d. Os sphenoidale, e. Os occipitale, f. Os zygomaticum, g. Os maxilla, h. Os incisivum, i. Os mandiula,. Crista sagittalis externa,. Crista frontalis,. Processus mastoideus,. Processus retroarticularis,. Fossa mandiularis,. Meatus acusticus externus,. Arcus zygomaticus, 8. Processus coronoideus, 9. Incisura mandiulae, 0. Processus condylaris,. Facies uccalis,. Ramus mandiulae,. Angulus mandiulae,. Corpus mandiulae,. Foramen mentale,. Dentes incisivi,. Dentes canini, 8. Dentes premolares, 9. Dentes molares, 0. Margo alveolaris,. Crista infratemporale dari ala sphenoidale,. Fissura oritale inferior,. Foramen rotundum,. Processus pterygoideus dari os sphenoidale,. Hamulus pterygoideus (Bar: cm).
Dinding kaudal tengkorak dientuk oleh os temporale dan os occipitale. Os temporale pada dinding kaudal tengkorak terdapat di sisi lateral os occipitale dan hanya menempati seagian kecil daerah kaudal tengkorak. Tulang ini memiliki permukaan yang tidak rata. Pada agian ventral, tulang ini mementuk suatu penjuluran, yaitu processus mastoideus. Penjuluran tulang ini erentuk agak ulat dan terlihat cukup erkemang pada tengkorak ini (Gamar 8). a 8 9 0 Gamar 8 Tengkorak agian atas tampak kaudal. a. Os occipitale,. Os mandiula,. Condylus occipitalis,. Foramen magnum,. Protuerantia occipitalis externa,. Processus mastoideus,. Angulus mandiulae,. Processus pterygoideus os sphenoidale,. Foramen mandiulae, 8. Arcus zygomaticus, 9. Foramen mastoideus, 0. Meatus acousticus externus (Bar: cm). Os occipitale pada dinding kaudal tengkorak diseut dengan squama occipitalis. Tulang ini merupakan sepasang tulang yang dipisahkan oleh suatu garis medial tengkorak yang erjalan dari dorsal tulang ini sampai dorsal foramen magnum. Pada agian dorsal, tulang ini dipisahkan dari os parietale oleh crista nuchae. Di ventral rigi ini terdapat dua uah penonjolan tulang yang terlihat
sangat erkemang dan memiliki permukaan yang kasar, diseut dengan protuerantia occipitalis externa. Jarak antar dua uah penonjolan tulang ini adalah ± cm. Foramen magnum adalah suatu liang yang esar dan ulat, dengan diameter liang agian ventral terlihat leih luas diandingkan dengan diameter liang agian dorsalnya. Liang ini erada di ventral os occipitale dan merupakan tempat keluarnya jaringan saraf yang erasal dari otak, yaitu medula spinalis. Bagian kiri dan kanan liang ini diatasi condylus occipitalis (Gamar 8). Daerah asis tengkorak pada pars neurocranii dientuk oleh os occipitale dan os sphenoidale. Pada peratasan antara dua tulang ini terdapat suatu penonjolan tulang, yaitu tuerculum musculare. Pada daerah ini, os occipitale diseut dengan pars asillaris, sedangkan os sphenoidale diseut dengan os asis sphenoidale. Pada daerah lateral dari kedua tulang ini anyak terdapat luang dan penjuluran tulang, sehingga permukaan tulang pada daerah ini terlihat sangat kasar. Beerapa luang yang terdapat pada daerah ini, yaitu foramen jugulare, canalis n. hypoglossi, foramen mastoideum, foramen lacerum, foramen ovale, foramen spinosum dan canalis caroticus. Luang ini terdapat leih di medial dari posterior asis tengkorak. Foramen jugulare erada di sisi lateral dari pars asilaris os occipitale dengan entuk yang tidak eraturan. Di sisi medial dari luang ini terdapat canalis n. hypoglossi dan di sisi lateralnya, yaitu pada processus mastoidea terdapat foramen mastoideum yang mengarah ke laterokaudal asis tengkorak. Di antara foramen jugulare dan foramen mastoideum terdapat suatu penjuluran tulang yang erentuk duri dan terlihat kurang erkemang, yaitu processus styloideus. Penjuluran ini erada di anterior dari peratasan dua luang ini. Kemudian di agian kranial penjuluran ini terdapat dua uah luang, yaitu canalis caroticus pada agian kraniomedial dan foramen spinosum pada agian kraniolateral. Setelah itu, leih ke anterior lagi sampai ke lateral tuerculum musculare os sphenoidale juga terdapat dua pasang luang, yaitu foramen lacerum di agian medial dan foramen ovale di agian lateral (Gamar 9). Selain eerapa pasang luang, pada asis tengkorak ini juga terdapat tiga pasang penjuluran, yaitu processus jugularis, processus styloideus, processus mastoideus, dan processus retroarticularis. Processus jugularis pada orangutan
terlihat kurang erkemang. Processus styloideus posisinya leih di medial asis tengkorak yaitu di seelah kaudal canalis caroticus, sedangkan processus mastoideus dan processus retroarticularis leih ke lateral asis tengkorak. Processus mastoideus terdapat di agian kaudal meatus acousticus externus sedangkan processus retroarticularis terdapat di agian ke kranial meatus acousticus externus. Processus styloideus pada orangutan terlihat kurang erkemang jika diandingkan dengan processus mastoideus dan processus retroarticularis (Gamar 9). A a 0 0 8 9 Gamar 9 Tengkorak agian atas tampak ventral dari sudut pandang posterior. Insert gamar A: eerapa foramen di asis tengkorak a. Os occipitale,. Os sphenoidale,. Foramen magnum,. Condylus occipitalis,. Pars asilaris os occipitale,. Proccessus styloideus,. Foramen jugulare,. Canalis caroticus,. Canalis n. hypoglossi, 8. Foramen lacerum, 9. Foramen ovale, 0. Foramen spinosum,. Foramen mastoideum,. Processus mastoideus,. Meatus acousticus externus,. Proccessus retroarticularis,. Fossa articulatio temporomandiulae,. Tuerculum musculare (Bar: cm).. Pars splanchnocranii Pars splanchnocranii adalah tulang-tulang yang mementuk daerah wajah dan mulut. Bagian tengkorak ini terlihat sangat erkemang, terutama pada daerah mulutnya yang terlihat sangat suur dan menonjol (prognatous). Bagian tengkorak ini disusun oleh eerapa tulang, yaitu os maxilla, os zygomaticum, os lacrimale, os nasale, os incisivum, os palatinum, os pterygoideum, os vomer dan os mandiula (Gamar 0).
a 8 d 0 f c e g 9 Gamar 0 Tengkorak agian atas tampak kranial. a. Os parietale,. Os frontale, c. Os nasale, d. Os maxilla, e. Os zygomaticum, f. Os incisivum, g. Os mandiulla,. Crista nuchae,. Crista sagittalis (perietalis) externa,. Crista frontalis,. Foramina zygomaticofaciale,. Foramen infraoritale,. Processus temporalis (os zygomaticum),. Processus zygomaticum (os frontalis), 8. frontalis (os zygomaticum), 9. Foramen mentale, 0. Cavum nasi,. Orita (ruang mata),. Sutura zygomaticomaxillaris,. Processus zygomaticus dari os maxilla (Bar: cm). Tulang wajah dientuk oleh os maxilla pada agian medial dan os zygomaticus pada agian lateral. Dua tulang ini dihuungkan oleh suatu sutura, yaitu sutura zygomaticomaxillaris. Os maxilla pada daerah wajah tidak memiliki tuer faciale dan crista facialis, sehingga pipi hewan ini terlihat leih datar. Pada daerah pipi, kira-kira cm di ventral orita terdapat suatu luang tempat pemersitan saraf dan pemuluh darah senama, yaitu foramen infraoritale. Luang ini terlihat erukuran cukup esar pada tengkorak ini. Selanjutnya, tulang ini melakukan penjuluran ke arah os zygomaticum, yaitu processus zygomaticum dari os maxilla. Disamping itu, os zygomaticus yang erada di lateral tulang ini, juga menjulur ke arah kaudal, penjuluran terseut adalah processus temporalis (os zygomaticum). Penjuluran ini pada sisi lateral tengkorak ertemu dengan
8 penjuluran dari os temporale, yaitu processus zygomaticus (os temporale) dan mementuk arcus zygomaticus (Gamar 0). Orita merupakan mangkok mata yang terletak di agian dorsal os maxilla. Pada orangutan, posisinya menghadap ke anterior dengan orita kiri dan kanan saling erdekatan. Orita ini diatasi oleh empat agian, yaitu atas orita dorsal, lateral, ventral, dan medial. Batas orita dorsal dientuk oleh os frontale, yang iasanya dikenal dengan daerah alis mata (supraoritalis). Os frontale pada atas orita dorsal terlihat cukup erkemang (menonjol) dan memiliki permukaan yang kasar. Batas orita lateral dientuk oleh os frontale pada agian laterodorsal orita dan processus frontale dari os zygomaticum pada agian lateroventral orita. Dua tulang ini pada agian lateromedial orita dihuungkan oleh sutura frontozygomatica. Permukaan tulang pada laterodorsal atas orita ini terlihat leih kasar diandingkan dengan permukaan yang di lateroventralnya. Kemudian, atas orita ventral dientuk oleh os maxilla pada agian ventromedial dan os zygomaticum pada agian ventrolateral. Di agian ventrolateral atas orita ventral terdapat dua sampai tiga uah luang dengan ukuran yang hampir sama, yaitu foramina zygomaticofaciale. Selanjutnya, atas orita medial dientuk oleh crista lacrimale dan processus frontalis dari os maxilla pada agian medioventralnya dan os frontale pada agian mediodorsal agian ini. Batas orita ini erada di antara orita kanan dan kiri, oleh karena itu daerah ini diseut juga dengan daerah interoritalis. Permukaan tulang pada daerah ini terlihat kasar. Di medial processus frontalis dari os maxilla terdapat processus dari os nasale, yang merupakan penjuluran os nasale ke arah os frontale (Gamar 0). Rongga lain yang terdapat pada daerah wajah adalah rongga hidung (cavum nasi). Cavum nasi adalah seuah rongga erentuk piriform yang terdapat pada agian ventromedial orita. Rongga ini erentuk piriform karena diameter agian ventral rongga terlihat leih luas dari pada agian dorsalnya. Rongga ini diatasi oleh tiga tulang, yaitu os nasale di agian dorsal, os maxilla di agian lateral, dan os incisivum di agian ventral. Os nasale pada hewan ini merupakan sepasang tulang yang posisinya dimulai dari regio interoritalis sampai daerah laterodorsal cavum nasi. Tulang ini memiliki idang tulang yang terlihat kecil,
9 tipis, runcing, dan erentuk segitiga. Tetapi, pada tengkorak ini sutura yang menghuungkan sepasang os nasale tidak terlihat jelas, sehingga hanya terlihat seagai satu keping tulang saja. Tulang ini pada orangutan tidak mengalami peninggian sehingga terlihat sejajar dengan os maxilla yang erada di lateralnya (Gamar 0). Pars splanhcnocranii ini selain terlihat dari daerah anterior wajah, juga terlihat pada asis tengkorak, yaitu daerah langit-langit (palatum). Beerapa tulang yang terlihat dari daerah ini adalah os incisivum, os maxilla, os palatinum, os pterygoideum, dan os vomer. Os incisivum pada asis tengkorak ini erada di anterior dari os maxilla. Kedua tulang ini dihuungkan oleh suatu sutura, yaitu sutura maxilloincisiva. Tulang ini pada daerah langit-langit diseut dengan facies palatina dari os incisivum. Permukaan tulang ini terlihat tidak rata karena pada tulang ini terdapat corpus ossis incisivi seagai tempat tertanamnya dentes incisivi rahang atas. Pada agian medial tulang ini terdapat suatu lekukan tulang yang erukuran kecil, yaitu fossa incisivus. Lekukan ini sejajar dengan dentes canini (Gamar ). Os maxilla pada asis tengkorak erada di anterior os palatinum. Tulang ini mementuk daerah langit-langit dan diseut juga dengan processus palatinus. Pada agian posterior tulang ini, erjalan suatu lekukan tulang erentuk parit yang tidak dalam, yang diseut dengan sulcus palatinus. Lekukan ini ke arah kaudal dilanjutkan menjadi foramen palatinus majus, yang sejajar dengan dentes molares ketiga (Gamar ).
0 A I 8 a BII 8 V 9 g g C C 0 d e d e F Gamar Tengkorak tampak ventral. A. Tengkorak tampak ventral dengan os mandiula, B. Tengkorak tampak ventral tanpa os mandiula, a. Os occipitale,. Os sphenoidale, c. Os vomer, d. Os palatinum, e. Os maxilla, f. Os mandiula, g. Os pterygoideum,. Foramen magnum,. Condylus occipitalis,. Pars asilaris (os occipitale),. Processus pterygoideus dari os sphenoidale,. Tuerculum musculare,. Processus mastoideus,. Meatus acousticus externus, 8. Processus retroarticularis, 9. Processus condylaris, 0. Angulus mandiulae,. Arcus zygomaticus,. Foramen palatinum majus,. Dentes incisivi,. Dentes canini,. Dentes premolares,. Dentes molares (Bar: cm). Daerah asis tengkorak pada agian posterior os palatinum ditandai dengan suatu celah yang menuju cavum nasi. Celah ini pada agian medialnya dipisahkan oleh suatu sekat yang mementuk daerah posteroinferior septum nasi, yaitu os vomer. Pada agian anterior celah ini terdapat suatu penjuluran tulang yang erentuk duri, yaitu spina nasalis caudalis. Celah ini pada agian lateral diatasi oleh os pterygoideum, yaitu seuah lempeng tulang yang tipis, panjang dan agian anteriornya menjulur ke arah ventral sehingga erentuk seuah duri (hamulus pterygoideus). Namun, duri ini kurang jelas terlihat pada tengkorak ini.
Selanjutnya, pada agian lateral dari os pterygoideum terdapat penjuluran dari os sphenoidale yang terlihat seperti seuah lempeng tulang yang lear, tipis dan seperti sayap, yaitu processus pterygoideus dari os sphenoidale. Penjuluran tulang ini terlihat sangat erkemang pada tengkorak ini (Gamar ). Os mandiula adalah tulang yang mementuk rahang awah dan merupakan tulang teresar yang menyusun tengkorak. Tulang ini terdiri atas sepasang adan (korpus) dan caang (rami) yang terlihat sangat kuat dan kompak (Gamar ). Badan dari tulang ini, jika dilihat dari arah kranial erentuk huruf V (V shape). Badan tulang ini terlihat sangat teal dan kompak dengan permukaan yang terlihat relatif leih halus diandingkan dengan permukaan tulang disekitarnya. Permukaannya pada agian kranial ini diseut juga dengan facies mentalis. Permukaan tulang ini merupakan agian yang langsung erhuungan dengan iir. Pada agian lateral facies ini terdapat foramen mentalis yang merupakan tempat permuaraan canalis mandiulae dari foramen mandiulae. Selain itu, pada agian dorsal dari adan tulang ini terdapat limus seagai tempat tertanamnya dentes incisivi rahang awah (Gamar ). Os mandiula mementuk dua percaangan ke arah lateral yang memanjang dari corpus mandiulae (anterior) sampai ke angulus mandiulae (posterior). Percaangan tulang ini diseut dengan ramus mandiulae. Caang tulang ini terdiri atas dua agian, yaitu pars molaris yang memanjang horizontal dan pars articularis yang memanjang vertikal. Pars molaris ditempati oleh dentes molares dan premolares sehingga permukaan tulang pada daerah ini terlihat sedikit kasar. Pars articularis adalah agian os mandiula yang mengadakan persendian dengan os temporale yang diseut dengan articulatio temporomandiulae. Tulang ini terdiri atas dua agian, yaitu processus coronoideus dan condylus mandiulae yang dipisahkan oleh incisura mandiulae. Processus coronoideus terlihat leih tipis dan runcing, sedangkan condylus mandiulae terlihat leih esar dan tumpul. Pada tampak dorsal, processus coronoideus hanya erentuk suatu garis saja tetapi processus condylaris terlihat terlihat elips karena memiliki suatu caput dengan posisi olique yang diseut dengan caput mandiulae (Gamar ).
A II B 8 9 0 Gamar Sudut pandang lateral dan kranial os mandiula. A. Os mandiula tampak lateral, B. Os mandiula tampak kranial,. Dentes incisivi,. Dentes canini,. Dentes premolares,. Dentes molares,. Processus coronoideus,. Incisura mandiulae,. Collum mandiulae, 8. Processus condylaris, 9. Facies uccalis, 0. Ramus mandiulae,. Angulus mandiulae,. Corpus mandiulae,. Foramen mentale,. Margo interalveolaris,. Margo alveolaris,. Facies mentalis (Bar: cm). Susunan gigi orangutan erentuk huruf U (U shape) dengan jenis gigi pada tengkorak ini ada empat, yaitu dentes incisivi, canini, premolares, dan molares. Gigi orangutan erjumlah, dengan formula gigi (I /, C /, P /, M /). Gigi orangutan sangat aik perkemangannya dengan ukuran relatif esar terutama dentes canini. Ukuran gigi yang relatif esar menjadikan area mulut orangutan terlihat luas dan menonjol (prognatous). Gigi-gigi ini memersit pada tiga tulang, yaitu pada os maxilla, os incisivum dan os mandiula. Untuk gigi rahang atas memersit pada dua tulang, yaitu pada os incisivum memersit dentes incisivi dan pada os maxilla memersit dentes canini, dentes premolares dan dentes molares, sedangkan pada gigi rahang awah semuanya memersit pada os mandiula (Gamar ).
I A II B B A a c Gamar Susunan gigi rahang atas dan rahang awah. A. Susunan gigi pada rahang atas, B. Susunan gigi pada rahang awah, a. Os incisivum,. Os maxilla, c. Os mandiula,. Dentes incisivi,. Dentes canini,. Dentes premolares,. Dentes molares, 8. Facies lingualis (Bar: cm). Tempat pemersitan gigi pada tulang diseut juga dengan limus alveolaris. Limus ini memiliki kedalaman yang ervariasi tergantung dari jenis gigi yang tertanam di agian ini. Pada tengkorak ini, limus alveolaris dari dentes canini dindingnya tertanam leih dalam diandingkan dengan limus alveolaris dari gigi yang lain (Gamar ).