BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB 3 METODE PENELITIAN

Abstract. Keyword: Forecasting, Overstock, Shortage, Aggregate Planning, Mixed Strategy, Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. data Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan Dan Minuman Indonesia

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

`BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian Era globalisasi merupakan zaman yang mengharuskan semua pelaku bisnis

BAB I PENDAHULUAN. dengan pertumbuhan dan lahirnya perusahaan-perusahaan, baik itu bergelut dalam

salah satunya melalui media periklanan. Iklan memiliki dampak yang luas bagi khalayak serta dapat dikemas sedemikian rupa, sehingga produk yang ditawa

BAB I PENDAHULUAN. pilihan lainnya. Oleh karena itu konsumen sering menghadapi kebingungan untuk

BAB I PENDAHULUAN. banyak apabila dinilai dapat memberikan kepuasan bagi konsumen. Terciptanya

BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. dengan munculnya integrasi ekonomi di kawasan Asia Tenggara atau yang biasa

BAB I PENDAHULUAN. bisa membuat produk yang berkualitas sangat tinggi. Produk yang berkualitas saja

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. suatu kebutuhan untuk mengeksploitasi sepenuhnya aset-aset mereka demi

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. semakin terintegrasi tanpa rintangan dan batas teritorial negara. Hal ini membuat

BAB I PENDAHULUAN. cepat tak terkecuali di Indonesia sendiri. Beragamnya produk yang memasuki

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Teh Hijau merupakan jenis teh tertua yang dalam pembuatannya mengalami

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi yang tidak mengenal batas membuat dunia bisnis harus dapat

BAB I PENDAHULUAN. Dalam memasarkan suatu produk kita dapat menggunakan pendekatan bauran

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Situasi pasar saat ini semakin kompetitif dengan persaingan yaang

BAB 1 PENDAHULUAN. tanggap dalam mengantisipasi keadaan di masa mendatang. Ditambah dengan krisis

I. PENDAHULUAN. Minuman ringan (soft drink) adalah minuman yang tidak mengandung. alkohol, merupakan minuman olahan dalam bentuk bubuk atau cair yang

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN TERHADAP MINUMAN TEH SIAP MINUM (READY TO DRINK) MEREK TEH BOTOL SOSRO DI JAKARTA TIMUR

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Melihat perkembangan ekonomi yang terbilang pesat di Indonesia,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Minum teh sudah merupakan kebiasaan masyarakat Indonesia semenjak

BAB I PENDAHULUAN. Pendahuluan

I. PENDAHULUAN Distribusi merupakan salah satu elemen dalam manajemen pemasaran

BAB I PENDAHULUAN. teknologi yang semakin pesat semakin mendorong perusahaan untuk tetap going

BAB I PENDAHULUAN. kemasan karena sudah menjadi kebutuhan sehari hari. Produsen teh dalam

BAB I PENDAHULUAN Gambaran Umum Objek Penelitian Profil Singkat Perusahaan

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Tahun. Gambar 1.1 Penjualan AMDK di Indonesia (dalam juta liter) (Sumber : Atmaja dan Mustamu, 2013)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pasar. dalam industri makanan dan minuman adalah bisnis minuman dalam

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya dunia bisnis dari waktu ke waktu mengakibatkan

ABSTRAK KATA PENGANTAR DAN UCAPAN TERIMAKASIH DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

BAB I PENDAHULUAN. PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Medan merupakan salah satu anak. perusahaan dari The Coca-Cola Company yang bergerak dalam bidang

BAB I PENDAHULUAN. semaksimal mungkin. Keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan itu sangat

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

BAB 1 PENDAHULUAN. makin banyaknya perusahaan yang menjalani proses produksi di Indonesia. Makin

BAB 1 PENDAHULUAN. fleksibilitas dalam supply chain mereka. Pada prinsipnya manajemen supply chain adalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang (beranda.miti.or.id)

BAB I PENDAHULUAN. diera informasi ini, perilaku konsumen akan semakin diperhatikan. Hal ini

BAB 1 PENDAHULUAN UKDW. pastinya dapat mendatangkan keuntungan bagi produsennya.

BAB I PENDAHULUAN. dan merebut pangsa pasar (market share). Agar mampu bersaing dalam merebut

1 PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. logistik sudah digunakan untuk mengatasi berbagai jenis kebutuhan manusia dan

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan konsumen. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan koordinasi dan

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI...iii DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... viii

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Pada masa sekarang ini industri manufaktur telah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. pemilihan produk untuk dikonsumsi. Hal ini disebabkan oleh perkembangan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Persaingan bisnis dalam era globalisasi makin dinamis dan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. memberikan dampak yang besar dalam persaingan usaha. Setiap perusahaan akan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gambar 1.1 Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman Tahun

BAB I PENDAHULUAN. di bidang produksi atau pembuatan kertas rokok (cigarette paper). Produk kertas

I. PENDAHULUAN. Tabel 1. Pembelian Konsumen terhadap Minuman Ringan (Tahun )

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan harus melakukan perbaikan secara continuous untuk menjaga

BAB I PENDAHULUAN. pertempuran persepsi konsumen dan tidak lagi sekedar pertempuran produk. Bagi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Persaingan antar perusahaan tidak terbatas hanya secara lokal,

BAB I PENDAHULUAN. konsumtif. Selain itu, Indonesia merupakan negara dengan pasar potensial. dengan kemasan, rasa, dan harga yang bervariasi.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. signifikan pada beberapa tahun terakhir. Menurut data Euromonitor, nilai

BAB III METODOLOGI 3.1 KERANGKA PEMIKIRAN

I. PENDAHULUAN. pemasaran intinya menawarkan dan menciptakan produk dan jasa yang bernilai

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. optimal adalah minimalisasi pengeluaran dan maksimalisasi pemasukan.

BAB I PENDAHULUAN. setiap perusahaan berbeda-beda tergantung dari jenis perusahaan itu sendiri. Persediaan

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. ketat, oleh karena itu bagi perusahaan yang mempunyai keinginan untuk

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan

: Perencanaan pengadaan bahan baku bihun untuk meminimasi total biaya persediaan di PT. Tiga Pilar Sejahtera BAB I PENDAHULUAN

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Priestley, seorang ilmuwan dari Amerika Serikat menemukan bahwa CO2 yang

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Universitas Widyatama I -1

Lampiran 1. Deskripsi Produk-produk PT Sinar Sosro

BAB I PENDAHULUAN 1 BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi telah menuntut adanya perubahan paradigma lama dalam

BAB 4 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. salah satu minuman ringan yang cukup popular dan digemari masyarakat. Sari

BAB I PENDAHULUAN. minuman siap minum atau dikenal dengan istilah non-alcoholic ready to drink

Transkripsi:

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Industri manufaktur Indonesia saat ini semakin mengalami perkembangan yang sangat pesat dan persaingan yang ketat di industrinya untuk dapat mencapai loyalitas konsumen yang lebih unggul dari industri kompetitornya. Bagi setiap industri manufaktur, pemenuhan permintaan, loyalitas, dan kepuasan konsumen merupakan aspek penting untuk industri dapat bersaing di pasar. Sehingga, untuk dapat mencapai aspek penting itulah setiap industri terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pada proses produksinya. Peningkatan produktivitas di industri manufaktur ini lebih mengarah pada optimalisasi proses produksinya, terutama pada rencana produksi yang direncanakannya untuk dapat memenuhi permintaan konsumen dan dapat menghasilkan output produksi yang optimal. Selain itu, efisiensi yang diterapkan lebih mengarah pada meminimalkan biaya pada setiap proses produksi yang berlangsung untuk dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal. Salah satu industri manufaktur saat ini yang bersaing secara kompetitif di pasar lebih berfokus pada sektor makanan dan minuman. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) memperkirakan bahwa nilai penjualan produk makanan dan minuman pada 2014 tumbuh 6% menjadi Rp 797 Trilliun, relatif sama dengan tahun sebelumnya (Bank Mandiri, 2014). Untuk potensi pasar minuman ringan sendiri di Indonesia menurut data Asosiasi Industri Minuman Ringan masih terbuka lebar, mengingat tingkat konsumsi minuman ringan di Indonesia masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan negara lainnya. Namun demikian, pasar minuman ringan diprediksikan akan tumbuh sebesar 10-11 persen di tahun 2013 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sejalan dengan prediksi yang disampaikan oleh Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) (Warta Kota, 2013), untuk industri minuman ringan di pasar global tumbuh rata-rata 12% per tahun dengan nilai pasar sebesar USD 5.167 juta pada tahun 2013 (Bank Mandri, 2014). 1

2 Persentase pertumbuhan pasar minuman ringan akan terus meningkat seiring dengan perkembangan jumlah penduduk Indonesia yang besar dan terus bertambah, peningkatan daya beli masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi, dan meningkatnya populasi masyarakat middle class income serta pertumbuhan jumlah gerai modern menjadi faktor utama pada pertumbuhan permintaan di industri minuman. Selain itu, menurut laporan Euromonitor (2013) yang dikutip pada industry update vol. 3 Bank Mandiri 2014 pertumbuhan yang lebih tinggi diperkirakan terjadi untuk Ready To Drink coffee (tumbuh 18.8%, USD 614 Juta), fruit/vegetable juice (15.6%, USD 159 Juta), sport & energy drink (14.8%, USD 614 Juta), dan RTD tea (13.7%, USD 1.134 Juta). Secara volume, pasar minuman ringan di Indonesia masih didominasi oleh Air Minum Dalam Kemasan sebesar 80%. Dari beberapa industri minuman ringan yang menyediakan produk Ready to drink pada produk teh dalam kemasan, salah satunya adalah PT. Sinar Sosro. PT. Sinar Sosro merupakan perusahaan yang memproduksi teh dalam kemasan pertama di Indonesia. Keunggulan PT. Sinar Sosro di industrinya ini dibuktikan dengan mencapainya persentase sebesar 51% lebih unggul dibandingkan dengan kompetitor lainnya. Hal ini dapat terbukti dari dikenalnya berbagai produk yang di tawarkan oleh PT. Sinar Sosro di pasar. Produk-produk tersebut antara lain Teh Botol Sosro, Fruit Tea Sosro, Sosro Joy Green Tea, Teh Celup Sosro, Happy Jus, Country Choice, Tebs, S-Tee, dan Prim-A. Berikut ini daftar perusahaan yang menampilkan presentase pada market share produknya di industri minuman ringan teh dalam kemasan. Tabel 1.1 Presentase Persaingan Industri Minuman Ringan Teh Perusahaan Merek Presentase PT. Sinar Sosro Teh Botol Sosro 51.0 % PT. Coca Cola Bottling Freshtea 11.3 % PT. Ultra Jaya Ultra Teh Kotak 8.1 % ABC President ABC Teh Kotak 7.5 %

3 Perusahaan Merek Presentase PT. Mayora Indah Teh Pucuk Harum 5.1 % PT. Sinar Sosro Fruit tea 5.1 % PT. Indofood Tekita 3.8 % Sumber: Top Brand Award 2014 Dalam mencapai keunggulan bersaing pada PT. Sinar Sosro, tentunya tidak terlepas dari peran efektif dan efisiennya dalam mendistribusikan produk hingga sampai ke konsumen akhir dengan tepat. Adapun jalur distribusi yang digunakan oleh PT. Sinar Sosro yaitu melalui distributor Kantor Penjualan Wilayah dan distributor NKA yang mendistribusikan produk-produknya secara langsung ke outlet-outlet restaurant ataupun ke outlet modern market yang tersebar di beberapa wilayah. Sehingga, dengan ini PT. Sinar Sosro dapat semakin meningkatkan jumlah permintaan produk dari adanya jalur distribusi tersebut. PT. Sinar Sosro juga membagi beberapa lini produksinya ke beberapa cabang pabrik untuk dapat mencapai produktivitas yang baik dalam proses produksinya. Salah satu cabang pabrik yang menjadi fokus penelitian ini adalah Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung. Dalam mendukung rencana yang mengarah pada produktivitas dan efisiensi pada proses produksi agar dapat bersaing secara kompetitif di pasar, PT. Sinar Sosro memulainya dengan menciptakan aliran informasi yang terintegrasi antara distributor dengan bagian PPIC produksi. Input aliran informasi ini dikenal dengan istilah OMAN (Order Management). Informasi dalam sistem OMAN merupakan informasi order dari setiap KPW dan NKA yang diberikan ke Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung. Dalam realitanya, Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dihadapkan dengan permasalahan pada tidak optimalnya perencanaan produksi yang dibuatnya untuk dapat menghasilkan kuantitas produk yang akurat dengan mendekati jumlah realisasi dari setiap distributornya. Karena, berdasarkan data realisasi yang di amati di Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung terjadi gap (Lampiran 2) sebesar 39% di tahun 2011, 85% di tahun 2012, dan 18% di tahun 2013 order management TBK 200 ml. Sedangkan, sebesar 46% di tahun 2011, 59% di tahun 2012, dan 17

4 % di tahun 2013 untuk order management TBK 250 ml yang ditargetkan lebih kecil dari realisasinya (Lampiran 3). Selain itu, terjadi selisih yang mengakibatkan terjadinya persediaan produk yang menumpuk di gudang PB&PI Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung. Terjadinya penumpukkan produk di gudang PB&PI ini akan berdampak besar pada terjadinya kerusakan pada produk tersebut, dalam hal ini akan terjadinya kerusakan pada kemasan karton produk apabila terjadinya penumpukkan yang melebihi kapasitas penyimpanannya. Hal ini dikarenakan dalam realisasi secara aktualnya distributor tidak melakukan pengambilan produk yang sesuai dengan permintaan yang di input dalam Order Management tersebut. Sehingga, dapat terlihat bahwa terdapat selisih yang cukup besar antara data yang di input dalam order management dengan realisasi aktualnya untuk produk Teh Botol Kotak dengan kemasan 200 ml dan 250 ml yang diambil dari setiap distributor. Besarnya selisih yang terjadi antara OMAN dan realisasinya ini dapat dikarenakan setiap distributor tidak akurat dalam memberikan informasi permintaannya untuk pengambilan produk yang sesuai dengan informasi OMAN tersebut. Masalah ini dapat disebabkan karena distributor tidak memperoleh informasi untuk pemenuhan permintaannya secara akurat di setiap retail untuk periode berikutnya, tidak adanya pengawasan stok produk yang dilakukan oleh kantor pabrik untuk melihat stok produk yang masih tersedia disetiap kantor penjualan wilayah, adanya pengaruh dari produk subtitusi yang dapat mempengaruhi menurunnya permintaan konsumen sehingga distributor melakukan pengambilan produk dengan kuantitas yang lebih kecil dan tidak sesuai dengan OMAN yang di input tersebut. Selain itu, adanya realisasi yang cukup besar dapat dipengaruhi oleh faktor seasonal di periode tertentu sehingga pembelian produk cukup meningkat dan adanya strategi promosi yang dilakukan oleh Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dalam meningkatkan kuantitas penjualan produknya. Berdampak dari tidak akuratnya informasi order management dengan realisasi aktualnya, tentunya akan mempengaruhi ketidakoptimalan Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dalam membuat perencanaan produksinya. Sehingga berakibat terjadinya over production ataupun under production, selain itu akan menyebabkan timbulnya pemborosan pada total biaya produksi. Adapun biaya yang

5 dapat ditimbulkan dari adanya perencanaan produksi yang tidak optimal adalah biaya dari opportunity loss apabila tidak dapat memenuhi permintaan konsumen dan terjadinya pemborosan pada biaya inventory saat terjadinya penumpukkan stok produk. Selain biaya-biaya yang terkait tersebut, tentunya Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung juga akan dihadapkan pada menurunnya tingkat produktivitas dalam proses produksinya, karena dapat menyebabkan hasil produksi yang tidak sesuai dengan perencanaannya. Mengacu pada latar belakang penelitian ini, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dalam proses produksi pada Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pada optimasi proses produksi berdasarkan pada penentuan jumlah permintaan yang diramalkan diperiode yang akan datang melalui pengukuran peramalan yang lebih akurat. Keakuratan pada hasil peramalan ini dapat diukur dengan error terkecil dari metode MSE dan MAD. Adapun fokus penelitian yang akan diteliti adalah untuk produk Teh Botol Kotak kemasan 200 ml dan 250 ml. Alasan peneliti menganalisa untuk proses produksi yang terkait pada produk tersebut, dikarenakan untuk proses produksi Teh Botol Kotak kemasan 250 ml dan 200 ml lebih membutuhkan produktivitas dan efisiensi biaya. Di mana efisiensi ini dilakukan bertujuan untuk dapat menyediakan biaya yang maksimal pada biaya sewa dan maintenance mesin Tetra Brik Aseptic yang disewa dari PT. Tetra Pack. Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini dengan judul penelitian Analisa Perencanaan Produksi Yang Optimal Dengan Menggunakan Metode Peramalan Pada Studi Kasus Produk Teh Botol Kotak Kemasan 200 ml dan 250 ml Pada Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung. Adapun metode yang digunakan terkait penelitian pada Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung adalah menggunakan metode forecasting untuk meramalkan jumlah permintaan yang akan di order dari setiap distributor. Dengan menggunakan metode forecasting inilah dapat mengetahui tingkat error terkecil dalam menentukan beberapa metode forecasting yang digunakan dan menggunakan faktor seasonal index dalam melakukan peramalan permintaan di periode yang akan datang. Dari hasil perhitungan forecasting yang digunakan untuk mengetahui jumlah permintaan yang akan di order diperiode akan datang, peneliti melakukan perencanaan produksinya dengan menerapkan strategi metode Aggregate Planning

6 sebagai strategi yang dapat dilakukan untuk dapat meningkatkan efisiensi produksi sebaik mungkin dan mengoptimalkan pemenuhan permintaan dengan cara menggunakan waktu kapasitas regular atau waktu kapasitas lembur dalam proses produksinya. 1.2. Identifikasi dan Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat terindentifikasi permasalahan yang terjadi di lantai produksi maupun di dalam manajemen operasional pada Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung yang dapat disajikan pada Diagram Keterkaitan Masalah (Lampiran 6). Berikut ini beberapa poin identifikasi masalah yang terjadi, antara lain: 1. Terjadinya masalah kurangnya ketersediaan produk TBK 200 ml dan TBK 250 ml pada Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung dari tidak akurasinya target yang dibuat dari setiap distributor dalam memprediksi order setiap distributor di periode yang akan datang. 2. Terjadinya gap antara perencanaan produksi yang dibuat oleh PPIC produksi dengan hasil produksi yang dapat mengakibatkan terjadinya over production ataupun under production. 3. Timbulnya ketidakefisienan biaya produksi dari adanya perencanaan produksi yang tidak optimal. Agar dapat membantu mencari solusi dari permasalahan tersebut, maka dalam penelitian ini permasalahan yang ada dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Metode forecasting apakah yang dapat mengatasi terjadinya masalah kurangnya ketersediaan produk dari adanya ketidakakuratan informasi target permintaan untuk produk TBK 200 ml dan TBK 250 pada Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung di periode yang akan datang? 2. Bagaimanakah usulan metode perencanaan produksi yang diberikan guna mengatasi gap yang terjadi secara signifikan antara perencanaan dengan aktual hasil produksinya?

7 3. Bagaimanakah usulan perencanaan produksi yang dapat mengantisipasi terjadinya over cost production? 1.3. Ruang Lingkup Penelitian Adapun ruang lingkup yang membatasi pembahasan masalah yang ada di Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung adalah sebagai berikut: 1. Penelitian dilakukan di Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung. 2. Objek penelitian akan dibatasi pada produk Teh Botol Sosro kemasan Kotak 250 ml dan 200 ml. 3. Melakukan analisa sekunder dari dokumentasi-dokumentasi data order management, realisasi, perencanaan produksi, hasil produksi, dan stok akhir dari persediaan bahan baku dan produk jadi untuk produk Teh Botol Sosro kemasan Kotak (TBK) kemasan 200 ml dan 250 ml. 4. Analisa proses di Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung terkait dengan perencanaan produksi, proses pemesanan bahan baku, dan pengendalian proses produksi. 5. Penelitian akan dibatasi pada peramalan permintaan dan perencanaan produksi yang optimal dengan menggunakan strategi perencanaan agregat. 6. Analisa data biaya untuk per unit produksi pada produk Teh Botol Sosro kemasan Kotak 250 ml dan 200 ml. 7. Biaya yang dihitung hanya dari segi biaya reguler, biaya lembur, biaya inventory dan total cost dari produksi. 1.4. Tujuan dan Manfaat 1.4.1. Tujuan Dalam menulis penelitian ini, tentunya memiliki tujuan-tujuan serta manfaat yang akan dihasilkan dari penulisan tersebut. Adapun tujuan dari penulisan ini sebagai berikut:

8 1. Mendapatkan metode peramalan yang lebih baik dan akurat untuk memprediksi permintaan di tahun 2014. 2. Meminimalisasi gap yang terjadi antara perencanaan produksi dan hasil produksi untuk dapat memenuhi permintaan. 3. Mendapatkan usulan perencanaan produksi yang optimal dalam memenuhi permintaan dan total cost produksi yang minimal. 1.4.2. Manfaat Melalui penelitian ini diharapkan mampu membantu menyelesaikan permasalahan dalam peramalan permintaan, perencanaan produksi, dan pengendalian persediaan yang tidak optimal pada Kantor Pabrik PT. Sinar Sosro Cibitung. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan mampu memberikan manfaat untuk berbagai pihak, antara lain: Manfaat penelitian bagi perusahaan: 1. Dapat menentukan peramalan permintaan di periode mendatang yang lebih akurat untuk dapat dijadikan sebagai acuan dalam menentukan jumlah produk yang akan diproduksi. 2. Dapat membuat suatu perencanaan produksi yang mendekati jumlah dari realisasi permintaan dan hasil produksinya. 3. Dapat mengoptimasi proses produksi melalui perencanaan produksi yang optimal dalam mencapai produktivitas dan efisiensinya. 4. Dapat memenuhi permintaan untuk produk TBK 250 ml dan 200 ml dengan optimal dan dapat meminimalisasi biaya dalam proses produksi. Manfaat penelitian bagi penulis: 1. Dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam mengatasi permasalahan mengenai peramalan penjualan dan optimasi perencanaan produksi di industri manufaktur.

9 2. Dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari selama perkuliahan dengan menganalisis permasalahan dalam sistem persediaan yang optimal. Manfaat penelitian bagi pembaca: 1. Dapat memberikan informasi secara tertulis mengenai cara mengatasi permasalahan yang ada dalam industri manufaktur terkait dengan peramalan penjualan dan perencanaan produksi yang optimal dengan menggunakan strategi aggregate. 2. Menjadi referensi bagi pembaca untuk penelitian berikutnya. 1.5. Sistematika Penulisan Berikut ini penjabaran dari sistematika penulisan yang disajikan dalam penelitian ini: BAB 1 : PENDAHULUAN Bab ini menguraikan latar belakang dari penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, ruang lingkup penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan. BAB 2 : LANDASAN TEORI Bab ini menjelaskan teori-teori yang relevan untuk digunakan dalam mengatasi permasalahan yang terkait dalam penelitian dan untuk mencapai tujuan dalam analisis penelitian ini. BAB 3 : METODOLOGI PENELITIAN Menjelaskan tentang tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian secara ringkas mulai dari awal penelitian hingga akhir penelitian dan divisualkannya dalam bentuk diagram alir BAB 4 : ANALISIS DAN PEMBAHASAN Bab ini berisikan gambaran perusahaan, pengumpulan data, pengolahan data, dan pembahasan untuk mendapatkan output berupa usulan peramalan

10 permintaan yang optimal dan dapat memberikan perencanaan produksi yang efektif dan efisien yang dapat dicapai perusahaan. BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisikan kesimpulan-kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil analisis pembahasan di bab sebelumnya dan juga berisikan saran-saran yang dirasakan cukup relevan dari masalah yang diangkat dalam penelitian ini.