BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
|
|
|
- Utami Irawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 32 BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data Data Umum Perusahaan Sejarah PT Universal Tekno Reksajaya PT Universal Tekno Reksajaya pada awalnya bernama UT Reman yang merupakan bagian dari PT United Tractors. Pada tanggal 7 Juli 2011, UT Reman akhirnya berdiri sendiri sebagai anak perusahaan PT United Tractors dengan nama PT Universal Tekno Reksajaya. PT Universal Tekno Reksajaya adalah Remanufacturing Plant yang bergerak dibidang penyediaan dan perbaikan komponen dari alat-alat berat seperti Engine, Transmisi, Hydraulic Cylinder, dan Final Drive. Komponen dikerjakan melalui proses remanufacture dengan standar yang telah ditetapkan mulai dari proses penerimaan komponen, pembongkaran, pengukuran, perakitan kembali dan pengecekan. PT Universal Tekno Reksajaya dijalankan pada satu Head Office dan tujuh plant yang tersebar di beberapa wilayah tanah air yaitu Pekanbaru, Jakarta, Balikpapan, Sangatta, dan Timika. 32
2 Remanufacture adalah proses paling canggih dalam pengembalian fungsi, performa dan ketahanan komponen ke tingkat produk baru dengan memanfaatkan teknik pembaruan terkini dan teknologi produsen aslinya. Sebagai produk yang 33
3 berorientasi penuh pada kualitas, biaya, dan pengiriman serta lingkungan, peremejaan memiliki keunggulan tersendiri, yaitu: 1. Target kualitas peremajaan adalah setara dengan produk baru. 2. Biaya peremajaan dipatok 40% dari harga produk baru untuk memperkecil biaya operasional konsumen. 3. Peremajaan berkomitmen mempertahankan tingginya tingkat ketersediaan produk di pasaran sama seperti dengan suku cadang biasa, dengan demikian memungkinkan untuk dijalankannya sistem pertukaran komponen untuk mengurangi masa perawatan peralatan dan memaksimalkan ketersediaan peralatan kapanpun konsumen membutuhkannya. 4. Komponen peremajaan merupakan bagian dari penghematan sumber daya dan mengurangi limbah dengan pemanfaatan kembali dan daur ulang komponen Proses Bisnis Proses bisnis pada PT Universal Tekno Reksajaya memiliki tiga proses yaitu proses utama, proses perbaikan, dan proses pendukung, dengan penjelasan sebagai berikut: 1. Proses bisnis dimulai dengan permintaan dan penawaran dari pelanggan kepada perusahaan, proses ini menjadi tanggung jawab Marketing Head. 2. Setelah proses permintaan dan penawaran selesai maka akan dilanjutkan dengan proses pemenuhan order, pada proses ini akan ada 33
4 kesepakatan antara perusahaan dan pelanggan, proses ini menjadi tanggung jawab Product Support Head. 3. Setelah pemenuhan order tersebut maka pelanggan akan mengirimkan komponen yang perlu diperbaiki ke perusahaan, yang menerima komponen tersebut adalah Marketing Head atau Production Support Head. Komponen yang diterima akan terlebih dahulu dicek kelengkapan data dan berkasnya agar diketahui history dari komponen yang diterima. 4. Komponen yang diterima kemudian akan melalui proses pembongkaran untuk mengetahui bagian mana yang mengalami kerusakan dan spare part apa saja yang perlu diganti maupun diperbaiki. Selain proses pembongkaran akan dilakukan juga proses pengukuran, proses ini akan menjadi tanggung jawab Production Support Head. 5. Pada proses pembongkaran akan diketahui spare part apa saja yang dibutuhkan untuk memperbaiki komponen. Maka proses pengadaan kebutuhan produksi akan menjadi tanggung jawab Production Support Head. 6. Setelah seluruh spare part dan komponen terkumpul lengkap maka akan dilanjutkan dengan proses perakitan komponen menjadi utuh kembali, proses ini menjadi tanggung jawab dari Production Head. 34
5 7. Setelah komponen telah selesai dirakit, selanjutnya komponen akan melalui beberapa tes dan kemudian dicat agar terlihat seperti baru. Proses ini masih menjadi tanggung jawab Production Head. 8. Apabila komponen telah dinyatakan lulus tes maka akan dilakukan closing job dan komponen dinyatakan ready for use. Proses ini menjadi tanggung jawab Production Support Head. 9. Komponen yang telah dinyatakan ready for use maka akan dikemas di plastik khusus dan dimasukkan ke dalam peti. Maka komponen telah dinyatakan siap untuk dikirim. Proses ini menjadi tanggung jawab Production Support Head Struktur Organisasi PT Universal Tekno Reksajaya memiliki lima divisi utama yaitu: Production Head, Production Support Head, Quality Assurance, Marketing, dan Administrasi dengan struktur organisasi sebagai berikut: PLANT MANAGER B.I PH PSH QA HEAD MARKETING ADMINISTRASI SUPERVISOR COMPONENT Washing PT Assy PPM HYD Test Disassy PT Fabrikasi SUPERVISOR ENGINE ENGINE Assy ENGINE Test WPSR Tools Keeper Disassy ENGINE SUPERVISOR SUBASSY SUB 1 SUB 2 SUB 3 FIP PART ANALYST PPC ADM. Sev ADM. POP PDC OFFICER PICK & PACK QA ADM QA MARKETING OFFICER Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT Universal Tekno Reksajaya Plant Jakarta ADM Staff K3LH GA Pantry 35
6 C U S T O M E R C U S T O M E R PROSES UTAMA MH PSH MH / PSH PH PSH PH PH PSH PSH PSH PERMINTAAN & PENAWARAN PEMENUHAN ORDER RECEIVING DAMAGE CORE PEMBONGKARAN & PENGUKURAN KOMPONEN PENGADAAN KEBUTUHAN PRODUKSI PERAKITAN PERFORMANCE TEST & PAINTING RFU & CLOSING JOB PENYIMPANAN KOMPONEN SIAP PAKAI / KIRIM PENGIRIMAN Transaksi dengan Tukar Komponen GM, MGR, PM PSH/MH PSH/PH PH PSH PSH QA/PH/PSH QA/PH MH PEMBUATAN & PELAKSANAAN STRATEGIC PLANNING PENGELOLAAN KEUANGAN PENGELOLAAN PENGEMBANGAN SDM & KEPEGAWAIAN PENGELOLAAN FASILITAS & PERALATAN PENGELOLAAN RAW MATERIAL PRODUKSI & KOMPONEN PENGADAAN BARANG REVIEW PRODUCTION PENGENDALIAN PEKERJAAN ATAU PRODUCT YANG TIDAK SESUAI PENANGANAN KELUHAN PELANGGAN PROSES PENDUKUNG PROSES PERBAIKAN DC QMR & IQA All QMR All Corp/PM/CSH PENGENDALIAN DOKUMEN & CATATAN AUDIT MUTU INTERNAL TINDAKAN PERBAIKAN & PENCEGAHAN TINJAUAN MANAJEMEN ANALISA DATA PENGUKURAN KEPUASAN PELANGGAN Note : GM : General Manager MGR : Deparment Manager PM : Plant Manager PSH : Production Support Head PH : Production Head CSH : Customer Support Head QA : Quality Assurance Corp. : Corporate DC : Document Controller IQA : Internal Quality Auditor QMR : Quality Management Representative Gambar 4.2 Flow Bisnis PT Universal Tekno Reksajaya 36
7 Produk Yang Dihasilkan PT Universal Tekno Reksajaya tidak melakukan perencanaan dan perancangan terhadap produk yang dihasilkan karena dalam proses remanufacture adalah hanya mengacu kepada standar pabrik. Produk yang dihasilkan PT Universal Tekno Reksajaya Plant Jakarta antara lain: a) Engine b) Component (Power Train, Pump Piston Motor) c) Cylinder d) Mid Life Component e) Electrical Data Permintaan Produk Dari seluruh produk yang dihasilkan oleh PT Universal Tekno Reksajaya, engine memiliki permintaan dalam jumlah paling besar serta memiliki banyak spare part, oleh karena itu penelitian difokuskan pada unit engine. Berikut adalah data permintaan engine dalam periode penelitian (Januari 2012 Juni 2013) 37
8 Unit Model Tabel 4.1. Data Permintaan Engine Januari 2012-Juni 2013 Januari- April 2012 Mei- Agustus 2012 Jumlah Unit September- Desember 2012 Januari- Juni 2013 PC PC D85ESS HD PC HD PC PC GD705A D375A EGS Perkiraan Permintaan dan Aktual Permintaan PT Universal Tekno Reksajaya sampai saat ini terdapat 2 jenis bentuk peramalan yang memiliki tujuan masing- masing. Jenis peramalan tersebut adalah: Peramalan rencana produksi selama 1 tahun Peramalan ini dilakukan pada setiap awal periode business plan yang bertujuan untuk mengetahui target perusahaan dalam jangka waktu 1 tahun yang akan datang, antara lain target pendapatan perusahaan, jumlah production order, penyediaan spare parts, dan kebijakan-kebijakan perusahaan lainnya. Peramalan ini juga dijadikan patokan bagi setiap bagian untuk menyusun activity plan. Hal yang dijadikan acuan untuk menetapkan jumlah dan variasi adalah data aktual tahun sebelumnya dikombinasikan 38
9 dengan peramalan yang diberikan oleh pihak konsumen selama satu tahun. Akurasi dari peramalan ini kurang akurat jika dibandingkan dengan aktual produksi sehingga tidak bisa dijadikan acuan dalam melakukan pemesanan spare parts. Peramalan rencana produksi 4 bulan (4 month plan) Peramalan ini dilakukan pada setiap bulan untuk merencanakan produksi untuk 4 bulan yang akan datang. Tujuan dari peramalan ini adalah sebagai acuan dalam melakukan pemesanan spare parts kepada pihak pemasok, dikarenakan lead time dari barang tersebut adalah 3 bulan, sehingga pihak perusahaan harus melakukan pemesanan 3 bulan sebelum barang tersebut di produksi. Perhitungan yang dipergunakan untuk menentukan peramalan 4 bulanan adalah forecast yang diberikan oleh pihak konsumen (distributor) pada setiap bulannya untuk rencana pembelian 4 bulan yang akan datang. Data aktual produksi yang dipergunakan pada penelitian ini adalah mulai dari periode Januari 2012 sampai dengan Juni Melihat dari data aktual terlihat beberapa kali terjadi permintaan melebihi dari ramalan yang disebabkan oleh permintaan yang mendadak atau biasa disebut emergency order (EO), dan juga terdapat beberapa kali permintaan kurang dari yang diramalkan dikarenakan adanya pembatalan atau penundaan permintaan dari pihak konsumen. 39
10 PLAN PROD. 1 TAHUN PLAN PROD. 4 BULAN AKTUAL PRODUCTION Jan -12 Feb -12 Mar -12 Apr -12 Gambar 4.3 Perbandingan Peramalan dengan Permintan Tabel 4.2 Perbandingan Peramalan dengan Permintaan Mei -12 Jun -12 Jul -12 Agust -12 Sep -12 Okt -12 Nop -12 Des -12 Jan -13 Feb -13 Mar -13 Apr -13 Mei -13 Jun -13 TOTAL PERIOD PLAN 1 TAHUN PLAN 4 BULAN AKTUAL
11 4.1.4 Data Biaya Persediaan Spare Part Biaya Pembelian Spare Part Biaya pembelian spare part adalah biaya yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan saat membeli dari supplier. Biaya pembelian ini sudah termasuk biaya transportasi dari supplier ke perusahaan. Biaya pembelian tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.3 Data Biaya Pembelian Spare Part Engine PC200-7 NO PART NO PRICE/UNIT NO PART NO PRICE/UNIT (USD) (USD) , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,22 41
12 NO PART NO PRICE/UNIT NO PART NO PRICE/UNIT (USD) (USD) , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,21 42
13 NO PART NO PRICE/UNIT NO PART NO PRICE/UNIT (USD) (USD) , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , DK , , , , , , , , , , , , , , , , , ND , ,89 43
14 NO PART NO PRICE/UNIT NO PART NO PRICE/UNIT (USD) (USD) , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , Biaya Pemesanan Biaya pemesanan merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan setiap melakukan pemesanan bahan baku kepada supplier. Biaya ini meliputi biaya telekomunikasi untuk melakukan pemesanan, biaya administrasi, dan biaya inspeksi dan penerimaan material. o Biaya Administrasi Biaya administrasi merupakan biaya yang diwajibkan dikeluarkan perusahaan untuk keperluan administrasi. Biaya tersebut meliputi 44
15 pembuatan form purchase order, biaya fotocopy dokumen, biaya pembelian alat tulis, pembuatan faktur dan lain-lain. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, perusahaan memberikan estimasi biaya administrasi sebesar IDR 125, o Biaya Telekomunikasi Biaya telekomunikasi merupakan biaya komunikasi dari awal melakukan pemesanan sampai pada biaya komunikasi saat barang dikirim dan sampai di perusahaan. Biaya komunikasi terdiri dari biaya telepon, faksimili, sebagai alat telekomunikasi. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, perusahaan memberikan estimasi biaya telekomunikasi sebesar IDR 50, Tabel 4.4 Data Biaya Pemesanan Spare Part Biaya Pemesanan Telekomunikasi IDR 50, Administrasi IDR 125, Total IDR 175, Biaya Simpan Biaya simpan adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk semua hal yang berkaitan dengan penyimpanan persediaan bahan baku digudang. Biaya simpan ini meliputi biaya modal, biaya asuransi, pajak, biaya keusangan, dan ruang penyimpanan dan handling material. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, perusahaan memberikan estimasi presentase biaya simpan spare part 45
16 selama 1 tahun sebesar 24%. Berikut ini merupakan daftar presentase dari masing- masing komponen biaya simpan tersebut : Tabel 4.5 Komponen Biaya Penyimpanan Spare Part Selama 1 tahun Holding Cost Capital Cost 10.0% Tax 2.0% Insurance 1.0% Obsolescence 6.0% Storage 3.0% Handling 2.0% Total 24% Biaya Backorder Biaya backorder adalah biaya pada saat pesanan konsumen yang diterima pihak perusahaan tidak dapat dipenuhi akibat tidak cukupnya jumlah persediaan, konsumen bersedia menunggu sampai pesanan dapat dipenuhi, sehingga perusahaan tidak kehilangan penjualannya. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, perusahaan memberikan estimasi presentase biaya backorder spare part setiap satu kali kejadian adalah sebesar 8% dari harga spare part Safety Factor Perusahaan Untuk Setiap Klasifikasi Spare Part Safety Factor untuk masing-masing klasifikasi spare part pada perusahaan adalah sebagai berikut: Klasifikasi A sebesar 95% Klasifikasi B sebesar 60% Klasifikasi C sebesar 50% 46
17 4.1.6 Data Persentase Penggunaan Spare Parts Di dalam bisnis remanufacturing ada suatu hal yang khusus yaitu persentase penggunaan spare parts pada setiap kali pembongkaran sebuah komponen. Persentase ini didapat dari data yang diproses oleh sistem dari total pemakaian sebuah spare parts dibandingkan dengan jumlah produksi spare parts tersebut. Sehingga dapat diketahui item-item apa saja yang harus diganti, tingkat penggantiannya tinggi, dan item-item yang jarang ataupun tidah pernah diganti. 47
18 Tabel 4.6 Data Persentase Penggunaan Spare Parts NO USAGE QTY/ USAGE QTY/ PART DESCRIPTION NO PART NUMBER DESCRIPTION NUMBER RATIO RATIO (%) UNIT (%) UNIT INSERT 69% IT BOLT 35% INSERT 69% DAMPER 35% SEAL 100% PISTON 100% COTTER 42% PISTON PIN 19% COTTER 27% RING 35% SPRING 69% BUSHING 35% BOLT 23% BOLT 100% BOLT 12% BUSHING 62% GASKET 100% CONNECTING ROD 35% INTAKE VALVE 100% PISTON RING ASSY 100% EXHAUST VALVE 100% RING 35% SENSOR 12% ARM ASSY 4% SENSOR 69% SCREW 4% GASKET 100% BOLT 12% GASKET 35% O-RING 100% HOSE 69% VALVE 69% PIPE 12% ADAPTER 35% CLAMP 35% COVER 12% CAP 35% SEAL 100% CAP 35% PANEL 35% GASKET 100% SPACER 35% GASKET 100% PLATE 35% GASKET 100% BOLT 35% SCREW 100% PUMP 69% PLUG 35% PACKING 35% 1 48
19 PART NUMBER USAGE RATIO (%) USAGE RATIO (%) NO DESCRIPTION QTY/ NO PART NUMBER DESCRIPTION UNIT STUD 35% PACKING 35% NUT 69% NIPPLE 69% GASKET 100% O-RING 35% SEAL 85% CONNECTOR 69% TURBOCHARGER 100% O-RING 35% CONNECTOR 35% HOSE 100% IT bolt 69% HOSE 100% GASKET 100% FILTER 100% O-RING 100% IT bolt 69% GASKET 100% BRACKET 35% BOLT 35% BOLT 69% SPACER 12% SPACER 35% BOLT 12% HEAD ASSY 69% SEAL 92% PLUNGER 12% O-RING 100% SPRING 19% BRACKET 35% O-RING 69% STUD 69% ELBOW 35% NUT 100% O-RING 35% BRACKET 35% GASKET 35% IT BOLT 35% GASKET 85% COVER 12% DK BOLT 12% IT BOLT 100% TUBE 69% WASHER 69% SEAL 73% COVER 35% ISOLATOR 35% BOLT 100% IT BOLT 35% SPACER 69% NUT 35% BOLT 35% O-RING 100% 1 QTY/ UNIT 49
20 PART NUMBER USAGE RATIO (%) USAGE RATIO (%) NO DESCRIPTION QTY/ NO PART NUMBER DESCRIPTION UNIT NUT 69% SEAL 100% BOLT 12% TUBE OIL 27% SEAL 100% FUEL FILTER 85% GASKET 100% BOLT 35% HOSE 100% SCREW 4% CLIP 69% CARTRIDGE 19% THERMOSTAT 100% TUBE 35% IT LINER SALVAGE % BOLT 69% BUSHING 100% SEAL 100% PLUG 69% CLAMP 69% RING 12% BOLT 12% NOZZLE 35% JOINT 69% SEAL 62% SEAL 69% O-RING 100% BOLT 35% PLUG 69% SPRING WASHER 12% O-RING 100% NUT 35% SEAL 85% PLATE 69% SWITCH 100% ISOLATOR 69% O-RING 100% BOLT 35% POINTER 12% PLATE 12% SPACER 12% PLATE 69% BOLT 35% ISOLATOR 69% BOLT 12% ISOLATOR 69% GASKET 100% PLATE 12% BOLT 69% PLATE 69% PIN 35% ISOLATOR 69% RING 35% IT BOLT 35% 3 QTY/ UNIT 50
21 PART NUMBER USAGE RATIO (%) USAGE RATIO (%) NO DESCRIPTION QTY/ NO PART NUMBER DESCRIPTION UNIT O-RING 100% GASKET 100% SEAL 85% TUBE 12% SEAL KIT 69% BOLT 69% GASKET 100% SEAL 42% BOLT 69% SPACER 12% BOLT 69% BOLT 12% HOSE 27% CLAMP 35% CLAMP 69% SCREW 19% GASKET 35% NOZZLE 100% O-RING 100% GASKET 92% GASKET 100% SEAL 54% GASKET 100% SEAL 92% SPACER 35% JOINT 35% IT bolt 69% SEAL 92% WASHER 4% SEAL 19% O-RING 35% WATER PUMP 100% GASKET 35% BOLT 35% IT bolt 69% SEAL 85% BOLT 35% PLUG 35% SEAL 92% BEARING 100% VALVE 19% BOLT 19% COCK 12% ND WIRE 69% SEAL 100% BOLT 12% LIQUID GASKET 100% V-BELT 85% SCREW 69% BOLT 8% SENSOR 12% WASHER 12% BOLT 35% GASKET 92% 1 QTY/ UNIT 51
22 PART NUMBER USAGE RATIO (%) USAGE RATIO (%) NO DESCRIPTION QTY/ NO PART NUMBER DESCRIPTION UNIT SCREW 35% BOLT 8% SENSOR 69% METAL ASSY 27% SENSOR 69% METAL ASSY 27% GUIDE 27% METAL ASSY 12% CLIP 69% METAL ASSY 12% CUSHION 69% PISTON 35% GASKET 35% BEARING 12% SEAL 35% METAL 27% O-RING 35% PISTON RING ASSY 50% BOLT 35% PISTON 19% BOLT 8% SEAL 69% PLUG 12% PIN 12% SPACER 12% HOSE 35% PLATE 12% CUSHION 42% BOLT 35% CLIP 35% SENSOR 69% COLLAR 19% GEAR 12% BOLT 19% WASHER 12% LOCK WASHER 35% CRANKSHAFT 12% BAND 27% METAL 69% SEAL 35% METAL 69% 1 QTY/ UNIT 52
23 4.2 Pengolahan Data Klasifikasi ABC Klasifikasi ABC bertujuan untuk menentukan material-material yang paling perlu ditangani secara serius dengan sistem penanganan tertentu. Analisis ini dikenakan pada rata-rata kebutuhan bahan baku dalam satu tahun menggunakan data histori yang ada. Klasifikasi ABC mengelompokkan spare parts ke dalam tiga kategori, yaitu spare parts kategori A, kategori B, dan kategori C. kategori A adalah kategori yang perlu ditangani dengan serius yang memiliki permintaan banyak sehingga berpengaruh terhadap amount inventory. Penentuan item-item hasil perhitungan yang tergolong dalam kategori A, B, dan C dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan melihat dari sifat item dan pengaruh item tersebut terhadap proses produksi dan tingkat persediaan. 53
24 Tabel 4.7 Data Klasifikasi Spare Parts Engine PC200-7 NO PART NO. QTY/ QTY USAGE TOTAL PRICE/ TOTAL % KUMULATIF KLASIFIKASI RATIO USAGE UNIT ENGINE UNIT PRICE % (%) (QTY) % 18 USD 1.430,700 USD ,600 17, ,2419 A % 108 USD 156,500 USD ,000 11,31 28,5582 A % 108 USD 98,740 USD ,920 7, ,6979 A % 38 USD 165,400 USD 6.252,120 4, ,8838 A % 108 USD 53,910 USD 5.822,280 3, ,7819 A % 38 USD 151,700 USD 5.734,260 3, ,6211 A % 108 USD 47,460 USD 5.125,680 3, ,0529 A % 18 USD 224,000 USD 4.032,000 2, ,7524 A % 2 USD 1.807,200 USD 3.903,552 2, ,3659 A % 21 USD 165,400 USD 3.394,008 2, ,6383 A % 54 USD 49,080 USD 2.650,320 1, ,4127 A % 12 USD 212,800 USD 2.642,976 1, ,1822 A % 18 USD 125,600 USD 2.260,800 1, ,6959 A % 108 USD 19,860 USD 2.144,880 1, ,1319 A % 108 USD 19,500 USD 2.106,000 1, ,5420 A % 18 USD 112,600 USD 2.026,800 1, ,8989 A % 12 USD 159,500 USD 1.980,990 1, ,2253 A % 134 USD 11,530 USD 1.544,098 1, ,2591 A % 12 USD 123,600 USD 1.535,112 1, ,2868 A % 216 USD 6,850 USD 1.479,600 0, ,2775 A % 12 USD 109,400 USD 1.358,748 0, ,1872 A % 12 USD 109,400 USD 1.358,748 0, ,0969 A % 6 USD 215,000 USD 1.354,500 0, ,0038 A % 18 USD 69,580 USD 1.252,440 0, ,8423 A % 75 USD 13,150 USD 979,938 0, ,4984 A 54
25 NO PART NO. QTY/ QTY USAGE TOTAL PRICE/ TOTAL % KUMULATIF KLASIFIKASI RATIO USAGE UNIT ENGINE UNIT PRICE % (%) (QTY) % 216 USD 4,510 USD 974,160 0, ,1506 A % 12 USD 75,910 USD 942,802 0, ,7818 A % 216 USD 4,16 USD 898,560 0, ,3834 A % 18 USD 49,480 USD 890,640 0, ,9797 A % 36 USD 24,020 USD 864,720 0, ,5587 A % 18 USD 46,800 USD 842,400 0, ,1227 B % 15 USD 53,430 USD 817,479 0, ,6700 B % 75 USD 10,700 USD 797,364 0, ,2039 B % 75 USD 10,580 USD 788,422 0, ,7317 B % 29 USD 26,710 USD 778,864 0, ,2532 B % 18 USD 37,240 USD 670,320 0, ,7020 B % 18 USD 36,780 USD 662,040 0, ,1452 B % 6 USD 104,400 USD 657,720 0, ,5856 B % 12 USD 52,780 USD 655,528 0, ,0245 B % 6 USD 102,200 USD 643,860 0, ,4556 B % 12 USD 51,490 USD 639,506 0, ,8837 B % 12 USD 51,490 USD 639,506 0, ,3119 B % 12 USD 51,340 USD 637,643 0, ,7388 B % 149 USD 4,250 USD 633,420 0, ,1629 B % 108 USD 5,860 USD 632,880 0, ,5866 B % 58 USD 9,290 USD 541,793 0, ,9494 B % 6 USD 85,670 USD 539,721 0, ,3107 B % 12 USD 42,900 USD 532,818 0, ,6674 B % 18 USD 28,532 USD 513,583 0, ,0113 B % 21 USD 24,500 USD 502,740 0, ,3479 B % 5 USD 92,150 USD 447,849 0, ,6477 B % 12 USD 35,140 USD 436,439 0, ,9399 B 55
26 NO PART NO. QTY/ QTY USAGE TOTAL PRICE/ TOTAL % KUMULATIF KLASIFIKASI RATIO USAGE UNIT ENGINE UNIT PRICE % (%) (QTY) % 12 USD 33,940 USD 421,535 0, ,2222 B % 13 USD 32,060 USD 415,498 0, ,5004 B % 18 USD 22,970 USD 413,460 0, ,7772 B % 15 USD 26,410 USD 404,073 0, ,0477 B % 18 USD 22,070 USD 397,260 0, ,3137 B % 75 USD 4,660 USD 347,263 0, ,5462 B % 6 USD 53,710 USD 338,373 0, ,7727 B % 6 USD 52,840 USD 332,892 0, ,9956 B % 6 USD 52,150 USD 328,545 0, ,2156 B % 12 USD 25,430 USD 315,841 0, ,4270 B % 144 USD 2,170 USD 312,480 0, ,6363 B % 447 USD 0,690 USD 308,513 0, ,8428 B % 38 USD 7,370 USD 278,586 0, ,0293 B % 99 USD 2,640 USD 262,310 0, ,2049 B % 2 USD 120,200 USD 259,632 0, ,3788 B % 26 USD 9,290 USD 240,797 0, ,5400 B % 50 USD 4,740 USD 238,896 0, ,6999 B % 25 USD 9,580 USD 237,967 0, ,8593 B % 18 USD 13,220 USD 237,960 0, ,0186 B % 18 USD 13,220 USD 237,960 0, ,1779 B % 15 USD 15,400 USD 235,620 0, ,3357 B % 18 USD 13,080 USD 235,440 0, ,4933 B % 5 USD 41,680 USD 202,565 0, ,6289 B % 149 USD 1,350 USD 201,204 0, ,7636 B % 2 USD 92,150 USD 199,044 0, ,8969 B % 6 USD 28,570 USD 179,991 0, ,0174 B % 5 USD 35,880 USD 174,377 0, ,1341 B 56
27 NO PART NO. QTY/ QTY USAGE TOTAL PRICE/ TOTAL % KUMULATIF KLASIFIKASI RATIO USAGE UNIT ENGINE UNIT PRICE % (%) (QTY) % 75 USD 2,240 USD 166,925 0, ,2459 B % 2 USD 77,000 USD 166,320 0, ,3573 B % 18 USD 8,810 USD 158,580 0, ,4634 B % 117 USD 1,350 USD 157,464 0, ,5689 B % 25 USD 6,240 USD 155,002 0, ,6726 B % 3 USD 44,740 USD 153,011 0, ,7751 B % 4 USD 35,030 USD 151,330 0, ,8764 C % 91 USD 1,620 USD 146,966 0, ,9748 C % 18 USD 8,100 USD 145,800 0, ,0724 C % 99 USD 1,460 USD 145,066 0, ,1695 C % 12 USD 11,680 USD 145,066 0, ,2667 C % 12 USD 11,680 USD 145,066 0, ,3638 C % 25 USD 5,720 USD 144,144 0, ,4603 C % 30 USD 4,740 USD 143,338 0, ,5563 C % 25 USD 5,430 USD 136,836 0, ,6479 C % 50 USD 2,730 USD 135,626 0, ,7387 C % 6 USD 21,350 USD 134,505 0, ,8287 C % 15 USD 8,590 USD 131,427 0, ,9167 C % 6 USD 20,500 USD 129,150 0, ,0032 C % 6 USD 20,320 USD 128,016 0, ,0889 C % 6 USD 20,040 USD 126,252 0, ,1734 C % 76 USD 1,670 USD 126,252 0, ,2580 C % 17 USD 7,610 USD 126,022 0, ,3423 C 103 ND % 12 USD 9,410 USD 116,872 0, ,4206 C % 2 USD 53,990 USD 116,618 0, ,4987 C % 50 USD 2,240 USD 111,283 0, ,5732 C % 38 USD 2,860 USD 108,108 0, ,6455 C 57
28 NO PART NO. QTY/ QTY USAGE TOTAL PRICE/ TOTAL % KUMULATIF KLASIFIKASI RATIO USAGE UNIT ENGINE UNIT PRICE % (%) (QTY) % 38 USD 2,860 USD 108,108 0, ,7179 C % 13 USD 7,710 USD 99,922 0, ,7848 C % 50 USD 1,980 USD 99,792 0, ,8516 C % 99 USD 0,990 USD 98,366 0, ,9175 C % 50 USD 1,960 USD 97,373 0, ,9827 C % 2 USD 44,740 USD 96,638 0, ,0474 C % 58 USD 1,620 USD 94,478 0, ,1106 C % 37 USD 2,420 USD 90,169 0, ,1710 C % 25 USD 3,530 USD 87,685 0, ,2297 C % 50 USD 1,740 USD 86,443 0, ,2876 C % 2 USD 39,620 USD 85,579 0, ,3449 C % 6 USD 13,550 USD 85,365 0, ,4020 C % 36 USD 2,370 USD 85,320 0, ,4592 C % 18 USD 4,530 USD 81,540 0, ,5138 C % 2 USD 36,830 USD 79,553 0, ,5670 C % 18 USD 4,390 USD 79,020 0, ,6199 C % 25 USD 3,080 USD 77,616 0, ,6719 C % 12 USD 6,240 USD 77,501 0, ,7238 C % 18 USD 4,130 USD 74,340 0, ,7736 C % 25 USD 2,920 USD 73,584 0, ,8228 C % 15 USD 4,570 USD 69,098 0, ,8691 C % 11 USD 6,120 USD 68,299 0, ,9148 C % 5 USD 14,050 USD 68,283 0, ,9605 C % 18 USD 3,750 USD 67,500 0, ,0057 C % 18 USD 3,750 USD 67,500 0, ,0509 C % 15 USD 4,300 USD 65,790 0, ,0950 C % 13 USD 4,940 USD 62,244 0, ,1366 C 58
29 NO PART NO. QTY/ QTY USAGE TOTAL PRICE/ TOTAL % KUMULATIF KLASIFIKASI RATIO USAGE UNIT ENGINE UNIT PRICE % (%) (QTY) % 6 USD 9,680 USD 60,984 0, ,1775 C % 45 USD 1,340 USD 60,782 0, ,2182 C % 6 USD 9,350 USD 58,905 0, ,2576 C % 6 USD 9,290 USD 58,527 0, ,2968 C % 25 USD 2,340 USD 58,126 0, ,3357 C % 25 USD 2,310 USD 57,380 0, ,3741 C % 2 USD 26,450 USD 57,132 0, ,4124 C % 13 USD 4,360 USD 54,936 0, ,4492 C % 50 USD 1,080 USD 53,654 0, ,4851 C % 18 USD 2,930 USD 52,740 0, ,5204 C % 76 USD 0,680 USD 51,408 0, ,5548 C % 25 USD 2,060 USD 51,170 0, ,5891 C % 25 USD 1,960 USD 48,686 0, ,6217 C % 36 USD 1,350 USD 48,600 0, ,6542 C % 36 USD 1,340 USD 48,240 0, ,6865 C % 6 USD 7,610 USD 47,943 0, ,7186 C % 12 USD 3,770 USD 46,823 0, ,7499 C % 17 USD 2,820 USD 46,699 0, ,7812 C % 38 USD 1,220 USD 46,116 0, ,8121 C % 15 USD 2,980 USD 45,594 0, ,8426 C % 36 USD 1,220 USD 43,920 0, ,8720 C % 44 USD 0,960 USD 42,336 0, ,9004 C % 99 USD 0,420 USD 41,731 0, ,9283 C % 25 USD 1,650 USD 41,580 0, ,9561 C % 6 USD 5,960 USD 37,548 0, ,9813 C % 6 USD 5,920 USD 37,296 0, ,0063 C % 3 USD 10,550 USD 36,081 0, ,0304 C 59
30 NO PART NO. QTY/ QTY USAGE TOTAL PRICE/ TOTAL % KUMULATIF KLASIFIKASI RATIO USAGE UNIT ENGINE UNIT PRICE % (%) (QTY) % 2 USD 16,530 USD 35,705 0, ,0543 C % 18 USD 1,980 USD 35,640 0, ,0782 C % 37 USD 0,950 USD 35,397 0, ,1019 C % 26 USD 1,340 USD 35,215 0, ,1255 C % 18 USD 1,940 USD 34,920 0, ,1488 C % 18 USD 1,940 USD 34,920 0, ,1722 C % 18 USD 1,940 USD 34,920 0, ,1956 C % 13 USD 2,750 USD 34,920 0, ,2118 C % 13 USD 2,750 USD 34,650 0, ,2420 C % 18 USD 1,870 USD 33,660 0, ,2645 C % 6 USD 5,320 USD 33,516 0, ,2870 C % 13 USD 2,650 USD 33,390 0, ,3093 C % 12 USD 2,670 USD 33,161 0, ,3315 C % 18 USD 1,830 USD 32,940 0, ,3536 C % 3 USD 9,490 USD 32,456 0, ,3753 C % 18 USD 1,750 USD 31,500 0, ,3964 C % 17 USD 1,870 USD 30,967 0, ,4171 C % 19 USD 1,600 USD 30,240 0, ,4374 C % 2 USD 13,620 USD 29,419 0, ,4571 C % 12 USD 2,270 USD 28,193 0, ,4759 C % 72 USD 0,390 USD 28,080 0, ,4947 C % 12 USD 2,210 USD 27,448 0, ,5131 C % 15 USD 1,790 USD 27,387 0, ,5315 C % 6 USD 4,060 USD 25,578 0, ,5486 C % 4 USD 5,860 USD 25,315 0, ,5655 C % 12 USD 1,980 USD 24,592 0, ,5820 C % 6 USD 3,730 USD 23,499 0, ,5977 C 60
31 NO PART NO. QTY/ QTY USAGE TOTAL PRICE/ TOTAL % KUMULATIF KLASIFIKASI RATIO USAGE UNIT ENGINE UNIT PRICE % (%) (QTY) % 12 USD 1,880 USD 23,350 0, ,6134 C % 6 USD 3,570 USD 22,491 0, ,6284 C % 18 USD 1,230 USD 22,140 0, ,6432 C % 18 USD 1,210 USD 21,780 0, ,6578 C % 25 USD 0,820 USD 20,664 0, ,6717 C % 13 USD 1,570 USD 19,782 0, ,6849 C % 13 USD 1,520 USD 19,152 0, ,6977 C % 4 USD 4,370 USD 18,878 0, ,7104 C % 6 USD 2,750 USD 17,325 0, ,7220 C % 18 USD 0,920 USD 16,560 0, ,7331 C % 6 USD 2,570 USD 16,191 0, ,7439 C % 19 USD 0,810 USD 15,309 0, ,7541 C % 2 USD 7,080 USD 15,293 0, ,7644 C % 36 USD 0,420 USD 15,120 0, ,7745 C % 6 USD 2,140 USD 13,482 0, ,7835 C % 2 USD 6,230 USD 13,457 0, ,7925 C % 4 USD 2,640 USD 11,405 0, ,8002 C % 4 USD 2,530 USD 10,930 0, ,8075 C % 25 USD 0,420 USD 10,433 0, ,8145 C % 25 USD 0,420 USD 10,433 0, ,8215 C % 17 USD 0,600 USD 10,368 0, ,8284 C % 2 USD 4,790 USD 10,346 0, ,8353 C % 13 USD 0,810 USD 10,206 0, ,8422 C % 2 USD 4,640 USD 10,022 0, ,8489 C % 14 USD 0,710 USD 9,713 0, ,8554 C % 12 USD 0,780 USD 9,688 0, ,8619 C % 12 USD 0,760 USD 9,439 0, ,8682 C 61
32 NO PART NO. QTY/ QTY USAGE TOTAL PRICE/ TOTAL % KUMULATIF KLASIFIKASI RATIO USAGE UNIT ENGINE UNIT PRICE % (%) (QTY) % 12 USD 0,760 USD 9,439 0, ,8745 C % 2 USD 4,310 USD 9,310 0, ,8807 C % 6 USD 1,440 USD 9,072 0, ,8868 C % 2 USD 3,950 USD 8,532 0, ,8925 C % 2 USD 3,950 USD 8,532 0, ,8982 C % 2 USD 3,830 USD 8,273 0, ,9038 C 221 DK % 2 USD 3,800 USD 8,208 0, ,9093 C % 10 USD 0,770 USD 7,484 0, ,9143 C % 4 USD 1,710 USD 7,387 0, ,9192 C % 6 USD 1,150 USD 7,245 0, ,9241 C % 3 USD 1,930 USD 6,601 0, ,9285 C % 2 USD 2,900 USD 6,264 0, ,9327 C % 3 USD 1,790 USD 6,122 0, ,9368 C % 13 USD 0,460 USD 5,796 0, ,9407 C % 13 USD 0,460 USD 5,796 0, ,9446 C % 6 USD 0,890 USD 5,607 0, ,9483 C % 3 USD 1,600 USD 5,472 0, ,9520 C % 2 USD 2,460 USD 5,314 0, ,9555 C % 12 USD 0,420 USD 5,216 0, ,9590 C % 6 USD 0,820 USD 5,166 0, ,9625 C % 6 USD 0,810 USD 5,103 0, ,9659 C % 6 USD 0,770 USD 4,851 0, ,9691 C % 3 USD 1,620 USD 4,666 0, ,9723 C % 3 USD 1,320 USD 4,514 0, ,9753 C % 6 USD 0,640 USD 4,032 0, ,9780 C % 3 USD 1,370 USD 3,946 0, ,9806 C % 2 USD 1,720 USD 3,715 0, ,9831 C 62
33 NO PART NO. QTY/ QTY USAGE TOTAL PRICE/ TOTAL % KUMULATIF KLASIFIKASI RATIO USAGE UNIT ENGINE UNIT PRICE % (%) (QTY) % 2 USD 1,490 USD 3,218 0, ,9853 C % 6 USD 0,460 USD 2,898 0, ,9872 C % 6 USD 0,460 USD 2,898 0, ,9892 C % 6 USD 0,460 USD 2,898 0, ,9911 C % 3 USD 0,930 USD 2,678 0, ,9929 C % 2 USD 1,220 USD 2,635 0, ,9947 C % 6 USD 0,360 USD 2,268 0, ,9962 C % 6 USD 0,290 USD 1,827 0, ,9974 C % 2 USD 0,800 USD 1,728 0, ,9986 C % 2 USD 0,580 USD 1,253 0, ,9994 C % 2 USD 0,220 USD 0,475 0, ,9997 C % 2 USD 0,200 USD 0,432 0, ,0000 C 63
34 Untuk memfokuskan penelitian, pada penelitian ini akan membahas spare parts pada klasifikasi A Lead Time dan Review Time Lead Time Lead Time adalah waktu yang dibutuhkan dari mulai melakukan pemesanan barang sampai barang tersebut sampai ke pihak pemesan. Waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan spare parts yang di inginkan adalah 3 bulan. Reviev Time Review time adalah waktu tenggat antar pemesanan yang ditetapkan perusahaan yaitu setiap 1 bulan. 64
BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN & ANALISIS DATA
30 BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN & ANALISIS DATA 4.1. Profil Perusahaan 4.1.1 Sejarah Singkat PT. Komatsu Reman Indonesia (KRI) merupakan salah satu perusahaan remanufacturing Komponen alat-alat berat
Surat Permintaan Harga (SPH) / Request For Quotation (RFQ)
Harga Gross Price 0000000001 2 Guide, Valve P/N. 32A0101600 0000000002 Seat, Valve I P/N. 32A0103100 0000000003 Seat, Valve E P/N. 32A0103200 0000000004 Valve, Inlet P/N. 32A0420100 0000000005 Valve, Exhaust
CYLINDER HEAD E HP GASKET CARBURETOR INSULATOR HP WASHER, PLAIN 8 X 6 X
E - CYLINDER HEAD see E- 0 0 0 0 HP 0 000 HEAD COMP CYLINDER 0 HP 0 000 HOLDER CAMSHAFT. HP 0 000 GUIDE IN VALVE HP 0 000 GUIDE EX VALVE HP 0 000 GASKET CYLINDER HEAD HP 0 000 GASKET CARBURETOR INSULATOR
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Hasil Remanufacture PT. Universal Tekno Reksajaya (UTR) merupakan anak perusahaan dari PT. United Tractors yang bergerak dalam bidang jasa
MEMPELAJARI PENGENDALIAN PERSEDIAAN PART FRONT FORK 45P DI PT. KAYABA INDONESIA FRANSISKUS XAVERIUS FREDDY TEKNIK INDUSTRI
MEMPELAJARI PENGENDALIAN PERSEDIAAN PART FRONT FORK 45P DI PT. KAYABA INDONESIA FRANSISKUS XAVERIUS FREDDY 36409166 TEKNIK INDUSTRI PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Bagaimanakah perencanaan kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN. Kinerja perekonomian Indonesia beberapa tahun terakhir ini mencatat
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kinerja perekonomian Indonesia beberapa tahun terakhir ini mencatat pencapaian yang menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator ekonomi makro. Angka pertumbuhan
BAB 1 PENDAHULUAN. PT United Tractors Tbk (PTUT) merupakan salah satu distributor alat-alat berat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT United Tractors Tbk (PTUT) merupakan salah satu distributor alat-alat berat serta penyedia pelayanan purna jual baik berupa suku cadang maupun servis dengan cabang-cabang
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Ada dua jenis tipe persediaan atau inventory, yang pertama adalah manufacturing inventory, yaitu penyediaan dari bahan baku atau komponen yang digunakan untuk
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Semakin meningkatnya permintaan pelanggan akan suatu barang membuat perusahaan berusaha untuk memenuhi permintaan tersebut. Untuk memperlancar pemenuhan permintaan
PENGUJIAN DAN PERHITUNGAN PERFORMA MESIN KOMATSU SA12V140-1 SETELAH PROSES REMANUFACTURING
6 PENGUJIAN DAN PERHITUNGAN PERFORMA MESIN KOMATSU SA12V140-1 SETELAH PROSES REMANUFACTURING Hendro Purwono 1* dan Thomas Djunaedi 2 1 Jurusan D3 Perawatan Alat Berat, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Persediaan Persediaan (inventory) adalah sumber daya ekonomi fisik yang perlu diadakan dan dipelihara untuk menunjang kelancaran produksi, meliputi bahan baku (raw
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya industri manufaktur di Indonesia, maka akan semakin ketat persaingan antara perusahaan manufaktur satu dan lainnya. Hal ini memicu perusahaan
PARTS BOOK READING SEMESTER 2 MODUL SISWA
PARTS BOOK READING SEMESTER 2 MODUL SISWA November 2008 MPBR-11108-1 PARTS BOOK READING DESKRIPSI MATERI PEMBELAJARAN Pelatihan Parts Book Reading ini akan memberikan pengetahuan dasar kepada siswa tentang
BAB I PENDAHULUAN. tepat waktu dan pelayanan yang lebih baik dari pada persaingnya. Selain itu
A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Perusahaan industri yang berorientasi pada barang dagang adalah salah satu perusahaan yang berkembang di Indonesia. Setiap perusahaan tentunya akan berusaha
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR BAHAN BAKU/BAHAN PENOLONG DAN BAGIAN/KOMPONEN UNTUK PERAKITAN MESIN DAN MOTOR BERPUTAR
DAFTAR BAHAN BAKU/BAHAN PENOLONG DAN BAGIAN/KOMPONEN UNTUK PERAKITAN MESIN DAN MOTOR BERPUTAR I. POMPA AIR RUMAH TANGGA TYPE CENTRIFUGAL DAN ROTARY 1. AIR CHARGER 8413.91 2. BEARING 7482.10 3. BOLT 7318.15
DAFTAR BAHAN BAKU/BAHAN PENOLONG DAN BAGIAN/KOMPONEN UNTUK PERAKITAN MESIN DAN MOTOR BERPUTAR
Lampiran Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor : 190/KMK.01/2001 Tanggal : 16 April 2001 DAFTAR BAHAN BAKU/BAHAN PENOLONG DAN BAGIAN/KOMPONEN UNTUK PERAKITAN MESIN DAN MOTOR BERPUTAR I. POMPA AIR RUMAH TANGGA
BAB 3 ANALISA SISTEM INVENTORI PERUSAHAAN Sejarah Perusahaan P.T Berkat Jaya Komputindo
BAB 3 ANALISA SISTEM INVENTORI PERUSAHAAN 3.1 Analisa Sistem Berjalan 3.1.1 Sejarah Perusahaan P.T Berkat Jaya Komputindo P.T Berkat Jaya Komputindo pertama kali didirikan pada tanggal 5 Januari 1999,
PENERAPAN MODEL SISTEM DINAMIS UNTUK MENGANALISA KETERSEDIAAN PART DI PT KOMATSU REMAN INDONESIA
PENERAPAN MODEL SISTEM DINAMIS UNTUK MENGANALISA KETERSEDIAAN PART DI PT KOMATSU REMAN INDONESIA Iman Setyoaji, Edi Santoso Universitas Bina Nusantara, Jl. Kunir 37 RT 01/V Banyumanik Bangunharjo Semarang,
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari maupun di bidang industri manufaktur, persediaan tidak dapat dihindari. Tanpa adanya persediaan, perusahaan manufaktur harus siap menghadapi
FORMULIR: M-1 PERNYATAAN HARGA KENDARAAN BERMOTOR YANG HEMAT ENERGI DAN HARGA TERJANGKAU (KBH2)
2013, No.895 12 LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33/M-IND/PER/7/2013 TENTANG PENGEMBANGAN PRODUKSI KENDARAAN BERMOTOR RODA EMPAT YANG HEMAT ENERGI DAN HARGA TERJANGKAU
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, MEMUTUSKAN :
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 190/KMK.01/2001 TANGGAL 16 APRIL 2001 TENTANG KERINGANAN BEA MASUK ATAS IMPOR BAHAN BAKU/PENOLONG DAN BAGIAN/KOMPONEN UNTUK PERAKITAN MESIN DAN MOTOR
ANALISIS PERAMALAN SUKU CADANG HYDRAULIC OIL FILTER KOMATSU DI PT KOMATSU MARKETING AND SUPPORT INDONESIA
ANALISIS PERAMALAN SUKU CADANG HYDRAULIC OIL FILTER KOMATSU DI PT KOMATSU MARKETING AND SUPPORT INDONESIA NAMA MAHASISWA : Galih Trisno Saputra Instansi : -- Alamat : -- Telp : -- Email Penulis : [email protected]
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Flow Process PT. ADM divisi Stamping Plant Start Press Line IRM 2A Line Single Part 3B Line Logistik PPC 4A Line Press Inspection Door Assy Inspection Dies Maintenance
BAB II LANDASAN TEORI
Daftar Isi Halaman judul... i Lembar nomor persoalan... ii Lembar pengesahan... iii Lembar persembahan... iv Lembar pernyataan... v Lembar motto... vi Kata pengantar... vii Abstract... ix Intisari... x
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1. Pengumpulan Data 4.1.1. Sejarah Perusahaan CV. Mitra Abadi Teknik merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang perancangan dan manufaktur untuk peralatan
MEMPELAJARI PENGENDALIAN KUALITAS DI PT DENSO INDONESIA
MEMPELAJARI PENGENDALIAN KUALITAS DI PT DENSO INDONESIA Disusun Oleh: Dadang Pujo Prastyawan 38412352 LATAR BELAKANG Teknologi yang canggih untuk memproduksi barang secara massal Pengendalian kualitas
ANALISIS PERBANDINGAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN PENDEKATAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY
ANALISIS PERBANDINGAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN PENDEKATAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY DAN METODE KANBAN COMPARISON OF THE ECONOMIC ORDER QUANTITY METHOD AND THE KANBAN METHOD ON RAW
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.. Plotting Data Bahan baku komponen yang dipakai untuk membuat panel listrik jumlahnya cukup banyak dan beragam untuk masing-masing panel listrik yang dibuat. Jadi, penggunaan
LAMPIRAN WAWANCARA. Produk yang diproduksi dan dijual kepada pelanggan PT. Lucky Print Abadi. adalah kain bercorak. Kain dijual dalam ukuran yard.
L 1 LAMPIRAN WAWANCARA 1. Bisa menceritakan sejarah PT. Lucky Print Abadi? Sejarah perusahaan dapat dilihat pada Company Profile yang telah kami berikan kepada kalian 2. Produk apa yang diproduksi PT.
III BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Suatu sistem manajemen rantai pasok memiliki peranan penting untuk meningkatkan kinerja dalam setiap aktivitas industri. Salah satu faktor pendukungnya adalah gudang.
BAB III PROSES PERAKITAN KOMPRESOR SHARK L.1/2 HP. mesin dan metode. Sistem manufaktur terbagi menjadi 2, yaitu :
BAB III PROSES PERAKITAN KOMPRESOR SHARK L.1/2 HP 3.1. SISTEM MANUFAKTUR 3.1.1. JENIS SISTEM MANUFAKTUR Proses manufaktur merupakan suatu proses perubahan bentuk dari bahan baku atau bahan setengah jadi
BAB 4 PENERAPAN SISTEM KANBAN DI LINI SA-1
40 BAB 4 PENERAPAN SISTEM KANBAN DI LINI SA-1 4.1 Lini Perakitan Shock Absorber (SA Assy) Lini Perakitan ini menghasilkan produk shock absorber yang digunakan oleh kendaraan roda empat. Saat ini PT. Kayaba
BAB IV ANALISA MASALAH
BAB IV ANALISA MASALAH 4.1. Metodologi Penelitian Gambar 4.1. Diagram Alir Metodologi Penelitian 34 4.2. Studi Pendahuluan Studi pendahuluan dilakukan untuk mengetahui gambaran umum tentang proses bisnis
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
64 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Data Penjualan BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PT. Surya Toto Indonesia bergerak di bidang ceramic sanitary wares and plumbing hardware., salah satu produknya yaitu kloset tipe
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
57 BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1. Pengumpulan Data 4.1.1. Sejarah Perusahaan PT. Inkoasku merupakan salah satu perusahaan industri otomotif yang bergerak dalam bidang Wheel Rim Manufakturing.
MANAJEMEN PERSEDIAAN (INVENTORY)
MANAJEMEN PERSEDIAAN (INVENTORY) KONSEP DASAR Salah satu fungsi manajerial yang sangat penting dalam operasional suatu perusahaan adalah pengendalian persediaan (inventory control), karena kebijakan persediaan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Peramalan Permintaan (Forecast Demand) Peramalan permintaan atau forecast demand (FD) adalah peramalan kuantitas permintaan sesuatu (barang atau jasa) dimasa yang akan
BAB IV PEMBAHASAN MASALAH. 4.1 Sistem Pengadaan Perlengkapan Produksi pada PT. Indomo Mulia
46 BAB IV PEMBAHASAN MASALAH 4.1 Sistem Pengadaan Perlengkapan Produksi pada PT. Indomo Mulia PT Indomo mulia merupakan perusahaan yang bergerak dibidang distribusi peralatan rumah tangga salah satu produk
Penentuan Kebijakan Persediaan Spare Parts Dengan Pendekatan Croston (Studi Kasus PT. Samator Indonesia Wilayah Timur)
Penentuan Kebijakan Persediaan Spare Parts Dengan Pendekatan Croston (Studi Kasus PT. Samator Indonesia Wilayah Timur) Oleh: Setia Wardhana - 9107201405 Pembimbing: Prof. Ir. I Nyoman Pujawan M. Eng. PhD
BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA
BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA 4.1 Menentukan Tema PT. Akebono Brake Astra Indonesia (PT. AAIJ) adalah perusahaan yang bergerak dibidang industri otomotif, produk yang diproduksi disini adalah brake
Lampiran 1 NO. NAMA MEKANIK
70 Lampiran 1 NO. NAMA MEKANIK Faktor Penyabab masalah 1 2 3 4 5 1 Andri 4 2 1 1 5 2 Denny 4 4 1 4 5 3 Eko 5 3 4 1 4 4 Fahrul 4 4 1 3 5 5 Handi 5 3 3 1 4 6 Hery 4 3 3 1 5 7 Mujilan 4 3 3 1 5 8 Montes 4
PENGENDALIAN PERSEDIAN : INDEPENDEN & DEPENDEN
PENGENDALIAN PERSEDIAN : INDEPENDEN & DEPENDEN M A N A J E M E N O P E R A S I O N A L M I N G G U K E S E P U L U H B Y. M U H A M M A D W A D U D, S E., M. S I. F A K U L T A S E K O N O M I U N I V.
TECHNICAL MEETING PRACTICAL GAME MANAJEMEN LOGISTIK LOGO
TECHNICAL MEETING PRACTICAL GAME MANAJEMEN LOGISTIK LOGO www.themegallery.com Apa itu Practical Game? LOGO www.themegallery.com Practical Game adalah permainan ditujukan pada pemahaman konsep pengelolaan
Pembagian Tugas & Tanggung Jawab. Pembagian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian pada
Lampiran 1 Pembagian Tugas & Tanggung Jawab Pembagian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian pada struktur organisasi di PT Pusaka Prima Mandiri menurut jabatan dan posisinya adalah sebagai
MEMPELAJARI KESEIMBANGAN LINI PADA PROSES COUNTER LINE MESIN TIPE XD833 CD3 MOTOR SATRIA F150 DI PT. SUZUKI INDOMOBIL MOTOR PLANT CAKUNG
MEMPELAJARI KESEIMBANGAN LINI PADA PROSES COUNTER LINE MESIN TIPE XD833 CD3 MOTOR SATRIA F150 DI PT. SUZUKI INDOMOBIL MOTOR PLANT CAKUNG Nama : Syaiful Ma arif NPM : 37412250 Jurusan : Teknik Industri
I.3 Tujuan Penulisan. I.1 Latar Blkg Masalah. I.2 Pembatasan Masalah. I.4 Sistematika Penulisan
I.1 Latar Blkg Masalah a. Sistem JIT dan Kanban b. Identifikasi Masalah I.2 Pembatasan Masalah a. Lokasi Kegiatan : PT. DENSO Indonesia b. Objek Penelitian : Komponen Neck Filler c. Cakupan Pembahasan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan A.1 Gambaran Umum PT Kansai Paint Indonesia PT. Kansai Paint Indonesia adalan sebuan perusahaan yang bergerak di bidang chemical industry yaitu manufacturing
BUKU PANDUAN. PT. SHARPRINDO DINAMIKA PRIMA Layanan service : (021) Website : www. shark.co.id Bersertifikasi ISO 9001 : 2008
BUKU PANDUAN PT. SHARPRINDO DINAMIKA PRIMA Layanan service : (0) 590 Website : www. shark.co.id Bersertifikasi ISO 900 : 008 DAFTAR ISI CATATAN KATA PEMBUKA... HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN... PERSIAPAN
BAB II KONSEP PERSEDIAAN DAN EOQ. menghasilkan barang akhir, termasuk barang akhirnya sendiri yang akan di jual
BAB II KONSEP PERSEDIAAN DAN EOQ II.1 Pengertian Persediaan Persediaaan adalah semua sediaan barang- barang untuk keperluan menghasilkan barang akhir, termasuk barang akhirnya sendiri yang akan di jual
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Flow diagram pemecahan masalah dapat dilihat pada diagram 3.1 Mulai Identifikasi Masalah Pengumpulan Data : - Data Produksi - Data Kebutuhan bahan baku - Inventory Master
BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam lingkungan bisnis yang berkembang dinamis, perusahaan yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam lingkungan bisnis yang berkembang dinamis, perusahaan yang berorientasi profit harus terus menerus memonitor lingkungan bisnisnya dan lingkungan internalnya agar
ANALISIS TERHADAP PERBEDAAN NILAI SAFETY STOCK
ANALISIS TERHADAP PERBEDAAN NILAI SAFETY STOCK PRODUK BERDASARKAN PERBEDAAN NILAI TINGKAT PELAYANAN (SERVICE LEVEL) PERUSAHAAN (STUDI KASUS DI PT SINAR TERANG LOGAMJAYA) SANITA 1,A DAN DIDIT DAMUR ROCHMAN
Politeknik Manufaktur Astra
MEMPERCEPAT PROSES TROUBLESHOOTING HYDRAULIC LOW POWER PADA UNIT KOMATSU PC200 SERIES DENGAN TOOL MAIN RELIEF TESTER DI PT. UNITED TRACTORS BRANCH SAMPIT Galih Satya Dharma 1, Ajib Rosadi 2 Program Studi
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Arti dan Peranan Pengendalian Persediaan Persediaan dapat diartikan sebagai bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk proses
LAMPIRAN 1 HASIL WAWANCARA
LAMPIRAN 1 HASIL WAWANCARA 1. Sudah berapa lama APP berdiri? APP sudah berdiri selama 16 tahun, didirikan pada tanggal 25 April 1997 yang dibuat di hadapan notaris Rachmat Santoso, S.H agar dapat memproduksi
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Persediaan pada Supply Chain Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk proses produksi atau perakitan,
BAB 3 DESKRIPSI UMUM
BAB 3 DESKRIPSI UMUM 3.1 Sejarah dan Latar Belakang perusahaan PT. ABC merupakan perusahaan importir yang didirikan oleh empat bersaudara keluarga Sutjiadi pada tahun 1997. Perusahaan ini berlokasi di
BAB 2 LANDASAN TEORI
5 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Manajemen Persediaan Persediaan atau inventory merupakan material dan supply yang dimiliki oleh suatu perusahaan untuk dijual ataupun digunakan untuk kepentingan proses produksi.
BAB IV METODE PENELITIAN. untuk mengetahui penilaian kinerja persediaan produk Trigger Coil pada PT. ETB
46 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian Jenis rancangan penelitian yang digunakan adalah observasi analitik yaitu untuk mengetahui penilaian kinerja persediaan produk Trigger Coil pada PT.
1. Hasil wawancara dan kuisioner dengan pihak perusahaan. 1. Bergerak di bidang apakah perusahaan ini?
LAMPIRAN 1. Hasil wawancara dan kuisioner dengan pihak perusahaan 1. Bergerak di bidang apakah perusahaan ini? Perusahaan ini bergerak di bidang penjualan obat-obatan kesehatan. 2. Apa saja barang-barang
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai evaluasi kinerja supplier pada perusahaan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan diantaranya yaitu: 1. Terdapat
MANAJEMEN PERSEDIAAN (INVENTORY)
MANAJEMEN PERSEDIAAN (INVENTORY) KONSEP DASAR Salah satu fungsi manajerial yang sangat penting dalam operasional suatu perusahaan adalah pengendalian persediaan (inventory controll), karena kebijakan persediaan
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pengertian dan Tujuan Pengendalian Persediaan Setiap perusahaan, apakah perusahaan itu perusahaan perdagangan ataupun pabrik selalu memerlukan persediaan. Tanpa adanya persediaan,
BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN. bidang produksi genteng metal dan batu bata. Dengan pabrik yang terletak di Jl.
BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN 3.1 Latar Belakang Perusahaan PT. Prima Rezeki Pertiwi adalah sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang produksi genteng metal dan batu bata. Dengan pabrik yang terletak
BAB IV. Hasil Praktek Kerja dan Analisis. 4.2 Dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem pembelian impor komponen
BAB IV Hasil Praktek Kerja dan Analisis 4.1 Sistem Komputerisasi yang digunakan Perusahaan ini telah menggunakan sistem yang terkomputerisasi sebagai kegiatan operasional kerja. Database yang digunakan
BAB 3 TINJAUAN SISTEM INFORMASI YANG BERJALAN
BAB 3 61 TINJAUAN SISTEM INFORMASI YANG BERJALAN 3.1 Sekilas tentang PT FI 3.1.1 Sejarah Perusahaan PT FI didirikan berdasarkan Akta Notaris A. Partomuan Pohan, SH, LLM No. 6, tanggal 2 September 1993.
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Sistem Analisis sistem yang berjalan pada perusahaan PT. Perintis Perkasa dikelola dengan menggunakan software TDMS (Toyota Dealer Management System). TDMS
BAB 4 HASIL DAN BAHASAN
BAB 4 HASIL DAN BAHASAN 4.1 Hasil dan Bahasan 4.1.1 Penentuan Suku Cadang Prioritas Untuk menentukan suku cadang prioritas pada penulisan tugas akhir ini diperlukan data aktual permintaan filter fleetguard
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian PT. Komatsu Marketing and Support Indonesia (PT. KMSI) didirikan pada tanggal 1 July 2005 sebagai perusahaan modal asing sebesar $ 5.000.000
BAB 6 MANAJEMEN PERSEDIAAN
BAB 6 MANAJEMEN PERSEDIAAN Perusahaan memiliki persediaan dengan tujuan untuk menjaga kelancaran usahanya. Bagi perusahaan dagang persediaan barang dagang memungkinkan perusahaan untuk memenuhi permintaan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sebelum penggunaan MRP biaya yang dikeluarkan Rp ,55,- dan. MRP biaya menjadi Rp ,-.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Penelitian Terdahulu Nastiti (UMM:2001) judul: penerapan MRP pada perusahaan tenun Pelangi lawang. Pendekatan yang digunakan untuk pengolahan data yaitu membuat Jadwal
TERM OF REFERENCE ( TOR ) REPAIR JOURNAL SHAFT
JASA ASSEMBLY PENDAHULUAN/ LATAR BELAKANG Dalam pengoperasian PLTU Paiton unit 1 dan 2, terjadi beberapa kerusakan pada journal shaft assembly. Kerusakan tersebut antara lain terjadinya keausan pada journal
Manajemen Persediaan (Inventory Management)
Manajemen Persediaan (Inventory Management) 1 A. PERSEDIAAN (INVENTORY) Persediaan adalah bahan/barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu misalnya untuk proses produksi atau
PENERAPAN SISTEM PERENCANAAN KEBUTUHAN KOMPONEN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN HUB TIPE SUPRA PADA PT ASTRA HONDA MOTOR
PENERAPAN SISTEM PERENCANAAN KEBUTUHAN KOMPONEN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN HUB TIPE SUPRA PADA PT ASTRA HONDA MOTOR Yusuf Arifin ; Siti Nur Fadlillah 2 ABSTRACT Planning system of customer needs in Astra
BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA
BAB IV PENGOLAHAN DAA DAN ANALISA Pada bagian ini dibahas pengolahan data dengan klasifikasi ABC untuk menentukan komponen yang diolah, juga lead time dan review time komponen serta perhitungan jumlah
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
4 BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Penentuan Objek Penelitian PT REKABAJA MANDIRI memproduksi ratusan item produk yang berasal dari puluhan group produk. Mengingat begitu
Rencana Produksi & Rencana Induk
Rencana Produksi & Rencana Induk Pokok Bahasan: I. Struktur PPIC II. Strategi Dasar Produksi III. Perhitungan Rencana Produksi IV. Contoh Rencana Produksi dengan MTS V. Contoh Rencana Produksi dengan MTO
BAB I PENDAHULUAN. Seperti yang kita lihat dan rasakan sekarang ini persaingan di dunia bisnis
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seperti yang kita lihat dan rasakan sekarang ini persaingan di dunia bisnis semakin lama semakin tinggi dan sulit. Setiap perusahaan dituntut untuk dapat memberikan
dikombinasi hanya dengan bahan tekstil tanpa alat kelengkapan untuk pos 8704
9 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 110/PMK.011/2012 TENTANG BEA MASUK DITANGGUNG PEMERINTAH ATAS IMPOR BARANG DAN BAHAN GUNA PEMBUATAN BAGIAN TERTENTU ALAT BESAR DAN/ATAU PERAKITAN
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 1.1 Manajemen Logistik Menurut Bowersox (2000: 13), manajemen logistik dapat didefinisikan sebagai proses pengelolaan yang strategis terhadap pemindahan dan penyimpanan barang, suku
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Flow diagram untuk pemecahan masalah yang terdapat pada PT. Pulogadung Pawitra Laksana (PT. PPL) dapat dilihat dalam diagram 3.1 di bawah ini. Mulai Identifikasi Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Dewasa ini, era teknologi semakin berkembang dengan pesat terutama teknologi informasi. Setiap kegiatan yang terjadi dalam sebuah perusahaan selalu berhubungan dengan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.2. Manajemen Persediaan Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk proses produksi atau perakitan untuk
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengumpulan Data 4.1.1 Data Penjualan Data penjualan grout tipe Fix pada PT.Graha Citra Mandiri mulai dari Januari 2004 sampai dengan Oktober 2006 ditunjukkan pada
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN Lampiran 1. Scope Pemeliharaan P1 P8 Scope Pemeliharaan P1 & P2 (Pemeliharaan Harian) PLTD Titi Kuning meliputi: 1. Membersihkan mesin, peralatan-peralatan bantu serta lantai lokasi mesin dari
LAMPIRAN I. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab
LAMPIRAN I Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Adapun tugas dan tanggung jawab setiap bagian pada PT. Hadi Baru adalah sebagai berikut : 1. Direktur Utama Direktur Utama merupakan pimpinan tertinggi dalam
PENGENDALIAN PERSEDIAAN SUKU CADANG UNIT GRAND LIVINA DENGAN MENGGUNAKAN KLASIFIKASI ABC DAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY
PENGENDALIAN PERSEDIAAN SUKU CADANG UNIT GRAND LIVINA DENGAN MENGGUNAKAN KLASIFIKASI ABC DAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) MULTI ITEM PADA PT NISSAN MOTOR DISTRIBUTOR INDONESIA Saptono Kusdanu Waskito.,
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Profile Perusahaan PT. Tatalogam Lestari, yang berproduksi pertama kali pada tahun 1994, adalah produsen genteng metal terbesar di Indonesia dan sudah mampu berbicara
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 Definisi dan Fungsi Persediaan Persediaan adalah sunber daya mengganggur (idle resources) yang menunggu proses lebih lanjut. Yang dimaksud proses lanjut tersebut adalah berupa
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Persediaan merupakan bagian yang sangat penting bagi perusahaan manufaktur. Tanpa tersedianya persediaan, maka perusahaan akan dihadapkan pada resiko bahwa perusahaan
1. Profil Sistem Grenda Bakery Lianli merupakan salah satu jenis UMKM yang bergerak di bidang agribisnis, yang kegiatan utamanya adalah memproduksi
1. Profil Sistem Grenda Bakery Lianli merupakan salah satu jenis UMKM yang bergerak di bidang agribisnis, yang kegiatan utamanya adalah memproduksi roti dan bermacam jenis kue basah. Bahan baku utama yang
ANALISIS MANAJEMEN PERSEDIAAN PADA PT. KALIMANTAN MANDIRI SAMARINDA. Oleh :
ANALISIS MANAJEMEN PERSEDIAAN PADA PT. KALIMANTAN MANDIRI SAMARINDA Oleh : Boys Bidil Noor Fakultas Ekonomi, Univeritas 17 agustus Samarinda Email : [email protected] ABSTRAKSI Penelitian ini untuk bertujuan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penggunaan alat berat di Indonesia semakin pesat seiring makin berkembangnya industri pertambangan di tanah air dimana alat berat sebagai sarana dan alat utama dalam
