BAB IV ANALISIS PENGOLAHAN DATA RADAR
|
|
|
- Yenny Sudjarwadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV ANALISIS PENGOLAHAN DATA RADAR Pada bab ini akan dibahas mengenai pembahasan analisis data yang diperoleh. Data radar yang diperoleh adalah data yang sebenarnya sudah matang, namun masih belum dimengerti oleh user. Untuk itu bab ini akan membahas proses penterjemahan data radar. Data radar ini diperoleh dari radar yang digunakan untuk memantau pesawat (objek) umum yang biasanya menggunakan radar sekunder. Penggunaan radar sekunder inilah yang menentukan format data radar apa yang akan digunakan. Data radar yang diperoleh dari lapangan ini berada pada sistem pemrosesan data (RDP server). Data sumber ini merupakan data berformat dat. Pada perencanaan ini disimulasikan dengan sebuah file yang merupakan rekaman dari data radar sesungguhnya dalam jangka waktu beberapa menit. Sumber data radar cgk.dat ini lalu diolah dengan bantuan sebuah program yang dibuat menggunakan program bahasa C++. File program bahasa C++ ini disimpan dengan nama file data_radar_cgk.cpp. File inilah yang akan membangkitkan raw data menjadi data matang yang menampilkan data radar secara terus menerus sesuai dengan data yang masuk pada saat pengambilan data. Namun dalam pembahasan analisis ini tidak membahas proses keluarnya raw data. Pembahasan akan dilakukan proses penterjemahn data radar yang telah dibangkitkan menjadi sebuah data yang lebih spesifik. Data-data ini dispesifikkan lagi karena dalam skripsi ini hanya beberapa data saja yang akan ditampilkan. Data-data yang akan ditampilkan diantaranya : 1. Track Number, 2. Posisi X (Pos X), 3. Posisi Y (Pos Y), 4. Flight Level (FL), 5. SSR Code. xlvi 33
2 Format Data Radar yang Dipergunakan Untuk lebih memahami raw data, maka dibutuhkan sebuah format data yang dimiliki oleh radar tersebut. Karena data radar diperoleh dari radar sekunder maka yang digunakan adalah format data radar sekunder. Untuk lebih jelasnya fomat data sekunder akan ditampilkan dalam sebuah tabel berikut. Tabel 4.1 Format Secondary Message F F 12 or 14 P F I P 1/2 T QUAL 0 SA Q 1 Q 0 RF 0 0 N 8 N 7 N 6 N 5 N 4 N 3 N 2 N 1 N 0 X 15 X 8 X 7 X 0 Y 15 Y 8 Y 7 Y 0 DX DY C M 2 M 1 M 0 Code 1 C M 2 M 1 M 0 Code 2 C M 2 M 1 M 0 Code 3 SPEED MODULE Decoding Secondary Messages FF : Secondary Message 14 : Number of Message Byte (20, in decimal) presence of SPEED MODULE field 12 : Number of Message Byte (18, in decimal) absence of SPEED MODULE field P=0, F=1 : Case of Civil or Military Distress P=1, F=0 : All Other Cases IP=1 : SPI ½ : PR800 Number T=1 : Dummy Plot QUAL : Track Quality [max. value = 6E (110 in decimal)] SA=1 : Associated Q1, Q0 : Number of Misses RF=1 : Reflection N0 to N6 : Track Number X0 to X15 : X Position (X0 = 1/32 nautical) Y0 to Y15 : Y Position (Yo = 1/32 nautical) DX : Defines the direction of speed vector (LSB 1/32 nautical) DY : Defines the direction of speed vector (LSB 1/32 nautical) C=1 : Garbled code or code message, where xlvii
3 35 Tabel 4.2 Format Kode Message M 0 M 1 M 2 Indication No Code Mode A Mode B Mode C Mode D Mode Mode Note Used Mode C adalah kode dalam BCD dengan 3 digit setiap 4 bits (with the least significant bit (LSI) = 100 feet). Untuk semua mode yang lain kodenya adalah : A4, A2, A1, B4, B2, B1, C4, C2, C1, D4, D2, D1. SPEED MODULE : Module of Speed vector present if heading message : FF Pengujian Sample Data Untuk lebih memudahkan dalam penterjemahan radar, maka perlu diambil sebuah contoh dari raw data untuk dijelaskan secara rinci. Pada awalanya raw data radar dibangkitkan, sehingga membentuk raw data berbaris. Bentuk raw data dapat dilihat pada gambar 4.1 berikut ini. Gambar 4.1 Raw data radar dari raw data diatas diambil sebuah sample untuk dilakukan perhitungan. Misalnya diambil sebuah sample pada data pertama, yaitu : xlviii
4 36 [Ff c2 fd e a ] Dari sample data diatas, informasi-informasi yang ada pada data tersebut dipisah satu sama lain dengan spasi. Sesuai format data radar yang digunakan yaitu format data sekunder, maka ada 20 point informasi yang terdapat pada sebuah data. Point-point informasi itu dapat dijelaskan pada penjelasan berikut ini : 1) ff = secondary message Point ini maksudnya adalah sebuah data yang diperoleh dari radar sekunder 2) 14 = Number of Message Byte (20, in decimal) presence of SPEE MODULE field Point ini maksudnya adalah jumlah informasi yang ditampilkan pada data ini adalah 20 (dalam desimal) dan menampilkan SPEED MODULE 3) 82 = P F IP ½ T Dalam bentuk binernya adalah 82 = , jadi - P = 1 artinya all other cases. - F = 0 maksudnya adalah semua jenis penerbangan kecuali militer - 0 = 0-0 = 0-0 = 0 - IP = 0 - ½ = 1 artinya adalah menunjukkan penggunaan radar PR800 - T = 0 bukan dummy plot artinya data ini diplot dalam peta 4) 70 = QUAL 5) 40 = 0 SA Q1 Q0 RF 0 0 N8 Dalam bentuk binernya adalah 40 = = 0 - SA = 1 artinya associated - Q = 0 - Q0 = 0 - RF = 0 xlix
5 37-0 = 0-0 = 0 - N8 = 0 6) C2 = N7 N6 N5 N4 N3 N2 N1 N0 Dalam bentuk binernya adalah C2 = N7 = 1 - N6 = 1 - N5 = 0 - N4 = 0 - N3 = 0 - N2 = 0 - N1 = 1 - N0 = 0 Karena track number membutuhkan nilai N8, maka binernya didapat = = 194 Jadi track numbernya adalah 194 7) FD FD = ) = Penjabarannya dapat dilihat pada table 4.3 dibawah ini Tabel 4.3 Penjelasan Posisi X X15 X14 X13 X12 X11 X10 X9 X8 X7 X6 X5 X4 X3 X2 X1 X Jadi binernya = (desimal) Karena X0 = 1/32 nautical, dan 1 Nautical Mile (nmi) = 1852 m, maka : 1, ,782 Selanjutnya dikonversi kedalam bentuk derajat. 1 derajat = km l
6 38 1 derajat ~ km Jadi, 0, ) 0 00 = ) = Penjabarannya dapat dilihat pada table 4.4 dibawah ini Tabel 4.4 Penjelasan Posisi Y Y15 Y14 Y13 Y12 Y11 Y10 Y9 Y8 Y7 Y6 Y5 Y4 Y3 Y2 Y1 Y Jadi binernya = 16 (desimal) Karena X0 = 1/32 nautical, dan 1 Nautical Mile (nmi) = 1852 m, maka : 1, 852 0, 926 Selanjutnya dikonversi kedalam bentuk derajat. 1 derajat = km 1 derajat ~ km Jadi, ~ 0 11) E2 = DX = = 226 DX = mendefinisikan arah kecepatan X 12) 3 = 03 = DY = = 3 DY = mendefinisikan arah kecepatan Y 13) = ) = Penjelasannya dapat dilihat pada table 4.5 dibawah ini li
7 39 Tabel 4.5 Penjelasan Mode Flight Level C M2 M1 M0 Code Dari penjabaran tabel diatas, didapat keterangan bahwa, C = 0, hal ini berarti kode message tidak dirusak (garbled) dan jika dilihat urutan M2, M1, M0 pada tabel didapat mode C (lihat tabel 4.1 format data radar sekunder) jika dilihat dari modenya, maka flight level = code 1, dimana flight level dalam bentuk heksadecimal yaitu = 125 FL = ) ) A Penjelasannya dapat dilihat pada tabel 4.6 dibawah ini Tabel 4.6 Penjelasan Mode SSRCode C M2 M1 M0 Code Dari penjabaran tabel diatas bahwa didapat keterangan bahwa, C = 0, hal ini berarti kode message tidak dirusak (garbled) dan jika dilihat urutan M2, M1, M0 = 001, pada tabel didapat mode A (lihat table 4.1 format data radar sekunder) jika dilihat dari modenya, maka SSR Code dapat dilihat pada code 2 dalam bentuk desimal dengan ketentuan 3 dijit setiap 4 bit, yaitu : Code 2 : Jadi didapat SSR Codenya ) 0 18) 0 19) 3 20) 41 lii
8 40 Dari perhitungan pada raw data diatas, dibuatlah sebuah program yang mampu menterjemahkan raw data menjadi data yang lebih matang. Program ini dibuat dengan menggunakan program bantuan yang ditujukan untuk melakukan proses perhitungan dan filterisasi data mana saja yang dipergunakan untuk ditampilkan, sehingga didapat data-data yang lebih spesifik, diantaranya 1. Track Number 2. Posisi X 3. Posisi Y 4. Flight Level 5. SSR Code Data-data yang didapat setelah perhitungan akan ditampilkan oleh RDP server sebagai data matang yang siap dikirim ke database server melalui socket (TCP/IP). Program ini dibuat dengan nama file RDP2MySQL. Berikut adalah gambar 4.2 yang menampilkan sebuah tampilan data matang pada RDP server yang siap dikirim ke database server. liii
9 41 Gambar 4.2 data matang setelah diterjemahkan Setelah data terkirim maka database server akan menghimpun data-data yang masuk, sehingga database server dibuat dengan field yang sesuai dengan aspek-aspek yang dikirim oleh RDP server Analisis Program Dari database server maka dibuat sebuah program mapserver untuk melakukan pemetaan pada data-data yang telah terhimpun dalam database. Ada beberapa aspek dalam sistem pemetaan yang ditampilkan, yaitu : 1. Peta yang digunakan serta perangkat-perangkatnya Peta yang dipergunakan adalah peta Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Hal ini digunakan karena data yang diperoleh dari lapangan didapatkan bahwa objek yang terdeteksi berada pada wilayah pulau Jawa bagian barat. liv
10 42 Adapun masing-masing propinsi dibuat class dan stylenya masing-masing, dan diperoleh dari library yang dimiliki oleh program mapserver itu sendiri. // objek layer => ini mendefinisikan layer $objlayerjbr = ms_newlayerobj($objmap); $objlayerjbr->set ("name", "Kabupaten"); $objlayerjbr->set ("type", MS_LAYER_POLYGON); $objlayerjbr->set ("status", MS_DEFAULT); // template html $objlayerjbr->set ("data","jabar.shp"); $objlayerjbr->set ("labelitem","name2"); // label layer $objlayerjbr->set ("classitem","kodeprop"); // field kelas $objlayerjbr->set ("header","c:/buku_mapserver/html/header26_prop.htm"); $objlayerjbr->set ("footer","c:/buku_mapserver/html/footer26_prop.htm"); // Dari program diatas dibuat untuk membuat layer baru yang berisikan peta jawa barat dengan menggunakan sumber file jabar.shp, yang dibatasi dengan kabupaten di seluruh pulau jawa barat. Untuk pengaturan class dan stylenya umumnya ketiga propinsi (jawa barat, DKI Jakarta, Banten) adalah sama dalam hal memberikan label, set warna peta, dan lain-lain. // objek class & style jabar $objclassjbr = ms_newclassobj ($objlayerjbr); $objclassjbr->set ("name", "Jabar"); $objclassjbr->setexpression ("3"); // kodeprop=1 $objclassjbr->set("template", c:/buku_mapserver/html/query25_prop.html"); $objstylejbr = ms_newstyleobj ($objclassjbr); $objstylejbr->color->setrgb (240,252,258); $objstylejbr->outlinecolor->setrgb (0,0,0); // objek label kelas $objclassjbr->label->set ("font", "arial"); $objclassjbr->label->set ("type", MS_TRUETYPE); $objclassjbr->label->set ("size", 8); $objclassjbr->label->set ("position", MS_CC); $objclassjbr->label->color->setrgb (0, 0, 254); lv
11 43 // objek class & style DKI $objclassdki = ms_newclassobj ($objlayerjbr); $objclassdki->set ("name", "DKI"); $objclassdki->setexpression ("2"); // kodeprop=2 $objclassdki->set("template", "c:/buku_mapserver/html/query25_prop.html"); $objstyledki = ms_newstyleobj ($objclassdki); $objstyledki->color->setrgb (237, 177, 203); $objstyledki->outlinecolor->setrgb (0,0,0); // objek label kelas $objclassdki->label->set ("font", "arialbold"); $objclassdki->label->set ("type", MS_TRUETYPE); $objclassdki->label->set ("size", 8); $objclassdki->label->set ("position", MS_CC); $objclassdki->label->color->setrgb (0, 0, 0); // objek class & style Banten $objclassbtn = ms_newclassobj ($objlayerjbr); $objclassbtn->set ("name", "Banten"); $objclassbtn->setexpression ("1"); // kodeprop=1 $objclassbtn- >Set("template","c:/buku_mapserver/html/query25_prop.html"); $objstylebtn = ms_newstyleobj ($objclassbtn); $objstylebtn->color->setrgb (172, 247, 60); $objstylebtn->outlinecolor->setrgb (0,0,0); // objek label kelas $objclassbtn->label->set ("font", "comicsans"); $objclassbtn->label->set ("type", MS_TRUETYPE); $objclassbtn->label->set ("size", 8); $objclassbtn->label->set ("position", MS_CC); $objclassbtn->label->color->setrgb (254, 32, 40); 2. Plotting data objek Plot disini adalah plot data objek yang terdeteksi oleh radar kedalam pemetaan yang telah tersedia. Adapun programnya dapat dijelaskan sebagai berikut : // objek layer Point $objlayerpoint[ ] = ms_newlayerobj($objmap); lvi
12 44 $objlayerpoint[$i]->set ("name", "Point"); $objlayerpoint[$i]->set ("type", MS_LAYER_POINT); $objlayerpoint[$i]->set ("status", MS_DEFAULT); Program diatas merupakan pembuatan layer untuk point (plot). Untuk menentukan koordinat pada objek yang terdeteksi, perlu dilakukan perhitungan awal jarak antara titik pusat radar dengan objek. Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa Raw data radar akan menunjukkan posisi X dan Y. posisi X dan Y ini adalah posisi kedudukan objek terhadap radar. Misalnya pada posisi X binernya = (desimal) Karena X0 = 1/32 nautical, dan 1 Nautical Mile (nmi) = 1852 m, maka : 1, ,782 Selanjutnya dikonversi kedalam bentuk derajat. 1 derajat = km 1 derajat ~ km Jadi, 0, Dan pada posisi Y binernya = 16 (decimal) Karena X0 = 1/32 nautical, dan 1 Nautical Mile (nmi) = 1852 m, maka : 1, 852 0, 926 Selanjutnya dikonversi kedalam bentuk derajat. 1 derajat = km 1 derajat ~ km Jadi, ~ 0 lvii
13 45 Ini adalah posisi X dan Y dalam derajat terhadap radar. Untuk mengetahui letak koordinat objek radar, maka dapat dilakukan dengan menjumlahkan koordinat radar dengan derajat objek yang diperoleh melalui perhitungan. Sehingga program Mapserver yang dibuat adalah : $postargetx[ ] = $Koordinat_Radar_X+$posX[$i]; $postargety[ ] = $Koordinat_Radar_Y+$posY[$i]; Dimana koordinat radar ditentukan sebelumnya yaitu : // Koordinat Radar $Koordinat_Radar_X = 107; $Koordinat_Radar_Y = -7; Sehingga didapat : Derajat X = 0,00337 => koordinat X = ,00337 = 107,00337 Derajat Y = 0 => koordinat Y = = -7 Jadi yang diplot kedalam peta adalah posisi target X dan Y, yaitu : Koordinat (X,Y) = (107,00337, -7) 3. Keterangan penunjang Untuk keterangan penunjang hanya sebagai informasi keterangan objek, dimana informasi itu adalah tracknumber, posisi x, posisi y, Flight Level. Keempat informasi penting ini harus ditampilkan pada sistem pemetaan sehingga user akan mudah membaca kondisi peta objek pesawat. Untuk itu dibuat program sebagai berikut : $objclasspoint[$i]->set("name","tracknumber:$tracknumber[$i]; Koordinat:($posTargetX[$i],$posTargetY[$i]);FlightLevel:$FL[$i] ;"); 4. Sistem navigasi Sistem navigasi merupakan standarisasi sebuah peta, dimana navigasi, arah adalah suatu keterangan penunjang setiap peta. Pada skripsi ini mencoba lviii
14 46 mengkombinasikan teknik pemetaan pada umumnya dengan sistem monitoring data radar. 5. Koneksi dengan database server Koneksi ini sangat diperlukan mengingat sumber data dari map server ini adalah databasenya. Untuk itu dibuat sebuah program sebagai berikut : //Query Database mysql_connect("localhost","root",""); mysql_select_db ("dbmap"); koneksi ini diawali dengan data di RDP server yang lokasinya di localhost/root lalu dihubungkan ke database server dengan nama dbmap. Sehingga data yang masuk ke dbmap dari localhost/root akan langsung di respon oleh sistem pemetaan dengan mem-plot data-data yang masuk. lix
MODUL 1 SISTEM BILANGAN
MODUL 1 SISTEM BILANGAN 1. Definisi Sistem Bilangan Sistem bilangan (number system) adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik. Sistem bilangan yang banyak dipergunakan oleh manusia
BAB V b SISTEM PENGOLAHAN DATA KOMPUTER (Representasi Data) "Pengantar Teknologi Informasi" 1
BAB V b SISTEM PENGOLAHAN DATA KOMPUTER (Representasi Data) "Pengantar Teknologi Informasi" 1 SISTEM BILANGAN Bilangan adalah representasi fisik dari data yang diamati. Bilangan dapat direpresentasikan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Kondisi pengolahan data yang telah dijabarkan sebelumnya pada bab 1 (satu) memiliki keterkaitan terhadap permasalahan yang teridentifikasi. Yaitu permasalahan terkait desain
BAB II Sistem Kode Dalam Bilangan Biner
BAB II Sistem Kode Dalam Bilangan Biner 2.1 Kode BCD Kode BCD adalah suatu kode yang menggunakan desimal yang berkode biner (Binary-code desimal). Kode BCD ini ada yang terdiri dari 4 (empat) bit, 5 bit,
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... LEMBAR PERSETUJUAN... LEMBAR PENGESAHAN... iii. LEMBAR PERNYATAAN... iv RIWAYAT HIDUP... KATA PENGANTAR...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... Halaman i LEMBAR PERSETUJUAN... ii LEMBAR PENGESAHAN... iii LEMBAR PERNYATAAN... iv RIWAYAT HIDUP... v KATA PENGANTAR... vi DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... xi DAFTAR GAMBAR...
Pengantar Saat ini terdapat beberapa aplikasi pemetaan yang digunakan di dunia baik yang berbayar maupun yang sifatnya gratis. Beberapa nama besar apl
PETUNJUK SINGKAT PENGGUNAAN UNTUK PEMETAAN TEMATIK http://www.labpemda.org April 2017 1 Pengantar Saat ini terdapat beberapa aplikasi pemetaan yang digunakan di dunia baik yang berbayar maupun yang sifatnya
Sistem Digital (410206)
Sistem Digital (410206) Materi Kuliah ke-2 SISTEM BILANGAN Sistem Bilangan 1. Bilangan Desimal 2. Bilangan Biner 3. Desimal ke Biner 4. Aritmatika Biner 5. Komplemen 1 dan 2 6. Sign Bit 7. Operasi aritmatik
Tutorial Tipe Data MySQL
Tutorial Tipe Data MySQL Benar mendefinisikan field dalam tabel adalah penting untuk optimasi keseluruhan dari database Anda. Anda harus menggunakan hanya jenis dan ukuran lapangan Anda benar-benar perlu
BAB VI MENGGUNAKAN DATABASE DESKTOP
BAB VI MENGGUNAKAN DATABASE DESKTOP Database Dalam Delphi Delphi menyediakan fasilitas yang lengkap untuk mengolah database. Berbagai format database dapat diolah dengan Delphi. Format data base yang dapat
Gambar 11. Perbandingan Arsitektur OSI dan TCP/IP
Protocol adalah sekumpulan peraturan atau perjanjian yang menentukan format dan transmisi data. Layer n di sebuah komputer akan berkomunikasi dengan layer n di komputer yang lain. Peraturan dan perjanjian
Sistem Bilangan Mata Kuliah Arsitektur Komputer Program Studi Sistem Informasi 2012/2013 STMIK Dumai -- Materi 08 --
Sistem Bilangan Mata Kuliah Arsitektur Komputer Program Studi Sistem Informasi 2012/2013 STMIK Dumai -- Materi 08 -- Acknowledgement Digital Principles and Applications, Leach- Malvino, McGraw-Hill Adhi
IV. RANCANG BANGUN SISTEM. Perangkat lunak bantu yang dibuat adalah perangkat lunak yang digunakan untuk
IV. RANCANG BANGUN SISTEM 4.1 Analisis dan Spesifikasi Sistem Perangkat lunak bantu yang dibuat adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menyisipkan label digital, mengekstraksi label digital, dan dapat
URUTAN PENGGUNAAN E-GNSS SECARA UMUM
URUTAN PENGGUNAAN E-GNSS SECARA UMUM PASANG UNIT PADA TITIK SURVEI DAN COLOKKAN POWER BANK SETTING KONEKSI BLUETOOTH dan KAMERA HP SETTING PILIHAN MODE SURVEI SINGLE MULAI SURVEI Pengaturan dasar KONEKSI
SISTEM BILANGAN DAN SANDI
SISTEM BILANGAN DAN SANDI. Pendahuluan Sistem bilangan yang biasa kita pakai sehari-hari disebut bilangan berbasis posisi. Bilangan desimal disebut sistem basis (base system), karena sistem ini mempunyai
MEMBUAT PROGRAM DENGAN DATABASE
MEMBUAT PROGRAM DENGAN DATABASE A. Database Dalam Delphi Delphi menyediakan fasilitas yang lengkap untuk mengolah database. Berbagai format database dapat diolah dengan Delphi. Format data base yang dapat
Sistem Bilangan Mata Kuliah Arsitektur Komputer Program Studi Sistem Informasi 2012/2013 STMIK Dumai -- Materi 08 --
Sistem Bilangan Mata Kuliah Arsitektur Komputer Program Studi Sistem Informasi 2012/2013 STMIK Dumai -- Materi 08 -- Acknowledgement Digital Principles and Applications, Leach- Malvino, McGraw-Hill Adhi
PERTEMUAN MINGGU KE-3 REPRESENTASI DATA
PERTEMUAN MINGGU KE-3 REPRESENTASI DATA REPRESENTASI DATA Unit Informasi Dasar dalam sistem komputer- 1 byte atau 8 bit. Word size (ukuran word) merupakan ukuran register operasionalnya. Contoh : 1. Komputer
REPRESENTASI dan ALUR PEMROSESAN DATA
REPRESENTASI dan ALUR PEMROSESAN DATA 1 Representasi Data Unit Informasi Dasar dalam sistem komputersatu byte atau 8 bit. Word size (ukuran word) merupakan ukuran register operasionalnya. Contoh: 1. Komputer
PPK RTK. Mode Survey PPK (Post Processing Kinematic) selalu lebih akurat dari RTK (Realtime Kinematic)
Mode Survey PPK (Post Processing Kinematic) selalu lebih akurat dari RTK (Realtime Kinematic) Syarat Kondisi Keuntungan / Kekurangan PPK Tidak diperlukan Koneksi Data Base secara realtime Diperlukan 1
BAB II SISTEM BILANGAN DAN KODE BILANGAN
BAB II SISTEM BILANGAN DAN KODE BILANGAN 2.1 Pendahuluan Komputer dan sistem digital lainnya mempunyai fungsi utama mengolah informasi. Sehingga diperlukan metode-metode dan sistem-sistem untuk merepresentasikan
Representasi Data. M. Subchan M
Representasi Data M. Subchan M DATA Fakta berupa angka, karakter, symbol, gambar, suara yang mepresentasikan keadaan sebenarnya yg selanjutnya dijadikan sbg masukan suatu sistem informasi Segala sesuatu
BAB II ARITMATIKA DAN PENGKODEAN
TEKNIK DIGITAL/HAL. 8 BAB II ARITMATIKA DAN PENGKODEAN ARITMATIKA BINER Operasi aritmatika terhadap bilangan binari yang dilakukan oleh komputer di ALU terdiri dari 2 operasi yaitu operasi penambahan dan
STUDY TENTANG SECONDARY SURVEILLANCE RADAR (SSR) UNTUK MENENTUKAN BERBAGAI INFORMASI PESAWAT TERBANG DI PT. ANGKASA PURA II POLONIA MEDAN SKRIPSI
STUDY TENTANG SECONDARY SURVEILLANCE RADAR (SSR) UNTUK MENENTUKAN BERBAGAI INFORMASI PESAWAT TERBANG DI PT. ANGKASA PURA II POLONIA MEDAN SKRIPSI Diajukan untuk melengkapi tugas dan untuk memenuhi syarat
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PROGRAM APLIKASI HANDS RECOGNIZER
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PROGRAM APLIKASI HANDS RECOGNIZER Dalam analisis dan perancangan sistem program aplikasi ini, disajikan mengenai analisis kebutuhan sistem yang digunakan, diagram
adalah jenis-jenis tombol-tombol (buttons) yang dipakai di dalam system ini : Gambar 4.63 : Tombol ruler
159 Selain alat Bantu (tool) seperti yang telah disebutkan di atas, ada juga tomboltombol (buttons) yang berfungsi untuk melakukan beberapa analisis peta. Di bawah ini adalah jenis-jenis tombol-tombol
KAJIAN APLIKASI DAN TEKNOLOGI PADA INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL NASIONAL
KAJIAN APLIKASI DAN TEKNOLOGI PADA INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL NASIONAL Nama : DODY ARFIANSYAH 3506 100 046 Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Bangun Muljo S., DEA. DESS. Pendahuluan Latar Belakang GIS & WEBSIG
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jaringan komputer dan internet telah mengalami perkembangan pesat. Teknologi ini mampu menghubungkan hampir semua komputer yang ada di dunia, sehingga kita bisa saling
Mochamad Faridz Ristanto Pembimbing Dr. Ir. Achmad Affandi, DEA Michael Ardita, S.T, M.T
Mochamad Faridz Ristanto 2208100623 Pembimbing Dr. Ir. Achmad Affandi, DEA Michael Ardita, S.T, M.T Bidang Studi Telekomunikasi Multimedia Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi
Elektronika dan Instrumentasi: Elektronika Digital 1 Sistem Bilangan. Yusron Sugiarto
Elektronika dan Instrumentasi: Elektronika Digital 1 Sistem Bilangan Yusron Sugiarto Materi Kuliah Analog dan Digital? Elektronika Analog Digital Analog vs Digital Analog Teknologi: Teknologi analog merekam
HASIL DAN PEMBAHASAN Praproses Data Clustering
Perangkat lunak: Sistem operasi: Windows XP Home Edition, WEKA versi 3.5.7, ArcView GIS 3.3, Map Server For Windows (ms4w) 2.3.1 Chameleon 2.4.1 Perangkat keras: Prosessor intel Pentium 4 ~2GHz Memory
Sejarah TCP/IP TCP/IP
Sejarah TCP/IP Sejarah TCP/IP bermula di Amerika Serikat pada tahun 1969 di Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) melakukan menguji rangkaian sistem pada paket (packet-switching). 1 Sejarah
PENGANTAR : GEODATABASE 2. Personal Geodatabase 3 Komponen Geodatabase 3 Feature Class 4 ShapeFile 5 Tabel 6 LATIHAN : MEMBANGUN GEODATABASE 7
PENGANTAR : GEODATABASE 2 Personal Geodatabase 3 Komponen Geodatabase 3 Feature Class 4 ShapeFile 5 Tabel 6 LATIHAN : MEMBANGUN GEODATABASE 7 Menyiapkan hasil desain Skema Database 7 Membuat Struktur Database
KOMPETENSI DASAR : MATERI POKOK : Sistem Bilangan URAIAN MATERI 1. Representasi Data
KOMPETENSI DASAR : 3.1. Memahami sistem bilangan Desimal, Biner, Oktal, Heksadesimal) 4.1. Menggunakan sistem bilangan (Desimal, Biner, Oktal, Heksadesimal) dalam memecahkan masalah konversi MATERI POKOK
TEKNIK DIGITAL KODE BILANGAN
TEKNIK DIGITAL KODE BILANGAN Review Kuliah Sebelumnya Pengertian Aritmatika Biner Operasi aritmatika untuk bilangan biner dilakukan dengan cara hampir sama dengan operasi aritmatika untuk bilangan desimal.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Sistem Digitalisasi Sistem digitalisasi data pegawai yang dibangun pada penelitian ini mempergunakan Microsoft Visual Basic 6.0. Proses digitalisasi diawali
2.1 Desimal. Contoh: Bilangan 357.
2.Sistem Bilangan Ada beberapa sistem bilangan yang digunakan dalam sistem digital. Yang paling umum adalah sistem bilangan desimal, biner, oktal, dan heksadesimal. Sistem bilangan desimal merupakan sistem
JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TUGAS JARINGAN KOMPUTER Nama : Yonatan Riyadhi NIM : 09011181419009 Kelas : SK 5A Nama Dosen : Dr. Deris Stiawan M.T JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2016 CAPTURE DAN
Pokok Pokok Bahasan :
Sistem Bilangan Arsitektur Komputer I Agus Aan Jiwa Permana, S.Kom, M.Cs Site s : agus E-mail : agus agus-aan.web.ugm.ac.id [email protected] 1 [email protected] 2 Pokok Pokok Bahasan : Bilangan
Pertemuan 10 Pengaturan Symbology dan Label Peta Tematik Pada Software Arc GIS 10.1
Pertemuan 10 Pengaturan Symbology dan Label Peta Tematik Pada Software Arc GIS 10.1 Jurusan Survei dan Pemetaan UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI PALEMBANG Pengaturan Symbology Symbology berkaitan degan
Bab 4 Hasil dan Pembahasan
Bab 4 Hasil dan Pembahasan 4.1 Implementasi Sistem Implementasi sistem adalah tahap penerapan sistem yang akan dilakukan jika sistem disetujui termasuk program yang telah dibuat pada tahap perancangan
Materi #13. TKT312 - Otomasi Sistem Produksi T a u f i q u r R a c h m a n
Materi #13 Kemampuan Akhir Yang Diharapkan 2 Mampu mengidentifikasi kebutuhan otomasi dalam suatu sistem manufaktur/jasa, mampu menganalisa aspek teknis dan non teknis perancangan sistem otomasi dalam
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
29 BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Blok Diagram Sistem Blok diagram sistem absensi ini dapat dilihat pada gambar 3.1 di bawah ini. Gambar 3.1. Diagram Blok Sistem Fungsi fungsi dari blok diatas adalah sebagai
BAB III PEMBANGUNAN PRE-DISASTER MAP BERBASIS WEB
BAB III PEMBANGUNAN PRE-DISASTER MAP BERBASIS WEB 3.1 Data Data yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari : No. Data Asal Data 1 Peta Batas Administrasi Propinsi Jawa BAPEDA Jawa Barat Barat skala
Pemrograman Web. Cascading Style Sheets. Created by : Rifqi Sambas Khairurrohman
Pemrograman Web Cascading Style Sheets Created by : Rifqi Sambas Khairurrohman Home Page Anatomi CSS Macam Selector Cara Kerja Anatomi CSS CSS terdiri dari beberapa set peraturan yang memiliki: 1 selector,
PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG
SALINAN PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 204 TENTANG PERSYARATAN TEKNIS SISTEM PERINGATAN DINI BENCANA ALAM PADA ALAT DAN PERANGKAT PENERIMA TELEVISI SIARAN
Sistem Bilangan. Desimal Biner Oktal Heksadesimal
Sistem Bilangan Desimal Biner Oktal Heksadesimal Apa itu Sistem Bilangan? Suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik Atau Suatu sistem yang digunakan untuk menyatakan sesuatu secara kuantitatif
AKUISISI DATA GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) DENGAN KOMPUTER PADA MODEL KAPAL SEBAGAI SARANA PENELITIAN
AKUISISI DATA GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) DENGAN KOMPUTER PADA MODEL KAPAL SEBAGAI SARANA PENELITIAN Muh. Taufiqurrohman Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Universitas Hang Tuah
Gambar 10.1 Contoh Tabel Paradox
10.1. Basis Data C++ Builder C++ Builder dirancang seutuhnya untuk menjadi sebuah Client database dan tidak terbatas pada format database yang anda pakai, karena C++ Builder dikemas dengan produk Borland
TIN310 - Otomasi Sistem Produksi. h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n. w e b l o g. e s a u n g g u l. a c. i d
Materi #13 Elektronika Digital 2 Elektronika digital telah menyebabkan terjadinya perubahan besar dalam industri, baik dalam industri elektronika maupun industri yang lain. Beberapa tahun silam, aplikasi
A. SISTEM DESIMAL DAN BINER
SISTEM BILANGAN A. SISTEM DESIMAL DAN BINER Dalam sistem bilangan desimal, nilai yang terdapat pada kolom ketiga pada Tabel., yaitu A, disebut satuan, kolom kedua yaitu B disebut puluhan, C disebut ratusan,
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BANDARA YANG ADA DI INDONESIA
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BANDARA YANG ADA DI INDONESIA Cara pembuatan mapserver dengan menggunakan pmapper 4.2.1 Untuk membuat mapserver kita harus mempunyai dulu pmapper disini saya menggunakan pmapper
PERCOBAAN 11. CODE CONVERTER DAN COMPARATOR
PERCOBAAN 11. TUJUAN: Setelah menyelesaikan percobaan ini mahasiswa diharapkan mampu Memahami prinsip kerja rangkaian Converter dan Comparator Mendisain beberapa jenis rangkaian Converter dan Comparator
BAB V RANGKAIAN ARIMATIKA
BAB V RANGKAIAN ARIMATIKA 5.1 REPRESENTASI BILANGAN NEGATIF Terdapat dua cara dalam merepresentasikan bilangan biner negatif, yaitu : 1. Representasi dengan Tanda dan Nilai (Sign-Magnitude) 2. Representasi
Contoh Syntax: Contoh di atas menunjukkan. S e l e c t o r : h 1. P r o p e r t y : c o l o r. V a l u e : r e d. (red).
Apa Itu CSS? PENGENALAN CSS CSS adalah singkatan dari Cascading Style Sheets. Kalau baca di kamus, cascading itu artinya air terjun. Tapi dalam hal ini, yang di maksud adalah, aliran dari suatu kode ke
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. Proses instalasi aplikasi merupakan tahapan yang harus dilalui sebelum
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 IMPLEMENTASI Proses instalasi aplikasi merupakan tahapan yang harus dilalui sebelum memulai penggunaan Sistem Kontrol Pendeteksian Kebakaran. Berikut beberapa kebutuhan
ANALISIS METODE MASKING-FILTERING DALAM PENYISIPAN DATA TEKS
ANALISIS METODE MASKING-FILTERING DALAM PENYISIPAN DATA TEKS Efriawan Safa (12110754) Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, STMIK Budidarma Medan Jl. Sisimangaraja No. 338 Simpang Limun www.inti-budidarma.com
GEOTAGGING+ Acuan Umum Mode Survei dengan E-GNSS (L1)
Apa Mode Survei yang reliable? Kapan kondisi yang tepat? Realtime: RTK-Radio; RTK-NTRIP JIKA TERSEDIA JARINGAN DATA INTERNET Post Processing: Static- Relative; Kinematic; Stop and Go Realtime: RTK-Radio;
Arsitektur Komputer. Pertemuan ke-2 - Aritmatika Komputer >>> Sistem bilangan & Format Data - Perkembangan Perangkat Keras Komputer
Arsitektur Komputer Pertemuan ke-2 - Aritmatika Komputer >>> Sistem bilangan & Format Data - Perkembangan Perangkat Keras Komputer ARITMATIKA KOMPUTER Materi : Englander, bab 2 dan 3 Stallings, bab 8 IEEE
DASAR SISTEM BILANGAN
Pengantar Sistem Digital / Sistem Digital Materi 1 DASAR SISTEM BILANGAN Hugo Aprilianto Pengertian Sistem bilangan merupakan tata aturan atau susunan dalam menentukan nilai suatu bilangan, antara lain
ABSTRAK. Kata kunci: manajemen, fuzzy, karyawan. iii
ABSTRAK Karya ilmiah Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi Dalam Manajemen SDM Dengan Metode Fuzzy Dan Kuantitatif Teknik Eksponen Penentu ini bertujuan untuk memudahkan proses manajemen dan mengontrol manipulasi
DASAR JARINGAN. TCP (Transmission Control Protocol) merupakan protokol (penterjemah) dalam
DASAR JARINGAN Jaringan komputer merupakan fungsi / proses pengiriman data antara satu komputer menuju komputer lainnya. dalam jaringan komputer kita sering mendengar istilah tentang TCP/IP. Lalu apakah
Melakukan Perbaikan dan atau Setting Ulang Koneksi Jaringan MENJELASKAN LANGKAH PERSIAPAN SETTING ULANG KONEKSI JARINGAN
Melakukan Perbaikan dan atau Setting Ulang Koneksi Jaringan MENJELASKAN LANGKAH PERSIAPAN SETTING ULANG KONEKSI JARINGAN IP Address IP address adalah alamat/identitas yang diberikan pada jaringan komputer
Konfigurasi File *.Map. Arif Basofi
Konfigurasi File *.Map Arif Basofi Tujuan Mengenal Objek-Objek File Map: Map Layer Class Label Style Membuat File Map Referensi Ruslan Nuryadin, Panduan Menggunakan MapServer, Informatika 2005. Internet,
Agenda. Protokol TCP/IP dan OSI Keluarga Protokol TCP/IP
Agenda Protokol TCP/IP dan OSI Keluarga Protokol TCP/IP 2 Protokol Definisi : A rule, guideline, or document which guides how an activity should be performed. Dalam ilmu komputer, protokol adalah konvensi
MAKALAH. Mata Kuliah. Arsitektur dan Organisasi Komputer
MAKALAH Mata Kuliah Arsitektur dan Organisasi Komputer Kelompok 1 1. M. Dwi setiyo (14670015) 2. Bima Setya N. (14670018) 3. Yan Ari Firmansyah (14670021) 4. Lia Ayu K. (14670024) Program Studi Informatika
Modul 3. A. Database Desktop
A. Database Desktop Modul 3 Adalah suatu aplikasi database yang dapat digunakan untuk membuat, menampilkan, mengurutkan, memodifikasi, dan membuat tabel dalam format Paradox, dbase, SQL. Pilih Tools >
Membuat Tabel. Tahapan membuat tabel menggunakan Microsoft Access 2007 : 1. Pilih menu create >> table. Microsoft Office Access Field.
3. Membuat Tabel Tabel merupakan set data di dalam database dan merupakan objek utama di dalam database. Tabel digunakan untuk menyimpan sebuah data. Setelah sebelumnya membahas bagaimana membuat database,
The OSI Reference Model
The OSI Reference Model Contoh penerapan model OSI : Contoh penerapan model OSI sehari-hari pada proses penerimaan e mail: o Layer 7, Anda memakai Microsoft Outlook yang mempunyai fungsi SMTP dan POP3.
77 = (bilangan biner).
Konversi Bilangan Desimal Ke Biner Konversi bilangan desimal ke biner merupakan suatu proses mengubah bentuk bilangan desimal kedalam bentuk bilangan biner. Ada beberapa cara yang dapat agan lakukan untuk
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Masalah dalam sisitem ini adalah bagaimana agar sistem ini dapat membantu pengguna sistem untuk melakukan pengamanan data (data security). Dalam
3.1 APLIKASI YANG DITANGANI OLEH CODE GENERATOR
BAB III ANALISIS Bab ini berisi analisis mengenai aplikasi web target code generator, analisis penggunaan framework CodeIgniter dan analisis perangkat lunak code generator. 3.1 APLIKASI YANG DITANGANI
Pertemuan PLC Addressing & Basic Instruction (Omron, Siemens, Schneider) Handy Wicaksono Jurusan Teknik Elektro Universitas Kristen Petra
Pertemuan 7 7. PLC Addressing & Basic Instruction (Omron, Siemens, Schneider) Handy Wicaksono Jurusan Teknik Elektro Universitas Kristen Petra Sasaran Mahasiswa mampu : Memahami bermacam macam sistem bilangan
Data Structure. Algoritma dan Pemrograman 3 Week 03
Data Structure 1 Disebut juga sebagai record, di dalam COBOL adalah sebuah metode mengkombinasikan beberapa variabel ke dalam satu variabel yang lebih besar. 000700 000800 01 THE-WHOLE-MESSAGE. 000900
Sistem Bilangan. Rudi Susanto
Sistem Bilangan Rudi Susanto 1 Sistem Bilangan Ada beberapa sistem bilangan yang digunakan dalam sistem digital. Yang paling umum adalah sistem bilangan desimal, biner, oktal dan heksadesimal Sistem bilangan
MODUL 3 IMPORT DATA DARI MAPINFO KE DATABASE. Praktikan dapat mengetahui cara meng-inport data dari MapInfo ke database pada PostgreSQL.
MODUL 3 IMPORT DATA DARI MAPINFO KE DATABASE A. Tujuan Praktikan dapat mengetahui cara meng-inport data dari MapInfo ke database pada PostgreSQL. B. Tools a. MapInfo 10.5 b. PostgreSQL c. PostGIS C. Teori
PENGANTAR KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI 1A
PENGANTAR KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI 1A REPRESENTASI DATA ALUR PEMROSESAN DATA SISTEM BILANGAN TEORI BILANGAN KOVERSI BILANGAN OPERASI ARITMATIKA Representasi Data Data adalah sesuatu yang belum
18/09/2017. Fakultas Teknologi dan Desain Program Studi Teknik Informatika
Fakultas Teknologi dan Desain Program Studi Teknik Informatika 1 Capaian Pembelajaran Mahasiswa memiliki pemahaman mengenai sistem bilangan dan mampu menjelaskan macam-macam sistem bilangan yang digunakan
SISTEM BILANGAN. B. Sistem Bilangan Ada beberapa sistem bilangan yang digunakan dalam sistem digital, diantaranya yaitu
SISTEM BILANGAN A. Pendahuluan Komputer dibangun dengan menggunakan sirkuit logika yang beroperasi pada informasi yang dipresentasikan dengan dua sinyal listrik. Dua nilai tersebut adalah dan 1. dan jumlah
REPRESENTASI DATA. Pengantar Komputer Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Gunadarma
REPRESENTASI DATA Pengantar Komputer Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Gunadarma Pendahuluan Materi ini mendiskusikan beberapa konsep penting mencakup sistem bilangan biner dan hexadecimal, organisasi
Penggunaan Sistem Bilangan dan Pengkodean -3-
Sistem Digital Penggunaan Sistem Bilangan dan Pengkodean -3- Missa Lamsani Hal 1 Penggunaan Bilangan Biner Bilangan biner digunakan dalam komputer yang biasa tidak terlihat oleh pengguna Namun kemampuan
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai Sistem Informasi Geografis Lokasi Taman Kanak kanak Di Daerah Medan Marelan yang meliputi analisa sistem yang sedang berjalan dan desain
Representasi Bilangan Digital (Bagian 2)
(Bagian 2) Kuliah#10 TKC-205 Sistem Eko Didik Widianto Departemen Teknik Sistem Komputer, Universitas Diponegoro 11 Maret 2017 http://didik.blog.undip.ac.id/buku/sistem-digital/ 1 Preview Kuliah Rangkaian
I. Digitasi (Digitizing) Daftar Isi. 1) Aktifkan extension JPEG (JFIF) Image Support : FILE EXTENSIONS
Daftar Isi Hal I Digitasi (Digitizing) 1 II Pemberian Atribut (Attributing) 5 III Pemberian Koordinat (Coordinate Transformation) 8 IV Proyeksi Koordinat (Coordinate Projection) 15 V Design Peta (Map Layout)
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menjalankan aplikasi traffic monitoring dan SMS server. Terdiri dari Sierra Aircard 875
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Persiapan Awal 4.1.1 Instalasi Program Yang Digunakan Berikut adalah gambaran cara penginstalan program yang akan digunakan untuk menjalankan aplikasi traffic monitoring
FORMAT BILANGAN DALAM MIKROPROSESOR
177 SISTEM MIKROPROSESOR dan MIKROKONTROLER B A B 8 FORMAT BILANGAN DALAM MIKROPROSESOR Mikroprosesor sebagai bagian dari sistem digital bekerja dalam format biner. Di dalam sistem mikroprosesor operasi
PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I REPRESENTASI DATA
PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I REPRESENTASI DATA Tim Pengajar KU1102 - Institut Teknologi Sumatera Data Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu
Dr. novrina
Dr. novrina [email protected] Sistem Bilangan Konversi Sistem Bilangan Operasi Aritmatik pada Sistem Bilangan Bilangan Biner Bertanda Pengkodean Biner ( 0 dan 1) Desimal ( 0 9) Oktal ( 0 7)
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan pembuatan aplikasi visualisasi 3D. Pada tujuan utamanya, sistem yang akan dibuat mengacu kepada pembuatan sebuah kerangka yang
SISTEM BILANGAN, OPERASI ARITMATIKA DAN PENGKODEAN
SISTEM BILANGAN, OPERASI ARITMATIKA DAN PENGKODEAN REPRESENTASI DATA Data : bilangan biner atau informasi berkode biner lain yang dioperasikan untuk mencapai beberapa hasil penghitungan penghitungan aritmatik,
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Pencarian Lokasi ini merupakan masalah untuk mencari rute atau lintasan Lokasi yang bisa dilalui pengunjung yang ingin mengunjungi beberapa titik Universitas
GEOTAGGING+ Acuan Umum Mode Survei dengan E-GNSS (L1)
GEOTAGGING+ Acuan Umum Mode Survei dengan E-GNSS (L1) Apa Mode Survei yang reliable? Kapan kondisi yang tepat? Realtime: RTK-Radio; RTK-NTRIP Post Processing: Static- Relative; Kinematic; Stop and Go Realtime:
MATERI 2 SISTEM BILANGAN DAN REPRESENTASI DATA
MATERI SISTEM BILANGAN DAN REPRESENTASI DATA Salah satu unit dalam Central Processing Unit (CPU) sebuah sistem komputer sederhana adalah unit ALU (Arithmetic and Logic Unit). Ada empat operasi dasar yang
Representasi Bilangan dan Operasi Aritmatika
Bilangan Bilangan dan Operasi Aritmatika Kuliah#8 TSK205 Sistem Digital - TA 2011/2012 Eko Didik Teknik Sistem Komputer - Universitas Diponegoro Review Kuliah Bilangan Sebelumnya telah dibahas tentang
Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetaan Daerah Rawan Gempa Tektonik Dan Jalur Evakuasi di Yogyakarta
Review Jurnal Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetaan Daerah Rawan Gempa Tektonik Dan Jalur Evakuasi di Yogyakarta Oleh : 1. Donnyca Mazda Putra (K3513018) 2. Rosyid Esanudin (K3513062) PENDIDIKAN TEKNIK
Pengantar Teknologi Informasi Dan Komunikasi
Pertemuan 3 Sistem Bilangan Dan Pengkodean Sistem Bilangan (number system) adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik. Sistem bilangan yang banyak digunakan manusia adalah desimal,
Komputer menggunakan dan memanipulasi data untuk perhitungan aritmatik, pemrosesan data dan operasi logik. Data adalah bilangan biner dan informasi
Komputer menggunakan dan memanipulasi data untuk perhitungan aritmatik, pemrosesan data dan operasi logik. Data adalah bilangan biner dan informasi berkode biner yang dioperasikan untuk mencapai beberapa
